Data Loading...

E-Modul UAS Media Pembelajaran Kel 3 Flipbook PDF

E-Modul UAS Media Pembelajaran Kel 3


118 Views
113 Downloads
FLIP PDF 889.68KB

DOWNLOAD FLIP

REPORT DMCA

e-modul Resyi A.Gani, S.Kom,. M.Pd

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO-VISUAL

Ismi Fardila (037119004) Nandia Ayu Khairunnisa (037119010) Syifa Astriani Hanifa (037119021)

Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah perencanaan pembelajaran termasuk dalam kelompok Mata Kuliah Wajib Bidang Keahlian (MKBK) dengan bobot 3 SKS. Melalui mata kuliah ini mahasiswa dibekali pengetahuan dan keterampilan dalam menyusun perencanaan pembelajaran berupa Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) serta penilaian pembelajaran sesuai dengan kurikulum SD Th. 2013 revisi Th. 2018. Kemampuan yang diharapkan dalam mata kuliah ini yaitu memahami pengertian, menjelaskan, merancang, menggunakan serta mengevaluasi media pembelajaran dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Untuk itu, mata kuliah ini terdiri dari materi sebagai berikut: 1). Pengertian Media Pembelajaran, 2) Fungsi dan Peran Media Pembelajaran; 3) Pengelompokkan Media Pembelajaran; 4) Media Sederhana (kelebihan dan keterbatasannya), 5) Pemilihan Media Pembelajaran, 6) Penggunaan Media Pembelajaran, 7) Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Visual, Audio Visual, Multimedia, ICT dan 8) Domontrasi Pembuatan Media Pembelajaran. Mahasiswa dapat menyikapi positif betapa pentingnya sebuah media pembelajaran bagi keberhasilan proses pembelajaran dan mutu pembelajaran.

Tujuan Pembelajaran Tujuan Dari Mata Kuliah ini adalah agar mahasiswa dapat memahami, membuat, mengembangkan, mengelompokan dan mengelola Media pembelajaran sehingga dapat di terapkan dalam pembelajaran SD.

Target Tercapainya Pembelajaran Menguasai konsep dan aplikasi media pembelajaran SD, pengelompokan media pembelajaran SD, pemilihan dan penggunaan-perancangan media pembelajaran SD, pengembangan media pembelajaran SD berbasis multimedia aplikasi serta pembuatan dan mendemontrasikan media pembelajaran SD

PETA KONSEP Menurut Ahmad Rohani Pengertian

Media Audio Visual Gerak Macam-Macam Fungsi

Media Audio Visual Diam

Karakteristik Ciri-Ciri Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan Media Audio Visual Kekurangan Media Audio Visual Naskah

Pengembangan Media Pembelajaran Audio-Visual

Sutradara Komponen Pengembang

Kameramen

Pemain Alat dan Properti Langkah Persiapan Langkah Penggunaan

Langkah Penyajian

Tahap-Tahap Penggunaan

Tindak Lanjut

Kerucut Pengalaman Edgar

Menurut Drs. Syaiful Bahri dan Aswin Zain

Menurut Andre

Menurut Azhar Arsyad

BAB I Media Pembelajaran Audio Visual A. Pengertian Media Audio Visual Media adalah sesuatu yang dapat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada dirinya. Audio visual berasal dari kata Audible dan Visible, audible yang artinya dapat didengar, visible artinya dapat dilihat. Dalam kamus besar Ilmu Pengetahuan, audio adalah hal-hal yang berhubungan dengan suara atau bunyi. Visual adalah hal-hal yang berkaitan dengan penglihatan; dihasilkan atau terjadi sebagai gambaran dalam ingatan. Audio visual adalah gabungan dari audio dan visual. Audio adalah suara yang dapat didengar sedangkan visual adalah yang dapat dilihat. a. Ahmad Rohani audio visual atau AVA adalah media intruksional modern yang sesuai dengan perkembangan zaman atau kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang meliputi media yang dapat dilihat, didengar dan dapat dilihat serta didengar. b. Menurut Drs. Syaiful bahri dan Aswin Zain audio visual adalah media yang mempunyai unsur-unsur suara dan unsur gambar. c. Menurut Andre (1982:21) audio visual adalah suatu media yang terdiri dari media visual yang disinkronkan dengan media audio yang sangat memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah antara guru dan siswa dalam proses belajar mengajar. d. Menurut Azhar Arsyad audio visual adalah cara menghasilkan atau menyampaikan materi dengan menggunakan mesin-mesin mekanis dan elektronik untuk menyampaikan pesan-pesan audio dan visual. Jadi audio visual adalah alat peraga yang bisa ditangkap dengan indera mata dan indera pendengaran yakni yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar.

B. Macam-Macam Media Audio Visual Media Audio Visual mempunyai beberapa bentuk antara lain sebagai berikut: a. Media Audio Visual Gerak

Media audio visual gerak adalah media intruksional modern yang sesuai dengan perkembangan zaman (kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi) karena meliputi penglihatan, pendengaran dan gerakan, serta menampilkan unsur gambar yang bergerak. Jenis media yang termasuk dalam kelompok ini adalah televisi, video tape, dan film bergerak antara lain sebagai berikut. 1) Film, merupakan gambar-gambar dalam frame demi frame diproyeksikan melalui lensa proyektor secara mekanis sehingga pada layar terlihat gambar itu hidup. 2) Video, pesan yang disajikan dapat bersifat fakta (kejadian/peristiwa penting, berita), maupun fiktif (seperti misalnya cerita), bisa bersifat informatif, edukatif maupun intruksional. 3) Televisi adalah sistem elektronik yang mengirimkan gambar diam dan gambar hidup bersama suara melalui kabel dan ruang. Dewasa ini televisi yang dimanfaatkan untuk keperluan pendidikan dengan mudah dapat dijangkau melalui siaran dari udara ke udara dan dapat dihubungkan melalui satelit. Televisi pendidikan adalah penggunaan program video yang direncanakan untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu tanpa melihat siapa yang menyiarkannya. b. Media Audio Visual Diam Media audio visual diam yaitu media yang menampilkan suara dan gambar diam, seperti: 1) Film bingkai adalah suatu film transparan (transparant) berukuran 35mm, yang biasanya dibungkus bingkai berukuran 2x2 inci terbuat dari karton atau plastik. 2) Film rangkai berurutan merupakan satu kesatuan. Ukurannya sama dengan film bingkai, yaitu 35mm.

C. Fungsi Media Audio Visual Pada mulanya media hanya berfungsi sebagai alat bantu yang memperlancar dan mempertinggi proses belajar mengajar. Alat bantu tersebut dapat memberikan pengalaman yang mendorong motivasi belajar, memperjelas dan mempermudah konsep yang abstrak, menyederhanakan teori yang kompleks, dan mempertinggi daya serap atau retensi belajar. Media pembelajaran memiliki fungsi dan berperan sebagai berikut:

a) Menangkap suatu obyek atau peristiwa-peristiwa tertentu. Peristiwaperistiwa penting atau obyek yang langka dapat diabadikan dengan foto, film atau direkam melalui video atau audio, kemudian peristiwa itu dapat disimpan dan dapat digunakan manakala diperlukan. b) Memanipulasi keadaan, peristiwa, atau obyek tertentu Melalui media pembelajaran guru dapat menyajikan bahan pelajaran yang bersifat abstrak menjadi konkret sehingga mudah dipahami dan dapat menghilangkan verbalisme. c) Menambah gairah dan motivasi belajar siswa Penggunaan media dapat menambah motivasi belajar siswa sehingga perhatian siswa terhadap materi pembelajaran dapat lebih meningkat. d) Media pembelajaran memiliki nilai praktis, salah satunya Media dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki siswa. Fungsi media pada mulanya sebagai alat peraga atau alat bantu dalam kegiatan belajar mengajar yakni yang memberikan pengalaman pada anak dalam rangka mendorong motivasi belajar, memperjelas dan mempermudah konsep yang komplek dan abstrak menjadi lebih sederhana, kongkret, mudah dipahami.

D. Karakteristik Media Audio Visual Media pembelajaran yang digunakan dalam proses belajar mengajar tentunya diperlukan proses pemilihan yang tepat, untuk itu dapat diketahui melalui karakteristik dari masing-masing media sebagai berikut: 1. Media Grafis (Visual Diam), ebagai bahan-bahan nonfotografis dengan format dua dimensi yang didesain khusus untuk mengkomunikasikan pesan dan informasi tertentu. Macam-macam media grafis adalah: gambar, diagram, bagan, poster, grafik, media cetak, buku 2. Media proyeksi adalah media yang dapat digunakan dengan bantuan proyektor. Media proyeksi seperti: slide, film strips, OHP, dan sebagainya. 3. Media Audio adalah media untuk bahan yang mengandung pesan dalam bentuk auditif (pita suara atau piringan suara) yang dapat merangsang pikiran dan perasaan pendengar sehingga terjadi proses belajar. Media Audio seperti: radio, tape recorder, laboratorium bahasa. 4. Komputer merupakan jenis media yang secara virtual dapat menyediakan respons yang segera terhadap hasil belajar yang dilakukan oleh siswa. Lebih

dari itu, komputer memiliki kemampuan menyimpan dan memanipulasi informasi sesuai dengan kebutuhan.

E. Ciri-Ciri Media Audio Visual Teknologi audio visual cara untuk menghasilkan atau menyampaikan materi yaitu dengan menggunakan mesin-mesin mekanis dan elektronik untuk menyajikan pesanpesan audio dan visual. Pengajaran melalui audio-visual jelas bercirikan pemakaian perangkat keras selama proses belajar, seperti mesin proyektor film, tape recorder, dan proyektor visual yang lebar. Karakteristik atau ciri-ciri utama teknologi media audiovisual adalah sebagai berikut: 1) Mereka biasanya bersifat linier 2) Mereka biasanya menyajikan visual yang dinamis 3) Mereka digunakan dengan cara yang telah ditetapkan sebelumnya oleh perancang/pembuatnya 4) Mereka merupakan representasi fisik dari gagasan teal atau gagasan abstrak 5) Mereka dikembangkan menurut prinsip psikologis behaviorisme dan kognitif 6) Umumnya mereka kerorientasi kepada guru dengan tingkat pelibatan interaktif murid yang rendah.

F. Kelebihan dan Kekurangan Media Audio Visual a. Kelebihan Audio Visual 1) Membuahkan hasil belajar lebih baik, karena semakin banyak alat indera yang digunakan untuk menerima dan mengolah informasi semakin informasi tersebut dimengerti dan dapat dipertahankan dalam ingatan. 2) Siswa akan belajar lebih banyak daripada jika materi pelajaran disajikan hanya dengan stimulus dengar saja atau dengan stimulus pandang saja.

b. Kelemahan Audio Visual 1) Terlalu menekankan pentingnya materi (bahan-bahan audio visual) ketimbang proses pengembangannya, seperti: desain, prouksi, dan evaluasi. 2) Tetap memandang materi audio visual sebagai alat bantu guru dalam mengajar, sehingga keterpaduan antara bahan-bahan dan alat bantu tersebut diabaikan.

3) Perhatian sulit dikuasai, partisipasi siswa jarang dipraktikkan. 4) Sifat komunikasinya hanya satu arah dan harus diimbangi dengan pencarian umpan balik yang lain kurang mampu menampilkan detail dari objek yang disajikan secara sempurna.

G. Komponen Pengembangan Media Audio Visual Dalam pembuatan media audio visual pembelajaran terdapat beberapa komponen yang harus ada selayaknya pembuatan sebuah film biasa. Komponen-komponen tersebut adalah: 1. Naskah, Naskah merupakan teks cerita yang ditampilkan oleh para pemain, yang berisikan tentang pesan-pesan pembelajaran yang akan difilmkan, biasanya dapat berupa naskah dokumenter atau naskah dialog yang terdiri dari beberapa pemain film. Naskah dibuat oleh guru yang bersangkutan dengan berkonsultasi kepada beberapa tenaga ahli lainnya, seperti ahli isi, ahli komunikasi, dan lainlain. 2. Sutradara, Ketika pembuatan audio visual atau film tentunya sangat diperlukan adanya seorang sutradara, yang mengatur rentetan perekamannya, agar dapat berjalan sesuai dengan rencana, dan dapat berhasil dengan efektif dan efisien. 3. Kameramen, orang yang melakukan perekaman semua adegan yang difilmkan. Teknisi ini harus mempunyai keahlian khusus, sebab jika tidak akan menghasilkan rekaman yang kurang bahkan tidak memuaskan. Di samping itu juga dapat menghambat cepat lambatnya penyelesaian media audio visual yang dibuat. 4. Pemain film, Untuk menjalankan sebuah rekaman media audio visual tidak akan bisa lepas dari pemain yang berperan di dalam adegan tersebut, walaupun hanya sekedar berjalan atau duduk tanpa bersuara karena ia dijadikan sebagai media yang dijelaskan atau lainnya. Pemain ini harus betul-betul mahir sebab bila tidak sangat memperlambat selesainya proses perekaman. 5. Seperangkat alat untuk merekam film dan editing, Setelah semua rekaman selesai, maka langkah terakhir adalah editing, dengan menggunakan seperangkat alat editing layaknya sebuah film, sebab mungkin ada yang perlu ditambah dengan animasi lainnya, atau ada adegan yang dipotong, disambung, bahkan ada yang harus didabing.

H. Langkah Penggunaan Media Audio Visual Dalam Pembelajaran Dalam implementasinya ketika pembelajaran, langkahlangkah penggunaan media audio-visual jika jauh beda dengan media audio, yaitu: 1. Langkah Persiapan a. Persiapan dalam merencanakan, seperti berkonsultasi para ahli. b. Berikan pengarahan, khusus terhadap ide-ide yang sulit bagi siswa yang akan dikemukakan dalam materi. c. Perhitungkan kelompok sasaran. d. Usahakan sasaran harus dalam keadaan siap. e. Periksa peralatan yang akan dipergunakan. 2. Langkah Penyajian a. Sajikan dalam waktu yang tepat dengan kebiasaan atau cara mendengarkan. b. Atur situasi ruangan, sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pembelajaran. c. Berikan semangat untuk mulai mendengarkan dan mulai konsentrasi terhadap permasalahan yang akan dihadapi. 3. Tindak Lanjut Merupakan langkah untuk melakukan koreksi dan perbaikan secara menyuruh terhadap kegiatan, baik yang berhubungan dengan langkah persiapan maupun kegiatan yang terdapat dalam langkah pengajian. Sangat perlu pada kegiatan tindak lanjut siswa diberikan kesempatan untuk bertanya, bahkan perlu ditindak lanjuti dengan penugasan terhadap para siswa secara individu atau kelompok. Untuk mengetahui apakah mereka betul-betul menyimak dan memperhatikan penyajian yang ditayangkan dan mencatat secara seksama.

I. Tahap-Tahap Penggunaan Media Audio Visual Langkah-langkah penggunaan media audio visual ada hal-hal yang harus dipersiapkan misalnya: guru harus tau cara pengoprasian media tersebut, guru harus terlebih dahulu tahu konten alat bantu yang akan digunakan, dan yang pasti harus sesuai dengan indikator pencapaian yang akan dicapai. Berikut akan dijelaskan saran-saran untuk menggunakan media audio visual dalam pembelajaran agar dapat berfungsi secara optimal: 1. Bahan yang disajikan harus mengarah langsung pada masalah yang dibicarakan oleh kelompok, dalam artian harus terarah.

2. Bahan seyogyainya hanya disajikan pada waktu yang tepat sehingga tidak menyebabkan terputusnya kelangsungan berfikir. 3. Pimpinan sebaiknya mengetahui bagaimana menjalankan alat bantu. 4. Alat bantu sebaiknya mengajarkan sesuatu, tidak sekedar menayangkan sesuatu. 5. Partisipasi pelajar sangat diharapkan dalam situasi ketika alat bantu audio visual digunakan. 6. Rencana mutlak diperlukan untuk membuat bahan yang disajikan dengan alat bantu lebih efektif. 7. Beberapa alat bantu sebaiknya digunakan. 8. Alat bantu audio visual sebaiknya digunakan secara hati-hati dan disimpan dengan baik.

J. Kerucut Pengalaman Edgar Kerucut pengalaman adalah sebuah teori pola media pendidikan yang dikemukakan oleh ahli audio visual yang bernama Edgar Dale dalam bukunya yang berjudul “Audio-Visual Methods In Teaching”. Dalam usaha memanfaatkan media sebagai alat bantu ini Edgar Dale mengadakan klasifikasi pengalaman berlapis menurut tingkat dari yang paling konkrit ke yang paling abstrak. Klasifikasi tersebut kemudian dikenal dengan kerucut pengalaman (cone of experience). Bentuk kerucutnya sebagai berikut:

Gambar 1.1 Kerucut Pengalaman (cone of experience) Edgar Dale

Kerucut pengalaman yang dikemukakan oleh Edgar Dale itu memberikan gambaran bahwa pengalaman belajar dapat melalui proses perbuatan atau mengalami

sendiri apa yang dipelajari, proses mengamati, dan mendengarkan melalui media tertentu dan proses mendengarkan melalui bahasa. Semakin konkret kita mempelajari bahan pengajaran, contohnya melalui pengalaman langsung, maka semakin banyaklah pengalaman yang diperolehnya. Sebaliknya semakin abstrak kita memperoleh pengalaman, contohnya hanya mengandalkan bahasa verbal, maka semakin sedikit pengalaman yang akan diperoleh. (Sanjaya, W, 2008: 165)

RANGKUMAN Pengembangan media pembelajaran audio-visual adalah salah satu penegembangan media yang dapat dilihat dan didengar secara bersamaan. Media audio-visual memungkinkan membawa pembelajaran untuk menciptakan komunikasi dua arah antara guru dan siswa dalam proses pembelajarannya. Media audio-visual ini dibagi menjadi 2, yaitu audio visual gerak contohnya film, video, dan televisi. Sedangkan audio visual diam contohnya film bingkai dan film rangkai berurutan. Adapun komponen pengembangan media audio visual pada sebuah film, seperti adanya naskah, sutradara, kameramen, pemain film, dan seperangkat alat untuk merekam film dan editing. Langkah penggunaan media audio-visual ini tidak jauh berbeda dengan media audio saja, seperti adanya langkah peseiapan, penyajian dan tindak lanjut.

GLOSARIUM Audio

:

Suara atau bunyi yang dihasilkan oleh getaran suatu benda, agar dapat tertangkap oleh telinga manusia getaran tersebut harus kuat minimal 20 kali Per detik.

Audible

:

Dapat didengar dengan baik.

AVA

:

Media intruksional modern yang sesuai dengan perkembangan zaman atau kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang meliputi media yang dapat dilihat, didengar dan dapat dilihat serta didengar.

Belajar

:

Perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respons.

Indikator

:

Merupakan variabel yang dapat digunakan untuk mengevaluasi keadaan atau kemungkinan dilakukan pengukuran terhadap perubahan-perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu.

Karakteristik

:

Sifat khas sesuai dengan perwatakan tertentu.

Media

:

segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi pelajaran kepada peserta didik dan dapat merangsang

Pembelajaran

pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan belajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar. Media

:

Merupakan alat yang dapat membantu dalam keperluan dan aktivitas, yang dimana sifatnya dapat mempermudah bagi siapa saja yang memanfaatkannya.

Pembelajaran

:

Proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.

Pengembangan

:

Proses mengembangkan sesuatu

Pengalaman

:

Peristiwa yang benar-benar pernah dialami.

Stimulus

:

Bagian dari respon stimuli yang berhubungan dengan kelakuan/ perubahan lingkungan internal atau eksternal yang dapat diketahui. Ketika stimulis dimasukan kedalam reseptor sensoris, stimulus akan memengaruhi refleks melalui transduksi stimulus/ stimulus

adalah sesuatu yang menghasilkan suatu tindakan jawaban pada suatu makhluk hidup, misalnya tusukan, suara, dan cahaya. Teknologi

:

Seluruh sarana untuk menyediakan barang-barang yang dibutuhkan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.

Visual

:

Sesuatu yang dapat dilihat dengan indra penglihatan (mata).

REFERENSI SAKA, M. R. G. (2019). Pengembangan Media Pembelajaran Audio Visual Berbasis Literasi Sains dengan Menggunakan Software Camtasia Studio. Doctoral dissertation: UIN Raden Intan Lampung. Ramli, Muhammad. (2012). Media dan Teknologi Pembelajaran. Banjarmasin: IAIN Antasari Press. Santika, I. M. (2020). Pengembangan media audio visual pada pembelajaran tematik di kelas V SDN 1 SEMBULUH I. Doctoral dissertation: IAIN Palangka Raya. Hasan, Muhammad. dkk (2021). Media Pembelajaran. Klaten: Tahta Media Group. http://eprints.stainkudus.ac.id/1753/5/05.%20BAB%20II.pdf

EVALUASI 1. Menurut Azhar Arsyad, audio-visual adalah cara menyampaikan materi dengan menggunakan mesin-mesin mekanis dan elektronik untuk menyampaikan pesan. Menurut kamu contoh mesin-mesin mekanis dan elektronik seperti apa yang termasuk kedalam media audio visual? jelaskan! 2. Media audio-visual dibagi menjadi 2 macam yaitu, media audio-visual gerak dan media audio-visual diam. Apa yang membedakan dari kedua macam-macam media tersebut? 3. Dengan segala kelebihan yang dimiliki media audio-visual ini. Menurut kamu apakah media audio-visual bisa mengantikan peran guru dalam proses belajar mengajar? Berikan alasannya! 4. Dalam langkah-langkah penggunaan media audio-visual dalam implementasi pembelajaran di kelas. Manakah menurut kamu yang paling menjadi fokus guru atau langkah yang sangat perlu dalam penggunaan media audio-visual? 5. Menurut kamu apakah media audio-visual ini mampu memberikan pengalaman dan hasil belajar yang baik bagi siswa?

LAMPIRAN DOKUMENTASI

BIODATA PENULIS

Nama : Ismi Fardila TTL : Depok, 17 Juni 2001 Program Studi : Pendidikan Guru Sekolah Dasar Npm : 037119004 E-mail : [email protected] No. Telp : 082124495071

Nama : Nandia Ayu Khairunnisa TTL : Balikpapan, 14 Maret 2001 Program Studi : Pendidikan Guru Sekolah Dasar Npm : 037119010 E-mail : [email protected] No. Telp : 08880956982

Nama : Syifa Astriani Hanifa TTL : Jakarta, 15 Juli 2001 Program Studi : Pendidikan Guru Sekolah Dasar Npm : 037119021 E-mail : [email protected] No. Telp : 0817150701