Data Loading...

BAB V (1)_compressed Flipbook PDF

BAB V (1)_compressed


151 Views
95 Downloads
FLIP PDF NAN

DOWNLOAD FLIP

REPORT DMCA

DIKTAT MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA DAN BUDI PEKERTI SD

UNTUK KELAS V SEMESTER 2 SD NEGERI 02 PADEK Oleh : Nama NIP

: IKHWANUDIN, S.Pd.I. : 19780705 200801 1 016

SD NEGERI 02 PADEK DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KAB. PEMALANG TAHUN 2022 1

BAB IV MARI BELAJAR AL-QUR’AN SURAT AL-MĀ’ŪN

Kompetensi Dasar 3.1 Memahami makna Q.S. at-Tīn dan Q.S. al-Mā’ūn dengan benar. 4.1.1 Membaca Q.S. at-Tīn dan Q.S. al-Mā’ūn dengan tartil. 4.1.2 Menulis kalimat-kalimat dalam Q.S. at-Tīn dan Q.S. al-Mā’ūn dengan benar. 4.1.3 Menunjukkan hafalan Q.S. at-Tīn dan Q.S. al-Mā’ūn dengan lancar.

Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat: 1. Membaca Q.S. al-Mā’ūn dengan tartil. 2. Menulis kalimat-kalimat dalam Q.S. al-Mā’ūn. 3. Menunjukkan hafal Q.S. al-Mā’ūn. 4. Mengetahui makna Q.S. al-Mā’ūn dengan benar. 5. Memiliki sikap suka menolong sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. alMā’ūn.

2

BAB IV MARI BELAJAR AL-QUR’AN SURAT AL-MĀ’ŪN A. Membaca Surah Al Maun Amati dan bacalah al-Qur’an Surat al-Mā’ūn di bawah ini dengan baik.

Sumber: Dok. Penulis

Perhatikan tasyid (

) yang

terdapat pada kata

Perha

Perhatikan kata:(ayat 1 dan 2) tikan

kata: (ayat

Perhatikan 1 dan 2)4) kata:(ayat 3 dan Gambar 6.1 anak sedang membaca Al Qur’an

Apakah kamu mengalami kesulitan membaca Surat al-Mā’ūn di atas? Jika mengalamikesulitan, maka cobalah baca penggalan ayat Surat al-Mā’ūn berikut ini.

3

B. Makna Kandungan Surat al-Mā’ūn. Bacalah ayat dan arti Surat al-Mā’ūn berikut dengan sungguh-sungguh.

Arti Surat al-Mā’ūn

Surat al-Mā’ūn

Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka celakalah bagi orang-orang yang salat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya,

orang-orang yang berbuat ria, dan enggan (menolong dengan) barang berguna. Allah Swt. mengawali surat ini dengan pertanyaan “Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?” Pertanyaan itu dijawab sendiri oleh Allah Swt‫ز‬, seperti berikut. Orang yang mendustakan agama itu mempunyai ciri sebagaimana berikut. 1. Orang yang menghardik anak yatim. Menghardik maksudnya membentak atau menyakiti fisik maupun perasaannya. Misalnya mengatakan kepada mereka “Hei anak yatim”. 2. Orang yang tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Kemudian Allah Swt. mengemukakan orang yang celaka, yaitu: a. Orang yang lalai dari salatnya, b. Berbuat ria (mempertontonkan amal perbuatan baiknya kepada orang lain), dan c. Orang yang enggan (menolong dengan) memberikan bantuan barang berguna 4

Sikap terpuji apa sajakah yang dapat diambil dari ayat di atas? Sikap terpuji yang dapat diambil dari ayat di atas dan perlu kita amalkan ialah : 1. Mencintai dan menyayangi anak yatim. Misalnya kita berteman dengan baik, bertutur kata yang santun kepada mereka. Bila kita yatim, maka berbuat yang santun terhadap sesama saudara yatim. 2. Menyayangi dan memberi makan orang-orang miskin. Sudah menjadi kewajiban bagi orang yang punya (kaya) membantu orang yang tak berpunya (miskin). 3. Salat ditegakkan atau dilakukan tepat waktu. Apabila tiba waktu salat bersegeralah menunaikannya, pasti beruntung. 4. Hindari perbuatan ria yang mempertontonkan amal perbuatan baiknya. Misalnya memamerkan sesuatu yang dimilikinya kepada orang lain hanya untuk berbangga diri. 5. Hendaklah memberi bantuan kepada orang yang membutuhkan. Mengapa? Karena manusia itu adalah makhluk sosial, satu dengan lainnya saling membutuhkan

5

UJI KOMPETENSI A. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar dan jelas. 1. Siapakah pendusta agama menurut surat al-Mā’ūn? 2. Sebutkan ciri orang yang celaka menurut surat al-Mā’ūn? 3. Apa yang dimaksud dengan menghardik anak yatim? Jelaskan. 4. Pada ayat ketiga Surat al-Mā’ūn berbunyi“tidak menganjurkan memberi makan orangmiskin”? Jelaskan. 5. Sebutkan arti

5

BAB V MENGENAL RASUL-RASUL ALLAH

Kompetensi Dasar : 3.2 Memahami nama-nama Rasul Allah dan Rasul Ulul‘Azmi 4.2. Menunjukkan hafalan nama-nama Rasul Allah dan Rasul Ulul‘Azmi

Tujuan Pembelajaran : Peserta didik dapat : 1. Meyakini keberadaan rasul Allah dan rasul Ulul ‘Azmi. 2. Menunjukkan sikap sabar dan jujur sebagai implementasi dari pemahaman

mengenal nama-nama Rasul Allah dan Rasul Ulul ‘Azmi. 3. Memahami nama-nama rasul Allah dan rasul Ulul ‘Azmi. 4. Menghafal nama-nama rasul Allah dan rasul Ulul ‘Azmi.

6

BAB V MENGENAL RASUL-RASUL ALLAH

A. Apa Makna Rasul Allah? Rasul artinya utusan. Sedangkan Rasulullah artinya utusan Allah Swt., yaitu orang yang menerima wahyu dan berkewajiban menyampaikannya kepada orang lain atau umat manusia. Perhatikan Q.S. al-An’am/6: 48 berikut ini.

Artinya: “Dan tidak Kami mengutus para rasul melainkan untuk memberi kabar gembiradan peringatan”. Ayat di atas menjelaskan tentang“alasan Allah Swt. mengutus para rasul”? Jawabannya adalah untuk memberi kabar gembira dan memberikan peringatan. Kabar gembira maksudnya menyampaikan janji Allah Swt. bagi orang yang menaati perintah-Nya. Bagimereka diberikan kenikmatan dan kesenangan di dunia maupun di akhirat kelak. Rasulmemberi peringatan, yaitu bagi mereka yang ingkar kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya akan mendapat balasan buruk yaitu neraka jahanam. Nabi dan rasul adalah manusia biasa, laki-laki yang dipilih oleh Allah Swt. untuk menerima wahyu. Sebagaimana manusia lainnya rasul pun hidup seperti kebanyakan manusia, yaitu makan, minum, berjalan-jalan, nikah, punya anak, merasa sakit, senang, susah, semakin tua, mati, dan sifat-sifat manusiawi lainnya. B. Tugas dan Sifat Rasul-rasul Allah Para utusan Allah mempunyai tugas yang sangat berat, yaitu memimpin manusia agar hidup sejahtera dan bahagia di dunia dan di akhirat. Agar tugas itu sukses dan berhasil, mereka diberi sifat-sifat yang istimewa oleh Allah Swt. Sifat tersebut lebih dikenal dengan “sifat-sifat wajib bagi rasul” artinya sifat yang harus dimiliki seorang rasul.

7

C. Rasul Ulul ‘Azmi 1.

Apa yang Dimaksud dengan Rasul Ulul ‘Azmi? Jawaban pertanyaan di atas adalah sebagai berikut. Ulul ’Azmi terdiri dari dua kata, yaitu Ulul dan al-Azmi. Ulul atau Ulu/Uli artinya mempunyai atau memiliki. Al-Azmi artinya teguh atau tekad yang kuat. Ulul ‘Azmi artinya memiliki keteguhan/tekad. Kalau disebut rasul Ulul ‘Azmi, maka artinya rasul yang memiliki keteguhan atau tekad. Para rasul Ulul ‘Azmi memiliki keteguhan, tekad, ketabahan, dan kesabaran yang sangat kuat, serta teguh dalam menjalankan tugasnya, yaitu menyampaikan ajaran-ajaran Allah Swt.

2.

Siapa Saja Rasul yang Tergolong Ulul ‘Azmi? Rasul Ulul ‘Azmi itu adalah Nūh a.s., Ibrāhim a.s., Mūsā a.s., Isā a.s., dan Muhammad saw. a.

Nabi Nūh a.s. adalah keturunan kesepuluh dari Nabi Ādam a.s. Ia mengajak manusia agar menyembah Allah Swt. dan melarang memperhambakan diri kepada selain Allah Swt. Tetapi manusia di masa itu tidak mengacuhkan seruannya. Seruan Nabi Nūh a.s. itu mereka sambut dengan cemooh dan ejekan. Selama 950 tahun Nabi Nūh a.s. menyiarkan ajaran Allah Swt., tetapi umatnya tetap saja ingkar termasuk anaknya sendiri yang bernama Kan’ān. Akhirnya Tuhan menurunkan kepada mereka siksaan berupa banjir besar. Hanya sedikit orang yang selamat dari banjir besar. Mereka yang selamat adalah para pengikut Nūh a.s.

b.

Nabi Ibrāhim a.s. adalah anak Azar tukang membuat patung-patung untuk dijadikan sesembahan. Nabi Ibrāhim a.s. hidup pada masa raja Namrud yang zalim, musyrik dan kufur. Nabi Ibrāhim a.s. mengajak raja Namrud dan kaumnya agar beriman dan menyembah Allah Swt. Ia ajak agar mereka meninggalkan menyembah berhala. Ada banyak kesabaran dan keteguhan Nabi Ibrāhim a.s. yang dapat kita ketahui lebih lanjut. Karena ketaatan Nabi Ibrāhim kepada Allah Swt., maka doanya dikabulkan.

c.

Nabi Mūsā a.s. adalah putra Imrān, keturunan Bani Israil. Ia hidup pada masa raja Firaun yang sangat zalim, mengaku dirinya Tuhan. Siapa yang

8

tidak mau menuhankannya, maka orang itu akan dibunuh. Nabi Mūsā a.s. terus saja menyebarkan ajaran Allah Swt. kepada kaum Bani Israil seraya berdoa agar diberi kawan yang membantunya. Akhirnya diberilah Harun saudaranya yang membantu dakwahnya. Doa Nabi Mūsāa.s. dikabulkan Allah Swt., maka Nabi Hārūn a.s. diangkat Allah Swt. menjadi Rasul. d.

Nabi isā a.s. adalah putra Maryam. Dengan kekuasaan Allah Swt. beliau dilahirkan dengan perantaraan ibu saja. Keajaiban kelahiran ini menjadi ujian kepada manusia, percaya atau tidak kepada kekuasaan Allah Swt. Nabi isā a.s. dalam menjalankan dakwahnya, diancam dan direncanakan untuk dibunuh dengan cara disalib. Namun Allah Swt. menyelamatkan Nabi isā a.s. dengan cara diangkatkan ke alam ghaib (mi’raj). Ternyata yang terbunuh adalah orang yang menyerupai Nabi isā a.s. yaitu Yahuza (Iskariot). Lihat Q.S. an-Nisa/4: 157: “... tidaklah mereka membunuh dan menyalib Isa, hanya orang yang diserupakan Allah dengan Isā a.s. yang tersalib.”

D. Kisah Keteladanan Nabi Muhammad saw. sebagai Ulul ‘Azmi Sejak usia muda, Nabi Muhammad saw. terkenal jujur, tabah, sabar, bertanggung jawab, dan pekerja keras sehingga diberi julukan “al Amin” artinya terpercaya. Setelah diangkat menjadi rasul, beliau tak henti-hentinya berdakwah mengajak umat manusia menyembah Allah Swt. dan meninggalkan kemusyrikan yaitu penyembahan terhadap berhala. Dalam menyiarkan agama Allah Swt., Nabi Muhammad saw. sering dihadang, bahkan diancam akan dibunuh oleh orang-orang kafir Quraisy. Abu Jahal adalah orang yang paling membencinya. Pernah ketika Nabi Muhammad saw. sedang beribadah, Abu Jahal dan komplotannya datang sengaja mengotorinya dengan najis. Namun Nabi Muhammad saw. hanya berdoa kepada Allah Swt.: “Ya Tuhan kepada Engkau aku menyerahkan kaum Quraisy”. Doa ini berulang-ulang beliau baca. Dari peristiwa itu, Nabi Muhammad saw. bukanlah sosok manusia pendendam, tidak membalas kejahatan Abu Jahal dan kawan-kawannya dengan tindakan yang sama, cukupmenyerahkan persoalannya kepada Allah Swt. Selain jujur dan pemaaf, Nabi Muhammad saw. sangat menyayangi anak yatim. Nabi pernah mengatakan: “ Barangsiapa yang memelihara dan mengasuh anak yatim dengansebaik-baiknya, kelak mereka akan masuk surga, dan tempatnya berdekatan denganku.

9

Hal ini diisyaratkan Nabi dengan jari telunjuk dan jari tengahnya yang berdekatan dan tidak terhalang apa pun”. Begitulah kepedulian Nabi Muhammad saw. kepada umatnya. Rasul terakhir adalah Nabi Muhammad saw., dialah nabi dan rasul penutup, tidak ada lagi nabi dan rasul setelahnya. Karena Nabi Muhammad saw. sebagai penutup, maka sering disebut dengan istilah khatamul anbiya artinya penutup atau penghabisan para nabi dan rasul.

E. Sikap Terpuji Para Rasul dan Rasul Ulul ‘Azmi 1. Sikap Terpuji Para Rasul Ada sikap berbicara, sikap makan-minum, sikap berjalan, sikap bertamu, sikap waktu belajar, sikap ketika bergaul sesama teman, dengan guru, dengan orangtua sendiri atau dengan orang yang lebih tua, dan sebagainya. Terpuji (mahmūdah) artinya sikap yang baik sesuai aturan agama Islam. Misalnya jujur (al-Amanah), pemaaf (al-‘Afwu), tekun (al-Khusū’), malu kalau diri tercela (al-Hayāu), bersih (an-Nazafah), pemurah (as-Sakhau), sabar (a£-sabru) dan seterusnya. Sikap terpuji para rasul itu dapat dibagi menjadi dua, yaitu sikap terpuji kepada Allah Swt. sebagai pencipta alam semesta, dan sikap terpuji kepada sesama manusia dan alam sekitar. Kita telah mengetahui bahwa para Rasul itu memiliki sifat wajib, yaitu sifat siddiq artinya benar, sifat amanah artinya dapat dipercaya, sifat tablig artinya menyampaikan, dan sifat fatonah artinya pandai dan cerdas. Selain itu, ada sifat dan sikap yang mereka pegang teguh yaitu menyembah hanya kepada Allah Swt., Tuhan Yang Maha Esa, taat dan patuh kepada Allah Swt. Para Nabi dan Rasul itu terpelihara dari segala macam dosa, baik dosa kecil apalagi dosa besar. Tetapi sebagai manusia biasa tidak lepas dari sifat khilaf seperti yang dilakukan oleh Nabi Ādam a.s. yaitu mendekati pohon larangan Allah akibat godaan setan.

2. Meneladan Rasul Allah Swt. dan Rasul Ulul ‘Azmi Meneladan artinya mencontoh. Meneladani atau mencontoh para rasul dan rasul Ulul ’Azmi. Seperti pesan Allah Swt. dalam Q.S. al-Ahqāf/46: 35 yang ditujukan kepada manusiatermasuk kita, yaitu:

Artinya: “Maka bersabarlah engkau (Muhammad) sebagaimana kesabaran rasulrasulyang memiliki keteguhan hati ...”. 10

Berikut ini contoh sifat para rasul Ulul ‘Azmi, yaitu: 1. Teguh dan sabar dalam belajar, 2. Teguh dan sabar dalam beribadah (salat), 3. Teguh dan sabar dalam mengerjakan tugas-tugas sekolah, 4. Teguh dan sabar dalam mematuhi orang tua, 5. Teguh dan sabar dalam pergaulan, tidak cepat marah, 6. Teguh dan sabar dalam mematuhi peraturan, baik peraturan di rumah, sekolah, maupun dilingkungan tempat tinggal, 7. dan seterusnya.

11

UJI KOMPETENSI I. Berilah tanda silang (x) huruf a,b,c atau d sesuai jawaban yang benar ! 1. Orang yang menerima wahyu dari Allah untuk dirinya sendiri dan orang lain dinamakan …. a. Nabi b. Rosul c. Malaikat d. Kyai 2. Jumlah nabi yang wajib diimani umat islam ada …. a. 10 b. 5 c. 25 d. 114 3. Sifat fatonah yang dimiliki seorang rosul berarti …. a. Jujur b. Menyampaikan c. Pintar d. Dapat dipercaya 4. Nabi yang mempunyai mu’jizat bisa berbahasa binatang adalah nabi …. a. Muhammad b. Isa c. Sulaiman d. Musa 5. Kegunaan mu’jizat yang dimiliki seorang nabi adalah sebagai berikut …. a. Menyiksa kaum kafir b. Berlaku sombong kepada musuh Allah c. Mengalahkan musuh-musuh Allah d. Menjadikan nabi bisa semena-mena karena kuat 6. Nabi yang tidak mempan terbakar oleh api adalah …. a. Nabi Muhammad b. Nabi Isa c. Nabi Luth d. Nabi Ibrahim 7. Nabi Nuh diperintahkan oleh Allah untuk membuat …. a. Kapal b. Tongkat c. Gedung d. Pedang 8. Rosul mempunyai sifat berupa tabligh yang berarti …. a. Menyampaikan ajarannya b. Jujur c. Dapat dipercaya 12

d. Mudah bergaul 9. Semua nabi menyebarkan ajaran yang sama yaitu berupa ajaran …. a. Sufi b. Mu’jizat c. Takbir d. Tauhid 10. Anak nabi Nuh yang membangkang perintahnyanya adalah …. a. Qobil c. Kan’an b. Habil d. Ismail 11. Sifat mustahil yang dimiliki seorang nabi adalah …. a. Pembohong b. Jujur c. Dapat dipercaya d. Pintar 12. Nabi yang diperintahkan Allah SWT untuk menyembelih anaknya sendiri adalah nabi …. a. Ismail b. Ibrahim c. Nuh d. Musa 13. Nabi yang merupakan penutup para nabi adalah …. a. Nabi Adam b. Nabi Sulaiman c. Nabi Ibrahim d. Nabi Muhammad 14. Raja yang memusuhi nabi Musa adalah …. a. Raja Fir’aun b. Raja Abrahah c. Raja Namrud d. Raja Babilonia 15. Ayah nabi Muhammad bernama …. a. Abdul Muthalib b. Abdullah c. Abdul Wahab d. Abu Thalib II. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan benar!

1. Orang yang menerima wahyu dari Allah untuk dirinya sendiri dinamakan …. 2. Nabi yang pertama adalah nabi …. 3. Kemampuan luar biasa yang dimiliki oleh seorang nabi dinamakan …. 4. Nabi yang terakhir adalah nabi …. 5. Nabi yang mempunyai tingkat kesabaran yang tinggi dinamakan ….

13

6. Nama ibu dari nabi Isa AS adalah …. 7. Nabi yang mempunyai mu’jizat bisa membelah lautan adalah …. 8. Mu’jizat nabi Ibrahim diantaranya adalah …. 9. Kitab suci yang diturunkan kepada nabi Isa adalah …. 10. Kitab zabur diturunkan kepada nabi ….

14

BAB VI INDAHNYA SALAT TARAWIH DAN TADARUS AL-QUR’AN

Standar Kompetensi Memahami pelaksanaan salat tarawih dan tadarus al-Qur'an.

Kompetensi Dasar 13.11 Memahami pelaksanaan salat tarawih dan tadarus al-Qur'an. 4.11 Mempraktikkan tata cara salat tarawih dan tadarus al-Qur'an.

Tujuan Pembelajaran

:

Peserta didik dapat : 1.

Menjalankan salat tarawih dan tadarus al-Qur'an pada bulan Ramadan sebagai wujud ketaatan kepada Allah Swt. dan rasul-Nya.

2.

Menunjukkan sikap tekun sebagai implementasi dari pemahaman pelaksanaan salat tarawih dan tadarus al-Qur'an.

3.

Memahami pelaksanaan salat tarawih dan tadarus al-Qur'an.

4.

Mempraktikkan tatacara salat tarawih dan tadarus al-Qur'an.

15

BAB VI INDAHNYA SALAT TARAWIH DAN TADARUS AL-QUR’AN

A. SALAT TARAWIH 1. Apa Salat Tarawih itu?

Salat tarawih ialah salat malam yang dikerjakan pada malam hari di bulan Ramadan. Şalat ini sangat dianjurkan, boleh dikerjakan sendiri-sendiri atau berjamaah. Dilakukan sesudah salat Isya sampai waktu fajar. Bilangan rakaat salat boleh dilakukan delapan rakaat dan boleh 20 rakaat. Salat tarawih dalam bahasa Arab adalah bentuk jamak dari “tarwihatun“ yang berarti waktu sesaat untuk istirahat. Dinamakan demikian karena para sahabat melaksanakannya dengan beristirahat setelah selesai setiap empat rakaat. Pada saat istirahat adakalanya diselingi dengan membaca al-Qur’an . 2. Bagaimana Cara Mengerjakannya? Pada masa nabi, Salat tarāwih dikerjakan sama seperti salat sunah biasa, yang membedakannya adalah niatnya. Nabi mengerjakan delapan rakaat, dengan dua rakaat satu salam, selanjutnya dilanjutkan dengan salat witir sebanyak tiga rakaat. Pada masa khalifah Umar bin Khattab, salat tarawih dikerjakan sebanyak 20 rakaat. Dilaksanakan dengan dua rakaat satu kali salam, lalu ditambah dengan salat witir tiga rakaat dengan dua kali salam. Setelah salat tarawih hendaknya diteruskan dengan salat witir. Şalat witir ini sangat diutamakan. Bilangan rakaatnya gasal (ganjil) boleh 1 atau 3, 5, 7, 9 dan 11 rakaat. Nabi pernah mengatakan: “Sesungguh- nya Allah Swt. itu witir (Esa) dan suka kepada witir, maka Salat witirlah wahai ahli Quran”.

16

Salat tarawih memang indah dan menyenangkan. Begitu memasuki awal bulan, kaum muslimin laki- laki dan perempuan, orang tua, pemuda dan anak-anak berduyun-duyun menuju masjid dan musala sambil menyandang sajadah dengan wajah gembira segera melaksanakan Salat tarawih berjamaah. Walaupun salat tarawih boleh dilaksanakan sendirian, namun kaum muslimin lebih senang melaksanakannya dengan berjamaah. Apabila dilakukan dengan cara berjamaah manfaatnya tentu lebih baik daripada sendirian. Memperoleh pahala 27 derajat, dan lebih mensyiarkan Islam serta memupuk rasa persaudaraan

dan

persatuan

sesama

umat

Islam.

Rasulullah

saw.

menganjurkan kepada kaum muslimin untuk menghidupkan malam- malam bulan Ramadan dengan memperbanyak qiyamul-lail artinya bangun di malam hari melakukan ibadah, seperti salat sunah, membaca al-Qur’an, berzikir, membaca buku-buku yang bermanfaat, dan pada saat sahur sebaiknya tidak menonton TV 3. Apa Keutamaan Salat Tarawih? Keutamaan salat tarawih di antaranya ialah sebagai berikut. a. Dapat menambah ketaatan kepada Allah Swt. b. Allah Swt. mengampuni dosa-dosanya. c. Pahala ibadat ditulis seperti salat satu malam penuh. d. Mempererat silaturahmi sesama kaum muslimin B. TADARUS 1. Apakah Tadarus itu Tadarus berasal dari kata “darasa“ yang artinya mempelajari, meneliti, menelaah, dan mengambil pelajaran. Tadarus al-Qur’an berarti mempelajari al-Qur’an. Tadarus dapat dilakukan sendirian atau bersama-sama, baik di rumah, musala atau masjid. Pada masa Nabi Muhammad saw. kegiatan tadarus al-Qur’an dilakukan dengan berbagai cara. Ada sekadar membaca hingga khatam, ada yang menghafalnya, dan ada pula yang mempelajari isi kandungannya. Setiap bulan Ramadan malaikat Jibril selalu turun untuk menyimak tadarus nabi dan memperbaiki bila ada kesalahan.

17

2. Bagaimana Tata Cara Tadarus yang Baik? Membaca al-Qur’an tidak sama seperti membaca kitab ataupun buku lainnya. Membaca al-Qur’an hendaklah memperhatikan beberapa ketentuan sebagai berikut. a. Ketika akan membaca al-Qur’an hendaklah berwudu lebih dahulu. b. Mengawalinya dengan membaca ta’awuz dan basmalah. c. Di tempat yang bersih. d. Berbusana bersih dan menutup aurat dengan rapi. e. Dianjurkan menghadap kiblat. f. Membaca al-Qur’an dengan tenang dan tidak tergesa-gesa. g. Membaca dengan suara sedang. h. Tidak berbicara dan bersenda gurau (bercanda). Tadarus al-Qur’an sebaiknya dibimbing oleh orang yang sudah mahir membaca

al-Qur’an,

supaya

bacaannya

dapat

ditingkatkan

melalui

bimbingannya. 3. Apa Manfaat Tadarus? Tadarus al-Qur’an mengandung banyak manfaat, antara lain seperti di bawah ini. a. Menumbuhkan kecintaan kepada al-Qur’an. b. Memperlancar membaca al-Qur’an. c. Terlatih membaca dan mencintai al-Qur’an. d. Mendapat pahala yang berlipat ganda dari Allah Swt. e. Memperoleh ilmu tentang al-Qur’an . f. Memperoleh kasih sayang dan kebaikan dari Allah Swt.

18

UJI KOMPETENSI

A. Berilah tanda silang (x) huruf a,b,c, atau d sesuai jawaban yang benar ! 1. Lafal “tarawih” berasal dari bentuk jama’ dari mufrad “tarawihah” yang mempunyai arti …. a. Tidur c. Libur b. Istirahat d. Santai 2. Hukum melaksanakan shalat tarawih …. a. Wajib c. Mubah b. Sunnah muakkad d. Haram 3. Shalat malam yang dikerjakan pada bulan suci Ramadhan sesudah mengerjakan ahalat fardhu isya’ disebut shalat …. a. Witir c. Hajat b. Tahajud d. Tarawih 4. Pada masa Khalifah Umar Bin Khattab shalat tarawih dilaksanakan sebanyak …. rakaat a. 10 c. 20 b. 11 d. 23 5. Melaksanakan shalat tarawih berjama’ah pahalanya …. derajat a. 10 c. 27 b. 20 d. 30 6. Tujuan melaksananakn shalat tarawih adalah …. a. Meningkatkan kedekatan pada Allah SWT b. Memutus silaturahim c. Agar dipuji orang d. Di sayang banyak orang 7. Shalat Sunnah yang bilangan rakaatnya ganjil adalah shalat …. a. Witir c. Hajat b. Tahajud d. Tarawih 8. Waktu melaksanakan shalat tarawih adalah …. a. Setelah shalat isya sampai pagi b. Setelah shalat isya sampai sebelum subuh c. Setelah maghrib sampai menjelang isya d. Setelah maghrib sampai menjelang subuh 9. Demi syiar islam persatuan kaum muslimin shalat tarawih sebaiknya dikerjakan secara berjama’ah di …. a. Rumah c. Gedung b. Masjid d. Sekolah 10. Shalat witir paling sedikit dilaksanakan …. Rakaat a. 1 c. 3 b. 2 d. 4 11. Jumlah rakaat shalat witir paling banyak ….. rakaat a. 7 c. 11 b. 9 d. 13

19

12. Berikut yang tidak termasuk keutamaan shalat tarawih adalah …. a. Dapat menambah ketaatan kepada Allah swt b. Dapat mempererat silaturahim sesama kaum muslimin c. Pahala ibadah ditulis seperti shalat satu malam penuh d. Diampuni dosa-dosanya setahun yang laud an setahun yang akan datang 13. Nabi Muhammad saw melaksanakan shalat tarawih sebanyak …. Rakaat a. 7 c. 11 b. 8 d. 23 14. Kata tadarus berasal dari kata Bahasa arab darosa yang artinya …. a. Kesenangan c. Mempelajari b. Kemewahan d. Perhiasan 15. Kitab suci umat islam adalah …. a. Injil c. Al-Qur’an b. Taurat d. Zabur 16. Ilmu yang mempelajari tentang tata cara membaca Al-Qur’an secara baik dan benar dinamakan ilmu …. a. Tartil c. Makhraj b. Tajwid d. Tasdik 17. Membaca Al-Qur’an diawali dengan membaca …. Lalu basmalah a. Tasbih c. Ta’awud b. Tahlil d. Syahadat 18. Membaca Al-Qur’an dengan tartil sesuai ilmu tajwid disebut …. a. Menghafal c. Tadarus b. Mempelajari d. Menyimak 19. Berwudhu sebelum membaca Al-Qur’an, berbusana bersih dan menutup aurat serta ditempat yang bersih dan suci termasuk … Membaca AlQur’an. a. Syarat wajib c. Syarat b. Adab sah d. Rukun 20. Nabi Muhammad saw bersabda yang artinya “Barang siapa mendirikan ibadah pada bulan Ramadhan karena imam dan ikhlas maka diampuni dosanya …. a. Dosa yang akan dating c. Yang sekarang b. Yang telah lalu d. Yang sekarang dan berikutnya

20

BAB VII INDAHNYA SALAT TARAWIH DAN TADARUS AL-QUR’AN

Standar Kompetensi Memahami pelaksanaan salat tarawih dan tadarus al-Qur'an.

Kompetensi Dasar 13.11 Memahami pelaksanaan salat tarawih dan tadarus al-Qur'an. 4.11 Mempraktikkan tata cara salat tarawih dan tadarus al-Qur'an.

Tujuan Pembelajaran

:

Peserta didik dapat : 5.

Menjalankan salat tarawih dan tadarus al-Qur'an pada bulan Ramadan sebagai wujud ketaatan kepada Allah Swt. dan rasul-Nya.

6.

Menunjukkan sikap tekun sebagai implementasi dari pemahaman pelaksanaan salat tarawih dan tadarus al-Qur'an.

7.

Memahami pelaksanaan salat tarawih dan tadarus al-Qur'an.

8.

Mempraktikkan tatacara salat tarawih dan tadarus al-Qur'an.

21

BAB VI RASUL ALLAH IDOLAKU

A. Rasul dan Nabi Kita Mengidolakan rasul artinya mencintai rasul. Siapa yang mencintai rasul akan bersamanya di dalam surga nanti. Aamiin Para rasul adalah laki-laki pilihan Allah Swt. Mereka wajib kita ketahui dan imani. Salah satu rukun iman adalah beriman kepada rasul. Seorang muslim wajib membenarkan semua rasul dengan sifat-sifat, kelebihan dan keistimewaan masing-masing. Para rasul berkewajiban menyampaikan risalah dan wahyu yang diterimanya itu kepada manusia. Salah satu dari rasul Allah Swt. adalah Muhammad saw. Ia adalah teladan utama uswatun hasanah bagi manusia. Renungkanlah firman Allah Swt. berikut ini.

Artinya

: Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyakmengingat Allah. (Q.S.al-Azzab/33: 21) Mari kita ikuti kisah teladan para Rasul berikut ini.

1. Kisah Teladan Nabi Dāūd a.s. Nabi Dāūd a.s. adalah salah seorang nabi dari Bani Israil, yaitu dari Sibith Yahuda. Ia merupakan keturunan ke-13 dari Nabi Ibrāhim a.s.. Nabi Dāūd a.s. hidup pada masa Raja °ālūt yang beriman dan Raja Jālūt yang kafir. Ketika itu terjadi peperangan antara tentara °ālūt dan tentara Jālūt . Tentara Talut dapat mengalahkan Jalut serta bala tentaranya dengan izin Allah Swt., dan Nabi Daud a.s. adalah salah seorang bala tentara Talut yang dapat membunuh raja Jalut. Suatu ketika, sesudah Tālūt wafat, Nabi Dāwūd a.s. diangkat menjadi raja, Allah Swt. memberikan kerajaan dan ilmu pengetahuan kepada Nabi Dāūd a.s. Kemudian Allah Swt. mengangkatnya menjadi rasul dan memberikan karunia yang agung, yaitu kitab Zabur. Lihat dan bacalah firman Allah Swt. berikut ini.

22

Artinya: Dan Tuhan-mu lebih mengetahui siapa yang (ada) di langit dan di bumi. dan Sesungguhnya telah Kami lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian (yang lain), dan Kami berikan Zabur kepada Dāūd. (Q.S. alIsra'/17: 55) Kitab Zabur adalah mu’jizāt bagi Nabi Dāūd a.s. Selain Zabur, keistimewaan Nabi Dāūd a.s. lainnya adalah setiap pagi dan senja gunung-gunung bertasbih mengikuti tasbih Nabi Dāūd a.s. Ia juga memahami bahasa burung-burung. Binatang juga mengikuti tasbih Nabi Dāūd a.s. Selain itu, kerajaannya yang kuat belum pernah sekalipun dapat terkalahkan. Sebaliknya, Nabi Dāūd a.s. selalu mendapat kemenangan dari semua lawannya. Ia menduduki takhta kerajaan selama 40 tahun Di antara mu’jizāt Nabi Dāūd a.s. adalah dapat melunakkan besi seperti lilin, kemudian ia dapat mengubah-ubah bentuk besi itu tanpa memerlukan api atau peralatan apa pun. Dari besi itu, ia dapat membuat baju besi yang dikukuhkan dengan tenunan dari bulatan- bulatan rantai yang saling menjalin secara berkesinambungan. Jenis baju ini membuat pemakainya lebih bebas bergerak, karena tidak kaku seperti baju besi biasa yang dibuat dari besi lembaran. Tentang mu’jizāt-nya ini disebutkan dalam Surat Saba‘/34: 10-11 dan Surat al-Anbiyâ’/21: 80. Allah Swt. memberi baju besi sebagai mu’jizat kepada Nabi Dāūd guna melindungi prajurit dari serangan musuh Allah Nabi Dāūd a.s. adalah seorang Nabi yang amat taat kepada Allah, mempunyai kekuatan di dalam beribadah terutama salat malam dan berpuasa separuh tahun, yaitu sehari berpuasa dan sehari berbuka, berselang seling, serta banyak beramal salih. Keberaniannya luar biasa, dia tidak melarikan diri ketika bertemu musuh

23

Keistimewaan Nabi Dāwūd a.s lainnya, ia mempunyai suara yang sangat merdu yang tidak ada bandingannya dari dahulu hingga sekarang. Apabila ia bernyanyi melagukan isi kitab Zabur, maka gunung-gunung dan burung-burung ikut bertasbih bersama Nabi Dāūd a.s 2. Kisah Teladan Nabi Sulaimān a.s. Nabi Sulaimān a.s. adalah putra Nabi Dāūd a.s. Setelah Nabi Dāūd a.s. wafat, Nabi Sulaimān a.s. menggantikannya sebagai raja. Mu’jizāt-nya yang paling terkenal adalah diberinya keistimewaan oleh Allah Swt., yaitu dapat memerintah bukan hanya kepada manusia, melainkan juga kepada hewan, angin, dan jin. Nabi Sulaimān a.s dapat menjadikan angin bertiup atas perintahnya ke tempat yang ia kehendaki. Allah Swt. pun menundukkan jin-jin untuk melayani Sulaimān. Di antara mereka ada yang dapat membangun istana dan benteng-benteng, ada yang bertugas menyelam di laut untuk mengeluarkan mutiara dan batubatu mulia. Allah Swt. memberi kekuasaan pada Nabi Sulaimān a.s. atas setan-setan yang kafir sehingga ia mampu mengikat mereka untuk mencegah kejahatannya. Allah Swt. juga memberinya mukjizat berupa kemampuan mengerti bahasa binatang. Meskipun kaya raya dan berkuasa, Nabi Sulaimān a.s. tetap rendah hati, patuh dan tunduk pada perintah Allah Swt. Kisah Nabi Sulaimān a.s. terdapat dalam al-Qur’ān Q.S. an-Naml/27: 15-44. Doa Nabi Sulaimān a.s. selalu dikabulkan Allah Swt., yaitu tidak ada seorang pun yang memiliki kerajaan besar dan kaya raya seperti kerajaannya. 3. Kisah Teladan Nabi Ilyās a.s. Perhatikan dengan cermat dan bacalah dengan baik Q.S. asShaffat/37: 123 berikut ini.

Artinya: Dan sesungguhnya Ilyās benar-benar termasuk salah seorang rasul dari rasul-rasul.(Q.S. as-Shaffat/37: 123) Nabi Ilyās a.s. adalah keturunan keempat dari Nabi Harūn a.s. Ia diutus oleh Allah Swt. kepada kaumnya, Bani Israil, yang menyembah patung berhala bernama Ba’al. Berulang kali Nabi Ilyās a.s. 24

memperingatkan kaumnya, namun mereka tetap durhaka menentang dan bahkan mereka membenci dan hendak membunuh Nabi Ilyās a.s. Agar selamat dari kejaran orang- orang kafir maka Nabi Ilyās a.s. bersembunyi di dalam gua selama sepuluh tahun. Karena kedurhakaan orang-orang kafir itulah Allah Swt. menurunkan musibah kekeringan. Di sana tidak pernah turun hujan selama tiga tahun. Akibatnya banyak tanaman dan binatang ternak yang mati serta banyak pula penduduk mengalami kelaparan karena kekurangan makanan. Setelah musibah terjadi mereka baru tersadar bahwa seruan Nabi Ilyās a.s. itu benar. Setelah kaumnya sadar, Nabi Ilyās a.s. berdoa kepada Allah Swt. agar musibah kekeringan itu dihentikan. Do’a Nabi Ilyās. a.s. didengar dan dikabulkan Allah Swt. Namun setelah musibah itu berhenti, tanaman dan ternak kembali baik, mereka kembali durhaka kepada Allah Swt. Akhirnya kaum Nabi Ilyās a.s. kembali ditimpa musibah yang lebih berat daripada sebelumnya, yaitu gempa bumi yang dahsyat sehingga mereka mati bergelimpangan. Nabi Ilyās a.s. dan orang-orang beriman lainnya selamat, sebab mereka telah pergi lebih dahulu meninggalkan negeri itu. 4. Kisah Teladan Nabi Ilyasā’ a.s. Perhatikan dengan cermat dan bacalah dengan baik Q.S. alAn’am/6: 86 berikut ini :

Artinya : dan Ismail, Ilyasā’, Yunus dan Luth. masing-masing Kami lebihkan derajatnya di atas umat (di masanya). (Q.S. al-An'am/6: 68) Nabi Ilyasā’ a.s adalah keponakan Nabi Ilyās a.s. Ia pernah bersembunyi bersama Nabi Ilyās a.s. di gunung untuk menghindari bala tentara raja Ba’labak. Setelah Nabi Ilyās a.s. meninggal dunia, Ilyasā’ menggantikannya dalam mengurusi kaumnya. Allah Swt. menjadikannya sebagai Nabi setelah Nabi Ilyās a.s. Nabi Ilyasā’ a.s. melanjutkan misi pamannya sampai akhirnya kaum Nabi Ilyasā’ kembali taat kepadanya

25

Selama masa kepemimpinan Nabi Ilyasā’ a.s. kaum Bani Israil hidup rukun, tenteram, makmur, karena berbakti dan bertakwa kepada Allah Swt. Akan tetapi setelah ia wafat, kaumnya (Bani Israil) kembali durhaka kepada ajaran Allah Swt. yang dibawa Nabi Ilyasā’ a.s. Hari demi hari mereka semakin kufur kepada Allah Swt. Pada akhirnya Allah Swt. melenyapkan kenikmatan dan kesenangan hidup kaumnya sehingga jadilah mereka dilanda kesengsaraan. Pada saat-saat seperti itu lahirlah Nabi Yūnus a.s. 5. Kisah Teladan Nabi Muhammad saw. Nabi Muhammad saw. adalah nabi terakhir dari 25 nabi dan rasul, dan tidak ada nabi dan rasul sesudahnya. Nabi Muhammad saw. lahir di kota Mekah al-Mukarramah pada hari Senin, tanggal 12 Rabiul Awwal bertepatan dengan tahun gajah atau 20 April 571 Masehi. Nabi Muhammad saw. lahir sudah dalam keadaan yatim. Abdullah, ayahnya, telah lebih dahulu wafat, sedangkan Nabi Muhammad saw. waktu itu masih dalam kandungan ibunya kira-kira masih berusia 2 bulan. Abdullah bin Abdul Mutalib sebagai ayah tidak meninggalkan harta benda yang banyak yang akan diwarisi putranya. Abdullah hanya meninggalkan beberapa ekor unta saja. Ibu Muhammad bernama Aminah binti Wahab dari kalangan suku Quraisy yang terpandang mulia di masa itu. Nabi Muhammad saw. pada masa bayi diasuh oleh Halimah. Setelah usia lebih kurang 2 tahun, Halimah menyerahkan kembali Muhammad kepada Aminah. Pada masa kanak-kanak, Muhammad kecil selalu diajak pamannya, Abu Talib menggembala kambing. Ia senang dengan pekerjaannya dan sayang pada hewan. Karena itu paman Muhammad sering menyebutnya si cerdas yang lincah dan baik. Pada usia muda, Nabi Muhammad saw. terkenal tabah, sabar, betanggung jawab, pekerja keras. dan sangat jujur, sehingga ia diberi julukan “al-Amin” artinya terpercaya. Pekerjaan yang digelutinya saat itu

26

adalah berdagang ke negeri Syam. Ia membawa berbagai jenis dagangan milik saudagar kaya bernama Khadijah. Karena kejujuran Muhammad, Khadijah jatuh cinta padanya. Khadijah akhirnya menjadi istri Muhammad. Pada usia 40 tahun beliau diangkat menjadi rasul, berdakwah mengajak umat manusia menyembah Allah Swt. dan meninggalkan kemusyrikan yaitu penyembahan terhadap berhala. Nabi Muhammad saw. mempunyai kebiasaan berkhalwat, yaitu mengasingkan diri dari keramaian manusia, merenung mendekatkan diri kepada Allah Swt. Tempat yang digunakannya adalah di Gua Hira, kurang lebih 5 km dari arah timur kota Mekah. Dia lakukan ini pada setiap bulan Ramadan tiba. Pada hari ketujuh belas. dari bulan Rama«an saat itu, Muhammad saw.

mengalamai

peristiwa

yang

sangat

menakjubkan.

Beliau

menceritakan peritiwa itu.“Di saat aku sedang tidur, datanglah malaikat Jibril menghampiriku seraya berkata: ‘Bacalah!”. ‘Aku tidak dapat membaca’, jawabku. ‘Malaikat lalu memelukku hingga aku merasa bahwa kematian sedang menghampiriku. Ia melepaskan diriku lalu berkata lagi, ‘Bacalah! ‘Aku tidak dapat membaca’, jawabku. Ia kembali memelukku lagi hingga aku merasa kematianku tiba. Kemudian ia melepaskan diriku sambil berkata:

‘Aku lalu mengucapkan kata-kata yang dituntunkan Malaikat Jibril itu, hafal seolah-olah tertulis dalam hatiku’. Itulah wahyu pertama yang turun kepada Muhammad saw. (Q.S al-‘Alaq/96: 1 – 5) Dalam menyiarkan agama Allah Swt., Nabi Muhammad saw. tidak pernah takut sekali pun berhadapan dengan berbagai rintangan. Dakwahnya sering dihadang bahkan diancam akan dibunuh. Abu Jahal adalah orang yang paling membencinya. Suatu ketika Nabi Muhammad saw. sedang beribadah, lantas Abu Jahal dan komplotannya datang

27

sengaja mengotorinya dengan najis. Namun Nabi Muhammad saw. hanya berdoa kepada Allah Swt.: “Ya Tuhan kepada Engkau aku menyerahkan kaum Quraisy”. Doa ini dibaca berulang-ulang. Nabi Muhammad saw. selain terkenal jujur dan pemaaf, juga peduli dan mencintai anak yatim. Nabi pernah bersabda: “ Barangsiapa yang merawat dan mengasuh anak yatim dengan sebaik-baiknya, kelak mereka akan masuk surga, dan tempatnya berdekatan dengan nabi. Hal ini diisyaratkan nabi dengan jari telunjuk dengan jari tengahnya yang berdekatan dan tidak terhalang apa pun”. Begitulah cinta nabi Muhammad saw. kepada umatnya, terutama kepada anak yatim. Rasul terakhir adalah nabi Muhammad saw., dialah nabi dan rasul penutup, tidak ada lagi nabi dan rasul setelahnya. Karena Nabi Muhammad saw. sebagai penutup para nabi, maka sering disebut dengan khatamul anbiyā', artinya penutup atau penghabisan para nabi dan rasul.

28

UJI KOMPETENSI

A. Berilah tanda silang (x) huruf a,b,c, atau d sesuai jawaban yang benar ! 1. Iman kepada rasul Allah merupakan rukun iman yang ke . . . . A. Ke 2 B. Ke 3 C. Ke 4 D. Ke 5 2. Rasul Allah merupakan manusia yang uswatun hasanah, yang artinya . . . . A. perilaku kesabaran B. suri teladan yang baik C. rahmat semesta alam D. baik bagi semua 3. Kitab yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Daud adalah . . . . A. Taurat B. Zabur C. Injil D. Al-Qur’an 4. Seorang raja yang dholim diperangi oleh Nabi Daud dan Raja Talut adalah... A. Firaun B. Namrud C. Abrahah D. Jalut 5. Salah satu keistimewaan nabi Daud adalah . . . . A. Memiliki kesabaran yang luar biasa B. setiap pagi gunung-gunung bertasbih mengikuti tasbih nabi Daud C. Memiiki paras yang rupawan D. Bisa membelah lautan 6. Berikut ini merupakan mu’jizat yang dimiliki nabi Daud . . . . A. Menghidupkan orang mati B. berbicara ketika masih bayi C. melunakkan besi seperti lilin D. merubah tongkatnya menjadi besi 7. Dapat mengerti bahasa binatang adalah mukjizat nabi ... a. Musa AS c. Sulaiman AS b. Isa AS d. Daud AS 8. Nabi yang dianugerahi Allah SWT dengan kerajaan yang sangat megah adalah nabi …. a. Ibrahim c. Dzulkifli b. Isa d. Sulaiman

29

9. Penguasa yang diajak nabu Sulaiman AS untuk menyembah Allah SWT adalah ... a. Raja Thalut c. Raja Namrud b. Raja Jalut d. Ratu Balqis 10. Nabi Ilyas AS adalah keturunan nabi ... a. Harun AS c. Musa AS b. Isa AS d. Ibrahim AS 11. Sikap kaum nabi Ilyas AS yang membangkang yaitu ... a. Ingkar kepada Allah SWT b. Taat kepada Allah SWT c. Iman kepada Allah SWT d. Bersyukur kepada Allah SWT 12. Untuk menghindari kejaran kaumnya, Nabi Ilyas a.s bersembunyi di .... a. gua c. pinggir pantai b. lereng d. gunung gurun 13. Nama Tuhan yang disembah oleh kaumnya nabi Ilyas AS adalah ... a. Latta c. Ba’la b. Uzza d. Berhala 14. Ayah nabi Muhammad bernama …. a. Abdul Muthalib b. Abdullah c. Abdul Wahab d. Abu Thalib 15. Nabi yang merupakan penutup para nabi adalah .... a. Nabi Adam b. Nabi Sulaiman c. Nabi Ibrahim d. Nabi Muhammad

30

DAFTAR PUSTAKA

Masrun, Moh, dkk, 2016, Senang Belajar Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas V, Erlangga : Bandung Ismail,Buchori, , Achmad dan Ghozaly, Feisal, 2017, Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas V -- Edisi Revisi Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Anwar, Hindun. 2010. Senangnya Belajar Agama Islam: Ayo Mengenal Allah Lebih Dekat untuk SD Kelas 5. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Widiasarana Indonesia. Departemen Agama Republik Indonesia, 2004, Al Quran dan Terjemahannya, Jakarta : CV Karindo Katsir, Ibnu. 2007. Kisah Para Nabi. Penerjemah: M. Abdul Ghoffar E.M.. Jakarta: Penerbit Buku Islam Rahmatan. Kurikulum 2013. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta.

31