Data Loading...

Akbar Edisi 237 Flipbook PDF

Akbar Edisi 237


118 Views
75 Downloads
FLIP PDF 15.05MB

DOWNLOAD FLIP

REPORT DMCA

Warta Tuban Bumi Wali

NO. 237 n TAHUN XXII n JANUARI 2018

Bangun 1.053 Rumah Layak Huni Laporan Utama Luncurkan “BUWAH IMAN”

Istimewa Raih Swasti Saba Padapa

Kisar Eksekutif “Fair” USCPD

Ekonomi Terus Kembangkan UMKM

Media KOMUNIKASI PEMKAB

No. 237 n Tahun XXII

JANUARI 2018

Agus Heru Purnomo, S.P

Jl. Mastrip No. 5A Tuban Telp. (0356) 322235

2

No. 237 Januari 2018

S

ERAMBI REDAKSI

Sosialisasi Pungli

Peserta sosialisasi. (kdg)

O

rganisasi Perangkat Daerah (OPD) hendaknya memiliki SOP yang jelas. Demikian seruan Wakil Bupati Tuban, Ir. H. Noor Nahar Hussein, M.Si, saat Sosialisasi Pencegahan Pungutan Liar (18/12) di Gedung KORPRI Tuban. OPD sebagai pelayanan publik harus memberikan informasi sejelas mungkin kepada masyarakat. Bila perlu, informasi dipajang pada papan pengumuman atau media lainnya di masing-masing unit kerja. Tujuannya agar meminimalkan munculnya tindak pungutan liar (pungli) di tubuh OPD. Dihadapan lebih kurang 100 peserta sosialisasi, Pak Wabup juga menyorot terkait pengelolaan Dana Desa (DD) yang berpotensi munculnya tindak pungli. Kemampuan aparatur dan kurangnya pema-

Serambi Redaksi . . . . . . . . . . . . . . 3 Editorial . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 4 Mimbar Agama. . . . . . . . . . . . . . . 5 Kisar Eksekutif . . . . . . . . . . . . . . . 8 Laporan Utama . . . . . . . . . . . . . . 12 Ekonomi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 15 Cermin . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 16 Selingan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 18

No. 237 Januari 2018

haman terhadap pengelolaan DD, menjadi faktor yang memungkinkan terjadinya pungli. Untuk itu, seyogyanya mengikuti kegiatan ini sungguhsungguh dan materi yang diterima diaplikasikan sehingga akan menekan potensi terjadinya pungli. Pak Wabup menghimbau Instansi terkait dan Camat menyosialisasikan kembali materi yang didapatkan kepada masyarakat. Sehingga, masyarakat teredukasi dan paham mengenai pungli. Masyarakat, sebagai publik, harus dilibatkan, sebagai wujud partisipasi aktif dalam memerangi pungli sekaligus bukti komitmen pemerintah melaksanakan pemerintahan yang bersih. Ketua Tim Sosialisasi Pencegahan Pungli Jatim, AKBP Dwi Safitri, SH, MH, menuturkan, kegiatan di atas sebagai preventif dalam menekan kemungkinan terjadinya pungli. Melalui tindakan pencegahan ini, harapannya Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang marak terjadi dapat ditekan bahkan dihilangkan. Di tingkat nasional, Polri,, Kemendagri dan Kemendes menandatangani kesepakatan bersama terkait pengelolaan DD. Bhabinkamtibmas sebagai bagian dari Polri bertugas mengawasi pengelolaan DD, sehingga tindak pungli, korupsi maupun penggelapan dapat diminimalkan. Kegiatan yang diselenggarakan Unit Pemberantasan Pungli Provinsi Jatim ini diikuti jajaran OPD, Camat dan Bhabinkamtibmas se-kabupaten Tuban.n kdg

Istimewa . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 19 Pendidikan . . . . . . . . . . . . . . . . . 23 Info Desa. . . . . . . . . . . . . . . . . . . 26 Ragam Peristiwa . . . . . . . . . . . . . 27 Olah Raga . . . . . . . . . . . . . . . . . . 31 Sastra dan Budaya . . . . . . . . . . . 34 Figur . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 39

3

E DITORIAL

“Persatuan dan Kesatuan di Penghujung 2017”

S

epanjang perjalanan tahun 2017 sering diramaikan dengan suasana saling tuduh tidak jelas arahnya. Seperti di televisi, kerap terjadi perbedaan berita, yang satu membenarkan ini, yang lainnya membenarkan itu. Sisi lain, lewat media sosial (medsos), yang dirasakan sebagai cara ampuh untuk propaganganda pada suku, budaya, agama dan lain-lain, dalam rangka membenarkan golongan masing masing. Tapi, perlu diingat, sebagai warga negara seyogyanya tetap menjaga NKRI. Sebagian besar masyarakat Indonesia adalah pengguna medsos, seperti yang diungkapkan Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudianatara, sebanyak 63 juta orang, dari 95% menggunakan internet untuk mengakses jejaring sosial (sumber kominfo.go.id), maka, cermat-cermatlah mengasumsi berita mana yang menjerumuskan dan mana yang menjaga persatuan. Kebutuhan bangsa dewasa ini bukanlah perpecahan, namun persatuan antar suku bangsa, budaya, agama dan ras menjadi hal yang mutlak dalam kelangsungan hidup bernegara, yang mulai “bersemi” di perjalanan tahun sebelum hingga penghujung tahun 2017. Padahal, sejarah membuktikan Indonesia berdiri tidak lepas dari rasa persatuan antar suku, agama dan ras. Semboyan kita sudah cukup jelas, yakni “Bhineka Tunggal Ika”. Persatuan mempunyai banyak peran penting dalam kemajuan, kemakmuran serta keamanan bangsa ini. Seharusnya warga indonesia menjaga keutuhan keberlangsungan hidup bernegara. Perpecahan tidak pernah menguntungkan,

4

menghambat cita cita nasional. Warga negara adalah melanjutkan cita citakan founding fathers. Jika mengikuti perpecahan, tidaklah dapat menemukan tatanan negara yang kondusif dan berkemakmuran, juga kekayaan alam serta jati diri bangsa sebagai bangsa yang berdaulat dalam ekonomi, budaya dan politik, akan mudah terjarah dan dimanfaatkan oleh bangsa lain jika tetap terjebak dalam situasi adu domba dewasa ini. Pemerintah beserta elemen bangsa harus mengambil peran dalam rangka persatuan. Terlebih pemerintah harus menjadi garda terdepan, baik dalam pengambilan kebijakan dan eksekusinya menyangkut hajat hidup masyarakat dengan tetap memperhatikan entitas-entitas budaya lokal, dan peranan pemerintah pada suku, budaya dan agama yang ada di Indonesia, mendorong peranan dalam kehidupan sosial dan kebudayaan, bahwa tujuan hidup adalah rasa cinta pada sesama manusia dan perdamaian abadi. Dengan demikian perbedaan antar golongan menjadi alat pemersatu bukan sebaliknya. Melihat gelaja yang sering terjadi, jika merasa sulit menjadi warga negara yang bijak dalam menentukan sikap dan pandangan untuk Indonesia yang lebih baik, serta sulit mengaktualisasikan pemahaman nilai nilai persatuan seperti nilai ke-Bhineka Tunggal Ika-an dan Pancasila, maka, pertanyaannya: Kebaikan apa yang bakal diturunkan kepada anakcucu kelak? Sedang, kita hidup di era yang tinggal menikmati bukan melanjutkan perjuangan, memperbaiki bukan malah menodai keutuhan negeri kepulauan yang indah ini! n

No. 237 Januari 2018

M IMBAR AGAMA

Muhammad dari Kelahiran Sampai Perkawinannya (Bagian I) Usia Abd'l-Muttalib sudah hampir mencapai tujuhpuluh tahun atau lebih tatkala Abraha mencoba menyerang Mekah dan menghancurkan Rumah Purba. Ketika itu umur Abdullah anaknya sudah dua puluh empat tahun, dan sudah tiba masanya dikawinkan. Pilihan Abd'l-Muttalib jatuh kepada Aminah bint Wahb bin Abd Manaf bin Zuhra, pemimpin suku Zuhra ketika itu yang sesuai pula usianya dan mempunyai kedudukan terhormat. Maka pergilah anak-beranak itu hendak mengunjungi keluarga Zuhra. Ia dengan anaknya menemui Wahb dan melamar puterinya. Sebagian penulis sejarah berpendapat, bahwa ia pergi menemui Uhyab, paman Aminah, sebab waktu itu ayahnya sudah meninggal dan dia di bawah asuhan pamannya. Pada hari perkawinan Abdullah dengan Aminah itu, Abd'l-Muttalib juga kawin dengan Hala, puteri pamannya. Dari perkawinan ini lahirlah Hamzah, paman Nabi dan yang seusia dengan dia.

Oleh: Muhammad Husain Haekal

A

bdullah dengan Aminah tinggal selama tiga hari di rumah Aminah, sesuai dengan adat kebiasaan Arab bila perkawinan dilangsungkan di rumah keluarga pengantin puteri. Sesudah itu mereka pindah bersama-sama ke keluarga Abd'l-Muttalib. Tak seberapa lama kemudian Abdullahpun pergi dalam suatu usaha perdagangan ke Suria dengan meninggalkan isteri yang dalam keadaan hamil. Tentang ini masih terdapat beberapa keterangan yang berbeda-beda: adakah Abdullah kawin lagi selain dengan Aminah; adakah wanita lain yang datang menawarkan diri kepadanya? Rasanya tak ada gunanya menyelidiki keterangan-keterangan semacam ini. Yang pasti ialah Abdullah adalah seorang pemuda yang tegap dan tampan. Bukan hal yang luar biasa jika ada wanita lain yang ingin menjadi isterinya selain Aminah. Tetapi setelah perkawinannya dengan Aminah itu hilanglah harapan yang lain walaupun untuk sementara. Siapa tahu, barangkali mereka masih menunggu ia pulang dari perjalanannya ke Syam untuk menjadi isterinya di samping Aminah. Dalam perjalanannya itu

No. 237 Januari 2018

Abdullah tinggal selama beberapa bulan. Dalam pada itu ia pergi juga ke Gaza dan kembali lagi. Kemudian ia singgah ke tempat saudarasaudara ibunya di Medinah sekadar beristirahat sesudah merasa letih selama dalam perjalanan. Sesudah itu ia akan kembali pulang dengan kafilah ke Mekah. Akan tetapi kemudian ia menderita sakit di tempat saudara-saudara ibunya itu. Kawankawannyapun pulang lebih dulu meninggalkan dia. Dan merekalah yang menyampaikan berita sakitnya itu kepada ayahnya setelah mereka sampai di Mekah. Begitu berita sampai kepada Abd'l-Muttalib ia mengutus Harith anaknya yang sulung - ke Medinah, supaya membawa kembali bila ia sudah sembuh. Tetapi sesampainya di Medinah ia mengetahui bahwa Abdullah sudah meninggal dan sudah dikuburkan pula, sebulan sesudah kafilahnya berangkat ke Mekah. Kembalilah Harith kepada keluarganya dengan membawa perasaan pilu atas kematian adiknya itu. Rasa duka dan sedih menimpa hati Abd'lMuttalib, menimpa hati Aminah, karena ia kehilangan seorang suami

yang selama ini menjadi harapan kebahagiaan hidupnya. Demikian juga Abd'l-Muttalib sangat sayang kepadanya sehingga penebusannya terhadap Sang Berhala yang demikian rupa belum pernah terjadi di kalangan masyarakat Arab sebelum itu. Peninggalan Abdullah sesudah wafat terdiri dari lima ekor unta, sekelompok ternak kambing dan seorang budak perempuan, yaitu Umm Ayman - yang kemudian menjadi pengasuh Nabi. Boleh jadi peninggalan serupa itu bukan berarti suatu tanda kekayaan; tapi tidak juga merupakan suatu kemiskinan. Di samping itu umur Abdullah yang masih dalam usia muda belia, sudah mampu bekerja dan berusaha mencapai kekayaan. Dalam pada itu ia memang tidak mewarisi sesuatu dari ayahnya yang masih hidup itu. Aminah sudah hamil, dan kemudian, seperti wanita lain iapun melahirkan. Selesai bersalin dikirimnya berita kepada Abd'l Muttalib di Ka'bah, bahwa ia melahirkan seorang anak laki-laki. Alangkah gembiranya orang tua itu setelah menerima berita. Sekaligus ia teringat kepada Abdullah anaknya. Gembira

5

M IMBAR AGAMA sekali hatinya karena ternyata pengganti anaknya sudah ada. Cepatcepat ia menemui menantunya itu, diangkatnya bayi itu lalu dibawanya ke Ka'bah. Ia diberi nama Muhammad. Nama ini tidak umum di kalangan orang Arab tapi cukup dikenal. Kemudian dikembalikannya bayi itu kepada ibunya. Kini mereka sedang menantikan orang yang akan menyusukannya dari Keluarga Sa'd (Banu Sa'd), untuk kemudian menyerahkan anaknya itu kepada salah seorang dari mereka, sebagaimana sudah menjadi adat kaum bangsawan Arab di Mekah. Mengenai tahun ketika Muhammad dilahirkan, beberapa ahli berlainan pendapat. Sebagian besar mengatakan pada Tahun Gajah (570 Masehi). Ibn Abbas mengatakan ia dilahirkan pada Tahun Gajah itu. Yang lain berpendapat kelahirannya itu lima belas tahun sebelum peristiwa gajah. Selanjutnya ada yang mengatakan ia dilahirkan beberapa hari atau beberapa bulan atau juga beberapa tahun sesudah Tahun Gajah. Ada yang menaksir tiga puluh tahun, dan ada juga yang menaksir sampai tujuh puluh tahun. Juga para ahli berlainan pendapat mengenai bulan kelahirannya. Sebagian besar mengatakan ia dilahirkan bulan Rabiul Awal. Ada yang berkata lahir dalam bulan Muharam, yang lain berpendapat dalam bulan Safar, sebagian lagi menyatakan dalam bulan Rajab, sementara yang lain mengatakan dalam bulan Ramadan. Kelainan pendapat itu juga mengenai hari bulan ia dilahirkan. Satu pendapat mengatakan pada malam kedua Rabiul Awal, atau malam kedelapan, atau kesembilan. Tetapi pada umumnya mengatakan, bahwa dia dilahirkan pada tanggal dua

6

belas Rabiul Awal. Ini adalah pendapat Ibn Ishaq dan yang lain. Selanjutnya terdapat perbedaan pendapat mengenai waktu kelahirannya, yaitu siang atau malam, demikian juga mengenai tempat kelahirannya di Mekah. Caussin de Perceval dalam Essai sur l'Histoire des Arabes menyatakan, bahwa Muhammad dilahirkan bulan Agustus 570, yakni Tahun Gajah, dan bahwa dia dilahirkan di Mekah di rumah kakeknya Abd'l-Muttalib. Pada hari ketujuh kelahirannya itu Abd'l-Muttalib minta disembelihkan unta. Hal ini kemudian dilakukan dengan mengundang makan masyarakat Quraisy. Setelah mereka mengetahui bahwa anak itu diberi nama Muhammad, mereka bertanya-tanya mengapa ia tidak suka memakai nama nenek moyang. "Kuinginkan dia akan menjadi orang

yang Terpuji, bagi Tuhan di langit dan bagi makhluk-Nya di bumi," jawab Abd'l Muttalib. Aminah masih menunggu akan menyerahkan anaknya itu kepada salah seorang Keluarga Sa'd yang akan menyusukan anaknya, sebagaimana sudah menjadi kebiasaan bangsawan-bangsawan Arab di Mekah. Adat demikian ini masih berlaku pada bangsawan-bangsawan Mekah. Pada hari kedelapan sesudah dilahirkan anak itupun dikirimkan ke pedalaman dan baru kembali pulang ke kota sesudah ia berumur delapan atau sepuluh tahun.

Mengenai tahun ketika Muhammad dilahirkan, beberapa ahli berlainan pendapat. Sebagian besar mengatakan pada Tahun Gajah (570 Masehi). Ibn Abbas mengatakan ia dilahirkan pada Tahun Gajah itu. Yang lain berpendapat kelahirannya itu lima belas tahun sebelum peristiwa gajah. Selanjutnya ada yang mengatakan ia dilahirkan beberapa hari atau beberapa bulan atau juga beberapa tahun sesudah Tahun Gajah. Ada yang menaksir tiga puluh tahun, dan ada juga yang menaksir sampai tujuh puluh tahun.

No. 237 Januari 2018

M IMBAR AGAMA Di kalangan kabilah-kabilah pedalaman yang terkenal dalam menyusukan ini di antaranya ialah kabilah Banu Sa'd. Sementara masih menunggu orang yang akan menyusukan itu Aminah menyerahkan anaknya kepada Thuwaiba, budak perempuan pamannya, Abu Lahab. Selama beberapa waktu ia disusukan, seperti Hamzah yang juga kemudian disusukannya. Jadi mereka adalah saudara susuan. Sekalipun Thuwaiba hanya beberapa hari saja menyusukan, namun ia tetap memelihara hubungan yang baik sekali selama hidupnya. Setelah wanita itu meninggal pada tahun ketujuh sesudah ia hijrah ke Medinah, untuk meneruskan hubungan baik itu ia menanyakan tentang anaknya yang juga menjadi saudara susuan. Tetapi kemudian ia mengetahui bahwa anak itu juga sudah meninggal sebelum ibunya. Akhirnya datang juga wanitawanita keluarga Sa'd yang akan menyusukan itu ke Mekah. Mereka memang mencari bayi yang akan mereka susukan. Akan tetapi mereka menghindari anak-anak yatim. Sebenarnya mereka masih mengharapkan sesuatu jasa dari sang ayah. Sedang dari anak-anak yatim sedikit sekali yang dapat mereka harapkan. Oleh karena itu di antara mereka itu tak ada yang mau mendatangi Muhammad. Mereka akan mendapat hasil yang lumayan bila mendatangi keluarga yang dapat mereka harapkan. Akan tetapi Halimah bint AbiDhua'ib yang pada mulanya menolak Muhammad, seperti yang lainlain juga, ternyata tidak mendapat bayi lain sebagai gantinya. Di samping itu karena dia memang seorang wanita yang kurang mampu, ibu-ibu lainpun tidak menghiraukannya. Setelah sepakat mereka akan meninggalkan Mekah. Halimah berkata kepada Harith bin Abd'l-'Uzza suaminya: "Tidak senang aku pulang ber-

No. 237 Januari 2018

sama dengan teman-temanku tanpa membawa seorang bayi. Biarlah aku pergi kepada anak yatim itu dan akan kubawa juga." "Baiklah," jawab suaminya. "Mudah-mudahan karena itu Tuhan akan memberi berkah kepada kita." Halimah kemudian mengambil Muhammad dan dibawanya pergi bersama-sama dengan teman-temannya ke pedalaman. Dia bercerita, bahwa sejak diambilnya anak itu ia merasa mendapat berkah. Ternak kambingnya gemuk-gemuk dan susunyapun bertambah. Tuhan telah memberkati semua yang ada padanya. Selama dua tahun Muhammad tinggal di Sahara, disusukan oleh Halimah dan diasuh oleh Syaima', puterinya. Udara Sahara dan kehidupan pedalaman yang kasar menyebabkannya cepat sekali menjadi besar, dan menambah indah bentuk dan pertumbuhan badannya. Setelah cukup dua tahun dan tiba masanya disapih, Halimah membawa anak itu kepada ibunya dan sesudah itu membawanya kembali ke pedalaman. Hal ini dilakukan karena kehendak ibunya, kata sebuah keterangan, dan keterangan lain mengatakan karena kehendak Halimah sendiri. Ia dibawa kembali supaya lebih matang, juga memang dikuatirkan dari adanya serangan wabah Mekah. Dua tahun lagi anak itu tinggal di Sahara, menikmati udara pedalaman yang jernih dan bebas, tidak terikat oleh sesuatu ikatan jiwa, juga tidak oleh ikatan materi. Pada masa itu, sebelum usianya mencapai tiga tahun, ketika itulah terjadi cerita yang banyak dikisahkan orang. Yakni, bahwa sementara ia dengan saudaranya yang sebaya sesama anak-anak itu sedang berada di belakang rumah di luar pengawasan keluarganya, tiba-tiba anak yang dari Keluarga Sa'd itu kembali pulang sambil berlari, dan berkata kepada ibu-bapanya: "Saudaraku yang dari Quraisy itu telah

diambil oleh dua orang laki-laki berbaju putih. Dia dibaringkan, perutnya dibedah, sambil dibalik-balikan." Dan tentang Halimah ini ada juga diceritakan, bahwa mengenai diri dan suaminya ia berkata: "Lalu saya pergi dengan ayahnya ke tempat itu. Kami jumpai dia sedang berdiri. Mukanya pucat-pasi. Kuperhatikan dia. demikian juga ayahnya. Lalu kami tanyakan: "Kenapa kau, nak?" Dia menjawab: "Aku didatangi oleh dua orang laki-laki berpakaian putih. Aku di baringkan, lalu perutku dibedah. Mereka mencari sesuatu di dalamnya. Tak tahu aku apa yang mereka cari." Halimah dan suaminya kembali pulang ke rumah. Orang itu sangat ketakutan, kalau-kalau anak itu sudah kesurupan. Sesudah itu, dibawanya anak itu kembali kepada ibunya di Mekah. Atas peristiwa ini Ibn Ishaq membawa sebuah Hadis Nabi sesudah kenabiannya. Tetapi dalam menceritakan peristiwa ini Ibn Ishaq nampaknya hati-hati sekali dan mengatakan bahwa sebab dikembalikannya kepada ibunya bukan karena cerita adanya dua ma-laikat itu, melainkan - seperti cerita Halimah kepada Aminah - ketika ia dibawa pulang oleh Halimah sesudah disapih, ada beberapa orang Nasrani Abisinia memperhatikan Muhammad dan menanyakan kepada Halimah tentang anak itu. Dilihatnya belakang anak itu, lalu mereka berkata: "Biarlah kami bawa anak ini kepada raja kami di negeri kami. Anak ini akan menjadi orang penting. Kamilah yang mengetahui keadaannya." Halimah lalu cepat-cepat menghindarkan diri dari mereka dengan membawa anak itu. Demikian juga cerita yang dibawa oleh Tabari, tapi ini masih di ragukan; sebab dia menyebutkan Muhammad dalam usianya itu, lalu kembali menyebutkan bahwa hal itu terjadi tidak lama sebelum kenabiannya dan usianya empat puluh tahun.n

7

K ISAR EKSEKUTIF

Sidak Ujian Perangkat Desa dan Arak

Sidak di KSPKP, (kdg)

S

ebanyak 5.412 orang mengikuti Ujian Seleksi Calon Perangkat Desa (USCPD) (12/12). Posisi yang tersedia, Sekretaris Desa (Sekdes), Kepala Urusan (Kaur), Kepala Seksi (Kasi) dan Kepala Dusun (Kadus). Diantara keempat posisi itu, lowongan Sekdes menjadi yang paling banyak diperebutkan. Sementara itu, Bupati Tuban, H. Fathul Huda bersama Kapolres dan Dandim 0811 Tuban melakukan sidak ke beberapa lokasi ujian, pertama ke Gedung Koperasi Serba Pelayanan Keluarga Pendidikan (KSPKP), yang menjadi tempat bagi Calon Perangkat Desa (CPD) wilayah Kecamatan Tuban.

Selanjutnya, bergerak ke wilayah Kecamatan Merakurak di Gedung Budaya Loka, kemudian menuju ke salah ruang kuliah di Universitas Ronggolawe (Unirow) Tuban bagi peserta wilayah Kecamatan Semanding. Pak Bupati bersyukur karena penyelenggaraan USCPD berjalan lancar, mengedepankan kejujuran dan keterbukaan. Dari awal pembuatan soal hingga berlangsungnya ujian berjalan baik. Proses yang dilalui berjalan sesuai aturan, sehingga meminimalisir terjadinya kecurigaan dan mewujudkan situasi yang kondusif. Panitia penyelenggara diimbau agar terus manjalankan tugas sam-

Sidak oleh Pak Wabup. (kdg)

8

pai akhir dengan sebaik mungkin, sehingga didapatkan hasil yang terbaik, transparan, jujur dan dapat dipertanggungjawabkan. “Terima kasih panitia atas kerja kerasnya. Semoga pelaksanaan USCPD mendapatkan hasil yang terbaik,” tuturnya. Sejalan sidak yang dilakukan Pak Bupati, Wakil Bupati Tuban, Ir. H. Noor Nahar Hussein, M.Si, juga melakukan sidak ke beberapa lokasi tes, diantaranya ke Kecamatan Plumpang, Rengel dan Soko. Pada sidaknya Pak Wabup menitikberatkan pada nilai-nilai kejujuran dan keterbukaan. Diharapkan peserta mengerjakan soal dengan baik dan mendapatkan hasil terbaik pula. Sidak perangkat desa diadakan tanpa sepengetahuan panitia dan peserta. Bahkan, demi menjaga kerahasiaan, soal ujian didistribusikan kurang dari 3 jam sebelum waktu pelaksanan. Kunci jawaban dibawa khusus oleh Kepala OPD yang ditunjuk langsung di masing-masing lokasi ujian. Sidak arak Pada hari yang sama, disela sidak USCPD Pak Bupati, Kapolres dan Dandim 0811 Tuban meninjau razia produksi arak yang dilakukan aparat gabungan Polres Tuban, Polsek Semanding dan Satpol PP di Widengan Kecamatan Semanding dengan pemiliki atas nama Sirin. Dalam razia itu diamankan 4.000 liter baceman bahan baku arak dan 252 liter arak siap edar. Pak Huda, sapaan Bupati Tuban, menyampaikan, bahwa Pemkab, Polres dan Kodim akan terus berkomitmen memberantas produksi arak. Ini dibuktikan bahwa di lokasi yang tersembunyipun dapat terungkap. Hal itu juga tidak lepas dari partisipasi dan informasi masyarakat. Hasil razia akan ditindaklanjuti sam-

No. 237 Januari 2018

K ISAR EKSEKUTIF pai P21, termasuk penangkapan kasus yang dulu-dulu. Kapolres Tuban, AKBP Sutrisno HR, SH, SIK, M.Si, menyatakan, pembuat arak atas nama Sirin adalah pelaku lama yang sudah pernah diproses. Diakui bahwa putusan kasus produksi miras yang dulu relatif ringan, hanya 3 - 6 bulan, namun mulai 2017 ada peningkatan hukuman hingga 1,5 tahun. Hal tersebut untuk menciptakan efek jera. Ke depan akan berkoordinasi dengan pengadilan untuk membahas efek jera, sehingga hukumannya dapat ditingkatkan, karena produk arak selain dapat merusak generasi bangsa juga sangat kontradiktif dengan brand Tuban Bumi Wali.n kdg

Sidak arak. (kdg)

“Fair USCPD”

Sidak di Gedung Budaya Loka. (kdg)

U

SCPD sudah terselenggara secara fair. Tahapan yang dilalui sudah sebagaimana ketentuan dan aturan yang ada, mulai dari proses penjaringan, pendaftaran, pembuatan soal hingga pelaksanaan ujian dan pengoreksian, berjalan tertib, lancar dan kondusif. Menanggapi dugaan kebocoran soal tidaklah benar. Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Tuban, Drs. Rohman Ubaid, menyatakan, media telah dipersilahkan menyaksikan proses persiapan kerja tim pembuat soal, mulai dari pemeriksaan perbekalan, tas yang dibawa masing-masing tim oleh petugas dari Polres, sampai pemeriksaan dan pengecekan laptop yang disiapkan panitia sesaat sebelum tim pembuat soal dikarantina di ruang kerja tertutup dan dijaga petugas Polres di luar pintu masuk. Karenanya disesalkan kalau masih ada asumsi kebocoran soal USCPD. Pak Ubaid, sapaan Kabag Humas dan Protokol,

No. 237 Januari 2018

menambahkan, setiap proses USCPD sudah dirancang sedemikian rupa untuk menghindari kecurangan juga dugaan kecurangan yang mungkin berkembang di masyarakat. Sebagai tindakan preventif, pembuat soal dikarantina dengan pengawasan khusus dari aparat dari Polres Tuban. Pembuat soal baru dilepas dari karantina ketika soal sudah didistribusikan, dan pendistribusian soal maupun kunci jawaban dilakukan terpisah dengan jarak waktu juga dikawal ketat aparat. Ketentuan dan mekanisme USCPD berjalan baik, sedang jika benar telah terjadi kecurangan akan ditindaklanjuti oleh yang berwenang. Hal ini sebagaimana komitmen Bupati Tuban saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW (09/12), yang menuturkan, bahwa semua itu adalah rakyat kami, anak kami, tidak boleh ada diskriminasi, USCPD harus kita selenggarakan seadil-adilnya. Kalaupun benar terjadi kecurangan, hal ini menunjukkan adanya oknum yang ingin bermain yang kehabisan cara untuk mendapat bocoran soal ataupun kunci jawaban, karena proses yang begitu ketat, sehingga mencoba-coba dalam tahapan koreksi. Diharapkan masyarakat dapat menyikapi persoalan ini dengan bijak, tidak termakan informasi yang bernada provokasi dan berita bohong (hoax) yang mungkin beredar. Pak Ubaid meyakinkan bahwa proses USCPD telah berjalan baik dan lancar. Insyaallah nantinya didapatkan calon pelayan masyarakat yang amanah.n kdg

9

K ISAR EKSEKUTIF

Launching “SIAPA TAKUT” Pak Majmudi. (mif)

K

emitraan Unirow - Pemkab Tuban terjalin melalui MoU (Memorandum of Understanding) yang merujuk beberapa bidang kemitraan, salah satunya dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan KB, yaitu melalui program SIAPA TAKUT (Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Transparan dan Akuntabel). SIAPA TAKUT yang dilaunching di Gedung C Unirow, dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan dan KB, Drs. H. Mahmudi M.Si beserta punggawanya, para tenaga ahli dari 50 Desa yang terpilih mengawali program SIAPA TAKUT, serta Rektor Unirow, Dr. Supiana Dian Nurtjahyani, M.Kes, Kepala LPM (Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat), Novi Hendra Wirawan, M.T dan beberapa Dosen ikut menghadiri perhelatan launching. Rektor Unirow, yang akrab disapa Bu Dian, menyampaikan, sudah saatnya Unirow - Pemkab Tuban bersinergi dalam kemitraan kerja yang mutualisme, yang semuanya dimuarakan untuk kemanfaatan dan kemajuan masyarakat Tuban. Sebagai kampus, Unirow bertanggung jawab memintarkan, bukan hanya mahasiswanya, tetapi juga lingkungan masyarakat, melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu: Pendidikan/Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. “Kerjasama program SIAPA TAKUT terkait dua hal, yaitu Pengajaran dan Pengabdian kepada Masyarakat,” ujarnya. Desa Keberadaan program SIAPA

10

TAKUT, seiring alokasi Dana Desa (DD) yang nominalnya relatif besar, Dispemas dan KB, harus mengawalnya. Tentu saja dalam mengawal lebih efektif dan efisien dengan menciptakan sistem yang baik. Penciptaan sitem itu nantinya bakal bisa diakses secara on-line dari setiap desa oleh Pemkab dan sebaliknya. Peranan Unirow dalam kemitraan, menciptakan software SIAPA TAKUT, mendampingi dan memberikan pelatihan bagi tenaga operator komputer desa. Untuk kali pertama, diadakan pelatihan bagi 50 personal operator komputer desa. Pendesain software melatih para Dosen TIF (Teknik Informatika), sedang pintu kerjasama Unirow dengan Pemkab dikoordinasi Novi Hendra Wirawan, M.T, Ketua LPM Unirow. Selain program SIAPA TAKUT, Ka. LPM bersama Prodi TIF sebelumnya juga telah menjalin kemitraan dengan Dispemas dan KB melalui program komputerisasi data, dengan merancang Profil Desa. Seperti halnya Profile Desa, SIAPA TAKUT nantinya menyentuh semua Desa yang tersebar di 20 Kecamatan. Dari 328 Desa dan Kelurahan, terdapat 311 Desa tersebar di 20 Kecamatan, nantinya secara bergilir akan diadakan pelatihan SIAPA TAKUT. Tentunya, disesuaikan dengan giliran, karena pelatihan tidak

bisa serta merta langsung 311 Desa secara bergiliran dalam setahun. Tetapi, mengikuti tingkat kebutuhan dan plafon dana yang dianggarkan dan telah resmi disetujui pemerintah. Antisipasi Pak Mahmudi, sapaan Kadis Pemas dan KB, mengatakan, program SIAPA TAKUT untuk mengantisipasi kucuran penggunaan DD yang relatif besar, agar penggunaannya tepat sasaran dan tidak terjadi penyelewengan. Untuk itu, kehadiran sistem yang transparan dan akuntabel dan on-line menjadi alternatif yang tepat. Tetapi, agar semua lancar, SDM yang ada di Desa harus bisa mengoperasikan sistem tersebut. Unirow, sebagai mitra yang kompeten dan berada dekat dengan Pemkab Tuban, sangat tepat dipilih sebagai mitra. Terlebih, semangat memajukan masyarakat Tuban berkesesuaian dengan Pemkab Tuban. Sistem ini juga sebagai kontrol dengan tingkat akses dua arah yang mudah. Untuk itu, diharapkan program ini bisa mengangkat Desa dari keterpurukan. Kehadiran DD menjadi memajukan, bukan malah menyulitkan SDM Desa. Dibalik itu, Unirow sebagai salah satu PTS di Tuban, strategis dalam mengejawantahkan pilar-pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi bersama Pemkab Tuban.n mif

Arena launching SIAPA TAKUT. (mif)

No. 237 Januari 2018

K ISAR EKSEKUTIF

Gelar Pasukan Lilin Semeru 2017

M

enyambut Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, Polres Tuban menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Semeru 2017 (21/12). Pimpinan Apel, Kapolres Tuban, AKBP Sutrisno HR. Ikut pula hadir, Wakil Bupati Tuban, Ir. H. Noor Nahar Hussein, M.Si, beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Tuban dan Pimpinan Instansi terkait. Di Halaman Polres Tuban, Kapolres, menjelaskan, pada perayaan Natal 2017 dan Tahun 2018, terdapat beberapa hal yang perlu perhatian khusus. Di antaranya, potensi serangan teror, kemacetan, bencana alam, ketersediaan dan stabilitas harga pangan serta potensi konfilk di masyarakat perlu diantisipasi. Operasi kali ini mengedepankan kegiatan preventif didukung kegiatan intelejen dan penegakan hukum. Kepada personel dan instansi terkait, Kapolres mengimbau meningkatkan kerjasama, baik internal maupun lintas sektor. Gabungan

M

Periksa pasukan. (kdg)

personel hendaknya menjamin kenyamanan dan keamanan masyarakat sepanjang waktu libur. “Khusus perayaan Natal, bekerjasama dengan Brimob dan telah menyiapkan pendukung untuk mensterilkan Gereja guna menjamin keamanan saat perayaan berlangsung,” terangnya. Gereja di wilayah Kecamatan maupun Desa, Kapolres memaksimalkan personel di Polres dan Polsek. Operasi Lilin Semeru 2017 dilaksanakan mulai 23 – Desember 2017 sampai 1 Januari 2018. Guna menunjang kegiatan tersebut, mengerahkan 250 personel Polres

Tuban, didukung Instansi terkait. Sedang, unsur lain yang terlibat, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Damkar, Orari serta Organisasi Kemasyarakatan lainnya. Tidak hanya itu, gabungan personel ditunjang 3 unit roda enam, 30 unit roda empat, 75 unit roda dua, 5 unit ambulance, 2 unit mobil derek dan 3 unit PMK. Lokasi operasi tersebar di tempat peribadatan, objek vital, lingkungan industri, wilayah rawan bencana alam, tempat keramaian seperti objek wisata, rest area, pertokoan dan daerah rawan kecelakaan/ pelanggaran lalu lintas. n kdg

Musda MUI VII

usyawarah Daerah (MUSDA) Majelis Ulama Indoneis (MUI) Tuban VII 2017 digelar di Gedung KORPRI kompleks Pendopo Kridha Manunggal (16/12). Kegiatan ini dihadiri Bupati Tuban, Wakil Bupati Tuban, Ketua MUI Tuban, KH. Abdul Matin Jawahir, Ketua MUI Jatim, Drs. KH. Abdushomad Bukhori dan jajaran Forkopimda. Disamping itu, Camat se-Kabupaten Tuban dan pengurus MUI Tuban serta Pimpinan Ormas Islam. Bupati Tuban, H. Fathul Huda, menyatakan, saat ini eksistensi terlihat. Dalam perkembangannya telah memberikan kontribusi baik masalah sosial, kebangsaan, keduniawian dan rohaniah. Dituturkan, bahwa prostitusi di Tuban teratasi. Tempat yang dulunya lokalisasi kini ditutup dan masyarakat diarahkan bekerja sesuai aturan dan norma yang berlaku. Mengenai miras, pemberantasan minuman haram ini dilakukan semaksimal mungkin. Masyarakat juga dilibatkan untuk memberikan informasi terkait produksi miras. Bahkan, yang mampu

No. 237 Januari 2018

membuktikan adanya tempat produksi miras dan peredarannya, dihadiahi umroh. Mnimnya hukuman bagi produsen miras imbasnya produsen kurang merasakan efek jera. Untuk itu, meminta peran MUI memberikan nasehat untuk mengatasi hal tersebut. Pak Bupati berharap koordinasi Pemkab dan MUI lebih baik lagi. Sehingga, ke depan dapat membangun Tuban lebih religius. Ketua MUI Tuban, Mbah Matin, sapaannya, menambahkan, biasanya forum komunikasi MUI, pelaksanaan Musda atau konferensi dilakukan bergilir dari satu pondok ke pondok yang lainnya. Dituturkan, bahwa MUI adalah lembaga yang bertujuan ikut berperan dalam memujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang baik. Sedang, Ketua MUI Jatim, menambahkan, bahwa organisasi yang berusia 42 tahun ini adalah wadah bagi umat Islam yang tidak membedakan golongan. Untuk itu, agar anggota MUI memiliki niat ikhlas lahir batin dalam mnjalan visi MUI.n kdg

11

L APORAN UTAMA

Bangun 1.053 Rumah Layak Huni Pada tahun 2017, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban telah membangun atau merehabilitasi rumah layah huni sebanyak 1.053. Pembangunan tersebut dilakukan dalam kerangka mengurangi besarnya jumlah rumah yang dibutuhkan masyarakat (baclog) miskin di Kabupaten Tuban.

B

erdasarkan data baclog 2016, jumlah rumah tidak layak huni di Kabupaten Tuban cukup besar. Dalam sebuah perhitungan, Kepala Keluarga (KK) yang memiliki rumah tidak layak huni diperhitungkan 22.827 KK, sedang yang belum memiliki rumah hunian berjumlah 19.195 KK, sehingga terjadi kesenjangan antara jumlah rumah terbangun dengan jumlah rumah yang dibutuhkan masyarakat sebesar 42.022 unit. Melalui pembangunan rumah layak huni, yang sudah diselenggarakan Pemkab Tuban sebanyak 1.053 unit, maka hingga akhir tahun 2017 backlog yang tersisa sebanyak 40.969 unit rumah. Jumlah sebanyak ini sudah barang tentu relatif besar, meski demikian secara bertahap akan dilakuakan penanganan, baik melalui dukungan pendanaan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kabupa-

12

ten Tuban, APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) maupun melalui Sumber-sumber lain. “Membangun 40 ribuan rumah bukan pekerjaan yang ringan. Meski serasa berat, akan tetapi program pengentasan kemiskinan itu harus bisa berjalan baik,” ujar Drs. Sudarmaji, MM, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Tuban. Pak Darmaji, sapaannya, merincikan, rumah layak huni yang dibangun pada tahun 2017, sejumlah 507 unit diprogramkan melalui dana APBD Kabupaten Tuban, sebanyak 446 unit didukung penganggaran APBN dan 100 unit mendapatkan pembiayaan dari program corporate social responsibility (CSR) perusahaan. Oleh karena itu, masih membutuhkan kerja keras dalam rangka percepatan pembangunan rumah layak huni di tahun 2018 ini, juga

pada tahun-tahun mendatang. “Tentunya harus ada inovasi,” kata Kepala Dinas PRKP Kabupaten Tuban. Pembangunan rumah layak huni merupakan salah satu program prioitas pengentasan kemiskinan di Kabupaten Tuban. Program ini berkaitan dengan penyediaan hunian bagi warga miskin dalam rangka meningkatkan derajat hidupnya. Penyediaan hunian di antaranya tersedianya rumah layak huni bagi warga yang dikategorikan miskin. Sedang penyediaan rumah layak huni dapat berupa pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat yang belum memiliki rumah dan peningkatan hunian melalui rehabilitasi rumah tidak layak huni menjadi rumah layak huni. Dengan terpenuhinya hunian yang layak huni, masyarakat miskin yang mendapat program tersebut diharapkan menjadi lebih produktif, lebih

No. 237 Januari 2018

L APORAN UTAMA sehat dan lebih berdaya untuk bekerja dalam rangka meningkatkan penghasilannya, karena salah satu problem utama kemiskinannya sudah teratasi. Berikutnya, segala daya maupun upayanya dapat difokuskan pada pekerjaan untuk meningkatkan penghasilannya. Lebih dari itu, diharapkan mengentasnya dari kemiskinan dan peningkatan kesejahteraannya.

Bantuan sosial Dijelaskan oleh Pak Darmaji, program pembangunan rumah tidak layak huni dan rehabilitasi rumah tidak layak huni menjadi layak huni adalah bersifat bantusan sosial. Salah satu syarat untuk mendapatkan bantuan sosial didahuli dengan adanya usulan dari masyarakat berupa proposal oleh pemohon yang diketahui oleh Kepada Desa (Kades), Lurah maupun Camat. Penindaklanjutan usulan tentunya diselaraskan dengan program yang lain, khususnya yang terkait pembiayaan dana APBD Kabupaten Tuban, alokasi programnya harus betul-betul tepat sasaran, khususnya pembangunan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang membutuhkan hunian layak. Menyangkut pembiayaan APBD Kabupaten Tuban, pembangunan rumah layak huni dan rehabilitasi rumah tidak layak huni menjadi layak huni tidak bisa terlepas dari tata kelola keuangan negara. Dinas PRKP telah memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai alur tata kelola keuangan negara, melalui persiapan perencanaan, pengawasan dan pemanfaatan, sehingga keluarga miskin dapat memahami bahwa penyelenggaraan program di atas harus sesuai dengan tata kelola keuangan negara.

Komitmen Pembangunan rumah layak huni dan rehabilitasi rumah tidak layak huni menjadi layak huni merupakan salah satu bentuk komitmen

No. 237 Januari 2018

Kepala Dinas PRKP Kabupaten Tuban. (kdg)

Pemkab Tuban dalam mengentaskan kemiskinan. Menelisik dukungan dana ABPD Kabupaten Tuban 2017, pembiayaan bagi pembangunan rumah layak huni dan rehabilitasi rumah tidak layak huni menjadi layak huni cukup besar. Dukungan APBD Kabupaten Tuban 2017 Murni menganggarkan Rp 13.000.000.000. Dukungan dana itu bagi pembangunan 400 unit rumah, sedangkan nilai pembangunan per unit rumah senilai Rp 32.500.000. Selanjutnya, APBD Kabupaten 2017 Perubahan, dianggarkan Rp 3.477.500.000. Suntikan kembali dana APBD Kabupaten Tuban 2017 ini untuk pembangunan rumah sejumlah 107 unit. Nilai pembangunan per unit rumah masih diperhitungkan sama, yaitu Rp 32.500.000 per unit rumah. Total dukungan dana APBD Kabupaten Tuban tahun 2017 senilai Rp 16.477.500.000. “Jika dicermati, meski diuntik dari tiga sumber dana, pembangunan 40.969 unit rumah sepertinya bakal memakan waktu bertahuntahun. Maka dari itu, perlu terobosan untuk percepataannya,” kata Pak Darmaji, yang senantiasa terlihat enerjik dalam bekerja.

“AJIPLAH” Dalam kaitan percepatan pelayanan bidang penyediaan hunian

yang layak, Pemkab Tuban melalui Dinas PRKP menggagas inovasi pelayanan publik dengan sebutan “AJIPLAH”, yang merupakan kependekan dari “Aku Juga Ingin Perumahan Layak Huni”. Gagasan ini, menurut Kepala Dinas PRKP, dalam kerangka memenuhi 2 target, di antaranya target Pedesaan dan Perkotaan. Target Pedesaan menuntaskan program pembangunan layak huni dan rehabitasi rumah tidak layak huni menjadi layak huni hingga tahun 2021. Sedang, terkait wilayah Perkotaan, penataan perumahan yang dikelola pengembang agar dapat berdampingan secara selaras, serasi dan seimbang dengan kawasan perumahan masyarakat yang ada di sekitarnya. Hal ini penting untuk diharmonisasi agar tidak terjadi gesekan di tengah-tengah kemunculan kawasan-kawasan permukiman baru. Adapun inovasi di atas, sambung Pak Darmaji, dapat dilaksanakan melalui bangunan komunikasi yang baik dengan stakeholder, pembentukan sekretariat bersama, menggandeng serta melibatkan stakeholder baru melalui komunitas dan kelompok masyarakat perduli, serta menyelenggarakan “Perumahan Award” bagi perumahan sektor Perkotaan. “Khusus pencapaian target Pedesaan perlu kinerja allout. Meski demikian, tak boleh mengabaikan kemunculan kawasan-kawasan permukiman di wilayah Perkotaan,” ujar Kepala Dinas PRKP Kabupaten Tuban. Terakhir, sehubungan dengan masyarakat yang telah mendapat kucuran bantuan sosial pembangunan rumah layak huni dan rehabitasi rumah tidak layank huni menjadi layak huni, Pak Darmaji, mewanti-wanti agar rumah yang dibangun “diopeni”, dirawat sebaik-baiknya. Selain itu, pergunakan sebagaimana mestinya. Dengan perlakuan demikian, maka nilai manfaatnya akan terasa, serta apa yang telah diupayakan oleh Pemkab Tuban menjadi “bermakna”. n rtn

13

L APORAN UTAMA

Luncurkan

“BUWAH IMAN”

Selain “AJIPLAH”, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Tuban juga meluncurkan inovasi pelayanan publik lainnya, yaitu “BUWAH IMAN”, yang merupakan akronim dari “Bumi Waliku Bersih, Indah dan Nyaman”.



Itu inovasi terbaru dari Dinas PRKP,” tutur Tuban, H. Fathul Huda, saat menghadiri peluncuran dan penandatanganan prasasti BUWAH IMAN di Pendopo Kridho Manunggal Tuban (12/12). Lebih lanjut dalam sambutannya, Pak Bupati, mengimbau agar inovasi tersebut dapat segera disebarluaskan ke masyarakat. Sehingga, menjadikan motivasi bagi kita semua dalam mewujudkan kota Tuban yang bersih dan indah. Ditambahkan, Kabupaten Tuban sudah saatnya memperoleh penghargaan Adipura Kencana. “Ini adalah target kita bersama, nantinya akan kami berikan apresiasi khusus bila target tersebut benarbenar terpenuhi,” seru Pak Huda, sapaan Bupati Tuban, disambut riuh tepuk tangan undangan yang hadir. Selain BUWAH IMAN, Pemkab Tuban melalui Dinas PRKP juga mengembangkan dua inovasi lainnya dalam rangka merealisasikan Tuban yang Nyaman. Pertama, AJIPLAH (Aku Juga Ingin Perumahan Layak Huni), yang merupakan inovasi untuk membangun dan merehabilitasi rumah tidak layak huni menjadi rumah layak huni. Guna menyokong inovasi ini dicanangkan pula program pendukungnya yaitu, Gerakan Kampung Sejuta Warna serta Penataan dan Pemeliharaan Saluran drai-

14

Apresiasi inovasi pelayanan Dinas PRKP. (kdg)

nase. Kedua, mengembangkan program PROAMANAH (Program Air Minum Masuk Rumah). Melalui program ini diharapkan masyarakat yang berada di daerah sulit air dapat memperoleh dan mengonsumsi air yang layak, jelas Pak Bupati. Selanjutnya, dihadapan 316 anggota Satuan Tugas Kebersihan Kota (Satberkota), Pak Huda, menuturkan, bahwa akan dilaksanakan beberapa program untuk mewujudkan Tuban yang Bersih dan Indah. Pertama, mengembangkan Sistem Informasi Satuan Tugas Kebersihan Kota “SI SATBERKOTA”. Melalui program ini kinerja Satberkota akan termonitoring secara lebih detail, mulai dari nama, kegiatan, sampai lokasi tugas. Selanjutnya, melakukan revitalisasi taman-taman kota. Selain itu, untuk menangani permasalahan sampah yang mendesak akan dilakukan Operasi Peduli Darurat Sampah (SIPEDAS). Dibentuk pula Tim

Operasi Justisi Kebersihan yang bertugas untuk menindak orang-orang yang membuang sampah sembarangan.

Apresiasi Pada Kesempatan ini, Pak Bupati juga mengapresiasi kinerja dari Dinas PRKP, khususnya Satberkota, yang merupakan gabungan dari tim kebersihan yang bertugas menjaga kebersihan, keindahan serta kenyamaan Bumi Wali. Secara simbolis Bupati Tuban didampingi Wakil Bupati Tuban dan Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban memakaikan jaket khusus Satberkota dan juga memberikan tali asih kepada anggota Satberkota. “Ini menjadi wujud apresiasi dan kepedulian Pemkab Tuban sekaligus komitmen untuk mewujudkan Tuban Bumi Wali yang Bersih, Indah dan Nyaman,” pungkasnya.n kdg

Selain BUWAH IMAN, Pemkab Tuban melalui Dinas PRKP juga mengembangkan dua inovasi lainnya dalam rangka merealisasikan Tuban yang Nyaman. Pertama, AJIPLAH (Aku Juga Ingin Perumahan Layak Huni). Kedua, mengembangkan program PROAMANAH (Program Air Minum Masuk Rumah).

No. 237 Januari 2018

E KONOMI

UMKM Harus Terus Dikembangkan Pemkab Tuban melalu pengelolaan dibantu perbankan. Nantinya, UMKM bisa mengajukan peminjaman ke bank dengan bunga yang rendah. Kelima, soal SDM, diperlukan pengembangan terhadap kemampuan atau skill dari masyarakat. Salah satu yang perlu mendapat perhatian perihal pelatihan yang diberikan Dinas terkait maupun CSR dari Perusahaan, baik di bidang kerajinan maupun yang lainnya. Ddiharapkan ada peningkatan pelatihan. Terobosan baru harus dilakukan sehingga tidak monoton, bila perlu mendatangkan praktisi-praktisi yang ahli di bidangnya. “Tidak kalah penting, bila semua hal di atas terpenuhi, langkah selanjutnya, berdoa.” Serunya.

Terus mengupayakan kemajuan UMKM. (kdg)

Kuliner Bupati Tuban, H. Fathul Huda, mengatakan, UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) harus terus dikembangkan. Hal tersebut karena menyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) lebih dari 60%.



UMKM juga ini memberikan kontribusi tenaga kerja dari 90%," ujar Pak Bupati. Pak Bupati memberikan arahan terkait pengembangan UMKM. Pertama, pembinaan di bidang produksi, agar produk UMKM memenuhi selera masyarakat. Kemasan juga harus diperhatikan. Jika menarik maka akan menjadi perhatian calon pembeli. Juga, meningkatkan nilai jual produk. Kedua, dari segi pemasaran, hendaknya getol diupayakan serta terus menerus. Promosi produk tidak hanya pada kegiatan atau even tahunan, tetapi penting pula di luar even, bahkan dapat memanfaatkan

No. 237 Januari 2018

teknologi yang ada saat ini. “Sebaik apapun produknya, tanpa promosi, maka tidak dikenal masyarakat luas,” papar Pak Huda, sapaan Bupati Tuban. Ketiga, terkait lokasi, bila strategis dapat meningkatkan produk secara optimal. Untuk itu, diharapkan rest area yang berada di tepi jalan besar bisa dikembangkan dan dimaksimalkan. Perlu ditata sedemikian rupa, agar lebih indah dan menarik, sehingga orang yang melintas tertarik untuk berkunjung. Keempat, soal permodalan, yang kerap kali dibutuhkan pengembang UMKM. Pak Bupati mengusulkan UMKM bisa dipinjami dana dari

Pak Huda juga memberi catatan khusus terhadap sektor kuliner. Kuliner dalam perkembangan ekonomi kreatif menempati posisi 30%, sedang di bidang industri sebesar 25%. Kuliner yang ada di Tuban seyogyanya dikembangkan, baik oleh ibu-ibu PKK maupun UMKM, sehingga mampu menyumbang pengembangan UMKM di Kabupaten Tuban. Stakeholder, OPD, Camat, Kepala Desa (Kades) dan masyarakat hendaknya berpikir terbuka dan mau mendengar. Harus terjalin komunikasi dua arah antara pejabat pemerintahan dan masyarakat. Kemajuan Tuban tidak akan tercapai jika hanya bertumpu pada sektor pertanian. Hal ini karena jumlah pemilik lahan dan petani tidak berimbang. Jumlah pemilik lahan tidak sampai 200.000 orang, untuk itu diperlukan terobosan-terobosan dengan mengoptimalkan daya masyarakat yang sudah ada, salah satunya melalui pengembangan industri.n kdg

15

C

ERMIN

Ibu: Inspirasi Sepanjang Jaman

Oleh: Drs. Suwarno, MPd. Email : [email protected]

Berbakti kepada orang tua Kewajiban berbakti kepada kedua orang tua, terutama ibu menempati posisi sentral setelah perintah utama yaitu menyembah Allah SWT. Pada beberapa ayat secara jelas menekankan hal itu. Pada Surat Al- Baqarah ayat 83 “Dan (ingatlah), ketika kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu – bapa ...”. Al-Isra’ 23 : “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu - bapakmu dengan sebaik-baiknya. Surat Luqman ayat 14 : “ Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya ... “. Surat Al-Ahqaf ayat 15: ”Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu – bapaknya ….”. Dari beberapa ayat tersebut nampak jelas bahwa perintah berbakti kepada orang tua, terutama ibu kita, merupakan kewajiban asasi yang sangat primer. Kewajiban berbakti kepada ibu memiliki derajat tiga kali lebih utama daripada kepada bapak. Nabi ditanya: “Kepada siapakah kami berbuat baik dalam hidup kami, Nabi bersabda: Kepada ibumu, lalu kepada siapa lagi? Nabi menjawab: Kepada ibumu, lalu kepada siapa lagi: Kepada ibumu ... baru setelah itu Nabi berkata : “Kepada bapakmu”. Tiga kali Nabi menjawab “Kepada ibumu”, setelah itu “Kepada bapakmu”. Jadi dengan demikian, hitungannya satu banding tiga.

16

Ibu mendapat keistimewaan lebih Ibu mendapatkan keistimewaan lebih daripada ayah karena secara natural sosok ibu lebih menanggung “sengsara” dan rasa sakit, serta perjuangan berat tatkala mengandung, melahirkan, menyusui dan mengasuh sang putra dari bayi hingga masa penyapihan. Pada Surat Luqman 14 dan Surat Al-Ahqaf 15, secara eksplisit dinyatakan bahwa derita ibu ketika mengandung dan melahirkan memang berat. “… ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambahtambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu (Luqman 14). Al-Ahqaf 15: “…. Ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan

susah payah (pula). mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan …”. Memang betapa berat mengandung dan melahirkan. Sampai-sampai Sayyidah Maryam yang merupakan figur wanita suci, Ibunda Nabi Isa AS tatkala merasakan sakitnya mengandung dan menjelang melahirkan Beliau mengeluh dan mengaduh: “Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata: "Aduhai, alangkah baiknya Aku mati sebelum ini, dan Aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan". (Maryam 22-23). Dari beratnya menjadi seorang ibu mulai mengandung, melahirkan dan mengasuh anak tersebut, maka Allah SWT memberi keistewaan dengan kedudukan yang mulia. Dalam sebuah riwayat Nabi SAW menyatakan bahwa “surga di bawah telapak khaki ibu”.

Bagaimana kita berbakti pada Ibu? Berbakti kepada kedua orang tua, terutama pada ibu, dilakukan dengan cara yang terbaik yaitu berbuat hal yang diridhoi orang tua, yaitu yang tidak bertentangan dengan syariat dan hukum Allah. Perkataan dan sikap kita jangan sampai menyinggung perasaan dan melukai hati orang tua kita. Kita tawadlu’ dan merendahkan diri dihadapan orang tua. Kita dilarang berkata “ah” kepada ibu bapak kita, apalagi membentak dan berkata kasar kepada mereka. Sebagaimana tercantum dalam Surat Al-Isra’ 23: “… Jika salah

No. 237 Januari 2018

C seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”. Bahkan ketika mereka memaksa kita berbuat maksiat atau melakukan ketidaktaatan kepada Allah SWT, kita harus tetap bersikap baik kepada mereka, namun kita tidak boleh mengikuti orang tua yang mengajak pada kemusyrikan. Sebagaimana tercantum pada Surat Luqman ayat 15: “Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik …..”. Berbakti dengan cara mendoakan kedua orang tua adalah hal yang utama. Hal itu merupakan perintah Allah SWT sebagaimana tercantum pada Surat Al-Isra’ ayat 24: ”Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil". Terdapat pula pada Surat Al-Ahqaf ayat 15: “ … Sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhoi; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri". Yang berbakti kepada kedua orang tua mendapatkan anugrah besar dalam hidupnya. Sebaliknya yang durhaka kepada orang tua mendapat murka Allah SWT. Durha-

No. 237 Januari 2018

ka terhadap orang tua adalah termasuk dosa besar yang tidak terampuni Allah SWT, sebelum orang tua mengampuni kita.

Inspirator sepanjang hayat Berbahagialah yang masih ditunggui ibu dan bapaknya. Sungguh, ibu adalah figur pencerah, ibu adalah figur penyemangat hidup. Banyak seniman yang mendapatkan inspirasi dari figur ibu. Iwan Fals punya lagu yang berjudul Ibu, Koes Plus juga menyanyikan lagu Ibu, Rhoma Irama juga menyanyikan lagu Keramat, yang menggambarkan “karomahnya” seorang Ibu. Haddad Alwi memiliki judul lagu “Ummi”, ada juga lagu barat berjudul “Mother”. Banyak puisi dan syair yang digubah dengan tema dan judul Ibu. Lukisan serta monumen juga banyak yang berlatar tentang Ibu. Bagi seorang wanita, tidak ada peran yang lebih mengagumkan bahkan mengesankan selain peran seorang ibu. Peran menjadi seorang ibu menciptakan kehidupan yang baru sejak pertama kali wanita mengandung dan melahirkan banyinya kemudian merawat anak-anaknya. Tugas utama seorang wanita adalah sebagai ibu dan mengatur rumah tangga (Ummu a rabbatul bait). Tugas utama ini tidak bisa tergantikan karena Allah SWT telah menetapkan bahwa wanitalah tempat persemaian generasi manusia dan tempat menghasilkan ASI (Air Susu Ibu) sebagai makanan terbaik diawal kehidupannya, hal ini dapat kita pahami bahwa tugas ini tidak dapat tergantikan oleh seorang laki-laki. Allah SWT telah menjamin kelangsungan hidup manusia sehingga ditetapkan beberapa hukum khusus wanita yaitu tentang kehamilan, kelahiran, penyusuan, pengasuhan anak dan masa iddah bagi wanita yang ditinggal suami (karena cerai/meninggal). Allah SWT telah memberikan keringanan bagi wanita agar dirinya

ERMIN

mampu menjalankan tugas-tugas tersebut dengan baik, seperti tidak wajib bekerja mencari nafkah bagi dirinya dan keluarganya, boleh berbuka puasa pada bulan ramadhon bagi wanita hamil dan menyusui, hal tersebut demi melindungi wanita agar tugas utamanya dapat terlaksana dengan baik (Nurhayati dalam tulisan Ma’ruf, 2007). Pernahkah kita merenung bagaimana saat ibu melahirkan, pada saat itu ibu berjuang antara hidup dan mati akan tetapi momen itu adalah momen terindah bagi seorang ibu, dapat kita rasakan bagaimana kita seorang perempuan yang sudah menikah belum memiliki seorang anak, seperti saya contohnya, dengan menghitung hari bahkan sampai hitungan bulan kedatangan sang cabang bayi itu sangat dinantikan. Dr. Ali Qaimi mengatakan bahwa sosok seorang ibu adalah sumber mata air terpenting yang mengalirkan ketenangan, kebahagian dan kecintaan dalam keluarga. Sosok seorang ibu sangat berperan penting dalam melahirkan ketentraman, kedamaian, kemampuan, kekuatan, dan kebebasan dalam jiwa anakanak. Peran seorang ibu menentukan kualitas masyarakat dan negaranya sehingga seorang ibu (perempuan) diibaratkan dengan tiang negara. Kehadiran orang tua (terutama ibu) dalam perkembangan jiwa anak amat penting, bila anak kehilangan peran dan fungsi ibunya maka dalam proses tumbuh kembangnya anak akan kehilangan pembinaan, bimbingan, kasih sayang, perhatian dan sebagainya, sehingga akan mengalami ”deprivasi maternal”. Deprivasi maternal dengan segala dampaknya dalam perkembangan dapat terjadi tidak hanya karena anak kehilangan figur seorang ibu secara fisik (loss) akan tetapi juga dikarenakan tidak adanya (lack) peran ibu yang penting dalam proses imitasi dan identifikasi anak terhadap ibunya.n

17

S ELINGAN

Meriah

HUT DWP ke-18 M

eriah, peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Tuban ke18 di Pendopo Kridho Manunggal. Acara ini menghadirkan 1000 anak usia dini yang dikemas dengan lomba mewarnai dan dihibur dengan dongeng, drama dan drumband yang kian menambah semarak suasana. Hadir dalam kegiatan ini, Bupati Tuban, Sekda Kabupaten Tuban, Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD, Camat se-Kabupaten Tuban, Ketua DWP OPD dan Kecamatan serta Ketua DWP Kabupaten Tuban.

Penyerahan kue Ultah ke-18 DWP Kabupaten Tuban. (kdg)

Dalam sambutannya, Bupati Tuban, H. Fathul Huda, mengapresiasi terhadap kegiatan itu. Menurutnya, membutuhkan kesabaran ekstra untuk dapat menghadirkan anak-anak dalam sebuah acara lomba, termasuk di dalamnya anak berkebutuhan khusus. Hal ini mengingatkan atas perjuangan seorang ibu dalam mengasuh putra-putrinya. “Kita jadi ingat Ibu kita, sangat

Undang 1.000 anak usia dini. (kdg)

18

membutuhkan dalam dalam mendidik anak-anaknya” ujar Pak Bupati. Selain itu, Pak Huda, sapaan Bupati Tuban, juga mengucapkan terima kasih kepada Ibu Guru dan Ustadzah yang setiap hari membimbing anak didiknya untuk mendapatkan ilmu. Pak Bupati juga mendoakan agar mereka kelak menjadi anak sholeh dan sholehah serta berguna bagi nusa dan bangsanya di masa depan. Pak Huda mengimbau kepada orantua dan guru agar terus membiasakan anak didiknya mengikuti perlombaan. Hal ini akan menumbuhkan motivasi dan jiwa persaingan yang sehat. Kepada DWP, Pak Bupati berharap pula agar terus memberikan dukungan dan berpartisipasi dalam pembangunan, mendampingi suami penuh keikhlasan dalam menjalankan tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Memasuki usia yang ke18, DWP juga terus di tuntut menjadi Ibu yang terbaik bagi anak-anaknya.

Berbagai lomba Sementara itu, Ketua DWP Kabupaten Tuban, Sri Rahayu Budi Wiyana, menjelaskan, bahwa HUT tahun ini DWP melaksanakan berbagai kegiatan seperti Lomba Administrasi DWP bagi OPD, Senam Bersama dan Jalan Sehat, serta pemberian santunan kepada anak dari PNS/ASN di lingkup Pemkab Tuban, juga anak berkebutuhan khusus dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Djati Wiyata Dharma. Pada acara resepsi HUT DWP menampilkan Dongeng dari Pendongeng Surabaya, Drama dari Guru TK Pertiwi, Drumband TK Pertiwi, juga Fashion Show dan Tari dari peserta didik SLB Djati Wiyata Dharma. Kali ini juga dilaksananakan lomba mewarnai bagi anak didik PAUD yang ada di Kecamatan Tuban. Acara puncak HUT DWP ke-18 ditandai dengan pemotongan kue dari Ketua DWP kepada Ibu Hj. Qodiriyah Fathul Huda bersama Bupati Tuban. n kdg

No. 237 Januari 2018

Istimewa

P

restasi tingkat nasional kembali diraih Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban. Kali ini, dianugerahi Penghargaan Swasti Saba Padapa dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI). Bertempat di Ruang Sasana Bhakti Praja Kemendagri, Jakarta Pusat, Bupati Tuban, H. Fathul Huda, menerima tanda penghargaan dari dr. Pattiselanno Roberth Johan, MARS, yang merupakan Staf Ahli Bidang Desentralisasi Kesehatan. Menteri Kesehatan (Menkes), Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, SpM, menyatakan, terpenting dari penghargaan itu adalah langkah tindak lanjut. Koordinasi lintas sektor pelaksana pembangunan yang berwawasan lingkungan, pengembangan perilaku hidup bersih dan sehat adalah ujung dari pembangunan manusia menuju “Sehat Keluargaku, Kabupatenku dan Indonesiaku”. Dijelaskan, Kabupaten/Kota Sehat merupakan suatu kondisi Kabupaten/Kota yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni penduduk, yang dicapai melalui terselenggaranya penerapan beberapa tatanan dengan kegiatan terintegrasi yang disepakati masyarakat dan pemerintah daerah. Adapun pihak-pihak yang dilibatkan dalam mewujudkan Kabupaten/Kota Sehat, antara lain Pemerintah Daerah, Desa/Kelurahan, Swasta, Tokoh Masyarakat, Akademisi, Media Massa dan Masyarakat, yang kemudian tergabung dalam Forum Kabupaten/Kota Sehat serta Forum Komunikasi Desa/Kelurahan Sehat. Penghargaan ini adalah apresiasi dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Kabupaten/Kota dalam mewujudkan daerah atau kawasan yang sehat di wilayahnya. Sebelum mendapat penghargaan, Pemerintah Kabupaten Tuban melewati tahapan penilaian yang panjang. Sebelumnya, diharuskan mengirim berkas administrasi yang telah diten-

No. 237 Januari 2018

Raih Swasti Saba Padapa tukan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim). Setelah dinyatakan lengkap dan sesuai, Pemprov Jatim menyampaikan hasil seleksi kepada Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri untuk melakukan penilaian. Selanjutnya, Tim Penilai Pusat terdiri dari Departemen Kesehatan, Departemen Dalam Negeri dan Departemen terkait melakukan kunjungan ke Kabupaten Tuban. Lokasi yang dikunjungi Tim Penilai Pusat, Desa Ngino Kecamatan Semanding, Ngadipura Kecamatan Widang, Puskesmas Kota Tuban dan SDN Kebonsari 1. Kemudian hasil dari kunjungan menjadi dasar penetapan. Pemberian penghargaan ini 2 tahun sekali bulan November dalam rangka Hari Kesehatan Nasional. Selain itu, penghargaan Swasti Saba terdiri dari 3 kategori. Pertama, Swasti Saba Padapa diberikan kepada Kabupaten/Kota Sehat Kualifikasi Pemantapan. Kedua, Swasti Saba Wiwerda diberikan kepada Kabupaten/Kota Sehat Kualifikasi Pembinaan. Terakhir, Swasti Saba Wistara diberikan kepada Kabupaten/Kota Sehat Kualifikasi Pengembangan. Saat ini, Pemkab Tuban meraih Swasti Saba Padapa 2017 Kualifikasi Pemantapan dengan penilaian berhasil sangat baik pada 2 jenis tata-

nan. Pertama, yaitu Kawasan Permukiman, Sarana dan Prasarana Umum yang meliputi ketersediaan TPA, TPS, Hutan Kota dan lain-lain. Kedua, Kehidupan Masyarakat Sehat dan Mandiri yang berkaitan dengan penyelenggaraan program dan kegiatan pola hidup sehat, kotak Pedes, Taman Posyandu dan Desa Siaga. Selain itu, didukung lingkungan sekolah sehat, pasar yang bersih dan sehat serta ketersediaan bankbank sampah.

Perluas Cakupan Kabupaten Sehat Bupati Tuban, H. Fathul Huda, menyampaikan terima kasih kepada jajaran OPD terkait sehingga Kabupaten Tuban kembali mendapatkan penghargaan nasional. Dua tahun ke depan hendaknya memperluas cakupan tatanan Kabupaten Sehat. Sementara, menanggapi harapan Pak Bupati, Ketua Badan Perencanaan Pembanguna Daerah (Bappeda) Kabupaten Tuban, Mustarikah, didampingi Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban, Endah Wulandari, optimis Kabupaten Tuban dapat mengembangkan cakupan tatanan Kabupaten Sehat melalui upaya peningkatan sinergisitas lintas sektor dan masyarakat yang semakin mantap, kreatif dan inovatif.n kdg

19

Istimewa

Raih Natamukti Lagi

Raih lagi Natamukti. (kdg)

K

abupaten Tuban kembali dianugrahi Natamukti oleh International Council for Small Business (ICSB). Penghargaan tersebut diberikan pada acara Indonesia City Award 2017 yang juga merupakan penutup rangkaian acara “Gebyar UKM Indonesia 2017”. Bertempat di Gedung Kementerian KUKM Republik Indonesia di Bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, kegiatan tersebut dihadiri Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia sekaligus President of ICSB Indonesia, Hermawan Kartajaya dan Bupati Tuban, H. Fathul Huda beserta 34 Kepala Daerah lain yang mendapatkan penghargaan. Dijelaskan oleh Pak Hermawan, penghargaan Natamukti merupakan apresiasi dari ICSME sebagai host organization ICSB Indonesia, bersama dengan Kementerian KUKM kepada Kota dan Kabupaten yang berhasil mendorong keber-

22

langsungan UMKM di daerah masing-masing. Kabupaten Tuban mendapatkan penghargaan karena berhasil memasarkan, mendorong peningkatan kualitas serta membangun ekosistem UMKM di daerahnya. Sebagai salah satu roda penggerak perekonomian di Indonesia, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi perhatian pemerintah dan lembaga internasional saat ini. Ekosistem UMKM yang kondusif hanya bisa dicapai dengan kontribusi dari berbagai pihak seperti praktisi bisnis, akademisi dan peneliti, imbuhnya. Lebih lanjut, ditambahkan, peran pemerintah daerah dalam mendukung UMKM menjadi pilar pendorong utama ekonomi lokal. Berdasarkan data dari Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Tuban, tahun 2017 tumbuh sebanyak 1.730 UMKM terdiri dari UMKM makanan dan minuman, UMKM san-

dang, UMKM keahlian dan UMKM kerajinan. Sehingga, terjadi kenaikan sebesar 2,63 persen dari tahun 2016 sebesar 65.536 UMKM menjadi 67.266 UMKM. Selain itu, pada 15 sampai dengan 19 November 2017, Diskoperindag Kabupaten Tuban m e n y e l e n g g a r a k a n Pa m e r a n Dagang dan Pembangunan 2017. Hal ini menjadi bukti bahwa Kabupaten Tuban merupakan lokasi yang strategis bagi pengembangan bisnis. Bupati Tuban, H. Fathul Huda, berharap penghargaan yang diraih menjadi motivasi bagi Kabupaten Tuban untuk menjadi lebih baik. Khususnya, dalam hal peningkatan dan pengembangan UMKM. Lebih lanjut, dikatakan, bahwa penghargaan yang diterima tidak terlepas dari doa dan dukungan dari pihak-pihak terkait pengembangan UMKM yang berdaya saing. “Ini adalah keberhasilan seluruh masyarakat Tuban. Untuk itu, ke depan daya saing UMKM Tuban harus lebih ditingkatkan lagi,” ujar Pak Bupati.

Nirlaba Sebagai informasi, ICSB adalah organisasi nirlaba internasional yang didirikan pada tahun 1955, bertujuan mendukung pertumbuhan dan perkembangan usaha kecil dan menengah di seluruh dunia, yang pada gilirannya dapat memberikan dampak ekonomi dan sosial yang positif bagi suatu negara. Organisasi ini mempertemukan para akademisi, peneliti, pembuat kebijakan dan praktisi dari seluruh belahan dunia yang berfungsi sebagai empat pilar utama ICSB untuk berbagi pengetahuan dan keahliannya di bidang masing-masing. Saat ini terdaftar 70 chapters di berbagai negara yang telah menjadi anggota ICSB, termasuk sdi dalamnya ICSB Indonesia sebagai salah satu afiliasi yang dibentuk pada tahun 2015 yang lalu.n kdg

No. 237 Januari 2018

P ENDIDIKAN

P

emkab Tuban mengimbau tenaga pendidik meningkatkan pendidikan berorientasi pada Hak Asasi Manusia (HAM). Wawasan terhadap hak dan kewajiban harus terus bertambah di kalangan pendidik, termasuk di dalamnya proses belajar mengajar. “Hal itu penting artinya, mengingat adanya contoh tindak kekerasan di dunia pendidikan, seperti murid dimarahi dan dipukul guru yang berujung pada pidana,” kata Asisten Pemerintahan Sekda Kabupaten Tuban, Drs. Achmad Amin Sutoyo, ketika menghadiri Focus Group Discussion (FGD) tentang Implementasi Hak Asasi Manusia Bagi Pendidik di Aula Tanjung Hotel Mahkota Tuban (14/12). Berkaitan dengan tema “Antara Pelanggaran HAM dan Profesi”, Pak Amin, sapaannya, menambahkan, Pemkab Tuban mendorong semua pihak menyamakan persepsi dan pemahamannya tentang HAM. Saat

Penegakan HAM di Pendidikan ini, banyak diantara kita belum memahami tentang HAM, terutama bila dikaitkan dengan tugas pokok dan fungsi sebagai aparat pemerintah. Mantan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Keluarga Berencana (Bappemas KB) Tuban itu berharap pasca mengikuti kegiatan tenaga pendidik semakin teguh, percaya diri dalam bertindak, khususnya yang berkaitan dengan permasalahan HAM yang bersinggungan dengan profesinya yang mencerdaskan anak bangsa. Pemkab Tuban berkomiten terkait penegakan HAM, khususnya di bidang pelayanan pendidikan, kesehatan dan pelayanan publik lainnya. Juga, memberikan penjelasan dan petunjuk terkait bantuan hukum yang merupakan proteksi bagi masyarakat termasuk tenaga pendidik dan muridnya. Hal serupa disampaikan Kepa-

la Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tuban, Drs Hari Sunarno. Kegiatan ini diadakan sebagai tindakan pencegahan sekaligus edukasi dalam menyikapi permasalahan HAM. Bila hal ini tidak segera diatasi dikhawatirkan terjadi kekacauan yang dapat mengancam stabilitas kesatuan, ketertiban dan ketentraman masyarakat. Kabupaten Tuban dianugerahi penghargaan Peduli HAM 2016. Prestasi ini diapresiasi Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly, kepada perwakilan Pemkab Tuban saat peringatan Hari HAM Sedunia ke-69 (10/12). Sementara, dHadir sebagai narasumber pada kegiatan di ats, Kepala Bidang HAM Kanwil Hukum dan HAM Jawa Timur, Dra Purwani Isfandari, SH, MH. Dari kalangan akademisi, Sudjarwoto SH, MM, perwakilan Universitas PGRI Ronggolawe Tuban.n kdg

Sukseskan Indonesia Sehat TERCIPTANYA keluarga sedan sayur, terutama yang berasal dari hat dan mandiri menjadi target dalam negeri. Dinas Pertanian Pemkab Tuban dalam mengimplehendaknya mengembangkan dan mentasikan program Gerakan Mamemaksimalkan produk unggulan. syarakat Hidup Sehat (Germas) Ketiga, memeriksakan kesehatan semelalui Pendekatan Keluarga. cara rutin. Demikian tutur Bupati Tuban, H. Peringatan HKN ke-53 ini harus Fathul Huda, pada peringatan Hari dijadikan momentum bagi insan keKesehatan Nasional (HKN) ke-53 sehatan melakukan refleksi, sejauh di Rest Area Tuban (15/12). mana keberhasilan program keseha“Ibu-ibu memiliki perhatian Serahkan bantuan Tuban Sehat. (kdg) tan yang telah dilakukan, baik prolebih dibandingkan bapak, motif, preventif, kuratif maupun rehasehingga menjadi fokus pengarahan terkait Germas, bilitatif, sebagai upaya peningkatan derajat kesehatan mengingat titik tekan program ini adalah keluarga,” masyarakat. Lebih lanjut, terkait program Indonesia ujar Pak Bupati. Lingkungan keluarga yang kondusif Sehat melalui Pendekatan Keluarga dan Germas, medan nyaman akan menciptakan individu berkualitas, rupakan upaya membangun kemandirian keluarga baik jasmani maupun rohani, tambahnya. dan masyarakat untuk hidup sehat. Masya-rakat henTahap awal Germas secara nasional berfokus daknya menyukseskan program Indonesia Sehat, pada tiga hal. Pertama, menekankan aktivitas fisik mulai dari diri sendiri dan keluarga. minimal 30 menit per hari. Untuk itu, perlu menggalakPuncak peringatan HKN ke-53 dimeriahkan berkan aktivitas fisik seperti senam di masing-masing bagai kegiatan lomba, pameran stan kesehatan dan OPD dan Instansi. Kedua, agar mengonsumsi buah jalan sehat.n kdg

No. 237 Januari 2018

23

P ENDIDIKAN

Membuat Ulangan Harian Online Dengan Ms. Forms Office 365 oleh : Imam Syafi’i, Guru SMPN 2 Bangilan, MTs Islamiyah Banat dan Anggota Microsoft Inovatif Educator Expert

Pengantar: Dimus seperti sekarang ini, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam dunia pendidikan menjadi hal yang sangat diminati, tidak hanya karena kepraktisannya namun dari sisi efesiensi waktu, tenaga dan biaya juga lebih menjajikan. Terlebih dengan adanya program Sekolah Adiwiyata, maka membuat semua ulangan berbasis online (paper less) dapat memangkas penggunaan kertas dengan hasil yang jauh lebih baik.

S

elain itu peserta didik mendapat kemudahan karena dapat melaksanakan ulangan harian kapan saja dan dimana saja, baik menggunakan laptop atau smartphone-nya, tentu dengan toleransi waktu yang dapat disesuaikan. Kemudahan lain yang ditawarkan adalah adanya fasilitas pilihan jenis soal, acak soal, acak jawaban, koreksi otomatis, bahkan analisis prosentase penilaian berbasis grafik, yang dapat diakses oleh Guru kapanpun dimanapun recara realtime dengan sangat mudah dan menyenangkan. Meja kantor yang biasanya sesak terisi naskah dan lembar jawaban yang bertumpuk-tumpuk, kini bersih dan lega kembali. Ms Forms merupakan paket dari Ms Office 365, bedanya dengan Ms Office yang sering kita gunakan adalah program aplikasi ini dijalankan secara online sehingga secara otomatis data yang kita buat nantinya tersimpan di internet, hal ini memudahkan kita dalam mengakses dan tentu saja tidak perlu mengurangi kapasitas di hard disk komputer atau flash disk. Manfaat lain yang kita dapatkan nantinya adalah jaminan keamanan data dari ancaman virus, dimana Office 365 secara gratis memberikan proteksi terhadap semua data yang kita simpan secara online tanpa perlu repot-repot menginstall antivirus.

Gambar: Tampilan Ms Office 365 2. Membuka salah satu aplikasi browser (mozilla, google chrome, opera) 3. Tulis pada Addresd bar (kotak alamat) http:// portal.office.com 4. Masukan user name dan password kemudian klik Sign 5. Akan ditampilkan jendela Office 365, selanjutnya pilih menu forms lalu new forms

Langkah-langkah membuat soal dengan Ms Forms: Perlu penulis ingatkan, sebelum mendaftar di MVA, Anda harus memiliki akun e-mail terlebih dahulu, jika belum, dapat mendaftar di beberapa penyedia akun email gratis seperti gmail atau yahoo. Untuk langkah mendaftar di MVA sendiri adalah sebagai berikut: 1. Pastikan sudah memiliki akun di Ms office 365, jika belum silahkan akses pada alamat https:// winpoin.com/office-365-education-gratis

24

Gambar: Ms Forms

No. 237 Januari 2018

P ENDIDIKAN 6. Berilah judul dengan meng klik Untitled Form misalnya “UH-TIK KLS IX Bab 1” kemudian berilah keterangan pada kotak description, anda juga dapat menambahkan gambar pada judul ujian.

7. Klik pada Add Question untuk menambahkan pertanyaan, tersedia beragam pilihan soal yang dapat anda sesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan ujian.

yang media sosial yg lain. Soal juga bisa juga bisa ditempelkan pada web atau blog dengan memilih menu embedded atau bisa juga dikirimkan via e-mail.

Agar pelaksanaan ulangan lebih menarik, atraktif, menyenangkan, dan berkesan, Anda juga bisa membuat beberapa soal kemudian pilih menu QR untuk membuat barcode yang dapat anda tempelkan barcode di beberapa tepat, tambahkan sedikit petunjuk, dan biarkan anak-anak bermain sayembara sambil ulangan dan tersenyum lepas, ohhh indahnya. 10. Setelah semua anak didik kita selesai melalukan ulangan harian, kita dapat dengan mudah mengaksesnya kapanpun dimanapun, tinggal kita klik menu responses maka akan muncul semua hasil dan nilai dari masing-masing siswa, dilengkapi dengan analisis dan prosentase, diagram serta rincian data lengkap dalam format Ms. Excel yang bisa kita download dan pajang di madding sekolah.

8. Contoh klik pada menu choice untuk soal pilihan ganda, kemudaian tulis soal yang telah anda siapkan, untuk menambah opsi jawaban klik pada menu add option, jangan lupa untuk memberi centang correct answer pada salah satu pilihan jawaban.

Penutup Ulangan harian online menggunakan Ms Forms Office 365 ini tidak berbayar, sangat disarankan untuk membantu para anak didik dan guru agar lebih memaksimalkan smartphone yang dimiliki untuk kegiatan yang lebih positif dan edukatif. Dari sisi yang lain, memudahkan pekerjaan guru untuk menilai, mengedit soal, efisiensi waktu, paperless dan masih banyak lagi segudang manfaat yang kita peroleh secara cuma-cuma de-ngan syarat mau belajar dan mau mencoba. Mari maksimalkan waktu yang kita miliki untuk belajar dan berbagi.n

9. Setelah semua soal selesai buat, selanjutnya klik menu share. Pada menu share Anda dapat memilih untuk membagikan alamat link soal pada anak didik baik melalui grup yammer, facebook, whatsapp, ataupun

No. 237 Januari 2018

25

I NFO DESA

Destana Mandirikan Desa Rahayu Kecamatan Soko dan Desa Bulurejo Kecamatan Rengel, yang sekaligus dideklarasikan sebagai Desa Tangguh Bencana. Kegiatan tersebut, menurut Pak Bupati, paling tidak merupakan satu tahapan sebagai upaya pengurangan risiko bencana. Hal ini semata-mata untuk melindungi semua warga masyarakat sehingga dapat terhindar dari kejadian bencana, terutama di saat terjadi kegagalan tekhnologi industri. Penanggulangan bencana merupakan kegiatan lintas sektoral, tidak mungkin hanya dilakukan satu pihak saja, oleh sebab itu diharapkan keterlibatan pemerintah, masyarakat dan dunia usaha benar-benar terkoordinasi dan terintegrasi, serta tercapainya pola pikir yang sama dalam upaya penaggulangan bencana.

Mandiri Memiliki kekayaan alam yang melimpah harus dikelola dengan arif, terutama dengan semakin banyaknya investor yang masuk dan mengeksploitasi alam Tuban. Keberdaan investor dan industri sudah pasti membawa manfaat terhadap pembangunan ekonomi.

M

eski demikian, harus diwaspadai dampak negatif yang mungkin menimbulkan resiko bagi kehidupan masyarakat di sekitar lokasi, sehingga secara tidak langsung keberadaan industri juga merupakan potensi ancaman bencana. “Kegagalan tekhnologi, dampak industri juga merupakan ancaman bencana akibat faktor non alam,” tutur Bupati Tuban, H. Fathul Huda, saat Deklarasi Desa Tangguh Bencana (Destana) di Balai Desa Rahayu Kecamatan Soko. Potensi ancaman bencana akibat kegagalan tekhnologi industri belum tentu menjadi bencana apabila kerentanan di sekitar lokasi data diminimalisir, salah satunya dengan meningkatkan pemahaman masyarakat sekitar agar mengetahui harus berbuat apa apabila terjadi kondisi darurat akibat kegiatan operasi perusahaan. Saat ini, salah satu perusahaan yang sadar adanya potensi bencana adalah Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ). Bahkan, perusahaan perminyakan itu memfasilitasi kegiatan simulasi penanggulangan bencana kegagalan tekhnologi industri bagi Desa

26

Kepala Pelaksana BPBD Tuban, Drs. Joko Ludiono, M.Si, menjelaskan dibentuknya Destana diharapkan desa tersebut memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi potensi ancaman bencana, serta memulihkan diri dengan segera dari dampak bencana yang merugikan. Berdasarkan data BPBD sejak tahun 2014, Kabupaten Tuban, menurut potensi kerawanan bencana, terdapat 114 Desa memiliki Resiko Tinggi, 71 Desa dengan tingkat Resiko Sedang dan 113 dengan tingkat Resiko Rendah. Destana, bagi Desa-desa yang memiliki Resiko Tinggi, tidak hanya menjadi tuntutan, akan tetapi sudah merupakan kebutuhan. Sedang, melalui deklarasi Destana, diharapkan muncul sikap yang permanen terhadap bencana serta menjadi budaya masyarakat. Sementara itu, Destana yang sudah dideklarasikan Desa Rahayu dan Bulurejo Kecamatan Soko. Pada saat pendeklarasian 300 orang, terdiri dari OPD, TNI, Polri, Dunia Usaha dan Forum Masyarakat Peduli Pengurangan Risiko Bencana Kabupaten Tuban. Usai pembentukan Destana dilakukan penyerahan bantuan Alat Pemadam Kebakaran (APAR) kepada Kepala Desa (Kades) Rahayu dan Bulurejo. Lebih lanjut, penyerahan penghargaan Destana tingkat Propinsi Jatim kepada Camat Parengan dan Kades Brangkal Kecamatan Parengan. Penghargaan itu sebelumnya diserahkan Mendagri kepada Bupati Tuban saat mengikuti upacara Hari Jadi Propinsi Jatim ke-72 di Tugu Pahlawan Surabaya.n kdg

No. 237 Januari 2018

R AGAM PERISTIWA

Bantu Nelayan S

ejumlah nelayan Kabupaten Tuban menerima bantuan dari Kementerian Perikanan dan Kelautan (KPP). Hal tersebut terkait pengembangan sektor penangkapan, pengolahan dan pemasaran hasil laut. Di sektor penangkapan, nelayan yang bertugas sebagai Anak Buah Kapal (ABK) maupun nelayan miskin mendapat bantuan kapal. Tujuannya, agar nelayan di atas, yang tergolong miskin, dapat meningkatkan kualitas hidupnya bahkan bisa lebih baik lagi, tutur M. Amenan, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) Kabupaten Tuban. Di samping itu, sebagai upaya pengembangan perikanan, diserahkan pula Prona atau Serfitikasi Tanah bagi nelayan sebagai modal untuk pembudidayaan ikan. Lebih lanjut, di sektor pengolahan hasil laut, dua Kelompok Pengolah dan Pemasar (Polaksar) Hasil Perikanan di Tuban dihimbau agar memperhatikan kualitas hasil laut yang dikirim. Harapannya, agar pihak-pihak yang terlibat di sektor pengolahan dapat mempertahankan rantai dingin pengolahan ikan sampai ke tangan konsumen. Sementara itu, Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Kabupaten Tuban memiliki program Asuransi Nelayan. Ini merupakan salah satu inovasi dari DKP untuk

No. 237 Januari 2018

Pak Bupati serahkan bantuan nelayan. (kdg)

menjamin nelayan dari kecelakaan kerja baik di laut maupun di darat. Dilakukan DPK Kabupaten Tuban bekerjasama dengan Jasindo. Melalui program ini nelayan Tuban diharapkan merasa lebih terjamin keselamatan kerjanya. Lebih lanjut, untuk mendukung program Swasembada Garam Nasional 2017, DPK mengembangkan Kawasan Integrasi Garam Rakyat di Desa Ketambul, Kecamatan Palang. Sebagai dukungan terhadap program tersebut, diserahkan bantuan berupa gudang garam, eskavator, truk tonase, mobil pick-up dan kendaraan roda tiga. Melalui berbagai bantuan di atas Kepala DPK Kabupaten Tuban optimis terhadap pengembangan perikanan dan kelautan di Kabupaten Tuban. “Dengan berbagai sarana dan program yang ada saat ini, Pemkab Tuban yakin potensi sektor perikanan dan kelautan akan lebih dapat dimaksimalkan,” ujarnya. Berbagai bantuan di atas diberikan bersamaan dengan Upacara Peringatan Hari Hak Asasi Manusia, Hari Nusantara, Hari Bela Negara, Hari Anti Korupsi dan Hari Ibu di Halaman Kantor Pemkab Tuban (18/12/2017). Adapun bantuan yang diberikan, antara lain, 2 unit mobil logistik ikan (mobil thermoking/pendingin), 10 unit kapal ukuran 3 GT, 609 alat tangkap ramah lingkungan dan 100 Sertifikat Hak Atas Tanah untuk nelayan.n kdg

27

R AGAM PERISTIWA

Jago Gelut

Bermental Santri

Setelah ditempa fisiknya, ribuan warga baru PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) Tuban 2017 ditaburi jiwanya dengan ilmu pengetahuan agama. Hal tersebut dilakukan dengan penyelenggaraan peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW di Gedung Graha Sandya (26/12).

maupun ras, akan tetapi keseluruhan itu adalah “saudara”. Dengan siapapun jalinlah persaudaraan. Biasakan hidup dengan saling hormat menghormati, sayang menyayangi, juga jangan lempar tanggung. Jadikanlah diri warga PSHT sebaga sosok yang berbudi pekerti luhur. Melalui tuntunan demikian, diharapkan selain piawai dalam “gelut”, juga mencerminkan nilai-nilai “kesantrian”. Terlebih, tatkalah berhubungan dengan orang-orang tua, pergunakan etika, sopan santun serta tata krama. “Penting mencetak warga yang jago silat juga berwatak santri,” kata Mas Lamidi.

Bermanfaat bagi manusia lain

Diharapkan menjadi sosok paripurna. (rtn)



Sebagai warga baru mereka membutuhkan siraman rochani. Untuk itu, mengundang KH Muhajir, sebagai penyejuk jiwa,” kata Ketua Cabang PSHT Tuban, Lamidi, SP. Ilmu pengetahuan agama dibutuhkan, sambung Mas Lamidi, sapaan di lingkungan PSHT, agar kelak menjadi sosok yang paripurna. Disamping sehat jasmaninya, rochaninya terpelihara untuk mengamalkan nilai-nilai “paseduluran”. Melalui contoh-contoh keteladanan Nabi Muhammad SAW, diharapkan warga baru PSHT 2017 dapat memberikan kesejukan di tengah-tengah

28

masyarakat. Sebab, sebagaimana diketahui, warga PSHT tidak hanya hidup di lingkungan pencak silat, melainkan berdampingan pula dengan berbagai golongan masyarakat. Oleh karena itu, melalui pencerahan KH. Muhajir, diharapkan bisa hidup beriringan dengan damai, guyub, nyaman dan mengembangkan nilai-nilai persaudaraan, yang menjadi ciri khas PSHT. Masyarakat memiliki berbagai latar belakang, meski demikian janganlah dipandang secara sebagian. Nilai-nilai yang diajarkan PSHT tidak mengenal strata, latar belakang, tingkatan, jabatan, pangkat

Sementara itu, Ketua Pusat PSHT di Madiun, Drs. R. Murjoko, me-wanti-wanti agar warga PSHT senantiasa mengucapkan rasa syukur kehadhirat Ilahi. Pengesahan sebagai warga baru PSHT Tuban, jelasnya, bukanlah sesuatu yang akhir, melainkan harus dijadikan titik awal dalam memperdalam lebih lanjut PSHT. Salah satu ajaran PSHT yang harus diingat, “jadilah manusia yang bermanfaat bagi manusia lain”, termasuk di dalamnya berlaku bijak pada alam semesta. “Ajaran di atas wajib “diugemi”, lantaran demikian mulailah belajar menjadi sosok yang berbudi luhur, jujur, berbudi pekerti, menjadi teladan di tengah-tengah masyarakat juga tulus ikhlas,” katanya. Ditegaskan, PSHT adalah Organisasi Persaudaraan, bukan Organisasi Massa (Ormas) ataupun Organisasi Politik (Orpol). Lantaran demikian, tutur Kang Mas Murjoko, sapaan di tengah-tengah warga PSHT, harus menanggalkan perbedaan latar belakang, kekayaan, harkat, jabatan, pendidikan juga ras. Kesemua itu harus terhimpun dalan satu wadah persaudaraan. Mendiskriminasi ras dilarang keras, apalagi bangsa Indonesia yang berfilosofi

No. 237 Januari 2018

R AGAM PERISTIWA ganya adalah pondasi kehidupan, baik dalam berpencak silat maupun dalam kerangka menjalin persaudaraan serta membangun Indonesia yang damai. Akhir kata, hindari hoax (berita bohong) yang akhir-akhir ini menghiasi negeri kita.

Islam itu budi pekerti

Mas Lamidi, Kang Mas Murjoko dan KH. Muhajir. (rtn)

“Bhineka Tunggal Ika”. Janganlah menentang warisan bapak bangsa yang telah melahirkan Indonesia. “Perlu diingatkan kembali bahwa PSHT terlahir dari sosok yang patriotik, sosok yang nasionalis cinta tanah air, bahkan mendapat pengakuan negara sebagai seorang pahlawan. Untuk itu, jagalah kehormatan PSHT,” pesan Kang Mas Murjoko, yang khususon datang dari Madiun.

Pada Konggres PSHT 1997, tandasnya, Pendekar PSHT berikrar setia pada bangsa dan negara. Berjuang hingga titik darah penghabisan jikalau ada pihak-pihak yang mengganti Pancasila sebagai dasar negara. Oleh karena itu, janganlah ada warga PSHT yang salah jalan, menjadi bandar narkoba, ataupun teroris. Kejahatan itu jauh dari ajaran PSHT. Ada 3 hal yang harus dipahami, ayaitu ajaran, tradisi dan aturan. Keti-

KH. Muhajir, secara singkat menandaskan, Islam bukan kopiah ataupun kerudung, akan tetapi budi pekerti. Mengedepankan budi pekerti, sebagaimana yang diajarkan PSHT, adalah senafas dengan Islam. Untuk itu, janganlah berhenti mengumandangkan persaudaraan, yang sejalan dengan ajaran Islam, akan menjadikan hidup kita selamat. Pendek pikir – juga panjang pikir – negara harus diikuti - demikian halnya dengan agama – wajib pula ditaati. Jangan tentang Pancasila tetapi bela Pancasila, tegas Pak Kiai, yang piawai dan atraktif di kala memetik gitar.n rtn

Jajaran Redaksi

Majalah Akbar Mengucapkan

Selamat Tahun Baru

No. 237 Januari 2018

29

R AGAM PERISTIWA

KPU Sosialisasi Dapil Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tuban (18/12) menyosialisakan penataan Dapil (Daerah Pemilihan) dan Alokasi Kursi Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Kegiatan ini merupakan sosialisasi awal dari beberapa sosilisasi lanjutan yang diikuti oleh seluruh partai politik (parpol), instansi terkait, tokoh masyarakat, ormas dan mahasiswa.

D

alam penyampaian materinya, Divisi Teknis KPU Kabupaten Tuban, Salamun, menyebutkan, bahwa objek penataan Dapil didasarkan pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017, demikian juga prinsip-prinsip Dapil dan Alokasi Kursi. Adapun data penduduk yang akan digunakan oleh KPU dalam penataan Dapil adalah data Data Agregat Kependudukan per Kecamatan (DAK 2) Semester I tahun 2017. Beberapa prinsip yang mengatur penyusunan Dapil Pemilu 2019, diantaranya kesetaraan nilai suara, ketaatan pada sistem Pemilu yang proporsional, proporsionalitas, integralitas wilayah, berada pada cakupan wilayah yang sama, kohesivitas dan kesinambungan. Pada dasarnya, kegiatan ini KPU berharap masukan dari parpol tentang wacana kemungkinan berubahnya Dapil. KPU sendiri telah melakukan dua simulasi internal. Pertama, menggunakan DAK terbaru dengan Dapil Lama. Kedua, dengan DAK terbaru de-ngan menyusun Dapil Terbaru pula, bisa lima atau enam Dapil. Simulasi tersebut hanyalah sebagai informasi cara menghitung Dapil, tidak langsung mengikat dan bukan hasil Final. Oleh karenanya, diharapkan masukan dari parpol, atau bahkan diharap parpol dapat melakukan simulasi tersendiri dan diserahkan ke KPUD Tuban untuk jadi pertimbangan secara bersama.

Libatkan parpol Komisioner KPU Bidang SDM dan Partisipasi Masyarakat, Yayuk Dwi Agus Sulistyorini, mengatakan, kegiatan sosialisasi adalah wujud komitmen KPU Tuban yang akan melibatkan partai politik dalam setiap keputusan yang membutuhkan persetujuan parpol, terutama yang menyangkut ‘hajat hidup’ parpol, seperti pada penyusunan dan penataan Dapil. Dapil merupakan hal yang sangat penting bagi parpol terutama dalam meraih suara di Pemilu, sehingga dibutuhkan masukan dari parpol juga instansi serta tokoh masyarakat.

30

Saat sosialisasi. (kdg)

Dipastikan bahwa KPU Tuban berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku. KPU menjunjung tinggi azas jurdil dan luber, tidak ada maksud tertentu kecuali untuk menciptakan Pemilukada yang baik sebagaimana mestinya. Jika ada informasi yang tidak benar, abaikan saja, dapat dipasyikan KPU Tuban berjalan sesuai aturan. Sosialisasi yang berlangsung hangat ini, sebagian besar Ketua Parpol yang hadir mengungkapkan kurang setujunya terhadap wacana perubahan Dapil. Hampir semua Parpol menginginkan Dapil pada Pemilu 2019 sebagaimana Pemilu sebelumnya. Mereka meyakini bahwa Dapil yang sudah ada masih relevan dan memenuhi unsur prinsip-prinsip proses penyusunan Dapil.

Bawa aspirasi parpol Menanggapi hal itu, Ketua Panwaslu Kabupaten Tuban, Masrukhin, berharap KPU Tuban membawa aspirasi dari parpol di Kabupaten Tuban sebagai masukan untuk dibawa ketingkat Propinsi dan Pusat. “Keputusannya jelas, Parpol di Tuban menolak adanya penataan Dapil Baru. Diharapkan KPU membawa aspirasi ini ke tingkat yang lebih tinggi, sehingga dapat ditetapkan Dapil sebagaimana Pemilu sebelumnya”, kata Ketua Panwaslu Kabupaten Tuban.n kdg

No. 237 Januari 2018

O O LAHRAGA Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Tuban menggelar Turnamen Pencak Silat Antar Ranting seCabang Usia Dini dan Pra Remaja. Tampil sebagai Juara Umum I Ranting PSHT Kecamatan Palang, Juara Umum II Ranting PSHT Kecamatan Parengan dan Juara Umum III Ranting PSHT Kecamatan Singgahan.

Mas Lamidi. (rtn)

S

ebagai Juara Umum I Ranting PSHT Kecamatan Palang meraih 7 Medali Emas, 2 Perak dan 2 Perunggu. Berikutnya, Juara Umum II Ranting PSHT Kecamatan Parengan menyabet 4 Medali Emas, 6 Perak dan 4 Perunggu. Selanjutnya, Juara Umum III Ranting Kecamatan Singgahan menggondol 4 Medali Emas dan 3 Perunggu. Tidak ada Medali Perak yang dikoleksi Ranting PSHT Kecamatan Singgahan. Even baru pertama kali digelar ini “mempertarungkan” 188 atlit PSHT. Mereka yang berlaga di tingkat Usia Dini (10 - 12 Tahun) 88 atlit, pada level Pra Remaja (12 - 14 Tahun) 100 atlit. Dari jumlah 88 atlit Usia Dini 66 diantaranya “petarung” putra, 22 berikutnya “jagoan” putri. Kemudian, dari 100 “pesilat” Pra Remaja, sebanyak 80 atlit putra dan 20 berikutnya putri. Keseluruhan atlit yang berkompetisi dibina 19 Ranting PSHT yang ada di Cabang PSHT Kabupaten Tuban, juga hasil gemblengan dari 2 Komisariat PSHT, yakni Komisariat PSHT PT Semen Gresik Tuban dan Komisariat PSHT Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban. Kejuaraan di Lapangan Tennis Indoor Pemkab Tuban ini terinspirasi prestasi atlit Usia Dini binaan Ranting PSHT Kecamatan Palang. Saat mengikuti Kejuaraan Pencak Silat Nasional di Surabaya (Unair) dan Yogyakarta (UGM), atlit Usia Dini binaan Ranting PSHT Kecamatan Palang menggondol Medali Emas. Untuk itu, prestasi yang diraih PSHT Ranting Kecamatan Palang, ingin ditular-

No. 237 Januari 2018

Gelar Pencak Silat

Usia Dini kan kepada Ranting-ranting PSHT yang tersebar di wilayah Kabupaten Tuban. Selain itu, agar terjadi kesinambungan dalam pembinaan pesilat-pesilat PSHT. “Cabang PSHT selalu mengupayakan yang terbaik. Maka dari itu, mewadahi penggelaran Turnamen Pencak Silat Usia Dini dan Pra Remaja,” kata Lamidi, SP, Ketua Cabang PSHT Kabupaten Tuban. Banyak sisi positif mengagendakan Turnamen Pencak Silat Usia Dini dan Pra Remaja, khususnya di naungan PSHT. Satu diantaranya, menurut, Mas Lamidi, sapaan di lingkungan PSHT, menanamkan nilainilai sportivitas. Sejak usia dini, anakanak perlu pembelajaran sikap yang santun walau kalah dalam bertarung. Begitu pula, sangat penting membekalkan kesahajaan apabila unggul dalam kompetisi. Nilai-nilai ini tidak semata berguna dalam dunia persilatan, akan tetapi sangat positif imbasnya bagi perkembangan psikologis anak, utamanya dalam perjalanan menempuh pendidikan formal atau akademis. Setidaknya, merupakan bagian dari pendidikan karakter,

yang hingga kini terus didengungkan di kalangan dunia pendidikan.

Patrotisme Selanjutnya, membangkitkan jiwa patriotisme. Saat ini nilai-nilai patriotik sangat didambakan. Bukan semata bagi kalangan pendekar, akan tetapi juga untuk nusa dan bangsa. Nilai-nilai patriotik mengajarkan kebersamaan, lebih dari itu tentang arti penting budaya bangsa dan negara. Jangan sampai anak generasi “lupa” pada sejarah dan budayanya, sedangkan PSHT terlahir dari jiwajiwa yang patriotik yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya bangsa. “Pencak silat adalah budaya bangsa. Tidak kalah keberadaannya dibanding bela diri asing. Jadi, patut dilestarikan,” kata Mas Lamidi. Mengenai kalah menang dalam sebuah perhelatan, jangan dijadikan hambatan dalam membina persilatan. Terpenting, pesilat PSHT harus menjunjung tinggi nilai-nilai moral, berperilaku santun, beretika dalam pergaulan serta bertata krama. Utamanya lagi, yang terkait dengan nilai-nilai “paseduluran”.n rtn

31

O O LAHRAGA

Tuan Rumah Sirnas Indonesia Open Volley Beach V

S

irkuit Nasional Indonesia Open Volley Beach ke-5 berlangsung di Mangrove Center Tuban. Even perdana ini diselenggarakan 13 16 Desember 2017, sedangkan pada babak final dihadiri Wakil Bupati Tuban, Ir. H. Noor Nahar Hussein, MSi dan Kapolres Tuban. Pak Wabup, mengatakan, kehadiran altit-altit nasional selain meramaikan juga memotivasi generasi di bawahnya (junior) untuk berlatih dan berjuang tanpa kenal putus asa. Selain itu, mengapresiasi kinerja KONI Tuban yang mempersiapkan segala sesuatunya sangat baik. Tanpa campur tangan Pemkab Tuban, alias mandiri, dapat menyuguhkan kegiatan pertandingan hebat. Pak Wabup berpesan agar pembinaan olahraga voli pantai ditingkatkan. Tersedianya lapangan voli pantai diharapkan untuk pengembangan altit-altit voli pantai Tuban. Bila perlu, jadikan lokasi ini sebagai pusat latihan voli pantai. Sebelumnya, Bupati Tuban, H. Fathul Huda (11/12), membuka Sirnas V di Pedopo Krido Manunggal. Dikata-

W

akil Bupati Tuban, Ir. H. Noor Nahar Hussein, M.Si, menendang bola tanda dimulainya Turnamen Futsal Bupati Cup 2017 (19/12) di Stadion Gajah Futsal. Sebanyak 12 tim bertanding pada turnamen yang digelar oleh Ronggolawe Press Solidarity (RPS). “Seingat saya, ini kali ketiga RPS mengadakan turnamen futsal,” kenang Pak Wabup mengawali sambutannya. Melalui turnamen ini diharap-

32

kan, olahraga merupakan salah satu prioritas pembangunan Tuban. Mulai anggaran yang dinaikkan, sarana dan prasarana yang terus dikembangkan, serta renovasi GOR Tuban menjadi bukti komitmen Pemkab Tuban memajukan olahraga. “Tahun ini membangun Tuban Sport Center,” imbuhnya. Olahraga adalah kegiatan yang melatih fisik dan mental. Berolahraga dapat dijadikan kegiatan alternatif mengisi waktu luang, sekaligus membentengi generasi muda dari hal-hal negatif. Untuk itu, Sirnas diharapkan memotivasi generasi muda menggelorakan semangat olahraga. Juga, melahirkan bibit-bibit unggul dan berprestasi untuk mewakili tingkat nasional, regional, maupun internasional. Sirnas juga diharapkan menjadi momentum bagi kemajuan olahraga di Bumi Wali. Disamping itu, dapat menyanggah olahraga nasional. Semoga, altit-altit Indonesia mampu berjaya pesta Asian Games mendatang. Sirnas Voli Pantai kali ini mencatatkan 24 Tim Putra dan 15 Tim Putri bertanding menjadi yang terbaik. Di akhir pertandingan, perwakilan NTB menjadi Juara I, disusul perwakilan Jabar Juara II Putra. Juara III dan IV ditempati regu Jatim. Sedang, kelompok Putri, dua regu perwakilan NTB menyabet Juara I dan II, diisusul Jatim dan Jabar Juara III dan IV. Pak Wabup yang hadir pada penutupan Sirnas, menyerahkan Piala dan Penghargaan kepada para Juara. Selanjutnya, menutup kegiatan yang diselenggarakan selama 4 hari itu. Acara penutupan Sirnas V sekaligus menjadi pembukaan Kejurkab Voli Pantai Tuban I. Peserta pada Kejurkab terdiri dari pelajar dan atlit Voli Pantai Tuban. Nantinya, pemenang meraih Piala Kapolres Tuban I.n kdg

Futsal Bupati Cup 2017 kan terjalin keakraban antara Pemkab, RPS dan perusahaan sebagai mitra pemerintah. Ini merupakan agenda tahunan RPS. Tentunya, dalam kerangka membangun kebersamaan, membangun Tuban Bumi Wali yang lebih baik. Ketua RPS, Khoirul Huda, menuturkan, turnamen digelar sebagai wahana rekreasi. Mengingat, beberapa waktu lalu, Pemkab Tuban baru

mengadakan tes perangkat desa, sedangkan turnamen fuysal dapat dijadikan ajang refreshing. Adapun tim peserta, antara lain perwakilan Pemkab Tuban, Polres, Kodim 0811, DPRD Tuban, Kejari, Pengadilan Negeri, Kemenag dan KONI. Perusahaan yang mengirimkan timnya, Semen Gresik, Holcim Indonesia, UTSG dan EMCL. Sementara itu, di babak final

No. 237 Januari 2018

O O LAHRAGA bertanding antara Tim Pemkab Tuban melawan Tim Polres Tuban. Pertandingan berlangsung sengit, keduanya bermain alot. Akhir babak pertama, Tim Pemkab unggul 1-0 lewat gol Joko setelah meneruskan umpan matang dari Arman. Memasuki babak kedua, pertandingan berlangsung panas. Tiga kartu kuning dikeluarkan dari saku wasit. Tim Pemkab Tuban memastikan kemenangannya setelah Muklisin menceploskan gol kedua, mencuri bola dari bek lawan. Atas kemenangan 2-0, Tim Pemkab Tuban berhak menerima Piala Turnamen Futsal Bupati Cup 2017 yang diserahkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tuban. “Bagi kedua tim ini adalah pertemuan pertama. Menarik sekali pertandingan itu,” ujar Achzar Pradiska, Manager Tim Pemkab Tuban.

B

upati Tuban, H. Fathul Huda, membuka Kejuaraan Daerah (Kejurda) dan Open Paralayang 2017. Kejuaraan itu diselenggarakan di Bukit Glodagan, Desa Trantang, Kecamatan Kerek. Even yang baru pertama dilaksanakan di Tuban itu diikuti atlet Jawa Timur (Jatim), Kalimantan, Manado, hingga Papua. Pak Bupati memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut, karena turnamen yang baru pertama digelar itu termasuk kegiatan positif yang tidak dapat dilaksanakan di sembarang tempat. “Alhamdulillah ... Tuban menjadi tuan rumah Kejurda tahun ini,” ujarnya. Kejurda Paralayang tersebut oleh Pak Huda juga diharapkan mampu mendorong tumbuh dan berkembangnya perekonomian warga sekitar, sebab even tersebut sudah barang tentu mengundang penonton, serta hanya tempat tertentu saja yang dapat digunakan. Banyaknya peminat yang datang,

No. 237 Januari 2018

Juara Futsal Bupati Cup 2017. (kdg)

Sedangkan, Arman Mitra, topskor Tim Pemkab Tuban, merasa puas atas kemenangan yang diraih. Itu buah dari perjalanan dan kerja keras tim,” katanya. Sebelumnya,

Tim Pemkab Tuban menghadapi Tim KONI Tuban, Holcim Indonesia dan Semen Indonesia. Sedang, Tim Polres Tuban melawan Tim Pengadilan Negeri Tuban dan UTSG.n kdg

Tuan Rumah “Paralayang” semoga menciptakan peluang kerja bagi masyarakat setempat. Melalui Kejurda itu Pak Bupati juga berharap selain prestasi yang didapat juga ditemukan bibitbibt altet Paralayang dari Kabupaten Tuban, yang tentunya dapat mengharumkan nama Kabupaten Tuban di tingkat yang lebih tinggi.

Songsong Porprov 2019 Ketua Umum KONI Tuban, H. Mirza Ali Manshur, ST, MM, mengucapkan rasa syukur, walau baru pertama kali di menyelenggarakan Kejurda Paralayang akan tetapi diikuti oleh peserta yang cukup banyak, setidaknya 70 peserta. Untuk Kabupaten Tuban sendiri menerjunkan 7 atlet, 4 atlet merupakan pelajar dan 3 lainya peserta open. “Kita terjunkan 7 semoga mampu memberikan penampilan terbaiknya,” harapnya.

Dijelaskan, bahwa bahwa Kerjurda merupakan awal bagi para atlet, khususnya Tuban, menyongsong Porprov 2019, dan atlet-atlet asal Tuban harus mampu menorehkan prestasinya di ajang tersebut. ”Terimakasih pada teman-teman Paralayang, semoga suk-ses acara dan sukses prestasi. KONI Tuban menargetkan Paralayang mampu memberikan prestasi di ajang Porprov mendatang. Ini menjadi kesempatan menambah pengalaman, juga berharap ada yang mempersembahkan emas pada kejuaraan Prorprov nanti,“ tutur Ketua Umum KONI Tuban. Masyarakat sekitar even, antusias menyaksikan pembukaan Kejurda Paralayang dan Open Paralayang 2017, yang ditandai dengan pelepasan Burung Merpati oleh Bupati bersama Forkopimda dan Ketua KONI.n kdg

33

S ASTRA dan BUDAYA

Menyusuri Jejak Argasoka di Prambontergayang Oleh: Heri Kustomo, Kepala SMP Negeri 2 Soko Tuban

D

esa Prambontergayang, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban ternyata tidak hanya menyimpan makam para aulia wassholihin seperti: Pangeran Kenduruan (Mbah Nduru), Pangeran Jatikusumo, Mbah Meneng/Banteng Plontang, K. Abu Khoirudin/Mbah Karsidin, dan lain-lain. Namun, di Dusun Dalwo yang berada di lereng perbukitan kawasan kars tersebut menyimpan jejak yang diperkirakan sebagai peninggalan Kerajaan Argasoka. Munculnya perkiraan ini dapat ditelusuri dari buku “Bunga Rampai Bojonegoro” yang menyuratkan bahwa diperkirakan pada masa Airlangga, ada seorang raja putri bernama Mahasia dari Kerajaan Wengker berusaha melakukan ekspansi ke utara untuk memperluas wilayah kekuasaannya. Pasukan Wengker berhasil menakhlukkan kerajaan-kerajaan kecil seperti: Djulungpudjut, Ketanggapura dan Argasoka. Lebih lanjut diterangkan bahwa Ketanggapura terletak di Desa Sumberrejo, Bojonegoro sekarang. Sedangkan Argasoka terletak di Desa Prambontergayang, Kecamatan Soko, Tuban sekarang. Menurut Sayatri Handoko Warih, SH, Kepala Desa (Kades) Prambontergayang, desanya menyimpan jejak sejarah antara lain Punden Dongin, Pasar Dieng, Watu Jagolombo, dan Banyu Dana.

34

Dasuki (70) berada di situs Watu Jagolamba. Inzet: Sisa-sisa batu bata kuno yang diperkirakan reruntuhan candi. Peninggalan -peninggalan ini diperkirakan memenuhi anatomi kerajaan-kerjaan Hindu pada umumnya. Berikut ini adalah deskripsi situs sejarah yang berada di Dusun Dalwo, Desa Prambontergayang, Kecamatan Soko:

Watu Jagolamba Situs Watu Jagolamba terletak di pekarangan milik keluarga Dasuki (70). Wujudnya berupa sebuah batu pipih berdiameter 40 cm. Batu tersebut tertanam di dalam tanah hingga 60 cm. Sedara batutuh batu itu sudah hampir tidak terlihat lagi karena tertutup tanah dan terkepung oleh rumpun bambu yang tumbuh sangat lebat. Hanya permukaannya saja yang bisa terlihat. Menurut perkiraan, di tempat ini pada zaman dahulu digunakan sebagai salah satu wahana untuk melatih para prajurit.

Punden Dongin Situs Punden Dongin terbagi menjadi tiga bagian. Pertama, paling

utara adalah tanah lapang yang cukup luas. Lahan itu diperkirakan sebagai tempat untuk pemujaan. Kemungkinan besar pernah berdiri semacam candi. Hal ini didukung oleh peninggalan bersejarah berupa batu bata yang ukurannya berbeda dengan batu batu sekarang. Batu bata tersebut teksturnya sangat kuat, lebih tipis, dan ukurannya lebih lebar dibandingkan batu batu sekarang. Wujud batu bata ini mirip dengan batu bata kuno yang sekarang tersimpan di objek wisata Kahyangan Api, Bojonegoro. Bedanya, apabila di Kahyangan Api batu bata itu diperkirakan peninggalan Mpu Supo dari jaman Majapahit, sedangkan batu bata di Dalwo diperkirakan peninggalan masa sebelumnya yaitu Airlangga. Kedua, di bagian tengah sekarang dimanfaatkan sebagai tanah pemakaman bagi warga Dalwo. Namun, di tengah makam tersebut terdapat satu makam yang nisannya mengarah ke barat-timur. Berbeda dengan ratusan makam lainnya

No. 237 Januari 2018

S ASTRA dan BUDAYA yang nisannya mengarah ke utaraselatan. Perbedaan makam itu dengan makam yang lain adalah, nisannya memiliki pahapatan yang berornamen garis-garis lurus membentuk semacam kipas atau sinar matahari. Diperkirakan pada jaman dahulu, tempat itu merupakan tempat pembakaran mayat. Ketiga, tanah lapang di selatan pemakaman yang diperkirakan di tempat itulah dahulunya Argasoka pernah berdiri. Namun, sejauh ini belum ditemukan peninggalan-peninggalan yang merujuk pada estimasi tentang Argasoka.

Pasar Dieng Mengunjungi tempat yang oleh masyarakat Dalwo disebut dengan Pasar Dieng yang tersisa adalah hamparan tanah bertanaman jati rakyat di lereng perbukitan sebelah timur Dalwo. Sepintas, lahan miring itu tidaklah mungkin sebagai bekas pasar. Namun, diperkirakan lahan itu dulunya rata, namun seiring waktu

Kades Prambontergayang . sebagai tapal batas masa lampau. Tidak jauh dari batu yang membentuk pagar itu, dapat ditemukan situs berupa bebatuan berbentuk persegi yang digunakan sebagai pengeras jalan (paving stone). Wujud batu tersebut jauh berbeda dengan bebatuan di Dalwo yang merupakan bebetuan kawasan kars selatan. Teksturnya terlihat sangat keras dengan perpaduan ornamen abu-abu dan kekuningan. Batu yang tertata selebar ± 2 m tersebut lurus menuju ke arah barat diperkirakan tembus ke

Sendang Dalwo dengan dua mata air yang tak pernah kering sepanjang masa. terjadi longsoran-longsoran sehingga menimbun sebagian area bekas Pasar Dieng. Peninggalan sejarah yang dapat ditemukan di sekitar Pasar Dieng adalah di bagian barat bekas pasar tersebut ditemukan batu-batu besar yang tertumpuk rapi. Batu-batu bertekstur keras tersebut sebagian masih terlihat dan sebagian lagi sudah tertimbun tanah. Namun wujudnya membentang dari utara ke selatan setinggi ± 1,5 m membentuk garis lurus yang menandakan itu adalah

No. 237 Januari 2018

situs Punden Dongin. Apabila ditarik garis lurus akan sampai pada jalan utama Dalwo. Pada titik perpotongan jalan Dalwo dan jalan berbatu Pasar Dieng tersebut pada jaman dahulu ada semacam sumber air alami. Menurut Dasuki (70) ketika masih berusia 12 tahun, dirinya masih melihat adanya gentong dan gayung kuno di tempat yang dimanfaatkan untuk minum bagi masyarakat yang lewat. Sayangnya, sumber itu sekarang sudah tidak ada lagi. Bekas sumber air itu sekarang hanya ditumbuhi oleh

rumpun pisang dan tanaman kelor. Sayangnya, sebagian besar dari bebatuan itu sudah diambil oleh masyarakat untuk berbagai keperluan. Bahkan, karena situs bersejarah itu tanahnya telah masuk hak milik perseorangan banyak warga yang menggali batu-batu tersebut untuk diperjualbelikan. Sebenarnya, menurut Nurul Huda (48) tokoh setempat, ada satu situs berwujud batu yang dahulunya digunakan tempat bertapa. Batu tersebut mengguratkan bekas telapak kaki dan alat kelamin pria yang bertapa. Namun, batu tersebut sudah tidak diketahui alang rimbanya.

Banyu Dana Situs yang dikenal dengan nama Banyu Dana ini berwujud tempat yang lebih dikenal dengan nama Sendang Dalwo. Paling utara dari kawasan tersebut terdapat sebuah pohon sangat besar dan berusia sangat tua. Akar-akar pohon itu menyembul ke permukaan dan di bawah kuatnya akar itu terdapat dua sumber mata air yang kurang lebih sama besarnya. Sumber mata air ini tidak pernah kering sepanjang masa, walaupun pada musim kemarau panjang sekalipun. Menurut Kepala Dusun Dalwo, setiap tahun sekali sumber mata air ini dibersihkan yaitu pada waktu sedekah bumi. Menurut kepercayaan rakyat setempat, tidak semua orang dapat melakukan pembersihan terhadap sumber mata air itu. Syaratnya adalah jejaka berjumlah tujuh orang. Pada puncak sedekah bumi ini pun disembelih seekor kambing dengan syarat kambing kendit (kambing yang punya garis putih melingkar penuh di tubuhnya). Air dari kedua mata air ini mengalir ke bagian selatan. Ada semacam waduk cukup luas untuk menampung aliran air sumber tersebut. Setelah itu, air barulah mengalir ke sungai kecil yang ada di sebelah selatan waduk. Air tersebut dimanfaatkan untuk irigasi warga. Diperkirakan, tempat itu dulunya adalah dijadikan sebagai taman sari.n

35

S ASTRA dan BUDAYA

Mince, Perempuan dari Bakunase Oleh: Fanny J Poyk

A

pa yang akan kaulakukan jika suamimu kerap memukulimu, lalu ia melakukan pelecehan dengan mempermalukanmu di depan umum kemudian mengarang kisah yang sangat imajinatif seolah-olah kaulah yang melakukan perbuatan tercela, hingga akhirnya masyarakat menghakimimu dengan gosip nyinyir yang sangat menyakitkan? Apa yang akan kaulakukan jika suamimu pemabuk, minum “sofi” setiap saat, lalu marahmarah bila pulang ke rumah tanpa ada makanan di meja makan, sementara kadang ia memberi uang belanja atau bahkan sering tak memberi? Apa yang akan kaulakukan bila suamimu bermain gila dengan perempuan lain, kemudian terangterangan membawa perempuan itu ke rumah dan tidur seranjang hari dengannya di hadapanmu dengan sikap penuh ejekan? Mince Messakh, perempuan dari Bakunase, sebuah kampung di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, menjawab dengan ringan, tegas dan penuh nada amarah. “Cuki mai, beta akan ambil parang, beta cincang dua-duanya sampai dong dua pung batang leher putus!” Katanya dingin dengan suara tinggi. Mengerikan memang mendengar kalimat itu. Namun, ketika pemukulan dan penyiksaan terjadi lagi, ia hanya mengambil pakaiannya, surat nikah, lalu membawa keluar rumah dua anak perempuannya. Mince meninggalkan rumah itu dengan wajah kaku tanpa ekspresi, sementara dua anak perempuannya menangis tersedusedu. Ia enggan mengadu pada polisi tentang semua perlakuan itu, sebab hal itu sudah berkali-kali dilakukannya dan jawaban yang ia peroleh selalu sama, “Pulanglah, berdamailah dengan suamimu, ini biasa ter-

36

jadi di dalam kehidupan berumah tangga!” Mince telah mengukuhkan hatinya. Kali ini ia enggan untuk berbalik. Katanya ketika seorang tetangga bertanya mengapa ia keluar dari rumah itu, rumah yang ia bangun dengan air mata dan peluh yang bercucuran, “Beta sudah capek mendampingi laki-laki keparat itu. Biar saja itu perempuan tinggal bersama dia, nanti pada saat memuncaknya derita, dia juga akan meninggalkan laki-laki itu, sama seperti yang beta lakukan.” Kemudian setelah duapuluh tahun berlalu, seusai ia menuntaskan kewajibannya sebagai istri yang tak pernah dihargai, Mince tak lagi cemas memikirkan bagaimana ia bisa mencari nafkah, menyekolahkan, dan menjaga anak-anaknya hingga mereka lulus sekolah menengah atas. Sebab, ia bukan perempuan yang pantang menyerah. Selama ini, secara kasatmata ia yang menjadi penunjang perekonomian keluarga, suaminya Johny Messakh, lebih banyak berperan sebagai manusia mandul dengan temperamental tinggi dan pengumbar ama-

rah dengan sumpah serapah serta ancaman demi ancaman. Pernah tebersit di benak Mince untuk membunuhnya melalui racun tikus yang ia beli di Pasar Inpres Koenino, tetapi itu urung dilakukannya. Ia selalu teringat masa-masa manis ketika John, masih berulah baik dan penuh perhatian pada keluarga. Namun, seiring berjalannya waktu, ketika ia menjadi satpam di sebuah hotel megah di Kota Kupang, dan para temannya mengajak ia untuk mengakhiri jam terakhir dari pekerjaannya dengan minum sopi, juga minuman lainnya yang dioplos dengan arak dan cap tikus, berangsur-angsur perangainya berubah. Mince melihat suaminya menjadi sosok yang lain. Gosip sang suami kerap memakai sabu dan main perempuan pun akhirnya bukan lagi sekadar isapan jempol belaka. Perempuan yang mengaku berasal dari pesisir Pantai Lasiana, Kupang, kemudian datang ke rumahnya. “Beta su hamil tiga bulan. Lu pung laki yang buat beta begini,” katanya sambil mengelus-elus perutnya yang mulai membuncit. Mince membisu. Setelah sang suami menyeret perem-

No. 237 Januari 2018

S ASTRA dan BUDAYA puan itu keluar dari rumahnya, ia tak pernah mendengar lagi berita tentangnya. Mungkin suaminya telah memusnahkan bayi di kandungan perempuan itu, menghapusnya dari daftar catatan perempuan pacar gelapnya, lalu mencari perempuan lain yang lebih segar, sama seperti ikan segar yang baru diturunkan dari perahu penangkap ikan nelayan Pulau Semau, di gugusan pulau yang ada di NTT. Pergi dari rumah adalah jalan satu-satunya untuk terbebas dari absurditas keji yang dialaminya. Mince tak takut pada ganas dan panasnya kehidupan NTT yang tandus di musim kemarau. Ia perempuan perkasa, bekerja apa saja asal halal, bukan menjadi masalah berat yang harus dipikirkannya dengan kerut di dahi. Pekerjaan sebagai juru parkir motor di lapangan depan Pasar Inpres Koenino, kini dipegangnya. Perempuan langsing berparas manis, berkulit coklat eksotis, dengan postur tubuh langsing sempurna, berambut ikal keriting itu, sesekali bisa berubah menjadi “dewi” cantik dengan penampilan modis, ia juga bisa menjadi “centeng” di sebuah kelab malam untuk usia lima puluhan ke atas, terkadang jika kebutuhan sekolah anak-anaknya kian meningkat, ia mencari uang cepat dengan menjadi buruh cuci dari rumah ke rumah. “Yang penting beta sonde baku cium atau tidur dengan para lelaki bajingan tengik peminum itu, beta mau hidup lurus seturut dengan kehendak Tuhan, beta mau anakanak bisa sekolah tinggi, biar orang tahu kalau Mince bukan seorang janda picisan yang tidur dari satu lelaki ke lelaki lain untuk dapat doi!” katanya selalu dengan suara meninggi, menggebu-gebu khas perempuan NTT. Anak-anaknya kemudian tumbuh menjadi gadis remaja yang cantik, ketenangan yang ia rasakan, tampaknya mulai terusik oleh ulah si sulung. Mince kembali didera drama kehidupan yang cukup memilukan

No. 237 Januari 2018

dari perlakuan putri sulungnya itu. Ketika sang putri sulung hamil di luar nikah lalu pacarnya menghilang tak bertanggung jawab, Mince menangis meraung-raung. “Kenapa kau melakukan ini pada Mama, bo’i?” tanyanya dengan derai air mata. Lalu tepat sembilan bulan sepuluh hari kemudian, putri sulungnya membawa bayi kembar laki-laki yang masih merah ke rumahnya. Mince tertegun, ia tak hanya membisu dan membiarkan putrinya menaruh anak itu di sofa, ia membiarkan air mata terus turun di kedua pipi sambil berkata dengan serak, “Lebih baik kau bunuh saja Mamamu daripada kau buat beta menderita seperti ini.” Sang anak perempuan sulung itu ikut menangis. Namun, di wajahnya tak ada penyesalan. Ketika Mince memarahinya dengan kasar, ia mengambil langkah seribu, meninggalkan dua bayi merah kembarnya begitu saja tanpa bekal popok atau makanan berupa susu bubuk. Biaya melahirkan pun baru dibayar separuhnya. Tatkala bidan tempatnya melahirkan menuntutnya untuk dilunasi, dengan tegas tanpa rasa salah ia memberi alamat ibunya dan meminta sisa pembayaran pada perempuan yang telah melahirkannya itu. Mince memandang surat tagihan pembayaran melahirkan yang disodorkan padanya. “Beta sonde punya uang. Dua bayi ini kembar sedang doyan-doyannya minum susu, bisakah beta meminjan uangmu untuk membeli susu buat bayi-bayi merah ini?” tanyanya pada asisten bidan yang membantu persalinan putrinya. Lalu kedua bayi kembar itu berada dalam asuhannya. Mince merawatnya sama seperti ia merawat kedua anak perempuannya dulu. Satu tahun Mince tidak melihat putrinya. Di tahun keempat, sang putri datang kembali, dengan perut membuncit dan seorang lelaki bertato di kedua lengannya. Lelaki itu bertubuh gempal lengkap dengan anting kecil di telinga kirinya. Sang

putri memperkenalkan lelaki itu sebagai suaminya. Ia berkata bahwa dirinya sudah hamil lagi, kali ini diperkirakan dokter ia akan melahirkan bayi kembar kembali, laki-laki dan perempuan. Mince memandang jalan luas di halaman rumahnya. Kampung Bakunase yang sepi, seolah mengerat luka yang menempel di dadanya, rasanya pedih sekali. Ia duduk termenung di rumah yang berdiri di atas tanah pemberian seorang raja Kupang bermarga Nisnoni. Rumah yang ia bangun dari hasil menyisihkan uang sebagai juru parkir di Pasar Inpres Koenino. “Bagus su, lu su menikah. Sekarang lu boleh pulang ke rumah lu pung laki, biar dia yang bertanggung jawab pada bayibayi yang akan lu lahirkan,” ujarnya tanpa nada tinggi. Mince tak bisa berkata-kata lagi. Debur ombak di Pantai Tode Kisar, yang berdekatan dengan kota tua Kupang, membuat perasaannya kalut. Ingin rasanya ia berlari dan membenamkan tubuhnya di pantai hingga hilang tak berbekas. Harga diri dan nama baik, sudah menjadi jalinan semu yang tidak lagi bisa ia pertahankan. Dua bayi kembar, lakilaki dan perempuan, kembali tergeletak di sofa kumuh beranda rumahnya. Hanya secarik kertas yang ada di atas perut bayi-bayi itu. Ma bo’i, beta pi ke Malaysia cari kerja jadi TKI, beta titip beta pung anak-anak lagi Mama eee… nanti kalau beta su dapat gaji, beta kirim for Mama… JBU, Mirna. Lagi-lagi Mince menangis meraung-raung. Perempuan dari Bakunase ini menatap bayi kembar di hadapannya, di sela-sela air matanya. Sementara sepasang bayi kembar itu menggerak-gerakkan kakinya, mengisap jempol mereka mencari puting susu ibunya yang tak pernah ada. Mince mengangkat mereka, menaruhnya di atas kasur busa yang tergeletak di atas ubin, di dalam kamarnya, lalu menanak nasi, mengambil air tajin dari atasnya, mendinginkannya dan menyendoknya perlahan, kemudian ia memasukkan

37

S ASTRA dan BUDAYA air tajin itu ke bibir dua bayi sesuap demi sesuap, itu terus dilakukannya selama bertahun-tahun. Ketika ia tahu salah satu bayi itu menderita penyakit asma, Mince merawatnya dengan segala pengetahuan tradisional yang diketahuinya, ia membawanya ke pantai di subuh yang sunyi, merawatnya hingga ia terbebas dari penyakit itu. Hingga bayi-bayi itu bisa bersekolah. Mince tak pernah menggubris perihal orangtuanya yang berjanji, tetapi tak

pernah menepati janjinya untuk mengirimkan uang buat biaya kehidupan anak-anak ciptaan mereka. “Beta masih bisa cari makan untuk mereka, beta perempuan kuat dari

Bakunase!” katanya selalu usai mengantar bocah-bocah itu ke sekolah, lalu ia melanjutkan pekerjaannya sebagai juru parkir di Pasar Inpres Koenino, Kupang, NTT.n

Catatan: Beta : Su : Sofi :

Lu : Pi : Son : Dong : Pung : Cuki mai : Baku : Doi :

Bo’i

:

Saya Sudah Minuman keras khas NTT dengan kadar alkohol sekitar 80 persen Sayang

Dolanan Tradisional Oleh: Tari Princa

D

olanan tradisional sanget wigati kunjuk perkembangan anak, mila betah kita sedaya kembangaken demi kekuwawen budaya bangsa kita, amargi kita sedaya ngelingi menawi kebudayan ngrupikaken aos-aos luhur kunjuk bangsa Indonesia, konjuk kasumarepan uga dipunhayati tata cara kegesanganipun riyinriyine. Bangsa Indonesia ngrupikaken bangsa ingkang ageng lebet keanekaragaman kebudayan, klebet dolanan tradisional wonten lebetipun, keanekaragaman dolanan tradisional disebabake amargi kathahipun daerah ing Indonesia kagungan kearifan lokal kabudayan dewedewe, dadosipun mbentuk masyarakat numindakake aktivitas ingkang benten setunggal daerah kaliyan daerah sanesipun. Dolanan tradisonal pancen sampun sakedahipun nyagedaken mirengan khusus uga ingkang utami konjuk dikembangaken uga salajengipun dipunwarisaken dhateng generasi salajengipun. Sairing kaliyan perkembangan zaman ingkang tambah canggih uga modern sakmenika, macem-macem dolanan modern konjuk lare-lare sakmenika muncul ingkang didukung kaliyan teknologi inggil sae bersifat online kersaa offline ingkang gampil ditemokaken wonten pundi-pundi. Menika ndadosaken larelare sakmenika mboten malih nepang ingkang naminipun dolanan tradisional. Padahal menawi kita sedaya kaji wangsul sangeta kathah dolanan tradisional

38

Kau, kamu Pergi Tidak Kalian Punya kata-kata makian khas NTT Saling Duit/uang

ingkang enten ing daerah kita sedaya, nanging amargi pengaruh zaman dolanan punika ilang tanpa wekas. Menawi kita sedaya ningal saking gina uga ginanipun, dolanan tradisional erat sanget hubunganipun kaliyan aos kejujuran, kesarengan, kekompakan, uga olah fisik. Sawegaken dolanan modern kala niki ndamel lare-lare ngalami kekirangan komunikasi kaliyan kanca sebayane utawi langkung condong datheng sifat individualisme. Dolanan-dolanan modern kala menika biyasanipun namung dipuntumindakake piyambak tanpa wonten interaksi kaliyan tiyang sanes. Sareh-denten punika betah entenipun pengawasan saking tiyang sepuh tentu mbebayani kunjuk perkembangan lare. Amargi Kalian dolanan modern kanthi mboten eling kita sedaya njerumusake lare datheng hal ingkang katah dampak negatifipun. Wonten beberapa cara supados dolanan tradisional ingkang enten ing daerah kita sedaya saget lestantun antawisipun: - Nepangaken dolanan tradisional wangsul dhateng lare sak menika. - Ndamel dolanan tradisional langkung nggeret. - Ngawontenaken workshop panglatian dolanan tradisional. - Ngawontenaken lomba dolanan tradisional tingkat lare sekolah. - Lan sanes-sanesipun. Sekawan perkawis wonten ing nginggil saget ndadosaken dolanan tradisional dipun remeni dening lare-lare sakmenika. Kanthi menkaten dolanan utawi permainan tradisional saged lestantun wonten daerah kita piyambak-piyambak.n

No. 237 Januari 2018

F i gU R

Hadirkan Gus Ipul Memasuki episode ke-100, talkshow Jagongan Matoh menghadirkan Wakil Gubernur Jawa Timur (Wagub Jatim), Drs. H. Saifullah Yusuf, Bupati Wakil Bupati Tuban, Forkopimda Kabupaten Tuban serta OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait. Selain itu, hadir pula sebagai pemateri, putra Tuban yang juga Vice President Director PT Ohkuma Industries Indonesia, Suyoto Rais.

B

ertempat di Pendopo Krido Manunggal Tuban (20/12), Bupati Tuban, H. Fathul Huda, menuturkan, bahwa Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu solusi mengatasi pengangguran. Selain mampu menyerap banyak tenaga kerja, keberadaan UMKM juga menyumbang pendapatan negara. “PDRB di tingkat nasional, regional maupun kabupaten/kota sebagian besar bersumber dari perdagangan,” ujar Pak Bupati. Sekitar 70% penduduk Kabupaten Tuban berprofesi sebagai petani. Sementara, lahan yang dimiliki, hanya 120 ribu hektar, sedangkan pemilik lahan hanya 290 ribu yang memiliki tanah dan sisanya bertugas sebagai buruh tani. Para buruh tani inilah yang ke depannya harus dicarikan solusi,” imbuhnya. Pak Huda, sapaan Bupati Tuban, menyatakan perlu adanya pengembangan di sektor perdagangan. Kreatifitas diperlukan guna mendorong diciptakannya inovasi-inovasi sehingga mampu melahirkan dan mengembangkan enterpreneur di Tuban. Pemkab Tuban siap bersinergi dengan dunia usaha dengan catatan telah memenuhi persyaratan yang ada dan memiliki payung hukum yang jelas. Disampaikan, keberadaan investor di Tuban juga perlu ditingkatkan. Kehadiran investor diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan baru sekaligus mampu membantu pengembangan UMKM melalui berbagai program CSR. Selain itu, perlu

No. 237 Januari 2018

Siap inovatif, kreatif menuju ekonomi kreatif, (kdg)

adanya sinergitas antara Pemprov Jatim, Pemkab Tuban dan pelaku usaha untuk mengatasi kemisikinan.

Penyelamat ekonomi daerah Dihadapan peserta Jagongan Matoh, Wagub Jatim memaparkan pemanfaatan teknologi dan informasi sebagai sarana promosi untuk mengembangkan dan memajukan perekonomian daerah. Kemajuan teknologi saat ini membuka kesempatan bagi semua orang untuk menjadi pemenang. Gus Ipul, sapaan akrab Wagub Jatim, menjelaskan, keberadaan UMKM merupakan penyelamat ekonomi bagi daerah. Lebih dari 54% PDRB Jatim diperoleh dari sektor UMKM. Hal sebuah kekuatan luar biasa dan merupakan pilar ekonomi sehingga harus didorong jadi pemenang, serunya. Gus Ipul, menambahkan, keberadaan desa kreatif akan mendorong terwujudnya kabupaten/kota kreatif. Selain itu, kelompok ibu-ibu, perempuan dan komunitasnya perlu diberdayakan. Sehingga, mampu mengembangkan potensinya dan ikut menunjang ekonomi keluarga. Wagub Jatim, Bupati - Wabup Tuban serta Suyoto Rais menandatangani deklarasi “Tuban Siap Inovatif dan Kreatif Menuju Ekonomi Kreatif”. Sementara itu, peserta kegiatan terdiri dari akademisi Tuban, perusahaan sebagai mitra pemerintahan, para pelaku UMKM, organisasi masyarakat dan organisasi perempuan.n kdg

39

Pemerintah Kabupaten Tuban Mengucapkan

Selamat Tahun Baru

Jl. Mastrip No. 5A Tuban. Telp. (0356) 322235