Data Loading...

Modul 3.2.a.5.2 Ruang Kolaborasi - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya Flipbook PDF

Modul 3.2.a.5.2 Ruang Kolaborasi - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya


98 Views
90 Downloads
FLIP PDF 1.37MB

DOWNLOAD FLIP

REPORT DMCA

MODUL 3.2.a.5 Ruang Kolaborasi Pemetaan Aset

KELOMPOK 4

Dian Pratiwi, S.Pd SMAS Daerah Air Joman

Indra Sugianto, S.Pd SMKN 1 Setia Janji CGP Angkatan 4 Kabupaten Asahan

Arini Ramadani S.Pd SDN 013844 Sidomulyo

Bapak Sutarji Fasilitator

Ibu Launa Yenny A. Simanjuntak Pengajar Praktik

7 Aset/Modal dalam sebuah Komunitas 1.Modal Manusia 2.Modal Sosial 3.Modal Fisik 4.Modal Lingkungan 5.Modal Finansial 6.Modal Politik 7.Modal Agama dan Budaya

A. Modal Manusia 1.Kepala Sekolah Pendidikan S1/S2 2.Pendidik/Guru Pendidikan S1 dan S2 sebagian sudah sertifikasi.

linear,

3.Murid Latar belakang budaya, agama, dan ekonomi heterogen 4.Tenaga kependidikan Memiliki ijazah S1, D3 dan SMA

4. Komite dan Orang Tua Murid Latar belakang ekonomi, sosial, pendidikan, budaya dan agama yang heterogen

5. Pengawas Sekolah Memiliki latar belakang pendidikan S2.

Strategi Pemanfaatan 1.Kepala Sekolah Memiliki nilai dan karakter pemimpin dan berperan sebagai manajer di sekolah. 2.Pendidik/Guru Memperoleh kesempatan untuk pengembangan diri, mengikuti perlombaan, sebagai pembimbing dalam kegiatan ekstrakurikuler sesuai dengan kompetensinya, diberi kesempatan sebagai guru magang pada perusahaan yang sesuai dengan jurusan yang ada di sekolah. 3.Murid Memperoleh kempatan belajar dengan fasilitas yang sama, kesempatan dalam pengembangan akademik dan non akademik, mendapatkan konseling dalam penentuan jenjang pendidikan yang lebih tinggi serta dunia usaha dan kerja. 4.Tenaga Kependidikan Peningkatan kompetensi pegawai dengan workshop dan juga pelatihan-pelatihan yang sesuai. 5.Komite dan Orang Tua Murid Sebagai Sumber Pendanaan alternatif, pemberdayaan alumni, menjembatani hubungan orang tua siswa dengan sekolah, dan berkolaborasi dalam pengembangan serta kemajuan sekolah.

B. Modal Sosial Komunitas Guru, Masyarakat dan Lingkungan Sekitar. Strategi Pemanfaatannya

1.Kepala sekolah : Aktif mengikuti pengurus MKKS sehingga cepat memperoleh imformasi, berpengalaman dan memiliki jaringan yang luas sehingga mampu mengelola sekolah dengan baik. 2.Semua guru aktif pada pelatihan profesi , aktifdi MGMP sekolah maupun luar sekolah dan aktif di komunitas guru. 3.Semua siswa diberi kesempatan untuk mengembangkan potensi akademik dan non akademik, memperoleh informasi tentang jenjang pendidikan yang luas. 4.Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan SMP untuk sosialisasi PPDB.

5.Menjalin kerjasama dengan sekolah lain untuk study banding atau kegiatan lain. yang mendukung pengembangan sekolah. 6.Pembentukan Komunitas Praktisi Sekolah

7.Sebagian besar guru aktif dalam Komunitas lain seperti PGRI, IGI dll.

8.Kerjasama Dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri sesuai dengan jurusan yang ada di sekolah. ( PT. Inalum, PT. Auto 2000 Toyota, STMIK Royal Kisaran, PTPN 3 Sei Silau,CSR Perkebunan dan Lembaga seperti Tonato Fondation)

C. Modal Fisik 1.Bangunan Utama (Ruang Kepsek, Ruang Guru, Ruang TU, Ruang Kelas, Ruang BK, Ruang Kelas Agama Kristen, Perpustakaan, Laboratorium Komputer, Laboratorium IPA, Ruang UKS, Ruang OSIS, Bengkel Sepeda Motor, Bengkel Otomotif, Aula, ) 2.Lingkungan di dalam sekolah (Lapangan Olahraga, Taman, Kebun, kantin, kamar mandi/WC) 3.Bangunan mushola sebagai sarana untuk beribadah. 4.Fasilitas WIFI, CCTV, infokus, media pembelajaran.

Strategi Pemanfaatan

• Sebagai fasilitas kegiatan PBM dan ekstrakurikuler secara optimal. • Dapat menciptakan suasana lingkungan belajar yang aman, nyaman dan kondusif. • Pelaksanaan kegiatan belajar berbasis IT lebih maksimal dengan tersedianya laboratorium computer serta fasilitas pendukungnya dan juga sarana ketersediaan internet yang memadai. • Memfasilitasi kegiatan olahraga bagi siswa, kegiatan pengembangan diri siswa, baik akademik maupun non akademik.

D. Modal Lingkungan/Alam

• Udara yang masih bersih karena berada diwilayah pedesaan dan juga perkebunan. • Tidak jauh dari kecamatan. • Pepohonan yang masih asri • Lokasi Sekolah yang berbatasan dengan kabupaten lain.

Strategi Pemanfaatan

• Lokasi sekolah yang berbatasan dengan kabupaten lain, menjadikan siswa heterogen sehingga dapat mengembangkan wawasan, sosial dan toleransi yang tinggi. • Lingkungan pedesaan dengan udara yang masih bersih dari pepohonan disekitarnya menambah kenyamanan bagi peserta didik untuk belajar. • Tidak bising dari suara kendaraan lalu lintas jalan raya, memungkinkan kondusifnya PBM berlangsung.

E. Modal Finansial • • • •

• • • •

BOS. BOP Iuran Sumbangan dari Komite Sekolah Dana Bantuan dari CSR Perkebunan dan Tanoto Fondation.

Strategi Pemanfaatan. Penyusunan RKAS dengan skala prioritas. Mengajukan proposal DAK dan yang lainnya untuk pengembangan dan pembangunan sekolah. GTT dan PTT dibiayai oleh provinsi. Menjalin kerjasama dengan mitra dunia usaha dan dunia industri dalam hal bantuan alat/fasilitas pendidikan dan juga beasiswa.

F. .Modal Politik • Kerjasama dengan Puskesmas/Rumah sakit • Pemerintahan Desa/kelurahan • Muspika (Musyawarah Pimpinan Kecamatan) Seperti: Camat, Kapolsek dan Danranmil.

Strategi Pemanfaatan • Meningkatkan kerjasama dan peran yang saling mendukung keberhasilan antar lembaga/instansi. • Meningkatkan peran serta dan keterlibatan Muspika dalam kegiatan sosialisasi dan informasi program, narasumber pada kegiatan, motivasi kepada peserta didik. • Melibatkan peserta didik pada kegiatan eksternal pada jajaran muspika sehingga menjadi pengalaman bagi pengembangan diri peserta didik.

G.Modal Agama dan Budaya • Warga sekolah dan lingkungan yang religius • Banyak tokoh agama/ budaya yang baik dilingkungan sekolah maupun orang tua/ wali murid • MemilikI komunitas seni suara, sanggar tari dan keagamaan

Strategi Pemanfaatan • Menyusun program sekolah yang mendukung peningkatan budaya positif dan juga karakter siswa. • Peran tokoh agama dan juga tokoh masyarakat dapat mendorong partisipasi aktif pada kegiatan keagamaan dan budaya di sekolah. • Komunitas keagamaan dan seni budaya dapat dijadikan media untuk belajar dan melestarikan budaya di sekolah. • Lingkungan sekolah yang religius dengan selalu melaksanakan kegiatan rutin seperti: • Peringatan hari besar Islam, dan juga nasrani. • Kegiatan sholat Zhuhur berjamah. • Infaq setiap hari Jumat. • Kegiatan Penyantunan setiap Bulan Ramadhan. 5.Dalam peningkatan budaya tradisional daerah, selalu diadakan kegiatan pentas seni budaya.