Data Loading...

Materi 2 Flipbook PDF

Materi 2


103 Views
95 Downloads
FLIP PDF 164.11KB

DOWNLOAD FLIP

REPORT DMCA

BAB VI TOPIK DAN KERANGKA KARANGAN

Capaian Pembelajaran 1. 2. 3. 4.

Mahasiswa mampu menjelaskan perbedaan topik, tema, dan judul. Mahasiswa mampu menjelaskan definisi kerangka karangan Mahasiswa mampu menemukan topik, tema, dan judul untuk karya tulis ilmiah sesuai dengan bidang studi. Mahasiswa mampu menyusun kerangka karangan untuk karya tulis ilmiah sesuai dengan bidang studi.

A. Pengantar Topik dan kerangka karangan merupakan langkah paling awal sebelum melakukan penyusunan karya tulis ilmiah. Sebuah karya tulis ilmiah tidak akan terbentuk jika tidak jelas topik yang akan dibahas di dalamnya. Istilah topik seringkali disamakan dengan tema. Padahal topik berbeda dengan tema, apalagi dengan judul. Pada bagian ini akan dipaparkan perbedaan antara topik, tema, dan judul pada sebuah karya tulis ilmiah. Selain itu, pada bagian ini pula akan dipaparkan mengenai kerangka karangan sebagai langkah awal penyusunan karya tulis ilmiah. B. Topik, Tema, dan Judul Sehari-hari dikenal istilah tema, topik, dan judul dalam pembuatan sebuah karangan, baik itu dalam bahasa Indonesia maupun bahasa asing. Tema dan topik sangat dibutuhkan dalam pembuatan kerangka tulisan awal sebelum benar-benar menulis karena tema dan topik sebagai acuan dalam pengambilan datadata untuk dituangkan ke sebuah tulisan. Tema dan topik juga Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi | 111

berperan untuk pembatas agar sebuah tulisan tidak melenceng dari apa yang diinginkan dan menghasilkan sebuah karangan yang diinginkan oleh sang penulis. Sedangkan judul dapat diartikan sebagai ujung tombak sebuah karangan karena dengan judul yang akan menarik minat dan menimbulkan rasa penasaran pembaca untuk membaca suatu karangan, walaupun belum mengetahui secara persis isi karangan. Tapi dengan judul yang menarik, maka secara tidak langsung sebuah karangan akan menarik orang untuk membacanya dan mengetahui isi karangan tersebut. Keserasian antara tema, topik, dan judul, sangatlah penting untuk mencapai sebuah karangan yang baik dan menarik. 1.

Topik

Sebuah karya tulis ilmiah harus direncananan dan disusun dengan cara yang sistematis dan terukur. Untuk itu, perlu ditetapkan terlebih dahulu hal yang paling penting yang hendak diuraikan. Hal yang paling penting itu disebut sebagai topik. Topik tidak sama dengan tema. Namun banyak orang mengartikannya sama. Topik, seperti telah dikemukakan di atas, haruslah yang pertama ditentukan oleh penulis, tema ditentukan setelahnya, sedangkan judul paling akhir karena judul hanyalah kepala karangan. Topik adalah hal yang pertama kali ditentukan ketika penulis akan membuat tulisan, atau bisa disebut juga topik adalah tahap awal dalam proses penelitian atau penyusunan karya tulis ilmiah. Topik yang masih awal tersebut, selanjutnya dikembangkan dengan membuat cakupan yang lebih sempit atau lebih luas.Terdapat beberapa kriteria untuk sebuah topik yang dikatakan baik, diantaranya adalah topik tersebut harus mencakup keseluruhan isi tulisan, yakni mampu menjawab pertanyaan akan masalah apa yang hendak ditulis. Ciri utama dari

112 | Topik dan Kerangka Karangan

topik adalah cakupannya atas suatu permasalahan msih bersifat umum dan belum diuraikan secara lebih mendetail. Dalam memilih perlu dipertimbangkan beberapa hal, yaitu (1) harus menarik perhatian penulis, (2) diketahui dan dikuasai oleh penulis, (3) harus sempit dan terbatas, dan (4) untuk penulis pemula hindari topik yang kontroversial dan baru. Mengapa demikian? Sebab, seseorang tidak mungkin mengerjakan sesuatu tulisan yang tidak tertarik terhadapnya. Selain itu pula tidak akan mampu memberikan uraian yang berbobot apabila bidang atau pengetahuan yang disyaratkan oleh topik yang dipilih tidak dikuasai. Misalnya, seorang yang tidak mengetahui atau tidak menguasai ilmu sastra bagaimana mungkin menulis makalah yang berisi tinjauan ilmiah karya-karya Mochtar Lubis yang demikian kompleks dengan bobot yang tinggi. Selain itu, sebuah tulisan ilmiah haruslah fokus pada satu masalah dan selesai dibicarakan dalam format tertentu, misalnya untuk jurnal. Jika terlalu luas, maka tulisan itu tidak akan selesai atau melebar ke mana-mana. Demikian pula topik untuk tujuan penulisan skripsi, tesis, atau disertasi. Semuanya harus disesuaikan dengan yang disyaratkan oleh jenis-jenis karya tulis ilmiah tersebut. Bagi seorang penulis pemula, membicarakan sebuah topik yang kontrovesial dan baru akan menyulitkan yang bersangkutan dalam mencari rujukan penunjang. Apabila si penulis ingin melakukan penelitian lapangan mengenai masalah itu, yang bersangkutan akan sulit mempertanggungjawabkan tulisannya. Selain, topik yang terlalu teknis bagi pemula akan menyulitkannya juga karena seorang penulis pemula tidak menguasai istilahistilah teknis bidang yang digarapnya. Secara sepintas, menentukan topik sebuah tulisan tampaknya merupakan langkah yang agak sulit dilakukan. Namun demikian, dengan mempertimbangkan posisi penulis dalam bidang ilmu tertentu dan horizon pengetahuannya di

Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi | 113

bidang tersebut, seorang calon penulis dapat menentukan sebuah topik yang dapat dia garap dengan baik. Syarat topik yang baik dapat ditinjau dari dua segi, yaitu segi penulis dan pembaca. Bagi penulis, topik yang baik sebaiknya berbasis pada kompetensi penulisnya, yaitu sesuai dengan (a) bidang keahlian; (b) bidang studi yang didalami; (c) pengalaman penulis: pengalaman kerja, praktik dilapangan, penelitian, partisipasi dalam suatu kegiatan ilmiah; (d) bidang kerja atau profesi; (e) karakter penulis (baik, cerdas, inovatif, kreatif); (f) temuan yang pernah diteliti; (g) kualifikasi pengalaman: nasional, internasional; (h) kemampuan memenuhi tuntutan masyarakat pembacanya; (i) kemampuan memenuhi target kebutuhan segmen pembacanya; dan (j) temuan baru dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperlukan pembacanya. Bagi pembaca, topik dianggap baik jika layak dibaca. Artinya, topik tersebut dapat mengembangkan kompetensi pembacanya, yaitu sesuai dengan (a) tuntutan pembaca untuk mencapai target informasi yang diharapkan; (b) upaya pembaca untuk meningkatkan kecerdasan, kompetensi pengembangan akademik dan profesi; (c) ilmu pengetahuan dan teknologi yang ditekuni pembacanya; (d) pengembangan dan peningkatan karier dan profesinya; (e) upaya mempertajam dan memperhalus rasa kemanusiaan; (f) upaya mempertajam dan memperhalus daya nalarnya; dan (g) sesuai dengan kebutuhan informasi iptek yang diperlukan. Namun, secara umum ada beberapa syarat topik yang baik. Pertama, menarik untuk ditulis dan dibaca. Topik yang menarik bagi penulis akan meningkatkan kegairahan dalam mengembangkan penulisannya, dan bagi pembaca akan mengundang minat untuk membacanya. Kedua, dikuasai dengan baik oleh penulis minimal prinsip-prinsip ilmiah. Untuk menghasilkan tulisan yang baik, penulis harus menguasai teoriteori (data sekunder), data di lapangan (data primer). 114 | Topik dan Kerangka Karangan

Pembatasan sebuah topik mencangkup konsep, variabel, data, lokasi atau lembaga dan waktu pengumpulan data. Topik yang terlalu luas menghasilkan tulisan yang dangkal, tidak mendalam, dan tidak tuntas. Selain itu, pembahasan menjadi tidak fokus pada masalah utama yang ditulis atau dibaca. Akibatnya, pembahasan menjadi panjang, namun tidak berisi. Sebaliknya, topik yang terlalu sempit menghasilkan tulisan yang tidak (kurang) bermanfaat bagi pembacanya. Selain itu, karangan menjadi sulit dikembangkan, tidak menarik untuk dibahas ataupun dibaca. Maka dari itu, pembahasan topik dilakukan secara cermat, sesuai dengan kemampuan, tenaga, waktu, tempat, dan kelayakan yang dapat terima oleh pembacanya. 2.

Tema

Apabila sebuah topik telah selesai dirumuskan, akan diapakan topik itu? Untuk itu, langkah selanjutnya adalah menentukan tema. Tema merupakan sasaran yang hendak dicapai penulis berdasarkan topik sehingga tema itu mempersempit atau membatasi topik. Topik umumnya terdiri atas satu satu dua kata yang singkat, dan memiliki persamaan serta perbedaan dengan tema karangan. Persamaannya adalah baik topik maupun tema keduanya sama-sama dapat dijadikan sebagai judul karangan. Sedangkan, perbedaannya ialah topik masih mengandung hal yang umum, sedangkan tema akan lebih spesifik dan lebih terarah dalam membahas suatu permasalahan. Tema merupakan suatu gagasan pokok atau ide pikiran tentang suatu hal, salah satunya dalam membuat suatu tulisan. Di setiap tulisan pastilah mempunyai sebuah tema karena dalam sebuah penulisan dianjurkan harus memikirkan tema apa yang akan dibuat. Dalam menulis cerpen, puisi, novel, karya tulis, dan berbagai macam jenis tulisan haruslah memiliki sebuah tema. Tema juga hal yang paling utama dilihat oleh para pembaca

Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi | 115

sebuah tulisan. Jika temanya menarik, maka akan memberikan nilai lebih pada tulisan tersebut. Pokok pemikiran tertentu yang akan disampaikan oleh penulis dalam karangannya disebut tema karangan. Penetapan tema sebelum mulai mengarang sangatlah penting untuk menjamin penyampaian ide secara teratur dan jelas sehingga isi karangan akan dapat dipahami oleh pembaca dengan mudah. Tema hendaknya harus diungkapkan secara eksplisit agar dapat membantu memudahkan penulis dalam menulis sebuah kerangka karangan. 3.

Judul

Judul merupakan perincian atau jabaran dari topik yang diberikan untuk bahasan atau karangan. Nama yang dipakai untuk buku atau bab dalam buku yang menyiratkan secara pendek isi atau maksud dari buku tersebut. Dalam artikel judul sering disebut juga kepala tulisan. Judul berfungsi sebagai slogan promosi untuk menarik minat pembaca dan sebagai gambaran isi karangan. Ada yang mendefinisikan judul adalah lukisan singkat suatu artikel atau disebut juga miniaturisi bahasan. Judul lebih spesifik dan sering menyiratkan permasalahan atau variabel yang akan dibahas. Judul memiliki fungsi, antara lain: (a) merupakan identitas atau cermin dari jiwa seluruh tulisan; (b) temanya menjelaskan diri dan menarik sehingga mengundang orang untuk membaca isinya; (c) gambaran global tentang arah, maksud, tujuan, dan ruang lingkupnya; (d) relevan dengan seluruh isi tulisan, maksud masalah, dan tujuannya. Sedangkan syarat judul yang baik adalah (a) asli; (b) relevan; (c) provokatif; (d) singkat; (e) judul berbentuk frasa; (f) menarik perhatian; (g) logis; dan (h) harus sesuai dengan isi karangan.

116 | Topik dan Kerangka Karangan

B. Kerangka Karangan Dalam penulisan karangan ilmih, penulis tidak langsung menulis, tetapi harus menata pokok-pokok bahasan itu ke dalam kerangka karangan. Kerangka karangan adalah suatu rencana kerja ilmiah yang teratur untuk mendeskripsikan penyusunan pokok-pokok bahasan ke dalam bab dan subbab dengan menampilkan acuan berupa sumber rujukan (referensi) yang digunakan. Tahapan penyusunan kerangka karangan perlu dimanfaatkan oleh penulis karena kerangka mempunyai beberapa fungsi penting dalam proses penulisan. Berikut ini adalah fungsi kerangka karangan bagi penulisnya. (1) Tidak mengolah ide sampai dua kali sehingga penulisan tidak keluar dari pokok masalahnya. (2) Menciptakan klimaks yang berbeda setiap bab sehingga ada variasi dalam penyajian materi karangan. (3) Mengingatkan penulis pada bahan/materi sebagai sumber rujukan dan bahan. (4) Membaca ulang karangan yang sudah selesai dapat menciptakan kembali reproduksi yang sama dari pembaca. (5) Dapat dilihat dengan jelas wujud, ide, nilai umum, dan spesifikasi karangan. (6) Berarti setengan karang sudah selesai dilakukan atau merupakan tahapan akhir dari prapenulisan. Dalam penyusunan kerangka karangan, seorang penulis perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut. (1) Perumusan tesis dan pengungkapan maksud dengan jelas dan benar. (2) Penginventarisan topik ke dalam sub-subtopik secara maksimal. (3) Pengevaluasian semua topik yang telah dirinci ke dalam tahapan: Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi | 117

(a) semua bab topik relevan dengan tesisi, (b) jangan ada topik yang sama, dan (c) semua topik dan subtopik sudah disusun secara paralel, (4) Tahapan (3a) dan (3b) dilakukan secara berulang untuk mendapatkan subtopik yang terinci secara maksimal. (5) Penetapan pola susun ragangan yang tepat: pola alamaiah atau pola logis. (6) Ragangan tidak sekali buat dan ragangan ini sebagai pedoman penyusunan daftar isi karangan.

LATIHAN 1. 2. 3. 4. 5.

Jelaskan yang dimaksud dengan topik! Jelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam tema karangan! Jelaskan perbedaan antara topik dan tema! Jelaskan fungsi kerangka karangan! Carilah sebuah topik, kemudian tentukan tema berdasarkan topik tersebut dan kembangkan menjadi sebuah kerangka karangan!

118 | Topik dan Kerangka Karangan