Data Loading...

DESTYADHI TRI WIBOWO_SOLO MAGAZINE_19000016_TG3A Flipbook PDF

DESTYADHI TRI WIBOWO_SOLO MAGAZINE_19000016_TG3A


133 Views
34 Downloads
FLIP PDF 11.17MB

DOWNLOAD FLIP

REPORT DMCA

SOLO SPIRIT OF JAVA

MAGAZINE

Solo Magazine 1

Solo Magazine 2

Solo Magazine 3

SOLO SPIRIT OF JAVA

Solo Magazine ini di buat dengan sepenuh hati dan di buat dengan sistem dadakan, dan mengandalkan berbagai macam referensi yang di temukan di berbagai macam web, sistem pengambilan foto dengan mengandalkan pinterst dan google. semoga majalah ini dapat menginpirasi dan dapat sebagai referensi wisata di kala liburan.

CONTENT

7

GREETINGS

8

12

18

MAGAZINE

Redaksional Redaksi Penerbit

O L O

S

Dadang Kosasih

Penanggung Jawab

SP

Mamat Kesbor

IR

IT

OF

VA JA

Pemimpin Redaksi Sabeni kusnandar

Redaktur Pelaksana Sa’at kumarudin

Pimpinan Kreatif Jarjid Sinaga

Divisi Kreatif Hen Made

Penulis

Destyadhi Tri Wibowo

at h i l e ota k M n a ah d n i e K a m a s r e n i be z a ag M o l So Scan di sini untuk mendownload e-magazine

solo spirit of java magazine

Editor

Destyadhi Tri Wibowo

Foto Grafi

Jeniper Komarudin

Desain Grafis Dadang Racing

Solo Magazine 4

Informasi Pemasnagan iklan : [email protected]

MA

GA

ZIN

E

8

20 Brambang Asem khas Solo 22 Sosis Solo

Highlight

8 menelisik cultur kota Solo 12 Pasar tradisional & makanan khas kota Solo 14 Pasar Klewer sang ikon kota

26 Kraton kasunanan 14 Pasar Gede sang Surakarta ikon jajanan 18 Makanan khas Solo 19 Timlo khas Solo

Solo Magazine 5

26

35

GREETINGS Kami menyambut anda dengan hangan dengan menikmati destinasi wisata di kota surakarta dengan penuh senang gembira, dengan adanya majalah ini semoga dapat mempermuda para pembaca, untuk melihat berbagai macam destinasi. destinasi di solo sendiri amat sangat banyak dan kami menampilkan beberapa tempat yang instagrameble bagi para kaum milenial.

Destyadhi Tri Wibowo Direktur komersial PT.SOLO MAGAZINE

“Jangan kuatir tentang hari esok, karena segala yang terbaik sudah tuhan siapkan bagimu”

28 Abdi Dalem sang pelayan setia 30 Tarian sakral Kraton

majalah ini berisi berbagai macam destinasi wisata, kuliner,budaya, dan beberapa promo menarik dari majalah ini saya sebagai direktur utama dari solo magazine berharap dari majalah yang kami terbitkan dapat menginspirasi para pembaca dan menarik wisatawan internasional ataupun manca negara untuk berkunjung ke kota kami. selain makanan yang enak dan banyak tempat wisatanya, kota solo juga memiliki kebudayaan yang cukup di kenal yaitu budaya ramah tamah dan sopan santun

Mari ke-

Kota Solo

35 Wisata Aesthetic 36 Tawang Mangu air terjun abadi 38 Bukit Mongkrang nan indah 38 De Tjolomadoe yang megah

Solo Magazine 6

42 Candi di atas awan 44 The Heritage Palace Solo Magazine 7

HIGHLIGHT Sulitnya lapangan kerja di daerah serta adanya keinginan untuk memperbaiki n a s i b, b e b e r ap a p e mu d a merantau ke daerah Solo. Di Solo, beberapa di antaranya bekerja pada sebuh industri kerajinan yang memproduksi mainan dan anyaman. S e t i ap w a r g a y a n g lebih dahulu merantau, dalam periode waktu tertentu selalu memb awa at au mengaj a k pemuda dusun yang lain ikut merantau. Seiring perkembangan produk kerajinan dan pangsa pasar yang semakin membaik, pada kurun waktu antara tahun 1990-an hingga 2000-an terjadi urbanisasi pemuda asal Hargosari dalam jumlah besar.

Menelisik Cultur

Kota Solo Solo Magazine 8

produk yang dihasilkan cukup banyak, berupa aneka macam keranjang berbagai ukuran dan kegunaan. Sementara untuk produk kursi rotan berbagai model ia masih tangani sendiri. Produk-produk yang dikerjakan merupakan pesanan dari 5 toko atau perusahaan pemasar baik di wilayah Solo dan Yogyakarta.

Solo Magazine 9

Solo Magazine 10

Solo Magazine 11

TENTANG

PASAR TRADISIONAL & MAKANAN KHAS SOLO Solo Magazine 12

Solo Magazine 13

Pada zaman pendudukan Jepang di Indonesia, kawasan di Pasar Klewer merupakan tempat pemberhentian kereta api yang digunakan sebagai tempat berjualan para pedagang pribumi. Oleh karena digunakan sebagai tempat berjualan, kawasan tersebut terkenal dengan sebutan Pasar Slompretan. Kata slompretan diambil dari suara kereta api ketika akan berangkat yang mirip dengan tiupan terompet (slompret). Pasar Slompretan ini merupakan tempat para pedagang kecil yang menawarkan barang dagangan berupa kain batik yang diletakkan dipundaknya sehingga tampak menjuntai

Ragam batik

Pasar Klewer menyediakan berbagai m a c am j e n i s k ai n d an pakaian mulai dari pakaian anak-anak, dewasa, orang tua, pakaian resmi, pakaian sekolah, pakaian kemeja wanita dan pakaian santai. Selain itu, terdapat kaos, jaket, dasi, kain bahan katun hingga sutra.Namun, yang menonjol di Pasar klewer adalah adanya berbagai macam jenis batik. Di antaranya batik tulis solo, batik cap, batik antik keraton, batik pantai keraton solo dan batik putri solo. Selain itu, ada berbagai jenis batik

Solo Magazine 14

tidak beraturan atau berkleweran jika dilihat dari kejauhan. Dari barang dagangan kain batik yang berkleweran itu, pasar ini terkenal dengan nama Pasar Klewer. Pedagang di Pasar Klewer pada awalnya adalah para pedagang yang berjualan di daerah Banjarsari dan Supit Urang. Pasar Klewer mulai b erkembang pada t ahun 1 9 4 2 - 1945 d an s ema k in b e r k e m b a n g hingga tahun 1968. Kemudian d i b a n g u n l a h bangunan pasar bertingkat permanen pada 9 Juni 1970 untu k menampung p ara pedagang yang diresmikan oleh Presiden Soeharto.

PASAR

KLEWER

dari Yogyakarta, Pekalongan, Banyumas, Madura, Betawi dan kota-kota lainnya. Di pasar ini juga tersedia kain batik untuk baju, seprai, sarung bantal dan aksesori-aksesori bermotif batik.

Solo Magazine 15

PASAR

GEDE

Pada zaman kolonial Belanda, Pasar Gede mulanya merupakan sebuah pasar kecil yang didirikan di area seluas 10.421 hektare, berlokasi di persimpangan jalan dari kantor gubernur yang sekarang berubah fungsi menjadi Balaikota Surakarta. Bangunan ini dirancang oleh seorang arsitek Belanda bernama Ir. Thomas Karsten. Bangunan pasar selesai pembangunannya pada tahun 1930 dan diberi nama Pasar Gedhé Hardjanagara. Pa s a r i n i d i b e r i n a m a pasar gedhé atau “pasar besar” karena terdiri dari atap yang besar. Seiring dengan perkembangan masa, pasar ini menjadi pasar terbesar dan termegah di Surakarta. Pasar gede terdiri dari dua bangunan yang terpisahkan jalan yang sekarang disebut sebagai Jalan Sudirman. Masing-masing dari kedua bangunan ini terdiri dari dua lantai. Pintu gerbang di

Solo Magazine 16

bangunan utama terlihat s e p e r t i at ap s i ng g a s an a yang kemudian diberi nama Pasar Gedhé dalam bahasa Jawa.

Solo Magazine 17

TIMLO SOLO Selama ini, orang mudah tergelincir menganggap kimlo sama dengan timlo. Kimlo merupakan nama jenis hidangan berkuah yang berasal dari Cina. Masakan tersebut di area Jawa Timur dan Jawa Tengah berkembang menjadi sup dan beredar di kawasan Pecinan. Soal penamaan, hanya mengganti huruf K dengan huruf T. Kemudian, bukan bahan daging babi yang dipakai, melainkan telur dan jeroan ayam yang populer sebagai bahan utama masakan orang Jawa. Diberi pula sosis agar makin nikmat. Berkat terobosan ini, terjaringlah konsumen yang lebih luas dan warga beragama Islam bisa menyantapnya

Makan timlo di Solo adalah keharusan. Untuk mendapatkan yang terbaik, silakan berkunjung ke Warung Timlo Solo Sastro di wilayah Pasar Gede. Kuliner soto dengan citarasa sup ini menawarkan kesegaran dalam setiap suapan. Untuk mendapatkan kesan mendalam, materi soto di dalamnya harus kamu cicipi, seperti mie soun, suwiran ayam, potongan sosis Solo, wortel dan irisan telur masak kecap. Tambahkan irisan hati ayam dan telur dadar untuk melengkapi hidangan sebelum kemudian disiram kuah kaldu panas yang menyegarkan. Dengan ditambah bawang goreng sebagai penambah rasa, timlo Solo bakal memuaskan nafsu makan kamu. Wa r u n g Timlo Solo Sastro L o k a s i : Ja l a n K ap t e n Mu l y a d i No. 8 , Sudiroprajan, Jebres, Sudiroprajan, Je bre s , Kot a Su r a k ar t a , Jaw a Te n g a h Harga: Mulai dari 7,000 IDR per porsi untuk paket hemat hingga 18,000 IDR untuk paket lengkap

Solo Magazine 18

Solo Magazine 19

BRAMBANG ASEM

Ingin merasakan makanan khas Solo tempoe doeloe, silakan mencicipi Brambang Asem. Seperti namanya, Brambang Asem merupakan makanan yang terbuat dari daun ubi jalar yang direbus, beraroma bawang merah dengan rasa pedas, yang bisa disantap dengan tempe gembus, tempe yang terbuat dari ampas tahu. Brambang Asem bukan merupakan hidangan utama, melainkan camilan untuk menikmati hari.

Brambang asem, hidangan s e d e r h a n a y a n g m i r ip d e n g a n p e c e l . Jika pecel menggunakan daun singkong dan daun pepaya sebagai bahan utama, brambang asem menggunakan daun ubi jalar atau jeglor yang disajikan dengan tempe gembus, tempe yang terbuat dari ampas tahu. Jeglor dan tempe gembus kemudian disiram dengan sambal brambang asem yang terdiri dari cabe rawit, gula jawa, asam jawa, daun jeruk dan bawang merah (brambang) yang dibakar. Sambal merupakan elemen penting dalam hidangan ini. Di Pasar Gede Solo, brambang asem biasanya disajikan dengan alas daun pincuk. Untuk menikmati kuliner satu ini, Anda hanya perlu mengeluarkan kocek Rp 5.000 saja. Konon, hidangan ini adalah makanan warga kelas bawah, terlihat dari komponennya yang sangat sederhana dengan harga ekonomis. Lama kelamaan, hidangan ini pun disukai oleh banyak orang, bahkan dikenal sebagai salah satu hidangan legendaris asal Solo.

Tidak ada salahnya mencoba hidangan yang cukup istimewa ini dari Yu Sum (Pasar Gede) kala berkunjung ke Solo. Yu Sum (Pasar Gede)

Pasar Gede Hardjonagoro, Jl. Jend. Urip Sumoharjo, Sudiroprajan, Je bre s , Kot a Su r a k ar t a , Jaw a Te n g a h Harga: Mulai dari 5,000 IDR per porsi

Namun, saat ini sulit menemukan penjual brambang asem. Bahkan di Pasar Gede, yang merupakan “markas” kuliner tradisional khas Solo, hanya ada beberapa warung saja yang masih menjual sajian ini.

Solo Magazine 20

Solo Magazine 21

SOSIS SOLO Hidangan ini lahir karena dulunya seni dapur Jawa tidak memiliki makanan yang disebut bangsa kolonial sebagai sosis. Sosis milik orang Eropa terbuat dari adonan daging giling yang dicampur susu. Unsur budaya kuliner Belanda sangat kental di Solo saat masa penjajahan. Sebab Solo atau Kota Surakarta adalah sasaran petinggi Belanda untuk menjalin hubungan baik dengan raja-raja di Mataram Kuno. Saat itu masyarakat Solo tidak biasa mengonsumsi susu. Akhir dibuatlah sosis versi Solo dengan bumbu merica, bawang putih, dan pala. jika sosis orang Eropa umumnya disantap sebagai lauk saat memakan roti, tetapi sosis solo dikonsumsi sebagai camilan.

Solo Magazine 22

Mirip sekali dengan risol atau dadar gulung goreng atau kukus. Sosis solo adalah jajanan pasar yang terbuat dari daging sapi atau ayam yang digiling lalu dibungkus dengan kulit dadar. Kuliner Solo ini merupakan adaptasi dari sosis yang dibawa oleh Belanda di zaman penjajahan. Yang unik adalah akibat adaptasi terhadap harga daging, sekarang kita bisa menemukan sosis solo yang berbahan dasar tahu.

Sosis Solo Ibu Cicik yang ada di Jl. Manunggal 1, No. 06, Kadipiro, Banjarsari, Kota Surakarta boleh jadi salah satu sosis solo yang enak. Pada dasarnya kalian tetap bisa menemukan jajanan ini h a m p i d i b a ny a k s u d u k k o t a k o k . harga sosis solo di bandrol per pi c s ny a y aitu Rp. 1 0 0 0 p e r p otong ny a

Solo Magazine 23

Solo Magazine 24

Solo Magazine 25

KERATON SOLO TENTANG

Solo Magazine 26

Solo Magazine 27

ABDI DALELM Abdi dalem merupakan orang yang mengabdikan dirinya kepada keraton dan raja dengan segala aturan yang ada. Abdi dalem berasal dari kata abdi yang merupakan kata dasar dari “mengabdi” dan dalem atau ndalem yang bisa diartikan sebagai kata gant i untu k p enyebut an “s u n a n / s u l t a n ( r a j a ) ”. Ab d i d a l e m t i d a k mengenal hari libur. Adapun abdi dalem sendiri terbagi menjadi dua, yaitu Abdi Dalem Kaprajan dan Abdi Dalem Punakawan. Abdi Dalem Kaprajan memiliki derajat atau kasta lebih tinggi dibandingkan dengan Abdi Dalem Punakawan. Namun, jumlah dari Abdi Dalem Kaprajan tidak lebih banyak dibandingkan dengan Abdi Dalem Punakawan y ang me nc ap ai r atus an .

gaji karena mereka sudah mendapatkan uang pensiun, s e d an g k an Ab d i D a l e m Punakawan mendapatkan gaji meskipun jumlahnya sedikit. Abdi Dalem Kaprajan bisa berasal dari pegawai negeri sipil yang aktif. Hal inilah yang menyebabkan gelar dari Abdi Dalem Kaprajan disesuaikan dengan golongan atau pangkat mereka s eb agai p egawai negeri sipil. Masyarakat yang ingin menjadi Abdi Dalem Kaprajan harus mengajukan diri secara sukarela kepada pihak keraton. Keraton lantas melakukan seleksi kepada mereka. Apabila memenuhi semua persyaratan, pihak yang bersangkutan akan memperoleh kekancingan (surat keputusan) yang diberikan secara massal melalui upacara tertentu.

Tugas Abdi Dalem Kaprajan dan Abdi Dalem Punakawan tetaplah sama, y aitu m e n g a b d i ke p a d a pihak keraton, tetapi yang m e m b e d a k a n d i a nt a r a keduanya adalah pemberian gaji dari pihak keraton. Abdi Dalem Kaprajan tidak mendapatkan

Solo Magazine 28

Solo Magazine 29

TARI KERATON Tari bedaya ketawang. Ada b eb erap a legenda yang mengungkapkan pembentukan tarian ini. Suatu ketika, Sultan Agung Hanyakrakusuma yang m e m e r i nt a h Ke s u l t a n a n Mataram dari tahun 16131645, sedang melakukan laku ritual semadi. Konon, dalam keheningan sang raja mendengar suara tetembangan (senandung) dari arah tawang atau langit. Sultan Agung merasa terkesima dengan senandung tersebut. Begitu selesai bertapa, Sultan Agung memanggil empat orang pengiringnya yaitu Panembahan Purbaya, Kyai Panjang Mas, Pangeran Karang Gayam II, dan Tumenggung Alap-Alap. Sultan Agung m e ng ut ar a k an ke s a k s i an batinnya pada mereka. Karena terilhami oleh pengalaman gaib yang ia alami, Sultan Agung sendiri menciptakan sebuah tarian yang kemudian diberi nama Bedhaya Ketawang. Menurut versi yang lain, dikisahkan pula bahwa dalam pertapaannya, Panembahan Senapati bertemu dan bercinta dengan Ratu Kencanasari

Solo Magazine 30

at au yang di kena l juga dengan sebutan Kangjeng Ratu Kidul yang kemudian menjadi cikal bakal tarian ini. S e t e l a h Pe r j a nj i a n Giyanti pada tahun 1755, Pakubuwana III bersama Hamengkubuwana I melakukan pembagian harta warisan Kesultanan Mataram, yang s e b ag i an m e nj a d i m i l i k Kasunanan Surakarta dan sebagian lainnya menjadi milik Kesultanan Yogyakarta. Pada akhirnya Tari Bedhaya Ketawang menjadi milik istana Surakarta, dan dalam perkembangannya sampai sekarang ini Tari Bedhaya Ketawang masih tetap dipertunjukkan saat penobatan dan upacara peringatan kenaikan tak hta Sunan Surakar ta.

Solo Magazine 31

Solo Magazine 32

Solo Magazine 33

TENTANG

WISATA SOLO Solo Magazine 34

Solo Magazine 35

TAWANG MANGU Tawangmangu berada pada daerah pegunungan yang subur dan dikelilingi oleh hutan dan perbukitan. Namun, kota kecil ini telah terkenal hingga ke mancanegara karena kawasan ini merupakan objek pariwisata yang cocok untuk dijadikan pilihan saat berlibur maupun berwisata. Selain udaranya yang sejuk, keindahan alam di sekitarnya tidak kalah menarik dengan kawasan lain di indonesia. Terlebih lagi, daerah ini terkenal dengan produksi pertanian penghasil sayur mayur selain dari keberadaan objek wisata Air Terjun Grojokan Sewu. Tawangmangu telah menjadi pilihan bagi orang-orang perkotaan untuk membangun vilavila, maupun berinvestasi dengan mendirikan hotel-hotel dan penginapan.

Solo Magazine 36

baru Selain pembangunan jalan, pemerintah juga telah melakukan perombakan total Pasar Tawangmangu yang tadinya berupa pasar tradisional yang kumuh, kini telah berupa bangunan megah pasar wisata. Dengan rehabilitasi pasar ini, para wisatawan yang datang ke Tawangmangu dapat dengan mudah dan leluasa untuk berbelanja segala macam jenis oleh-oleh, maupun hasil bumi dengan lebih nyaman.

Ada beberapa lokasi yang sering menjadi lokasi tujuan wisatawan domestik maupun mancanegara, baik yang ada di Kecamatan Tawangmangu sendiri maupun daerah lain di sekitarnya yang dekat dapat Untuk mendukung kemudahan diakses dari Tawangmangu dalam mengakses daerah ini, Ada 2 jenis tiket masuk di pemerintah telah mengusahakan perbaikan jalur transportasi dengan Grojongan Sewu. Yang pertama melakukan perawatan jalan dan untuk wisatawan domestik pembangunan jalan baru lintas Rp20.000/orang dan wisatawan provinsi dari Tawangmangu sendiri a s i n g R p 1 1 0 . 0 0 0 / o r a n g . yang berada di Jawa Tengah ke arah Kawasan wisata ini bisa Magetan Jawa Timur. Sampai dengan dikunjungi setiap hari. Buka saat ini, proses pembangunan jalan dari pagi sampai sore hari. – 17.00 WIB masih terus berlangsung melewati 0 7 . 0 0 perbukitan dan melintas di tengahtengah lahan pertanian yang asri dengan pemandangan elok di kiri dan kanan sepanjang jalan

selain wisata air terjun di tawangmangu juga menawarkan berbagai wahana lain yaitu di antaranya adalah Wisata Konser vasi Hutan, Interaksi Langsung Dengan Monyet Liar, Berkuda di Taman Wisata Grojongan Sewu, Wahana Outbound di Taman Wisata Grojongan Sewu, dan lain sebagainya.

Solo Magazine 37

BUKIT MONGKRANG Bu kit Mong krang s angat cocok untuk pendaki pemula. Bukit ini ada di sebelah selatan Gunung Lawu, tepatnya di Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu. Bukit ini juga menyuguhkan pemandangan indah, sehingga sangat cocok dijadikan spot foto menarik, terdapat hamparan padang ilalang yang diburu untuk mengambil foto. Berniat untuk b erkemah s etelah lelah menaki, pengunjung bisa mendirikan tenda, menikmati kesejukkan udara dan matahari terbit yang cantik di pagi hari. Rute menuju pos pendakian Bukit Mong krang Menuju Bukit Mongkrang tidaklah sulit. Lokasinya juga tidak terlalu jauh dari jalan utama Karanganyar-Magetan via Cemara Sewu. Jika membawa kendaraan, maka waktu tempuhnya adalah 5-10 menit dari Basecamp Pendakian Cemara Kandang dan Cemara Sewu. Menurut Google

Solo Magazine 38

Maps pada Selasa (09/07/2019), area parkir kendaraan pengunjung yang akan mendaki Bukit Mongkrang adalah di Lapangan Tlogo Dlingo Karanganyar. Semua kendaraan, mulai dari sepeda motor hingga mobil bisa diparkir di sini. Harga tiket masuk pendakian Bukit Mongkrang Selain cocok untuk pemula, harga tiket masuk Bukit Mongkrang juga cukup terjangkau. Pendaki hanya perlu membayar Rp 10.000. Pembayaran dilakukan dua kali, Rp 5.000 di area parkir dan Rp 5.000 lagi di pos retribusi. Biaya sebesar Rp 10.000 itu dibagi menjadi dua. Sebanyak Rp 5.000 untuk biaya parkir yang masuk ke kas Karang Taruna setempat. Sementara Rp 5.000 lainnya ditujukan untuk pengelolaan. Sementara jika ingin berkemah, maka tarifnya adalah Rp 7.500 + Rp 5.000. Tentu harga yang harus dibayarkan tersebut tidak terlalu berat bagi kantong. Lebih baik siapkan uang pas jika hendak mendaki Bukit Mongkrang.

Solo Magazine 39

DE TJOLO MADOE Pabrik Gula (PG) Colomadu di Kabupaten Karangnyar, Jawa Tengah, sudah berhenti beroperasi sejak 21 tahun lalu. Kini, pabrik gula yang pernah menjadi simbol kedigdayaan industri gula Nusantara ini berubah menjadi area wisata kekinian dengan nama De Tjomoladoe. Pabrik ini didirikian pada1861 oleh Mangkunegara IV. Pabrik tersebut sempat menjadi pabrik gula terbesar di Asia, saat era pemerintahan Mangkunegara VII pada 1928.Pada tahun itu pula pabrik yang terletak di Colomadu tersebut memperluas lahan dan merombak arsitektur pabrik. Tapi pada tahun 1998, pabrik gula termasyhur itu berhenti operasi dan tutup.

Harga tiket masuk De Tjolomadoe dibanderol Rp 35.000 per orang. Dengan membayar tiket masuk tersebut, pengunjung bisa menikmati koleksi dan belajar proses pembuatan tebu menjadi gula yang ada di Museum De Tjolomadoe. De Tjolomadoe memberlakukan jam operasional sebagai berikut: Selasa - Kamis, buka pukul 11.00-18.00 WIB. Jumat- Minggu, buka pukul 11.00-20.00 WIB. Khusus Senin, ditutup

Semenjak saat itu pabrik gula itu tak difungsikan. Bangunan ini dibiarkan terbengkalai.Mesin-mesin pabrik gula berukuran besar yang pernah menjadi simbol industrialisasi pada zaman itu hanya menjadi benda mati. Pun dengan cerobong asap yang menjulang ke atas.

Solo Magazine 40

Solo Magazine 41

CANDI CETHO Ketika ditemukan keadaan candi ini merupakan reruntuhan batu pada 14 teras/punden bertingkat, memanjang dari barat (paling rendah) ke timur, meskipun pada saat ini tinggal 13 teras, dan pemugaran dilakukan pada sembilan teras saja. Strukturnya yang berteras-teras (“punden berundak”) memunculkan dugaan akan sinkretisme kultur asli nusantara dengan Hinduisme. Dugaan ini diperkuat oleh aspek ikonografi. Bentuk tubuh manusia pada relief-relief menyerupai wayang kulit, dengan wajah tampak samping tetapi tubuh cenderung tampak depan. Penggambaran serupa, yang menunjukkan ciri periode sejarah Hindu-Buddha akhir, ditemukan di Candi Sukuh.

Candi Ceto (ejaan bahasa Jawa latin: cethå) merupakan candi bercorak agama Hindu yang diduga kuat dibangun pada masa-masa akhir era Majapahit (abad ke-15 Masehi). Lokasi candi berada di lereng Gunung Lawu pada ketinggian 1496 m di atas permukaan laut, dan secara administratif berada di Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar.

Pemugaran pada akhir 1970-an yang dilakukan sepihak oleh Sudjono Humardani, asisten pribadi Suharto (presiden kedua Indonesia) mengubah banyak struktur asli candi, meskipun konsep punden berundak tetap dipertahankan. Pemugaran ini banyak dikritik oleh para pakar arkeologi, mengingat bahwa pemugaran situs purbakala tidak dapat dilakukan tanpa studi yang mendalam. Beberapa objek baru hasil pemugaran yang dianggap tidak original adalah gapura megah di bagian depan kompleks, bangunan-bangunan dari kayu tempat pertapaan, patung-patung yang dinisbatkan sebagai Sabdapalon, Nayagenggong, Brawijaya V, serta phallus, dan bangunan kubus pada bagian puncak punden.

Wisatawan yang hendak masuk ke obyek wisata Candi Cetho diharuskan membayar tiket masuk terlebih dahu Melalui akun Instagram @ candi.cetho, harga tiket masuk Candi Cetho per 1 Januari 2020 mengalami kenaikan sebagai berikut: Wi s at aw an d om e st i k : Rp 1 0 . 0 0 0 Wisatawan mancanegara : Rp 30.000 Candi Cetho buka setiap hari dengan jam operasional mulai pukul 09.00-15.00 WIB.

Kompleks candi digunakan oleh penduduk setempat dan juga peziarah yang beragama Hindu sebagai tempat pemujaan. Candi ini juga merupakan tempat pertapaan bagi kalangan penganut kepercayaan asli Jawa/Kejawen.

Selanjutnya, Bupati Karanganyar periode 2003-2008, Rina Iriani, dengan alasan untuk menyemarakkan gairah keberagamaan di sekitar candi, menempatkan arca Dewi Saraswati, sumbangan dari Kabupaten Gianyar, pada bagian timur kompleks candi, pada punden lebih tinggi daripada bangunan kubus.

Solo Magazine 42

Solo Magazine 43

THE HERITAGE PALACE The Heritage Palace yang terletak di Honggobayan, Pabelan, Kartasura Sukoharjo. The Heritage Palace merupakan kawasan wisata sejarah bekas pabrik gula milik Belanda. B angunannya inst ageni k d an menj adi incaran traveler milenial berburu foto unik.

Untuk menikmati keindahan dan spot foto Instagramable di The Heritage Palace traveler wajib membeli tiket terlebih dahulu. Tiket masuk The Heritage Palace ini terbagi menjadi 3 kategori yakni tiket gate, tiket terusan, dan tambahan tiket indoor.

Sebelumnya, The Heritage Palace merupakan bekas pabrik gula Gembongan Kartasura Sukoharjo yang didirikan Belanda pada 1892. Kemudian direvitalisasi menjadi museum angkut yang keren.

-Tiket Gate (outdor) dibanderol dengan tarif sebesar Rp 25.000 berlaku setiap hari. Dengan membeli tiket ini, traveler bisa menikmati pemandangan Gedung Anno 1920 dan taman di The Heritage Palace.

Selain tempat nongkrong, di museum angkut ini juga terdapat berbagai macam mobil antik yang bisa menjadi spot untuk berswafoto. Menariknya, Museum Angkut ini memiliki background bangunan tua yang instagramable. Sejak dibuka pada 9 Juni 2018, kawasan ini menjadi objek wisata alternatif untuk wisatawan. Kartasura sendiri merupakan kecamatan yang masuk dalam wilayah Kabupaten Sukoharjo. Di sini terdapat museum 3D Trick Art & Omah Kwalik, Museum Transportasi, Museum Industri, Garden Retro Paradise, Convention Hall, Kids Town & Food Street.

-Tiket Ter usan (indo or dan outdo or) Tiket terusan dibanderol dengan tarif mulai Rp 55.000 per orang untuk weekdays (Senin-Jumat). Sedangkan untuk weekend (Sabtu-Minggu & libur nasional), tiket terusan dibanderol deng an harg a Rp 5 6 .0 0 0 p e r or ang . Dengan tiket terusan ini, traveler dapat menimmati beberapa destinasi yang ada di The Heritage Palace. Mulai dari Gedung Anno 1920, taman, Museum Transportasi, Museum 3D, hingga Omah Kwalik.

The Heritage Palace buka setiap hari mulai pukul 09.00 - 18.00 WIB. Perlu diketahui, pembelian tiket masuk dapat dilayani maksimal pada pukul 17.00 WIB.

Solo Magazine 44

Solo Magazine 45

12 MEI 2020

Solo Magazine 46

Solo Magazine 47