Data Loading...

Laporan PPKM-Novita Lianasari-7019210020 Flipbook PDF

Laporan PPKM-Novita Lianasari-7019210020


152 Views
91 Downloads
FLIP PDF NAN

DOWNLOAD FLIP

REPORT DMCA

Laporan Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat Komunikasi Perubahan Sosial

Sosialisasi Pentingnya memilih masker yang baik dan benar sesuai anjuran Pemerintah untuk mencegah covid19 di RW 01 Kel Leuwinutug Kecamatan Citeureup Oleh : Novita Lianasari 7019210020

Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila Juli 2021

1. Pendahuluan Penyebaran virus tidak diketahui keberadaanya akan sampai di Indonesia yang hinga sampai saat ini. Keberadaan virus sangat meresahkan karena menimbulkan kekhawatiran masyarakat, dengan adanya virus ini diadakan karantina terhadap warga yang pernah melakukan perjalanan ke wilayah terinfeksi. Sehingga masyarakat tidak lagi menganggap dengan menyepelekan virus ini. Maka dari itu aspek hukum dalam penanganan mendapatkan pelayanan kesehatan Tertuang dalam Pasal 28H ayat (1) Undang – Undang Dasar 1945. kesehatan adalah kebutuhan dasar manusia yang dijamin hak nya secara konstitusional Kesehatan adalah faktor penentu bagi kesejahteraan sosial (Yunus, Rezki, 2020: 229) Kebijakan yang dikeluarkan pemerintah adanya Social Distancing yang dimungkinkan untuk mengurangi atau menghambat penyebaran virus. Dan kebijakan ini sangat efektif dengan mencegah orang sakit melakukan kontak langsung kepada orang lainnya yang tidak sakit sehingga mencegah penularan. Begitu juga tenaga kesehatan berupaya mencegah untuk bertambahnya orang yang terifeksi dan perlu adanya jaminan perlindungan dan keselamatan kerja bagi tenaga medis dalam penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Kebijakan terkait pelayanan kesehatan dapat dikatakan sebagai aspek penting dalam kondisi dimasyarakat sekarang (Yunus, Rezki, 2020: 228) Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) adalah keluarga besar virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Pada manusia, beberapa corona virus diketahui menyebabkan infeksi pernafasan mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Serve Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan corona virus yang terbaru adalah yang menyebabkan COVID-19. COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh corona virus yang baru ditemukan. Virus dan penyakit baru ini tidak diketahui sebelum wabah dimulai di Wuhan pada desember 2019. COVID-19 ini sekarang menjadi pandemic yang menyerang semua negara yang ada di dunia. Virus COVID-19 bisa menimbulkan beragam gejala pada pengidapnya. Infeksi COVID-19 disebabkan oleh virus corona itu sendiri. Kebanyakan virus corona menyebar seperti virus lain pada umumnya, seperti melalui Percikan air liur pengidap (bantuk dan bersin), Menyentuh tangan atau wajah

orang yang terinfeksi, Menyentuh mata, hidung, atau mulut setelah memegang barang yang terkena percikan air liur pengidap virus corona, Tinja atau feses (jarang terjadi). Khusus untuk COVID-19, masa inkubasi belum diketahui secara pasti. Namun, rata-rata gejala yang timbul setelah 2-14 hari setelah virus pertama masuk ke dalam tubuh. Pandemi Covid-19 yang sedang terjadi disebabkan oleh adanya proses mutasi dari virus SARS-CoV menjadi sangat infeksius, hal ini menjadi tantangan bagi masyarakat karena pasien yang dalam masa inkubasi dan terdeteksi negatif palsu dapat menyebarkan virus (Handayani, 2020). Pemerintah diseluruh dunia mengeluarkan kebijakan tentang upaya pencegahan penularan yang beragam. Salah satu upaya yang telah disepakati dunia adalah penggunaan masker oleh seluruh masyarakat. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control/CDC) Amerika Serikat dan WHO (World Health Organization) telah merekomendasikan pemakaian masker kain utuk masyarakat umum, hal ini diikuti oleh berbagai negara termasuk Indonesia. Penggunaan masker di depan umum jauh lebih lazim di banyak negara Asia, yang memilikinya pengalaman lebih lama dengan epidemi virus corona baru, penggunaan masker dilaporkan akan efektif dalam membatasi penyebaran Covid19 yang relatif berhasil di Taiwan (Eikenberry, 2020; Wang, 2020). Masker disarankan sebagai metode untuk membatasi penularan komunitas oleh pembawa asimtomatik atau setidaknya orang terinfeksi yang secara klinis tidak terdeteksi (Chan, 2020), yang mungkin menjadi pendorong utama cepatnya penularan Covid-19 (Li, 2020) Penularan Covid-19 melalui droplet yang mengandung virus ataupun aliran udara (aerosol) menjadi jalur utama yang menyebabkan virus menyebar dan memiliki daya penularan tinggi, saat pandemi terjadi sangat penting untuk mengontrol sumber infeksi (Atmojo, 2020). Berbagai studi eksperimental telah melaporkan masker bedah medis dan N95 dapat melindungi pemakainya dari berbagai infeksi atau kemungkinan menularkan infeksi. Hasil ini tampak konsisten, sehingga dapat digunakan oleh para petugas layanan kesehatan untuk melindungi diri terhadap infeksi pernapasan. Masker dapat melindungi dari tetesan yang lebih kasar dan transmisi aerosol yang lebih halus, respirator N95 lebih efektif melawan aerosol yang lebih halus, dan mungkin lebih baik dalam mencegah transmisi tetesan juga. Meta analisis studi pada penyedia layanan kesehatan yang sehat menunjukkan kekuatan nilai perlindungan terhadap infeksi virus klinis dan

pernapasan untuk masker bedah dan respirator N95 (Dharmadhikari, 2012; Lai, 2012; MacIntyre, 2017; Offeddu, 2017). Kebijakan penggunaan masker secara menyeluruh masih terus diperdebatkan secara ekstensif sejak tahap awal pandemi Covid-19. Hal ini dikarenakan paparan yang signifikan akan menurun bila seseorang menjaga jarak minimal 6 kaki dengan orang lain atau pasien dan berinteraksi dalam waktu singkat (hanya beberapa menit atau kurang dari 30 menit). Sehingga apabila seseorang berada di ruang terbuka dengan penerapan ketentuan sebelumnya, kemungkinan tidak perlu setiap saat memakai maskernya (Tirupathi, 2020). Suplai masker bedah yang tidak mencukupi membuat masyarakat dan pemerintah memperbolehkan penggunaan masker kain, berbagai perdebatan terkait efektivitas masker kain mulai bermunculan. Masker kain buatan sendiri mungkin masih memberikan perlindungan meskipun umumnya lebih rendah, selain itu uji klinis efektivitasnya di dalam komunitas masih kurang (Eikenberry, 2020). Mengingat banyaknya rekomendasi, dan ketidakpastian seputar kemungkinan efektivitas dan dampak masker wajah terutama masker kain buatan sendiri pada transmisi Covid-19, maka tim penulis memberikan tinjauan terkait efektivitas penggunaan berbagai jenis masker, diharapkan tinjauan ini dapat menjadi salah satu rujukan dalam pemberian edukasi pada masyarakat ataupun pembuatan kebijakan selanjutnya

2. Tujuan Pelaksanaan PKM Organisasi kesehatan Dunia (WHO) membuat perubahan ketentuan terkait dengan penggunaan masker di masa pandemi COVID-19. WHO merekomendasikan masyarakat yang sehat tetap memakai masker kain di tempat-tempat umum, dimana menjaga jarak fisik sulit dilakukan. Masker kain diwajibkan setidaknya terdiri dari 3 lapis dengan material yang berbeda. Masker kain juga harus diperhatikan kemudahan untuk bernapasnya karena banyaknya jenis kain yang tersedia. Lapisan paling dalam masker menyentuh wajah pemakai. Lapisan paling luar terpapar pada lingkungan.Dicontohkan oleh WHO, bahwa kain pakaian (misalnya, campuran nilon dan 100% poliester) jika dilipat menjadi dua lapis memberikan 2-5 kali lipat efisiensi filtrasi dibandingkan lapisan tunggal kain yang sama, dan jika dilipat menjadi empat lapis, efisiensi filtrasi meningkat 2-7 kali. Masker yang terbuat dari sapu tangan katun saja harus terdiri dari empat lapis, tetapi efisiensi filtrasinya hanya 13%. Menurut

WHO lebih lanjut, bahan yang sangat berpori seperti kasa tidak akan dapat memberikan filtrasi yang cukup meskipun dibuat berlapis-lapis; efisiensi filtrasinya hanya 3%. Perlu dicatat bahwa bahan yang ditenun lebih ketat, dan juga semakin banyaknya jumlah lapisan, kemudahan bernapasnya juga dapat menurun. Kemudahan bernapas dapat diperiksa dengan cepat dengan cara mencoba bernapas melalui mulut dan beberapa lapisan. Maka dari itu saya memberikan sosialisasi kepada masyarakat RW 01 Kelurahan Leuwinutug Kecamatan Citeureup untuk memilih dan memakai masker yang benar untuk menangkal virus sebesar 70 persen. Dengan demikian masyarakat harus tetap jaga jarak saat di keramaian minimal satu sampai dua meter dan apabila tidak memiliki kegiatan penting di luar sebaiknya tinggal di rumah

3. Gambaran Umum Lokasi PKM Saat ini tidak semua masyarakat sudah tepat memilih masker yang sesuai dengan standar. kesehatan, masih banyak masyarakat yang mengabaikan tentang pentingnya memilih masker yang baik dan benar. terlebih lagi sejak merebaknya virus Corona, ketersediaan masker bedah menjadi langka. Bila pun ada, harganya masih cukup mahal. Oleh karena itu, sebagian orang memilih untuk membeli masker nonmedis yang lebih murah, seperti masker scuba. Kain scuba memiliki banyak variasi. Ada kain scuba yang tebal dan ada juga yang tipis. Kain scuba yang umumnya dipakai untuk menjadi baju penyelam memang tebal dan antiair, sehingga bisa melindungi kamu dari droplet jika dijadikan masker. Namun, masker scuba yang banyak ditemukan di pasaran saat ini sangatlah tipis dan hanya terdiri dari 1 lapis, sehingga tidak cukup aman dipakai untuk melindungimu dari virus Corona. Selain itu, masker kain hanya dapat dipakai maksimal 4 jam dan harus diganti dengan masker yang baru dan bersih. Penggunaan masker pun harus tepat, yaitu menutup hidung dan mulut. Dengan persyaratan tersebut, tentunya masker scuba yang dijual saat ini tidak memenuhi kualifikasi. Selain itu, kita juga bisa menyimpulkan bahwa masker buff, yang bahannya tipis dan kebanyakan hanya terbuat dari kain katun, juga sama tidak amannya seperti masker scuba.

Saat ini kondisi Masyarakat lingkungan RW 01 Kelurahan Leuwinutug Kecamatan Citeureup masih banyak yang mengabaikan penggunakan masker 3 lapis. masih banyak yang tidak mementingkan tingkat keefektifan masker 3 lapis. mereka hanya memikirkan yang penting sudah memakai masker. kurangnya kesadaran inilah yang membuat tingkat kasus positif Covid-19 dilingkungan masyarakat Leuwinutug semakin beresiko meningkat.

4. Identifikasi Masalah Berdasarkan hasil pengamatan yang saya lakukan masih banyak masyarakat yang mengabaikan penggunakan masker yang baik sesuai dengan standar kesehatan. Masyarakat yang mengabaikan masker 3 lapis beranggapan bahwa semua masker sama saja. Maka dari itu masih banyak ditemukan masyarakat yang menggunakan masker kain/masker scuba yang tidak efektif untuk mencegah penyebaran virus corona. Yang tanpa kita sadari Infeksi juga dapat disebarkan melalui kontak langsung dengan orang lain atau kontaminasi pada permukaan benda dan objek. Bisa dibayangkan, jika Masyarakat tanpa gejala tak mengenakan masker, berjarak dekat, dan berada dalam kerumunan? Ada risiko potensi penyebaran virus corona yang lebih besar. Maka dari itu saya memberikan sosialisasi kepada masyarakat RT 01 Kelurahan Leuwinutug Kecamatan Citeureup untuk memilih dan menggunakan masker yang baik dan benar sesuai ketentuan standar kesehatan

5. Pelaksanaan Kegiatan A. Temuan kasus Covid-19 Menurut data dan info yg saya dapat dari Ketua RT, tercatat kurang lebih sekitar 10 kasus positif Covid-19 di wilayah lingkungan masyarakat RT 01 Kampung Leuwinutug. Masyarakat yg terindikasi positif dengan sadar langsung melakukan isolasi secara mandiri, dan ketika dirasa isolasi secara mandiri tidak menunjukan perubahan kondisi ke arah yg lebih baik, maka masyarakat dihimbau untuk segera melaporkan kepada ketua RT agar dirujuk untuk mendapatkan penanganan yg lebih maksimal dirumah sakit. Kasus positif yg ada sendiri didominasi orang dewasa dan lansia, tentunya adanya kasus positif ini dikarenakan karena kurang sadarnya kesadaran masyarakat akan penting nya menggunakan masker saat ini, sehingga membuat hati saya tergerak untuk

memberikan sosialisasi kepada masyarakat terhadap pentingnya penggunaan masker, dimulai dari lingkungan keluarga saya sendiri.

B. Kegiatan yang dilakukan Kegiatan yg saya lakukan sendiri dimulai dari sosialisasi kepada masyarakat akan bahaya covid 19, yg sudah tentu harus dicegah dan dilawan dgn cara mematuhi protokol kesehatan, lalu kemudian dilanjutkan dengan penjelasan akan pentingnya menggunakan masker yg sesuai standar dan anjuran pemerintah. Saya harap kegiatan pkm yg saya lakukan ini dapat memberikan dampak atau pandangan baru dari masyarakat akan covid itu sendiri. Yg tujuan utama nya adalah mengurangi jumlah kasus positif di wilayah lingkungan tempat saya tinggal.

C. Sasaran Kegiatan Memberikan sosialisasi langsung kepada masyarakat akan pentingnya masker sesuai standar dan anjuran pemerintah.  -Nama : Suchy -Umur : 25 th. -Masyarakat (pembeli disebuah toko)  -Nama : Imam -Umur : 28 th. -Penjual di sebuah toko  -Nama : Reynaldi -Umur : 23 th -Masyarakat  -Nama : Sutriyah -Umur : 40 th -Masyarakat  -Nama -Umur -Saudara

: Tarmo : 50 th

D. Media Yang Digunakan Menggunakan poster himbauan pentingnya menjaga protokol kesehatan dan menggunakan media sosial instagram dengan cara memposting foto saya sedang melakukan sosialisasi di akun instagram saya pribadi. E.Waktu Kegiatan Berkeliling kampong untuk melakukan sosialisasi pada hari Rabu 21 juli 2021

6. Kesimpulan dan Saran Penggunaan masker dalam upaya mencegah penularan Covid-19 sangat diperlukan. Berbagai studi telah membuktikan efektifitas masker dalam mencegah penyakit infeksi saluran pernafasan, masker N95 dan masker bedah memiliki efektifitas di atas 90%. Demi menjaga ketersediaan masker masyarakat umum sangat dianjurkan adalah masker kain 3 lapis. Penggunaan masker kain 1 lapis seperti scuba dan buff sangat tidak dianjurkan, karena tidak memiliki cukup proteksi terhadap partikel aerosol virus SARS-CoV 2. Penggunaan masker harus memperhatikan manfaat, masker kain 3 lapis dipilih oleh masyarakat umum, guna mendapatkan perlindungan maksimal selama pandemi penggunaan masker harus diikuti protokol kesehatan lain seperti menjaga jarak dan rajin mencuci tangan. Penggunaan masker pada anak dapat digantian face shield dalam upaya mencegah gangguan pernafasan, kondisi tertentu penggunaan masker pada anak dapat dilakukan dalam pengawasan orang dewasa.

7. Lampiran