Data Loading...

AKBAR EDISI 259 Flipbook PDF

AKBAR EDISI 259


113 Views
78 Downloads
FLIP PDF 36.72MB

DOWNLOAD FLIP

REPORT DMCA

MEDIA KOMUNIKASI PEMKAB

NO. 259 n TAHUN XXIII n NOVEMBER 2019 PELINDUNG: H. Fathul Huda (Bupati Tuban), Ir. H. Noor Nahar Hussein, MSi (Wakil Bupati Tuban), H. M. Miyadi, SAg, MM (Ketua DPRD Kabupaten Tuban). PENASEHAT: Dr. Ir. Budi Wiyana, MSi (Sekda Kabupaten Tuban). PENGARAH REDAKSI: Ir. Hery Prasetyo S, MM (Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tuban). PEMIMPIN REDAKSI: Ir. Achmad Sofan Djamil, MM. SEKRETARIS REDAKSI: Tutik Musyarofah, S.Ag, MH. DEWAN REDAKSI: Agus Setiawan, SE, Agus Heru Purnomo, S.P, Imadudin, SE. DISTRIBUSI/ LOGISTIK: Chairul Malik. STAF REDAKSI: Abdul Barry, Miftahul Munir. ILUSTRATOR: Syaiful Amin. A R T I S T I K / L AY O U T: D w i M u r d i y a n t o . PENERBIT: Pemerintah Kabupaten Tuban. IJIN TERBIT: Menteri Penerangan RI, STT No. 2341/SK/Ditjen PPG/1998 Tanggal 26 Februari 1998. REDAKSI: Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tuban, JL. Mastrip No. 5A Tuban. Telp. (0356) 8832697. EMAIL: [email protected]

REDAKSI MENERIMA KIRIMAN NASKAH, OPINI, CERPEN, DONGENG, FEATURES DAN BENTUK TULISAN LAIN SESUAI VISI MISI MAJALAH AKBAR. NASKAH MAKSIMAL 3 HALAMAN KUARTO, DIKIRIM KE ALAMAT EMAIL MAJALAH AKBAR. REDAKSI BERHAK MENGEDIT SEPANJANG TIDAK MENGUBAH ISI.

Menu Editorial . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 3 Mimbar Agama. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 4 Kisar Eksekutif . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 6 Laporan Utama . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 8 Hari Santri . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 14 Pendidikan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 16 Sumpah Pemuda . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 18 Istimewa . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 19 Sumpah Pemuda . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 23

2

Info Desa. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 24 Selingan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 26 Ekonomi. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 28 Ragam Peristiwa . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 30 Olahraga . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 31 Wirausaha . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 32 Cermin . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 34 Sastra dan Budaya . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 36 Figur . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 39

NOVEMBER 2019

No. 259

eDITORIAL

Gugah Spirit Qurani

K

abupaten Tuban mendapat amanah menyelenggarakan Musabaqoh Tilawatil Quran XXVIII Provinsi Jawa Timur 2019 (MTQ XXVIII Provinsi Jatim 2019), yang diikuti kafilah dari kabupaten/kota se-Jatim. Peristiwa langka ini barangkali penanda cerahnya generasi Qur’ani di Kabupaten Tuban. Dengan menjadi tuan rumah penyelenggaraan MTQ XXVIII Provinsi Jatim 2019, diharapkan memotivasi dan memberikan spirit Islami bagi masyarakat Kabupaten Tuban yang mayoritas Islam. Momen penyelenggaraan MTQ sangat berpengaruh untuk mendorong tumbuhnya generasi Islami, setidaknya menjadikan insan yang bersikap dan berbuat sebagaimana tuntunan kitab Al Qur’an, mengingat pada era Wali Songo, Kabupaten Tuban memiliki tokoh fenomenal, yaitu Sunan

Kalijaga, yang terlahir asli dari Kabupaten Tuban. Lekatnya nilainilai religius masyarakat Kabupaten Tuban juga ditandai keberadaan Makam Sunan Bonang, yang pada penyelenggaraan MTQ XXVIII Provinsi Jatim 2019 ini bisa menjadi ikon kunjungan wisata dari para kafilah yang datang dari berbagai penjuru daerah kabupaten/kota se-Jatim. Sebagai tuan rumah penyelenggaraan MTQ XXVIII Provinsi Jatim 2019 sudah barang tentu menghidupkan kembali religiusitas masyarakat Kabupaten Tuban, seolah mendapat suntikan serta menyadarkan generasi muda agar menuju jalan Qur’ani. Disamping itu, mengingatkan generasi muda untuk kembali ke akar sejarah Kabupaten Tuban yang pernah menjadi pilar Islam di pesisir utara Pulau Jawa. Dimensi lain, dengan penyelenggaraan MTQ XXVIII Provinsi Jatim 2019, kafilah dari

berbagai kota se-Jatim merasakan lebih dekat dengan Kabupaten Tuban. Beberapa komentar sempat disampaikan, di antaranya menuturkan bahwa kota Tuban cukup bagus, menarik kesejarahannya, juga keramahan dan suasana kota yang terasa religious. Hal ini tentu merupakan motivasi tersendiri dan memperkokoh semangat menghafal dan murajaah dalam membaca Alquran. Tentu peserta dari luar kota itu optimis bahwa suatu ketika Kabupaten Tuban akan mampu menjadi pilar generasi Qur’ani. Selain lomba atau kompetisi, MTQ XXVIII Provinsi Jatim 2019 juga muara silaturrahim dari kafilah se-Jatim. Lebih dari itu, menumbuhkan nilai-nilai sportifitas, memupuk solidaritas ukhuwah Islamiyah serta membangkitkan Tuban sebagai Bumi Wali, yang kini menjadi brandingnya ***

t u k i S

NOVEMBER 2019

No. 259

3

mIMBAR AGAMA

Kedudukan Perempuan Dalam Islam Oleh : Dr. M. Quraish Shihab Salah satu tema utama sekaligus prinsip pokok dalam ajaran Islam adalah persamaan antara manusia, baik antara lelaki dan perempuan maupun antar bangsa, suku dan keturunan. Perbedaan yang digarisbawahi dan yang kemudian meninggikan atau merendahkan seseorang hanyalah nilai pengabdian dan ketakwaannya kepada Tuhan Yang Mahaesa. “Wahai seluruh manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (terdiri) dari lelaki dan perempuan dan Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal, sesungguhnya yang termulia di antara kamu adalah yang paling bertakwa.” (QS 49: 13). Muhammad Al-Ghazali, salah seorang ulama besar Islam kontemporer berkebangsaan Mesir, menulis: "Kalau kita mengembalikan pandangan ke masa sebelum seribu tahun, maka kita akan menemukan perempuan menikmati keistimewaan dalam bidang materi dan sosial yang tidak dikenal oleh perempuan-perempuan di kelima benua. Keadaan mereka ketika itu lebih baik dibandingkan dengan keadaan perempuan-perempuan Barat dewasa ini, asal saja kebebasan dalam berpakaian serta pergaulan tidak dijadikan bahan perbandingan. Almarhum Mahmud Syaltut, mantan Syaikh (pemimpin tertinggi) lembaga-lembaga Al-Azhar di Mesir, menulis: "Tabiat kemanusiaan antara lelaki dan perempuan hampir dapat (dikatakan) sama. Allah telah menganugerahkan kepada perempuan sebagaimana menganugerahkan kepada lelaki. Kepada mereka berdua dianugerahkan Tuhan potensi dan kemampuan yang cukup untuk memikul tanggung jawab dan yang menjadikan kedua jenis kelamin ini dapat melaksanakan aktivitas-aktivitas yang bersifat umum maupun khusus. Karena itu, hukum-hukum Syari'at pun meletakkan keduanya dalam satu kerangka. Yang ini (lelaki) menjual dan membeli, mengawinkan dan

4

kawin, melanggar dan dihukum, menuntut dan menyaksikan, dan yang itu (perempuan) juga demikian, dapat menjual dan membeli, mengawinkan dan kawin, melanggar dan dihukum serta menuntut dan menyaksikan. Banyak faktor yang telah mengaburkan keistimewaan serta memerosotkan kedudukan tersebut. Salah satu di antaranya adalah kedangkalan pengetahuan keagamaan, sehingga tidak jarang agama (Islam) diatasnamakan untuk pandangan dan tujuan yang tidak dibenarkan itu. ASAL KEJADIAN PEREMPUAN Berbedakah asal kejadian perempuan dari lelaki? Benarkah yang digoda dan diperalat oleh setan hanya perempuan dan benarkah mereka yang menjadi penyebab terusirnya manusia dari surga? Demikian sebagian pertanyaan yang dijawab dengan pembenaran oleh sementara pihak sehingga menimbulkan pandangan atau keyakinan yang tersebar pada masa pra-Islam dan yang sedikit atau banyak masih berbekas dalam pandangan beberapa masyarakat abad ke-21 ini. Pandangan-pandangan tersebut secara tegas dibantah oleh Al-Quran, antara lain melalui ayat pertama surah Al-Nisa': “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari jenis yang sama dan darinya Allah menciptakan pasangannya dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan lelaki dan perempuan yang banyak.” Demikian Al-Quran menolak pandanganpandangan yang membedakan (lelaki dan perempuan) dengan menegaskan bahwa keduanya berasal dari satu jenis yang sama dan bahwa dari keduanya secara bersama-sama Tuhan mengembangbiakkan keturunannya baik yang lelaki maupun yang perempuan. Benar bahwa ada suatu hadis Nabi yang dinilai

NOVEMBER 2019

No. 259

mIMBAR AGAMA shahih (dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya) yang berbunyi: “Saling pesan-memesanlah untuk berbuat baik kepada perempuan, karena mereka diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok.” (Diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim dan Tirmidzi dari sahabat Abu Hurairah). Benar ada hadis yang berbunyi demikian dan yang dipahami secara keliru bahwa perempuan diciptakan dari tulang rusuk Adam, yang kemudian mengesankan kerendahan derajat kemanusiaannya dibandingkan dengan lelaki. Namun, cukup banyak ulama yang telah menjelaskan makna sesungguhnya dari hadis tersebut. Muhammad Rasyid Ridha, dalam Tafsir Al-Manar, menulis: "Seandainya tidak tercantum kisah kejadian Adam dan Hawa dalam Kitab Perjanjian Lama (Kejadian II;21) dengan redaksi yang mengarah kepada pemahaman di atas, niscaya pendapat yang keliru itu tidak pernah akan terlintas dalam benak seorang Muslim." Tulang rusuk yang bengkok harus dipahami dalam pengertian majazi (kiasan), dalam arti bahwa hadis tersebut memperingatkan para lelaki agar menghadapi perempuan dengan bijaksana. Karena ada sifat, karakter dan kecenderungan mereka yang tidak sama dengan lelaki, hal mana bila tidak disadari akan dapat mengantar kaum lelaki untuk bersikap tidak wajar. Mereka tidak akan mampu mengubah karakter dan sifat bawaan perempuan. Kalaupun mereka berusaha akibatnya akan fatal, sebagaimana fatalnya meluruskan tulang rusuk yang bengkok. Memahami hadis di atas seperti yang telah dikemukakan di atas, justru mengakui kepribadian perempuan yang telah menjadi kodrat (bawaan)-nya sejak lahir. Dalam Surah Al-Isra' ayat 70 ditegaskan bahwa: “Sesungguhnya Kami telah memuliakan anak-anak Adam. Kami angkut mereka di daratan dan di lautan (untuk memudahkan mencari kehidupan). Kami beri mereka rezeki yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk-makhluk yang Kami ciptakan.” Tentu, kalimat anak-anak Adam mencakup lelaki dan perempuan, demikian pula penghormatan Tuhan yang diberikan-Nya itu, mencakup anak-anak Adam seluruhnya, baik perempuan maupun lelaki. Pemahaman ini dipertegas oleh ayat 195 surah Ali'Imran yang menyatakan: “Sebagian kamu adalah bagian dari sebagian yang lain, dalam arti bahwa sebagian kamu (hai umat manusia yakni lelaki) berasal dari pertemuan ovum perempuan dan sperma lelaki dan sebagian yang lain (yakni perempuan) demikian NOVEMBER 2019

No. 259

juga halnya." Kedua jenis kelamin ini sama-sama manusia. Tak ada perbedaan antara mereka dari segi asal kejadian dan kemanusiaannya. Dengan konsideran ini, Tuhan mempertegas bahwa: “Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal, baik lelaki maupun perempuan.” (QS 3:195). Pandangan masyarakat yang mengantar kepada perbedaan antara lelaki dan perempuan dikikis oleh Al-Quran. Karena itu, dikecamnya mereka yang bergembira dengan kelahiran seorang anak lelaki tetapi bersedih bila memperoleh anak perempuan: “Dan apabila seorang dari mereka diberi kabar dengan kelahiran anak perempuan, hitam-merah padamlah wajahnya dan dia sangat bersedih (marah). Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak disebabkan "buruk"-nya berita yang disampaikan kepadanya itu. (Ia berpikir) apakah ia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup). Ketahuilah! Alangkah buruk apa yang mereka tetapkan itu.” (QS 16:58-59). Ayat ini dan semacamnya diturunkan dalam rangka usaha Al-Quran untuk mengikis habis segala macam pandangan yang membedakan lelaki dengan perempuan, khususnya dalam bidang kemanusiaan. Dari ayat-ayat Al-Quran juga ditemukan bahwa godaan dan rayuan Iblis tidak hanya tertuju kepada perempuan (Hawa) tetapi juga kepada lelaki. Ayat-ayat yang membicarakan godaan, rayuan setan serta ketergelinciran Adam dan Hawa dibentuk dalam kata yang menunjukkan kebersamaan keduanya tanpa perbedaan, seperti: “Maka setan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya ... QS 7:20).” “Lalu keduanya digelincirkan oleh setan dari surga itu dan keduanya dikeluarkan dari keadaan yang mereka (nikmati) sebelumnya ... (QS 2:36).” Kalaupun ada yang berbentuk tunggal, maka itu justru menunjuk kepada kaum lelaki (Adam), yang bertindak sebagai pemimpin terhadap istrinya, seperti dalam firman Allah: “Kemudian setan membisikkan pikiran jahat kepadanya (Adam) dan berkata: "Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepadamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan punah?" (QS 20:120). Demikian terlihat bahwa Al-Quran mendudukkan perempuan pada tempat yang sewajarnya serta meluruskan segala pandangan yang salah dan keliru yang berkaitan dengan kedudukan dan asal kejadiannya. 5

k ISAR EKSEKUTIF

Satukan Masyarakat Desa D

Demikian dituturkan Sekretaris Daerah (Sekda), Dr. Ir. Budi Wiyana, M.Si, di sela pembekalan bagi Kades baru yang diikuti 273 Kades se-Kabupaten Tuban. Kegiatan ini diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dan Keluarga Berencana (Dispemasdes dan KB). Pengembangan desa berbasis pada potensi desa juga harus mendapat perhatian Kades baru. Hal ini selain dikembangkan juga harus berimbas pada peningkatan kesejahteraan warga desa. Untuk itu, Kades baru perlu lekas beradaptasi dan segera menyelenggarakan kegiatan pemerintahan. Disamping itu, harus menyatukan seluruh komponen masyarakat, dapat menjaga agar kondisi desa tetap guyub, aman dan tertib. Pemerintah Desa (Pemdes) sedapatnya bersinergi dengan Pemerintah Kecamatan (Pemcam). Kondisi masyarakat yang tertib akan mempercepat pembangunan desa. Kades harus pula bersinergi dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan stakeholder lainnya. Janji-janji politik pada saat kampanye Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) harus dibahas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) dan dituangkan dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (RAPBDes). Progam pembangunan desa juga selayaknya diselaraskan dan disinergikan dengan program

6

Era keterbukaan informasi dan kemajuan teknologi informasi membawa konsekuensi pada pelaksanaan pemerintahan di desa. Untuk itu, kehadiran teknologi menjadi tantangan bagi Kepala Desa (Kades) dalam menjalankan tugas pemerintahan. Ditekankan agar Kades memiliki inovasi dan terobosan baru.

Salami salah seorang Kades. (kdg)

prioritas Pemerntah Kabupaten (Pemkab) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov). Mengenai pembekalan Kades, merupakan langkah strategis yang diperlukan Kades baru dalam menjalankan tanggung jawabnya. Dalam menjalankan tugas, Kades harus mematuhi peraturan maupun regulasi yang berlaku, di antaranya berkaitan dengan pengelolaan dan pelaporan keuangan, dana desa maupun aset desa lainnya. Kades harus berpartisipasi aktif dan

mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Materi yang disampaikan harus diperhatikan, mengingat dinamika masyarakat cukup tinggi. Di antara sejumlah materi, antara lain kebijakan umum, prespektif desa di masa depan, pengelolaan dan pelaporan keuangan serta aset desa, Tupoksi Kades dan Perangkat Desa. Setelah mengikuti pembekalan, diharapkan Kades mampu menjalankan program kerja dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat. kdg

NOVEMBER 2019

No. 259

k ISAR EKSEKUTIF

Peninjauan di DPMPTSP dan Naker. (*)

Pelayanan publik Kabupaten Tuban dikategorikan cukup. Sebagai catatan, standar pelayanan harus terus ditingkatkan dengan mengedepankan pelayanan prima dan survei kepuasan masyarakat yang mengacu pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan-RB) Nomor 14 Tahun 2017 Tentang Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat Unit Penyelenggara Pelayanan Publik. Selain itu, optimalisasi pengelolaan layanan pengaduan beserta tindak lanjutnya.

Tinjau Disdukcapil Serta DPMPTSP dan Naker

D

emikian penilaian hasil kunjungan Kemenpan RB yang dipimpin Kepala Bidang (Kabid) Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan dan Evaluasi Pelayanan Publik Kemenpan RB, Aris Samson, S.Sos, M.AP. Obyek yang ditinjau (16/10), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dan Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker). Peninjauan merupakan evaluasi kegiatan pelayanan publik di Kabupaten Tuban. Juga, tindak lanjut untuk mengetahui progress pelaksanaan hasil evaluasi tahun 2018 berkaitan dengan birokrasi maupun pembangunan sarana prasarana penunjang. Pada tahun 2019 ini merupakan tahun terakhir dilakukan evaluasi atas berbagai pelayanan publik. Untuk itu, catatan di tahun 2018 diharapkan

NOVEMBER 2019

terlaksana sesuai hasil evaluasi. Sisi sarana prasarana, Disdukcapil perlu beberapa perbaikan, seperti tata letak bangunan, toilet, fasilitas disabilitas dan kebersihan. Sedang pada DPMPTSP dan Naker diperlukan penambahan fasilitas di ruang laktasi. Peningkatan sarana prasarana untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat. Kemenpan RB akan memberikan pembinaan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kaitannya dengan pelayanan publik. Dipilihnya Kabupaten Tuban sebagai objek penelitian, OPD yang disurvei diharapkan menjadi role model (percontohan) bagi OPD-OPD lainnya. Kemenpan RB juga terus mendorong instansi pemerintah untuk memberikan pelayanan publik semaksimal mungkin. Di samping itu, perlu adanya dukungan dan arahan Pimpinan Daerah.

No. 259

PELOPOR PELAYANAN PUBLIK Pendamping peninjauan, Kepala Bagian (Kabag) Organisasi Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Tuban, Drs. Mokhammad Mahmud, M.Si, menuturkan, rekomendasi dari Kemenpan RB akan menjadi acuan untuk perbaikan yang lebih baik. Ini akan menjadi pemicu atau momentum bagi unit-unit pelayanan agar terus meningkatkan kinerjanya. instansi yang menjadi role model diharapkan menjadi pelopor pelayanan publik. Sesuai dengan instruksi Bupati Tuban, unit-unit pelayanan harus dapat memberikan pelayanan lebih baik lagi dan memuaskan masyarakat. Bersamaan dengan ini, Bagian Organisasi juga akan melakukan pembinaan internal maupun pembinaan yang melibatkan Kemenpan RB, Ombudsman maupun lembaga kompeten lainnya. *

7

L APORAN UTAMA Kabupaten Tuban akhirnya berhasil menyandang Juara Umum Musabaqah Tilawatil Qur’an XXVIII Provinsi Jawa Timur (MTQ XXVIII Provinsi Jatim) 2019. Dari ke-38 kabupaten/kota peserta, Kafilah Bumi Wali menduduki peringkat 1 dengan total perolehan poin 132.

C

apaian ini melampaui target lima besar yang dicanangkan Bupati Tuban, H. Fathul Huda. Dibandingkan dengan dua perhelatan MTQ sebelumnya, perolehan poin Kafilah Kabupaten Tuban mengalami lonjakan luar biasa. Pada penyelenggaraan MTQ XXVI di Banyuwangi tahun 2015, Kafilah Bumi Wali hanya mendapat 10 poin di peringkat ke-26. Sedangkan, pada perhelatan MTQ XXVII di Pasuruan tahun 2017, Kafilah Tuban meraih 22 poin dan berada di peringkat ke-16. Ketua Kafilah Kabupaten Tuban, Khoirul Muqim, S.Ag, mengatakan, hasil akhir Kafilah Tuban sangat bagus sekali, mampu meraih 16 kejuaraan dari 16 golongan yang diperlombakan, yakni 7 Juara I, 6 Juara II dan 3 Juara III. Ketujuh Juara I diraih dari Cabang Tilawah, Musabaqoh

8

Luar biasa, Kafilah Putri Bumi Wali.

Kafilah Bumi Wali JUARA UMUM Hifdzil Qur'an (MHQ), Musabaqah Makalah Qur’an (MMQ) dan Musabaqah Khattil Qur'an (MKQ). JUARA I Dari Cabang Tilawah, Juara I dari Golongan Tilawah Anak-Anak Putra atas nama A. Farid Fahruddin dengan nilai 95.50. Juara II di Golongan ini diraih Zulfi Ahmad Hariri dari Kabupaten Mojokerto dengan nilai 93.00 dan Juara III disabet Moch. Fatihu Rasya Nusron dari Kabupaten Malang dengan nilai 91.50. Selanjutnya, Juara I Tilawah Golongan Qiraat Sab’ah Mujawwad Putra atas nama Khoirun Naim dengan nilai 94.50. Juara II didapat Ahmad Mubarok dari Kabupaten Gresik dengan nilai 94.00 dan Juara III atas nama Muhammad Sufyan Assauri dari Kabupaten Sidoarjo dengan nilai 93.00. Kafilah Tuban atas nama Nasril Ilham Saputra yang

berlomba di Cabang Tilawah Golongan Tartil juga meraih Juara I dengan nilai 96,75. Raihan skor ini di atas Friendy Alan Nawawi dari Kabupaten Jember dengan skor 96,50 dan Ahmad Hasbii dari Kabupaten Ngawi dengan skor 93.50. Prestasi di Cabang Tilawah ditutup Rofiatul Muna dari Cabang Tilawah Dewasa, Juara I dengan skor 96.00. Dua kompetitor yang dikalahkan, Diah Maghfiroh Wahyuni, Juara II Kaflah Lamongan dengan skor 93.50 dan Juara III Lailatul Mubarokah dengan nilai 92.00, Kafilah Gresik. “Ini adalah Juara I kali ketiga yang diraih Muna,” ujarnya. Kemudian, Cabang MHQ Golongan 1 Juz dan Tilawah Putri, Juara I atas nama Isna Hanik Mufaricha dengan nilai 97,5. Juara II Cinta Wardatunnajah Amanat Illah dari Kabupaten Gresik nilai 97 dan Juara III Rahmah Ayu Bunga Salwa

NOVEMBER 2019

No. 259

L APORAN UTAMA (MSQ) Beregu Putri (Dilatun Nurul A, Siti Nur L.K, Thalita S. R) dengan nilai 89. Selain itu, MHQ Putra 1 Juz dan Tilawah atas nama Muhammad Masduqi dengan nilai 96,25, M. Khoirudin Murtadlo dari Cabang Tilawah Golongan Qiraat Sab'ah Murattal Remaja dengan nilain 97.50, dan Cabang MHQ Golongan 5 Juz dan Tilawah dengan nilai 96.50 atas nama Muhammad Ulul Azmi.

Sama luar biasanya, Kafilah Putra Bumi Wali.

Zahirah Arifiani asal Kabupaten Sidoarjo dengan nilai 96,5. Cabang MMQ, Kafilah Tuban Juara I atas nama Moh. Adib Amrullah dengan skor 92,07. Juara II Tsania Nur Diyana dari Kabupaten Malang dengan skor 91,75 dan Juara III dari Kabupaten Sidoarjo, Robbah Munjiddin Ahmada dengan skor 91,36. Cabang MKQ Golongan Dekorasi Putra, Juara I diraih Kafilah Tuban atas nama Ahmad Ma’ruf Zulfa dengan skor 89.00,

mengungguli Nasiqin Kafilah Kabupaten Kediri dengan skor 88.00 dan Masrum Juweni Nurmansyah Kafilah Gresik dengan skor 80. JUARA II Keenam Juara II berhasil diraih dari Cabang Tilawah Golongan Tilawah Anak-Anak Putri atas nama Lailiya Mar’atus Sholihah dengan nilai 94.75, Cabang MKQ Golongan Hiasan Mushaf atas nama Kasiful Amin dengan nilai 86, juga Cabang Musabaqah Syarhil Qur'an

JUARA III DAN HARAPAN Lebih lanjut, untuk Juara III dari Cabang MSQ Beregu Putra (Mohammad NFI, Endin Jorgy, Andika MJ) dengan nilai 87.50, Cabang MFQ/CCQ Golongan Fahmil Qur'an Putra (Muh. FA, Ahmad Alif Azka, Muh. Za'im M) dengan nilai 1.400 dan Cabang Tilawah Golongan Qiraat Sab’ah Murrotal Dewasa atas nama Mauidhotul Hasanah dengan nilai 95.00. Selain itu, Kafilah Tuban juga meraih 6 Juara Harapan. Rinciannya, 1 Juara Harapan I, 4 Juara Harapan II dan 1 Juara Harapan III. Jelasnya, prestasi Kafilah Bumi Wali sangat tampak sekali, karena berhasil keluar sebagai Juara Umum. ydh

Mulanya Targetkan Lima Besar SEBAGAI tuan rumah, awalnya Kabupaten Tuban menargetkan lima (5) besar pada perhelatan MTQ XXVIII Provinsi Jatim 2019. Namun, hasilnya berkata lain, hingga mampu meraih Juara Umum. Kafilah Bumi Wali berkekuatan 53 peserta, 17 official. Dari 7 Cabang dan 23 Golongan yang dipertandingkan, Kafilah Kabupaten Tuban melepas satu kategori, yaitu Cabang Tilawah Golongan Canet Putri, karena tidak memiliki peserta. Untuk meraih

NOVEMBER 2019

No. 259

prestasi, selain berjuang keras juga telah mempersiapkan Kafilah Tuban sejak lama. Menjadi tuan rumah, Kabupaten Tuban harus sukses dalam pelaksanaan MTQ XXVIII Provinsi Jatim 2019, juga harus sukses dalam peraihan prestasi Kafilah Bumi Wali. Kafilah dari 38 kabupaten/kota se-Jatim diperhitungkan sebanyak 1.799 orang. Perhelatan akbar MTQ XXVIII Provinsi Jatim 2019 berlangsung mulai tanggal 24 Oktober hingga 2 November 2019.

9

L APORAN UTAMA Gubernur Jawa Timur (Jatim), Dra.Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si, mengajak masyarakat memahami Al Qur'an. Dengan mengamalkan kaidah-kaidah Al Qur'an akan tercipta masyarakat saling menghormati.

Gubernur Buka MTQ XXVIII Provinsi Jatim 2019

D

emikian disampaikan pada saat membuka Musabaqah Tilawatil Quran XXVIII Provinsi Jawa Timur (MTQ XXVIII Provinsi Jatim) 2019 di Kabupaten Tuban. Antusias warga Kabupaten Tuban dalam menyambut penyelenggaraan MTQ XXVIII Provinsi Jatim 2019 mendapatkan apresiasi Gubernur. Apresiasi yang sama juga diberikan karena pada penyelenggaraan MTQ di Kabupaten Tuban sudah digitalisasi serta mengimplementasikan penggunaan teknologi. Hal ini pertanda bahwa LPTQ siap menghadapi revolusi industri 4.0. Lebih lanjut, pada penyelenggaraan MTQ Nasional 2020, menargetkan Jatim meraih Juara Umum, sehingga kafilahnya sejak dini harus dipersiapkan serta harus didukung oleh semua pihak. Sehubungan dengan program One Pesantren One Product (OPOP) adalah upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim dalam memberdayakan pesantren. Melalui program tersebut, diharapkan membawa manfaat tidak hanya bagi pesantren tetapi

10

juga seluruh masyarakat Jatim. Bupati Tuban, H. Fathul Huda, menyampaikan, kehadiran kafilah se-Jatim sudah barang tentu membawa berkah bagi Kabupaten Tuban. Untuk itu, selain berusaha menyelenggaraakan sebaik-baiknya juga disampaikan terima kasih atas penunjukan Bumi Wali sebagai tuan rumah MTQ XXVIII Provinsi Jatim 2019. Berkaitan dengan program OPOP, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban berusaha menerapkannya. Selain bentuk dukungan kepada Pemprov Jatim, peluncuran program OPOP juga untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk di dalamnya kesejahteraan di kalangan pesantren. Diinformasikan, tahun 2019 Pemkab Tuban telah menaikkan bisaroh bagi guru TPQ. Selain itu, memberikan insentif kepada guru TK/RA serta Hufadz dan Guru yang tidak termasuk Non Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Guru Tidak tetap (GTT). Tidak hanya itu, memberikan pula hibah kepada 400 Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ) dan Pondok Pesantren (Ponpes). Adapun mengenai Al Qur’an,

ditegaskan merupakan sumber dari segala sumber penerang kehidupan. Juga, wahyu Rasulullah yang menjadi penunjuk jalan bagi umat Islam. Untuk itu, harus terus dikaji serta diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh umat manusia. BAND WALI Sementara itu, pada pembukaan MTQ XXVIII Provinsi Jatim 2019 menampilkan Band Wali dan Tarian Rampak Pesisir yang dibawakan 200 siswa SMA/SMK seKabupaten Tuban. Terlihat pula antusias masyarakat memadati Alunalun Kota Tuban, sejak sore mereka datang dari berbagai wilayah kecamatan se-Kabupaten Tuban. Sedang ikut pula menghadiri acara pembukaan, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jatim, Ketua DPRD Kabupaten Tuban, Forkopimda Jatim, Forkopimda Tuban, Bupati/Walikota dan Ketua DPRD dari 38 kabupaten/kota seJatim, Kepala Kantor Kemenag dan Ketua MUI se-Jatim, Pengurus LPTQ Jatim, Sekda, Asisten dan Pimpinan OPD serta Camat se Kabupaten Tuban. kdg

NOVEMBER 2019

No. 259

L APORAN UTAMA

Asuransi Tiga Bulan Penyerahan secara simbolis Kartu BPJS Ketenagakerjaan. (*)

Terhitung mulai diselenggarakannya MTQ XXVIII Provinsi Jatim 2019, Kafilah Tuban mendapat perlindungan asuransi selama tiga (3) bulan dari Badan Pelaksana Jaminanj Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Hal ini adalah wujud partisipasi dari BPJS Ketnagakerjaan Cabang Tuban.

P

ERHITUNGAN asuransi selama 3 bulan, sejak penyelenggraan MTQ XXVIII Provinsi Jatim 2019 di

Kabupaten Tuban hingga 2 bulan ke depan. Melalui pemberian asuransi BPJS Ketenagakerjaaan diharapkan Kafilah Bumi Wali terpacu untuk meraih prestasi setingi-tingginya. Bagi kafilah yang meraih Medali Emas atau Juara I, Bupati Tuban, H. Fathul Huda, akan menghadiahi umroh. Meski demikian, jangan terpancing dengan hadiah, sebab keseluruh Kafilah Kabupaten Tuban harus fokus pada prestasi, baik prestasi pada MTQ XXVIII Provinsi jatim 2019, juga pada even MTQ Nasional 2020 Penyelenggaraan MTQ tidak lain bertujuan untuk syiar Islam dan syiar Al-Qur'an. Juga, untuk

SEBELUM dibuka (26/10), Bupati Tuban, H. Fathul Huda, melepas Pawai Ta’aruf yang diikuti seluruh kafilah peserta MTQ XXVIII Provinsi Jatim 2019. Masing-masing daerah berusaha menampilkan karya seni dan budayanya yang terbaik.

NOVEMBER 2019

No. 259

memotivasi masyarakat agar mencintai, mempelajari dan mengamalkan ajaran Al Qur’an. Nilai-nilai yang terkandung di dalam Al Qur’an harus tertanam di hati setiap insan. Dengan demikian, akan tercipta tatanan kehidupan masyarakat yang Islami. Kaitannya dengan syiar Islam, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban mengalokasikan anggaran bagi peningkatan Taman Pendidikan Alqur’an (TPQ) maupun Madrasah. Selain itu, memberikan kenaikan gaji bagi semua guru TPQ. Juga, akan memberikan penghargaan kepada hufadz. Kesmuanya itu dihajatkan untuk meningkatkan kecintaan masyarakat kabupaten Tuban kepada Al-Quran. Pak Bupati mengapresiasi semua pihak yang telah mendukung penyelenggaraan MTQ XXVIII Provinsi Jatim 2019 di Kabupaten Tuban. (*)

Pawai Ta'aruf Selain memperkenalkan para kafilah yang akan berlomba, Pawai Ta’arruf juga mempertontonkan mobil hias yang didesain indah. Hal ini sudah barang tentu menjadi hiburan bagi masyarakat Tuban. Di sepanjang jalan yang dilintasi, baik dewasa, remaja sampai anak-anak memadati tepian jalan untuk menyaksikannya. Pawai Ta’aruf diberangkatkan dari depan Kantor Bupati Tuban, melewati rute Jalan Veteran - Basuki Rahmat - Sunan Kalijogo dan finish di GOR Rangga Jaya Anoraga. Melalui kegiatan di atas, diharapkan membawa angin segar bagi kehidupan keagamaan di Jatim, khususnya Kabupaten Tuban. (*) 11

L APORAN UTAMA

Sukses Prestasi Sukses Penyelenggaraan MTQ Kabupaten Tuban sukses menjadi tuan rumah MTQ XXVIII Provinsi Jatim 2019. Sebagai tuan rumah, sukses dalam penyelenggaraan MTQ serta sukses dalam peraihan prestasi.

P

ada Sambutan Penutupan MTQ XXVIII Provinsi Jatim 2019 di Alun-alun, Bupati Tuban, H. Fathul Huda, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran penyelenggaraan MTQ XXVIII Provinsi Jatim 2019. Selain itu, memberikan apresiasi kepada pengawas, dewan hakim, pihak keamanan dan semua panitia pelaksana yang telah berhasil menyelenggarakan perlombaan dengan tertib dan transparan. Nilai peserta dapat langsung dilihat dan dapat disaksikan melalui streaming, sehingga terjamin. Dalam rangka memasyarakatkan kitab suci agama Islam, Kabupaten Tuban menghiasi kotanya dengan Al Qur’an, mulai dari gapura masuk berupa tugu AlQur’an di Kecamatan Widang, jalan-jalannya yang berhiaskan Asmaul Husna hingga kaligrafi di setiap kantor. Diharapkan AlQur’an tidak sekadar menjadi hiasan di jalan maupun di dindingdinding kantor, melainkan juga hiasan di bibir dan di hati (perilaku).

12

Menuju panggung penutupan MTQ XXVIII Provinsi Jatim 2019.

Guna mewujudkan nilai-nilai Islami, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban menindaklanjuti dengan membuat Peraturan Daerah (Perda) No. 6 Tahun 2016 Tentang Pendidikan Akhlak Mulia, kemudian diterjemahkan dengan Peraturan Bupati (Perbup) yang salah satu poinnya memberlakukan syarat masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) memiliki syahadah atau ijazah Taman Pendidikan AlQur’an (TPQ). “Dengan kiat-kiat demikian dapat dirasakan semangat Al-Qur’an yang luar biasa di Bumi Wali sehingga Kafilah Tuban mampu menjadi Juara Umum pada MTQ XXVIII Provinsi Jatim 2019,” ujarnya. Meski begitu, bukanlah

untuk dibangga-banggakan karena semuanya berkat ridho Allah SWT. Dengan mensyukurinya, akan meningkatkan kajian kita terhadap Al-Qur’an. Terlepas dari hal itu, kesejahteraan guru-guru yang mengajar Al-Qur’an masih minim. Hal tersebut menjadikan ganjalan. Oleh karena itu, perlu menjadi perhatian bersama, terlebih sehubungan dengan pembentukan watak-watak Islami, membutuhkan kepedulian bersama untuk memcahkan persoalan kesejahteraan di atas. Pak Bupati mengaku tertarik dengan program Millennial Job Center (MJC) dan berharap bisa dilakukan di Kabupaten Tuban.

NOVEMBER 2019

No. 259

L APORAN UTAMA Oleh karena itu, akan mengundang guru-guru Al-Qur’an milenial serta dari sekolah-sekolah di berbagai jenjang agar bisa memahami program tersebut. Jika kita memprioritaskan guru-guru AlQur’an, in Sya Allah akan memperoleh syafa’atnya. “Tuban sebagai tuan rumah tentu ada kekurangan. Kekurangan ini adalah dari kami sendiri, sedang kelebihannya adalah maunah (kemampuan) dari Allah SWT,” ucapnya. BERBASIS IT Koordinator Dewan Hakim, Prof. Dr. Ahmad Zahro, MA, menilai sistem perhakiman di ajang MTQ XXVIII Provinsi Jatim 2019 paling spektakuler. Penggunaan sistem perhakiman berbasis Information and Technology (IT) lebih canggih dibanding sistem perhakiman tingkat nasional maupun dunia. Sistem perhakiman berbasis IT dirintis tahun 2004 dan pada tahun 2005 dipraktekkan di Sumenep sampai sekarang. Penggunaan paling paripurna pada penyelenggaraan MTQ XXVIII Provinsi Jatim 2019 di Kabupaten Tuban. Sistem perhakiman berbasis IT akan percuma bila hasilnya tidak ditampilkan secara langsung, adapun Jatim telah berani mempraktekkannya. Selain berbasis IT, sistem perhakiman juga menggunakan norma nilai tengah sehingga hasilnya tidak dapat diutak-atik. Lebih daripada itu, panitia berani mengumpulkan handphone para hakim dan tempat duduk hakim yang terpisah antar bidang yang sama. Untuk itu, sistem perhakiman MTQ XXVIII Provinsi Jatim 2019 paling ketat. Selebihnya, kekurangankekurangan akan dievaluasi.

NOVEMBER 2019

PUJIAN Gubernur Jatim, Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si, memberi pujian atas antusias warga Kabupaten Tuban pada penutupan MTQ XXVIII Provinsi Jatim 2019. Juga, memberikan apresiasi atas usaha yang luar biasa dari Bupati Tuban beserta seluruh jajarannya sehingga perhelatan di Kabupaten Tuban berjalan sangat baik dan khidmat.

“Dengan kiat-kiat demikian dapat dirasakan semangat Al-Qur’an yang luar biasa di Bumi Wali sehingga Kafilah Tuban mampu menjadi Juara Umum pada MTQ XXVIII Provinsi Jatim 2019.” Sesuai dengan tema MTQ XXVIII Provinsi Jatim 2019, Gubernur berpesan agar senantiasa memahami dan mengamalkan AlQur’an. Harapannya, Bumi Wali akan terus memberikan resonansi dan multiplier effect bagi kehidupan warga Jatim dan Indonesia. Mengutip pernyataan Gubernur Bank Indonesia (BI) saat menjadi narasumber pada Simposium di Gedung Grahadi Surabaya, disebutkan bahwa saat ini Indonesia kekurangan pakar koding. Jika yang lain menyebutkan sumber pakar koding adalah dari pakar matematika, lain halnya dengan Gubernur BI yang menyatakan bahwa pakar koding yang dibutuhkan adalah para hafidz dan hafidzah (penghapal AlQur’an). Oleh karena itu, merupakan tantangan bagi seluruh bupati dan walikota di Jatim agar bersama-sama menata dan menyiapkan hal di atas. Hafidz dan

No. 259

hafidzah adalah potensi besar, hanya saja belum disiapkan secara optimal. “Banyak perguruan tinggi prestisius yang inputnya dari hafidz dan hafidzah memiliki kemampuan beradaptasi dan prestasi luar biasa,” ujarnya. Gubernur mengajak pemimpin daerah, pengasuh pesantren dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) melakukan persiapan maksimal agar Jatim bisa meraih kesuksesan dan menjadi Juara Umum pada ajang MTQ Nasional XXVIII yang akan dihelat pada 18 Juli 2020 di Sumatera Barat (Sumbar). Berkaca dari kesuksesan Bumi Wali yang melompat dari posisi 16 ke Juara Umum, tentu ada proses persiapan yang sistemik dan terukur. Gubernur mengakhiri sambutannya dengan hadiah AlFatihah kepada salah satu anggota Dewan Hakim MTQ XXVIII Provinsi jatim 2019, yakni Ustadz Abdul Hannaan dari Kabupaten Jember, yang meninggal dunia. Kemudian, dilanjutkan dengan penyerahan bendera LPTQ Jatim dari Bupati Tuban kepada Gubernur Jatim dan diteruskan ke Wakil Bupati Pamekasan yang akan menjadi tuan rumah pada MTQ XXIX Provinsi Jatim 2021 mendatang. GRUP BAND LETTO Penutupan MTQ XXVIII Provinsi Jatim 2019 dimeriahkan penampilan Grup Band Letto. Sama halnya dengan pembukaan, penutupan yang digelar di Alunalun Kota Tuban dihadiri ribuan orang. Ikut pula hadir pejabat pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se Jatim. ydh

13

h ARI SANTRI PESANTREN LAYAK DISEBUT LABORATORIUM PERDAMAIAN. TERDAPAT SEMBILAN ALASAN MENGAPA PESANTREN DIBERIKAN JULUKAN TERSEBUT.

PESANTREN

Laboratorium Perdamaian

P

ertama, kesadaran harmoni beragama dan berbangsa. Hingga hari ini komitmen santri sebagai generasi pecinta tanah air tidak kunjung pudar karena berpegang teguh pada kaidah hubbul wathan minal iman (cinta tanah air sebagian dari iman). Kedua, metode mengaji dan mengkaji yang bersumber dari berbagai kitab. Melalui metode bathsul masail, para santri dididik untuk belajar menerima perbedaan, namun tetap bersandar pada sumber hukum yang otentik. Ketiga, para santri biasa diajarkan untuk khidmah (pengabdian) sebagi ruh dan prinsip loyalitas santri yang dibingkai dalam paradigma etika agama dan realitas kebutuhan sosial. Keempat, pendidikan kemandirian, kerjasama dan saling membantu di kalangan santri yang memupuk solidaritas dan gotongroyong sesama para pejuang ilmu. Kelima, gerakan komunitas seperti kesenian tumbuh subur di pesantren yang mengedepankan pesan-pesan keindahan, harmoni dan kedamaian.

14

Keenam, beragam kelompok diskusi dalam skala kecil maupun besar membentuk santri berkarakter terbuka terhadap halhal berbeda dan baru. Ketujuh, merawat khazanah kearifan lokal dimana relasi agama dan tradisi begitu kental dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Kedelapan, prinsip maslahat (kepentingan umum) yang berorientasi pada pembinaan masyarakat baik moral maupun intelektual. Kesembilan, penanaman spiritual bagi santri berupa tazkiyatunnafs, yaitu proses pembersihan hati. Tidak hanya soal hukum Islam, pesantren melatih para santri untuk mengamalkan zikir dan puasa, sehingga akan melahirkan pikiran dan tindakan yang bersih dan benar. Karenanya, santri jauh dari pemberitaan tentang intoleransi, pemberontakan, apalagi terorisme, ujar Bupati Tuban, H. Fathul Huda, di sela upacara peingatan Hari Santri Nasional 2019 di Alun-alun Tuban (22/10). Disamping itu, implementasi dari keterpilihan Indonesia

sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) sejak 2 Januari 2019 hingga 31 Desember 2020. Ini adalah momentum bagi seluruh elemen bangsa, terutama di kalangan santri agar berperan aktif dan terdepan dalam mengemban misi serta menyampaikan pesan-pesan perdamaian dunia. Pada peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2019 ini terasa istimewa dengan kehadiran Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Hal tersebut memastikan bahwa pesantren tidak hanya mengembangkan fungsi pendidikan tetapi juga fungsi dakwah dan pemberdayaan masyarakat. Tidak hanya itu, menjadikan negara hadir untuk memberikan rekognisi, afirmasi dan fasilitasi kepada pesantren dengan tetap menjaga kekhasan dan kemandiriannya. Dengan Undang-Undang ini pula tamatan pesantren memiliki hak yang sama dengan tamatan lembaga lainnya. Selamat Hari Santri Nasional 2019, Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia. kdg

NOVEMBER 2019

No. 259

h ARI SANTRI

Penetapan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional (HSN) merujuk pada tercetusnya “Resolusi Jihad” yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Resolusi Jihad ini melahirkan peristiwa heroik 10 November 1945 yang selanjutnya diperingati sebagai Hari Pahlawan.

D

emikian tutur Bupati Tuban, H. Fathul Huda, pada apel peringatan HSN 2019 di Alun-alun Tuban sore hari (22/10). Hadir pada kegiatan ini, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah (Sekda), Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tuban, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ketua Baznas, Rais Syuriah beserta Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama (PCNU) dan Banom NU, tokoh agama dan sejumlah pengurus organisasi keagamaan di Kabupaten Tuban. Selain itu, diikuti seluruh Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, karyawan-karyawati Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, santri dan santriwati dengan

“Resolusi Jihad” menggenakan baju muslim. Khusus laki-laki, menggenakan sarung dan peci hitam. Dengan membacakan Sambutan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Sekjen Kemenag), dikatakan oleh Pak Bupati, bahwa peringatan HSN 2019 mengusung tema "Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia". Isu perdamaian diangkat berdasar fakta bahwa sejatinya pesantren adalah laboratorium perdamaian, yang merupakan tempat menyemai ajaran Islam rahmatanlilalamin, Islam ramah dan moderat dalam beragama. Sikap moderat dan toleran dalam beragama sangat penting bagi masyarakat yang plural multikultural untuk mewujudkan keadilan. Semangat ajaran inilah

yang dapat menginspirasi santri untuk berkontribusi merawat perdamaian dunia, ujar Bupati Tuban yang alumni Pndok Pesantren (Ponpes) Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Peringatan HSN 2019 di Alunalun Tuban dimeriahkan drama kolosal Resolusi Jihad dari Saung ArtMa STITMA Tuban. Pada kesempatan ini, Pak Bupati menyerahkan piala dan penghargaan pemenang Anshor Cup kategori Bola Voli Pantai dan Futsal. Sedang pagi hari, menjadi Inspektur Upacara HSN 2019 di lingkungan Mahad Bahrul Huda Tuban. Pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban juga melaksanakan apel pagi dan bekerja selama sehari dengan berbusana muslim.*

Mlaku Bareng Karang Taruna BUPATI Tuban, H. Fathul Huda, “mblaku bareng” bersama Karang Taruna Kecamatan Plumpang. Kegiatan menyambut Hari Santri Nasional (HSN) 2019 ini terselenggara di Lapangan Desa Klotok (20/10). Setelah memberangkatkan peserta, Pak Bupati berjalan bersama peserta mengelilingi jalan Desa Klotok. Menyapa dan berfoto

NOVEMBER 2019

bersama sejumlah warga. Kegiatan juga diikuti Camat, jajaran Forkopimka, Kepala Desa (Kades) Klotok dan Ketua Majelis Pertimbangan Karang Taruna (MPKT) Kabupaten Tuban, Nasrudin Ali. Disampaikan, bahwa santri adalah sosok-sosok yang mengikuti ajaran kiai. Selain itu, senantiasa mendukung perjuangan kiai. Juga, peduli terhadap sesama.

No. 259

Diingatkan, agar masyarakat miskin yang belum mendapat bantuan sosial (bansos) diusulkan ke Perangkat Desa. Kades maupun Perangkat Desa wajib memperhatikan warganya. Pengentasan kemiskinan diupayakan terus melalui berbagai program dan kebijakan. Juga, berupaya meningkatkan kesejahteraan guru RA/TK/PAUD dan TPQ. *

15

p ENDIDIKAN Fun games, magic show, outbound superteam mewarnai pembelajaran luar kelas Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kebonsari 2 Tuban. Pembelajaran menyenangkan ini merupakan Kegiatan Tengah Semester (KTS) I Tahun Pelajaran 2019/2020. Melatih kedisiplinan. (rtn)

KTS - Belajar di Luar Kelas

Permainan yang menyenangkan. (rtn)

S

elain rekreatif, pembelajaran yang diselenggarakan di Hutan Kota Sleko

itu juga untuk menumbuhkembangkan karakter disiplin, tanggung jawab serta kerjasama. Sadar akan pentingnya kerjasama dalam sebuah kebersamaan maka perlu memberikan kesempatan kepada siswa siswi SDN Kebonsari 2 dalam

16

wadah kegiatan bersama. Hal ini selain untuk menyalurkan karakter juga merupakan sarana untuk mengekspresikan diri. Mohkamad Nurdin, S.Pd, M.Pd, Kepala SDN Kebonsari 2 Tuban, menuturkan, pendidikan berperan penting dalam membangun dan mengembangkan potensi peserta didik. Sedang, penyelenggaraan pendidikan di luar kelas senafas dengan Undang-

Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, khususnya Pasal 3 yang menyatakan: “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Pengemasan dalam kegiatan fun games, magic show dan outbound superteam karena beberapa permainan itu merupakan alternatif model pembelajaran. Selain itu, menambah pengalaman belajar, juga mendekatkan peserta didik dengan lingkungan luar termasuk di dalamnya bersentuhan langsung dengan hal-hal yang biasa didengar atau diketahui dalam buku pelajaran sekolah.

NOVEMBER 2019

No. 259

p ENDIDIKAN Tujuan lain, di antaranya meningkatkan rasa tanggung jawab karena pada saat KTS peserta didik dituntut banyak mengerjakan halhal secara mandiri. Meningkatkan kedisiplinan karena saat KTS peserta didik harus mentaati peraturan sekolah sekaligus peraturan dan tata tertib yang ada di lokasi KTS. Menambah keakraban, juga kerjasama di antara peserta didik serta di antara peserta didik dengan bapak-ibu guru pembina KTS.

Usai memandu KTS. (rtn)

Jambore Daerah Jawa Timur (Jamda Jatim) 2019 adalah ikon Gerakan Pramuka yang diselenggarakan berjenjang mulai dari tingkat kecamatan hingga nasional. Selain itu, wadah pengaderan anggota Pramuka tingkat Penggalang.

JAMDA

Ikon Pramuka

Pemberangkatan kontingen Jamda. (*)

D

emikian disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda), Dr. Ir. Budi Wiyana, M.Si, saat memberangkatkan kontingen Kabupaten Tuban mengikuti Jamda Jatim 2019 yang diselenggarakan pada 12-18 Oktober 2019 di Bumi Perkemahan Wisata Hutan Pinus Songgon, Banyuwangi. Mereka sebanyak 38 anggota Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Tuban. Pramuka yang dikirim telah lolos seleksi serta menjadi andalan Kwarcab Tuban. Ini adalah kesempatan dalam meningkatkan prestasi sehingga harus diikuti dengan sungguh-sungguh. Duta

NOVEMBER 2019

wakil Bumi Wali harus berjiwa berkompetisi, sportif dan berupaya sekuat tenaga untuk meraih prestasi. Disamping itu, diharapkan mampu menembus 10 besar. Pramuka yang dikirim juga diharapkan menjadi duta promosi berbagai potensi dan keindahan Kabupaten Tuban. Kegiatan-kegiatan kePramuka-an selaras dan seiring dengan progam Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban. Oleh karena itu, dapat sinergi dengan instansi terkait, terlebih aktif di berbagai kegiatan tingkat provinsi dan nasional. Untuk itu, ke depan kegiatan Pramuka perlu terus ditingkatkan, sehingga ikut

No. 259

berperan dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait maupun orang tua diharapkan mendukung berbagai kegiatan Pramuka. Ketua Kwarcab Tuban, Drs. Sulistiyadi, M.M, mengatakan, kontingen Kabupaten Tuban adalah yang terbaik dari Kwartir Ranting (Kwaran), Gugus Depan (Gudep) pangkalan SMP/MTs dan Pramuka Berkebutuhan Khusus (PBK). Di antara mereka, Pramuka Penggalang Putra 14 orang dan Putri 14 orang, PBK 2 orang, Pimpinan Kontingen 2 orang, Pembina Pendamping 6 orang dan Pembina Pendamping PBK 2 orang. *

17

Pesatnya perkembangan teknologi informasi ibarat dua mata pisau. Satu sisi memberikan kecepatan informasi yang memungkinkan pemuda meningkatkan kapasitas pengetahuan dan daya saing, namun pada sisi yang lain berdampak negatif, yakni informasi-informasi yang bersifat destruktif mulai dari parnografi, narkoba, pergaulan bebas hingga radikalisme dari terorisme juga masuk dengan mudahnya apabila tidak dapat memfilter dengan ilmu pengetahuan dan karakter positif dalam berbangsa dan bernegara.

P

emuda yang berkarakter tangguh adalah pemuda yang bermoral serta berkarakter kinerja, pemuda yang beriman dan bertaqwa, berintegritas tinggi, jujur, santun, bertanggung jawab, disiplin, kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas dan tuntas. Pemuda juga harus memiliki kapasitas intelektual dan skill kepemimpinan, kewirausahaan, kepeloporan serta memiliki inovasi agar mampu berperan aktif dalam kancah dunia. Saat ini belahan dunia telah lahir generasi muda yang berpola pikir serba cepat, serba instan, lintas batas, cenderung individualistik dan gramatik. Canggihnya ilmu pengetahuan dan teknologi serta mudahnya akses terhadap sosial media, telah menjelma menjadi tempat favorit berkumpulnya anak-anak muda lintas negara, lintas budaya, lintas agama dan interaksi mereka di sosial media berjalan real time 24

18

s UMPAH PEMUDA

PEMUDA Kini Tatap Dunia jam. Oleh karena itu, disinilah diharapkan peran pemuda dapat bersaing dalam bentuk apapun yang posistif, sebab pemuda adalah masa depan bangsa, juga harapan dunia. Kalau pemuda generasi terdahulu mampu keluar dari jebakan sikap-sikap primordial suku, agama, ras dan kultur, menuju persatuan dan kesatuan bangsa, maka tugas pemuda saat ini adalah harus sanggup membuka pandangan ke luar batas-batas tembok kekinian dunia, demi menyongsong masa depan Indonesia yang lebih baik. Kemajuan tidak akan pernah tercapai jika masa depan itu hanya dipandang sekedar sebagai proses lanjut dari masa kini yang akan tiba dengan sendirinya. Untuk itu, generasi muda selayaknya merespon kemajuan dengan penuh kearifan, menghargai keluhuran perjuangan generasi sebelumnya, tidak terjebak dalam kejayaan dan romantisme masa lalu, juga kenyataan-kenyataan masa kini yang akan membuat mereka tidak lagi sanggup keluar untuk menatap masa depan.

Gerakan revolusi mental menemukan relevansinya dengan pembangunan karakter pemuda yang kuat, tangguh dan kokoh serta ikut berperan dalam percaturan pemuda dunia. Tidak lagi harus bertahan dan menghadapi dampak negatif dari modernisasi dan globalisasi, tetapi harus mampu memberikan warna untuk mengubah dunia dengan tekad dan semangat dan tentunya didukung Ilmu pengetahuan dan teknologi. Semangat para pemuda dalam menatap dan ikut membangun dunia harus terus menjadi obor penyemangat bagi pengabdian pemuda Indonesia, dalam arti ikut serta berpartisipasi mengangkat bangsa dan tanah air tercinta di kancah dunia. Sedang terkait Hari Sumpah Pemuda 2019, melalui peringatannya selayaknya menghormati jasa para pemuda, jasa para pendiri bangsa dan jasa para pahlawan Indonesia. Sebagaimana yang diikrarkan tahun 1928, bahwa hanya dengan persatuan kita dapat mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia. ***

NOVEMBER 2019

No. 259

Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) harus diterima masyarakat miskin, baik yang bersumber dari pusat maupun daerah. Pemerintah Desa (Pemdes) bersama stakeholder terkait harus mendata masyarakat miskin yang belum menerima.

iSTIMEWA

BNPT Buat Masyarakat Miskin

Penyerahan bantuan traktor. (kdg)

D

emikian ditegaskan Bupati Tuban, H. Fathul Huda, pada acara audiensi Bupati - Wakil Bupati Tuban dan Penyerahan Bantuan Hibah Tahun 2019 di Rest Area Desa Bulumeduro Kecamatan Bancar (08/10). Jangan sampai ada masyarakat miskin tidak menerima haknya. Masyarakat yang kurang mampu berhak menerima KIS atau KISDA. Penerima harus sesuai kriteria dan terus diperbarui datanya. Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai tingkat pusat hingga desa adalah pelayan masyarakat. Sudah menjadi kewajiban aparatur memberi pelayanan yang maksimal. Pelayanan yang diberikan tanpa diskriminasi. Sejalan dengan itu, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar terus meninjau ke desa untuk mengetahui kondisi riil dan

NOVEMBER 2019

permasalahan yang ada di desa. Selanjutnya, segera diatasi. Lembaga pendidikan swasta, TPQ, Diniyah, MI, MTs dan Ponpes yang belum pernah menerima bantuan agar mengajukan proposal bantuan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban terus berupaya meningkatkan kesejahteraan guru TK, Diniyah maupun TPQ. Pada tahun 2020, guru SD/MI dan SMP/MTs yang belum masuk GTT maupun belum mendapat sertifikasi akan mendapatkan kenaikan gaji. Peningkatan kesejahteraan juga dirasakan Perangkat Desa. Bantuan alat pertanian untuk mengoptimalkan luasan lahan yang semakin sempit. Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi diharapkan terjadi peningkatan produksi pertanian. Pemkab Tuban juga memberikan bantuan integrasi tanaman, ikan dan sapi sebagai wujud sinergi antar sektor. Bantuan

No. 259

ini akan ditinjau guna memastikan implementasi dari program pemberdayaan masyarakat, baik nelayan, petani maupun masyarakat miskin lainnya. Di samping itu, untuk mengetahui dampak dari berbagai bantuan yang telah berikan, sehingga pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat. Desa dan masyarakatnya diharapkan inovatif. Kepala Desa (Kades) bersama Perangkat Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) harus menciptakan terobosan dan berinovasi untuk meningkatkan kesejahteraan warga desa. Dengan memaksimalkan Dana Desa (DD), potensi desa dapat dikembangkan untuk mendukung perekonomian masyarakat. Jika nantinya terjadi peningkatan kesejahteraan, akan berdampak positif bagi kemajuan Kabupaten Tuban. STUNTING Usai beraudiensi, Bupati bersama Wabup Tuban dan sejumlah Pimpinan OPD mengunjungi keluarga yang memiliki anak penderita stunting. Selain itu, meletakkan batu pertama pembanguan kios yang akan dikelola BUMDes Inti Mina Bulurejo. BUMDes ini didiirikan pada tahun 2017, selain mengelola HIPPAM, BUMDes tersebut juga menjadi agen penyaluran program BPNT. Ke depan mengupayakan penyediaan bahan bakar minyak untuk nelayan. kdg

19

iSTIMEWA

Piagam Penghargaan

Kemenkeu

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan Piagam Penghargaan kepada Kabupaten Tuban sebagai apresiasi atas Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Tuban Tahun Anggaran 2018 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Didampingi Gubernur Jawa Timur (Jatim), Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si, penghargaan diserahkan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Prof. Dr. Mardiasmo, MBA, Akt, kepada Bupati Tuban, H. Fathul Huda, di Gedung Negara Grahadi Surabaya (02/10).

W

amenkeu mengapresiasi capaian Opini WTP yang disandang Pemerintah Provinsi (Pemprov), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) maupun Pemerintaj Kota (Pemkot). Opini WTP merupakan salah satu indikator dari praktik pengelolaan keuangan daerah yang sehat, sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, juga perwujudan pengelolaan keuangan yang baik sehingga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Capaian opini terbaik tidak semata-mata disajikan oleh laporan keuangan, tetapi juga ditopang efektivitas sistem pengendalian intern serta kepatuhan terhadap peraturan perundangan. Sedang, dalam penyelesaian LKPD, yang paling utama diperlukan komitmen Kepala Daerah yang nantinya mesti diikuti oleh bawahannya. Gubernur Jatim sama mengapresiasi kabupaten/kota yang meraih Opini WTP dari BPK. Dari sejumlah 39 LKPD tahun 2018 terdapat 36 yang mendapatkan predikat WTP, yaitu 1 untuk Pemprov Jatim, 27 Pemkab dan 8 Pemkot. Masih ada 3 kabupaten/kota di Jatim yang masih menyandang Opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Pemerintah Daerah (Pemda) yang belum meraih WTP diharapkan terus berbenah dan memperbaiki

20

Penghargaan apresiasi WTP. (kdg)

laporan keuangannya. Bagi yang sudah meraih Opini WTP sedapat mungkin mempertahan, jangan sampai turun opininya. Usai menerima Piagam Penghargaan, Bupati Tuban, H. Fathul Huda, mengatakan, bahwa penghargaan adalah wujud apresiasi Kemenkeu kepada Pemkab Tuban yang telah meraih Opini WTP atas LKPD Tahun 2018 dari BPK. Hal ini menunjukkan bahwa tata kelola keuangan Pemkab Tuban sudah baik, efektif dan efisien, sehingga capaian tersebut harus dapat terus dipertahankan serta dijadikan motivasi agar dapat mewujudkan tata kelola pemerintahan yang

akuntabel dan kredibel. Dalam pengelolaan keuangan, Pak Bupati mengapresiasi kerja keras Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) beserta seluruh jajaran pegawai Pemkab Tuban. Pencapaian kinerja hingga meraih Opini WTP patut disyukuri serta harus dijadikan motivasi untuk lebih baik lagi ke depan. Saat penganugrahan Piagam Penghargaan Menkeu, Bupati Tuban didampingi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tuban, H. M. Miyadi, S.Ag, MM, dan Kepala Badan Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD), Dra. Rini Indrawati. kdg

NOVEMBER 2019

No. 259

iSTIMEWA

Di atas Nasional dan Jatim Dari hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tahun 2018 lalu capaian rencana aksi Koordinasi, Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban mencapai 74 persen. Prosentase itu di atas angka rata-rata Nasional dan Jawa Timur (Jatim), sehingga menempatkan Kabupaten Tuban peringkat 13 dari 38 kabupaten/kota se-Jatim.

D

emikian disampaikan Koordinator Wilayah (Korwil) VI Korsupgah KPK, Asep Rahmat Suwanda, di sela kunjungannya ke Kabupaten Tuban, yang diterima Wakil Bupati (Wabup) Tuban di Ruang Rapat Wabup Tuban, (25/10). Kunjungan dalam rangka Monev kegiatan pencegahan korupsi di Kabupaten Tuban 2019. Ikut menerima tamu, Sekretaris Daerah (Sekda) dan Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Tuban. Monev yang dilakukan KPK sebagai upaya pencegahan terjadinya tindak korupsi. Pada progam Monev mencakup 8 indikator utama, yaitu e-planning dan e-budgeting, pelayanan terpadu satu pintu, pengadaan barang/jasa, penguatan APIP, manajemen ASN, Dana Desa (DD), Barang Milik Daerah, infrastruktur dan optimalisasi penerimaan daerah. Selain itu, terdapat indikator lain, antara lain pendidikan, kesehatan dan sumber

NOVEMBER 2019

daya alam. Semangat diselenggarakan Monev memotivasi Pemkab Tuban agar terus mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang transparan, akuntabel dan bebas dari korupsi. Monev kali ini KPK memberi perhatian pada kegiatan pengadaan barang dan jasa. OPD yang membidangi hal tersebut dapatnya dilibatkan mulai dari proses perencanaan hingga proses lelang selesai. Selain itu, memberi catatan agar dalam pengelolaan APBDes disampaikan secara terbuka sehingga dapat diakses publik. Wabup Tuban, Ir. H. Noor Nahar Hussein, M.Si, menuturkan, upaya pencegahan sangat diperlukan kaitannya penyelenggaraan pemerintahan. Hal ini semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap jalannya roda pemerintahan. Jauga, laju premerintahan sesuai regulasi dan koridor yang ditetapkan. Monev kali ini berfokus pada 8 area dan disinkronkan dengan semua data di tiap instansi.

No. 259

Untuk kegiatan pasca Monev, akan secara berkala mengadakan monitoring, setidaknya 2 minggu sekali bersama seluruh Pimpinan OPD. Dalam kurun waktu 2 bulan ke depan diharapkan dapat memperbaiki data-data pendukung maupun administrasi lainnya mengenai pencegahan korupsi. Sampai bulan Oktober ini, Kabupaten Tuban berada pada peringkat 20 dari 38 kabupaten/kota se Jatim, dengan kisaran nilai 58, masih di atas angka rata-rata Nasional dan Jatim. Pemkab Tuban akan memasukkan pencegahan korupsi pada kurikulum pendidikan. Materi ajar disesuaikan dengan jenjang pendidikan mulai dari PAUD hingga Perguruan Tinggi (PT). Hal ini selaras dengan upaya Pemkab Tuban dalam pengembangan pendidikan karakter dan akhlakul karimah. Selain itu, menargetkan agar capaian kegiatan pencegahan korupsi dapat terus ditingkatkan tiap tahun. Terpenting mengubah pola pikir serta menerapkan konsep pencegahan korupsi. *

21

iSTIMEWA Kabupaten Tuban menyabet penghargaan sebagai Pendaftar Domain Pemerintah Terbanyak di Indonesia. Melalui program Gerakan Menuju 100 Smart City, yang diselenggarakan pada 4 - 6 November 2019 di Balai Sudirman Jakarta, Bumi Wali menjadi salah satu dari 16 kabupaten/kota di Indonesia yang mendapatkan penghargaan.

PENGHARGAAN SMART CITY 2019. (ydh)

Sabet Smart City 2019

P

enghargaan diserahkan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Jhony G. Plate kepada Kabupaten Tuban yang diwakili Ir. Hery Prasetyo M, MM, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tuban. Sejak terbentuknya Diskominfo, Kabupaten Tuban terus mengejar ketertinggalan di bidang teknologi informasi. Dimulai tahun 2017, dinas yang kini belum genap berusia dua (2) tahun itu menginisiasi serta menstandarkan seluruh nama domain pemerintah di Kabupaten Tuban. Domain tersebut meliputi domain website 33 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), 20 kecamatan, 17 kelurahan dan 311 desa. Tak cukup hanya itu, akhir tahun 2019, seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) ditargetkan memiliki website. Hal

22

ini merujuk pada Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2015 tentang Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika tentang Registrasi Nama Domain Instansi Penyelenggara Negara. Tidak sekadar menerima penghargaan, Kabupaten Tuban juga ikut berpartisipasi di ajang pameran yang menampilkan berbagai inovasi teknologi smart city dari berbagai daerah dan merupakan bagian adari acara Gerakan Menuju 100 Smart City 2019 yang telah memasuki tahap akhir. Pada kesempatan tersebut, Kabupaten Tuban mengusung aplikasi Tuban Smart City. Paparan tentang konsep Tuban Smart City disampaikan oleh Kepala Diskominfo Kabupaten Tuban. KUALITAS LAYANAN PUBLIK Menteri Kominfo, mengatakan, Gerakan Menuju 100 Smart City adalah upaya pemerintah

membimbing kabupaten/kota dalam merencanakan smart city. Melalui program smart city diharapkan bisa memaksimalkan pemanfaatan teknologi dalam menggali segala potensi yang miliki daerah. Smart city tidak hanya tentang teknologi informasi dan jaringan internet. Lebih dari itu, bagaimana pemerintah bisa memperbaiki layanan publik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Peningkatan kualitas layanan publik harus senantiasa diupayakan pemerintah. Gelaran Gerakan Menuju 100 Smart City 2019 diikuti oleh 75 stan kabupaten/kota. Masing-masing menampilkan inovasi teknologi smart city yang dapat menjadi pembelajaran bagi daerah lainnya. Selain pameran, ajang tersebut juga menghadirkan talk show seputar pentingnya smart city dalam berbagai aspek kehidupan. ydh

NOVEMBER 2019

No. 259

s UMPAH PEMUDA Untuk pertama kalinya Duta Pemuda dari Kabupaten Tuban menjadi Duta Pemuda Jawa Timur (Jatim). Pemuda yang bernama Shofi Abidin ini bersama 11 pemuda lainnya terpilih pada ajang Jambore Pemuda Jatim di Pamekasan (21/10). Masing-masing menyisihkan 266 pemuda perwakilan dari 38 kabupaten/kota se-Jatim.

Duta Pemuda Jawa Timur K

abid Kepemudaan Dinas Pariwisata Budaya dan Olahraga (Disparbudpora), Listyo Utomo, SH, ST, mengatakan, Shofi Abidin menerima penghargaan dan “Selempang Duta Pemuda Jatim” dari Gubernur pada peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2019. Nantinya akan dikirim mewakili Provinsi Jatim mengikuti Jambore Pemuda Indonesia yang akan diselenggarakan pada pertengahan bulan November 2019 di Minahasa. Selanjutnya, pembekalan dilakukan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jatim. Kabupaten Tuban mengirimkan enam (6) delegasi pada ajang yang rutin digelar oleh Dispora Jatim itu. Sebelum diberangkatkan, ke-6 delegasi Bumi Wali diberikan pembekalan intens selama 8 hari. Materi yang disampaikan mencakup wawasan kepemimpinan atau kepeloporan, seni budaya, pariwisata dan wirausaha. Saat malam Gelar Budaya, bersama tim, Duta Pemuda Kabupaten Tuban menampilkan persembahan Berandal Lokajaya. Sedangkan pada

NOVEMBER 2019

No. 259

Saat penyelenggaraan Kirap Budaya. (kdg)

penyelenggaraan Kirab Budaya, membawakan Thak-thakan Jepaplok, yaitu sebuah kesenian dari Kecamatan Tambakboyo. Kedua persembahan ini dibawakan untuk mengenalkan kearifan lokal dan budaya Kabupaten Tuban. Shofi Abidin adalah sosok mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Semester V Universitas Ronggolawe (Unirow). Pemuda kelahiran 24 Februari 1999 ini Peringkat 1 pada Pemilihan Duta Pemuda Kabupaten Tuban 2019. Pemuda Karang Taruna Desa Perunggahan Kulon Kecamatan Semanding ini, mengatakan, pemuda harus bisa menjadi pelopor di berbagai bidang serta mampu membawa pengaruh positif untuk sekitarnya. Sebelum kuliah, Shofi Abidin aktif berorganisasi sejak di bangku SMP dan SMA. Dirinya pernah menjadi Ketua OSIS di SMP dan SMA. kdg Shofi Abidin. (kdg)

23

iNFO DESA Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Tuban mencanangkan Gerakan Makan Telur dan Minum Susu bagi Putra-Putri Indonesia (Gemarampai) 2019 di Lapangan 17 Agustus Kecamatan Bangilan (09/10). Gemarampai adalah stimulan dan pendorong bagi orang tua agar memberikan anak makanan cukup gizi. Nikmati bareng sajian Gemarampai. (kdg)

Canangkan Gemarampai 2019

i

kut dalam kegiatan, sejumlah Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Camat, jajaran Forkopimka Bangilan, siswa-siswi TK/RA beserta Wali Siswa se-Kecamatan Bangilan. Bupati Tuban, H. Fathul Huda, mengapresiasi pencanangan Gemarampai 2019. Ini sekaligus ekpos terhadap pengolahan dan pemasaran produk hasil peternakan. Juga, selaras dengan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM), yang berimbas pula pada peningkatan pengelolaan potensi Bumi Wali. Pembangunan di bidang SDM

seyogyanya dimulai sejak umur 012 tahun. Pada rentang usia ini anak-anak harus mendapatkan prioritas dengtan memberinya asupan makanan yang sehat dan bergizi. OPD terkait hendaknya terus bersinergi serta melakukan sosialisasi mengenai kecukupan gizi dengan bahasa yang mudah dan dimengerti masyarakat. Bila perlu disediakan selabaran atau pamflet yang berisi berbagai alternatif menu makanan bergizi lengkap dengan kandungan gizinya yang dapat dipilih untuk dimasak keluarga. Ditekankan agar kegiatan tidak seremonial semata, tetapi ada tindak lanjut yang lebih menyentuh.

Pemenuhan gizi bagi ibu dan anak menghindarkan potensi stunting. Karenanya orang tua harus memahami jenis-jenis makanan bergizi yang dikonsumsi. Anak tumbuh sehat dan cerdas membanggakan orang tua.

24

Juga, perlu mengevaluasi terkait output dari kegiatan. Di antara indikatornya adalah angka kecukupan gizi, tingkat konsumsi daging, susu, telur dan penurunan penderita stunting. Pemenuhan gizi bagi ibu dan anak menghindarkan potensi stunting. Karenanya orang tua harus memahami jenis-jenis makanan bergizi yang dikonsumsi. Anak tumbuh sehat dan cerdas membanggakan orang tua. Sebagaimana diketahui, sebelum pencanangan Gemarampai 2019, Pak Bupati, Pak Wabup beserta Pimpinan OPD mengunjungi keluarga penderita stunting di Desa Bangilan. Usai kunjungan dan pencanangan, berdialog dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama di Pendopo Kecamatan Bangilan. Mengiringi kegiatan diserahkan pula berbagai bantuan hibah kepada para penerima. kdg

NOVEMBER 2019

No. 259

iNFO DESA

Penyerahan simbolis Kartu BPJS Ketenagakerjaan. (*)

Terkait kesejahteraan masyarakat jangka panjang, desa diharapkan mengikuti program Desa Sadar Jaminan Sosial (DSJS). Program kerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan) ini dinilai memberikan manfaat bagi warga desa.

Socorejo DSJS D

emikian disampaikan Bupati Tuban, H. Fathul Huda, saat meresmikan meresmikan Desa Socorejo Kecamatan Jenu sebagai DSJS. Kegiatan diawali dengan penempelan stiker rumah warga sebagai simbol peserta BPJS Ketenagakerjaan. Ikut pula menyertai, Asisten Deputi Wilayah Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Timur (Jatim), Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Bojonegoro, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Tuban, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Jenu dan tokoh masyarakat setempat. Pak Bupati menilai Kepala Desa (Kades) Socorejo peka terhadap kebutuhan warganya di masa-masa yang akan datang. Selain itu, kesertaan Socorejo dalam program DSJS dinantikan negara. Bangsa dan negara akan maju jika desa-desanya memiliki inovasi serta mandiri. Keikutsertaan dalam program DSJS adalah bagian dari upaya kemandirian desa.

NOVEMBER 2019

Kurangnya pengetahuan mengenai asuransi ketenagakerjaan menjadikan respon masyarakat minim. Oleh karena itu, BPJS Ketenagakerjaan diharapkan lebih proaktif dalam menyosialisasikan program-program perlindungan sosial. Asisten Deputi Wilayah Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jatim, Andrey Tuamelly, mengatakan, keberadaan BPJS Ketenagakerjaan merupakan kepedulian negara dalam memberikan jaminan sosial kepada masyarakat pekerja. Selain itu, memberikan pelayanan serta perlindungan kepada masyarakat pekerja, karena setiap orang berhak mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan. Settidaknya hampir 6000 Pusat Pelayanan Rumah Sakit (RS) di Jatim telah bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan pelayanan kepada pekerja yang mengalami resiko sosial. Dengan membayar premi Rp 16.800 setiap bulan, ketika mengalami kecelakaan kerja, BPJS Ketenagakerjaan akan

No. 259

menggantikan biaya perawatan di RS. Juga, kepada pekerja yang mengalami cacat fisik dan meninggal dunia dengan jaminan sebesar 24 juta rupiah. BANK SAMPAH Kades Socorejo, Zubas Arief Rahman Hakim, S.H, mengatakan, partisipasi dalam program DSJS merupakan pencanangan Pemerintah Desa (Pemdes) Socorejo, yang bertujuan melindungi warga dari resiko kecelakaan kerja. Selain itu, dapat menekan angka kemiskinan akibat kematian pada saat mencari nafkah. Warga yang setiap hari mengumpulkan sampah, seperti botol plastik, kardus disetor ke pengelola bank sampah desa. Hasil penimbangan tidak bernilai tunai akan tetapi sebagai ganti pembayaran BPJS Ketenagakerjaan sekeluarga. Melalui bank sampah, Desa menargetkan sebanyak 3.000 jiwa bakal menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Selain membantu masyarakat yang tidak memiliki asuransi, keberadaan bank sampah juga membantu mengurangi timbulan sampah. *

25

sELINGAN

Wisata Edukasi Eco Green Pagak Semarak

Bu Ani dan Camat Soko. (ydh)

Kunjungan ke Pagak Semarak. (ydh)

Desa Pandanagung Kecamatan Soko mengembangkan Wisata Edukasi Eco Green Pagak Semarak. Gagasan desa wisata ini terinspirasi dari Lomba Green and Clean Rukun Tetangga (RT) tingkat Kecamatan Soko tahun 2017. Wisata yang berada di RT 7 Rukun Warga (RW) 2 Dusun Pagak itu diresmikan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Tuban, Hj. Qodiriyah Fathul Huda, 16 Oktober 2019.

K

etua TP PKK Kecamatan Soko, Ani Sri Wahyudi, menjelaskan, potensi yang dimiliki RT 7 RW 2 Dusun Pagak sangat menarik untuk dikembangkan. Warga yang guyup rukun dan kepedulian mereka terhadap lingkungan yang alami menjadi daya tarik kuatnya. Berkunjung ke Dusun Pagak akan banyak dijumpai rumah-rumah sederhana tak berpagar. Selain itu, kegemaran warga menanam aneka tanaman di pekarangan menjadikan lingkungan sekitar asri dan hijau. “Akhirnya tertantang untuk mengikuti lomba tingkat kabupaten. Ternyata dengan sedikit ide malah warga yang menerjemahkan kreatif. Hasilnya terpilih sebagai Juara I Lomba Green and Clean RT tingkat Kabupaten dan saat ini tengah mengikuti Lomba Kampung Idaman Berseri (KIB),” ujarnya. Menjadikan pekarangan

26

kosong menjadi kebun yang hijau tidak selalu mahal. Edukasi Eco Green Pagak Semarak menerapkan pola 3R yang meliputi kegiatan mengurangi (reduce), menggunakan kembali (reuse) dan mendaur ulang (recycle) sampah. Menjadikan wilayah hijau, cantik, sehat dan unik tidak harus karena ada dana bantuan, melainkan dapat ditempuh dengan swadaya serta tidak ada unsur beli melainkan inovasi 3R. “Ada program swadaya lucu dan menarik di Pagak Semarak. Kalau mau tahu, berkunjung dulu ke sana,” ucapnya setengah berpromosi. Awal kunjungan sifatnya individu atau kelompok-kelompok kecil dari kenalan warga. Kini, setelah memiliki akun Instagram Pagak Semarak, pengunjung dari berbagai lembaga berdatangan, mulai dari PKK, Dasa Wisma, Sekolah Adiwiyata, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman

Kanak-Kanak (TK), Kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), bahkan rombongan tur bus wisata memasukkan Pagak Semarak sebagai tujuan wisata. Menariknya, tidak ada suguhan dalam kemasan plastik di desa wisata ini, termasuk makanan dan minuman juga disajikan dalam wadah yang ramah lingkungan. Sudah ratusan pengunjung belajar di sana. Pengunjung yang antre sampai bulan Desember juga lumayan banyak. Waktu paling disukai Sabtu dan Minggu pagi mulai jam 7 - 10. Jika berminat mengunjungi Pagak Semarak, waktu kunjungan dapat dikonsultasikan dengan panitia. Meski bukan daerah dengan air berlimpah, Desa Pandanagung serius menyiapkan desa wisata berbasis edukasi ini. Sarana dan prasarana di dusun yang juga sentra kerajinan meja lipat itu ditata sedemikian rupa, tentunya dengan dukungan dan partisipasi dari

NOVEMBER 2019

No. 259

sELINGAN warganya. Warga juga telah diedukasi untuk bisa menyambut kedatangan pengunjung dengan baik. Pasalnya, mulai dari tempat makan lesehan hingga toilet sengaja dibiarkan berbaur dengan rumah warga. Bahkan, semua tim pemandu berasal dari warga setempat. Imbasnya, warga bisa menjual produk bibit tanaman, makanan olahan dan olahan limbah lain yang menjadi oleh-oleh pengunjung. Karena hal ini juga, beberapa warga yang awalnya bekerja di luar kota memutuskan kembali ke desa untuk bisa berkiprah di wisata edukasi tersebut. Ibu enerjik yang juga pegiat hidroponik di atas lantas menyebut beberapa nama yang tidak dapat dilepaskan dari keberadaan desa wisata itu, antara lain Ketua Desa Wisata Eco Green Pagak Semarak, yang juga mantan Ibu Kepala Desa (Kades) setempat, yakni Sriatun. Selain itu, Pak Wo Pamino, Ketua

RT 7, Modin Pandanagung dan banyak lagi lainnya. RUJUKAN Eco Green Pagak Semarak dapat menjadi rujukan belajar masyarakat dalam mengelola lingkungan menjadi lebih produktif, hijau dan indah dengan memaksimalkan pemanfaatan sampah sebagai upaya inspirasi kegiatan penyelamatan lingkungan. Diharapkan desa-desa seperti Pandanagung terus bertambah di Kecamatan Soko, sehingga pengunjung akan memiliki alternatif tempat kunjungan wisata yang variatif. Sebagai bagian dari inovasi, bulan November ini akan membuat mega proyek ecobrick yang melibatkan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Adiwiyata di Kecamatan Soko. Ecobrick adalah metode untuk meminimalisir sampah dengan media botol plastik yang diisi

penuh dengan sampah anorganik (sampah yang tak dapat diuraikan atau membutuhkan waktu lama untuk terurai) hingga benar-benar keras dan padat. Tujuannya untuk mengurangi sampah berbahan dasar plastik, serta mendaur ulangnya dengan media botol plastik untuk dijadikan sesuatu yang berguna, misalnya untuk pembuatan meja, kursi maupun barang kesenian lainnya yang bahkan memiliki nilai jual. “Bergerak dengan langkah kecil untuk menginspirasi sebuah langkah besar. Tentunya tidak hanya untuk lokal Tuban, tetapi juga untuk kabupaten lain dan provinsi,” ujar Ibu tiga anak itu. Fatim, salah seorang pengunjung dari TP PKK Desa Tasikmadu Kecamatan Palang, mengaku terkesan berkunjung ke Eco Green Pagak Semarak. Bahkan bersama timnya tidak sabar untuk bisa menerapkan hasil kunjungan di lingkungan rumah tinggalnya. ydh

ECO GREEN PAGAK SEMARAK (KUNJUNGAN KELOMPOK MINIMAL 10 ORANG) Paket 1: Tiket Rp 5.000/orang

Paket 2: Tiket Rp 10.000/orang

Paket 3: Tiket Rp 15.000/orang

m Penjelasan materi eco green inovatif berwawasan lingkungan. m Materi menanam sayur cantik dengan bahan bekas. m Jalan-jalan dan swafoto di kebun sayur. m Satu (1) gelas minuman sehat per orang. m Satu (1) pak benih sayur untuk 1 kelompok. m Durasi 1 jam.

Penjelasan materi eco green m inovatif berwawasan lingkungan. m Materi menanam sayur cantik dengan bahan bekas. m Praktek pindah tanam sayuran. m Penjelasan pembuatan pupuk organik dari sampah. m Jalan-jalan dan swafoto di kebun sayur. m Satu (1) gelas minuman sehat per orang. m Dua (2) pak benih sayur untuk 1 kelompok. m Durasi 2 jam.

Penjelasan materi eco green m inovatif berwawasan lingkungan. m Materi menanam sayur cantik dengan bahan bekas. m Penjelasan tata kelola bank sampah. m Praktek merangkai ecobrick. m Praktek membuat pupuk organik. m Praktek pindah tanam sayuran. m Praktek meramu toga menjadi obat herbal. m Jalan-jalan dan swafoto di kebun sayur. m Satu (1) gelas minuman sehat per orang. m Tiga (3) pak benih sayur untuk 1 kelompok. m Durasi minimal 2,5 jam maksimal 3 jam.

NOVEMBER 2019

No. 259

27

e KONOMI

Didesain Pasar Modern Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban memberi perhatian khusus terhadap pembangunan kembali Pasar Besar Tuban (PBT). Upaya yang dilakukan kini, mendesain PBT dengan konsep pasar modern serta terintegrasi dengan kawasan Ha-Ka Style Tuban.

D

emikian disampaikan Bupati Tuban, H. Fathul Huda, ketika bersama Direktur Utama (Dirut) PT Hutama Karya Realtindo (HKR) melakukan peletakan batu pertama pembangunan Ha-Ka Style Tuban (17/10). Kegiatan ini dihadiri pula sejumlah Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kalangan Perbankan dan sejumlah Instansi Vertikal. Pembangunan konsep pasar modern karena Kabupaten Tuban belum memiliki pasar yang representatif. Keberadaan pasar yang ada di beberapa wilayah masih tergolong kurang bersih dan padat kondisinya. Dengan membangun PBT, terintegrasi dengan kawasan Ha-Ka-Style, maka nuansa PBT akan terasa kekinian. Lokasi pembangunan PBT, yang terintegrasi dengan pembangunan

28

Menandai pembangunan kembali PBT. (kdg)

Ha-Ka-Style, berada dalam cakupan areal PBT sebelumnya, yakni seluas 5,7 hektar. Pembangunan kembali PBT ditekankan mengakomodasi semua pedagang dengan berbagai jenis jualan. Kebutuhan pedagang maupun masyarakat dapat tertampung di stan atau kios-kios PBT. Disamping itu, kehadiran pasar modern diharapkan menumbuhkan wirausaha baru dan menyerap banyak tenaga kerja. Juga, mendukung pertumbuhan ekonomi, dapat menyumbang PDRB Kabupaten Tuban serta dapat menyejahterakan masyarakat Bumi Wali. Oleh karena itu, harus didukung semua pihak baik pemerintah, sektor usaha maupun masyarakat. Terlebih, konsep pasar modern akan mempertemukan masyarakat dari berbagai kelas sosial. Hal ini sesuai dengan kondisi masyarakat yang multikultural dan beragam. Ditekankan agar pembangunannya segera dilakukan sehingga bisa cepat selesai dan tidak melebihi batas waktu yang direncanakan. Pemkab Tuban juga akan terus melakukan monitoring setiap progress pembangunan pasar modern ini. Sedang, bila muncul persoalan, menyusul

pembangunan kembali PBT, dapat diselesaikan melalui musyawarah. Polres Tuban juga siap memediasi semua pihak yang bersangkutan terkait pembangunan kembali PBT. Terpenting, temukan solusi dengan sebaik-baiknya. Dirut PT HKR, Ari Widiantoro, mengatakan, pembangunan Ha-Ka Style diperkirakan menelan investasi Rp 280 milyar. Tahap pertama, pembangunan PBT dan wahana wisata yang ditargetkan selesai dalam kurun waktu 1 tahun. Tahap kedua, pembangunan city walk dan hotel. HKR membangun kawasan perdagangan modern terintegrasi dengan kawasan wisata dan hotel agar mendukung pertumbuhan ekonomi, menyerap tenaga kerja serta ikut memajukan Kabupaten Tuban. Untuk itu, dukungan dan kerjasama yang baik dubutuhkan dengan Pemkab Tuban. Sebelumnya, Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Tuban bersama Dirut PT HKR dan jajaran Forkopimda menemui para user (pemilik kios/stan) PBT lama yang tengah menyampaikan aspirasinya terkait nasibnya. Diyakinkan kepada para user bahwa Pemkab Tuban akan memberikan solusi terbaik untuk semua pihak. kdg

NOVEMBER 2019

No. 259

Bupati Tuban, H. Fathul Huda, menyaksikan peluncuran program mencetak 1.000 agripreneur yang digagas atas kerjasama Bank Nasional Indonesia (BNI) dengan startup HARA yang bergerak di bidang pertukaran data (data exchange) berbasis blockchain. Program tersebut menyongsong pertanian 4.0.

PILOT PROJECT 1000 AGRIPRENEUR

Dukung potensi pertanian Kabupaten Tuban. (*)

S

elain Bupati Tuban, penandatangan kerjasama di Pendopo Krido Manunggal (15/10) juga disaksikan SEVP Jaringan BNI dan Staf Ahli Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian. Juga diikuti pejabat BNI Cabang Surabaya, Tuban, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) serta 1000 pemilik kios atau agripreneur se-Kabupaten Tuban dan Bojonegoro. Kegiatan pengembangan kewirausahaan di bidang pertanian ini merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani dan para agripreneur. Perlu untuk diketahui, jumlah petani mencapai 70 persen dari total penduduk Kabupaten Tuban. Sedang, kontribusi sektor pertanian mengontribusi 21 persen bagi PDRB Kabupaten Tuban. Oleh karena itu, perlu didukung upaya-

NOVEMBER 2019

pemberdayaan kepada para agripreneur. Potensi pertanian Kabupaten Tuban sangat bagus. Surplus padi mencapai 50 persen serta dapat menghasilkan beras premium. Total produksi jagung 600 ribu ton per tahun. Untuk itu, diperlukan pengembangan usaha bidang pertanian. Selain potensi yang terbentang disentuh dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, juga ditangani oleh agripreneur-agripreneur handal. Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Ekonomi dan Kemaritiman, Raden Edi Priyo Pambudi, mengatakan, kolaborasi kemajuan teknologi dengan pertanian akan menarik minat generasi muda berkecimpung di sektor pertanian. Kemajuan teknologi bukan untuk dinikmati akan tetapi harus dimanfaatkan dalam menunjang kemampuan berusaha. Selain itu, membuka ruang penciptaan lapangan kerja baru. Oleh karena itu, penting

No. 259

e KONOMI artinya mencetak petani pengusaha, yang unggul serta mampu memanfaatkan kemajuan teknologi pertanian maupun teknologi informasi. Dengan begitu, akan mengembalikan kejayaan Indonesia sebagai negara swasembada pangan. Senior Executive Vice President Jaringan BNI, Ronny Venir, menuturkan, BNI ikut bertanggung jawab pada program pembangunan Indonesia. Melalui program pelatihan, kemitraan dan pendanaan, produksi pertanian dapat ditingkatkan. Juga, dapat menciptakan ekosistem perekomian yang lebih efisien. Saat ini, BNI telah menyalurkan kredit usaha mencapai Rp 3,2 triliun untuk 107.000 petani se-Indonesia. Dari perhitungan per September 2019, BNI telah menyalurkan KUR Tani sebesar Rp 116 miliar untuk 12.000 petani Kabupaten Tuban. Kabupaten Tuban juga dinilai paling berhasil dalam penyaluran KUR Tani serta pengembangan pertanian. Sedang, menggandeng HARA untuk memberikan pendampingan terkait pengelolaan pertanian secara digital. Petani diharapkan terus mengembangankan potensinya hingga masuk ke segmen komersial maupun coorporate. PENCATATAN DIGITAL Direktur startup HARA, Regi Wahyu, mrngatakan, pelatihan adalah upaya untuk mengembangkan pertanian dengan memanfaatkan perkembangan teknologi 4.0, juga sebagi langkah untuk meningkatkan omzet dari pemilik kios tani. Lebih dari itu, akan memberikan pelatihan mengenai pencatatan digital, pembinaan dan pembangunan SDM bermental daya juang yang tinggi. *

29

rAGAM PERISTIWA

Cermati produk batik pewarna alam. (*)

Bupati Tuban, H. Fathul Huda, bersama Badan Amil dan Zakat Nasional (Baznas) Pusat dan Provinsi Jawa Timur (Jatim) meluncurkan Eco Fashion Community (EFC) Putri Berdikari Batik di Desa Sumurgung Kecamatan Tuban (24/10). Sebelumnya, terlebih dahulu melakukan penanaman pohon yang akan dijadikan pewarna alami pada proses pewarnaan batik. Juga, mengunjungi salah satu rumah produksi batik ramah lingkungan milik warga.

EFC Putri Berdikari Batik

P

rogram gagasan Baznas itu selaras dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat. Program itu merupakan stimulan bagi masyarakat untuk terus berdaya dan mengembangkan ekonominya. Program pemberdayaan masyarakat ini diharapkan dapat dikelola dengan profesional sehingga mampu meningkatkan perekonomian warga. Terkait konsep batik ramah lingkungan, Pak Bupati menyatakan langkah tersebut dapat mengurangi limbah selama proses produksi. Sisa tumbuhan yang digunakan sebagai pewarna alami dapat diolah kembali menjadi kompos, sehingga dapat mengatasi pencemaran lingkungan yang mungkin muncul. Pada tahun 2020 Baznas Tuban diperkirakan menerima zakat hingga Rp 10 milyar. Jumlah Jumlah tersebut terbilang realistis

30

mengingat di tahun 2019 ini Baznas Tuban telah mampu menerima zakat hingga Rp 9 milyar. Tidak hanya itu, sinergitas antara Pemkab Tuban dengan Baznas dan stakeholder lainnya diharapkan dapat semakin menyejahterakan masyarakat Kabupaten Tuban. KONSEP ZCD Perwakilan dari Baznas Pusat, Ir. Nana Mintarti, MP, mengatakan, program EFC adalah program pemberdayaan masyarakat dengan konsep Zakat Community Development (ZCD). Program itu ditujukan kepada perajin batik Desa Sumurgung dengan total penerima sebanyak 30 KK. Melalui konsep ZCD, diharapkan dapat memberdayakan masyarakat yang semula Mustahiq (orangorang yang berhak menerima zakat) menjadi Muzakki (orang yang dikenai kewajiban membayar zakat atas kepemilikan harta). Baznas Pusat bekerjasama dengan Sahabat Pulau untuk

memberi pendampingan bagi masyarakat tentang budidaya tanaman sebagai pewarna batik. Konsep batik ramah lingkungan ini diharapkan dapat dikembangkan di wilayah lain serta menjadi salah satu ikon kabupaten Tuban. DUKUNGAN PEMKAB TUBAN Baznas Pusat berharap dukungan Pemkab Tuban terkait pemasaran produk batik. Juga, produknya dapat dipamerkan pada World Zakat Forum 2019 yang diikuti 30 negara pada 5-7 November di Bogor. Baznas Pusat memberikan apresiasi atas perkembangan Baznas Tuban. Saat ini, Baznas juga tengah mengembangkan Qurban Berdayakan Desa. Baznas Tuban juga akan mengembangkan Balai Ternak yang akan dikelola masyarakat. Sinergi antara Baznas Pusat dan Baznas Tuban sangat diperlukan pada program pemberdayaan masyarakat. *

NOVEMBER 2019

No. 259

o LAHRAGA

Rendah Hati Jiwa Seorang Pendekar

D

emikian tutur Bupati Tuban, H. Fathul Huda, saat menghadiri acara Silaturahmi Pengurus Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Tuban dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tuban di sebuah restoran Jalan Basuki Rahmat (23/10). Dalam interaksi sosial, perilaku-perilaku yang membanggakan keluarga, komunitas, kelompok, organisasi, bangsa maupun negara adalah fitrah. Hal ini juga logis, meski demikian kebanggaan-kebanggaan tersebut tidak boleh dibiarkan liar melainkan harus difilter dengan sikap saling memahami maupun saling hormat menghormati. Dengan bersikap saling memahami maupun saling hormat menghormati maka interaksi yang terjadi akan menjadi wajar serta dapat menciptakan suasana yang kondusif di tengah-tengah masyarakat. Perilaku rendah hati berbeda dengan rendah diri. Sikap rendah hati adalah tidak merasa lebih baik dari yang lain. Bila tertanam sikap rendah hati maka siapapun akan menghomarti juga tidak akan pernah “diasorkan” oleh siapapun. Oleh karena itu, sikap rendah hati sebenarnya adalah nilai-nilai

NOVEMBER 2019

pendekar. Terlebih, pendekar terbiasa dengan mengasah lahir maupun batin, maka dari itu sudah sepantasnya sikap rendah hati menjadi bagian dalam tata pergaulan bermasyarakat. Hal tersebut sudah barang tentu akan membantu terciptanya kesantunankesantunan sosial. Lebih lanjut, jangan mengedepankan emosi bila sedang berseteru. Dikisahkan mengenai pengendalian emosi itu adalah sosok Sayyidina Ali yang seorang pendekar perang. Saat bertanding dengan musuh bebuyutannya dan ketika nyawa musuh sudah berada di genggaman tiba-tiba melepaskannya saat diludahi dan mengurungkan niat untuk membunuhnya. Sayyidina Ali berkata bahwa ketika berlaga terkandung niat menumpas kejahatan, sedang pada saat mendapatkan semprotan ludah kemudian segera menghabisi maka pembunuhan yang dilakukan bukan lagi atas dasar niat semula melainkan dihantui dengan perasaan marah karena diludahi. Untuk itu, begitulah sejatinya seorang pendekar, sudah barang tentu budi pekerti yang dicontohkan Sayyidina Ali sepatutnya menjadi pijakan warga PSHT dalam berinteraksi, baik dengan lintas perguruan, lintas golongan maupun dengan berbagai

No. 259

Menyikapi adanya perbedaan, saling hormat menghormati adalah pilihan yang bijak dalam menjaga keharmonisan dalam berinteraksi. Selain itu, kiranya memperlihatkan perilaku yang rendah hati.

lapis masyarakat lainnya. Dengan begitu, persaudaraan yang telah tertanam di PSHT akan banyak memberikan manfaat bagi siapapun. SERTIFIKAT HAK PATEN Sehubungan terbitnya “matahari kembar”, Ketua Cabang PSHT Tuban, Lamidi, SP, menyerahkan sertifikat hak paten yang dimiliki PSHT kepada Bupati Tuban dan jajaran Forkopimda. Hal tersebut dilakukan agar tidak timbul kesalahpahaman di tengah persoalan antara PSHT Pusat Madiun dan Jakarta. PSHT Cabang Tuban tegas dalam naungan PSHT Pusat Mjadiun. Sedang, dari sekitar 28.000 warga PSHT Cabang Tuban diperkirakan tidak lebih dari 50 orang mengikuti jejak Jakarta. Saat ini, sertifikat hak paten merupakan ruh berjalannya organisasi PSHT Pusat Madiun. Untuk itu, sedapatnya diketahui kepemilikan sertifikat hak paten ini oleh Bupati Tuban, jajaran Forkopimda Kabupaten Tuban, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serta pihak-pihak yang lain. Dengan mengetahui hak-hak yang dimiliki PSHT Pusat Madiun diharapkan adanya pemahaman mengenai keberadaan PSHT Cabang Tuban yang menginduk pada kepemimpinan PSHT Pusat Madiun. (*)

31

w IRAUSAHA

Budidaya Ikan Dalam Ember

Lahan pekarangan memiliki potensi besar dalam mewujudkan ketahanan pangan berbasis keluarga. Hanya saja, pemanfaatannya belum dilakukan secara maksimal, sehingga hasilnya juga belum optimal.

M

ayoritas masyarakat masih memanfaatkan lahan pekarangan seadanya saja, padahal jika dioptimalkan dapat ditanami beragam jenis tanaman maupun dimanfaatkan sebagai tempat budidaya ikan dan ternak yang bisa memenuhi ketersediaan pangan bagi keluarga. Salah satu cara yang bisa digunakan dalam pemanfaatan pekarangan adalah teknologi “Budidaya Ikan Dalam Ember” atau dikenal dengan “Budikdamber”. Budikdamber menggunakan sistem aquaponik, yakni menanam tanaman dan memelihara ikan dalam satu wadah. Sistem yang dikembangkan oleh Juli Nursandi, S.Pi., M.Si, dari Politeknik Negeri Lampung ini

32

menggunakan kotoran ikan sebagai nutrisi bagi tumbuhan. Jika biasanya sistem aquaponik yang berkembang selalu membutuhkan pompa dan filter yang akhirnya membutuhkan listrik, lahan yang luas, biaya mahal dan rumit, namun tidak demikian halnya dengan Budikdamber. Keuntungan Budikdamber ini adalah tidak memerlukan aliran listrik untuk suplai oksigen maupun resirkulasi air kolam. Tentunya ini sangat sederhana dan murah. Selain menghemat tempat dan biaya, penggunaan ember sebagai pengganti kolam dianggap solusi terbaik ketika tempat menjadi keterbatasan dalam memulai budidaya ikan. Tidak seperti menggunakan kolam,

memanen dari ember plastik lebih mudah. Cukup dengan melapisi ember dengan plastik terlebih dahulu, kemudian buang airnya. Setelah air surut, dengan mengangkat plastik pelapis saja maka lele semua akan ikut terangkat. Dengan wadah budidaya yang terbatas, kita mendapatkan manfaat ganda, yakni, kangkung dan ikan bisa kita manfaatkan kapan saja dalam kondisi segar, sehat dan bebas kontaminasi bahan yang berbahaya. Bahan-bahan yang diperlukan

NOVEMBER 2019

No. 259

w IRAUSAHA dalam Budikdamber, antara lain ember ukuran 80 liter, benih ikan (lele, patin dan sebagainya dan bibit sayur. Bahan lainnya terdiri dari gelas plastik (satu ember bisa menampung 10 gelas), arang (alternatif lain bisa sabut kelapa dan tanah) serta kawat. Wadah yang digunakan dalam Budikdamber merupakan ember ukuran sedang atau besar, tergantung jumlah ikan yang akan dibesarkan. Isilah ember sebanyak 3/4 air dari volume yang dapat ditampung oleh ember. Jangan lupa ember diberi lubang agar saat hujan air tidak meluap maupun mengakibatkan ikan kabur. Ikan yang paling sering dibudidayakan dalam ember adalah lele. Lele terkenal sebagai ikan yang memiliki daya tahan tubuh yang kuat, sehingga bisa hidup di tempat yang minim oksigen dan tahan kualitas air buruk, sehingga tidak perlu sering ganti air. Jika ingin menggunakan ikan jenis lain, sebaiknya menggunakan oksigen untuk membantu sirkulasi udara. Kerapatan ikan dapat disesuaikan dengan volume air. Misalnya, ikan Patin, di mana setiap satu liter air diisi oleh satu ikan. Jika kita mengisi air sebanyak lima liter maka jumlah yang dapat ditebar adalah lima ikan. Pada budidaya ikan lele sistem Budikdamber, waktu yang dibutuhkan dalam rentang 2-3 bulan tergantung ukuran benih awal. Rinciannya, benih 5 - 7 centimeter (cm) selama 2,5 - 3 bulan, benih 8 - 10 cm (2 - 2,5 bulan) dan benih 10 - 12 cm (40 hari - 2 bulan). Sementara itu, sayuran yang lazim digunakan dalam sistem ini adalah kangkung, karena media tanamnya di dalam gelas. Namun, memungkinkan juga untuk

NOVEMBER 2019

menanam sayuran jenis lain. MENGHEMAT BIAYA Untuk menghemat biaya pengeluaran, kita juga dapat menggunakan botol bekas sebagai pot. Gunakan metode rakit apung dan jangan lupa untuk memberi ruang untuk memberi makan ikan. Dalam penerapan Budikdamber, sediakan 10 buah gelas atau botol bekas yang sudah dilubangi pada bagian bawahnya dan diisi dengan arang sebagai media tanam bibit kangkung. Untuk bibit kangkungnya sendiri bisa menggunakan kangkung yang sudah ada akarnya (potong bagian bawahnya), bisa juga kangkung yang disemai sendiri (sudah tumbuh kira-kira dua helai daun), atau langsung menanamkan bibit biji kangkung ke dalam pot (jangan terlalu dalam). Selanjutnya, isi ember dengan air sebanyak 60 liter dan diamkan selama dua hari. Isi ember dengan bibit ikan lele ukuran 5 - 12 cm sebanyak 60 - 100 ekor, diamkan selama 1 - 2 hari. Terakhir potong kawat sepanjang 12 cm dan buat kait untuk pegangan pot dalam ember. Kaitkan pot yang telah berisi tanaman kangkung pada mulut ember secara melingkar. Usahakan bagian bawah pot terendam air hingga setengahnya. Untuk pemeliharaan, letakkan ember di tempat terkena matahari maksimal. Metode pemberian pakan ikan sekenyangnya 2 - 3 kali sehari pada pagi, siang dan malam dengan waktu yang terjadwal. Penampakan air akan berubah menjadi warna hijau. Perlu selalu diperhatikan dan amati nafsu makan ikan setiap hari. Apabila nafsu makan ikan menurun, air berbau busuk (NH3, H2S), ikan

No. 259

menggantung (kepala di atas, ekor ke bawah) segera ganti air atau lakukan penyedotan kotoran di dasar ember dengan selang. Ganti air di ember setiap 10 14 hari sekali. Untuk penyedotan 5 - 8 liter, bisa lebih atau bila perlu ganti keseluruhan dengan air bersih. Jika kangkung membesar maka dibutuhkan air lebih banyak, tambahkan air setinggi leher ember. Pada tanaman kangkung, perhatikan apabila ada kutu di daunnya. Segera buang daun atau batang karena kangkung akan keriting dan mati. Kegiatan Budikdamber dilaksanakan selama 4 bulan. Hasil dari kegiatan tersebut adalah panen ikan lele dan sayur kangkung. Lele sudah bisa dipanen kira-kira sekitar 1,5 - 2 bulan masa pemeliharaan. Panen lele tidak dilakukan secara serentak, karena besar ikan lele tidak seragam. Untuk pemeliharaan selama dua bulan tersebut, bisa panen kurang lebih 20 - 30 ekor dengan berat 1 - 2 kilogram (kg) setiap embernya. Panen dapat kembali dilakukan pada bulan berikutnya sampai dengan pemeliharaan bulan ke-4. Perlu diketahui tingkat bertahan hidup ikan lele antara 40 - 100 persen. Sementara, panen kangkung dapat dilakukan pada masa pemeliharaan 14 - 21 hari sejak tanam. Panen berikutnya berjarak 10 - 14 hari sekali. Jumlah panen kangkung akan semakin berkurang ketika memasuki bulan ketiga dan keempat pemeliharaan. Ketika jumlah panen kangkung sudah mulai berkurang bisa dilakukan penanaman kembali melalui pergantian kangkung dengan bibit yang baru. (Diolah dari berbagai sumber)

33

c ERMIN

Saat menyusun artikel ini, penulis sedang mengikuti pengumuman nama-nama menteri yang dipercaya Presiden Jokowi untuk mengemban amanat pada Kabinet Indonesia Maju periode pemerintahan 2019-2024.

Jiwa Kepahlawanan untuk Mengikis Radikalisme

Oleh : Drs. Suwarno, M.Pd. Email: [email protected]

S

ejumlah nama betul-betul mengejutkan publik. Baru terjadi dalam sejarah politik Indonesia rival dalam Pilpres yang kalah dalam kontestasi rela menjadi menteri Presiden yang terpilih. Prabowo Subianto yang sudah dua (2) kali menjadi “mitra tanding” Jokowi dalam Pilpres di tahun 2014 dan 2019 akhirnya legowo ikut duduk dalam pemerintahan Jokowi - Makruf Amin. Partai oposisi yang semula begitu “alot” dan keras dalam bersaing meraih pucuk pimpinan dalam pemerintahan, ending-nya bersatu dalam satu wadah pemerintahan. Nama lain yang juga mengejutkan diplihnya Jendral Fachrul Razi. Mantan Wakil Panglima TNI era 1999-2000 itu dipercaya Presiden Jokowi memimpin Kementerian Agama (Kemenang). Ada pihak yang bisa menerima dengan lapang, ada juga yang penuh tanda tanya. Figur populer terdapat nama Prof. Mahfud MD, dipercaya Presiden Jokowi di Kementerian Kordinator Polhukam (Politik Hukum dan Keamanan). Lalu, mantan Kapolri, M. Tito Karnavian ditunjuk sebagai Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Benang merah yang bisa ditangkap dari terpilihnya figur-figur tersebut adalah misi besar pemerintah dalam rangka

34

pemberantasan radikalisme. Secara terang-terangan misalnya, Menteri Agama, Fachrul Razi, menyatakan bahwa presiden memilih dirinya untuk mengikis radikalisme yang akhir-akhir ini berkembang merambah dan memapar tidak saja institusi negara dan pemerintah tapi juga kalangan pelajar yang sedang tumbuh dan berkembang. Saat serah terima jabatan Menteri Pertahanan (Menhan) dari purnawirawan Jendral Riyamizad Riyacudu kepada purnawirawan Letjend Prabowo Subianto, Pak Riyamizard menyatakan bahwa tugas besar Pak Prabowo membasmi oknum-oknum di ISIS dan Khilafah di Indonesia. Ditengarai terdapat 3% oknum TNI terpapar radikalisme. Inilah tugas Pak Prabowo untuk mengikisnya. Demikian dengan Mendagri, sebagai mantan Kapolri mengenal peta pergerakan dan potensi ancaman radikal yang membahayakan republik ini, dumungkinkan untuk menertibkan aparatur negara dari “virus” radikalisme terutama yang berafiliasi pada paham ISIS dan Khilafah. SEMANGAT PAHLAWAN Pada bulan November ini, tentu terpompa semangat juang kita karena pada tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan. Ketika 10 Nonember, memori kita tentu kembali betapa dahsyatnya heroisme arek-arek Suroboya berjuang mempertahankan kemerdekaan dari rongrongan Sekutu yang ingin mengembalikan Belanda menguasai Indonesia. Terdapat tulisan menarik dari media online “Kumparan”, sebagai berikut. Pekik Siap! menggema pada Pertempuran Tiga Hari di Surabaya. Pekik legendaris itu dilantangkan Arek-arek Suroboyo. Mereka siap mewakafkan nyawa demi mempertahankan kemerdekaan yang baru berumur 72 hari. Pertempuran tiga hari merujuk pada perlawanan Arek-arek Suroboya terhadap kedatangan pasukan Inggris. Peristiwa bergelimang darah itu

NOVEMBER 2019

No. 259

c ERMIN terjadi pada 28-30 Oktober 1945. Peristiwa ini yang nantinya memicu terjadinya pertempuran 10 November, yang selanjutnya diperingati sebagai Hari Pahlawan. Satu hari sebelum peristiwa berdarah itu terjadi, 27 Oktober 1945, sikap pasukan Inggris memang sudah memantik emosi warga Surabaya. Kala itu, selebaran bernada provokatif disebar dari atas langit. Isinya menyebut bahwa Inggris akan menembak mati siapa pun orang Surabaya yang membawa senjata. “Tapi selebaran itu tidak membuat Arek-arek Suroboya takut. Bahkan sebaliknya,” kenang Mayjen Sungkono, Komandan Tentara Kemanan Rakyat (TKR) yang terlibat pertempuran dalam Rakyat Jawa Timur Mempertahankan Kemerdekaan. Kedatangan pasukan Inggris di Surabaya memang membawa agenda tak sedap. Selain melucuti senjata tentara Jepang, juga berusaha mengubah Indonesia kembali menjadi Hindia Belanda. Inggris berupaya menjadikan Indonesia di bawah NICA (Netherlands Indies Civil Administration). Komandan Brigade Infanteri India Nomor 49, Brigadir Jenderal Mallaby, bahkan telah menyiapkan 3.000 pasukan untuk agenda tersebut. Maka, pagi sekali, 28 Oktober 1945, Arek-arek Suroboyo mulai bergerak. Sekitar 120 ribu orang siap melancarkan serangan pukul 04.00 pagi. Mereka marah dan menggeruduk pos-pos pertahanan Inggris. Orasi Bung Tomo yang menggelegar di Radio Pemberontak melenyapkan rasa takut akan mati. Sejarawan Australia, Frank Palmos, dalam Surabaya 1945: Sakral Tanahku, menuturkan, pasukan Inggris kalah jumlah. Digambarkan bahwa seorang prajurit Inggris bertempur melawan 100 pejuang pada hari itu. Tekad dan amarah Arek Suroboyo benar-benar meledak pada peristiwa tersebut. Korban jiwa, raga, nyawa serta harta tidak terelakkan. Untuk itu, siapa yang rela bila Indonesia kini hendak dijamah oleh oknum-oknum radikalis serta hendak mengganti dasar-dasar negara yang bukan Pancasila. Karenanya, semangat kepahalawanan era kini adalah kikis dan basmi oknum-oknum radikal. STRATEGI Ada catatan menarik Nadirsyah Hosen untuk Menteri Agama (Menag) tentang siapa kelompok radikal dalam Islam yang perlu dikikis. Inilah tulisannya: Saya hendak jelaskan secara singkat soal kelompok radikal dalam Islam, yang kabarnya akan menjadi fokus pemerintahan Joko Widodo. Penjelasan ini penting agar tidak terjadi kesalahpahaman atau NOVEMBER 2019

No. 259

menggunakan cara-cara Orde Baru (Orba) yang justru akan kontraproduktif. Secara umum yang bisa diidentifikasi sebagai kelompok radikal sebagai berikut: Pertama, kaum takfiri yang menganggap kelompok selainnya sebagai kafir. Berbeda pandangan sedikit saja langsung dikafirkan. Ini radikal dalam keyakinan. Kedua, kelompok jihadis yang membunuh orang lain atas nama Islam. Mereka bertindak di luar hukum tanpa alasan yang dibenarkan secara syar’i. Ini radikal dalam tindakan. Ketiga, kelompok yang hendak mengganti ideologi negara dengan menegakkan Negara Islam dan atau Khilafah. Hal tersebut merusak kesepakatan pendiri bangsa. Ini radikal dalam politik. Karakter radikal di atas bisa kombinasi ketiganya, mengkafirkan, membunuh dan mengganti Pancasila. Ini yang paling berbahaya, apalagi kalau mereka jaringan transnasional. Namun, ada juga yang hanya takfiri dan membunuh saja, tapi mereka tidak main politik. Ada yang tidak takfiri dan tidak membunuh, tapi hanya mau mengganti ideologi negara. Artinya, perbedaan manhaj maupun aktivitas mereka juga harus dipetakan. Perbedaan maupun varian ketiga kelompok harus dipahami sebelum memprogramkan deradikalisasi. Ini artinya bukan sekadar main hantam saja sehingga akan memicu perlawanan yang reaktif. Jangan pula terjebak dengan asesoris, misalnya yang berjilbab panjang atau celana cingkrang dianggap radikal. Ini juga tidak benar. Harus lebih substantif pada pemahaman keagamaan, tindakan dan gerakannya. Jika mereka masih berada pada tahap radikal dalam keyakinan, maka harus dilakukan wacana tandingan. Jika berupa tindakan, maka tindakan preventif tidak lagi cukup, namun perlu dilakukan penetrasi ke dalam kelompok tersebut. Bila sudah sampai pada gerakan politik, maka tidak bisa lagi dihadapi lewat kompromi politik karena ini sudah pertarungan ideologi. Usulan, menghadapi kelompok radikal tidak bisa hanya hantam dengan keras dan tegas, tapi harus dirumuskan langkah yang taktis dan strategis. Ungkapan di atas baru mengidentifikasi saja. Salah mengidentifikasi bisa berakibat salah langkah dalam menghadapi mereka. Itulah tulisan Gus Nadir yang patut diperhatikan sebagai strategi yang taktis untuk mengikis kelompok radikal agar tidak terjebak pada over generalisasi sehingga salah dalam bersikap dan bertindak. Semoga kita selalu dalam bimbingan Allah SWT. 35

sASTRA DAN BUDAYA Jika Anda orang yang menyukai hujan, datanglah ke kotaku. Di sini dapat Anda saksikan hujan yang indah bak lukisan.

Hujan yang Indah A

ku tidak bohong. Di sini hujan turun seperti gadis kecil yang pemalu, tetapi selalu riang. Kadang kala kubayangkan hujan mengetuk-ngetuk bumi dengan kaki-kaki gadis kecil yang menari kian kemari. Aspal, trotoar, dan pepohonan basah tapi ceria turut menari bersama. Di sini hujan sering turun dan, uniknya, hampir selalu hanya berupa gerimis. Sesekali saja terjadi hujan lebat dengan angin ribut atau geledek membentakbentak di angkasa. Apabila hujan turun, aku paling suka duduk dekat jendela sambil melipat tangan di meja. Kulayangkan pandangan ke luar sambil menyimak ketukan air tempias ke kaca. Dari jendela tampak dinding-dinding dan atap bangunan kuno di seberang jalan. Dalam kondisi kering, tembok dan atapnya tampak kelabu terang, tapi setelah dibasahi hujan, warnanya menggelap dan terlihat misterius, seakan-akan di dalam gedung itu ada makhluk-makhluk gaib yang bergentayangan. Pada bagian tertentu meruap juga nuansa merah bata yang asli, meski tidak mencolok. Bangunan itu ada sebelum aku dilahirkan dan seingat aku bentuknya tidak pernah diubah oleh pemiliknya. Selain itu, yang kuintai manakala hujan tengah mempersembahkan baktinya kepada bumi adalah angkasa kelabu yang menggigil dan memuncratkan seluruh embun yang menggenangi permukaannya

36

Manakala hujan tengah mempersembahkan baktinya kepada bumi adalah angkasa kelabu yang menggigil dan memuncratkan seluruh embun yang menggenangi permukaannya kepada bentang alam yang telentang pasrah.

kepada bentang alam yang telentang pasrah. Pernah aku membayangkan langit sebagai dada perempuan yang berdegup dengan suasana batin seorang ibu yang prihatin dan bersedih. Kemudian dada itu berpeluh. Peluh yang menyembul melalui pori-pori dan melapisi kulitnya yang halus dengan genangan embun bening menebal. Ketika angin menepuk dada itu, genangan itu luruh menjadi hujan. Aku pernah mengungkapkan gambaran tersebut kepada seorang teman, tetapi dia mencibir seraya berujar, ”Bukankah seharusnya dada memuncratkan air susu? Mengapa keringat? Lalu di mana keindahannya? Ada-ada saja kamu ini. Air susu adalah metafora bagi cinta seorang ibu. Mestinya kamu tahu, sengawur apa pun imajinasi, sepatutnya diperkuat logika - mungkin dalam ketidakmungkinannya.” ”Haruskah begitu?” Dia tertawa, kemudian dengan gaya merenung yang dibuat-buat dia bersabda, ”Kamu ini naif sekali. Bergaya penyair, tapi tidak paham perkara remeh seperti itu.”

NOVEMBER 2019

No. 259

sASTRA DAN BUDAYA ”Aku tidak bermaksud bergaya penyair.” Temanku tersenyum dan kupikir itu senyuman orang jahat. Agar tidak menambah kesan jahat pada dirinya, aku tidak pernah lagi mengungkapkan apa pun yang melintas di benakku sebagai apa yang dia istilahkan ”buah imajinasi”. Anehnya, setelah hijrah ke luar negeri, dia lebih sering bertanya soal hujan kepadaku lewat telepon, pesan singkat, dan surat elektronik. Aku hanya menjawab sekenanya. Kemudian dia memprotes. Protes itu dia lontarkan dalam obrolan via internet. Saat itu matahari tengah memancarkan cahayanya dengan murah hati. Akhir pekan yang cerah. Terlalu cerah malah. ”Dulu kamu sering berkomentar tentang hujan. Kau bilang indahlah, romantislah, begini, begitu. Sekarang kenapa kering ungkapanmu? Apakah sudah jelek hujan di sana sekarang?” Uh, sinis sekali. ”Hujannya tetap seperti dulu.” ”Lalu?” ”Aku tidak bisa ceritakan. Kalau kamu mau tahu, pulanglah dan saksikan sendiri. Tak bisa kamu mencerap keindahan hanya lewat komentar orang lain.” ”Wah, hebatnya!” ”Salah sendiri, bertanya soal hujan pada saat matahari bersinar terang.” ”Oh, di sana cerah sekarang?” ”Ya.” ”Di sini beku. Kami dikepung salju seminggu penuh!” Lambat laun kami semakin jarang berkomunikasi. Mungkin dia sibuk. Aku sendiri sibuk, ditambah kehadiran perempuan yang menjadi ibu bagi putraputriku. Selanjutnya anak-anak mempersembahkan cucu-cucu untuk kami. Kawanku yang kadang-kadang menyebalkan itu tidak pernah mudik dan tanpa kabar lagi. Kebiasaanku menikmati hujan tidak pernah berubah, meski tidak sesering dulu. Mungkin intensitas penikmatannya pun tidak sedalam dulu, entahlah. Sesekali aku masih keluar rumah ketika gerimis mulai turun, yang menimbulkan kejengkelan anak bungsuku dan menantu yang tinggal serumah dengan kami. Istriku sendiri tidak banyak cakap. Kukira dia sudah tahu tidak ada gunanya melarang aku menikmati hujan. ”Kalau Papa sakit bagaimana? Sudah tua masih suka keluyuran dalam hujan. Ini payung dan jas hujan.” Kecerewetannya sungguh menjengkelkan. ”Apakah dulu aku pernah melarang kamu dan

NOVEMBER 2019

No. 259

kakak-kakakmu berhujan-hujan?” begitulah aku pernah mengomel. Menantuku mundur dengan bijaksana, tapi putriku pantang menyerah. ”Iya. Malah dulu Papa cerewet sekali.” ”Apa iya?” ”Iya.” Aku mengalah. Kuterima jas hujan parasut yang panjang selutut itu. ”Ini payungnya, Pa.” ”Tidak usah.” Sempat kudengar gerutu putriku ketika aku membuka pintu dan melangkah, menyentuh tirai gerimis, ”Dasar keras kepala.” *** Itu dulu, sebelum datang tahun-tahun yang ganjil ini. Pada awal tahun masih kukagumi Januari dan Februari sebagaimana biasa, tapi bulan demi bulan berlalu dan genangan air mulai terbentuk di sudutsudut kota, bantaran sungai, bahkan hingga di tengah kota. Kendaraan-kendaraan seperti berenang akibat banjir. Kini hujan bukan lagi sekadar gerimis yang menggemaskan bagai kanak-kanak, melainkan berupa curahan air terjun disertai petir dan angin ribut. Sepanjang hari langit gelap dan mendung selalu mengurung berupa gumpalan-gumpalan hitam yang menakutkan. Aku tidak lagi berminat keluar rumah apabila hujan mulai tercurah. Yang kulakukan hanya duduk mematung di sisi jendela sambil membayangkan masa lalu yang tidak akan kembali. Walaupun demikian, aku tidak ingin berubah pikiran hanya karena perubahan iklim. Aku ingin mengenang hujan yang indah dalam benakku. Tiba-tiba, petir membahana. Jantungku nyaris copot. Lantas atap berderak diterpa angin. ”Pakai mantel ini, Kek,” bisik cucuku dengan lembut. Senyumnya teduh. Sebentar lagi dia akan menikah. Alangkah cepat waktu berlalu. Kurasakan kantong mataku memberat. Ketika mantel yang tebal dan lembut menyentuh kulitku, barulah aku menyadari bahwa aku menggigil kedinginan sejak tadi. **** kcp

”Dulu kamu sering berkomentar tentang hujan. Kau bilang indahlah, romantislah, begini, begitu. Sekarang kenapa kering ungkapanmu? Apakah sudah jelek hujan di sana sekarang?”

37

sASTRA DAN BUDAYA Iwit si bajing sing manggon ing wit klapa pinggir dalan gedhe sedhih atine. Geneya? Sebab dheweke durung duwe pasedhiyan pangan senajan mung sethithik. Kamangka sedhela engkas wis mangsa rendheng. Nanging apa sing dialami Iwit iki ya merga saka kesede dhewe. Kamangka, wit klapa sing dipanggoni turu wis ora nguwoh maneh jalaran saking tuwane umure.

Iwit Bajing lan Tikus Cilik

S

asuwene mangsa ketiga Iwit turu wae. Emoh nyambutgawe. Mulane, saiki Iwit munyeng mikirake tekane mangsa rendheng mengko, piye bisane ing mangsa iku dheweke panggah mangan kaya biasane. Ora kaliren. Ing dhuwur wit, Iwit duwe tangga jenenge Kiki Tikus. “Rewangana aku ya, supaya bisa golek pangan ing mangsa rendheng mengko ...” kandhane Iwit marang Kiki Tikus. “Iya, aja kuwatir,” wangsulane Kiki. “Carane, wiwit saiki kudu nyambutgawe sing mempeng, golek wit-wit sing nguwoh akeh. Ben bisa nglumpukake pangan.” Krungu kandhane Kiki ngono mau, Iwit mencep. “Apa? Aku kudu nyambutgawe? Huhh … wegah … wegah..!” Iwit gebes-gebes, banjur molet lan angop. Let sedhilut wis turu nglepus. Sauntara iku kancakancane, kaya prenjak lan dara, padha ibut nyambutgawe. Sawijining dina, nalika lagi enak-enak turu, dumadakan Iwit krungu swara tangis. Dheweke banjur nggoleki asale swara mau. Tibake ana tikus cilik lagi nangis ing ngisor wit cemara cedhak wit klapa panggonane Iwit turu. “Geneya kowe kok nangis?” pitakone Iwit. 38

ATURE: EKAPTI LA

Tikus cilik iku nyawang Iwit, banjur ngelapi eluhe nganggo sikil ngarep. “Aku sumpeg, sedhilut engkas mangsa rendheng. Nanging aku ora duwe papan kanggo ngeyub. Aku bisa mati katisen yen ora nemu papan kanggo ngeyub sasuwene mangsa rendheng,” wusana kewetu sambate. “Aku ya sumpeg ,,. wis meh rendheng durung duwe pasedhiyan pangan blas. Bisa-bisa aku mati kaliren mengko,” Iwit genti sambat. Kekarone banjur meneng. Lungguh sangga uwang, mikir nasibe dhewe-dhewe. Suwe-suwe Iwit angop amba lan turu nglepus. Dene tikus cilik, rumangsa oleh kanca senasib, marani panggonane Iwit. Banjur mlungker ing buntute Iwit sing empuk lan kandel. Tikus kuwi turu nglipus ing kono nganti Iwit nglilir. “Buntutmu anget, kandel, lan empuk. Angler banget olehku turu ana buntutmu mau,” kandhane Kiki Tikus bareng Iwit nglilir. “Iya ta? Nek ngono, kowe wis nemokake papan kanggo turu selawase mangsa rendheng iki.” “Ing endi?” pitakone tikus cilik ora ngerti. “Ing buntutku ...” “Tenan? Kowe ora kabotan?” “He’em.”

“Matur suwun Wit, matur suwun,” kandhane si tikus cilik seneng banget. Ing batin dheweke janji arep mbales kabecikane Iwit Bajing. Lan dheweke ngerti, yen Iwit Bajing rada males nglumpukake pasedhiyan pangan. Tikus cilik iku banjur sengkud nyambutgawe nglumpukake pasedhiyan pangan mangsa rendheng kanggo dheweke dhewe lan Iwit Bajing kancane. Kaya apa bungahe Iwit weruh gudhange wis kebak panganan. Ana cuwilan klapa, cuwilan roti, pohung, lan liya-liyane. Ateges dheweke bisa mangan wareg ing mangsa rendheg mengko. “Kowe ora kabotan ta Kus, nggolekake pangan aku?” “Ora. Pancen aku pengin males kabecikanmu kok.” “Matur nuwun, matur nuwun banget Aku ...” “Ora angel kok nglumpukake pangan kuwi, Wit. Sing penting mung gelem nyambutgawe mempeng ... “ Iwit mesem isin. ”He’em, pancen kudune aku nyambutgawe mempeng kaya kowe lan kanca-kanca liyane.” Iwit banjur ngrangkul tikus cilik kancane kuwi. “Sesuk aku arep golek pangan bareng kowe, ora bakal turu wae. Matur nuwun Kus, kowe wis nyadharake aku ... “ **** JB

NOVEMBER 2019

No. 259

f IGUR Menunda-nunda pekerjaan acapkali dilakukan sebagian orang, berbeda dengan Tutik Musyarofah, S.Ag, M.H, justru menganggap pekerjaan adalah amanah yang harus segera ditunaikan.

Jangan Tunda Pekerjaan Tutik Musyarofah, S.Ag, M.H. (ydh)

Jika menunda sama halnya menambah beban hari esok,” ujar Ibu yang juga Kepala Bidang (Kabid) Komunikasi dan Informasi Publik pada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tuban. Pejabat yang beberapa waktu lalu dilantik ini, sebelumnya menjabat Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Dokumentasi dan Informasi Hukum pada Bagian Hukum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Tuban, sedang pejabat Diskominfo yang digantikan, Imaduudin, SE, memasuki masa purna tugas. Disarankan agar jangan menunda pekerjaan. Semakin ditunda membuat pekerjaan menumpuk dan tidak selesai. Apalagi perempuan adalah ibu bangsa sejati. Untuk itu, harus menjadi teladan bagi anak-anaknya, lingkungan dan masyarakat, termasuk berperan aktif dalam pembangunan. Istri dari DR. Mujib Ridlwan, M.A, M.Si ini, menuturkan, perempuan multitasking, dapat mengerjakan banyak hal dalam waktu bersamaan. Bahkan, peran

NOVEMBER 2019

dalam keluarga dinilai kunci keberhasilan dalam membangun masyarakat dan negara. Oleh karena itu, terkait kemajuan Teknologi Infomasi dan Komunikasi (TIK), dibutuhkan keterlibatan perempuan dalam pemanfaatannya. Alumni Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel Surabaya ini, mengatakan, kemajuan teknologi informasi seharusnya bisa dinikmati oleh siapapun termasuk perempuan. Jika dimanfaatkan dengan bijak, perkembangan teknologi bisa membantu perkembangan diri dan kinerja perempuan dalam berbagai hal. Perempuan enerjik yang lahir di tahun 1976 ini, berpendapat, era digital sepatutnya melek teknologi. Dengan demikian, perempuan dapat meningkatkan kualitas hidup dan diimbangi dengan pemanfaatan teknologi secara bijak yang tidak terlepas dari iptek dan imtaq. Hal ini dirasa penting agar tidak salah arah. Perempuan yang memegang peran ibu harus membantu generasi penerus menyerap teknologi dengan bijaksana. Suatu misal, kegiatan rumah tangga, para orangtua perlu mengetahui berbagai manfaat dari penggunaan internet tetapi juga harus mempertimbangkan dampak negatif dan potensi bahaya dari

No. 259

dunia internet tersebut. Oleh karena itu, orangtua harus memberikan perhatian terhadap aspek keselamatan penggunaan internet oleh anak-anak dan remaja. Internet juga memberikan akses pengetahuan yang luar biasa. Menggunakan teknologi harus dengan kesadaran dan tanggung jawab sehingga dapat membedakan informasi yang benar dan hoax. Penting menyeleksi situs bagi anakanak, merekam aktivitas online anak serta memastikan bahwa kegiatan online-nya aman dari halhal yang tidak diinginkan. Selain itu, memanfaatkannya untuk kegiatan ekonomi dan sosial. Internet, ujar pejabat yang hobi membaca itu, bisa digunakan sebagai media promosi, edukasi publik, membangun jejaring dan lain sebagainya. Meski berperan ganda baik itu di rumah, tempat kerja maupun masyarakat, Ibu tiga anak ini, mengaku tidak merasa berat. Bahkan, yakin, dengan komunikasi dan koordinasi, serta dukungan dari berbagai pihak, dapat melaksanakan tugas dengan baik. “Fokus bekerja, dengan hati dan niat yang baik, in Sya Allah rejeki akan mengikuti,” tutur Magister Ilmu Hukum dari Universitas Sunan Giri Surabaya ini. ydh

39

Tiada Henti Berinovasi Untuk Kemajuan dan Kesejahteraan Tuban Bumi Wali

Jadwal Kegiatan

Hari Jadi Ke-726 Kabupaten Tuban NO.

HARI / TANGGAL

JAM

1. 2. 3.

28 Okt - 02 Nov 2019 Minggu, 03 November 2019 Minggu, 03 November 2019

14.00 07.00 13.00

Pameran Dagang dan UKM Konser Drumband Parade Drumband

4.

Rabu. 06 November 2019

07.00

Kirab dan Siraman Waranggono

5. 6. 7.

Kamis, 07 November 2019 Minggu, 10 November 2019 Senin, 11 November 2019

07.30 09.30 19.00

Gebyar Anak Ziarah Makam Leluhur Khotmil Qur’an

8. 9. 10. 11.

Senin, 11 November 2019 Selasa, 12 November 2019 Selasa, 12 November 2019 Rabu, 13 November 2019

19.30 07.30 09.00 19.00

12. Kamis, 14 November 2019

08.30

13. Kamis, 14 November 2019

14.30

14. 15. 16. 17.

Kamis, 14 November 2019 Jum’at, 15 November 2019 Jum’at, 15 November 2019 Jum’at, 15 November 2019

19.00 06.00 15.00 19.00

18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25.

Minggu, 17 November 2019 Rabu, 20 November 2019 Sabtu, 23 - 30 November 2019 Minggu, 24 November 2019 Minggu, 24 November 2019 Senin, 02 Desember 2019 Minggu, 08 Desember 2019 Sabtu, 14 Desember 2019

06.00 08.00 19.00 07.00 07.00 19.30 07.30 19.00

Malam Tirakatan Upacara HJT ke-726 Kabupaten Tuban Resepsi HJT ke-726 Kabupaten Tuban RONA JATIM Pengajian Blusukan HJT 726 Tuban bersama “GUS MIFTAH” Festival Kuliner Dharma Wanita, Lomba Kreasi Dan Demo Masak Bersama JTV Lomba Mewarnai Dan Festival Jamu Gendong Festival Tongklek Gebyar Senam “Ayo Ning Tuban” Gelar Kuliner Pesta Rakyat tuban Tempo Dulu Bersama Hiburan Ndoro Bei JTV Tuban Bersepeda Nikah Massal Expo Santri Bumi Wali Lomba Mancing Lomba Burung Berkicau Wayang Kulit Majlis Dzikir Jama’ah Al Khidmah Panggung Seni, Pameran Sepeda Tua Bazar Klithikan dan Koes Plus Mania Parade Ontel/Sepeda Tua Bumi Wali Pengukuhan Kosti Periode 2019-2023 Seminar Guru TPQ Seminar Pendidikan Anak Usia Dini bersama Ketua TP-PKK Jatim “ARUMI BACHSIN” CB Tuban Bersatu Bersholawat untuk Negeri

26. Minggu, 15 Desember 2019

06.00

27. Minggu, 15 Desember 2019 28. Senin, 16 Desember 2019

09.00 09.00

29. Sabtu, 21 Desember 2019

07.00

JENIS KEGIATAN

Jl. Mastrip No. 5A Tuban. Telp. (0356) 8832697

TEMPAT / START / FINISH GOR Ranggajaya Anoraga Pantai BOOM Tuban Start : Alun-alun Tuban Finish : GOR Start : Depan Pemkab Finish : Bektiharjo Di Lembaga Sekolah Se-Kab. Tuban Makam - Makam Leluhur Masjid Agung dan Masjid Jami’ Se-Kabupaten Tuban Balai Desa Prunggahan Kulon Alun-Alun Tuban Pendopo Kridho Manunggal Alun-Alun Tuban Alun-Alun Tuban Alun-Alun Tuban Alun-Alun Tuban Alun-Alun Tuban Alun-Alun Tuban Alun-Alun Tuban Alun-Alun Tuban Pendopo Kridho Manunggal Alun-Alun Tuban Laut Trumbu Karang Bancar Alun-Alun Tuban Alun-Alun Tuban Alun-Alun Tuban Alun-Alun Tuban Start : Alun-Alun Tuban Finish : Alun-Alun Tuban Pendopo Kridho Manunggal Tuban Pendopo Kridho Manunggal Tuban

Stadion Bumi Wali Tuban