Data Loading...

Panduan Praktis Pemrograman PHP untuk Pemula Flipbook PDF

Panduan Praktis Pemrograman PHP untuk Pemula


106 Views
28 Downloads
FLIP PDF 1.85MB

DOWNLOAD FLIP

REPORT DMCA

EBOOK Panduan Praktis Pemrograman PHP Untuk Pemula Disusun Oleh : Sugono Galih Aprianto Founder indosmartdigital.com

Indosmartdigital.com | Panduan Praktis Pemrograman PHP Untuk Pemula

ii

Daftar Isi Ebook Bab 1 Mari Mengenal PHP ............................................................................ Sejarah PHP .............................................................................................................. Alasan Memilih PHP ................................................................................................

1 1 2

Bab 2 Instalasi PHP dan Software Pendukungnya .................................... Menginstal XAMPP di Windows ............................................................................. Menjalankan Apache, MySQL dan Membuka Localhost ....................................

3 3 9

Bab 3 Struktur Dasar Skrip PHP................................................................... Memahami Aturan Penulisan Skrip PHP .............................................................. Memberikan Komentar pada Skrip PHP .............................................................. Memahami Variabel di PHP.................................................................................... Memberi Nilai pada Variabel..................................................................................

10 10 11 12 12

Bab 4 Operator Aritmatika dengan PHP .................................................... Jenis Operator Aritmatika dalam PHP .................................................................. Tingkat Presedensi .................................................................................................. Kombinasi Operator Aritmatik dan Assignment ................................................. Operator Pre/Post Increment dan Decrement....................................................

14 14 15 16 17

Bab 5 Memahami Method GET Dan POST Pada PHP ................................. Kapan menggunakan GET?..................................................................................... Kapan menggunakan POST? ..................................................................................

18 18 18

Bab 6 Statement Kontrol – IF ....................................................................... Operator Relasional................................................................................................. Operator Logika .......................................................................................................

20 21 22

Bab 7 Statement SWITCH ..............................................................................

29

Bab 8 Statement FOR ....................................................................................

31

Bab 9 Statement WHILE ................................................................................

35

Bab 10 Mengenal Array ................................................................................. Memahami Fungi Array ..........................................................................................

38 38

Bab 11 Fungsi (Function) .............................................................................. Pengertian Fungsi (Function) Dalam PHP ............................................................ Built in Function dalam PHP ...................................................................................

40 40 42

Indosmartdigital.com | Panduan Praktis Pemrograman PHP Untuk Pemula

iii

Bab 12 MySQL Dan PHPMyAdmin ................................................................ Perbedaan SQL dan MySQL ................................................................................... Keunggulan MySQL ................................................................................................. Mengelola action="hasil.php"> Nilai a :

Nilai b :



Nama file : hasil.php

Tingkat Presedensi Dalam menggunakan operator aritmatik, kita harus berhati-hati terutama ketika menggunakan lebih dari satu operator yang berbeda dalam satu statement perhitungan. Sebagai contoh skrip berikut ini:

Apabila skrip di atas dijalankan, maka hasil yang muncul bukan 29, tapi 17. Mengapa demikian? itu dikarenakan operasi aritmatik yang dikerjakan terlebih dahulu adalah perkalian (*). Mengapa demikian? Karena perkalian memiliki tingkat presedensi yang lebih tinggi daripada + dan -. Setelah perkalian(*) dikerjakan, baru dikerjakan operasi penjumlahan(+) atau pengurangan(-). Operasi penjumlahan(+) dan pengurangan(-) memiliki tingkat presedensi yang sama. Oleh karenanya, maka yang dikerjakan lebih dahulu adalah yang terletak di bagian yang lebih kiri, yaitu penjumlahan (+).

Indosmartdigital.com | Panduan Praktis Pemrograman PHP Untuk Pemula

15

Bagaimana dengan operator pembagian (/)? Operator ini memiliki tingkat presedensi yang sama dengan perkalian(*). Keduanya memiliki tingkat presedensi yang lebih tinggi daripada penjumlahan (+) dan pengurangan (-). Sedangkan operator modulus (%) levelnya juga sama dengan perkalian (*) dan pembagian (/). Jika kita ingin yang mengerjakan penjumlahan terlebih dulu, caranya adalah dengan memberikan tanda kurung seperti contoh di bawah ini.

Kombinasi Operator Aritmatik dan Assignment Selain bentuk operator aritmatik yang dibahas sebelumnya, ada juga operator yang merupakan kombinasi antara operator aritmatik dengan assignment. Dalam pemrograman seringkali dijumpai proses yang melibatkan proses increment (kenaikan nilai). Misalkan kita menginginkan proses increment dengan tingkat kenaikan 1, maka perintah yang dituliskan dapat berupa $counter = $counter + 1; Maksud dari perintah di atas adalah, nilai variabel $counter yang baru diperoleh dari nilai $counter yang lama ditambah 1. dalam PHP, perintah di atas dapat ditulis dalam satu perintah singkat sebagai $counter += 1; Dari contoh di atas tampak bahwa operator yang digunakan (+=) merupakan gabungan dari operator aritmatik dan assignment. Berikut ini adalah bentuk-bentuk operator lain jenis ini. Operator

Contoh

Operasi yang ekuivalen

+=

$x += 2;

$x = $x + 2;

-=

$x -= 4;

$x = $x - 4;

Indosmartdigital.com | Panduan Praktis Pemrograman PHP Untuk Pemula

16

*=

$x *= 3;

$x = $x * 3;

/=

$x /= 2;

$x = $x / 2;

%=

$x %= 5;

$x = $x % 5;

.=

$var_str.="hello";

$var_str = $var_str . "hello";

Operator Pre/Post Increment dan Decrement Operator jenis ini merupakan pengembangan dari operator jenis sebelumnya. Operator ini hanya digunakan pada proses increment maupun decrement dengan tingkat 1. Berikut ini adalah operator yang termasuk jenis ini : $x++; ekuivalen dengan $x += 1; atau $x = $x + 1; $x--; ekuivalen dengan $x -= 1; atau $x = $x – 1; Contoh :

Indosmartdigital.com | Panduan Praktis Pemrograman PHP Untuk Pemula

17

BAB 5 MEMAHAMI METHOD GET DAN POST PADA PHP

Form pada PHP mempunyai dua method pengiriman action="kirimmethod_get.php"> Nama:
E-mail:




Indosmartdigital.com | Panduan Praktis Pemrograman PHP Untuk Pemula

18

Nama file : kirimmethod_get.php

Skrip untuk mengkonversi nilai angka ke huruf Di salah satu Universitas menerapkan kebijakan kenversi nilai angka ke huruf sebagai berikut : Nilai Angka

Nilai Huruf

80 s.d 100

A

70 s.d 79

B

60 s.d 69

C

50 s.d 59

D

0 s.d 49

E

Indosmartdigital.com | Panduan Praktis Pemrograman PHP Untuk Pemula

26

Nama File : nilai1.php

Dan hasil di browser adalah sebagai berikut :

Indosmartdigital.com | Panduan Praktis Pemrograman PHP Untuk Pemula

27

Skrip di atas akan sama dengan skrip berikut ini : Nama File : nilai2.php

Indosmartdigital.com | Panduan Praktis Pemrograman PHP Untuk Pemula

28

BAB 7 STATEMENT SWITCH

SWITCH adalah termasuk statement yang dapat dipergunakan untuk menyatakan suatu pernyataan kondisional atau bersyarat seperti halnya IF. Adapun sintaks secara umum statement SWITCH dalam PHP adalah sebagai berikut : switch (var) { case value1 : statement A; . . break; case value2 : statement B; . . break; case value3 : statement C; . . break; . . default : statement D; . . } SWITCH tidak bisa digunakan untuk kondisional yang di dalamnya terdapat proses perbandingan seperti 'lebih besar dari', 'lebih kecil atau sama dengan', 'lebih besar atau sama dengan' dan 'tidak sama dengan'. Melihat hal ini memang penggunaan statement IF untuk menyatakan kondisional lebih fleksibel daripada SWITCH. Berikut adalah kelebihan SWITCH dibanding dengan IF Di dalam SWITCH, persyaratan hanya diuji sekali saja. Diantara sekian pilihan nilai, secara otomatis PHP hanya akan menjalankan blok yang nilainya cocok saja. Proses pencarian nilai yang cocok ini tidak dimulai dari pilihan nilai paling atas, namun akan langsung tertuju pada nilai yang cocok tersebut. Sedangkan pada IF syarat diuji beberapa kali. Proses pengujian dimulai dari syarat IF paling atas, jika tidak terpenuhi maka proses akan berlanjut ke nilai berikutnya.

Indosmartdigital.com | Panduan Praktis Pemrograman PHP Untuk Pemula

29

Akibatnya, apabila skrip Anda sangat kompleks atau banyak menggunakan pernyataan kondisional, penggunaan SWITCH akan menghasilkan proses yang lebih cepat dari IF. Latihan fungsi SWITCH : Skrip untuk menampilkan nama bulan sekarang ke dalam bahasa Indonesia Nama File : bulan_indonesia.php

Indosmartdigital.com | Panduan Praktis Pemrograman PHP Untuk Pemula

30

BAB 8 STATEMENT FOR

Statement ini merupakan salah satu statement yang dapat digunakan untuk menyatakan proses yang diulang-ulang atau looping. Coba Anda perhatikan pernyataan berikut : Hari ini saya minum kopi 10 kali. Hari ini saya terus minum kopi sampai saya kembung. Kedua pernyataan di atas sama-sama mengandung pengertian sebuah proses yang diulang-ulang yaitu 'minum kopi'. Namun proses 'minum kopi' dari kedua pernyataan tersebut berbeda cara berhentinya. Pernyataan pertama menunjukkan bahwa 'minum kopi' akan diulang-ulang sampai 10 kali. Setelah sampai 10 kali, maka 'minum kopi' akan berhenti. Sedangkan pernyataan kedua, dalam hal ini jumlah berapa kali 'minum kopi' tidak diketahui, namun hanyalah syarat kapan perulangan ini akan berhenti yaitu ketika 'sudah kembung'. Untuk menyatakan looping yang telah diketahui jumlah perulangannya, kita dapat menggunakan statement FOR atau WHILE. Sedangkan bila perulangannya tidak diketahui jumlahnya atau hanya diketahui kondisi kapan harus berakhir, maka kita dapat menggunakan WHILE. Pada bab ini Kita akan membahas terlebih dahulu statement FOR. Sintaks : for (variabel = nilaiawal; variabel operatorlogika nilaiakhir; increment) { Proses yang diulang; } Contoh skrip sederhana :