Data Loading...

Rangkuman pel. 17 - 22 (ref.) Flipbook PDF

Rangkuman pel. 17 - 22 (ref.)


120 Views
19 Downloads
FLIP PDF 783.62KB

DOWNLOAD FLIP

REPORT DMCA

Rangkuman Pelajaran Pendikan Agama Katolik (kelas IV –2021)

RANGKUMAN PELAJARAN 17 – 22 KOMP. DASAR

PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI SD YOS SUDARSO KARAWANG KELA IV 2020/2021

3.6: MEMAHAMI MAKNA PERUMPAMAANPERUMPAMAAN DAN MUKJIZAT-MUKJIZAT YESUS SEBAGAI KARYA KESELAMATAN ALLAH

PEL.17: Mukjizat-mukjizat Yesus 3.7: MEMAHAMI ANEKA DOA DALAM GEREJA SEBAGAI UNGKAPAN IMAN KEPADA ALAH PEL. 18: Ungkapan syukur tokoh-tokoh perjanjian lama

PEL. 19: Doa syukur Gereja 3.8: MEMAHAMI MAKNA DOA SPONTAN, DOA PRIBADI, DAN DOA BERSAMA SEBAGAI UNGKAPAN IMAN KEPADA ALLAH PEL. 20: Doa Pribadi

PEL. 21: Doa Bersama PEL. 23: Doa Spontan

1

Rangkuman Pelajaran Pendikan Agama Katolik (kelas IV –2021)

Pelajaran 17 Mujizat-Mujizat Yesus1 ---------------------------------------------Mujizat adalah: suatu tindakan yang dilakukan diluar kebiasaan atau batas kemampuan manusia, dan yang dilakukan oleh Allah melalui perantaraan para nabi, para rasul-Nya atau oleh Yesus sendiri semasa di dunia untuk membuktikan kebenaran, keagungan dan kemuliaan Allah Allah. Yesus mempunyai perhatian khusus terhadap orang-orang yang terlantar antara lain: orang-orang buta. Pelajaran kali ini kita akan melihat salah satu bacaan dari Kitab Suci di mana Yesus mempunyai perhatian khusus terhadap orang yang menderita Khususnya si Bartimeus , si orang Buta dari Yerikho. Anggapan orang-orang Yahudi pada masa itu bahwa: berbagai penyakit adalah kutukan dari Tuhan karena dosa dari si penderita itu atau dosa orang tua mereka. Murid-Murid Yesus sendiri pernah bertanya “Rabi, siapakah yang berdosa, orang itu sendiri atau atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?” Waktu itu Yesus menjawab: “bukan dia dan bukan pula orang tuanya, tetapi karena pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.” (Lihat Yohanes 9:1-3) --- Jadi menurut paham mereka adalah: orang sakit karena dikutuk oleh Tuhan. Yesus dengan tegas menunjukkan sikapnya yang menentang anggapan itu. Bahkan IA memberi perhatian khusus dan bergaul akrap dengan mereka. Hal itu dapat kita baca dalam cerita tentang Bartimeus. Meskipun tergesa-gesa masuk kota Yeriko, dan meskipun orang lain tak sabar lagi, Yesus berhenti. Di tengah keributan dan sorak sorai orang banyak, telinga Yesus masi dapat mendengar seruan seorang buta yang memelas, “Yesus Anak Daud, kasihanilah aku!” Yesus sedemikian pekanya terhadap orang-orang kecil seperti Bartimeus. DIA ingin tahu apa yang dikehendaki orang buta yang berteriak itu. Kemudia kaerena imannya, Bartimeus disembuhkan oleh Yesus. Iman Bartimeus itu terutama tampak dari tekadnya untuk memanggil Yesus. Dia sudah mengalami cacat dan penghinaan, namun dia percaya bahwa Tuhan dapat membebaskannya dari penderitaan. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Yesus ke Yerikho, karena mereka mengharapkan akan terjadi peristiwa-peristiwa yang indah. Mereka tidak mengira bahwa peristiwa-peristiwa yang paling mengesankan justru terjadi di pinggir jalan ke kota itu, yaitu peristiwa perjumpaan Yesus dengan Bartimeus, dimana Yesus menyembuhkan mata Bartimeus yang buta. Bukan saja Bartimeus dapat melihat dunia di sekitarnya, tetapi terutama dapat melihat Yesus itu sendiri yang adalah Allah yang ia imani. Ia percaya pada Yesus dan dapat melihat secara lahir dan batin. Yesus adalah Juru Selamat. Ia mewartakan kabar gembira khususnya kepada kaum kecil. Dengan mengerjakan mujizat, antara lain menyembuhakn kebutaan, Yesus mau mengatakan bahwa saat keselamatan telah tiba, Allah sendiri mulai meraja. Allah mulai aktif menyelamatkan manusia lewat Putra-Nya. Mujizat Yesus bukan hanya sekadar “tanda heran”, tetapi terlibih tanda bahwa Allah sedang berkarya menyelamatkan dunia. Mujizat yang membuat Paus Yohanes Paulus II bergelar Santo2 Mujizat yang terkati dengan “penyembuhan luar biasa” seorang Perempuan Kosta Rika yang pulih dari cedra otak parah setelah keluarganya mulai berdoa Lewat perantaraan almarhum Paus Yohanes Paulus II. Mujizat pertama Yohaens Paulus II terkait dengan penyembuhan seorang Biarawati Prancis, Suster Marie Simon-Pierre. Menurut Gereja Katolik, Penyembuhan suster itu dari Penyakit Parkinson setelah berdoa lewat perantaraan almarhum Paus Yohanes Paulus II tidak bisa dijelaskan secara medis.

1 2

Mujizat Itu Nyata Tak terbatas Kuasa-Mu Tuhan, Semua dapat Kau lakukan Apa yang kelihatan Mustahil bagiku Itu sangat mungkin bagiku Di saatku tak berdaya Kuasa-Mu yang sempurna Ketika ku percaya mejizat itu nyata, bukan kar’na kekuatan Namun Roh-Mu ya Tuhan Ketika ku berdoa Mujizat itu nyata

Buku Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti “Belajar Mengenal Yesus” (untuk SD kelas IV) http://internasional.kompas.com/read/2013/06/20/0956259/Mujizat.Misterius.Membuat.Yohanes.Paulus.II.Bergelar.Santo

2

Rangkuman Pelajaran Pendikan Agama Katolik (kelas IV –2021)

Pelajaran 18 Ucapan Syukur Tokoh-Tokoh Perjanjian Lama Dalam KBBI (kamus Besar Bahasa Indonesia) Syukur dapat diartikan sebagai: rasa terima kasih kepada Allah. Ucapan syukur bangsa Israel tidak terlepas dari Musa yang telah memimpin mereka keluar dari Mesir. Ungkapan syukur tokoh-tokoh perjanjian lama itu antara lain adalah Musa dan Daud. Mendalami artikel dengan Judul: Pranata3 Upacara Selamatan Masyarakat Jawa Pengertian dan Tata Upacara Selamatan. 1. Artikel ini berbicara tentang yang dilakukan oleh seseorang yang merasa mendapat anugerah atau karunia dari Tuhan biasanya akan mengadakan syukuran dan selamatan. 2. Selamatan sendiri dalam tradisi Jawa adalah: sebuah tradisi ritual yang dilakukan oleh masyarakat Jawa dengan tujuan untuk memperoleh keselamatan bagi orang yang bersangkutan. 3. Acara inti biasanya dihadiri oleh para tetua desa, tetangga dekat, sanak saudara, dan keluarga inti. Setelah selamatan selesai, tamu biasanya akan dibawakan aneka panganan basah (nasi, lauk pauk, dan tambahan snack atau kue-kue) atau makanan kering (mie instan, kecap, minyak goreng, saus tomat, saus sambal) yang dinamakan basekan atau berkat. 4. Secara tradisional acara selamatan dimulai dengan doa bersama, dengan duduk bersilah di atas tikar, melingkari nasi tumpeng dengan lauk pauk dan sesaji (kalau ada). Sesaji untuk mengiringi upacara selamatan tersebut, maksud dan tujuannya adalah seperti doa. 5. Intinya adalah bersyukur kepada Gusti, Tuhan dan semoga dengan berkah-Nya, segala tugas akan dilaksanakan dengan selamat, baik, benar, dan membawa kesejahteraan dan kemajuan yang lebih baik. Nasi tumpeng Komplit sebenarnya mempunyai makna sebagai doa dan sesaji. 6. Contoh upacara syukuran dalam budaya Jawa yang lain adalah misalnya: Mitoni 4, Salapanan5 dll. Mendalami Kitab Suci (Keluaran 12:1-12 ----Tentang upacara Syukur dalam agama Yahudi). Firman Tuhan kepada Musa dan Harun di tanah Mesir adalah: bahwa bulan ini akan menjadi permulaan segala bulan bagimu; itu akan menjadi bulan pertama bagimu tiap-tiap tahun. Pada saat itu semua bangsa Israel harus memilih: anak domba harus jantan, tidak bercela, berumur setahun; boleh mengambil domba atau kambing. Domba itu harus

dikurung sampai hari ke-14 dan pada waktu senja domba itu harus disembelih dan darahnya harus dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas rumah-rumah orang Israel yang memakan dagingnya . Bagi umat Israel yang melakukan perintah Musa dan Harun, sesuai dengan firman Allah itu akan memperoleh keselamatan. Semua anak sulung pada waktu itu akan mati jika mereka tidak menuruti pada firman Tuhan. Dengan demikian, upacara yang dilakukan oleh umat Israel di Mesir, waktu itu dilaksanakan atas perintah Tuhan, dan bagi mereka yang melaksanakannya akan diselamatkan. Yang perlu diingat! 1. Bangsa Israel adalah bangsa yang memiliki kemampuan religius sehingga mampu melihat pengalaman serta sejarah bangsanya sebagai pengalaman dalam bimbingan Allah. 2. Allah menyertai bangsa Israel sejak kisah penciptaan, dari keluarga yang hidup berpindah-pindah, pengalaman menetap di tanah Mesir, pengalaman diperbudak oleh bangsa Mesir, perjalanan keluar dari tanah Mesir, sehingga terbentuk menjadi suatu bangsa. 3. Pengalaman pembebasan dari perbudakan di Mesir yang disebut perayaan Paskah, menjadi titik tolak ungkapan syukur bangsa Israel. Mereka bersyukur, atas pertolongan dan karya Allah, mereka mengalami pembebasan dan tinggal menetap di suatu wilayah, menjadi suatu bangsa. 4. Ungkapan syukur bangsa Israel tentu tidak terlepas dari musa, yan telah memimpin mereka keluar dari Mesir. Ungkapan syukur atas madah Musa ditujukan untuk mengakui kemuliaan Tuhan pencipta yang sempurna, setia, adil dan benar. Sebagai ciptaan Tuhan yang paling mulia, manusia dianugerahi akal budi. Dengan kemampuan akal budinya, manusia mampu mendalami pengalamannya. Pranata: sistem tingkah laku sosial yang bersifat resmi serta adat istiadat dan norma yang mengatur tingkah laku itu, dan seluruh perlengkapannya gunah memenuhi berbagai kompleks kebutuhan manusia dalam masyarakat. 4 Mitoni adalah serangkaian upacara adat Jawa yang dilakukan pada bulan ke-7 kehamilan. Mitoni berasal dari kata pitu yaitu tujuh. Mitoni sendiri adalah upacara mohon keselamatan dan pertolongan dari Tuhan agar segala sesuatunya lancar, bai si bayi di dalam kandungan, maupun sang ibu dari bayi tersebut. 5 Salapanan adalah: Ritual adat yang dilakukan pada bayi yang sudah menginjak usia 35 hari. Tradisi salapanan sebagai pengingat bahwa sang anak sudah bertambah umur. 3

3

Rangkuman Pelajaran Pendikan Agama Katolik (kelas IV –2021)

Pelajaran 19 Doa Syukur Gereja ========================== Gereja senantiasa bersyukur kepada Allah, dari terbit matahari sampai terbenamnya, Gereja mempersembahkan kurban syukur kepada Allah. Gereja bersyukur atas karya keselamatan Allah. Karya keselamatan Allah itu terlaksana secara sempurna dalam diri Yesus. Selama hidup-Nya, Yesus selalu mewartakan kebaikan Allah. Melalui Yesus: Allah memberkati anak-anak, mengampuni orang berdosa, membangkitkan orang mati, menyembuhkan orang sakit, memberi makan banyak orang, dan sebagainya. Namun karya Yesus ditolak oleh para ahli Taurat dan pemimpin bangsa Yahudi. Mereka pun bersekongkol untuk membunuh Yesus. Sebelum sengsara-Nya, Yesus mengadakan perjamuan malam. Perjamuan itu secara jelas dinyatakan Yesus sebagai lambang penyerahan diri-Nya untuk penebusan dosa. Selanjutnya Yesus ditangkap, diadili, dihuku mati dengan disalibkan. Yesus wafat dan dimakamkan. Ternyata Allah tidak membiarkan Yesus mengalami kebinasaan. Pada hari ketiga Yesus dibangkitkan. Kebangkitan Yesus dipahami sebagai pembenaran terhadap Yesus. Yesus dibenarkan oleh Allah. Peristiwa kebangkitan Yesus merupakan peristiwa yang sangat menggemparkan. Kebangkitan Yesus diceritakan di mana-mana. Setelah kebangkitan-Nya, Yesus menampakan diri kepada para murid dan menguatkan mereka. Pada hari ke40 setelah kebangkitan-Nya, Yesus naik ke surga. Pada hari ke-50 setelah kebangkitan-Nya: Yesus mengutus Roh Kudus kepada para Rasul. Dengan Roh kudus itu para murid diutus untuk mewartakan Yesus hingga ke seluruh dunia. Yesus berpesan bahwa Ia akan datang kembali. Itulah pokok iman katolik, seperti yang kita nyanyikan dalam perayan Ekaristi6: Wafat-Mu kami kenang, ya Tuhan yang bangkit mulia datanglah umat-Mu menanti, penuh iman dan harapan. Seluruh karya Yesus dikenangkan dan dihadirkan kembali dalam berbagai perayaan Gereja sepanjang tahun. Sesuai dengan waktu-waktu dalam hidup Yesus, Gereja merayakan peristiwa-peristiwa itu. Bagaimana perayaan-perayaan karya keselamatan Yesus itu? Ada dua perayaan besar dalam dalam Gereja Katolik, yakni Paskah dan Natal. Gereja mengadakan persiapan sebelumnya dan merayakannya dalam serangkaian hari sesudahnya. No 01

Nama Perayaan Minggu Adven 1, 2, 3, dan 4 Natal Rabu Abu Prapaskah

Minggu Palma Tri Hari Suci @. Kamis Putih

Yang dirayakan

Waktu

Masa Persiapan bagi umat Kristiani untuk menyambut kelahiran Tuhan Yesus Kelahiran Tuhan Yesus Penerimaan Abu bagi umat Kristiani sebagi simbol pertobatan Masa pertobatan dan sili atas dosa bagi umat Kristiani sebagai persiapan untuk mengenang kebangkitan Tuhan Yesus yang mengalahkan dosa dan maut.

Minggu Adven 1 sampai minggu adven ke-4 25 Desember Hari Rabu Abu

Yesus disambut di Yerusalem

40 hari, tidak termasuk hari 4 hari minggu sebab umat Tuhan tidak berpuasa pada hari Minggu.7 Minggu palma

Merayakan perjamuan terakhir bersama Hari Kamis Putih Yesus Jumat Mengenang wafat Yesus Hari Jumat Agung

@. Agung @. Sabtu Suci

Puncak dari tri hari suci atau disebut juga Malam Paskah dengan malam cahaya, dimana kita

Sakramen Ekaristi adalah: Kurban Tuhan dan darah Tuhan Yesus sendri yang detetapkan-Nya untuk mengabdikan kurban salib selama perjalanan waktu sampai kembali-Nya dalam kemuliaan. Sakramen Ekaristi adalah: tanda kesatuan, ikatan cinta kasih, perjamuan paskah, saat Kristus diterima sehingga jiwa dipenuhi rahmat dan jaminan kemuliaan yang akan datang diberikan kepada kita. 7 Tiap hari Minggu adalah peringatan hari kebangkitan Tuhan. Dengan demikian masa Pra-Paskah jumlahnya 36 hari ditambah 4 hari. (itu sebabnya hari pertama masa pra-Paskah jatuh pada hari Rabu Abu. Jadi jumlah keseluruhan 40 hari). 6

4

Rangkuman Pelajaran Pendikan Agama Katolik (kelas IV –2021)

Minggu Paskah

mengenangkan Yesus yang bangkit dengan jaya. Kebangkitan Tuhan Yesus Minggu paskah

Pendalaman ajaran Gereja katolik tentang Ekaristi8 Konsili Vatikan II9 tidak banyak memberikan penjelasan atau ajaran mengenai Ekaristi. Ajaran resmi Gereja mengenai Ekaristi berasal dari Konsili Trente (1545-1563). Konsili Trente hanya berbicara dua hal saja, yakni: 1). kehadiran Kristus dalam Ekaristi, khususnya dalam rupa Roti dan anggur, 2). mengenai Ekaristi sebagai kurban. Ajaran ini, khusunya mengenai kurban, diulangi lagi dalam LG 28 10: Kurban misa menghadirkan serta menerapkan satu-satunya kurban Perjanjian Baru, yakni kurban Kristus yang mempersembahkan diri satu kali sebagi kurban tak bernoda kepada Bapa (Ibrani 9:11-28)”. Memang dinyatakan bahwa ada kurban, tetapi kurban itu satu dan sama dengan kurban salib. Tindakan pengenangan menjelaskan hal itu. “Setiap kali perjamuan Tuhan disantap, wafat Tuhan diwartakan” (SC 6; PO 4)11. Itulah yang disebut “merayakan misteri paskah” (CD12 15). Pewartaan sakramental itu tidak hanya memaklumkan misteri Paskah, tetapi juga menghayatinya. Inilah kekhususan Ekaristi sebagai sakramen, “melalui sabda yang diwartakan dan perayaan sakramen, yang pusat dan puncaknya adalah Ekaristi Maha Kudus, Gereja membuat Kristus, sumber keselamatan, menjadi hadir” (AG 9)13 Pendalaman Kitab Suci (Lukas 22:14-23): Perjamuan Malam Terakhir Sebelum sengsara-Nya, Yesus mengadakan perjamuan malam. Perjamuan itu secara jelas dinyatakan Yesus sebagai lambang penyerahan diri-Nya untuk penebusan dosa. Sebab pada malam Ia dikhianati, Yesus mengambil roti. Ia mengucap syukur dan memuji Dikau, memecah-mecahkan roti itu, dan memberikannya kepada murid-murid-Nya seraya berkata: TERIMALAH DAN MAKANLAH: INILAH TUBUHKU YANG DISERAHKAN BAGIMU. (Ketika Imam memperlihatkan Hosti Suci dengan mengangkatnya, Umat memandangnya. Ketika Imam meletakkan Hosti Suci dan berlutut, Umat menundukkan kepala dengan hormat dan khidmat). Demikian pula, sesudah perjamuan, Yesus mengambil piala. Sekali lagi Ia

mengucap syukur dan memuji Dikau lalu memberikan piala itu kepada murid-murid-Nya seraya berkata: TERIMALAH DAN MINUMLAH: INILAH PIALA DARAHKU, DARAH PERJANJIAN BARU DAN KEKAL, YANG DITUMPAHKAN BAGIMU DAN BAGI SEMUA ORANG DEMI PENGAMPUNAN DOSA. LAKUKANLAH INI UNTUK MENGENANGKAN DAKU. Sesuai pesan Yesus pada saat perjamuan terakhir itu, Gereja sampai sekarang melaksanakan Ekaristi. Dalam LG, khususnya menganai kurban yang dijelaskan dalam LG 28, “Kurban misa menghadirkan serta menerapkan satu-satunya kurban perjanjian baru, yakni kurban kristus yang mempersembahkan diri satu kali sebagai kurban tak bernoda kepada bapa (Ibrani (9:11-28)”. Memang dinyatakan bahwa ada kurban, tetapi kurban itu satu dan sama dengan kurban salib. Inilah kekhususnan Ekaristi sebagai sakramen. “Melalui sabda yang diwartakan, dan perayaan sakramen, yang pusat dan puncaknya adalah Ekaristi Maha Kudus, Gereja membuat Kristus, sumber keselamatan menjadi hadir” (AG 9). SKEMA TATA PERAYAAN EKARISTI A. RITUS PEMBUKA 1. Lagu Pembukaan – Perarakan Masuk, 2. Tanda Salib, Salam, Kata Pengantar 3. Tobat 4. Tuhan Kasihanilah (Kirye) 5. Madah Kemuliaan (Gloria) 6. Doa Pembuka (Collecta) B. LITURGI SABDA 1. Bacaan Pertama, 2. Mazmur Tanggapan, 3. Bacaan Kedua, 4. Bait Pengantar Injil/Alleluya, 5. Bacaan Injil, 6. Aklamasi Sesudah Injil, 7. Homili, 8. Syahadat (Credo), 9. Doa Umat C. LITURGI EKARISTI Buku Belajar Mengenal Yesus hlm. 172 – 173) Konsili adalah: Musyawarah besar pemuka Gereja Katolik Roma. 10 LG adalah: Lumen Gentium (Konstitusi dogmatis tentang gereja) 11 PO: Presbyterorum Ordinis (Dekrit tentang pendidikan imam) 12 CD: Cristus Dominus (Dekrit tentang tugas pastoral para uskup dalam Gereja) 13 AG: Ad Gentes (Dekrit tentang Misioner Gereja) 8 9

5

Rangkuman Pelajaran Pendikan Agama Katolik (kelas IV –2021)

a) Persembahan: 1. Persiapan Persembahan, 2. Doa Persiapan Persembahan. b) Doa Syukur Agung: 1. Dialog Pembuka, 2. Prefasi, 3. Kudus (Sanctus), 4. Doa Syukur Agung (I-X). c) Komuni: 1. Bapa Kami (Pater Noster), 2. Embolisme, 3. Doa Damai – Salam Damai, 4. Pemecahan Hosti – Anak Domba Allah (Agnus Dei), 5. Persiapan Komuni, 6. Penerimaan Tubuh (dan Darah) Kristus, 7. Pembersihan Bejana, 8. Saat Hening, 9. Madah Pujian, 10. Doa Sesudah Komuni D. RITUS PENUTUP 1. Pengumuman, 2. Amanat Pengutusan, 3. Berkat, 4. Pengutusan, 5. Lagu Penutup – Perarakan Keluar.

Pelajaran 20 Doa Pribadi ================= A. Bersyukur dalam doa pribadi Doa adalah salah satu cara kita bertemu dengan Tuhan. Tanda pertemuan itu adalah saling berbicara. Mengucap syukur berarti, menerima segala yang dilimpahkan Tuhan dalam kehidupan kita. Bersyukur bukan saja di saat kita senang, melainkan semuat situasi yang kita alami setiap hari termasuk pengalaman duka. Ketika kita sedang berdoa, bukan hanya kita yang berbicara dengan Tuhan, Tetapi Tuhan juga berbicara dengan kita. Contoh Doa Syukur pribadi kita adalah: Syukur karena masih diberi anugerah kehidupan sampai saatini, syukur karena diberi orang tua yang selalu menjaga siang dan malam, syukur karena bisa mendapatkan pendidikan yang baik, bersyukur karena selamat dari persoalan hidup yang rumit, dan sebagainya. Dalam doa kita dapat mengungkapkan pujian kepada Tuhan. Selain peristiwa yang menyenangkan, kita juga mengalami peristiwa yang tidak menyenangkan, misalnya mendapatkan nilai ulangan yang jelek, diejek teman dan sebagainya. Pengalaman yang tidak menyenangkan itu dapat kita ungkapkan kepada orang tua atau teman. Selain kepada orang tua atau teman, kita juga dapat mengungkapkannya kepada Tuhan. Ungkapan yang tidak menyenangkan itu dapat berupa doa permohonan agar Tuhan memberikan kekuatan kepada kita. Dengan bersyukur kita belajar memaknai dan menghargai setiap kehidupan kita. b. Santun Berdoa Secara Pribadi Santun berdoa secara pribadi dimaksudkan di sini adalah: ketika kita berdoa kita harus menyiapkan diri secara baik untuk berkomunikasi dengan Tuhan. Kita menyiapkan hati dan pikiran kita untuk menghadap hadirat Tuhan. Contohnya: ketika lagi berdoa kita tidak boleh sambil makan, membaca buku, menggerakan anggota badan yang tidak perlu seperti berjoget, dan sebagainya. Berdoalah sebelum dan sesudah melakukan suatu kegiatan, misalnya kalau mau makan atau belajar, harus diawali dan diakhiri dengan doa. Catatan: Jika kita berdoa dengan gestur/atau gerakan tubuh, hendaklah itu sesuai denga isi doa kita (tangan terkatub dan diletakan di dada, tangan terentang ke atas atau rebah sebagai simbol kerendahan hati dihadapan Tuhan, berlutut, atau berdiri dan gerakan tubuh lainnya). Contoh lain tidak santun saat berdoa adalah: kita mendoakan agar orang lain celaka. Berikut contoh isi doa yang tidak santun: “ya Tuhan, saya berdoa agar teman saya celaka karena tadi pagi dia telah mempermalukan saya di depan kelas”. Ini adalah contoh doa yang tidak baik atau tidak santun. c. Makna Doa Pribadi Doa pribadi memberikan makna bagi kita agar kita semakin dekat dengan Tuhan yang setiap hari selalu menjaga dan melindungi kita. Orang yang selalu bersyukur akan merasakan betapa pentingnya setiap saat berkomunikasi dengan Tuhan. Dengan berdoa hati kita akan lebih tenteram dan selalu berdamai dengan diri kita dan sesama. Dengan berdoa kita tidak mudah patah semangat, karena semua yang kita lakukan selalu dimaknai sebagai kesempatan bagi kita untuk berkembang baik sikap sosial, maupun iman kita kepada Tuhan. d. Ajaran gereja Katolik tentang Doa Pribadi Katekismus Gereja Katolik (2650-2654) mengajarkan kepada kita tentang doa:

6

Rangkuman Pelajaran Pendikan Agama Katolik (kelas IV –2021)

1. Doa tidak terbatas pada pengungkapan spontan suatu dorongan batin; doa harus dikehendaki. Juga tidak cukup untuk mengetahui, apa yang Kitab Suci wahyukan tentang doa; doa harus dilatih. (2650) 2. Roh Kudus adalah “Air Hidup”, yang dalam hati pendoa menjadi “sumber yang membual”, “yang airnya memberikan kehidupan kekal (Yoh. 4:14) ia mengajar kepada kita supaya menerima Kristus pada sumber ini. Dalam kehidupan Kristen terdapat sumber-sumber air, dimana Kristus menantikan kita untuk memuaskan dahaga kita dengan Roh Kudus. (2652) 3. Gereja menasihati semua umat beriman Kristen dangan sungguh-sungguh, “agar dengan segera membaca Kitab Suci, mereka sampai kepada suatu pengatahuan yang unggul mengenai Kristus”. Mereka harus selalu ingat, “bahwa doa harus harus menyertai pembacaan Kitab Suci, supaya terwujudlah wawancara antara Allah dan manusia. Sebab kita berbicara dengan-Nya bila berdoa; kita mendengar-Nya bila membaca amanat-amanat ilahi. (2653) 4. Bapa-bapa kehidupan rohani menyimpulkan dalam tafsirannya mengenai Matius 7:7: Sikap-sikap hati yang mendalam doa dipelihara oleh sabda Allah: “kalau membaca, carilah dan kamu akan menemukan dalam renungan; kalau berdoa, ketuklah dan bagimu akandibukakan melalui meditasi e. Pesan Yesus saat Berdoa menurut Matius 6:5-15 Dalam Injil Matius 6:6, Yesus telah mengajarkan bagaimana sebaiknya kalian berdoa. Yaitu: “jika kamu berdoa, mausklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu” Sikap doa yang tidak berkenan di hadapan Allah menurut Yesus: 1). Jika kita berdoa janganlah berdoa seperti orang munafik yang mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya supaya dilihat orang. 2). Doamu janganlah bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka dengan kata-kata yang banyak doanya akan dikabulkan. Dan hendaknya kita berdoa seperti yang telah Yesus ajarkan kepada kita yaitu: DOA BAPA KAMI.

Pelajaran 21 Doa Bersama =================== Berdoa dalam arti berbicara dengan Tuhan , dapat kita lakukan secara pribadi, orang perorang dan dapat juga kita lakukan secara bersama-sama. Doa yang dilakukan secara bersama-sama, terlebih jika dilakukan dalam persatuan dalam persaudaraan yang akrab, mempunyai nilai yang sangat tinggi dan luhur. Tuhan berkata, “dan lagi Aku berkata kepadamu, jika dua daripadamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku di Surga. Sebab dimana dua atau tiga orang berkumpum dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka” (Mat. 18:19-20). Apalagi, jika kita berkumpul untuk berdoa kepada Tuhan dengan jujur, tulus, dan keluar dari hati. Dalam doa bersama ini, kita semua, baik secara pribadi maupun secara bersama-sama, dapat saling mendukung dan meneguhkan usaha kita untuk mengungkapkan iman kepada Allah yang mencintai Gereja. Adapun manfaat doa bersama itu antara lain adalah: 1. Doa bersama-sama mengungkapkan persatuan dan persaudaraan kita di hadapan Tuhan sebagai sesama putra-putri Allah dan saudara-saudari Kristus. 2. Doa bersama semakin mengakrabkan persaudaraan kita sebagai Gereja. Kita semakin mewujudkan Gereja secara lebih nyata. Gereja katolik sebagai persekutuan sungguh menekankan pentingnya kebersamaan sebagai umat beriman Katolik. Gereja bukanlah orang-perorangan, melainkan kebersamaan hidup sebagai baguyupan atau persekutuan. Kebersamaan sebagai anggota Gereja ini tampak dalam kegiatan bersama atau ibadat bersama, sebagai wujud ungkapan iman seluruh anggota Gereja. Doa bersama ini terwujud dalam bentuk: 1). Perayaan Ekaristi (di gereja, di kapel, maupun di rumah), 2). ibadat lingkungan, 3). doa bergilir dari rumah ke rumah, 3). doa ujud, 4). doa novena, 3). ziarah, 4). pendalaman iman/Kitab Suci. 7

Rangkuman Pelajaran Pendikan Agama Katolik (kelas IV –2021)

Mendalami Kitab Suci Kis. 2:41-47: Cara Hidup Jemaat Perdana Dalam bacaan di atas, diceritakan bagaimana Umat Gereja Perdana selalu berkumpul untuk memcahkan roti dan berdoa bersama-sama. Selain itu, juga dikisahkan, bahwa mereka selalu saling berbagi. Kehidupan Gereja Perdana sunguh-sungguh dapat menjadi contoh teladan bagi kita, termasuk dalam hal doa bersama-sama. Gereja Katolik sebagai persekutuan sungguh menekankan pentingnya kebersamaan sebagai umat beriman Katolik. Gereja bukanlah orang perorang, melainkan kebersamaan hidup sebagai paguyuban atau persekutuan. Kebersamaan sebagai anggota gereja ini tampak dalam doa bersama atau ibdat bersama, sebagai wujud ungkapan iman seluruh anggota Gereja. Mendalamai cerita: Doa bersama di Gereja Katedral Jakarta. Kegiatan yang yang diliputi oleh Liputan6.com, di atas adalah salah satu kegiatan doa bersama yang dilakukan oleh Gereja Katolik, yaitu di Gereja Katedral Jakarta. Adapun yang ikut serta dalan doa bersama tersebut terdiri dari berbagai kalangan, tidak terbatas pada kelompok tertentu. Mereka yang ikut dalam doa bersama itu adalah para anggota TNI, Polri, masyarakat, dan bahkan siswa-siswi SMA Dalam doa bersama itu Romo mengajak Jemaat untuk bersyukur atas persatuan yang sudah terbentuk sejak lama, dan menghimbau agar kita terus menjaga kedamaian Ternyata kegiatan doa bersama dalam Gereja Katolik merupakan kegiatan yang sungguh penting dan mengundang banyak peminat karena dalam doa bersama tersebut kita semakin dikuatkan dan diakrabkan sebagai satu keluarga dalam satu iman yang sama akan Yesus Kristus, Sang Juru Selamat Dunia. Kebersamaan sebagai anggota Gereja ini tampak dalam kegiatan doa bersama atau ibadat bersama, sebagai wujud ungkapan iman seluruh anggota Gereja seperti tampak dalam kegiatan doa bersama di Gereja Katedral tersebut.

Pelajaran 22 Doa Spontan ==================== Salah satu unsur penting dalam kegiatan Gereja adalah doa. Doa adalah salah satu bentuk komunikasi kita dengan Tuhan. Dalam doa, kita berbicara dengan Tuhan, sekaligus mendengarkan kehendak-Nya dan firmanNya. Dalam doa kita akan selalu: 1). Mencari hubungan dengan Tuhan. 2). Merasakan ketergantungan kita kepada-Nya; dan 3). Menemukan suatu cara untuk beribadat kepada-Nya. Dalam doa, kita mengungkapkan iman kita, yakni kesadaran bahwa Allah selalu hadir di tengah-tengah kita untuk menyelamatkan kita. Oleh karena itu, hendaknya selalu berpasrah diri kepada-Nya. Tuhan akan selalu berbuat yang terbaik bagi kita. Dalam doa, kita mengungkapkan harapan kita, karena kita yakin Tuhan akan selalu memperhatikan kebutuhan kita. Tuhan menasihatkan supaya kita tidak cemas akan segala kebutuhan kita. Dalam dokumen gereja KGK14 2559 dikatakan “Doa adalah pengangkatan jiwa kepaa Tuhan, atau suatu permohonan kepada TUhan demi hal-hal yang baik”. Darimana kita berbicara kalau kita berdoa? Apakah dari ketinggian kesombongan dan kehendak kita ke bawah atau “dari jurang” (Mzm. 130:1) “hati yang rendah dan penuh sesal? Siapa yang merendahkan diri akan ditinggikan” (bdk. Lukas 18:9-14) kerendahan hati adalah dasar doa, karena “kita tidak tahu bagaimana sebenarnya harus berdoa” (Rm. 8:26). Supaya mendapat anugerah doa, kita harus bersikap rendah hati: di depan Allah, manusia adalah seorang pengemis. Itulah sebuah pemahaman tentang arti doa dari ajaran Gereja katolik. Berdoa adalah: Getaran suara nurani yang menyapa Allah. Suatu permohonan dan syukur kepada Allah. Oleh karena itu tidaklah dapat dimungkinkan bahwa berdoa merupakan suatu bagian penting bagi orang beriman. Tanpa doa iman kita akan lemah, tanpaa 14

KGK: Katekismus Gereja Katolik.

8

Rangkuman Pelajaran Pendikan Agama Katolik (kelas IV –2021)

daya, kering dan tidak berbobot, tatapi dengan berdoa, iman kita dikuatkan, diteguhkan ditopang hingga kokoh kuat dan tak tergoyahkan. Maka kebiasaan berdoa bagi umat katolik sangatlah penting, mulai dari anak-anak hingga orang tua dan kakek nenek tak terkecuali wajib berdoa. Dalam doa kita mengungkapkan cinta kepada Tuhan karena Tuhan sudah terlebih dahulu mencintiai kita. Betapa banyak kasih karunia yang telah kita terima dari Tuhan. Oleh karena itu, doa yang kita ungkapkan hendaklah doa yang keluar dari hati. Yesus menasihatkan kepada kita. “kalau kalian berdoa, janganlah seperti orang-orang yang suka berpurapura. Mereka suka berdoa sembail berdiri di rumah ibadat dan di pinggir jalan supaya dilihat orang. Ingatlah, mereka sudah menerima upahnya. Tetapi kalau kalian berdoa, masuklah ke kamar, dan tutuplah pintu, lalu berdoa kepada Bapa-Mu yang tidak kelihatan itu. Maka, Ia yang melihat perbuaanmu yang tersembunyi, akan memberikan upah kepadamu. Kalau kalian berdoa, janganlah bertele-tele seperti orang yang tidak mengenal Tuhan. Mereka menyangka bahwa permintaan mereka akan didengarkan sebab doa mereka yang panjang itu. Jangan sperti mereka, Bapa sudah tahu apa yang kalian perlukan sebelum kalian memintanya (bdk. Mat 6: 58)

Pendalaman Dokumen gereja KGK 2559 Yang dimaksud doa menurut KGK 2559 adalah pengangkatan jiwa kepada Tuhan, atau satu permohonan kepada Tuhan, demi hal-hal yang baik. Agar doa kita mendapat anugerah dari Tuhan, kita harus bersikap rendah hati. Di hadapan Allah, kita seperti seorang pengemis yang tidak memiliki apa-apa. Sedangkan dasar dari doa kita adalah kerendahan hati kita. Siapa yang merendahkan diri akan ditinggikan. (bdk. Luk. 18:9-14).

Pendalaman Kitab Suci Mat. 6:5-8 Dalam Injil Matius dikisahkan bahwa kita tidak boleh berdoa seperti orang yang munafik yang berdoa dengan berdiri di rumah ibadat dan di tikungan jalan raya. Menurut Yesus, jika kita berdoa, hendaklah masuk ke kamar, menutup pintu, dan berdoa kepada Bapa, maka Bapa akan membalas doa kita yang dilakukan dengan tersembunyi. Bahkan Yesus mengajarkan agar jika berdoa, janganlah bertele-tele seperti orang yang tidak mengenal Allah.

Sifat-sifat Doa yang menyertai doa yang benar: a. b. c. d. e. f.

Berdoalah dengan tekun Berdoalah secara sembunyi dengan rendah hati Berdoalah dengan tidak bertele-tele Berdoalah dalam pribadi Tuhan Yesus Berdoalah dengan kuasa dari Roh Kudus Berdoa itu mempersatukan umat beriman dengan Allah bapa

9