Data Loading...
Akbar Edisi 224 Flipbook PDF
Akbar Edisi 224
141 Views
103 Downloads
FLIP PDF 5.21MB
Kaleidoskop 2016
Istimewa
Prestasi Kabupaten Tuban 2016
Nicky Astria “Merdukan” HJT Ke-723
Gema HJT Ke-723
Cermin
Selenggarakan Nikah Massal
Selamat Tinggal Tahun Jungkir Balik
Media KOMUNIKASI PEMKAB
No. 224 n Tahun XX
DESEMBER 2016
H. M. Miyadi, SAg, MM (Ketua DPRD Kabupaten Tuban) Sekda Kabupaten Tuban Dr. Ir. Budi Wiyana, MSi Drs. Teguh Setyobudi, MM Setda Kabupaten Tuban)
Arman Mitra, S.IP Hermanto, SH (Kasubag Publikasi) Distribusi/Logistik: Angel Pramitasari, S.Ikom, Chairul Malik, Wasis
Redaksi menerima kiriman naskah, opin i, cerpen, dongeng, features dan bentuk tulisan lain sesuai mis i Majalah Akbar. Naska h maksimal 3 halaman kuarto, dikirim ke alam at email Majalah Akbar . Redaksi berhak menge dit sepanjang tidak mengubah isi.
2
No. 224 n Desember 2016
S LSM PBRT Saya salut, sepakat dan mendukung LSM Peduli Birokrasi Ronggolawe Tuban (PBRT) yang telah memberikan masukan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban untuk merotasi pegawai-pegawai khususnya yang telah bekerja lama pada satu tempat, seperti di Kecamatan dan Kelurahan. Rakyat menanti gebrakan selanjutnya, sehingga pungli dan KKN dapat diberantas dari Bumi Wali. (Handoko IsmanSidorejo Tuban) Terima kasih atas masukan dan evaluasinya. Pemkab Tuban mempunyai beberapa kebijakan terkait penataan birokrasi dan senantiasa berupaya meningkatkan kompetensi dan profesionalis Pegawai Negeri Sipil (PNS). Mutasi atau rolling merupakan salah satu upaya untuk mengoptimalkan kinerja dan mencegah terjadinya kesalahan-kesalahan (mal administrasi/penyalahgunaan wewenang) PNS yang terlalu lama menduduki atau bekerja di suatu institusi. (Sekda Tuban)
URAT PEMBACA
memiliki parameter dan indikator dalam evaluasi terkait pungli. Sesuai instruksi dari Pemerintah Pusat, Pemkab Tuban akan membentuk Satuan Tugas dalam rangka pencegahan dan pemberantasan pungli. Saat ini, sedang kami persiapkan dan koordinasikan. Akan tetapi, sebenarnya Pemkab Tuban melalui institusi yang mempunyai tugas pengawasan telah melakukan upaya-upaya dalam rangka meminimalisir terjadinya pungli. Selain itu, juga mengupayakan pengawasan internal di masing-masing unit kerja. Tentu saja, kami akan tetap melakukan upaya-upaya yang harus dilakukan terkait evaluasi tersebut sampai dengan jajaran di tingkat bawah dan menjadi ujung tombak.n (Sekda Tuban)
Mondokan Terbaik Berdasarkan hasil survey LSM PBRT terkait pungli, Kelurahan Mondokan menjadi yang terbaik, sedangkan Kelurahan Sidomulyo yang terburuk. Kelompok Masyarakat Pesisir Sidomulyo menyatakan sangat prihatin. Mohon Pemkab meninjau kembali Kelurahan Sidomulyo supaya lebih baik dan maju seperti Kelurahan-Kelurahan yang lain! (AbdullahSidomulyo Tuban) Kami memberikan apresiasi atas hasil survey LSM PBRT tersebut. Namun, jajaran pemerintah juga
Surat Pembaca . . . . . . . . . . . . . . . 3 Editorial . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 4 Lintas Tuban . . . . . . . . . . . . . . . . . 5 Mimbar Agama. . . . . . . . . . . . . . . 6 Kaleidoskop 2016 . . . . . . . . . . . . . 8 Istimewa . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 19 HUT DWP . . . . . . . . . . . . . . . . . . 23 Gema HJT ke-723 . . . . . . . . . . . . 24 Ragam Peristiwa . . . . . . . . . . . . . 26
No. 224 n Desember 2016
Info Desa. . . . . . . . . . . . . . . . . . . 28 Selingan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 30 Olahraga . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 32 Cermin . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 34 Cerpen . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 36 Figur . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 39
3
E DITORIAL
Guru dan Kepedulian
H
ari guru selalu mewakili kepedulian, pemahaman dan apresiasi yang ditampilkan dalam peran vital guru, yaitu mendidik karakter, mengajarkan ilmu pengetahuan dan membangun generasi. Mungkin, banyak yang lupa bahwa di penghujung bulan November lalu ada momen penting bagi Indonesia, yang di masa berdirinya di Solo 71 tahun lalu mengalami peristiwa haru-biru, sebab saat itu agresi Belanda ke-2 sedang berlangsung hampir di semua kota-kota besar di Indonesia. Dentuman meriam, bunyi tembakan dan rintihan dari tentara yang berbasis pelajar dan guru di Solo waktu itu. Di sebuah sekolah keputrian yang dijadikan tempat Kongres I Guru, sekaligus terciptanya wadah/organisasi berlandaskan Pancasila dan semangat Proklamasi, tepatnya tanggal 25 Nopember 1945. Sebagai ketua organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pertama adalah Amin Singgih, tetapi baru sesaat Beliau diangkat menjadi Bupati Baroyo Wiyoto Mangkunegaran, sehingga posisinya digantikan oleh RH Koesnan. Saat itupun PGRI langsung mengusung anggotanya dari perwakilan kaum perempuan di dalam tampuk organisasinya. Hari Guru, sebagai penegasan dari berdirinya organisasi PGRI, sedangkan untuk Hari Guru Sedunia diperingati setiap tanggal 5 Oktober sejak tahun 1994. Tujuan diperingatinya hari ini untuk memberikan dukungan kepada para guru di seluruh Indonesia
4
sekaligus dunia, juga meyakinkan mereka bahwa keberlangsungan generasi di masa depan ditentukan oleh guru. Bahkan, ketika Jepang luluh lantak oleh bom di Hiroshima dan Nagasaki, Kaisar Hirohito, tidak menginstruksikan berapa banyak pasukan yang masih tersisa, tetapi, menghitung berapa banyak guru yang masih tersisa. Dengan demikain, Kaisar menapakkan langkah Jepang, hingga menjadi negara industri maju seperti saat ini. Guru benar-benar menjadi pengantar kemajuan bagi negeri bunga Sakura dengan Shogun dan para Samuarainya. Hari Guru, adalah hari di mana memperingati jasa yang selama ini telah diberikan oleh sang pahlawan tanpa tanda jasa. Mereka dengan ikhlas menyampaikan ilmu yang telah diperoleh semasa menuntut ilmu. Mengamalkan ilmunya kepada para calon penerus bangsa. Sepatutnya, pada peringatan Hari Guru dapat dipetik hikmah yang terkandung dibaliknya. Barangkali, peringatan Hari Guru kali ini banyak yang membandingkan, bagaimana nasib guru dulu dan sekarang. Bagaimana sistem pendidikan dulu dan sekarang. Bagaimana pembiayaan sekolah dulu dan sekarang. Bagaimana kualitas lulusan sekolah dulu dan sekarang. Juga, di dalam semua pertanyaan itu, datanglah hal baru yang sangat menguntungkan dan sekaligus mengganggu, yaitu teknologi informasi, yang bisa amat memudahkan sekaligus mengancam, meredupkan etika, merongrong karakter anak didik kita semua. Tentu, tidak lantas menganggap semua itu adalah tanggung jawab guru semata bukan?n
No. 224 n Desember 2016
L
Pancasila Metode
Membangun Bangsa
B
ersama Kyai Kanjeng dan sang istri Novia Kolopaking, Cak Nun menghipnotis masyarakat yang datang. Meski sempat diguyur hujan dan cuaca kurang bersahabat, tidak menyurutkan langkah mereka untuk bertemu dan berdialog dengan penulis “Surat Kepada Kanjeng Nabi” ini. Menurut cendekiawan muslim yang juga dikenal sebagai budayawan kondang itu, Allah tidak pernah menciptakan keburukan. Keburukan hanya ada pada kekeliruan manusia dalam bersikap. Karena itu, Cak Nun mengajak kepada hadirin yang hadir agar belajar memahami makna yang tersirat dan tersurat dalam setiap kejadian yang kita alami. Seburuk apa pun menurut pandangan kita, haruslah dicari sisi baiknya. Laki-laki kelahiran Jombang ini mengingatkan soal klasifikasi benar, yang terdiri dari tiga macam, yakni benar menurut dirinya sendiri, benar menurut orang banyak atau yang sudah disepakati oleh kelompok, dan benar sejati yang hanya dapat diraih dengan modal keyakinan. Selanjutnya, anak keempat dari lima belas bersaudara ini, menegaskan, bahwa masalah ikut atau tidak dalam demo 4 Nopember bukan lagi pertimbangannya sebatas persoalan Al-Maidah 51. Lebih dari itu, ada konteks yang lebih luas. Baginya, yang mengikuti demo maupun tidak sama-sama memiliki hak. Karena itu, dalam menyikapi perbedaan tersebut, ayah dari Noe “Letto” itu mengajak menjaga diri masing-masing. Meski berbeda pendapat, tambahnya, seyogyanya kita mengaku jujur pada diri sendiri ketika mengalami perbedaan dengan orang lain. “Mengurus negara itu harus punya kearifan untuk menghadapi hal-hal yang sifatnya relatif, seperti benar menurut dirinya sendiri dan orang banyak,” tukas tokoh intelektual Indonesia yang mengusung napas Islami ini. Menanggapi pertanyaan audien tentang kunci meraih kebahagiaan, laki-laki yang pernah menjalani pendidikan di Pondok Modern Gontor-Ponorogo dan menamatkan pendidikannya di SMA Muhammadiyah I Yogyakarta ini, menyebutkan, dengan jalan bersyukur. Cak Nun, yang pernah meraih penghargaan Satyalancana Kebudayaan 2010 dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, menuturkan, pada hakikatnya penangkal dari semua permasalahan adalah “Puasa”. Sedangkan, untuk menciptakan rasa nyaman dan damai di kalangan masyarakat, perlu menciptakan keadilan di segala bidang.
No. 224 n Desember 2016
INTAS TUBAN Emha Ainun Nadjib (Cak Nun), dalam acara Ngaji Kebangsaan, mengatakan, kita harus memperbaiki konstruksi atau struktur berpikir tentang negara agar bisa mempertahankan martabat bangsa. Demikian disampaikan guna menyikapi berbagai persoalan yang terjadi akhir-akhir ini di Indonesia.
“Pancasila merupakan metode untuk membangun bangsa secara urut. Di antara kelima sila yang ada, sila kelima masih belum tercapai hingga kini,” ucapnya. Pada acara yang dihelat di Alun-alun Tuban, dalam rangka memperingati Hari Jadi Tuban (HJT) ke-723, penulis puisi dan kolumnis di beberapa media ini, mengungkapkan, jika dilihat dari segi umur, Tuban jauh lebih tua dibandingkan dengan Indonesia. Karena itu, seyogyanya Indonesia mau belajar dari Tuban dan Tuban juga harus mau mempelajari Indonesia. Tidak ada yang ikut demo Pada kesempatan yang sama, Bupati Tuban, H. Fathul Huda, mengatakan, muslim di Tuban banyak meneladani para wali dengan cara dakwahnya yang damai “mikul dhuwur, mendem jero”. Karena itu, Bupati berani memastikan bahwa masyarakat Tuban tidak ada yang mengikuti demo 4 november 2016 di Jakarta. Seterusnya, mantan Ketua Pengurus Cabang Nahdatul Ulama Kabupaten Tuban ini, berpesan agar kita banyak mengingat dan menyebut kebaikan orang yang sudah meninggal, tidak mudah terprovokasi dan saling menyalahkan, senantiasa introspeksi diri, serta menyelesaikan masalah yang ada dengan martabat dan etika hukum yang berlaku. Dari pantauan Akbar, selain dihadiri oleh Bupati Tuban, Ngaji Kebangsaan ini juga dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta diikuti masyarakat dari dalam dan luar Tuban, seperti Lamongan, Bojonegoro, dan sekitarnya. Di depan hadirin yang memadati Alun-alun Tuban ini, Cak Nun beserta rombongan melakukan dialog dan menampilkan beberapa lagu dengan iringan Kyai Kanjeng. Novia Kolopaking bahkan sempat mengajak penonton bernostalgia dengan lagu-lagunya yang sempat hits di jamannya.n ydh
5
M IMBAR AGAMA Islam, Iman dan Ihsan Trilogi Ajaran Ilaha (Bagian IV – Habis) Jadi ihsan yang diwujudkan secara nyata dalam tasawuf, kemudian yang dipraktekkan melalui ajaran thariqat, pada analisa terakhir adalah sebuah wawasan tentang kebulatan, kebenaran, atau kebenaran dalam dimensinya yang utuh.
K
emampuan menangkap kebenaran yang utuh itulah tingkat yang paling sulit dicapai oleh manusia, bahkan juga yang paling sulit dipahami. Sebabnya ialah, kebenaran dalam dimensinya yang utuh, justru dalam dirinya mengandung paradoks, dan orang dapat belajar menangkap keutuhan kebenaran itu jika ia terlatih melihat paradoks-paradoks dan berusaha menangkap apa hakikat yang ada di balik penampakkan lahiriahnya itu. Pembahasan tentang kebenaran yang utuh dalam wujud yang paradoksal itu biasanya dilakukan dengan merujuk pada kisah dalam Kitab Suci tentang Nabi Musa as, dengan seorang yang dilukiskan sebagai seorang hamba Allah yang memperoleh ilmu ladunni, yaitu ilmu yang diberikan langsung oleh Allah. Tokoh ini dalam literatur kesufian biasa diidentifikasi sebagai Nabi Khidlir (al-Khidlr), yang agaknya merupakan nama perlambang akan kebenaran yang selalu hijau agar dan tidak pernah mati (khidlr artinya hijau). Dalam kisah itu dituturkan bagaimana seorang Nabi yang hebat seperti Musa tidak tahan, dan memprotes keras sekali-kali melihat tingkah laku orang tua yang bijak dan menjadi gurunya itu, seperti tindaknya merusak perahu milik seorang nelayan miskin, membunuh bocah yang sedang asyik bermain dan menegakkan tembok rumah yang hampir roboh di sebuah desa yang
6
Oleh: Nurcholish Madjid penduduknya bersikap tidak ramah pada mereka berdua. Dan barulah Musa paham akan tingkah laku aneh gurunya itu ketika ia memperoleh keterangan saat mereka hendak berpisah: guru itu merusak perahu nelayan miskin, ialah justru untuk menyelamatkan miliknya yang berharga itu dari bahaya perampok yang memilih perahu-perahu -- yang nampak baik dan utuh; ia bunuh bocah itu karena ia tahu dari Allah bahwa anak itu akan tumbuh menjadi penjahat dan membuat sengsara orang tuanya, padahal orang tuanya adalah lelakiperempuan yang saleh, dan ia juga tahu Allah akan menggantinya dengan anak yang lebih suci; ia tegakkan tembok rumah yang hendak roboh itu, karena di dalamnya terdapat harta anak yatim yang kini tinggal di kota dan ia bermaksud melindungi harta itu sehingga dapat dimanfaatkan oleh anak yatim tersebut dan selamat dari gangguan pencurian penduduk desa yang akhlaqnya rendah itu. Penampilan paradoksal tokoh-tokoh kesufian sudah cukup terkenal. Bahkan dalam anggapan yang sangat umum, keanehan sering justru dianggap sebaga bagian dari kualtias tokoh tersebut sebagai "orang suci" atau kekasih Allah (wali). Namun justru disini letak masalahnya yang paling pelik, yaitu, menurut para filsuf kesufian sendiri, tidak ada seorang wali yang mengaku sebagai wali, apalagi melakukan hal-hal yang aneh agar disebut sebagai wali. Juga tak ada yang tahu bahwa seseorang itu wali kecuali seorang wali sendiri. Seperti dikatakan oleh penulis kitab Nata'ij al-Afkar sebagaimana dikutip ole KH. Hasyim Asyari: Seorang wali tidak akan mem-
buka pintu ketenaran dan pengakuan, bahkan kalau seandainya ia mampu mengubur dirinya tentu ia akan lakukan hal itu. Maka siapa saja yang menginginkan dirinya menonjol, tidaklah dia termasuk golongan thariqat sedikit pun juga, malah sebaliknya, dia berlawanan dengan tingkah laku mereka (golongan thariqat). (Muhammad Hasyim Asy'ari, AlDurar antara lain Muntatsirah fi alMasa'il al-Tis' al-'Asyarah," dalam op cit, hal. 8-9) Pandangan tentang keutuhan kebenaran yang mengandung paradox ini juga dicerminkan dalam keterangan tentang sifat atau sikap Allah sendiri, seperti misalnya, bahwa Dia adalah Awal dan yang Akhir, yang Lahir dan yang Batin, dan bahwa Dia adalah Maha Pengampun dan Maha Penyayang, tapi juga Maha Dahsyat azhab-Nya: Beritahukan kepada hambahamba-Ku bahwa sesungguhnya Aku Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang, dan bahwa sesungguhnya azabku adalah azab yang amat pedih (Q.S. al-Hijr 15:4950). Oleh karena Tuhan adalah Maha Esa (ahad; wahid), maka tidak mungkin Wujud-Nya terdiri dari dua bagian, pertama sebagai Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang, dan kedua sebagai yang azab-Nya amat pedih. Paradoks itu hanyalah suatu wujud nisbi, sedangkan wujud mutlaknya berada di balik paradoks itu, yang justru karena kemutlakannya maka manusia tidak akan mampu menangkapnya. Manusia hanya harus melatih diri untuk melihat paradoks-paradoks, dan mencoba memperoleh cita rasa (menurut istilah al-Ghazali, dzawq) kebenaran yang utuh di balik paradoks-paradoks, tanpa mesti mengetahui
No. 224 n Desember 2016
M IMBAR AGAMA hakikatnya yang mutlak dan tak mungkin diraih yang nisbi itu. Dengan mengutip Risalah Qusyayriyyah den syarahnya, KH. Hasyim Asy'ari bahwa tauhid mengenal tiga jenjang: pertama penilaian bahwa Allah satu adanya; kedua, pengetahuan (dengan ilmu dan teori) bahwa Allah itu satu adanya; den ketiga, timbulnya cita rasa penglihatan pada Yang Maha Benar (al-Haqq). Yang pertama, adalah tauhid kaum awam; yang kedua, tauhid para ulama kaum eksoteris (ahl alzhahir); dan yang ketiga, adalah tauhid kaum sufi yang telah mencapai ma'rifat dan yang memiliki pengalaman tentang hakikat. (Hasyim Asy'ari, "Al-Durrar," dalam op. cit, hal. 10-11). Penutup Hukum paradoks yang oleh kaum sufi dicoba dihayati secara intens itu adalah sesungguhnya hukum atau Sunnah Allah (Sunnatullah) juga, seperti disebutkan dalam firman Allah: "Dan dari segala sesuatu Kami ciptakan wujud berpasangan (yakni, terdiri dari dua bagian yang paradoksal), agar kamu renungkan." (Q.S. al-Dzariyat 51:49). Maha Suci Dia yang telah menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan; dari segala sesuatu yang ditumbuhkan bumi, dari diri mereka (manusia) sendiri, dan dari hal-hal lain yang tidak kamu ketahui (yakni, tidak dapat kamu pahami). (Q.S. Yasin 36:36) Sebuah hadits menyebutkan tentang adanya sabda Nabi saw. "Berakhlaq kamu dengan akhlaq Allah." Berkenaan dengan masalah hukum paradoksal ini, sabda Nabi itu tentunya juga dimaksudkan antara lain agar kita mempunyai sikap menghayati melalui cita rasa, akan kebenaran yang utuh, yang mungkin terdiri dari paradoks-paradoks, dengan mencoba menerima hikmah yang ada di belakang, seperti (seharusnya) sikap Nabi Musa terhadap tingkah laku gurunya, al-Khidlr.
Dengan menerima kenyataankenyataan paradoksal sambil meyakini adanya hikmah di balik penampakan lahiriahnya, seseorang akan mengalami ketenteraman, atau gejolak untuk "memberontak" akibat sikap menolak paradoks-paradoks dapat ditekan. Ini dapat mempu-nyai dampak penyembuhan den penyehatan jiwa, seperti saat sekarang mulai banyak digunakan dalam teknikteknik penyembuhan psikoterapis. Dikatakan oleh Prof. Muhammad Shaalan, Guru Besar dsn Ketua Departemen Neuro-Pschiciatry Universitas Al-Azhar, Kairo, yang melihat kaitan pengalaman kesufian dengan psikologi modern aliran C.G. Jung: The use paradox is not explicitly described as a technique in jungian therapy, but the basis of it is there. Recently it has been given a name and clarified as technique. Paradoxes serve to bring out a person from complacency of accepting either I or concepts so that a different and higher state of consciousness is attained immediately. With the sufi, the use of paradox is not restricted to technique but is a genuine expression of his state of consciousness. By example and action rather than by preaching and teaching, a sufi conveys directly to the intuition of his follower the paradoxical naure of truth (Prof. Dr. Muhammad Shaalan, "Some Parallel between Sufi Practices and the path of individucation", dalam J. Marvin Spiegelman, Ph.D, et al, ed., Sufism, Islam and Jungian Psychology (Scottsdale, Arizona: Falcon Press, 1991), hal. 88.
No. 224 n Desember 2016
(Penggunaan paradoks tidak dengan jelas digambarkan sebagai suatu teknik -penyembahandalam terapi care Jung, tetapi dasarnya ada di sana. Baru-baru ini paradoks itu telah diberi sebuah name dan dijelaskan sebagai teknik. Paradoks berguna untuk melepaskan seseorang dari rasa puas diri dalam menerima konsep-konsep yang bersifat ya atau tidak, sehingga tingkat kesadaran yang berbeda den lebih tinggi dapat segera dicapai. Dengan seorang Sufi, penggunaan paradoks tidak dibatasi hanya sebagai teknik tetapi merupakan suatu ekspresi sejati tingkat kesadaran Sufi itu. Melalui percontohan den tindakan, dan bukannya melalui wejangan dan pengajaran, seorang sufi secara langsung menyajikan intuisi pengikutnya sifat paradoksal dari kebenaran). Sebuah ayat menegaskan bahwa kita harus bersifat adil sekaligus melakukan ihsan yaitu firman Allah: "Sesungguhnya Allah memerintahkan sikap adil dan ihsan" (QS. al-Nahl 16:90) Dari berbagai kemungkinan tafsir atas firman itu, melakukan keadilan terhadap segala suatu ialah memahaminya dalam kerangka pandangan yang berkeseimbangan ('adl sendiri artinya seimbang) antara bagian-bagian yang nampak paradoksal, tanpa berat sebelah, dan dengan sikap menerima menurut apa adanya. Kemudian ihsan dapat diartikan sebagai usaha penuh ketulusan untuk mengapresiasikan segi hikmah di balik paradoks-paradoks. Maka sikap tulus dan pasrah, yaitu Islam, tidak mungkin tanpa sikap percaya pada Allah, yaitu iman, yang menghasilkan pandangan positif-optimis pada-Nya dan ciptaan-Nya. Dari sini juga nampak dengan jelas bahwa Islam akan membawa kita pada kedamaian (salam) dan keselamatan (salamah), dan iman akan menghantarkan kita ke aman (rasa sentosa) dan rasa terlindung atau proteksi (amanah), kemudian, akhirnya ihsan akan membingungkan kita menuju hidup yang bahagia (hasanah).n
7
K
ALEIDOSKOP 2016
Sabet Penghargaan APN
D
i akhir kepemimketahanan pangan pada berbapinan drh. Kartogai tingkatan dan jenis usaha no sebagai Kepala yang telah dilakukan. Selain BP2KP (Badan penghargaan APN, juga memPelaksana Penyuluhan dan Keberikan Penghargaan Ketahatahanan Pangan) Kabupaten nan Pangan kepada Aparatur Tuban ternyata membuahkan Pemerintah dan Masyarakat “kenangan manis”. Bapak yang yang menunjukkan prestasi dakalem ini mengantarkan dua lam peningkatan produksi pafigur yang berhasil menyabet ngan dan atau usaha pertanian. penghargaan Adhikarya Pa“Nah kalau Pak Suliyadi ngan Nusantara (APN). Kedua sosok Aparatur Pemerintah, sedrh. Kartono disalami Presiden. (dok) sosok itu, antara lain Suliyadi, dangkan Pak Joko “bibit ungS.Pi dan Joko Utomo. gul” dari unsure Masyarakat,” Suliyadi, S.Pi, Penyuluh ujar Pak Bas, sapaan pejabat Pertanian Lapangan (PPL) KeBP2KP itu. camatan Montong, meraih Penerima penghargaan penghargaan APN kategori APN, sambung Pak Kabid KetaPelayanan Ketahanan Pangan. hanan Pangan ini, meliputi beSedangkan, Joko Utomo, berapa kategori, diantaranya, Ketua P4S (Pusat Pelatihan kategori Pelopor Ketahanan PaPertanian Perdesaan Swadaya) ngan, kategori Pemangku KetaBumi Peternakan Wahyu Utohanan Pangan, kategori Pelaku mo, berhasil mengantongi APN Pembangunan Ketahanan kategori Pelaku Pembangunan Pangan, kategori Pelayanan Ketahanan Pangan. Ketahanan Pangan dan kateMereka yang melahirkan prestasi. (dok) “Prestasi APN ini memgori Pembinan Ketahanan banggakan. Gengsi penghargaan APN sama dengan Pangan. prestasi Adipura,” ujar Pak Dokter, sapaan drh. Kartono. “Bumi Wali menyabet 2 dari 5 kategori APN. Ke Peraihan dua penghargan APN ini bukanlah serta depan sudah semestinya menginginkan prestasi yang merta atau “ketiban sampur”, akan tetapi, jauh hari telah lebih lagi,” ujar Pak Basoeki. dipersiapkan oleh BP2KP. Diawali tahun 2014, ketika itu pembinaan APN belum didukung APBD. Kemudian, Prestasi lainnya berlanjut 2015, “bimbingan” APN baru ditopang APBD. Sementara itu, prestasi-prestasi bimbingan Melalui periodisasi waktu itu, pembinaan APN baru BP2KP lainnya yang mendampingi penghargaan APN, membuahkan hasil, yaitu Suliyadi, S.Pi sukses meraih antara lain, Juara I Festival Makanan Khas Daerah seAPN kategori Pelayanan Ketahanan Pangan dan Joko Wilayah Bakorwil Bojonegoro, atas nama TP-PKK KabuUtomo berhasil menyabet APN kategori Pelaku paten Tuban, Juara I Lomba Cipta Menu Berbasis SumPembangunan Ketahanan Pangan. ber Pangan Lokal se-Jatim, juga atas nama TP-PKK “Jadi tersisip kisah “sendu” perjalanan APN,” Kabupaten Tuban, Juara I Lomba Kelembagaan Petani kenang Pak Dokter. Sedang, pembinaan APN di tahun Berprestasi kategori Unit Pengelola Farmers Managed 2015 berupa “kontes” APN tingkat Kabupaten, diikuti Extension Activities se-Jatim, atas nama UP-FMA Planpeserta 20 Kecamatan. direjo Desa Plandirejo Kecamatan Plumpang dan Lomba Kawasan Rumah Pangan Lestari se-Jatim kategori Kategori APN Perikanan, atas nama TP-PKK Desa Punggulrejo drh. R. Basoeki Tjahjono, Kepala Bidang (Kabid) Kecamatan Rengel. Ketahanan Pangan BP2KP Kabupaten Tuban, menjelasAdapun, mengiringi sejumlah prestasi di atas, di kan, penghargaan APN diberikan olehb pemerintah perjalanan tahun 2016 Bumi Wali menjadi tuan rumah kepada perseorangan atau kelompok sebagai apresiasi Festival Makanan Khas Daerah se-Bakorwil Bojoneterhadap upaya dan prestasi mereka yang luar biasa goro. Juga, mewakili Jatim dalam Lomba Cipta Menu dalam mewujudkan kedaulatan, kemandirian dan Nasional 2016.n dok
8
No. 224 n Desember 2016
K ALEIDOSKOP 2016
Dianugrahi Regional Marketing Award Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) bersama MarkPlus Inc menganugrahkan Regional Marketing Award kepada Kabupaten Tuban. Prestasi kategori Silver Winners itu juga diraih oleh Kabupaten Malang, Jepara dan Kulonprogo.
P
ada acara “Regional Marketing Award”, yang diselenggarakan oleh MarkPlus Inc (Marketing and Strategy Consultants Firm) dengan tema “Wonderful Indonesia WOW Night,” Ketua DPD RI ketika itu, Irman Gusman, mengatakan, bahwa penghargaan kepada daerah, selaku marketers of the year, berdasarkan penilaian dalam memasarkan potensi daerah. Oleh karena itu, penghargaan yang didapat oleh daerah bukan hanya membawa kebanggaan melainkan juga tanggung jawab, ujar Pak Ketua DPD RI saat itu, di Grand Ballroom Ritz-Carlton Jakarta, 10 Desember 2015. Sebagai salah satu Pimpinan DPD RI periode 2004 - 2009, Pak Irman, sapaannya, memprakarsai "Indonesia Regional Investment Forum" tahun 2005 dan 2006. Sedangkan, "Regional Marketing Award" merupakan ajang bagi daerah-daerah dalam menyambut investasi. Mendagri, Tjahjo Kumolo, juga Menteri Pariwisata, Arif Yahya, ikut menghadiri acara itu. Founder and Chief Executive Officer (CEO) MarkPlus Inc, Hermawan Kartajaya, juga ikut hadir. Dalam memasarkan potensi yang dimiliki Indonesia, Pak Irman, mengutip Godfather Marketing sejagad, Peter Druker, yang menjelaskan, the purpose of marketing is to know the customer so well that the product or service fits him and
No. 224 n Desember 2016
sells it self (tujuan marketing adalah memahami pelanggan sedemikian lengkapnya sehingga produk atau jasa kita dapat menjual dirinya sendiri kepada pelanggan) Memang bangsa Indonesia
Penghargaan Regional Marketing Award. (dok)
belum sampai ke fase produk, atau jasa, akan tetapi berbagai daerah bisa berpeluang menjual dirinya sendiri ke pasar dunia. Oleh karena kondisinya masih demikian, maka Mr Drucker mengingatkan, if you want to do something new, you have to stop doing something old. Maknanya, jika hasil yang lebih baik tidak bisa dicapai dengan cara yang lama, maka perlu ada terobosan. Terbuai nyanyian Cara lama seperti apa yang perlu kita tinggalkan? Menurut,
Ketua DPD RI, yakni kekurangseriusan dalam memasarkan potensi Indonesia ke dunia luar. Kita cenderung menunggu dan bukan menjemput bola. Mungkin terlalu lama terbuai oleh nyanyian negeri ini, yaitu kolam susu, tongkat kayu dan batu jadi tanaman. “Kenyataan sekarang lautan bukan lagi kolam susu, sebab garam pun kita impor. Juga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman, namun singkong pun saat ini kita impor”. Begitu pula di lagu “Rayuan Pulau Kelapa”, sekarang kelapa muda kita juga impor,” ujar Ketua DPD RI ketika itu. Sementara itu, prestasi Kategori Regional Pemda Tingkat Kabupaten, Bronze Winners diraih Pemalang, Semarang, Sumbawa, Sleman, Lampung Selatan dan Kendal. Sedang, Silver Winners, disabet Kabupaten Tuban, Malang, Jepara dan Kulonprogo. Gold Winners, disabet Pasuruan dan Banyuwangi. Kategori Regional Pemda Tingkat II (Kotamadya), Bronze Winners diberikan kepada Gorontalo, Banjar, Blitar dan Pariaman. Kemudian, Silver Winners, Surakarta, Tangerang dan Pontianak. Gold Winners, Yogyakarta, Semarang dan Balikpapan. Kategori Regional Pemda Tingkat I Provinsi, Bronze Winners disabet Jawa Tengah. Silver, NTB dan Sumatera Selatan. Gold Winners, Jabar dan Sulawei Tengah.n dok
9
K
ALEIDOSKOP 2016
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban memperoleh “kado manis” berupa penghargaan dari Komisi Informasi Publik (KIP) Provinsi Jawa Timur sebagai Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Terbaik kategori Transparansi Anggaran Kabupaten seJawa Timur, mengalahkan Kabupaten Sampang. Sedangkan, untuk kategori PPID Terbaik Kabupaten Tuban Peringkat 9.
P
enghargaan untuk memicu semangat dan kesungguhan PPID dalam menjalankan amanat Undang Undang No.14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP) itu diserahkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Timur, Dr. Akhmad Sukardi, kepada Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Tuban, Drs. Teguh Setyobudi, M.M, di Gedung Graha Pena Surabaya. Pak Teguh, sapaannya, menyatakan rasa syukurnya atas penghargaan yang diterima, bahkan menurutnya, penghargaan ini akan menjadi motivasi bagi Pemkab Tuban untuk terus menjalankan pemerintahan
10
“Kado” PPID Award
Pak Teguh ketika menerima PPID Award. (dok)
secara transparan dan akuntabel, sebagaimana diamanatkan dalam UU KIP. Meski pengelolaan PPID Kabupaten Tuban masih belum maksimal, namun Pemkab Tuban terus berupaya membangun pemerintahan yang terbuka, demokratis, transparan dan mau menerima aspirasi warga masyarakat. Melalui keberadaan PPID diharapkan dapat meningkatkan tingkat partisipasi warga dalam membangun iklim KIP. PPID Award juga buah dari upaya Pemkab Tuban untuk terus terbuka kepada masyarakat. Oleh karena itu, Pemkab Tuban akan terus berupaya menjalin komunikasi dengan semua pemangku kepentingan agar pembangunan di Bumi Wali dapat berjalan lancer dan baik. Indikator pemberian penghargaan, antara lain, Peratu-
ran Kepala Daerah tentang Keterbukaan dan Pelayanan Informasi Publik, SOP Pelayanan Publik, Desk (Meja) Informasi di setiap kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Daftar Informasi Publik (DIP), Administrasi PPID Utama, PPID Pembantu, Surat Keputusan (SK) atasan PPID, SK PPID Utama serta SK PPID Pembantu. Mengutip pernyataan Ketua KIP Jawa Timur, Ketty Trisetyorini, “PPID Award” selain memberikan apresiasi atau penilaian terhadap kinerja PPID di masing-masing Kabupaten/Kota di Jawa Timur sekaligus juga monitoring PPID daerah secara berkesinambungan agar mampu berjalan optimal. Penilaian PPID Award dilakukan secara independen, fair dan bebas KKN. Penilaiannya melibatkan unsur dosen lembaga perguruan tinggi dan wartawan media massa. Adapun, untuk kegiatan peningkatan kualitas kerja dalam hal KIP, Pemkab Tuban telah berupaya melengkapi sarana dan prasarana penunjang serta didukung anggaran dana yang ada. Pemkab Tuban menyiapkan dana Rp 65 juta. Adapun Kantor PPID yang digunakan saat ini menempati ruang bekas gudang di Bagian Humas dan Media Setda Tuban. Belum sempurna PPID Kabupaten Tuban meluncurkan website dengan alamat www.ppid.tubankab.go.id. Sebelumnya, sarana yang digunakan berupa blog yang sifatnya manual (offline). Daftar informasi Publik
No. 224 n Desember 2016
K ALEIDOSKOP 2016 yang sudah tersaji, antara lain dari Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) yang memuat laporan realisasi anggaran seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ada di Tuban, Rencana Strategis (Renstra) Kantor Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) serta data dari Bagian Humas dan Media Setda Tuban.
Kategori PPID PPID Awards dibagi beberapa kategori. Kategori Tranparansi Anggaran, Kabupaten Terbaik diraih Kabupaten Tuban, untuk Kota diraih Surabaya dan SKPD diraih Inspektorat Jawa Timur. Adapun, PPID dengan Sistem Laporan Tahunan Terbaik diraih oleh Kabupaten Bojonegoro. Kategori Meja Layanan Informasi Terbaik, tingkat Kabupaten diraih Kabupaten Blitar, Kota diraih Kota Malang dan tingkat SKPD diraih BPBD Jawa Timur. Inovasi PPID Terbaik diraih Kabupaten Bojonegoro dan Dinas Pendidikan Jawa Timur. Bakorwil dengan PPID
Terbaik diraih Madiun. Penghargaan PPID Khusus juga diberikan kepada Kominfo Jawa Timur. KIP juga memberikat Sertifikat bagi SKPD yang masuk nominasi 10 besar, yakni Bakorwil Madiun, Dinas Pendidikan, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Kesehatan, RSU dr Soetomo dan Dispora Jawa Timur. Sertifikat juga diberikan pada 10 Terbaik Kabupaten, di antaranya, Kabupaten Tuban, Mojokerto, Lamongan, Sampang, Banyuwangi, Malang dan Pamekasan. Untuk kategori PPID Kota Terbaik, Kota Blitar, Malang, Probolinggo, Mojokerto dan Pasuruan.n
Dinobatkan Sebagai Kabupaten Peduli HAM Menkum-HAM. (dok)
K
abupaten Tuban dinobatkan sebagai salah satu Kabupaten Peduli Hak Azasi Manusia (HAM) oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM). Piagam penghargaan diserahkan Menkum HAM, Yasona Laoly, kepada Bupati Tuban, H. Fathul Huda. Bersama 157 Kabupaten/Kota se-Indonesia Piagam diserahkan di Aula Kemenkum HAM. Adapun penilaian Kabupaten/Kota Peduli HAM dilakukan dengan mengirim 17 item yang menjadi obyek penilaian. Ke-17 item tersebut, antara lain, angka kematian ibu, angka kematian bayi, tutupan vegetasi pada kawasan berfungsi lindung, persentase anak usia 7–12 tahun yang belum memperoleh pendidikan tingkat SD, persentase anak usia 13–15 tahun yang belum memperoleh pendidikan tingkat SMP. Juga, persentase anak berkebutuhan khusus yang memperoleh pendidikan, persentase penyandang buta aksara, persentase rumah tidak layak huni,
No. 224 n Desember 2016
persentase angka pengangguran, persentasi balita gizi buruk, jumlah demontrasi anarkis, persentase keterwakilan perempuan dalam jabatan, persentase kekerasan terhadap perempuan, persentase penurunan jumlah anak jalanan, serta item lain yang masuk dalam kategori perlindungan HAM. Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Media Setda Kabupaten Tuban, Drs. Teguh Setyobudi, MM, menuturkan, dari hasil penilaian 17 Item itu, Kabupaten Tuban lolos dalam penilaian dan berhasil mendapatkan Piagam Penghargaan Kabupaten Peduli HAM. Penilaian penghargaan di atas dikumpulkan dari beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kabupaten Tuban. Predikat sebagai Kabupaten Peduli HAM artinya Pemkab Tuban telah melakukan pemenuhan hak-hak masyarakat, termasuk hak hidup, hak mengembangkan diri, hak atas kesejahteraan, hak atas rasa aman serta pemberian hak atas perempuan. Di perjalanan tahun 2015 hingga tahun 2016 Kabupaten Tuban telah banyak meraih prestasi gemilang, baik tingkat nasional maupun provinsi. Meski demikian, terpenting, dengan banyak prestasi itu, diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat.n dok
11
K
ALEIDOSKOP 2016
Penghargaan Perpuseru
Sesaat setelah penganugrahan Perpuseru. (dok)
B
upati Tuban, H. Fathul Huda, mendapatkan penghargaan Perpuseru dari Coca Cola Foundation Indonesia (CCFI) didukung Bill & Melinda Gates Foundation. Anugrah tersebut diberikan karena Kabupaten Tuban menjadikan Perpustakaan sebagai pusat belajar masyarakat berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Penghargaan di bidang Perpustakaan itu merupakan hasil penilaian dari CCFI yang didukung oleh Bill & Melinda Gates Foundation sebagai pelaksana program Perpuseru sejak tahun 2011. Penghargaan Perpuseru diberikan kepada Bupati Tuban karena dinilai memajukan Perpustakaan Kabupaten Tuban. Sepanjang 2016-2018 setidaknya ada 550 Perpustakaan Umum di 98 Kabupaten dan 451 Desa yang masuk sebagai mitra Perpuseru. Direktur Pelaksana CCPI, Titie Sadarini, mengatakan, perluasan program Perpuseru merupakan lanjutan dari tahap sebelumnya. Sejal tahun 2011, Perpuseru telah mendorong banyak perubahan positif lebih dari 3,5 juta penduduk Indonesia melalui peningkatan layanan dan berbagai pelatihan berbasis TIK melalui Perpustakaan.
12
Dengan memanfaatkan keberadaan Perpustakaan Umum yang ada, program Perpuseru fokus pada upaya pemberdayaan jutaan masyarakat, mendorong inovasi, dan kreativitas baru, serta menyediakan berbagai pengetahuan dan keterampilan praktis relevan. Para perempuan, pemuda, dan pengusaha mikro bisa memanfaatkannya sebab Perpustakaan berperan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG). Perpuseru merupakan bagian dari “Global Library Initiative” Bill and Melinda Gates Foundation (BMGF). Selama dua dekade, program ini menjangkau setidaknya 253 juta orang melalui 28 ribu Perpustakaan di lebih dari 144 negara. Direktur Program Perpuseru, Erlyn Sulistyaningsih, menambahkan, Perpustakaan di seluruh dunia terbukti ikut berperan menyediakan kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan dirinya dan keluar dari kemiskinan. “Ini karena mereka bisa mengakses banyak informasi digital dan berbagai ilmu pengetahuan," katanya. Bentuk bantuan yang diberikan adalah pengadaan akses jaringan internet gratis bagi para pengguna Perpustakaan di daerah bekerjasama dengan PT Telkom, serta pelatihan untuk karyawan Perpustakaan dan sahabat Perpustakaan di daerah. Visi jangka panjang Perpuseru membantu meningkatkan taraf hidup, setidaknya 20 juta penduduk Indonesia hingga 2025 mendatang. Kegiatan di The Westin Hotel, Nusa Dua Bali tersebut, Pak Huda, sapaan Bupati Tuban, didampingi Kepala Kantor Perpustakaan, Kearsipan dan Dokumentasi Kabupaten Tuban, Joko Prijono, SH, M.Hum,
bersama 98 Kepala Daerah seIndonesia yang sama sebagai penerima penghargaan. Menurut, Pak Joko, program Perpuseru berhasil meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui transformasi Perpustakaan menjadi pusat belajar masyarakat berbasis TIK. Dampak peningkatan kualitas hidup masyarakat, diantaranya mendapatkan pekerjaan, peningkatan pendapatan, menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan prestasi pendidikan, meningkatan pengetahuan kesehatan, sebagai media aktualisasi diri, menyalurkan hobi, serta pengembangan usaha masyarakat. Dukungan Berbagai Pihak Pak Huda, mengatakan, Perpustakaan Umum menjadi sangat penting dan diperluas untuk memberikan dampak yang lebih nyata lagi. Pengembangannya memerlukan sumber daya seperti anggaran, kebijakan yang mendukung, infrastruktur pendukung layanan TIK, SDM yang kompeten dan peningkatan kualitas SDM yang terus menerus. Untuk mengoptimalkan peran Perpustakaan membutuhkan dukungan semua pihak, tidak hanya dari pemerintah, melainkan juga swasta, institusi lain non pemerintah, termasuk lembaga pendidikan. Pola kemitraan dapat mendukung pengembangan perpustakaan secara optimal, melalui sinergi program dan sumber daya yang terkait. Melalui keberadaan Perpustakaan yang berkualitas akan lebih banyak lagi pembaca yang dating kesana. Pekerjaan bersama saat ini bagaimana menjadikan Perpustakaan menarik didatangi.n dok
No. 224 n Desember 2016
K ALEIDOSKOP 2016
Puluhan Sekolah Diapresiasi Jujur “Kejujuran” yang digelorakan kepemimpinan Tuban kini menuai hasil. Setidaknya, terdapat 47 sekolah SMP/MTs, SMA/MA, SMK mendapatkan Penghargaan IIUN (Indeks Integritas Ujian Nasional). Sedang, tiga sekolah berhasil meraih Anugrah IIUN.
K
emendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) memberikan Penghargaan IIUN kepada sekolah yang meraih IIUN di atas angka 80. IIUN merupakan gambaran tingkat kejujuran sekolah, kabupaten/kota serta provinsi dalam melaksanakan dan menjawab soal-soal Ujian Nasional (UN). Untuk itu, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi nilai indeksnya, maka semakin tinggi kejujuran sekolah, kabupaten/kota serta provinsi dalam melaksanakan UN. NilaiII UN mencerminkan tingkat kejujuran peserta dalam mengerjakan soal UN. Pada tingkat sekolah, kriteria yang digunakan merupakan tingkat persentase jawaban siswa yang tidak menunjukkan pola kecurangan. Kecurangan yang diukur adalah gabungan perosentase contek-mencontek antar siswa (kecurangan antar individu) dan persentase keseragaman pola jawaban soal UN (kecurangan sistemik/terorganisir) dalam suatu sekolah. Pada tingkat kabupaten/kota menunjukkan rata-rata IIUN tingkat sekolah di kabupaten/kota tersebut. Semakin besar nilai IIUN, tingkat kejujuran di sekolah dinilai semakin tinggi. Melalui penilaian IIUN, diharapkan menaikkan nilai atau bobot hasil UN, karena "nilai” yang tinggi tidak akan bermakna jika sekolahnya mengambil jalan pintas untuk mencapainya. Penilaian IIUN dibuat dengan memperhatikan konsistensi integritas sekolah, yaitu dengan cara dan proses siswa melaksanakan UN dalam kurun waktu enam(6) tahun terakhir. PenilaianII UN adalah bagian dari penerjemahan revolusi mental, sebab “kejujuran” merupakan nilai fundamental serta menjadi dasar dalam membangun karakter bangsa Indonesia. Oleh karena itu, lembaga sekolah seyogyanya kembali mengajarkan nilai-nilai kebaikan, etika, budi pekerti, kejujuran, moralitas, kepantasan dan nilai-nilai kepatutan, jika Indonesia ingin menjadi negara yang besar dan bermartabat. Di tengah langkanya nilai-nilai integritas dan kejujuran, peserta didik hendaknya dibiasakan menghargai usahanya sendiri dalam meraih prestasi. Maka dari itu, sepantasnya menjadikan sekolah sebagai arena yang baik dalam memberikan pendidikan karakter, serta
No. 224 n Desember 2016
Presiden mengapresiasi sekolah jujur. (dok)
menjadikan sekolah sebagai bagian dari kawasan yang jujur. Bahkan, banyak kalangan berpendapat, “prestasi memang penting, akan tetapi paling penting adalah kejujuran”. Oleh karena itu, para orang tua hendaknya menimbang-nimbang calon sekolah bagi putraputrinya. Penerbitan IIUN oleh Pemerintah di tahun 2016 ini dapat dijadikan pertimbangan bagi orang tua untuk menyekolahkan putra-putrinya. Kembalikan harkat martabat bangsa IIUN diluncurkan Kemendikbud menyusul tingginya tingkat kecurangan dalam pelaksanaan UN. Keculasan dapat berwujud peredaran bocoran soal serta jawaban. Adapun, produk pemerintah untuk mengatasi kecurangan-kecurangan UN tersebut adalah penerapan UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer). UNBK diyakini banyak kalangan dapat meningkatkan bobot kejujuran dalam penyelenggaran UN. Saat ini, sekolah-sekolah hendaknya mampu mengembalikan harkat dan martabat bangsa melalui generasi muda yang berintegritas dan berkarakter kuat. Menjadikan sekolah yang berintegritas, dengan harapan menjadi pemasok generasi muda yang unggul. Terlebih, tuntutan untuk meningkatkan integritas bukan hanya dari pemerintah semata, akan tetapi, hamper seluruh komponen masyarakat. Sekolah sudah saatnya menjadi aktor utama, sedang pemerintah penyedia panggung, karena yang menjalankan ujian dengan integritas adalah pengelola sekolah. Pengelola sekolah harus pula memperlihatkan kepada khlayak bahwa sekolah-sekolah yang dikelolanya adalah zone bebas korupsi. Memulai belajar, mana yang menjadi milik pribadi, dan mana kepunyaan orang lain. Tugas sekolah adalah memangkas suplai koruptor, agar di masa depan tidak ada lagi koruptor-koruptor yang dipasok oleh lembaga sekolah.n dok
13
K
ALEIDOSKOP 2016
Top 99 Inovasi Pelayanan Publik ebagai utusan Bumi Wali, SMPN 3 Tuban mendapat apresiasi Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2016”. Sekolah yang berjuluk SMPN Sunan Kalijaga itu dinilai Kementerian PAN-RB telah berinovasi di bidang layanan publik. Karya yang mengantarkan sekolah itu berprestasi berjudul: “Pemberdayaan Sekolah Sebagai Laboratorium Budi Pekerti Melalui Program Langit Biru”. Kementerian PAN-RB (Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi) menetapkan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2016, dari 2.476 peserta Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2016. KIPP merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan sejak tahun 2014. Merupakan wujud dari program One Agency, One Inovation (OAOI), yang mewajibkan setiap Kementerian, lembaga, Pemerintah Provinsi/Kabupaten/ Kota wajib menciptakan minimal satu inovasi setiap tahun. Kompetisi serupa juga digelar secara international, yakni oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dikenal dengan United Nation Public Services Award (UNPSA).
S
Witono, M.Pd, Kepala SMPN 3 Tuban, mengatakan, dari Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2016, SMPN 3 Tuban merupakan satusatunya sekolah dari Provinsi JawaTimur (Jatim). Se-Indonesia, peserta KIPP yang dari lembaga pendidikan hanya tiga (3) sekolah. Selain SMPN 3 Tuban, dua sekolah lainnya yang berprestasi, SMPN 4
14
Bumi Jaya Kabupaten Tegal dan SMKN 3 Kabupaten Purbalingga. Dari Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2016, untuk kategori Kementerian terpilih 11 Inovasi, kategori Lembaga terpilih 5 Inovasi, kategori Provinsi terpilih 25 Inovasi, kategori Kabupaten terpilih 40 Inovasi dan kategori Kota terpilih 18 Inovasi. SMPN 3 Tuban termasuk dalam kategori Kabupaten. Inovasi SMPN 3 Tuban yang berjudul “Pemberdayaan Sekolah
Kasek SMPN 3 Tuban ketika menerima Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2016. (dok)
Sebagai Laboratorium Budi Pekerti Melalui Program Langit Biru” terinspirasi oleh fenomena merosotnya etika berbangsa, bernegara dan bermasyarakat. Disamping itu, pendidikan budi pekerti sebagai salah satu dimensi pendidikan nasional belum juga berdampak menggembirakan. Hal ini dapat disaksikan dengan mencuatnya perilaku-perilaku tidak santun, pelecehan hak asasi manusia, kekerasan, penyalahgunaan kekuasaan serta menurunnya penghormatan kepada pemerintah. Bahkan, kasih sayang seperti tidak terlihat dalam perilaku, menghujat dianggap
biasa, rasa hormat dianggap “kebat klewat”. Ironisnya, hal tersebut diperagakan oleh kalangan intelektual. Begitu pula dengan perilaku pelajar, yang semestinya menimba ilmu untuk pembentukan kepribadiannya, malah kerap berperilaku menyedihkan. Melakukan pelanggaran norma, perkelahian antar pelajar, terjerat narkoba, mabuk-mabukan, melakukan pelecehan seksual, seks bebas, pemalakan dan pelanggaran-pelanggaran lain yang seharusnya tidak dilakukan para pelajar. Dari latar belakang demikian, SMPN 3 Tuban didesain sebagai Laboratorium Budi Pekerti. Harapannya, menghasilkan lulusan yang “pinter tur bener”. Program Langit Biru “Program Langit Biru” adalah jembatan menuju produk SMPN 3 Tuban yang “pinter tur bener”. Juga, karya inovasi pelayanan publik yang bertekad memperkokoh pondasi dalam menciptakan lulusan menjadi pribadi-pribadi unggul, baik secara akademik maupun non akademik, atau pribadi yang pintar dan berakhlakulkarimah. Implementasi Program Langit Biru meliputi dua (2) kegiatan utama, Program Religious Culture dan SMS Sambung Rasa. Program Regious Culture dihajatkan dalam kerangka mendesain sekolah sebagai Laboratorium Budi Pekerti. Sedang, SMS Sambung Rasa adalah kegiatan membangun kebersamaan melalui komunikasi setulus hati di antara warga sekolah, orang tua/wali siswa, komite, masyarakat,
No. 224 n Desember 2016
K ALEIDOSKOP 2016 sehingga terjalin ikatan batin yang erat. Program Religious Culture dibingkai dalam kegiatan pembiasaan budaya religi, seperti pelaksanaan sholat Dhuha, sholat Dhuhur berjamaah, Dzikir bersama, membaca Sholawat dan
membaca Al Quran. Sedang, berita dari kegiatan di atas, digulirkan melalui Program SMS Sambung Rasa. Melalui SMS Sambung Rasa, setiap pagi setelah melaksanakan kegiatan orang tua/wali mendapat kabar langsung dari putra-putrinya. Bunyi SMS Sambung
Rasa sebagai berikut: Bapak/Ibu, … Ananda baru saja melaksanakan Sholawatan, Sholat Dhuha, Dzikir, dan membaca Al-Qur'an di sekolah. Mohon do'anya, semoga istiqomah dan menjadi anak yang sholeh/ sholehah.n
Lewat “Gemerlap” Raih ISO 9001 : 2008
D
mendatangi rumah atau seinas (Kadis) Kekolah jika ada permintaan pependudukan rekaman. Sedangkan, prodan Catatan Sigram “Gemerlap” bertujuan pil (Disdukcapil) meningkatkan kesadaran Kabupaten Tuban berhasil masyarakat agar mau memembuahkan Sertifikat Interngurus sendiri administrasi nasional Organization for kependudukannya tanpa Standardization (ISO) 9001 : melalui perantara. 2008 dari Direktorat Jenderal “Kami juga sudah meKependudukan dan Pencatanguji cobakan pembuatan tan Sipil (Dukcapil) KemenKartu Keluarga (KK) secara trian Dalam Negeri. Hal terseonline di dua Kecamatan, but berkat upayanya dalam yaitu Kecamatan Bancar dan memberikan pelayanan yang Widang. Ke depan, kami berbaik kepada masyarakat. harap pengurusan online bi“Jelasnya itu soal dedisa dilakukan di tingkat desa,” kasi kerja,” ujar KadissdukPak Bupati serahkan Sertifikat ISO 9001:2008. (dok) urainya. capil) Kabupaten Tuban, Joni Pak Joni, menuturkan, dengan ISO, kapasitas Martoyo, S.H, M.Hum. Disdukcapil untuk melakukan pelayanan bisa terukur Bapak yang biasa disapa dengan panggilan Pak dengan jelas. Selain itu, bisa dijadikan barometer atau Joni itu, mengatakan, sertifikat tersebut merupakan titik awal dalam upaya meningkatkan kualitas dan keberhasilan pencapaian dalam bidang manajemen kuantitas pelayanan. Pengakuan ISO 9001 : 2008 administrasi sesuai tugas dan fungsi pokok Disdukmenandakan bahwa pelayanan kependudukan di capil, yakni memberikan pelayanan bidang kependuTuban telah sesuai dengan standar operasional yang dukan dan catatan sipil. Selain aspek manajemen, ada, kata mantan Kepala Bagian Humas dan Media ini. imbuhnya, juga adanya semangat dan kemauan Menurutnya, Kabupaten Tuban patut berbangga besar Disdukcapil Tuban memberikan pelayanan karena tercatat sebagai salah satu di antara 17 yang semakin baik kepada masyarakat, mudah, Kabupaten/Kota di Indonesia yang memiliki pelayacepat, dan tepat. Dicontohkan salah satu inovasinya nan berstandar ISO. Dosen Universitas Sunan Bonang dalam peningkatan pelayanan kependudukan, yakni Tuban ini juga tidak memungkiri masih banyak peprogram Gerakan Bersama Pelayanan Rekam Kartu ngaduan yang masuk terhadap pelayanan adminisTanda Penduduk Elektronik (Gebyar KTP-el) dan Getrasi dan kependudukan. Namun, Disdukcapil Tuban rakan Mengurus Langsung Administrasi Kependuterus mengevaluasi kinerjanya, khususnya bagian dukan (Gemerlap). pelayanan agar terus dan terus meningkat. Menurut sosok yang menggemari olahraga “Kami juga akan terus meningkatkan grade fitnes ini, pada program Gebyar KTP-el, petugas untuk menjaga kualitas pelayanan, sekaligus mendaberupaya memberikan fasilitas bagi masyarakat yang patkan ISO di tingkat yang lebih tinggi,” tukasnya, belum melakukan perekaman KTP elektronik dengan penuh optimesme.n ydh sistem jemput bola. Artinya, petugas tidak segan
No. 224 n Desember 2016
15
K
ALEIDOSKOP 2016
Raih Kembali
Opini WTP
Ucapan selamat Ketua BPK Jatim. Inzet: Teken Penghargaan WTP. (dok)
Kerja keras Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban di dalam mengelola keuangan kembali berbuah manis.
D
ari hasil Laporan Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Tuban meraih kembali predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Sedang, dari hasil kerja keras di atas, Bupati Tuban, H. Fathul Huda, mendapatkan Sertifikat Opini WTP dari Kepala Perwakilan BPK Jawa Timur (Jatim), Heru Dwijanto. Penghargaan itu sudah barang tentu disambut bangga oleh Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Tuban, sebab setelah tahun 2012 yang lalu Kabupaten Tuban hanya mendapat gelar Opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP). “Alhamdulillah di 2016 ini Kabupaten Tuban kembali meraih WTP, setelah beberapa tahun
16
absen meraih penghargaan di atas. WTP pernah diraih Kabupaten Tuban pada tahun 2012,” ujar Pak Huda, sapaan Bupati Tuban. Pak Huda, begitu Bupati Tuban itu biasa disapa, mengatakan, penghargaan Opini WTP dari BPK diperoleh dari kerja keras serta kebersamaan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan seluruh elemen masyarakat Kabupaten Tuban. Diraihnya kembali penghargaan itu menunjukan bahwa sistem administrasi dan akuntansi Pemkab Tuban berjalan dengan baik berdasarkan penilaian BPK dan peraturan perundangan yang berlaku. Lebih dari itu, dapat dijalankan dengan baik oleh Pemkab Tuban, jelas pemimpin di Bumi Wali ini. Dibandingkan dengan tahun 2015 yang lalu, Pemkab Tuban hanya memperoleh predikat Opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Penyebabnya, ada sembilan (9) item yang belum terselesaikan, salah satu di antaranya penataan aset milik Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Tuban. Ketika itu,
berbagai upaya dilakukan, antara lain dengan membentuk tim yang bertugas menindaklanjuti aset di luar Disdikpora. Sedang tim khusus lainnya menangani aset di dalam Disdikpora. Untuk mendukung penatausahaan aset tersebut, Pemkab Tuban menggunakan akuntansi berbasis akrual. Kelebihan basis akrual untuk mendukung penggunaan anggaran sebagai teknik pengendalian. Sehingga, memberi gambaran yang akurat terkait administrasi keuangan daerah. Berbagai upaya lain juga telah dilakukan demi perbaikan segala bidang. Hal tersebut agar prosesnya sesuai dengan aturan yang berlaku. Sedangkan, melalui predikat Opini WTP maka perlu disyukuri bersama dan harus terus menerus dijaga. Pak Bupati berharap agar ke depan Pemkab Tuban lebih baik dalam penataan sistem administrasi dan akuntansi pemerintahan. Lebih dari itu, melaksanakan pelayanan kepada masyarakat yang lebih baik lagi. Adapun, yang sudah berjalan baik harus dipertahankan, bahkan semakin terus ditingkatkan.n dok
No. 224 n Desember 2016
K ALEIDOSKOP 2016
Sabet
Wapres serahkan Adipura Kirana. Inzet: Piala Adipura Kirana. (kdg)
K
abupaten Tuban kembali berhasil menyabet penghargaan Adipura. Kali ini penghargaan diberikan langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI), Jusuf Kalla (JK), di Istana Siak Sri Indrapura, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Sumatra Selatan. Di tahun 2016 ini, Kabupaten Tuban mendapatkan penghargaan Adipura Kirana. Adipura Kirana, tutur Kabag Humas dan Media Setda Kabupaten Tuban, Drs. Teguh Setyobudi, MM, diberikan kepada kota yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pengelolaan lingkungan hidup, wisata dan perdagangan. Sehingga, berbeda dengan tahun-tahun yang lalu, sebab penghargaan Adipura sekarang ini dibagi menjadi beberapa kategori, termasuk di dalamnya kategori Adipura Kirana, sebagaimana yang diraih Kabupaten Tuban. Selain itu, titik penilaian juga tidak dibatasi, meski demikian, yang menjadi penilaian utama adalah TPA, sekolah, bandara, perkantoran, pasar, jalan-jalan protokol dan objek wisata. Program Adipura sendiri merupakan salah satu instrumen KLHK, yang jika benar-benar dilaksanakan dengan kaidah good environmental - governance, akan berperan strategis dalam berbagai hal seperti mendorong pengelolaan sampah, termasuk di dalam-nya mendorong pemenuhan kewajiban pemerintah kabupaten/kota terkait penyediaan dan pengoperasian TPA, dengan metode minimal lahan urug terkontrol (controlled landfill). Disamping itu, juga mendorong pemenuhan target nasional, pengurangan, penanganan sampah, mendorong penerapan sistem pengelolaan sampah secara terpadu di setiap kabupaten/kota serta yang terakhir mendorong terwujudnya kota-kota di Indonesia yang tidak hanya bersih, hijau dan sehat , tetapi juga berkelanjutan.
No. 224 n Desember 2016
Adipura Kirana
Pak JK, Wapres RI, mengatakan, beragam program yang berhubungan dengan lingkungan hidup harus mampu tercipta di setiap daerah, khususnya dalam pembentukan kawasan-kawasan hijau dan liveable. Ke depan segala bentuk program lingkungan hidup hendaknya melahirkan kawasan-kawasan sebagaimana halnya di atas, sehingga masyarakat bisa menikmati dampak dari program-program itu. Bupati Tuban, H. Fathul Huda, mengatakan, penghargaan Adipura Kirana perlu disyukuri bersama, karena tidak lepas dari peran seluruh elemen yang ada di Kabupaten Tuban, terutama masyarakat. Kesadaran pentingnya menjaga lingkungan menjadi tanggung jawab bersama. Penghargaan Adipura harus disikapi sebagai wujud kecintaan kita terhadap lingkungan hidup. Hal ini harus dijaga dan dipelihara, sedang penghargaan Adipura Kirana adalah untuk seluruh masyarakat Kabupaten Tuban. Kategori Adipura Penghargaan Adipura di tahun 2016 kini dibagi menjadi beberapa kategori, di antaranya: w Adipura Buana, diberikan kepada pemerintah daerah yang menggabungkan unsur sosial dengan lingkungan untuk membentuk kota yang layak huni yang tercermin dari masyarakat kota yang peduli lingkungan. w Adipura Kirana, penilaiannya dititikberatkan pada kota yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi melalui trade, tourism, and investment yang berbasis pengelolaan lingkungan hidup. w Adipura Karya, aspek sosial dan ekonomi untuk membentuk productive city, penciptaan lapangan kerja, pendidikan, kesehatan, transportasi masal ramah lingkungan dan jaringan kerja sama antar daerah. w Adipura Bakti, menganugerahkan Wali Kota/ Bupati terbaik yang progresif, kolaboratif dan kreatif. w Adipura Paripurna, penghargaan bagi Kota/Kabupaten dengan capaian minimal dua kategori dari beberapa kategori.n dok
17
K
ALEIDOSKOP 2016
Raih Lagi Indonesia Attractiveness Award
K
abupaten Tuban kembali mendapatkan penghargaan tingkat nasional. Kali ini dinobatkan sebagai Kabupaten Terbaik dalam Indonesia's Attractiveness Indeks Award 2016, di bidang Investasi, Infrastruktur, Pariwisata dan Layanan Publik dari Frontier Consulting Group dan Tempo Media Group. Sebagai Kabupaten Terbaik Kabupaten Tuban meraih Index 73,53 atau kategori Diamond. Penghargaan diberikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan - RB), Asman Abnur, kepada Wakil Bupati (Wabup) Tuban, Ir. H. Noor Nahar Hussein, M.Si, di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta. Selain Menpan - RB, hadir mewakili Presiden Jokowi, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara. Menkominfo menyinggung bahwa pertumbuhan investasi, pembangunan infrastruktur, pengembangan sektor pariwisata serta kepuasan pelayanan publik menjadi dasar pemberian penghargaan kepada Kepala Daerah Provinsi, Kabupaten/Kota seIndonesia. Sedang, bila bidang-bidang tersebut berjalan baik dan berkontribusi pada pembangunan daerah, maka akan memberikan dampak bagi pertumbuhan ekonomi, terciptanya lapangan pekerjaan, peningkatan pendapatan daerah, sekaligus menaikkan tingkat konsumsi masyarakat di daerah. Tempo Media Grup bekerjasama dengan Frontier Consulting Group melakukan pengukuran dan observasi atau suvei terhadap daya tarik setiap daerah di Indonesia. Keseluruhan pengukuran itu disebut Indonesia's Attractiveness Index (IAI), yang diharapkan mampu memberikan gambaran daya tarik setiap Kabupaten/Kota maupun tingkat Provinsi. Adapun tujuan dari pengukuran dan penyebaran hasil pengukuran adalah meningkatkan kesadaran para Kepala Daerah akan pentingnya Daerah menjadi tujuan investasi dan pembangunan daerah. Memberikan inspirasi kepada Kepala Daerah agar membangun strategi yang lebih terarah dan jelas di masa depan. Juga, memberikan
18
informasi kepada para investor mengenai kesempatan bisnis dan berinvestasi di daerah potensial di Indonesia. Direktur Utama Tempo Media Group, Bambang Harymurti,, menjelaskan, penentuan nominasi Kabupaten/Kota dilakukan dengan 3 indikator, yakni: (1) Kontribusi PDRB terhadap PDRB Provinsi di atas 25% atau PDRB di atas rata-rata PDRB Koridor MP3EI. (2) Pertumbuhan PDRB lebih besar dari rata-rata Pertumbuhan Koridor MP3EI atau PDRB Per Kapita lebih besar dari rata-rata PDRB Per Kapita Koridor MP3EI. (3) Kabupaten/Kota yang tidak lolos indikator pertama dan kedua tetapi mendapatkan penghargaan IAA pada tahun 2015. Dari ketiga kriteria tersebut, terdapat 99 Kabupaten dan 38 Kota yang lolos nominasi (total 137 Kabupaten/Kota). Provinsi yang lolos nominasi ada 32 Provinsi, yaitu Provinsi dari Kabupaten/Kota yang menjadi nominasi IAI level Kabupaten/Kota (plus DKI Jakarta). Pengukuran IAI 2016 juga menggunakan 4 dimensi, antara lain, dimensi Investasi, Infrastruktur, Pariwisata dan Pelayanan Publik. Penilaian seluruh dimensi dilakukan berdasarkan data sekunder dan data primer, kecuali Pelayanan Publik yang dinilai berdasarkan data primer. Nominasi penghargaan untuk Indonesia Attractiveness Award (IAA) adalah Kabupaten/Kota Terbaik; Kabupaten/Kota Potensial; Top 3 Kabupaten/Kota Terbaik Kategori Investasi, Infrastruktur, Pariwisata dan Pelayanan Publik; Top 3 Kabupaten/Kota Potensial Kategori Investasi, Infrastruktur, dan Pariwisata, Top 3 Kabupaten/Kota di Setiap Koridor MP3EI, dan Provinsi Terbaik yaitu Provinsi dengan Indeks Total lebih dari 70. Pentingnya Investasi Pak Noor, sapaan Wabup Tuban, usai menerima penghargaan di Jakarta, menyatakan bahwa penghargaan IAA diberikan oleh lembaga yang sangat terjaga independensinya. Melalui penghargaan itu kini Kabupaten Tuban diakui secara nasional memiliki potensi terbaik untuk pengembangan investasi, infrastruktur, pariwisata dan pelayanan publik. Selain itu, juga mengingatkan pentingnya investasi di Kabupaten Tuban. Selain membuka seluas-luasnya pintu investasi, sudah barang tentu tetap mempertimbangkan kearifan lokal dan terjaganya sumber daya alam Kabupaten Tuban. Melalui investasi, peluang tenaga kerja menjadi terbuka. Juga, investor agar sedapatdapatnya mengoptimalkan tenaga kerja lokal, sehingga masyarakat Kabupaten Tuban tidak menjadi penonton di kotanya sendiri.n dok
No. 224 n Desember 2016
I STIMEWA
Nicky Astria. (kdg)
Pak Huda Ajak
Serahkan Tropy Juara Umum Porkab IV. (kdg)
Sejahterakan Rakyat B
upati Tuban, H. Fathul Huda, menyerukan semua komponen yang ada di Bumi Wali berusaha menyejahterakan rakyat. Demikian disampaikan pada Malam Resepsi Peringatan Hari Jadi Tuban (HJT) ke-723 di Pendopo Kridho Manunggal. “Pada momen HJT yang ke-723 ini mari kita berusaha menyejahterakan rakyat,” ujar Pak Bupati. Pada peringatan HJT kali ini bertemakan “Kerja nyata, Hasil Nyata, Menuju Tuban Lebih Sejahtera”. Tema tersebut bertujuan agar pemerintah, stakeholder dan semua elemen masyarakat bekerja keras menyejahterakan rakyat Kabupaten Tuban. Untuk menyejahterakan masyarakat tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri, stakeholder sendiri, ataupun masyarakat sendiri, namun harus dikerjakan bersama-sama. Menyejahterakan masyarakat, papar Pak Huda, sapaan Bupati Tuban, adalah bentuk tanggung jawab kepada leluhur pendiri Kabupaten Tuban. Dengan demikian, semua elemen masyarakat harus memiliki komitmen yang sama demi kesejahteraan masyarakat Tuban. “Ke depan penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, harus meningkatkan kualitas pelayanan, perekonomian,” tambahnya. Pak Bupati juga berharap agar pelayanan kepada masyarakat terus ditingkatkan. Di tahun 2017 mendatang akan ada penghargaan juga sanksi bagi masing-masing SKPD. Ini untuk meningkatkan kinerja agar bisa membuat program inovatif bagi masyarakat. Harapannya semua SKPD semaksimal mungkin dapat membuat inovasi layanan publik. “Saya akan selalu mengevaluasi, akan ada penghargaan bagi yang berprestasi dan sanksi jika tidak berinovasi atau kinerjanya mengalami penurunan,” tutur Pak Huda. Adapun di tahun-tahun mendatang, secara nyata harus dapat meningkatkan pelayanan kepada
No. 224 n Desember 2016
masyarakat agar terwujud Kabupaten Tuban yang sejahtera sebagaimana keinginan bersama.
Nicky Astria Sementara itu, pada malam resepsi HJT ke-723 menghadirkan penyanyi rock terkenal, Nicky Astria. Lagu pertama yang dilantunkan, “Misteri Cinta”, sontak kemerduan lagu tersebut menghipnotis para tamu di Pendopo Kridho Manungal. Diatas panggung, Nicky mengenakan kostum sederhana, bernuansakan religi membawakan sejumlah lagu andalannya, di antaranya Biar Semua hilang, Lentera Cinta, Kau, Mengapa dan beberapa lagu lainnya. “Mari kita ramaikan HJT ini dengan nyanyi bersama," ajak Rockers tersebut di atas panggung. Acara ditutup dengan ucapan selamat ulang tahun kepada Bupati Tuban dan jajaran Forkopimda oleh segenap tamu yang hadir.
Penyerahan Penghargaan Pada resespsi kali ini juga diagendakan penyerahan sejumlah penghargaan, antara lain, Juara Umum Porkab IV, Kampung Idaman Berseri, Adiwiyata tingkat Kabupaten, Wawasan Kebangsaan dan penghargaan bergengsi lainnya. Selain malam resepsi, agenda kegiatan HJT ke-723 dihiasi pula kegistan Tuban Bersholawat bersama Habib Syeikh, Tuban Bumi Wali Trail Adventure, Kejurnas Tenis Bupati Cup, Pameran Dagang dan Pembangunan, Hiburan rakyat bersama Evie Tamala, Lomba Kicau Burung Nasional, Ngaji Kebangsaan bersama Cak Nun dan Kiai Kanjeng, Wayang Kulit dengan Dalang Ki Enthus Susmono (Bupati Tegal), Ziarah Makam Leluhur, Upacara dan masih banyak kegiatan lainnya. Sebagai penutup kegiatan direncanakan kegiatan bhakti sosial pada bulan Desember mendatang.n kdg
19
I
S
STIMEWA
etelah beberapa waktu lalu dianugrahi penghargaan Perpuseru, di penghujung tahun 2016 Pemerintah Pusat (Pempus) juga memberikan penghargaan “Perpuseru” kepada Bupati Tuban, H. Fathul Huda. Sebelumnya, penghargaan diberikan oleh Yayasan Coca Cola Internasional. Pempus memberikan penghargaan Perpuseru kepada Bupati Tuban karena kebijakannya dinilai inovatif terkait pelayanan Perpustakaan Daerah. Kebijakan yang diterapkan memberi kontribusi bagi pengembangan sumber daya manusia. Penghargaan diserahkan di Jakarta oleh Kepala Biro Humas Kementerian Desa dan Transmigrasi, Fajar Tri Suprapto. Penghargaan ini serangkaian dari program Gerakan Perpuseru yang digalang Perpustakaan Nasional bekerja sama degan Yayasan Coca Cola International. Menurut, Pejabat Pempus itu, penghargaan juga diberikan kepada 80 Bupati dan Wali Kota seluruh Indonesia yang berada di kawasan Sumatera, Jawa dan Kalimantan. Pak Huda, sapaan Bupati Tuban, mengatakan, Pempus memberikan penghargaan karena Pemkab Tuban memfasilitasi Perpustakaan
Dianugrahi Perpuseru Lagi
Kabupaten dengan berbagai pelayanan, seperti pelayanan berbasis Teknologi Informasi (TI), menambah jumlah Perpustakaan hingga ke tingkat Kecamatan, selain itu juga karena adanya usaha peningkatan anggaran serta sarana dan prasarana pendukungnya. Kepala Kantor Perpustakaan, Kearsipan dan Dokumentasi Kabupaten Tuban, Joko Prijono, SH, M.Hum, mengatakan penghargaan yang diterima Bupati Tuban adalah penghargaan bagi Kepala Daerah yang mendukung perpustakaan sebagai layanan publik yang bertranspormasi sebagai
pusat belajar masyarakat berbasis TI. Disamping itu, Pemkab Tuban terus berupaya mengembangan perpustakaan seoptimal mungkin, seperti pengadaan buku tiap tahun, pengadaan mobil perpustakaan keliling serta menambah jumlah perpustakaan umum di wilayah Kecamatan. Lebih dari itu, ajek menggelar lomba minat dan budaya baca serta pelatihanpelatihan kepada masyarakat. “Berbagai upaya di atas untuk meningkatkan minat baca masyarakat, melalui cara yang mudah, cepat, guna pengembangan potensi SDM masyarakat,” tuturnya.n kdg
TP-PKK Juara Kreasi Menu Beragam
T
im Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Tuban Juara Penghargaan Kreasi Menu Beragam pada Lomba Cipta Menu (LCM) Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman Berbasis Sumber Daya Lokal. Duta dari Provinsi Jawa Timur (Jatim) itu memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) yang diselenggarakan di Kabupaten Boyolali Jawa Tengah (Jateng). Hj. Qodiriyah, Ketua TP-PKK Kabupaten Tuban, menuturkan, kekompakan menjadi kekuatan dalam setiap kegiatan TP-PKK. Untuk itu, harus dijaga agar PKK Kabupaten Tuban terus berprestasi. Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), didampingi Ibu Negara, Iriana Jokowi, ikut hadir pada puncak peringatan HPS tersebut. Juga,
20
Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, Bupati Boyolali, Seno Samodro, tuan rumah dan sejumlah Kepala Daerah se-Indonesia. Sengit Presiden, menegaskan, akhir-akhir ini kompetisi antar negara sangat sengit. Ke depan ada 3 komponen yang diperebutkan, yaitu berkaitan dengan pangan, energy dan air. Presiden mengimbau agar ketiga komponen tersebut diantisipasi, disiapkan dan direncanakan dengan baik ketersediaannya. Indonesia negara besar, memiliki 17.000 Pulau, tetapi harus apa adanya. Tahun lalu, beras, kedelai,
No. 224 n Desember 2016
I STIMEWA terutama berkaitan dengan pangan. Jika kerja keras dan kompak maka jagung paling lambat tahun 2018 tidak impor.
Tim Pangan Kabupaten Tuban. (kdg)
jagung, gula dan buah impor. Tapi, melihat kondisi di lapangan serta melihat pameran ini, optimis tidak impor, asal semua bekerja keras. Beras sampai Oktober tidak impor, juga memastikan hingga Desember 2016 tidak impor, bahkan jagung impornya turun 60%. Ini semua kuncinya harga akhir. Jika
harga bagus petani termotivasi menanam. Percuma pupuk disubsidi kalau harga jatuh. Terkait kebutuhan air, akan membangun 49 waduk di tanah air dan embung-embung untuk mengairi tanaman. Ssedang, berkaitan energi, diurus ESDM. Masih banyak hal lainnya yang perlu diperhatikan
Pameran Selain lomba, digelar pula pameran yang diikuti sejumlah Kementerian (Pertanian, Kelautan dan Perikanan, LH dan Kehutanan, Perindustrian, Perdagangan, Kesehatan dan Pariwisata), FAO, Provinsi se-Jawa, Sumatera, Bali, NTT, NTB, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Perum Bulog, PT Pupuk Indonesia, Perbankan dan Perusahaan Swasta. Keseluruhan peserta 203 stan.n kdg
Puskesmas Jenu Komit Tingkatkan Pelayanan
dr. Dede. (dok)
Serap aspirasi masyarakat. (dok)
U
ntuk mewujudkan masyarakat sehat dibutuhkan komitmen banyak pihak, salah satunya Puskesmas. Hal yang harus diperhatikan oleh Puskesmas adalah pelayanannya. Semakin baik pelayanan yang diberikan oleh Puskesmas semakin baik pula derajat kesehatan masyarakat. Puskesmas Jenu selalu berusaha memberikan pelayanan yang maksimal kepada pelanggannya. Di antara langkah yang ditempuh menghimpun aspirasi masyarakat. Hal ini agar Puskesmas Jenu mengetahui keinginan masyarakat secara langsung, sehingga dapat menindaklanjutinya dengan cepat. Mengingat pentingnya menghimpun aspirasi masyarakat maka Puskesmas Jenu menggelar pertemuan perbaikan mutu pelayanan di Aula Puskesmas Jenu Pertemuan di atas mengundang beberapa
No. 224 n Desember 2016
perwakilan masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, ajajaran Polsek, Koramil, hingga beberapa perwakilan perusahaan yang bekerjasama dengan Puskesmas Jenu. Kegiatan diselenggarakan mulai pukul 10.00 WIB, dibuka Kepala Puskesmas Jenu, dr. Dede Kurniawati. Acara diawali pemaparan mengenai profil Puskesmas Jenu, sarana prasarana yang dimiliki oleh Puskesmas Jenu, hingga terobosan-terobosan yang telah dilakukan oleh Puskesmas Jenu, dalam memaksimalkan pelayanan agar pelanggan Puskesmas Jenu semakin nyaman. Usai dr. Dede Kurniawati presentasi, dilanjutkan diskusi membahas peningkatan mutu pelayanan Puskesmas Jenu. Dialog berjalan lancar, banyak pertanyaan maupun usulan-usulan yang dilontarkan oleh para perwakilan masyarakat. Mereka berperan aktif dalam perbaikan mutu pelayanan Puskesmas Jenu. Dari hasil diskusi yang dilakukan Puskesmas Jenu dengan perwakilan masyarakat didapat beberapa poin penting untuk memperbaiki dan memaksimalkan mutu pelayanan Puskesmas Jenu. Poin-poin itu sudah barang tentu segera ditindaklanjuti oleh Puskesmas Jenu. Sedang, terkait poin-poin usulan masyarakat di atas, Puskesmas Jenu akan menjalin kerjasama dengan berbagai kalangan, juga membutuhkan peran aktif warga masyarakat Jenu. Setelah melewati sesi diskusi dan tanya jawab selesai, petemuan perbaikan mutu pelayanan diakhiri dengan pembacaan doa dan foto bersama.n
21
I
STIMEWA
Ikuti Forum Inovasi Pelayanan Publik
F
Bagian Humas dan Media Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Tuban mengikuti Forum Nasional Replikasi Inovasi Pelayanan Publik 2016 di Gedung Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Jalan Diponegoro Nomor 63 Bandung Jawa Barat. dapat mendorong terciptanya clean and good governance karena pemerintah dan badan publik dituntut menyediakan informasi yang lengkap mengenai apa yang dikerjakan secara terbuka, transparan dan akuntabel. Tentu saja, informasi yang diberikan sesuai dengan klasifikasinya, bukan informasi yang dikecualikan. Kepala Sub Bagian Publikasi pada Bagian Humas dan Media Setda Kabupaten Tuban, Hermanto, SH, menambahkan, pemerintah dan badan publik wajib memberikan informasi yang dibutuhkan masyarakat, serta menerima aspirasi dan pengaduan. Di Tuban, ada layanan pengaduan masyarakat melalui website pemerintah kabupaten serta Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). Rata-rata dalam satu bulan ada 10 pengaduan yang masuk.
orum ini merupakan pameran dan workshop yang terdiri dari workshop transfer pengetahuan dan pengalaman para inovator pelayanan publik instansi pemerintah, Coaching Clinic, Bimbingan Teknis Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan P ublik Nasional, LAPOR! - SP4N, Sosialisasi Nasional Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2017 dan Pameran Replikasi Inovasi Pelayanan Publik. Portal aspirasi Dalam pameran inoPemerintah meluncurkan portal aspiPak Teguh. (ydh) vasi itu, terdapat 59 sistem rasi dan pengaduan masyarakat untuk pepelayanan publik pilihan yang dianggap dapat dijadikan ngawasan pembangunan dan pelayanan publik melalui role model bagi daerah lain dalam memberikan pemanfaatan aplikasi LAPOR! sebagai sistem Pengepelayanan kepada masyarakat. Selain itu, juga dilakukan lolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N). peluncuran buku Top 35 Inovasi Pelayanan Publik 2016, Implementasinya terdiri dari dua komponen, yaitu pedan peluncuran Aplikasi Sistem Informasi Pelayanan ngelolaan oleh Kemenpan-RB dan Pengawasan oleh Publik (SIPP). SIPP ini disediakan agar masyarakat Ombudsman RI. mengetahui informasi mengenai jenis pelayanan, Laporan dan pengaduan masyarakat bisa diakses standar pelayanan, pihak yang bertanggung jawab dan melalui portal www.lapor.go.id dan SMS ke nomor 1708. sarana evaluasi penyelenggaraan pelayanan publik bagi Aplikasi LAPOR! telah terintegrasi dengan instansi pekementerian/lembaga dan pemerintah daerah. merintah, BUMN dan pemerintah daerah. Hal yang Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Media Setda dilaporkan tidak hanya kegagalan pelayanan tapi juga Kabupaten Tuban, Drs. Teguh Setyobudi, MM, menuturpelaksanaan program prioritas pemerintah. Aplikasi kan, inovasi pelayanan publik diperlukan untuk memyang tersentral di pusat ini untuk meningkatkan kualitas percepat pelayanan kepada masyarakat. Meningkatnya pelayanan publik dan menjawab komplain-komplain makualitas layanan birokrasi, masyarakat akan mendapatsyarakat, sehingga seluruh instansi pemerintah diwajibkan kepuasan. Masyarakat berhak mengetahui kegiatan kan terintegrasi dalam sistem LAPOR!. Laporan dan yang diselenggarakan badan publik. Hal ini didukung aduan yang masuk harus ditanggapi, kalau tidak akan hadirnya Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik diteruskan ke Ombudsman RI. (UU KIP) yang diharapkan mendorong iklim keterbukaan Berdasarkan Laporan Global Innovation Index yang luas di berbagai level. Tahun 2015 menunjukkan bahwa kecepatan dan keKeterbukaan informasi memberi peluang masyamampuan beradaptasi serta ide cemerlang adalah faktor rakat berpartisipasi dalam kebijakan publik. Ini sekaligus penting menentukan keberhasilan suatu inovasi.n
22
No. 224 n Desember 2016
H UT DWP
Perempuan Harus Cantik Luar Dalam
Bu Yayuk dan person-person DWP. (ydh)
K
etua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Tuban, Sri Rahayu, menyatakan, peningkatan kapasitas diri seorang perempuan harus berkelanjutan seiring perubahan zaman. Peningkatan tersebut dapat dimulai dari keluarga, yakni perempuan harus memiliki kemauan untuk meningkatkan potensi diri. Menurut Bu Yayuk, sapaannya, perkembangan dan perubahan zaman yang begitu cepat, merupakan tantangan yang menuntut pembuktian peran, serta manfaat DWP di tengah masyarakat. Era globalisasi, dengan dampak positif dan negatifnya, berkembang seiring pembangunan di segala bidang. Untuk itu, DWP harus ikut memperkuat setiap lini dan memberdayakan kembali setiap gugus organisasi, dengan terus menggali potensi yang ada untuk beraktivitas dan berkreasi guna menjawab tantangan yang ada. “DWP harus berkiprah nyata, menjadi organisasi yang berkualitas, mandiri dan dapat diandalkan untuk mendukung program pemerintah dalam melaksanakan program-program pembangunan yang telah dicanangkan,” tandasnya. Ditegaskan, perempuan tidak ingin menjadi beban pemerintah. Yang diinginkan DWP adalah perempuan dapat bersinergi dengan pemerintah melaksanakan pembangunan kemasyarakatan. Sebagai organisasi kemasyarakatan yang beranggo-
takan istri Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang netral dan mandiri, anggota DWP harus dapat menjadi pendamping yang baik, serta pendorong semangat dan dukungan moril bagi suaminya melaksanakan tugas yang diemban dengan sebaik-baiknya. “Perempuan itu harus cantik luar dan dalam, sehingga bisa memberikan kontribusi nyata atas keberhasilan karier suami serta kesejahteraan keluarga dan masyarakat,” katanya. Istri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tuban ini, menambahkan, sesuai tuntutan zaman, kegiatan DWP tidak hanya terbatas pada pembinaan bagi anggotanya saja, tetapi juga harus bisa bermitra dan bekerjasama dengan pemerintah maupun swasta, dalam bentuk kegiatan nyata yang dapat berdampak langsung atau tidak langsung bagi kemajuan perempuan di Bumi Wali. Perempuan juga berperan penting dalam mendidik generasi bangsa. Karena itu, harus memiliki bekal pengetahuan yang bisa diterapkan di dalam keluarga. Peningkatan wawasan perempuan bisa didapat melalui berbagai kegiatan, termasuk di DWP. Tidak ada kaum perempuan yang tidak berpotensi. Namun, tidak semua perempuan mau dan mampu meningkatkan kreatifitas untuk menggali potensi yang dimiliki. Untuk itu, ia mendorong anggota DPW agar memunculkan potensi yang dimiliki demi kemajuan bersama. "Sebenarnya, perempuan itu
No. 224 n Desember 2016
cukup berdaya, tapi terkadang kesempatan tidak berpihak kepada perempuan karena ada sedikit pengaruh budaya patriarki. Karena itu, perlu didorong untuk lebih aktif dan kreatif di berbagai kegiatan positif yang bisa mengembangkan potensi diri sekaligus bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara,” ucapnya. Bu Sekda, mencontohkan, wawasan bisa didapat perempuan jika bergabung di lembaga atau organisasi kewanitaan, seperti Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dan Dharma Wanita di Kabupaten Tuban. Perempuan mempunyai potensi besar, terlebih jika diberi kesempatan, kepercayaan dan motivasi. “Terbukti, DWP Kabupaten Tuban bisa mandiri, tidak mendapatkan sokongan dana dari pemerintah. Dananya murni dari iuran anggota. Namun, bukannya melempem, justru tertantang semakin aktif dan kreatif melalui bidang-bidang-bidang ekonomi, pendidikan, dan sosial budaya,” ujarnya penuh semangat. Selanjutnya, Bu Yayuk, menerangkan, untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) DWP ke-17 tahun 2016 yang bertemakan “Penguatan Kualitas Istri Aparatur Sipil Negara (ASN) Menuju Ketahanan Keluarga”, DWP Kabupaten Tuban akan menggelar resepsi, seminar, kegiatan sosial dan lomba-lomba. Kegiatan sosial, donor darah menjadi agenda rutin HUT DWP. Saat resepsi, akan menampilkan paduan suara dan tari oleh anggota DWP Kabupaten Tuban. Seminar akan diselenggarakan dengan tema “Peran Perempuan Dalam Penegakan Hukum”. Sedang, lomba yang dihelat, antara lain lomba yel-yel, membuat aneka kreasi makanan dari bahan dasar mie dan game ketrampilan. Selamat HUT DWP, semoga semakin solid berperan dalam pembangunan bangsa.n ydh
23
G EMA HJT KE-723
Pameran Sarana Pomosi UKM
Pak Miyadi. (kdg)
Keliling stan pameran. (kdg)
P
ameran Dagang dan Pembangunan adalah wahana para pengusaha, khususnya Usaha Kecil Menengah (UKM), untuk mengerti pasar dan persaingannya yang kompetitif. Selain itu, sebagai sarana promosi produk-produk UKM lokal Kabupaten Tuban. “Ketika jaringan, informasi dan komunikasi sudah terjalin antar UKM dan elemen lainnya, akan ada hubungan kemitraan yang baik,” ujar Ketua DPRD Kabupaten Tuban, H.M. Miyadi, S.Ag, MM, saat membuka Pameran Dagang dan Pembangunan. Pak Miyadi, sapaannya, menambahkan, setelah memiliki kemitraan yang baik antar UKM dapat menciptakan inspirasi dan terobosan dalam dunia usaha, sehingga akan meningkatkan nilai daya dan mampu bersaing pada skala pasar yang lebih luas lagi. Produk-produk kreatif masyarakat harus dipikirkan, dikembangkan terus agar siap bersaing di pasar nasional. Kegiatan tahunan yang dilaksanakan di GOR Rangga Jaya Anoraga Tuban ini merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi Tuban (HJT) ke723, terasa berbeda lagi, karena adanya dukungan Pasar Rakyat dari
24
Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Timur (Jatim). Pameran itu diramaikan berbagai produk makanan, pakaian, kerajinan, elektronik, kendaraan bermotor dan produk unggulan daerah. Tidak ketinggalan, perwakilan industri besar yang ada di Kabupaten Tuban, baik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Swasta, juga perwakilan dari 9 Pemerintah Kabupaten/Kota di Jatim dan Jawa Tengah (Jateng). Peserta yang ambil bagian dalam pameran 150 peserta, terbagi 128 stan baik yang berada di dalam maupun di luar GOR. Peserta, meliputi, 18 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Lembaga atau Instansi Kabupaten Tuban, 8 BUMN dan Swasta, 6 Properti, 7 Usaha Otomotif dan Leasing, 102 UKM binaan Disperpar Kabupaten Tuban. Serta, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Lamongan, Kota Kediri, Kota Pasuruan, Nganjuk, Jepara dan Kabupaten Rembang. Saling sinergi Kepala Dinas Perekonomian dan Pariwisata (Disperpar) Kabupaten Tuban, Ir. Farid Achmadi, MMT, menjelaskan, Pameran Dagang dan Pembangunan bertujuan sebagai sarana promosi dan komunikasi interaktif antara pemerintah daerah,
dunia usaha dan masyarakat. Melalui kegiatan itu, diharapkan saling sinergi agar mendorong berbagai potensi sumber daya daerah menuju perwujudan masyarakat Kabupaten Tuban yang maju, mandiri dan sejahtera. Dikatakan, materi pameran meliputi produk dan komoditi unggulan Kabupaten Tuban serta Kabupaten lainnya, di antaranya hasil industri, pertanian, perikanan, peternakan dan makanan ringan. Selain itu, produk furniture, hasil industri kecil dan kerajinan yang menarik. Dengan keikutsertaannya beberapa Kabupaten lain di Jatim Jateng, juga kehadiran Industri besar yang ada di Kabupaten Tuban, diharapkan UKM di Kabupaten Tuban siap bersaing di skala nasional. Disamping itu, bagi SKPD yang terlibat dalam pameran, dapat menyampaikan perkembangan kepada publik yang berhubungan dengan pelayanan ke masyarakat, juga visualisasi hasil dari pembangunan daerah, termasuk beberapa informasi pelayanan program pemerintah kepada masyarakat. Didi Kempot Pameran Dagang dan Pembangunan diramaikan pula dengan pesta kembang api, Festival Band hingga mendatangkan artis Nasional, Didi Kempot. Juga, disemarakkan dengan Sentra Kuliner, Lomba-lomba Ilmiah Remaja dan Pelajar di Pujasera serta aneka permainan menambah daya tarik warga hadir dalam pameran itu.n kdg
No. 224 n Desember 2016
G EMA HJT KE-723
Nikah Massal di Pendopo Kridho
S
ebanyak 6 pasang pengantin mengikuti nikah massal dalam rangka memperingati Hari Jadi Tuban (HJT) ke-723. Nikah massal ini berlangsung di Pendopo Kridho Manunggal. Keenam pengantin ini resmi menjadi pasangan suami istri dengan ditandai kepemilikan buku nikah dari Kantor Urusan Agama (KUA) di tempat tinggal masing-masing. Mereka yang mengikuti nikah massal, antara lin, pasangan Kardi dan Hestriningsih, warga Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Trismuji dan Yuni Widarwati, warga Desa Tlogowaru, Kecamatan Merakurak. Selain itu, 4 pasang pengantin dari Desa Sekaran, Kecamatan Jatirogo, yakni Mulyadi dan Katimah, Suradi dan Sari, Mudi dan Parmi serta Tasrip dan Rasmi. Meski diwarnai kesalahan mempelai dalam mengucap ijab qobul, namun nikah massal tersebut berlangsung dengan khidmad dan lancar. Bupati Tuban, H. Fathul Huda, mengapresiasi penyelenggaraan nikah missal. Sebab, penyelenggaraan nikah massal dapat mengurangi masyarakat yang tinggal dalam satu rumah tapi belum ada ikatan pernikahan atau perzinaan. Terlebih, di Tuban saat ini masih banyak pasangan laki-laki dan perempuan tinggal satu rumah belum diikat dengan tali pernikahan. Bahkan, banyak juga yang sampai memiliki anak namun belum menikah. ”Nikah massal ini adalah salah satu jawaban dari persoalan itu. Ke depan diharapkan tak ada lagi lakilaki dan perempuan bukan muhrimnya tinggal bersama dalam satu rumah,” ungkapnya. Memahami hukum perkawinan Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian, Adminis-
No. 224 n Desember 2016
trasi Pembangunan dan Kesra Setda Kabupaten Tuban, Ir. M. Amenan, MT, mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban bertujuan untuk melindungi mereka dan menjamin keabsahannya atas bukti pernikahan yang sah, baik secara agama maupun pemerintahan. Selain itu, melalui kegiatan nikah massal, juga diharapkan masyarakat dapat memahami hukum perkawinan secara syar'i, dengan mengamalkan nilai-nilai keagamaan. Tahun depan, diupayakan ada kegiatan lagi nikah missal. “Kita terus upayakan tahun depan. Ini program pemerintah untuk meningkatkan pengamalan nilainilai keagamaan, khusunya dalam aspek pernikahan,” jelasnya. Pada awalnya jumlah pendaftar 18 pasangan, namun setelah diverifikasi yang memenuhi syarat 6 pasang. Mereka dinikahkan massal di hadapan ratusan undagan di Pendopo Kridho Manunggal. Pasangan yang tidak lolos verifikasi, salah satunya karena data kependudukannya luar daerah, mengaku duda atau janda tapi tidak memiliki kartu nikah, juga berbagai persyaratan lainnya tidak memenuhi. Dibantu mas kawin Rp 1 juta Adapun pembiayaan ditanggung Pemkab Tuban. Setiap pasangan pengantin juga dibantu maskawin sebesar Rp 1 juta, biaya rias dan berbagai keperluan pernikahan lainnya. “Ini yang pertama, ke depan akan dilanjutkan ke tingkat Kecamatan. Harapannya membantu masyarakat agar nikah sah sesuai aturan, baik aturan pemerintah maupun aturan agama,” kata Pak Amnan, sapaan Kabag Perekonomian, Administrasi Pembangunan dan Kesra Setda Kabupaten Tuban.n kdg
25
R AGAM PERISTIWA
Gelar Pameran Tunggal
G
una meningkatkan cinta museum kepada k h a l a ya k , M us eum Kambang Putih untuk kali pertama menggelar pameran tunggal. Eksibisi bertajuk “Kabar Dari Laut” ini dihelat di Museum Sepuluh Nopember kompleks Monumen Tugu Pahlawan Surabaya pada 16-20 Nopember 2016 lalu. Kepala Museum Kambang Putih, Dra. Santi Puji Rahayu, mengatakan, pameran tunggal tersebut bertujuan untuk mengasah kemampuan untuk berkreasi di bidang tata pamer sekaligus memberikan pengetahuan kepada khalayak ramai tentang sejarah Tuban. Sejalan dengan fungsi museum sebagai sarana pendidikan dan rekreasi, Museum Kambang Putih berupaya mengenalkan dan memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa Tuban yang secara geografis berada di tepi laut memiliki banyak cerita. Tuban yang dahulu disebut Kambang Putih, lanjutnya, merupakan salah satu bandar kuno sebagai penghubung perdagangan antara dunia barat dan timur. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya hasil temuan bawah laut serta koleksi etnografi terkait dengan kehidupan masyarakat nelayan di Tuban. Kepala Bimbingan Edukatif sekaligus Konservator Museum Kam-
26
dan kendi susu. “Total ada 100 lebih koleksi yang kita bawa, dipamerkan di Museum Sepuluh Nopember. Selain perlengkapan nelayan serta peninggalan Cina, ada juga peninggalan Eropa berupa piring dan botol,” rincinya. Apresiasi masyarakat cukup bagus. Apalagi, Museum Kambang Putih juga membuka kesempatan luas bagi mereka yang akan memanfaatkan ruang pamernya untuk meningkatkan aspirasi dan kreatifitas seni. Seperti yang terlihat selama pameran berlangsung, yakni pembuatan video Mannaquin Challenge oleh para mahasiswa Universitas Bhayangkara dan Universitas Wijaya Kusuma di stand Museum Kambang Putih.
bang Putih, Ronny Firman Firdaus, S.S, menyatakan, pameran tunggal digelar untuk meningBalutan masa kini katkan daya apresiasi Dituturkan, menurut masyarakat kepada rencana kegiatan pamemuseum. Mengingat ran tunggal ini akan digeselama ini museum belar setiap tahun dengan lolum menjadi tujuan utakasi yang berbeda-beda. ma warga. Padahal, keHal ini dilakukan supaya maKepala Museum beradaan museum pensyarakat tidak menganggap ting sebagai tujuan wisa- Kambang Putih. (ydh) museum monoton hanya meta sejarah, edukasi, dan riset. nampilkan masa lalu, namun bagaiKegiatan pameran tunggal ini mana menampilkan masa lalu dalam merupakan sebuah jendela etalase balutan masa kini. Museum bukan sejarah Tuban. Beberapa koleksi hanya tempat penyimpanan bendayang dipamerkan, antara lain, perbenda antik, tapi juga sebagai temlengkapan nelayan pada masa lampat menggali inspirasi dan menupau, seperti angkle (sandal untuk angkan cita-cita.n ydh melindungi kaki nelayan dari sayatan tajamnya batu-batu karang yang masing-masing dilengkapi empat kaki tambahan serta tali, biasa dipakai ketika mencari udang rebon dan tiram), jaring, dan serok. Selain itu, tambahnya, barangbarang peninggalan Cina seperti mata uang dari masa dinasti Tang Kaisar Kaiyuan (713-741) dan dinasti Ming Kaisar Honghwu (1368-1398), teko yang ditemukan di dasar laut utara Tuban (Laut Jawa), dibuat pada masa Dinasti Song abad X-XII, mangkok berbahan batuan diperkirakan berasal dari Longquan (ZhejiKonservator Museum Kambang Putih. (ydh) ang), guci, piring celadon, cepuk,
No. 224 n Desember 2016
R AGAM PERISTIWA
Stuba Pakan Udang D
ua belas (12) Pokdakan (Kelompok Pebudidaya Ikan/Udang) dari Lamongan studi banding (stuba) cara pembuatan pakan udang, menimba ilmu budi daya serta penguatan manajemen Pokdakan binaan DPK (Dinas Perikanan dan Kelautan kabupaten Tuban). Kedua belas Pokdakan dari kabupaten tetangga ini kesemuanya pebudidaya udang, masing-masing kelompok diwakili oleh 5 anggota (petambak). Lawatan diterima oleh Kepala DPK Kabupaten Tuban, Ir. H. Sunarto, MM dan diajak berkunjung ke beberapa lokasi tambak binaan DPK. Selain itu, rombongan juga diterima Ir. Arif Tribina, MM, Penyuluh Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk Kabupaten Tuban. “Jika berbicara bandeng Lamongan jagonya, namun untuk udang Pokdakan Lamongan menganggap Tuban lebih unggul,” papar Kepala DPK Tuban. Pak Narto, sapaannya, menambahkan, kedatangan Pokdakan Lamongan ingin mempelajari bagaimana Pokdakan binaan DPK Tuban berkemampuan mengolah pakan buatan sekaligus ingin tahu pengadaan mesinnya. Ini wajar, sebab faktor pakan penting dalam pertambakan, utamanya jika dikaitkan dengan biaya operasional, pakan merupakan biaya paling tinggi dalam budi daya udang. Kabupaten Tuban mampu membina dan merealisasikan pembuatan pakan sendiri bagi Pokdakan yang menjadi binaan DPK. Adapaun, stuba itu mengunjungi Pokdakan Tirto Mujur Desa Sugihwaras Jenu,
Rombangan stuba dari “negeri” tetangga. (mif)
yang diketuai oleh Muhammad Hatta. Pokdakan ini 9 orang anggotanya telah membuat pakan sendiri, juga dilengkapi mesin secara swadaya. Disamping itu, beberapa Pokdakan itu bekerjasama dengan mahasiswa Unirow Prodi Perikanan, sebagai Mitra, sekaligus tempat mempraktikkan ilmunya. Contoh, dalam pembuatan pakan, mahasiswa bernama Eko, mengoperasikan dan memberikan contoh pembuatan pakan. Beberapa mahasiswa itu diakomodir untuk mengembangkan keilmuannya baik soal pembuatan pakan, budidaya serta berpraktek manajemen kelompok, pengujian kualitas air serta memperdalam budi daya udang yang baik (CBIB). Menekan biaya “Pembuatan pakan sendiri ini awalnya memberikan alternatif dalam menekan biaya pakan” lontar Ir. Arif Tribina, M.M. Penyuluh KKP ini bersama DPK Tuban menyosialisasikan alat dan cara pembuatan pakan udang bagi Pokdakan. Ternyata, direspon baik, sehingga ditindaklanjuti dengan pelatihan. Sebab, pembuatan pakan harus dikenali komposisi protein, serat, karbohidrat dan mineral lainnya yang cocok untuk udang, juga bahan-bahan yang harus dikenali dan diupayakan ada di lokal Tuban. Dalam mengaplikasikan pembuatan pakan udang, Pak Arif, yang juga pengajar di Unirow itu, mengajak mahasiswanya mendampingi
No. 224 n Desember 2016
petambak, agar selain petambaknya bisa membuat pakan sendiri mahasiswa juga mempunyai kedalaman aplikasi keilmuannya. Kini, dari hasil binaan tersebut, Pokdakan Tirto Mujur dengan anggota 9 orang, memiliki luas lahan sekitar 6 ha (terdiri dari 18 petak kolam/tambak), dengan pakan buatan sendiri mampu berproduksi 25-30 ton per periode. Dari kemampuan tersebut, kini semua anggotanya telah melengkapi dengan alat pembuatan pakan sendiri senilai Rp 5 juta per unit, dengan kapasitas produksi 500 kg per hari pakan udang buatan. Manajemen Pokdakan Rombongan stuba dari Lamongan itu, di bawah arahan Kepala DPK Tuban dan Penyuluh KKP, diajak berdiskusi secara langsung tentang manajemn kelompok. Sehingga, dari pola berinteraksi langsung itu, tidak ada yang ditutupi tentang bagaimana sistem pembinaan dan penyuluhan bagi para Pokdakan, maupun para pribadi-pribadi pelaku pertambakan udang. Sedang untuk stuba tentang budi daya udang, selain mendapatkan materi dari Pak Arif, tamu dari lamongan juga menimba ilmu langsung di lapangan. berdialog dengan para pelaku, mulai dari penanggulangan penyakit, tidak digunakannya obat-obatan dan antibiotik untuk budidaya, sampai menjaga kestabilan kualitas air, serta mengantisipasi secara dini penyakit, sehingga kerugian tidak fatal.n mif
27
I NFO DESA
Dipanen Padi “Jarwo Super”
Pak Didit memanen dengan alsintan. (rtn)
P
adi demplot pola tanam Jajar Legowo (Jarwo) Super dipanen. Uji coba di areal pertanian Desa Plandirejo Kecamatan Plumpang itu merupakan “terobosan” BP2KP (Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian) dalam hal peningkatan produksi padi juga peningkatan kesejahteraan petani. Selain itu, merupakan aplikasi one SKPD one innovation. Sebagaimana diketahui, secara umum pengembangan pertanian di Indonesia, termasuk di dalamnya Kabupaten Tuban, terkendala oleh beberapa hal, di antaranya soal sempitnya areal pertanian, masalah tingkat kesuburan tanah, juga problemproblem lainnya yang menyangkut ketenagakerjaan di bidang pertanian. Sedang, untuk mengatasi beberapa hal di atas, salah satunya mengaplikasi teknologi baru di bidang bercocok tanam, seperti model tanam padi Jarwo Super. “Kalau pola tanam padi “Jarwo” saja sudah dikenal. Namun, akalau model tanam padi “Jarwo Super” baru diperkenalkan petani Desa Plandirejo Kecamatan Plumpang ,” ujar Ir. Gaguk Sudarmo, MM, Plt. Kepala BP2KP Kabupaten Tuban. Ada perbedaan Dijelaskan oleh Ir. Aris Yuli Setianto, Kepala Sub Bidang Kelembagaan dan Ketenagaan Bidang Pe-
28
nyuluhan BP2KP Kabupaten Tuban, bahwa pola tanam padi Jarwo ada perbedaan dengan model tanam padi Jarwo Super. Perbedaannya, jika pola tanam padi Jarwo kurang mensyaratkan penggunaan teknologi pertanian, sedangkan model tanam padi Jarwo Super memprasyaratkan optimalisasi penggunaan alat-alat mesin pertanian (alsintan),
BP2KP itu. Demplot pola tanam padi di Desa Plandirejo Kecamatan Plumpang memanfaatkan areal petani seluas 4 ha. Dari hasil padi yang dipanen, diketahui terjadi peningkatan produksi rata-rata 7 kwintal per ha. Juga, terjadi pula peningkatan kualitas padi hasil panenan, karena pemanenan dilakukan dengan menggunakan alsintan. Hal ini sudah barang tentu sangat berpengaruh terhadap kualitas dan harga gabah, diperhitungkan terjadi peningkatan harga sebesar Rp 200 per kg. Keunggulan lainnya, model tanam padi Jarwo Super ternyata menurunkan biaya tanam dan panen kurang lebih 50%. Biasanya, petani merogoh kocek Rp 2,8 juta, akan tetapi melalui penerapan pola tanam padi Jarwo Super biaya tanam dan
Pak Gaguk, pak Aris dan pak Sumarno. (rtn)
seperti penggunaan mesin tanam padi juga mesin pemanen padi. Disamping itu, mengharuskan penggunaan bibit unggul padi, pemupukan secara berimbang dan hayati, pengaplikasian bio dekompuser, pengendalian hama secara hayati serta pola tanam dengan komposisi 40 x 20 x 12,5 cm. Jarak tanam demikian menjadikan keseluruhan tanaman padi menjadi tanaman pinggir. “Nah ketentuan demikian tidak dipersyaratkan pada pola Jarwo biasa,” kata Pak Aris, sapaan pejabat
panen dikalkulasi hanya Rp 1,6 juta. Perhitungan di atas, jika ditaksir secara keseluruhan terjadi peningkatan pendapatan petani sebesar kurang lebih Rp 5,4 juta. “Itu hitungan sungguhan … bukan mengada-ada,” tambah Sumarno, SP, Kepala Unit Pengelola Teknis Badan (UPTB) BP2KP Kecamatan Pumpang. Sedang, terkait demplot tanam padi pola Jarwo Super, melalui uji coba lahan seluas 4 ha diharapkan terjadi perluasan areal tanam hingga 60 ha di kawasan Kecamatan
No. 224 n Desember 2016
I NFO DESA Plumpang. Luas areal tanam di Kecamatan Plumpang 5.336 ha. Sedang di Desa Plandirejo sendiri seluas 203 ha. Prioritas pembangunan Usai memanen padi pola tanam Jarwo Super, mewakili Bupati Tuban, Drs. Sulistiyadi, MM, Asisten Pembangunan dan Administrasi Sekretariat Daerah (Sekda) Kabupaten Tuban, mengatakan, pembangunan pertanian adalah prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban. Hal tersebut, mengingat sebagian besar
penduduk Kabupaten Tuban adalah petani, juga sektor pertanian terbukti telah memberi kontribusi yang cukup besar pada PDRB Kabupaten Tuban. Malahan, menjadikan Kabupaten Tuban sebagai salah satu Kabupaten pemasok pangan di Jawa Timur, serta merupakan Kabupaten lumbung pangan Nasional. Oleh karena itu, melalui RPJMD 2016 – 2021, Pemkab Tuban memprogramkan peningkatan layanan dan keandalan waduk, jaringan irigasi dan pompanisasi pertanian, memprogramkan LP2B (Lahan Pertanian Berkelanju-
tan), bantuan alsintan, pembangunan jalan usaha tani, pembangunan embung, revitalisasi pertanian dari hulu hingga ke hilir, peningkatan sarana dan prasarana pertanian serta pemanfaatan teknologi pasca panen. “Jadi kita harus menjaga kualitas produksi pertanian, mampu memproduksi dalam skala pasar, juga mengawal keberlangsungan produksi pertanian. Janganlah kita sampai terlena,” ingat Pak Didit, sapaan Asisten Pembangunan dan Administrasi Sekda Kabupaten Tuban.n rtn
Gelorakan Tanam Padi Serentak
Pak Parno (paling kanan) dan Kasdim (kedua dari kanan). (rtn)
JAJARAN Muspika Kecamatan Palang, Dinas Pertanian (Disperta) dan Kodim 0811 Tuban larut dalam kegiatan Tanam Padi Serentak di Desa Leran Wetan. Kegiatan bersama Kelompok Tani (Poktan) Bumi Jaya itu untuk memberikan semangat bercocok tanam. “Tidak hanya TNI … tetapi kita semua harus memotivasi petani agar terjadi peningkatan produksinya, juga meningkat kesejahteraannya,” ujar Kasdim 0811 Tuban, Mayor Inf. Suko Edi Winarto. Komandan yang terlihat menyatu dengan petani itu kemudian, menegaskan, bahwa program swasembada pangan harus sukses di Indonesia. Upaya-upaya yang ditempuh pemerintah sepatutnya mendapat dukungan, termasuk dukungan dari TNI. TNI menudukung program swasembada pangan karena sangat berkorelasi, utamanya yang menyangkut ketahanan bangsa. Kalangan manapun mengetahui, bahwa keta-
hanan pangan menyangkut pula ketahanan bangsa. Untuk itu, jangan hingga Nusantara ini kekurangan pangan. “Banyak hal yang menyusahkan jika suatu bangsa kekurangan pangan, termasuk di dalamnya sangat berpengaruh terhadap aspek keamanan negara. Maka dari itu, TNI sangat mendukung program swasembada pangan, utamanya swasembada pajale (padi, jagung dan kedelai),” kata Pak Edi, sapaan Kasdim 0811 Tuban. Meski termasuk salah satu Kabupaten surplus pangan, akan tetapi Kabupaten Tuban tidak boleh “lengah”, artinya baik produksi padi, jagung maupun kedelai harus terus meningkat. Peningkatan produksi pajale harus terus menerus dipacu. Bukan hanya untuk pencapaian program swasembada pangan, melainkan akan berdampak juga pada peningkatan kesejahteraan petani Kabupaten Tuban. Oleh karena itu, ma-
No. 224 n Desember 2016
sih dibutuhkan kegiatan-kegiatan seperti Tanam Padi Serentak, disamping memberikan penghargaan kepada para petani, juga akan berdampak luar biasa, memotivasi petani agar serius bercocok tanam, juga akan membuka ruang terjadinya peningkatan hasil panen, baik secara kualitas maupun kuantitas. Ir. Suparno, Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura Disperta Kabupaten Tuban, mengatakan, gerakan-gerakan seperti Tanam Padi Serentak, Tanam Padi Jajar Legowo (Jarwo), Tanam Padi Jarwo Super maupun Tanam Padi SRI telah member nilai positif bagi peningkatan produksi padi Kabupaten Tuban. Saat ini, produktivitas tanam padi Kabupaten Tuban diperhitungkan 6,09 ton per ha. Sebelumnya, 5,8 ton per ha. Demikian pula dengan luas areal tanam, di tahun 2015-2016 mengalami penambahan luas areal tanam 11.000 ha. Sebelumnya, areal tanam padi se-Kabupaten Tuban 90.000 ha. Saat ini, mencapai 101.000 ha. Untuk terus memacu produktivitas hasil panenan petani Pemerintah Kabupaten Tuban juga tiada henti memfasilitasi pembangunan sarana prasarana pertanian, baik berupa pembangunan jaringan irigasi, jalan usaha tani maupun bantuan alat-alat mesin pertanian.n rtn
29
S
ELINGAN
Bajo, Suku Laut yang Tetap Bertahan uku
nS kima
.
Bajo
u
Perm
yang dikunjungi adalah pelabuhan Bongkutoko, Hutan Mangrove pesisir Kendari, dan paling menarik ke hunian Suku Bajo (suku yang menyetiai kehidupannya yang bergantung sepenuhnya pada laut).
uku an S
k)
. (do
Bajo
y
Nela
“
Bapak, kenapa tak tinggal dan bikin rumah di daratan belakang kampung?” “Nanti saya punya perahu siapa yang jaga,” jawab salah seorang Suku Bajo. Sebuah perjalanan yang tak sengaja, ketika itu penulis mendampingi mahasiswi Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Unirow, Siti Nurkholifah, mewakili Jawa Timur mengikuti Lomba Penulisan Cerpen pada Peksiminas (Pekan Seni Mahasiswa Nasional) ke-13 di Universitas Haluoleo (UHO) Sulawesi Tenggara (Sultra), yang beribukota di Kendari. Sebelumnya, sang mahasiswi itu menjuarai lomba penulisan cerpen (cerita pendek) di ajang Peksimida (Pekan Seni Mahasiswa Tingkat Daerah) Propinsi Jawa Timur, sehingga diberangkatkan ke ajang Peksiminas. Sebelum Siti Nurkholifah beradu kebolehan dalam hal menulis cerpen, panitia para dosen UHO mewajibkan seluruh peserta dari penjuru Indonesia melakukan “hunting” seharian penuh. Ternyata, lokasi
30
Empat Suku Di Kendari, atau lebih khususnya Propinsi Sulawesi Tenggara, dihuni oleh empat suku, di antaranya, Suku Muna, Suku Tolaki, Suku Buton (di kepulauan Buton yang penghasil aspal), dan terakhir dan yang paling menarik adalah Suku Bajo. Suku ini menyebar dan dengan ciri khususnya menempati laut untuk mendirikan tempat tinggalnya. Suku Bajo, menyebar sedari Brunei Darussalam, Filipina, NTT Sulawesi, bahkan ada di Afrika. Suku laut ini, selalu bertahan hidup dengan bermata pencaharian dari laut. Pantaslah jika penulis, mengkhususkan pada kesempatan ini bertutur tentang perjalanannya, yang mengulas keindahan dan keunikan Suku Bajo yang ada di Kendari. Sebab, sangatlah “eman” untuk tidak ditularkan cerita ini, mengingat, betapa di dunia yang serba canggih dan modern ini, Indonesia masih mempunyai kekhasan yang masih bertahan. Jelas-jelas, Pemerintahan Kendari sudah mengimbau agar mereka tinggal di darat, tetapi, justru mereka tidak berkembang dengan baik kegiatan ekonominya. Secara bulat Ketua Suku mengajak para anggotanya beralih kembali dan berumah di atas perairan laut. Mereka, justru lebih serasa nyaman dan berkembang ke-
giatan pencahariannya dengan perahu-perahu mungil untuk memenuhi mata pendaharian dengan melaut. Rasa Menghargai Karena diperbolehkan kembali hidup sesuai keinginannya, mereka mempunyai rasa menghargai yang tinggi terhadap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kendari, bukannya malah apatis. Apabila sebelum dipindah mereka hidup sekenanya, maka, Ketua Suku mengajak kepada para anggotanya untuk hidup lebih baik lagi, rumah-rumah yang disangga dengan tiang-tiang itu, sebagian besar telah memperhatikan kebersihan dan keindahan, tiap rumah ada bilik untuk madi dan buang hajat, yang dulunya tak pernah ada. Ruang dalam rumah tertata rapi, anak-anak disekolahkan, ibu-ibu memperhatikan tata cara hidup sehat. Mereka berkembang dengan pesat, sehingga, Pemprov Kendari meminta kesepakatan kampung di atas air itu harus dimekarkan menjadi dua desa dan dibawahi oleh dua Kepala Desa, bukan satu lagi. Penghargaan yang tinggi juga dilakukan terhadap pemerintah setempat, kepatuhan dan selalu menjaga harmoni selalu menjadi urat kehidupan Suku Bajo. “Kami selalu perhatikan bokojaga (kebersamaan), bukan hanya pada sesama manusia, tetapi juga dengan pemberi makan kita alias laut,” ucap Risal, Kepala Desa baru sesudah pemekaran, yang usianya baru dua puluh lima tahun. Rasa menghargai hidup, juga
No. 224 n Desember 2016
S ELINGAN tercurahkan dalam pemahaman sangat arif. Dalam melaut mereka tak mau menangkap hasil laut berlebihan, walaupun mereka tahu dengan hasil yang banyak mereka bisa mendapatkan uang yang banyak. Mereka hanya mengambil secukupnya saja, dari Teluk Kendari yang perairannya masih perawan, dan dihuni oleh banyak ikan. Keyakinan Mereka yakin, laut yang memberinya segala kebutuhan, tak boleh dikhianati dengan bersikap rakus. Maka, setelah cukup untuk makan, mereka akan berpamitan kepada laut dan mengucapkan rasa terima kasihnya. Mereka percaya, bahwa laut ada penjaganya, ada yang mempunyai. Jika mereka mengambil berlebihan penjaga akan tahu dan akan
melaporkan kepada yang mempunyai laut, maka, akibat buruk bisa menimpa kapan saja. Dan orang yang tidak rakuspun akan ikut terkena akibat buruk tersebut, artinya, tidak lagi mereka menjaga kebersamaan atau “bokojaga”, tak lagi ada penghargaan kepada sesama, kepada pemilik laut sang pemberi makan. “Nenek moyang kami menjaga dan dijaga laut,” tegas Risal. Kami, lanjutnya, bukan miskin, kami kaya. Sebab, apa yang dipunyai oleh nenek moyang kami yaitu laut, kami bagikan kepada siapa saja yang memerlukan. Apabila mereka semenamena terhadap laut, keyakinan kami mereka akan kena akibat buruk. Walau akibat tersebut juga menimpa kami, tapi penguasa laut akan melaporkan bahwa kami tidak bersalah, dan kami masih disediakan surga nanti.
Ya, mereka kaya, mereka penguasa laut, karena laut adalah tinggalan nenek moyangnya. Mereka adalah suku kaya yang tidak menyemena-menakan sumber daya kehidupannya. Ia belajar pada laut, dari nenek moyangnya masih eksis dengan kehidupan seperti itu hingga sekarang. Sebuah pelajaran, yang barangkali sulit diterima daya cerna nalar orang sekarang. Dibalik itu, kebaikannya berbagi untuk menggunakan laut secara bersama, tetapi, banyak yang lupa dan mengingkari kearifan dalam memanfaatkan laut. Sebuah suku laut tua yang masih bertahan bernama Bajo, akankah mereka tersingkir dari keluasan pelataran laut, dan keluasan samudera hatinya? Wallahu alam bishawab.n mif
Dikunjungi Wisata Asing WISATA Gua Putri Asih di kawasan hutan Perhutani RPH Nguluhan, BKPH Mulyoagung Parengan, Desa Nguluhan, Kecamatan Montong, diminati wisatawan asing. Sejak dibuka 3 Juli 2016 sudah 4 turis asing berkunjung dari negara berbeda. Seperti terlihat beberapa waktu lalu, ada 3 orang turis asing hampir setengah hari mengunjungi wisata gua di tengah hutan itu. Mereka sangat menikmati keindahan dan eksotisme bebatuan di dalam gua. Bahkan, mengapresiasi pengelola dalam menjaga kealamian wisata, salah satunya pengamanan jalur dengan menggunakan bambu. “Mereka senang, tidak hanya good tapi mengatakan best, Dia senang pakai bambu karena alami. Selain itu, bebatuan gua membuat dia heran dan mengatakan akan mengajak teman-temanya,” kata Rhofik Susyanto, salah seorang Pengurus koperasi pengelola wisata. Para turis asing itu merasa heran dengan keindahan alamnya, juga senang dengan sambutan para pedagang maupun petugas wisata yang dinilainya ramah. Sedang, September lalu, wisatawan asal Italia, Mario, juga ke wisata yang dikelola oleh lintas lembaga ini. Dia kagum dengan keasrian lokasi wisata di tengah hutan maupun ruang-ruang gua yang menurutnya menakjubkan. Dia mengunjungi Gua Putri Asih melalui informasi dari internet. Sedang, saat awal dibuka, Juli 2016, wisatawan asal Thailand juga mengunjungi wisata ini. Semoga semakin hari jumlah turis terus bertambah. Wisata yang dikelola berbasis masyarakat murni itu terus berbenah. Selain memperbaiki fasilitas pedagang, jaringan listrik, saat ini sudah tersedia wahana baru, yakni ATV. Selain itu, sedang disiapkan paket-paket wisata menarik, diantaranya paket wisata industri Tuban, juga adventure sehari memakai ATV atau Trail. kdg
No. 224 n Desember 2016
Kunjungan turis asal Italia. (kdg)
31
O
LAHRAGA
Gelaran Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Tuban IV Tahun 2016 dinilai sukses oleh Komite Olahraga Nasional Indoneaia (KONI) Kabupaten Tuban. Kegiatan yang dimulai sejak awal Oktober lalu yang dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olaharaga (Menpora), H. Imam Nahrawi, ini berakhir dengan ditandai pertandingan final Cabang Sepak Bola di Stadion Loka Jaya Tuban.
Semanding
K
ecamatan Semanding berhasil menjadi Juara Umum pada even dua tahunan itu. Pada Porkab III Tuban tahun 2014 sebelumnya, Kecamatan Semanding menjadi Kecamatan terbaik dengan perolehan 114 poin, dari raihan 22 Medali Emas, 9 Perak dan 8 Perunggu. Sedang di Porkab IV kali ini, Semanding kembali meraih gelar Juara Umum dengan raihan total 90 poin, terdiri atas 15 Medali Emas, 9 Perak dan 12 Perunggu. Ketua Umum KONI Tuban, H. Mirza Mirza Ali Mansyur,ST, MM, usai penyerahan Piala Juara kepada tim pemenang Cabang Sepak Bola, mengaku bersyukur atas pencapaian KONI dalam pelaksanaan Porkab IV. Keberhasilan itu tidak lepas dari kerja keras dan dukungan seluruh Pengurus KONI serta seluruh Pengurus Cabor (Cabang Olahraga) yang terlibat serta tak terkecuali masyarakat Tuban. “Alhamdulillah, keberhasilan ini berkat kerja keras teman-teman KONI dan seluruh tim yang terlibat, termasuk rekan-rekan media yang terus mendukung dan membantu kami dalam memberikan sosialisasi dan informasi ke masyarakat,” kata MIrza.
32
Bung Aming, sapaan akrab Ketua KONI Tuban, menjelaskan, tahun ini olahraga di Tuban semakin membaik, terlihat dari antusias masyarakat dan banyaknya peserta di setiap Cabor yang ada. Cabor olah raga di Tuban semakin tumbuh dan berkembang. Ke depan diharapkan mampu berlaga di tingkat lebih tinggi. “Kami berharap lebih banyak Cabor yang tampil di tingkat Provinsi, bahkan Nasional. Meski demikian, tidak semuanya karena beberapa Cabor masih butuh pembinaan,” katanya. Sepanjang kegiatan Porkab IV memang masih terdapat beberapa hal yang kurang sesuai dengan rencana dan ketidaklancaran. Namun. akan menjadi evaluasi bagi KONI agar dalam pelaksasanaan kegiatan selanjutnya lebih baik. Adu potensi Bupati Tuban, H. Fathul Huda, senang atas keberhasilan penyelenggaraan Porkab IV tahun 2016. Diharapkan, dapat tercipta bibit-bibit olahraga handal dari Kabupaten Tuban, kemudian dapat diandalkan di kancah Regional, Nasional bahkan Internasional. Keberhasilan da-
lam penyelenggaraan Porkab, tutur Pak Bupati, seyogyanya seimbang dengan keberhasilan dalam menciptakan atlit-atlit bibit unggul. Porkab juga diharapkan menjadi ajang adu potensi, sportifitas dan solidaritas. Kemenangan memang harus menjadi target, namun membangun olahraga berbagai Cabor harus menjadi tujuan bersama. Olahraga di Bumi Wali harus dapat menancapkan taringnya ke tingkat yang lebih tinggi. Memang, pada penyelenggaraan Porkab IV 2016 ini ada beberapa kejadian yang harus dijadikan pembelajaran. Juga, menjadi catatan untuk penyelenggaraan yang lebih baik dua tahun lagi. Konsistensi pembinaan Sementara itu, Camat Semanding, Joko Sarwono, senang atas prestasi yang telah diraih oleh atlitatltnya. “Alhamdulillah, berkah Tuhan Yang Maha Esa Semanding kembali menjadi Juara Umum, meski mengalami penurunan perolehan medali,” kata Pak camat. Ditambahkan, bahwa raihan Juara Umum ini tak terlepas dari konsistensi pembinaan yang intensif dari para Pelatih dan Pembina di Cabor. “Pastinya juga tak lepas dari dukungan masyarakat Semanding,” ucap Pak Joko, sapaan Camat Semanding.n kdg
No. 224 n Desember 2016
O
LAH RAGA
Usai Diwisuda
Gelar Wayang U
sai “diwisuda”, warga baru PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) Tuban mewujudkan rasa syukurnya dengan menggelar pertunjukan wayang. Lakon pagelaran wayang itu “Pambangune Candi Saptoargo”, sedang Dalang yang diundang Ki Sigit. Syukuran dengan pertunjukan wayang itu berlangsung meriah di Padepokan PSHT Cabang Tuban Desa Sugihwaras Kecamatan Jenu. Meski menjelang pagelaran diawali turun hujan, akan tetapi, ribuan warga PSHT Cabang Tuban terlihat antusias menyaksikan pertunjukan wayang yang Dalangya komunikatif. Selain itu, masyarakat sekitar Padepokan PSHT, juga serasa ikut menikmati. Mereka menyatu bersama warga PSHT Cabang Tuban, juga dengan tamu undangan warga PSHT dari berbagai kota, seperti dari kota Bojonegoro, Lamongan dan Madiun. Lamidi, SP, Ketua Cabang PSHT Tuban, mengatakan, selain melestarikan budaya, pertunjukan wayang warga baru PSHT Cabang Tuban juga dihajatkan untuk menjalin kebersamaan di antara sesama warga PSHT. Bahkan, lebih utama lagi, mendekatkan tali persahabatan dengan keseluruhan warga Kabupaten Tuban, khususnya warga di seki-
Mas Lamidi membuka pagelaran wayang. (rtn)
tar Padepokan PSHT Cabang Tuban. Pagelaran wayang juga dilandasi semangat persaudaraan, bukan pamer kekuatan, atau menjadikan masyarakat takut kepada warga PSHT Cabang Tuban. “Guyub, rukun adalah dambaan kita,” ujar Mas Lamidi, sapaan khas Ketua PSHT Cabang Tuban, sambil menginformasikan bahwa PSHT Cabang Tuban berdiri sejak 10 Januari 1986, sedang jumlah warganya se-Kabupaten Tuban 21.000 orang. Bentuk karakter Kapolres Tuban merespon positif keberadaan PSHT Cabang Tuban. Aktivitasnya memberikan pembelajaran generasi muda, utamanya pembentukan karakter generasi muda. Melalui pendidikan bela diri generasi muda diajarkan berwatak satria. Juga, menanamkan budi pekerti kepada generasi muda. Malahan,
seandainya nilai-nilai yang terkandung dalan pembelajaran PSHT diikuti oleh para generasi muda Kabupaten Tuban, dengan berkelakar Kapolres Tuban, mengatakan, TNI-Polri dan Satpol PP tidak akan ba-nyak bekerja, karena terbantu oleh mentalitas yang senantiasa berlaku positif. Simbol bunga Terate, papar Kapolres Tuban, sama seperti simbol Korps Brimob. Filosofi symbol bunga itu hidup dimana saja memberi keindahan. Oleh karena itu, dimanapun warga PSHT berada diharapkan memberikan pencerahan. Terlebih, bela diri adalah seni. Sehingga, keindahan yang harus diperlihatkan. Teladan di sekitar kita H. M. Miyadi, SAg, MM, Ketua DPRD Kabupaten Tuban, berharap warga PSHT Cabang Tuban menjadi teladan yang ada di sekitar kita. Dengan jumlah 21.000 warga, PSHT Cabang Tuban dapat bersama-sama dengan DPRD Kabupaten Tuban, Pemerintah Kabupaten Tuban, mencerdaskan masyarakat. Mendidik masyarakat Kabupaten Tuban agar berlaku sehat. Dengan begitu, ikut berpartisipasi dalam upaya-upaya menyejahterakan rakyat. “Jumlah 21.000 itu tidak mainmain. Merupakan suatu potensi, yang andai sebuah parpol memiliki 3-4 kursi di DPRD Kabupaten Tuban,” kelakar Pak Miyadi, sapaan Ketua DPRD Kabuapaten Tuban.n rtn
Kapolres Tuban dan Ketua DPRD Kabupaten Tuban. (rtn)
No. 224 n Desember 2016
33
C
ERMIN
Selamat Tinggal Tahun Jungkir Balik Pada awal 1992, ada tulisan menarik di Jawa Pos dari Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) berkenaan dengan refleksi sekaligus resolusi tahun baru. Di era 90-an Cak Nun kerap kali diminta oleh beberapa koran nasional untuk menulis refleksi akhir tahun atau resolusi menyambut tahun baru. Karena Cak Nun merupakan sastrawan yang menguasai filosofi bahasa dan bisa menangkap gejala dan tanda-tanda zaman, maka ulasan Cak Nun waktu itu benar-benar menukik dan mengena pada substansi yang dibahasnya.
K
ini di penghujung 2016 ini, saya yang sempat menimba banyak tulisan Cak Nun di beberapa kolom media nasional ingin mencoba “meniru” gaya Cak Nun dalam mengulas makna tahun yang telah kita lewati. Menurut saya tahun 2016 ini relatif dipenuhi dengan fenomena dan peristiwa yang “jungkir balik”. Maksud saya banyak figur yang semula dianggap super, terhormat, dimuliakan di tahun 2016 ini nasibnya berubah jadi figur yang “tidak super lagi”, tidak terhormat, tidak dikagumi bahkan diseret oleh polisi. Ada juga “sosok yang amat kuat” seolah kebal hukum atau un-touchable (tak tersentuh oleh hukum) tiba-tiba harus “terjungkir” nasibnya didemo besarbesaran bahkan kini jadi tersangka. Tulisan saya ini berusaha menangkap “Zeit Geist” (tanda zaman) dari apa yang sudah terjadi, lalu secara reflektif dan filosofis saya ingin uraikan hikmah dibalik itu semua. Secara garis besar saya mengutip apa yang disampaikan oleh Habib Umar Muthohar dari Semarang saat ceramah Haul Sunan Bonang pada 20 Oktober 2016 yang menengarai ada tiga peristiwa besar di awal tahun baru hijrah ini yakni Brojomusti, Kanjeng Dimas, dan Ahok. Tiga per-
34
Oleh : Drs. Suwarno, MPd. Email : [email protected] sonifikasi ini mewakili fenomena duniawi yang disimbolkan oleh harta, tahta dan wanita. Brojomusti mewakili pada sosok yang “gila” wanita, Kanjeng Dimas mewakili sosok yang “gila” harta, dan Ahok, konon mewakili sosok yang bikin gaduh karena ingin merebut tahta (kuasa) sebagai Cagub incumbent. Dalam ceramahnya pada haul Akbar tersebut, Habib Umar sempat bertanya-tanya “tanda apakah ini? Di awal tahun baru hijrah kita sudah berhadapan dengan tiga fenomena duniawi ini”. Sebetulnya, secara lebih lengkap, peristiwa “jungkir balik” di tahun 2016 ini telah kita ikuti dari media massa baik elektronik maupun cetak. Namun ada baiknya, berikut ini saya analisis satu persatu berdasar logika peristiwa dan semangat kejadian yang menyertainya. Tokoh “Super” terbalik menjadi “Tidak Super” Di tahun 2016 ini terjadi peristiwa besar di dunia panggung motivasi nasional. Seorang mativator kesohor nasional yang laris dan bertarif tinggi, tiba-tiba harus mengalami nasib “jungkir balik” karena kasus keluarga. Stasiun TV yang semula menayangkan programnya kemudian “menghentikan” acara motivasi kondang tersebut. Motivator itu semula dielu-elukan, kini nasibnya dilaporkan ke polisi oleh pihak “keluarganya” sendiri. Nasib oh nasib. Tahun 2016 mengapa menjadi tahun jungkir balik? Doktor Lulusan Amerika Percaya “Dukun” Pada peristiwa penangkapan Kanjeng Dimas Taat Pribadi di Probolinggo, mencuat berita heboh. Salah satu ketua pengurus yayasan adalah Sang Doktor lulusan Univer-
sitas terkenal Amerika. Ibu yang intelelek ini juga pengurus pusat ICMI (Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia). Dan lebih “hebat” lagi Ibu Doktor ini juga pengurus pusat MUI (Majelis Ulama Indonesia). Kasusnya heboh sekali. Kanjeng Dimas yang sudah ditangkap polisi dengan melibatkan ribuan pasukan Brimob dan satuan lainnya dari Polda Jatim, masih dibela mati-matian oleh Sang Ibu Doktor. Bahkan ketika muncul di acara Talkshow di salah satu TV swasta nasional, Bu Doktor berusaha menampilkan argumen “ilmiahnya” atas kasus penggandaan uang oleh Dimas Kanjeng Taat Pribadi ini. Namun, ulama dan cendikiawan lain yang hadir malam itu berusaha mengajak Sang Ibu Doktor untuk kembali ke jalan yang benar. Entahlah apa yang ada di benak hati Sang Doktor apakah beliau mau kembali ke jalan yang benar sesuai dengan kapasitasnya sebagai intelektual pilihan, yang merupakan kader kesayangan Bapak BJ. Habiebie, atau dia akan tetap bersikukuh pada pendiriannya membela Taat Pribadi. Oh...Ya Allah fenomena apa ya ini? Di tahun 2016 ini, Doktor lulusan Amerika percaya pada “dukun” pengganda uang. Aneh? Pimpinan “Padepokan” Pecandu Narkoba Terdapat peristiwa yang tidak kalah anehnya. Seorang yang semula dianggap pemimpin spiritual. Dia memimpin tempat belajar spiritual yang disebut Padepokan. Banyak artis menimba ilmu kepadanya. Dia dielu-elukan para pendukungnya. Organisasi film dia kuasai dan dia menjadi pimpinannya. Namun, pada sebuah penggerebekan di hotel di NTB, diketemukan dia sedang berpesta narkoba bersama para
No. 224 n Desember 2016
C ERMIN pengikut setianya. Ditangkap dan dibogorlah dia. Diinterogasi oleh penyidik kepolisian. Hasilnya ditengarai tidak hanya pesta narkoba saja yang kerap dilakukan tapi katanya juga “pesta seks”. Oh my God. Naudzu billah min dzalik. Kita berlindung semoga Allah menjauhkan kita dari hal demikian itu. Tahun yang aneh memang, di 2016 ini Pimpinan Spiritual, diseret polisi karena menjadi pengonsumsi “aspat”. Katanya makanan jin, tapi sebenarnya narkoba jenis sabu. Si “Pembikin Heboh” Didemo Umat Islam Semula tidak ada yang mengira umat Islam “semarah” ini. Gerakan massa yang berjumlah ratusan ribu hingga jutaan orang turun jalan memadati ruas jalan utama di Jakarta Pusat. Si “pembuat heboh” memang suka ngomong seenaknya. Bicaranya ceplas ceplos. Kadang membentak-bentak. Apalagi kalau marah, kalimat yang dilontarkan sangat pedas. Itu tidak mengapa. Asal tidak ada unsur penodaan terhadap agama. Tapi, kali itu, si “pembuat heboh” lagi ketiban sial. Di kepulauan Seribu, dikabarkan melontarkan statemen yang dianggap menista Al-Quran dan Ulama. Katanya, ayat 51 dari surat AlMaidah dibuat membohongi umat agar tidak memilih dia sebagai calon Gubernur DKI. Umat Islam tersinggung, figur si “pembikin heboh” itu akhirnya didemo besar-besaran. Jakarta penuh sesak. Pada November tanggal 4, setelah sholat Jumat hingga pukul 18.00 WIB demo itu berjalan dengan lancar dan damai. Tapi selepas pukul 20.00 ada sedikit “bentrokan” antara aparat dengan
oknum pendemo. Itu sebetulnya sudah diantisipasi agar tidak terjadi, namun karena ditengarai ada “penyusupan” maka terjadilah pelemparan, pemukulan dan pembakaran terhadap kendaraan aparat. Tuntutan telah disampaikan oleh pendemo, bahkan beberapa perwakilannya diterima Pejabat Negara yang diwakili oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, juga pejabat yang lainnya. Aparat penegak hukum, akhirnya menetapkan si “pembuat heboh” sebagai tersangka. Proses hukum terus berjalan, kita menunggu hingga tuntas secara tegas, cepat dan transparan
s e r t a obyektif. Hikmah yang Kita Petik Pertama, kita harus senantiasa berhati-hati dalam bertindak, berucap atau berbuat di dalam kancah kehidupan ini. Sekali berucap salah, resiko yang ditanggung amat berat. Tanggung jawab yang dipikul tidak hanya di dunia, tetapi juga di akhirat. Kedua, jangan ada kesombongan dan kepongahan sedikitpun dalam batin kita apalagi muncul dalam prilaku kita. Semua makhluk pasti memiliki kekuarangan. Jadi tidak layak kita merasa “super”
No. 224 n Desember 2016
”Kita harus senantiasa berhati-hati dalam bertindak, berucap atau berbuat di dalam kancah kehidupan ini. Tanggung jawab yang dipikul tidak hanya di dunia, tetapi juga di akhirat.” “Jangan ada kesombongan dan kepongahan sedikitpun dalam batin kita. Semua makhluk memiliki kekurangan. Jadi tidak layak kita merasa “super” sempurna. Yang Maha Super hanya Allah SWT. “
sempurna. Yang Maha Super hanya Allah SWT. Manusia biasa tidak ada yang super, maka kesombongan atau perasaan diri paling super sangat dibenci Tuhan. Ke t i g a , d a l a m h a l menilai seseorang kita harus jujur, obyektif dan tidak stagnan. Tidak boleh kita menilai berdasarkan rasa emosi kedekatan kita semata. Tidak baik kita menilai seseorang hanya dalam satuan waktu saja. Dulu mungkin dia berperilaku jelek, tapi kini mungkin sudah bertobat dan menjadi manusia yang baik. Begitupun sebaliknya, dulu mungkin baik, kini dia bukan lagi baik. Keempat, jangan pernah mau diperdaya oleh nafsu duniawi. Harta, tahta, dan wanita hanya bersifat sementara. Jangan terpenjara oleh “kesementaraan dan kefanaan” carilah keabadian. Akhirnya, saya ucapkan selamat tinggal tahun 2016. Tahun yang penuh dengan fenomena “jungkir balik”. Pertandanya sebetulnya sudah tertera jelas. Bukankah angka 6 merupakan penjungkiran dari angka 9. Dari tanda yang tersurat itu saja sebetulnya sudah bisa ditebak sebelumnya. Prediksinya mungkin begini di tahun 2016, siapa saja orang yang semula dianggap punya kualitas 9, akhirnya terjungkir menjadi berkualitas 6 saja? Nah, jawabnya sudah kita dapatkan.n
35
C
ERPEN
Pilot Bejo Oleh: Budi Dharma
Barang siapa ingin menyaksikan pilot berwajah kocak, tengoklah Pilot Bejo. Kulitnya licin, wajahnya seperti terbuat dari karet, dan apakah dia sedang gemetar ketakutan, sedih, atau gembira, selalu memancarkan suasana sejuk. Karena itu, kendati dia suka menyendiri, dia sering dicari.
K
alau dilihat dari ilmu pengetahuan, entah apa, mungkin pula sosiologi, dia masuk dalam kawasan panah naik. Hampir semua neneknya hidup dari mengangkut orang lain dari satu tempat ke tempat lain. Ada leluhurnya yang menjadi kusir, lalu keturunannya menjadi masinis, dan setelah darah nenek moyang mengalir kepada dia, dia menjadi pilot. Karena pekerjaan mengangkut orang dapat memancing bahaya, maka, turun menurun mereka selalu diberi nama yang menyiratkan keselamatan. Dia sendiri diberi nama Bejo, yaitu “selalu beruntung,” ayahnya bernama Slamet dan karena itu selalu selamat, Untung, terus ke atas, ada nama Sugeng, Waluyo, Wilujeng, dan entah apa lagi. Benar, mereka tidak pernah kena musibah. Namun ingat, kendati pilot lebih terhormat daripada masinis, dan masinis lebih dihargai daripada kusir, masing-masing pekerjaan juga mempunyai kelas masing-masing. Ada kusir yang mengangkut orang-
36
orang biasa, ada pula yang dipelihara oleh bangsawan dan khusus mengangkut bangsawan. Slamet, ayah Pilot Bejo, juga mengikuti panah naik: ayahnya, yaitu nenek Pilot Bejo, hanyalah seorang masinis kereta api jarak pendek, mengangkut orang-orang desa dari satu desa ke kota-kota kecil, sementara Waluyo, ayah Pilot Bejo, tidak lain adalah masinis kereta api ekspres jarak jauh. Dibanding dengan ayahnya, kedudukan Pilot Bejo jauh lebih baik, meskipun Pilot Bejo tidak lain hanyalah pilot sebuah maskapai penerbangan AA (Amburadul Airlines), yaitu perusahaan yang dalam banyak hal bekerja asal-asalan. Selama tiga tahun AA berdiri, tiga pesawat telah jatuh dan membunuh semua penumpangnya, dua pesawat telah meledak bannya pada waktu mendarat dan menimbulkan korban- korban luka, dan paling sedikit sudah lima kali pesawat terpaksa berputarputar di atas untuk menghabiskan bensin sebelum berani mendarat, tidak lain karena rodanya menolak untuk keluar. Kalau masalah keterlambatan terbang, dan pembuatan jadwal terbang asal-asalan, ya, hampir setiap harilah. Perjuangan Bejo untuk menjadi pilot sebetulnya tidak mudah. Setelah lulus SMA dia menganggur, karena dalam zaman seperti ini, dalam mencari pekerjaan lulusan SMA hanyalah diperlakukan sebagai sampah. Untunglah ayahnya mau menolong, tentu saja dengan minta tolong seorang saudara jauh yang sama sekali tidak suka bekerja sebagai kusir, masinis, pilot, atau apa pun yang berhubungan dengan pengangkutan. Orang ini, Paman Bablas, lebih memilih menjadi pedagang, dan memang dia berhasil menjadi pedagang yang tidak tanggung- tanggung. Ketika dengan malu-malu Bejo menemuinya, dengan lagak bijak Paman Bablas berkhotbah: “Bejo? Jadi pilot? Jadilah pedagang. Kalau sudah berhasil seperti aku, heh, dapat menjadi politikus, setiap saat bisa menyogok, dan mendirikan maskapai penerbangan sendiri, kalau perlu kelas bohong-bohongan.” Mungkin karena wajah Bejo kocak, Paman Bablas tidak sampai hati untuk menolak. Maka, semua biaya pendidikan Bejo di Akademi Pilot ditanggung oleh Paman Bablas. Kendati otak Bejo sama sekali tidak cemerlang, akhirnya lulus, dan resmi mempunyai hak untuk menjadi pilot. Namun, resmi mempunyai hak untuk menjadi pilot, tidak selamanya dapat menjadi pilot, bahkan ada juga yang akhirnya menjadi pelayan restoran. Mirip-miriplah dengan para lulusan Akademi Pimpinan Perusahaan. Mereka resmi berhak menjadi pimpinan perusahaan, tapi perusahaan siapakah yang mau mereka pimpin? Andaikata dia minta tolong Paman Bablas lagi, kemungkinan besar dia akan diterima oleh maskapai besar. Namun dia tahu diri, apalagi dia percaya, darah nenek moyang serta namanya pasti akan terus melesatkan panah ke atas. Panah benar-benar melesat
No. 224 n Desember 2016
C ERPEN ke atas, ketika maskapai penerbangan SA (Sontholoyo Airlines) dibuka. Setelah mengikuti ujian yang sangat mudah sekali, Bejo langsung diterima tanpa perlu latihan-latihan lagi, hanya diajak sebentar ke ruang simulasi, ke hanggar, melihat-lihat pesawat, semua bukan milik Sontholoyo Airlines, lalu diberi brosur. Ujian kesehatan memang dilakukan, oleh seorang dokter, Gemblung namanya, yang mungkin seperti dia sendiri, sudah bertahun-tahun menganggur. Dokter Gemblung bertanya apakah dia pernah operasi dan dia menjawab tidak pernah, meskipun sebenarnya dia pernah operasi usus buntu. Pada hari pertama akan terbang, dia merasa bangga sekali. Dengan pakaian resmi sebagai pilot, dia menunggu jemputan dari kantor. Dia tahu, beberapa hari sebelum terbang dia pasti sudah diberi tahu jadwal penerbangannya, tapi hari itu dia tidak tahu akan terbang ke mana. Melalui berbagai peraturan dia juga tahu, paling lambat satu jam sebelum pesawat mulai terbang, pilot sudah harus tahu keadaan pesawat dengan jelas. Demikianlah, sejak pagi sekali dia sudah menunggu di rumah, dan akhirnya, memang jemputan datang. Sopir ngebut lebih cepat daripada ambulans, menyalip sekian banyak kendaraan di sana dan di sini, karena, katanya, sangat tergesa-gesa. Dia baru tahu dari bos, bahwa hari itu sekonyong-konyong dia harus menjemput Pilot Bejo. Begitu tiba di kantor Sontholoyo di bandara, Pilot Bejo dengan mendadak diberi tahu untuk terbang ke Makassar. Sebagai seorang pilot yang ingin bertanggung jawab, dia bertanya data-data terakhir mengenai pesawat. Dengan nada serampangan bos berkata: “Gitu saja kok ditanyakan. Kan sudah ada yang ngurus. Terbang ya terbang.” Demikianlah, dengan tangan gemetar dan doa-doa pendek, Pilot Bejo mulai menerbangkan pesawatnya. Sebelum masuk pesawat dia sempat melihat sepintas semua ban pesawat sudah gundul, cat di badan pesawat sudah banyak mengelupas, dan setelah penumpang masuk, dia sempat pula mendengar seorang penumpang memaki-maki karena setiap kali bersandar, kursinya selalu rebah ke belakang. Hari pertama disusul hari kedua, lalu disusul hari ketiga, dan demikianlah seterusnya sampai tahun ketiga tiba. Dia tidak berkeberatan lagi untuk dijemput terlambat lalu diajak ngebut ke bandara, merasa tidak perlu lagi bertanya mengenai data-data pesawat, merasa biasa mendengar penumpang memaki-maki, dan tenangtenang saja dalam menghadapi segala macam cuaca. Darah nenek moyang dan namanya pasti akan menjamin dia, apa pun yang terjadi. Tapi, mengapa manusia menciptakan kata “tapi”? Tentu saja, karena “tapi” mungkin saja datang setiap saat. Dan “tapi” ini datang ketika Pilot Bejo dalam
No. 224 n Desember 2016
keadaan payah karena terlalu sering diperintah bos untuk terbang dengan jadwal yang sangat sering berubah-ubah dengan mendadak, gaji yang dijanjikan naik tapi tidak pernah naik-naik, mesin pesawat terasa agak terganggu, dan beberapa kali mendapat teguran keras karena beberapa kali melewati jalur yang lebih jauh untuk menghindari badai, dan entah karena apa lagi. Demikianlah, dalam keadaan lelah, dengan mendadak dia mendapat perintah untuk terbang ke Nusa Tenggara Timur. Awan hitam benar-benar pekat. Hujan selama beberapa jam menolak untuk berhenti. Pesawat beberapa kali berguncang-guncang keras, beberapa penumpang berteriak-teriak ketakutan. Semua awak pesawat sudah lama tahan banting, tapi kali ini perasaan mereka berbeda. Dengan suara agak bergetar seorang awak pesawat mengumumkan, bahwa pesawat dikemudikan oleh pilot bernama Bejo, dan nama ini adalah jaminan keselamatan. “Percayalah, Pilot Bejo berwajah kocak, tetap tersenyum, tidak mungkin pesawat menukik.” Pilot Bejo sendiri merasa penerbangan ini berbeda. Hatinya terketar-ketar, demikian pula tangannya. Meskipun wajahnya kocak, hampir saja dia terkencing-kencing. Dia tahu, bahwa seharusnya tadi dia mengambil jalan lain, yang jauh lebih panjang, namun terhindar dari cuaca jahanam. Dia tahu, bahwa dia tahu, dan dia juga tahu, kalau sampai melanggar perintah bos lagi untuk melewati jarak yang sesingkat-singkatnya, dia pasti akan kena pecat. Sepuluh pilot temannya sudah dipecat dengan tidak hormat, dengan kedudukan yang disahkan oleh Departemen Perhubungan, bunyinya, “tidak layak lagi untuk menjadi pilot selama hayat masih di kandung badan,” dengan alasan “membahayakan jiwa penumpang.” Meskipun ketika masih belajar di Akademi Pilot dulu dia tidak pernah menunjukkan keistimewaan, dia tahu bahwa dalam keadaan ini dia harus melakukan akrobat. Kadang-kadang pesawat harus menukik dengan mendadak, kadang-kadang harus melesat ke atas dengan mendadak pula, dan harus gesit membelok ke sana kemari untuk menghindari halilintar. Tapi dia tahu, bos akan marah karena dia akan dituduh memborosboroskan bensin. Dia juga tahu, dalam keadaan apa pun seburuk apa pun, dia tidak diperkenankan untuk melaporkan kepada tower di mana pun mengenai keadaan yang sebenarnya. Kalau ada pertanyaan dari tower mana pun, dia tahu, dia harus menjawab semuanya berjalan dengan amat baik. Tapi, dalam keadaan telanjur terjebak semacam ini, pikirannya kabur, seolah tidak ingat apa-apa lagi, kecuali keadaan pesawat. Bisa saja dia mendadak melesat ke atas, menukik dengan kecepatan kilat ke bawah, lalu belok kanan belok kiri untuk menghindari kilat-kilat yang amat berbahaya, namun dia tahu, pesawat pasti akan
37
C
ERPEN
rontok. Dia tahu umur pesawat sudah hampir dua puluh lima tahun dan sudah lama tidak diperiksa, beberapa suku cadangnya seharusnya sudah diganti, radarnya juga sudah beberapa kali melenceng. Perasaannya sekonyong menjerit: “Awas!” Dengan kecepatan kilat pesawat melesat ke atas, dan halilintar jahanam berkelebat ganas di bawahnya. Lalu, dengan
sangat mendadak pula pesawat menukik ke bawah, dan halilintar ganas berkelebat di atasnya. Semua penumpang menjerit-jerit, demikian pula semua awak pesawat termasuk kopilot, kecuali dia yang tidak menjerit, tapi berteriak-teriak keras: “Bejo namaku! Bejo hidupku! Bejo penumpangku!” Pesawat berderakderak keras, terasa benar akan pecah berantakan.n
Gelar Apel Kebhinekaan
Peserta apel. (kdg)
PEMKAB Tuban menyelenggarakan Apel Kebhinekaan Cinta Damai di Pendopo Krido Manunggal. Kegiatan ini serentak dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia. Apel diikuti kurang lebih 500 orang terdiri dari unsur Forkopimda, Kepala SKPD, Muspika se-Kabupaten Tuban, Tiga Pilar Desa yaitu Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Kepala Desa. Setiap wilayah Kecamatan mengirimkan satu perwakilannya, tokoh masyarakat, Karang Taruna dan FKUB. Tema apel “Melalui Hikmah Hari Pahlawan ke-71 Tahun 2016 Kita Tingkatkan Kesadaran dan Partisipasi Masyarakat Guna Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan NKRI yang Kokoh”. Pembina Apel, Dr. Ir. Budi Wiyana, M.Si, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tuban. Apel dipimpin AKP Budi Friyanto, Kasikum Polres Tuban, Perwira Apel, AKP Mardiyah, Kasat Binmas Polres Tuban. Membacakan amanat Kapolda Jatim, Irjen Pol Drs Anton Setiadji SH, MH, Pak Bud, sapaan Sekda Kabupaten Tuban, mengungkapkan, tema apel sangat tepat dan relevan dengan tuntutan masyarakat. Apel diselenggarakan sebagai respon atas perkembangan lingkungan strategis baik pada tataran regional, nasional maupun global yang bergerak cepat dan dinamis pada aspek keamanan dan ketertiban. Sebagai aparat pemerintah, baik TNI, Polri maupun Masyarakat harus mengembangkan ketahanan bangsa. Melalui momentum Hari Pahlawan, dapat diambil hikmahnya, yaitu
38
meneladani nilai-nilai luhur yang diwariskan para pahlawan, seperti sikap pantang menyerah dan kerja keras. Oleh karena itu, kita semua harus tetap mempertahankan Empat Pilar, yaitu Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945 dan NKRI. Para peserta apel diharapkan menjaga kesatuan bangsa dan negara seperti yang diharapkan oleh para pejuang dahulu. Semua pihak harus berani menolak sikap anti puralisme dan anarkisme, guna menjaga keutuhan NKRI. Dalam apel tersebut dilakukan pembacaan Ikrar Deklarasi Kebhinekaan Cinta Damai yang diikuti oleh seluruh peserta apel, antara lain meliputi tekad membangun dan menjaga kerukunan umat beragama serta kerukunan hidup antar adat dan suku, mengedepankan dialog diantara pemuka agama dan umat beragama serta pemuka adat dan suku dengan prinsip musyawarah dan mufakat demi terciptanya suasana kedamaian dan kerukunan umat beragama serta kehidupan bermasyarakat. Selanjutnya, tekad untuk menjalankan ibadah dengan baik sesuai dengan keyakinan dan kepercayaan masing-masing, serta tidak terpengaruh provokasi yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Mencegah tumbuhnya radikalisme dan terorisme agar tidak berkembang, juga berperan aktif menjaga serta memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat.nkdg
No. 224 n Desember 2016
F i gU R
Marini Penyanyi yang Hobi Dokter Ibu adalah segalanya. Sosoknya tidak akan pernah terganti. Seorang ibu pasti tulus dan ikhlas membantu kehidupan anakanaknya, tapi kita sebagai anak, seharusnya mengerti bagaimana memperlakukan dan berbakti kepada ibu. Demikian tutur Marini Sartika Dewi, dokter spesialis anak yang lahir di Brebes, Jawa Tengah, namun dibesarkan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
M
enurutnya, kemuliaan ibu tidak perlu dipertanyakan lagi. Sesibuk apapun dia, perhatian kepada anak dan memenuhi kebutuhan suami serta mengurus kebutuhan lainnya bisa terpenuhi. Untuk itu, kepada kaum hawa, anak kedua dari empat bersaudara putri pasangan dr. Zainul Arifin, SpA dan Endang Wintarti ini, menegaskan, wanita masa kini harus meniru keteladanan seorang ibu. Bertepatan dengan peringatan hari ibu, perempuan yang menyebut dirinya penyanyi yang memiliki hobi dokter inimengatakan, figur ibu sendiri yang wajib kita teladani dan hormati dalam kehidupan kita. Sebagai perempuan, penting bagi kita melakukan evaluasi dan membentuk kepribadian mulia, yang mampu mencerminkan seorang perempuan yang layak dihormati. Ibu dari Alfin Shidqi dan Nya' Khaizura Ajwa yang setelah lulus dari SMA melanjutkan kuliah sarjana strata satu (S-1), dan dilanjutkan program S-2 kedokteran spesialis anak di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini, menyatakan, perempuan masa kini seringkali mengalami dilema antara tuntutan dan eksistensi, khususnya perempuan yang sudah menikah dan memiliki anak. Oleh karena itu, harus pandai “membawa diri”. Perempuan energik berusia 41 tahun ini, menegaskan, perempuan memegang peranan penting dalam pendidikan moral masyarakat. Sebagai seorang ibu, merupakan pengajar dan pendidik pertama bagi generasi bangsa. Tangan ibulah yang dapat
No. 22 n Desember 2016
meletakkan dalam hati sanubari manusia unsur pertama kebaikan atau kejahatan yang nantinya akan berpengaruh pada kehidupan selanjutnya. Alumni SMA Negeri 1 Tuban ini mengibaratkan anak-anak sebagai sebuah atap dan ibu sebagai penyangganya. Sebagai konselor laktasi atau konselor Air Susu Ibu (ASI), dokter Marini juga menekankan pentingnya bonding (ikatan) antara ibu dan anak yang salah satunya bisa didapatkan dari proses menyusui. Baginya, tidak ada yang lebih alami daripada ASI karena ASI makanan pertama yang terbaik untuk bayi. Menyusui dapat dilakukan setiap perempuan, namun tidak selalu berarti tanpa proses belajar. Menyusui adalah ketrampilan yang memerlukan proses belajar pada kedua belah pihak, yakni pada ibu dan anak. “Bagi beberapa ibu, proses belajarnya sangat melelahkan dan membuat frustrasi. Namun, bersabarlah menjalani mengingat manfaatnya besar. Semakin panjang kesempatan anak mendapatkan ASI kemungkinan jenjang pendidikannya semakin tinggi. Ilustrasinya, ASI mulai 0-6 bulan lulus S-1, 6-12 bulan S-2 dan ASI sampai 2 tahun S-3,” ujar istri Fazlun Hasan. Dokter Marini mewarisi bakat seni sang ayah, mengagumi ibunya yang mampu memberikan ASI ekslusif pada anak-anaknya. Saking cintanya, perempuan bersuara merdu ini merilis single album berjudul “Wanita Perkasa”, sengaja didedikasikan untuk sang bunda. Bekerjasama dengan beberapa musisi hebat Indonesia, album yang diproduksi oleh Billion Charisma Music, label asal negeri Jiran Malaysia ini sempat masuk Top 20 di salah satu radio besar Malaysia selama 7 pekan lebih. Harapannya, lagu tersebut bisa menginspirasi dan mengingatkan semua orang untuk selalu menyayangi ibu. Melalui lagu itu pula, dokter yang sempat hijrah ke Jakarta pada tahun 2009 ini menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para ibu di seluruh Indonesia. “Semoga, dengan peringatan hari ibu, kita mampu menjadi anak yang berbakti, sekaligus menjadi orang tua yang baik dan diteladani oleh anak-anak kita,” asanya.n ydh
39
Selamat Tahun Baru 2017 Kokohkan Empat Pilar Pertahankan Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia