Data Loading...

723) Kiat Semangat di Bulan Ramadan Flipbook PDF

723) Kiat Semangat di Bulan Ramadan


135 Views
111 Downloads
FLIP PDF 853.08KB

DOWNLOAD FLIP

REPORT DMCA

1|K ia t S e ma n ga t di B ul a n R a ma da n

َ َ‫طَاعَةََشَعَبَانََعَ َونَََرمَضَان‬ KIAT SEMANGAT DI BULAN RAMADAN Oleh Syekh Soleh bin Abdullah al-‘Ushoimiy hafizhahullahu --------------------------

Tulisan ini dialihbahasakan dari khotbah Jumat beliau dengan tanpa menyertakan mukadimah dan doa. Beberapa sub judul dalam tanda kurung siku penambahan dari penerjemah. Semoga bermanfaat. --------------------------

Saudaraku, semoga Allah merahmatimu Ketahuilah, sesungguhnya Allah subhanahu wa ta'ala telah mempertemukan kalian dengan bulan Syakban yang ada di antara Rajab sebagai bulan haram dan Ramadan sebagai bulan yang diagungkan, dan 2|K ia t S e ma n ga t di B ul a n R a ma da n

termasuk dari dua belas bulan sebagaimana dalam ketetapan Allah. Firman-Nya:

ِ َ‫إِ َّن ِع َّدةَ الشُّهوِر ِعن َد اللَّ ِه اث نَا َع َشر َشهرا ِِف كِت‬ .‫اب اللَّ ِه‬ ُ ً َ

“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan (sebagaimana) dalam ketetapan Allah.” (Q.S. at-Taubah: 36) [Ketaatan Paling Agung]

Sesungguhnya bulan yang berada di hadapan bulan Ramadan ini merupakan musim ketaatan. Dan ketaatan yang paling agung padanya adalah ibadah puasa. Aisyah radhiyaAllahu ‘anha mengatakan:

ِ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَي ِه َو َسلَّ َم ِِف َشه ٍر أَكثََر ِصيَ ًاما‬ ُ ‫َما َرأَي‬ َ ‫ت َر ُسو َل اللَّه‬ .‫ِمنهُ ِِف َشعبَا َن‬

“Tidak pernah aku melihat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam banyak berpuasa melebihi puasa pada bulan Syakban.” (H.R. an-Nasa-i no 2350. Asalnya ada pada riwayat al-Bukhari no 1969 dan Muslim no 782, 1156) [Kedudukan Syakban Bagi Ramadan] Nabi shallallahu alaihi wa sallam berpuasa pada kebanyakan hari di bulan Syakban yang 3|K ia t S e ma n ga t di B ul a n R a ma da n

berkedudukan sebagai mukadimah bagi ibadah puasa di bulan Ramadan. Maka kedudukan puasa Syakban bagi Ramadan sebagaimana kedudukan salat sunnah rawatib bagi salat wajib. Bila sebelum mengerjakan salat wajib seseorang mengawalinya dengan salat sunnah rawatib, ia akan semakin kuat dan lebih siap mengerjakan salat wajib. Ia pun akan mendapatkan manfaat maksimal. Demikian pula halnya dengan berpuasa di bulan Syakban sebelum bulan Ramadan. Seorang yang memperbanyak puasa pada bulan ini pasti akan lebih siap dan menjadi lebih kuat, dalam rangka bersiapsiap mengerjakan puasa wajib di bulan Ramadan. Oleh karena itu, sepatutnya seorang hamba menyibukkan diri dengan ibadah puasa di bulan ini sesuai kemampuan dirinya. Bila sanggup, hendaknya ia memperbanyak puasa. Demikianlah petunjuk Nabi shallallahu alaihi wa sallam. [Puasa Yang Paling Ditekankan] Ibadah puasa paling ditekankan pada bulan ini adalah puasa qadha’. Siapa yang memiliki utang puasa Ramadan tahun lalu yang belum diganti maka wajib dibayar sebelum kedatangan Ramadan tahun ini. Bulan terakhir sebagai kesempatan terakhir untuk membayar utang puasa adalan bulan Syakban. Tidak boleh seseorang sengaja menunda membayar utang 4|K ia t S e ma n ga t di B ul a n R a ma da n

puasa Ramadan sebelumnya hingga masuk Ramadan berikutnya. Tindakan tersebut hukumnya haram. [Memperbanyak Puasa Sunnah] Silakan memperbanyak puasa sunnah pada bulan ini. Sedangkan yang masih memiliki utang puasa wajib pada Ramadan tahun lalu hendaklah segera menggantinya. [Puasa Yang Dilarang] Saudaraku, semoga Allah merahmatimu, Sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wa sallam melarang puasa pada hari berikut. Beliau shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

ِ ‫صوِم يَوٍم أَو يَوَم‬ ‫ إََِّل أَن يَ ُكو َن‬،‫ي‬ َ ‫َح ُد ُكم َرَم‬ َ ِ‫ضا َن ب‬ َ ‫َّم َّن أ‬ َ ‫ََل يَتَ َقد‬ ِ .‫ك اليَ وَم‬ َ ‫صم َذل‬ ُ َ‫صوَمهُ فَلي‬ ُ َ‫َر ُج ٌل َكا َن ي‬ َ ‫صوُم‬

“Janganlah sekali-kali seorang dari kalian mendahului Ramadan dengan berpuasa sehari atau dua hari, kecuali seseorang yang terbiasa berpuasa, maka ia boleh berpuasa pada hari itu.” (H.R. al-Bukhari no 1914 dan Muslim no 1082, dari hadis Abu Hurairah radhiyaAllahu anhu) Maksudnya, bila ada seorang yang terbiasa berpuasa pada hari-hari tertentu yang bertepatan dengan sehari 5|K ia t S e ma n ga t di B ul a n R a ma da n

atau dua hari sebelum kedatangan Ramadan, seperti seorang yang terbiasa berpuasa senin kamis, lalu bertepatan dengan hari terakhir dari bulan Syakban, maka ia boleh berpuasa pada hari itu. [Puasa Pada Hari Syakk] Nabi shallallahu alaihi wa sallam juga melarang berpuasa pada hari syakk (yaitu hari yang diragukan; apakah masih 29 Syakban atau sudah awal Ramadan – pen). Dari Ammar bin Yasir radhiyaAllahu ‘anhuma, ia berkata: “Siapa yang berpuasa pada hari yang diragukan sungguh ia telah durhaka kepada Abul Qasim shallallahu alaihi wa sallam.” (H.R. al-Bukhari secara mu’allaq sebelum hadis no 1906, dan dimaushul-kan oleh an-Nasa-i no 2187, Abu Dawud no 2334, dan Ibnu Majah no 1645) [Memperbanyak Tilawah Alquran] Berpuasalah kalian di bulan Syakban sesuai kemampuan masing-masing. Barengilah puasa kalian dengan tilawah Alquran. Sebab tilawah Alquran di bulan ini begitu agung di tengah generasi salaf rahimahumullah. Amalan ini pun termasuk dari bagian agama yang mereka petik dari generasi sahabat radhiyaAllahu ‘anhum. Sehingga bulan Syakban populer di tengah generasi tabiin dengan sebutan Syahrul-Qurraa’ (bulan para qari’). Sebabnya adalah, 6|K ia t S e ma n ga t di B ul a n R a ma da n

karena pada bulan ini mereka bersiap-siap menyambut bulan Alquran, yaitu Ramadan. Sebagaimana firman-Nya:

.‫ضا َن الَّ ِذي أُن ِزَل فِي ِه ال ُقرآ ُن‬ َ ‫َشهُر َرَم‬

“Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Alquran.” (Q.S. al-Baqarah: 185)

Oleh karena itu, hendaklah seorang hamba bersegera membaca Alquran pada bulan Syakban, agar ia semakin kuat membacanya nanti di bulan Ramadan. Hendaknya ia pun berusaha mengkhatamkan Alquran beberapa kali seraya mengharapkan ganjaran dan pahala dari Allah ta’ala semata. [Syakban Sebagai Mukadimah] Syakban merupakan bulan yang ada di antara Rajab sebagai bulan haram dan Ramadan sebagai bulan yang diagungkan, dan beberapa amalan yang ada padanya seperti puasa dan tilawah Alquran merupakan mukadimah bagi bulan Ramadan. Maka itu bersungguh-sungguhlah beribadah padanya. [Tinggalkan Perkara Baru] Berhati-hatilah –semoga Allah merahmati kalian- dari berbagai perkara baru dan segala hal yang diharamkan. Sebab semua itu hukumnya adalah 7|K ia t S e ma n ga t di B ul a n R a ma da n

haram kapan pun waktunya. Allah subhanahu wa ta'ala telah mengutus Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam kepada kita, dan memerintahkan kita untuk menaati dan mengikuti beliau. Allah subhanahu wa ta'ala juga menguji kecintaan kita kepada beliau dengan perintah untuk benar-benar mengikuti beliau. Firman-Nya:

.ُ‫قُل إِن ُكنتُم ُُِتبُّو َن اللَّهَ فَاتَّبِعُوِن ُُيبِب ُك ُم اللَّه‬

“Katakanlah (Muhammad), ‘Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kamu’” (Q.S. Ali Imran: 31) Begitu indah amalan yang sesuai tuntunan, dan begitu buruk amalan yang jauh dari tuntunan. [Olahraga Jiwa] Berhati-hatilah –semoga Allah merahmati kalian- dari berbagai perkara baru di bulan Syakban, juga dari segala perkara yang diharamkan. Sebab perkara haram itu dapat merapuhkan jiwa. Sehingga saat bersua dengan Ramadan ia akan menjadi kian lemah dan lesu. Ini merupakan olahraga jiwa dan ruh. Bila jiwa biasa dilatih dengan ketaatan ia akan semakin kuat mengerjakan amalan setelahnya. Namun bila jiwa lekat dengan berbagai perkara haram, maka saat berjumpa dengan musim ketaatan ia akan menjadi lemah dan lesu. 8|K ia t S e ma n ga t di B ul a n R a ma da n

[Dosa Melemahkan Jiwa] Berhati-hatilah –semoga Allah merahmati kalian- dari berbuat dosa di bulan Syakban. Karena ia dapat melemahkan jiwa dari mengerjakan ketaatan di bulan Ramadan. Apabila puasa dan tilawah Alquran di bulan Syakban dapat menambah kekuatan dalam mengerjakan ketaatan pada bulan Ramadan, maka melakukan perbuatan dosa pada bulan ini dapat melemahkan kekuatan hati dan jiwa dari mengerjakan ketaatan pada bulan Ramadan. Seorang yang bersiap-siap menyambut Ramadan dengan ketaatan akan dibantu untuk mengerjakan ketaatan padanya. Sedangkan seorang yang menyambut Ramadan dengan berbagai kemaksiatan dan perkara haram, sejatinya ia menumpuk beban berat di hati dan jiwa, yang dapat menghalangi diri dari ketaatan di bulan Ramadan. Ya Allah, izinkan kami bersua dengan bulan Ramadan. Bantulah kami untuk mengerjakan puasa, qiyamul lail, dan berbagai macam amal kebaikan dan kebajikan lainnya. Dammam, 10 Syakban 1442 H – 24, Maret 2021 Penerjemah: M. Sulhan Jauhari Link khotbah lengkap berbahasa arab: http://bit.ly/3lNUxM4

9|K ia t S e ma n ga t di B ul a n R a ma da n