Data Loading...
Akbar Edisi 229 Flipbook PDF
Akbar Edisi 229
98 Views
100 Downloads
FLIP PDF 36.62MB
Warta Tuban Bumi Wali
NO. 229 n TAHUN XXI n MEI 2017
”Hantam” Teroris: Pak Huda Beri Penghargaan Kapolres - Dandim Laporan Utama
Istimewa
Teror, Dangkal Nalarnya
Tumbuhkan Kesiapsiagaan Bencana
Kisar Eksekutif
Wira Usaha
DPMPTSPTK Luncurkan “Simppel”
Budidaya “Ugadi”
Media KOMUNIKASI PEMKAB
No. 229 n Tahun XXI
MEI 2017
2
No. 229 n Mei 2017
S Videotron Menurut saya, konten videotron yang ada di Tuban sangat monoton. Isinya kurang beragam dan hanya ituitu saja. Alangkah baiknya kalau program-program Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bisa ditampilkan di videotron tersebut, sehingga masyarakat bisa mengetahuinya. Mohon tanggapan ! (AminudinTuban) Saat ini, videotron dalam proses penataan konten. Kita akan menghimpun saran, masukan, atau program unggulan dari masing-masing OPD yang sedianya akan
URAT PEMBACA
kita tampilkan di dua titik videotron yang kita miliki, baik itu di alun-alun maupun di GOR Tuban. Terkait pemanfaatan yang selama ini didominasi oleh Ditlantas, kita sampaikan terima kasih. Ini juga suatu wahana untuk memberikan informasi kepada warga. Namun demikian, proses terkait konten yang kita miliki, kaitannya dengan program baik dari OPD, kaitan dengan tindak lanjut visi misi Pemkab Tuban, tetap akan kita lakukan dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama. Kita bekerja sama dengan DKI, OPD terkait untuk memberikan konten terbaik yang akan kita sajikan kepada masyarakat Tuban.n (Kabag Humas dan Protokol Kabupaten Tuban)
Bangunlah JIWANYA, bangunlah BADANNYA, untuk INDONESIA RAYA.
Surat Pembaca . . . . . . . . . . . . . . . 3 Editorial . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 4 Lintas Tuban . . . . . . . . . . . . . . . . . 5 Mimbar Agama. . . . . . . . . . . . . . . 6 Kisar Eksekutif . . . . . . . . . . . . . . . 8 Laporan Utama . . . . . . . . . . . . . . 12 Esai . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 16 Kesehatan . . . . . . . . . . . . . . . . . . 18 Istimewa . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 19
No. 229 n Mei 2017
Kesehatan . . . . . . . . . . . . . . . . . . 23 Ragam Peristiwa . . . . . . . . . . . . . 26 Pendidikan . . . . . . . . . . . . . . . . . 27 Seni dan Budaya . . . . . . . . . . . . . 28 Cermin . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 30 Wira Usaha . . . . . . . . . . . . . . . . . 32 Selingan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 34 TapRose . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 39
3
E DITORIAL Ada yang Tak Terjangkau di Pendidikan
P
endidikan senantiasa digadang sebagai pemicu kemajuan. Kata pendidikan di dalamnya terkandung banyak unsur yang menyiratkan harapan, harapan perbaikan manusia, perbaikan tata nilai, perbaikan peradaban yang dibangun oleh para cendekiawan, yang dihasilkan dari bangku-bangku sekolah atau kuliah. Kecendekiawanan yang mempunyai kecerdasan otak sekaligus kecerdasan batin, tak habis kepekaannya kepada nilai-nilai luhur kemanusiaan. Untuk memenuhi paparan di atas, terkandung bayak pertanyaan. Sebut saja, siapa sangka seorang yang tak lulus kuliah seperti Bill Gates akhhirnya menjadi raja software komputer yang akirnya menjadi pemilik perusahaan Microsoft. Mark Zuckerberg, sama-sama tak lulus kuliah, menjadi orang berhasil dengan temuan Face Book-nya, yang kini menjadi salah satu kekuatan medsos di dunia yang paliing diminati. W.S. Rendra tak menyandang gelar dari UGM, ttapi menjadi tokkoh teater dan penulis sajak mendunia. Mao Zhedong, Gus Dur dan masih banyak contoh lainnya. Di sisi lain, pendidikan tak pernah mengajarkan kekejaman, korup, tiran dan pembantai. Toh orang yang terdidik seperti Adolf Hitler, Benito Mussolinni, yang masa kecil dan mudanya sebagai murid yang
4
pandai dan disiplin, akhirnya memporakporandakan dunia dengan kekejamannya. Dan, Musollini, yang berangkat dari sekolah terbaik di Italia di bawah gereja Katolik, menjadi pemimpin tiran di dunia. Seorang dokter, seperti Che Guavara, bukannya menjadi penolong dalam kesembuhan si pennderita sakit, namun, menjadi seorang yang berpendirian kukuh hingga menninggal. ia menjadi penggerak gerilya di beberapa negara Amerika Latin, agar apa yang ada di benaknya menjadi terwujud. Sejak sekolah didirikan secara klasikal dan terstruktur di Swiss, dengan asal kata Schola, dan di China, belum pernah yang namanya lembaga resmi pendidikan di dunia manapun ada institusi pendidikan tirani dan pembantai, belum ada uiversitas korupsi, belum pernah ada lembaga pendidikan yang terdapat jurusan manipulasi untuk para anak didik dan mahsiswanya. Tapi, sejarah menyampaikan kepada kita semua, manusia yang terdidik dengan baik, di lembaga pendidikan terbaik, ternyata belum tentu menjadikan mereka cendekiawan. Sejarah mencatat ada beberapa dari mereka yang isi kepalanya tidak bisa dijangkau oleh proses belajar di bangku pendidikan. Akirnya, menjadi koruptor, pembantai, pemanipulasi dan tirani-tirani, yang barangkali tak pernah habis stoknya.n
No. 229 n Mei 2017
L
INTAS TUBAN
Pembagian Beras Sejahtera (Rastra) diharapkan tertib dan efektif. Dilaksanakan dengan tepat sasaran maka akan membantu upaya-upaya dalam pengentasan kemiskinan di Kabupaten Tuban.
Launching dan Sosialisasi Rastra
Pak Bupati serahkan Rastra. (kdg)
“
Pendistribusian yang baik sangat bermakna bagi keluarga miskin,” ujar Bupati Tuban, H. Fathul Huda, pada saat Launching dan Sosialisasi Program Subsidi Rastra di Gedung Korpri komplek Pendopo Krido Manunggal Tuban. Sementara, kegiatan tersebut diadakan oleh Tim Koordinasi Rastra Kabupaten Tuban bekerjasama dengan Perum Bulog Sub Divre Bojonegoro. Dihadapan 120 peserta, Pak Bupati, menjelaskan, Program Subsidi Rastra merupakan program subsidi harga penjualan beras bagi masyarakat berpendapatan rendah yang dilakukan oleh pemerintah dalam rangka mengurangi beban pengeluaran masyarakat berpenghasilan rendah. Mereka agar mudah mendapatkan pangan sebagai kebutuhan dasar manusia. “Program ini merupakan bagian dari program pemerintah daerah dalam menanggulangi persoalan kemiskinan, yang jumlahnya masih cukup tinggi,” jelas Pak Huda,
No. 229 n Mei 2017
sapaan Bupati Tuban Agar tepat sasaran, Pak Bupati mengusulkan agar Rastra dibagi secara tunai by name by address, bahkan gagasan itu sudah disampaikan kepada Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa. Melalui mekanisme di atas diharapkan mempermudah pengelolaanya. Selain itu mengentaskan kemiskinan harus didukung oleh banyak pihak. Camat harus mengetahui angka kemiskinan di wilayahnya, juga harus bersinergi dengan Kepala Desa (Kades) melakukan pendataan angka kemiskinan di desanya masing-masing, dengan kondisi yang sebenar-benarnya. “Ketika sudah diketahui kondisi kemiskinan yang valid, maka akan ada berbagai program bantuan untuk pengentasannya serta dimonitor perkembangannya,” tutur Pak Huda. Pagu Rastra Kabupaten Tuban Pagu subsidi Rastra untuk Kabupaten Tuban, yang telah ditetapkan oleh Gubernur Jawa Timur (Jatim) tahun ini, sebanyak 106.814 Ke-
luarga Penerima Manfaat. Menurut Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Tuban, Hari Wegianingsih, angka ini mengalami kenaikan dari tahun 2016 lalu, yang sebesar 97.104 Rumah Tangga Penerima Manfaat. “Untuk pagu masing-masing Kecamatan sudah ditetapkan oleh Bupati Tuban. Adapun, saat ini telah disampaikan kepada Camat,” kata Bu Hari, sapaannya. Sasaran penerima manfaat program Rastra berbasis keluarga, dari sebelumnya yang berbasis rumah tangga. Jumlah sasaran ini 25% masyarakat ekonomi terbawah diambil dari basis data terpadu hasil PBDT 2015 oleh BPS. Setiap Penerima Manfaat menerima Raskin sebanyak 15 Kg per Bulan untuk alokasi 12 Bulan, dengan harga tebus sebesar Rp 1.600 per Kg di titik distribusi. Distribusi Rastra Jika dirinci per Kecamatan, dari 106.814 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) se-Kabupaten Tuban, Kecamatan Bancar mendapatkan 6.046 KPM, Bangilan 3.941 KPM, Grabagan 4.648 KPM, Jatirogo 3.256 KPM, Jenu 4.515 KPM, Kenduruan 2.943 KPM, Kerek 5.530 KPM, Merakurak 5.451 KPM, Montong 4.740 KPM, Palang 7.189 KPM, Parengan 4.884 KPM, Plumpang 8.602 KPM, Rengel 6.061 KPM, Semanding 7.179 KPM, Senori 4.893 KPM, Singgahan 4.947 KPM, Soko 10.591 KPM, Tambakboyo 3.467 KPM, Tuban 3.583 KPM dan Widang 4.375. Pada kegiatan di atas, selain diikuti Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Camat se-Kabupaten Tuban, juga dihadiri 3 orang perwakilan Kades yang ditunjuk oleh masing-masing Kecamatan.n kdg
5
M IMBAR AGAMA
Filsafat Islam (Bagian I) Oleh: Harun Nasution Ketika datang ke Timur Tengah pada abad IV SM, Aleksander Yang Agung membawa bukan hanya kaum militer tetapi juga kaum sipil. Tujuannya bukanlah hanya meluaskan daerah kekuasaannya ke luar Macedonia, tapi juga menanamkan kebudayaan Yunani di daerah-daerah yang dimasukinya.
U
ntuk itu ia adakan pembauran antara orangorang Yunani yang dibawanya, dengan penduduk setempat. Dengan jalan demikian berkembanglah falsafat dan ilmu pengetahuan Yunani di Timur Tengah, dan timbullah pusat-pusat peradaban Yunani seperti Iskandariah (dari nama Aleksander) di Mesir, Antakia di Suria, Selopsia serta Jundisyapur di Irak dan Baktra (sekarang Balkh) di Iran. Ke t i k a p a r a S a h a b a t N a b i M u h a m m a d menyampaikan dakwah Islam ke daerah-daerah tersebut terjadi peperangan antara kekuatan Islam dan kekuatan Kerajaan Bizantium di Mesir, Suria serta Irak, dan kekuatan Kerajaan Persia di Iran. Daerah-daerah ini, dengan menangnya kekuatan Islam dalam peperangan tersebut, jatuh ke bawah kekuasaan Islam. Tetapi penduduknya, sesuai dengan ajaran al-Qur'an, bahwa tidak ada paksaan dalam agama dan bahwa kewajiban orang Islam hanya menyampaikan ajaran-ajaran yang dibawa Nabi, tidak dipaksa para sahabat untuk masukIslam. Mereka tetap memeluk agama mereka semula terutama yang menganut agama Nasrani dan Yahudi. Dari warga negara non Islam ini timbul satu golongan yang tidak senang dengan kekuasaan Islam dan oleh karena itu ingin menjatuhkan Islam. Mereka pun menyerang agama Islam dengan memajukan argumenargumen berdasarkan falsafat yang mereka peroleh dari Yunani. Dari pihak umat Islam timbul satu golongan yang melihat bahwa serangan itu tidak dapat ditangkis kecuali dengan memakai argumen-argumen filosofis pula. Untuk itu mereka pelajari filsafat dan ilmu pengetahuan Yunani. Kedudukan akal yang tinggi dalam pemikiran Yunani mereka jumpai sejalan dengan kedudukan akal yang tinggi dalam al-Qur'an dan Sunnah Nabi.
6
Dengan demikian timbullah di panggung sejarah pemikiran Islam teologi rasional yang dipelopori kaum Mu'tazilah. Ciri-ciri dari teologi rasional ini ialah: 1. Kedudukan akal tinggi di dalamnya, sehingga mereka tidak mau tunduk kepada arti harfiah dari teks wahyu yang tidak sejalan dengan pemikiran filosofis dan ilmiah. Mereka tinggalkan arti harfiah teks dan ambil arti majazinya, dengan lain kata mereka tinggalkan arti tersurat dari nash wahyu dan mengambil arti tersiratnya. Mereka dikenal banyak memakai ta'wil dalam memahami wahyu. 2. Akal menunjukkan kekuatan manusia, maka akal yang kuat menggambarkan manusia yang kuat, yaitu manusia dewasa. Manusia dewasa, berlainan dengan anak kecil, mampu berdiri sendiri, mempunyai kebebasan dalam kemauan serta perbuatan, dan mampu berfikir secara mendalam. Karena itu aliran ini menganut faham qadariah, yang di Barat dikenal dengan istilah free-will and free-act, yang membawa kepada konsep manusia yang penuh dinamika, baik dalam perbuatan maupun pemikiran. 3. Pemikiran filosofis mereka membawa kepada penekanan konsep Tuhan Yang Maha Adil. Maka keadilan Tuhanlah yang menjadi titik tolak pemikiran teologi mereka. Keadilan Tuhan membawa mereka selanjutnya kepada keyakinan adanya hukum alam ciptaan Tuhan, dalam al-Qur'an disebut Sunnatullah, yang mengatur perjalanan apa yang ada di alam ini. Alam ini berjalan menurut peraturan tertentu, dan peraturan itu perlu dicari untuk kepentingan hidup manusia di dunia ini. Teologi rasional Mu'tazilah inilah, dengan keyakinan akan kedudukan akal yang tinggi, kebebasan manusia dalam berfikir serta berbuat dan adanya hukum
No. 229 n Mei 2017
M IMBAR AGAMA alam ciptaan Tu han, yang membawa pada perkembangan Islam, bukan hanya filsafat, tetapi juga sains, pada masa antara abad ke VIII dan ke XIII M. Filsuf besar pertama yang dikenal adalah al-Kindi, (796-873M), satu-satunya filsuf Arab dalam Islam. Ia dengan tegas mengatakan bahwa antara filsafat dan agama tak ada pertentangan. Filsafat ia artikan sebagai pembahasan tentang yang benar (al-bahs'an al-haqq). Agama dalam pada itu juga menjelaskan yang benar. Maka kedua-duanya membahas yang benar. Selanjutnya filsafat dalam pembahasannya memakai akal dan agama, dan dalam penjelasan tentang yang benar juga memakai argumen-argumen rasional. Menurut pemikiran filsafat kalau ada yang benar maka mesti ada "Yang Benar Pertama" (al-Haqq alAwwal). Yang Benar Pertama itu dalam penjelasan AlKindi adalah Tuhan. Filsafat dengan demikian membahas soal Tuhan dan agama. Filsafat yang termulia dalam pendapat Al-Kindi adalah filsafat ketuhanan atau teologi. Mempelajari teologi adalah wajib dalam Islam. Karena itu mempelajari filsafat, dan berfalsafat tidaklah haram dan tidak dilarang, tetapi wajib. Dengan filsafat "al-Haqq al-Awwal"nya, al-Kindi, berusaha memurnikan keesaan Tuhan dari arti banyak. Al-haqiqah atau kebenaran, menurut pendapatnya, adalah sesuainya apa yang ada di dalam akal dengan apa yang ada diluarnya, yaitu sesuainya konsep dalam akal dengan benda bersangkutan yang berada di luar akal. Benda-benda yang ada di luar akal merupakan juz'iat (kekhususan, particulars). Yang penting bagi filsafat bukanlah benda-benda atau juz'iat itu sendiri, tetapi yang penting adalah hakikat dari juz'iat itu sendiri. Hakikat yang ada dalam benda-benda itu disebut kulliat (keumuman, universals). Tiap-tiap benda mempunyai hakikat sebagai juz'i (haqiqah jaz'iah) yang disebut aniah dan hakikat sebagai kulli, (haqiqah kulliah) yang disebut mahiah, yaitu hakikat yang bersifat universal dalam bentuk jenis. Memurnikan tauhid memang masalah penting dalam teologi dan filsafat Islam. Dalam hal ini al-Farabi (870-950 M) member konsep yang lebih murni lagi. Dalam pemikirannya, kalau Tuhan, Pencipta alam semesta, berhubungan langsung dengan ciptaannya yang tak dapat dihitung banyaknya itu, di dalam diri Tuhan terdapat arti banyak. Zat, yang di dalam diri-Nya terdapat arti banyak, tidaklah sebenarnya esa. Yang Maha Esa, agar menjadi esa, hanya berhubungan dengan yang esa. Pemurnian tauhid inilah yang menimbulkan filsafat emanasi (al-faid, pancaran) dari al-Farabi. Yang Maha Esa berfikir tentang diri-Nya yang esa, dan pemikiran merupakan daya atau energi. Karena pemikiran Tuhan tentang diri-Nya merupakan daya yang dahsyat, maka daya itu menciptakan sesuatu. Yang diciptakan pemikiran Tuhan tentang diri-Nya itu adalah Akal I. Jadi,
No. 229 n Mei 2017
Yang Maha Esa menciptakan yang esa. Dalam diri yang esa atau Akal I inilah mulai terdapat arti banyak. Obyek pemikiran Akal I adalah Tuhan dan dirinya sendiri. Pemikirannya tentang Tuhan menghasilkan Akal II dan pemikirannya tentang dirinya menghasilkan Langit Pertama. Akal II juga mempunyai obyek pemikiran, yaitu Tuhan dan dirinya sendiri. Pemikirannya tentang Tuhan menghasilkan Akal III dan pemikirannya tentang dirinya sendiri menghasilkan Alam Bintang. Begitulah Akal selanjutnya berfikir tentang Tuhan dan menghasilkan Akal dan berpikir tentang dirinya sendiri dan menghasilkan planet-planet. Dengan demikian diperolehlah gambaran berikut: - Akal III menghasilkan Akal IV dan Saturnus. - Akal IV menghasilkan Akal V dan Yupiter. - Akal V menghasilkan Akal VI dan Mars. - Akal VI menghasilkan Akal VII dan Matahari. - Akal VII menghasilkan Akal VIII dan Venus. - Ak al VIII menghasilkan Akal IX dan Merkuri. - Akal IX menghasilkan Akal X dan Bulan. - Akal X menghasilkan hanya Bumi. Pemikiran Akal X tidak cukup kuat lagi untuk menghasilkan Akal. Demikianlah gambaran alam dalam astronomi yang diketahui di zaman Aristoteles dan zaman al-Farabi, yaitu alam yang terdiri atas sepuluh falak. Pemikiran Akal X tentang Tuhan tidak lagi menghasilkan Akal, karena tidak ada lagi planet yang akan diurusnya. Memang tiaptiap Akal itu mengurus planet yang diwujudkannya. Akal dalam pendapat filsuf Islam adalah malaikat. Begitulah Tuhan menciptakan alam semesta dalam falsafat emanasi al-Farabi. Tuhan tidak langsung menciptakan yang banyak ini, tetapi melalui Akal I yang esa, dan Akal I melalui Akal II, Akal II melalui Akal III dan demikianlah seterusnya sampai ke penciptaan Bumi melalui Akal X. Tuhan tidak langsung berhubungan dengan yang banyak, tetapi melalui Akal atau malaikat. Dalam diri Tuhan tidak terdapat arti banyak, dan inilah tauhid yang murni dalam pendapat al-Farabi, Ibn Sina dan filsuf-filsuf Islam yang menganut paham emanasi. Alam dalam filsafat Islam diciptakan bukan dari tiada atau nihil, tetapi dari materi asal yaitu api, udara, air dan tanah. Dalam pendapat falsafat dari nihil tak dapat diciptakan sesuatu. Sesuatu mesti diciptakan dari suatu yang telah ada. Maka materi asal timbul bukan dari tiada, tetapi dari sesuatu yang dipancarkan pemikiran Tuhan. Karena Tuhan beffikir semenjak qidam, yaitu zaman tak bermula, apa yang dipancarkan pemikiran Tuhan itu mestilah pula qadim, dalam arti tidak mempunyai permulaan dalam zaman. Dengan lain kata Akal I, Akal II dan seterusnya serta materi asal yang empat api, udara, air dan tanah adalah pula qadim. Dari sinilah timbul pengertian alam qadim, yang dikritik al-Ghazali.n
7
K ISAR EKSEKUTIF Atas pengabdiannya selama ini, Wakil Bupati (Wabup) Tuban, Ir. H. Noor Nahar Hussein, MSi, menyatakan penghargaannya kepada jajaran Satpol PP, Linmas dan Damkar. Demikian disampaikan saat menjadi Inspektur Upacara pada Peringatan HUT ke-67 Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), HUT ke-55 Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) dan HUT ke-98 Pemadam Kebakaran (Damkar)
“
Peringati HUT Satpol PP, Linmas dan Damkar
Perlu kita apresiasi setinggi-tingginya kepada merePak Noor, sapaan Wabup Tuka dalam rangka memberiban juga menghimbau kepada komkan perlindungan serta pelayanan ponen pemerintahan untuk beryang tulus demi terwujudnya rasa sama-sama kerjasama secara masif tertib, tentram, aman dan nyaman dan kondusif agar ancaman, gangkepada masyarakat.” Tegas Pak guan, hambatan serta tantangan Wabup. yang dapat memecah belah bangsa Dijelaskan, saat ini telah masuk dapat teratasi dan mengubah parapada era globalisasi, transparansi digma dengan meninggalkan pola dan reformasi yang sedang menguji pikir dari dilayani menjadi melayani. keberadaan bangsa lndonesia. Implementasi tugas pokok dan Tanpa disadari keadaan terfungsi Satpol PP agar berpedoman sebut telah menggeser pada peraturan perundang-undanilai-nilai kebangngan yang berlaku, memesaan yang terkangang teguh asas dung dalam Pansatuan, humanis casila, yang seladan persuasif dama ini terpatri kuat. lam rangka menSatpol PP adalah ciptakan tatanan potensi besar. Berkehidupan masyatambah kuat dirakat yang lebih tunjang dengan baik serta menjakeberadaan Satga wibawa penyelinmas di bawah lenggaraan pemepembinaan teknis rintah daerah. Satpol PP. Satuan Peningkatan tersebut terlibat kapabilitas, komdalam berbagai kepetensi, kecerdagiatan, seperti desan intelektual, teksi dini, pengaemosional yang dimanan, pertahanan, imbangi dengan bencana dan lain sekemampuan fisik Pak Wabup serahkan kunci mobil bagainya. yang prima, merupemadam kebakaran. (kdg)
8
Atraksi bela diri Satpol PP. (kdg)
pakan syarat aparatur Satpol PP. untuk itu, maka pola rekrutmen, pembinaan dan diklat wajib dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur yang ditunjang dengan pelaksanaan bimbingan teknis maupun sosialisasi berbagai regulasi terkait dengan tugas pokok dan fungsi maupun kewenangan Satpol PP. Pak Wabup, berpesan, agar tercipta tata pemerintah yang baik, Satpol PP juga harus dapat mengoptimalkan peran aktif masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dalam menyelesaikan gangguan ketentraman dan ketertiban umum. Tak hanya itu, Satpol PP juga harus mampu bekerjasama dengan TNI/Polri, serta semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Panca Dharma Pak Noor juga mengajak semua pihak mengenal lebih dekat sosok petugas Pemadam Kebakaran (Damkar). Mereka hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat, menjalankan tugas pokok dan fungsi pemadam kebakaran yang dikenal dengan Panca Dharma, yaitu: Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran; Pemadaman Kebakaran; Pemberdayaan Masyarakat dan Penanganan Kebakaran Bahan Berba-
No. 229 n Mei 2017
K ISAR EKSEKUTIF haya dan Beracun. Disamping tugas pokok tersebut, petugas Damkar wajib siaga 24 jam, tidak mengenal hari libur dan siap memadamkan kebakaran. Mereka juga memiliki motto yang sangat mengena, yaitu “Pantang pulang sebelum api padam walaupun nyawa taruhannya”. Pada peringatan HUT Damkar 2017 ini, Pak Noor mengajak seluruh elemen bangsa melakukan gerakan perang terhadap kebakaran dengan mengedepankan tindakan preventif
atau pencegahan daripada responsif atau tindakan. Hal ini sebagai perwujudan menjamin kehadiran pemerintah di dalam memberikan pelayanan dan penyelamatan kepada masyarakat. Juga, merupakan salah satu perwujudan Nawa Cita Presiden Republik Indonesia, yaitu “Menghadirkan Kembali Negara untuk Melindungi Segenap Bangsa dan Memberikan Rasa Aman pada Seluruh Warga Indonesia. Atraksi Satpol PP dan Damkar Peringatan HUT yang ditandai
kegiatan upacara di Alon-alon Tuban ini dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Tuban, Kepala OPD dan Camat Se-Kabupaten Tuban. Pada upacara itu diserahkan pula secara simbolis mobil pemadam kepada Kalaksa BPBD Tuban oleh Wakil Bupati Tuban dan pemusnahan barang bukti minuman keras oleh jajaran Forkopimda. Kegiatan upacara di tutup dengan atraksi bela diri dari anggota Satpol PP dan atraksi pemadaman kebakaran oleh Damkar Kabupaten Tuban.n kdg
Selenggarakan Bimtek Kearsipan
D
inas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tuban menyelenggarakan Bimtek Kearsipan bagi Perangkat Desa dan Kelurahan. Hal tersebut dalam upaya mendorong peningkatan kapasitas Pemerintah Desa (Pemdes) agar semakin efektif. Kepala Dinas (Kadinas) Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tuban, Joko Prijono, SH, MHum, menjelaskan, kegiatan ini memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada peserta agar dapat mengelola arsip di lingkungan Pemdes dan Kelurahan sesuai dengan prinsip, kaidah dan standar kearsipan. Sedang, tujuannya, mewujudkan tertib arsip di lingkungan Pemdes dan Kelurahan. Dengan diterbitkannya Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa beserta aturan pelaksanaannya, Desa adalah ujung tombak pemerintahan terbawah, memiliki otonomi dalam mengatur pembangunan untuk kesejahteraan rakyatnya. Melalui dana yang mengalir ke desa, hendaknya dijadikan angin segar dalam membangun Desa, tanpa melupakan kewajiban serta tanggung jawabnya.
No. 229 n Mei 2017
“Nah, untuk mengawal Dana Desa yang besar itu, dibutuhkan Perangkat Desa yang berintegritas serta mumpuni,” ujar Pak Joko, sapaan Kadinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tuban. Mengingat berbagai kendala, seperti keterbatasan SDM, georgafis, komunikasi dan informasi serta tekhnologi, maka diperlukan pengelolaan arsip desa. Arsip sangatlah penting, karena segala aktivitas pemerintahan pasti menghasilkan dokumen sebagai rekam jejak sekaligus bahan pertanggungjawaban kegiatan yang dilakukan. Melalui tata kearsipan yang benar, akan memunculkan akuntabilitas. Penyelenggaraan kearsipan, menurut Pak Joko, menjamin perlindungan kepentingan negara dan hakhak keperdataan rakyat baik pemerintah maupun masyarakat desa. Disamping itu, menjamin keselamatan aset nasional di bidang ekonomi, sosial, politik, budaya, pertahanan serta keamanan juga peningkatan kualitas pelayanan pada masyarakat. Mengingat pentingnya arsip bagi Desa, maka perlu diadakan bimbingan teknis kearsipan bagi Pernagkat Desa. Sehingga, ke depan permasalahan arsip rusak, hilang atau sulit ditemukan kembali apabila dibutuhkan, tidak terjadi lagi. “Walaupun kegiatan dilaksanakan dengan singkat, semoga peserta mampu menyerap dan memahami materi yang nantinya dapat diterapkan di desa masing-masing,” kata Kadinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tuban. Kegiatan di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kersipan Kabupaten Tuban ini diikuti 65 peserta terbagi dalam 2 hari, pada 12 April 2017 diikuti dari Kecamatan Tambakboyo dan Jenu, 35 orang, tanggal 13 April dari Kecamatan Senori dan Jatirogos, 30 orang.n kdg
9
K ISAR EKSEKUTIF Pada awal tahun 2017, Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSPTK) Kabupaten Tuban melakukan inovasi dengan meluncurkan pelayanan berbasis online bagi seluruh layanan perizinan yang diterbitkan.
S
istem Informasi Manajemen Pelayanan Perizinan Elektronik (Simppel) ini melayani masyarakat yang ingin mengajukan izin ataupun memperpanjang berbagai perizinan di Kabupaten Tuban. Kepala DPMPTSPTK melalui Kepala Bidang Perizinan, Judhi Tresna, mengatakan, melalui aplikasi yang berbasis web tersebut, rincinya, masyarakat dapat memperoleh semua informasi tentang perizinan yang diselenggarakan oleh DPMPTSPTK mulai dari informasi tentang dasar hukum, persyaratan perizinan, jangka waktu penyelesaian, serta biaya perizinan. Layanan perizinan secara online tersebut, tambahnya, akan menghemat waktu, tenaga dan biaya pemohon. Sistem ini memungkinkan pemohon untuk mengirimkan dokumen-dokumen elektronik terkait izin dengan nyaman dari kantor atau rumah masing-masing. Sehingga, pemohon tidak perlu lagi menghabiskan waktu untuk mengantri maupun menghabiskan biaya untuk mendatangi DPMPTSPTK. Masyarakat dapat mendaftarkan identitas diri melalui aplikasi tersebut agar dapat mengajukan perizinan secara online. Untuk mulai menggunakan aplikasi Simppel, pemohon harus mendapatkan hak akses dengan mengunjungi www.simppel.
10
masyarakat, lanjutnya, antara lain Short Message Service (SMS) Gateway yang berfungsi memberikan informasi tentang telah terbitnya surat izin kepada pemohon melalui SMS. Fitur lain yang tidak kalah penting, adalah form pengaduan secara online. Form pengaduan ini untuk memudahkan masyarakat dalam mengirimkan segala bentuk pe“Dengan hadirnya ngaduan, kritik teknologi aplikasi ini dan saran terdiharapkan mampu kait penyelengmewujudkan pelayanan garaan pelayaperizinan terpadu yang nan perizinan. Dikatacepat, tepat, transparan, kan, pelayanan dan pasti.” perizinan secara online ini mulai dipersiapkan sejak tahun 2016, dengan alokasi dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 400 juta. Rinciannya Rp 200 juta untuk pemenuhan prasarana perangkat keras dan sisanya untuk pembuatan aplikasi. “Dengan hadirPak Judhi. (ydh) nya teknologi aplikasi ini diharapkan mampu mewujudkan ptsp.tubankab.go.id terlebih pelayanan perizinan terpadu yang dahulu dan melakukan registrasi. cepat, tepat, transparan, dan pasti, ” Pemohon diharuskan mengisi ucapnya. dan melengkapi berkas-berkas yang disyaratkan. Setelah berkas Pelayanan Keliling dilengkapi, selanjutnya proses Selain pelayanan perizinan verifikasi. Nantinya pemohon online, katanya, DPMPTSPTK juga akan mendapatkan balasan sms menyediakan pelayanan perizinan untuk hak akses tersebut. keliling di seluruh kecamatan seBerdasarkan keterangan Kabupaten Tuban. Pelayanan Pak Judhi, begitu biasa disapa, perizinan keliling tersebut dilakukan dari 23 jenis perizinan yang dalam empat tahap. Artinya, peladiselenggarakan, untuk saat ini yanan perizinan yang berkonsep yang dapat diajukan secara jemput bola tersebut dilaksanakan online adalah jenis perizinan setiap tiga bulan sekali. yang bersifat non-koordinasi. Se“Jadwal pelaksanaannya hari dangkan, perizinan yang memerSenin dan Selasa. Masing-masing lukan koordinasi lebih lanjut akan Kecamatan kami sediakan 3 orang diselenggarakan secara offline. petugas yang siap membantu maBeberapa fitur unggulan syarakat dalam pengurusan periziyang dapat dimanfaatkan oleh nan,” tandasnya.
DPMPTSPTK Luncurkan
“Simppel”
No. 229 n Mei 2017
K ISAR EKSEKUTIF Tidak semua jenis perizinan dapat dilayani pada pelayanan keliling. Bapak dua anak ini menyebutkan, untuk sementara, hanya Surat Izin Usaha (SIUP), Tanda Daftar Perusahaan (TDP) dan Tanda Daftar Gudang (TDG). Juga, melayani perpanjangan Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK), Izin Penggilingan Padi, Huller dan Pengosohan, Izin Jagal, Pengedar Daging, serta konsultasi untuk 23 jenis perizinan yang ada. Sarjana pertanian ini, mengungkapkan, dalam rangka menjaring izin, dinasnya membentuk tim pengendalian dan pengawasan perijinan. Tugasnya memantau dan mengawasi perizinan di masyarakat. “Pada tahap pertama, tim ter-
sebut akan fokus pada kegiatan usaha. Mereka akan mendatangi masyarakat yang memiliki usaha dan mengarahkan yang belum berizin agar segera mengurusnya, ucapnya. “Melek” Teknologi Beberapa hambatan yang dialami DPMPTSPTK untuk memaksimalkan layanan yang diberikan, menurut Pak Judhi, antara lain ma-
syarakat masih belum sepenuhnya “melek” teknologi dan belum memahami pentingnya kepemilikan izin usaha. Secara teknis, server aplikasi terkadang down sehingga mengurangi kelancaran pengurusan izin. Guna meminimalisasi kendala yang ada, mengagendakan sosialisasi secara kontinyu dan berkesinambungan, agar tingkat kesadaran masyarakat dalam mengurus perizinan semakin meningkat.n ydh
Selain pelayanan perizinan online, DPMPTSPTK juga menyediakan pelayanan perizinan keliling di seluruh kecamatan se-Kabupaten Tuban. Pelayanan perizinan keliling tersebut dilakukan dalam empat tahap. Artinya, pelayanan perizinan yang berkonsep jemput bola tersebut dilaksanakan setiap tiga bulan sekali.
Lantik 15 Ketua TP-PKK Kecamatan
P
erubahan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan bergulirnya gelombang mutasi awal tahun 2017 berimbas pada pergantian pimpinan OPD maupun Kecamatan. Di tingkat Kecamatan, bergantinya Camat otomatis diikuti pergantian Ketua Tim Penggerak PKK (TPPKK) Kecamatan. Bertempat di Gedung Korpri komplek Pendopo Kridho Manunggal, Ketua TP-PKK Kabupaten Tuban, Hj. Qodiriyah Fathul Huda, melantik 15 Ketua TP-PKK Kecamatan yang baru atau berpindah Kecamatan. “Saya percaya Ibu-ibu akan melaksanakan tugas dan kewajiban sebaik-baiknya serta penuh rasa tanggung jawab,” ujar Ibu Qodiriyah di sela prosesi pelantikan. Dengan tugas yang dipercayakan tersebut, Ketua TP-PKK dapat meningkatkan perannya menyukseskan pembangunan. “Menjadi pendamping suami, yang memiliki tugas memberikan pelayanan masyarakat, Ketua TPPKK Kecamatan juga harus dapat berbuat sebaik mungkin dan berguna bagi masyarakat, terutama bai kaum ibu,” tutur Ibu istri tercinta Bupati Tuban ini. Menurut Ibu 4 anak ini, dibalik kesuksesan suami ada istri-istri hebat yang mendampingi. Hal senada dituturkan Bupati Tuban, H. Fathul Huda, bahwa peran penting Ketua TP-PKK Kecamatan, membantu suami dalam mengabdi sebaik mungkin untuk masyarakat. Sebagai sosok istri Camat, juga dituntut ikut andil dalam membangun
No. 229 n Mei 2017
Bu Hj. Qpdriyah ucapkan selamat. (kdg)
Kecamatan. Pak Bupati berpesan agar Ketua TP-PKK Kecamatan mampu menjadi wadah produktif guna meningkatkan ekonomi masyarakat. PKK juga diharapkan menjadi mitra pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan. Melalui peningkatan kesehatan, ekonomi serta hubungan kemasyarakatan yang harmonis, kesejateraan masyarakat Tuban dapat tercapai. Mereka yang dilantik, antara lain Ketua TP-PKK Kecamatan Tuban, Semanding, Montong, Singgahan, Parengan, Bangilan, Kenduruan, Jatirogo, Bancar, Tambakboyo, Soko, Rengel, Plumpang, Widang dan Grabagan.n kdg
11
L APORAN UTAMA
Teror, Dangkal Nalarnya
K
etua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tuban, KH Abdul Matin, mengajak seluruh lapisan masyarakat senantiasa waspada dan membentengi umat dan bangsa dari pengaruh liberalisme, radikalisme maupun terorisme. Menurutnya, paham tersebut disebabkan karena orang tidak memahami ajaran agama secara utuh, sehingga penafsiran atau penerapannya di dalam kehidupan sehari-hari menjadi kurang tepat. KIai karismatik ini, kemudian mencontohkan, banyak yang keliru memahami Al-Qur’an Surat Al-Maidah Ayat 44, yang dalam terjemahannya sebagai berikut: “Barangsiapa yang tidak berhukum dengan apa yang diturunkan oleh Allah maka mereka itulah orang-orang yang kafir”. Sehingga, mereka berani mengatakan bahwa Pancasila itu salah. Padahal, menurutnya, tafsir yang benar bukan seperti itu. “Kalau dipahami dengan sempurna, Pancasila itu sama sekali tidak bertentangan dengan Al-Qur’an. Pancasila bersifat final dan para ulama sudah seringkali membahas tentang hal ini,” tegasnya. Sebab lain munculnya pahampaham yang bersifat destruktif itu karena faktor kepentingan maupun faktor politik, khususnya politik luar negeri yang ingin mengoyak persatuan dan kesatuan suatu bangsa. Terkait paham radikalisme dan terorisme, yang seringkali disematkan kepada kaum muslim, Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (NU) Jawa Timur (Jatim) ini, memberikan tanggapan bahwa itu hanyalah perbuatan segelintir oknum yang pemikirannya dangkal. Kebetulan, Islam itu mayoritas di negara kita, maka diganggu supaya terpecah belah. Tapi, sebenarnya paham-paham tersebut bisa menjangkiti seluruh pemeluk agama. Jika pemahaman-
12
nya tidak kuat, akan mudah diadu domba. Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Sunan Bejagung Tuban ini, menandaskan, masyarakat harus diberikan pemahaman tentang ciri-ciri kelompok dan gerakan radikalisme atau terorisme. Pemahaman ini penting agar masyarakat bisa mengenali mana paham radikal, khususnya yang mengatasnamakan agama. Menurutnya, terdapat beberapa ciri dari kelompok yang menganut paham radikal, antara lain kelompok ini sangat tertutup atau tidak menginginkan dialog secara terbuka tentang dasar yang menjadi pegangan mereka dalam mengembangkan dan menyebarluaskan paham tersebut. Kemudian, kelompok tersebut dalam proses penyebaran pahamnya, dilakukan secara tertutup dan ditujukan kepada orang-orang yang minim pengetahuan agamanya. Karenanya, dalam perekrutan anggota cenderung menjatuhkan pilihan pada generasi muda yang dipandang mudah untuk diberikan doktrin-doktrin yang kemudian akan menjadi bibit tindakan radikal. Pentingnya pemahaman agama Karena itu, Kiai yang masih tampak energik di usianya yang sekarang ini, menekankan pentingnya memberikan pemahaman agama kepada masyarakat. Ketua MUI yang akrab disapa Mbah Matin itu, meminta kepada para ulama dan tokoh agama untuk terus memberikan pembinaan dan pemahaman yang mudah dicerna dan dipahami para penganut agama masing-masing. Sebab, bila tidak, maka akan terjadi kesalahpahaman dan menyebabkan gesekan di antara para pemeluk agama. Agar pembinaan bisa dilaku-
Mbah Matin. (ydh)
kan secara intensif, dibentuklah MUI hingga tingkat Desa. Keberadaan pengurus MUI tersebut diharapkan dapat membangun manusia sesuai cita-cita agama dan negara, serta mampu menjadi benteng atau filter masuknya paham-paham yang dapat mengganggu ketentraman desa sehingga kerukunan umat beragama bisa tetap terjaga. Selanjutnya, Mbah Matin, mengingatkan, ulama dan tokoh agama memiliki peran penting dan andil besar atas berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sekaligus menjaga keutuhannya hingga sekarang. Mbah Matin mewanti-wanti agar masyarakat khususnya generasi muda tidak hanya terpaku pada informasi yang tersaji di dunia maya (internet) dalam menggali dan mempelajari pengetahuan agama. Masyarakat diharapkan lebih selektif dalam menerima informasi yang berkembang di dunia maya. Mbah Google Diakuinya, kemajuan teknologi mampu mempengaruhi cara interaksi dan hidup manusia. Website dengan berbagai kontennya juga berkembang demikian pesat, termasuk yang berbau radikalisme agama. Karena itu, masyarakat harus punya pegangan hidup yang kuat.
No. 229 n Mei 2017
L APORAN UTAMA Apalagi, saat ini terdapat banyak berita hoax alias berita bohong. Bahkan, hukum Islam juga banyak yang dipelintir. Sehingga, Mbah Matin tidak menganjurkan masyarakat agar percaya sepenuhnya pada berita-berita tersebut.
“Jangan hanya melulu belajar internet. Informasi internet itu disamping ada yang benar juga banyak yang salah, maka pegangannya bukanlah Mbah Google atau media sosial lainnya, melainkan ulama atau tokoh-tokoh agama. Tidak
usah terlalu dalam dan neko-neko mengikuti ajaran baru dan sebagainya. Kalau tidak mengerti, seyogyanya bertanya dan belajar kepada yang paham, agar kita selamat,” pungkasnya.n ydh
Radikalisme: Perilaku Destruktif Nahdhatul Ulama (NU) Tuban memandang radikalisme merupakan perilaku destruktif, harus dicegah oleh setiap orang yang beragama. Gus Wafa. (ydh)
P
erilaku ini ada hampir di semua agama. Namun, karena di Indonesia mayoritas beragama Islam, sehingga terasanya tindakan radikalisme banyak dilakukan oleh pemeluk agama Islam. Demikian disampaikan Ketua Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Tuban melalui Katib Syuriah, Kiai Ahmad Syariful Wafa, M.Pd.I. Menurut Gus Wafa, sapaan karibnya, radikalisme terjadi karena tiga hal, karena kedangkalan pengetahuan agama, masalah keadilan dan ekonomi. Rata-rata perilaku radikalis berasal dari orang-orang yang secara ekonomi kurang mapan. Bisa juga dari kalangan inferior dari sisi pendidikan sehingga mereka sulit keluar dari persoalan kemiskinan, ketidaktahuan, serta ketidakadilan yang dirasakan. Akibatnya, keluar dari berbagai permasalahan tersebut dengan caranya diri. “Misalnya, karena merasa miskin, mereka langsung tertarik ketika diberi janji surga kalau meninggal kelak, atau anak istri dijamin hidupnya. Kalau dia tidak miskin, pasti tidak tertarik,” ujarnya. Laki-laki berkumis ini, menyatakan, NU sangat prihatin dengan merebaknya paham-paham radikal,
No. 229 n Mei 2017
baik radikal agama maupun ultra liberal, sehingga dikhawatirkan meredupkan sikap moderat yang menjadi karakteristik masyarakat Indonesia. Bagi jam’iyah NU, Islam yang diusung adalah Islam yang rahmatan lil ‘alamin, yaitu Islam yang ramah, tasamuh (toleran) dan tawadhu. Karenanya, NU sebagai salah satu organisasi masyarakat (Ormas) Islam terbesar di Indonesia, harus membantu umat Islam keluar dari masalah-masalah tersebut. Beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mengantisipasi dan menangkal paham-paham tersebut, yakni melalui dakwah, kegiatan sosial dan pemberdayaan ekonomi. Tersirat di dalamnya kehendak untuk membangun kemandirian umat, mengurangi kesenjangan sosial ekonomi, dan memperkuat ajaran ahlussunah wal jamaah yang moderat toleran dan menjauhi kekerasan, berkeadilan dan berkeadaban. Gus Wafa, menerangkan, pentingnya penguatan dakwah agar mewujudkan budaya dan peradaban yang beradab, toleransi, harmoni dan cinta damai. Langkah-langkah afirmasi nilai-nilai ahlussunah wal jamaah an-nahdliyah sekaligus untuk menegasi paham-paham radikal di masyarakat terutama melalui program kaderisasi yang intensif. “Penguatan itu bisa dengan so-
sialisasi, ada kaderisasi ulama melalui Ponpes, pengajian kitab, maupun pengajian umum. Untuk membuka wawasan, bisa melalui ijtima’, jamaah tahlil dan manakib. Intinya, semua lahan digunakan untuk menyosialisasikan ajaran islam yang ramah dan toleran,” ucapnya. Hal lain yang juga harus mendapatkan perhatian NU, bidang sosial, meliputi pelayanan sosial melalui zakat, infaq dan shodaqoh. Kegiatan sosial dianggap penting untuk mewujudkan empati kepada mereka yang termarginalkan secara sosial. Seterusnya, bidang pemberdayaan ekonomi. Kegiatan ini untuk menggelorakan jiwa kewirausahaan di kalangan nahdliyin dan pengembangan ekonomi syariah dengan tujuan jangka menengah dan panjang guna membentengi umat dari dominasi kapitalisme glogal. Kegiatan ini sekaligus mempraktekkan semangat pluralitas di bidang ekonomi antara yang kaya dengan yang miskin. Sinergi yang baik antara mereka yang kuat secara ekonomi dengan yang lemah, semata-mata demi kemaslahatan bersama. “Kita harus membantu umat Islam keluar dari tiga masalah tersebut. NU mengerahkan seluruh kemampuan, berjuang sepanjang hayat. Terpenting, jika berbicara mengenai agama, masyarakat harus mau bertanya pada ulama. Sangat tidak disarankan mengambil kesimpulan sendiri. Kalau ikut dan tidak menjauh dari ulama, Insya Allah persoalan yang ada bisa diminimalisir,” pungkasnya.n ydh
13
L APORAN UTAMA
K
etua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Tuban, Nurul Yakin, S.H, mengatakan, radikalisme adalah paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan dengan cara kekerasan, terutama di bidang sosial dan politik. Ada anggapan bahwa radikalisme dilakukan satu agama tertentu, padahal paham ini bisa masuk ke semua agama. Aksi kekerasan selama ini mayoritas dilakukan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan agama dengan menyalahartikan pengertian atas nama jihad. Semua aksi kekerasan atas nama agama sangat tidak dibenarkan, baik menurut hukum agama maupun negara, tutur Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama Tuban ini. Semua agama, khususnya Islam, tidak pernah mengajarkan radikalisme. Pak Nurul, sapaan akrabnya, mengutip Al-Qur’an Surat Ali Imran Ayat 104 yang menyebutkan: “Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orangorang yang beruntung”. Alumni Kulliyatu al-Mu’allimin al-Islamiyyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) ini, menyebutkan, Islam datang dengan prinsip kasih sayang, sebagai rahmatan lil ‘alamin. “Seringkali amar ma’ruf nahi mungkar dimaknai dengan radikal. Islam tidak memperbolehkan caracara yang merusak. Jadi, harus dibedakan antara kelompok radikal maupun kelompok yang ingin menegakkan kebenaran dan keadilan dengan cara-cara yang santun namun distigma negatif,” tandasnya. Ketua Ikatan Notaris Indonesia Daerah Tuban ini, mengatakan, radikalisme tidak bisa dilawan dengan kekerasan karena yang dihadapi masalah paham dan pemahaman, sehingga harus ditangani dengan pemahaman ke jalan yang benar.
14
Islam Jauh Dari Radikalisme wujudkan keadilan dan kesejahteraan masyarakat. Caranya, memberikan pendidikan yang baik dan membuka peluang usaha sehingga kemakmuran semakin merata. Sangat penting juga menumbuhkan rasa nasionalisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Bapak empat anak ini, menjelaskan, Muhammadiyah ikut aktif berperan dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa di berbagai bidang, antara lain, pendidikan, kesehatan, sosial, politik dan ekonomi. Dalam menangkal radikalisme, Muhammadiyah aktif melakukan sosialisasi memberikan pemahaman tentang ajaran Islam. Revitalisasi di Ranting Muhammadiyah menghidupkan Dakwah Jama’ah. Pak Yakin. (ydh)
Bapak yang pernah menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya ini, menyebutkan pandangannya tentang penyebab radikalisme, yaitu pandangan ideologis, politik, pendidikan, serta ketidakadilan dalam segala bidang, terutama ekonomi. Pak Nurul, berpandangan, sudah saatnya negara melibatkan organisasi masyarakat (Ormas) Islam dalam meluruskan paham radikal. Radikalisme tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah dan aparat keamanan saja. Melibatkan Ormas seperti Muhammadiyah dan NU adalah langkah yang bijaksana dalam mengikis pandangan ekstrim dan membentengi lingkungan masing-masing terhadap paham radikal. Pemerintah menggandeng Ormas juga memelihara iklim toleransi. Apalagi, tokohtokoh agama memiliki andil saling mengingatkan dan mengajak kepada kebaikan. Disamping itu, pemerintah juga berusaha semaksimal mungkin me-
Bendung radikalisme Tidak mudah membendung radikalisme, proses yang dilalui bisa jadi terjal dan berliku. Namun, tidak ada yang mustahil apabila seluruh lapisan masyarakat berperan di dalamnya. Teringat, ketika Rasulullah berdakwah menyampaikan risalah Islam dalam jangka waktu yang lama. Bahkan, untuk mengubah kondisi masyarakat pada masa itu dilakukan dengan cara yang santun tanpa menimbulkan gejolak. Dicontohkan, untuk menyatakan khamr, yang lekat dengan masyarakat Jahiliyah itu haram, harus melalui beberapa tahapan. Dimulai dari pernyataan bahwa khamr itu mudharatnya besar meskipun ada manfaatnya. Selanjutnya, dalam keadaan mabuk shalatnya tidak diterima. Setelah itu baru dinyatakan khamr itu haram. “Mengingat tantangan yang semakin besar, melalui pesan-pesan moral Muhammadiyah terus mengawal peradaban bangsa menjadi semakin baik,” ujar Notaris yang bermotto “Hidup untuk Ibadah”.n ydh
No. 229 n Mei 2017
L APORAN UTAMA
Kokohkan Empat Pilar Kebangsaan
A
ntisipasi paham radikal dan terorisme dapat dilakukan melalui pemahaman generasi muda terkait bahaya paham tersebut. Pelaku selalu membidik generasi muda sebagai sasaran, karena mereka relatif rentan dan dalam proses mencari jati diri. Drs. Hari Sunarno, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tuban, menyatakan, pemahaman harus dilakukan sejak dini. Sebenarnya, yang utama, ketahanan keluarga. Jika keluarga rentan, dapat putraputri mereka tertarik. Sosialisasi juga dapat dilakukan pemerintah. Tetapi, peran keluarga dalam membentengi pengaruh paham radikal sangat dibutuhkan. Kesbangpol akan menyelenggarakan program bela negara. Program bela negara dilaksanakan pada setiap kesempatan, baik di sekolah maupun luar sekolah. Tujuannya, mengokohkan nilai-nilai kebangsaan, juga dalam kaitan menanggulangi paham radikal. Diuraikan oleh Pak Hari, sapaannya, bahwa paham radikal dan terorisme bisa berasal dari internal, eksternal dan kultural. Internalnya bisa dari masalah kemiskinan, ketidakadilan dan kecewa kepada
Pak Hari. (ydh)
pemerintah. Sementara, faktor eksternal, dikarenakan ketidakadilan global dan politik luar negeri yang arogan. Adapun faktor kultural, lantaran pemahaman sempit tentang kitab suci, terutama Al-Qur’an yang ditafsirkan secara bebas. “Keterbukaan politik terkadang dimanfaatkan untuk membawa ideologi baru yang justru bisa membahayakan integrasi bangsa. Begitu pula dengan faktor keamanan nasional, masih menjadi tantangan karena munculnya kelompok-kelompok anti NKRI,” katanya. Untuk mencegah munculnya paham tersebut, menurutnya, harus ada penguatan wawasan kebangsaan dan nasionalisme. Harus dilakukan seluruh elemen bangsa karena merekalah aktor-aktor yang diharap-
kan melawan paham radikalisme secara langsung. Jika nasionalisme dan wawasan kebangsaan masyarakat Indonesia kuat, paham itu sulit masuk ke Tanah Air. Pak Hari mengingatkan pentingnya empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Empat pilar itu belum dipahami secara menyeluruh dan malah luntur dalam pelaksanaan serta pengamalannya di kehidupan masyarakat sehari-hari. Berdasarkan kesepakatan luhur para pendiri bangsa, Pancasila adalah pondasi bangsa Indonesia, harus dijadikan penuntun dalam mencapai tujuan bersama yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia yang berketuhanan. Terkait radikalisme yang akhirakhir ini membawa nama agama, Pak Hari, menyebutkan, Tuban memiliki Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Melalui FKUB dapat dijadikan ujung tombak menangkal paham di atas. Ke depan, diharapkan ada FKUB di tingkat Kecamatan. “FKUB dapat menguatkan antar umat beragama. Patut disyukuri, Bumi Wali sangat kondusif, jangan dinodai oleh tindakan intoleransi,” tuturnya.n ydh
Indonesia Bukan Negara Islam Indonesia adalah negara kesatuan, bukan negara Islam. Ini kesepakatan. Allah akan meninggalkan bangsa ini jika komponen bangsa mengkhianati kesepakatan yang telah dibuat. Bu Nyai Chodidjah Wakhid. (ydh)
DEMIKIAN dinyatakan Hj. Lily Chodidjah Wahid, pada peringatan Isra’ Mi’raj di Pendopo Krido Manunggal Tuban. Perempuan yang akrab disapa Bu Nyai ini, mengingatkan, Pancasila adalah ideologi dasar Indonesia. Namun, eksistensinya semakin menurun. “Sampai-
No. 229 n Mei 2017
sampai ada yang membuat guyonan, Sila pertama Pancasila adalah Keuangan Yang Maha Kuasa bukan Ketuhanan Yang Maha Esa. Mari kita kembali pada kesepakatan,” serunya. Adik kandung mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini, menuturkan, kita harus meng-
15
E SAI ingat sejarah. RI yang didirikan para Bapak Bangsa dalam perjalanannya beberapa kali dihantam badai. Misalnya, sebelum Pemilu I tahun 1955, saat menganut parlementer, pemerintahan dan kabinet mudah direshuffle. Begitu seterusnya sampai akhirnya Allah memberi ujian pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) tahun 1965, yang sudah didahului dengan pemberontakan tahun 1948. Selanjutnya, perjalanan dari persiapan kemerdekaan sampai dengan Indonesia merdeka, 17 Agustus 1945, hingga disahkannya Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Ditegaskan, inti Pancasila tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 yang merupakan kelanjutan dari Piagam Jakarta. Dalam paragraf keempat Piagam Jakarta yang isinya memuat rumusan dari hukum dasar Negara Republik Indonesia, terdapat kalimat: Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari'at Islam bagi pemeluk-pemeluknya, menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan-perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Mengingat Indonesia terdiri dari berbagai suku, umat Islam berkontribusi sangat besar dengan mengorban-
kan beberapa kata dalam sila pertama menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa. Bu Nyai, mengimbau, agar kita tidak ambil pusing jika ada sekelompok orang yang mengatakan bahwa Indonesia adalah negara Islam. Karena sudah bukan masanya lagi meributkan hal tersebut. Tugas kita menggapai sila kelima Pancasila karena masalah utama yang dihadapi ketidakadilan, lemahnya penegakan hukum dan kesenjangan sosial ekonomi. Pemerintah diharapkannya mengatasi hal ini guna mewujudkan kesejahteraan rakyat, mengingat radikalisme, intoleransi, bahkan terorisme bisa dipancing kemunculannya oleh ketidakadilan dan kesenjangan. Produk Nasional Bruto (Gross National Product/ GNP) Tuban jauh di atas beberapa daerah di Indonesia. Untuk itu, Bu Nyai optimistis kehidupan warga Tuban di bawah kepemimpinan H. Fathul Huda bisa barokah karena sejahtera lahir batin, baik dari sisi ekonomi maupun rohaninya. “Saya yakin Tuban jauh dari gangguan terorisme, karena antara satu dengan yang lainnya saling mengingatkan dan menjalankan ahlussunnah wal jamaah secara konsisten,” ucap bungsu dari lima bersaudara putri pasangan KH. Wahid Hasyim dan Hj. Sholehah ini.n ydh
“Boyongan” Jika mendung hitam sudah di atas kepala, jangan larang hujan untuk membasah bumi; Jika angin kencang telah bertiup, jangan larang daun-daun kering untuk berguguran; Jika di dalam hati ini sudah mencintai-Nya, Jangan biarkan untuk tidak setia kepada-Nya;
D
emikian yang disampaikan oleh KH. Imron Zawawi dalam memaknai apa yang didawuhkan Kanjeng Sunan Drajad: “Ojo rumongso iso nanging kudu iso rumongso”, yang sempat saya catat pada saat muashabah Sabtu pagi di Mushalla Pendopo Pemkab Tuban, yang tentunya dihadiri dan senantiasa dinantikan segenap pejabat Pemkab Tuban untuk dapat berdialog dengan masyarakat luas, beberapa waktu yang lalu. Intinya bahwa kebahagiaan yang merupakan tujuan hidup kita ini dalam mencapainya harus didasarkan bahwa: “Segala sesuatu yang kita miliki dan yang ada di sekitar kita ini semata-mata milik Sang Maha Penguasa Alam Semesta”. Saya tak hendak
16
Oleh : Hery Prasetyo (ASN PemkabTuban) mengulas hal itu lebih jauh karena memang keterbatasan pengetahuan dan kemampuan saya.
Rumah Cilik Menthik (=Mungil) yang Sederhana Dari ungkapan kebahagiaan itulah saya ingin memaknai ‘boyongan’(=pindahan) saya ”sakbrayat” (=keluarga besar) ke rumah yang baru beberapa saat yang lalu. Boyongan ke rumah cilik menthik yang baru … RSSSSSSS (huruf S-nya 7 lo) … rumah sangat sederhana segala sesuatunya sangat sedikit sekali yang bernomen klatur Dinas Komunikasi dan Informatika atau lebih familiar temen-teman dan sahabat-sahabat saya menyebutnya DKI, sehingga sayapun ”katut” dipanggil Pak Gubernur (bisa-bisanya cah… jayah tenan) sebagai dampak hingar-bingar Pilkada di Ibu Kota. Kesederhanaan dan
No. 229 n Mei 2017
E SAI keterbatasan ini wajar karena segala sesuatu haruslah melalui proses dan penganggaran tidaklah ”sakdeg saknyet” (= serta merta), namun harus terencanakan dengan berpegang pada prinsip yang telah digariskan, yaitu money follow program dan berbasis e-Planning (ngutip pernyataan Bu Rika Kepala Bappeda dan Bu Rini Kepala BPPKAD). Tulisan ini tentunya tanpa bermaksud mendiskripsi segala keterbatasan yang ada pada rumah baru yang saya huni saat ini karena itu tidaklah elok, kata orang Jawa ”sambat sakdurunge mergawe” (= mengeluh sebelum berkarya). Peristiwa boyongan ke rumah baru ini juga saya alami 2 atau 3 tahun yang lalu saat Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (sekarang Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja) terbentuk. Ada kesamaan yang menonjol dari kedua peristiwa boyongan itu, yaitu ”brayat” saya yang ikut boyongan sebagian besar relatif masih muda usia namun ”militant” dalam tanggung jawab terhadap pekerjaan, hal ini patut saya syukuri dan saya banggakan, paling tidak demikian yang saya rasakan selama 3 bulan ”srawung” (= bergaul) dengan kolega saya itu. Optimis itu Perlu Tentu militansi dari brayat saya itu jauhlah dari rumongso iso tetapi lebih pada keinginan untuk iso rumungso dengan senantiasa belajar sebagai upaya meningkatkan kapasitas atau kompetensi personal. Betapa tidak, namanya Dinas Komunikasi dan Informatika, janganlah dibayangkan bahwa brayat saya adalah kumpulan ahli komunikasi dan informatika, tidaklah demikian, hanya beberapa orang saja yang berkompetensi sarjana komunikasi dan informatika. Tetapi, jalan keluar selalu ada, selain diberikan kesempatan untuk memanfaatkan tenaga non ASN juga disediakan anggaran untuk memanfaatkan tenaga ahli so … tidak kalah penting yang membuat saya optimis di rumah baru ini adalah keikhlasan saudara-saudara saya para Relawan TIK untuk membantu apabila kami perlukan. Strategis, Keren dan Gaul Sungguh menarik dan sungguh menantang tinggal di rumah baru ini, tugasnya erat dengan dunia maya (bukan mbak Maya yang temennya mbak Asri dan mbak Umi Bappeda serta kenalan saya dan Pak Sekda lo …) yang sangatlah pesat berkembang. Selain terkait dengan pemberdayaan dan pengembangan teknologi informatika tugas yang lain adalah terkait dengan integrasi data dan keamanan informasi serta informasi dan komunikasi publik (termasuk pengelolaan LPSE, Website Pemkab dan LPPL Radio Pradya Suara). Tugas dan fung-
No. 229 n Mei 2017
si itu sungguh strategis (juga keren dan gaul) sesuai dengan kewenangan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat yang termasuk urusan wajib yang harus diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah. Strategis karena memang ke depan adalah era telekomunikasi dan teknologi informatika tentu selain tugas pokok dan fungsinya mencakup masyarakat luas. Keren dan gaul karena memang harus mengkuti kekinian seiring berkembangnya teknologi yang sangat pesat. Menggantung Cita-cita seperti Susan (Ria Enes) Di rumah kecil yang sederhana ini kami sakbrayat tentunya boleh toh mempunya icita-cita tinggi, seperti cita-cita Susan yang ingin menjadi Insinyur atau Dokter yang bisa “enjus-enjus” nyuntik pasien, untuk sumbangsih pada Bumi Wali yang kita cintai bersama ini. Lima tahun ke depan ingin rasanya kami sakbrayat menggantung cita-cita tinggi untuk dapat menjembatani terwujudnya kota cerdas atau lebih populernya mewujudkan smart city, yaitu konsep pengembangan dan pengelolaan tata kota dengan memanfaatkan TIK (Smart Computing) dengan tujuan sebagai upaya untuk dapat melakukan pemantauan dan pengendalian berbagai sumber daya yang ada di suatu lokasi dengan lebih efektif dan efisien, sebagai upaya optimalisasi pelayanan kepada masyarakat dan sebagai upaya untuk dapat memberikan informasi tepat guna secara real time serta tentu untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Tidak “Katrok” OPD-OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di Kabupaten Tuban tidaklah “katrok” atau tertinggal memanfaatkan TIK dalam mewujudkan kebersamaan untuk membangun e-Government yang merupakan bagian terpenting dalam melaksanakan paradigma baru pembangunan yang transparan, akuntabel, efisien, efektif dan tidak diskriminatif, sebagaimana makna utama pengembangan smart city. Aplikasi-aplikasi pelayanan kepada masyarakat sudah banyak dibangun dan dikembangkan walaupun belum terangkai dalam satu sistem, jaringan telekomunikasi untuk pelayanan sudah dan akan terus dikembangkan sampai Kecamatan dan Desa. Maka, dengan tekad yang bulat dari rumah mungil nan sederhana, tentu ikut seiring berderap langkah bersama OPDOPD kami sakbrayat mudah-mudahan mampu lima tahun ke depan mewujudkan kota cerdas sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat Tuban. Semoga…!!!n (Tuban, Awal April 2017)
17
K ESEHATAN
D
irektur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R. Koesma Tuban melalui Kepala Sub Bagian Hukum dan Humas, Siswanto, S.H, mengatakan, segala bentuk pelayanan di RSUD selalu menjadi sorotan berbagai kalangan masyarakat. Untuk itu, pihaknya terus berbenah diri dalam meningkatkan mutu layanan dan menambah fasilitas guna memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Pak Sis, sapaan akrabnya, menjelaskan, visi RSUD menjadi pusat rujukan dan pelayanan kesehatan yang profesional dengan mengutamakan kepuasan dan keselamatan pasien. Misinya meningkatkan pelayanan yang berorientasi pada mutu dan keselamatan pasien, kompetensi dan kesejahteraan sumber daya manusia, sarana prasarana dan peralatan yang canggih dan berkualitas sesuai dengan standar, serta menyelenggarakan pengelolaan rumah sakit secara transparan, akuntabel, efisien dan efektif. Secara manajemen, lanjutnya, atas tuntutan itu rumah sakit berupaya meningkatkan mutu pelayanan yang arahnya pada kepuasan pelanggan dengan melakukan penataan organisasi, sumber daya manusia, sarana prasarana medis dan non medis. Yang terbaru, RSUD mengoperasionalkan gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) Trauma Centre yang telah diresmikan Bupati Tuban beberapa waktu lalu. IGD tersebut diperuntukkan bagi penanganan trauma pada pasien yang emergency, seperti pada kasus kecelakaan, ibu hamil, maupun kondisional penyakit tertentu yang membutuhkan pelayanan segera. Selanjutnya, menurut rencana, bangunan IGD lama akan difungsikan sebagai ruang Pelayanan Obste-
18
Utamakan Mutu dan Keselamatan Pasien tri Nenonatal Emergensi Komprehensif (PONEK). Ruang tersebut, katanya, akan dilengkapi Pak Sis. (ydh) dengan ruang operasi, ruang radiologi, laboratorium, dan farmasi. Keberadaan PONEK dimaksudkan untuk pelayanan kedaruratan pada maternal dan neonatal, yang sangat berperan dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi baru lahir. Dituturkan, layanan rawat jalan, rumah sakit yang terletak di depan Polres Tuban ini, akan membuka poli anestesi untuk konsultasi kasuskasus yang membutuhkan anestesi, misalnya ketika akan operasi. Sedangkan untuk menangani kasuskasus kejiwaan, tersedia poli jiwa yang buka setiap hari Sabtu bekerja sama dengan Rumah Sakit Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Pihaknya juga sudah menambah dokter penyakit syaraf guna memberikan pelayanan prima pada pasien. Laki-laki kalem ini, menerangkan, rumah sakit daerah tipe B ini sudah memiliki instalasi patologi anatomi. Ke depan, akan dibedakan antara instalasi patologi anatomi dan instalasi patologi klinik untuk penyakit pasien. Patologi anatomi merupakan spesialisasi medis yang berurusan dengan diagnosis penyakit berdasarkan pemeriksaan kasar, mikroskopik, dan molekuler atas organ, jaringan, serta sel. Biasanya untuk kanker payudara, pemeriksaan kelenjar dan sebagainya. Sementara, patologi klinik penekanannya pada diagnosis, pemulihan, dan pencegahan berbagai jenis penyakit.
Mengingat respon masyarakat cukup bagus, tahun ini pembangunan Graha Aryo Tejo (GAT) untuk kelas B VIP dan VVIP juga akan dilanjutkan. Dari yang semula hanya 30 ruang akan ditambah 50 ruang sehingga totalnya mencapai 80 ruang. “Kami sudah menyiapkan skala tarif akomodasi di bawah tarif GAT saat ini. Dengan lebih murah, fasilitas sama, hanya ruangannya agak kecil,” tandasnya. RSUD yang memiliki motto peduli dan ramah ini juga merencanakan gedung empat lantai untuk Instalasi Perawatan Intensif Terpadu (IPIT). Nantinya, ruang High Care Unit (HCU), Intensive Care Unit (ICU) dan Intensive Coronary Care Unit (ICCU), yang dulunya berada di lokasi yang berbeda-beda, akan ditempatkan dalam satu gedung yang sama. RSUD dr. Koesma juga memiliki peralatan canggih, seperti laparoscopi (alat bedah), phacoemulsivikasi (alat operasi mata katarak), mikroskop (untuk operasi mata), alat bedah saraf, peralatan laboratorium, penyakit saraf 32 channel (electro encepalographi), CT scan, dan eco cardiografi (alat USG untuk mengetahui fungsi jantung). Penambahan sarana dan prasarana itu ditindaklanjuti pula dengan penambahan SDM. Untuk itu, merekrut 78 pegawai baru non Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang profesional dan ahli di bidangnya. Mereka terdiri dari tenaga medis termasuk di dalamnya dokter dan perawat, serta pegawai non medis yang meliputi penunjang dan bagian adminstratif. “Penambahan pegawai ini sesuai falsafah RSUD yakni mengabdi dan melayani dengan ikhlas ,” ujarnya optimistis.n ydh
No. 229 n Mei 2017
Bupati Beri Penghargaan
Kapolres dan Dandim sama-sama menjaga keamanan Bumi Wali. Selain itu, juga harus mengantisipasi pengaruh dari luar Tuban yang mengarah pada paham radikal. “Seluruh masyarakat harus lebih waspada. Utamanya, mengenai paham-paham yang tidak sesuai, harus kita tangkal bersama-sama," kata Pak Huda. Diharapkan tokoh agama, tokoh masyarakat, untuk lebih waspada terhadap pemahaman ajaran agama yang menyimpang. Mereka harus berani menyosialisasikan bahwa radikalisme adalah ajaran yang sesat.
Dari kiri: Pak Bupati, Kapolres, Dandim dan Kapolda. (kdg)
B
upati Tuban, H. Fathul Huda, mengapresiasi kesigapan dan kecepatan Polisi-TNI dalam menghadang aksi terorisme di wilayah Kabupaten Tuban. Atas reaksi cepat ini, pemimpin Bumi Wali itu memberikan Piagam Penghargaan kepada Kapolres Tuban, AKBP Fadly Samad, SH, S.IK, MH dan Komandan Kodim (Dandim) 0811 Tuban, Letkol Inf Sarwo Supriyo, yang membantu penghadangan aksi terorisme. Penghargaan diserahkan bersamaan dengan kunjungan kerja Irjen Pol Machfud Arifin, Kapolda Jawa Timur (Jatim), ke Polres Tuban, 12 April lalu. Dalam sambutannya, Pak Bupati, mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polri dan TNI yang sigap dalam melakukan penanganan aksi terorisme yang sempat membuat panik masyarakat Kecamatan Jenu, serta masyarakat Kabupaten Tuban. Selain itu, juga menghebohkan pemberitaan di media nasional. "Kami sangat mengapresiasi kesigapan anggota Kepolisian dan TNI dalam menanggulangi aksi terorisme. Ternyata, Tuban yang sudah kondusif seperti ini, masih rawan sasaran teroris," tutur Pak Huda, sapaan Bupati Tuban. “Semoga, aksi terorisme dan radikalisme itu yang pertama dan terakhir di Kabupaten Tuban,” tambahnya. Pak Bupati juga mengapresiasi bahwa terror tersebut tidak membawa korban, baik dari anggota Polri maupun TNI serta warga sekitar kejadian. Pak Huda mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Tuban agar
No. 229 n Mei 2017
TINGKATKAN KEWASPADAAN Kapolda Jatim mengimbau, pasca aksi terorisme di Tuban, agar Polri dan TNI sama-sama meningkatkan kewaspadaan, utamanya bagi para anggota yang bertugas di lapangan, atas aksi yang terus bermunculan akhir-akhir ini. Semua elemen harus waspada, bahkan kita tak pernah menyangka, di kota yang sudah kondusif seperti Tuban aksi terorisme dapat terjadi. Kapolda berharap hubungan antara Pemkab Tuban, Polres dan Kodim selalu terjaga dengan baik dan selalu menjaga kondusifitas. BANTUAN PASANGAN KUSMEN-MARSUTI Sebelumnya, sebagai sebuah bentuk simpati kepada pemilik lahan jagung di Desa Suwalan, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, yang menjadi area penyergapan terduga teroris 8 April lalu, Pemkab Tuban melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan memberikan bantuan kepada pasangan suami istri Kusmen dan Marsuti. Bantuan berupa pemberian bibit jagung, pupuk dan uang tunai, dengan tujuan agar pemilik lahan bisa bertani kembali setelah rusaknya tanaman jagung miliknya. Murtadji, S.Pi, MM, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tuban, menyampaikan, bantuan diberikan sebagai wujud kepedulian Pemkab Tuban atas kejadian yang merusak lahan jagung milik petani akibat aksi terorisme. Semoga, bantuan bisa bermanfaat, dan dan digunakan untuk bertani lagi. Hadir dalam acara pemberian bantuan, Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Tuban, Drs. Agus Wijaya, juga jajaran Muspika Kecamatan Jenu serta Perangkat Desa Suwalan.n kdg
19
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban berkomitmen membentuk generasi sehat, cerdas dan berkarakter. Untuk menunjang pembentukan generasi di atas diperlukan asupan makanan yang bergizi bagi anak usia dini, selain buah dan sayur juga dibutuhkan asupan gizi dari ikan dan telur serta susu.
“
Namun, masyarakat di desa masih ada yang makan hanya dengan nasi dan minum air putih karena tidak ada uang untuk membeli makanan selain beras. Ini jelas fenomena yang harus diselesaikan,’’ tutur Bupati Tuban, H. Fatchul Huda, saat memberikan sambutan pada acara Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) dan Gerakan Makan Telur dan Minum Susu Putra-Putri Indonesia (Gemarampai) tahun 2017 di Pendopo Krido Manunggal. Dikatakan oleh Pak Bupati, untuk mengetahui sejauh mana perkembangan anak dalam esensi makanan, harus disesuaikan dengan usia anak. Karena, tanpa pemberian makanan yang bergizi, anak akan terganggu pertumbuhannya, baik fisik maupun mentalnya. Para guru dan orang tua, papar Pak Huda, sapaan Bupati Tuban, harus mengetahui cara pemberian gizi yang sehat bagi anak-anak pada setiap tahapan perkembangan anak. Hal tersebut agar dirtindaklanjuti setelah mengetahui makanan itu sehat atau tidak sehat. Nantinya, akan ada Satuan Tugas (Satgas) yang menyoroti tentang makanan-makanan yang dijual di sekolah-sekolah. Protein hewani, yang mencakup produk perikanan dan peternakan memiliki manfaat yang cukup besar dalam membangun ketahanan pangan maupun menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang sehat dan cerdas. Perbaikan gizi, yang didasarkan pada pengolahan
Bu Hj. Qodriyah bersama para koki kecil. (kdg)
Komit Tumbuhkan
Generasi Cerdas dan Berkarakter kebutuhan protein, memiliki kontribusi sekitar 50 persen dalam pertumbuhan ekonomi negara-negara maju. Sayangnya, konsumsi protein hewani di Indonesia masih relatif rendah dibanding Negara-negara Asean lainnya. TINGKAT KOMSUMSI Selama ini, perbandingan tingkat konsumsi daging nasional sebesar 0,0549 Kg per Kapita per Tahun, Jawa Timur (Jatim) 9,62 Kg per Kapita per Tahun, sedangkan Kabupaten Tuban sebesar 13,91 Kg per Kapita per Tahun. Konsumsi daging di Kabupaten Tuban jauh di atas nasional, hal ini merupakan kewajaran mengingat Jatim, khususnya Kabupaten Tuban, merupakan gudang ternak nasional. Untuk konsumsi telur nasional sebesar 18,846 Kg per Kapita per Tahun, Jatim 8,07 Kg per Kapita per
Tahun dan Kabupaten Tuban hanya 5,56 Kg per Kapita per Tahun. Sedangkan konsusmsi susu nasional sebesar 7,613 Kg per Kapita per Tahun, Jatim 10,60 Kg per Kapita per Tahun, dan Kabupaten Tuban hanya 0,054 Kg per Kapita per Tahun. Sementara, untuk konsumsi ikan nasional sebesar 40,90 Kg per Kapita per Tahun, dan Kabupaten Tuban 32,93 Kg per Kapita per Tahun. “Konsumsi telur, susu dan ikan Kabupaten Tuban di bawah rata-rata nasional. Ini akibat lemahnya daya beli masyarakat. Namun, saya yakin seyakin-yakinnya kalau masyarakat masih mampu membeli susu dan telur,” kata Pak Huda. TULARKAN RESEP Pak Bupati juga meminta kepada para pemenang Lomba Cipta Menu dan Kreasi Menu menularkan resepnya, karena kurangnya makan
No. 229 n Mei 2017
ikan disebabkan pula oleh olahan yang monoton. Adapun kegiatan diharapkan menjadi awal peningkatan status gizi putra-putri Indonesia untuk mem-
bangun generasi yang mumpuni, unggul dan berkualitas. Disamping itu, memberikan motivasi kepada masyarakat, khususnya anak-anak agar mengonsumsi makanan yang
randmaster (GM) Catur Termuda Indonesia, Susanto Megaranto, menunjukkan aksinya melawan 20 anak di selasela kegiatan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) dan Gerakan Makan Telur dan Minum Susu Putra-Putri Indonesia (Gemarampai) 2017 di Pendopo Kridho Manunggal.
G
bergizi, berimbang, beragam, aman dan berkualitas, dengan memanfaatkan bahan baku lokal yang murah dan mudah didapat.n kdg
GM Catur
Ramaikan Gemarikan dan Gemarampai ikan, telur serta minum susu, agar anak kita cerdas. Selain meningkatkan gizi di kalangan anakanak, gemar makan ikan, telur dan minum susu juga diproyeksikan dapat menggairahkan wira usaha di bidang perikanan dan peternakan. Bukan hanya mencetak generasi cerdas, tetapi juga meningkatkan ekonomi nelayan dan peternak.
Catur bikin anak cerdas. (kdg)
Dikatakan, kegiatan di atas merupakan salah satu upaya dalam memotivasi anak agar gemar bermain catur. Permainan ini murah dan mudah dimainkan dimanapun. Meski bukan olahraga po-pular, tetapi catur berkembang dan membuat anak menjadi cerdas, kata Om Santo, sapaannya. Pecatur ini memperoleh gelar GM di usianya yang ke-17 Tahun. Kehadiran GM Catur Termuda Indonesia ini diharapkan menjadi inspirasi bagi anak-anak Kabupaten Tuban dalam mengasah kemampuannya serta ikut memajukan percaturan Indonesia. Dengan pendampingan dan terbukanya kesempatan, diyakini anak-anak dapat memperjuangkan cita-cita dan keinginan mereka untuk maju. Terpenting lagi, menurut Pecatur berusia 29 tahun ini, memberikan konsumsi makanan yang bergizi kepada anak-anak. “Butuh strategi serta focus agar anak-anak mengonsumsi makanan bergizi. Makanan bergizi bisa didapatkan dari Ikan, telur dan susu,” ujar Om Santo. GAIRAHKAN WIRA USAHA Bupati Tuban, H. Fathul Huda, yang hadir pada kegiatan di atas, mengungkapkan, dengan makanan bergizi dapat menjadikan anak sehat, cerdas dan berkualitas. Oleh karena itu, harus dibiasakan makan
No. 229 227 n Mei Maret 2017 2017
IBU YANG MAHIR Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Nasional (Forikan) Kabupaten Tuban, Hj Qodiriyah Fathul Huda, menjelaskan, bahwa, status gizi anak bisa diakibatkan beberapa faktor, diantaranya asupan zat-zat makanan yang masuk ke dalam tubuh. Anakanak usia sekolah dasar, yang masih dalam masa pertumbuhan, membutuhkan asupan nutrisi yang sesuai melalui makanan dan minuman. Ditambahkan oleh Ibu Qodiriyah, bahwa pemberian makanan bergizi pada anak usia dini sangat penting, karena tanpa pemberian makanan yang bergizi, pertumbuhan anak baik fisik, maupun mental bisa terganggu. Kepada jajaran di bawahnya, istri tercinta Bupati Tuban ini, yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tuban, menghimbau agar menjadi ibu yang mahir dalam menyiapkan menu olahan ikan dan daging di keluarganya. Karena, sehat dan tidaknya anggota keluarga sangat ditentukan oleh makanan yang ada. “Sebagai ibu harus mampu memberikan makanan yang baik dan bergizi bagi keluarganya,” tutur Ibu 4 orang anak ini. Rangkaian acara Gemarikan dan Gemarampai 2017 diawali dengan Lomba Cipta Menu Ibu PKK dari 20 Kecamatan. Dilanjutkan, Lomba Masak Ikan oleh 20 Kelompok Sekolah Dasar (SD) dan Pameran Produk Perikanan. Lebih dari itu, dilakukan pembagian paket gizi kepada 1.500 anak SD.n kdg
21
Pak Wabup:
Tumbuhkan Kesiapsiagaan Bencana Menurut kajian risiko yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BPBN) di Tahun 2013, Nilai Indeks Risiko Bencana (NIRB) di Kabupaten Tuban mencapai angka 175. Bahkan, menurut Wakil Bupati (Wabup) Tuban, Ir. H. Noor Nahar Hussein, M.Si, Kabupaten Tuban menempati urutan ke-145 dari 496 Kabupaten/Kota se Indonesia yang berstatus rawan bencana.
bencana yang bisa terjadi kapan saja.
Pak Wabup.
“
Artinya, Tuban termasuk salah satu wilayah yang mempunyai risiko bencana cukup tinggi,” ujar Pak Wabup, saat membuka Sosialisasi Pengurangan Risiko Bencana di Kabupaten Tuban Tahun 2017. Dari tahun ke tahun, lanjut Pak Noor, sapaan Wabup Tuban, bencana yang terjadi terus meningkat. Ada berbagai ancaman bencana yang sering melanda Kabupaten Tuban, baik bencana alam maupun bencana non alam. Begitupun bencana yang bersifat hydrometeorology, lebih sering lagi terjadi. Hal ini dikarenakan wilayah Kabupaten Tuban secara geografis dilalui oleh Sungai Bengawan Solo. Maka dari itu, setiap tahun Kabupaten Tuban mengalami bencana banjir. “Bencana hydronic meteorologi yang hampir 80 persen terjadi adalah yang terkait dengan air dan cuaca. Kecenderungan ini akibat anomali iklim secara global,” ujar Pak Wabup. Oleh Karena itu, diimbau menumbuhkan kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi
22
SADAR BENCANA Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban, Joko Ludiyono, mengatakan, tujuan sosialisasi untuk membangun kesadaran bersama, membangun d i alog d an meng emb ang kan jejaring antar pelaku pengurangan risiko bencana, serta sebagai ajang pembelajaran bersama bagi pelaku pengurangan risiko bencana di Kabupaten Tuban. Lebih jauh dihadapan 100 peserta sosialisasi, dijelaskan, bahwa wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) memiliki kondisi geografis, geologis, heterologis dan demografis yang memungkinkan terjadinya bencana, baik yang disebabkan oleh faktor alam, non-alam maupun manusia yang menyebabkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan hidup, kerugian harta benda dan dampak psikologis yang dalam keadaan tertentu dapat menghambat pembangunan. “Tetapi, saat ini, tindak kesiapsiagaan masyarakat Indonesia dalam menghadapi bencana masih rendah dan masih belum memiliki budaya sadar bencana,” imbuh Pak Joko, sapaan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tuban. Kurangnya pemahaman dan
kesadaran masyarakat terhadap karakteristik bencana dan risikonya, kurangnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman yang terjadi di sekitarnya, menurut Pak Joko, karena belum adanya pelatihan secara terpadu dan periodic. Oleh karena itu, menjadi tantangan tersendiri bagi BPBD Kabupaten Tuban untuk meningkatkan pemahaman dan komitmen para stakeholder dan komunitas relawan dalam mendukung gerakan pengurangan risiko bencana di Kabupaten Tuban. “BPBD Kabupaten Tuban terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bencana, sehingga resiko bisa diminimalisir,” katanya HINDARI EGO SEKTORAL Komandan Kodim (Dandim) 0811 Tuban, Letkol Inf. Sarwo Supriyo, yang menjadi narasumber pada kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Korpri kompleks Pendpo Kridho Manunggal tersebut, menjelaskan, dalam hal ini, TNI dan aparat terkait selalu melakukan sinergi dan saling berintegrasi dalam upaya penanggulangan risiko bencana. Jangan sampai menjadi ajang ego sektoral sebab dampaknya akan ada kesenjangan ke depan.n kdg
No. 229 n Mei 2017
K ESEHATAN
Bangun Trauma Centre
Bupati Tuban, H. Fathul Huda, mengapresiasi kerja keras RSUD dr. R Koesma yang selalu berbenah dan melakukan perbaikan. Saat ini, telah banyak membangun infrastruktur penunjang pelayanan kesehatan.
D
ituturkan oleh Pak Bupati, jumlah penduduk setiap tahun mengalami peningkatan, begitupun dengan aneka penyakit juga jumlah orang sakit, plus tuntutan masyarakat yang menginginkan pelayanan prima. Tanpa adanya penambahan infrastruktur rumah sakit, tidak mungkin banyak menerima pasien serta memberikan pelayanan yang optimal. "Tanpa adanya peningkatan infrastruktur dan pelayanan yang profesional, sudah barang tentu tidak bisa mewujudkan pelayanan yang baik, terutama di tengah ber-
No. 229 n Mei 2017
Kunjungi ruangan Trauma Centre. (kdg)
operasi, ruang konservasi untuk perawatan mendesak tidak perlu rawat inap dan bisa menunggu di Trauma Centre," kata dr. Zainul. Pembangunan Gedung IGD ini demi standarisasi pelayanan rumah sakit yang responsif dan berkualitas, terutama pada kasus trauma dan kecelakaan lalu lintas. Selain pembangunan fisik, saat ini pelayanan di RSUD dr R. Koesma telah berkembang baik, dengan jumlah tenaga medis spesialis sebanyak 30 orang, dan 6 tenaga medis spesialis penunjang, serta dapat memberikan 15 pelayanan medis spesialis dan 4 pelayanan medis spesialis penunjang. “Untuk rawat inap, saat ini 293 tempat tidur dengan rata-rata penggunaan tempat tidur (bed occupancy ratio) mencapai 85,6 persen di tahun 2016,’’ ujarnya.
bagai penyakit yang semakin beraneka" ujar Pak Bupati, saat meresmikan Gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) Trauma Centre RSUD dr. R. Koesma. Ditekankan oleh Pak Bupati, bahwa RS di Kabupaten Tuban, terutama milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, tidak hanya dtuntut membangun pribadi-pribadi yang sehat secara lahir, tetapi juga pribadi-pribadi yang sehat secara batin. Dengan mendapat pelayanan yang memuaskan, tentu dapat mempercepat proses penyembuhan. Dengan pengoperasian IGD Trauma Centre, RSUD dr. R. Kosmas diharapkan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Meski demikian, lebih dari itu, keramahan dan pelayanan prima harus menjadi yang utama. Menurut Direktur RSUD dr R Koesma Tuban, dr Zainul Arifin, gedung baru itu untuk menangani penanggulangan traumatik. Sebab, rata-rata kasus trauma didominasi lantaran kecelakaan lalulintas. "IGD tersebut ditunjang kamar
Lanjutkan Pembangunan GAT Lebih optimal lagi, setelah IGD Trauma Cantre diresmikan, RSUD akan melanjutkan pembangunan Gedung Graha Aryo Tejo (GAT) Tahap II. Pembangunan ini sesuai dengan rencana awal, yaitu sebanyak 50 kamar. dr. Zainul mengaku bersyukur, meski pembangunan bersumber dari dana Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) tahun 2017, dengan cara berhutang, pembangunan tetap bisa berjalan. Diharapkan, dengan penambahan 50 unit kamar di Graha Aryo Tejo, dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat Kabupaten Tuban. Apalagi, RSUD telah mengantongi Akreditasi B, sehingga menuntut rumah sakit memberikan pelayanan yang bermutu dan terjangkau. Peresmian Gedung IGD Trauma Centre dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Hadir dalam kegiatan ini, Wakil Bupati Tuban, jajaran Forkopimda, Kepala OPD Pemkab Tuban dan Pimpinan serta Karyawan-karyawati RSUD.n kdg-ydh
23
K ESEHATAN
Lakukan Pemeriksaan IVA ke Desa
Serangkaian kegiatan IVA Test di Jenu.
Kanker serviks atau kanker leher rahim menjadi momok bagi para perempuan masa kini. Di Indonesia, setiap satu jam, satu perempuan meninggal dunia karena penyakit ini.Sayangnya, penyakit ini tidak membedakan mana yang kaya dan mana yang miskin.
H
uman Papilloma Virus (HPV), dalang dibalik penyakit tersebut, bisa menyakiti perempuan berusia subur di manapun. Bagi perempuan miskin yang terlanjur mengidap kanker serviks stadium lanjut, biaya yang harus ditanggung untuk pengobatan tidaklah sedikit. Maka, upaya yang bisa dilakukan setiap perempuan saat ini adalah melakukan deteksi dini. Sebab, layanan ini sudah dijamin dalam program Jaminan Kesehatan Nasional oleh BPJS Kesehatan. Artinya, dapat melakukan deteksi dini secara gratis. Dengan demikian, sejak awal mereka tahu serta bisa mewaspadai kedatangan HPV sebelum tumbuh menjadi kanker serviks. Deteksi dini yang dimaksud
24
adalah pemeriksaan IVA atau Inspeksi Visual dengan Asam Asetat. Pemeriksaan IVA Test (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) Pemeriksaan IVA Test (Inpeksi Visual dengan Asam Asetat), yaitu pemeriksaan skrining kanker dengan cara melakukan pulasan Asam Asetat 3-5% pada serviks. Jika hasil pulasan terjadi perubahan warna “aceto white epithelial” pada serviks, dapat ditegakkan diagnosis adanya lesi pra kanker. Pelaksana IVA Test adalah Perawat/Bidan terlatih IVA terakreditasi, dokter umum dan dokter spesialis. IVA Test merupakan salah satu skrining kanker serviks yang sederhana, praktis, lebih mudah dan terjangkau biayanya, sensitifitas dan spesifikasitasnya cukup tinggi. Adapun persyaratan mengikuti IVA test adalah: a. Sudah pernah melakukan hubungan seksual, b. Tidak sedang haid, c. Tidak sedang hamil, serta d. 24 jam sebelumnya tidak melakukan hubungan seksual. Tempat penyelenggaran IVA Test, yaitu di Puskesmas, Polindes, Puskesmas Pembantu, Rumah Sakit, Bidan Praktek Mandiri yang telah memiliki sertifikat pelatihan IVA Test.
Kunjungan IVA di Puskesmas Jenu Data kunjungan IVA di Puskesmas Jenu menunjukkan peningkatan dari waktu ke waktu. Bahwa, animo masyarakat meningkat dari tahun ke tahun, yang artinya semakin banyak masyarakat yang sadar perlunya pemeriksaan dan penanganan secara dini kanker serviks. Adanya pelayanan IVA pada akhirnya akan menurunkan risiko kematian akibat kanker serviks. Jadwal skrining IVA, menurut WHO Skrining, seharusnya dilakukan pada setiap wanita minimal 1X pada usia 30-50 tahun. Pemeriksaan dilakukan setiap 5 tahun. Di Indonesia, anjuran untuk melakukan IVA bila: hasil positif (+) adalah 1 tahun dan, bila hasil negatif (-) adalah 5 tahun. Pada hasil IVA positif, artinya jika ditemukan ada kelainan pada Tes IVA, yaitu positif pra-kanker (gejala kanker), maka dapat diobati dengan krioterapi, yaitu pengobatan dengan pendinginan (gas dingin) dimana memiliki efek samping yang ringan dan mudah diatasi. Pemeriksaan IVA adalah yang paling murah dan paling cepat. Namun, bukan hal mudah mendorong para perempuan, khususnya perempuan-perempuan di pedesaan, untuk melakukan deteksi dini. Minimnya informasi, sosialisasi, serta edu-
No. 229 n Mei 2017
K ESEHATAN kasi, menjadi penyebabnya. Kalaupun ada upaya-upaya untuk melakukan penyebaran informasi, sosialisasi, serta sedukasi tersebut, harus dibuat strategi yang efektif. Upaya-upaya mendorong perempuan desa untuk melakukan deteksi dini kanker serviks, dengan cara mengadakan penyuluhan dan pemeriksaan IVA ke Desa. Puskesmas Jenu mendekatkan pelayanan IVA ke 17 Desa di Kecamatan Jenu. Selama pelaksanaan program itu, yang dibidik adalah perempuanperempuan usia 30-50 tahun. Dari sekian kendala, yang paling menonjol adalah minimnya pengeta-
huan para perempuan usia subur (PUS), prasangka-prasangka buruk yang muncul dari banyak pihak. Sedang, kalau bukan kita, siapa lagi yang mau mengerjakan misimisi untuk menjauhkan perempuan dari penyakit berbahaya yang mematikan? Lagi pula, karena sasaran yang hendak dibidik adalah para perempuan, jadi kaum perempuanlah yang harus memimpin pelaksanaan program tersebut. Peran Bidan Desa Demi mendorong perempuan melakukan tes IVA, maka peran Bi-
dan Desa, Kader dan PKK, diharapkan mendorong dan memotivasi sebanyak mungkin perempuan usia subur di Desa untuk mengikuti Tes IVA. Tentu saja tidak mudah untuk melakukan hal tersebut. Para perempuan di desa, masih banyak yang takut melakukan tes IVA. Meski demikian, lambat laun ketakutan itu akan luntur dengan seringnya diadakan sosialisasi yang dikemas dalam pertemuan-pertemuan, pengajian dan pertemuan rutin PKK, yang terbukti efektif. Satu persatu perempuan yang semula takut,akhirnya memberanikan diri melakukan tes IVA.n
Disepakati, Tali Asih Dampak “Flare” JOB PPEJ
S
etelah berlarut-larut, akhirnya kesepakan tali asih dampak flare JOB PPEJ disepakati warga Desa Rahayu Kecamatan Soko. Adalah Wakil Bupati (Wabup) Tuban, Ir. H. Noor Nahar Hussein, M.Si, yang memediasi dan memimpin musyawarah antara JOB PPEJ dengan warga Desa Rahayu, serta Perangkat Desa. Dalam musyawarah yang digelar di Balai Desa, JOB PPEJ dengan warga Desa Rahayu menandatangani surat kesepakatan. Isi kesepakatan 7 poin. Pertama, JOB PPEJ memberikan tali asih 4 bulan kepada masyarakat Desa Rahayu sebesar Rp 1.122.400.000, dalam bentuk in kind. Kedua, tali asih diberikan paling lambat 30 hari setelah penandatanganan kesepakatan. Ketiga, setelah tali asih diberikan atau direalisasikan kepada warga Desa Rahayu, maka berita acara kesepakatan 19 November
No. 229 n Mei 2017
Pak Wabup saat memediasi. (kdg)
2009 dinyatakan tidak berlaku. Keempat, JOB PPEJ dan Pemkab Tuban melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tuban membentuk tim untuk melakukan pantauan lingkungan terbatas dengan melibatkan masyarakat Desa Rahayu dengan biaya ditanggung oleh pihak JOB PPEJ. Kelima, pantauan lingkungan terbatas dilakukan paling lambat dua minggu setelah penandatanganan berita acara kesepakatan tersebut. Keenam, apabila setelah dilakukan pemantauan lingkungan masih terdapat dampak, maka JOB PPEJ wajib memberikan kompensasi kepada
masyarakat yang terkena dampak. Ketujuh, JOB PPEJ bertanggungjawab jika terjadi dampak yang disebabkan oleh kegiatan operasionalnya smpai dengan 28 Februari 2018. Pak Wabup berharap, melalui kesepakatan bersama ini, kedua belah pihak mematuhi dan melaksanakan kesepakatan yang sudah dibuat. Setelahnya, pemantauan lingkungan oleh pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tuban dengan JOB PPEJ yang melibatkan masyarakat dapat segera dilaksanakan. Hasilnya harus dihormati bersama.n kdg
25
R AGAM PERISTIWA
P
rogram Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) kembali digelar. Tahun ini lima Kabupaten yang menjadi fokus TMMD ke-98, yakni Tuban, Bangkalan, Trenggalek, Jember dan Banyuwangi. Gubernur Jawa Timur (Jatim) , Dr. H. Soekarwo , Inspektur Upacara Pembukaan TMMD di Lapangan Joko Tarub, Desa Sumberagung, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, mengatakan, hal mendasar dari program TMMD mendekatkan TNI dengan masyarakat. Melalui kedekatan itu, ada proses kerjasama antara TNI dan masyarakat dalam membagun Desa. Bukan semata untuk menghemat anggaran, akan tetapi, kerjasama dengan TNI lebih menekankan pada perekatan hubungan TNI dan masyarakat. Melalui program TMMD, kemanunggalan TNI dengan rakyat bukan sekedar jargon, melainkan terwujud dalam berbagai kegiatan lintas sektor seperti kegiatan operasi Bhakti TNI dengan program terpadu. “TMMD ke-98, terutama di wilayah Kodim 0811 Tuban, adalah program terpadu antara TNI, Kementerian, Pemkab dan komponen masyarakat lainnya,” papar Pak De Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim. Tahun ini TMMD bertema: “Dengan Semangat Kemanunggalan TNI dan Rakyat Kita Percepat Pembangunan di Daerah Guna Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Dalam Rangka Menjaga Keutuhan Wilayah NKRI”. Dengan kebersamaan lintas sektor dalam program ini akan menguatkan koordinasi antar lembaga. Selain itu, kedekatan masyarakat dengan para pemangku pemerintahan juga akan tumbuh. Sehingga, dampak positifnya sangat baik dalam menjaga keutuhan NKRI. TMMD yang mulai dilaksanakan setelah pra TMMD sebelumnya, tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, melainkan juga mental masyarakat. Keseimbangan fasilitas umum dan mental masyara-
26
Gubernur Buka TMMD ke-98 kat harus sebanding lurus, sehingga TMMD akan melakukan perbaikan keduanya. Desa Sumur Jalak Dandim 0811 Tuban, Letkol Inf Sarwo Supriyo, menjelaskan, TMMD yang dilaksanakan di Desa Sumur
beton ukuran 1,20 x 4,00 meter dan dua unit bis beton diameter 40 cm dengan lebar 4 meter. Selain itu, perbaikan 4 unit booch beton jembatan ukuran 3,6 meter panjang 4 meter dan tebal 0,40 cm. pembuatan saluran air panjang 24 meter, lebar 0,40 meter, 2 unit Pembuatan MCK umum dan 10 rehab rumah tidak layak huni. Sasaran non fisik juga dilaksanakan, diantaranya pengobatan massal, pelayanan KB, sosialisasi Perda, bantuan hukum, perpustakaan, kerasipan, Kamtibmas, lalu lintas dan narkoba, penyuluhan pertanian dan peternakan, pembinaan agama, pperasi katarak, khitanan
Gubernur Jatim menginpeksi pasukan TMMD. (kdg)
Jalak Kecamatan Plumpang tahun ini terdapat dua sasaran, yaitu fisik dan non fisik. Dalam sasaran fisik akan membangun peningkatan jalan sepanjang 1,380 Meter dengan lebar 2,5 Meter. Selain itu, pengaspalan jalan sepanjang 650 Meter dan pembuatan jalan makadam 730 Meter. Selanjutnya, membangun Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang 26 meter dengan tinggi 0,80 meter, panjang 20 meter dengan tinggi 0,60 meter, panjang 11 meter dengan tinggi 1,50 meter. Pembuatan gorong-gorong sebanyak 4 unit, satu unit dengan plat beton ukuran 1,40 x 7,00 meter, satu unit dengan plat
masal dan bakti sosial pasar murah. Wujud kebersamaan Bupati Tuban, H. Fathul Huda, berharap yang direncanakan dalam TMMD bisa berjalan baik dan lancar, tanpa halangan yang berarti. Pemkab Tuban juga berterima kasih atas dipilihnya sebagai sasaran TMMD, semoga semua berjalan sesuai yang diharapkan. Kepada masyarakat, seyogyanya mendukung anggota TNI yang melaksanakan pembangunan TMMD di daerahnya sebagai wujud kebersamaan. Sehingga, didapatkan hasil yang optimal sampai ditutupnya program TMMD tahun 2017.n kdg
No. 229 n Mei 2017
P ENDIDIKAN
Tuban Juara Umum FASI X Jatim Harapan Bupati Tuban, H. Fathul Huda, agar Kafilah Tuban di Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) Ke-10 tingkat Provinsi Jawa Timur (Jatim) masuk 10 besar tercapai sudah, bahkan santri-santri binaan DPD Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Tuban itu berhasil menyabet gelar Juara Umum.
“
Jika pada pelaksanaan FASI Ke-9 hanya puas di posisi 11, tahun ini Kabupaten Tuban mampu menjadi Juara Umum tingkat Provinsi Jatim”, terang Subhan, Ketua DPD BKPRMI Kabupaten Tuban, pada penutupan FASI Ke-10 tingkat Jatim di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Menurut pria asal Singgahan ini, keberhasilan yang dicapai oleh Kafilah Tuban tidak lepas dari dukungan banyak pihak, terutama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban. Dukungan juga masih diharapkan di arena yang sama tingkat Nasional, yang akan digelar di kota Banjarmasin. Nantinya, DPD BKPRMI Kabupaten Tuban, bersama santri yang berprestasi, akan berangkat dengan 12 Kafilah, 8 Pembina, mengikuti 8 Cabang Lomba di FASI tingkat Nasional. Untuk tingkat Provinsi yang dihelat mulai tanggal 14 - 16 April 2017 beberapa waktu lalu, Kabupaten Tuban memberangkatkan 47 Kafilah serta 50 Pendamping dan Pembina dengan mengikuti 21 Cabang Lomba. Adapun gelar Juara Umum didapatkan dari akumulasi perolehan Juara 2 TKA Tartil Putra,
No. 229 n Mei 2017
Kontingen FASI Kabupaten Tuban. (kdg)
Juara 1 TKA Adzan, Juara Harapan 1 TKA CCQ Putri, Juara 1 TKA Mewarnai Putra, Juara 3 TKA Mewarnai Putri, Juara Harapan 1 TKA Pidato, Juara 1 TPA CCQ Putri, Juara 1 TPA Menggambar Putri, Juara 1 TPA Peragaan Sholat Putra, Juara 1 TPA Tartil, Juara 2 TPA Pidato Putra, Juara 1 TQA Tarjim, Juara 3 TQA Tilawah Putri, Juara 3 TQA Takhfidz, Juara Harapan 1 TQA Kisah Islami Putra, dan Juara 1 TQA Ceramah Agama. Penyerahan Piala Juara Umum diserahkan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Imam Nahrawi. Dalam sambutannya, Menpora mengucakan selamat dan sukses kepada Kabupaten Tuban sebagai Juara Umum Fasi X Provinsi Jatim. “Sebenarnya kita semua menjadi juara dan pemenang, menjadikan generasi Qur'ani yang hebat, juga harus selalu bersyukur dan istiqomah dalam berjihad, mensyiarkan AlQuran terus menerus," ucap Menpora. Senada dengan pengembangan Al-Qur'an, Pemerintah melalui Kemenpora menganggarkan
dana sekitar Rp 10 Miliar dalam rangka Nusantara Mengaji. Semoga Pemerintah memberikan perhatian penuh kepada pengembangan Al-Qur'an lewat anggaran APBN dan APBD. Tidak boleh ada waktu luang selain membaca Al-Quran, seru Menpora. Pentingnya generasi Qur'ani Senada dengan Menpora, tatkala memberangkatkan Kafilah FASI X Provinsi Jatim, di Rumah Dinasnya, Bupati Tuban, H. Fathul Huda, menekankan pentingnya generasi muda memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an. Generasi muda, tegasnya, harus memiliki benteng yang kuat dalam menghadapi era kebebasan, yang sudah kebablasan. Harus memiliki bekal yang kuat, untuk menjaga diri dan keluarga serta agama. Mengenai prestasi yang berhasil diraih, hendaknya menjadi pelajaran bagiperlombaan lebih lanjut. Kemenangan bukanlah tujuan tetapi mewujudkan generasi Qur'ani di Bumi Wali adalah harapan bersama.n kdg
27
S ENI dan BUDAYA
Ikawangi Persembahkan “Kuntulan”
“Kuntulan” Ikawangi Tuban. (ydh)
B
eragam cara dilakukan warga rantau untuk menunjukkan kebanggaan dan kecintaan terhadap tanah kelahirannya. Salah satu contohnya adalah Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) Tuban yang memperkenalkan kesenian “Kuntulan” di ajang Car Free Day. Umi Rahayu, salah satu pemrakarsa terbentuknya Ikawangi Tuban, mengatakan, “Kuntulan” merupakan salah satu jenis kesenian yang bernuansa Islami. Penyajiannya menitikberatkan pada nilai-nilai keagamaan. Selain identik membawakan lagu-lagu Islami, alat musik yang dipakai dapat dipastikan menggunakan unsur alat musik non nada atau perkusi biasa disebut terbang atau rebana. Lebih lanjut, Mbak Umi, sapaannya, menyatakan, “Kuntulan” juga dilengkapi dengan penari yang mengenakan kostum berwarna putih atau menggambarkan kesucian. Adapun gerakan penari menggambarkan gerak kepala tatkala dzikiran, disertai posisi kedua tangan berada di depan dada menyerupai cucuk burung. “Filosofinya berasal dari “burung kuntul”, atau burung putih yang biasa dijumpai di area persawahan,” tuturnya, seraya mene-
28
Sosok-sosok Ikawangi Tuban. (ydh)
rangkan bahwa pada kesempatan itu Ikawangi Tuban mendatangkan pemain musik asli dari Banyuwangi yang tengah menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya. Menurutnya, keberadaan Ikawangi di berbagai daerah termasuk di Bumi Wali sangat penting untuk turut mempromosikan Banyuwangi. Tidak hanya terkenal dengan ragam kesenian, tambahnya, Bumi Blambangan juga kaya akan tempat wisata menarik dan kulinernya yang lezat. Diceritakannya, Ikawangi Tuban dirintis sejak Maret 2013. Ia bersama sang suami getol mengumpulkan orang-orang Banyuwangi. Meski sempat pesimistis, lambat laun anggota yang bergabung semakin banyak. Dari yang awalnya hanya lima orang, kini anggotanya mencapai 70 kepala keluarga. Berawal dari pertemuan di Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Pradya Suara Tuban, akhirnya terbentuk kepengurusan Ikawangi dengan Ketua, dr. Bambang Suhariyanto, Wakil Ketua, Sutrisna, Sekretaris, Sumardi dan Bendahara dirinya sendiri. Demi kelancaran paguyuban tersebut, disepakati untuk sementara Ikawangi menempati Sekretariat di salah satu rumah pengurusnya,
yaitu di belakang Pasar Bongkaran Gang Arjuna Tuban. Salah satu Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Dinas Komunikasi dan Informatika (DKI) Kabupaten Tuban ini, mengatakan, Ikawangi diharapkan dapat membantu sesama warga, membantu sanak saudara yang memulai peruntungan khususnya di Bumi Wali. Berdasarkan penjelasannya, Ikawangi Tuban merupakan wadah orang-orang yang berhubungan dengan Banyuwangi. Sehingga, anggotanya berasal dari berbagai kalangan. “Kami tidak pilih-pilih anggota. Siapapun yang ada hubungan dengan Banyuwangi boleh bergabung, seperti anggota yang memang lahir di sana, pernah bersekolah di sana, ada yang orang tuanya dari sana, ada yang suami atau istrinya dari sana, dan ada yang cuma jatuh cinta kepada tanah Blambangan,” tegas perempuan asal Desa Singojuruh, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi ini. Tidak hanya berkumpul menjalin silaturahim, mulai tahun 2016, mereka juga mulai getol menggelar berbagai kegiatan, seperti anjang sana, jalan sehat, kegiatan sosial dan membuka unit usaha. Sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan, beberapa waktu yang lalu
No. 229 n Mei 2017
S ENI dan BUDAYA Ikawangi juga menyelenggarakan penanaman seribu pohon di Mangrove Center Tuban. “Meski dengan keterbatasan yang ada, kami ingin bermanfaat, tidak hanya untuk warga Banyuwangi, tetapi juga lingkungan sekitar,” ujarnya. Sosialisasi tertib lalu lintas Sementara itu, pada kegiatan di Car Free Day yang berlokasi di kompleks Gelanggang Olah Raga (GOR) Ranggajaya Anoraga Tuban, selain memperkenalkan kesenian “Kuntulan”, juga dihelat sosialisasi tertib berlalu lintas bekerjasama dengan Polres Tuban. Hal ini dilakukan agar masyarakat lebih mengerti dan memahami pentingnya tertib berlalu lintas. Perwakilan Polres Tuban, Ipda Kharis Ahmad, mengungkapkan, ke-
“Kuntulan” merupakan salah satu jenis kesenian yang bernuansa Islami. Penyajiannya menitikberatkan pada nilainilai keagamaan. celakan lalu lintas menjadi hal yang menakutkan bagi para pengguna jalan. Jika tidak berhati-hati, ada bahaya yang siap mengancam nyawa kapan saja. Karena itu, berbagai upaya “mandiri” harus dilakukan, seperti senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan helm sesuai standar bagi pengendara sepeda motor, dan menggunakan sabuk pengaman bagi para pengendara mobil. Dikatakan, banyak faktor yang bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Penyebabnya bisa karena faktor manusia, kenda-
raan, jalan, maupun cuaca. Namun, menurutnya, faktor penyebab paling tinggi karena pelanggaran maupun kelalaian yang dilakukan oleh manusia. “Faktor manusia merupakan faktor paling dominan dalam sebuah peristiwa kecelakaan lalu lintas. Sebagian besar kejadian kecelakaan diawali dengan pelanggaran ramburambu dan aturan lalu lintas. Oleh karena itu, penting meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan berlalu lintas, serta kerja sama dari semua pihak agar tingkat kecelakaan di jalan raya bisa menurun,” tegasnya. Pada kesempatan tersebut, Ikawangi dan Polres Tuban saling bertukar cindera mata. Ikawangi memberikan udeng atau penutup kepala khas Banyuwangi dan Polres Tuban memberikan helm Standar Nasional Indonesia (SNI).n ydh
Kembangkan River Tubing KEBUTUHAN akan hipotensial dapat membantu buran akhir-akhir ini semakin sarana - prasarana. meningkat, terutama deSoal keamanan Wisangan maraknya informasi ta Adventure itu perlu dicerdi media sosial mengenai mati. Oleh karena itu, Pemhiburan alternatif yang mekab berupaya membantu ngeksplor keindahan alam dalam hal SDM, seperti, Kabupaten Tuban. Ini damemberikan pelatihan kepat dilihat dari pasca dikepada pemandu wisatanya. lolanya Wisata Adventure Sebuah obyek dapat disemenyusuri sungai atau Ribut wisata jika memiliki stanver Tubing di Desa Guwotedar serta sarana - prasarana Keren, River Tubing di Desa Guwoterus, rus, Kecamatan Montong. yang memadai. Sementara ini, Kecamatan Montong. (kdg) “Kami mengapresiasi masyaraDisparbudpora melakukan pemetaan kat yang mengembangkan Wisata River Tubing di mana yang harus diprioritaskan dan segera direspon. kawasan Guwoterus,” kata Kepala Dinas Pariwisata, Hal tersebut dilakukan agar muncul multiplier effect Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) bagi peningkatan ekonomi masyarakat. Kabupaten Tuban, Drs. Sulistyadi, MM. Kabupaten Tuban menawarkan pilihan destinasi Pak Didit, sapaannya, menyatakan, saat ini wisata, selain River Tubing, juga Wisata Banyulangsih, Pemkab Tuban mengembangkan destinasi wisata Goa Putri Asih dan masih banyak yang lainnya. Objek yang ada. Sesuai instruksi Bupati Tuban, pengem- tersebut masuk dalam rencana pengembangan wisata bangan wisata harus memiliki multiplier effect bagi Kabupaten Tuban. pertumbuhan ekonomi masyarakat. Juga, mengCorak pariwisata yang didorong pemerintah, instruksikan agar serius dalam menangani pariwisata. pariwisata yang berbasis pada pemberdayaan masyaTerkait River Tubing yang dikembangkan masya- rakat. Untuk itu, Pemkab Tuban mendorong masyararakat Guwoterus, Pemkab mendukung, jika memang kat bersama mendukung pariwisata.n kdg
No. 229 n Mei 2017
29
C
ERMIN
Persatu, Kami Tunggu Prestasimu Oleh : Drs. SUWARNO, MPd. Email : [email protected] Persatu kebanggaan warga Tuban Setelah lama menunggu ikon kebanggaan kota dalam bidang olahraga, kini kabupaten Tuban memiliki klub sepakbola kenamaan yang prestasinya mulai melejit di level nasional. Pada 2014 lalu klub dari Bumi Wali ini mampu menembus Jawara Liga Nusantara. Keberhasilan itu membuat nama Persatu Tuban makin dikenal di kancah persepakbolaan nasional. Dengan itu pula Persatu Tuban mengukir sejarah persepakbolaan nasional karena klub ini berhasil mendapat tiket lolos di level yang lebih tinggi. Kini Persatu Tuban menjadi salah satu tim yang yang diperhitungkan di Liga 2. Yang lebih membanggakan lagi, tim berjuluk Laskar Ronggolawe ini telah melahirkan pemain muda di level sepak bola nasional. Terdapat dua mantan pemain Persatu Tuban yang kini memperkuat tim di Liga 1 Gojek Traveloka, yaitu M. Nasir dan Ikhwan Azka Fauzi Wibowo. Pada hari Minggu (16 April 2017) di area GOR Rangga Jaya Anoraga Tuban telah digelar launching Tim Persatu Tuban dengan salah satu agenda memperkenalkan skuad yang memperkuat tim sebanyak 24 personil pemain. Dalam launching tersebut, Persatu juga memperkenalkan jersy laga home dan away. Tiga serangkai Punggawa Persatu Tuban Dibalik kesuksesan Persatu Tuban menembus level nasional, terdapat tiga figur sentral yang sangat berjasa. Mereka adalah Nashruddin Ali (sebagai Ketua Umum Persatu), M. Miyadi (sebagai Ketua Harian Persatu) dan Fahmi Fikrani (sebagai Manajer Persatu). Disamping tiga figur sentral itu, peran fihak stakeholder yang lain juga amat menentukan ke-
30
suksesan Persatu selama ini. Kunci utamanya juga kepedulian pimpinan daerah dalam membangun dan mendorong kemajuan dunia olahraga. Motivasi serta dorongan moril Kepala Daerah amat menentukan progress kemajuan persepakbolaan di Bumi Wali ini. Diakui atau tidak duet Pak Huda dan Pak Noor Nahar selama memimpin daerah ini, baik di periode pertama maupun dilanjut ke periode kedua, sangat signifikan dalam membawa Persatu Tuban sampai ke puncak prestasi di level nasional. Penulis sempat mewawancarai Pak H.M. Miyadi selaku Ketua Harian Persatu dan Pak Fahmi Fikroni selaku Manajer Tim Persatu, kedua beliau sepakat bahwa kekompakan, soliditas dan kebersamaan seluruh elemen di Persatu Tuban amat menentukan keberhasilan tim ini dalam meraih target yang hendak dicapai. Peran dari pihak penonton juga demikian besar andilnya dalam penyelenggaraan Liga 1 dan Liga 2 ini. Mas Fikroni (demikian panngilan akrab anggota Dewan dari Fraksi Kebangkitan Bangsa ini) selalu menekankan perlu tertibnya penonton di kala penyelenggaraan pertandingan dilaksanakan baik “home” maupun “away”. Manakala pihak penonton tidak mematuhi aturan dan tata tertib penyelenggaraan persepakbolaan nasional, maka yang dirugikan tidak hanya penonton itu sendiri, namun semua pihak pasti rugi besar. Sanksi yang acapkali menimpa penyelenggara selalu menyulitkan dan merugikan baik secara moril maupun materiil. Denda yang terbilang besar justru akan membuat panitia “merugi”. Kalau tertib penontonnya maka yang menikmati hasilnya juga banyak
kalangan. Sepakbola dan kesejahteraan masyarakat Penulis sempat juga bertanya kepada Mas Fikroni tentang siapa Pelatih Tim Laskar Ronggolawe ini, kata Mas Fikroni, sejak tiga bulan lalu Persatu memiliki Pelatih bernama Edi Sudiarto yang berasal dari kota Malang. Beliau mondar-mandir Malang-Tuban demi mengarsiteki tim yang berlaga di Liga 2 tahun 2017 ini. Dengan pelatih baru tersebut Persatu berharap dapat memetik banyak keuntungan di Liga 2 musim ini. Terdapat 24 personil pemain yang tentu telah mengalami seleksi matang pada rekrutmen tim. Pemain yang punya kualitas skill yang prima dan integritas moral bagus tentu akan membawa dampak animo dan daya tarik para pecinta bola khususnya di kabupaten Tuban ini. Ketika pertandingan home diselenggarakan tentu saja terdapat effect bagi kesejahteraan ekonomi. Semua lini akan merasakan dampak positif kegiatan perputaran ekonomi. Dari sisi transportasi akan mendapatkan penumpang yang hendak berangkat ke stadion. Dari penjual kaos dan atribut akan memperoleh peningkatan omzet dari kaos atau
No. 229 n Mei 2017
C atribut klub sepakbola kebanggaannya. Dari penjual makanan dan minuman ringan di seputar stadion juga ikut merasakan larisnya jajanan dagangan mereka. Ketika semua aman dan terkendali, keuntungan tentu diraup oleh pihak panitia penyelenggara, penjualan tiket yang maksimal bisa meraup untung yang signifikan atau minimal tidak mengalami defisit. Artinya, terdapat korelasi positif antara ketertiban dan keamanan saat digelar laga pertandingan dengan arus ekonomi masyarakat. Ketika pertandingan tertib, penonton yang hadir banyak, situasi aman terkendali, semuanya akan mendapatkan “berkah”. Inilah yang disebut efek positif dari pertandingan sepakbola yang “bermutu” dan "bermoral”. Semuanya akan memanen “kemakmuran”. Karena musim sepakbola ini waktunya cukup panjang, maka pihak penyelenggara penyiaran baik televisi nasional maupun lokal, media cetak maupun online, para penyiar maupun pewarta juga memanen dari kegiatan dan job mereka. Masyarakat merindukan prestasi Persatu Tuban
Kalangan pecinta sepakbola di Kabupaten Tuban baik yang muda maupun yang tua, yang di desa lebihlebih yang di kota memiliki obsesi agar Kabupaten kita ini memiliki klub sepakbola kebanggaan yang mampu membawa harkat Bumi Wali di level nasional. Kalangan muda ratarata memiliki keinginan Persatu Tuban bisa setara denga Persela. Bandingannnya kalau Lamongan saja tidak memiliki industri besar berlevel nasional mampu menorehkan klub sepakbola kenamaan di level nasional, mengapa Kabupaten Tuban yang dikepung oleh industri besar dengan skala nasional ini belum memiliki tim yang hebat seperti di beberapa kota di luar Jawa misalnya. Masyarakat pecinta bola sudah lama memimpikan tim Persatu Tuban dapat tampil di televisi nasional di Liga 2 ini. Ketika tampil di TV nasional masyarakat akan merasa bangga bisa menonton bersama keluarga, bersama kolega di rumah atau nonton bareng di tempat keramaian dengan layar lebar misalnya. Dengan klub sepakbola yang bisa tampil di level nasional manfaat
ERMIN
positifnya antara lain diskusi publik akan mengarah pada hal yang lebih positif, tentu saja. Pembicaraan sehari-hari juga berkait dengan seputar olahraga terutama sepakbola. Kalangan muda yang belum tertarik pada olahraga akan berbondongbondong ke lapangan olahraga untuk berlatih sepakbola. Ada hal yang patut diwaspadai, antara lain menjadikan sepakbola untuk main judi. Jangan sampai ajang liga ini menjadi wahana judi, main tebak dengan bandar yang memainkan nasib orang untuk mengeruk kekayaan. Juga patut diwaspadai adalah fanatisme yang berlebih pada klub kesayangan, sampai-sampai lupa beribadah dan bersosialisasi pada masyarakat. Cinta bola oke-oke saja, jangan sampai fanatik pada klub sepakbola sehingga jika tim kesayangannya mengalami kekalahan dalam pertandingan, emosinya juga ikut meledak-ledak dan naik pitam. Itu semua harus dihindari. Semoga tim kesayangan kita Persatu Tuban bisa memenuhi harapan masyarakat kabupaten Tuban ini. Semoga.n
Lomba Kicau Burung Anshor PAMERAN dan Lomba Kicau Burung GP Anshor sukses dilaksanakan di Gantangan Tasmad BC, Perumnas Tasikmadu, Kecamatan Palang. Lomba dimulai setelah sebelumnya dibuka oleh Ketua Umum GP Anshor Tuban, Syafiq Syauqi. "Ini even yang pertama diselenggarakan Anshor Tuban, " kata Gus Syafiq, sapaannya. Menantu Bupati Tuban ini berharap GP Ansor terus bekerjasama dengan semua elemen masyarakat, seperti kegiatan lomba kicau burung ini. Selain itu, ke depan, hendaknya menggelar perlombaan serupa lebih besar lagi. Kepala Desa (Kades) Tasikmadu, Puji Prajoko, mengaku bangga Desa Tasikmadu dipercaya sebagai tuan rumah. Untuk itu, berpesan kepada panitia agar penyelenggaraan lomba ini dilaksanakan sportif dan sebaik-baiknya. Melalui sportifitas, akan dipercaya pada even-even selanjutnya. Panitia Pelaksana, Maftukhin, menjelasksan, lomba diikuti 450 peserta. Panitia menerjunkan 16 Juri, dari Gantangan Tasmad BC, Kabupaten Tuban, juga Juri Nasional dari beberapa daerah. Mereka dipastikan professional.n kdg
No. 229 n Mei 2017
Saat buka “kicau burung”. (kdg)
31
W IRA USAHA Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menggalakkan program Minapadi yang dipadu budidaya udang galah dengan mengoptimalkan fungsi lahan sawah irigasi. Pemanfaatan metode Udang Galah Bersama Padi (Ugadi) ini diharapkan dapat meminimalisasi alih fungsi lahan padi dan meningkatkan produktivitas pembudidaya serta mewujudkan kedaulatan pangan nasional.
M
etode yang diaplikasikan di lahan persawahan yang sama tersebut memiliki tujuan utama untuk menambah hasil panen berupa udang galah. Hal ini merupakan bentuk pemanfaatan secara nyata dari keterbatasan lahan, serta meningkatkan produksi perikanan. Udang galah yang ditanam bersama padi diharapkan sebagai agen pengendalian hayati terhadap serangga hama dan gulma di lahan persawahan. Udang galah dipilih dalam program ini karena memiliki toleransi lingkungan yang luas terhadap suhu. Jenis udang yang termasuk dalam spesies Macrobrachium rosenbergii dan memiliki ciri-ciri fisik yang lebih besar dari jenis udang lainnya ini mampu tumbuh baik di air tawar sampai air bersalinitas di bawah 15. Selain itu, komoditi udang dari jenis apapun merupakan salah satu komoditas unggulan dalam industrialisasi perikanan budidaya. Udang memiliki nilai ekonomis tinggi dan permintaan pasar yang juga tinggi, baik itu untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun kebutuhan ekspor.
32
Budidaya “Ugadi”
Teknik budidaya Ugadi tidak jauh berbeda dengan Minapadi yang sudah biasa dilakukan oleh pembudidaya ikan. Beberapa aspek teknis yang perlu diperhatikan antara lain konstruksi lahan, pengelolaan air, penebaran benih dan pemberian pakan. Teknik Budidaya Persiapan awal yang dilakukan adalah mengolah lahan sawah untuk penanaman padi serta pembuatan saluran keliling, peninggian pematang, dan pembuatan petakan kecil (kobakan). pembuatan saluran air dengan ukuran lebar 100-200 Cm dan kedalaman 50 Cm. Tinggi pematang 100 Cm, lebar dasar 100 Cm, dan lebar atas 75 Cm. Ukuran kobakan 100 x 100 x 20 Cm, dilengkapi pembuangan air dari bambu atau pipa paralon 4 Inchi. Pengelolaan kualitas air dalam Ugadi, air di sawah harus terus mengalir, melakukan pemupukan ulangan bila densitas plankton kurang optimal yang ditandai semakin cerahnya air, serta memonitor kualitas air seperti suhu, pH, dan oksigen terlarut (DO). Bila persiapan lahan sudah selesai, bibit padi yang telah disemaikan selama 20 hari bisa ditanam.
Jumlahnya cukup dua batang per lubang dengan jarak tanam 20 Cm. Pilih varietas padi yang tahan terendam air selama pemeliharan, misalnya padi jenis Inpari 13 atau Inpara 5. Keunggulan jenis padi ini selain tahan terhadap genangan air selama pemeliharaan dan juga memiliki masa pemeliharaan tidak jauh berbeda dengan udang galah. Penebaran benih udang galah dilakukan setelah padi berumur 10 hari. Pilih benih berkualitas yang ditandai dengan ukurannya yang seragam dan gerakannya lincah. Benih ditebar setelah melalui proses adaptasi atau aklimatisasi untuk menghindari stres pada udang. Benih udang galah ukuran tokolan (berat 68 gram/ekor) bisa ditebarkan dengan padat tebar 5-10 ekor per meter persegi. Selama pemeliharaan, pada bulan pertama udang galah diberi pakan berprotein 30 persen dengan dosis 4 persen. Bulan kedua 3 persen dan bulan ketiga dosisnya dikurangi lagi menjadi 2 persen dari berat populasi udang galah. Pemberian pakan dilakukan dua kali sehari pada pagi dan sore hari. Perlu diketahui, udang galah bersifat kanibal sehingga dianjurkan menggunakan shelter sebagai
No. 229 n Mei 2017
W IRA USAHA pelindung saat udang galah mengalami moulting (ganti kulit). Tanaman padi berfungsi sebagai shelter, sekaligus penghasil oksigen dan pakan alami sehingga larva tidak memerlukan aerasi. Selain itu, tikus juga tidak masuk ke tanaman padi karena terhalang kolam. Untuk mengantisipasi serangan hama padi pada daerah-daerah endemik, dapat digunakan pestisida alami seperti saponim (terdapat dalam biji teh), retenone (terdapat dalam akar tumbuhan) dan nikotine (terdapat dalam daun tembakau) yang diberikan bersamaan dengan pemupukan dasar. Hama udang galah terdiri dari ulat, belut, ikan gabus, ikan biawak (sero), dan burung kuntul. Untuk mengendalikan hama ulat digunakan bubu perangkap. Sementara itu, untuk pemeliharaan padi dilakukan seperti biasanya yakni pemupukan dengan pupuk NPK dengan dosis 1,5 Kilogram (Kg) per are. Pemupukan padi cukup
dilakukan sekali saja pada masa awal penanaman. Setelah dipelihara selama 90 hari, udang galah boleh dipanen dengan cara menyurutkan air. Udang galah ditangkap dengan serok atau tangan kosong untuk selanjutnya ditampung dalam kantong hapa (jaring) yang ditempatkan di air mengalir. Pemanenan udang galah sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari pada saat suhu udara rendah. Sedangkan padi (jenis Inpari 13) bisa dipanen pada umur 100 hari. Pemeliharaan sistem Ugadi ini per are bisa menghasilkan padi sekitar 70-80 Kg dan memanen udang galah antara 15-30 Kg. Bila harga udang galah sekitar Rp 80 ribu per Kg, maka dari sawah seluas satu are bisa dihasilkan uang tambahan dari udang galah sejumlah Rp 1,2 – Rp2,4 juta. Peluang pasar udang galah masih terbuka luas. Untuk pasar lokal, udang galah banyak terserap di berbagai restoran yang menye-
diakan hasil olahan ikan. Permintaan dalam jumlah besar antara lain datang dari Jakarta, Medan, Semarang, Surabaya, Batam, Yogyakarta, dan terutama Bali. Permintaan ekspor ke luar negeri juga terhitung tinggi. Setiap tahunnya ada peningkatan permintaan ekspor. Pasar luar negeri yang telah terbentuk seperti di Jepang, Korea, Singapura, Amerika Serikat, Kanada, Skotlandia, Inggris, Selandia Baru, dan Australia. Selain itu, udang galah merupakan komoditas yang di unggulkan di Thailand dan India. Hingga saat ini, permintaan di beberapa negara di dunia masih belum terpenuhi oleh produksi lokal. Oleh karena itu, peluang budidaya udang galah masih terbuka lebar untuk dijalankan sebagai usaha sampingan. Apalagi dengan pemanfaatan ganda lahan persawahan sebagai tempat menanam padi dan budidaya udang galah, keuntungan yang didapat bisa berlipat-lipat.n (Diolah dari berbagai sumber)
Pacu Lulusan di Bursa Kerja MKN 2 Tuban memacu Tujuan kegiatan, mengetahui selulusannya agar tidak jauh mana pencapaian kompetensi tertinggal dalam bursa siswa, bila diukur dari sisi standar kerja. Untuk itu, konnsisten mengakerja industri. Memberikan umdakan uji keahlian. pan balik bagi proses penyelengSebagai pencetak lulusan garaan pembelajaran, untuk dikeyang berkeahlian, SMKN 2 Tuban tahui tingkat kesesuaian kurikuselalu berupaya menginspirasi sislum yang dijalankan dengan tingwa-siswinya agar tumbuh kepercakat perkembangan kebutuhan buryaan dirinya serta menjadi manusia sa kerja. Mengembangkan kreativiPompa jiwa handal. Pembelajaran inspiratif dengan tas peserta didik, serta mengapresiasi entrepreneur. (mif) memperkenalkann para tokoh, agar tumkemampuan dan hasil karya peserta didik. buh motivasi pada diri siswa, kata Niniek Widya RohTidak kalah penting, mempromosikan kemampuan mawati, S.Pd,. M.Pd, Humas SMKN 2 Tuban, sekaligus dan hasil karya peserta didik. yang terlibat menangani uji keahlian di SMKN 2 Tuban. “Di sisi lain, menguatkan pola pikir entrepreneur. Pada tataran akhir pembelajaran, selain memotiHal ini tatanggan sekaligus jawaban apabila tidak vasi peserta didiknya, juga berkeinginan mempertaditerima di ursa kerja,” ujar Bu Niniek. hankan sebagai SMK terbaik di Tuban. Di akhhir masa Manfaat diadakan gelaran, meningkatkan eksispenggemblengan untuk menguasai bidang keahlian, tensi SMKN 2 Tuban, meningkatkan semangat berkarmenggelar Sertifikasi Profesi - ISP (Lembaga Setifikasi ya bagi peserta didik, memberikan pengakuan kepada Profesi P-1 SMK N 2 Tuban) dan Uji Kompettensi Kejupeserta didik terhadap hasil karyanya dan menguatkan ruan. Uji tersebut dengan menggelar karya cipta pepemahaman peserta didik terhadap kemampuan lajar SMK N 2 Tuban. berinovasi.n mif
S
No. 229 n Mei 2017
33
S ELINGAN Kepala Satuan (Kasat) Bimbingan Masyarakat (Binmas), Ajun Komisaris Polisi (AKP) Mardiyah, menyatakan, radikalisme dan terorisme merupakan ancaman serius bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Teroris - Narkoba
UNTUK itu, diperlukan sinergi menyeluruh dari aparat keamanan, pemerintah maupun masyarakat untuk mengantisipasinya. Dikatakan, radikalisme adalah paham Bu Diah. (ydh) atau aliran yang menginginkan perubahan sosial politik secara revolusioner tanpa mengenal toleransi dengan kelompok lain yang berbeda paham. Ini tentu bertentangan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Bhinneka Tunggal Ika serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Kita sudah membangun komitmen bersama bahwa NKRI harga mati,” ujar Bu Diah, sapaannya. Guna menangkal paham yang bertentangan dengan dasar negara tersebut, Polres Tuban melakukan pendekatan kepada seluruh elemen, terutama tokoh agama yang menjadi panutan untuk bersama menjaga kondusifitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Juga, melaksanakan penyuluhan dan sosialisasi. Menurutnya, peran kepolisian dalam melakukan pendekatan, khususnya kepada pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Perguruan Tinggi (PT), agar tidak mudah dimasuki paham-paham radikal dan terorisme. Selain itu, menurut mantan Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Semanding ini, pendekatan kepada tokoh agama dan masyarakat dengan harapan ikut memberikan pehamanan kepada umat agar bersatu menyangkal pemikiran radikal. “Juga melalui pamflet, spanduk, penyuluhan di sekolah-sekolah, serta pada kegiatan-kegiatan kemasyarakatan. Saat ini ada dua hal yang menjadi fokus kami, yakni antisipasi bahaya narkoba dan terorisme. Karena itu, kita harus membentengi dua hal itu agar
34
Ancaman Bangsa keutuhan NKRI tetap terjaga,” tegasnya. Bu Diyah juga menekankan pentingnya mewaspadai berita palsu atau hoax. Pelakunya harus harus ditindak tegas. Bahaya besar akan mengancam bila penyebar hoax tidak ditindak dengan tegas. Sebab, bisa mengancam persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Perempuan kelahiran Bojonegoro ini menghimbau agar masyarakat mewaspadai “pendatang” yang tidak semestinya maupun keberadaan orang yang mencurigakan di lingkungannya, maka harus segera melaporkan kepada Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), pihak yang berwajib dan lain sebagainya. Menjaga situasi agar tetap kondusif tidak hanya di perkotaan, namun juga di pedesaan. Tugas membina dan menjaga wilayah Desa atau Kelurahan diemban oleh Bhayangkara Pembinaan dan Keamanan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) bersama Kepala Desa dan Babinsa dari TNI. Bhabinkamtibmas yang merupakan kepanjangan pelaksana tugas Polri di tingkat Desa, selain menunaikan tugas sambang rutin juga dituntut memiliki kemampuan untuk mendeteksi dini gangguan kamtibmas dan menyelesaikan permasalahan setiap kejadian yang ada di wilayah binaannya. Apabila ada hal-hal yang mencurigakan atau terdapat keluhan dari masyarakat, Bhabinkamtibmas berkewajiban menyelesaikan dengan dua pilar lainnya, yakni Kepala Desa dan Babinsa dari TNI. “Situasi dan kondisi Tuban relatif kondusif. Penduduknya toleran, tidak mudah terpecah belah. Diharapkan semuanya lakum dinukum waliyadin. Sehingga, terwujud toleransi dalam beragama,” tutur Ibu dua anak ini.n ydh
Menjaga situasi agar tetap kondusif tidak hanya di perkotaan, namun juga di pedesaan. Tugas membina dan menjaga wilayah Desa atau Kelurahan diemban oleh Bhayangkara Pembinaan dan Keamanan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) bersama Kepala Desa dan Babinsa dari TNI.
No. 229 n Mei 2017
S ELINGAN
Tuak, Arak, Memabukkan, Khamr, Haram tinggi membuat cita rasanya berbeda dengan arak pada umumnya. Kandungan alkohol pada arak Tuban mencapai 26 - 86 persen. Kadar alkohol yang tinggi ini tentu sangat berbahaya bila dikonsumsi masyarakat. Akibatnya, dapat merusak tubuh. Masih menurut Gus Wafa, PCNU mengusulkan agar mengalihkan tujuan menjual miras untuk keperluan penanganan medis. Bisa juga untuk campuran parfum atau hal lain yang bahan bakunya menggunakan arak. Tujuannya, tetap menjaga kestabilan ekonomi masyarakat.
Suasana pertemuan di Ponpes Bejagung. (ydh)
K
etua Lembaga Bahtsul Masail Nahdatul Ulama (LBMNU) Tuban, Arifuddin, mengatakan, sabda Rasulullah SAW: “Tiap-tiap dzat yang memabukkan adalah khamr dan setiap khamr adalah haram”. Khamr yang dimaksudkan tidak hanya terbatas pada minuman keras (miras) akan tetapi mencakup segala jenis barang yang memabukkan. “Apakah itu tuak, arak atau dzat lainnya yang memabukkan, maka itu khamr, hukumnya jelas haram,” tandasnya, di sela-sela Bahtsul Masail di Ponpes Sunan Bejagung, Semanding, April 2017. Dalam sidang yang melibatkan 20 Majelis Wakil Cabang (MWC) NU se-Kabupaten Tuban ini membahas maraknya peredaran miras. Dikajinya dari berbagai aspek, baik ekonomi maupun hukum agama. Berdasarkan hasil sidang, penjualan miras dari segi hukum agama dikategorikan sebagai pekerjaan haram. Sehingga, hasil yang didapatkan juga tergolong harta haram. Sebab, barang yang dijual barang haram.
No. 229 n Mei 2017
Bagi penjual maupun produsen miras, ibadah shalatnya tidak diterima meskipun menunaikannya sesuai dengan rukun dan aturan yang ada. “Kewajiban shalatnya tidak gugur, namun tidak akan diterima shalat itu di sisi Allah SWT. Mereka juga tidak akan mendapatkan pahala, meski shalatnya dihukumi sah secara agama,” tandasnya. Pada kesempatan yang sama, Khatib Syuriah Pimpinan Cabang NU (PCNU) Tuban, Kiai Ahmad Syariful Wafa, M.Pd.I, menyatakan, meski jelas khamr dinyatakan haram, namun ternyata dapat dimanfaatkan untuk hal positif. Hanya saja, menurut Gus Wafa, begitu biasa disapa, sifat dasar manusia cenderung menuruti syahwatnya, sehingga menimbulkan pengaruh negatif. “Hukum khamr jelas, haram. Namun, harus diberikan solusi kepada produsen arak agar tetap berproduksi tapi dialokasikan ke hal yang lain,” tukasnya. Arak buatan Jawa, khususnya Tuban, termahsyur sejak jaman penjajahan. Kadar alkohol yang
Inseminasi Selain mengangkat persoalan arak, tema lain yang diangkat tentang inseminasi, yaitu proses pembuntingan sapi melalui jarum suntik. Sebab, tak dipungkiri kemajuan teknologi dan perkembangan penduduk menjadi salah satu faktor pemicu inseminasi. “Dengan inseminasi, reproduksi hewan bisa dilakukan dengan cepat. Nanti, akan dikaji hukum fiqihnya, apakah ada pembenar terkait inseminasi ini,” sambungnya. Selain membahas masalah yang berkembang di masyarakat, Bahtsul Masail ini juga bertujuan membangun interaksi dan ukhuwah. Kegiatan dilaksanakan rutin tiga bulan sekali. Masalah yang dibahas dalam forum itu usulan MWC. Usulan dikumpulkan, disaring panitia untuk menjadi tema pembahasan bersama. “Tujuan pokok Bahtsul Masail mengkaji permasalahan di tengahtengah masyarakat dari sisi hukum agama, mencari solusi untuk mengatasi persoalan, serta membantu keluar dari berbagai masalah agar semakin hari semakin baik. Jadi, pada dasarnya untuk kemaslahatan umat,” ucapnya.n ydh
35
C
ERPEN
Seorang lelaki setengah baya mendesak bertemu Amat. “Saya mau mengadukan nasib saya, Pak Amat. Saya dipecat dari pekerjaan saya. Apakah itu adil?”
Petisi Oleh : Putu Wijaya
A
mat terkejut. Bukan karena dia ditanya tentang sesuatu yang tidak dia ketahui dari orang yang tak dia kenal, tetapi, “kenapa orang itu memilih Bapak untuk dilempari curhatnya,” sambat Amat pada istrinya setelah orang itu pergi. “Mungkin atas nasihat para tetangga kita, Pak!” “Tapi Bapak kan bukan aktivis pergerakan buruh? Bukan pemimpin buruh, bukan anggota serikat buruh. Juga bukan pengamat sosial? Dengar-dengar sih, orang itu entah sudah dipecat atau akan dipecat, karena banyak bolos dengan alasan kerja adat.” “Justru karena itu!” “Maksudnya?” “Supaya dia cepat pergi, karena Bapak tidak tahu soal-soal perburuhan!” “Makanya!” “Makanya kalau ngomong dengan Pak Made, hati-hati. Sudah tahu orangnya jahil. Beliau kan musuh kita sejak pemilu, kan! Jangan sok membela rakyat kecil! Pak Made kan tangan kanan Bosnya yang sering memecat karyawan kalau ada yang terlalu pinter. Karena sudah rahasia umum, Pak Made sendiri takut kedudukannya akan digeser. Untung Bapak tadi tidak
36
menanggapi, jadi dia cepat pergi.” “Lho salah! Orang itu memang sudah pergi sekarang, tapi besok dia akan datang lagi membawa 50 orang teman buruhnya yang juga di-PHK.” Bu Amat terkejut. “Aduh Ratu! Mau datang lagi dengan 50 orang? Kenapa?” “Sebab Bapak bilang akan coba ikut mencarikan solusinya yang terbaik.” Bu Amat tercengang. “Apa?! Jadi Bapak mau ikutikutan demo buruh?” Amat kaget. “Demo? Oh, tidak! Hanya memberi pemikiran bahwa….” Bu Amat langsung memotong. “Tidak! Jangan! Bapak tidak usah ikut-ikutan mau demo! Kita semua ini buruh, tapi bukan buruh yang maksa menang dengan demo! Kita sudah tua, tahu! Tahu diri sedikit. Itu artinya Bapak mau dipergunakan tahu?! Sadar tidak, ah?!” Amat terdiam. Semalaman dia tidak bisa memicingkan mata. Esoknya, pagi-pagi betul, bersama istrinya ia meninggalkan rumah. “ Pa k A m a t d a n i s t r i n y a mendadak harus pulang kampung, karena persoalan keluarga yang harus diselesaikan cepat, Pak,” kata Pak Alit yang dititipi Amat rumah, kepada tamu yang sejak pagi sudah muncul. “Kalau Pak Amat tidak lekas pulang, akibatnya akan fatal. Beliau bisa dikeluarkan dari krama-desa!” Buruh yang dipecat itu hanya datang ditemani 5 orang rekannya yang sama-sama akan dipecat. Mereka nampak kecewa berat. “Berapa lama kira-kira beliau mudik?” “Wah itu kami kurang tahu, Pak.” “Tapi saya sudah janji kemaren. Bagaimana kalau kami tunggu, sebab kami harus bertindak besok? Kami perlu mengatur strategi. Beliau sudah bersedia mengatur taktik dan strateginya!” Pak Alit terkejut
“Maaf, bapak-bapak ini siapa?” “Kami buruh karyawan pabrik tekstil kepunyaan orang Korea yang ada di beberapa kota. Bandung, Semarang, Surabaya, Jakarta dan Denpasar. Ini rekan-rekan saya pimpinan karyawan setempat. Kami akan bergerak serentak besok untuk menyampaikan petisi anti PHK dengan alasan perampingan karyawan. Karena itu tanpa ada rembugan dulu dengan kami. Kami menunggu petisi yang dijanjikan Pak Amat. Jadi kami akan tunggu saja, beliau pasti kembali, sebab kalau tidak ada petisi, gerakan kami hanya berhenti sebagai aksi. Padahal maksud kami bukan itu. Kami mau mencegah agar pihak majikan tidak berani berbuat seenaknya di masa depan terhadap bangsa kita, mentang-mentang kita miskin. Ini kan negeri kita? Kenapa mereka jadi tuan di negeri kita?” Pak Alit hanya bisa manggutmanggut. Dalam hatinya heran juga mendengar Amat mulai terjun pada aksi massa. Lima hari kemudian Amat pulang. Itu pun setelah berkali-kali menanyakan lewat telepon, apakah para buruh yang akan di-PHK itu sudah pergi. “Ya, Pak Amat,” jawab Pak Alit, menenangkan. “Mereka esoknya pagi-pagi sudah pergi semua. Kelihatan kecewa sekali. Aksi yang mereka rencanakan dibatalkan!” “O, ya? Kalau begitu mereka marah dong?” “Sama sekali tidak!” “O, ya? Masak?” “Ya! Kata mereka, mendengar mau didemo, majikan memutuskan membatalkan pemecatan karyawannya. Ya, betul. Aman, Pak Amat! Bapak boleh pulang! Mereka malahan titip pesan berterimakasih pada Pak Amat! Karena Pak Amat sudah memberikan mereka petisi. Ya!” Amat dan istrinya tiba kembali di rumah dengan wajah berseri-seri. Amat seperti melihat sinar kagum di mata para tetangga yang membuat
No. 229 n Mei 2017
C ERPEN ia bangga. “Usia tua ternyata tak menghambat kita untuk ikut berjuang jadi pembela rakyat kecil yang tertindas,” bisik Amat pada Pak Made. Ta p i b e g i t u masuk rumah, Bu Amat menjerit. Seluruh barang berharga ternyata sudah disikat ludes. Amat rontok. Bu Amat habishabisan menyesali suaminya. “Inilah akibatnya kalau sudah tua bangka, masih aksi-aksian revolusioner. Mau disanjung, nyatanya buntung!” Merasa bersalah, Amat diam saja. Tetapi di dalam hati. Ia masih berkilah, “Jadi pahlawan memang tidak mudah, harus berani dan rela banyak berkorban!” Untuk menutupi rasa malu, Bu Amat sendiri, berpurapura tak ada apa-apa yang terjadi. Amat dilarang lapor polisi. Tetangga pun dikadali dengan pura-pura bersemangat mendukung perjuangan buruh. “Kita semuanya adalah buruh. Perjuangan buruh adalah perjuangan kita! Saatnya sekarang tidak boleh tutup mata. Jangan biarkan para juragan kaya itu menggoreng bola. Kita harus ikut main, jangan cuma jadi penonton!” celoteh Bu Amat ke tetangga, seakan sedang meneruskan riwayat hidup barunya sebagai pemerhati keadilan. Dilalah, Ami, putri tunggal Amat, berkoar ke tetangga. Tak sengaja, membocorkan rahasia perusahaan. “Lho, Bu, kata saya kaget,” cerita Ami pada Pak Made, “hadiah jambangan bunga porselen dari kami untuk ulang tahun pernikahan bapak-ibu, kok ada di pasar loak? Lihat grafirnya yang dikutip dari sajak John Confort masih jelas: ingatlah segala yang baik dan cintaku yang kekal. Langsung Bli Sugi, suami saya beli lagi. Lalu saya
No. 229 n Mei 2017
marahin Bapak saya. Pak, kalau lagi kesulitan, jangan jual hadiah dari kami, terus-terang saja. Kami juga tahu, Bapak baru saja kemalingan habis-habisan. Terus-terang saja, semuanya akan lebih mudah! Orang kemalingan itu soal biasa. Bali bukan surga, di sini juga ada maling dan penipuan! Makanya jangan suka terima tamu yang tidak dikenal!” Pak Made cekikikan lalu nyentil “Rasain! Makanya, kalau sudah tua, jangan coba-coba ikut-ikutan main petisi-petisian! Mau jadi pahlawan kesiangan apa?!” “Petisi-petisian apa, pak Made?” “Lho belum tahu toh? Bapakmu itu kan makelar petisi! Makanya banyak orang jadi antipati. Ya dikerjainlah!” Ami bingung. “Maksud Bapak?” Pak Made hanya ketawa. Meskipun di desak, ia tak mau menjawab. “Anehnya, saya kok lihat Pak Made pakai cincin batu akik persis
akik yang Bli berikan dulu kepada Bapak sebagai oleh-oleh waktu pulang dari Bandung!” kata Ami kemudian mengadu pada suaminya. “Kenapa tidak ditanyakan saja, langsung?” “Bukan hanya ditanyakan, saya permisi mencoba memakainya, sebab dia bilang, cincin akik itu dia beli di pinggir jalan. Saya curiga. Tidak mungkin! Dan ternyata waktu saya coba, di ikatannya ada grafir letter A. Itu pasti akik yang kita beli untuk Bapak. Yang lebih mencurigakan lagi, beberapa hari kemudian saya lihat putra Pak Made memakai cincin itu! Waktu saya puji itu akik bagus yang harganya bisa ratusan juta, dia bilang cincin itu nemu di jalanan. Aneh sekali, kan? Apa??” Tak sampai sebulan kemudian, muncul lagi orang lain ke rumah Amat. Kali ini seorang anak muda yang mengaku mau di-PHK, karena dijebloskan kawannya. Dia yakin itu rekayasa. “Minta tolong Pak Amat, saya dibantu, jangan sampai saya dikeluarkan. Saya siap mengganti uang kas kantor yang tak sengaja saya pakai gara-gara saya pinjam, untuk menolong teman, melunasi hutangnya yang terjadi karena dia kena tipu. Tapi nyatanya dia sendiri yang penipu. Saya yakin itu rekayasa perusahaan, karena jabatan saya diincar, mau diberikan familinya. Teman-teman saya sudah siap mau bergerak mendukung saya. Untuk itu kami perlu petisi. Kata Pak Alit, Pak Amat pinter bikin petisi! Pak Made juga menyarankan, konsultasikan ke Pak Amat saja!” Amat langsung menjawab. “Kamu tak perlu petisi. Terima saja hukuman itu sebagai pendidikan moral supaya kamu jera. Itu namanya korupsi. Ajak ke-50 temanmu yang mau demo itu, berunding dengan Pak Made. Beliau ahli rekayasa. Di rumah saya ini tidak ada lagi jambangan bunga porselen dan cincin akik yang berharga ratusan juta!” Anak muda itu bengong.n
37
O
LAHRAGA
Tim Persatu Dilaunching
Manager Persatu Tuban, Fahmi Fikroni, menargetkan Persatu lolos di babak 16 besar Liga 2 Indonesia 2017. Hal ini karena Persatu berada satu tim dengan klub-klub yang tidak bisa dianggap remeh.
“
Dalam Grup V, Persatu harus mampu menundukan Persebaya Surabaya, PSIM Jogja, Persepam MU, PSBI Blitar, Persinga Ngawi, Madiun Putra FC dan Martaputra FC,” ujar Manager Persatu, saat launching 24 Pemain dan Kostum Persatu Liga 2 Indonesia. Dalam acara launching, yang digelar bersamaan dengan Car Free Day di GOR Rangga Jaya Anoraga Tuban, diperkenalkan pula kepada masyarakat tim kebanggan Tuban. “Kami memperkenalkan kombinasi pemain lama dan yang baru direkrut,” tutur Om Roni, sapaannya. Ditambahkan, untuk laga away atau tandang perdana, Persatu akan berlaga di markas Persepam Pamekasan. Pelatih Persatu, Edi Sugiharto, mempersiapkan “awaknya” dalam debut Liga 2 Indonesia 2017. Mulai mental, fisik hingga kombinasi skema permainan saat menghadapi perubahan serangan lawan. Untuk semua posisi sudah pas, tinggal mencari keberuntungan ketika laga di mulai, sambung pelatih asal Ma-
38
lang ini. Secara rinci, susunan pemain Persatu beserta nomor punggungnya sebagai berikut: Pemain Depan, Agung Suprayogi (10), Fitrah Wilda Ramdani (22), Yan Helda Ratama (2) dan Julian Aldi Prakoso (15). Bek Tengah, Bima Boy Asmara (21) dan Muhammad Dikky Yudistia (4). Bek Kiri, Crah Eka Angger Iswanto (76) dan Fajar Setiabudi (66). Bek kanan, Qipdi Riza Fahrudin (19) dan Yadi Haditiar (12). Sesuai rencana, Pelatih Persatu akan mengoptimalkan permainan tengah. Ada 10 pemain yang disiapkan, Rossi Akbar (6), Moch Sulton Fajar (87), Danu Rosade/Kapten (17), Edi Winarno (7), Afdal Orlando (11), Sulistiono (14), Shahrur Rhamdani (8), Dian Transiska (25), Panggah Madyantara (27) dan Supriyadi (16). Sementara itu, untuk Penjaga Gawang yang memperkuat Persatu yakni Fajar Setiabudi (66), Teguh Maulana Insan (23) dan Fathul Ma’arif (18). Kesiapan merumput Laskar Ronggolawe diakui oleh Kapten Tim, Danu Rosade. Pria ramah ini optimis timnya lolos dalam babak 16 besar. “Kami mohon doa dan kerjasamanya, khususnya suporter fanatik,” sambungnya. Acara launching diramaikan penampilan Nur KDI, dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Tuban, HM. Miyadi, S.Ag, MM, Ketua KONI Tuban, Mirza Ali Mansyur, Kepala Disparbudpora, Drs. Sulistiyadi, MM dan Kapolres Tuban, AKBP Fadly Samad. SH, SIk, MH. Juga, dimeriahkan dua suporter fanatik Laskar Ronggolawe, yakni Ronggomania dan Ultras Persatu.n kdg
No. 229 n Mei 2017
T@pRose
Pertura Gaungkan
TapRose ebagai upaya menggerakkan kesadaran masyarakat akan pentingnya peran serta dalam kegiatan pembangunan di berbagai bidang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tuban menggelar pertunjukan rakyat (Pertura) di Pantai Kelapa, Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang. Mengusung tema “Membangun Masyarakat Cerdas, Berkualitas dan Sejahtera”, kegiatan yang dihadiri jajaran Muspika Kecamatan Palang dan masyarakat sekitar ini, selain bertujuan memberikan hiburan positif kepada masyarakat, juga sebagai ajang sosialisasi program Pemkab Tuban. Panitia Pelaksana Pertura, Imadudin, S.E, dalam laporannya menyampaikan, Pertura digelar sebagai wujud apresiasi terhadap nilai seni dan budaya tradisional Indonesia dan sepenuhnya menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tuban. Menurut rencana, acara semacam akan diadakan secara kontinyu keliling Kecamatan. “Pertura malam ini menampilkan kelompok seni campursari Grebeg Budoyo pimpinan Pak Arisman dan lawak Cak Sogol cs. Semoga masyarakat terhibur hingga nanti pentas usai,” ucapnya. Camat Palang, Sugeng Winoto, S.E, dalam sambutannya, mengatakan, Kabupaten Tuban kaya akan potensi. Diharapkan, Bumi Wali yang selama ini hanya menjadi tempat transit, bisa menjadi salah satu daerah tujuan wisata. Dicontohkan, Kecamatan yang dipimpinnya punya banyak potensi wisata mulai dari wisata bahari, religi dan agro. Jika dikelola dengan baik tentu akan dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakatnya. “Karena itu, kami mohon bantuan dan dukungan Pemkab Tuban serta seluruh masyarakat, untuk bersama-sama mewujudkan hal tersebut,” tandasnya.
S
MEMILAH DAN MEMILIH BERITA Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tuban, Ir. Hery
No. 229 n Mei 2017
Gelar Pertura. (ydh)
Prasetyo S, MM, dalam sambutannya, mengatakan, kegiatan ini juga diisi dengan sosialisasi tentang capaian Pemkab Tuban selama tahun 2017, yakni tentang pemanfaatan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD), serta kewajiban masyarakat untuk Pak Hery. (ydh) membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Pak Hery, sapaannya, juga mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat supaya lebih bijak dalam menyikapi dan menggunakan media sosial. Di era keterbukaan informasi seperti saat ini, tambahnya, berbagai macam informasi dengan mudah bisa didapatkan dan disebar oleh siapapun. Masyarakat harus mampu memilah dan memilih mana berita yang membawa dampak positif maupun negatif. “Kami berupaya merangkul para nitizen menangkal berita hoax. Apalagi, masyarakat Tuban sudah mendeklarasikan diri sebagai anti hoax,” katanya, seraya menyebutkan beberapa dasar hukum larangan menyebar atau membawa berita hoax. TAPEROSE Mantan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Tuban ini juga memperkenalkan aplikasi Tuban Public Report Service (Taprose) yang akan diluncurkan pada awal Mei 2017. Menurutnya, aplikasi berbasis online ini dapat memudahkan masyarakat Tuban menyalurkan aspirasi dan informasi, karena di dalamnya terdapat fitur pengaduan atau laporan masyarakat. “Aplikasi Taprose merupakan aplikasi yang menerima aspirasi masyarakat langsung, dan masyarakat bisa menyalurkan informasi atau kejadian yang berkaitan dengan pembangunan dan Pemkab Tuban,” terangnya. Nantinya, melalui fitur itu Bupati Tuban dapat memantau langsung, bahkan memberikan penilaian terhadap kinerja setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melalui respon yang diberikan terhadap informasi, keluhan maupun saran yang disampaikan oleh seluruh masyarakat Kabupaten Tuban.n ydh
39
Cegah
Terorisme Bangkitkan
Nasionalisme
Selamat
Hari Kebangkitan Nasional Ke-109 (20 Mei 1908 – 20 Mei 2017)
Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tuban