Data Loading...

1900029309 - M Dhimas Alfa Reza Flipbook PDF

1900029309 - M Dhimas Alfa Reza


141 Views
50 Downloads
FLIP PDF NAN

DOWNLOAD FLIP

REPORT DMCA

What is Hypertension?

M Dhimas Alfa Reza 1900029309

Apa gejala hipertensi? Sebagian besar orang yang memiliki tekanan darah tinggi biasanya tidak menunjukkan ciri-ciri atau gejala hipertensi tertentu. Bahkan, beberapa orang tidak menunjukkan gejala hipertensi walaupun tekanan darah mencapai tingkat yang sangat tinggi.

Umumnya, gejala hipertensi adalah sebagai berikut.

1. 2. 3. 4.

5. 6. 7. 8.

Sakit kepala parah Sesak napas Mimisan Kulit memerah (terutama pada wajah dan leher) Pusing Nyeri dada Gangguan penglihatan Ada darah dalam urine 2

Apa penyebab hipertensi yang perlu diwaspadai? Berdasarkan penyebabnya, ada dua jenis hipertensi yang umum terjadi, yaitu hipertensi primer dan hipertensi sekunder. Hipertensi primer adalah jenis hipertensi yang berkembang dari waktu ke waktu tanpa penyebab yang dapat diidentifikasi. Sedangkan, hipertensi sekunder adalah jenis hipertensi yang terjadi dengan cepat dan bisa menjadi lebih parah daripada hipertensi primer. Secara umum, penyebab hipertensi adalah sebagai berikut 3

Faktor Genetik atau Keturunan Salah satu penyebab hipertensi bisa jadi karena faktor genetik atau keturunan. Itu artinya, ada mutasi gen atau kelainan genetik yang diwarisi orangtua sehingga membuat Anda, secara genetik, mengalami hipertensi.

1

Perubahan fisik Perubahan fisik yang semakin menua juga bisa menjadi penyebab hipertensi. Jika Anda mengalami perubahan fungsi ginjal karena penuaan, maka keseimbangan garam dan cairan alami tubuh akan terganggu. Alhasil, tekanan darah tubuh ikut meningkat.

2

Pola hidup tidak sehat Pilihan pola hidup yang dijalani merupakan penyebab hipertensi yang paling sering terjadi. Sebagai contoh, kebiasaan merokok, terlalu banyak konsumsi makanan asin, terlalu banyak konsumsi makanan manis, serta kurangnya aktivitas fisik. Hal-hal tersebut yang dapat menyebabkan kelebihan berat badan (obesitas) sehingga bisa meningkatkan faktor risiko hipertensi.

3

Adanya kondisi medis tertentu Beberapa kondisi medis tertentu bisa menjadi penyebab hipertensi muncul, yakni: • Penyakit ginjal • Obstructive sleep apnea • Cacat jantung bawaan • Masalah tiroid • Efek samping konsumsi obat • Penggunaan obat-obatan terlarang • Penyalahgunaan alkohol • Masalah kelenjar adrenal • Tumor endokrin tertentu

4

Apa Saja Faktor Resiko Hipertensi?

Adapun berbagai faktor risiko yang dapat meningkatkan terjadinya hipertensi secara umum adalah: • Jika Anda berusia lebih dari 65 tahun • Berasal dari ras kulit hitam • Mengalami obesitas atau kelebihan berat badan • Memiliki keluarga yang mengidap tekanan darah tinggi • Mengonsumsi terlalu banyak garam dan kekurangan buah maupun sayuran • Tidak melakukan olahraga teratur • Mengonsumsi banyak alkohol atau kopi (atau minuman kafein lain) • Merokok • Kurang tidur atau mengalami kesulitan tidur • Mengalami stres

8

Bagaimana cara mengobati hipertensi? Pada dasarnya, pengobatan hipertensi yang direkomendasikan dokter disesuaikan dengan usia dan kondisi pasien, serta tingkat keparahan tekanan darah tinggi yang dialami. Cara mengobati hipertensi yang umum direkomendasikan dokter, meliputi perubahan gaya hidup dan penggunaan obat penurun tekanan darah. Berikut adalah penjelasan mengenai cara mengobati hipertensi selengkapnya.

9

Kurangi asupan garam Salah satu cara mengobati hipertensi adalah dengan mengurangi asupan makanan mengandung garam. WHO merekomendasikan pengurangan konsumsi garam hingga di bawah 5 gram per hari untuk membantu mengurangi risiko hipertensi.

1

Tidak merokok Merokok tidak hanya bisa meningkatkan faktor risiko hipertensi, melainkan juga memunculkan berbagai gangguan kesehatan lain. Maka dari itu, Anda tidak dianjurkan untuk merokok agar terbebas dari faktor risiko hipertensi dan gangguan kesehatan lainnya.

2

Lakukan latihan fisik secara teratur Pengobatan tekanan darah tinggi sekaligus cara mencegah hipertensi juga perlu melakukan aktivitas fisik secara teratur setidaknya 150 menit setiap minggu.

Anda bisa membaginya menjadi 30 menit per hari agar tubuh bisa beradaptasi. Jenis olahraganya pun tidak perlu rumit. Contohnya, berjalan, jogging, bersepeda, dan berenang.

3

Hindari stres Menghindari atau belajar mengelola stres dapat membantu seseorang untuk mengendalikan tekanan darah tinggi. Anda bisa melakukan meditasi, yoga, hobi yang Anda gemari, atau memanjakan diri di spa.

4

Hindari konsumsi alkohol Konsumsi alkohol yang berlebihan dapat meningkatkan faktor risiko tekanan darah. Maka dari itu, penderita hipertensi diimbau untuk menghindari tindakan pencegahan ini.

5

Terapkan pola makan yang seimbang Penderita perlu mengubah pola makannya agar nutrisi yang masuk ke tubuh menjadi lebih seimbang. Misalnya, dengan mengonsumsi lebih banyak buah, sayur, ikan, gandum utuh, dan kacangkacangan, serta mengurangi makanan berminyak dan berlemak.

6

Jaga berat badan Kelebihan berat badan dapat berkontribusi terhadap penyebab hipertensi. Pasalnya, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Oleh karena itu, penderita hipertensi perlu menurunkan berat badannya bila berlebihan.

7

Minum obat penurun tekanan darah Jika pola hidup tidak cukup sebagai pengobatan hipertensi, dokter mungkin akan meresepkan obat penurun tekanan darah. Penggunaan obat penurun tekanan darah juga disesuaikan dengan usia dan kondisi pasien, serta tingkat keparahan tekanan darah tinggi yang dialami.

Beberapa jenis obat penurun tekanan darah untuk mengobati hipertensi, yaitu: •

Obat diuretik, seperti hydrochlorothiazide.



Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor, seperti lisinopril dan captopril.



Angiotensin II receptor blockers (ARBs), seperti candesartan dan losartan.

8



Calcium channel blocker amlodipine dan diltiazem.

atau

antagonis

kalsium,

seperti



Beta blockers atau penghambat beta, seperti atenolol dan bisoprolol.

Namun, perlu diingat bahwa Anda harus mematuhi aturan pakai obat penurun tekanan darah dengan tepat. Hal ini bertujuan agar meminimalisir efek samping maupun interaksi dengan makanan yang mungkin saja terjadi.

Bagaimana cara mencegah hipertensi? Walaupun sudah melakukan berbagai cara mengobati hipertensi, Anda tetap melakukan tindakan pencegahan hipertensi agar gejala tekanan darah tinggi tidak muncul lagi di kemudian hari. •

Cara mencegah hipertensi yang bisa dilakukan, yakni:



Kurangi konsumsi garam dan menjalani diet sehat



Kurangi konsumsi alkohol dan kafein



Kurangi berat badan jika diperlukan



Olahraga secara teratur



Istirahat yang cukup



Kelola stres dengan baik

Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi serius yang dapat menjurus ke berbagai masalah medis lainnya, seperti stroke dan penyakit jantung. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk segera berkonsultasi ke dokter seraya menjalani pola hidup yang tepat, bila Anda atau orangorang terdekat Anda memiliki tekanan darah tinggi.