Data Loading...

KALIMAT EFEKTIF Flipbook PDF

KALIMAT EFEKTIF


133 Views
53 Downloads
FLIP PDF 5.87MB

DOWNLOAD FLIP

REPORT DMCA

KALIMAT EFEKTIF

BAHASA INDONESIA KELAS IX

SMPN 37 BANDAR LAMPUNG

Kalimat Efektif Apa itu kalimat efektif? Kalimat efektif adalah kalimat yang susunannya mudah dipahami dan makna kalimat tersebut tersampaikan dengan tepat kepada pembaca atau pendengar. Bagaimana suatu kalimat dikatakan efektif? Syarat kalimat efektif adalah jika gagasan yang ada di dalamnya dapat diterima oleh pendengar maupun pembaca dengan mudah, jelas, dan lengkap seperti apa yang dimaksud oleh penulis atau pembicaranya. Kalimat tersebut tidak mengandung maksud yang lain atau menyimpang.

Ciri-Ciri Kalimat Efektif

1. Memuat Unsur Kalimat Minimal Subjek dan Predikat 2. Hemat Kata 3. Makna yang Tepat 4. Kelogisan Bahasa 5. Menggunakan Ejaan dan Kaidah Kebahasaan yang Baku

1. Memuat Unsur Kalimat Minimal Subjek dan Predikat

Struktur kalimat efektif harus mengandung unsur kalimat, minimal subjek dan predikat. Contoh: Rangga belajar di kamar. Subjek kalimat tersebut adalah ‘Rangga’ dan predikatnya yaitu ‘belajar.’

2. Hemat Kata Kalimat efektif harus hemat kata. Artinya, dalam penyusunan kalimat efektif, penggunaan kata, frasa, atau bentuk lain yang tidak diperlukan harus dihindari. - Hindari pengulangan subjek. Jika subjek dalam sebuah kalimat hanya satu, penyebutannya tidak perlu diulang. Contoh kalimat tidak efektif (salah): Karena dia sakit, dia tidak masuk sekolah. Contoh kalimat efektif (benar): Karena sakit, dia tidak masuk sekolah.

- Hindari sinonim kata. Jika dalam sebuah kalimat terdapat dua kata yang memiliki arti sama, gunakan salah satu saja. Contoh kalimat tidak efektif (salah): Dia rajin berlatih agar supaya menang. Contoh kalimat efektif (benar): Dia rajin berlatih agar menang.

- Perhatikan bentuk kata jamak. Jika sebuah kata sudah memiliki makna jamak, tidak perlu ditambahkan kata yang bermakna jamak lagi. Contoh kalimat tidak efektif (salah): Para hadirin dimohon berdiri. Contoh kalimat efektif (benar): Hadirin dimohon berdiri.

3. Makna yang Tepat Kalimat efektif hanya memiliki satu makna, tidak ambigu ataupun menyimpang. Oleh sebab itu, perlu diperhatikan penggunaan kata atau diksinya. Contoh: Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu menerima hadiah. Coba Kalian baca, pasti jadi bingung, di sini maksudnya siapa yang terkenal? Mahasiswanya atau perguruan tingginya? Nah, supaya efektif, kita bisa mengubahnya menjadi salah satu dari dua bentuk berikut, sesuai dengan makna yang dituju: - Mahasiswa yang terkenal itu menerima hadiah. - Mahasiswa dari perguruan tinggi terkenal itu menerima hadiah

4. Kelogisan Bahasa Kalimat efektif harus memiliki kelogisan bahasa. Artinya, ide pada kalimat efektif tersebut dapat diterima oleh akal dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku. Contoh: Waktu dan tempat kami persilakan. Kalimat di atas tidak efektif sebab makna yang terkandung tidak logis. Coba Kalian pikirkan, apakah waktu dan tempat itu bisa dipersilakan? Seharusnya, kalimat tersebut diubah menjadi: “Untuk bapak/ibu A (nama) kami persilakan.”

5. Menggunakan Ejaan dan Kaidah Kebahasaan yang Baku Penulisan kalimat efektif bahasa Indonesia mengacu pada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) atau Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Contoh: Ibuku memperjuangkan karirnya dengan baik. Jika mengacu pada KBBI, kalimat tersebut termasuk kalimat tidak efektif karena kata ‘karir’ tidak sesuai dengan ejaan yang benar. Seharusnya ditulis dengan ‘karier.’

indra



indera

LATIHAN Perbaiki kalimat berikut menjadi kalimat efektif!

1. Cara untuk merawat kesehatan kulit ialah sangatlah gampang. 2. Kera itu naik ke atas pohon. 3. Adi membeli obat di apotik. 4. Para murid-murid sedang membaca di perpustakaan. 5. Kepada Bapak Kepala Sekolah SMP Merdeka, waktu dan tempat dipersilakan. 6. Walikota turut berbelasungkawa kepada terjadinya musibah tersebut. 7. Dia hanya minum satu gelas saja. 8. Antrian pembeli minyak goreng di toko itu sangat panjang sekali. 9. Menjaga kelestarian alam bisa dilakukan dengan cara memakai sumber daya alam secara efektip dan evisien. 10. Salah satu gejala dan tanda covid-19 adalah hilangnya indra penciuman.