Data Loading...
Akbar Edisi 227 Flipbook PDF
Akbar Edisi 227
120 Views
74 Downloads
FLIP PDF 38.06MB
PERS DUKUNG TERWUJUDNYA
GOOD GOVERNANCE Laporan Utama
Istimewa
Bayar PBB Dukung Pembangunan Tuban
Teken Program “KLIK”
Kisar Eksekutif
Wira Usaha
Dikukuhkan, Tim Satgas Saber Pungli
Budidaya Cabai Rawit Dalam Polibag
Media KOMUNIKASI PEMKAB
No. 227 n Tahun XXI
MARET 2017
2
No. 227 n Maret 2017
S Jalan Lingkar Terkait rencana pembangunan ring road (jalan lingkar) di Tuban, kapan dilaksanakan pembebasan tanah, khususnya di wilayah Tunah Kecamatan Semanding? (Warga Tunah, Semanding) Proses pembebasan tanah telah dilakukan sejak 2014 hingga sekarang, memang ada yang belum terselesaikan. Untuk tahap pertama, mulai dari Pal 6 kawasan Tunah sampai dengan Bogorejo sudah tuntas. Ada sebagian yang belum kita bayar di wilayah Sugiharjo, Semanding, utamanya untuk tanah kas desa, yang rencananya akan dibayar tahun ini. Karena memang secara khusus tanah kas desa ini mekanisme pembebasannya harus melalui beberapa tahapan, di antaranya rembug desa, kemudian pengajuan ke Bupati, selanjutnya bupati mengajukan ke Gubernur, kemudian dicarikan pengganti. Tanah kas desa yang dibeli tersebut tidak hilang begitu saja, melainkan dibelikan penggantinya. Direncanakan pembebasan tanah tahun ini bisa selesai. Beberapa waktu lalu, kami mengikuti kunjungan Wakil Bupati (Wabup) ke Kementrian Pekerjaan Umum dan hasilnya dijanjikan tahun 2018 akan mulai dilaksanakan pembangunan selama Pemerintah Pusat (Pempus) menyediakan dana yang cukup. Karena, memang untuk membangun satu segmen jalan mulai dari Tunah sampai dengan Bogorejo dibutuhkan anggaran Rp 600 miliar. Untuk tahap pertama, akan dibangun separuhnya terlebih dahulu (empat lajur - dua arah) dengan dana Rp 300 miliar. Sedangkan tahap kedua, antara Tunah sampai dengan Kradenan, merupakan bagian sisi pendukung dari Pantura. Di antara Tunah dan Kradenan dihubungkan dengan jalan kabupaten yang lebarnya hanya 4 meter. Sementara, untuk jalan lingkar membutuhkan lebar 30 meter. Untuk tahap kedua, belum kita mulai pembeba-
Surat Pembaca . . . . . . . . . . . . . . . 3 Editorial . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 4 Mimbar Agama. . . . . . . . . . . . . . . 5 Kisar Eksekutif . . . . . . . . . . . . . . . 8 Laporan Utama . . . . . . . . . . . . . . 12 Cermin . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 16 Kesehatan . . . . . . . . . . . . . . . . . . 18 Istimewa . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 19 Kesehatan . . . . . . . . . . . . . . . . . . 23
No. 227 n Maret 2017
URAT PEMBACA
sannya, karena masih konsentrasi pada tahap pertama, yakni jalur utama yang akan membuat jalan lingkar antara jalur nasional utama mulai dari timur ke barat. Penjelasan telah diberikan kepada masyarakat, utamanya mulai dari Kradenan, Tegalbang dan Tunah, bahwa sebagian wilayah Tunah sebelah selatan sudah selesai pembebasan. Menurut rencana, pada Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) nanti, sesuai dengan kesanggupan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) akan dilakukan pembersihan dari bangunan dan pohon-pohon, sehingga alur jalan yang akan dibangun jalan lingkar sudah kelihatan. Mudah-mudahan pembebasan tahap kedua tidak terlalu lama bisa diwujudkan.n (Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tuban)
Sertifikat TPA Mohon sertifikat kelulusan santri Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA), yang selama ini dikeluarkan oleh LPPTKA-BKPRM, bisa dikeluarkan sendiri oleh TPA masing-masing, supaya hemat waktu dan biaya! (Warga Tuban) Sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Pendidikan Akhlak Mulia, mulai tahun 2017, lulusan SD di Kabupaten Tuban yang mau masuk ke SMP sederajat harus memiliki syahadah dari TPA. Hasil koordinasi yang dilaksanakan Dinas Pendidikan, Kementrian Agama (Kemenag) serta Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-kanak Al-Qur'an (LPPTKA) Kabupaten Tuban, sertifikat kelulusan dikeluarkan oleh LPPTKA, yang selama ini melakukan pembinaan TPA di Kab Tuban. Selanjutnya, atas saran di atas, akan kami koordinasikan untuk tindak lanjutnya. Yang jelas, tujuannya adalah menciptakan generasi Tuban yang Qur'ani sejalan dengan branding Tuban Bumi Wali.n (LPPTKA Kabupaten Tuban)
Ekonomi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 24 Opini . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 26 Ragam Peristiwa . . . . . . . . . . . . . 28 Seni dan Budaya . . . . . . . . . . . . . 30 Cermin . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 30 Wira Usaha . . . . . . . . . . . . . . . . . 32 Cerpen . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 36 TapRose . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 39
3
E DITORIAL
Terancam Narkoba Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda kian meningkat. Maraknya penyimpangan perilaku tersebut membahayakan keberlangsungan hidup bangsa.
T
ak terkecuali generasi muda di kabupaten Tuban, ke diharapkan memiliki daya saing SDM, terlebih, kian hari kian kompetitif di era industrialisasi kini. Untuk itu, tak bisa menjadi penonton, tetapi harus menjadi pelaku. Karena pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus, khususnya generasi muda Tuban, tak bisa lagi semakin hari semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf. Sehingga, pemuda tersebut tidak dapat berpikir jernih, jauh dari peluang untuk maju dan berdaya saing. Apalagi, sasaran dari penyebaran narkoba ini adalah kaum muda atau remaja. Apa itu narkoba? Menurut WHO (1982), semua zat padat, cair maupun gas yang dimasukan kedalam tubuh, yang dapat merubah fungsi dan struktur tubuh secara fisik maupun psikis tidak
4
termasuk makanan, air dan oksigen dimana dibutuhkan untuk mempertahankan fungsi tubuh normal. Jenis-jenis narkoba, di antaranya: (1) Narkotika, adalah zat/obat yang berasal dari tanaman atau sintetis maupun semi sintetis yang dapat menurunkan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan. (2) Psikotropika, yaitu zat/obat alamiah atau sintetis bukan narkotika yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku. (3). Zat adiktif, adalah bahan lain bukan narkotika atau psikotropika yang pengunaannya dapat menimbulkan ketergantungan baik psikologis atau fisik. Misalnya, alkohol, rokok, cofein. Indikator tersebut, juga kental ditemukan di Kabupaten Tuban. Kekentalan ini bukan hanya di perkotaan, namun, hingga pelosok desa dari usia sebelas hingga hampir tendas (tua), mengonsumsi narkoba berbentuk pil, merajalela. Jika tidak mendapatkan perhatian, maka, “kemunduran” dalam menyongsong Tuban yang lebih baik. Padahal, harus diisi oleh generasi muda yang cerdas, produktif, di era industrialisasi. Membangkitkannya tentu lebih susah dari menumpasnya bukan?n
No. 227 n Maret 2017
M IMBAR AGAMA
Taqlid dan Ijtihad (Bagian III) Oleh: KH. Ibrahim Hosen Sebelum saya mengambil kesimpulan dengan mempertemukan kedua pendapat yang saling berbeda itu marilah kita ikuti hasil keputusan Lembaga Penelitian Islam alAzhar Cairo yang bersidang pada bulan Maret 1964 M, sebagai berikut:
"
Mu'tamar mengambil keputusan bahwa al-Qur'an dan Sunnah Rasul merupakan sumber pokok hukum Islam; dan bahwa berijtihad untuk mengambil hukum dari al-Qur'an dan Sunnah dibenarkan manakala ijtihad itu dilakukan pada tempatnya; dan bahwa jalan untuk memelihara kemaslahatan dan untuk menghadapi peristiwa-peristiwa yang selalu timbul, hendaklah dipilih di antara hukumhukum fiqih pada tiap-tiap mazhab suatu hukum yang memuaskan. Jika tidak terdapat suatu hukum yang memuaskan dengan jalan tersebut, maka berlakulah ijtihad bersama (kolektif) berdasarkan madzhab, dan jika tidak memuaskan maka berlakulah ijtihad bersama secara mutlaq. Lembaga penelitian akan mengatur usaha-usaha untuk mencapai ijtihad bersama baik secara mazhab maupun secara mutlaq untuk dapat dipergunakan dimana perlu." Dari Keputusan Lembaga
No. 227 n Maret 2017
Penelitian Islam al-Azhar tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa: 1. Pintu ijtihad masih tetap terbuka bagi yang memenuhi persyaratan. 2. Ijtihad dibenarkan apabila dilakukan di tempat-tempat dimana ijtihad boleh dilakukan. 3. Butir pertama hanya berlaku untuk: a. Ijtihad di bidang tarjih baik secara perorangan (ijtihad fardy) maupun secara kolektif (ijtihad Jama'iy). b. Ijtihad di bidang madzhab apabila dilakukan secara kolektif (ijtihad madzhab jama'iy). c. Ijtihad muthlaq apabila dilakukan secara kolektif (ijtihad muthlaq jama'iy). 4. Poin kedua tidak berlaku untuk: a. Ijtihad madzhab secara perorangan (ijtihad madzhab fardy). c. Ijtihad muthlaq secara perorangan (ijtihad muthlaq fardy). Keputusan Lembaga Penelitian Islam al-Azhar tersebut sangat bijaksana, karena keputusan itu telah mempertemukan antara dua pendapat yang saling berbeda. Dengan demikian, pendapat yang mengatakan bahwa pintu ijtihad masih tetap terbuka haruslah diartikan untuk: 1. Ijtihad di bidang tarjih baik bagi perorangan maupun kelompok secara kolektif, 2. Ijtihad madzhab secara kolektif 3. Ijtihad muthlaq secara kolektif, Demikian juga pendapat yang mengatakan bahwa pintu ijtihad telah tertutup haruslah kita artikan
untuk: 1. Ijtihad mutlaq secara perorangan 2. Ijtihad madzhab secara perorangan. Jadi tidak tepat, kalau secara mutlaq/tanpa batasan kita mengatakan bahwa pintu ijtihad telah tertutup. Dan sebaliknya, tidak tepat kalau kita mengatakan secara mutlaq/ tanpa batasan bahwa pintu ijtihad masih tetap terbuka.Dan harus kita sadari bahwa pintu ijtihad masih tetap terbuka dalam bidang-bidang tertentu tersebut adalah bagi yang memenuhi syarat. Bagi yang tidak, tentunya tertutup kemungkinan untuk membuka pintu ijtihad dengan segala macam bentuknya. Menurut saya, mengingat sangat jarangnya faqih/ulama ahli hukum seperti saat sekarang ini, maka yang masih benar-benar dapat dilakukan adalah: 1. Ijtihad di bidang tarjih baik secara perorangan maupun secara kolektif. 2. Ijtihad untuk kasus-kasus tertentu yang memang belum pernah dibahas oleh aimmat al-mujtahidin terdahulu. Hal ini dapat dilakukan secara perorangan maupun secara kolektif. Kelompok pertama sudah banyak dilakukan oleh Muhammadiyah dengan Majelis Tarjihnya, NU dengan Syuriyah dan Bahstul Matsailnya, MUI dengan Komisi Fatwanya. Kelompok kedua, alhamdulillah, sudah banyak dilakukan oleh Komisi Fatwa MUI; sayangnya belum banyak dipublikasikan. Pesan saya dalam menutup uraian tentang ijtihad
Kalau memang bukan faqih yang menguasai kaidah-kaidah istinbath, janganlah sok berijtihad, sebab bisa berakibat fatal. Milikilah persyaratan dan berijtihadlah di tempattempat yang dibenarkan untuk melakukan ijtihad sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
5
M IMBAR AGAMA ini, kalau memang bukan faqih yang menguasai kaidah-kaidah istinbath, janganlah sok berijtihad, sebab bisa berakibat fatal. Milikilah persyaratan dan berijtihadlah di tempat-tempat yang dibenarkan untuk melakukan ijtihad sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 2. Taqlid Tidak semua orang sanggup memahami hukum Islam secara langsung dari dalil atau sumbernya, mengingat kecerdasan, daya tangkap dan ilmu yang dimiliki seseorang bagaimanapun tidaklah sama. Bagi mereka yang memenuhi persyaratan ijtihad sebagaimana telah disebutkan di atas, mereka akan sanggup melakukan hal tersebut, yakni mengetahui, memahami dan menggali hukum Islam dari sumber atau dalilnya secara langsung. Mereka itulah para mujtahid dengan segala macam tingkatannya. Bagi mereka yang tidak memiliki persyaratan ijtihad, tentu tidak akan sanggup mengetahui, memahami dan menggali hukum Islam yang harus diamalkannya secara langsung dari dalil atau sumbernya. Untuk mengetahui hukum Islam yang akan diamalkannya, tentu mereka harus lewat perantara, yaitu harus mengetahuinya melalui mujtahid. Dari sinilah muncul persoalan taqlid. Secara faktual, eksistensi taqlid memang tidak mungkin dihindarkan, mengingat tingkatan manusia yang berbeda-beda. Kaidah Agama yang mengatakan, La taklifa fawqa 'l-
6
"Dan demikianlah, Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang Nabi/Rasul yang memberi peringatan pada suatu negeri, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata; "Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak (leluhur) kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejakjejak mereka."
istitha'a - manusia tidak akan ditaklif untuk melakukan sesuatu yang tidak mungkin dilaksanakan/di luar kemampuannya. Mentaklif atau mewajibkan seluruh umat manusia untuk meraih rutbatu 'l-ijtihad jelas tidak mungkin. Disamping tidak logis dan tidak realistis, hal itu juga akan membawa akibat terbengkalainya urusan-urusan duniawi/kehidupan yang lain, karena waktu dan segala konsentrasi umat manusia hanya tercurah ke arah ijtihad. Ini jelas tidak rasionil. Memang harus kita sadari bahwa taqlid bukanlah merupakan sistem atau metode keilmuan yang baik yang digunakan seseorang untuk memperoleh ilmu. Sebab, sistem dan metode yang baik yang seharusnya kita jadikan washilah/sarana mencapai atau memperoleh ilmu adalah nadhar. Sedangkan penelitian, pengkajian dan penelaahan secara mendalam, yang khusus untuk mencapai hukum furu'/ fiqih dikenal dengan ijtihad. Oleh karena itu jumhur ulama telah mencapai konsensus bahwa taqlid tidak dapat dijadikan dasar atau metode keilmuan di bidang aqidah. Karena itu pula pelaku taqlid berdosa, sekalipun imannya sah. Sebagai contoh untuk mengetahui bahwa Allah itu ada maka harus ditempuh lewat nadhar. Apabila hal itu diketahui lewat taqlid, ia berdosa, meski imannya dianggap sah. Taqlid di bidang aqidah inilah yang antara lain dicela al-Qur'an sebagaimana yang ditegaskan dalam QS. alZuhruf Ayat 23, yang artinya sbb: "Dan demikianlah, Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang Nabi/Rasul yang memberi peringatan pada suatu negeri, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata; "Sesungguhnya
No. 227 n Maret 2017
M IMBAR AGAMA kami mendapati bapak-bapak (leluhur) kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka." Mengenai taqlid di bidang hukum Islam, khususnya fiqih, agama membenarkan, mengingat bahwa dalam masalah hukum taklifi seseorang dibenarkan melakukan sesuatu berdasarkan dhann-nya. Bahkan sebagian besar hukum taklifi dasarnya dhann. Disinilah antara lain perbedaan ajaran Islam yang berhubungan dengan masalah aqidah/keimanan dengan ajaran Islam yang berhubungan dengan masalah hukum. Dalam bidang aqidah/keimanan, semuanya bersifat qath'iy atau pasti benarnya. Oleh karena itu ulama telah sepakat bahwa penetapan aqidah haruslah berdasarkan nash qath'iy al-dalalah yang tidak mengandung pen-takwil-an. Sedangkan dalam masalah hukum ada yang bersifat qathi'iy dan ada yang bersifat dhanny. Kalaulah dalam masalah hukum ini semuanya harus berdasarkan dalil qath'iy, niscaya pen-taklid-an itu justru tidak jalan. Lantaran itulah maka taqlid di bidang hukum dibenarkan. Hanya saja tentunya kita jangan cukup puas mendudukkan diri kita pada kursi taqlid ini. Taqlid di bidang hukum inilah yang kita maksud dan yang akan kita bicarakan dalam tulisan ini. Pengertian Taqlid Menurut bahasa, taqlid- bentuk masdar dari kata qallada berarti kalung yang dipakai/dikalungkan ke leher orang lain, atau seperti binatang yang akan dijadikan dam, dimana lehernya diberi kalung sebagai tanda, atau seperti kambing yang lehernya telah diikat dengan tali atau tambang yang dapat ditarik ke mana saja, tanpa disadari oleh kambing yang bersangkutan. Analisa bahasa ini menunjukkan kepada kita seolaholah seseorang yang telah bertaqlid kepada seorang mujtahid/imam telah memberi identitas diri dengan
No. 227 n Maret 2017
Seseorang yang telah bertaqlid dengan seorang mujtahid/imam, ia tidak akan begitu mudah melepaskan diri dari ikatan itu, untuk kemudian pindah ke pendapat selain imamnya/mujtahid yang diikuti; sehingga muncullah rasa ta'ashub madzhab/fanatik madzhab yang kadang sampai berlebih-lebihan. sebuah kalung di lehernya dan ia telah mengikat dirinya dengan pendapat mujtahid/imam tersebut. Dalam praktek memang demikian. Seseorang yang telah bertaqlid dengan seorang mujtahid/imam, ia tidak akan begitu mudah melepaskan diri dari ikatan itu, untuk kemudian pindah ke pendapat selain imamnya/mujtahid yang diikuti; sehingga muncullah rasa ta'ashub madzhab/fanatik madzhab yang kadang sampai berlebih-lebihan. Hal inilah yang pernah melanda umat Islam termasuk umat Islam di Indonesia sampai berpuluh-puluh tahun lamanya; sehingga umat Islam menjadi jumud dan Islam ketinggalan zaman. Syukurlah setelah gelap kini terangpun datang, dan kini telah mulai memancar sinar itu ke ufuk penjuru dunia Islam termasuk Negeri Pancasila tercinta ini. Hal ini antara lain berkat digalakkannya studi fiqh perbandingan dan ushul fiqih perbandingan di perguruan-perguruan tinggi Islam. Kondisi yang baik ini harus terus kita kembangkan. Sedangkan taqlid menurut istilah ada beberapa rumusan, antara lain: 1. Taqlid ialah beramal berdasarkan pendapat orang lain yang pendapatnya itu tidak merupakan salah satu dalil yang dibenarkan, dan ini dilakukan tanpa berdasarkan dalil. Demikian menurut al-Kamal Ibn alHammam dalam al-Tahrir.
2. Menerima pendapat orang lain dalam kondisi anda tidak mengetahui dari mana orang itu berpendapat. Demikian menurut alQaffal. 3. Beramal berdasarkan pendapat orang lain tanpa berdasarkan dalil. Demikian menurut al-Syaukany dalam Irsyad al-Fukhul. Sesuai dengan pengertian taqlid di atas maka beberapa hal seperti di bawah ini tidaklah termasuk kategori taqlid. Beberapa hal itu ialah: a. Beramal berdasarkan ayat alQur'an atau Hadits Nabi. b. Beramal berdasarkan ijma' c. Seorang hakim yang memutuskan perkara berdasarkan kesaksian saksi yang adil. Sementara pihak ada yang membedakan antara taqlid dan ittiba'. Taqlid ialah mengamalkan pendapat orang lain tanpa mengetahui dalilnya, sedangkan ittiba' adalah beramal atau mengamalkan pendapat orang lain dengan mengetahui dalilnya. Sebagian ulama ada yang berpendapat bahwa beramal atau mengamalkan pendapat orang lain dengan mengetahui dalilnya adalah ijtihad. Menurut hemat saya yang ada hanyalah ijtihad dan taqlid. Jadi Ittiba' itu sendiri termasuk kategori taqlid, hanya istilah dan tingkatannya saja yang berbeda, tapi hakikatnya sama, yaitu sama-sama mengikuti pendapat orang lain.n
Tidak semua orang sanggup memahami hukum Islam secara langsung dari dalil atau sumbernya, mengingat kecerdasan, daya tangkap dan ilmu yang dimiliki seseorang bagaimanapun tidaklah sama.
7
K ISAR EKSEKUTIF
Prioritaskan Pembangunan Fasum Curah hujan yang cukup tinggi, sejak Oktober 2016, menyebabkan banyak terjadi bencana, seperti banjir awal Desember 2016 serta serta Februari 2017. Hal tersebut berpengaruh pada rusaknya fasilitas umum (fasum) , termasuk jalan dan jembatan.
S
eperti ambrolnya jembatan penghubung Kecamatan Bangilan menuju Kecamatan Tambakboyo, di Desa Tawun, Kecamatan Bangilan. Bencana ini langsung ditanggapi cepat oleh Wakil Bupati (Wabup) Tuban, Ir. H. Noor Nahar Hussein, M.Si, didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Ir. Choliq Quunnasich serta Camat Bangilan, Maftuchin Riza, meninjau lokasi bencana menyaksikan langsung kondisi jembatan yang ambrol. Selain itu, mengupayakan agar segera mendapat penanganan yang lebih cepat dan tepat. Camat Bangilan, mengungkapkan, jembatan penghubung antar kecamatan di kawasan Dongalah pertigaan jalan Dusun Tuwiwiyan awalnya tergerus air, setelahnya seperempat bangunan ambrol. Pihak desa sudah bertindak cepat dengan memasang rambu-rambu bahaya agar pengguna jalan tidak menjadi korban. “Sebelumnya, pihak desa melakukan langkah awal yang baik, kemudian saya teruskan ke pimpinan mengenai kondisi yang sangat mengkhawatirkan itu,' jelas Pak Camat. Mantan Sekretaris Camat (Sekcam) Widang ini berharap, melalui kunjungan Pak Wabup serta Dinas terkait ke lokasi kejadian, semoga berdampak baik terhadap perbaikan
8
Rentan luapan air Sungai Bengawan Solo. (kdg)
jembatan yang sudah lama dibangun itu. “Semoga mendapatkan prioritas pembangunan atau penanganannya. karena merupakan penggerak roda perekonomian di tiga wilayah, yakni Bangilan, Kerek dan Tambakboyo,” ujar Pak Reza, sapaan Camat Bangilan. Sabar Pada kesempatan itu, Pak Wabup berharap agar masyarakat bersabar. Pemkab Tuban akan segera menindaklanjuti dengan memperkuat jembatan yang sudah dibuat warga. Selain itu, melakukan pelarangan roda empat melintas. Fasilitas umum akan menjadi prioritas pembangunannya dalam tahun anggaran 2018. Karena, jika dilaksanakan dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tuban 2017 hasilnya tidak maksimal. Karena, pelaksanaan program PAK waktunya kurang dari 4 bulan. Sedangkan, untuk pembuatan kontruksi jembatan, membutuhkan waktu minimal 5 bulan. Pak Noor, sapaan Wabup Tuban, menambahkan, bahwa selain jembatan yang rusak, banyak pula jalan yang mengalami kerusakan.
Hal ini disebabkan dari siklus tahunan cuaca. Apalagi, saat ini, tidak menentu. Menurut Pak Wabup, kondisi tersebut diperparah dengan genangan banjir, dan masih dilewati oleh kendaraan, khususnya kendaraan berat. Oleh karena itu, saat ini fokus pembangunan pemerintah harus mengikuti siklus tersebut. “Kalau mengikuti siklus, anggaran bisa dioptimalkan untuk perbaikan infrastruktur yang rusak,'' jelasnya. Ditambahkan, Pemkab Tuban akan sangat selektif serta memprioritaskan mana infrastruktur yang harus diperbaiki terlebih dahulu, seperti yang sifatnya darurat. Jika dilakukan pembangunan sekarang, maka tidak akan efisien, sebab saat ini cuaca masih tidak menentu. “Kami minta agar masyarakat mengerti, sebab anggaran dan SDM yang ada di lapangan sangat terbatas,'' tutur Pak Noor. Pemkab Tuban memperbaiki setidaknya 140 km jalan rusak akibat bencana di setiap tahunnya, mulai dari jalan antar kecamatan, jalan kabupaten, jalan poros desa, termasuk jalan usaha tani. Saluran irigasi Pemkab Tuban juga akan
No. 227 n Maret 2017
K ISAR EKSEKUTIF memperbaiki saluran irigasi pertanian. Hal ini sudah menjadi program prioritas Pemkab Tuban tahun 2017. Adapun, Kecamatan yang diprioritaskan adalah Kecamatan yang terkena dampak banjir, seperti Kecamatan Rengel, Plumpang, Widang, Soko, Merakurak, Semanding, Singgahan dan Jenu. Program tersebut,
“Toleransi” Penting Bagi Generasi Muda
S
ekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tuban, Dr. Ir. Budi Wiyana, M.Si, menegaskan, pentingnya makna “toleransi” kepada para pelajar SMA/SMK yang hadir dalam Seminar Pembinaan Penyelenggaraan Kebangsaan. Kegiatan tersebut bertemakan: “Penguatan dan Pemahaman Bhinneka Tunggal Ika Dalam Hidup Bertoleransi Bagi Generasi Muda”. Pada acara yang diselenggarakan oleh Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) tersebut, Pak Bud, sapaan Sekda Kabupaten Tuban, mengatakan, bahwa pembudayaan karakter toleransi perlu ditumbuhkembangkan sedini mungkin untuk memperkokoh semangat persatuan dan kesatuan bangsa. “Toleransi adalah sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya. Hal ini
No. 227 n Maret 2017
menurut Pak Wabup, juga untuk mendukung target produksi pangan Kabupaten Tuban, utamanya produksi padi. Tahun ini target pemerintah bisa mencapai 580 ribu ton, dengan kenaikan produksi 3 hingga 5 persen. “Untuk mendukung terlaksananya target, awal musim tanam,
bendungan, jaringan irigasi primer maupun tersier akan segera diperbaiki,'' ucapnya. Sebelumnya, tahun 2016 produksi padi Kabupaten Tuban mencapai 540 ribu ton, dengan luas tanam mencapai 92.000 hektar, serta produksi rata- rata 6 ton per hektarnya.n kdg
Sekda Kabupaten Tuban. (kdg)
perlu ditanamkan sedini mungkin,” tuturnya. Karakter toleransi tercermin dari kemampuan belajar mendengar, menghargai, menerima gagasan orang lain, bersikap terbuka, mematuhi kesepakatan, mengutamakan persatuan dan kesatuan, berupaya menjunjung tinggi sikap dan tutur kata, sopan, ramah dan sabar. Di usia remaja, intelektual generasi muda mulai matang serta mampu menuangkan dan mempertahankan ide. Mereka tertarik pada aneka pemecahan masalah, mempertahankan argumen, juga memperjuangkan prinsip. Tidak jarang perbedaan-perbedaan cara pandang akan mengakibatkan ketegangan dan perselisihan. Untuk itu, menanamkan karakter toleransi dapat membuat generasi muda mengerti, memahami dan menghargai setiap perbedaan yang ada. Dalam kehidupan bermasyarakat, generasi muda diharapkan mempunyai kesadaran bahwa ke-
dudukannya sejajar di hadapan Tuhan. Tidak perlu merasa sombong satu sama lain, bisa menghargai keberagaman dan perbedaan sesamanya. Semangat persatuan Indonesia didasari prinsip toleransi yang melahirkan Bhinneka Tunggal Ika. Oleh karena itu, memberikan kesempatan berkembangnya keragaman serta penghormatan atas hak untuk mengembangkan kebudayaan sendiri. “Semangat persatuan inilah yang perlu dimiliki setiap warga negara Indonesia, khususnya generasi muda dalam menghadapi perubahan zaman yang semakin cepat,” kata Pak Bud. Mengamalkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat, merupakan langkah nyata menjadikan Pancasila sebagai pandangan hidup yang dapat mempersatukan bangsa dan negara Indonesia, yang masyarakatnya multikultural dan majemuk.n kdg
9
K ISAR EKSEKUTIF
Dikukuhkan, Tim Satgas Sebanyak 40 anggota Tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Kabupaten Tuban “dikukuhkan” di Gedung Korpri komplek Pendopo Kridho Manunggal. Ke-40 anggota Tim merupakan gabungan dari unsur Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Polres Tuban, Kejaksaan Negeri Tuban, Kodim 0811, Sub Denpom TNI AD dan kalangan Akademisi. Mereka diserukan agar bertindak tegas dan tepat, sehingga Kabupaten Tuban ke depan bisa lebih baik.
T
im dikukuhkan oleh Bupati Tuban, H. Fathul Huda, selaku Penanggung Jawab, disaksikan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Sedangkan, Ketua Pelaksana Satgas Saber Pungli adalah Kompol Arief Kristanto, SH, S.IK, M.Si, berdasarakan Surat Keputusan Bupati Tuban Nomor 188.45/299/KPTS/414.012/2016. Satgas Saber Pungli dibentuk untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa, bebas dari Pungli di semua lini pelayanan publik Kabupaten Tuban. Pembentukan Satgas Saber Pungli adalah tindak lanjut dari Peraturan Presiden (Perpres) No 87 tahun 2016 dan Surat Menkopolhukam Nomor B162/MENKOPOLHUKAM/HK04/10/ 2016. Kerangka kerja Satgas ini
10
SABER PUNGLI
Saat pengukuhan oleh Bupati Tuban. (kdg)
terbagi ke dalam 4 Kelompok Kerja (Pokja) yang membidangi Fungsi Intelijen, Fungsi Pencegahan, Fungsi Penindakan dan Fungsi Yustisi. Peran dan tugasnya membangun sistem penegakan dan pemberantasan Pungli sedemikian rupa, sehingga muara Pungli berserta berbagai indikasinya dapat dibersihkan atau minimal dapat dieliminasi dan dipersempit ruang geraknya. Pak Bupati berharap Satgas Saber Pungli Kabupaten Tuban segera melaksanakan sosialisasi dan pembinaan kepada komponen birokrat atau aparat pelayanan. Membangun koordinasi yang baik agar ada sinergitas dan sinkronisasi rencana maupun tindakan yang lebih efektif dan tepat sasaran. Dibentuknya Satgas ini di Kabupaten Tuban menindaklanjuti pula Satgas serupa di tingkat Pusat oleh Presiden RI, Joko Widodo pada 20 Oktober 2016. Satgas ini dibentuk berdasarkan pertimbangan bahwa praktik Pungli telah merusak sendi kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara. Pemerintah memandang perlu upaya pemberantasan secara tegas, terpadu, efektif, efisien dan mampu menimbulkan efek jera. Dalam upaya pemberantasan Pungli itu, pemerintah juga memandang perlu dibentuknya Satgas Saber Pungli. Kelompok ahli dan akademisi Menurut Perpres No. 87 Tahun 2016, Satgas Saber Pungli mempunyai tugas melaksanakan pemberantasan Pungli secara efektif dan efisien dengan mengoptimalkan pemanfaatan personil, satuan kerja, dan sarana prasarana, baik yang berada di kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah. Untuk melaksanakan tugas, masih menurut Perpres di atas, pengendali/penanggung jawab Satgas Saber Pungli dapat mengangkat kelompok ahli dan kelompok kerja sesuai kebutuhan. Ke l o m p o k a h l i s e b a g a i m a n a dimaksud berasal dari unsur akademisi, tokoh masyarakat, dan
No. 227 n Maret 2017
K ISAR EKSEKUTIF unsur lain yang mempunyai keahlian di bidang pemberantasan Pungli. Pepres ini juga menegaskan bahwa kementerian/lembaga dan pemerintah daerah melaksanakan pemberantasan Pungli di lingkungan kerja masing-masing, dan membentuk unit pemberantasan Pungli pada satuan pengawas internal atau unit kerja lain di lingkungan kerja masing-masing. Masyarakat dapat berperan serta Selain itu, masyarakat dapat berperan serta dalam pemberantasan Pungli, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui media elektronik atau non elektronik, dalam bentuk pemberian informasi, pengaduan, pelaporan, dan/atau bentuk lain sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.n kdg
Wewenang Satgas Saber Pungli a. Pembangun sistem pencegahan dan pemberantasan pungutan liar; b. Melakukan pengumpulan data dan informasi dari kementerian/lembaga dan pihak lain yang terkait dengan menggunakan teknologi informasi; c. Mengoordinasikan, merencanakan, dan melaksanakan operasi pemberantasan pungutan liar; d. Melakukan operasi tangkap tangan; e. Memberikan rekomendasi kepada pimpinan kementerian/ lembaga, serta kepala pemerintah daerah untuk memberikan sanksi kepada pelaku pungli sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; f. Memberikan rekomendasi pembentukan dan pelaksanaan tugas lain unit Saber Pungli di setiap instansi penyelenggara pelayaan publik kepada pimpinan kementerian/lembaga dan kepala pemerintah daerah; dan g. Melakukan evaluasi pemberantasan pungutan liar.
RSUD Terakreditasi “Paripurna”
R
Selain itu, dengan akreditasi diharapkan meumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R. ningkat kepercayaan masyarakat, juga menjadi stiKoesma terakreditasi Paripurna. mulan bagi menejemen serta karyawan dalam Sertifikat akreditasinya telah diterima mem-berikan pelayanan terhadap masyarakat. oleh Direktur RSUD dr. R Koesma Tuban, Penilaian RSUD untuk mendr. Zainul Arifin, diserahkan oleh dapatkan akreditasi didaKetua Komisi Akreditasi Rumah sarkan pada standar pelaSakit (KARS) Kementerian yanan rumah sakit yang foKesehatan RI, Dr. dr. Sutoto, kus kepada pasien, standar M.Kes. manajemen rumah sakit, pa“Pasca penilaian 14 Detient safety goals dan sasasember 2016, mendapat info ran MDGs. melalui website resmi KARS, Standar pelayanan kalau RSUD mengantongi nilai yang fokus kepada pasien Paripurna. Alhamdulillah serterdiri dari akses kepada tifikatnya telah diserahkan'' ujar pelayanan dan kontinuitas dr. Zainul. pelayanan, hak pasien dan Predikat akreditasi Parikeluarga, pelayanan pasien, purna berkat kerjasa-ma yang pelayanan anastesi dan baik dari seluruh unsur di RS Penyerahan sertifikat akreditasi. (kdg) bedah, manajemen dan peyang dipimpinnya. Tidaklah nggunaan obat. Sedangkan standar manajemen rumudah pencapaian ini, karena persiapan telah mah sakit, terdiri dari peningkatan mutu dan kesedilaksanakan kurang lebih selama dua tahun lamatan pasien, pencegahan dan pengendalian sebelumnya. Harapannya, dengan akre-ditasi infeksi, tata kelola, manajemen fasilitas dan keseParipurna, RSUD dr. R. Koesma dapat mem-berikan lamatan.n kdg pelayanan yang memuaskan kepada ma-syarakat.
No. 227 n Maret 2017
11
L APORAN UTAMA
Bayar PBB Dukung Pembangunan Tuban Pembangunan daerah dan Pajak Bumi Bangunan Perdesaan - Perkotaan (PBB-P2) merupakan dua hal yang tidak bisa terpisahkan. Jika kesadaran masyarakat membayar PBB-P2 meningkat, maka pembangunan daerah bisa dikatakan ikut meningkat juga. Demikian hal di atas ditegaskan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tuban, Dr. Ir. Budi Wiyana, M.Si.
D
ituturkan oleh Pak Sekda, demi kelancaran pembangunan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban berharap PBB-P2, yang pada tahun 2017 ditargetkan sebesar Rp 28,104 Miliar, dapat tercapai secara maksimal. Disamping itu, aparat pengelola PBB-P2 bisa menyampaikan sosialisasi dan motivasi kepada masyarakat dalam rangka menggenjot penerimaan pajak daerah dari sektor tersebut. Selain itu, memberikan pelayanan maksimal kepada para Wajib Pajak (WP). Selanjutnya, Bapak yang kalem ini, mengimbau kepada semua aparatur pemerintahan agar dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam hal membayar pajak. Baginya, sadar pajak harus ditanamkan. “Dengan membayar pajak, kita telah membantu menyukseskan pembangunan daerah. Karena, pajak itu hakikatnya dari dan untuk masyarakat,” tutur Pak Bud, sapaan Sekda Kabupaten Tuban. Lebih lanjut, Pak Sekda, menyatakan, aparat pengelola PBB-P2, mulai dari Camat, Lurah, Kepala Desa (Kades) dan Petugas Pemungut
12
Pak Bud. (ydh)
Pajak bisa mengkoordinasikan kelancaran penyampaian Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) PBB-P2 kepada WP, guna memaksimalkan pemungutan dan upaya peningkatan masyarakat dalam melaksanakan kewajibannya membayar pajak di wilayah masing-masing. “SPPT PBB-P2 sudah mulai didistribusikan pada bulan Februari 2017. SPPT PBB-P2 yang dibagikan ini harus dipastikan benar-benar sampai ke tangan WP,” kata Pak Sekda, menandaskan. Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tuban itu, juga berharap kepada seluruh warga Bumi Wali selaku WP PBB-P2, agar dapat melaksanakan pembayaran pajak sebelum jatuh tempo yang telah ditetapkan, yaitu tanggal 30 September 2017. Terkait kenaikan besaran PBBP2, Pak Bud, menilai hal tersebut masih dalam batas kewajaran. Hal ini, tandasnya, sudah disesuaikan dengan kondisi perekonomian di daerah. Bahkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang digunakan sebagai dasar perhitungan PBB-P2, khususnya untuk tanah, dianggap masih jauh di bawah nilai pasar, karena itu perlu segera disesuaikan.
Dalam hal pelayanan PBB-P2, tegasnya, evaluasi serta perbaikan kinerja akan senantiasa dilakukan guna meningkatkan pelayanan, sehingga masyarakat Kabupaten Tuban bisa mendapatkan pelayanan secara prima. Pak Bud, mengakui, hingga saat ini, Pemkab Tuban masih menggunakan sistem pembayaran PBB-P2 secara manual. Ke depan, pihaknya berencana menerapkan sistem online untuk pembayaran pajak. Dituturkan, sebenarnya sudah ada beberapa bank dan layanan jasa keuangan lain yang menawarkan kerjasama pembayaran pajak via online. Tujuannya, untuk memudahkan proses pembayaran. Namun, tentu saja juga harus didukung sara-na dan prasarana yang memadai serta mudah dijangkau masyarakat, sehingga akan lebih memudahkan proses pelayanan pembayaran pajak ataupun pelayanan lainnya. “Segala upaya yang kami lakukan tak lain untuk memberikan kemudahan pelayanan. Jadi, nantinya masyarakat tidak perlu jauh-jauh kalau mau mengurus pajak atau urusan lainnya,” asanya. Kajian dan survei Sekadar diketahui, tahun 2017 Pemkab Tuban menargetkan penerimaan pendapatan daerah yang bersumber dari PBB-P2 sebesar Rp 28,104 Miliar untuk 676.576 Wajib Pajak (WP). Ketetapan tersebut secara keseluruhan naik rata-rata 28 persen dari baku pajak tahun sebelumnya yang senilai Rp 21,926 Miliar. Kenaikan tersebut juga telah melalui proses kajian yang mendalam dan survei di 328 Desa atau Kelurahan yang ada di 20 Kecamatan Kabupaten Tuban.n ydh
No. 227 n Maret 2017
L APORAN UTAMA
Perlu Bangun Budaya Taat Pajak
Camat Singgahan. (ydh)
P
ajak salah satu sumber utama penerimaan negara, tanpa pajak sebagian besar kegiatan negara sulit untuk dilaksanakan. Membayar pajak kepada negara adalah kewajiban bagi warga negara yang menjadi Wajib Pajak (WP). Untuk itu, perlu dibangun budaya taat pajak. Demikian disampaikan Camat Singgahan, Drs. R. Moch Dani Ramdani. Budaya taat pajak belum sepenuhnya dimiliki masyarakat Indonesia. Kendati banyak juga masyarakat yang telah dengan sukarela membayar pajak, namun belum dapat dikategorikan sebagai suatu budaya. Budaya taat pajak, jelas Pak Camat, dapat dibangun dengan berbagai cara, yakni melalui pemberian pengetahuan serta pendidikan tentang perpajakan di tingkat keluarga dan masyarakat. Mantan Sekretaris Camat (Sekcam) Montong ini, menyatakan, selain memberikan pengetahuan tentang pentingnya membayar pajak mulai dari lingkup keluarga dan masyarakat, juga harus diberikan pemahaman serta contoh pemanfaatan pajak. Mereka harus tahu bahwa dengan pajak yang dibayarkan negara dapat mengelola dana pendapatan pajak untuk diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan, disamping itu untuk pembangunan. “Melalui pemahaman pajak sejak dini, diharapkan memunculkan budaya taat pajak,” tandasnya.
No. 227 n Maret 2017
Guna meningkatkan kesadaran WP di wilayah Kecamatan Singgahan, gencar melakukan sosialisasi dan pembinaan terhadap aparat pengelola pajak, khususnya di tingkat desa. Seperti saat ini, Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Singgahan tengah menyosialisasikan pembayaran Pajak Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tahun 2017. Menurut laki-laki berperawakan tinggi langsing yang juga pernah mengemban amanah sebagai Sekcam Senori itu, pembinaan dan sosialisasi dilakukan terus menerus dalam setiap kesempatan. Khususnya, kepada petugas pemungut pajak. Pak Dani, sapaan akrabnya, mengimbau agar memberikan pelayanan yang ramah, cepat dan tepat. Diakui, biaya operasional pemungutan PBB-P2 memang terbatas. Namun, berharap, hal tersebut tidak menyurutkan semangat aparat pengelola PBB-P2 menuntaskan target yang telah dibebankan kepada wilayah masing-masing. Bapak tiga anak ini, juga menyambut baik pemberian reward bagi wilayah dengan pelunasan PBB-P2 terbaik dan punishment untuk WP yang tidak memenuhi kewajibannya membayar pajak. Baginya, reward berupa hadiah barang itu memacu semangat masyarakat segera melunasi pajaknya. Pak Camat menerangkan, teknis pemungutan pajak antara wilayah yang satu dengan wilayah lain berbeda. Dicontohkan, ada desa yang menerapkan pemungutan PBB-P2 melalui Desa, Rukun Warga (RW), maupun Rukun Tetangga (RT). Sedangkan, sistem yang dipakai petugas pemungut pajak ada yang berupa setoran nominal secara global tanpa rincian wajib pajak. “Untuk itu, ke depan diupayakan sistem pengumpulan pajak
secara rinci by name by address sehingga lebih mudah untuk dikontrol,” tegasnya. Terkait WP yang belum bisa memenuhi kewajibannya hingga batas waktu yang telah ditentukan, Pak Dani, mengatakan, lumrah terjadi, karena permasalahan pajak tergolong kompleks. Jelasnya, sudah berupaya semaksimal mungkin memenuhi target yang ditetapkan. Bukti lunas PBB-P2 Pak Camat tidak memungkiri terkadang dibutuhkan sedikit “paksaan” agar masyarakat membayar pajaknya. Hal ini kerap terjadi pada warga yang memiliki urusan ijin usaha maupun kepemilikan tanah, di mana salah satu persyaratan yang harus dipenuhi menunjukkan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) bukti lunas pembayaran PBB-P2. Agar kemauan masyarakat membayar pajak meningkat, tidak ada salahnya jika Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban menerapkan penunjukan lunas PBB-P2 untuk pengurusan perijinan yang lain, semisal pengurusan dokumen kependudukan atau lainnya. “Jadi kalau mau mengurus apapun, entah itu dokumen kependudukan atau yang lainnya, masyarakat diimbau melampirkan bukti lunas SPPT. Saya yakin masyarakat tergerak hatinya membayar pajak. Selain itu, pendapatan daerah dari PBB-P2 bisa meningkat,” tukasnya. Baku PBB-P2 Kecamatan Singgahan mengalami kenaikan. Tahun lalu baku PBB-P2 Rp 600.712.142, sedangkan tahun ini mencapai Rp 828.339.597. Jika PBB-P2 tahun 2016 lunas pada bulan Oktober, tahun 2017 , Pak Camat mengupayakan bulan Juli 2017.n ydh
13
L APORAN UTAMA
Bangunkan “Kesadaran” WP dan Aparat patkan doorprize hadiah Untuk menjaring undian. rupiah dari sektor pajak Mantan Camat Sebukan pekerjaan mudah, nori ini berencana memerlukan kesadaran mendorong Desa yang tinggi baik dari dan Kelurahan Wajib Pajak (WP) yang ada di wilamaupun aparat yahnya menjapengelola pajak yang lankan program tangguh dan yang sama di bertanggung jawab. tingkat Desa/ Selain itu, sistem Kelurahan. Nantinya, administrasi dalam properpajakan juga Camat Semanding. (ydh) gram terseharus memadai, but, WP yang telah membayar PBBdilengkapi pula adanya P2 hingga bulan April setiap tahunpiranti hukum yang nya, berkesempatan untuk mengimemberikan rasa keadilan kuti undian berhadiah yang telah didan kepastian hukum. sediakan di masing-masing Desa/
N
amun, permasalahan yang terjadi di lingkungan masyarakat adalah kurangnya kesadaran warga akan kewajiban membayar pajak. Bahkan, bagi sebagian orang, pemungutan pajak dirasa sebagai suatu pemaksaan bagi warga negara. Menghadapi hal seperti itu, tidak cukup hanya dengan sosialisasi dan pendidikan tentang pajak. Artinya, diperlukan juga inovasi dan kreatifitas tiada batas agar terwujud kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pembayaran pajak, sehingga proses pembangunan dapat berjalan sesuai dengan rencana. Camat Semanding, Eko Julianto, S.STP, menyatakan, pihaknya juga berupaya mendorong Kelurahan dan Desa agar kreatif serta inovatif memunculkan kesadaran membayar pajak, khususnya Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Pak Eko, begitu ia biasa disapa, mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban yang sejak tahun lalu memberikan reward kepada WP yang tertib membayar dan beruntung menda-
14
Kelurahan. Demi peningkatan kinerja dan pelayanan publik lebih baik, Pak Camat Semanding juga berencana melakukan penilaian kinerja. Salah satu kriteria yang akan dinilai adalah Desa dengan pelunasan PBB-P2 tercepat. Hal ini untuk mendorong kreatifitas Desa maupun Kelurahan dalam meningkatkan kinerjanya, termasuk percepatan pelunasan PBBP2 di masing-masing wilayahnya. Intensifikasi PBB-P2 di tingkat Desa maupun Kelurahan, terangnya, sinergi dengan pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD), sebab syarat pencairan ADD Ttahap II haruslah sudah melunasi PBB-P2. Sehingga, apabila PBB-P2 bisa lunas sebelum tanggal 1 Juli 2017, pihaknya mendorong untuk pencairan ADD Tahap II. Kelurahan, yang tidak ada sangkut pautnya dengan ADD, Pak Eko, akan menerapkan strategi yang berbeda. Terkait WP yang tidak bisa memenuhi kewajiban pajaknya sesuai tenggat waktu yang telah ditentukan, pihaknya akan melakukan pendampingan terhadap petugas pemungut pajak. Jika gagal, maka SPPT WP tersebut akan langsung diserahkan
kepada pengelola pajak tingkat Kabupaten untuk proses lebih lanjut. “Untuk WP yang belum membayar hingga batas waktu yang telah ditetapkan akan diserahkan ke Pemkab yang memiliki regulasi untuk pemberian sanksi,” katanya. Mantan Sekretaris Camat (Sekcam) Tuban ini berharap PBB-P2 Kecamatan Semanding lunas sebelum waktu yang telah ditetapkan Pemkab Tuban, yakni 30 September 2017. Untuk itu, akan membentuk tim pendamping agar penyerapan PBB-P2 di wilayahnya bisa optimal. Kowang dan Prunggahan Wetan Disebutkan, dari 15 Desa dan 2 Kelurahan di wilayah Kecamatan Semanding, baku PBB-P2 tahun lalu Rp 1.186.570.797, tahun ini naik menjadi Rp 1.499.933.017. Jika pada tahun lalu, jumlah tersebut dapat dilunasi maksimal 30 Nopember 2017, tahun ini diupayakan lunas sebelum tenggat waktu yang telah ditentukan. “Hingga Februari 2017 sudah ada 2 Desa yang lunas PBB-P2, yakni Desa Kowang dan Prunggahan Wetan,” ujarnya. Tidak dapat dipungkiri, hingga sekarang kesadaran masyarakat membayar pajak masih belum seperti yang diharapkan. Namun, masih ada upaya yang dapat dilakukan sehingga masyarakat sadar membayar pajak, sebab bukan sesuatu yang mustahil dapat terjadi. Ketika masyarakat memiliki kesadaran, maka kewajiban pajak akan dilakukan secara sukarela, bukan keterpaksaan seperti anggapan sebelumnya. Selanjutnya, berharap agar aparat pengelola pajak dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Dukungan masyarakat Kecamatan Semanding sangat dibutuhkan agar target PBB-P2 2017 bisa tercapai tepat waktu.n ydh
No. 227 n Maret 2017
L APORAN UTAMA Berharap Tidak Mendekati “Dead Line”
T
anggal 30 Sepdatang mengurus dokumen tember 2017 batas ataupun kepentingan lain ke akhir pemKelurahan, juga diingatkan bayaran Paakan jatuh tempo pembayajak Bumi dan Bangunan ran pajak. Pak Sri, sapaPerdesaan dan Perkoannya, mengharap kertaan (PBB P2). Menuja sama dengan selurut, Lurah Ronggoruh WP agar untuk mulyo, Sri Widadi, membayar PBB-P2 tebatas waktu itu terpat waktu. Karena, pakadang dijadikan jak yang dibayar maalasan Wajib Pajak syarakat digunakan (WP) untuk menununtuk pembanguLurah Ronggomulyo da pembayaran, senan daerah, dalam hingga pembayarannya mende- hal ini pembangunan infrastruktur kati dead line. jalan, jembatan dan seluruh fasi"Kita ingin lunas secepatnya, litas umum baik di wilayah pertetapi masyarakat menunda pem- kotaan maupun pedesaan. bayaran hingga mendekati batas “Istilahnya, dari masyarakat akhir,” ungkapnya. Meski demiki- untuk masyarakat,” jelasnya. Sean, laki-laki berkumis tebal itu tetap dang, bila ada kesalahan adminismelakukan sosialisasi dan me- trasi atau penulisan dalam Surat ngimbau WP segera melunasi ke- Pemberitahuan Pajak Terhutang wajibannya sebelum jatuh tempo. (SPPT), masyarakat hendaknya Sosialisasi tentang pajak segera melaporkan ke petugas undilakukan kapan saja dan di mana tuk segera dilakukan pembetulan. saja. Misalnya, saat menghadiri raKendala lain yang sering dipat Rukun Tetangga (RT), penga- hadapi WP tidak berdomisili di wijian, atau kegiatan-kegiatan ke- layah Kelurahan, sehingga sulit unmasyarakatan yang lain, senan- tuk ditemui, otomatis pembayaran tiasa menyampaikan informasi PBB-P2 tidak bisa dilakukan tepat tentang PBB-P2. Warga yang waktu. Disamping itu, juga meng-
gunakan pendekatan kekeluargaan agar WP tidak merasa “terpaksa” dalam memenuhi kewajibannya. Bahkan, bagi WP yang memiliki nilai pajak di atas Rp 2 juta, tidak segan didatangi sendiri. Tujuannya tidak semata agar mau membayar, namun juga menjalin silaturahim. Terkait jatuh tempo PBB-P2, diingatkan, WP yang melunasi sesudah tanggal 30 September 2017 dikenai denda administrasi 2% per bulan dari nilai PBB-P2 yang tidak atau kurang dibayar. Bagi yang belum mendapatkan SPPT, Bapak yang asli Wonogiri ini, mengimbau agar menanyakan ke Kantor Kelurahan atau langsung kepada petugas pemungut pajak. Tahun ini baku PBB-P2 Kelurahan Ronggomulyo Rp 316.363. 350 dengan 1.378 WP. Rinciannya, 39 WP dengan baku pajak di atas Rp 2 juta dan 1.339 WP dengan baku pajak di bawah Rp 2 juta. Jumlah ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu yang Rp 267.429.356, dengan rincian 1.369 WP. Tahun lalu, terdapat 25 WP dengan baku pajak di atas Rp 2 juta dan 1.344 WP dengan baku pajak di bawah Rp 2 juta.n ydh
Siap Sukseskan PBB-P2 2017 LURAH Karang Kecamatan Semanding, Suharno, mengatakan, PBB-P2 bukan hal baru, melainkan kegiatan rutin tahunan. Untuk itu, selalu siap menyukseskannya. Di wilayah Karang, rencana penerimaan PBBP2 2017 ditargetkan Rp Lurah Karang. (ydh) 166.939.284 dengan jumlah Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) 3.335. Baku PBB-P2 tersebut mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun 2016 yang hanya Rp 138.377.302 de-
No. 227 n Maret 2017
ngan jumlah SPPT 3.267. Pada tahun 2016, realisasi PBB-P2 Kelurahan Karang mencapai Rp 106.361.117 atau sekitar 76,86 persen. Meskipun begitu, laki-laki yang akrab disapa Pak Harno ini, optimistis tahun 2017 bisa lebih baik. Untuk dapat memenuhi target PBB-P2 2017, Pak Harno, akan mengoptimalkan sosialisasi dan pendekatan kekeluargaan. Cara ini cukup efektif meningkatkan kesadaran Wajib Pajak (WP). Selain itu, menekankan kejujuran, keihklasan, dan transparasi dari petugas pemungut pajak agar tidak terjadi permasalahan. Baginya, bekerja jujur dan ikhlas adalah modal bagi aparat pengelola pajak agar dapat menunaikan
15
C
ERMIN
tugas yang diembannya, mengingat banyaknya hambatan dan rintangan yang dihadapi di lapangan. Tidak seperti Desa yang mendapatkan kucuran dana bagi hasil dari realisasi PBB-P2, Kelurahan tidak mendapatkan dana bagi hasil, tapi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) memberikan biaya operasional Kelurahan dalam meningkatkan potensi penerimaan PBBP2. Menurut mantan staf Dinas Penerangan ini, dana bagi hasil PBB-P2 memang dikhususkan kepada Desa sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan desa, serta memotivasi Kepala Desa (Kades) dan Perangkatnya untuk menggali potensi PBB-P2. “Dibandingkan dengan beban kerjanya, support biaya operasional PBB-P2 belum maksimal. Namun, ditekankan kepada petugas agar menunaikannya dengan baik,'' ujarnya. Sejak awal tahun, Karang melakukan komunikasi dan koordinasi dengan perangkat dan masyarakat un-
tuk kelancaran PBB-P2. Sedang, untuk memudahkan pemungutannya, membagi menjadi 10 blok. Setiap petugas bertanggung jawab atas blok masing-masing. Selanjutnya, Pak Harno, menuturkan, kendala yang sering dihadapi salah satunya terkait data yang diserahkan tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Dicontohkan, warga yang memiliki lahan seluas puluhan hektar dengan nominal pajaknya yang telah ditetapkan, namun saat dilakukan pengecekan di palangan ternyata warga tersebut tidak memiliki lahan dengan luasan seperti yang disampaikan. Masalah lain, warga yang memiliki aset di Karang belum tentu tinggal di Karang. Bisa jadi di luar kota bahkan luar pulau. Seringkali petugas kesulitan bertemu dengan WP untuk menyampaikan SPPT, dan pulang dengan tangan hampa. Belum lagi WP yang menunda pembayaran pajaknya dengan berbagai alasan. “Hal seperti ini membuat kinerja petugas kurang maksimal,” pungkasnya.n ydh
Bertemu Dengan Si Multi Talenta Oleh : Drs. Suwarno, MPd. Email: [email protected] Manusia multitalenta, dimanakah Kau? Saya bersyukur pernah dipertemukan dengan orang yang memiliki multi talenta. Bersyukur karena bisa belajar dari orang yang “unik” dan langka. Namanya, Syamsul, teman kuliah S1 di IAIN Sunan Ampel Malang (sekarang UIN Maliki). Antara tahun 1988-1992, Syamsul betulbetul figur multi talenta. Delapan model kecerdasan dimiliki secara komplit, pandai melukis, mahir menyanyi, bermusik dan melantunkan ayat suci Al-Quran. Olah raga dia kuasai, mulai dari sepakbola hingga bela diri. Juga, pandai melawak menghibur penonton lewat peran dan penampilan teater. Juga, mahir berhitung, mengkalkulasi angka dan rumus. Soal berbahasa, jangan tanya, Syamsul mahir bahasa asing, terutama Inggris dan bahasa Arab. Akhir-akhir ini saya rindu de-
16
ngan Syamsul. Sejak lulus kuliah kehilangan kontak. Rindu candanya, rindu dengan motivasi dan semangat hidupnya. Suaranya merdu, ketika melantunkan ayat suci Al-Quran. Badannya atletis, suka memotivasi saya untuk olahraga. Selalu ceria, berpikir positif, jika ada masalah memberi solusi. Oh, Syamsul dimanakah Kau? Kelebihan manusia multitalenta Untungnya, saya diberi Allah figur yang lain. Walaupun tidak memiliki Syamsul di dekat saya, tapi Allah memberi figur ayah kandung saya sebagai orang yang dianugerahi multi talenta. Saya baru sadar bahwa almarhum ternyata diberi kelebihan oleh Allah SWT sebagai manusia multi talenta. Kemampuan atau skill yang dimiliki hampir sama dengan Syamsul. Jago qiro'ah, sepakbola, hebat bela diri, juga ber-
humor. Bahkan, ketika sakit berbaring di rumah sakit, sering melontarkan humor menghibur ibu saya. Kerapkali adik-adik juga dihibur dengan guyonannya. Menguasai gamelan, pandai nukang kayu, trampil nukang batu. Sebagai petani rajin dan sukses, sebagai pedagang disenangi pelanggan dan pembelinya. Tapi, ada satu benang merah antara Syamsul dan almarhum ayah saya, yaitu sifat optimistis dan cerianya. Manusia multi talenta hidupnya optimi, ceria dan bahagia. Hampir tidak pernah mengeluh. Itulah ciri sosok multi talenta. Mari belajar dari sang multitalenta Tidak setiap manusia diberi anugrah sebagai multi talenta. Multi talenta bersifat “gift” (pemberian Allah SWT), kita tidak bisa meniru sepenuhnya. Kita bisa berupaya meniru dalam hal tertentu, tapi dalam hal yang lain kesulitan seperti mereka. Contohnya, sangat mudah saya dalam hal pidato atau menulis artikel, tapi kedodoran kalau disuruh me-
No. 227 n Maret 2017
C ERMIN nyanyi atau qiro'ah. Saya mudah berbahasa Inggris atau Arab tapi diminta mengerjakan ilmu hitung atau matematika, pusing tujuh keliling. Ada satu hal yang harus kita tiru dari para multi telenta, yaitu sifat sabarnya,
ceria dan humornya. Syamsul teman saya itu tidak pernah marah dan tidak pernah bermuka masam. Kerap tersenyum dan manis muka. Demikian ayah saya, Pak Darkup (almarhum), tidak pernah marah kecuali terpaksa. Kalaupun marah cepat reda. Saya teringat ungkapan Imam Ghozali, bahwa orang yang baik adalah orang yang sulit marahnya dan cepat redanya. Sebaliknya, orang yang jelek orang yang mudah marahnya, dan sulit redanya. Ayah saya, biarpun orang desa, pendidikannya rendah, diberi kemampuan mengendalikan marah sedemikian hebat. Maka, hal riil yang nampak di wajah ayah, awet muda. Tidak sedikit orang yang mengatakan bahwa saya dan ayah saya seperti kakak beradik. Banyak yang berkata seperti itu. Bahkan, istri saya pun berkata begitu. Hingga menjelang wafatnya, ayah masih kelihatan muda, padahal umurnya 65 tahun tapi seperti sekitar 40 - 45 tahun. Itulah yang seharusnya kita pelajari dari para multi talenta. Sifat sabar, optimis, ceria, ramah, suka menolong dan sifat positif lainnya. Apa itu multitalenta? Setelah saya ilustrasikan orang yang memiliki multi talenta, sekarang
No. 227 n Maret 2017
kita sedikit mendalami teorinya, apa itu multi talenta? Teori Multitalenta didasari oleh teori Multiple Intelligences. Teori Kecerdasan Majemuk ini bergema di kalangan pendidik karena menawarkan model bertindak sesuai dengan keyakinan bahwa semua anak memiliki
kelebihan. Garner dalam bukunya yang berjudul Frames of Mind: Teori Multiple Intelegences (1983) mendefinisikan kecerdasan sebagai kemampuan untuk memecahkan suatu masalah, menciptakan suatu (produk) yang bernilai dalam suatu budaya Pada mulanya Howard Gardner menyatakan ada tujuh jenis kecerdasan. 1. Kecerdasan bahasa atau linguistik: terdiri dari kemampuan untuk berfikir dalam kata-kata, dan menggunakan bahasa untuk mengungkapkan dan mengapresiasi makna yang komplek. Pekerjaan yang sesuai bidang ini: penulis, penyair, jurnalis, pembicara, penyiar warta berita dll. 2. Kecerdasan logika matematika: kemampuan untuk menghitung, mengukur, mempertimbangkan dalil atau rumus, hipotesis dan menyelesaikan operasi matematik yang kompleks. Ilmuan, ahli matematika, akuntan, ahli mesin dan programmer computer, semua menunjukkan kecerdasan matematik yang kuat 3. Kecerdasan intrapersonal: merujuk pada kemampuan untuk
membangun anggapan yang tepat pada seseorang dan untuk menggunakan sejenis pengetahuan dalam merencakan dan mengarahkan hidup seseorang. Beberapa orang yang menunjukkan kecerdasan ini adalah teolog, psikolog, filsuf. 4. Kecerdasan interpersonal: kemampuan untuk memahami orang dan membina hubungan yang efektif dengan orang lain. Kecerdasan ini ditunjukkan oleh guru, para pekerja sosial, actor, atau politisi. 5. Kecerdasan musik atau musikal: kepekaan terhadap titinada, melodi, irama dan nada. Orang yang menunjukan kecerdasan ini adalah komposer, dirigen, musisi, krtikus, pengarang musik, bahkan pendengar musik. 6. Kecerdasan visual dan Kecerdasan Spasial: kemampuan untuk mengindera dunia secara akurat dan menciptakan kembali atau mengubah aspek-aspek dunia tersebut. Kecerdasan ini seperti yang tampak pada keahlian pelaut, pilot, pemahat, pelukis dan arsitek. 7 Kecerdasan kinestetik: kemampuan untuk menggunakan tubuh dengan trampil dan memegang objek dengan cakap. Kecerdasan ini ditunjukkan oleh para atlet, penari, ahli bedah, masyarakat pengrajin. Sesuai dengan perkembangan penelitiannya, tahun 1990an, Howard Gardner memasukkan kecerdasan yang kedelapan, yaitu kecerdasan alamiah (naturalis), yaitu kemampuan untuk mengenali dan mengklasifikasi aneka spesies, tumbuhan atau flora dan hewan fauna, dalam lingkungan. Kecerdasan ditunjukkan oleh ahli biologi, pecinta alam, penjelajah alam dan sebagainya.n
17
K ESEHATAN
Pak Bupati serahkan KISDA.
Luncurkan KISDA
P
emkab Tuban selalu berupaya mendorong terciptanya jaminan kesehatan bagi masyarakatnya. Untuk merealisasi niat di atas, di Gedung Korpri komplek Pendopo Kridho Manunggal, meluncurkan program Kartu Indonesia Sehat Daerah (KISDA). “Program KISDA yang disiapkan Pemkab Tuban memiliki kuota peserta sebanyak 7.246. Saat ini, telah terealisasi sebanyak 5.120,” ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban, Dr. Ir. Budi Wiyana, M.Si, saat menghadiri Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Kemitraan Pengobatan Bagi Peserta Kurang Mampu atau Keluarga Miskin. Kuota tersebut akan ditambah sesuai dengan kebutuhan. Program KISDA, menurut Sekda Kabupate Tuban, disiapkan untuk masyarakat kurang mampu yang belum tercover program JKN- KIS (Jaminan Kesehatan Nasipnal-Kartu Indonesia Sehat) dari Pemerinta Pusat. Validasi data penerima akan dilakukan setiap satu tahun sekali. “Program KISDA sendiri mulai diterapkan pasca dihentikannya program layanan Surat Pengantar Miskin (SPM) mulai Januari 2017 ini.
18
KISDA, diperuntukan bagi masyarakat miskin yang belum mendapatkan KIS dari Pemerintah Pusat,” terang Pak Sekda. Bupati Tuban, H. Fathul Huda, meminta penerima KISDA harus benar-benar divalidasi agar tepat sasaran. Usai memberikan Kartu KISDA secara simbolik kepada salah seorang warga, di Rumah Dinas Bupati komplek Pendopo Krido Manunggal Tuban, Pak Bupati mengharapkan validasi data harus dilakukan dengan benar, jangan sampai program KISDA tidak tepat sasaran. ‘’Program KISDA mulai diberlakukan awal tahun 2017, sebagai pengganti program layanan Surat Pengantar Miskin (SPM), sehingga masyarakat miskin tidak perlu khawatir dengan berakhirnya SPM, karena yang belum tercover JKN-KIS akan di bantu dengan KISDA,” terang Pak Huda, sapaan Bupati Tuban. Ditegaskan, bahwa Pemkab Tuban akan terus mendorong program tersebut agar dapat berjalan sesuai dengan yang harapkan. Untuk itu, kepada OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait diharapkan dapat bekerja sangat serius dalam menangani masalah KISDA. Di sisi
lain Pak Bupati juga berharap agar petugas kesehatan memberikan pelayanan prima, jangan ada lagi perlakuan yang membeda-bedakan kepada pasien yang sakit, semua harus diperlakukan dengan baik. Program KISDA merupakan program unggulan tahun 2017 dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban, bekerjasama dengan Dinas Sosial Perlindungan Perempuan dan Anak (Dinsos P2A) Kabupaten Tuban. Saat ini, telah disiapkan anggaran sebesar Rp 2 Miliar, dengan kuota peserta sebanyak 7.246. Pada kesempatan lainnya, ada kabar menggembirakan bagi Perangkat Desa di Kabupaten Tuban. Pasalnya, mereka bakal mendapatkan dana tunjangan purna tugas, atau sering disebut dana pensiun. Ini setelah BPJS Ketengakerjaan menjamin hal itu. BPJS Bagi Perangkat Desa Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Tuban, Wahyu Hutomo, saat penyerahan secara simbolis Kartu BPJS Ketanagakerjaan (Naker) di Rumah Dinas Bupati Tuban komplek Pendopo Krido Manunggal, mengatakan, jaminan kesehatan ketenagakerjaan tersebut masuk dalam tunjangan purna tugas. “Ini merupakan salah satu program pemerintah yang mewajibkan seluruh Perangkat Desa mengikuti program Jaminan Kesehatan Ketenagakerjaan atau BPJS Ketenagakerjaan,’’ ujar Pak Wahyu, sapaannya. Adapun Perangkat Desa akan mendapatkan program jaminan berupa jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua dan jaminan pensiun. Dana iuran program BPJS Naker akan diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APB-Des), dengan iuran sebesar Rp 178.240. Hal tersebut sudah diatur sesuai Peraturan Bupati (Perbub) Nomor 2 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Keuangan Desa. nkdg
No. 227 n Maret 2017
Bupati Tuban, H. Fathul Huda, kembali menerima anugrah dari Pemerintah Provinsi IPemprov) Jawa Timur (Jatim) sebagai Pembina K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) terbaik tingkat Jatim. Penghargaan diberikan atas prestasinya membina perusahaan-perusahaan di Kabupaten Tuban dalam menerapkan Sistem Manajemen Keselematan dan Kesehatan Kerja (SMK3).
Dianugrahi
Pak Huda dan Gus Ipul. (kdg)
P
enghargaan K3 diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur (Wagub) Jatim, Syaifulah Yusuf, kepada Bupati Tuban di Jatim Expo Surabaya. Bersama Bupati Tuban diserahkan pula penghargaan yang sama kepada Bupati Gresik, Sidoarjo, Pasuruan, Lamongan, Blitar, Probolinggo, Jombang dan Bojonegoro. Kemudian, Kabupaten Malang dan Mojokerto meraih penghargaan kategori Padat Karya, disusul Ngawi, Magetan, Madiun meraih penghargaan kategori Transmigrasi. Sedangkan, Kabupaten Situbondo dan Kota Surabaya meraih penghargaan kategori Perusahaan di kota besar. Gus Ipul, sapaan Wagub Jatim, H. Syaifullah Yusuf, dalam sambutannya di depan penerima penghargaan, mengatakan, kemajuan Jatim sebagian besar ditentukan dari kinerja para Kepala Daerah yang luar biasa. Sehingga, saat ini Jatim menjadi barometer ProvinsiProvinsi lain di Indonesia. Gus Ipul, berharap, dengan didapatkannya penghargaan itu, Kepala Daerah dan Perusahaan yang telah mendapatkan penghargaan menjadikan kinerjanya semakin bagus, dan yang belum mendapat penghargaan akan termotivasi serta terinspirasi untuk memperoleh penghargaan pada tahun yang akan datang. Tekan kecelakaan kerja Wagub Jatim, menjelaskan, bahwa pada tahun 2016 kecelakaan kerja yang terjadi di Jatim sebanyak 7.017 kejadian, dengan rincian 95 orang meninggal, 37
No. 227 n Maret 2017
Penghargaan K3 orang mengalami cacat, 670 orang tidak mampu kerja dan 6.215 orang bisa sembuh. Hal Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua untuk menekan sekecil mungkin resiko terjadinya kecelakaan kerja. Semakin banyak perusahaan yang menerapkan Sistem Managemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang benar, insya Allah kecelakaan kerja semakin bisa ditekan. Tidak pernah absen Sementara itu, Drs. Agus Wijaya, Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokol Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Tuban, menyatakan, selama menjabat dari periode pertama, Pak Bupati Tuban, H. Fathul Huda, tidak pernah absen mendapatkan Penghargaan Pembina K3. Sehingga, diharapkan, apa yang telah diraih oleh Pak Bupati selama ini, bisa dipertahankan untuk tahun-tahun yang akan datang. Prestasi yang didapat selama ini, juga tidak terlepas dari peran serta perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Tuban, yang senantiasa memberlakukan Standar Operasional Prosedur (SOP) K3 dalam menjalankan proses produksinya, seiring dengan semakin banyaknya perusahaan yang bercokol di Bumi Wali. Harapan ke depan, semua perusahaan yang ada di Kabupaten Tuban, bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, dapat bersama-sama mewujudkan kecelakaan nihil di perusahaan, serta mewujudkan kesejahteraan bagi para pekerja. Dengan begitu, dapat terwujud kesejahteraan pula di tengah-tengah masyarakat.n kdg
19
Tandatangani Program “KLIK” Bupati Tuban, H. Fathul Huda, bersama 18 Kepala Daerah lainnnya, berkesempatan menandatangani nota kesepahaman dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dalam implementasi Kemudahan Investasi Investasi Kontruksi (KLIK) Tahap II di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC).
K
epala BKPM, Thomas Trikasih Lembong, menyatakan, bahwa pada Tahap II ini BKPM menambah 18 Kawasan Industri dengan total luasan lahan sekitar 3.514,5 hektare di 7 wilayah Provinsi dan 10 Kabupaten/ Kota. Seluruh kawasan tersebut ditetapkan melalui SK Kepala BKPM No. 17 /2017. Dengan demikian, saat ini ada 32 Kawasan Industri pada 10 Provinsi di 16 Kabupaten/Kota yang sudah bisa menjadi tempat penyelenggaraan KLIK. Sebelumnya, pada Tahap I, pemerintah telah menetapkan 14 Kawasan Industri dengan total luas lahan 10.002 hektare yang berlokasi di 6 Provinsi dan 9 Kabupaten/Kota melalui SK No. 24/2016 pada 22 Februari 2016. “KLIK ini penting sebagai instrumen peningkatan daya saing dan mengejar ketertinggalan kita. Saat ini, total ada 32 Kawasan Industri dengan luasan 13.516,5 hektare,” ujar Pak Thomas, sapaan Kepala BKPM. Hingga saat ini, fasilitas KLIK telah dimanfaatkan oleh 83 proyek/ perusahaan, dengan nilai investasi Rp 122,2 Triliun, dengan memanfaat-
Teken program KLIK. (kdg)
kan lahan seluas 1.126 hektare yang berlokasi di 11 Kawasan Industri. Fasilitas KLIK ini dapat dinikmati oleh semua investor karena tidak mensyaratkan batasan minimal nilai investasi atau jumlah tenaga kerja, sepanjang berlokasi di Kawasan Industri tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah. Dengan fasilitas KLIK, investor dapat langsung membangun proyek mereka setelah memperoleh izin investasi/izin prinsip, baik dari PTSP Pusat di BKPM maupun di PTSP Daerah. Secara paralel, perusahaan dapat mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Izin Lingkungan (UKL/UPL dan Amdal), serta izin pelaksanaan lainnya. “Izin pelaksanaan tersebut diselesaikan sebelum perusahaan melakukan produksi secara komersial. Diharapkan, dengan peluncuran KLIK ini semakin meningkatkan
semangat seluruh stakeholders investasi untuk mempermudah dan meningkatkan realisasi investasi khususnya di daerah lokasi implementasi KLIK,” tambah Pak Thomas. Selain Kabupaten Tuban, penandatanganan bersama BKPM juga dilaksanakan bersama Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Demak, Kabupaten Gresik, Pemerintah Kota Dumai dan Kota Balikpapan. Semakin banyak investor Bupati Tuban, H. Fathul Huda, berharap, dengan ditanda tanganinya nota kesepahaman Program KLIK, akan semakin banyak investor yang masuk dan mengembangkan investasinya di Kabupaten Tuban. Tuban merupakan tempat yang strategis untuk melakukan investasi, dengan adanya Program KLIK bisa memudahkan para Investor yang
No. 227 n Maret 2017
Bersama 18 Kepala Daerah lainnya. (kdg)
datang ke Kabupaten Tuban. Dengan masuknya investor ini pula, diharapkan akan terbuka kesempatan kerja yang banyak, sehingga dapat mengurangi jumlah pengangguran terbuka yang ada pada saat ini. Seiring dengan kegiatan pelun-
curan perluasan implementasi KLIK Tahap II ini, digelar pula back to back dengan dua kegiatan BKPM lainnya, yakni Regional Investment Forum (RIF) 2017 pada tanggal 23 Februari 2017, serta kegiatan Rakornas BKPM pada tanggal 24 Februari 2017, dengan mengumpulkan selu-
ruh aparat penanaman modal baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten dan Kota di Indonesia. Penyelenggaraan ketiga kegiatan BKPM tersebut memiliki nilai strategis dalam mendukung pencapaian target investasi tahun 2017 sebesar Rp 678,8 Triliun.n kdg
Industri yang sudah bercokol. (dok)
Rincian 18 Kawasan Industri (KI) Program KLIK Tahap II • Provinsi Kepulauan Riau (5 KI, 556 hektare): KI Batamindo Industrial Park (46,6 hektare), KI Bintang Industrial Park II (20 hektare), KI Kabil Integrated Industrial Park (21,7 hektare), KI West Point Maritime Industrial Park (102,5 hektare) dan KI Bintan Inti Industrial Estate Lobam (229,6 hektare). • Provinsi Riau (1 KI, total luas lahan 198,9 hektare), yakni Kawasan Industri Dumai. • Provinsi DKI Jakarta (2 KI, total luas lahan 129 hektare): Kawasan Berikat Nusantara/KBN (118,6 hektare) dan KI Jakarta Industrial Estate Pulagadung/JIEP (10,4 hektare); • Provinsi Jawa Barat (6 KI, total luas lahan 1.870,1 hektare): Artha Industrial Hill (315,1 hektare), KI Greenland International Industrial Center (GIIC)/Deltamas (400 hektare), KI Jababeka Tahap III (45 hektare), KI Kota Bukit Indah Ind. City (510 hektare), KI Indotaisei Kota Bukit Indah (300 hektare), KI Marunda Center (300hektare). • Provinsi Jawa Tengah (1 KI, total luas lahan 285,7 hektare), yakni KI Demak. • Provinsi Jawa Timur (2 KI, total luas lahan 341 hektare): KI Maspion (151 hektare) dan KI Tuban (190 hektare). • Provinsi Kalimantan Timur (1 KI, total luas lahan 133,8 hektare), yakni KI Kariangau
No. 227 n Maret 2017
21
Raih WTN Ke-7 Kali
K
abupaten Tuban kembali mendapatkan Penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) kategori Lalu Lintas Kota Kecil. Prestasi tersebut diraih Kabupaten Tuban untuk yang ke-7 kalinya. Sementara, Wakil Bupati (Wabup) Tuban, Ir. H. Noor Nahar Hussein, M.Si, menerima penghargaan WTN dari Menteri Perhubungan, Ir. Budi Karya Sumadi, di Merlynn Park Hotel, Jakarta Pusat. Penghargaan WTN ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri (Kepmen) Perhubungan Republik Indonesia (RI) Nomor KP 588 Tahun 2016 tentang Penerima Penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) untuk Pemerintah Provinsi, Kabupaten/ Kota Tahun 2016. Kabupaten Tuban menjadi salah satu dari 74 Kabupaten/Kota Kecil se-Indonesia yang mendapatkan penghargaan dalam kategori yang sama. Untuk penyerahan di tingkat Provinsi telah diserahkan oleh Gubernur Jawa Timur (Jatim), Dr. H. Soekarwo, SH. M.Hum, kepada Kepala Dinas Kabupaten/Kota pada tanggal 26 September 2016 lalu di Surabaya. Pelayanan transportasi Drs. Muji Slamet, MBA, Kepala Dinas (Kadinas) Perhubungan Kabupaten Tuban, yang turut serta ke Jakarta, menuturkan, Pemerintah Pusat (Pempus) memberikan penghargaan WTN karena Kabupaten Tuban mampu menata transportasi publik kategori lalu lintas dengan baik, seperti dengan adanya ramburambu lalu lintas yang memadai, serta penunjang lalu lintas lainnya yang sudah sesuai. Hal ini tidak terlepas dari kerjasama yang solid antara Dinas Perhubungan, Dinas
22
Pak Wabup dan Menhub. (kdg)
Pekerjaan Umum (PU) dan Satlantas Polres Tuban. Pak Muji, sapaannya, menambahkan, bahwa pada bidang perhubungan dan transportasi, kegiatan pembangunan Kabupaten Tuban diarahkan pada penciptaan penyelenggaraan pelayanan transportasi yang efektif dan efisien serta mampu menyediakan sarana maupun prasarana dengan kapasitas mencukupi, terpadu, tertib, teratur, lancar, aman dan nyaman. Hal ini didukung dengan diterbitkannya beberapa Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Tuban, di antaranya Perda Ijin Usaha Angkutan, Perda Ijin Trayek, Perda Terminal, Perda Parkir, Perda Pengujian Kendaraan Bermotor, Perda Perlindungan Jalan dan Perda Pengaturan dan Penyelenggaraan Alat-alat Perlengkapan Jalan serta telah membentuk Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dipertahankan Pak Wabup berharap penghargaan semacam ini sedapatnya terus dipertahankan. Hal itu tentu tak lepas dari dukungan seluruh elemen masyarakat Kabupaten Tuban, salah satunya sadar melaksanakan tertib lalu lintas, mematuhi rambu-rambu yang ada, disiplin dalam berkendaraan dan menjadi pelopor keselamatan dalam berlalu-lintas. Di sisi lain, dengan kewenangan daerah di bidang perhubu-
ngan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban akan terus berupaya meningkatkan penyediaan sarana dan prasarana, antara lain, peningkatan jalan kabupaten dan jalan poros desa, serta perlengkapan jalan guna mengurangi angka kecelakaan lalu lintas, di antaranya, melaksanakan perubahan sirkulasi arus lalu lintas dengan harapan terwujudnya lalu lintas yang aman, selamat, tertib dan lancar. Sebagai Informasi, penghargaan WTN yang dilaksanakan setiap tahun, adalah penghargaan yang diberikan Presiden Republik Indonesia kepada Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota sebagai perwujudan pembinaan pemerintah dalam menata transportasi perkotaan. Penilaian dilakukan atas kategori kota metropolitan, kota besar, kota sedang dan kota kecil. Aspek penataan transportasi yang berkelanjutan, dan berbasis kepentingan publik dan ramah lingkungan, mendapat pertimbangan terbesar dalam penilaiannya. WTN sendiri bertujuan sebagai sarana untuk mendorong dan memotivasi Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupate/Kota dalam penyelenggaraan transportasi perkotaan yang selamat, tertib, lancar, efisien, handal dan berkelanjutan. Ringkasnya, Pempus mendorong terwujudnya budaya tertib lalu lintas dan angkutan di Kabupaten/ Kota seluruh Indonesia.n kdg
No. 227 n Maret 2017
K ESEHATAN
A
da 5 (lima) pilar dalam STBM, masing-masing: (1) Stop buang air besar sembarangan; (2) Cuci tangan pakai sabun; (3) Pengelolaan air minum/makanan rumah tangga; (4) Pengelolaan sampah rumah tangga; (5) Pengelolaan limbah cair rumah tangga. Pemicuan merupakan salah satu program yang dilaksanakan oleh program penyehatan lingkungan Puskesmas Jenu. Pada awal
STBM adalah singkatan dari Sanitasi Total Berbasis masyarakat. STBM, yaitu pendekatan untuk mengubah perilaku hygiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan.
Pemicuan STBBM Di Desa Tasikharjo
Komitmen untuk berubah lebih bersih lebih sehat dan Pemetaan lokasi BABS.
bulan Februari 2017, Tim Fasilitator STBM Puskesmas Jenu, yang terdiri dari Petugas Kesehatan Lingkungan (Liza Nurul Wahdiana), Promosi Kesehatan (Wiwik SI), Perawat (Raden Nur Afiah) dan Bidan Desa Tasikharjo (Okti Sulistyo), bersama-sama dengan Tim Pamsimas (Agus Setiawan), yang saat ini sedang melakukan pendampingan, KKM Desa Tasikharjo (Suyatno, Hudi, utomo, Joko Lesmono, Susi Wahyuni, Siti Nur C dan Suti'ah), melaksanakan pemicuan di Dusun Awar-awar Desa Tasikharjo. Hadir pula berpartisipasi, Kepala Desa (Kades), Damuri dan Babinsa (Bramanca) Desa Tasik harjo. Karena STBM bukan merupakan masalah peroranan, maka hal ini harus melibatkan peran semua lintas sektor, untuk bersama-sama mewujudkan masyarakat yang mampu hidup sehat secara mandiri, yang memahami arti hidup sehat, sehingga diharapkan mampu menciptakan
No. 227 n Maret 2017
kehidupan dan lingkungan yang sehat di pemukiman mereka masingmasing. Pada saat pemicuan di Dusun Awar-awar, peserta pemicuan dipicu oleh Tim Fasilitator agar mereka bisa menceritakan, menganalisa dan membuat jalan keluar atas masalah kesehatan yang ada di lingkungan mereka. Dari hasil pemicuan, dapat disimpulkan bahwa masyarakat masih ada yang Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di laut. Sebagian besar masyarakat yang hadir sudah mempunyai jamban, hanya ada beberapa saja yang belum mempunyai jamban di rumah mereka. Masyarakat yang belum mempunyai jamban sudah mempunyai inisiatif untuk nunut (sharing) dengan tetangga mereka yang sudah mempunyai jamban. Sedangkan masyarakat yang masih BABS, dikarenakan ada yang belum terbiasa BAB di jamban dan ada pula
yang karena jamban mereka tidak bisa digunakan karena kotoran tidak bisa masuk ke kloset (buntu), yang dimungkinkan karena lebih rendahnya permukaan air di daratan dengan permukaan air laut. Dari permasalahan tersebut, Tim Fasilitator, Tim Pamsimas dan Perangkat Desa yang ada, berupaya mencarikan metode/teknik yang tepat dalam pembangunan jamban di Dusun Awar-aawar, agar masyarakat yang akan membangun jamban di kemudian hari bisa difungsikan dengan baik. Output dari pemicuan itu diharapkan agar masyarakat dapat melaksanakan 5 (lima) pilar STBM sehingga budaya hidup bersih dan sehat serta turunnya angka kesakitan akibat penyakit berbasis lingkungan dapat terwujud. Kerjasama lintas sektor mempunyai andil yang besar dalam mewujudkan itu semua.n
23
E KONOMI
Raih ISO 9001:2008 Sebagai bentuk totalitas kinerja pelayanan perizinan, Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja, pada tahun 2015 dan tahun 2016, berhasil meraih Sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 dari lembaga sertifikasi internasional Wordwide Quality Assurance (WQA) yang berpusat di London, Inggris.
Foto bersama penerima penghargaan. (kdg)
B
upati Tuban, H. Fathul Huda, saat menjadi Inspektur Upacara Bendera 17-an di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, menegaskan, bahwa Sistem Manajemen Mutu (SMM) ini adalah untuk memastikan bahwa pelayanan perizinan di Kabupaten Tuban sudah berjalan sesuai dengan persyaratan ISO 9001:2008 dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang diukur dari Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat serta Rata-rata Lama Proses Perizinan. “Salah satu faktor pendorong investasi yaitu adanya kemudahan dalam memperoleh pelayanan perizinan,” tutur Pak Bupati. Di Kabupaten Tuban, menurut Pak Bupati, kemudahan perizinan dapat diperoleh melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Tujuan dibentuknya PTSP ini untuk merea-
24
lisasikan proses pelayanan yang cepat, mudah, murah, transparan, pasti dan terjangkau. Kinerja pelayanan perizinan itu terus ditingkatkan dengan menghadirkan pelayanan perizinan berbasis Online melalui Sistem Manajemen Pelayanan Perizinan Elektronik (SIMPPEL). Sistem itu akan memberikan kemudahan-kemudahan dan dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat maupun dunia usaha. Kegiatan investasi Selain itu, sebagai upaya untuk mendorong dan menarik investasi, Pemkab Tuban telah menyiapkan berbagai faktor penunjang, antara lain, penyusunan rencana tata ruang kawasan industri, penyediaan infrastruktur pendukung investasi , meliputi peningkatan jalan, ketersediaan energi, jaringan air bersih dan sarana prasarana pendukung lainnya.
“Kegiatan investasi tersebut akan mendorong tumbuh dan berkembangnya berbagai jenis usaha baru, sehingga akan menciptakan peluang lapangan pekerjaan baik di sektor formal maupun informal,” jelas Pak Huda, sapaan Bupati Tuban. Adanya investasi itu diharapkan pembangunan dapat dilaksanakan, mampu meningkatkan produksi dan menggali potensi ekonomi yang ada menjadi ekonomi riil, sehingga bermanfaat bagi kepentingan perekonomian nasional dan daerah. Kabupaten Tuban diproyeksikan menjadi sub wilayah pengembangan industri. Pencanangan tersebut tentunya harus diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, baik dalam rangka memenuhi kebutuhan lowongan kerja yang ada, maupun dalam rangka penciptaan lapangan kerja baru akibat multiplier effect yang terjadi.
No. 227 n Maret 2017
E KONOMI Pemkab Tuban menyiapkan tenaga trampil sesuai dengan jenis dan tingkat SDM melalui pelatihan berbasis kompetensi yang bekerja sama dengan UPT Pelatihan Kerja Tuban maupun lembaga pelatihan lainnya. ngga kualitas tenaga kerja Kabupaten Tuban dapat menyesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.
Serahkan penghargaan kepada PT Warahma Biki. (kdg)
Dalam struktur perekonomian daerah Kabupaten Tuban, terjadi pergeseran kontribusi terhadap pembentukan PDRB dari sektor pertanian, kehutanan dan perikanan ke industri pengolahan. Pada tahun 2016, kontribusi PDRB sektor industri pengolahan menempati urutan teratas, yaitu sebesar 28,32 persen, kemudian sektor pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 21,33 persen serta sektor konstruksi sebesar 13,47 persen. Perubahan struktur perekonomian tersebut berpengaruh pada berubahnya mata pencaharian penduduk. Pada tahun 2015, dari jumlah penduduk yang bekerja sebanyak 584.743, jumlah pencari kerja yang terbesar didominasi oleh lulusan pendidikan SMA. Regulasi ketenagakerjan Sesuai data ketenagakerjaan tersebut, perlu disusun kerangka regulasi di bidang ketenagakerjaan dan perencanaan pembangunan tenaga kerja yang matang dalam rangka meningkatkan produktivitas tenaga kerja, kesejahteraan masyarakat dan pengentasan kemiskinan. Permasalahan utama di bidang kete-
No. 227 n Maret 2017
nagakerjaan adalah semakin bertambahnya jumlah angkatan kerja setiap tahun yang tidak sebanding dengan kesempatan kerja (lowongan pekerjaan). Permasalahan lain, diantaranya rendahnya produktivitas kerja, rendahnya tingkat pengupahan, terbatasnya informasi pasar kerja yang tersedia, baik ke luar negeri maupun dalam negeri, masih adanya perselisihan hubungan kerja/industrial. Pemkab Tuban menyiapkan tenaga trampil sesuai dengan jenis dan tingkat SDM melalui pelatihan berbasis kompetensi yang bekerja sama dengan UPT Pelatihan Kerja Tuban maupun lembaga pelatihan lainnya. Selain itu, menjalin kerja sama kemitraan dengan perusahaan agar melaksanakan kegiatan pelatihan bagi masyarakat yang memenuhi kualifikasi, sehingga terjadi proses transfer dan alih teknologi kepada calon tenaga kerja. Pak Bupati berharap keberadaan perusahaan hendaknya membuka lapangan kerja baru dengan memprioritaskan pada penyerapan tenaga kerja lokal. Selain itu, agar perusahaan melaksanakan alih teknologi dan ilmu pengetahuan sehi-
Penghargaan K3 Sementara itu, sebagai rangkaian upacara, diserahkan Sertifikat ISO 9001:2008 kepada Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja serta pemberian penghargaan kepada 31 Perusahaan/BUMN/ BUMD maupun Rumah Sakit (RS) yang telah berhasil menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Penghargaan ini diberikan atas keberhasilannya dalam menekan angka kecelakaan kerja sampai posisi nol (zerro accident). Di antara perusahaan di atas, masing-masing, Perum Perhutani KPH Tuban, Jatirogo dan Kebunharjo; JOB PPEJ; PT. Pertamina (Persero) Terminal BBM; PT. UTSG; CV. Laron Putra Manunggal; PT. Merdeka Nusantara; PT. Warahma Biki Makmur; PT. IKSG; PT. TPPI; PT. Gasuma Federal Indonesia; PT. Holcim Indonesia, Tbk.; PT. Tuban Steel Work; PT. PLN (Persero) UPP KIT JBTB 1; PT. PJB UBJOM TJ. Awarawar; PDAM Tuban; PT. Swadaya Cipta; PT. Truba Jaya Engineering; PT. Aziz Jaya Abadi; PT. Suprabakti Mandiri; PT. Anugrah Abadi Sejati; Hotel Resort Tuban Tropis; Hotel Purnama; PT. Purbaya Bagelen Mandiri; PT. Federal Internasional Finance; RS. Muhammadiyah; RS. Medika Mulya; RSUD dr. R. Koesma dan RS Nahdlatul Ulama.n kdg
25
O
PINI
Mendahulukan Cinta Tanah Air Oleh: Said Aqil Siroj, Ketua Umum PBNU Ribut-ribut soal WNI eksodus ke Suriah untuk bergabung dengan Negara Islam di Irak dan Suriah serta pemblokiran situs-situs radikal tampaknya ada hal yang perlu ditarik tegas. Ketegasan kebijakan dan penegasan cara pandang.
K
ita tengah menghadapi orang-orang yang sudah hilang rasa memiliki terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mereka ini adalah orang-orang yang "kost" di negeri ini. Bagi mereka, yang penting adalah "cinta agama" dan buang jauh-jauh "cinta tanah air". Pentingnya tanah air Ada tiga konsep tentang ukhuwah (persaudaraan), yaitu ukhuwah Islamiyah (persaudaraan umat Islam), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan bangsa), dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan umat manusia). Di sini, saya tekankan pada pentingnya ukhuwah wathaniyah. Ukhuwah wathaniyah ini harus didahulukan ketimbang ukhuwah Islamiyah. Sebab, tanpa negara, bagaimana umat Islam bisa melakukan kegiatan keagamaannya? Pentingnya tanah air dapat kita lihat dari perjalanan hijrah Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah. Nabi ingin mempunyai tanah air
26
(negara) sehingga dakwah Islam bisa berkembang dengan baik. Ini pula mengapa Al Quran masih menyebut-nyebut tentang kisah Fir'aun serta kisah para nabi lainnya. Sebab, kisah-kisah tersebut menyingkap-
"Barang siapa yang tidak memiliki tanah air, ia tidak memiliki sejarah. Dan, barang siapa yang tidak memiliki sejarah, akan terlupakan”.
kan adanya sejarah tentang tanah air atau daerah yang pernah dihuni oleh raja-raja terdahulu dan para nabi dalam menjalankan roda pemerintahan dan misi kenabiannya. Dalam pepatah Arab dikatakan, "Barang siapa yang tidak memiliki tanah air, ia tidak memiliki sejarah. Dan, barang siapa yang tidak memiliki sejarah, akan terlupakan”. Contoh nyata adalah bangsa Kurdi yang tidak memiliki tanah air sehingga tercerai-berai hidup berdiaspora di Turki, Irak, dan Suriah. Anehnya, di lingkungan keagamaan muncul pandangan yang memperlawankan antara nasionalisme dan agama. Bahkan, banyak kelompok keagamaan yang menolak nasionalisme dan malah menyebutnya sebagai "kafir" atau thoghut. Jangan heran jika di negerinegeri di mana mayoritasnya umat Islam sering kali terjadi pertumpahan darah. Lihatlah Afganistan, Somalia, Irak, Yaman, atau Suriah. Konflik di negeri-negeri Muslim ini tampak sudah berada di ambang batas kemanusiaan. Apalagi, dengan kemunculan NIIS. Kejadian di Timur Tengah tersebut menunjukkan, ternyata kesamaan dalam agama belum atau tak mampu menyatukan masyarakatnya. Islam di Timur Tengah ternyata berpotensi menimbulkan konflik akibat salah tafsir y a n g
No. 227 n Maret 2017
O kebablasan. Somalia atau Afganistan, misalnya, 100 persen rakyatnya memeluk Islam. Namun, yang terjadi perang saudara, saling rebut kekuasaan dan penindasan oleh rezim berkuasa. Ini berbalik fakta dengan apa yang terjadi di Indonesia. Semenjak dahulu kala, Islam di Nusantara sudah memperlihatkan wajah yang arif dan damai. Pertikaian memang terjadi, tetapi hanya lokal dan regional yang tak menimbulkan tragedi nasional, seperti di Irak atau Suriah dewasa ini. Dan, konflik-konflik yang pernah terjadi di Nusantara tersebut justru menumbuhkan sikap dewasa dan matang, seperti secara khusus kita lihat dalam perjalanan dakwah keislaman di bumi Nusantara ini. Para pendakwah Islam sejak dulu tidak serta-merta melakukan "pembumihangusan" terhadap kearifan-kearifan lokal yang sudah lama berserakan di bumi Nusantara. Artinya, mereka tidak menganggap bahwa "warisan nasional" yang ada di bumi Nusantara ini perlu dihancurkan lantas diganti secara frontal dengan simbol-simbol keislaman yang literalis. Ini jelas jauh berbeda dengan apa yang dilakukan ISIS, Boko Haram, atau Al-Shabab saat menguasai suatu daerah, lalu melakukan penghancuran terhadap warisan-warisan sejarah yang ada, bahkan kuburan pun jadi sasaran penghancuran. Dari perjalanan pendakwah Islam di bumi Nusantara ini membuktikan tidak adanya pertentangan antara nasionalisme dan ajaran Islam. Mereka menyadari betul bahwa untuk bisa berdakwah, dibutuhkan tanah air yang kondusif. Para ulama Nusantara dikenal sebagai cendekiawan berwawasan luas, penulis yang kreatif dan produktif, serta terlibat dalam berbagai aspek kehidupan sosial, politik, budaya, dan spiritualitas. Mereka adalah agen-agen perubahan. Contohnya Hamzah Fansuri, Bukhari AlJauha, Syamsudin Al-Sumatrani,
No. 227 n Maret 2017
Islam di Indonesia tidak punya akar radikal. Munculnya radikalisme dan terorisme merupakan hasil adopsi kultur keagamaan yang datang dari luar. Katakanlah, Islam yang radikal lebih merupakan "produk impor", layaknya sebuah produk yang diimpor dari luar negeri dan kemudian dijajakan di dalam negeri. Nuruddin Ar-Raniri, dan Abdul Rauf Al-Singkili. Mereka tidak hanya telah meletakkan fondasi dakwah yang moderat, tetapi juga mampu memberi bukti nyata bagi perjalanan historiografi dakwah Islam di Nusantara yang menampakkan wajah Islam yang jauh dari sikap dan tindakan radikal. Hasilnya, bisa kita lihat hingga sekarang. Misalnya, nama-nama pesantren yang justru dikenal karena nama desa atau daerahnya, seperti Pesantren Tebuireng, Pesantren Krapyak, Pesantren Termas, Pesantren Langitan, Pesantren Buntet, Pesantren Suralaya, dan Pesantren Cipasung. Ini jelas berbeda dengan munculnya pesantren-pesantren dadakan yang dibangun oleh kelompok-kelompok radikal-puritan yang menonjolkan nama kearaban. Bahkan, sama sekali tidak menghiraukan nama desa atau daerahnya karena anggapan yang terpenting buat mereka adalah nama-nama yang dipandang "Islami". Daerah tempat berpijak tidaklah penting. Yang terlihat di kalangan kelompok radikal seperti ini adalah penonjolan ukhuwan Islamiyah semata dan meniadakan ukhuwan wathaniyah. Jelaslah, Islam di Indonesia tidak punya akar radikal. Munculnya radikalisme dan terorisme merupakan hasil adopsi kultur keagamaan yang datang dari luar. Katakanlah,
PINI
Islam yang radikal lebih merupakan "produk impor", layaknya sebuah produk yang diimpor dari luar negeri dan kemudian dijajakan di dalam negeri. Arus komunikasi global dewasa ini yang memungkinkan orang begitu mudahnya menyerap pahampaham luaran menjadi fakta adanya pergulatan "model baru" dalam memaknai dan menindaki ajaran Islam. Kasus pemblokiran situs radikal menjadi potret ketegasan untuk mempertahankan tanah air dari serbuan informasi yang merusak. Peneguhan peran Sikap moderat ala Islam Indonesia ini sudah saatnya pula diekspor ke mancanegara, khususnya ke Timur Tengah. Kita lihat di Timur Tengah menunjukkan ketidakberimbangan peranan ulama antara ilmu yang dimiliki dan peranannya kepada kemaslahatan orang banyak. Akibatnya, ulama tidak bisa memberikan kontribusinya pada saat terjadi konflik di tengah masyarakat. Ulama di Timur Tengah hebat-hebat. Namun, kiprah mereka biasa-biasa saja, bahkan terlihat ibarat "macan kertas' karena hanya lihai berkhotbah atau menulis berjilid-jilid kitab, tetapi lembek di lapangan. Ulama kita lebih baik. Itu yang ingin kita tularkan. Ulama-ulama di negeri kita mampu meredam konflik yang terjadi di daerahnya, seperti kasus Sampang dan kasus Jember. Kiai-kiai di negeri ini punya modal semangat pengabdian yang tinggi. Biarpun ilmu pas-pasan, mereka tergerak untuk mendirikan pesantren yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dan negara. Walhasil, Islam Indonesia adalah harapan bagi kehidupan masyarakat dunia pada masa yang akan datang. Potensi itu sangat besar karena posisi Muslim Indonesia yang moderat. Karena itu, saatnya kembali meneguhkan Islam Nusantara untuk peradaban Indonesia dan dunia.n *Artikel ini sebelumnya tayang di Harian Kompas*
27
R AGAM PERISTIWA
P
engurus (Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Nahdlatul Ulama (NU) Cabang Kabupaten Tuban dilantik di Pendopo Krido Manunggal. Ketua DPC Sarbumusi NU Tuban, Irham Syah, mengungkapkan, DPC Sarbumusi NU Kabupaten Tuban mengajak masyarakat, khususnya para buruh muslim, agar peka di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). “Setelah setahun berkalunya MEA, masyarakat buruh Kabupaten Tuban masih lemah dan lambat membaca kondisi atau gambaran dunia usaha dan ketenagakerjaan. Saat ini kita sudah memasuki iklim MEA setahun lebih, namun kaum buruh tampaknya masih buta dengan potret dinamika dunia usaha dan ketenagakerjaan,” tutur Irham. Perlunya memahami dinamika dunia usaha dan ketenagakerjaan diharapkan masyarakat bisa membuat gebrakan dan mencari celah manfaat dengan diberlakukannya MEA. Dengan pemberlakuan MEA jangan sampai justru membuat kaum buruh buntung atau mengalami kemudharatan. Sarbumusi dengan semangat penuh akan terus mengawal kaum buruh muslim agar bisa peka dan cerdik dalam memahami perkembangan dunia usaha di era MEA. Ditambah lagi, Tuban saat ini sebagai bagian daerah yang menyumbang pertumbuhan industrialisasi. “Sebentar lagi Tuban akan dicokoli kilang minyak yang sangat besar. Jika kaum buruh tidak terkawal dan terdampingi, keberadaannya dikhawatirkan akan semakin tertindas dan hanya menjadi penonton di rumah sendiri,” tegas Irham. Sementara itu, Ketua DPW Sarbumusi NU Jawa Timur (Jatim), Nur Baidah, mengatakan, Sarbumusi sebenarnya telah dibentuk sejak 27 Sepember 1955, tetapi hingga kini banyak yang belum mengenal Sarbumusi. Dengan kehadirannya di
28
Lantik Pengurus Sarbumusi
Peserta seminar dan Pak Huda. (kdg)
Kabupaten Tuban, diharapkan mampu memerankan fungsi pendampingan serta advokasi kepada para buruh, sesuai dengan tugas dan tujuan dibentuknya organisasi tersebut. Mengksiskan diri Bupati Tuban, H. Fathul Huda, mengatakan, Sarbumusi harus bisa mengeksiskan diri ke khalayak umum. Pengurus yang dilantik hendaknya berkontribusi penuh pada NU, utamanya memperjuangkan para buruh, serta calon buruh dari NU. Ditambahkan, untuk menjadi organisasi yang kuat, jangan sampai ada yang ambisius terhadap kekuasaan, sebab menata sebuah organisasi adalah meletakkan kerukunan dan koordinasi di atas segalanya, tanpa ada ambisi untuk menguasai. “Sarbumusi jangan menjadi organisasi yang hanya menjadi komentator, tetapi juga bisa memberikan solusi,'' saran Pak Bupati. Pak Huda, sapaan Bupati Tuban, berharap, dengan kehadiran
Sarbumusi, ke depan buruh atau pekerja, utamanya asal Tuban, tidak boleh lagi menjadi tamu di rumah sendiri. Apalagi, saat ini sudah ada kebijakan yang mengatur tidak boleh orang luar mendahului orang asli daerah dalam ranah perekrutan tenaga kerja. Kendati demikian, persoalan belum dapat terselesaikan kecuali tenaga kerja sekarang harus dipersiapkan kemampuan dan daya saing di lapangan. Ketua DPRD Tuban Sarbumusi hendaknya mengkoordinir tenaga kerja. Kalau sudah bekerjapun harus bisa melindungi tenagakerja dari tekanan-tekanan dan perlakuan perusahaan yang tidak sesuai UU Ketenagakerjaan. Ikut hadir dalam acara ini Sekjen DPP Sarbumusi NU, Eko Darwanto, serta pengurus DPC Sarbumusi NU Bojonegoro. Selain pelantikan, pada acara tersebut juga diselenggarakan seminar nasional bertajuk “Potret Dunia Usaha dan Ketenagakerjaan Pasca Satu Tahun Berlangsungnya Masyarakat Ekonomi Asia (MEA)”. Pemateri, Ketua DPRD Kabupaten Tuban, H. M. Miyadi, S.Ag, MM.n kdg
No. 227 n Maret 2017
R AGAM PERISTIWA
Pengukuhan personil GP Anshor Tuban. (kdg)
Anshor Gelar Rakercab
G
erakan Pemuda (GP) Anshor Kabupaten Tuban menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) ke-1 di Grand Mozza Wilis Resort, Jenu. Pertemuan tersebut dihadiri Bupati Wakil Bupati Tuban, Ketua DPRD Tuban, Pengurus Cabang (PC) Nahdlatul Ulama (NU) Tuban, Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Timur (Jatim), dan segenap Badan Otonom NU, juga sekaligus mengukuhkan ratusan anggota lembaga organisasi GP Anhsor Tuban. Ketua GP Anhsor Tuban, Syafiq Syauqi, mengatakan, setelah dikukuhkannya sekitar 150 personel anggota, kelembagaan PC GP Anshor Tuban diharapkan lebih optimal dalam menjalankan roda organisasi. Semoga, ke depan, masing-masing lembaga dapat melaksanakan amanat organisasi dengan baik, ujar menantu Bupati Tuban, H. Fathul Huda ini. Pada Rakercab ke-1, GP Anshor Tuban mengajak pengurus bekerja sama mendorong kemandirian organisasi melalui optimalisasi potensi. Masing-masing lembaga juga akan beritikad memberi kontribusi yang positif.
No. 227 n Maret 2017
Ekonomi kreatif Pimpinan Wilayah (PW) GP Anshor Jawa Timur (Jatim) menyampaikan pesan kepada GP Anshor Tuban untuk meningkatkan potensi di sektor ekonomi kreatif. Selain itu, GP Anshor Tuban senantiasa menjaga tradisi NU yang sudah terlembaga, seperti kegiatan keagamaan, sosial dan budaya. “Kita berharap GP Anshor Tuban bisa menggali potensi yang ada di wilayahnya. Jika sudah berjalan pasti organisasi bisa mandiri," tutur perwakilan PW GP Anshor Jatim, Khoirul Huda. Anshor juga diharapkan setia menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pihaknya juga mengimbau kaderkader Anshor jangan sampai terlena dan disibukkan menanggapi berita yang belum tentu keabsahannya. "Kita harus tetap satu komando, bagaimana perintah Kiai maupun organisasi sebagai landasan gerak,” tuturnya. Bekal ilmu Bupati Tuban, H. Fathul Huda, yang juga Mustasyar Pengurus Cabang (PC) NU Tuban, berpesan agar PC GP Anshor Tuban dapat meneladani Rasullullah, yang mampu me-
mimpin umatnya dengan rasa kasih sayang. Selain itu, agar Anshor terus membentengi Ahlusunnah Wal Jamaah (Aswaja) dari paham-paham radikal yang kini mulai marak. “Bidang ke-Aswajaan harus lebih dikuatkan agar tradisi tradisi NU tetap utuh," pesan Pak Huda, sapaan Bupati Tuban. Sebagai organisasi yang berisikan para pemuda, Pak Bupati juga mengharapkan Anshor bisa memanfaatkan kondisi yang ada saat ini, salah satunya, dengan mengembangkan potensi yang dimiliki untuk mengembangkan sumber daya manusia. Ke depan Tuban akan menjadi daerah industri, salah satunya akan dibangun kilang minyak terbesar dengan anggaran Triliyunan. Para pemuda Anshor harus dapat berperan di dalamnya, jangan sampai hanya jadi penonton saja. “Para pemuda Anshor harus dibekali dengan ilmu yang memadai dalam hal pembangunan Kabupaten Tuban ke depan,” kata Pak Huda. Sebagai kader terbaik NU, Anshor juga harus dapat mandiri dengan potensi yang dimiliki. Disamping itu, tetap menjaga tradisi NU serta keutuhan NKRI.n kdg
29
S ENI dan BUDAYA
Dari Koes Bersaudara Jadi Koes Plus (Bagian VI-Habis) Ketika mulai mendaki popularitas, mereka mulai dihantam. Bung Karno yang anti musik cengeng “ngakngik-ngok”, menjebloskan mereka ke penjara. Masih belum cukup, terjadi perpecahan di antara mereka. Nomo keluar. Seorang pemuda di luar dinasti Koes yang menggantikan posisi Nomo sebagai drummer, membuat mereka harus mengganti nama Koes Bersaudara menjadi Koes Plus. Kenyataannya, nama Koes Plus berhasil membumbung tinggi dan menjadi kelompok musik Indonesia yang paling banyak dipuja orang. Menuai Popularitas Album pertama mereka masih berlabel Koes Bros. Nama Koes Bersaudara memang baru digunakan setelah dikeluarkannya perintah 'Nasionalisasi' oleh Bung Karno. PT Irama melemparkan album tersebut bersamaan dengan even Asian Games tahun 1962 di Jakarta. Segera saja rekaman pertama itu meledak. Lagu-lagu mereka yang diputar di RRI dan Radio Angkatan Udara (saat itu pemancar radio memang baru ada dua) disukai masyarakat banyak. Radio di rumah-rumah gedongan sampai di gubuk-gubuk daerah pinggiran, mengumandang kan lagu-lagu mereka. “Waduhh, rasanya bangga
30
sekali mendengar suara saya dari radio-radio tetangga. Seperti tidak percaya bahwa itu adalah suara saya dan saudara-saudara saya,” kenang Yon, tertawa. Toh kepopuleran itu tidak banyak mengubah ekonomi mereka. Seusai rekaman, mereka hanya
menerima uang muka pembayaran yang jumlahnya tidak seberapa. Bayaran selebihnya harus ditunggu selama hampir satu tahun. Apalagi Djon, yang sudah berkeluarga, tidak dapat diandalkan lagi. Nomo masih suka jadi sopir bemo, oplet atau taksi gelap. Dan pada hari-hari menjelang akhir bulan, mereka tetap makan singkong rebus. Hidup di Bui Pada tahun 1965 Koes Bersaudara menjadi kelompok musik tersohor tanah air dan nyaris tanpa saingan sama sekali. Tapi Koes Bersaudara masih merasa perlu manggung secara berkala di gedung bioskop sebagai selingan pemutaran film atau di International Airport Restaurant Kemayoran dua kali seminggu. Penonton yang berjubel dan tumpang tindih selalu me-
request lagu-lagu dari kelompok The Beatles. Padahal, pemerintah memberlakukan Panpres Nomor 11 Tahun 1965 yang melarang musik “ngakngik-ngok” yang berasal dari Inggris dan Amerika Serikat, tetapi Tonny sulit mengelak permintaan penggemarnya. Bersama Dara Puspita dan Quarta Nada, Koes Bersaudara tanggal 25 Juni 1965 diundang ke sebuah pesta yang diadakan oleh Kolonel Koesno. Ketiga band top itu membawakan lagu-lagu Barat secara bergantian. Ketika Koes Bersaudara yang tampil terakhir baru saja mulai membawakan nomor The Beatles, I Saw Her Standing There, lemparan batu-batu menyasar ke atap rumah Kolonel Koesno yang diikuti teriakan teriakan berbau kekiri-kirian seperti “Ganyang Nekolim! Ganyang Manikebu! Ganyang ngak-ngik-ngok!” Pertunjukan pun terhenti seketika. Koes Bersaudara dipaksa minta maaf dan Tonny dengan tenang segera memenuhi permintaan itu serta dipaksa berjanji tak akan memainkan lagu “ngak-ngik-ngok” lagi. Setelah nama-nama personel dari band penghibur itu dicatat oleh pengunjuk rasa, semua yang hadir dalam pesta tersebut membubarkan diri. Tonny, Nomo, Yon dan Yok pulang dengan perasaan lega. Tetapi, empat hari kemudian, tepatnya pada tanggal 29 Juni 1965, keempat bersaudara Koeswojo ini ditangkap dan dijebloskan ke Penjara Glodok.
No. 227 n Maret 2017
S ENI dan BUDAYA Album pertama mereka masih berlabel Koes Bros. Nama Koes Bersaudara memang baru digunakan setelah dikeluarkannya perintah 'Nasionalisasi' oleh Bung Karno. Perintah penangkapan disertai sebuah Surat Perintah Penahanan Sementara Nomor 22/023/K/ SPPS/1965 yang dikeluarkan Kejaksaan Negeri Istimewa Jakarta dan ditandatangani L. Aroen SH. Kurang 100 hari keempat bersaudara itu mendekam di Penjara Glodok (sekarang menjadi pusat perdagangan Glodok). Mereka dibebaskan pada tanggal 29 September 1965, tepat sehari sebelum pecahnya G- 30-S/PKI yang dramatik itu. Pengalaman selama 100 hari itulah yang antara lain dituangkan ke dalam dua album Koes Bersaudara, Jadikan Aku Domba-Mu dan “To The So Called The Guilties” yang diterbitkan Dimita Moulding Company dengan label “Mesra” milik pengusaha berdarah Minang Dick Tamimi. Kedua album itu berisi 20 lagu karya Tonny dan satu ciptaan Yon, yaitu: Untuk Ayah Ibu, Lonceng yang Kecil, Rasa Hatiku (Yon), Jadikan Aku Domba-Mu, Aku Berjanji, Balada Kamar 15, Bidadari, Bilakah Kamu Tetap di Sini, Mengapa Hari Telah Gelap, Untukmu, Bunga Rindu, Lagu Sendiri, Voorman, Hari Ini, Three Little Words, To The So Called The Guilties, Apa Saja, Di Dalam Bui, Poor Clown, dan Bintang Mars. Tonny mengakui terus terang, musik dalam album-album ini banyak dipengaruhi The Beatles. Hingga era Koes Plus, lirik lagu Tonny Koeswojo dinilai sejumlah kritikus tidak mengalami kemajuan, kecuali beberapa saja seperti Nusantara. Namun, dalam penyusunan nada dan aransemen, Tonny diakui banyak kalangan. Mereka bahkan menjadi tam-
No. 227 n Maret 2017
bang emas roda industri musik Indonesia sampai saat ini. Jelas tak banyak pencipta lagu yang bukan hanya menciptakan lagu pop berbahasa Indonesia, namun juga dalam bahasa Jawa, Keroncong, Qosidahan, Natal, Anak-anak, Pop Melayu dan Bosanova. Koeswojo Senior yang tadinya menentang, ikut menciptakan lagu dan mendorong Tonny mempopulerkan Keroncong bagi anak-anak muda generasinya. Pergeseran iklim politik dari Orde Lama ke Orde Baru membuka peluang lebih luas bagi Koes Bersaudara untuk berkembang sehingga mereka mendapat panggilan pentas di mana-mana. Tonny dan adik-adiknya tampil sebagai lambang kebebasan atas penindasan dan kesewenang-wenangan politik. Keluarnya Nomo Pada Agustus 1966, Koes Bersaudara melakukan pertunjukan keliling Jawa dan Bali. Hasilnya, keluarga Koeswojo bisa pindah rumah yang lebih luas, Jalan Sungai Pawan 21 Blok C, masih di Kebayoran. Tetapi, setelah itu kehidupan anggota grup ini tetap dalam kesulitan. Nomo Koeswojo, misalnya, mulai berinisiatif meninggalkan posisinya sebagai penabuh drum dan memilih berusaha di luar bidang musik untuk menghidupi keluarganya. Nomo tampaknya bersikap lebih pragmatis. Nomo jelas memiliki prinsip yang sangat berbeda dan bertolak belakang dengan Tonny. Posisi Drummer yang diduduki Nomo kemudian beralih ke Murry, yang saat itu masih tergabung dalam Patas Band bersama Maxi Mamiri, Edmond Rumapar dan Wempy Tanasale. Tak lama berselang muncullah kelompok Koes Plus pada tahun 1969 lewat debut album “Dheg Dheg Plas” yang dirilis Dick Tamimi bersama label Dimita/Mesra. Tapi Koes Plus sebetulnya mulai dikenal dan dielu-elukan khalayak setelah tampil membawakan lagu Derita serta Manis dan Sayang dalam acara
Jambore Band di Istora Senayan, November 1970. Saat itu, Koes Plus tampil bersama Panbers dan beberapa band tersohor lainnya. Sejak itu popularitas Koes Plus seolah tak terbendung, menggelegak dan merajai industri musik Indonesia terlebih setelah Koes Plus berpindah ke label Remaco yang dipimpin Eugene Timothy. Koes Plus akhirnya menjadi mesin hits yang terus dipacu tiada henti oleh Remaco. Dalam catatan pada tahun 1974 Koes Plus merilis sekitar 24 album. Itu berarti setiap sebulan sekali Koes Plus merilis 2 album. Terbayang betapa kreativitas Koes Plus. Di tahun 1976-1977 popularitas Koes Plus mulai menukik ke bawah. Banyak yang menduga Koes Plus mengalami paceklik gagasan bermusik. Eugene Timothy mengajukan gagasan untuk menghidupkan kembali Koes Bersaudara. Keempat Koeswojo bersaudara ini menyetujuinya. Tonny, Nomo, Yon dan Yok pada akhirnya memang berkumpul untuk menyelesaikan sejumlah lagu dalam album rekaman Koes Bersaudara bertajuk Kembali pada tahun 1977. Tetapi, usaha itu ternyata tidak mampu juga mengembalikan pamor dan kedigdayaan Koes Bersaudara di masa silam. Di tahun 1978, panji Koes Plus justeru dibangkitkan lagi. Tonny Koeswojo kemudian terus melangkah bersama Yon, Yok, dan Murry mengibarkan bendera Koes Plus hingga akhir hayatnya.n (Drs. Nurcholis: Diolah dari berbagai sumber)
Pada tahun 1965 Koes Bersaudara menjadi kelompok musik tersohor tanah air dan nyaris tanpa saingan sama sekali.
31
W IRA USAHA Budidaya cabai merupakan bisnis yang sangat menjanjikan karena termasuk salah satu bumbu masak yang banyak dicari oleh ibu rumah tangga. Seperti kita tahu, harga cabai cenderung fluktuatif. Apalagi menjelang hari-hari besar seperti lebaran atau ketika terjadi kelangkaan, harganya pasti melonjak tajam. Dengan budidaya cabai, tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan memasak harian, namun juga bisa mendatangkan keuntungan yang besar jika dijual ke pasar.
Budidaya Cabai Rawit Dalam Polybag
M
enanam cabai bisa dilakukan dengan berbagai media, misalnya tanah, organik, dan dalam polybag atau yang biasa disebut sebagai sistem perkebunan holtikultura modern. Jenis cabai yang banyak ditanam antara lain cabai rawit, cabai merah, cabai hijau, dan berbagai jenis lainnya. Cara menanam cabai dalam pot atau polybag cukup mudah dilakukan. Menanam cabai bisa dilakukan baik di dataran tinggi maupun dataran rendah. Secara umum menanam cabai bisa dilakukan pada ketinggian 0-2000 meter diatas permukaan laut. Suhu optimal bagi tanaman tersebut ada pada kisaran
32
24-27oC, namun masih bisa tahan terhadap suhu yang lebih dari itu. Sifat tersebut tergantung dari jenis varietas cabai. Budidaya cabai rawit dalam polybag sangat cocok bagi anda yang memiliki kendala lahan sempit. Budidaya tanaman dengan cara polybag juga lebih menguntungkan. Namun, apapun tujuan anda menanam cabai rawit, yang paling penting adalah bagaimana supaya cabai tersebut dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, sehingga menguntungkan bagi kita sendiri. Menanam cabai rawit dalam polybag sebenarnya cukup mudah dan tidak terlalu sulit. Berikut ini halhal yang harus dilakukan :
A. Proses pemilihan benih Pastikan benih cabai rawit memiliki kualitas yang bagus. Benih bisa dibeli di toko atau memilih langsung dari buah cabai yang unggul. Caranya, belah cabai dengan hatihati, kemudian keluarkan semua bijinya, dan keringkan sebentar hingga benar-benar kering. B. Penyemaian benih Cabai rawit sebaiknya disemaikan dulu sebelum ditanam dalam polybag. Sebelum disemai, rendam biji cabai dalam air hangat, diamkan hingga airnya dingin. Setelah itu angkat dan tiriskan, kemudian semaikan pada tempat persemaian. Tempat penyemaian bisa menggunakan polybag ukuran kecil (8-9 cm), daun pisang, baki (tray), atau memakai petakan tanah sebagai media penyemaian. Untuk membuat petakan tanah sebagai tempat penyemaian, buat petakan tanah dengan ukuran secukupnya, campurkan kompos dengan tanah lalu aduk hingga rata. Butiran tanah dibuat sehalus mungkin agar perakaran bisa menembusnya dengan mudah. Buat ketebalan petakan antara 5-10 cm, di atasnya buat larikan dengan jarak 10 cm. Masukkan benih cabai dalam larikan dengan jarak 7,5 cm, kemudian siram untuk membasahi tanah dan tutup dengan abu atau tanah. Setelah itu, tutup dengan karung goni basah selama 3-4 hari, pertahankan agar karung goni tetap basah. Pada hari keempat akan muncul bibit dari permukaan tanah, kemudian buka karung goni. Sebaiknya petakan ditudungi plastik transparan untuk melindungi bibit cabai dari panas berlebih dan siraman air hujan secara langsung. Media tanam penyemaian berupa campuran tanah dengan pupuk organik atau pupuk kandang (perbandingan 1 : 1). Tanaman cabe siap dipindahkan ke polybag besar setelah berumur 3-4 minggu, atau tanaman telah mempunyai 3-4 helai daun.
No. 227 n Maret 2017
W IRA USAHA C. Media Tanam Media tanam merupakan tempat berkembangnya akar dalam menunjang pertumbuhan tanaman. Dari media tanam ini tanaman menyerap makanan yang berupa unsur hara melalui akarnya. Media tanam harus sudah siap paling lambat dua minggu sebelum tanam supaya terjadi pemadatan media yang sempurna. Media tanam dari campuran tanah, kompos, pupuk kandang, sekam padi, arang sekam, dan lainlain. Beberapa contoh komposisi media tanam antara lain campuran tanah dan kompos/pupuk kandang dengan komposisi 2:1, serta campuran tanah, pupuk kandang, dan arang sekam dengan komposisi 1:1:1. Apabila menggunakan pupuk kandang, sebaiknya pilih pupuk yang telah matang. Sebaiknya media tanam dibuat sehalus mungkin dengan cara mengayaknya. Lapisi bagian dalam polybag dengan sabut kelapa, pecahan genteng, atau pecahan styrofoam. Manfaatnya agar air tidak menggenangi daerah perakaran tanaman. Penggunaan kapur dolomit bisa dilakukan pada awal penanaman, fungsinya untuk mengontrol ph tanah agar tidak asam sehingga pertumbuhan mikroorganisme dapat optimal. D. Penanaman Seminggu sebelum tanam, media disiram dengan dua gelas MOL secara merata. Sebelum disiramkan, MOL harus dicampur air terlebih dahulu dengan dosis dua gelas MOL ditambah seember air (kira-kira 10 liter). Sehari sebelum tanam, media juga disiram lagi menggunakan MOL dengan dosis yang sama, tetapi dalam penyiraman cukup segelas saja. Setelah bibit tanaman dan media tanam siap, pindahkan bibit tanaman cabai dari tempat persemaian ke dalam polybag. Lakukan pekerjaan ini saat pagi atau sore hari di mana matahari tidak terlalu terik untuk menghindari stres pada tana-
No. 227 n Maret 2017
man. Pindahkan bibit cabai dari tempat persemaian dengan hati-hati agar tidak mengakibatkan kerusakan pada akar. Buat lubang tanam pada polybag sedalam 5-7 cm. Apabila penyemaian dilakukan di atas polybag atau daun pisang, copot polybag atau daun pisang lalu masukkan seluruh tanah dalam tempat penyemaian ke dalam lubang tanam. Apabila penyemaian di atas petak tanah atau tray, pindahkan dengan tanah yang menempel pada perakaran, kemudian masukkan ke dalam lubang tanam. Letakkan pot atau polybag di tempat yang tidak tertembus sinar matahari selama kurang lebih satu minggu. Setelah seminggu, pindahkan ke tempat yang cukup mendapat sinar matahari. Untuk menghindari cuaca panas dan menghindari intensitas sinar matahari berlebih gunakan paranet supaya bibit yang baru ditanam tetap segar dan tidak mengalami kelayuan serta untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman cabe. E. Pemeliharaan Pemupukan. Pemupukan tanaman menggunakan NPK (Phonska) 2-3 gr/tanaman setiap minggu atau jika ingin budidaya cabai secara organik cukup hanya dengan penambahan pupuk kandang dan penyiraman MOL saja. Proses pemupukan sebaiknya disemprotkan pada masa pertumbuhan daun dan buah. Tambahkan juga satu kepal kompos atau pupuk kandang pada saat tanaman akan berbuah. Penyiraman. Penyiraman dilakukan secara rutin, setiap pagi dan sore hari. Kegiatan ini tidak perlu dilakukan apabila cuaca hujan atau tanaman dikocor dengan MOL. Mulai umur 7 hari sampai keluar bunga tanaman dikocor menggunakan MOL dengan dosis dua gelas/ember air. Setiap tanaman cukup diberi satu gelas dan diulang seminggu sekali. Sejak tanaman berbunga sampai habis masa panen pengocoran tana-
man menggunakan MOL Rebung Bambu dengan dosis dan cara pengaplikasian sama seperti di atas. Penganjiran. Setelah tanaman cabai tumbuh sekitar 20 cm, berikan ajir bambu yang berguna untuk menopang tanaman agar berdiri tegak. Perompesan. Tunas-tunas muda yang tumbuh subur di ketiak daun sebaiknya dihilangkan (dirompes). Perompesan dimulai pada hari ke-20 setelah tanam. Perompesan biasanya dilakukan tiga kali hingga terbentuknya cabang. Gunanya agar tanaman tidak tumbuh ke samping ketika batang belum terlalu kuat menopang. Pencabutan tanaman liar atau rumput yang tumbuh di media tanam sekaligus dengan mengemburkan medianya. Penanggulangan hama dan penyakit cabai. Jika terjadi tandatanda serangan hama atau penyakit, untuk menanggulanginya, lakukan dengan menyemprotkan pestisida organik. Sebaiknya menggunakan anti hama alami, penggunaan pestisida hanya jika diperlukan. Pemanenan. Cabai rawit sudah mulai berbuah dan bisa dipanen setelah berumur 3 bulan sejak bibit ditanam. Periode panen bisa berlangsung selama 6 bulan bahkan lebih. Umur tanaman cabai rawit bisa mencapai 24 bulan. Frekuensi panen pada periode masa panen tersebut bisa berlangsung 15-18 kali. Namun semakin tua tanaman, produktivitasnya semakin rendah sehingga tidak ekonomis lagi untuk dipelihara. Untuk budidaya intensif, biasanya tanaman cabai rawit dipelihara hingga berumur 12 bulan. Budidaya yang baik bisa menghasilkan total produksi hingga 7 Kg /polybag. Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari. Caranya dengan memetik buah beserta tangkainya. Buah cabai rawit yang dikehendaki adalah yang bentuknya ramping dan padat berisi. Tipe buah seperti ini biasanya rasanya pedas dan dihargai lebih tinggi di pasar dibanding buah yang besar namun kopong.n ydh (Diolah dari berbagai sumber)
33
W IRA USAHA ANALISA USAHA TANI CABE RAWIT DI DALAM POLYBAG POPULASI : 1000 Tanaman/Polybag. LUAS TANAM : 20 x 30 M A. SARANA PRODUKSI 1. Bibit Cabe Rawit 1000 Tanaman 2. Pupuk kandang 2.000 Kg @ Rp. 2.000,3. Tanah 3 Truck @ Rp. 800.000,4. Sekam 2 Truck @ Rp. 500.000,5. Kapur 10 sak @ Rp. 40.000,6. Pupuk organik Cair / Nutrisi 10 Botol @ 50.000,7. Pembuatan MOL 5. Polybag 1000 @ Rp. 22.000,6. Pengendali Hama 1 @ Rp.45.000,7. Paranet 1 Rol @ Rp. 1.500.000,8. Ajir Bambu 1000 @Rp. 1000,8. Instalasi Air Jumlah
= = = = = = = = = = = = =
Rp 300.000,Rp 4.000.000,Rp 2.400.000,Rp 1.000.000,Rp 400.000,Rp 500.000,Rp 100.000,Rp 2.200.000,Rp 45.000,Rp 1.500.000,Rp 1.000.000,Rp 1.000.000,Rp 14.445.000,-
B. BIAYA TENAGA KERJA 1. Memasukan Media Kedalam 1000 Polybag @ Rp. 1500 = Rp 1.500.000,2. Persiapan Lahan 20 X 30 M = Rp 500.000,3. Tenaga Kerja 1 Orang @ Rp. 500.000,- x 12 = Rp 6.000.000,Jumlah = Rp 8.000.000,- Estimasi produksi cabe 5 kg/polybag selama masa tanam x 1000 Polybag = 5000 Kg - Total Biaya I (Rp. 14.445.000) + II (Rp. 8.000.000,-) = Rp. 22.445.000,-
C. ANALISA KEUNTUNGAN - Jika estimasi produksi 5000 Kg dengan harga terendah Rp 10.000,- , maka total pendapatan kotor Rp 50.000.000,- Keuntungan Rp.50.000.000,- – Rp.22.445.000,- = Rp.27.555.000,-
Dari Rp 28 Ribu Hingga Rp 60 Juta Bisnis camilan nampaknya menjadi tren tersendiri. Gaya hidup masyarakat Indonesia yang gemar menyantap aneka jenis camilan sudah barang tentu membawa peruntungan sendiri bagi pelaku bisnis camilan. Salah satu jenis camilan yang digemari seluruh kalangan umur adalah keripik.
D
ari beragam bahan dasar yang ada, keripik bisa diolah menjadi berbagai varian rasa dengan
34
kemasan menarik. Selain umbi, buahbuahan juga kerap dijadikan bahan dasar keripik yang tidak kalah lezat, bergizi dan diminati oleh banyak
orang. Salah satu buah yang lazim dijadikan keripik adalah pisang. Berbicara tentang kesuksesan bisnis keripik di Tuban, tentu kita tidak asing dengan nama “Gerus”. Keripik Gerus adalah buah pemikiran dari sosok Susy Dyah Anggraeni. Awalnya, Bu Susy, sapaannya, mencoba membeli buah pisang yang melimpah di wilayahnya, kemudian diolah menjadi keripik.
No. 227 n Maret 2017
W IRA USAHA Bisnis kecil-kecilan dengan modal hanya Rp 28 ribu ini dimulai tahun 2005. Sekarang, siapa sangka kini omzetnya mencapai Rp 60 juta per bulan. Tahun 2005 yang lalu, usaha tersebut dijalankan bersama jualan nasi goreng. Memanfaatkan waktu luang di sela membantu suami berjualan nasi goreng, Bu Susy membuat keripik pisang. “Peralatan yang saya gunakan dari usaha nasi goreng, mulai dari kompor, wajan penggorengan, dan alat pemotong bawang yang digunakan untuk memotong pisang. Bahkan, minyak gorengnya juga,” kenangnya. Usaha Bu Susy tak langsung mulus. Dalam kurun waktu 3 tahun, mengalami sederet ujian, jatuh yang terus bangun membemeningsarkan usahanya. kat, Gerus Melihat prospek menganusaha camilan yang dalkan babagus, Bu Susy dan han baku suami, Abdus Salam, dari dalam Bu dan Pak akhirnya memutuskan dan luar KabuGerus. (ydh) untuk berhenti berjualan paten Tuban. Dianasi goreng dan memilih fokus kui, terkadang memengembangkan usaha camilan. ngalami kendala soal bahan baku. Bisa dibilang, tahun 2008 merupakan Maklum, mengingat Gerus menggutahun “kebangkitan”, setelah sering- nakan beberapa jenis buah musiman kali kehabisan modal karena sistem yang tidak tersedia sepanjang tahun, keuangan dan pemasaran yang be- seperti sukun. Untuk menyiasati, berilum mumpuni. novasi dengan produk olahan teBu Susy masih ingat, keripik pi- pung. Akhirnya, muncullah berbagai sang produksi pertamanya menggu- camilan berbentuk stik, seperti stik nakan kemasan yang sangat seder- keju dan stik sayur. hana. Pemasarannya dititipkan pada Dibantu 14 karyawan serta salah satu penjual keliling. Waktu itu, beberapa tenaga sales, dari waktu ke dari modal awal Rp 28 ribu, men- waktu jangkauan penjualan dan dapatkan hasil penjualan Rp 50 ribu. pemasaran Gerus semakin luas. Pendapatan ini dibelikan pisang dan Selain di Tuban, produknya juga diolah lagi menjadi keripik, begitu tersebar di Jawa Timur, Jawa Tengah, seterusnya. Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Untuk menambah keanekara- Selain fokus memperluas cakupan gaman produknya, Gerus yang awal- pasar dalam negeri, Gerus mulai nya fokus pada keripik pisang mulai menata diri agar bisa masuk ke pasar mengolah berbagai jenis buah dan luar negeri, seperti Malaysia, Singaumbi, seperti sukun, singkong, talas, pura, Hongkong, atau negara-negara ketela madu dan ketela ungu. Hingga lain yang banyak dihuni komunitas saat ini, total produk Gerus 15 varian warga Indonesia. camilan. Bu Susy dan suami bersyukur Untuk memenuhi permintaan usaha camilannya banyak diminati.
No. 227 n Maret 2017
Higiene, produk keripik sukun. (ydh)
Mereka berharap usahanya bisa terus maju dan berkembang sesuai dengan namanya, “Gerus”, yang artinya laris manis. “Dikasih nama Gerus agar laku habis. Juga, bermakna doa agar keripiknya disukai banyak orang,” tandas alumni Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang ini. Mengusung tagline “Utama Dalam Rasa”, Gerus juga berupaya m e n g h a s i l k a n p r o d u k- p r o d u k berkualitas. Dengan menghadirkan kualitas yang prima, yakin produknya dapat bersaing dengan produk sejenis. Guna menjamin higienitas produknya, mengantongi pula perizinan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban, Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI), serta mendapatkan Sertifikat Halal dari Majelis Ulama Indonesia. Bagi Bu Susy, menggeluti dunia usaha harus bermental baja, tidak mudah menyerah, konsisten dan berinovasi. Modal lain, harus jujur dan bersikap baik. Juga, tak segan berbagi ilmu. Baginya, bisa membantu sesama, maju bersama-adalah kebanggaan dan kebahagiaan tak terkira.n ydh
35
C
ERPEN
Dina iki dina sing paling nggawe atine bocah-bocah SMA ora karuan. Pancen bener, ngenteni wara-wara kalulusan kuwi pancen bisa nggawe ati ndredeg lan ora karuan. Tari lan Bima sing lagi lungguh ing ngarep kelas uga ngrasa ndredeg, nanging rasa ndredeg kuwi kayane wis musna kalah karo rasa kuciwa. Amarga sawise lulus Tari lan Bima ora bakal bisa ketemu maneh.
“
Aku Prajurit Sejati
ing Atimu
Uwis Tar, aja nangis ngene ta. Aku percaya yen pancen awake dhewe iku jodoh, mesti ora bakal bisa kapisah kok,” ujare Bima. “Iyo Bim, aku ya ngerti, nanging aku ngrasa kuciwa wae,” wangsulane Tari. “Ya wis saiki ayo ndelok wara-wara kalulusan wae, aja nangis maneh ya,” ajake Bima. Nalika Bima lan Tari mlaku ing papan wara-wara jebule kanca-kancane wis padha rame lan bungah banget amarga mangerteni yen siswa kelas telu padha lulus kabeh. Bima lan Tari uga ngrasa bungah banget banjur ngerteni yen bijine apik-apik banget. Seminggu sawise kalulusan, Bima mertamu ing omahe Tari. Bima pancen wis sering dolan ing omahe Tari lan sowan marang bapak ibune Tari. Amarga cah loro kuwi wis pacaran rong tahun suwene. Bapak ibune Tari lan Bima uga ora nglarang nalikane putra putrine pacaran, sing penting anggene pacaran sing lumrah wae lan ora nglakoni apa wae sing dilarang agama. “Tar, kayane iki patemonan awake dhewe sing pungkasan. Sesok aku wis kudu mangkat ing Ambon kanggo nerusake cita-citaku sing kepengin dadi tentara. Aku diutus bapak lan ibuku melu budheku sing manggon ana ing Ambon. Aku kepengin awakmu bisa sabar lan
36
ngenteni aku ya Tar,” ujare Bima marang wong wadon sing paling ditresnani kuwi. “Aku ngerti Bim, wektu sing kaya ngene iki bakal kadadean. Nanging mergo tresnaku iki tulus, aku lila Bim kowe mangkat ing Ambon. Aku bakal terus ngenteni balimu,” wangsulane Tari karo netesake eluh. “Ya wis cah ayu, aja nangis terus ya. Lungaku mengko dadi tansaya abot yen awakmu nangisi aku terus. Aku njaluk donga lan pangestumu wae supaya aku bisa sukses lan cepet dadi tentara. Ya wis aku pamit ya, iki wis wengi. Salam ya kangge bapak lan ibumu,” pamite Bima. “Iya Bim, aku bakal ngenteni tekamu lan terus donga supaya kita bisa sesandhingan bareng,” dongane Tari. Saiki wis ganep sesasi Bima ana ing Ambon. Saben dina Bima nglatih fisik lan mentale supaya bisa nglakoni tes mlebu TNI sing ora gampang. Bima uga ora lali ndonga marang Gusti ingkang Maha Kuwaos lan Asih supaya bisa lancar lan sukses anggene nglakoni tes. Nalika Bima ngrasa kangen karo Tari, dheweke ngirim layang lan ngabarake kepriye kahanane. Runtutan tes saka awal nganti akhir jebule bisa dilewati Bima kanthi sukses, senajan ora gampang lan
No. 227 n Maret 2017
C ERPEN rekasa anggene nglakoni tes-tes kasebut. Nanging lara dadi tambah lara. Sepisan maneh aku njaluk samudra pangapuramu cah senajan Bima wis resmi dadi TNI, nanging dheweke isih ayu. Aku kepengin sliramu bisa entuk wong lanang kang luwih kudu melu pendhidhikan suwine kira-kira lima nganti nem sasi. Bima ora lali ngirimake layang kanggo bapak apik lan luwih bisa nggawe atimu seneng. Among sakmene wae ibune lan kanggo wong wadon sing paling ditresnani Tar layang sing bisa daktulis. Aku kepengin sliramu bisa mangerteni kahananku saiki. yaiku Tari. Bima kepengin ngabarake yen dheweke saiki Aku Kang tansah nresnani Sliramu. wis bener-bener bisa dadi apa kang diimpenake wiwit Bima Ardhi Danuarja cilik yaiku dadi tentara, lan bakalan nglakoni pendidikan. Bima uga ngucapake matur nuwun kanggo puji Tari mung bisa nangis lan ngelus dada sawise maca pandonga sing wis ditujuake kanggo dheweke. layang sing wis nggawe atine perih lan lara banget. Tari Tari sing maca layang kuwi ngrasa bungah lan ora ngira yen Bima bisa gampang banget ninggalake ngucap syukur marang Gusti Allah amarga ngrasa yen dheweke lan milih wanita liya. dongane bener-bener diijabah. Tari uga mbales layange “Tega banget kowe Bim nggawe lara atiku. Aku ning Bima lan nyeritaake kahanan saiki sing lagi kuliah ing kene wis setya ngenteni tekamu tapi malah kaya ngene akademi kebidanan. Dadi bidan pancen dadi balesanmu. Tapi yen pancen iki pilihanmu, aku bakal kepenginan Tari nalika isih SMA, dheweke pengen nrima lan lila kowe nikah karo wanita liya. Aku mung bisa mbantu ibu-ibu sing arep nglairake. Tari uga pengin bisa donga supaya kowe bisa urip seneng lan mulya karo ngrasakake kepiye rekasane perjuangan seorang ibu wanita pilihanmu. Matur nuwun Bim karo kabeh sing nglairake bayine. kenangan endah sing wis kok Sawise nempuh pendidikan wenehne aku nalika kita ngrenda Abot tenan nalika aku militer, jebule Bima ditugasake supaya asmara,” pangucape Tari sawise melu perang mikul senjata ing medan kudu ngabarake yen aku maca layang saka Bima. perang sing suwine durung bisa Setahun sawise Bima ora bisa nerusake tali dimangerteni. Nglakoni perang ing mutusake hubungane karo Tari, asmara iki Tar. Aku medan perang kaya ngono padha wae nganti saiki Tari durung bisa tresna kaya taruhan nyawa antawis urip lan kapeksa nrima marang pria liya kaya tresnane ning mati, amarga ing daerah kuwi lagi ana dijodohake kaluargaku Bima. Nanging ora sitik pria sing konflik gedhe sing ora sepele. Bima nyoba nyedaki Tari. Dheweke wis karo wanita liya asli kepikiran marang Tari sing nganti saiki mulai njajal mbukak ati kanggo pria Ambon. Aku kapeksa isih setia ngenteni tekane. Bima ngrasa liya. Tari ora pengin sembarangan ora tega yen Tari terus-terusan nuruti apa sing milih pria sing bakal dadi pepujaning ngenteni dheweke sing durung bisa ati. Tari uga milih pria sing direstui dikarepake kaluargaku. dimangerteni kapan mulihe. bapak lan ibune. Tari sing sore iku lagi resik-resik Hendrian Bayu Dewanto, pria 25 nyapuni latar, nampa layang sing jebule taun sing nduweni gawean dadi pilot iki sing jebule dipilih saka wong lanang sing paling ditresnani yaiku Bima. Tari dadi pacare nalika dheweke lagi wae lulus sekolah Rasa bungah wis mesti dirasaake dening Tari. Among bidan. Senajan Bayu luwih tuwa telung taun saka Tari, layang sing bisa ngobati rasa kangen ning Bima. nanging pria iki pancen bagus eram. Ora mung bagus Ambon, 31 Mei 1990 Kanggo Tari Mariana pepujaning atiku. Muga-muga sliramu lan sakaluwarga tansah kinasihan bagas waras saka Gusti kang maha mirah lan asih. Rianasa wus arep setaun ora ketemu sliramu, ora ngerti esemmu. Alhamdulillah aku wis bisa kasil apa sing dakimpenake Tar. Iku kabeh uga amarga puji pandongamu cah ayu. Sajruning bathin iki kepengin banget ketemu sliramu. Layang iki daktulis kanggo sliramu. Layang kangen tanda katresnanku. Impenku kepengen urip sesandhingan karo sliramu selawase. Ngrenda asmara bebarengan. Nanging abot rasane ati iki nalika nulis layang iki. Abot tenan nalika aku kudu ngabarake yen aku ora bisa nerusake tali asmara iki Tar. Aku kapeksa nrima dijodohake kaluargaku karo wanita liya asli Ambon. Aku kapeksa nuruti apa sing dikarepake kaluargaku. Aku ora kepengin Tar nggawe ibuku sing saiki lagi
No. 227 n Maret 2017
wajahe wae, nanging uga bagus tindak-tanduke. Mula Tari bisa nrima dheweke dadi pacar lan calon bojone. Wong tuwane Tari lan Bayu uga wis menehi restu, lan kepengin putra-putrine cepet nikah. Rencana nikah iki wis dirembug bareng-bareng antawis rong kaluarga kasebut. Nanging amarga Tari lagi wae lulus, dheweke kepengin kerja dhisik. Dadi keputusane yaiku Tari bakal nikah karo Bayu taun ngarep. “Tar, apa awakmu wis yakin tenanan arep dadi bojoku? Apa kowe wis bisa nglaliake Bima ta?” pitakone Bayu. “Bima iku wis dadi masa lalu ku Mas. Aku wis ora nduwe rasa apa-apa marang dheweke. Saiki Bima ya wis nduwe bojo Mas. Dadi saiki aku wis yakin lan mantep yen sampean iki pancen wis cocok dadi calon bojoku,” wangsulane Tari.
37
C
ERPEN
ngene ta Nak! Iki mesti anggene numpak sepedha ora ngati-ati ta! Wis ayo kene dakobati dhisik,” ujare ibune Anjani kanthi kuwatir. “Mangga Pak pinarak rumiyin. Matur nuwun sanget nggih Pak sampun nulungi anak kula.” Nalika wong lanang sing ana ing ngarep lawang mengo, ora dinyana jebule wong lanang iku Bima Ardhi Danuarja. Pancen bener, wong lanang iku sing biyen tau dadi pacare Tari. Bima lan Tari padha-padha kaget lan ora ngira. “Bim… **** Bima? Kowe kok saiki bisa ning kene?” pitakone Tari. “Iya Tar, aku ning kene wis sesasi. Aku lagi ngerti Dina iki dina sing paling dienteni lan paling sakral kanggo Tari lan Bayu. Pancen bener, dina iki Bayu bakal yen kowe wis rabi lan Anjani kuwi anakmu. Aku melu ngucapake ijab kabul ing ngarep penghulu. Dina iki ana seneng Tar yen kowe wis urip seneng lan mulya.” “Lha terus putramu dhewe wis piro Bim? Mesti saiki cara akad nikah antawise Bayu lan Tari. Bayu bisa kanthi lancar ngucapake ijab kabul tanpa dibaleni. Perasaan wis gedhe,” pitakone Tari. “Jujur Tar, aku kepengin njaluk pangapuranmu aku bungah katon cetha ing esem sumringah Bayu lan Tari kepengin resepsi iki digawe sederhana wae, mung wis ora jujur karo sliramu. Aku iki ora pernah rabi lan ora ngundang kaluarga lan kanca-kanca raket. Bayu lan Tari pernah dijodohake. Aku mung pengin kowe ora ngenteni ora kepengin resepsine digawe mewah lan hura-hura, tekaku sing ora cetha Tar. Aku ditugasake perang ing amarga sing paling penting iku kesakralan saka acara Ambon merga ana konflik ing kana. Mula kapeksa aku nulis layang kae kanggo awakmu. Aku ya ngrasa getun akad lan resepsi iki. Saka perkawinan iki Bayu lan Tari dikaruniai putri Tar sawise nulis layang kae. Aku njaluk pangapuranmu sing ayu banget kang dijenengi Kirana Dewi Anjani. Saiki Tar,” panjelase Bima. “Ya wis lah Bim, kabeh iki wis kadadean. Ora usah umure Anjani wis wolung taun lan isih lungguh ing bangku SD. Anjani kuwi kalebu bocah sing pinter lan digetuni maneh. Sing mbiyen wis ben dadi masa lalu wae. Saiki aku mung pengin nata lincah, sregep sinau nanging uga uripku lan putriku Anjani. Sawise seneng melu latihan nari ing se“Bima iku wis dadi masa lalu ku Mas Bayu seda amarga pesawakolahe. Nanging amarga Anjani iku anak tunggal utawa semata Mas. Aku wis ora nduwe rasa apa- te ceblok ing laut setahun kepungkur, uripku saiki mung wayang, dadi dheweke pancen apa marang dheweke. Saiki Bima kanggo Anjani wae.” rada manja lan ngaleman. ya wis nduwe bojo Mas. Dadi “Sing sabar wae Tar, iku “Ibu, Anjani pamit sekolah rumiyin nggih Bu. Ananging saiki aku wis yakin lan mantep yen mung coba saka Gusti Allah. Bayu ing alam kana mesti seneng bamangke kula dugi griya radi sonsampean iki pancen wis cocok nget ngerti kowe lan Anjani dadi ten Bu, amargi wonten latihan dadi calon bojoku,” wangsulane wanita sing kuat,” kandhane Bima. nari dhateng sekolah,” pamite Tari. Amarga Bima lan Tari pancen daAnjani. sare isih tresna, mula Bima nyoba “Iya Nak, ora apa-apa. Sing nyedaki Tari. Anjani ya wis bisa cepenting ati-ati lho ya yen numpak sepedha. Aja banter-banter, mengko yen tiba lho,” dak lan akrab karo Bima amarga Bima pancen tulus lan ikhlas menehi kasih sayange marang Tari lan Anjani. Jebuwangsulane ibune. “Inggih Ibu, Anjani ati-ati kok. Assalamualaikum,” le malah Anjani sing pengin Bima lan ibune bisa rabi, dheweke ya kepengin nduwe sosok bapak kaya Bima kuwi. pamite kanthi salim tangane ibune. “Tar, Anjani wis bisa nrima aku. Terus yen aku “Waalaikumsalam.” Sore iki kayane arep udan deres, amarga nglamar sliramu piye Tar?” pitakone Bima “Iya Bim, aku ya pengin ngabulake karepane mendunge wis katon peteng banget. Mula sawise latihan nari Anjani cepet-cepet muleh, nganti anggene numpak Anjani, aku uga pengin bisa sesandhingan karo awakmu. sepedha banter banget. Amarga pancen lagi grimis lan Nanging aja saiki ya Bim. Kita golek wektu sing pas dhisik dalanan dadi lunyu, jebule nggawe ban sepedhahe wae,” ujare tari. “Iya Tar, aku manut wae. Aku bakal nunggu kapan Anjani ora imbang nganti tiba ing dalan. Untung wae nalika kuwi ana wong lanang sing nulungi dheweke lan wae nganti kowe wis bener-bener siap lan manteb bebojoan karo aku. Yen mung masalah wektu wae ora gelem ngeterake Anjani nganti teka omahe. “Ibu, perih Bu, perih banget Bu!” jerite Anjani karo dadi masalah Tar, amarga tresnaku iki marang sliramu pancen tresna sing tulus lan suci,” panjelase Bima.n nyekeli dengkule sing metu getihe. “Astaghfirullah, ana apa Nak? Kok bisa nganti kaya (Prima Veronika, SP) “Iya Tar, aku percaya marang sliramu. Aku uga wis mantep nikah karo sliramu. Aku ngrasa dadi pria sing beja banget entuk wanita sing apik rupa lan atine kaya sliramu iki. Aku wis yakin lan percaya Tar yen awakmu bakal dadi ibu sing apik lan bisa ndidik anak-anake awake dhewe mengko,” ucape bayu sing lagi ketaman asmara.
38
No. 227 n Maret 2017
T pRose
TapRose Dukung E-Government Smart City Penggunaan Teknologi Informasi (TI) oleh pemerintah dalam memberikan informasi dan pelayanan kepada warganya, atau yang lebih dikenal dengan sebutan electronic government (e-government), dapat mendorong penyelenggaraan pemerintahan yang transparan, didukung dengan infrastruktur, sumber daya dan kemampuan yang memadai. Pak Anto. (ydh)
A
palagi, Pemkab Tuban kini meningkatkan keterbukaan dan transparansi dalam penyelenggaraan pemerintahannya, berdampak positif pada tata kelola pemerintahan yang cerdas berbasis TI. Demikian tutur Wakil Bupati (Wabup) Tuban, Ir. Noor Nahar Hussein, M.Si, saat memberikan sambutan rapat koordinasi implementasi e-goverment smart city yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika (DKI) Kabupaten Tuban di Ruang Rapat Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Tuban. Menghadapi era TI, kata Pak Wabup, yang harus disiapkan SDM yang mampu mengoperasikan teknologi TI. Mengingat, e-government bertujuan memudahkan aktivitas administratif pemerintah, juga pelayanan informasi kepada masyarakat. Untuk itu, agar pemanfaatan SDM dimaksimalkan di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), utamanya yang memiliki jaringan TI, termasuk DKI Kabupaten Tuban. DKI hendaknya menginventarisasi SDM beserta kemampuan yang adatermasuk rekrutmen staf ahli. Terlebih, akan meluncurkan aplikasi Tuban Public Report Services (Taprose) dalam menyokong program e-goverment smart city. Selain itu, aplikasi Taprose harus serat optik (fiber optic) atau sistem berbasis android yang bisa diadaptasi semua handphone android atau iOS untuk iphone. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tuban, Dr. Ir. Budi Wiyana, M.Si, berharap perencanaan smart city disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Selain itu, berkomunikasi dengan setiap OPD guna mengintegrasikan program. Sehingga, tidak muncul anggapan semua sudah dihandle oleh DKI dan OPD dapat lepas tangan, ataupun sebaliknya. Saling koordinasi guna pelaksanaan program agar maksimal. Pak Bud, sapaannya, menambahkan, smart city menjadi perhatian dan program utama Bupati dan Wakil Bupati Tuban.
No. 227 n Maret 2017
Namun, optimalisasinya tergantung OPD masingmasing. Menurutnya, era sekarang masyarakat gampang mengakses informasi berbasis TI, sehingga masingmasing OPD dituntut meningkatkan kompetensi dan kinerjanya. Dicontohkan, ketika OPD tidak siap menangani komplain masyarakat, tentu akan dicibir. Karena, pada dasarnya smart city berkaitan erat dengan kepuasan masyarakat terhadap layanan publik pemerintah. Plt. Kepala Bidang Komunikasi dan Informasi Publik DKI Kabupaten Tuban, Imadudin, SE, secara gamblang memaparkan aplikasi TapRose. Diterangkan, tampilan fitur TapRose terbagi dalam dua bagian, yakni laporan OPD dan masyarakat. “TapRose dibuat khusus sebagai sarana kontrol dan monitoring Bupati Tuban terhadap seluruh kegiatan yang sedang dilaksanakan OPD, sekaligus dapat memantau langsung bagaimana OPD merespon informasi, keluhan, maupun saran yang disampaikan masyarakat,” katanya. Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Teknologi DKI Tuban, Anto Wahyudi, S.STP, menambahkan, selama ini pengaduan masyarakat ke Bupati Tuban belum memiliki sistem yang baik. Menurutnya, TapRose bisa menjadi jawaban dari persoalan itu, sekaligus memenuhi tuntutan keterbukaan publik. Melalui keberadaan Taprose, interaksi masyarakat dengan Pimpinan Daerah dan OPD diharapkan terjalin baik. Dikatakan oleh Pak Anto, begitu biasa disapa, TapRose, yang dirancang sejak awal tahun 2017, akan diujicobakan kepada kalangan terbatas akhir Maret 2017. Jika tidak ada kendala berarti, akan dilaunching pada akhir April atau awal Mei 2017. Masyarakat diharapkan berpartisipasi. Karena, sebagus apapun aplikasi, hasilnya akan kurang optimal bila tidak ada partisipasi masyarakat,” tukasnya.n ydh
39