Data Loading...

1.4.a.6.1 Refleksi Terbimbing Flipbook PDF

1.4.a.6.1 Refleksi Terbimbing


360 Views
17 Downloads
FLIP PDF NAN

DOWNLOAD FLIP

REPORT DMCA

Tugas 1.4.a.6.1 Refleksi Terbimbing-Budaya Positif ARMASALINETALENI,S.Pd CGP ANGKATAN 4 SD Negeri 4 Sei Pasah Fasilitator : Udding, S.Pd., M.Pd Pengajar Praktik : Aan Herman Andawa, S.Pd. SD

Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah

1. Sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep inti yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: disiplin positif, posisi kontrol guru, kebutuhan dasar manusia, keyakinan kelas, dan segitiga restitusi. Adakah hal-hal yang menarik untuk Anda dan di luar dugaan?

2. Tuliskan pengalaman Anda dalam menggunakan konsep-konsep inti tersebut dalam menciptakan budaya positif baik di lingkup kelas maupun sekolah Anda!

Jawab : Selama ini saya pernah memiliki pengalaman dalam hal pengumpulan tugas anak selama pandemi dan saat itu kita belajar dari rumah melalui whatapps jadi ketika saya memberi tugas saya membuat kesepakatan bersama anak-anak bahwa tugas diberikan setiap hari namun waktu dalam pengerjaan diberikan bisa satu atau dua hari sehingga ada waktu anak-anak untuk mengerjakan tugas dan selama ini tidak ada kendala dalam pengumpulan tugas, namun beberapan bulan berikutnya ada keluhan dari orang tua bahwa tidak bisa mengajari anaknya, saya akhirnya mengambil inisiatif untuk mengerjakan tugas mengajar saya dengan dua cara yaitu secara luring dan daring namun itu juga berdasarkan kesepekatan bersama dengan orang tua juga artinya supaya semua aman dan berjalan dengan baik sehingga anak-anak masih bisa belajar baik secara daring maupun secara luring. Pengelaman berikutnya yaitu pelestarian budaya dengan menggunakan bahasa daerah dalam aktivitas belajar dikelas. Visi saya pada modul sebelumnya yaitu mengenai pelestarian budaya kearifan lokal melalui penggunaan bahasa. Contohnya setiap hari saya mengajak siswa saya untuk mengucapkan salam sebelum belajar dengan menggunakan dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa daerah agar mereka bisa belajar secara langsung penggunaan bahasa daerah karena siswa ruang lingkupnya adalah pendatang bukan penduduk asli sehingga mereka bisa belajar secara bertahap dan itu juga berhubungan dengan penerapan karakter profil pelajar pancasila yaitu berkebhinekaan global yaitu dimana mereka belajar mengenai budaya dari daerah lain. Hasilnya sekarang siswa saya bisa mengucapkan salam selamat pagi dengan menggunakan bahasa daerah yaitu “salamat henjewu”, kalau pulang yaitu selamat pulang adalah “salamat buli”

3. Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan segitiga restitusi ketika menghadapi permasalahan murid Anda? Jika iya, ada di posisi manakah Anda? Anda boleh menceritakan situasinya dan posisi Anda saat itu. Jawab : Sepertinya yang saya sering lakukan adalah sebagai posisi penghukum dan pemantau karena saya merasa saya bertanggung jawab terhadap siswa saya, saya mengajar di sekolah dasar dimana siswa saya untuk memiliki kesadaran terhadap dirinya atau belum mampu untuk bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri jika tidak dingatkan. Misalnya saja ketika saat belajar tidak boleh ribut atau berbicara dengan teman saat saya sedang menjelaskan jadi terpaksa saya ambil tindakan dengan mengingatkannya melalui kata-kata saya yaitu “siapa yang berbicara siapa yang mendengarkan?kalau mau berbicara saat ibu guru sedang menjelaskan silahkan berbicara diluar atau pada saat jam istirahat?” itu contoh kata-kata yang sering saya gunakan jika ada siswa saya yang tidak bisa ditegur tapi setelah saya tegur seperti itu mereka langsung menyimak dengan baik.

5. Perubahan apa yang terjadi pada cara berpikir Anda dalam menciptakan budaya positif di kelas maupun sekolah Anda setelah mempelajari modul ini? Jawab : Perubahan cara pikir saya adalah untuk menumbuhkan budaya positif itu seharusnya berpihak pada siswa artinya membuat sebuah peraturan yang peraturannya berdasarkan kesepakatan bersama dengan siswa kemudian membuat konsekuensi juga dipertimbangkan disesuaikan dengan kesepakatan bersama atau seperti apa jenis permasalahannya sehingga masalah bisa diselesaikan dengan baik dan siswa bisa belajar melalui kesalahannya dan tidak mengulanginya lagi. saya juga belajar bahwa untuk menumbuhkan budaya positif juga dimulai dari dalam diri siswa artinya siswa bisa memiliki tanggung jawab terhadap dirinya melalui nilai-nilai kebajikan yang diyakininya. Seperti pemikiran Ki Hadjar Dewantara dalam modul sebelumnya peran guru adalah sebagai Fasilitator dan memberikan pendidikan melalui sistem among jadi tahapan untuk memberikan sistem among saya dapatkan juga melalui modul ini yaitu cara mengatasi masalah dengan cara yang mendidik bukan menghukum siswa berdasarkan kesalahannya namun lebih kepada mendidik dengan memperbaiki diri dari kesalahannya sehingga itu memberikan kesadaran dalam dirinya.

6. Seberapa penting mempelajari topik modul ini bagi Anda sebagai seorang individu dan Anda sebagai seorang pemimpin pembelajaran? Jawab : Setelah mempelajari modul ini dan materi ini sangat penting agar menciptakan budaya positif yang selalu berkelanjutan sehingga melalui modul ini memberikan pandangan yang berbeda terhadap dalam menghadapi suatu permasalahan yang terjadi. Sebagai seorang individu dan sebagai pemimpin pembelajaran bahwa dalam menciptakan budaya yang positif itu harus dimulai dari diri invidu itu sendiri dengan memberikan contoh kepada orang lain serta mencerminkan nilai-nilai kebajikan yang diyakini selain itu budaya positif itu berkelanjutan sehingga dalam menciptakanya dibutuhkan kerjasama semua pihak dari siswa, rekan kerja serta oarng-orang yang berada dilingkungan sekolah oleh sebab itu hal wajar jika terjadi permasalahan dalam menumbuhkan budaya positif namun sebagai individu dan sebagai pemimpin pembelajaran cara memandang permaslahan hendaknya tidak perlu dipermasalahkan secara besar-besaran namun dicari solusi yang terbaik yang sifatnya mendidik.

7.Apa yang Anda bisa lakukan untuk membuat dampak/perbedaan di lingkungan Anda setelah Anda mempelajari modul ini? Jawab : Yang bisa saya lakukan untuk membuat dampak/perbedaan di lingkungan saya adalah pertama saya akan mulai dari kelas saya sendiri yaitu menciptakan kembali atau menumbuhkan budaya positif dengan cara membuat kesepakatan bersama mengenai keyakinan kelas setelah membuat keyakinan kelas saya akan mengajak siswa saya untuk membuat konsekuensi yang sesuai kebutuhan mereka jika mereka melanggar keyakinan kelas yang sudah dibuat.

8. Selain konsep-konsep tersebut, adakah hal-hal lain yang menurut Anda penting untuk dipelajari dalam proses menciptakan budaya positif baik di lingkungan kelas maupun sekolah? Jawab : Selain menciptakan budaya positif untuk siswa tentu saja saja sebagai guru juga harus memiliki budaya yang positif disekolah agar bisa memberikan contoh untuk para murid yang ada disekolah. Budaya positif misalnya untuk guru disekolah adalah sebelum masuk kelas para guru melakukan doa bersama tujuannya agar terciptakan kebersamaan selain itu mengucapkan salam ketika memasuki kantor agar terciptanya suasana yang menyenangkan. 9. Langkah-langkah awal apa yang akan Anda lakukan jika kembali ke sekolah/kelas Anda setelah mengikuti sesi ini? Jawab : Langkah yang saya lakukan adalah membuat budaya positif dikelas saya terlebih dahulu dengan melakukan hal-hal yang sifatnya sederhana misalnya membiasakan datang ke sekolah untuk menyapa guru ketika datang ke sekolah baik sesama guru dan siswa, membiasakan siswa untuk berpakaian seragam yang rapi,selain itu akan membuat keyakinan kelas bersama siswa saya.