Data Loading...

OPIUM, GasZine! Flipbook PDF

OPIUM, GasZine!


135 Views
119 Downloads
FLIP PDF 19.79MB

DOWNLOAD FLIP

REPORT DMCA

ZINE

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

2020

1

ZINE

2

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

2020

ZINE

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

2020

3

ZINE

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

2020

4

Terimakasih yang special teruntuk : Tuhan kami, Orang tua kami, Kliwon si kucing kesayangan kami, serta semua orang yang telah berkontribusi dan mendukung terbitnya zine ini. O 2

P

0

I

2

U

M 0

ZINE

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

2020

OPIUM, GasZine! Halo sobat! Beberapa waktu lalu, di awal masa pandemi, seorang teman dari divisi event and organizer bertanya, “Jika anak musik, rupa, teater, dan tari bisa membuat pertunjukan daring dengan mudah, apa yang bisa kami lakukan?” Ya, bisa apa kami tanpa keruwetan mengurus acara offline seperti biasanya? Pada akhirnya banyak rencana yang tidak dapat disentuh. Tidak adil rasanya kalau kami tidak mengambil ‘bagian’ selama masa pandemi. Sudah bosan terkurung di rumah, tidak produktif pula. Maka dengan banyak perencanaan yang digarap dengan ngonsep sana-sini, merubah ini itu, lahirlah anak kami, sebuah Zine yang tidak sampai sembilan bulan dalam kandungan, dengan tajuk OPIUM, GasZine! yang kini bisa kawan-kawan gendong hanya dengan telapak tangan saja.

5

Dengan penggarapan lintas kota di kondisi sekarang ini, OPIUM, GasZine! memuat banyak hal dengan ‘wes, GasZine aja!’ yang turut mengajak partisipasi kawan-kawan maya dalam open submission karya pribadinya. Tentunya, terimakasih tak terhingga untuk itu. Seperti halnya anak prematur pada umumnya, Zine ini lahir dengan kondisi yang tidak sempurna. Sehingga perlu tangan-tangan dengan hati lembut kawan-kawan yang sudi untuk mengasuhnya dengan memberi asupan kritik dan saran yang dapat kami tampung melalui email [email protected] agar anak ini nantinya bisa lahir dan tumbuh dengan lebih baik lagi. Harapan kami terhadap lahirnya Zine ini tidak jauh dari harapan orangtua terhadap kelahiran seorang anak yang dapat bermanfaat untuk sekitar, menjadi pelipur lara kawan-kawan, menjadi teman atau kekasih serta membuat kawan-kawan mengetahui sedikit banyak tentang rumah kami, OPIUM tersayang. Sila kalau senggang mampir ke rumah di gedung D4 Fakultas Imu Pendidikan Universitas Negeri Malang atau bisa juga secara maya lewat akun instagram kami @opiumfip. Semoga kita sehat selalu, ya! Kemanapun, patuhi saja protokol kesehatan yang berlaku. Entah konspirasi pun bukan, toh kesehatanmu jadi nomor satu. Iya kamu, hehehe Sekian, Salam seni, salam budaya! Sampai berjumpa di dunia nyata! OPIUM, auuuuww!!!

Malang, Oktober 2020

ZINE

Woy 6

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

!

OPIUM iku opo seh ?

OPIUM merupakan Unit Aktifitas dalam bidang seni yang ada di FIP UM dan berdiri terhitung sejak 2 Mei 2006. OPIUM menjadi satu-satunya Unit aktivitas dalam bidang seni yang ada di fakultas ilmu pendidikan dan menjadi wadah pengembangan bakat dan minat yang dimiliki oleh mahasiswanya dalam bidang seni, meliputi seni musik, seni teater, seni rupa, seni tari, dan dilengkapi dengan divisi Event & Organizer. Sejak menjadi Mahasiswa Baru, kalian akan langsung diperkenalkan dengan OPIUM, karena OPIUM dipercaya oleh fakultas untuk menyambut Mahasiswa baru di Fakultas Ilmu Pendidikan. Jadi sudah jelas, warga Fakultas Ilmu Pendidikan pasti tau apa itu OPIUM. Jangan mengaku warga Fakultas Ilmu Pendidikan kalau belum tau OPIUM. OPIUM sendiri adalah singkatan dari Organisasi Pecinta Seni FIP UM. Mengapa OPIUM? Jika kalian mencari tau, opium adalah sejenis getah yang dibudidayakan di pegunungan kawasan subtropis. Tinggi tanaman ini sekitar satu meter, daunnya bergerigi, bunganya bertangkai

2020

panjang dan keluar dari ujung ranting. Sekilas jika kalian melihatnya, kalian akan kagum pada keindahannya. Apalagi mahkota bunganya ada yang berwarna putih dan ungu. Karena bunganya indah, opium kerap dijadikan sebagai tanaman hias. Opium mengandung morfin yang bekerja langsung pada sistem saraf pusat untuk menghilangkan sakit. Tapi bukan itu saja, bunganya yang indah itu jika disalahgunakan menjadi bahan narkoba bisa berakibat buruk untuk kesehatan. Lalu mengapa opium? Karena adanya opium adalah untuk mengobati rasa sakit kalian, sarana kalian mengekspresikan kesedihan kalian melalui karya, dan membagikan kebahagian kepada semua orang yang melihat karya kalian. Namun untuk mendapatkan itu kalian tidak boleh salah menggunakannya, karena cara kerja opium adalah tergantung bagaimana penggunanya. Kalau anggota OPIUM bilang, OPIUM ini adalah rumah, tempat mereka bertemu dengan keluarga barunya, tempat mereka melepas penat dan beristirahat setelah hari yang berat, serta tempat pulang setelah mencari pengalaman dari satu tempat ke tempat lainnya. Dan tentunya OPIUM ini mejadi tempat para anggota OPIUM berkarya dan berprestasi sesuai dengan bidang bakat dan minatnya. Ingat! Tidak ada mantan anggota OPIUM, sekali menjadi anggota opium kalian akan tetap menjadi bagian dari OPIUM, karena OPIUM menjadikan semua anggota dari berbagai jurusan, fakultas, bahkan universitas sebagai bagian dari keluarga, dan dalam keluarga tidak ada mantan keluarga. Menurut Ketua Umum OPIUM periode 2009, Mas Basuki (yang kini sedang menempuh pendidikan Magister jurusan Psikologi di UGM

ZINE

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

Yogyakarta) mengungkapkan bahwa OPIUM dulu nggak punya sekretariat dan latihannya digedung FIP didekat portal jalan. Tapi keadaan itu tidak pernah sekalipun menyurutkan semangat temanteman OPIUM untuk tetap berlatih dan berkarya. "OPIUM merupakan ekosistem yang bagus untuk mengembangkan bakat dan minat di berbagai bidang seni dan juga dalam berorganisasi seni. Tidak adanya fasilitas yang lengkap bukan berarti kita tidak bisa belajar dan berkembang. Tetap berpikir kreatif dan selalu aktif belajar adalah kuncinya. Saya dulu mulai belajar dan akhirnya bisa memainkan biola, flute, ukulele, balera, keyboard, harmonika, dan gitar kidal ya di OPIUM. Keren deh pokoknya OPIUM". "Semoga OPIUM kedepannya lebih terbuka terhadap pemikiran, ide-ide baru, mengikuti perubahan zaman dan perkembangan teknologi karena seni itu fleksibel dan adaptif". Menurut Ketua Umum OPIUM periode 2013, Mas Dias. Ia mengungkapkan bahwa OPIUM dulu anggotanya masih sedikit, bingung mencari partisipan, dan saat itu masih fokus untuk membangun kembali OPIUM setelah pernah vakum. Walaupun saat itu masih sedikit partisipan tetapi kerja sama antar anggota sangat membantu dalam menjalankannya, dan saat itu menjaga solidaritas antar anggota merupakan tujuan utama dengan prinsip merangkul kekeluargaan tanpa senioritas. "OPIUM bisa jadi seperti saat ini, itu sudah melebihi harapan saya dulu. Sejauh ini perkembangan OPIUM sudah semakin bagus melalui tata organisasi dan karya-karya yang

2020

dihasilkan. Jangan pernah takut untuk berekspresi". "Semoga kedepannya OPIUM akan mampu mencetak seniman-seniman muda yang dapat mengkolaborasikan seni dan pendidikan melalui ide-ide yang dimiliki sehingga dapat menjadi terobosan baru dalam dunia pendidikan Indonesia". Terimakasih telah menjadi bagian dari OPIUM, dan semoga segala harapan baik untuk OPIUM kedepannya dapat terwujudkan melalui anggotaanggota yang semakin berkualitas dan penuh kreativitas. OPIUM AUUUWWWW

7

ZINE

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

2020

• Musik 8

Siapa sih yang gasuka sama musik? Dari nugas, masak, patah hati, bahkan ketika gabut pasti pelarian paling oke ya ke musik. Ga heran musik menjadi divisi dengan peminat paling banyak di OPIUM tiap tahunnya. Divisi musiklah yang jadi penghidup OPIUM dalam penyelenggaraan banyak acara mulai dari Jamming sok-sok an, Gigs, hingga Live Music Cafe. Di hari biasa sebelum ada pandemi ini, tidak asing di basecamp kami yang dikenal dengan nama SARGOT (Sanggar Got) di sebelah halaman parkir mobil gedung D4 FIP UM pasti akan ditemukan alunan genjreng-genjreng anak musik OPIUM di tiap menjelang sore selepas jam kelas terakhir sebagai hiburan setelah seharian suntuk aktivitas kuliah. Divisi musik OPIUM hampir tidak pernah absen mengisi beberapa acara musik di dalam maupun luar lingkup kampus. Divisi musik OPIUM juga melahirkan Group Band yang cukup terkenal di Kota Malang dan sekitarnya yang menamakan diri sebagai SAMSKRTA. Kalau kata orang-orang, divisi musik tak pernah mati! Karena selalu ready kapan saja dan dimanapun bersama alunan merdu yang menghibur.

ZINE

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

2020

9

• Tari Hai y’all,..!! Kali ini tentang Divisi Tari dengan nama bekennya NDC (Nyentrik Dance Crew). NDC ini ada di dua fokus loh! Tari tradisi dan tari modern. NDC seringkali diundang untuk mengisi acara seperti FIP Party, Inagurasi Mahasiswa Baru, dan beberapa acara besar lainnya di luar Fakultas Ilmu Pendidikan. Berkumpul sebagai partner berkarya, mencari teman, dan apapun itu, merangkul satu sama lain adalah point penting dalam team kami. Selain kepercayaan dan support satu sama lain, disini kami belajar banyak hal baru, dan saat bersama, kami punya cara sendiri menikmati musik paling asik, kamu akan menemukan siapa dirimu juga disini, jangan lupa untuk selalu menjadi luar biasa. Mari menari bersama kami atau tidak sama sekali!!

ZINE

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

2020

• Rupa 10

Halo seniman-seminum, eh senimun. Udah tau belom di divisi rupa ada apa aja??? Pasti udah tau kan. Yaelahhh masa gitu doang gak tau siiii. Divisi rupa merupakan divisi yang bergerak di kesenian bidang seni rupa. Namun tidak hanya menggambar, divisi rupa disini juga mewadahi mahasiswa yang senang crafting atau membuat barang barang unik dan menarik yang dapat di dijual atau digunakan sendiri. Ada beberapa kegiatan yang di lakukan oleh divisi rupa seperti kumpul setiap hari rabu dengan materi kerupaan yang berbeda tiap minggunya, berkunjung ke pameran seni, bergabung dalam kegiatan kolektif lain, bincang karya, membuat mural dan kegiatan asyik lainnya.

ZINE

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

2020

11

• Teater Halooo sahabaaatt! Kali ini giliran Divisi Teater yang unjuk diri nih. Jadi Divisi Teater di OPIUM adalah divisi yang bergerak dalam bidang seni teater. Disini kalian bisa belajar seni teater bareng sama teman-teman dari lintas Jurusan, lintas Fakultas bahkan Universitas. Kalian bakal dikenalkan dengan olah vokal, olah tubuh, olah rasa dan berbagai jenis teater mulai dari berpuisi, monolog, perform art, dan pertunjukan teater tentunya. Jangan resah, karna di teater OPIUM yang lebih dikenal dengan “TEATER JUNJUNG BUDOYO” ini, walaupun hanya Unit Aktivitas tingkat Fakultas, tetapi dalam berlatih kita bisa bereksplorasi dengan bebas dan berlatih bersama dengan teater lain di dalam kampus maupun di luar kampus. Jadi, buat kalian yang mau belajar bermain peran, akting, atau bercita-cita menjadi artis, bisa dimulai disini, belajar dan berlatih bersama kami. Yok mampir ke Teater Junjung Budoyo, pasti bikin betaaah! Ditunggu Kedatangannyaaaa

ZINE

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

• Event & Organizer (EO) 12

2020

Dalam sebuah organisasi, udah pastinya ada agenda dan program kerja yang selalu bikin pena saran dong. Yakan? Nah, di balik serunya sebuah acara, ada orang-orang yang rela lebih banyak mikir dibanding tidur agar acaranya terlaksana dengan sukses. Yup! OPIUM juga mewadahi ketertarikan itu atau biasa disebut dengan ‘event & organizer’ yang disingkat dengan EO. Selama ini, EO-lah yang mengatur kurang lebihnya agenda dan proker yang diusung oleh OPIUM baik secara konsep maupun teknis pelaksanaannya. Gak cuma sampai disitu, EO juga membantu pengurus dalam mewadahi kebutuhan atau aspirasi para anggota OPIUM. Bagian yang mengurus itu semua disebut EO RISPENG atau Riset & Pengembangan. Eits, tapi gak cuma bisa ngurus acara doang loh! EO di OPIUM juga mewadahi beberapa bidang penting, diantaranya; KWU (kewiraushaan) yang mana menghasilkan produk yang biasa disapa ‘OTIGA’ (OPIUM Oleh-Oleh), infokom (informasi komunikasi atau humas) dan juga kerumahtanggan (perlengkapan). Pokoknya, di OPIUM, EO tidak hanya bisa di satu bidang aja, tetapi juga multitasking loh! Yuk, gabung!

e

erfolge erfolge ZINE

erfolge erfolge erfolge erfolge Organisasi Pecinta Seni FIP UM

2020

The Relationship in Art (TRA) Music Festival (2018) Dalam TRA Music Festival yang diselenggarakan di Kota Malang ini, tepatnya di Museum Panji Indonesia. Kolega OPIUM yaitu Kak Alfan dari Srawung lah yang mengajak OPIUM untuk turut meramaikan event sebagai salah satu pengisi acara melalui salah satu jebolan divisi musik yaitu Samskrta.

Pameran Seni Rupa Mini Art Malang (MAM) (2018) Mini Art Malang merupakan perhelatan seni rupa yang dilaksanakan secara tahunan di Kota Malang yang diinisiasi oleh Studio Dinding Luar. Perhelatan Mini Art Malang ini terbuka untuk masyarakat umum termasuk pelajar dan mahasiswa pengunjung juga bisa mengapresiasi karya yang dipajang di galeri. Nah, salah satu anggota OPIUM ada juga yang mengikuti pameran seni rupa ini yaitu Mas Bambang (Unartifisial) atau sapaan akrabnya yakni Mas Beng. Mas Beng mengikutsertakan karyanya pada open submission Pameran MAM 2018 dan dinyatakan lolos kurasi.

Synchronize Fest (2018) Di tahun 2018 lalu kak Catur dari OPIUM mencoba mendaftar sebagai volunteer di program Synchronize Fest yakni working experience program by Synchronize yang dilaksanakan selama 3 hari (8-10 Oktober 2018). Peran Kak dalam event ini adalah sebagai talent coordinator (LO), event management (bagian tiket), dan guide. Dari pengalaman event besar ini, Kak Catur banyak sharing pengalaman dan ilmunya dengan teman-teman di OPIUM, khususnya ke divisi event & organizer.

13

ZINE

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

2020

Monolog PIOS MABA (2019)

14

Sebagai penyambutan Mahasiswa Baru (MABA), UM selalu mengadakan semacam seremonial penyambutan MABA dengan berbagai bidang lomba yang terangkum dalam PIOS MABA (Pekan Ilmiah, Olahraga, dan Seni Mahasiswa Baru). Setiap fakultas melakukan seleksi mahasiswanya untuk tiap-tiap lomba. Salah satunya, anggota divisi teater Opium 2018, Ulya, terpilih sebagai delegasi fakultas dalam cabang lomba Monolog. Dari sepilihan naskah yang ditentukan, delegasi FIP memilih naskah monolog berjudul Anak Kabut karya Soni Farid Maulana yang mengangkat tentang Postmodernisme kehidupan seorang wanita yang ditinggal suaminya sejak tragedi. Persiapan yang dilakukan kurang lebih dua minggu dengan bantuan senior-senior Opium selaku mentor tidak disangka akan mendapatkan posisi Juara kedua untuk lomba selingkup UM.

Festival Musik Melingkar (Madiun Lingkar Karya) (2019) Lagi-lagi band kebanggaan OPIUM, Samskarta Band menunjukkan eksistensinya dalam berpartisipasi di Festival Musik Melingkar (Madiun Lingkar Karya). Tidak diragukan lagi, kolega OPIUM dari luar kota dapat mengapresiasi band dari OPIUM ini.

Juara Favorit Nasional Visual Story Telling IPB (2020) Bermula dari peralihan kuliah online di awalmasa pandemi, Afdiarsa atau yang lebih dikenal dengan Diar mengikuti perlombaan yang kegiatannya bertajuk Student at Home Challenge yang diselenggarakan oleh IPB University, Bogor agar tetap bisa produktif walaupun #dirumahaja. Perlombaan yang berlangsung hampir sebulan itu mengantarkan Diar mendapatkan juara favorit di cabang lomba Visual Storytelling.

ZINE

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

2020

Awalnya Diar masuk dalam 20 besar finalis di cabang lomba Kisah Inspiratif dengan mengangkat kisah Mamanya yang bertahan hidup di awal pandemi dengan menjadi reseller masker untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarganya, yang kemudian untuk penilaian final panitia memasangkannya dengan finalis lomba Visual Storytelling. Terpilihlah Diar dengan partner lombanya sebagai juara favorit melalui jumlah likes yang didapat dari postingan dalam akun instagram @shc_ ipb. Diar yang merupakan anggota divisi event & organizer memanfaatkan kesempatan ini untuk menambah relasi baru dari berbagai Universitas yang juga fokus berkesenian dan berencana dapat mengajak kerja sama membuat event bersama di kemudian hari.

Terang Bulan Zine (2020) Project zine ini awalnya diinisiasi oleh teman-teman dari Jakarta yang bertujuan untuk mengajak kontributor dalam menanggapi keterbatasan dan berbagi pengalaman di situasi pandemi melalui karya. Kebetulan ada anggota OPIUM yaitu Fiqiy dan Unartifisial yang berasal dari divisi rupa ikut submit karya di Terang Bulan Zine dan mereka berdua lolos pada tahap kurasi zine tersebut.

World Collage Day Indonesia (2020) Indonesian Collage Collective (Collage.Id) merupakan sebuah kolektif kolase indonesia yang menyelenggarakan perayaan hari kolase sedunia di indonesia. Kegiatan ini memiliki beberapa rangkaian mulai dari ngobrol kolase bersama seniman, workshop kolase digital, berbagi postcard gratis, perilisan KOLAZINE dan Pameran Virtual. Dalam hal ini, ada salah satu anggota OPIUM dari divisi seni rupa yang ikut berkolaborasi menjadi koordinator Virtual Exhibition. Virtual Exhibition ini masih dapat kalian kunjungi di laman www.Artsteps.com dengan kata kunci “Melampaui Interaksi”.

15

ZINE

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

2020

Documentary Video Competition (2020) Berlatarkan sebuah lomba yang diadakan oleh BEM FIP UM, sekaligus sebagai media komunikasi untuk mengenalkan OPIUM, jadilah video berdurasi 5 menit dengan Judul ‘Breaking News Nyentrik: Organisasi Seni di Fakultas Ilmu Pendidikan’ yang bisa diakses di laman Youtube OPIUM FIP. Koordinasi yang baik dengan semua yang bersangkutan dalam proses pembuatan video adalah kunci dari kesuksesan pembuatan video. Video ini konsepnya adalah mengenalkan OPIUM dengan cara yang unik, seolah-olah OPIUM ini masuk sebuah berita, yang tujuannya yaitu untuk menunjukkan setiap divisi dan kegiatan-kegiatan yang ada di OPIUM. Semoga kedepannya tetap berlanjut untuk membuat video-video tentang OPIUM dan video yang bermanfaat lainnya. Hasil yang kami dapatkan saat ini, menjadi penyemangat untuk berkarya lebih.

16

erfolge erfolge erfolge erfolge erfolge erfolge erfolge

*masa bodo dengan capaian kami saat ini. tapi tunggu ledakan kami nanti!

ZINE

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

2020

Burhanxalmubarok

HOLE

pen on paper wih digital finishing 2020 “Tell me, where is the love? In a careless creation When there’s no ‘above’ There’s no justice Just a cause and no cure And a bounty of suffering It seems we all endure And what I’m frightened of Is that they call it ‘God’s love’ “Inspiration from bad religion- God’s Love”

Ferdian Ilham

Full Of Sorrow

Pen on papper with digital finishing  2020 “Which I gave away to so many And it was joy in my mouth And I plunge into deep seas And the old wound hurts The drooling laughs in all the woe But when the flood hid his body After he lost tears, six in number The water became his coffin” Inspired by : “Nargaroth - Seven tears are flowing to the river”

17

ZINE

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

18

Laurentia Nizyabel Galuh Limaran

Really?

Digital Drawing 2020 “hufff.”

Iqbal Veni Vidi Vici

Homies

Digital Drawing 2020 “Homies Bukan Homies Bukan Tapi Homely”

2020

ZINE

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

2020

Muhammad Nur Habibi

Struggle in Disaster

Kertas A4, drawingpen, tinta dan photoshop 2019 “Seseorang yang sudah berjuang melakukan sesuatu hal tapi dikhianati oleh orang lain atas hasil yang sudah dicapai, jiwa raga mencoba bangkit dari keterpurukan dan menanti sebuah jawaban. Dan artwork ini adalah sebuah manifesto kiasan yang dipakai oleh band UFBF untuk EP terbarunya”

Arachnenisus

Kegabutan di dalam kamar sobat indie(hom3) Digital Artwork 2020

“Tentang keluh kesah di tahun 2020 yang penuh drama.”

19

ZINE

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

2020

20

Riot Klab

Unknown Ink On Paper 2019

“Sing Penting Believe, lakukan apa yang kamu inginkan jangan bangga dengan tokoh, jadilah dirimu sendiri.”

Vika Leo

Merekah

Pencil On Paper 2019 “Karya ini dibuat dalam tempo yang sesingkat-singkatnya”

ZINE

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

2020

Arif Priyono SA (aka Piyo)

Jaga Diri

Tinta pada kertas 2020 “Kita hidup di dunia dan sekitarnya, yang tidak selamanya bersahabat. Sering kali membuat kita terancam. Karya “Jagadiri” menggambarkan secara hitam putih & tetap stylish, bagaimana kita menunjukkan ‘keakuan” dalam berlaga di jagad sekitarnya.”

Pradipa Arya Setya

No Other Choice Ink on Paper 2020

“Cerita si miskin yang tetap bekerja dan bertaruh nyawa demi keluarga, berusaha tetap bahagia walau sebenarnya sengsara, merana, dan juga pusing kepala. Tapi ya sudahlah jalani saja.”

21

ZINE

Pandemi menjadi lebih

B B B B E E BEEE R R R R A A RAAA N N N N I NIIII 22

P

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

2020

andemi pandemi, tiba-tiba datang tanpa permisi. Merusak setiap rencana dan rancangan yang sudah dipersiapkan. Dampak dari adanya pandemi di negeri ini dapat dirasakan oleh setiap lapisan masyarakat mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja, bahkan ibu rumah tangga. egitu pula dengan OPIUM (Organisasi Pecinta Seni FIP UM) yang sempat mengalami goncangan, karena hampir semua program kerja dan agenda yang sudah dirancang tidak dapat terlaksana seiring dengan ditiadakannya kegiatan di kampus dan ditempat-tempat umum lainnya yang menyebabkan adanya kerumunan. Hal ini tentu saja membuat anggota OPIUM mulai memutar otak untuk tetap aktif di masa pandemi dengan segala hambatannya, guna mempertahankan eksistensi, tetap produktif dan mengembangkan bakat dan minat setiap anggota yang merupakan tujuan utamanya.

B

T

idak sia-sia tentunya, hasil pemikiran dari anggota dan usaha yang dilakukan, mengantarkan OPIUM untuk kembali aktif di masa pandemi, dengan berbagai kegiatan kreatif melalui media dalam jaringan (daring). Tidak lama setelah adanya edaran untuk meniadakan kegiatan di kampus, OPIUM memulai kembali agendanya melalui "Pameran Terooos (Virtual Fine Art Exhibition)" pada 09 April 2020, yang merupakan pameran seni rupa yang dilakukan secara virtual di virtual galery yang dapat dinikma-

ZINE

ti dalam bentuk virtual reality (VR). Sungguh menarik melihat sebuah pameran seni rupa dengan cara baru yakni secara virtual, meski tidak dapat melihat secara langsung, para penikmat seni tetap bisa menyaksikan pameran karya seni rupa tanpa mengurangi rasa kagum terhadap karya-karya yang telah dipamerkan. Pameran ini masih dapat dikunjungi hinnga saat ini, dengan keyword "Pameran Teroosss"di laman www.Artsteps.com.

S

etelah pameran seni rupa secara virtual dilaksanakan, disusul dengan kegiatan kreatif lainnya yaitu "Panggung Bebas Karya", yang dilaksanakan pada 3 Mei 2020. Panggung Bebas Karya adalah panggung alternatif melalui aplikasi Tumblr, untuk menampilkan karya-karya tulis yang merupakan hasil dari berbagai rasa dan karsa dari penciptanya. Adanya kegiatan tersebut, memudahkan setiap mahasiswa dari lintas jurusan, fakultas, dan organisasi lainnya untuk dapat memamerkan karya tulisnya.

D

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

alam keluarga OPIUM, pandemi tidak menghalangi kami untuk tetap bersilaturahmi dan bermaaf-maafan saat Idul Fitri ditengah pandemi. Melalui acara "Tatap Kaca" pada 04 Juni 2020 , kami dapat bertemu via Zoom Cloud Meeting, untuk melepas rindu, bersua kembali, dan mulai saling memaafkan atas segala kesalahan. Bukan hanya itu saja, dikesempatan itu kami juga dihibur dengan permainan musik, bermonolog, dan lainnya yang sangat seru membuat semakin rindu untuk bertemu.

P

andemi yang tak kunjung berhenti, memberi semangat kami untuk mengembangkan minat bakat kami dengan dua kegiatan yang kami rancang yaitu "Ngobrol Auw" dan "Kamar Ajar". "Ngobrol Auw" adalah program tatap muka OPIUM dengan publik via media sosial yang disajikan dalam bentuk diskusi, melalui obrolan yang "santai dan semangat". Program ini memberi kesempatan untuk publik dan anggota OPIUM khususnya untuk belajar bersama dengan pela-

2020

ku seni yang berpengalaman sesuai dengan bidang seni dari setiap divisi. Diharapkan dengan adanya program ini, Anggota OPIUM khususnya dan semua partisipan umumnya, dapat memperluas ide, wawasan, dan pengetahuan seputar seni. Dengan tujuan yang sama tetapi dalam bentuk yang berbeda, yaitu "Kamar Ajar". Program " Kamar Ajar" adalah program workshop/lokakarya yang diselenggarakan melalui salah satu platform video conference bersama dengan pelaku seni lain yang bertujuan untuk saling ajar dan belajar untuk membuat karya-karya baru yang luar biasa. Jadi disini selain belajar bersama kami akan mengajak partisipan untuk lebih produktif dan berkarya. Itu lah beberapa kegiatan OPIUM selama masa Pandemi yang tak kunjung berhenti.

T

erus bergerak, Tetap semangat dan tingkatkan kreatifitas, bersama OPIUM di Masa Pandemi menjadi ‘Lebih Berani!’ Ao Produktif ! OPIUM AUUWWW

23

ZINE

24

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

2020

ZINE

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

2020

25

ZINE

26

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

2020

ZINE

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

2020

27

ZINE

28

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

2020

ZINE

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

2020

29

ZINE

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

2020

Jek

Nrimo ing Pandum 2015 30

“Nerimo ing pandum; menurut saya itu adalah sebutan yang pas untuk beliau, beliau mengabdikan dirinya untuk tinggal di sebuah petilasan candi purbakala di bawah kaki gunung semeru. Beliau tak pernah mengeluh tentang yang namanya besok makan apa, beliau tak pernah mengeluh tentang besok bekerja apa, Beliau tak pernah mengeluh tentang besok tidur dimana, Beliau pernah berkata “ayem atimu, ayem uripmu.”

Zahwa Aulia Zein

Unjuk Rasa 2020

“Setiap manusia berhak unjuk ber-unjuk rasa. Begitu pun juga aku. Iya, kamu juga bisa menjadi aku. Aku berunjuk rasa. Rasa rusak, baiknya kehidupan. Toh, apabila aku diam saja, aku bisa mati ke-gilaan. Aku membela diri, eh, memberanikan diri deng untuk berunjuk rasa karena aku tau, perasaan aku berharga, begitu pun hidup aku, dan hidup semuanya. Mari kenal, dengar, dan hargai rasa dengan baik.”

ZINE

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

2020

Ragumenyapa

Jalan Pulang 2020

“Foto ini diambil dengan kamera fujifilm mdl-55 dan roll film fujicolor c200. berlokasi di pasar besar, pas ketemu momen bapak bapak jualan mainan gitu. beliau sepertinya sedang dalam perjalanan pulang, soalnya udah sore, atau mungkin malah masih lanjut jualan sampai larut nanti. berjualan untuk mengumpan orang rumah, mungkin. berkeliling tanpa pernah tau bakal dapat uang berapa hari itu. yang penting ada. semoga cukup. perut terisi. walaupun kadang ga penuh. itu saja. saya ga naruh pesan moral di foto ini. emang ga ada pesan moralnya. tapi kalo kamu dapat pesan moral dari foto ini, ya itu rejekimu. rejeki orang juga beda beda.

Dipa Maulaya Putra

Penerimaan 2020

“Walaupun tidak sempurna, dia tetaplah bunga.”

31

ZINE

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

2020

32

Ilmanaharir

Hehe 2020

“Hai. Di jalan Asep sudah tertawa sendiri. Kok bisa gini, kok bisa gitu. Busa gini. Busa kasur. Ah, Asep tidak suka bila bukan kapuk. Mau tidur Asepkepikiran. Ketika Asep punya solusi atas suatu masalah, justru itu adalah masalah. Sering nih, masuk jurang gitu. Menggandakan foto.”

ZINE

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

2020

33

Rahma.Antin

Belajar Agama Media: Foto 2018

“Ngga harus jadi santri.”

ZINE

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

2020

Boleh nggak sih, pakai kaos band tapi 34

Gak Tau Lagunya ?? Akhir-akhir ini saya sering nongkrong sama Sedenk dan Randhy setelah pulang kerja, malam ini saya nimbrung di depan Alfamart desa saya, desa yang lumayan sepi dan cukup damai. ckckck. Seperti biasanya pulang sekitar jam 2 an dini hari biar katanya pantas sebagai anak muda. hmmm Sampai dirumah gak bosan-bosannya mandangin layar kotak buatan China. Entah belasan-atau puluhan tab dari story followingku aku

bertemu akun temanku yang mengshare postingan yang intinya menanyakan pendapat orang tentang memakai kaos band yang kita gak tau lagunya, dan menurutmu itu boleh gak ? Sebenarnya males dan gak terlalu ngerti juga sih, tapi daripada gak bisa tidur sambil nunggu batre agak penuhan, sebelum mengatur alarm, dan lekas bobok akhirnya saya tergoda untuk andil berkomentar. Udah ya basa-basinya, hehe Jadi kalo menurut aku sendiri yang labil ini begini. Tidak semua orang mengenakan kaos band itu karena ia mengidolakan band

ZINE

tsb. Ada yang karena sekedar suka sama artworknya, ada yang punya karena suka bahannya (nyaman dipakai), ada yang punya karena pemberian (hadiah), ada yang punya karena lungsuran saudara dll. Ditempat saya ada anak SD pakai kaos band The Exploited, Jelasnya itu pembelian dari pasar oleh ibunya. Kemarin saya juga menjumpai postingan di instagram seorang ibu-ibu pelosok memakai kaos Ramones. Jadi kaos band itu gak terlalu penting dibahas. Yang penting nilai fungsional dari kaos tsb. Kalo untuk masalah ori dan tidak ori itu sudah konsekuensi, ketika ada band terkenal dan artworknya ban-

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

yak di internet ya berarti band tersebut harus siap menerima potensi untuk dicetak ilegal sama orang lain (atau penyelesaiannya urusan pribadi). Kalo untuk masalah pakai kaos band-band-an biar di kira anak band/anak gigs itu di lihat/diamati saja, bagaimana sikap dan perilakunya. Atau jangan-jangan pikiran kita yang sudah berprasangka rendah terhadap orang lain. Peduli amat, yang penting gak merugikan diri kita kan yaudah to !!

*Kancil Moron 2020

2020

35

ZINE

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

Selagi Matahari Masih Bersinar, Kita Tetap Terang dan Melawan Angin Oleh : Kevin Alfirdaus 36

Di awal Oktober tahun ini, aku telah mendeklarasikan kepada diriku sendiri untuk terus menjadi kuat dan meminimalisir hal-hal menyebalkan. Meski tahun-tahun sebelumnya juga seperti itu sih. Lalu, salah satu media massa memulai hari ku yang cukup menyebalkan. Ia seolah menjadi satu rentetan panjang yang harus kita selesaikan hingga sampai keberlanjutan generasi. “Lewat film ini, aku mengerti jika ada bentuk dari kehidupan kita yang dicuri” katakata itu terdengar. Sangat kencang di telinga. Hari ini, aku menengadah langit. Memulas seisi cahaya lewat kanvas ditangan, dan meresapi sisa-sisa kemenanganku yang kecil. Aku kesal pada pagi, setelah melihat acara televisi yang mempertontonkan kebohongan sejarah yang disebut Film G30SPKI garapan Arifin C Noer. Bagaimana tidak? Seorang sutradara yang menjadi otak dari film itu terheranheran saat film itu diterbitkan. Diedit ulang dengan narasi yang berat sebelah, lalu dikampanyekan hampir dalam seluruh sekolah di penjuru Indonesia. Karya seni benar-benar mati dan digunakan untuk kepentingan politik di negeri ini. Bisa dibayangkan betapa menderita nya seorang keturunan yang dalam setiap September harus melewati penghujung bulan yang sangat kelam. Itu pun belum soal trauma yang diterimanya setelah mengerti jika ‘kakek adalah seorang musuh bangsa’. Alhasil, beberapa hari-hari nya untuk melanjutkan hidup sangat sulit. Kesakitan telah mencicil beberapa kebahagiannya. Belum lagi, jika ada seorang kawannya yang nasionalis membully ia mati-matian. “Apa yang ingin kamu lakukan, Ju? Kamu kan sudah mengerti kan makna kecil dari Novel Animal Farm? Sebuah kisah yang menceritakan kumpulan hewan yang dipimpin Babi Revolusioner untuk memberontak dan mengubah keadaan.” tanya nya dalam telepon saat kami mengobrol jarak jauh.

2020

ZINE

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

2020

“Aku ingat Susan. Sudah lama sekali aku tidak membaca ulang untuk mengaktifkan kembali imajinasi. Yang aku ingat, adalah ‘siapa yang mengendalikan masa lalu, akan menguasai masa depan’. Kemudian itu terbukti sekarang” jawabku “Jadi benar bukan Sejarah adalah milik penguasa?” “Benar” ***** Telepon berdering. Aku tak mau membalasnya. Semula, aku sangat malas akan permintaan bermain yang ditawarkan oleh kawan baru ku. Ia adalah orang yang sangat seksis. Menurut pandanganku, ia tak pernah mengerti jika seorang yang sudah ditahap seperti saya harus segera meminimalisir pertemanan agar tidak depresi sendiri. Bagiku, seorang yang terlahir sebagai laki-laki adalah privilege. Ia punya hak istimewa yang tidak dimilki perempuan. Bukan bermaksud merendahkan, tetapi kita bicara saja soal fakta yang terjadi selama ber abad-abad berlangusung. Sejarah bangsa ini juga ditulis oleh mayoritas laki-laki. Bahkan Seorang Kartini saja buku nya tidak laku, tetapi tidak dengan kata-kata jagoannya yang disebarkan dimanapun saat hari Ibu. Baru saja aku bergeming soal Arkan, tetapi pesannya datang lagi. Sepertinya ia mengajak aku untuk berdiskusi serius meski aku sedang malas-malasnya. Ia mengabarkan kepadaku tentang informasi di Twitter yang sedang ramai beberapa hari yang lalu. Isinya tentang seorang anak kecil yang di bully hanya karena di tuding membajak suatu karya. Anak kecil itu bahkan diceramahi tentang Hak Cipta dan bagaimana menjadi pelukis yang professional. Gila, orang-orang sekarang hanya memikirkan caranya bersaing tanpa mau memikirkan bagaimana generasi selanjutnya berkembang lebih baik. Dalam hati ku, “Anjayani! Anak kecil mana tau soal Hak Cipta!! Bisa menggambar dan terus memoles bakatnya saja sudah cukup. Sekarang, ada orang dewasa yang mencoba mematahkan mimpinya. Benar-benar gak punya hati!” lalu aku bertemu dengan Arkan untuk pertama kalinya. Arkan adalah bocah lulusan SMA yang sangat resah akan tugas Kampus. Dihari-hari biasa tanpa Covid-19, seharusnya ia sudah bisa memperkenalkan diri didepan kelas dengan gadis-gadis cantik. Atau sekedar modus dan meminta si perempuan dibonceng naik motor maticnya. Tetapi, anggapan ku tentang Arkan tidak seperti yang kuduga.

37

ZINE

38

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

Selain resah akan tugas kampus yang begitu banyak, ia kesal karena kesulitan beradaptasi dengan duniakampus. Beberapa mata kuliah sulit ia pahami. Katanya, tidak mungkin seorang anak malasyang punya mimpi kecil dapat memecahkan suatu masalah yang sulit ia lakukan. Bocah itu adalah mahasiswa Seni dan Desain. Dituntut untuk mengerti estetika dan membuat karya berdasarkan estetika itu. Lalu aku berkata padanya, berkata jika bukannya itu menjadi tantangan baginya untuk bisa mengasah bakat. Jawabannya tidak. Ia tetap kesulitan. Lalu aku berpikir, tidak hanya soal sejarah saja yang membuat orang-orang di negeri ini stress usia muda. Tetapi juga soal seni. Layaknya karya Arifin C Noer yang di revisi habis-habisan oleh rezim orde baru, doktrin orde baru soal pendidikan pun sangat begitu mencekam. “Aku adalah lulusan SMK Animasi. Tapi, tidak satupun yang aku dapat selain keterbatasan ku dalam memulai. Didalam sistem sekolah sekarang, bagaimana membuat siswa berpikir bebas menjadi PR bagi negeri ini. Bayangkan saja, Tugas yang menjadi ujian SMK dalam memahami estetika tradisional batik adalah soal harus rata kiri 3 cm. Ditebalkan menggunakan Drawing Pen ukutan 0.8/ 0,9. Lalu harus rapih dan tidak boleh mencontoh” “Sangat formal sekali ya untuk ukuran SMK?” tanyaku menganggpi pernyataanya. “Sangat! Bahkan saat karya dikumpulkan, guru-guru tidak menilai dimana yang harus diperbaiki, dan letak mana yang membuat kita bersenang hati. Seolah-olah, aku dipaksa menggambar karena nilai semata” tutupnya kesal. Aku hanya bisa berdiam diri mendengarkan gumamnya yang tak berhenti. Sontak, ku ambil sebuah pensil dan kanvas untuk mengajaknya menggambar bersama. Setidaknya, lingkaran pertemanan yang produktif dapat membuat ia mengembangkan bakatnya yang jauh terkubur ata beberapa hal yang tidak ia suka. Yap, aku bukanlah seorang seniman professional. Tetapi, bukanya semua orang adalah guru? Dan alam raya adalah sekolahku? Sekolah hanya pilihan kita beradaptasi. Selebihnya, hidup kita tentukan sendiri dengan jalan yang kita mau. Selagi langit masih bersinar, kita akan tetap terang dan melawan angin bukan? ---

2020

ZINE

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

2020

OPIUM BAGI INFO!!! Karena OPIUM belum bisa bagi-bagi sembako dan masih tetap ingin berbagi, maka langkah solutif yang diambil adalah OPIUM Bagi Info!!! Hehe

Jadi kali ini OPIUM akan membagikan info yang tidak jauh dari seni dan berkesenian untuk kawan-kawan semua. Setelah menilik beberapa laman maya tentang info-info seni, kami ditakdirkan untuk memilih sebuah platform seni yang belakangan muncul di media sosial Instragram dengan nama pengguna @uspression. Pemilihan namanya saja sudah cukup menarik dan unik dengan penggunaan akronim Bahasa Inggris us dan expression menjadi uspression, yang kalau diartikan secara gamblang adalah expression for us atau ekspresi untuk kita.

39

Kami tertarik untuk membahas uspression sebab dalam beberapa postingannya dijelaskan bahwa konsentrasi kegiatan mereka adalah ekspresi seni teman-teman penyandang disabili-

tas. Terlebih, program pertama yang bertajuk Melukis Harapan #1 yang sangat erat kaitannya dengan proses berkesenian. Kami langsung menghubungi founder uspression secara

personal untuk mengulik lebih dalam informasi yang dapat kami bagikan dengan kawan-kawan diluar sana. Ilmana Harir selaku founder uspression mengungkapkan bahwa uspression meru-

ZINE

40

pakan suatu platform yang memfasilitasi akses bagi teman-teman penyandang disabilitas untuk menuangkan ekspresi dalam bentuk karya. Hasil dari pengkaryaan ini nantinya akan dikelola oleh uspression untuk dijual/dilelang, yang keuntungannya akan diserahkan kepada pengkarya dan sebagian lainnya akan didonasikan kepada yang membutuhkan. Dengan begitu, pengkarya akan memperoleh pengalaman berkarya dan mendapatkan keuntungan finansial dari hasil karya sendiri. Hal ini dapat mengubah stigma baru bagi masyarakat yang masih cenderung melemahkan penyandang disabilitas. Uspression tercetus dari banyak proses perdebatan antara founder yang merupakan Mahasiswa Mag-

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

2020

harapan terwujudnya masyarakat inklusif, individu yang mandiri, dan kesetaraan akses menuju kesejahteraan hidup. uspression berkomitmen untuk selalu semangat bekerja semaksimal mungkin demi terwujudnya masyarakat yang inklusif. Karena berekspresi adalah hak untuk semua.

ister Pendidikan Luar Biasa dengan temanteman yang dekat dengan dunia seni. Seni dinilai founder menjadi jalan keluar paling solutif untuk memberi-

kan peluang kesetaraan hak berekspresi bagi penyandang disabilitas. Selain itu seni juga dinilai sebagai media yang bebas. uspression sendiri lahir dengan

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut ini atau barangkali kawan-kawan tertarik bekerja sama dengan kegiatan uspression, kawan-kawan dapat mengakses secara langsung melalui akun sosial media instagram @uspression.

ZINE

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

Tips! sehari-hari saat pandemi s t s t s t t s t s ! ! ! ! ! ! stststtsts !!!!!! stststtsts !!!!!! Biar terhindar dari virus-virus nakalllll hehehehee...

2020

41

ZINE

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

2020

42

Eiiittttsss Jangan lupa tetap jaga kesehatan ya Kesehatan itu penting banget looo lebih penting banget daripada P I L K A _ _ !! Hahahahahahahahah

ZINE

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

2020

43

Alipmen

Kebun Manusia

Manual Collage 2020

“Manusia berlomba saling menginjak dan tidak menghiraukan”

Uburned

Huft

Digital Collage 2020 “Susah banget napas, padahal masih gratis. Eh engga deng, lupa. Kan masih harus bayar listrik, pajak, makan, minum, sama bayar pemerintah :) .“

ZINE

44

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

2020

Badtripacid

Myuran, People Change

Manual Collage with paper, ballpoint and glue 2020 “One of my work is dedicated to Myuran (Bali9 suspect and death row), I was inspired by his artwork and his effort to help prisoners at kerobokan prison to be a better person. “

Fathimah Mouna

Hancur

Analog Collage 2020 Semua yang hancur Akan tumbuh kembali Dengan bentuk yang berbeda Dengan luka yang membekas

ZINE

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

2020

Awieng

Vandalisme Di Potongan Kertas

Analog Collage On Paper A4 (210 x 297) 2020

“Van.dal.isme/Adalah perbuatan merusak dan menghancurkan barang properti,atau bahkan fasilitss umum lainnya. Pelaku Vandalisme biasanya di cap sebagai Kriminal,Pemabuk, atau bahkan Pembangkang tetapi di sisi lain vandalisme salah satu bentuk keresahan dan kekecewaan terhadap pemerintah.menyapaikan aspirasi dengan menyemprot tiap sudut kota adalah hal yang menyenangkan.”

Hafid Ansori

Laughing At Digital Collage 2020

“Fungsi pikiran adalah menganalisa, membedakan satu dengan yang lainnya, hingga menentukan baik dan buruk apapun di kehidupan kita. Akan jadi masalah jika kita terikat dengan dualitas yang dibuatnya. Mari lampaui.”

45

ZINE

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

2020

46

Rahmad Jenivery

Separate Ways Digital Collage

Alanovani

Air Tinggi dan Gedung Terjun

Digital Collage 2020

“Lihatlah gedung itu, bagus sekali bukan?, Sayang.. ada air terjun itu mengganggu sekali.”

ZINE

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

Evada Lutfi

Si Tikus Baik Digital Collage 2020

“Si tikus baik yang mengajarkan bagaimana hebatnya ketika bisa mempermainkan kekuasaan, segalanya bisa dinikmati termasuk uang dan wanita.”

Gobes

Invasion

Digital Collage 2020 “Suatu hal yang semakin kamu pikirkan itulah yang akan menyerang dan akhirnya menguasai dirimu.”

2020

47

ZINE

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

2020

48

Dayah Ali

Koerintji

Digital Collage 2020 “KOERINTJI sekepal tanah surga yang punya banyak makna di setiap jengkal alamnya”

Terserachhh

Temukan!! Digital Collage 2020

“Perjalanan menemukan diri sendiri, yang tersesat di antara ilusi memabukkan.”

ZINE

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

2020

49

Anung Asasongko

Pop Kultura, Indomie Seleraku

Analog Collage of plastic waste, recycled paper and wasted images 2020

Arya Dharma Pangestu

Strong Mother Digital Collage 2020

“Karya ini merepresentasikan sebuah kehidupan rumah tangga dimana sosok Ibu sebagai orang terkuat dalam keluarga, kemudain Ibu juga sebuah kunci keutuhan keluarga dan pembimbing keluarga selain Ayah, karya ini merupakan desain cover buku yang di tolak oleh salah satu klien saya.”

ZINE

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

2020

50

Febrianita Dinar Pramest

Jadi, kapan nakes dilindungi juga? Manual Collage 2020

“Halaman ini ditujukan kepada covid yang tiba-tiba datang & beliau-beliau yang berwenang untuk mengadakan perlindungan yang sepantasnya kepada tenaga kesehatan.”

Reza Abrar (TOMPO)

Vaccine

Digital Collage 2020 “Sampai saat ini kita cuma bisa menunggu dan berdoa, terkait vaksin dan uji cobanya.”

ZINE

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

2020

Asrobi

Serenity

Digital Collage 2020 “Jika kamu terus memfokuskan dirimu pada apa yang tertinggal di masa lalamu, kamu tak akan pernah bisa melihat apa yang ada di depanmu.” Nahdyah Asmafa Wina

Pisces

Digital Collage 2020 “Banyak fakta zodiak mengatakan bahwa pisces adalah zodiak yang sering sedih atau sering menangis, yang sedikit-sedikit sedih, sedikit-sedikit nangis. Padahal dibalik itu semua orang yang berzodiak pisces adalah orang yang memiliki banyak ide dan orang yang kreativ, kadang kala disebut memiliki sisi “psikopat” karena apabila sudah tidak senang dihati dia tidak takut untuk membuat hal yang tidak dia senangi itu jatuh *wiihserem. Orang dengan zodiak pisces juga bisa kalian jadikan sebagai “pendengar cerita yang baik” karena dia juga bukan hanya sekedar mendengar cerita kalian tetapi juga memberikan pendapat ataupun solusi sehingga rata-rata orang yang habis berbicara dengan seorang zodiak pisces menemukan cara untuk menyelesaikan masalah mereka. Jadi jangan selalu ingat zodiak pisces dengan “cengeng” nya ya hehe.”

51

ZINE

52

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

2020

ZINE

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

2020

Berikut adalah kompilasi daftar putar yang telah dibagikan oleh kolega Playlistauw dalam bulan Juli hingga September kemarin. Sila dengar agar hari-hari kalian berbeda !!! :) 53

01.

MERAYAKAN RASA,

a playlist by AAL FITHONI

““di playlist ‘merayakan rasa’ ini ada 9 lagu tentang bagaimana proses melepaskan yang berujung keikhlasan. Bukan tentang bagaimana kita kehilangan, tapi bagaimana kita berproses untuk berdamai dengan rasa yang tidak lagi berpihak pada bahagia. Pada akhirnya kita harus kembali rasa. Tetap tumbuh dan mekar.”

DON’T FALLINLOVE WITH ANY, EVEN IF I CAN’T WITH YOU, 02.



a playlist by UNKNOWN

“What I feel when I made this playlist is, actually i made this for someone. Someone who can’t and never fallin love with me, I guess. But everything that should to know is, trust me that Jesus says that im worth it. And the title at this playlist is a message too. Have a good night y’all, rest well because i know that your soul need it.”

ZINE

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

03.

2020

9:21

a playlist by ROYIN LUTFIANA PUTRI

“9:21 terdiri dari 10 lagu yang aku ‘koleg’ dari playlist beberapa musisi favorit. Gaada desc yang mendalam sih tapi playlist ini paling sering aku dengerin pas berkendara. Buat penikmat lagu yang condong ke musik daripada lirik, lagulagu disini musiknya bisa bikin mood baik. hehehe. Meskipun ada beberapa yang liriknya sedih.”

54

04.

DIAMOND

a playlist by ANANDA SYAHLAN

“Menurutku playlist ini jika didengarkan, dunia serasa milik saya sendiri. Opo maneh ambek headset’an volume 100 !.”

05.

___

a playlist by ALFAN DWIKI CANDRA

“Ini lagu suka saya puter pas lagi abis solat subuh, biar buat semangat aja dipagi hari hehehe.”

Hallo Semua ! Ada kabar menarik nih buat kalian. Selama masa pandemi ini, kalian pasti sering dengerin musik dan tentunya punya Playlist Musik favorit pribadi buat menemani hari-hari menyebalkan dirumah bukan ? Nah, agar tidak bosan dengan playlist musik yang itu-itu aja. Bagaimana jika kita saling berbagi playlist agar dapat di dengar juga oleh yang lain.

Jadi begini caranya :

1. Buatlah playlist menggunakan Spotify, 2. Pilih lagu favorit kalian, 3. Genre bebas,

4. Maksimal 15 Lagu, 5. Jika sudah selesai, segera DM akun instagram @opiumfip kemudian kirim Link Playlist dan berikan sedikit penjelasan tentang apa yang kalian rasa ketika mendengarkan lagu-lagu pada playlist tersebut.

ZINE

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

REVIEW! Sila anda me-review Zine ini, ya karena zine ini tentunya tidak akan berhenti sampai saat ini saja. Kami begitu berharap akan masukan-masukan yang asik yang menarik atau yang begitu cadas dari kalian semua. Selamat me-review :) ___________________________________________________________ _______________________________________________________________ _______________________________________________________________ ______

*hasil review boleh kalian publish melalui instagram story pribadi atau dapat pula kirim melalui surel kami di [email protected]

2020

55

ZINE

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

Haaasshhhh Dataa Hassshhhhh

2020

arsippp dataa

arsippp

arsippp dataa ganokkk!!!

Berawal dari kegelisahan tentang data, arsip dan dokumentasi dari rumah kami yang sudah 15 tahun berdiri tapi tidak ada satu pun arsip fisik yang memuat cerita suka duka berjalannya keluarga ini di rumah kami. Yang ada hanya arsip lisan dari orang ke orang dari masa ke masa setiap tahunnya yang selalu diturunkan pada orang baru. Kami gelisah, jengkel, geregetan dan ahhh!!!!! Mau marah tapi percuma, ya mau gmana? Bagaimana bisa rumah sebesar ini dan semegah begini tapii tidak ada ceritanya sama sekali? Eman nemen!!!

56

Dari awal tahun ini, kami mulai merintis untuk menanyakan tentang cerita-cerita tentang perjalanan hidup rumah kami. Dan kemudian kami begitu ingin memiliki cerita yang dapat dibukukan atau dicetak agar kelak bisa di baca kembali oleh keluarga kami di masa depan nanti. Dengan rasa terbakarrr yang mewakili semangat kami demi keinginan untuk terwujudnya cerita tentang rumah kami agar tercetak dalam catatan sejarah. Seperti kata Pramoedya bahwa “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian”.

*AHMAD NAILUT TAUFIQIY Ketua Umum OPIUM 2020

H a h a ! Y a ! Tujuan kami membuat Zine ini tentunya memang tentang eksistensi kami. Kami ingin rumah kami abadi, kami ingin terus ada dan tercatat kisah perjalanan rumah kami dalam sejarah kehidupan ini. Agar siapapun bisa mengenal dan mengetahui kami sejauh manapun itu asalnya, karena kami ingin memiliki hubungan yang lebar. Serta masih begitu banyak segudang keinginan kami demi rumah tercinta ini. Maka dari itu terimakasih untuk siapapun yang telah menyupport atau berkontribusi dalam bentuk apapun pada Zine ini, salam hangat dari kami dan semoga dapat ngobrol bersama kami dilain waktu. Tabik !

ZINE

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

2020

57

Sampai bertemu

di dunia nyata!

ZINE

58

Organisasi Pecinta Seni FIP UM

2020