Data Loading...

Agama Katolik SD Kelas 2 Flipbook PDF

Agama Katolik SD Kelas 2


187 Views
46 Downloads
FLIP PDF 6.44MB

DOWNLOAD FLIP

REPORT DMCA

PENDIDIKAN AGAMA DAN BUDI PEKERTI KELAS II

Tim Penyusun: 1. Yoanna Maria Vianney Rosariati, S.Ag

SD Tarakanita Citra Raya Tangerang

2. Yohanes De deo Misdiyanto, S.Pd

SD Tarakanita Citra Raya Tangerang

Ilustrator & Cover

: Agus Budi Santoso

Editor dan Penelaah

: Tim penyusunan buku Yayasan Tarakanita : Tim Penyusun buku wilayah Jakarta

Hak Cipta pada Yayasan Tarakanita dan dilindungi Undang-Undang. Dilarang mengutip, memperbanyak, atau memperjual-belikan sebagian atau seluruh isi

buku ini dalam bentuk apa pun (seperti cetakan, fotocopy, microfilm, VCD, CD-ROM, Rekaman Suara, softfile pdf) tanpa izin tertulis dari pemegang hak cipta/ penerbit. * E-book ini untuk kalangan Internal Peserta Didik Sekolah Tarakanita Indonesia

Yayasan Tarakanita , Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

1

KATA PENGANTAR “Dengan kesabaran dan susah payah kami terus bekerja dengan keinginan besar untuk maju, ya... maju...” (Elisabeth Gruyters art. 53)

Pujian dan syukur ke hadirat Tuhan sang Pecinta hati kami yang manis, yang karena kasih dan penyertaanNya, kami senantiasa dianugerahi rahmat kesehatan, ketekunan, dan kesiapsediaan memberikan diri dalam keseluruhan proses pelayanan kepada peserta didik. Pun atas perkenananNya, dengan berbekal komitmen untuk memberikan layanan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kontekstual, kami berproses mulai dari persiapan, penyusunan, dan finalisasi referensi belajar yang dikemas dalam bentuk elektronik ini dengan baik. Seluruh materi buku ini disusun berdasarkan tuntutan Kurikulum Nasional ditujukan secara khusus bagi peserta didik sekolah-sekolah di bawah pengelolaan Yayasan Tarakanita. Disusun berdasarkan konsep dan pengertian baku dari ilmu pengetahuan, disesuaikan dengan kebutuhan taraf perkembangan dan tuntutan kemahiran kompetensi sesuai jenjang, dan disertai dengan berbagai pembahasan beserta contoh-contoh dalam kehidupan konkrit, diharapkan materi pembelajaran ini sesuai dengan kebutuhan implementatif pengalaman sehari-hari peserta didik di tengah-tengah masyarakat. Sesuai dengan tuntutan perkembangan teknologi di era digital, di mana dibutuhkan akses yang mudah, cepat, dan efektif dalam proses pembelajaran, maka buku ini kami terbitkan dalam bentuk buku elektronik. Semoga keberadaan buku elektronik ini dapat membantu peserta didik mempersiapkan pembelajaran, memenuhi kebutuhan pengetahuan, dan menjadi referensi yang cukup bagi persiapan dan proses penyelesaian tugas dan/atau penilaian sesuai dengan tuntutan materi tertentu. Buku elektronik yang telah tersedia ini tentu masih jauh dari sempurna, pun demikian kekurangan dan kesalahan yang tentu tidak disengaja. Kami sangat terbuka terhadap masukan, kritik dan saran dari siapapun yang berkehendak baik membantu proses perbaikan dan peningkatan kualitas/mutu dari buku ini di masa yang akan datang.

Jakarta, Juni 2021 Tim e-book Yayasan Tarakanita

Yayasan Tarakanita , Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

2

KATA PENGANTAR

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti merupakan mata pelajaran Agama Katolik yang di selenggarakan di sekolah Tarakanita. Tujuan mata pelajaran Agama Katolik dan Budi Pekerti disampaikan adalah agar peserta didik memiliki dasar hidup beriman dan bertumbuh dalam kasih yang berlandaskan pada iman akan Yesus Kristus. Setelah mengalami relasi mendalam dengan Yesus Kristus peserta didik diharapkan mampu berelasi dengan sesama, ingkungan alam sekitar, dan berani mewartakan Injil dengan cara memperjuangkan kebenaran dan keadilan sebagai perwujudan iman yang nyata. Buku Pendidikan Agama dan Budi Pekerti ini disusun oleh guruguru agama Katolik jenjang Sekolah Dasar Yayasan Tarakanita secara Nasional dan dipersembahkan agar proses belajar mengajar Pendidikan Agama Katolik berjalan dengan baik. Dengan pengetahuan, sikap dan ketrampilan yang dimiliki dapat membantu peserta didik dalam mengembangkan kepribadianya, semakin kreatif dan inofatif dalam menghadapi arus zaman, mampu bersaing dan memiliki

pribadi yang unggul. Penyusunan buku Agama Katolik dan Budi Pekerti dipadukan dengan kurikulum 2013. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu menyelesaikan buku ini. Semoga buku ini dapat dapat berguna bagi semua pihak terutama peserta didik, sehingga dapat memberikan insprasi dan Pengalaman perjumpaan dengan Tuhan. Sehingga mampu membawa kegembiraan bagi dirinya, sesama, dan demi Kemuliaan Tuhan.

Tangerang, Juni 2021

Yayasan Tarakanita , Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

2

Daftar Isi

Kata Pengantar………………………………………………………………………………………….2 Daftar Isi………………………………………………………………………………………………..3 Pemetaan Kompetensi Dasar ………………………………………………………………………… ..4 Indikator Pada Setiap kompetensi Dasar Semester I …………………………………………………...6 Indikator Pada Setiap kompetensi Dasar Semester II ………………………………………………. .10 Pelajaran 1. Orang Tuaku ……………………………………………………………………………..14 Pelajaran 2. Anggota Keluargaku …………………………………………………………………….19 Pelajaran 3. Bermain Bersama Teman ………………………………………………………………..23 Pelajaran 4. Bekerja Sama dengan Teman ……………………………………………………………27 Pelajaran 5. Kisah Kain dan Habel …………………………………………………………………...33 Pelajaran 6. Kisah Nuh ………………………………………………………………………………..38 Pelajaran 7. Kisah Abraham …………………………………………………………………………..43 Pelajaran 8. Kisah Esau dan Yakub …………………………………………………………………..49 Pelajaran 9. Kelahiran Yesus Kristus …………………………………………………………............54 Pelajaran 10: Yesus Dipersembahkan di Bait Allah ………………………………………………….60

Pelajaran 11. Yesus Tertinggal di Bait Allah ………………………………………………………....65 Pelajaran 12. Yesus Teladanku ……………………………………………………………………….70 Pelajaran 13. Iman Adalah Anugerah Allah ………………………………………………………….76 Pelajaran 14. Orang Beriman Melaksanakan Perintah Allah………………………………………….85 Pelajaran 15. Beriman Berarti Berbuat Demi Allah…………………………………………………..92 Pelajaran 16. Beriman Berarti Berjuang Melawan Godaan …………………………………………100 Pelajaran17. Berdoa Kepada Allah………………………………………………….…….................107 Pelajaran 18. Doa Pujian………………………………………………….…….................................115 Pelajaran 19. Doa Syukur………………………………………………….……................................121

Pelajaran 20. Doa Pemohonan………………………………………………….…………………....127 Pelajaran 21. Tempat Tinggalku………………………………………………….…….....................134 Pelajaran 22. Tetanggaku………………………………………………….……................................140 Pelajaran 23. Hidup Rukun Dengan Tetangga………………………………………………….……146 Glosarium………………………………………………….……........................................................154 Daftar Pustaka………………………………………………….…….................................................155 Yayasan Tarakanita , Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

3

PEMETAAN KOMPETENSI DASAR

Muatan Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti KOMPETENSI DASAR SEMESTER I SIKAP SPIRITUAL 1.1 Bersyukur atas peran keluarga sebagai anugerah Allah dalam mengembangkan dirinya

SIKAP SOSIAL 2.1 Santun terhadap keluarga sebagai anugerah Allah dalam mengembangkan dirinya

1.2

2.2 Santun terhadap teman sebagai anugerah Allah dalam mengembangkan dirinya

Bersyukur atas peran teman sebagai anugerah Allah dalam mengembangkan dirinya

1.3 Bersyukur atas karya 2.3 Peduli pada sesama, meneladan tokohtokoh Perjanjian Lama keselamatan Allah melalui tokohtokoh Perjanjian Lama

1.4 Bersyukur akan karya keselamatan Allah dalam diri Yesus Kristus yang dikisahkan dalam Perjanjian Baru PENGETAHUAN 3,1 Memahami peran keluarga sebagai anugerah Allah dalam mengembangkan dirinya

3,2 Memahami peran teman sebagai karunia Allah dalam mengembangkan dirinya

2.4 Percaya diri dalam mengungkapkan iman akan karya keselamatan Allah dalam diri Yesus Kristus yang dikisahkan dalam Perjanjian Baru KETERAMPILAN 4.1 Melakukan aktifitas (misalnya membantu keluarga/ Menyusun karya seni) sebagai ungkapan syukur atas peran keluarga dalam mengembangkan dirinya 4.2 Melakukan aktivitas (misalnya menyusun doa untuk teman, Menyusun puisi untuk teman) yang Menilai rasa syukur atas peran teman

3.3

4.3 Melakukan aktivitas (misalnya menceritakan kembali, bermain peran, dsb) Memahami karya keselamatan Allah yang seperti dalam kisah Perjanjian Lama dialami oleh tokoh-tokoh Perjanjian Lama 3.4 Memahami karya keselamatan Allah 4.4 Melakukan aktivitas (misalnya dalam diri Yesus Kristus yang dikisahkan menceritakan kembali, bermain peran, dsb) dalam Perjanjian Baru seperti yang dikisahkan dalam karya keselamatan Allah pada Perjanjian Baru -

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

4

SEMESTER II SIKAP SPIRITUAL 1.5 Bersyukur atas iman Kristiani sebagai anugerah Allah

SIKAP SOSIAL 2.5 Percaya diri dalam mengungkapkan iman Kristiani sebagai anugerah Allah

1.6 Bersyukur kepada Allah melalui macam- 2.6 Disiplin dalam berdoa macam doa 1.7 Bersyukur atas peran tetangga sebagai anugerah Allah yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan dirinya

2.7 Bersikap peduli terhadap tempat tinggal dan tetangga sebagai pendukung pertumbuhan dan perkembangan dirinya

1,8 Bersyukur atas kehidupan yang rukun dengan tetangga sebagai perwujudan kasih kepada sesama

2.8 Peduli untuk memelihara kehidupan yang rukun dengan tetangga sebagai perwujudan kasih Allah

PENGETAHUAN 3.5 Mengenal makna iman Kristiani

KETERAMPILAN 4.5 Melakukan aktivitas (misalnya menyusun doa, membuat puisi, menyanyikan lagu) sebagai ungkapan iman kepada Allah

3.6

Mengenal makna doa dan macam-macam 4.6 Melakukan aktivitas (misalnya doa mempraktikkan/menghias doa) yang menunjukkan pemahaman akan makna dan macam-macam doa 3.7 Memahami peran tempat tinggal dan 4.7 Melakukan aktivitas dengan melibatkan diri tetangga sebagai anugerah Tuhan yang dalam kegiatan lingkungan sosial mendukung pertumbuhan dan masyarakat/komunitas basis untuk perkembangan dirinya mendukung pertumbuhan dan perkembangan dirinya 3.8

Memahami makna hidup rukun dengan 4.8 Melakukan aktivitas (misalnya tetangga sebagai perwujudan kasih Allah menceritakan pengalaman hidup rukun dengan tetangga, membuat doa permohonan dengan tema kerukunan dalam persaudaraan sejati) dalam usaha menjaga kehidupan yang rukun dengan tetangga sebagai perwujudan kasih Allah

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

5

INDIKATOR PADA SETIAP KOMPETENSI DASAR SEMESTER 1

Muatan Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

6

PENGETAHUAN K INDIKATOR D 3 Memahami peran keluarga sebagai anugerah Allah dalam mengembangkan dirinya 3.1.1

Menyebutkan nama lengkap orangtuanya

3.1.2

Menyebutkan perbuatan-perbuatan baik yang dilakukan orangtua terhadap anaknya Menyebutkan perbuatan yang dapat dilakukan anak untuk menggembirakan hati orang tuanya

3.1.3 3.1.4

Megungkapkan syukur kepada Tuhan atas karunia ayah dan ibu dalam bentuk doa dan lagu.

3.1.1

Menyebutkan jumlah anggota keluarganya.

3.1.2 3.1.3

3.1.4

Menyebutkan nama- nama anggota keluarganya. Menyebutkan sikap yang baik terhadap anggota keluarga. Menceritakan kisah Yusuf dan saudara- saudaranya (Kej.43: 1-45: 28).

Memahami peran teman sebagai karunia Allah dalam 3 mengembangkan dirinya 3.2.1 Menceritakan pengalaman bermain bersama temanteman 3.2.2 3.2.3

KETERAMPILAN KD

INDIKATOR

4 Melakukan aktifitas (misalnya membantu keluarga/ Menyusun karya seni) sebagai ungkapan syukur atas peran keluarga dalam mengembangkan dirinya 4.1.1 Mempraktikan aktivitas (misalnya membantu keluarga/ membuat karya seni) sebagai ungkapan syukur atas peran keluarga dalam mengembangkan dirinya

4.1.1 Membuat doa syukur kepada Allah atas anugerah anggota keluarga yang baik. 4.1.2 Menyusun tulisan dan menghiasnya untuk diberikan kepada tiap anggota keluarga yang berisi ucapan terimakasih atas kebaikan mereka kepadanya atau menyusun foto keluarga dan membingkainya

4 Melakukan aktivitas (misalnya menyusun doa untuk teman, membuat puisi untuk teman) yang menunjukkan rasa syukur atas peran teman 4.2.1 Mempraktikan aktivitas (misalnya menyusun doa untuk teman, membuat puisi untuk teman) yang menunjukkan rasa syukur atas peran teman.

Mengetahui manfaat dari bermain bersama temanteman Menyebutkan 3 contoh bekerja sama dengan teman.

3.2.4 Menceritakan kembali Injil Markus 2: 1-11. 3. Memahami karya keselamatan Allah yang dialami oleh 3 tokoh-tokoh Perjanjian Lama. 3.3.1

Menyebutkan persembahan Kain dan Habel kepada Tuhan.

3.3.2

Menganalisis cerita kejahatan Kain terhadap Habel

3.3.3

Menjelaskan alasan Kain membunuh Habel.

3.3.4

Menyebutkan hukuman yang diterima Kain.

3.3.5

Menyebutkan akibat sikap iri hati.

3.3.6

Menjelaskan bahwa Tuhan menghendaki persembahan dari hati ikhlas dan penuh hormat.

4.3 Melakukan aktivitas (misalnya menceritakan kembali, bermain peran) seperti dalam kisah tokoh-tokoh Perjanjian Lama 4.3.1 Mempraktikan aktivitas (misalnya menceritakan kembali, bermain peran, menyusun doa, dsb), untuk menanamkan sikap tidak iri hati

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

7

3.3.1

Mengatahui hal-hal yang mengakibatkan terjadinya banjir.

3.3.2

Menjelaskan alasan Allah mendatangkan air bah pada zaman Nuh. Menjelaskan alasan Allah menyelamatkan Nuh

3.3.3 3.3.4 3.3.5

3.3.1

Menjelaskan siapa saja yang diselamatkan di dalam bahtera Nuh Menjelaskan bahwa Tuhan menghendaki manusia selalu setia dan taat pada perintah-Nya Menjelaskan kisah Allah memanggil Abram

4.3.1 Mempraktikan aktivitas (misalnya menceritakan kembali, bermain peran, menyusun doa, dsb) seperti dalam kisah nabi Nuh 4.3.2 Memelihara satu tanaman di sekolah.

4.3.1 Mempraktikan aktivitas (misalnya menceritakan kembali, bermain peran, membuat doa, dsb) untuk memperkuat kepercayaan dan ketaatan pada Allah.

3.3.2

Mengetahui janji Allah kepada Abram.

3.3.3

Menjelaskan bahwa Abram adalah teladan orang beriman Mengetahui dan Menceritakan kisah Yakub yang berhasil mendapatkan hak anak sulung dari Esau, kakaknya.

3.3.1

Menganlisis usaha -usaha yang harus dilakukan untuk mendapatkan prestasi yang istimewa. 3.3.3 Menjelaskan bahwa Tuhan memberkati anak -anak yang berjuang untuk mendapatkan prestasi istimewa di dalam hidupnya Memahami karya keselamatan Allah dalam diri Yesus 3.4 Kristus yang dikisahkan dalam Perjanjian Baru 3.4.1 Menceritakan kembali kisah kelahiran Yesus (Lukas 2: 1-20).

4.3.1

Mempraktikan aktivitas (misalnya menceritakan kembali, bermain peran, membuat doa, dsb) seperti dalam kisah Esau dan Yakub

3.3.2

3.4.2 3.4.3 3.4.1 3.4.2 3.4.3 3.4.4 3.4.5

3.4.6

Menjelaskan peristiwa para gembala diberi kabar tentang kelahiran Yesus. Menjelaskan bahwa Yesus datang ke dunia untuk menebus dosa manusia Menceritakan peristiwa Yesus dipersembahkan di Bait Allah di Yerusalem. Menyebutkan bentuk persembahan dari Yusuf dan Maria ketika membawa Yesus ke Bait Allah. Menyebutkan nama orang yang menerima Yesus di Bait Allah. Menyebutkan kewajiban - kewajiban agama yang harus dilaksanakan bersama keluarga Menjelaskan bahwa Tuhan menghendaki kita menjalankan kewajiban agama dengan tulus hati dan penuh hormat. Menyebutkan contoh sikap sebagai bukti persembahan diri.

Melakukan aktivitas (misalnya menceritakan kembali, 4.4 bermain peran, dsb) seperti dalam kisah Perjanjian Baru 4.4.1 Mempraktikan aktivitas (misalnya menceritakan kembali, bermain peran, membuat doa, dsb) seperti dalam kisah Lukas 2:1-20

4.4.2 Membuat doa persembahan diri/ keluarga kepada Yesus.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

8

4.4.3 Mempraktikan aktivitas (misalnya menceritakan kembali, bermain peran, membuat doa, dsb) seperti dikisahkan tentang Yesus tertinggal di Bait Allah pada umur 12 tahun 3.4.7 3.4.8

Menjelaskan alasan menaati perintah orang tua. Menceritakan peristiwa Yesus tertinggal di Bait Allah pada umur dua belas tahun Menyebutkan perkataan Bunda Maria kepada Yesus ketika melihat-Nya di Bait Allah.

3.4.9 Menyebutkan jawaban Yesus kepada Bunda Maria saat itu 3.4.10 Menjelaskan tujuan kita datang ke gereja pada setiap hari minggu. 3.4.11 3.4.12 Menjelaskan macam - macam tugas pelayanan dalam perayaan Ekaristi di gereja. Menjelaskan bahwa Tuhan menghendaki anak anak rajin ke gereja untuk berdoa dan bernyanyi memuliakan Tuhan 3.4.13 3.4.14 Menyebutkan orang -orang menderita yang membutuhkan pertolongan.

4.4.1 Mempraktikan aktivitas (misalnya menceritakan kembali, bermain peran, membuat doa, dsb) seperti dalam kisah Perjanjian Baru, terutama mendoakan orang yang sakit

3.4.15 Menjelaskan peristiwa Yesus menyembuhkan Bartimeus dari butanya. 3.4.16 Menjelaskan bahwa Tuhan menghendaki kita menolong sesama yang menderita. 3.4.17 Menjelaskan bahwa iman yang besar kepada Allah dapat menyelamatkan Manusia 3.4.18 Menyebutkan usaha- usaha untuk dapat semakin beriman kepada Tuhan Yesus

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

9

INDIKATOR PADA SETIAP KOMPETENSI DASAR SEMESTER 2

Muatan Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti

KD 1.5

SPRIRITUAL

SOSIAL

INDIKATOR Bersyukur atas iman Kristiani sebagai anugerah Allah

KD INDIKATOR 2.5 Percaya diri dalam mengungkapkan iman Kristiani sebagai anugerah Allah

1.5.1

Menunjukkan semangat untuk selalu melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Tuhan

Bersyukur kepada Allah melalui 1.6 macam-macam doa 1.6.1 Menunjukkan sikap bersyukur kepada Allah lewat kemampuan mengucapkan macam- macam doa. 1.6.1

1.6.1

1.6.1

1.7

Membiasakan diri memuji Tuhan lewat doa dan perbuatan baik. Membiasakan diri mengucapkan doa syukur kepada Tuhan atas apa yang diterima. Membiasakan diri memohon bantuan kepada Tuhan sebelum melakukan sesuatu.

Bersyukur atas peran tetangga sebagai anugerah Allah yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan dirinya 1.7.1 Mengungkapkan syukur atas anugerah tempat tinggal . 1.7.1 Mengungkapkan syukur atas anugerah tetangga.

Bersyukur atas kehidupan yang rukun dengan tetangga sebagai perwujudan 1.8 kasih kepada sesama 1.8.1 Mengungkapkan syukur atas hidup rukun dengan tetangga

2.5. Berani menolak ajakan teman-teman 1 untuk melakukan kesalahan atau dosa.

2.6 Disiplin dalam berdoa 2.6.1 Menunjukkan sikap disiplin dan santun dalam berdoa bersama. 2.6.1 Membiasakan diri mengajak temanteman untuk memuji dan memuliakan Allah. 2.6.1 Membiasakan diri mengucapkan terima kasih ketika menerima sesuatu dari orang lain. 2.6.1 Menunjukkan sikap sopan dan santun dalam mendoakan doa permohonan 2.7 Bersikap peduli terhadap tempat tinggal dan tetangga sebagai pendukung pertumbuhan dan perkembangan dirinya 2.7.1 Merawat tempat tinggal. 2.7.2

Mengungkapkan rasa peduli pada tetangga.

Peduli untuk memelihara kehidupan yang rukun dengan tetangga sebagai perwujudan 2.8 kasih Allah 2.8.1 Mengungkapkan rasa peduli untuk hidup rukun dengan tetangga.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

10

PENGETAHUAN K INDIKATOR D 3.5Mengenal makna iman Kristiani

3.5.1

Menjelaskan contoh godaangodaan yang pernah dialaminya. 3.5.2 Menjelaskan godaan- godaan yang dialami Yesus ketika berpuasa. 3.5.3 Menjelaskan alasan Yesus rela berpuasa di padang gurun. 3.5.4 Menjelaskan cara-cara mengatasi godaan. 3.6Mengenal makna doa dan macammacam doa

3.6.1

Menjelaskan makna doa.

3.6.2

Menceritakan kembali kisah Yesus mengajarkan doa Bapa Kami kepada para murid-Nya. Menjelaskan bagian- bagian dari doa Bapa Kami. Menceritakan kisah Santa Theresia dari Avilla.

3.6.3 3.6.4 3.6.1 3.6.2 3.6.3 3.6.4 3.6.1 3.6.2 3.6.3

Menjelaskan arti doa pujian. Menjelaskan alasan memuji Allah. Menjelaskan alasan Bunda Maria memuji Allah. Menuliskan isi pujian Bunda Maria. Menjelaskan arti doa syukur. Menceritakan kembali kisah orang bersyukur kepada Allah. Menjelaskan alasan Yesus maumenyembuhkan orang sakit kusta.

KETERAMPILAN KD

INDIKATOR

4.5 Melakukan aktivitas (misalnya menyusun doa, membuat puisi, menyanyikan lagu) sebagai ungkapan iman kepada Allah Membuat motto tentang berjuang 4.5.1 melawan godaan.

4.6 Melakukan aktivitas (misalnya mempraktikkan/menghias doa) yang menunjukkan pemahaman akan makna dan macam-macam doa 4.6.1 Menulis dan membiasakan diri berdoa Bapa Kami dengan baik.

4.6.1

Menggambar pemandangan alam dan menulis doa pujian.

4.6.1

Menyusun doa syukur

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

11

3.6.2

Menceritakan kembali kisah orang bersyukur kepada Allah. 3.6.3 Menjelaskan alasan Yesus maumenyembuhkan orang sakit kusta. 3.6.4 Menjelaskan permintaan Yesus ketika orang kusta mau disembuhkan. 3.6.5 Menjelaskan sikap yang dilakukan oleh orang-orang kusta setelah sembuh dari sakit. 3.6.6 Menjelaskan alasan orang Samaria yang berterima kasih kepada Allah. 3.6.1 Menjelaskan arti doa permohonan. 3.6.2 Menceritakan pengalaman memohon bantuan. 3.6.3 Menceritakan kembali kisah Yesus menyembuhkan seorang hamba perwira Romawi. 3.6.4 Menjelaskan alasan Yesus mau menyembuhkan hamba perwira Romawi. 3.7 Memahami peran tempat tinggal dan tetangga sebagai anugerah Tuhan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan dirinya 3.7.1 3.7.2 3.7.1 3.7.2

Menceritakan secara singkat Kej. 17: 1-8. Menyebutkan manfaat tempat tinggal. Menceritakan secara singkat Mzm. 15: 1-5 Menyebutkan peran tetangga dalam hidupnya. .

4.6.1 Menyusun doa permohonan

4.7 Melakukan aktivitas dengan melibatkan diri dalam kegiatan lingkungan sosial masyarakat/komunitas basis untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan dirinya 4.7.1 Menggambar tempat tinggalnya.

4.7.1 Berkunjung ke rumah tetangga

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

12

3.8 Memahami makna hidup rukun dengan tetangga sebagai perwujudan kasih Allah

3.8.1

3.8.2

Menceritakan secara singkat kisah Luk. 1: 39-56. Menjelaskan arti hidup rukun dengan tetangga.

4.8 Melakukan aktivitas (misalnya menceritakan pengalaman hidup rukun dengan tetangga, membuat doa permohonan dengan tema kerukunan dalam persaudaraan sejati) dalam usaha menjaga kehidupan yang rukun dengan tetangga sebagai perwujudan kasih Allah 4.8.1 Membuat lukisan tentang hidup rukun dengan tetangga.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

13

Pelajaran 1. Orang Tuaku

PETA KONSEP

Orang tuaku adalah wakil Allah

Perbuatan baik orang tua kepada anak

Perbuatan baik anak kepada orang tua

Bersyukur kepada Tuhan atas orang tua yang baik

KARAKTER 1. Syukur 2. Taat

TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik diharapkan mampu:

1. Menjelaskan bahwa orang tua adalah karunia Allah. 2. Menghormati dan menyayangi orang tua. 3. Bersyukur kepada Allah, berkat orang tua mampu bertumbuh dan berkembang.

Yayasan Tarakanita , Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

14

Dalam nama Bapa, dan Putera, san Roh Kudus. Amin. Allah Bapa yang Maha baik, kami mengucap syukur dan terima kasih kepada-Mu. Engkau telah memberi kami ayah dan ibu yang baik. Dia telah merawat dan membesarkan kami. Bantulah kami agar mampu membalas kasih sayangnya dengan mau berbuat baik. Amin Santo Carolus Borromeus, doakanlah kami Bunda Elisabeth, doakanlah kami Maria Bintang Samudra, doakanlah kami. Amin

Dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Amin

Bunda Piara Bila kuingat lelah ayah bunda Bunda piara piara akan daku sehingga aku besarlah

Waktuku kecil hidupku amatlah senang senang dipangku dipangku dipeluknya serta dicium dicium dimanjakan namanya kesayangan

https://liriklaguindonesia.net/bunda-piara.htm

a. Apa judul lagu di atas? b. Bagaimana kehidupan anak saat masih kecil? c. Apa yang akan dilakukan bunda terhadap anaknya?

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

15

Ayah dan ibu tidak kenal lelah untuk mengasihi anak-anaknya. Ayah dan ibu adalah wakil Tuhan. Ia merawat, menjaga, dan memelihara kita hingga seperti sekarang ini. Kita bersyukur memiliki orang tua yang baik. Ucapkanlah selalu terima kasih pada ayah dan ibumu, dan berusaha melakukan perbuatan-perbuatan baik seperti teladan mereka.

Sumber:http://www.clopartpanda.com/clipart_images/royalty-freemoses-clipart-4090522

Bangsa Israel telah sampai di padang gurun di kaki Gunung Sinai. Musa naik ke atas gunung untuk menerima sepuluh perntah Allah. Setelah turun dari gunung itu, Musa membacakan Sepuluh Perintah Allah kepada umat Israel. Perintah ke empat dari sepuluh perintah Allah berbunyi: Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan Tuhan Allahmu kepadmu. (Keluaran 20:12)

Kasih sayang orang tua kepada anak merupakan wujud cinta Allah yang dinyatakan-Nya di dunia ini. Allah menggunakan orang tua Sebagai alat-Nya untuk merawat, mendidik dan mengarahkan anak agar bertumbuh dan berkembang menjadi anak yang baik. Allah memberkati orang tua dalam mencari nafkah, serta melindungi anaknya. Allah senantiasa memelihara anak melalui orang tuannya. Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

16

Oleh sebab itu, sebagai anak hendaknya harus hormat kepada orang tuannya Seperti difirmankan dalam Kitab Keluaran 20:12 “Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu ditanah yang diberikan Tuhan Allahmu kepadamu”. Dengan demikian Allah menghendaki agar anak-anak menghormati orang tua yang telah melahirkan, merawat, dan mendidiknya. Sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan atas kebaikan orang tua, hal yang dapat dilakukan anak adalah menghormati orang tua dengan bertutur kata sopan, taat pada nasihat orang tua dengan mau melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, Mencintai orang tua dengan mau mendoakan orang tua.



Aku berkata sopan, taat, dan menghormati orang tua Karena mereka adalah wakil Allah.



Perintah Allah ke 4 “Hormatilah ayah dan ibumu”

▪ Orang tuaku adalah wakil Allah di dunia ini. ▪ Mereka telah melahirkan, merawat, dan mendidik aku. ▪ Aku selalu bersyukur kepada Allah karena telah diberi orang tua yang baik. ▪ Aku akan menghormati orang tuaku dengan cara berbicara sopan kepadanya. ▪ Aku juga akan mentaati nasihatnya dengan cara menyelesaikan tugas dan tanggung jawabku dengan sebaik-baiknya. ▪ Aku akan selalu mencintai dan menyayangi orang tua dengan selalu mendoakanya.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

17

Orang tua adalah wakil Tuhan, maka sepantasnya kita bersyukur atas anugerah orang tua dengan cara menghormatinya. Maka aku akan menghormati ayah dan ibu. Dengan menghormati ayah dan ibu berati taat pada perintah Tuhan.

Dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Amin

Tuhan Yesus yang baik, terima Kasih atas berkat-Mu hari ini. Semoga kedua orang tua kami selalu sehat, sehingga dapat beraktifitas dengan baik dan selalu menyayangi kami. Amin Santo Carolus Borromeus, doakanlah kami Bunda Elisabeth, doakanlah kami Maria Bintang Samudra, doakanlah kami. Dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Amin

Evaluasi Isilah titik-titik dengan jawaban yang benar! 1.

Orang tua adalah wakil …..

2.

Musa menerima sepuluh perintah Allah di …,

3.

Bunyi perintah Allah ke empat yaitu ……

4.

Kita perlu menghormati orang tua karena ….

5.

Cara menghormati orang tua adalah …..

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

18

Pelajaran 2. Anggota Keluargaku

PETA KONSEP

Anggota keluargaku

Kebaikan a nggota kepadaku

Kebaikanku kepada Anggota keluarga

Keluarga beriman setia melaksanaka n perintah Allah

KARAKTER 1. Kerukunan 2. Ketaatan

TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik diharapkan mampu: 1. Bersyukur karena memiliki anggota keluarga yang telah mengembangkan diriku. 2. Bersikap santun terhadap semua anggota keluarga. 3. Membantu kesulitan yang dialami oleh anggota keluarga. 4. Mendoakan anggota keluarga.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

19

Dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Amin Tuhan yesus yang baik, terima kasih karena Engkau telah memberi aku anggota keluarga yang baik. Ajarilah aku untuk saling mengasihi sebagai saudara. Amin. Santo Carolus Borromeus, doakanlah kami Bunda Elisabeth, doakanlah kami

Maria Bintang Samudra, doakanlah kami. Dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Amin

Hidup Rukun dalam Keluarga Hari itu, keluarga pak Timotius sedang bercengkrama di ruang tengah. Dalam ruangan tersebut tampaklah pak Timotius, dia sedang duduk di sebuah sofa bersebelahan dengan melani, anak perempuannya. Mereka sedang asyik membaca buku. Pak timotius tampak menjelaskan tentang buku yang sedang mereka baca. Di sebelah pak timotius, sisi yang lain ibu timotius ikut membaca sambil tertawa. Sementara simon, anak laki-laki mereka berada di belakang mereka mengomentari buku yang sedang mereka baca. Di dekat

simon tampaklah kakek yang sedang membenahi kacamatanya karena ingin ikut membaca dan nenek yang sedang mendekat ingin ikut dalam suasana ceria keluarga itu. Alangkah indahnya jika dalam keluarga kita saling rukun dan menyayangi. Sumber:http://pendidikanimankatholik.blogspot.com/2011/05/contoh-cerita-planel-narasi-hidup-rukun.html

1.

Bagaimana suasana keluarga Pak Timotius?

2.

Bagaimana caranya agar suasana kerukunan itu dapat

diciptakan? 3.

Ceritakanlah suasana keluargamu dirumah!

4.

Bagaimana cara keluargamu menciptakan kerukunan? Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

20

Yesus dan Sanak Saudara-Nya (Matius 12:46-50) Ketika Yesus sedang berbicara dengan orang banyak, ibu-Nya dan saudara-saudaraNya datang. Mereka berusaha menemui Yesus, tetapi terhalang oleh orang banyak. Maka mereka berdiri menunggu di luar. Lalu seseorang berkata kepada Yesus, katanya: “Lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu berada di luar. Mereka berusaha menemui Engkau.” Tetapi Yesus menjawab orang itu kata-Nya: “Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?” Lalu sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya, Yesus berkata: “Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.”

1.

Siapakah yang dianggap Yesus ibu dan saudara-dsudaran-Nya?

2.

Jelaskan apa artinya melksanakan kehendak Allah?

3.

Berilah contoh bagaimana caranya kita melaksanakan kehendak Allah?

Kita menjadi satu saudara jika mau melaksanakan kehendak Allah.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

21



Kita bersyukur karena memiliki anggota keluarga yang baik.



Keluarga kita adalah anugerah Allah.



Sebagai ungkapan syukur karena diberi keluarga yang baik misalnya berbicara sopan, mengucapkan terima kasih atas perbuatan baik keluarga, saling membantu, dan saling memaafkan jika terjadi kesalahan.



Menjadi saudara Yesus berarti mau mendengarkan sabda Tuhan dan melaksanakannya.



Dengan rajin membaca Kitab Suci, kita dapat melaksanakan kehendak Allah.

Melakukan perbuatan baik kepada semua anggota keluarga setiap hari.

Dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Amin Ya Tuhan, terima kasih atas pembelajaran hari ini. Terima kasih pula atas keluargaku yang baik. Berkatilah kami agar saling mencintai dan hidup rukun dan damai. Amin Santo Carolus Borromeus, doakanlah kami Bunda Elisabeth, doakanlah kami Maria Bintang Samudra, doakanlah kami. Dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Amin

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

22

Pelajaran 3. Bermain Bersama Teman

PETA KONSEP

Temanku

Temanku anugerah Tuhan

Bersama teman dapat bertumbuh dan berkembang

KARAKTER 1. Bekerjasama 2. Kerukunan

TUJUAN PEMBELAJARAN Peserta didik diharapkan mampu: 1. Menceritakan pengalaman bermain bersama teman-teman 2. Menyebutkan manfaat dari bermain bersama teman-teman 3. Menuliskan doa syukur atas anugerah teman untuk bermain dan mengembangkan diri.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

23

Dalam nama Bapa, daan Putera, dan Roh Kudus. Amin Ya Tuhan terima kasih Engkau telah memberi kami badan yang sehat, sehingga bisa belajar dan bermain bersama teman. Berkatilah kami agar bermain dengan riang gembira. Amin. Santo Carolus Borromeus, doakanlah kami Bunda Elisabeth, doakanlah kami Maria Bintang Samudra, doakanlah kami. Dalam nama Bapa, daan Putera, dan Roh Kudus. Amin

Sumber:https://www.nidokna.com/2016/12/pembelajaran-3-tema-1-subtema-1.html



1.

Bagaimana perasaanmu pada saat bermain bersama teman?

2.

Permainan apa saja yang kamu sukai?

3.

Apa manfaat bermain bersama teman?

Bermain dengan baik dan benar, membuat hati kita senang, Membuat temanteman juga senang. Dengan demikian teman kita bertambah semakin akrab.



Bermain dapat membuat tubuh kita sehat.



Bermain juga dapat melatih kerjasama dengan teman.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

24

Persahabatan Daud dan Yonatan (I Samuel 18:1-5)

Setelah Saul dan Daud selesai bercakap-cakap, Daud diangkat oleh Saul menjadi

pegawainya. Sejak hari itu Daud tidak diizinkan pulang ke rumah orang tuanya. Yonatan, putra Saul, telah mendengar percakapan itu. Ia merasa tertarik juga kepada Daud, dan mengasihinya seperti dirinya sendiri. Karena itu Yonatan bersumpah akan bersahabat dengan Daud selamalamanya. Yonatan menanggalkan jubahnya lalu diberikan kepada Daud, juga pakaian perangnya serta pedangnya, busurnya dan ikat pinggangnya. Daud melaksanakan dengan baik segala tugas yang diberikan Saul kepadanya. Sebab itu ia diangkat oleh Saul menjadi perwira dalam tentaranya. Daud disukai oleh semua prajurit serta para hamba Saul.

1.

Bagaimana persahabatan antara Daud dan Yonatan?

2.

Siapakah Yonatan dan Daud?

3.

Mengapa Yonatan merelakan bendaa miliknya kepada Daud?

4.

Bagaimana caranya agar kita dapat menjadi teman yang baik?

Yonatan dan Daud dapat menjadi teman yang baik Karena Persahabatan mereka didasari oleh kasih.



Ada bermacam-macam jenis permainan. Agar permainan berjalan dengan baik maka ada aturan bermainnya. Dengan mentaati aturan permainan kita dapat berlatih untuk disiplin, jujur, dan tidak boleh curang. Dengan demikian bermain sangat menyenangkan. Manfaat bermain adalah membuat hati senang, berlatih bekerjasama, kemampuan berkembang, membangun persahabatan,.



Contoh Persahabatan yang baik dalam Kitab Suci adalah Persahabatan Daud dan Yonatan. Persahabatan Daud dan Yonatan di dasari oleh kasih Tuhan. Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

25

Mengajak teman-teman bermain dengan baik sehingga semakin akrab.

Dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Amin Ya Tuhan Terima kasih atas pembelajaran hari ini. Berkatilah kami agar dapat bermain dengan baik, sehingga semakin akrab den teman-teman. Amin Santo Carolus Borromeus, doakanlah kami Bunda Elisabeth, doakanlah kami Maria Bintang Samudra, doakanlah kami. Dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Amin

Evaluasi Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut! 1.

Bagaimana perasaanmu ketika bermain bersama teman?

2.

Tuliskan tiga manfaat bermain bersama teman!

3.

Tuliskan tiga sikap baik terhadap teman saat bermain!

4.

Apa saja jenis permainan tradisional yang biasan dimainkan oleh lebih dari dua orang?

5.

Bagaimana persahabatan Daud dengan Yonatan?

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

26

Pelajaran 4. Bekerjasama dengan Teman

PETA KONSEP

Pengalaman bekerjasama

Manfaat kerjasama

Tuhan mengaruniakan teman agar dapat bekerjasama

KARAKTER 1. Bekerjasama 2. Kerukunan

TUJUAN PEMBELAJARAN Peserta didik diharapkan mampu: 1. Menceritakan pengalaman dalam bekerjasama. 2. Menjelaskan manfaat Bekerjasama. 3. Menyebutkan sikap-sikap baik dalam bekerjasama dengan teman.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

27

Dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Amin Ya Tuhan, Terima kasih Engkau memberi kami teman yang baik. Bantulah kami agar dapat Bekerjasama dengan giat dan sukacita. Amin Santo Carolus Borromeus, doakanlah kami Bunda Elisabeth, doakanlah kami Maria Bintang Samudra, doakanlah kami. Dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Amin KERJA SAMA-SAMA Kita kerja sama-sama, Sama-sama, sama-sama Kita kerja sama-sama, Senanglah hati Kerjamu, kerjaku Semuanya buat Tuhan Kita kerja sama-sama, Senanglah hati

https://www.liriklagukristiani.com/2013/03/kerja-sama-sama.html

Kerjasama Semut

Sumber:https://www.1000dongeng.com/2018/05/persahabatansemut.html

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

28

Suatu hari, seekor semut sedang berjalan-jalan. Namanya si Boni. Saat itu, ia melihat ada sebuah kue jatuh di atas tanah. Kue itu sangat besar, ia merasa tidak bisa mengangkat sendirian. Dengan semangat yang menggebu, ia langsung berlari ke sarangnya. Ia memberi tahu teman-temannya. Teman-teman semut langsung berdiri dan mengikuti si Boni ke tempat kue itu. Mereka bersemangat dan mau bergotong royong untuk mengangkat kue itu. Sebentar lagi musim dingin, sudah pasti mereka membutuhkan persediaan makanan yang banyak. Ketika Boni dan teman-temannya sampai, ada seekor Kecoak yang sedang berusaha mengambil kue itu. Boni pun berbicara kepada Kecoak itu. “Kenapa kamu mencoba mengangkat kue itu sendirian? Kamu tidak bisa mengangkatnya sendirian.” Kecoak itu tidak menjawab pertanyaan Boni, namun terus mencoba mengangkat kue tersebut sendirian. Ia egois dan ingin memiliki sendiri kue itu. Boni dan kawan-kawannya hanya melihat Kecoak tersebut berusaha mengangkat kue. Hingga akhirnya, Kecoak itu tampak kelelahan dan menyerah. Kemudian, Boni dan kawan-kawannya langsung mengangkat kue tersebut bersama-sama. Mereka beriringan membawa kue tersebut ke sarang semut.

1.

Bagaimana cara semut mengangkat kue yang besar itu?

2.

Apa yang terjadi bila kue diangkat sendirian Seperti hal yang dilakukan kecoa?

3.

Ceritakan pengalamanmu pada saat bekerjasama dengan teman!

4.

Bagaimana sikapmu jika ada teman yang tidak mau diajak Bekerjasama?

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

29

Sumber:https://murid1jesus.wordpress.com/2010/03/0 3/yesus-menyembuhkan-orang-lumpuh/

Orang Lumpuh Disembuhkan: Markus 2 : 1-5 Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintu pun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka, ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: ” Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni ! ”

1.

Berapa orang yang membawa orang sakit lumpuh kepada Yesus?

2.

Mengapa mereka membawanya kepada Yesus?

3.

Apakah Yesus mau menyembuhkan orang sakit itu?

4.

Sikap iman apa yang dimiliki teman-teman orang sakit lumpuh itu?

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

30



Yesus menyembuhkan orang lumpuh karena iman teman-temannya.



Yesus melihat iman mereka yang kelihatan dalam hal Bekerjasama.



Kita tidak dapat hidup seorang diri.



Kita dapat bekerjasama dengan teman atau orang lain.



Manfaat bekerjasama pekerjaan menjadi ringan dan cepat selesai.



Yesus mau menyembuhkan orang yang sakit lumpuh karena iman teman-temannya.



Iman teman-teman orang yang sakit lumpuh tampak dalam bekerjasama membawa mereka kepada Yesus.



Yesus sangat menganjurkan para murid-Nya agar mau bekerjasama.



Bekerjasama dapat dilakukan dimanapun berada. Dirumah, disekolah, dan di dalam masyarakat.



Contoh bekerjasama dirumah adalah membersihkan lingkungan rumah agar rapi, indah dan bersih.



Contoh bekerjasama di sekolah adalah kerja kelompok dan tugas piket.



Contoh Bekerjasama di masyarakat misalya bergotong royong membersihkan got.



Allah senang melihat kita dapat hidup rukun dengan teman terlebih jika mau bekerjasama dengan baik.

Marilah kita melihat contoh bekerjasama melalui link youtube https://www.youtube.com/watch?v=V96hXqw2oU8 Bekerjasamalah dengan teman dalam Kelompok di segala kesempatan.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

31

Dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Amin Ya Tuhan, Terima kasih atas pembelajaran hari ini. Berkatilah kami agar dapat Bekerjasama dengan Siapa saja dan dimanapun berada. Amin. Santo Carolus Borromeus, doakanlah kami Bunda Elisabeth, doakanlah kami Maria Bintang Samudra, doakanlah kami. Dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Amin

Evaluasi Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini! 1.

Mengapa kita harus bekerja sama dengan orang lain?

2.

Apa manfaat bekerja sama?

3.

Apa pesan yang dapat kita teladani dari kisah “Orang Lumpuh Disembuhkan” (Markus 2 : 1-5)?

4.

Mengapa Yesus mau menyembuhkan orang lumpuh itu?

5.

Tuliskan empat sikap yang dapat dikembangkan dalam bekerja sama!

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

32

Pelajaran 5. Kisah Kain dan Habel

PETA KONSEP

Persembahan Kain dan Habel

Kejahatan Kain terhadap Habel

Persembahan yang dikehendaki Tuhan adalah ikhlas dan dari hati

KARAKTER 1. Bersyukur 2. menghormati

TUJUAN PEMBELAJARAN Peserta didik diharapkan mampu: 1. Menjelaskan jenis persembahan Kain dan Habel kepada Tuhan. 2. Menjelaskan kejahatan Kain kepada Habel. 3. Menjelaskan jenis persembahan yang diberikan kepada Tuhan.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

33

Dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Amin Tuhan Terima kasih atas kesempatan belajar hari ini. Bantulah kami agar dapat menjauhkan diri dari sikap iri hati. Amin. Santo Carolus Borromeus, doakanlah kami Bunda Elisabeth, doakanlah kami Maria Bintang Samudra, doakanlah kami. Dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Amin

https://kudapanpagi.wordpress.com/2017/07/04/viatikum-sebuah-penyelewenganmakna/

1.

Apa yang dilakukan orang tersebut pada gambar?

2.

Pernahkah kamu melakukan seperti pada gambar terebut?

3.

Dimana kamu melakukannya?

4.

Bagaimana perasaanmu pada saat melakukan perbuatan tersebut?

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

34

Kain dan Habel (Kejadian 4 : 1-16) Adam dan Hawa mempunyai dua orang anak laki-laki, yaitu Kain dan adiknya Habel. Kain bekerja sebagai petani dan Habel menjadi gembala domba. Pada suatu hari, Kain dan Habel mempersembahkan hasil usaha mereka kepada Tuhan. Kain mengambil sebagian dari hasil panenannya lalu mempersembahkannya kepada Tuhan. Demikian juga Habel, ia mengambil seekor dari anak dombanya yang sulung, menyembelihnya, lalu mempersembahkan bagian yang paling baik kepada Tuhan. Tuhan senang kepada Habel dan persembahannya, tetapi Tuhan menolak Kain dan persembahannya. Kain menjadi marah sekali, dan mukanya muram. Maka berkatalah Tuhan kepada Kain, “Mengapa hatimu panas? Mengapa mukamu muram? Jika engkau berbuat baik, pasti engkau tersenyum; tetapi jika engkau berbuat jahat, maka dosa menunggu untuk masuk ke dalam hatimu. Dosa hendak menguasai dirimu, tetapi engkau harus mengalahkannya.” Lalu kata Kain kepada Habel,

adiknya, “Mari kita pergi ke ladang.” Ketika mereka sampai di ladang, tiba-tiba Kain memukul dan membunuh Habel adiknya. Kemudian Tuhan bertanya kepada Kain, “Di mana Habel, adikmu?” Kain menjawab, “Saya tidak tahu. Haruskah saya menjaga adikku?” Lalu Tuhan berkata, “Mengapa engkau melakukan hal yang mengerikan itu? Darah adikmu berseru kepada-Ku dari tanah. Maka sekarang terkutuklah engkau terbuang jauh dari tanah yang telah menyerap darah adikmu. Engkau tidak bisa lagi mengusahakan tanah. Jika engkau bercocok tanam, tanah tidak akan menghasilkan apa-apa; engkau akan menjadi pengembara yang tidak punya

tempat tinggal di bumi.” Maka kata Kain kepada Tuhan, “Hukuman itu terlalu berat, saya tak dapat menanggungnya. Engkau mengusir saya dari tanah ini, jauh dari kehadiranMu.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

35

Saya akan menjadi pengembara yang tidak punya tempat tinggal di bumi, dan saya akan dibunuh oleh siapa saja yang menemukan saya.”Tetapi Tuhan berkata, “Tidak, engkau tidak akan dibunuh. Barangsiapa yang membunuh engkau akan mendapat pembalasan tujuh kali lipat.” Kemudian Tuhan menaruh tanda pada Kain supaya siapa saja yang bertemu dengan dia tidak

membunuhnya. Lalu pergilah Kain dari hadapan Tuhan dan tinggal di tanah Nod, di sebelah timur Eden.

1.

Mengapa Tuhan menerima persembahan Habel?

2.

Mengapa Tuhan menolak persembahan Kain?

3.

Apa yang terjadi ketika Kain marah?

4.

Apa akibatnya jika hati kita tidak rela ketika memberi persembahan?

5.

Bentuk persembahan seperti apa yang Tuhan kehendaki kepada kita?

• Habel memberikan persembahan yang terbaik kepada Tuhan. • Persembahan Habel patut kita contoh, karena memberi dengan ikhlas. • Persembahan Kain ditolak Allah Karena ia memberi dengan tidak ikhlas. • Kita dapat memberikan persembahan kepada Tuhan melalui orang-orang yang membutuhkan, dimana saja dan kepada siapa saja yang membutuhkan. • Sikap dasar memberikan persembahan adalah ikhlas. • Memberikan yang terbaik kepada orang lain sama dengan menghormati Tuhan. • Kain memiliki sikap iri hati kepada Habel. • Sikap iri dapat merusak diri sendiri dan hubungan dengan sesama.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

36

Menyisihkan uang jajan untuk kolekte di gereja dan memberi bantuan kepada orang miskin.

Dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Amin Ya Tuhan, Terima kasih atas pembelajaran hari ini. Berkatilah kami agar selalu memberi persembahan kepada Tuhan dengan hati yang tulus dan ikhlas. Amin Santo Carolus Borromeus, doakanlah kami Bunda Elisabeth, doakanlah kami Maria Bintang Samudra, doakanlah kami. Dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Amin

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

37

Pelajaran 6: Kisah Nuh

PETA KONSEP

Di zaman terjadi bencana banjir besar

Banyak orang berdosa

Tuhan menghendaki manusia selalu setia dan taat pada perintahNya

KARAKTER 1. Kesetiaan 2. Keadilan, perdamaian, dan keutuhan ciptaan

TUJUAN PEMBELAJARAN Peserta didik diharapkan mampu: 1. kesalahan manusia yang mengakibatkan terjadinya banjir. 2. Menjelaskan alasan Tuhan mendatangkan banjir besar pada zaman Nuh. 3. Menjelaskan bahwa Tuhan menghendaki manusia selalu setia dan taat pada perintahNya

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

38

Tuhan Allah yang Maha baik, kami mohon ampun atas dosa dan kesalahan yang sering kami lakukan. Ajarilah kami setia, taat, dan mengandalkan Engkau. Sehingga kami mengalami keselamatan. Amin. Santo Carolus Borromeus, doakanlah kami Bunda Elisabeth, doakanlah kami Maria Bintang Samudra, doakanlah kami. Dalam nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus. Amin

Sumber https://mediacenter.riau.go.id/read/45210/legislator-riau-bencana-banjir-diharapkan-jan.html

1.

Ceritakan peristiwa pada gambar di atas?

2.

Bagaimana perasaanmu melihat peristiwa tersebut?

3.

Mengapa peristiwa itu bisa terjadi?

Air merupakan kebutuhan bagi mahluk hidup. Air yang besar dapat membuat kehidupan terganggu. Mari merawat lingkungan agar tetap terbebas dari banjir.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

39

Kisah Nuh (Kejadian 6 : 9-22, 7 : 1-24) Nuh mempunyai tiga anak laki-laki, yaitu Sem, Ham dan Yafet. Nuh satu-satunya orang yang baik pada zamannya. Ia hidup akrab dengan Allah. Tetapi semua orang lainnya jahat, kekejaman terjadi di mana-mana. Allah melihat dunia penuh dengan kejahatan, sebab semua orang melakukan kejahatan dalam hidupnya. Lalu berkatalah Allah kepada Nuh, “Aku telah banjir untuk membinasakan semua makhluk yang hidup di bumi. Segala sesuatu di bumemutuskan untuk mengakhiri hidup segala makhluk. Aku akan musnahkan mereka beserta bumi, karena bumi telah penuh dengan kekejaman. Karena itu buatlah untukmu sebuah kapal besar dari kayu yang kuat dan pasanglah sebuah pintu di sisinya. Aku akan mendatangkan mi akan mati. Tetapi dengan engkau Aku akan membuat perjanjian. Masuklah ke dalam kapal itu bersamasama dengan isterimu, dan anakanakmu beserta isteri-isteri mereka. Bawalah juga ke

dalam kapal itu seekor jantan dan seekor betina dari setiap jenis burung dan binatang lainnya, supaya mereka tidak turut binasa dan nanti bisa berkembang biak lagi di bumi. Bawalah juga persediaan makanan untukmu dan untuk binatang-binatang itu.” Lalu Nuh melakukan segala sesuatu yang diperintahkan Tuhan kepadanya. Setelah Nuh menyelesaikan pekerjaannya, berkatalah Tuhan kepada Nuh: “Tujuh hari lagi Aku akan menurunkan hujan yang tidak akan reda selama empat puluh hari empat puluh malam, supaya semua makhluk hidup yang telah Kuciptakan itu binasa.” Dan benar, tujuh hari kemudian banjir datang melanda seluruh bumi. Segala mata air di

bawah bumi pecah. Segala pintu air di langit terbuka, dan hujan turun selama empat puluh hari empat puluh malam. Nuh dan isterinya, anak-anaknya beserta isteri-isteri mereka segera masuk ke dalam kapal itu untuk menyelamatkan diri. Demikian juga seekor jantan dan seekor betina dari setiap jenis burung dan binatang lainnya ikut masuk ke dalam kapal bersama-sama dengan Nuh. Dan Tuhan segera menutup pintu kapal itu. Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

40

Banjir mulai melanda seluruh bumi selama empat puluh hari empat puluh malam. Air semakin tinggi, dan kapal Nuh mulai terapung-apung pada permukaan air. Air terus bertambah tinggi hingga mencapai puncak-puncak gunung; dan terus naik sampai mencapai ketinggian tujuh meter di atas puncakpuncak gunung yang paling tinggi. Tak ada lagi tempat untuk mengungsi, semua

mahluk hidup mati tenggelam. Demikianlah Tuhan membinasakan segala makhluk yang hidup di bumi ini: Manusia, burung, dan binatang darat baik kecil maupun besar. Yang tidak binasa hanyalah Nuh dan semua yang ada bersamasama dengan dia di dalam kapal itu. Air itu tidak kunjung surut selama 150 hari.

1.

Berapa lamakah Allah menurunkan hujan pada zaman Nabi Nuh?

2.

Pada zaman Nuh hujan yang besar itu disebut juga dengan apa?

3.

Siapa yang menjadi korban air bah?

4.

Siapakah yang selamat dari air bah?

5.

Apa yang menyebabkan terjadinya air bah pada zaman Nuh?

Bencana kekacauan akan terjadi di bumi ini apabila manusia berbuat jahat terhadap sesama dan ciptaan lainnya.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

41



Nuh memiliki anak laki-laki bernama Sem, Ham dan Yafet. Pada zaman Nuh Allah menurunkan hujan selama empat puluh hari empat puluh malam.



Air hujan yang besar itu disebut air bah. Banjir yang besar tersebut dapat memusnahkan seluruh ciptaan-Nya.



Ciptaan Tuhan yang selamat dari bencana ini adalah Nuh dan keluarganya beserta dengan binatang jantan dan betina. Nuh selamat dari air bah Karena satu-satunya orang taat kepada Tuhan pada zaman itu.



Melalui Peristiwa air bah ini Tuhan menghendaki agar manusia selalu setia dan taat pada perintahNya. Jika banyak orang berbuat jahat, maka bencana

akan terjadi di bumi ini. Karena itu mari kita selalu berbuat baik dan mentaati perintah Tuhan.

Agar kita semakin akrab dengan Tuhan, kita membuat jadwal doa harian kita. Misalnya doa doa pagi, doa malam, doa sebelum belajar, mengikuti Misa pada hari Minggu.

Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus, Amin Allah Bapa yang baik, Terima kasih atas pembelajaran hari ini. Tuntunlah kami agar selalu taat pada kehendak-Mu sehingga terhindar dari keinginan berbuat jahat. Amin.

Santo Carolus Borromeus, doakanlah kami. Bunda Elisabeth, doakanlah kami Maria Bintang Samudra, doakanlah kami. Dalam nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus. Amin Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

42

Pelajaran 7: Kisah Abraham

PETA KONSEP

Allah memanggil Abraham

Abraham mendengarkan Panggilan Allah

Janji Allah kepada Abraham

Abraham menjadi teladan orang beriman.

KARAKTER 1. Kesetiaan 2. Kejujuran

TUJUAN PEMBELAJARAN Peserta didik diharapkan mampu: 1. Menceritakan kisah Allah memanggil Abraham. 2. Menyebutkan janji Allah kepada Abraham. 3. Menjelaskan bahwa Abraham adalah teladan orang beriman.

Pyayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

43

Dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Amin Tuhan yang mahabaik terima kasih karena Engkau sangat menyayangi kami. Bantulah

kami agar setia dan taat melaksanakan perintah-Mu Seperti Bapa Abraham. Amin. Santo Carolus Borromeus, doakanlah kami Bunda Elisabeth, doakanlah kami Maria Bintang Samudra, doakanlah kami. Dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Amin

Bapa Abraham Bapa Abraham mempunyai, Banyak sekali anakanak. Aku anaknya dan kau juga. Mari puji Tuhan Tangan kanan, tangan kiri. Kaki kanan, kaki kiri Putar-putar lalu duduk

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

44

Sumber:https://rsazra.co.id/rsazra/index.php/20/kejang-demam-artikel-kesehatan-rumah-sakitazra-bogor/

Sakit adalah Pengalaman yang tidak enak. Makan tidak enak, tidak bisa bermain dan beraktivitas yang lainnya. Dalam situasi Seperti ini pasrah pada orang lain yang merawat kita agar rasa sakit segera berlalu. Sikap pasrah dan percaya yang

kita tanamkan dalam batin kita pada saat sakit akan menghantarkan kita pada kesembuhan. Sikap pasrah dan menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Allah adalah sikap hidup orang Beriman. Beriman berarti taat dan setia pada perintah Tuhan.



Apa artinya hidup beriman kepada Allah?



Bagaimana ciri-ciri orang beriman kepada Allah?

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

45

Abram Dipanggil Allah (Kejadian 12:1-9) Tuhan berkata kepada Abram, “Tinggalkanlah negerimu, orang tuamu dan sanak saudaramu, dan pergilah ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu. Aku akan memberikan kepadamu keturunan yang banyak. Mereka akan menjadi bangsa yang besar. Aku akan memberkati engkau dan membuat namamu masyhur, sehingga engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orangorang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau. Dan karena engkau Aku akan memberkati semua bangsa di bumi.” Waktu itu Abram berusia tujuh puluh lima tahun. Dia meninggalkan Haran, kampung halamannya, sesuai perintah Tuhan kepadanya.Lalu Abram berangkat ke tanah Kanaan bersamasama dengan isterinya Sarai. Lot kemenakannya juga ikut bersama mereka. Segala harta benda dan hambahamba yang mereka peroleh di Haran juga dibawa serta. Setelah mereka tiba di Kanaan, Abram menjelajahi tanah itu sampai Dia tiba di pohon tarbantin di More, yaitu tempat ibadat dekat Sikhem. Pada masa itu orang Kanaan masih mendiami tanah itu. Tuhan menampakkan diri kepada Abram dan berkata kepadanya, “Inilah negeri yang akan Kuberikan kepada keturunanmu.” Lalu Abram mendirikan sebuah mezbah di tempat itu untuk Tuhan yang telah menampakkan diri kepadanya. Setelah itu, Abram meneruskan perjalanannya ke daerah berbukit di sebelah timur kota Betel, dan mendirikan kemah di antara Betel dan kota Ai. Betel terletak di sebelah barat dan Ai di sebelah timur. Di situ Abram mendirikan mezbah, tempat dia menyembah Tuhan. Kemudian, Abram meneruskan perjalanannya dari satu tempat ke tempat berikutnya, dia berjalan ketanah Negeri Tuhan terus menyertai dia.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

46

1.

Apa perintah Tuhan kepada Abraham?

2.

Apakah Abraham melaksanakan kehendak Allah?

3.

Apa Janji Allah kepada Abraham?

4.

Apa yang akan terjadi bila kita tekun melaksanakan perintah Tuhan?

5.

Apakah kamu memiliki pengalaman dalam melaksanakan perintah Tuhan?

Tuhan akan memberkati orang yang taat dan setia pada kehendak-Nya.



Abraham adalah anak Terah



Abraham memiliki istri bernama Sara.



Diusiannya yang sudah tua Abraham diminta Tuhan pindah dari Haran ke tempat yang jauh yaitu tanah Kanaan.



Abraham setia dan taat dan setia melaksanakan perintah Allah.



Abraham yakin dan percaya bahwa Allah selalu menyertainya.



Janji Tuhan kepada Abraham adalah akan memberikan keturunan, menjadi bapa segala bangsa, diberi tanah yang subur.



Abraham menjadi teladan kita untuk selalu setia dan taat melaksanakan perintah Allah.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

47

Tulislah di kertas HVS apa saja sikap Abraham yang bisa diteladani dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. Amin Tuhan yang baik berkatilah agar mampu meneladan iman bapa Abraham dalam hidup sehari-hari agar kami menjadi anak yang setia dan taat melaksanakan perintah-Mu. Amin

Santo carolus Borromeus doakanlah kami. Bunda Elizabet doakanlah kami. Maria Bintang Samudera doakanlah kami. Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. Amin

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

48

Pelajaran 8:Kisah Esau dan Yakub

PETA KONSEP

Keberhasilan Yakub dalam memperoleh hak kesulungan

Usaha-usaha yang harus dilakukan untuk mendapatkan keberhasilan

Tuhan memberkati anakanak yang mau berjuang untuk mencapai keberhasilan

KARAKTER 1. Ketekunan 2. kreatif

Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu:

1.

Menceritakan kisah Yakub yang berhasil mendapatkan hak anak sulung dari Esau, kakaknya.

2.

Menyebutkan usaha-usaha yang harus dilakukan untuk mendapatkan prestasi yang istimewa.

3.

Menjelaskan bahwa Tuhan memberkati anak-anak yang berjuang untuk mendapatkan prestasi istimewa di dalam hidupnya.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

49

Tuhan yang Maha baik kami berterima kasih karena Engkau memberi kemampuan kepada kami. Bantulah disetiap usaha yang kami lakukan, agar mendapatkan hasil yang baik sesuai dengan kehendakMu. Amin.

https://www.dreamstime.com/print-image179236982

1.

Apa yang dilakukan anak-anak pada gambar?

2.

Apakah kamu pernah mengikuti perlombaan?

3.

Apa yang diperoleh bagi orang yang menang dalam perlombaan?

4.

Bagaimana pendapatmu bila orang ingin juara tetapi tidak berusaha sungguhsungguh?

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

50

Esau dan Yakub (Kejadian 25:19-34)

Inilah riwayat Ishak, anak Abraham. Ketika Ishak berumur empat puluh tahun ia menikah dengan Ribka, saudara Laban, orang Aram. Setelah lama menikah, Ribka belum juga mempunyai anak karena ia mandul. Lalu Ishak berdoa, mohon kepada Tuhan agar istrinya diberi anak. Dan Tuhan yang mahabaik mengabulkan doa Ishak. Tak lama kemudian Ribka mengandung. Ia mengandung anak kembar. Sebelum anak-anak itu lahir, mereka telah bergelut di dalam rahim ibunya. Kata Ribka, “Mengapa hal ini terjadi pada diriku?” Lalu Ribka memohon petunjuk kepada Tuhan. Dan Tuhan berkata kepadanya, “Dua bangsa ada di dalam rahimmu; kau

akan melahirkan dua bangsa yang berpencar, adiknya lebih kuat dari kakaknya, dan kakak akan menjadi pelayan bagi adiknya.” Ketika tiba saatnya untuk bersalin, Ribka melahirkan dua anak lakilaki kembar. Yang sulung warnanya merah, dan kulitnya seperti jubah yang berbulu. Sebab itu ia dinamakan Esau. Waktu anak yang kedua dilahirkan, tangannya memegang tumit Esau. Sebab itu ia dinamakan Yakub. Pada waktu itu Ishak berumur enam puluh tahun. Kedua anak itu bertambah besar. Esau menjadi pemburu yang cakap dan suka tinggal di padang, sedangkan Yakub yang tenang lebih suka tinggal di rumah. Ishak lebih sayang kepada Esau, sebab

Ishak suka makan daging hasil buruan Esau. Ribka isterinya lebih sayang kepada Yakub. Pada suatu hari ketika Yakub sedang memasak sayur kacang merah, datanglah Esau yang baru pulang dari perburuannya. Ia nampak lelah dan lapar. Kata Esau kepada Yakub, “Saya lapar sekali. Berikanlah saya sedikit kacang merah itu.” Jawab Yakub, “Boleh, asal kau berikan kepadaku hakmu sebagai anak sulung.”

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

51

Kata Esau, “Sebentar lagi aku akan mati kelaparan, apa gunanya bagiku hak anak sulung itu. Kata Yakub, “Bersumpahlah dahulu kepadaku bahwa hak kesulunganmu akan kau berikan kepadaku.” Esau bersumpah dan memberi hak anak sulungnya kepada Yakub. Setelah itu Yakub memberi roti dan sebagian dari sayur kacang merah itu kepada Esau. Ia makan dan minum lalu berdiri dan pergi. Demikianlah Esau meremehkan haknya sebagai anak sulung.



1.

Siapakah nama kedua anak Ishak?

2.

Siapakah yang berhak mendapat hak kesulungan?

3.

Apa arti hak kesulungan?

4.

Mengapa justru Yakub yang memperoleh hak kesulungan itu?

5.

Apakah kamu memiliki cita-cita?

6.

Bagaimana supaya cita-citamu dapat tercapai?

Yakub berusaha memperoleh hak anak sulung karena ia ingin mendapatkan kedudukan yang istimewa didalam keluarganya. Sebaliknya Esau meremehkan hak anak sulung yang dimilikinya.



Untuk memperoleh keistimewaan dalam hidup diperlukan usaha dan kerja keras dengan tekun dan rajin.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

52



Hak kesulungan adalah hak memperoleh berkat istimewa dari orang tua



Didalam keluarga anak sulung mendapat hak istimewa tersebut.



Berkat Tuhan pada ayah akan diwariskan ke anak sulung.



Sebagai anak sulung Esau sebenarnya berhak memperoleh hak itu.



Karena Esau terlalu meremehkan hak yang akan diberikan kepadanya, maka hak tersebut tidak diterimanya.



Yakub berusaha memperoleh hak anak sulung karena ia ingin

mendapatkan kedudukan yang istimewa. •

Agar memperoleh keberhasilan orang harus tekun berusaha, berlatih, memiliki semangat juang yang tinggi, tidak mudah putus asa jika mengalami kesulitan atau kegagalan.

Meminta berkat dari Pastor.

Ya Tuhan, Terima kasih atas berkat-Mu. Semoga kami dapat memberikan yang terbaik dari setiap usaha yang kami lakukan. Santo carolus Borromeus doakanlah kami.

Bunda Elizabet doakanlah kami. Maria Bintang Samudera doakanlah kami.

Yayasan tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

53

Pelajaran 9: Kelahiran Yesus

PETA KONSEP

Kota tempat Yesus dilahirkan

Peristiwa para gembala diberi kabar tentang kelahiran Yesus.

Yesus datang ke dunia untuk menebus dosa manusia.

KARAKTER 1. Bersyukur 2. Solider

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik diharapkan mampu: 1.

Menyebutkan tempat Yesus dilahirkan.

2.

Menceritakan peristiwa para gembala diberi kabar tentang kelahiran Yesus.

3.

Menjelaskan bahwa Yesus datang ke dunia untuk menebus dosa manusia.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

54

Tuhan yang Maha baik, syukur dan terima kasih karena Engkau melahirkan bagi kami Yesus sebagai Juruselamat. Ajarilah kami agar setia mengikuti ajaran-Nya. Amin.

Sumber:https://www.gambaranimasi.org/cat-pohon-natal-357.htm

Yuk bertanya! 1.

Gambar suasana apakah ini?

2.

Bagaimana perasaan keluarga Kristiani dalam menyambut hari raya Natal?

3.

Apa yang disiapkan keluarga Keluarga Kristiani dalam menyambut Natal?

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

55

Kelahiran Yesus (Lukas 2 :1-20) Pada waktu itu Kaisar Agustus memerintahkan agar semua warga negara Kerajaan Roma mendaftarkan diri untuk sensus. Sensus yang pertama ini dijalankan waktu Kirenius menjadi gubernur negeri Siria. Semua orang pada waktu itu pergi untuk didaftarkan di kotanya masing-masing. Yusuf pun berangkat dari Nazaret di Galilea, ke Betlehem di Yudea, tempat lahir Raja Daud; sebab Yusuf keturunan Daud. Yusuf mendaftarkan diri bersama Maria tunangannya, yang sedang hamil. Ketika mereka di Betlehem tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin. Ia melahirkan seorang anak lakilaki, anaknya yang sulung. Anak itu dibungkusnya dengan kain lampin, lalu diletakkan

di dalam palungan berisi jerami; sebab mereka tidak mendapat tempat untuk menginap. Pada malam itu ada gembala-gembala yang sedang menjaga dombadombanya di padang rumput di daerah itu. Tiba-tiba malaikat Tuhan menampakkan diri kepada mereka, cahaya terang dari Tuhan bersinar menerangi mereka, dan mereka sangat ketakutan. Malaikat itu berkata, “Jangan takut! Sebab saya datang membawa kabar baik untuk kalian, kabar yang sangat menggembirakan semua orang. Hari ini di kota Daud telah lahir Raja Penyelamatmu yaitu Kristus, Tuhan. Inilah tandanya: Kalian akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan kain lampin, dan berbaring di dalam sebuah

palungan.” Tiba-tiba malaikat itu disertai banyak malaikat lain, yang memuji Allah. Mereka berkata, “Terpujilah Allah di langit yang tertinggi! Dan di atas bumi, sejahteralah manusia yang menyenangkan hati Tuhan!” Setelah malaikat-malaikat meninggalkan mereka dan kembali ke

surga, gembala-gembala itu berkata satu sama

lain, “Mari kita ke Betlehem dan melihat peristiwa yang terjadi itu, yang diberitahukan Tuhan kepada kita.” Mereka segera pergi, lalu menjumpai Maria dan Yusuf, serta bayi itu yang sedang berbaring di dalam palungan.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

56

Ketika para gembala melihat bayi itu, mereka menceritakan apa yang dikatakan para malaikat tentang bayi itu. Dan semua orang heran mendengar cerita para

gembala itu. Tetapi Maria menyimpan semua itu di dalam hatinya dan merenungkannya. Gembala-gembala itu kembali ke padang rumput sambil memuji dan memuliakan Allah, karena semua yang telah mereka dengar dan lihat, tepat seperti yang dikatakan oleh malaikat.

1.

Di manakah Yesus dilahirkan?

2.

Ceritakan kembali kejadian saat malaikat Tuhan datang membawa kabar kelahiran Yesus pada para gembala?

3.

Bagaimana perasaanmu melihat bayi dibaringkan di tempat yang tidak layak?

4.

Teladan apa yang ingin disampaikan kepada kita melalui peristiwa tersebut?



5.

Untuk apa Yesus datang ke dunia?

6.

Kelahiran Yesus diperingati sebagai hari raya apa?

7.

Bagaimana perasaanmu saat merayakan Natal?

8.

Apa yang ingin kamu persembahkan kepada Yesus?

Keluarga kudus Nasaret adalah Yesus, Maria, dan Yusuf. Yesus lahir ke dunia untuk menyelamatkan manusia dari dosa.



Yesus lahir di kota Betlehem di kandang ternak. Setelah lahir Yesus dibaringkan di atas palungan. Meskipun Yesus lahir di tempat sederhana namun Ia sangat berarti bagi kita. Yesus adalah Juruselamat kita.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

57



Kabar sukacita kelahiran Yesus disampaikan kepada para gembala oleh Malaikat Tuhan.



Kabar sukacita kelahiran Yesus kita wartakan kepada semua orang.



Kita merayakan kelahiran Yesus pada hari Natal. Kado Natal terbaik untuk Tuhan adalah sikap dan perbuatan baik kita kepada sesama.

Memberi sedekah bagi orang miskin sebagai kado terbaik untuk Tuhan.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

58

Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. Amin.

Ya Tuhan, terima kasih berkat kelahiran Yesus hidup kami Engkau selamatkan. Bantulah kami agar mampu membawa damai dan sukacita Natal bagi semua orang. Amin. Santo Karolus Borromeus doakanlah kami. Bunda Elizabet doakanlah kami. Maria Bintang Samudera doakanlah kami. Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. Amin.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

59

Pelajaran 10: Yesus dipersembahkan di Bait Allah.

PETA KONSEP

Peristiwa Yesus dipersembahkan di Bait Allah di Yerusalem.

Kewajibankewajiban agama yang harus dilaksanakan bersama keluarga.

Menjalankan kewajiban agama dengan tulus hati dan penuh hormat.

KARAKTER 1. Bersyukur 2. Taat

Tujuan Pembelajaran Pada akhir pembelajaran diharapkan peserta didik mampu:

1.

Menceritakan peristiwa Yesus dipersembahkan di Bait Allah di Yerusalem.

2.

Menyebutkan kewajiban-kewajiban agama yang harus dilaksanakan bersama keluarga.

3.

Menjelaskan bahwa Tuhan menghendaki kita menjalankan kewajiban agama dengan tulus hati dan penuh hormat.

Yayasan tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

60

Tuhan yang Mahabaik, terima kasih atas berkat-Mu hari ini. Ajarilah kami menghormati-Mu dengan mau melaksanakan kewajiban kami sebagai orang beragama, seperti bunda Maria mempersembahkan putera-Mu Yesus di Bait Allah. Amin

Sumber: http://www.katedraljakarta.or.id/index.php/2015/11/28/kursus-kitab-suci/

1.

Apa aktivitas pada gambar diatas?

2.

Sarana apa yang digunakan untuk membaptis?

3.

Apakah arti pembaptisan?

Pembaptisan seorang bayi oleh pastor selalu dilakukan dalam keluarga Katolik. Dengan dibaptis seseorang secara resmi diterima dalam Gereja Katolik. Pembaptisan bayi dilaksanakan agar seorang anak mendapat berkat dan rahmat perlindungan dari Tuhan. Sehingga kelak hidupnya mampu melaksanakan kehendak Tuhan. Sarana yang digunakan dalam pembaptisan adalah air baptis. Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

61

Yesus Dipersembahkan di Bait Allah (Lukas 2:21-40 )

Setelah berumur delapan hari, Yesus disunat. Kemudian Yusuf dan Maria membawa Yesus ke Bait Allah di Yerusalem untuk dipersembahkan kepada Tuhan. Sebab di dalam Hukum Tuhan ada tertulis, “Setiap anak laki-laki yang sulung harus dipersembahkan kepada Tuhan.” Mereka juga membawa serta sepasang burung tekukur untuk dipersembahkan kepada Tuhan.

Pada waktu itu di Yerusalem ada seorang bernama Simeon. Ia orang baik yang taat pada Allah. Ia sedang menantikan saatnya Allah menyelamatkan Israel. Roh Kudus menyertai Simeon, dan Roh Kudus sudah memberitahukan kepadanya bahwa ia tidak akan mati sebelum melihat Raja Penyelamat yang dijanjikan Tuhan. Oleh bimbingan Roh Kudus, Simeon masuk ke Bait Allah. Ketika Yusuf dan Maria membawa Yesus masuk ke Bait Allah, untuk melakukan upacara yang diperintahkan Hukum Tuhan, Simeon mengambil Anak itu dan

menggendong-Nya, lalu ia memuji Allah katanya, “Sekarang, Tuhan, Engkau sudah menepati janji-Mu. Karena itu biarlah hamba-Mu ini meninggal dengan tentram. Sebab dengan mataku sendiri aku sudah melihat Penyelamat yang datang dari pada-Mu. Penyelamat yang Engkau siapkan untuk segala bangsa: yaitu terang yang menerangi jalan bagi bangsa-bangsa lain untuk datang kepadaMu; terang yang mendatangkan kehormatan bagi umat-Mu Israel.” Ayah dan ibu Yesus heran mendengar apa yang dikatakan Simeon tentang Anak mereka. Kemudian Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria,

“Anak ini sudah dipilih oleh Allah untuk membinasakan dan untuk menyelamatkan banyak orang Israel. Ia akan menjadi tanda dari Allah, yang akan ditentang oleh banyak orang. Kesedihan akan menusuk hatimu seperti pedang yang tajam.” Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

62

Pada waktu itu ada juga seorang nabi wanita yang sudah tua sekali. Namanya Hana, anak Fanuel, dari suku Asyer. Ia sudah berumur delapan puluh empat tahun. Ia selalu berada di Bait Allah. Siang malam ia berbakti kepada Allah dengan berdoa dan berpuasa. Ia datang, lalu memuji Allah. Ia juga berbicara tentang Yesus kepada semua orang yang menantikan saatnya Allah membebaskan Yerusalem. Setelah Yusuf dan Maria melakukan semua yang diwajibkan Hukum Tuhan, mereka pulang ke Nazaret di Galilea. Yesus semakin bertambah besar dan kuat. Ia semakin bijaksana dan sangat dikasihi oleh Allah.



1.

Ke manakah Yusuf dan Maria membawa Yesus?

2.

Apa tujuan orang tua Yesus membawa-Nya ke Bait Allah di Yerusalem?

3.

Mengapa orang tua Yesus membawa serta sepasang burung tekukur?

4.

Siapakah orang yang menyambut kedatangan Yesus di Bait Allah?

5.

Mengapa orang tua kita mengajak ke gereja setiap hari Minggu?

Tempat yang disucikan oleh orang Yahudi adalah Bait Allah. Tempat tersebut digunakan untuk berdoa.



Sebagai anak sulung Yesus dibawa ke Bait Allah untuk dipersembahkan kepada Allah. Sepasang burung tekukur dibawa serta ke Bait Allah Sebagai lambang kekudusan dan kesucian.



Kedatangan Yesus di Bait Allah disambut oleh imam Simeon dan nabi Hana.



Pada hari Minggu orang tua kita mengajak pergi ke gereja untuk berdoa dan merayakan Ekaristi. Bila kita menjalankan kewajiban keagamaan kita dengan baik, hidup kita akan damai dan diberkati Tuhan.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

63



Yusuf dan Maria adalah orang yang taat menjalankan kewajiban agamanya.



Ketaatan keluarga Katolik dalam menjalankan kewajiban agama membawa anaknya untuk dibaptis,

adalah

bersama keluarga mengikuti Ekaristi,

mendampingi Persiapan menerima komuni pertama. •

Perayaan Ekaristi merupakan puncak perayaan hidup Kristiani.



Kita harus mengikuti perayaan Ekaristi dengan sungguh-sungguh.



Jika kewajiban agama dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, hidup kita damai, penuh berkat dan dapat menjadi berkat bagi orang lain.

Aku akan mengikuti perayaan Ekaristi di Gereja pada hari Minggu dengan sungguh-sungguh.

Ya Tuhan yang Maha baik, terima kasih atas berkat-Mu hari ini sehingga kami dapat belajar dengan baik. Semoga kami mampu menjadi anak-anakMu yang taat menjalankan kewajiban sebagai orang beriman. Amin. Santo Karolus Borromeus doakanlah kami. Bunda Elizabet doakanlah kami. Maria Bintang Samudera doakanlah kami.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

64

Pelajaran 11: Yesus Tertinggal di Bait Allah

PETA KONSEP

Yesus tertinggal di Bait Allah

Tuhan menghendaki anakanak datang ke gereja pada hari Minggu

Keterlibatan aktif dalam perayaan Ekaristi

KARAKTER 1. Bersyukur 2. Terlibat

Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu: 1.

Menjelaskan peristiwa Yesus tertinggal di Bait Allah

2.

Menjelaskan alasan kita datang ke Gereja pada hari Minggu

3.

Menyebutkan bentuk-bentuk keterlibatan kita selama mengikuti Ekaristi di Gereja.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

65

Tuhan yang Mahabaik. Kami bersyukur atas Ekaristi kudus yang dilaksanakan oleh Gereja setiap hari Minggu. Buatlah hati kami gembira dan bersukacita di saat berdoa dan bernyanyi memuji Tuhan. Dengan demikian kami semakin mencintai gereja sebagai Rumah-Mu. Amin Santo Karolus Borromeus doakanlah kami. Bunda Elizabet doakanlah kami. Maria Bintang Samudera doakanlah kami.

Anak Monyet Anak monyet di atas pohon anak cacing di dalam tanah anak burung di dalam sangkar, anak Tuhan di dalam Gereja

Panjang muka namanya kuda, panjang hidung namanya gajah panjang tangan itu pencuri, panjang sabar itu anak Tuhan

Panjang muka itu namanya kuda. panjang hidung itu namanya gajah. Panjang tangan itu nama pencuri, panjang sabar itu sifat anak Tuhan

Sumber: http://www.kidung.com/2010/04/22/lirik-chord-lagu-sekolah-minggu-anakmonyet/

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

66

1.

Apa tujuanku pergi ke Gereja?

2.

Bersama siapakah aku pergi ke Gereja?

3.

Apakah kalian ikut terlibat sebagai petugas dalam perayaan Ekaristi?

4.

Tugas apa saja yang bisa dilakukan oleh anak-anak pada saat Ekaristi?

5.

Bagaimana perasaanmu bila melihat anak-anak yang bertugas melayani saat perayaan Ekaristi?

Sumber:https://kelompokdoakatolik1.wordpress.com/2013/10/14/peristiwa-gembira-yangkelima/

Yesus Pada Umur Dua Belas Tahun dalam Bait Allah (Lukas 2: 41-52) Tiap-tiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem untuk merayakan Hari Raya Paskah. Dan ketika Yesus berumur dua belas tahun pergilah Yesus bersama orang tua-Nya ke Yerusalem untuk merayakan Paskah. Sehabis perayaan itu mereka pulang. Tetapi Yesus, Anak itu masih tinggal di Yerusalem dan ayah ibu-Nya tidak tahu. Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

67

Mereka menyangka Yesus ikut dalam rombongan. Sesudah berjalan sepanjang hari barulah mereka mencari Yesus di antara sanak saudara dan kenalan-kenalan mereka. Tetapi mereka tidak menemukan Yesus, jadi mereka kembali ke Yerusalem mencari Dia. Setelah tiga hari mencari, mereka mendapati Yesus di dalam Bait Allah. Ia sedang duduk mendengarkan para guru agama dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Semua orang yang mendengar Yesus heran karena jawaban-jawaban Yesus yang cerdas. Orang tua Yesus pun heran melihat Dia. Ibu-Nya berkata kepadaNya, “Nak, mengapa Kau lakukan ini kepada kami? Ayah-Mu dan ibu-Mu cemas mencari Engkau!” Tetapi Yesus menjawab, “Mengapa ayah dan ibu mencari

Aku? Apakah ayah dan ibu tidak tahu bahwa Aku harus ada di dalam rumah Bapa-Ku?” Tetapi mereka tidak mengerti jawaban Yesus. Kemudian Yesus pulang bersama orang tua-Nya ke Nazaret. Semua hal itu disimpan oleh ibu-Nya di dalam hatinya. Yesus makin bertambah besar dan bertambah bijaksana, serta dikasihi oleh Allah dan disukai oleh manusia.

1.

Siapa saja yang ikut bersama Yesus pergi ke Yerusalem untuk merayakan Paskah?

2.

Mengapa Yesus tertinggal di Bait Allah?

3.

Apa yang dilakukan Yesus pada saat tertinggal di Bait Allah?

4.

Bagaimana sikap orang tua Yesus ketika menemukan Yesus di Bait Allah?



Yesus adalah anak Allah, oleh sebab itu Ia merasa nyaman berada di Bait Allah. Gereja adalah rumah Tuhan, sama dengan Bait Allah.



Rajinlah ke gereja untuk merayakan Ekaristi!

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

68

1.

Yusuf, Maria, dan Yesus adalah keluarga kudus Nazaret.

2.

Setiap tahun mereka pergi ke Yerusalem untuk merayakan Paskah.

Saat itu Yesus berusia 12 tahun bersama orang tuanya ikut merayakan Paskah, setelah sampai di rumah ternyata Ysus tertinggal di Bait Allah. 3.

Ketika orang tuanya menemukan Yesus masih di Bait Allah, Yesus sedang membaca firman Allah dan bertanya jawab dengan para alim ulama.

4.

Gereja adalah rumah Tuhan.Di dalam rumah Tuhan aku bisa berdoa dan bernyanyi untuk memuji Tuhan.

5.

Pada saat berdoa di dalam Gereja sikapku sopan dan penuh hormat.

6.

Meskipun masih kecil, aku sudah bisa terlibat di gereja.

7.

Keterlibatanku misalnya ikut dalam kelompok paduan suara, menjadi misdinar dan lain-lain.

8.

Tuhan selalu menantikan kedatanganku di gereja untuk memberikan berkat-Nya agar aku menjadi anak-anak yang baik

Tuhan Terima kasih atas Pengalaman belajar hari ini. Semoga pengalaman belajar hari ini menyemangati kami untuk datang ke Gereja dengan penuh sukacita bersama keluarga yang kami cintai. Amin Santo Karolus Borromeus doakanlah kami. Bunda Elizabet doakanlah kami. Maria Bintang Samudera doakanlah kami.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

69

Pelajaran 12: Yesus Teladanku

PETA KONSEP

Orang sakit dan menderita

Yesus menyembuhkan Bartimeus yang buta

Tuhan menghendaki kita peduli kepada sesama yang menderita.

KARAKTER 1. Peka 2. Empati

Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu: 1.

Menyebutkan orang-orang menderita dan sakit yang membutuhkan pertolongan.

2.

Menceritakan kembali kisah Yesus menyembuhkan Bartimeus yang sakit buta.

3.

Menjelaskan kehendak Tuhan agar kita peduli terhadap orang yang menderita.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

70

Tuhan Yesus yang Mahabaik kami mengucap syukur atas segala pemberianMu. Di sekitar kami masih ada orang yang menderita. Ajarilah kami ya Tuhan untuk mengasihi dan meringankan beban mereka. Amin Santo Karolus Borromeus doakanlah kami. Bunda Elizabet doakanlah kami. Maria Bintang Samudera doakanlah kami.

Satu Orang Buta Ada orang buta duduk minta-minta, tiap-tiap hari di pinggir jalan. Pada suatu hari Yesus mendengarnya; orang buta itu disembuhkan-Nya.

Celik matanya, celik matanya,

Oleh kuasa Yesus celik matanya; Celik matanya, celik matanya, Oleh kuasa Yesus celik matanya. Sumber: https://alkitab.app/JB/32

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

71

Sumber: https://www.pngdownload.id/pnga8hsz2/

Sumber: http://galleryteddy14.blogspot.com/2014/10/pengemisdan-gelandang-juga-berhak.html

Sumber: https://www.harianmerapi.com/kearifan/hidayah/2019/11/28/83271/takut-kehilangan-anak

Disekitar kehidupan ada orang-orang yang mengalami penderitaan. Penderitaan yang mereka alami berbeda-beda. Mereka sangat membutuhkan pertolongan kita. Mengasihi orang yang menderita sebagai bukti kita mengasihi Tuhan.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

72

Sumber: https://www.komikalkitabanak.com/2018/04/tuhan-yesus-menyembuhkan-orang-buta.html

Yesus Menyembuhkan Bartimeus (Markus 10:46-52) Yesus dan pengikut-pengikut-Nya serta orang banyak berjalan meninggalkan kota Yerikho. Mereka melewati seorang buta yang sedang duduk minta-minta di pinggir jalan. Namanya Bartimeus, anak dari Timeus. Ketika Bartimeus mendengar bahwa yang sedang lewat itu adalah Yesus orang Nazaret ia berteriak, katanya “Yesus, Anak Daud! Kasihanilah saya!” Ia dimarahi oleh banyak orang dan disuruh diam. Tetapi ia lebih keras lagi berteriak, “Anak Daud, kasihanilah saya!” Maka Yesus berhenti lalu berkata, “Panggillah dia.” Mereka memanggil orang buta itu. Mereka berkata kepadanya, “Tenanglah, bangunlah! Kau dipanggil Yesus.” Orang buta itu pun melemparkan jubahnya, lalu cepat-cepat berdiri dan pergi kepada Yesus. “Apa yang kau ingin Aku perbuat untukmu?” tanya Yesus kepadanya. Orang buta itu menjawab, “Pak Guru, saya ingin melihat.” “Pergilah,” kata Yesus, “karena engkau percaya kepada-Ku, engkau sembuh.” Pada saat itu juga Bartimeus, orang buta itu dapat melihat. Lalu ia pun mengikuti Yesus. Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

73

1.

Siapa nama orang buta yang disembuhkan Yesus?

2.

Mengapa Yesus mau menyembuhkan Bartimeus?

3.

Apa yang akan kamu lakukan jika melihat orang menderita dan membutuhkan pertolongan?

Yesus mau menyembuhkan orang yang menderita karena kasih-Nya.

1.

Orang buta yang disembuhkan Yesus bernama Bartimeus.

2.

Bartimeus sembuh dari sakitnya karena meminta kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh.

3.

Tuhan Yesus mau menyembuhkan Bartimeus karena berbelas kasihan.

4.

Setelah Bartimeus disembuhkan, ia bersyukur dengan mau hidup sesuai dengan kehendak Tuhan.

5.

Tuhan mengabulkan permohonan kita bila memohon dengan penuh iman.

6.

Tuhan Yesus teladan kita dalam mengasihi orang yang menderita.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

74

Aku mau menolong orang miskin dan menderita! Aku akan membuat laporan singkat pada saat menolong orang yang

menderita seperti; orang yang ditolong, tempat, bentuk pertolonganku.

Tuhan Yesus yang baik, kami ingin mengikuti Engkau agar mampu mengasihi sesama yang sangat membutuhkan pertolongan. Amin Santo Karolus Borromeus doakanlah kami. Bunda Elizabet doakanlah kami. Maria Bintang Samudera doakanlah kami.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

75

Pelajaran 13. Iman Adalah Anugerah Allah

PETA KONSEP

1. Makna

iman

2. Kisah Santo Agustinus

3.Mendala mi Efesus 2:8-10

KARAKTER 1. Bersyukur 2. Beriman 3. Bertanggung jawab

TUJUAN PEMBELAJARAN Peserta didik mampu : 1. Menjelaskan makna iman 2. Menceritakan kembali kisah Santo Agustinus. 3. Bersyukur bahwa iman adalah anugerah Allah.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekeri Kelas II

76

Doa Pembukaan:

Bapa yang baik, kami bersyukur atas kasih-Mu , karena Engkau selalu menyertai kami. Berkatilah kami agar kami semakin mengenal Engkau. Bimbinglah kami dalam pelajaran hari ini agar semakin menjadi percaya kepada-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin

Burung Pipit (PS 680) 1. Burung pipit yang kecil, dikasihi Tuhan Terlebih diriku, dikasihi Tuhan. 2. Bunga bakung di padang, diberi keindahan Terlebih diriku, dikasihi Tuhan. 3. Burung yang besar kecil, bunga indah warnanya. Satu tak terlupa oleh penciptanya.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekeri Kelas II

77

Kisah Santo Agustinus

Agustinus lahir di Tagaste, Afrika Utara pada tanggal 13 November 354. Ibunya, Monika, seorang yang beriman Kristen dari sebuah keluarga yang taat agama; sedangkan ayahnya Patrisius, seorang tuan tanah dan sesepuh kota yang belum percaya kepada Tuhan. Berkat semangat doa Monika yang tak kunjung padam, Patrisius bertobat dan dibaptis menjelang kematiannya. Agustinus belum dipermandikan menjadi Kristen meskipun ia sudah besar. Usaha ibunya untuk menanamkan benih iman Kristen padanya seolah-olah tidak berdaya mematahkan pengaruh ayahnya yang belum percaya kepada Tuhan. Sejak kecil Agustinus sudah menunjukkan kecerdasan yang tinggi. Oleh karena itu ayahnya ingin agar Agustinus menjadi seorang yang terkenal. Ia masuk sekolah dasar di Tagaste. Karena kecerdasannya, ia kemudian dikirim untuk belajar bahasa Latin dan macam-macam tulisan latin di Madauros.Di usia 17 tahun, ia di kirim ke Kartago untuk

belajar ilmu retorika. Di Kartago, ia belajar dengan tekun hingga menjadi seorang murid yang terkenal. Namun hidupnya tidak lagi tertib oleh aturan moral. Ia menganut aliran Manikeisme, suatu sekte keagamaan dari Persia yang mengajarkan bahwa semua barang material adalah buruk. Minatnya pada ajaran ini berakhir ketika ia menyaksikan kebodohan Faustus, seorang pengajar Manikeisme. Selanjutnya selama beberapa tahun, ia meragukan semua kebenaran agama-agama.

Pada tahun 383 ia pergi ke Roma lalu ke

Milano, di sana ia mengajar ilmu retorika. Banyak orang Roma berbondong-bondong datang kepadanya untuk mendengarkan kuliah dan pidatonya. Di kota itu ia berkenalan dengan Uskup Santo Ambrosius, seorang mantan gubernur yang saleh. Ia menyaksikan dari dekat cara hidup para biarawan yang bijaksana, ramah dan saling mengasihi. Hatinya tersentuh dan mulailah ia berpikir: “Apa yang mendasari hidup mereka? Injilkah yang mewarnai hidup mereka itu?” Kecuali itu, ia sering mendengarkan kotbah-kotbah Uskup Ambrosius dan tertarik pada semua ajarannya. Sumber gambar: https://images.app.goo.gl/A7yvKu51LV76K8Q86

78

Semuanya itu kembali menyadarkan dia akan nasehat-nasehat ibunya tatkala ia masih di Tagaste. Suatu hari, ia mendengar suara ajaib seorang anak: “Ambil dan bacalah!” Tanpa banyak berpikir, ia segera menjamah kitab Injil itu, membukanya dan membaca: “Marilah kita hidup sopan seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam perselisihan dan iri hati. Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.” (Rom

13:13-14). Agustinus akhirnya terbuka pikirannya dan melihat kebenaran sejati, yakni wahyu ilahi yang dibawakan Yesus Kristus. Ia kemudian bertobat dan bersama dengan sahabatnya Alipius, ia dipermandikan pada tahun 387. Dalam bukunya ‘Confession’, ia menulis riwayat hidup dan pertobatannya dan dengan terus terang mengakui betapa ia sangat terbelenggu oleh kejahatan dosa dan ajaran Manikeisme. Suara hatinya terus mendorong dia agar memperbaiki cara hidupnya seperti banyak orang lain yang meneladani Santo Antonius dari Mesir. Pada tahun 388, ia kembali ke Afrika bersama ibunya Monika. Di kota pelabuhan Ostia, ibunya meninggal dunia. Tahun-tahun pertama hidupnya di Afrika, ia

bertapa dan banyak berdoa bersama beberapa orang rekannya. Kemudian ia ditabhiskan menjadi imam pada tahun 391, dan bertugas di Hippo sebagai pembantu uskup di kota itu. Sepeninggal uskup itu pada tahun 395, ia dipilih menjadi Uskup Hippo. Selama 35 tahun ia menjadi pusat kehidupan keagamaan di Afrika. Rahmat Tuhan yang besar atas dirinya dimuliakannya di dalam berbagai bentuk kidung dan tulisan. Tulisan-tulisannya meliputi 113 buah buku, 218 buah surat dan 500 buah kotbah. Tak terbilang banyaknya orang berdosa yang bertobat karena membaca tulisan-tulisannya. Tulisan-tulisannya itu hingga kini dianggap oleh para ahli filsafat dan teologi sebagai sumber penting dari pengetahuan rohani. Semua kebenaran iman Kristiani diuraikan secara tepat dan mendalam sehingga mampu menggerakkan hati orang.

Sebagai seorang uskup, Agustinus sangat menaruh perhatian

besar pada umatnya terutama yang miskin dan melarat. Dialah yang mendirikan asrama dan rumah sakit pertama di Afrika Utara demi kepentingan umatnya. Agustinus meninggal dunia pada tanggal 28 Agustus 430 tatkala bangsa Vandal mengepung Hippo. Jenazah Agustinus berhasil diamankan oleh umatnya dan kini dimakamkan di basilik Santo Petrus. Sumber: https://www.kompasiana.com/agustinus18123

79

Mendalami kisah Santo Agustinus

Jawablah pertanyaan di bawah ini! 1. Siapa nama orang tua Agustinus? 2. Bagaimana kehidupan Agustinus sebelum bertobat? 3. Apa yang dilakukan Agustinus agar dapat mengenal Tuhan? 4. Mengapa akhirnya Agustinus bertobat dan bahkan dikenal sebagai orang kudus? 5. Apa yang dapat kita contoh dari santo Agustinus?

Pendalaman 1. Santo Agustinus adalah seorang yang tidak percaya pada Tuhan dan pada masa mudanya penuh dengan kehidupan liar, namun hatinya merasa gelisah dan kosong. Ia mencari-cari sesuatu dalam berbagai aliran kepercayaan untuk mengisi kekosongan jiwanya.

2. Tetapi tanpa kehadiran Tuhan dalam hidupnya, jiwanya tetap kosong. Semua buku-buku ilmu pengetahuan telah dibacanya, tapi ia tidak menemukan kebenaran dan ketenteraman jiwa. 3. Pada usia 31 tahun Agustinus mulai tergerak hatinya untuk kembali kepada Tuhan berkat doa-doa ibunya serta berkat ajaran St. Ambrosius, Uskup kota Milan. 4. Namun demikian ia belum bersedia dibaptis karena belum siap untuk mengubah sikap hidupnya.

5. Suatu hari, ia mendengar tentang dua orang yang sudah bertobat setelah membaca riwayat hidup St. Antonius Pertapa. Agustinus merasa malu. Sejak saat itu, Agustinus memulai hidup baru.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekeri Kelas II

80

Mendalami Sabda Tuhan Efesus 2:8-10 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman : itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu

:

jangan ada orang yang

memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

1. Beriman berarti percaya dan taat kepada Tuhan 2. Kita mengenal Tuhan melalui Yesus Kristus, Ia menghendaki kita hidup di dalam-Nya dengan selalu melakukan perbuatan kasih dan kebaikan. 3. Kita dapat mengenal Tuhan bukan usaha kita melainkan karena Tuhan memanggil kita untuk percaya kepada-Nya dan menganugerahi iman.

Implementasi: 1. Santo Agustinus merupakan teladan dalam beriman, ia mengenal belas kasih Tuhan dalam perjalanan hidup yang panjang. 2. Kita sering sulit mengenal Tuhan. Kita dapat mengenal Tuhan dalam kehidupan seharihari melalui berbagai macam perbuatan dan pengalaman hidup. 3. Perbuatan-perbuatan yang dilakukan seperti pada gambar berikut:

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekeri Kelas II

81

Apa yang sedang dilakukan oleh orangorang pada gambar?

b

a

c

d

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekeri Kelas II

82

Refleksi 1. Apakah aku sungguh percaya kepada Tuhan? 2. Apa yang akan aku lakukan sebagai orang beriman?

Rangkuman 1.

Iman adalah anugerah dari Allah

2. Allah yang pertama kali memanggil kita untuk beriman 3. Beriman artinya percaya kepada Tuhan 4. Orang beriman akan selalu taat dan setia melakukan perintah Tuhan 5. Perintah Tuhan diantaranya adalah berbuat kasih dan kebaikkan

Doa Penutup Allah Bapa yang baik, aku percaya kepada-Mu. Engkau telah memanggilku untuk selalu hidup dalam kasih dan kebaikkan. Bantulah aku untuk selalu taat dan setia

kepada-Mu. Amin.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekeri Kelas II

83

Uji Kompetensi Jawablah! 1.

Apa arti beriman?

2.

Bagaimana cara kita mengenal Tuhan?

3.

Siapa Santo Agustinus itu?

4.

Bagaimana bentuk kebaikan Tuhan yang kamu rasakan?

5.

Bagaimana bentuk kebaikan Tuhan yang kamu rasakan?

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekeri Kelas II

84

Pelajaran 14 Orang Beriman Melaksanakan Perintah Allah

PETA KONSEP

1. Beriman berarti melaksanakan perintah Tuhan.

2. Abraham teladan orang beriman (Kej 22:1-19)

3. Maria Bunda orang beriman (Luk 1:26-38)

KARAKTER 1.

Beriman

2.

Bertanggungjawab

3.

Bersyukur

TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu 1. Menjelaskan makna beriman. 2. Mengungkapkan bahwa Abraham dan Bunda Maria merupakan teladan orang yang taat pada kehendak Allah. 3. Membiasakan diri melaksanakan perintah orang tua.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

85

Doa Pembukaan

Allah Bapa yang baik, terimakasih atas anugerah iman. Engkau telah memanggil Abraham sebagai Bapa umat beriman karena ia setia melaksanakan perintah-Mu. Bimbinglah kami agar dapat selalu siap dan setia melaksanakan perintah-Mu dalam hidup sehati-hari seperti Abraham dan bunda Maria. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Bapa Abraham Bapa Abraham mempunyai, banyak sekali anak-anak Aku anaknya dan kau juga. Mari puji Tuhan. Tangan kanan Tangan kiri, Kaki kanan, Kaki kiri, Kepala atas, Kepala bawah Putar-putar, Lalu duduk https://lirik.kapanlagi.com/artis/lagu-sekolah-minggu/bapa-abraham/

Menggali Pengalaman Hidup

Anak-Anak Petani Ada seorang petani yang mendapat karunia dari Tuhan memiliki kebun anggur yang luas. Petani itu mempunyai tiga anak, ketiga anaknya tidak suka bekerja. Petani itu sudah tua. Ia tahu bahwa dirinya akan meninggal. Maka, kebun anggur itu harus ia serahkan

kepada anak-anaknya. Namun, anaknya tidak suka bekerja. Pada suatu hari petani itu memanggil anak-anaknya. Ia memberi pesan kepada anak-anaknya, “Sesudah Bapak meninggal segala sesuatu yang Bapak miliki adalah milik kalian. Di dalam kebun anggur itu tersimpan harta karun. Itu juga milik kalian.” Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

86

Tidak lama kemudian petani itupun meninggal. Setelah waktu berkabung selesai, anak-anak petani itu memikirkan bagaimana menemukan harta karun di dalam kebun itu. Mereka sepakat jika menemukan akan membaginya dengan adil di antara mereka. Mereka berpikir harta karun itu berupa emas atau perak atau batu permata. Mereka mencangkul tanah di sekitar pohon anggur untuk menemukan harta karun. Tetapi hampir seluruh kebun sudah dicangkul mereka tidak menemukan harta itu. Mereka berpikir pasti ayahnya keliru memberi pesan. Namun beberapa minggu kemudian pohon-pohon anggur itu

berbuah lebat. Semakin lama buah itu semakin besar dan banyak. Melihat semua itu akhirnya mereka menyadari bahwa panen yang baik itu berkat kerja keras mereka mencari harta karun. Jadi panenan yang banyak itulah harta karun yang mereka cari. (diambil dari buku 50 Cerita Bijak, Yogyakarta: Kanisius, hal 53-54) Pendalaman Jawablah ! 1. Bagaimana kehidupan pak Petani dan anak-anaknya?

2. Bagaimana sifat anak-anaknya? 3. Apa pesan dari petani kepada anak-anaknya itu ? 4. Apa yang dilakukan anak-anaknya setelah bapaknya meninggal? 5. Apa yang dialami anak-anaknya setelah melaksanakan pesan ayahnya itu? Ketiga anak petani itu tidak mau bekerja, tetapi setelah ayahnya meninggal, mereka mematuhi pesan ayahnya. Walaupun semula mereka mengira pesan ayahnya itu salah. Karena hampir semua lahan sudah dicangkul, tetapi tidak menemukan harta karun itu.

Ketika pohon-pohon anggur dikebun itu berbuah lebat, barulah mereka menyadari bahwa harta karun yang dimaksud itu adalah panenan anggur yang melimpah berkat kerja keras mereka. Kita sering menerima pesan dan nasihat dari orang tua, yang sering kita tidak mengerti maksud dari pesan dan nasihat itu sesungguhnya. Pesan dan nasehat orang tua kita sesungguhnya bertujuan supaya kita tumbuh dan berkembang menjadi orang yang lebih baik. Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas II

87

Menggali Pengalaman Kitab Suci Abraham Mempersembahkan Ishak (Kej 22:1-14)

h

ttps://images.app.goo.gl/ZhddwyhyepD5KAQu9

Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham . Ia berfirman kepadanya: "Abraham," lalu sahutnya: "Ya, Tuhan. Firman-Nya: "Ambillah anakmu

yang tunggal itu, yang engkau

kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.“ Keesokan harinya

pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh. Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: "Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu. "

Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan

memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama. Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: "Bapa." Sahut Abraham: "Ya, anakku." Bertanyalah ia: "Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba

untuk korban bakaran itu?" Sahut

Abraham: "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku." Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama. Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak , anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api. Sesudah

itu

Abraham

mengulurkan

tangannya

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

, 88

lalu mengambil pisau TUHAN

untuk menyembelih anaknya. Tetapi berserulah Malaikat

dari langit kepadanya: "Abraham, Abraham." Sahutnya: "Ya, Tuhan." Lalu Ia

berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah , dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku. Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya. Dan Abraham menamai tempat itu: "TUHAN menyediakan "; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: "Di atas gunung TUHAN, akan disediakan.

Diskusikan Pertanyaan di bawah ini !

1.

Apa yang diminta Tuhan kepada Abraham?

2.

Bagaimana sikap Abraham dalam menanggapi permintaan Tuhan itu?

3.

Mengapa Tuhan mengganti persembahan Abraham itu dengan seekor domba?

4.

Apa pesan kisah Kitab Suci tersebut untuk kita?

Maria Menerima kabar Gembira dari Malaikat Gabriel Luk 1:26-38

Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf j dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. .

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama katolik dan Budi Pekerti Kelas II

89

Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan. Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu r dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya

dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu ." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

Rangkuman



Abraham melaksanakan perintah Tuhan dengan mau mengorbankan anaknya Ishak

❑ Abraham mau melaksanakan perintah Tuhan karena ia taat pada perintah

dan kehendak Tuhan.

❑ Bunda Maria juga taat pada perintah Tuhan, untuk menjadi bunda Yesus Sang Juru Selamat. Ketika malaikat Gabriel menyampaikan kabar bahwa Maria akan mengandung Sang Juru Selamat: “Aku ini hamba Tuhan terjadilah padauk menurut perkataanmu”

❑ Sikap Abraham dan bunda Maria itulah yang disebut sikap beriman. ❑ Tuhan memanggil kita untuk melaksanakan perintah-Nya. ❑ Kita dapat mencontoh Abraham dan Bunda Maria dengan melaksanakan perintah Tuhan dalam hidup sehari-hari seperti melaksanakan perintah orang tua.

Refleksi

Apakah aku sudah melaksanakan nasehat orang tua seperti Abraham dan Bunda maria yang melaksanakan perintah Tuhan?

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

90

Doa Penutup Allah Bapa yang Maha kasih, kami bersyukur kepada-Mu karena Engkau telah memanggil kami untuk diselamatkan. Bimbinglah kami agar selalu melaksanakan perintah-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Uji Kompetensi Jawablah!

1. Mengapa Abraham patuh pada perintah Tuhan? 2. Apakah yan dialami Abraham saat patuh pada perintah Tuhan? 3. Mengapa Tuhan memilih Maria menjadi bunda Yesus? 4. Apa yang kamu lakukan agar menjadi semakin beriman? 5. Apa perbuatan yang kamu lakukan sebagai perwujudan iman?

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

91

Pelajaran 15. Beriman Berarti Berbuat demi Allah

PETA KONSEP

Makna beriman

Kisah Santo Tarsisius

Memahami isi Yoh 19:16-30

Makna Tanda Salib.

KARAKTER 1. Bersyukur 2. Beriman dan setia pada imannya 3. Berbelarasa pada yang kesusahan 4. Rela berkorban

TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Peserta didik dapat menjelaskan makna beriman. 2. Peserta didik mampu menjelaskan makna Tanda Salib. 3. Peserta didik mampu menceritakan kembali kisah penyaliban Yesus dengan sederhana. 4. Peserta didik mampu menceritakan kisah Santo Tarsisius dengan sederhana.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

92

Doa Pembukaan Tuhan Yesus. Terima kasih atas rahmat-Mu hari ini. Terima kasih atas cinta-Mu kepada kami, karena Engkau telah memberikan Yesus Kristus untuk menebus dosa. Berkatilah kami agar dapat meneladan pengorbanan Yesus Kristus dalam kehidupan sehari-hari.Demi Kristus , Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Suber gambar : Internet

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

93

Santo Tarsisius

Sumber gambar: https://www.google.com/search?q=kisah+santo+tarsisius&safe

Pada abad pertama sampai abad keempat, orang-orang Kristen yang berada di bawah kekuasaan Roma tidak boleh mengikuti misa kudus secara terang-terangan. Bila kedapatan oleh tentara Roma, mereka akan ditangkap dan dihukum. Bila mereka tetap berkeras mempertahankan iman mereka akan Yesus yang bangkit, maka mereka akan dihukum mati. Ada seorang anak yang selalu mengikuti misa pagi bersama ibunya, walaupun situasi sangat mencekam, anak itu bernama Tarsisius. Setiap hari mereka menuju sebuah kapel kecil bawah tanah yang sangat rahasia. Seseorang akan muncul dengan obor menyala dan menerima Tarsisius beserta ibunya menuju ruang kapela

bawah tanah yang gelap itu, yang sering disebut katakombe. Mereka berjalan seakan merangkak masuk, dan di sana ditemukan begitu banyak umat yang sedang berdoa bersama dan merayakan perayaan Ekaristi. Setiap kali Tarsisius mendengar Imam berkata; ‘Makanlah dan minumlah, Inilah Tubuhku yang diserahkan bagimu, Inilah Darahku yang ditumpahkan bagimu,’ ia merasa damai dan bahagia setelah menerima tubuh dan darah Kristus. Suatu hari setelah selesai perayaan Ekaristi, Pastor meminta kerelaan salah satu umat untuk menghantar sakramen Mahakudus kepada para tahanan yang akan dilemparkan ke tengah singa yang lapar. Semua umat saling memandang dan tidak ada seorangpun yang berani menghantarkan hosti kudus itu karena takut ditangkap. Tarsisius merasa bahwa ia mampu melaksanakan tugas mulia itu. Tarsisius berdiri dan berkata; “ Pastor, Biarkan aku menuju penjara membawa tubuh Kristus buat saudara kita di sana.’ ‘Engkau masih begitu kecil. Kalau serdadu Romawi menangkapmu, apa yang akan kau buat?’ ‘Bapak Pastor, percayalah. Saya akan berhati-hati, dan akan menjaga hosti kudus ini tiba dengan selamat.”

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

94

Melihat keberanian Tarsisius, Pastor membungkus Sakramen Mahakudus itu dan diberikannya kepada Tarsisius. Tarsisius secara aman melewati daerah yang dijaga serdadu Roma. Ketika ia melewati sebuah lapangan, dilihatnya sejumlah anak sedang bermain di sana. Tarsisius diajak bermain oleh mereka, namun ditolak oleh Tarsisius. Anak-anak itu datang mengerumuninya. Melihat bahwa Tarsisius memegang sesuatu di tangannya, mereka menarik tangannya berusaha untuk melihat apa yang ada di dalamnya. Tarsisius tidak melepaskan tangannya, ia bahkan semakin kuat mempertahankan apa yang sedang dipegangnya. Karena itu ia terjatuh di tanah. Satu di antara anak-anak itu karena tak berhasil melepaskan tangan Tarsisius berkata, ‘Mari saya buktikan siapa yang paling kuat.’ Ia mengambil sebuah batu dan dilemparkannya ke arah Tarsisius. Tangannya tetap tak terbuka. Kini ia semakin kuat memeluk Sakramen Mahakudus ke dadanya. Ia berkata berbisik; ‘Yesus, saya tak akan membiarkan mereka membawamu pergi. Bantulah aku.’ Anak-anak itu semakin marah dan merajam Tarsisius dengan batu berkali-kali dan Tarsisius tak sadarkan diri, serdadu Romawi yang sudah bertobat melihat kejadian itu segera menolongnya. Tarsisius membuka tangannya dan berkata, “Tubuh Kristus ada di tanganku.” Setelah itu

Tarsisius menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Mendalami Kisah

https://infokatolik.id/santo-tarsisius.html

❖ Orang-orang Kristen saat itu dipaksa untuk menyembah berhala, jika tidak mau maka akan dipenjarakan. ❖ Tarsisius membantu Bapa Uskup mengantar Hosti Kudus atau Sakramen Mahakudus ke penjara karena orang-orang Kristen di penjara ingin menerima tubuh Yesus. ❖ Santo Tarsisius tetap mempertahankan Sakramen Mahakudus yang dibawanya karena itu adalah Yesus sendiri. Walaupun ia mengalami dipukul oleh teman-temannya. ❖ Santo Tarsisius rela berkorban nyawa demi mempertahankan Yesus sendiri.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

95

Yesus Disalib (Yoh 19:16-30) Akhirnya Pilatus menyerahkan Yesus kepada mereka untuk disalibkan.(19-16b) Mereka menerima Yesus. Sambil memikul salib-Nya Ia pergi ke luar ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak, dalam bahasa Ibrani: Golgota. Dan di situ Ia disalibkan mereka dan bersama-sama dengan Dia disalibkan juga dua orang lain, sebelah-menyebelah, Yesus di tengah-tengah. Dan Pilatus menyuruh memasang juga tulisan di atas kayu salib itu, bunyinya: "Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi.“ Banyak orang Yahudi yang membaca tulisan itu, sebab tempat di mana Yesus disalibkan letaknya dekat kota dan kata-kata itu tertulis dalam bahasa Ibrani, bahasa Latin dan bahasa Yunani. Maka kata imam-imam kepala orang Yahudi kepada Pilatus: "Jangan engkau menulis: Raja orang Yahudi, tetapi bahwa Ia mengatakan: Aku adalah Raja orang Yahudi.“ Jawab Pilatus: "Apa yang kutulis, tetap tertulis.“ Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaian-Nya lalu membaginya

menjadi empat bagian untuk tiap-tiap prajurit satu bagian--dan jubah-Nya juga mereka ambil. Jubah itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja. Karena itu mereka berkata seorang kepada yang lain: "Janganlah kita membaginya menjadi beberapa potong, tetapi baiklah kita membuang undi untuk menentukan siapa yang mendapatnya." Demikianlah hendaknya supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci: "Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di antara mereka dan mereka membuang undi atas jubah-Ku." Hal itu telah dilakukan prajurit-prajurit itu. Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena. Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan

murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!“ Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya. Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci:"Aku haus!“ Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus. Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

96

Mendalami Kisah Kitab Suci • Yesus rela di salib agar manusia mendapat keselamatan. Yesus adalah Putra Allah yang menjadi manusia untuk menyelamatkan manusia dari dosa. • Yesus mencintai manusia walaupun harus wafat di kayu salib. Kematian Yesus di kayu salib membawa kemengan kita dari dosa dan maut. • Yesus menyerahkan semua yang dialaminya pada kehendak Bapa-Nya. • Ketika Yesus di salibkan di gunung Golgota, bunda Mariapun dengan setia menemani dan mendampingi-Nya sampai Ia wafat.

Mari Mewarnai

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

97

Membuat Doa Buatlah doa syukur karena Yesus rela disalibkan untuk menebus dosa kita!

Refleksi 1. Apakah aku rela berkorban untuk membantu teman-teman yang mengalami kesulitan? 2. Apakah aku selalu bersyukur atas kasih Tuhan? 3. Apakah aku selalu taat pada perintah Tuhan?

Rangkuman 1. Yesus dijatuhi hukuman mati dengan disalibkan oleh Pontius Pilatus 2. Yesus mengalami dihina, disiksa, dan disalibkan di gunung Golgota. Walau demikian Yesus sabra, tabah dan tetap setia pada kehendak Bapa. Bahkan Yesus mendoakan orangorang yang menyalibkan-Nya: “Ya Bapa ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” 3. Yesus wafat di kayu salib karena mencintai manusia, untuk menebus dosa manusia, juga karena Ia taat pada kehendak Allah. 4. Salib bagi orang Katolik menjadi tanda kemenangan atas dosa dan maut. Maka orang Katolik mengawali dan menutup doa dengan membuat tanda salib, karena dengan membuat tanda salib mengingatkan kita akan kemenangan Yesus yang menjadi tanda kemenangan kita. Dengan tanda salib kita memuliakan Allah. 5. Yesus yang wafat di kayu salib mengajak kita untuk selalu bersyukur kepada Allah Bapa karena cintanya kepada manusia Ia telah rela menderita dan wafat di salib demi menebus dosa manusia. 6. Kitapun diharapkan rela berkorban demi orang lain yang membutuhkan pertolongan,

seperti yang dilakukan Santo Tarsisius rela mengorbankan diri sampai ajal demi imannya kepada Yesus Kristus dan demi mengantarka Hosti Kudus atau Sakramen Mahakudus kepada orang-orang Kristen dalam penjara. Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

98

Doa Penutup Allah Bapa yang baik, terimakasih atas cinta-Mu, Engkau rela mengutus

Yesus Kristus Putera-Mu ke dunia untuk menebus dosa manusia. Bimbinglah kami agar selalu dapat bersyukur dan melaksanakan perintahMu. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Uji Kompetensi Jawablah! 1. Bagaimanakah doa Yesus bagi orang-orang yang menyalibkannya? 2. Mengapa Yesus rela wafat di kayu salib? 3. Apa yang dapat kita teladani dari Yesus yang disalibkan? 4. Mengapa orang Katolik mengawali dan menutup doanya dengan membuat tanda salib? 5. Bagaimana sikapmu terhadap

sesama sebagai perwujudan syukur atas cinta Tuhan

kepada kita?

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

99

Pelajaran 16 Beriman Berarti Berjuang Melawan Godaan

PETA KONSEP

Makna beriman

Mendalami Lukas 4: 1-13

Godaan-godaan yang pernah dialami dan cara mengatasinya.

KARAKTER 1. Beriman 2. Bertanggung jawab 3. Teguh dan taat pada Tuhan dalam menghadapi godaan

TUJUAN PEMBELAJARAN Peserta didik mampu: 1. Menjelaskan makna beriman. 2. Menunjukkan godaan-godaan yang dialami Yesus ketika berpuasa.

3. Menunjukkan godaan-godaan yang pernah dialaminya. 4. Menjelaskan cara mengatasi godaan-godaan.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

100

Doa Pembukaan Allah Bapa yang Mahabaik, kami bersyukur kepada-Mu atas kebaikkan dan cinta-Mu, Engkau telah memberikan Yesus Kristus untk menebus dosa kami. Ia telah memberikan teladan untuk tetap setia kepada-Mu Ketika mendapatkan godaan setan. Bimbinglah kami agar kamipun seperti Yesus tepat setia kepada-Mu Ketika menghadapi banyk godaan

setan. Demi Kristus pengantara kami. Amin.

Contoh godaan-godaan yang sering dialami.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

101

Kucing dan Elang

Ada seekor kucing yang kerjanya sehari-hari menjual cacing kepada para unggas. Dalam urusan jual beli cacing itu dilakukan dengan sistem barter yaitu sistem tukarmenukar barang. Kucing meyerahkan cacing dan para unggas memberikan sehelai bulu

sayapnya. Suatu hari datanglah seekor raja burung elang yang ingin memakan cacing milik kucing itu. Baginya tidak menjadi soal bahwa setiap hari menyerahkan setangkai bulunya untuk menukar makanan kesukaannya. Ia sangat ketagihan memakan cacing-cacing itu, sehinga ia tidak menyadari bahaya yang akan mengancam dirinya dan tugasnya untuk memimpin para elang. Raja elang tergoda dan dikuasai oleh keinginan untuk memakan cacing yang ditawarkan kucing. Pada suatu hari ketika ia menyerahkan bulu sayapnya untuk kesekian kalinya kepada kucing, tiba-tiba ia menyadari tidak mampu terbang lagi, karena bulunya sudah hampir habis. Pada saat itulah kucing menangkapnya dan memangsanya.

Pendalaman

( disadur dari Percikan Kisah-Kisah Anak Manusia hal. 216)

1. Raja burung elang tergoda dengan makanan yang ditawarkan oleh kucing, sehingga ia lupa dengan segala tugasnya dan bahaya yang akan mengancam apabila bulu sayapnya habis. Ketika ia menyadari bahwa ia tidak mampu terbang lagi, kucing segera memangsanya. 2. Demikian juga dengan kita yang sering tergoda dalam hidup ini, misalnya godaan

menonton televisi terus-menerus, main game, malas belajar, tidak mau membantu orangtua, mudah marah, malas membuat PR, dan tidak mau berdoa. 3. Apa yang kamu lakukan terhadap semua godaan itu? Mari kita belajar dari Yesus yang berhasil melawan godaan.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

102

Membaca Kitab Suci Yesus Digoda Iblis Luk 4:1-13 (https://youtu.be/ngTc2cIZKm0)

Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus

ke padang gurun. Di situ Ia tinggal empat puluh hari

lamanya dan dicobai

Iblis . Selama di situ Ia tidak makan apa-apa dan sesudah waktu itu Ia lapar. Lalu berkatalah Iblis kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjadi roti.“ Jawab Yesus kepadanya: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja . " Kemudian ia membawa Yesus ke suatu tempat yang tinggi dan dalam sekejap mata ia memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia . Kata Iblis kepada-Nya: "Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki. Jadi jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu." Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” Kemudian ia membawa Yesus ke Yerusalem dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu dari sini ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk melindungi Engkau, dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya

kaki-Mu jangan terantuk kepada batu. " Yesus menjawabnya, kata-Nya: "Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!" Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

103

Mendalami Kisah Kitab Suci 1. Setelah dibaptis oleh Yohanes, Yesus pergi ke padang gurun dan berpuasa selama 40 hari 40 malam. 2. Ketika itu Yesus menghadapi godaan dari setan, Ia tegas menolak dan mengatakan tidak terhadap godaan setan itu. Hal itu dapat dilihat dari jawaban Yesus atas godaan-godaan

setan itu, yaitu Ketika Yesus digoda untuk mengubah batu menjadi roti, Yesus mengatakan, “Manusia tidak hidup dari roti saja, tetapi juga dari firman Allah.” Kalau manusia melaksanakan perintah Tuhan, jiwa akan bahagia. 3. Ketika Yesus digoda untuk menjatuhkan diri dari bubungan Bait Allah, dan meminta para malaikat menatang-Nya agar kaki-Nya tidak terantu batu, Yesus juga mengatakan, “Jangan mencobai Allah”. Mencobai Allah berarti tidak sungguh-sungguh percaya pada Allah. 4. Pada godaan selanjutnya, yaitu Ketika Yesus diperlihatkan segala kerajaan dunia yang akan menjadi milik Yesus jika Ia mau menyembah setan, Yesus mengatakan bahwa manusia harus menyembah Tuhan. Menyembah Tuhan berarti mengakui bahwa manusia adalah ciptaan dan Allah adalah pencipta. Allah itu Mahabesar dan Mahakuasa. 5. Kita dapat belajar dari Yesus yang tetap setia kepada kehendak Allah Bapa dan menang terhadap godaanMotto setan. Membuat

Buatlah motto untuk menghindari godaan-godaan! Contoh: “ Lebih baik mati seribu kali daripada berbuat dosa satu kali” Refleksi 1. Apakah aku mampu menolak godaan-godaan setan?

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

104

Menyanyi TUHAN SEMAYAM DI HATIKU Madah Bakti No. 294 1. Tuhan semayam di hatiku, Santapan jiwaku, Dan menjadi air hidupku Penawar dahagaku. Walau

bahaya

menimpa

Tuhan

melindungi.

Tanpa

was-was

ku

berjalan,

Menempuh hidupku, Tanpa was-was ku berjalan Menempuh hidupku. 2. Tuhan meraja di anganku, Harapan citaku, Dan berjanji menemaniku, Menyegarkan hasratku. Walau derita ‘kan tiba Tuhan mendampingi. Segala cemas ‘kan musna, kuaman abadi. Segala cemas ‘kan musna, kuaman abadi.

Rangkuman 1. Semua orang pasti pernah mengalami godaan setan. Kita dapat mengatasi godaan-godaan setan itu jika tetap setia kepada Tuhan. 2. Yesuspun mengalami digoda oleh setan ketia berpuasa di padang gurun selama 40 hari. 3. Yesus mengalami tiga macam godaan, yaitu godaan pertama adalah mengubah batu menjadi roti, godaan kedua adalah menjatuhkan diri dari bubungan Bait Allah, dan godaan ketiga adalah menyembah setan. 4. Yesus menang terhadap godaan setan, dan tetap setia pada kehendak Bapa-Nya. 5. Yesus memberi teladan kepada kita untuk tidak mengikuti godaan-godaan setan tersebut. Caranya yaitu rajin berdoa, rajin belajar, dan berbuat kebaikkan setiap hari. 6. Jika kita mengikuti godaan setan hidup kita akan menderita, maka Yesus mengharapkan kita selalu melaksanakan perintah Tuhan dan menyembah Tuhan, maka kita akan bahagia.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

105

Doa Penutup Bapa yang Mahakasih Engkau menghendaki agar kami anak-anak-Mu selalu setia pada perintah-Mu. Bantulah kami bila jatuh dalam pencobaan. Jauhkanlah kami dari godaan-godaan setan yang dapat melemahkan iman. Demi Kristus pengantara kami. Amin.

Uji Kompetensi Tes tertulis/lisan 1. Di mana Yesus perpuasa? 2. Apa godaan-godaan yang dialami oleh Yesus? 3. Bagaimana jawaban Yesus terhadap godaan yang pertama?

4. Bagaimana jawaban Yesus terhadap godaan yang kedua? 5. Bagaimana jawaban Yesus terhadap godaan yang ketiga? 6. Apa yang dapat kamu teladani dari tindakan Yesus? 7. Bagaimana sikapmu apabila menghadapi godaan?

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

106

Pelajaran 17 Berdoa Kepada Allah

PETA KONSEP Makna doa.

Kisah Santa Theresia dari Avila.

Mendalami Injil Matius 6: 5-13

KARAKTER 1. 2. 3. 4.

Beriman Disiplin Bertanggung jawab Bersyukur

TUJUAN PEMBELAJARAN Pserta didik mampu: 1. Menjelaskan makna doa. 2. Mendalami Injil Matius 6: 5-13

3. Menceritakan kembali kisah Yesus mengajarkan doa “Bapa Kami” kepada para murid-Nya. 4. Menceritakan kisah Santa Theresia dari Avilla. 5. Membiasakan diri berdoa Bapa Kami dengan baik.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi pekerti Kelas II

107

Doa Pembukaan Bapa kami yang ada di surga. Dimuliakanlah nama-Mu. Datanglah kerajaan-Mu. Jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rejeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami. Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin.

Amatilah gambar di bawah ini! Ceritakan apa yang dilakukan oleh orang-orang pada gambar tersebut!

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi pekerti Kelas II

108

Banyak Orang Slalu Berdoa 1. Banyak orang slalu berdoa, Tapi hatinya hampa. Banyak orang memuji Allah, Namun hatinya marah. Dunia damai hanya tercapai, Jikalau kita mulai. Mengubah hati dengki dan iri, rela berkorban diri. 2. Mari kawan kita menyanyi, lagu cinta sejati. Jangan sampai menyimpan dendam, pada kawan dan lawan. Relakan hati damai Kembali. Mari sekarang mulai. Mengubah hati dengki dan iri, rela berkorban diri. https://sabda.org/gema/kategori/musik/lirik/cari_lirik?q=node/550/

Santa Theresia dari Avila

Theresia dilahirkan di Avila, Spanyol, pada tanggal 28 Maret tahun 1515. Sebagai seorang gadis kecil di rumah keluarganya yang kaya, Theresia dan kakaknya Rodrigo suka sekali membaca riwayat hidup para kudus dan para martir. Bagi mereka, tampaknya menjadi martir adalah cara mudah untuk dapat pergi ke surga. Oleh karena itu kedua anak tersebut secara diam-diam berencana untuk pergi ke tanah Moor. Sementara mereka menapaki jalan, berdoa

agar boleh wafat bagi Kristus. Tetapi, mereka belum jauh dari rumah ketika mereka bertemu dengan paman mereka. Seketika itu juga sang paman membawa mereka pulang ke pelukan ibunya yang sudah teramat cemas. Kemudian, Theresia dan kakanya bermaksud untuk menjadi pertapa di pekarangan rumah mereka. Rencana ini pun tidak berhasil. Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi pekerti Kelas II

109

Mereka tidak dapat mengumpulkan cukup banyak batu untuk membangun gubuk. Santa Theresia sendirilah yang menuliskan kisah masa kecilnya yang menggelikan itu. Namun demikian, ketika Theresia tumbuh menjadi seorang gadis remaja, ia berubah. Ia banyak membaca buku-buku novel dan kisahkisah roman hingga ia tidak punya banyak waktu lagi berdoa. Ia lebih banyak memikirkan cara merias serta mendandani dirinya agar tampak cantik. Tetapi, setelah ia sembuh dari suatu penyakit parah, Theresia membaca

sebuah buku tentang Santo Hieronimus yang hebat. Pada saat itu juga, ia bertekad untuk menjadi pengantin Kristus. Ketika menjadi seorang biarawati, amatlah susah bagi Theresia untuk berdoa. Selain itu, kesehatannya pun buruk. Ia menghabiskan waktunya setiap hari dengan mengobrol tentang hal-hal yang remeh. Suatu hari, di hadapan lukisan Yesus, ia merasakan suatu kesedihan yang mendalam bahwa ia tidak lagi mencintai Tuhan. Sejak itu, ia mulai hidup hanya bagi Yesus saja, tidak peduli betapa pun besarnya pengorbanan yang harus dilakukannya. Sebagai balas atas cintanya, Kristus memberikan kepada Santa Theresia karunia untuk mendengar-Nya berbicara. Ia juga mulai belajar berdoa dengan cara yang mengagumkan juga. Santa Theresia dari Avila terkenal karena mendirikan biara-biara Karmelit yang baru. Biara-biara tersebut dipenuhi oleh para biarawati yang rindu untuk hidup kudus. Mereka banyak berkorban untuk Yesus. Theresia sendiri memberi teladan kepada mereka. Ia berdoa dengan cinta yang menyala-nyala dan bekerja keras melakukan tugas-tugas biara. Santa Theresia adalah seorang pemimpin besar dan seorang yang sungguh-

sungguh mengasihi Yesus serta Gereja-Nya. Ia wafat pada tahun 1582 dan dinyatakan kudus oleh Paus Gregorius XV pada tahun 1622. Pada tahun 1970 Ia digelari Pujangga Gereja oleh Paus Paulus VI. https://ocdindonesia.org/ocd/karmelitana/st-teresa-dari-avila/

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi pekerti Kelas II

110

Pendalaman 1. Santa Theresia membaktikan seluruh hidupnya kepada Yesus, sehingga Yesus memberinya rahmat untuk dapat mendengar apa yang dibicarakan oleh Yesus. 2. Santa Theresia mengajarkan bahwa kita untuk memiliki kepercayaan yang besar akan kasih penyelenggaraan Tuhan bagi kita. 3. Ia menulis bahwa seseorang yang memiliki Tuhan, tidak kekurangan suatu apa pun. Tuhan saja sudah cukup. 4. Santa Theresia menjelaskan arti doa sebagai ungkapan hati, suatu pandangan sederhana ke surga, satu seruan syukur dan cinta kasih di tengah pencobaan dan di tengah kegembiraan. 5. Dalam Kitab Suci Yesus telah mengajar dan memberikan contoh bagaimana berdoa.

Hal berdoa Matius 6:5-15

"Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi pekerti Kelas II

111

Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu

yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang

tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan,

sebelum kamu minta kepada-

Nya. Karena itu berdoalah demikian : Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,

datanglah Kerajaan-Mu, jadilah

kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat . (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.) Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu. “

Pendalaman 1.

Yesus mengajarkan cara berdoa yang baik yaitu: berdoa tidak seperti orang munafik, berdoa ditempat yang sunyi atau sepi, berdoa kepada Bapa di tempat yang tersembunyi, dan berdoa dengan tidak bertele-tele.

2.

Yesus mengajarkan doa yang sangat indah kepada kita, yakni doa Bapa Kami.

3.

Dalam doa Bapa Kami, kita berbicara kepada Tuhan sebagai Bapa. Tuhan adalah Bapa dan kita adalah anak-anak-Nya, maka jika berdoa harus mengingat kepentingan Bapa, selain kepentingan kita sendiri. Dalam doa Bapa Kami kita memohon supaya nama Bapa dimuliakan, kerajaan-Nya tercipta di bumi, kehendakNya terlaksana dalam diri kita, Allah memberi rezeki yang cukup setiap hari, pengampunan atas dosa-dosa, dan dibebaskan dari pencobaan serta kejahatan. Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi pekerti Kelas II

112

Menulis Doa Tulislah doa Bapa kami dengan tulisan indah!

Refleksi

▪ Apakah aku sudah rajin berdoa?

▪ Apakah aku sudah berdoa dengan cara yang benar? ▪ Apakah aku sudah bisa berdoa Bapa Kami?

Rangkuman 1. Berdoa adalah berkomunikasi atau berbicara dengan Tuhan dan mendengarkan perkataan Tuhan. 2. Yesus mengajarkan kepada kita doa Bapa Kami. 3. Dalam doa Bapa Kami kita menyebut Tuhan sebagai Bapa. 4. Tuhan adalah Bapa dan kita adalah anak-anak-Nya.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi pekerti Kelas II

113

5. Dalam doa Bapa Kami, kita memohon:

1. Nama Bapa dimuliakan 2. Kedatangan kerajaan Allah 3. Kehendak-Nya terlaksana 4. Bapa memberi kita rezeki yang cukup setiap hari 5. Bapa mengampuni kesalahan kita 6. Bapa menjauhkan kita dari yang jahat

6. Yesus juga menasihati kita supaya dalam berdoa tidak bertele-tele dan tidak dipamerkan kepada orang lain, karena Bapa di surga mengetahui apa yang kita perbuat. Allah adalah Bapa yang Mahatahu dan Mahapenyayang.

Doa Penutup

Bapa di Surga, syukur kami sembahkan kepada-Mu Karena kami boleh menyebut Engkau sebagai Bapa Kami. Terimakasih pula Engkau telah mengajari kami doa Bapa kami, dan cara berdoa yang benar. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Uji Kompetensi Tes tertulis/lisan

1. Apa arti doa? 2. Bagaimana sikap kita waktu berdoa? 3. Bagaimana sikap doa yang diajarkan Yesus? 4. Apa saja permohonan dalam doa Bapa Kami? 5. Mengapa Yesus menasihati jangan bertele-tele dalam berdoa?

Yayasan tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi pekerti Kelas II

114

Pelajaran 18. Doa Pujian

PETA KONSEP

Makna doa Pujian.

Pujian kepada Tuhan.

Mendalami Injil Lukas 1:46-56.

KARAKTER 1. Besyukur 2. Beriman 3. Bertanggung jawab

TUJUAN PEMBELAJARAN Peserta didik mampu : 1. Menjelaskan makna doa pujian.

2. Membiasakan diri memuji Tuhan melalui perbuatan baik. 3. Menyusun doa Pujian.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

115

Doa Pembukaan Bapa yang Mahakasih. Kami berterimakasih Engkau menciptakan, memelihara dan mengatur seluruh alam semesta ini. Bimbinglag kami agar dapat selalu memuji dan memuliakan namaMu. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin

Alam Raya Karya Bapa

(MB. 352) 1. Alam raya karya Bapa bagi manusia. Megah dan perkasa, subur serta kaya. Hingga sluruh bangsa memuji padaNya. Hosana bagi Allah Bapa. 2. Manusia ciptaaNya , namun dicintaNya. Walaupun durhaka tak ditinggalkanNya. Hingga sluruh bangsa memuji padaNya. Hosana bagi Allah Bapa. 3. Putra Tunggal diutusNya, membebaskan kita. Wafat bagi kita, namun bangkit pula. Hingga sluruh bangsa , memuji padaNya. Hosana bagi Allah Bapa.

Amatilah gambar berikut!

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

116

Lihatlah alam yang luas dan indah, langit yang biru, rumput dan bunga yang begitu indah dengan warna-warni ada yang merah, kuning, dan ada yang putih. Tariklah nafas dalam-dalam, rasakan udara di sekitar kita yang kita hirup. Bisakah

manusia membuat semuaitu, tentu saja tidak bisa. Tuhanlah Penciptanya, seperti yang disampaikan pada lagu “Alam Raya karya Bapa”. Kita pasti kagum melihat ciptaanNya, maka sepantasnyalah kita selalu memuji Tuhan yang Mahakuasa. Sebab Tuhan telah memberikan seluruh alam semesta kepada manusia. Meskipun manusia berdosa, Allah tetap mencintainya, bahkan Ia mengutus Yesus Kristus untuk membebaskan dosa manusia.

Nyanyian Pujian Maria Lukas 1: 46-55. Bunda Maria sangat gembira, karena ia dipilih di antara semua wanita menjadi Bunda Yesus. Tuhan memilih seorang gadis desa yang miskin dan sederhana. Ia menyerahkan diri pada kehendak Tuhan. Maria mengunjungi Elisabeth sanak saudaranya. Di depan Elisabeth, Maria menyatakan kepada Allah: Jiwaku memuliakan Allah, dan hatiku bergembira karena Allah Juruselamatku Sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya Sesungguhnya mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia. Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

117

Karena yang Mahakuasa telah melakukan perbutan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus. Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia Ia

memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orangorang yang congkak hatinya Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari tahtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya Sepeti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.”

Pendalaman 1. Maria memuji dan memuliakan Allah karena Tuhan memilih Bunda Maria menjadi Bunda Yesus. 2. Bunda Maria menerima dan menyerahkan diri pada kehendak Tuhan. Ia berkata,”Aku ini hamba Tuhan. Terjadilah padaku menurut perkataan-Mu.” 3. Maria sangat kagum dengan perbuatan Allah, sehingga ia memuji Tuhan yang dikenal dengan “Magnificat ”.

4. Tuhan telah menciptakan alam yang indah untuk kita dan selalu memberikan cinta-Nya kepada kita. Karena itu kita sepantasnya selalu berdoa memuji Tuhan seperti Bunda Maria.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

118

Membuat Doa Buatlah doa pujian kepada Tuhan atas alam semesta!

Refleksi 1. Apakah aku selama ini selalu memuji Tuhan? 2. Bagaimana caraku memuji Tuhan?

Rangkuman 1.

Tuhan Mahapencipta. Tuhan menciptakan alam semesta untuk manusia.

2.

Alam yang luas, gunung yang tinggi, bunga yang indah, udara yang tidak pernah habis, dan sungai yang panjang.

3.

Kita sangat bergembira dan sepatutnya bersyukur dan memuji Tuhan atas segala ciptaan-Nya.

4.

Bunda Mariapun sangat bergembira dan memujimTuhan, Ia dipilih menjadi Bunda Yesus.

5.

Kita harus selalu berdoa dan memuji Tuhan seperti Bunda Maria

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

119

Doa Penutup Jiwaku memuliakan Allah, dan hatiku bergembira karena Allah Juruselamatku Sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya Sesungguhnya mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia Karena yang Mahakuasa telah melakukan perbutan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus. Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari tahtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah Ia melimpahkan segala

yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya Sepeti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.”

Uji Kompetensi Tes tertulis/lisan

Jawablah pertanyaan di bawah ini! 1. Apa makna doa pujian? 2. Siapa yang menciptakan alam semesta ini? 3. Mengapa Bunda Maria begitu gembira memuji Allah? 4. Mengapa kita memuji Allah? 5. Bagaimana cra kita memuji Tuhan?

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

120

Pelajaran 19. Doa Syukur PETA KONSEP Makna doa syukur

Doa syukur kepada Tuhan.

Mendalami pesan sabda Tuhan dalam Injil Lukas 17: 11-19

KARAKTER 1. Bersyukur 2. Peduli 3. Bertanggung jawab

TUJUAN PEMBELAJARAN Peserta didik mampu: 1. Menjelaskan makna doa syukur. 2. Menceritakan kembali kisah kelinci yang tidak tahu berterima kasih. 3. Menceritakan kembali kisah penyembuhan sepuluh orang kusta. 4. Membiasakan diri mengucap syukur atas kebaikan Tuhan. 5. Menyusun doa syukur.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

121

Doa Pembukaan

Tuhan Yesus terima kasih atas cinta dan semua anugerah-Mu. Engkau

memberi kami orang tua yang baik. Engkau juga memberi kami guru-guru dan teman-teman yang baik. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Trimakasih Seribu

1. Surya bersinar udara segar, terimakasih. Di tepi pantai ombak berderai, .terimakasih. Trimakasih seribu, (O' trimakasih seribu). Pada Tuhan Allahku, (O' pada Tuhan Allahku). Aku bahagia karna dicinta, terimakasih. 2. Melati wangi kutilang nyanyi, terimakasih. Serimba raya dengungkan lagu, terimakasih. Trimakasih seribu, (O' trimakasih seribu). Pada Tuhan Allahku, (O' pada Tuhan Allahku). Aku bahagia karna dicinta, terimakasih. 3. Hati manusia pandai mencinta, terimakasih. Setiap waktu bisik hatiku, terimakasih. Trimakasih seribu, (O' trimakasih seribu). Pada Tuhan Allahku, (O' pada Tuhan Allahku). Aku bahagia karna dicinta, terimakasih. 4. Panjatkan doa setinggi surga, terimakasih. Sepanjang masa terucap kata, terimakasih. Trimakasih seribu, (O' trimakasih seribu). Pada Tuhan Allahku. (O' pada Tuhan Allahku), Aku bahagia karna dicinta, terimakasih. Aku bahagia karna dicinta, terimakasih. Yayasan Tarakaniya, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

122

Membaca Kisah

Anjing yang menjadi petugas kebakaran

Anjing itu diberi nama Jake. Waktu masih kecil, Jake terjebak di dalam sebuah gudang yang terbakar. 75% tubuhnya terbakar.

Seolah tak ada harapan hidup, Jake

ditinggalkan begitu saja oleh pemiliknya di sebuah klinik. Para petugas kebakaran tergerak hatinya menyelamatkan Jake. Salah seorang di antaranya yang bernama William Linder memutuskan untuk membawa anjing tersebut ke rumah dan dirawatnya. Sebagai bukti kesetiaan dan membalas kebaikan para petugas pemadam kebakaran, Jake si anjing yang telah diselamatkan dan dirawat itu ikut jadi petugas pemadam kebakaran. https://www.liputan6.com/citizen6/read/2456147

Pendalaman

Setiap hari kita menerima kebaikan dari orang lain. Sudah sepantutnya jika kita menerima sesuatu kita mengucapkan terimakasih, seperti yang dilakukan Si Snjing. Si anjing yang telah diselamatkan

dari

kebakaran

oleh

tim

pemadam

kebakaran

itu

menyampaikan

terimakasihnya kepada mereka dengan membatu menjadi petugas pemadam kebakaran. Banyak cara dapat dilakukan untuk menyampaikan terimakasih atas kebaikkan orang lain kepada kita.

Kesepuluh orang kusta (Lukas 17:11-19) Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem

Yesus menyusur perbatasan Samaria dan

Galilea. Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh dan berteriak: "Yesus, Guru, kasihanilah kami!" Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

123

Lalu Ia memandang mereka dan berkata: "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imamimam. " Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir. Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah

dengan suara nyaring, lalu

tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya . Orang itu adalah seorang Samaria. Lalu Yesus berkata: "Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?" Lalu Ia berkata kepada orang itu: "Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau. “

Pendalaman 1. Yesus menyembuhkan 10 orang sakit kusta. Orang terkena sakit kusta biasanya dianggap najis, kotor, dan penyakitnya menular sehingga dijauhi oleh orang lain. 2. Pada waktu itu untuk penyakit kusta belum ada obatnya. Mereka dapat sembuh bila mengalami mukjizat.

3. Ketika mereka mendengar Yesus akan lewat, mereka menghadap Yesus untuk minta disembuhkan. 4. Yesus minta supaya mereka pergi kepada imam-imam, dalam perjalanan mereka sembuh. Tetapi hanya satu orang saja yang kembali kepada Yesusuntuk berterimakasih, yaitu oran Samaria. Sedangkan yang Sembilan orang lainnya tidak kembali kepada Yesus untuk berterimakasi. Mereka tidak tahu berterimakasih. 5. Mereka diminta menunjukkan diri kepada imam-imam agar mereka diterima kembali oleh masyarakat dan dapat beribadat kembali.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

124

Membuat Doa Buatlah doa syukur kepada Tuhan atas segala yang diberikan !

Refleksi Apakah aku selalu bersyukur kepada Tuhan atas segala yang didapatkan?

Rangkuman 1. Tuhan sangat baik dan sangat mencintai kita. 2. Tuhan selalu melindungi, memelihara, dan menyelamatkan kita, Ia memberikan orangtua, guru, dan teman-teman yang baik. Kita sudah sepatutnya berterima kasih kepada Tuhan atas segala anugerah-Nya seperti yang dilakukan orang Samaria yang telah diembuhkan dari sakit kusta.

3. Sepuluh orang sakit kusta dalah Lukas 17:11-19 itu tidak hanya disembuhkan secara fisik namun juga secara rohani dan sosial, yaitu Yesus menyuruh mereka menunjukkan diri kepada para imam agar dapat diterima kembali oleh masyarakat dan agar dapat beribadat kembali di Bait Allah. Namun saying yang berterima kasih hanya satu orang yaitu orang Samaria. Kita sudah sepantasnya selalu berterima kasih kepada Tuhan atas segala yang kita terima seperti orang Samaria itu.

Yayasan tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

125

Doa Penutup Ya Bapa yang Mahabaik, kami bersyukur atas segala yang Kau berikan kepada kami. Bimbinglah kami agar selalu ingat akan cinta dan kebaikkan-Mu melalui orang tua, sesama, pengalaman-pengalaman hidup dan alam semesta, sehingga kami selalu bersyukur kepada-

Mu. Demi Kristus pengantara kami. Amin.

Uji kompetensi Tes tertulis/lisan Jawablah ! 1. Apa makna doa syukur?

2. Siapa yang minta disembuhkan kepada Yesus? 3. Mengapa hanya orang Samaria yang kembali kepada Yesus untuk berterima kasih? 4. Bagaimana sikapmu apabila mendapat pertolongan dari orang lain? 5. Bagaimana cara mengucapkan terima kasih kita kepada Tuhan?

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

126

Pelajaran 20 Doa Permohonan

PETA KONSEP

Arti doa permohonan

Ajaran Yesus tentang hal pengabulan doa

Mendalami Sabda Tuhan dalam Injil Lukas 7:7-11

KARAKTER 1. Beriman 2. Peduli 3. Jujur

TUJUAN PEMBELAJARAN Peserta didik mampu: 1. Menjelaskan makna doa permohonan. 2. Menunjukkan ajaran Yesus tentang hal pengabulan doa.

3. Menyusun doa permohonan.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

127

Doa pembukaan Bapa yang Mahakasih, terimakasih Engkau selalu mengasihi setiap orang yang datang memohon kepada-Mu. Kami percaya Engkau juga mendengarkan permohonan dan mengabulkan kami. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Yesus Tuhan dan Allahku Yesus Tuhan dan Allahku, aku memohon pada-Mu. Jagalah ayah ibuku dalam mengasuh aku anak-Mu. Yesus Tuhan Allahku, Yesus mohon rahmatMu Yesus Tuhan dan Allahku, aku memohon pada-Mu. Bimbinglah para guruku dalam mendidik aku anak-Mu. Yesus Tuhan Allahku, Yesus mohon rahmatMu. Yesus Tuhan dan Allahku, aku memohon pada-Mu. Tuntunlah aku anak-Mu agar s'lalu setia pada-Mu. Yesus Tuhan Allahku, Yesus mohon rahmat-Mu

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

128

Surat Beppo Ada seorang anak kecil berusia delapan tahun. Ia bernama Beppo. Ayah dan ibunya sangat miskin. Mereka tinggal di suatu kota kecil bernama Arcole di Italia. Selain Beppo, keluarga itu mempunyai lima anak lagi. Mereka tinggal berhimpit-himpitan di dalam rumahnya yang kecil dan sederhana. Mereka selalu kekurangan makanan dan pakaian. Pada suatu hari, pulang dari sekolah, Beppo membeli sebuah balon dan mendaki bukit di dekat rumahnya. Di puncak bukit itu ia menulis surat yang ditujukan kepada Bapa Allah. Beppo menulis: Bapa yang Terkasih, Beppo dan kakak-adik Beppo sangat miskin. Kami selalu kekurangan makanan dan pakaian. Musim dingin sudah dekat. Apakah Bapa Allah bisa

mengirimkan beberapa potong pakaian? Walaupun pakaian bekas, kami akan sangat senang menerimanya. Hormat saya, Beppo.

Beppo melipat suratnya, diikatnya pada balon itu, lalu dilepaskannya ke udara. Balon bersama surat itu naik sampai menghilang di langit biru. Beberapa hari kemudian, ketika Beppo belum juga mendapat jawaban dari Bapa Allah, ia membeli lagi sebuah balon, mendaki bukit, menulis surat kepada Bapa Allah, dan melepaskan balon itu sampai menghilang di langit biru. Ketika belum juga mendapat jawaban dari Allah Bapa, Beppo bertekad untuk menulis suratnya seminggu sekali. Akhirnya Allah Allah menjawab surat Beppo. Pada suatu hari, Beppo mendapat sebuah paket yang cukup besar dari kantor pos. Isi paket itu adalah beberapa potong pakaian baru untuk Beppo dan saudarasaudaranya. Beppo segera lari ke puncak bukit. Di sana ia berlutut menengadah ke langit biru dan mengucapkan terima kasih kepada Bapa Allah. (dari Percikan kisah-kisah Anak manusia hal 316-317)

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

129

Mendalami Kisah

1. Apa yang diminta Beppo kepada Tuhan? 2. Apakah doanya dikabulkan? 3. Mengapa doanya dikabulkan Tuhan? 4. Bagaimana Tuhan mengabulkan doa Beppo? Bagaimana Allah Bapa mengabulkan permintaan Beppo? Pada suatu hari, seorang bapak yang cukup kaya berjalan-jalan di taman kota Arcole. Secara kebetulan, ia melihat sebuah balon yang sudah kempis dengan surat yang terikat padanya. Hatinya tergerak setelah membacanya. Lalu ia berpikir: ‘Saya bisa berperan sebagai pengganti Allah Bapa dalam kehidupan Beppo. lalu bapak yang baik hati itu mengirim paket yang berisi pakaian seperti yang diinginkan Beppo.

Membaca Kisah Kitab Suci Yesus menyembuhkan hamba seorang perwira di Kapernaum

(Lukas 7:1-10)

Setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak, masuklah Ia ke Kapernaum. Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati. Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

130

Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya: "Ia layak Engkau tolong, sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami.“ Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: "Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku; sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang

kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya." Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!" Dan setelah orang-orang yang disuruh itu kembali ke rumah, didapatinyalah hamba itu telah sehat kembali. Mendalami Sabda Tuhan 1. Perwira Romawi yang bernama Kornelius memohon kepada Yesus untuk menyembuhkan hambanya yang sedang sakit. 2. Ketika Yesus dalam perjalanan ke rumah Perwira itu, ia merasa dirinya tidak pantas jika Yesus datang ke rumahnya. Maka ia meminta sahabat-sahabatnya untuk menyampaikan kepada Yesus agar menyembuhkan dari jauh pasti hamba perwir itu akan sembuh. 3. Perkataan perwira Romawi itu : "Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak

menerima Tuan di dalam rumahku; sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Yesus sangat kagum terhadap perwira itu, sebab ia memohon kesembuhan hambanya dengan penuh iman dan kepercayaan kepada Yesus. Sehingga

Yesus

mengabulkan permohonannya. Dan hamba perwira itu sembuhlah. Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

131

Membuat Doa Tulislah doa permohonanmu!

Refleksi Apakah aku selalu berdoa dan memohon bantuan kepada Tuhan?

Rangkuman

1.

Setiap saat diharapkan kita selalu berdoa dan memohon bantuan kepada Tuhan.

2.

Kita harus bertekun dalam doa. Melalui doa permohonan kita dapat meminta sesuatu kepada Tuhan.

3.

Ketika berdoa kita diharapkan berdoa dengan penuh iman dan kepercayaan kepada Tuhan seperti yang dilakukan oleh perwira Kornelius.

4.

Kita memohon kepada Tuhan dengan tulus dan rendah hati

5.

Perwira Kornelius bukan orang Yahudi melainkan orang Romawi, tetapi ia dating kepada Yesus agar Yesus menyembuhkan hambanya yang sakit.

6.

Yesus menyembuhkan hamba perwira Kornelius karena perwira itu memohon dengan tulus, rendah hati dan dengan penuh iman kepada Yesus.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

132

Doa Penutup Ya Tuhan yang Mahabaik, terimakasih kami sudah belajar untuk menyampaikan permohonan kepada-Mu dengan penuh kepercayaan dan iman seperti perwira Kornelius. Bimbinglah kami agar tekun berdoa. Demi kristus Tuhan kami. Amin

Uji Kompetensi Jawablah ! 1. Apa yang disebut doa permohonan? 2. Mengapa Yesus kagum kepada perwira Romawi (Luk 7:1-10)?

3. Apa yang dikatakan perwira Romawi itu ketika Yesus dalam perjalanan ke rumahnya? 4. Mengapa Yesus mengabulkan permohonan perwira Romawi itu? 5. Bagaimana seharusnya kita menyampaikan doa permohonan kepada Tuhan?

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

133

Pelajaran 21. Tempat Tinggalku

PETA KONSEP

Fungsi tempat tinggal

Merawat tempat tinggal

Doa syukur kepada Tuhan

Mendalami Kitab Kejadian 12:1-9

KARAKTER 1. Peduli 2. Bersyukur 3. Bertanggung jawab

TUJUAN PEMBELAJARAN Peserta didik mampu: 1. Menjelaskan fungsi tempat tinggal. 2. Mendalami Kitab Kejadian 12:1-9. 3. Membiasakan diri merawat tempat tinggal. 4. Membuat doa syukur atas anugerah tempat tinggal.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

134

Doa Pembukaan Ya Bapa yang baik, terimakasih Engkau memberikan

tempat tinggal kepada setiap makhluk. Berkatilah tempat tinggal kami supaya di tempat tinggal kami ini kami dapat melaksanakan perinta-Mu. Demi kristus pengantara kami. Amin.

Paman Datang Kemarin paman datang. Pamanku dari desa. Dibawakannya rambutan, pisang. Dan sayur-mayur segala rupa. Bercrita paman tentang ternaknya. Berkembang biak semua.

Padaku, paman berjanji. Mengajak libur di desa. Hatiku girang, tidak terperi . Terbayang sudah aku di sana. Mandi di sungai, turun ke sawah.Menggiring kerbau ke kandang

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

135

Setiap orang mempunyai tempat tinggal atau rumah. Di rumah kita belajar, berdoa dan bermain. Rumah menjadi tempat berlindung dari panas matahari dan hujan. Rumah menjadi tempat berkumpul bersama keluarga. Setiap orang juga mempunyai alamat rumah sehingga

memudahkan orang untuk menemukan rumahnya.Tempat tinggal juga dapat

membentuk kebiasaan seseorang.

Abram dipanggil Allah Kejadian 12:1-9

Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu saudaramu dan dari rumah

bapamu ini ke negeri

dan dari sanak

yang akan Kutunjukkan

kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang

mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat . Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN

kepadanya, dan Lot pun ikut

bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran. Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

136

Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang

yang diperoleh mereka di Haran; mereka

berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ. Abram berjalan melalui negeri itu sampai ke suatu tempat dekat Sikhem, yakni pohon tarbantin di More. Waktu itu orang Kanaan diam di negeri itu. Ketika itu TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman: "Aku akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu." Maka didirikannya di situ mezbah bagi TUHAN yang telah menampakkan diri kepadanya. Kemudian ia pindah dari situ ke pegunungan di sebelah timur Betel. Ia memasang kemahnya dengan Betel di sebelah barat dan Ai di sebelah timur, lalu ia mendirikan di situ mezbah bagi TUHAN dan memanggil nama TUHAN. Sesudah itu Abram berangkat dan makin jauh ia berjalan ke Tanah Negeb.

Mendalami Sabda Tuhan 1. Nama Abram artinya keturunan luhur. 2. Abram dan istrinya Sara serta keluarganya sebagai penggembala hidup berpindah-pindah. 3. Ketika mereka berpindah-pindah tempat tinggal mengalami banyak ancaman seperti cuaca buruk, dan binatang buas yang mengancam keselamatan mereka. 4. Tuhan memanggilnya untuk pindah dari tempat tinggalnya itu menuju negeri yang ditunjukkan Tuhan, yaitu negeri Kanaan. 5. Abram menuruti perintah Tuhan, ia memiliki tempat tinggal yang tetap di negeri Kanaan. Di situ ia mempunyai banyak keturunan sehingga menjadi bangsa yang besar.

6. Kesetiaan Abram kepada Tuhan menjadikannya sebagai bapa bangsa yang besar sehingga ia berganti nama menjadi Abraham. 7. Negeri Kanaan selalu dirawat dan dijaga agar menjadi tempat tinggal yang nyaman dan damai. Juga dijaga dari musuh yang ingin merebut tanah itu.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

137

Membuat doa Buatlah doa syukur atas tempat tinggal!

Refleksi 1. Apakah aku sudah menjaga dan merawat tempat tinggalku? 2. Apa yang akan aku lakukan agar tempat tinggalku nyaman, aman dan damai?

Rangkuman 1.

Tempat tinggal merupakan salah satu tanda pengenal seseorang. Tempat tinggal juga membentuk pertumbuhan dan perkembangan seseorang.

2.

Di tempat tinggalnya seseorang dapat berkumpul seluruh anggota keluarganya dan menata seluruh kehidupannya. Maka tempat tinggal perlu dijaga dan dirawat agar menjadi nyaman, tentram, dan damai. Kitapun diharapkan bersyukur karena mempunyai tempat tinggal.

3.

Abraham diberi tempat tinggal oleh Tuhan yaitu negeri Kanaan. Di situlah ia Bersama keluarganya menata kehidupan, sehingga ia mempunyai banyak keturunan dan menjadi bangsa yang besar.

4.

Abraham dan keturunannya bersyukur karena diberi tempat tinggal dengan merawat dan menjaga negeri Kanaan dari segala ancaman dan musuh, sehingga mereka mengalami kesejahteraan dan kedamaian.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

138

Doa Penutup

Bapa yang baik terimakasih atas pembelajaran hari ini. Kami bersyukur karena hari ini dapat belajar dari Abraham untuk selalu merawat dan menjaga tempat tinggal agar menjadi nyaman ditinggali. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Uji Kompetensi

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar! 1. Apa manfaat tempat tinggal bagi kita? 2. Bagaimana cara merawat tempat tinggal agar nyaman ditinggali? 3. Mengapa Tuhan memanggil Abraham? 4. Mengapa Tuhan memberikan negeri Kanaan kepada Abraham? 5. Bagaimana cara Abraham menjadikan negeri Kanaan menjadi tempat tinggal yang aman dan nyaman ditinggali?

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

139

Pelajaran 22. Tetanggaku

PETA KONSEP

Tetangga dengan keluarganya

Bekerja sama dengan tetangga

Mendalami Kitab Ams 13: 20; Ams 22:2425; Ams 27:10

KARAKTER 1. Beryukur 2. Bekerja sama 3. Peduli

TUJUAN PEMBELAJARAN Peserta didik mampu:

1. Menyebutkan nama-nama tetangga dan keluarganya. 2. Menjelaskan bentuk –bentuk kerja sama dengan tetangga. 3. Membiasakan diri bekerja sama dengan tetangga.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

140

Doa pembukaan Terimakasih Bapa yang Maha baik, Engkau menganugerahkan kepada kami tetangga. Berilah kami rahmat kesehatan dan keselamatan, sehingga dapat hidup bersama dan selalu memuliakan namaMu. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Amatilah gambar-gambar di bawah ini! Manakah yang merupakan contoh hidup bertetangga?

A

C

B

D

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

141

SALING CINTA

1. Ayah ibu saudara kami cinta, teman dan orang lain kami cinta. Kami saling membantu, karna cinta, di dalam apa saja saling cinta.

2. Orang lain yang susah kami hibur, siapa saja susah, kami hibur. Di dalam apa saja, kami rela, tolong siaja saja karna cinta.

Menggali Pengalaman Hidup Tulislah nama tetanggamu! 1. Tetangga yang tinggal di depan rumah saya adalah keluarga......................................... Anggota keluarganya adalah: a. ………………………………….

c. …………………………………….

b. ………………………………….

d. ……………………………………

2. Tetangga yang tinggal di kiri rumah saya adalah keluarga... ………………………. Anggota keluarganya adalah: a. ……………………………………………………….

c.

………………………………………………… b. ……………………………………………………….

d.

………………………………………………… 3. Tetangga yang tinggal di kanan rumah saya adalah keluarga................................ Anggota keluarganya adalah: a.……………………………………………………….. c. ……………………………………………….. Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II b.…………………………………………………………d. ……………………………………………….

142

Membaca Sabda Tuhan Amsal 13:20 Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang.

Amsal 22:24-25 Jangan berteman dengan orang yang lekas gusar, jangan bergaul dengan seorang pemarah, supaya engkau jangan menjadi biasa dengan tingkah lakunya dan memasang jerat bagi dirimu sendiri.

Amsal 27:10 Jangan kautinggalkan temanmu dan teman ayahmu. Jangan datang di rumah saudaramu pada waktu engkau malang. Lebih baik tetangga yang dekat dari pada saudara yang jauh.

Mendalami Sabda Tuhan 1. 2.

3. 4. 5. 6.

Dalam kitab Amsal memberi nasehat kepada kita bahwa tetangga dekat lebih baik dari pada saudara jauh. Kita juga diingatkan bahwa berteman dengan orang bijak membuat kita bijak juga, berteman denga yang suka marah akan membuat kita ikut marah. Tetangga yang baik akan membuat kita baik. Teman sangat berperan penting dalam petumbuhan danperkembangan kita. Kita membutuhkan orang lain, dan orang yang pertama membantu adalah tetangga dan teman dekat. Dengan tetangga, kita harus saling menghormati, saling bekerjasama. Kerjasama dengan tetangga sangat berguna. Kerjasama dapat menambah keakraban antar tetangga. Kerja sama membuat pekerjaan jadi cepat selesai, pekerjaan yang berat menjadi ringan, dan memupuk kerukunan sehingga lingkungan menjadi aman.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

143

Membuat Doa Buatlah doa syukur atas tetangga yang baik!

Refleksi 1. Bagaimana hubunganku dengan tetangga ? 2. Pernahkah aku bersyukur atas tetangga yang baik? 3. Apa yang telah aku lakukan untuk tetanggaku? Rangkuman

1. Orang yang tinggal di sekitar rumah kita disebut tetangga. Rumah tetangga bisa di sebelah kiri, kanan, depan, atau belakang rumah kita. 2. Dengan tetangga, kita harus saling menghormati, saling bekerjasama, karena dengan bekerja sama dapat menambah keakraban antar tetangga dan membuat pekerjaan jadi cepat selesai, pekerjaan yang berat menjadi ringan. Kerja sama juga dapat memupuk kerukunan sehingga lingkungan menjadi aman. 3. Kita harus saling menghormati, tidak membeda-bedakan suku, agama dalam hidup bertetangga, dan harus berbuat baik pada tetangga.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

144

Doa Penutup Syukur kami panjatkan kepada-Mu ya Bapa yang baik, karena hari ini kami dapat belajar untuk hidup bertetangga yang baik. Berilah rahmat Kesehatan kepada semua tetangga kami, sehingga kami dapat saling bekerja sama. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin

Uji Kompetensi Tes tertulis/lisan. Jawablah! 1. Siapa yang disebut tetangga? 2. Bagaimana sikap kita terhadap tetangga menurut kitab Amsal 27:10? 3. Bagaimana sikapmu terhadap tetangga? 4. Tuliskan manfaat kerja sama dengan tetangga? 5. Apa nasehat yang disampaikan kepada kita dalam Amsal 13:20 dan Amsal 22:24-25?

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

145

Pelajaran 23. Hidup Rukun dengan Tetangga

PETA KONSEP

Manfaat hidup rukun

Doa untuk kerukunan hidup

Kegiatan dalam masyarakat.

Mendalami Kitab Mazmur 15:1-5

KARAKTER 1. Bersyukur 2. Bekerja sama 3. Bertanggung jawab 4. Peduli

TUJUAN PEMBELAJARAN Peserta didik mampu : 1. Menjelaskan manfaat hidup rukun dengan tetangga. 2. Membiasakan diri hidup rukun dengan tetangga. 3. Menyusun doa untuk kerukunan hidup bersama. 4. Melibatkan diri dalam kegiatan masyarakat.

5. Memahami pesan atau makna yang terkandung dalam Kitab Mzm 15:1-5 untuk kehidupan sehari-hari.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

146

Doa Pembukaan Bapa yang maha baik kami bersyukur dikaruniai tetangga-tetangga yang baik. Jagalah kami agar kami tetap hidup rukun dan saling menghormati satu sama lain walaupun di antara kami banyak perbedaan. Demi kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.

ALANGKAH BAHAGIANYA do=d 4/4 T=104 MB-530 (PS-619) Alangkah bahagianya hidup rukun dan damai di dalam persaudaraan bagai minyak yg harum Alangkah bahagianya hidup rukun dan damai Ibarat embun yg segar pada pagi yg cerah laksana anggur yg lezat kan pemuas dahaga Alangkah bahagianya hidup rukun dan damai Begitulah berkat Tuhan dengan berlimpah ruah turun ke atas mereka kini dan selamanya Alangkah bahagianya hidup rukun dan damai.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

147

Menggali Pengalaman Hidup Permainan “ Samson dan Delila.” Aturan permainan: a. Jika Samson bertemu singa, yang menang Samson

b. Jika Samson bertemu Delila, yang menang Delila c. Jika Delila bertemu singa, yang menang singa Gaya masing-masing peran: a. Samson: bergaya bak binaragawan yang sedang memamerkan otot lengan dan dada sambil menghentakkan kaki serta bergumam:” mmmhh...” b. Delila: bergaya melambaikan tangan dengan genit sambil berkata: “hai...” c. Singa: bergaya mau menyerang dengan tangan siap menerkam sambil mengaum:”aummm...” Penentuan pemenang: a. Memperagakan gerakan sesuai aturan. b. Kompak. Cara bermain: a.

Peserta didik dibagi atas dua kelompok dan sudah siap dalam barisan dan guru

memberikan contoh dengan memperagakan gaya Samson, Della, dan singa. b.

Kelompok diminta untuk memikirkan gaya siapa yang akan disajikan, dan gaya ini harus dirahasiakan terhadap kelompok lawan.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

148

c. Setelah kelompok siap, guru menghitung satu, dua, tiga. Pada hitungan ketiga semua kelompok sudah memperagakan gayanya. berdasarkan gaya yang ditampilkan masingmasing kelompok ini, guru dapat menentukan siapa yang kalah dan siapa yang menang. Kelompok yang tidak kompak gayanya dinyatakan kalah. d. Setiap kelompok yang menang diberi skor 100.

e. Setelah permainan berakhir guru menjumlahkan nilai masingmasing kelompok dan akan terlihat kelompok mana yang menang. f. Setelah permainan berakhir semua peserta didik kembali ketempat duduk masing-masing. Pendalaman Permainan 1. Apa yang dirasakan dalam permainan tadi? 2. Bagaimana perasaan kelompok yang menang? Mengapa? 3. Bagaimana perasaan kelompok yang kalah? Mengapa? Dalam setiap permainan ada yang menang dan ada yang kalah itu merupakan hal yang biasa. Tetapi mengapa bisa kalah dan mengapa bisa menang. Yang menang adalah mereka yang mendengarkan pemimpinnya, taat aturan dan kompak. Sebaliknya kelompok yang kalah, mau mendengarkan pemimpinnya tetapi tidak mengikuti aturan dan tidak kompak. Karena itu kita harus taat aturan, kompak, rukun dengan orang lain. Demikian juga dalam hidup bertetangga, kita harus selalu rukun dan damai.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

149

• Amatilah gambar berikut! • Ceritakan suasana pada gambar tersebut!

A

C

B

D

Membaca Sabda Tuhan Mazmur 15:1-5 TUHAN, siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu ? Siapa yang boleh diam di gunung-Mu yang kudus? Yaitu dia yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya, yang tidak menyebarkan fitnah dengan lidahnya, yang tidak berbuat jahat terhadap temannya dan yang tidak menimpakan cela kepada tetangganya; yang memandang hina orang yang tersingkir, tetapi memuliakan orang yang takut akan TUHAN; yang berpegang pada sumpah, walaupun rugi; yang tidak meminjamkan uangnya dengan makan riba dan tidak menerima suap melawan orang yang tak bersalah. Siapa yang berlaku

demikian, tidak akan goyah selama-lamanya.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

150

Mendalami Sabda Tuhan 1. Orang yang boleh tinggal bersama Allah adalah orang yang berbuat baik kepada sesama terutama kepada tetangganya 2. Mereka adalah orang-orang yang tidak bercela, adil, jujur, tidak memfitnah, tidak mencari keuntungan dari tetangganya, tdan idak menerima suap. 3. Dengan tetangga saling berbuat baik , saling membantu dan tidak saling mencela sehingga

tercipta hidup rukun

Membuat Doa Buatlah doa syukur atas hidup rukun dengan tetangga!

Refleksi 1.

Sudahkah aku rukun dengan keluarga, teman dan tetanggaku?

2.

Apa yang aku rasakan jika antar tetangga saling berbuat baik?

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

151

Rangkuman 1. Hidup rukun dengan tetangga diwujudkan dengan saling membantu, dan saling berbuat baik 2. Jika kita rukun dengan tetangga maka akan merasa senang dan damai. 3. Dengan hidup rukun maka kita akan diterima tinggal di kemah Tuhan. 4. Kita harus selalu rukun dengan tetangga agar hidup Bahagia dan damai. 5. Kita patut bersyukur atas anugerah hidup rukun dengan tetangga.

Doa Penutup Tuhan, jadikanlah aku pembawa damai. Bila terjadi kebencian, jadikanlah aku pembawa cinta kasih. Bila terjadi penghinaan, jadikanlah aku pembawa pengampunan. Bila terjadi perselisihan, jadikanlah aku pembawa kerukunan. Bila terjadi kebimbangan, jadikanlah aku pembawa kepastian. Bila terjadi kesesatan, jadikanlah aku pembawa kebenaran. Bila terjadi kecemasan, jadikanlah aku pembawa harapan. Bila terjadi kesedihan, jadikanlah aku sumber kegembiraan. Bila terjadi kegelapan, jadikanlah aku pembawa terang. Tuhan, semoga aku lebih ingin menghibur daripada dihibur, memahami daripada dipahami, mencintai daripada dicintai. Sebab dengan memberi kami menerima, dengan mengampuni kami diampuni. Dengan mati suci kami bangkit lagi untuk hidup selama-lamanya. Amin.

(Doa Santo Fransiskus Asisi)

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

152

Uji Kompetensi

Tes tertulis/lisan 1. Bagaiman jadinya jika dengan tetangga tidak saling rukun? 2. Mengapa kita perlu menjaga kerukunan dalam hidup bertetangga?

3. Bagaimana sikap kita dalam menjaga kerukunan? 4. Apa pesan yang disampaikan dalam kitab Mazmur 15:1-5?

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

153

Glosarium

Adat Istiadat

: kebiasaan yang dilakukan secara turun temurun

Anugerah

: pemberian, karunia

Bait Allah

: tempat ibadat agama Yahudi

Berbohong

: mengatakan sesuatu yang tidak benar

Bergaul

: berteman

Bergotong royong Bersama

: bekerja sama melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan

Bersabda

: berkata, berbicara (untuk Tuhan, nabi, dan raja)

Berkunjung

: bertamu untuk melihat keadaan

Bersyukur

: berterimakasih kepada Tuhan

Bertetangga

: mempunyai ttangga

Binasa

: musnah, hancur

Celik

: dapat melihat

Dicobai

: diuji

Hidup kekal

: hidup Bersama Allah selama-lamanya

Kerajaan Allah

: Allah hadir menyelamatkan manusia

Magnifikat

: Nyanian Pujian Maria

Menengadah

: memandang ke atas

Mezbah

: meja persembahan

Orang kudus

: orang yang hidupnya suci di hadapan Tuhan

Teladan

: perbuatan yang panta ditiru

Wafat

: mati, meninggal

Wujud

: bentuk, rupa

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

154

Daftar Pustaka

De Mello, Antoni, SJ. 1990. Doa Sang Katak I. Yogyakarta: Kanisius. Fernandes Cosmas, Fr, SVD. 1996. 50 Cerita Bijak. Yogyakarta: Kanisius. Heuken, SJ. A. 2002. Ensiklopedi Orang Kudus. Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 2016. Silabus Mata Pelajaran Sekolah Dasar (SD), Mata pelajaran Pendidikan Agama katolik dan Budi Pekerti, Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Komisi Liturgi KWI. 1992. Puji Syukur. Buku Doa dan nyanyian Gerejawi. Jakarta: Obor. Komkat KWI. 2018. Belajar Mengenal Yesus. Pendidikan Agama Katolik untuk SD Kelas II.Yogyakarta: Kanisius. Konferensi Waligereja Indonesia. 1996. Iman Katolik-Buku Informasi dan Referensi. Yogyakarta: Kanisius. Lalu Pr., Yosef. Komisi Kateketik KWI. 2005. Percikan Kisah-Kisah Anak Manusia. Jakarta: Komisi Kateketik KWI. Lembaga Biblika Indonesia. 2016. Alkitab Deuterokanonika. Jakarta: Lembaga Biblika Indonesia. Muchlis, BA. 2010. Lagu untuk Anak-anak. Jakarta: Pustaka Melodia. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Pusat Musik Liturgi. 2006. Madah Bakti. Buku Doa dan Nyanyian. Yogyakarta: Pusat Musik Liturgi. Susanto, Harry, SJ (penerjemah). 2009. Kompendium Katekismus Gereja Katolik. Yogyakarta: Kanisius. YIS Production De Graaf, Anne. 1997. Kitab Suci untuk Anak-Anak. Yogyakarta: Kanisius. De Mello, Antoni, SJ. Burung Berkicau I. Yogyakarta: Kanisius.

Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II

155