Data Loading...

7. LR DIKLAT IHT Flipbook PDF

7. LR DIKLAT IHT


118 Views
29 Downloads
FLIP PDF 1.14MB

DOWNLOAD FLIP

REPORT DMCA

LAPORAN REALISASI DIKLAT IHT

N O V E M B E R

2 0 2 0

DWI FIKRIYAH

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR

BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH Jl. Jemur Andayani 1 Telp. (031) 8477551 Fax. 8477404

S U R A B A Y A 60236

LAPORAN REALISASI KEGIATAN TUGAS JABATAN PEGAWAI Nama

:

Dwi Fikriyah, S.Pd.

NIP

:

199207252019032018

Pangkat / Gol

:

Penata Muda (III/a)

Jenis Jabatan

:

Fungsional

Nama Jabatan

:

Guru Bahasa Indonesia Pertama

Unit Kerja

:

SMA Negeri Taruna Nala Jawa Timur

Nama Kegiatan

:

Mengikuti diklat fungsional lamanya antara 30 s.d. 80 jam

Bulan

:

November 2020

NO

TANGGAL

DETAIL KEGIATAN

AK

JML

SATUAN

KETERANGAN

1

November 2020

IHT Desiminasi Program Asesmen

1

1

1 Sertifikat

Dilaksanakan di SMAN Taruna Nala Jatim

Kompetensi Minimum TOTAL

Mengetahui Pejabat Penilai,

HARI WAHJONO,S.Pd, M.Pd NIP. 19671116 199001 1 001

Malang, 30 November 2020 Guru Mata Pelajaran

DWI FIKRIYAH, S.Pd. NIP. 199207252019032018

LAPORAN IN-HOUSE TRAINING DISEMINASI PROGRAM ASESMEN KOMPETENSI MINIMUM

DISUSUN OLEH : DWI FIKRIYAH, S.Pd. NIP. 199207252019032018

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR DINAS PENDIDIKAN KOTA MALANG SMAN TARUNA NALA JAWA TIMUR Jl. Raya Tlogowaru No. 66 Telp.0341-2993222 Fax 0341-2993153 Malang 65133

November 2020

HALAMAN PENGESAHAN

LAPORAN IN-HOUSE TRAINING DISEMINASI PROGRAM ASESMEN KOMPETENSI MINIMUM

Malang, 30 November 2020

Mengetahui; Kepala SMAN Taruna Nala Jawa Timur

HARI WAHJONO, S.Pd., M.Pd. NIP. 19670916 199001 1 001

Penyusun,

DWI FIKRIYAH, S.Pd. NIP. 199207252019032018

DAFTAR ISI

Halaman Sampul

i

Halaman Pengesahan

ii

Daftar Isi

1

PENDAHULUAN A. Nama kegiatan

2

B. Penjelasan waktu dan durasi, tempat, pelaksanaan

2

C. Surat Penugasan atau surat persetujuan kepala sekolah (terlampir)

2

PEMBAHASAN A. Ringkasan Materi

3

B. Pembahasan

5

C. Ringkasan

7

MATRIKS RINGKASAN PELAKSANAAN IN-HOUSE TRAINING

Lampiran 1

: Undangan

Lampiran 2

: Daftar Hadir

Lampiran 4

: Sertifikat

8

PENDAHULUAN A. Nama Kegiatan In-House Training Diseminasi Program Asesmen Kompetensi Minimum

B. Pelaksanaan Tempat

: Dilaksanakan di Gedung Laksamana Nala SMA Negeri Taruna Nala Jawa Timur

Waktu

: 21 November 2020

Penyelenggara

: SMA Negeri Taruna Nala Jawa Timur

C. Surat Tugas dari Kepala Sekolah Surat Penugasan atau surat persetujuan kepala sekolah (terlampir)

PEMBAHASAN A. Ringkasan Materi In-House Training Diseminasi Program Asesmen Kompetensi Minimum 1. Latar Belakang Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) adalah kompetensi yang benar-benar minimum di mana akan memetakan sekolah-sekolah dan daerah-daerah berdasarkan kompetensi minimum. Ini kompetensi minimum yang dibutuhkan murid untuk bisa belajar apa pun materinya. AN adalah asesmen yang dilakukan untuk pemetaan mutu pendidikan pada semua sekolah, madrasah, serta program kesetaraan

jenjang dasar

dan

menengah. Di

dalam asesmen nasional itu ada tiga instrumen, yakni: 1. Asesmen kompetensi minimum 2. Survei karakter 3. Survei lingkungan belajar Untuk asesmen kompetensi minimum (AKM), merupakan penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua murid untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat. Terdapat dua kompetensi mendasar yang diukur AKM: 1. literasi membaca 2. literasi matematika (numerasi) Baik pada literasi membaca dan numerasi, kompetensi yang dinilai mencakup: 1. keterampilan berpikir logis-sistematis 2. keterampilan bernalar menggunakan konsep serta pengetahuan yang telah dipelajari 3. keterampilan memilah serta mengolah informasi AKM menyajikan masalah-masalah dengan beragam konteks yang diharapkan mampu diselesaikan oleh murid menggunakan kompetensi literasi membaca dan numerasi yang dimilikinya. AKM dimaksudkan untuk mengukur kompetensi secara mendalam, tidak sekadar penguasaan konten. Literasi membaca didefinisikan sebagai kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, dan merefleksikan berbagai jenis teks tertulis. Tentu untuk mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia, juga untuk dapat berkontribusi secara produktif kepada masyarakat. Numerasi adalah kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika. AKM dan survei karakter, terdiri dari soal-soal yang mengukur kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), dan penguatan pendidikan karakter. Bentuk soal AKM akan diperkenalkan

kepada peserta didik yang mengikuti simulasi UN tahun ini, sehingga ada kemungkinan pula bentuk-bentuk soal tersebut juga akan keluar saat UN utama nantinya. Sedangkan bagi guru juga akan diperkenalkan bentuk soal AKM sebagai gambaran bagaimana mengelola proses pembelajaran kedepannya dan bagaimana melakukan penilaian dengan bentuk soal AKM.

2. Tujuan Peserta diharapkan mampu: a.

Meningkatkan pemahaman dan dapat menyusun Model Pembelajaran Berkualitas

b. Meningkatkan pemahaman dan dapat menyusun Analisis Kompetensi Kurikulum Nasional c.

Meningkatkan pemahaman dan dapat Menyusun Soal HOTS Model AKM

d. Meningkatkan pemahaman dan dapat Penyusunan RPP Aplikatif e.

Pengenalan Aplikasi Moodle Dalam Penilaian Digital

f.

Meningkatkan pemahaman dan mampu mengintegrasi Soal HOTS ke Dalam Aplikasi Moodle

3. Pelaksanaan a. Waktu dan Tempat Hari/tanggal

: Sabtu, 21 November 2020

Waktu

: 07.00 - 11.30 WIB

Tempat

: Gedung Laksamana Nala, SMA Negeri Taruna Nala Jawa Timur

b. Susunan Acara No. Waktu 1 07.00 – 07.30

2

07.30 – 08.30

3

08.30 – 09.30

4

09.30 – 10.15

5 6

10.30 – 11.30

Kegiatan Pembukaan Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya Sambutan Kepala Sekolah Doa Materi 1 Kebijakan AN, AKM dan implikasinya pada pembelajaran dan analisis kompetensi kurikulum nasional Materi 2 Praktik menyusun soal HOTS model AKM

Penanggung Jawab MC: Aris Hartono J., S.Pd., Gr Candra Nuri Megawati, S.Pd., Gr Hari Wahjono, S.Pd., M.Pd. Ananda Syahriya R., S.Pd Elis Ristyorini, S.Pd., M.Pd.

Candra Nuri Megawati, S.Pd., Gr Brian Anggriawan, S.Pd., M.Pd

Materi 3 Best practice model pembelajaran Zam Zam Mahardika, S.Pd berkualitas tinggi dan Penyusunan RPP Ferda Febriansyah, S.Pd aplikatif 10.15 – 10.30 Coffee break Aris Hartono J., S.Pd., Gr Materi 4 Ananda Syahriya R., S.Pd Pengenalan aplikasi moodle dalam penilaian digital dan integrasi soal HOTS ke dalam aplikasi moodle

B. PEMBAHASAN 1. Tujuan Tujuan mengikuti In-House Training Diseminasi Program Asesmen Kompetensi Minimum yaitu: Menambah wawasan dan pehaman tentang menyusun (a) Model Pembelajaran Berkualitas, (b) Analisis Kompetensi Kurikulum Nasional, (c) Soal HOTS Model AKM, (d) RPP Aplikatif, (e) Aplikasi Moodle Dalam Penilaian Digital, dan (f) mengintegrasi Soal HOTS ke Dalam Aplikasi Moodle.

2. Materi No

MATERI

I.

MATERI UMUM

1.

Pembukaan dan Pengarahan Kebijakan SMA Negeri Taruna Nala Jawa Timur

II.

MATERI POKOK

1.

Kebijakan Asesmen Nasional, Asesmen Kompetensi Minimum dan Implikasinya pada Pembelajaran

Alokasi Waktu @ 60 Menit

1

2

2.

Best Practice Model Pembelajaran Berkualitas Tinggi

2

3.

Praktik Analisis Kompetensi Kurikulum Nasional

4

4.

Praktik Menyusun Soal HOTS Model AKM

5

5.

Penyusunan RPP Aplikatif

5

6.

Pengenalan Aplikasi Moodle Dalam Penilaian Digital

4

7.

Praktik Integrasi Soal HOTS ke Dalam Aplikasi Moodle

4

III. MATERI PENUNJANG 1.

Presentasi Hasil Kelompok

2

2.

Penutupan

1 Jumlah

30

3. Tindak Lanjut Tindak lanjut dari mengikuti In-House Training Diseminasi Program Asesmen Kompetensi Minimum yang dilakukan oleh penulis adalah memahami, menerapkan, dan mengembangkan Asesmen tersebut tidak dilakukan berdasarkan mata pelajaran atau penguasaan materi kurikulum seperti yang selama ini diterapkan dalam ujian nasional, melainkan melakukan pemetaan terhadap dua kompetensi minimum peserta didik, yakni dalam hal literasi dan numerasi.

4. Dampak a)

Bagi Peserta Didik Asesmen kompetensi pengganti UN akan dirancang agar tidak memiliki konsekuensi bagi peserta didik. Misalnya, pelaksanaan pada pertengahan jenjang (bukan akhir jenjang) membuat hasil asesmen kompetensi tidak relevan untuk menilai pencapaian peserta didik. Hasilnya juga tidak relevan untuk seleksi memasuki jenjang sekolah yang lebih tinggi. Dengan demikian, asesmen ini tidak akan menjadi beban tambahan bagi peserta didik, di luar beban belajar normal yang sudah dijalani.

b) Bagi Guru Hasil In-House Training Diseminasi Program Asesmen Kompetensi Minimum adalah Analisis dan laporan hasil asesmen kompetensi akan dibuat agar bisa dimanfaatkan guru dan sekolah untuk memperbaiki proses belajar mengajar. Hal ini dimungkinkan karena asesmen baru akan didasarkan pada model lintasan belajar yang akan menunjukkan posisi peserta didik dalam tahapan perkembangan suatu kompetensi. Laporan hasil asesmen juga akan dirancang agar tidak menjadi ancaman bagi guru dan sekolah. Pemerintah menyadari bahwa baik buruknya pencapaian peserta didik dipengaruhi oleh faktor pengajaran (proses di sekolah) maupun faktor- faktor di luar sekolah, seperti lingkungan rumah dan gaya pengasuhan orang tua. Karena itu keberhasilan guru atau sekolah tidak akan dinilai berdasarkan level kompetensi peserta didik di satu waktu. Keberhasilan guru/sekolah akan lebih didasarkan pada perubahan dan kemajuan yang dicapai dibanding waktu asesmen sebelumnya. Hasil asesmen justru akan digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan sekolah. Peningkatan mutu guru setelah mengikuti In-House Training Diseminasi Program Asesmen Kompetensi Minimum dapat menjadi contoh bagi guru lainnya. Apabila guru meningkat kompetensinya akan berdampak kepada peningkatan kompetensi peserta didik dalam menerapkan ilmu yang didapat dalam kehidupan di masyarakat atau Negara.

5. Penutup In-House Training Diseminasi Program Asesmen Kompetensi Minimum yang diikuti oleh penulis memberikan banyak manfaat. Manfaat yang dirasakan adalah AKM dapat menjadi penilaian yang lebih komprehensif untuk mengukur kemampuan minimal peserta didik dan nantinya AKM akan berisi materi yang meliputi tes kemampuan literasi, numerasi, dan pendidikan karakter. Soal AKM akan sangat berbeda dengan UN sehingga peserta didik maupun guru perlu lebih menyiapkan diri. Soal numerasi pada AKM bukan lagi soal matematika yang identik dengan angka-angka dan rumus, melainkan bagaimana menyelesaikan persoalan dengan nalar matematika. Soal numerasi ini disajikan dalam beberapa level, yakni level pemahaman konsep, aplikasi konsep, dan penalaran konsep.

Ini saatnya bersama-sama untuk menciptakan kompetensi yang lebih baik bagi peserta didik. Sekolah mempunyai peranan penting dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi AKM untuk melaksanakan penilaian yang bermutu demi pendidikan bermutu.

C. Ringkasan Pelaksanaan In-House Training Diseminasi Program Asesmen Kompetensi Minimum Nama Diklat In-House Training Diseminasi Program Asesmen Kompetensi Minimum

Tempat Kegiatan

Nama Fasilitator

Gedung Laksamana Nala SMA Negeri Taruna Nala Jawa Timur

1) Hari Wahjono, S.Pd., M.Pd. 2) Elis Ristyorini, S.Pd., M.Pd. 3) Brian Anggriawan, S.Pd., M.Pd 4) Candra Nuri Megawati, S.Pd., Gr 5) Ferda Febriansyah, S.Pd 6) Zam Zam Mahardika, S.Pd 7) Aris Hartono J., S.Pd., Gr

Mata Diklat/ Kompetensi Idem B-2

Nama Penyelenggara Kegiatan SMA Negeri Taruna Nala Jawa Timur

Dampak Idem B-4

MATRIKS RINGKASAN PELAKSANAAN IN-HOUSE TRAINING

Nama Kegiatan In-House

Tanggal/Waktu Pelaksanaan 21 November

Institusi Tempat Penyelenggara Kegiatan SMA Negeri Gedung

 Pembukaan

Training

2020

Taruna Nala

Laksamana

 Menyanyikan

Jawa Timur

Nala SMA

lagu kebangsaan

memiliki

Program

Negeri

Indonesia Raya

pelaksanaan pada pertengahan jenjang (bukan akhir jenjang)

Asesmen

Taruna Nala  Sambutan Kepala

Kompetens

Jawa Timur

Diseminasi

i Minimum

Uraian Kegitaan

Sekolah  Doa Materi 1  Kebijakan AN, AKM dan implikasinya

Dampak a)

Bagi Peserta Didik Asesmen kompetensi pengganti UN akan dirancang agar tidak konsekuensi

bagi

peserta

didik.

Misalnya,

membuat hasil asesmen kompetensi tidak relevan untuk menilai pencapaian peserta didik. Hasilnya juga tidak relevan untuk seleksi memasuki jenjang sekolah yang lebih tinggi. Dengan demikian, asesmen ini tidak akan menjadi beban tambahan bagi peserta didik, di luar beban belajar normal yang sudah dijalani. b) Bagi Guru

pada

Hasil In-House Training Diseminasi Program Asesmen

pembelajaran dan

Kompetensi Minimum adalah Analisis dan laporan hasil

analisis

asesmen kompetensi akan dibuat agar bisa dimanfaatkan guru

kompetensi

dan sekolah untuk memperbaiki proses belajar mengajar. Hal

kurikulum

ini dimungkinkan karena asesmen baru akan didasarkan pada

nasional

model lintasan belajar yang akan menunjukkan posisi peserta

Materi 2  Praktik

didik

dalam

tahapan

perkembangan

suatu kompetensi.

Laporan hasil asesmen juga akan dirancang agar tidak

Nama Kegiatan

Tanggal/Waktu Pelaksanaan

Institusi Penyelenggara

Tempat Kegiatan

Uraian Kegitaan

Dampak

menyusun soal

menjadi ancaman bagi guru dan sekolah. Pemerintah

HOTS model

menyadari bahwa baik buruknya pencapaian peserta didik

AKM

dipengaruhi oleh faktor pengajaran (proses di sekolah) maupun

Materi 3

faktor-faktor di luar sekolah, seperti lingkungan rumah dan

 Best practice

gaya pengasuhan orang tua. Karena itu keberhasilan guru atau

model

sekolah tidak akan dinilai berdasarkan level kompetensi

pembelajaran

peserta didik di satu waktu. Keberhasilan guru/sekolah akan

berkualitas tinggi

lebih didasarkan pada perubahan dan kemajuan yang dicapai

dan Penyusunan

dibanding waktu asesmen sebelumnya. Hasil asesmen justru

RPP aplikatif

akan digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan sekolah.

Materi 4  Pengenalan

Peningkatan mutu guru setelah mengikuti In-House Training Diseminasi Program Asesmen Kompetensi Minimum dapat

aplikasi moodle

menjadi contoh bagi guru lainnya. Apabila guru meningkat

dalam penilaian

kompetensinya

digital dan

kompetensi peserta didik dalam menerapkan ilmu yang didapat

integrasi soal

dalam kehidupan di masyarakat atau

HOTS ke dalam

Negara.

aplikasi moodle NILAI ANGKA KREDIT = 1

akan

berdampak

kepada

peningkatan