Data Loading...

E-MODUL AZYAN F.F Flipbook PDF

E-MODUL AZYAN F.F


124 Views
45 Downloads
FLIP PDF 1.86MB

DOWNLOAD FLIP

REPORT DMCA

i

ii

Daftar isi

Daftar isi ............................................................................................................................. iii Kata pengantar....................................................................................................................iv BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................................... 1 A.

DESKRIPSI E-MODUL .............................................................................................. 1

A.

PETUNJUK PENGGUNAAN E-MODUL ...................................................................... 1

B.

Kompetensi Dasar ................................................................................................... 2

C.

Indikator .................................................................................................................. 2

D.

Tujuan Pembelajaran .............................................................................................. 2

BAB II SUSTAINABILITY ........................................................................................................ 3 BAB III MATERI .................................................................................................................... 7 A.

Pengertian Pertumbuhan dan perkembangan ....................................................... 7

1.

Pertumbuhan .......................................................................................................... 7

B.

Jenis-Jenis Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman. ..................................... 11

C.

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan tanaman 16

Uji kompetensi .................................................................................................................. 28 Lembar Kegiatan Siswa ..................................................................................................... 33 Daftar pustaka................................................................................................................... 40

iii

Kata pengantar

Assalamualaikum, wr.wb Puji syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa melimpahkan Rahmad dan Karunia-Nya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan e-modul “pertumbuhan dan perkembangan tanaman” sebagai salah satu syarat kelengkapan dalam pembuatan tugas akhir. Modul ini merupakan buku yang dibuat berdasarkan penelitian dari penyusun yang berjudul “pertumbuhan dan perkembangan tanaman bermuatan sustainability” sehingga hasil penelitian yang berupa skripsi POC urine kelinci untuk pertumbuhan tanaman pakcoy pada sistem hidroponik di desa Kayen sebagai dasar penyusunan e-modul untuk memudahkan peserta didik untuk memahami materi pertumbuhan dan perkembangan. Tentunya e-modul ini masih banyak memiliki kekurangan sehingga kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan demi bisa menjadi lebih baik lagi. Wassalamualaikum, wr.wb

Semarang,

November 2020

Penyusun

iv

BAB I PENDAHULUAN

A. DESKRIPSI E-MODUL E-Modul materi pertumbuhan dan perkembangan bermuatan sustainability ini disusun dengan harapan dapat memberikan penjelasan materi pertumbuhan dan perkembangan tanaman, tahapan perkembangan tanaman, perbedaan jenis pertumbuhan

primer

dan

skunder,

faktor-faktor

yang

mempengaruhi

pertumbuhan danperkembangan tanamanyang bermuatan sustainability dan dibutuhkan siswa SMA/MA kelas XII semester 1. E-Modul ini dapat digunakan secara mandiri atau bersama dengan guru yang memberikan penjelasan materi. Tujuan penyusunan e-modul ini adalah dapat memfasilitasi peserta didik dalam memahami materi ertumbuhan dan perkembangan tanaman, tahapan perkembangan tanaman, perbedaan jenis pertumbuhan primer dan skunder, faktor-faktor

yang

mempengaruhi

pertumbuhan

dan

perkembangan

tanamanyang bermuatan sustainability. Selain itu diharapkan, dengan menggunakan e-modul ini peserta didik dapat belajar mandiri dengan kecepatan belajar masing-masing karena pada dasarnya penggunaan e-modul dalam pembelajaran menggunakan sistem secara individual, sehingga peserta didik dapat melakukan pembelajaran tanpa tergantung dengan penjelasan dari pendidik. A. PETUNJUK PENGGUNAAN E-MODUL Untuk mempelajari e-modul ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh peserta didik, yaitu sebagai berikut: 1. Untuk mempelajari e-modul ini haruslah berurutan, karena materi sebelumnya menjadi prasyarat untuk mempelajari materi berikutnya. 2. Ikutilah kegiatan belajar yang disajikan dalam e-modul ini, dan perhatikan petunjuk mempelajari kegiatan belajar yang ada pada setiap awal kegiatan belajar.

1

3. Ulangi apabila kamu kurang memahami materi yang disajikan, lanjutkan jika kamu sudah menguasai materi. 4. Kerjakanlah soal Uji Kompetensi setelah kamu mempelajari semua kegiatan belajar. Skor yang harus didapat siswa minimal 70. Jika siswa mendapatkan nilai kurang dari 70, maka siswa dipersilahkan membaca ulang semua materi. B. Kompetensi Dasar 3.1 Menjelaskan pengaruh faktor internal dan faktor eksternalterhadap pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. 4.1

Menyusun laporan hasil percobaan tentang pengaruh faktor eksternal terhadap proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

C. Indikator 3.1.1 Mengidentifikasi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. 3.1.2 Menganalisis tahapan perkembangan tanaman 3.1.3 Menganalisis perbedaan jenis pertumbuhan primer dan skunder 3.1.4Menganalisis

faktor-faktor

yang

mempengaruhi

pertumbuhan

danperkembangan tanaman 4.1.1 Menyusun laporan hasil percobaan tentang pengaruh faktor eksternal terhadap proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman D. Tujuan Pembelajaran 3.1.1.1 Siswa dapat mengidentifikasi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup 3.1.1.2 Siswa dapat menganalisis tahapan perkembangan tanaman 3.1.1.3 Siswa dapat menganalisis perbedaan jenis pertumbuhan primer dan sekunder 3.1.1.4Siswa

dapat

menganalisis

faktor-faktor

yang

mempengaruhi

pertumbuhan dan perkembangan tanaman 4.1.1.1Siswa dapat menyusun laporan hasil percobaan tentang pengaruh faktor eksternal terhadap proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

2

BAB II SUSTAINABILITY

Para siswa sebelum kalian masuk ke materi, kalian akan membahas tentang sustainability terlebih dahulu. Sustainability bisa disebut dengan keberlanjutan yang meliputi kehidupan sosial-budaya, ekonomi dan lingkungan secara berkesinambungan sehingga dapat menghasilkan kondisi yang nyaman, aman di masa sekarang maupun masa yang akan datang tanpa merusak apapun. Pembangunan berkelanjutan (Sustainability) bermula dari dokumen Our Common Future (hari depan bersama) dan dipublikasikan pada tahun 1987 oleh The World Commision on Environmental and Development (WCED), suatu lembaga yang terbentuk oleh Perserikatan Bangsa – Bangsa (PBB). Selanjutnya muncul ESD yang disebut Education for Sustainable Development muncul dari pendidikan lingkungan hidup. Terselenggaranya ESD ini dimulai dari konferensi pendidikan lingkungan hidup “The Man and Environment” yang dilaksanakan di Stockholm pada tahun 1972 dan berlanjut di konferensi pendidikan lingkungan hidup UNESCO-UNEP ditahun 1997. Pada tahun 1992 PBB menggelar “The World Summit on Sustainable Development” yang dilakukan di Johannesburg. Jika kalian lihat sebenarnya Sustainability dapat kalian lakukan dalam kegiatan sehari-hari. Salah satu contohnya Kalian dapat memahami Sustainability dari permasalahan di Desa Kayen. Kayen merupakan salah satu Kecamatan yang ada di Kabupaten Pati, dimana Kayen juga merupakan salah satu daerah kawasan karst, karena berada di daerah pegunungan kendeng. Tanah berkapur merupakan kawasan karst sehingga membuat tanah gersang dan tidak subur yang menjadikan pertumbuhan tanaman terganggu, dikarenakan tanah yang berkapur tidk memiliki kandungan unsur hara yang cukup. Berdasarkan dari permasalahan tersebut maka hidroponik bisa menjadi salah satu alternatif dalam bercocok tanam, sehingga dapat dijadikan sebagai kegiatan budidaya hidroponik bagi masyarakat, hal ini menunjukan aspek sosial pada sustainability. Selain itu Desa Kayen juga memiliki potensi urin kelinci yang melimpah, sehingga dapat dijadikan sebagai pupuk

3

organik (POC urin kelinci) pada hidroponik agar dapat mengurangi pupuk kimia dan meminimalisir kerusakan lingkungan, hal ini menujukan aspek lingkungan sustainability. Pupuk organik merupakan pupuk yang berasal dari limbah organik seperti pada sisa-sisa tanaman, sampah rumah tangga, kotoran ternak (sapi, ayam, kambing, ayam), abu dapur dan arang sekam. Kalian juga akan memahami Sustainability dari permasalahan di desa Kayen Aspek ekonomi terlihat adanya lapangan pekerjaan dari budidaya secara hidroponik maupun POC urin kelinci, sehingga dapat mendapat penghasilan, ekonomi meningkat dan hemat biaya. Hal ini dapat menunjang pertanian keberlanjutan (ekologis) yang dapat membuat hidroponik menggunakan nutrisi organik sebagai upaya untuk menghasilkan makanan yang sehat, aman dan kualitas produksi tanaman hidroponik juga optimal.

DESA KAYEN

DAERAH KARST

TIDAK BISA DITANAMI

PETERNAKAN KELINCI

HIDROPONIK

POC URIN KELINCI

PEKERJAAN

MENGHASILKAN PENDAPATAN, PEREKONOMIAN MENINGKAT, HEMAT BIAYA 4

Tujuan Sustainability development yang dirumuskan PBB tahun 2015 dari permasalahan di desa Kayen sebagai berikut: a. Tanpa kemiskinan (perekonomian) Dari permasalahan di desa Kayen dapat menunjang perekonomian masyarakat dengan memunculkan lapangan kerja dari pembuatan pupuk organik urin kelinci dan budidaya hidroponik baik secara home industri maupun skala besar, sehingga masyarakat mendapatkan pendapatan dan menghemat biaya pada nutrisi hidroponik. b. Tanpa kelaparan Desa kayen yang memilki tanah berjenis kapur yang sulit untuk bercocok

tanam,

maka

dengan

menggunakan

hidroponik

dapat

mengurangi dari yang tidak bisa ditanami menjadi bisa bertanam dengan cara hidroponik, sehingga masyarakat dapat mendapatkan bahan makanan dari hasil yang ditanam dan bisa dijual. c. Akses air bersih dan santasi Penggunaan pupuk anorganik atau pupuk kimia yang berkurang sehingga tidak banyak sisa-sisa pupuk yang terbuang karena sudah digantikan dengan pupuk organik maka tidak akan mencemari perairan. d. Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi Membuka budidaya hidroponik dan pembuatan POC urin kelinci secara home indusri maupun skala besar dapat membuka lowongan tenaga kerja untuk masyarakat, sehingga masyarakat mendapatkan upah. Adanya pendapatan membuat ekonomi menjadi bergerak sehingga dapat memicu pertumbuhan ekonomi di masyarakat. Para siswa untuk lebih lanjut mengenai pola pikir Sustainability dapat kalian lihat di materi berikutnya!

5

Para siswa sebelum masuk ke materi apakah kalian bisa menjawab pertanyaan dibawah ini?

(Sumber: Dokumentasi pribadi hasil penelitian) Tanaman pakcoy merupakan tanaman yang sangat digemari oleh masyarakat karena mengandung vitamin dan mineral seperti ß-karoten, vitamin A, C, Ca, P, dan Fe sehingga memiliki nilai nutrisi yang cukup baik Untuk manusia. Para pembudidaya

pakcoy

biasanya

berlomba-lomba

untuk

meningkatkan

pertumbuhan pakcoy agar mendapatkan hasil yang optimal. Kira-kira apa saja yang mempengaruhi pertumbuhan pakcoy? Nah pada modul ini kalian akan diajak untuk mengenal lebih jauh tentang pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

6

BAB III MATERI

Para siswa untuk materi pertama kita akan mempelajari apa itu pengertian pertumbuhan dan perkembangan.

A. Pengertian Pertumbuhan dan perkembangan 1. Pertumbuhan Pertumbuhan adalah proses bertambahnya jumlah protoplasma sel pada suatu organisme yang disertai dengan pertambahan ukuran, berat dan jumlah sel yang bersifat tidak dapat kembali pada keadaan sebelumnya, sedangkan pengertian perkembangan pada perisipnya adalah tahapan-tahapan perubahan yang progresip yang terjadi dalam rentang kehidupan organisme, tanpa membedakan asfek-asfek yang terdapat dalam diri organisme tersebut. Pertumbuhan merupakan proses kenaikan volume yang bersifat irreversibel (tidak dapat balik), dan terjadi karena adanya pertambahan jumlah sel dan pembesaran dari tiap-tiap sel. Pada proses pertumbuhan biasa disertai dengan terjadinya perubahan bentuk. Pertumbuhan dapat diukur dan dinyatakan secara kuantitatif. Perkembangan adalah proses menuju dewasa. Proses perkembangan berjalan sejajar dengan pertumbuhan. Berbeda dengan pertumbuhan. Ciri-ciri pertumbuhan antara lain sebagai berikut: 1. Terjadi perubahan fisik dan perubahan ukuran. 2. Terjadi peningkatan jumlah sel. 3. Dapat dinyatakan dalam ukuran panjang maupun berat. 4. Dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal 5. Bersifat terbatas, pada usia tertentu makhluk hidup sudah tidak tumbuh lagi.

7

Pertumbuhan pada makhluk hidup bersel banyak (multiselluler) ditandai dengan pertambahan ukuran sel (sel bertambah besar dan panjang) dan pertambahan jumlah sel. Sedangkan pertumbuhan pada makhluk ber sel satu (uniselular) ditandai dengan penambahan ukuran sel. Adanya proses pertumbuhan ini dapat diukur dan dinyatakan secara kuantitatif. Tanaman yang bertambah panjang di tempat gelap belum dikatakan tumbuh walaupun volumenya bertambah, karena bobot kering sebenarnya menurun akibat respirasi yang terus berlangsung, sedangkan fotosintesa tidak terjadi. Dalam keadaan normal pertumbuhan bukan saja pertambahan volume tetapi juga diikuti oleh pertambahan bobot kering. Proses pertumbuhan tanaman terdiri dari pembelahan sel, lalu diikuti oleh pembesaran sel dan terakhir adalah difrensiasi sel. Pertumbuhan hanya terjadi pada lokasi tertentu saja, yaitu pada jaringan meristem. Jaringan meristem adalah jaringan yang sel-selnya aktif membelah. 2.

Perkembangan Perkembangan merupakan proses yang tidak dapat diukur yaitu

bersifat kualitatif, tidak dapat dinyatakan dengan angka. Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan dimulai sejak perkembangan biji. Kecambah kemudian berkembang menjadi tumbuhan kecil yang sempurna. Setelah tumbuh hingga mencapai ukuran dan usia tertentu, tumbuhan akan berkembang membentuk bunga dan buah atau biji sebagai alat perkembang biakannya. Pertumbuhan pada tumbuhan terjadi di daerah meristematis (titik tumbuh), yaitu bagian yang mengandung jaringan meristem. Jaringan ini terletak di ujung batang, ujung akar, dan kambium. Aktivitas jaringan meristem yang bila dibandingkan dengan jaringan meristem di kambium. Oleh karena itu pertumbuhan pada tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu pertumbuhan primer dan pertumbuhan sekunder. Adapun ciri-ciri perkembangan adalah sebagai berikut: a. Terjadi peningkatan kualitatif individu. b. Adanya proses pematangan organ-organ reproduksi.

8

c. Tidak dapat dinyatakan dalam ukuran jumlah, panjang, maupun berat / tidak dapat diukur. d. Bersifat sistematis, progresif, dan berkesinambungan. Artinya proses perkembangan terus terjadi sampai makhluk hidup tersebut mati. e. Terdapat pada alat perkembang biakan/reproduksi f. Reproduksi secara miosis. Perkembangan pada tumbuhan berbiji diawali dengan pertemuan antara sel kelamin jantan dan sel kelamin betina, menjadi biji, berkecambah, tumbuh menjadi tanaman kecil yang sempurna, dan berlanjut tumbuh dan berkembang menjadi tumbuhan dewasa. Tumbuhan dewasa akan berbunga dan berbuah. Perkembangan yang terjadi pada bentuk saja tidak memungkinkan suatu organ tumbuhan melaksanakan fungsinya. Masing- masing organ , misalnya daun, memiliki sel dengan fungsi tertentu dan ditempatkan di lokasi tertentu. Sebagai contoh, sel penyangga yang membatasi stomata sangat berbeda struktur dan fungsinya dengan sel- sel yang ada di sekitarnya pada epidermis. Contoh lain adalah perkembangan xilem dan floem dari kambium pembuluh selama pertumbuhan sekunder. Struktur dan fungsi sel yang spesifik ini merupakan suatu proses yang disebut diferensiasi sel. Fase dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman yaitu: 1) Fase Embrionik Fase embrionik adalah fase yang dimulai dari biji. Pada fase ini sel mengalami penambahan jumlah sel dengan cara mitosis. Fase embrionik ini terjadi melalui proses embryogenesis. 2) Fase juvenile/Perkecambahan Perkecambahan adalah munculnya plantula (tanaman kecil) dari dalam biji yang merupakan hasil pertumbuhan dan perkembangan embrio. Proses perkecambahan yang terjadi pada biji adalah : a. Proses fisika. Proses ini terjadi ketika biji menyerap air (imbibisi), akibat dari potensial air rendah pada biji yang kering.

9

b. Proses kimia Air yang masuk mengaktifkan embrio untuk melepaskan hormon giberelin. Hormon ini akan mendorong aleuron untuk mensintesis dan mengeluarkan enzim. Enzim bekerja dengan menghidrolisis cadangan makanan

yang

terdapat

dalam

endosperm.

Enzim

amylasemenghidrolisis pati dalam endosperm menjadi glukose. Glukosa ini diperlukan untuk pertumbuhan embrio menjadi bibit tanaman.

Gambar 4.1.fase juvenile pada pakcoy (Sumber: Dokumentasi pribadi hasil penelitian) c. Fase dewasa Pada fase ini juvenile transisi menjadi fase dewasa, perubahan yang paling jelas biasanya terjadi dalam ukuran dan bentuk daun. Nodus dan internodus juvenile akan tetap mempertahankan status juvenilnya, bahkan setelah tunas terus memanjang dan meristem apikal tunas telah berubah ke fase dewasa.

Setelah kita mengetahui pengertian pertumbuhan dan perkembangan, kita bisa melanjutkan ke materi mengenai perbedaan jenis pertumbuhan primer dan skunder. Para siswa bisa membaca materi dibawah ini:

10

B. Jenis-Jenis Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman. Pertumbuhan pada tanaman dapat dibedakan menjadi dua yaitu pertumbuhan primer dan pertumbuhan sekunder yang sama-sama berasal dari jaringan meristem yang mempunyai sifat aktif melakukan pembelahan. Pertumbuhan primer berasal dari meristem primer dan pertumbuhan sekunder berasal dari meristem sekunder. 1. Pertumbuhan Primer

Gambar 4.2.pertumbuhan primer pada pakcoy (Sumber: Dokumentasi pribadi hasil penelitian) Pertumbuhan primer adalah pertumbuhan yang terjadi akibat aktivitas jaringan meristem primer atau disebut juga meristem apikal. Titik tumbuh primer terbentuk sejak tumbuhan masih berupa embrio. Jaringan meristem ini terdapat diujung batang dan ujung akar. Akibat pertumbuhan ini akar dan batang tumbuhan bertambah panjang. Pada titik tumbuh, pertumbuhan terjadi secara bertahap. Oleh karena itu daerah pertumbuhan dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu daerah pembelahan, daerah perpanjangan, dan daerah diferensiasi. Daerah pembelahan terletak di bagian paling ujung. Di daerah ini sel-sel baru terus-menerus dihasilkan melalui proses pembelahan sel. Daerah inilah yang disebut daerah meristematis. Daerah pemanjangan

11

terletak di belakang daerah pembelahan. Di daerah ini sel-sel hasil pembelahan akan tumbuh sehingga ukuran sel bertambah besar. Akibatnya di daerah inilah yang mengalami pemanjangan. Sedangkan daerah diferensiasi terletak di belakang daerah pemanjangan. Sel-sel yang telah tumbuh mengalami perubahan bentuk dan fungsi. Sebagian sel mengalami diferensiasi menjadi epidermis, korteks, xilem, dan floem. Sebagian lagi membentuk parenkim, kolenkim, dan sklerenkim. Pertumbuhan

yang

terjadi

selama

fase

embrio

sampai

perkecambahan merupakan contoh pertumbuhan primer. Struktur embrio terdiri atas tunas embrionik yang akan membentuk batang dan daun, akar embrionik yang akan tumbuh menjadi akar, serta kotoledon yang berperan sebagai penyedia makanan selama belum tumbuh daun. Pada biji yang berkecambah, struktur yang pertama muncul adalah radikula yang merupakan bakal akar primer. Radikula adalah bagian dari hipokotil dan merupakan struktur yang berasal dari akar embrionik. Pada bagian ujung atas terdapat epikotil,yaitu bakal batang yang berasal dari tunas embrionik.

Gambar 4.3. perkecambahan biji monokotil Sumber: https://www.mikirbae.com/2017/12/perkecambahanepigealdan-hipogeal.html Tahap awal pertumbuhan pada tumbuhan monokotil berbeda dengan dikotil. Pada monokotil akan tumbuh koleoptil sebagai pelindung ujung bakal batang. Begitu koleoptil muncul di atas permukaan tanah, pucuk daun pertama akan muncul menerobos koleoptil. Biji masih tetap berada di dalam tanah dan memberi suplai makanan kepada kecambah

12

yang

sedang

tumbuh.

Perkecambahan

seperti

ini

dinamakan

perkecambahan hypogeal.

Gambar 4.4. perkecambahan biji dikotil Sumber : http://vallgeovanny.blogspot.com/2012/08/tipe-perkecambahanepigeal-dan-hipogeal.html

Gambar 4.5. proses perkecambahan pada pakcoy (dikotil) (Sumber: Dokumentasi pribadi hasil penelitian)

13

Jika kalian lihat gambar tersebut merupakan gambar dari proses pertumbuhan pakcoy yang termasuk kedalam tanaman dikotil. Dimana pertumbuhan pakcoy dimulai dari biji yang kemudian mengalami proses perkecambahan dan terjadi karena adanya proses imbibisi dimana air yang masuk harus 30% dari bobot benih. Setelah proses imbibisi akan dilanjutkan dengan metabolisme enzim yang akan mengaktifkan energi. Pada tanaman pakcoy (dikotil) tidak muncul kolepotil dari dalam tanah, kotiledonnya akan muncul keatas permukaan tanah bersamaan dengan munculnya daun pertama. Kotiledon akan memberi makan bakal daun dan bakal akar sampai tumbuhan tersebut dapat melakukan fotosintesis. Perkecambahan yang kotiledonnya terangkat ke permukaan tanah dinamakan perkecambahan efigeal. Pada ujung pucuk dan ujung akar, terdapat jaringan yang bersifat meristematik. Jaringan meristem yang terletak di ujung akar menyebabkan pemanjangan akar. Ujung akar akan menghasilkan tudung akar. Tudung akar akan menghasilkan lendir yang dapat mempermudah akar menembus tanah. Pada ujung akar terdapat tiga daerah pertumbuhan berturut-turut dari ujung ke pangkal, yakni daerah pembelahan, daerah pemanjangan, dan daerah difrensiasi.

Sel-sel di daerah pembelahan akan membelah

secara mitosis sehingga selnya bertambah banyak. Daerah pemanjangan akan membentuk bakal epidermis kearah luar. Pada daerah difrensiasi, sel selnya akan berdifrensiasi membentuk komponen angkut, efidermis, dan bulu-bulu akar. Ujung pucuk juga merupakan jaringan meristematik. Jaringan ini akan berdifrensiasi menjadi epidermis, floem, xylem, korteks, dan empulur. Meristem ini dilindungi oleh primordium daun. Primordium daun pada batang mengikuti pola berhadapan atau pola bergantian yang nantinya akan membentuk rangkaian daun sesuai dengan pola tersebut.

14

2. Pertumbuhan Sekunder

Gambar 4.6. pertumbuhan sekunder Sumber : https://slideplayer.info/slide/13703799/

Pertumbuhan sekunder disebabkan oleh aktivitas jaringan meristem sekunder seperti pada jaringan kambium pada batang tumbuhan dikotil dan Gymnospermae. Semakin tua umur tumbuhan, batang tumbuhan dikotil akan semakin besar.

Hal ini disebabkan adanya proses

pertumbuhan sekunder. Pertumbuhan sekunder ini tidak terjadi pada tumbuhan monokotil. Bagian yang paling berperan dalam pertumbuhan sekunder ini adalah cambium. Sel-sel jaringan kambium senantiasa membelah yaitu ke arah dalam membentuk xilem atau kayu sedangkan pembelahan ke luar membentuk floem atau kulit kayu yang menyebabkan diameter batang dan akar bertambah besar. Kabium pada posisi seperti ini dinamakan kambium intravaskuler. Sel-sel parenkim yang terdapat di antara pembuluh, lama kelamaan berubah menjadi cambium. Kambiun ini dinamakan cambium intervaskuler. Kedua

macam

kambium

tersebut

lama

kelamaan

akan

bersambungan. Posisi cambium ini akan terus berkembang membentuk xylem sekunder dan floem sekunder sehngga batang menjadi semakin besar. Akibat semakin besarnya batang, diperlukan jalan untuk

15

mengangkut makanan kearah samping (lateral). Untuk keperluan tersebut dibentuklah jari-jari empulur Aktivitas pertumbuhan kambium tidak selalu sama antara musim penghujan dengan musim kemarau. Di musim penghujan, air dan zat hara terlarut tersedia dengan melimpah sehingga pembelahan sel lebih giat. Sebaliknya dimusim kemarau, ketersediaan air berkurang sehingga aktivitas pembelahan sel berkurang. Aktivitas pembelahan yang berbeda ini tampak sebagai cincin-cincin konsentris pada batang yang disebut lingkaran tahun. Perkembangan pada tumbuhan merupakan diferensiasi atau spesialisasi sel atau bagian-bagian tumbuhan untuk melakukan fungsi khusus (menjadi dewasa). Perkembangan pada tingkat sel misalnya sel-sel hasil pembelahan jaringan meristem mengalami diferensiasi membentuk jaringan pengangkut. Contoh perkembangan pada tingkat organ misalnya terbentuknya organ generatif yaitu munculnya bunga. Beberapa jenis tumbuhan memiliki umur yang berbeda-beda untuk berkembang menjadi dewasa. Masa dewasa ditandai dengan kemampuan berkembang biak secara generatif. Jadi ketika suatu tumbuhan telah membentuk bunga berarti tumbuhan itu telah dewasa dan dapat bereproduksi secara generatif (menghasilkan biji). Biji merupakan calon individu yang dapat tumbuh dan berkembang jika menemukan kondisi lingkungan yang sesuai. Setelah kalian membaca dan memahami materi pertumbuhan primer dan sekunder, maka para siswa bisa melanjutkan ke materi selanjutanya yang ada dibawah ini!

C. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan tanaman Pengaruh lingkungan terhadap pertumbuhan tanaman dapat dibagi atas dua faktor yaitu lingkungan dan genetik. Lingkungan tumbuh tanaman

16

sendiri dapat dikelompokkan atas lingkungan biotik (tumbuhan lain, hama, penyakit dan manusia), dan abiotik (tanah dan iklim). Penjelasan dari faktoffaktor tersebut dapat diringkas sebagai berikut: 1. Faktor internal (dalam) Faktor

dalam

yang

mempengaruhi

pertumbuhan

dan

perkembangan pada tumbuhan adalah faktor genetik (hereditas), enzim dan zat pengatur tumbuh (hormon). a. Genetik (hereditas) Gen adalah faktor pembawa sifat menurun yang terdapat dalam sel makhluk hidup. Gen bekerja untuk mengkodekan aktivitas dan sifat yang khusus dalam pertumbuhan dan perkembangan. Gen disamping dapat mempengaruhi ciri dan sifat makluk hidup, gen juga dapat menentukan kemampuan metabolisme makluk hidup, sehingga mempengaruhi

pertumbuhan

dan

perkembangannya.

Meskipun

peranan gen sangat penting, factor genetis bukan satu satunya factor yang menentukan pola pertumbuhan dan perkembangan, karena juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Contohnya tanaman yang mempunyai sifat unggul dalam pertumbuhan dan perkembangannya, hanya akan tumbuh dengan cepat, cepat berbuah dan lebat, jika ditanam pada lahan yang subur dan kondisi lingkungannya sesuai. Bila ditanam di tempat kurang subur dan lingkungannya tidak sesuai, pertumbuhan dan perkembangannya akan menjadi kurang baik. b. Enzim Enzim

merupakan

suatu

makromelekul

(protein)

yang

mempercepat suatu reaksi kimia dalam tubuh makhluk hidup. Suatu rangkaian reaksi dalam tubuh makhluk hidup tidak dapat berlangsung hanya

melibatkan

satu

jenis

enzim.

Perbedaan

jenis

enzim

menyebabkan terjadinya perbedaan respon pertumbuhan terhadap kondisi lingkungan yang sama.

17

c. Hormon Hormon merupakan zat pengatur tubuh, yaitu molekul organik yang dihasilkan oleh satu bagian tumbuhan dan ditransformasikan ke bagian lain yang dipengaruhinya. Hormon dalam konsentrasi rendah menimbulkan respon fisiologis. Macam-macam hormon adalah: 1) Hormon auksin Auksin banyak diproduksi dijaringan meristem, baik pada ujung batang maupun ujung akar. Auksin yang dihasilkan pada ujung batang akan mendominasi pertumbuhan batang utama, sehingga pertumbuhan cabang relatif sedikit. Keadaan ini dikenal dengan istilah dominansi apical (apical dominace). Dengan memotong ujung batang, dominansi apical akan hilang, sehingga pertumbuhan cabang-cabang batang akan berjalan dengan baik. Auksin dapat terurai bila terkena cahaya.

Bila suatu koleoptil dikenai cahaya dari samping, maka

bagian koleoptil yang terkena cahaya auksinnya akan terurai sehingga pertumbuhannya lebih lambat dari pada bagian koleoptil yang tidak terkena cahaya, akibatnya koleoptil akan tumbuh membelok kearah datangnya sinar. Tanaman yang memperoleh terlalu banyak sinar dari satu sisi akan mengalami perubahan-perubahan sebagai berikut: a. Auksin akan terakumulasi di sisi batang yang tidak terkena sinar. b. Konsentrasi auksin yang tinggi di sisi yang tidak terkena sinar akan mempercepat pembelahan dan pembentangan sel batang ataupun koleoptil. c. Pertumbuhan sel yang lebih banyak di sisi tumbuhan yang kurang sinar menyebabkan batang menjadi bengkok sehingga akan terlihat bahwa tanaman tumbuh menuju kearah cahaya. Fungsi hormon auksin : 1. Merangsang pemanjangan sel pada daerah titik tumbuh 2. Merangsang pertumbuhan akar 3. Merangsang pertumbuhan buah tanpa biji 4. Merangsang differensiasi jaringan pembuluh

18

5. Merangsang absisi (pengguguran pada daun) 6. Berperan dalam dominansi apikal 2) Hormon Gilberelin Hormon giberelin dapat ditemukan hampir pada semua bagian tanaman, baik akar, batang, daun, bunga, maupun buah. Fungsi hormon giberelin antara lain: 1. Merangsang pemanjangan batang dan pembelahan sel 2. Merangsang perkecambahan biji 3. Memecah dormansi biji 4. Merangsang pembungaan dan pembuahan 3) Hormon Sitokinin Pemanfaatan sitokinin secara umum menyebabkan pertumbuhan tunas-tunas samping (lateral) sehingga tanaman menjadi rimbun. Fungsi

sitokinin

bersama

auksin

dan

giberelin

merangsang

pembelahan dan pemanjangan sel. 1. Merangsang dominansi aplikasi oleh auksin 2. Merangsang pertumbuhan titik tumbuh 3. Mmematahkan dormansi biji serta merangsang pertumbuhan embrio 4. Merangsang pembentukan akar, cabang 5. Menghambat pertumbuhan akar adventiv 6.

Menghambat proses penuaan daun, bunga, dan buah

dengan cara mengontrol proses kemunduran yang menyebabkan kematian sel-sel daun. 4) Hormon Asam Absisat Asam absisat dihasilkan oleh daun, ujung akar, dan batang serta diedarkan oleh jaringan pengangkut. Biji dan buah juga mengandung ABA dalam jumlah yang tinggi, tetapi tidak diketahui apakah ABA disintesis atau diedarkan ke biji dan buah. Asam absisat disebut juga “hormon stress” karena memiliki sifat menghambat pertumbuhan tanaman. Pada musim dingin atau musim kering sering

19

merupakan waktu dimana tanaman beradaptasi menjadi dorman (penundaan pertumbuhan), dimana pada saat ini ABA yang dihasilkan oleh kuncup menghambat pembelahan sel pada jaringan meristem apical dan pada pembuluh cambium, sehingga penunda pertumbuhan primer maupun sekunder. Fungsi asam absisat antara lain : 1.

Mengurangi kecepatan pembelahan dan pemanjangan di daerah titik tumbuh

2.

Memacu pengguguran daun pada saat kemarau untuk mengurangi penguapan air.

3.

Membantu

menutup

stomata

daun

untuk

mengurangi

penguapan 4.

Mengurangi kecepatan pembelahan dan pembelahan sel bahkan menghentikannya

5.

Memicu berbagai jenis sel tumbuhan untuk menghasilkan gas etilen

6.

Memacu dormansi biji agar tidak berkecambah

5) Gas etilen Etilen

merupakan

satu-satunya

hormon

tumbuhan

yang

berbentuk gas, tidak berwarna dan berbau seperti eter. Etilen dihasilkan oleh ruas-ruas batang, buah yang matang dan jaringan yang menua, misalnya daun-daun yang gugur, pembentukan etilen dipengaruhi oleh O2 dan dihambat oleh SO2. Fungsi gasetilen yaitu: 1. Mempercepat pematangan buah 2. Menghambat pemanjangan akar, batang, dan pembungaan 3. Menyebabkan pertumbuhan batang menjadi kokoh dan tebal 4. Merangsang proses absisi interaksi antara etilen dengan auksin 5. Memacu proses pembungaan interaksi antara etilen dengan giberelin mengontrol rasio bunga jantan dengan bunga betina pada tumbuhan monoceus

20

6) Asam traumalin/hormon luka Asam traumalin adalah hormon yang merangsang sel-sel daerah luka menjadi bersifat meristematik sehingga mampu mengadakan menutupan bagian luka. 7) Hormon kalin Dihasilkan pada jaringan meristem, memacu pertumbuhan organ tumbuh-tumbuhan. Jenis hormon kalin yaitu : 1. Fitokalin : memacu pertumbuhan daun 2. Kaulokalin : memacu pertumbuhan batang 3. Rhizokalin : memacu pertumbuhan akar 4. Anthokalin : memacu pertumbuhan bunga dan buah 1. Faktor Eksternal : Selain faktor internal, petumbuhan dan perkembangan tanaman dipengaruh oleh factor eksternal. Faktor ekstzernal adalah factor dari luar tumbuhan yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Faktor eksternal tersebut di antaranya adalah : a. Suhu Suhu udara mempengaruhi kecepatan pertumbuhan maupun sifat dan struktur tanaman. Tumbuhan dapat tumbuh dengan baik pada suhu optimum. Untuk tumbuhan daerah tropis suhu optimumnya berkisar 2237oC. Suhu optimum berkisar antara 25-30oC. Tetapi suhu kardinal (minimum, optimum, dan maksimum) ini sangat dipengaruhi oleh jenis dan fase pertumbuhan tanaman.

Contoh

pada tanaman pakcoy

pertumbuhan yang baik pada suhu berkisar antara 15-30°C. Pada penelitian hidroponik pakcoy yang ada di desa Kayen memiliki suhu pada siang hari 32,9°C yang mana pakcoy masih dapat tumbuh di suhu tersebut.

21

Gambar 4.7. Suhu dan Kelembaban desa Kayen) (Sumber: Dokumentasi pribadi hasil penelitian) b. Cahaya Matahari Cahaya matahari (radiasi surya) mempengaruhi pertumbuhan tanaman melalui tiga sifat yaitu intensitas cahaya, kualitas cahaya (panjang gelombang) dan lamanya penyinaran (panjang hari). Pengaruh ketiga sifat cahaya

tersebut

terdapat

pertumbuhan

tanaman

adalah

melalui

pembentukan klorofil, pembukaan stomata, pembentukan antocyanin (pigmen merah) perubahan suhu daun atau batang, penyerapan hara, permeabilitas dinding sel, transpirasi dan gerakan protoplasma. i

Gambar 4.8. Intensitas cahaya desa Kayen (Sumber: Dokumentasi pribadi hasil penelitian) c. Derajat keasaman Pada pH terlalu rendah (asam) maka akan terjadi kerusakan klorofil. Kesesuaian pH tanah akan berakibat pada tingkat pertumbuhan hingga kematian tumbuhan. Pada penilitian yang saya lakukan pengukuran pH dilakukan pada air bukan pada tanah, karena penilitian menggunakan

22

hidroponik. jadi, pH air pada hidroponik menunjukan nilai 7.0 sesuai dengan pH yang dibutuhkan tanaman pakcoy. d. Hara dan Air Hara dan air memegang peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Salah satu fungsi dari kedua bahan ini adalah sebagai bahan pembangunan tubuh makhluk hidup. Pertumbuhan yang terjadi pada tanaman (sampai batas tertentu) disebabkan oleh tanaman mendapatkan hara dan air. Bahan baku pada proses fotosintesa adalah hara dan air yang nantinya akan diubah tanaman menjadi makanan. Tanpa kedua bahan ini pertumbuhan tidak akan berlangsung. Hara dan air umumnya diambil tanaman dari dalam ranah dalam bentuk ion. Unsur hara yang dibutuhkan tanaman dapat dibagi atas dua kelompok yaitu hara makro dan mikro. Hara makro adalah hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah besar sedangkan hara mikro dibutuhkan dalam jumlah kecil. Nutrisi yang tergolong kedalam hara makro adalah Carbon, Hidrogen, Oksigen, Nitrogen, Sulfur, Posfor, Kalium, Calsium, Ferrum. Sedangkan yang termasuk golongan hara mikro adalah Boron, Mangan, Molibdenum, Zinkum (seng) Cuprum (tembaga) dan Klor. Jika tanaman kekurangan dari salah satu unsur tersebut diatas maka tanaman akan mengalami gejala defisiensi yang berakibat pada penghambatan pertumbuhan. Air pada penanaman secara hidroponik digunakan sebagai media tanam. Pada hidroponik air harus selalu mengalir agar nutrisi dapat diserap tanaman dengan baik. Pada saat penelitian menggunakan hidroponik pada tanaman pakcoy, air harus selalu mengalir dan ditambah setiap satu minggu sekali bersamaan dengan nutrisi untuk hidroponik agar pertumbuhan pakcoy menjadi optimal. Adapun peranan atau fungsi dari unsur-unsur hara tersebut dapat diuraikan secara ringkas sebagai berikut : 1. N (Nitrogen). a. Merangsang pertumbuhan vegetatif. b. Merangsan tumbuhnya anakan

23

c. Membuat tanaman menjadi lebih hijau. d. Merupakan bahan penyusun klorofil daun, lemak dan protein. 2. P (Phosfor) a. Memacu pertumbuhan akar. b. Mempercepat pembungaan dan pemasakan biji/buah. c. Meningkatkan prosesntase bungan menjadi buah. d. Sebagai bahan penyusun inti sel dan protein. 3. K (Kalium) a. Mempercepat proses fotosintese. b. Membantu pembentukan protein dan karbohidrat. c. Sebagai katalisator dalam transfortasi karbohidrat, protein dan lemak. d. Meningkatkan kualitas rasa dan warna dann buah. warna dari bunga dan buah. e. Meningkatkan daya ketahanan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit dan kekeringan. f. Mempercepat pertumbuhan jaringan meristematik. g. Meningkatkan kekerasan kayu dan jerami 4. Mg (Magnesium). a. Merupakan bahan penyusun klrofil. b. Mengaktifkan enzim yang berperan dalam metabolisme karbohidrat. c. Meningkatkan kadar minyak pada tanaman penghasil minyak. 5. Ca (Calsium). a. Merangsang

pembentukan

bulu-bulu

akar.

-

Meningkatkan

kekerasan kayu dan jerami. 6. S (Belerang). a. Sebagai penyusun utama ion phospat. b. Meningkatkan kandungan protein dan vitamin. c. Meningkatkan pembentukan bintil-bntil akar daun warna hijau daun. 7. Cl (Clor). a. Meningkatkan kualitas tanaman.

24

8. Mn (Mangan). a. Pembentukan klorofil b. Merangsang perkecambahan biji dan pemasakan buah. 9. Cu (Tembaga). a. Mengatur sistem enzim dalam pembentukan klorofil. 10. Zn (Seng). a. Mengatur sistem enzim dalam pembentukan klorofil. 11. Fe (Besi). a.

Penting dalam pembentukan klorofil.

Contoh pada nutrisi hidroponik yang digunakan yaitu nutrisi AB mix yang memiliki kandungan yaitu unsur hara mikro dan makro. Pada larutan A mengandung unsur N, P, K, Ca, Mg, dan S, sedangkan pada larutan B mengandung unsur Fe, B, Mn, Cu, Mo, dan Zn. Selain itu nutrisi yang baik apabila dicampur dengan pupuk organik yaitu pupuk dari urin kelinci, dimana urin kelinci memiliki kandungan unsur hara N 4%, P2 O5 2,8%, K 2 O 1,2 %. Serta memiliki kandungan C/N (10 - 12%), dan pH (6,47 - 7,52) yang lebih tinggi dibanding dengan pupuk kandang lainya. Menggunakan nutrisi atau pupuk organik diharapkan dapat mengurangi pemakaian pupuk kimia atau pupuk sintesis. Menggunakan pupuk organik dapat menghasilkan pertanian yang berkelanjutan dimana akan menghasilkan hasil produksi yang sehat dan berkualitas, selain itu pupuk organik juga dapat mengurangi pencemaran atau kerusakan lingkungan maupun perairan akibat dari sisa pupuk anorganik.

Gambar 4.9.Nutrisi AB mix dan POC urin Kelinci (Sumber: Dokumentasi pribadi hasil penelitian)

25

d. Curah Hujan. Besarnya curah hujan mempengaruhi kadar air tanah, aerasi tanah, kelembaban udara dan secara tidak langsung juga menentukan jenis tanah sebagai tempat media tumbuh tanaman. Oleh karenanya curah hujan sangat besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman.Pada tanaman pakcoy memiliki curah hujan lebih dari 200 mm/bulan. e. Tinggi tempat. Ketinggian tempat menentukan suhu udara, intensitas cahaya matahari dan mempengaruhi curah hujan, yang pada gilirannya mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Perbedaan ketinggian tempat dari permukaan laut menyebabkan perbedaan suhu lingkungan. Setiap kenaikan 100m dari permukaan laut, suhu akan turun sekitar 0,5oC. Kondisi ini tentunya akan mempengaruhi jenis tumbuhan yang hidup pada ketinggian tertentu. Misalnya kita menemukan banyak tanaman kelapa (cocus nusifera) pada daerah pantai, kemudian enau (Arenga pinata) hidup di pegunungan basah, rotan pada daerah hutan hujan tropis, dan banyak contoh lainnya. Dari uraian tersebut diatas dapat diketahui masing-masing tempat hidup organisme (habitat) mempunyai persyaratan khusus. Daerah penanaman yang cocok pada tanaman pakcoy mulai dari ketinggian 5 meter sampai dengan 1200 meter di atas permukaan laut.Namun tumbuh optimal jika dibudidayakan di daerah yang mempunyai ketinggian 100 meter sampai 500 meter dpl. f. Media tanam 1) Tanah. Keadaan Tanah merupakan komponen hidup dari lingkungan yang penting dalam mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tanahlah yang menentukan penampilan tanaman. Kondisi kesuburan tanah yang relatif rendah akan mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan tanaman dan akhirnya akan mempengaruhi hasil. Pengaruh keadaan tanah dapat dibagi menjadi tiga bagianyaitu : 1. Keadaan fisik tanah, yang ditentukan oleh struktur dan tekstur tanah karenanya pengaruhnya terhadap aerasi dan drainase tanah.

26

2. Keadaan kimia tanah yang ditentukan oleh kandungan zat hara di dalam tanah. 3. Keadaan biologis tanah yang ditentukan oleh kandungan mikro/makro flora dan fauna tanah yang bertindak sebagai siklus hara dalam tanah (dekomposisi). Data kesuburan kimia, fisika dan biologi suatu lahan merupakan data awal yang harus diketahui sebelum melakukan budidaya tanaman. Dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman terdapat 3 fungsi tanah yang utamayaitu : 1. Memberikan unsur-unsur mineral, melayaninya baik sebagai medium pertukaran maupun sebagai tempat persediaan. 2. Memberikan air dan sebagai tempat cadangan air dimuka bumi. 3. Sebagai tempat berpegang dan bertumpu untuk tegak. 2) Air Media tanam menggunakan air biasanya disebut dengan penanaman system hidroponik. Hidroponik adalah suatu teknik budidaya tanaman tanpa menggunakan media tanah. Berdasarkan jenis medianya dikenal dua jenis sistem hidroponik yaitu hidroponik kultur air dan substrat. Hidroponik kultur air menggunakan air sebagai media tanamnya, sedangkan pada sistem hidroponik substrat, tanaman ditumbuhkan pada suatu media inert yang bisa berupa pasir, rockwool, kerikil, perlit dan sebagainya. Pada sistem hidroponik substrat, sistem pengairan yang digunakan bersifat terbuka, yaitu air bersama larutan nutrisi dialirkan ke tanaman dengan jumlah tertentu, sehingga dapat langsung diserap akar tanaman (Indriyati, 2002). Penilitian yang telah dilakukan menggunakan hidroponik wick system atau yang bisa disebut dengan sistem sumbu, dimana sumbu ini berperan untuk penyalur nutrisi dari wadah menuju ke tanaman.

Gambar 4.9.Hidroponik sistem wick pada tanaman pakcoy (Sumber: Dokumentasi pribadi hasil penelitian)

27

Setelah kalian memahami materi pertumbuhan dan perkembangan, kalian bisa Uji menjawab kompetensipertanyaan dibawah ini agar melatih pemahaman kalian.

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat ! 1. Peristiwa perubahan biologis yang terjadi pada makluk hidup berikut ini yang tidak menunjukkan proses pertumbuhan adalah.... a. Pertambahan jumlah sel b. Pertambahan volume sel c. Pertambahan jumlah deposisi (persediaan) zat antar sel d. Pertambahan massa sel e. Bersifat reversibel (dapat balik) 2. Pengertian perkembangan yang terjadi pada makhluk hidup adalah.... a. Peruban jumlah dan bentuk yang berlangsung terus menerus b. Pertambahan yang dapat diukur secara kuantitatif c. Proses menuju tercapainya kedewasaan d. Tersebarnya populasi secara meluas e. Kenaikan volume yang dapat diukur dengan auksanometer 3. Perhatikan gambar di bawah ini!

Gambar yang ditunjuk pada no 2 dan 6 berturut-turut adalah…. a. b. c. d. e.

Hipokotil dan radikula Kulit biji dan radikula Plumula dan kotiledon Kulit biji dan epikotil Plumula dan hipokotil

28

4. Pohon jambu yang ditanam pak Wahyu mengalami pembesaran kea rah samping secara berkala dan terlihat membentuk pola khusus. Apa yang terjadi pada pohon jambu tersebut? a. Gubal b. Lentisel c. Fotoperiodisme d. Limgkaran tahun e. Fototropisme 5. Pak rangga sedang menanam sawi dan pucuk apikal sawi tersebut mengarah kearah cahaya matahari sehingga mengakibatkan batangnya melengkung kearah datangnya matahari. Apa yang terjadi dari masalah tersebut? a. Terbentuknya hormone auksin dan pertumbuhan batang semakin cepat. b. Terjadi pertumbuhan sel-sel di kuncup apical. c. Kuncup apikal yang menghasilkan auksin terhambat. d. Pembentukan tunas lateral terhambat. e. Hormon auksin aktif dan batang akan menjauhi cahaya matahari 6. Pak Bayu sedang menjalani bisnis kecil dengan budidaya pakcoy secara hidroponik. Pakcoy yang ditanam pak Bayu menghasilkan pertumbuhan hasil produksi yang berkualitas. Menurut kalian apa saja yang dapat mempengaruhi pertumbuhan pakcoy secara hidroponik? a. Karbon dioksida, air, enzi dan suhu b. Gen, air, suhu, nutrisi dan hormon c. Tanah, Cahaya, suhu dan karbon dioksida d. Nutrisi, oksigen, curah hujan dan karbon dioksida e. pH, kelembaban, cahaya, dan tanah 7. Selama musim kemarau, pada pohon jati terjadi pengguguran daun yang disebabkan oleh adanya konsentrasi hormon yang tinggi pada kuncup ketiak, hormon tersebut adalah.... a. Gas etilen b. Asam absisat

29

c. Giberelin d. Asam traumalin e. Auksin 8. Pak Angga bersama dengan anaknya telah menanam cabai selama 2 minggu, tetapi cabai yang ditanam menunjukan pertumbuhan yang tidak normal. Apa yang harus dilakukan pak Angga agar cabai yang ditanam dapat tumbuh secara optimal? a. Pemberian asam absisat b. Pemberian auksin c. Pemberian sitokinin d. Pemberian gas etilen e. Pemberian giberelin 9. Perkembangan dalam pertanian di era sekarang mulai meningkat. Contohnya saja dalam menghasilkan buah tanpa biji, menurut kalian penggunaanhormon apa yang berperan dalam pertanian yang berhasil dalam menghasilkan buah tanpa biji? a. Sitokinin b. Auksin c. Asam Absisat d. Gas etilen e. Traumalin 10. Kelas XII IPA 4 menjalani praktikum yaitu menanam pakcoy secara hidroponik dengan 2 konsentrasi. Konsentrasi A menggunakan nutrisi urin kelinci, sedangkan konsentrasi B tidak diberi nutrisi sama sekali. Setelah pakcoy umur 1 bulan konsentrasi Amemiliki jumlah daun yang banyak dibandingkan dengan konsentrasi B. Komponen unsur hara dari urin kelinci yang dapat menyebabkan pertumbuhan pakcoy dari jumlah daunya adalah… a. Fosfor b. Nitrogen c. Sulfur

30

d. Kalium e. Magnesium

31

Kunci jawaban! 1. E 2. C 3. E 4. D 5. B 6. D 7. B 8. E 9. B 10. B Keterangan : Skor maksimum/soal = jawaban benar skor 1. Jawaban salah skor 0 𝑁𝐴 =

𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑃𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ𝑎𝑛 𝑋 100 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑀𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙

32

Lembar Kegiatan Siswa

Menganalisis Pengaruh Faktor Eksternal Terhadap Proses Pertumbuhan Dan Perkembangan Tanaman Pakcoy pada Sistem Hidroponik

Nama kelompok : 1. 2. 3. 4. 5.

A. Dasar Teori Tanaman hidup selalu melibatkan proses pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan tanaman terutama berkaitan dengan peningkatan secara kuantitatif pada tubuh tanaman, misalnya ketika suatu kecambah sedang tumbuh terdapat suatu peningkatan panjang akar dan batang, jumlah daun, berat basah dan berat kering dan lain-lain. Perkembangan yang merupakan perubahan kualitatif dapat dilihat pada proses perkecambahan biji, pembentukkan bunga dan bji, munculnya tunas lateral, jatuhnya daun dan buah. Pertumbuhan dan perkembangan tanaman juga dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Beberapa faktor diantaranya yaitu gen, hormon, pH, cahaya, air dan nutrisi. Penambahan nutrisi mutlak dibutuhkan untuk budidaya tanaman sistem hidroponik, baik unsur hara esensial makro maupun mikro. Nutrisi hidroponik dapat tersedia di pasaran yang dapat langsung digunakan dan yang biasa petani gunakan untuk pemupukan tanaman. Larutan nutrisi yang diberikan terdiri atas garam-garam makro dan mikro yang dibuat dalam larutan stok A dan B (Samanhudi dan Harjoko, 2010).

33

B. Tujuan Praktikum 1. Menganalisis pengaruh nutrisi AB mix dan POC urin kelinci terhadap pertumbuhan dan perkembangan pakcoy. C. Bahan dan Alat 1. Baki

7. Nampan

2. Tutup Baki

8. AB mix

3. Kain Flanel (sumbu)

9. POC urin kelinci

4. Rockwool

10. Benih pakcoy

5. Netpot

11. pH meter

6. Tusuk gigi

12. TDS

D. Perlakuan 1. AB mix 100% 2. AB mix 50% + POC 50% 3. POC 100% E. Cara Kerja 1. Pembuatan wadah hidroponik (sistem wick) a. Menyiapkan baki b. Melubangi tutup baki menjadi 6 lubang atau akan terdapat 6 pakcoy dalam satu wadah baki. c. Memotong kain flannel yang digunakan sebagai sumbu atau penyalur nutrisi ke akar tanaman. 2. Proses penyemaian benih pakcoy a. Potong rockwoll menjadi beberapa kotak yang akan digunakan untuk media tumbuh pakcoy

34

(Sumber : dokumentasi pribadi hasil penelitian) b. Basahi rockwoll yang sudah dipotong dan memberikan lubang pada tiap-tiap kotak.

(Sumber : dokumentasi pribadi hasil penelitian) c. Masukan satu benih pakcoy kedalam satu lubang.

(Sumber : dokumentasi pribadi hasil penelitian) d. Taruh rockwoll yang sudah ada benihnya diatas nampan yang sudah dilapisi kain flannel.

35

e. Sirami air setiap hari agar rockwoll tidak dalam keadaan kering, tetapi tidak boleh dalam keadaan sangat lembab. f.

Setelah pakcoy berumur satu minggu atau sudah tumbuh beberapa helai daun, pakcoy siap dipindahkan pada wadah wick sistem.

g. Memberi nutrisi pada setiap wadah wick sistem. 3. Persiapan POC urin kelinci a. Siapkan urin kelinci

(Sumber : dokumentasi pribadi hasil penelitian) b. Masukan EM4 dalam urin kelinci sampai merata.

(Sumber : dokumentasi pribadi hasil penelitian) c. Tuangkan campuran tersebut kebeberapa botol atau dirigen lalu ditutup dan dibiarkan selama seminggu agar terjadi proses fermentasi dan bau menjadi hilang.

(Sumber : dokumentasi pribadi hasil penelitian)

36

d. Setiap 4 hari sekali urine diaduk atau dikocok. e. Pupuk yang sudah siap digunakan ditandai dengan tidak adanya bau. 4. Pengamatan a. Amati pertumbuhan vegetatif pakcoy dari jumlah daun dan lebar daun setiap 1 minggu setelah tanam (MST) sampai pakcoy berumur 2 minggu setelah tanam (MST). b. Tulis hasil dan pembahasan untuk mengidentifikasi apakah terdapat pengaruh nutrisi AB mix dan POC urin kelinci terhadap pertumbuhan dan perkembangan pakcoy F. Hasil Perlakuan

Parameter Jumlah daun

Lebar daun

AB mix 100% AB mix 50% + POC 50% POC 100%

G. Pembahasan H. Kesimpulan I. Daftar Pustaka J. Lampiran

37

Pertanyaan ! 1. Diantara perlakuan yang dilakukan, perlakuan mana yang paling efektif dalam pertumbuhan vegetatif (jumlah daun dan lebar daun) pakcoy ? Mengapa, jelaskan! Jawab: ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… 2. Selain dari nutrisi factor apa yang berpengaruh dalam pertumbuhan vegetatif (jumlah daun dan lebar daun) pakcoy yang kalian amati? Jelaskan ! Jawab: ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… 3. Bagaimana sustainability yang terlihat dalam praktikum yang kalian kerjakan? Jelaskan ! Jawab: ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………

38

4. Setelah kalian melakukan percobaan, apakah memberikan dampak pada segi ekonomi? Jelaskan! Jawab: ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… 5. Apakah hasil percobaan terdapat dampak positif bagi lingkungan sosial? Jelaskan! Jawab: ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………

39

Daftar pustaka Campbell, J.B. Reace,L.G, dan Mitchel.2000.Biologi, Edisi Ke lima , Jilid 2. Jakarta , Erlangga MendikbudRI. 2018. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2018 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2016 Tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran Pada Kurikulum 2013 Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Wisnuwati, Caturto Priyo Nugroho. 2018. Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan

dan

Hewan.

Jakarta:Kementerian

Pendidikan

dan

Kebudayaan.

40