Data Loading...

ORANGTUA_HEBAT_4 0-6 Tahun Flipbook PDF

ORANGTUA_HEBAT_4 0-6 Tahun


113 Views
4 Downloads
FLIP PDF 3.88MB

DOWNLOAD FLIP

REPORT DMCA

Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak - BKKBN Jl. Permata No. 1 Halim Perdanakusuma Jakarta Timur 13650 Telp. 021-8009029 / 8008271 Ext. 471

Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Usia 0-6 Tahun

i

ii

Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Usia 0-6 Tahun

Daftar Isi

BAGIAN 14 Pengasuhan dan Perawatan Anak Bermasalah Sosial................................................................................................

1

A. Pengasuhan Anak Jalanan ...............................................

3

B. Pengasuhan anak dengan orangtua Pekerja Seks Komersial (PSK).....................................................................

3

Daftar Pustaka ...........................................................................................................

13

Penyusun .....................................................................................................................

17

Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Usia 0-6 Tahun

iii

iv

Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Usia 0-6 Tahun

Bagian Buku 14

Pengasuhan Dan Perawatan Anak Bermasalah Sosial

Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Usia 0-6 Tahun

1 243

Pengasuhan Dan Perawatan Anak Bermasalah Sosial Pengasuhan anak merupakan salah satu faktor yang menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama pada masa kritis yaitu usia 0-6 tahun. Tidak berbeda dengan anak-anak lain, anakanak dengan berbagai masalah sosial juga memerlukan pola pengasuhan yang benar. Kehilangan pengasuhan yang baik akibat bencana alam, perceraian, kematian, ataupun karena kesulitan ekonomi akan memengaruhi tumbuh kembang selanjutnya.

Siapa saja yang digolongkan anak bermasalah sosial? anak jalanan, anak dari Pekerja Seks Komersial (PSK), anak dengan kesulitan ekonomi, anak korban perceraian, anak yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), anak yang mengalami pelecehan seksual, anak korban bencana alam.

2 244

Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Usia 0-6 Tahun

A

Pengasuhan anak jalanan

Kemiskinan seringkali dapat menjadi pemicu berbagai masalah sosial, salah satunya adalah munculnya anak jalanan. Biasanya orangtua akan menelantarkan si anak. Tanpa disadari, pola pengasuhan seperti itu justru akan mendorong anak jalanan banyak melakukan penyimpangan perilaku karena tidak adanya pengawasan dari orangtua. Apa yang perlu dilakukan orangtua? 1. Memahami bahwa orangtua berkewajiban memenuhi kebutuhan dan hak anak akan pendidikan, kesehatan, dan bermain. Orangtua juga berkewajiban menjaga keselamatan anak. 2. Menghubungi pemerintah untuk mengatasi masalah yang dihadapi.

B

Pengasuhan anak dengan orangtua Pekerja Seks Komersial (PSK)

Faktor kemiskinan, ditambah adanya sistem sosial yang tidak mendukung, dapat menjadi penyebab munculnya PSK. Permasalahan timbul jika para PSK yang memiliki anak tidak menerapkan pola pengasuhan yang tepat. Penelantaran serta contoh perilaku negatif akan menjadi pemicu munculnya penyimpangan perilaku oleh anak,bahkan tak jarang muncul permasalahan berikutnya yaitu pelacuran anak.

Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Usia 0-6 Tahun

3 245

Apa yang perlu dilakukan orangtua? 1. Menjaga keselamatan anak dari pengaruh yang kurang baik. 2. Menjaga anak agar tidak mengalami pelecehan seksual. 3. Memberikan contoh perilaku positif pada anak. 4. Minta bantuan layanan sosial dari pemerintah untuk mengatasi masalah yang dihadapi.

C

Pengasuhan anak yang mengalami Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) dan pelecehan seksual

Sering kali anak mengalami kekerasan dalam rumah tangga maupun pelecehan seksual yang sangat mungkin dilakukan oleh orang-orang yang dekat dengan anak. Saat mengalami kekerasan dan pelecehan seksual, maka efeknya anak merasa diteror, takut mati, takut kehilangan orangtua, merasa bahwa dunia ini bukan merupakan tempat yang aman, serta kesulitan dalam berkonsentrasi dan menerima informasi sehingga bermasalah di sekolah. Akan timbul pula dampak fisik pada anak seperti: sulit tidur, sering mimpi buruk, gangguan syaraf berupa tics (gerakan tak terkendali di wajah, biasanya muncul karena gangguan syaraf), dan mengompol.

4 246

Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Usia 0-6 Tahun

Apa yang dapat dilakukan untuk anak? 1. Anak perlu mendapat tempat/rumah yang aman sehingga tidak memberikan dampak buruk pada anak karena stres atau depresi yang dialaminya. 2. Anak perlu mendapat penjelasan bahwa kekerasan yang dialaminya bukan karena kesalahannya. 3. Jangan memarahi anak, karena hal ini bukan kesalahannya. 4. Segera lapor ke Unit Pengaduan Perempuan dan Anak (PPA) Polres atau Polda , dan lakukan visum. 5. Dampingi anak, yakinkan bahwa mereka tidak berhak disakiti dan bukan mereka penyebabnya. 6. Segera bawa ke lembaga konseling untuk memperoleh dukungan psikologis. 7. Pahami bahwa anak butuh waktu dan proses lama untuk pemulihan. 8. Keluarga perlu selalu memberikan dukungan pada anak

D

Pengasuhan anak dengan orangtua yang menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI)

Kemiskinan menjadi salah satu persoalan mendasar yang menyebabkan seseorang bekerja sebagai TKI. Pengiriman TKI ke luar negeri juga membawa permasalahan bagi keluarga yang ditinggalkan. Keutuhan keluarga dapat terganggu dan fungsi keluarga tidak dapat berjalan secara optimal karena anak-anak tidak mendapatkan pengasuhan dan perawatan dari orangtuanya. Ribuan anak usia dini yang orangtuanya menjadi tenaga kerja di luar negeri akan kehilangan hak asuh dari ayah dan atau ibunya. Kesempatan untuk mendapatkan kasih sayang dari “guru pertama” tidak mereka rasakan sehingga dapat berakibat buruk bagi tumbuh kembangnya.

Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Usia 0-6 Tahun

5 247

Apa yang harus dilakukan keluarga? 1. Ayah/ibu harus memilih pengasuh pengganti yang memberikan kasih sayang tidak berlebihan, selalu membimbing dan mengarahkan ke hal yang positif, memberikan perhatian pada anak, menanamkan tanggung jawab, serta selalu bersikap disiplin demi pertumbuhan dan perkembangan anak 2. Ayah/ibu selalu menjalin komunikasi yang baik dengan anak meskipun dari jarak jauh agar bisa mengontrol dan mengetahui tingkah laku anak yang ditinggalkannya.

E

Pengasuhan anak oleh orangtua tunggal

Orangtua tunggal dalam pengertian psikologis adalah orangtua yang terdiri atas ayah atau ibu yang siap menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab sebagai orangtua tunggal. Tak mudah memang menjadi orangtua tunggal, apalagi di masa- masa awal perpisahan dengan pasangan hidup baik karena perceraian maupun kematian. Kehilangan atau berpisah dari orangtua akan memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak secara keseluruhan, apalagi bila kehilangan tersebut terjadi pada masa kritis pertumbuhan dan perkembangan anak yaitu masa awal kanakkanak.

6 248

Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Usia 0-6 Tahun

Mencegah efek negatif pada anak jika orangtua mengalami perceraian 1. Orangtua perlu mewaspadai emosi dan ciri fisik negatif yang menyertai proses perceraian, seperti sedih, marah, sakit kepala, kehilangan energi, bahkan depresi. Jangan sampai anak menjadi pelampiasan emosi negatif yang dirasakan orangtua. Mintalah bantuan kerabat, teman dekat, atau profesional. 2. Jelaskan pada anak bahwa orangtua tetap menyayangi anak 3. Menunjukkan sikap selalu mendukung anak di setiap kesempatan. 4. Berikan kesempatan pada anak untuk memiliki waktu bersama mantan pasangan. 5. Tepati perjanjian yang telah ditetapkan, misalnya waktu berkunjung atau berada bersama anak. 6. Jangan jadikan anak sebagai pembawa pesan, matamata, atau penagih uang pada mantan pasangan. 7. Tidak membahas masalah dengan mantan pasangan di depan anak.

Dampak tidak langsung yang dirasakan oleh anakanak ketika diasuh oleh orangtua tunggal. 1. Anak akan merasa kehilangan kasih sayang dari ibu atau ayah. 2. Ibu atau ayah harus berhati-hati untuk tidak mendewasakan anak terlalu dini, agar anak tidak kehilangan masa kanak-kanaknya. 3. Menjaga kedekatan dengan anak agar anak tidak kehilangan figur.

Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Usia 0-6 Tahun

7 249

Kiat menjadi orangtua tunggal yang kuat: 1. Membekali diri dengan ilmu pengetahuan Disarankan agar para orangtua yang tiba-tiba statusnya berubah menjadi orangtua tunggal membekali diri dengan berbagai pengetahuan melalui aneka media, membuka diri dengan berdiskusi dengan teman maupun keluarga lain, serta selalu mendekatkan diri dengan Tuhan. 2. Mengubah cara pandang Orangtua tunggal itu sangat dipengaruhi cara pandang yang bersangkutan. Namun masyarakat kita masih menganut budaya timur yang memandang orangtua tunggal sebagai sesuatu yang tabu, apalagi jika hal ini terjadi akibat perceraian. Padahal, bisa jadi kehidupan lebih baik setelah menyandang status itu. Menjadi orangtua tunggal bukanlah aib dan bukan berarti dunia sudah kiamat. 3. Menemukan peran pengganti untuk anak Dalam kehidupan memang perlu ada keseimbangan antara laki-laki dan perempuan. Untuk itu, ketika seseorang menjadi orangtua tunggal, maka peran lakilaki atau perempuan yang hilang itu harus segera diisi dengan yang lain. Tak berarti di sini bahwa orangtua tunggal harus cepat menikah lagi. Namun peran ayah yang hilang bisa diisi oleh kakeknya atau peran ibu diisi oleh neneknya, karena anak harus punya model atau figur.

8 250

Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Usia 0-6 Tahun

F

Perlindungan anak korban bencana alam

Anak-anak yang bermasalah sosial, seperti anak-anak yang mengalami bencana alam, mempunyai hak yang sama dengan anak-anak lain untuk mendapatkan perlindungan.

Apa yang perlu dilakukan saat bencana alam terjadi? 1. Mengatasi ketakutan dan kecemasan yang dirasakan orangtua, karena anak akan meniru perilaku orangtua yang timbul akibat ketakutan dan kecemasannya. 2. Mematikan radio dan televisi saat anak-anak terjaga, untuk mengurangi tekanan karena berita dan tayangan yang diulang-ulang mengenai bencana yang terjadi. 3. Mendengarkan anak dan mengobservasi tingkat stres anak yang biasanya tercermin dalam perilaku saat makan, tidur, dan keaktifannya sehari-hari. 4. Jika anak mengajukan pertanyaan, jawablah pertanyaan anak sesuai dengan usianya, jujur, dan suportif. 5. Aktivitas dan rutinitas sehari-hari tetap harus dilakukan, agar anak merasa aman. 6. Bicarakan tentang hal-hal baik yang dialami hari ini, misalnya: anak dan orangtua masih dapat berkumpul. 7. Bacakan cerita-cerita yang menginspirasi, misalnya keberhasilan pejuang merebut kemerdekaan Indonesia 8. Lakukan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan bagi anak, sehingga anak merasakan kesenangan meskipun sebenarnya ia merasa sedih. Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Usia 0-6 Tahun

9 251

Prinsip Perlindungan Anak 1. Semua anak memiliki hak atas keluarga, dan keluarga memiliki hak untuk mengasuh anakanak mereka. Anak- anak menerima pengasuhan yang terbaik ketika mereka berada dalam lingkungan keluarga, dan menempatkan anak dalam lingkungan yang mereka kenal. Anakanak memerlukan perhatian, kasih sayang, dan perlindungan. Mereka rentan pada krisis yang terjadi sekarang, sehingga upaya-upaya khusus diperlukan untuk menjamin bahwa mereka menerima perlindungan dan pengasuhan yang semestinya. 2. Semua upaya harus dilakukan untuk menjamin bahwa anak-anak tetap berada dalam keluarga dan komunitas mereka. Keterpisahan anak dari keluarga harus dihindari sejauh mungkin dengan mengupayakan untuk memperkuat pengasuhan anak di dalam keluarga atau dalam keluarga besar atau kerabat. 3. Penempatan anak korban bencana di panti asuhan dan institusi lainnya merupakan pilihan tindakan terakhir dan dalam keadaan darurat, harus dilakukan untuk jangka waktu yang sangat pendek, dan secepat mungkin harus ditinjau untuk menemukan pengasuhan berbasis keluarga.

10 252

Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Usia 0-6 Tahun

Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Usia 0-6 Tahun

11 253

12 254

Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Usia 0-6 Tahun

Daftar Pustaka

ARNEC. (2011). ECCD Begins at home: Caring for children in a nurturing and stimulating environment. Singapore: ARNEC. Berns, R. M. (2010). Child, family, school, community. Belmont, Cancage Learning BKKBN (2012) Pengasuhan dan Pembinaan Tumbuh kembang anak, Bahan Penyuluhan Bina Keluarga Balita (BKB) , Jakarta. Charlish, A. & Davies, K. (2010). Pregnancy and child care: The illustrated book of natural. London: Anness Publishing Ltd, Essa, E. (2010). Introduction to early childhood education (6th ed.). Albany: Elmar Publ. Gonzales-Mena, J. & Eyer, D. W. (2011). Infants, toddlers, and caregivers: A curriculum of respectful, responsive care and education. Singapore: McGraw Hill Kristiani, Reneta.(2009)Haruskah anak kita menjadi korban? Newsletter Pulih, Vol 14, Desember 2009. Meliala, Andyda. (2012), Successful Parenting 41 Tip Mencetak Anak Cerdas Berkarakter, Jakarta: Bypass. Murkoff, H. & Mazel, S. (2010). What to expect the first year. New York: Workman Publishing Company Inc.

Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Usia 0-6 Tahun

13 255

Daftar Pustaka

Morrison, G.S. (2009). Early childhood education today (7th ed.). Singapore: Pearson Pub. Nurdiansyah, Nia. (2011). Buku pintar ibu dan bayi: Panduan lengkap merawat buah hati dan menjadi orangtua cerdas. Jakarta : Bukune. Santrock, J. W. (2011). Life-span development (14th ed). Singapore: McGraw Hill Tandry, Novita. (2013). 365 days of happy parenting with Novita Tandry. Jakarta: Bhuana Ilmu Populer The Minnesota Department of Education. (2009). Minnesota school readiness study: Developmental assesment at kindergarten entrance Fall 2008. Retrieved April 1st, 2010, from The Minnesota Department of Education (MDE) : http://archive.leg.state.mn.us/docs/2009/ other/090649.pdf UNESCO. (2011). Parenting guidebook. Bangkok: UNESCO.

14 256

Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Usia 0-6 Tahun

education

Penyusun

Pelindung : dr. Surya Chandra Surapaty, M.Ph, PhD Pengarah : Ir. Ambar Rahayu, MNS Penanggung jawab : Dra. Evi Ratnawati Supervisi : 1. Drs. Sugiyatna, MM 2. dr. Tuty Sahara, M.Si 3. Nurzainun, S.Psi, M.Si, Psi 4. Dini Desriani, S.Sos, MAPS Tim Penulis : 1. dr. Weny Savitry S. Pandia, M.Si, Psi 2. Dra. Purini Saptari, M.Pd 3. dr. Andyda Meliala 4. Drs. Burhanuddin, M.Ed 5. Nurzainun, S.Psi, M.Si, Psi Ilustrator : Jose Fajrinal, S.Sn

Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Usia 0-6 Tahun

15 257

16 258

Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Usia 0-6 Tahun

Tim Penulis : - Weny Savitry Sembiring Pandia - Yapina Widyawati - Firesta Farizal Kontributor : - Ir. Ambar Rahayu, MNS - Dra. Evi Ratnawati - dr. Tuty Sahara, MSi - Dini Desriani, S.Sos., MAPS - Asdhi Yanuar, S.Pd., M.Kesos Illustrator : Jose Fajrinal

Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Usia 0-6 Tahun

17

18

Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Usia 0-6 Tahun

www.bkkbn.go.id