Data Loading...

0-18492107034_20210318_212418_0000 Flipbook PDF

0-18492107034_20210318_212418_0000


100 Views
6 Downloads
FLIP PDF 5.73MB

DOWNLOAD FLIP

REPORT DMCA

Muntok, Bangka-Tanjung Api-api, Palembang

318-Putri Maharani ambangsari ibie (8th) Tabina (5th)

Ke Palembang dengan mobil? Tentuuu ngga ditolak Walaupun itu berarti akan ada armada transportasi lainnya yang dibutuhkan Apalagi kalo bukaaaaan: KAPAL

Kenapa mau?

Apalagi kalau bukan memberikan pengalaman baru untuk anak-anak. Ini adalah kali kedua kami melakukan perjalanan darat-laut, tetapi ini adalah pengalaman pertama untuk lebih lama di kapal di kota yang baru dalam suasana pandemi pula. Tentu ada perasaan was-was, oleh karena itu anak-anak perlu dipersiapkan sebelumnya. Seperti kapan harus memakai dan bisa melepas masker? Setelah menyentuh sesuatu mereka harus melakukan apa? Apakah boleh berbicara dengan orang dewasa asing? Jika ingin buang air kecil dan besar harus apa? Jika lapar dan haus sudah tak tertahan, bagaimana caranya mereka minum dan makan? Bagaimana mencari lokasi yang relatif sedikit orang? Dsb.

Selain itu, dengan kita berada di tengah lautan. Anak-anak akan bisa mengagumi ciptaan Allah. Melihat berbagai macam kapal yang menunjukkan aktivitas yang ada di laut seperti kapal nelayan, berbagai ukuran kapal feri, kapal pengangkut batubara, dsb. Mereka juga bisa memperhatikan berbagai macam profesi yang ada di kapal dan pelabuhan

Iman

Belajar

1. Mengagumi ciptaan Allah seperti awan, laut, angin 2. Ketika masuk waktu sholat, Tabina semangat mengajak sholat

Bakat 1. Tabina suka mengamati hal detail, ketika menggambarkan di canva Tabina dapat menggambarkan dengan cukup detail

Jasmani

1. Ketika sedang melihat buih, diceritakan bagaimana terjadinya buih dan ombak dan diselipkan bahwa Allah yang mengatur semuanya, sehingga ikan yang ada di laut dapat bernapas. 2. Angin di laut cukup kencang, Tabina menikmati rambutnya yang terkena angin dan kami memperhatikan awan. Sehingga Tabina juga belajar siklus hujan, sekaligus mengagumi bagaimana Allah mengatur semuanya

0-6 Tahun

1. Setiap selesai memegang sesuatu atau bermain, Tabina akan membersihkan tangannya dengan hand sanitizer 2. Tabina bermain perosotan yang ada di kapal, sebelumnya disemprot terlebih dahulu dengan alkohol. Setelah ada beberapa anak lain yang ikut main, Tabina rutim membersihkan tangannya 3. Mampu memenuhi kebutuhannya, seperti tidur dia bilang mengantuk dan tidur sendiri di kursi. 4. Menjelaskan mengapa kita perlu menyemprotkan alkohol sebelum masuk ke kamar mandi.

3. Mengetahui jika suatu benda yang terlihat kecil adalah berjarak jauh dan sebaliknya

Seksualitas 1. Saat sholat dan kencing bersama Bunda 2. Melihat cara kerja kapal saat berlabuh bersama Papa

Estetika

Adab dan akhlak

1. Mampu menceritakan kembali mengenai angin, air dan awan 2. Membuat gambar dengan canva tentang laut

Mengetahui cara berteman dan bermain dengan orang lain

Saat di kapal 0-6 Tahun Individualitas dan sosialitas 1. Awalnya Tabina bermain perosotan sendiri, dia bisa bermain dengan sepuasnya tanpa perlu bergantian. Ketika ada anak lain ikut bermain, Tabina mau bermain bergantian. 2. Ketika Tabina bermain HP, dia membolehkan anak lain ikut melihat tapi tidak memperbolehkan untuk memegang

Observasi dan Evaluasi Tabina sudah konsisten memakai masker selama di kapal. Ketika dia lapar atau haus, cara membuka maskernya sudah sesuai seperti yang dilatihkan sebelumnya. Saat di Palembang Tabina bilang bahwa dia selama di kapal bosan, saya acknowledge rasa bosannya dan bertanya apa yang bisa dilakukan supaya tidak bosan sekaligus mengingatkan bahwa kita bepergian disaat pandemi. Di perjalanan pulang, Tabina sudah siap dengan kemungkinan yang ada. Ketika sudah ada di kapal dan menuju tempat penumpang, Ibie dan Tabina bergegas menuju lantai yang paling atas karena mencari tempat yang relatif sepi dan mereka mengetahui bahwa diatas bukan untuk penumpang, sehingga kami turun ke lantai dua. Di lantai dua ini, mereka sangat senang karena melihat bahwa di lantai dua ini ada tempat bermain, seperti ayunan dan perosotan. Karena area bermain ayunan banyak orang, saya mengajak ke area perosotan. Tabina sangat menyukai ayunan, tetapi sepertinya dia paham ketika saya tidak mengijinkan bermain di area tersebut karena banyak orang

Tabina juga bersemangat ketika saya ajak untuk memperhatikan buih di laut, saya menceritakan bagaimana hebatnya Allah yang telah menciptakan ombak dan buih serta manfaatnya untuk ikan-ikan yang ada di laut. Tabina juga mau menyimak dengan serius ketika saya mengajaknya memperhatikan bentuk dan warna awan. Dia juga ikut menyimak ketika Ibie dan saya berdiskusi tentang angin dan awan.

Observasi dan Evaluasi Kami berada di atas kapal selama 5 jam. Termasuk 2 jam saat kapal sedang menunggu giliran untuk berlabuh. Ada beberapa kali Tabina agak terlupa untuk duduk di kursi yang belum saya bersihkan. Tetapi ketika diingatkan, dia segera bangkit dan pindah ke tempat duduk yang sudah dibersihkan. Untuk menghindari hal ini, perlu dimasukan ke what if scenario. Termasuk ketika bermain perosotan, di awal Tabina bisa bermain yang 'biasa' yaitu dengan posisi duduk. Tetapi ketika melihat temannya dengan posisi kepala duluan, rupanya dia mau juga. Jika bukan saat pandemi, hal ini tentu saya ijinkan tetapi karena sedang pandemi, maka tentu tidak boleh. Tabina sempat mencoba dua kali dengan posisi kepala duluan. Sehingga ini perlu dimasukkan juga ke what is if scenario saat briefing dsan role playing. Tetapi untuk anak 5 tahun, bisa mengelola rasa bosannya dengan melakukan berbagai aktivitas tanpa terus menerus memegang HP, hal ini sudah sangat luar biasa. Selama di kapal, Tabina tidak mengeluh dan menangis atau tantrum karena ingin segera turun dari kapal. Tabina juga menikmati proses belajarny yang CEPE (Curious, Explore, Prediction dan Explain).

Keimanan

Belajar

1. Mengagumi Allah yang telah menciptakan angin dan ombak, sehingga ikan di laut tetap dapat bernapas tanpa perlu aerator buatan. Saya menyelipkan betapa Allah menyayangi semua makhluk ciptaanNya. 2. Menceritakan betapa Allah mencintai kita dengan menurunkan hujan

Individualitas dan Sosialitas

1. Fungsi angin dan ombak 2. Proses kapal berlabuh 3. Memahami banyaknya peran yang ada di kapal dan Ibie cukup tertarik dengan pekerja yang membantu mengangkat barang penumpang

Saat di kapal 7-10 Tahun

1. Ibie dapat bermain bergantian 2. Ibie bermain dengan aman dalam artian aman untuk dirinya dan aman untuk orang lain ketika dia memanjat

Seksualitas 1. Ibie kencing di WC lakilaki dan sholat di bagian tempat laki-laki juga bersama Papa 2. Memperhatikan dan mengetahui proses kapal berlabuh bersama Papa 3. Bermain game tenis di HP bersama Papa dan merasa Papa hebat karena bisa bermain tenis di HP

Estetika

Bakat 1. Ibie mempunyai ketertarikan terhadap sains dan yang dia tahu melakui buku dan TV, dapat dialami secara langsung olehnya 2. Ibie suka berinteraksi dengan orang lain, dia memulai percakapan dengan sesama anak.

1. Ibie bercerita tentang kehebatan Allah menciptakan angin dan ombak 2. Bercerita kembali mengenai proses hujan 3. mengagumi betapa hebatnya Allah 4. Ibie melihat ada anak yang membuang sampah ke laut, dia tidak setuju dengan perilakunya tetapi belum mampu untuk menegurnya

Saat di Kapal 7-10 tahun Jasmani 1. Salah satu cara Ibie untuk tidak bosan adalah bergerak dan selama 5 jam diatas kapal, Ibie lebih sering bermain di area perosotan atau melihat-lihat berbagai ruangan di kapal

Akhlak 1. Ibie sudah lebih sopan ketika berbicara dengan orang lain

Observasi dan Evaluasi Di saat berangkat ke Palembang, Ibie lebih banyak berinteraksi dengan layar baik di TV ang ada di kapal maupun di HP kami. Hal ini dikarenakan suasana kapal yang ramai. Ketika Ibie ingin membeli air putih, cara Ibie berbicara dengan penjualnya masih kurang sopan. Sehingga, ketika kami di Palembang dilakukan briefing dan role playing saat membeli. Ini bukan BRP pertama, tetapi kami belum mengulangnya sebelum berangkat. Ketika pulangnya, Ibie jauh lebih sopan ketika berbicara dengan orang dewasa lain. Tetap percaya diri tetapi lebih santun. Ada anak seumuran Ibie yang membuang sampah di laut. Ibie terganggu dengan tindakan anak ini. Karena menurutnya sangat tidak boleh membuang sampah sembarangan. Dia ingin menegur anak tsb tetapi masih ragu. Sehingga dia hanya memperhatikan dengan raut wajah tidak suka. Ketika kami berdua sedang mengamati laut, Ibie berucap "waah bun, di laut sudah ngga perlu aerator yaa... ikan-ikannya bisa napas soalnya ada ombak kan ini!" selanjutnya kami membahas tentang betapa Allah adil dan memperhatikan semua makhluk ciptaanNya. Ibie sempat bilang "Haduuuh angin ini, Ibie ngga suka angin". Saya bertanya apakah memang benar Ibie ngga suka angin? saya ajak dia untuk memperhatikan awan yang tampak gelap tanda sudah banyak air dan saya menyebutkan tugas angin terhadap awan tersebut apa dan bagaimana jika tidak ada angin yang bisa meniup awan tersebut, apa akibatnya ke kehidupan kita.

Observasi dan Evaluasi Ibie serius memperhatikan bagaimana proses kapal berlabuh. Tetapi sepertinya Ibie perlu memahami lebih lanjut lagi, karena ketika Ibie menjelaskan kembali belum sesuai. Saya melihatnya, karena Ibie fokusnya terganggu dengan banyaknya aktivitas baru di hadapannya. Salah satunya adalah para pekerja yang langsung naik ke kapal ketika kapal berlabuh. Selama di Palembang, Ibie sempat melihat film kartun yang kurang sesuai untuk menjaga fitrah keimanannya, awalnya saya mengijinkan karena menurut saya itu hanya tentang hantu biasa, tetapi rupanya antara tv dan youtube cukup jauh perbedaannya. Oleh karena itu, saya tidak mengijinkan lagi untuk menontonnya lagi, saya menjelaskan alasannya. Ibie setuju untuk stop nonton dan ketika dirumah kami membaca buku SaisQu tentang laut dan benda-benda angkasa, dimana didalamnya juga membahas apa yang ada di Al Quran. Ibie mulai kembali on track dan mampu mengaitkan apa yang ada di Al Quran dengan kejadian-kejadian di alam saat di kapal. Ibie mulai kecil sudah terbiasa untuk mencari kegiatan secara mandiri. Walaupun tidak ada mainan tak masalah, dia bisa menghibur dirinya saat diluar rumah. Di perjalanan pulang kemarin, Ibie sangat kooperatif, tidak ada rengekan berlebihan dan semua kembali ke rumah dengan perasaan bahagia. Tentu ada yang harus ditingkatkan, Alhamdulillah.