Data Loading...
Sriwijaya Air - July 2015 Flipbook PDF
Sriwijaya Air - July 2015
158 Views
92 Downloads
FLIP PDF 34.12MB
Edisi 53 / Juli 2015
DESTINATION Tanah Datar INSPIRING PEOPLE Rama Widi INSIDE SRIWIJAYA Sriwijaya Air Tandatangani Kerjasama Pembelian Boeing 737-900 ER
Edisi 53 / Juli 2015
J OUR N E Y
MARATUA
EDISI 53/JULI 2015
3
CEO’s NOTE
83.000 KURSI TAMBAHAN UNTUK EKSTRA LEBARAN Pelanggan setia Sriwijaya Air & Nam Air yang kami hormati, Assalamualaikum wr wb Salam sejahtera, Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, dan atas seijinNya pula, kita telah dipertemukan kembali dengan bulan Ramadhan, bulan penuh berkah. Di bulan penuh ampunan ini, semoga kita semua juga dapat memanfaatkan kesempatan untuk beribadah sebaik-baiknya ibadah. Bukan saja sekadar berpuasa, namun juga amalan-amalan lainnya. Melengkapi kegiatan pasca Ramadhan, yang juga menjadi kunci utama sempurnanya ibadah Ramadhan, yaitu dengan melakukan silahturahmi di hari Idul Fitri. Dalam kegiatan ini, secara tradisi menjadi perhelatan besar untuk masyarakat di Indonesia, yang kerap kita kenal dengan acara pulang kampung. Tradisi silahturahmi dengan mengunjungi sanak famili ini tak pernah luput dari seremonial tahunan masyarakat Indonesia. Hampir seluruh masyarakat dari Banda Aceh hingga Merauke bergerak melakukan silahturahmi. Dan, sebagian kecil lainnya – yang tidak mengamalkan bulan suci Ramadhan -- pun bergerak melancong karena memanfaatkan liburan tahunan usai Ramadhan. Menyikapi kebutuhan mobilisasi masyarakat tersebut, maka Sriwijaya Air dan Nam Air pun bergerak untuk menyiapkan layanan tambahan penerbangan dan jumlah kursi untuk pelanggannya. Sebanyak 83.000 kursi ekstra tambahan (extra flight) akan disediakan di luar penerbangan regular. Extra flight akan dilayani satu minggu sebelum dan sesudah hari Raya Idul Fitri, dengan menggunakan pesawat Boeing 737-800 NG dan Boeing series lainnya. Adapun rute penerbangan pada extra flight ini adalah Jakrta – Medan PP, Jakarta – Padang PP, Jakarta – Surabaya PP, Jakarta – Solo PP, Jakarta – Jogjakarta PP, Jakarta – Malang PP, Jakarta – Denpasar PP, Jakarta – Pangkal Pinang PP, Jakarta – Tanjung Pandan PP, Jakarta – Pontianak PP, Padang – Medan PP, Makassar – Banjarmasin PP, Makassar – Surabaya PP, Surabaya – Balikpapan PP, Jogjakarta – Pontianak PP, Surabaya – Denpasar PP dan Jakarta – Lubuklinggau PP.
4
EDISI 53/JULI 2015
Melalui extra flight ini, kami atas nama manajemen Sriwijaya Air dan Nam Air menghimbau agar para pelanggan dapat memanfaatkan kesempatan sebaik-baiknya untuk mendapatkan layanan yang kami berikan. Melakukan reservasi lebih awal akan lebih memastikan rencana perjalanan pelanggan secara matang. Sehingga silahturahmi maupun liburan pelanggan menjadi lebih terencana dan lebih pasti. Tak lupa, kami juga menyampaikan selamat jalan dan selamat Hari Idul Fitri 1436 H, semoga seluruh rangkaian ibadah di bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri ini mendapatkan ridlho dari Allah SWT. Salam kami untuk pelanggan, mohon maaf lahir dan bathin. Wassalamualaikum wr wb, Salam sejahtera,
Chandra Lie CEO & President Director
EDISI 53/JULI 2015
5
contenT President Commissioner Hendry Lie Commissioner Johanes Bundjamin Andy Halim Fandy Lingga Capt. Soenaryo Yosopratomo President Director Chandra Lie Finance Director Gabriella Sonia Commercial Director Toto Nursatyo Operation Director Capt. Bambang Haryono Technical Director Ir. Ananta Widjaja Quality, Safety, & Security Director Capt. Dr. Toto Soebandoro
INSIDE SRIWIJAYA
Terbangnya NAM Air ke Lubuklinggau, merupakan penambahan jumlah armada yang dioperasikan oleh anak perusahaan Sriwijaya Air.
Corporate Planning & BD Director Jefferson Jauwena
INSPIRING PEOPLE
Legal (Advocat) Samuel Ginting, SH Victorianus Sihotang, SH Hormat Torong, SH
Sriwijaya Magazine adalah satusatunya in-flight magazine yang diakui secara resmi oleh Sriwijaya Air dan diperkenankan untuk hadir di kursi penerbangan Sriwijaya Air. Sriwijaya Air tidak mengakui media lain dengan format majalah, selain Sriwijaya Magazine; dan tidak memperkenankan media lain dengan format majalah, untuk hadir di kursi penerbangan Sriwijaya Air.
36
42
Kita mungkin telah terlebih dahulu mengenal Maya Hasan yang biasa memainkan alunan petikan harpa yang sering menghiasi layar kaca atau mengisi pagelaran musik di beberapa orchestra ternama. Dari kemunculan Maya Hasan di layar televisilah sebetulnya Rama Widi pertama kali tahu tentang harpa.
Traveler Story
Sinar matahari pagi mengiringi kami menuju gunung di Tenggara Bandung ini. Teriknya tidak menyurutkan semangat saya dan teman-teman menuju puncaknya yang memiliki ketinggian sekitar 2.665mdpl.
88
advertorial
ATLAS
Market Leader Sarung Berkualitas Sebagai salah satu warisan budaya bangsa Indonesia, sarung sangat mudah kita temui sehari hari. Sarung digunakan pada saat beribadah, santai di rumah, bahkan pada acara resmi seperti upacara perkawinan. Saat ini, sarung juga digunakan sebagai salah satu bentuk kualitas hubungan antar manusia. Selain membeli untuk diri sendiri tetapi juga untuk setiap anggota keluarga, kerabat dan karyawan sebagai hadiah hari raya atau perayaan lainnya. Berangkat dari pemikiran tersebut di atas, PT. BEHAESTEX melalui produk sarungnya, ATLAS (sarung palekat), dengan bangga memenuhi ekspektasi masyarakat Indonesia. Kualitas produk yang terjaga sedari pemilihan bahan baku, proses produksi, pengemasan, hingga pendistribusiannya menjadi keunggulan utama ATLAS dibanding para pesaingnya. Inovasi Tanpa Henti Sebagai pionir dalam industri sarung tenun, PT. BEHAESTEX terus menerus berinovasi melalui peningkatan kualitas produk yang bersumber dari keinginan dan kebutuhan konsumennya. Sebagai bukti dari keberhasilan strategi tersebut, sarung tenun ATLAS telah dianugerahi penghargaan tertinggi sebagai brand yang terdepan dalam kualitas dan tertanam di hati serta pikiran sebagian besar masyarakat Indonesia.
Tingkat kepercayaan konsumen ATLAS dapat terlihat dari jangkauan distribusi produk tersebut. Varian produk ATLAS yang tertata rapi baik di toko tradisional maupun di toko semi modern dan modern, seperti Ramayana, Matahari dan Hypermarket. ATLAS juga telah merambah pasar luar negeri yaitu ke Malaysia, Thailand, Yaman, Arab Saudi, Dubai dan Afrika Selatan.
Produk Berkualitas Behaestex Sarung ATLAS adalah merek sarung yang merajai segmen pasar kelas menengah ke atas. Inovasi motif dan corak dengan kombinasi warna senantiasa dilakukan demi pelanggannya. Baju Muslim Bamus ATLAS (bamus) memiliki keunggulan dalam hal kualitas bahan baku, seperti kain polyester dan cotton, model desain serta warna yang trendi. Songkok Songkok ATLAS memiliki keunggulan dengan bahan baku terpilih, potongan yang rapi hingga desain bordir eksklusif. Bahan bakunya jenis kain beludru martin dan crown, karena itulah songkok ATLAS sering disebut kopiah beludru. Subaiyah Kain sorban panjang berbahan katun tebal super dengan motif bervariasi mulai dari lajur, kotak hingga motif songket dengan kombinasi warna yang sangat menarik. Di Timur Tengah, Subaiyah ATLAS juga dikenakan sebagai sarung, mengingat panjang kain yang lebih dari 2 meter.
8
E D I S II 55 33 //JjUuLlIi 22001155
EDISI 53/JULI 2015
9
contributors Editorial Board Toto Nursatyo Jefferson Jauwena Agus Soedjono Ari Kurnia Yusuf Suyitno Hadisusanto Editor-in-Chief Rasantika M. Seta Editor Dian Triasari Karina Ayu Budiani Adi Willi Hanhari Creative Philco A. Aritonang Business Development Manager Roni Suhendar Finance Devi R. Sari Yadi Supriadi Promotion Ricco Andika Contributors Master Coach Tom M.C. Ifle Erwin Yap Publisher PT. NEGERI AKSARA MANDIRI Editorial Address Jl. Gunung Sahari Raya No. 13 Blok B 8-10 Jakarta Utara 14420 Telp: +62 21 6471 7999 Fax: +62 21 6470 2828 [email protected]
Goenadi Haryanto Goenadi Haryanto adalah pensiunan arsitek, yang menggemari fotografi sejak tahun 1957. Dalam perjalanan hobi fotografinya, ia mendapatkan penghasilan dari hobinya tersebut, yang awalnya digunakan untuk menyelesaikan studinya. Pernah bekerja sebagai wartawan foto, teknisi kamar gelap, menulis di majalah-majalah dan buku fotografi dan akhir-akhir ini lebih banyak menjadi pendidik fotografi dan konsultan event-event fotografi. Keterlibatannya secara intensif dengan dunia aviasi, dimulai ketika menjadi co-founder dari sebuah kompetisi fotografi perusahaan penerbangan, yang selanjutnya diikuti dengan kegiatan fotografi untuk maskapai penerbangan, airline catering service, pengelola bandara, dan tentunya majalah Sriwijaya Air yang anda baca ini.
R. Heru Hendarto Lahir, besar dan melewati masa remaja di kota Khatulistiwa, R. Heru Hendarto memulai hobi jalan-jalan dan fotografi semenjak meneruskan kuliahnya di jurusan Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Setelah lulus, profesi sebagai field geologist membuatnya berpindah-pindah lokasi kerja dari satu pulau ke pulau lainnya sehingga semakin jatuh cinta dengan pesona keindahanan zamrud khatulistiwa. Hingga sekarang, walaupun sibuk bertugas sebagai seorang Deputy Project Manager di salah satu perusahaan kontraktor pertambangan nusantara, masih menyempatkan diri melakukan perjalanan ala backpacker hingga telah berkesempatan menyambangi 30 provinsi di nusantara. Berdomisili di Yogyakarta dan mulai aktif menulis artikel dan foto wisata di berbagai media cetak semenjak tahun 2008.
Advertising
Director of Sales Harry Sutanto Sales Team: Edy Sunarto Michael Petit Alfonsius Aditya Shendy Adhityani Administration Support Novianti Indrayani Tenia PT MONDO MEDIA Gd. The Habibie Center lt.1 Jl. Kemang Selatan No. 98 Jakarta Selatan P: +62 21 7883 2333 F: +62 21 7883 2444 [email protected] www.mmedia.co.id
Fanny Gumay Karyawan swasta ini menjadi gemar menjelajah Indonesia karena tuntutan pekerjaan di sebuah majalah. Kini, walau tak lagi bekerja di lingkungan redaksional, ia tetap kerap menjelajah negerinya. Fanny bercita-cita menjelajah 34 provinsi di Indonesia. Dalam melakukan perjalanan, Fanny lebih senang menjelajah seorang diri atau bergabung dengan tur terbuka bersama orangorang yang tidak dikenal sebelumnya. Ia senang mendapatkan lebih banyak kawan jelajah baru. Ia berprinsip bahwa pengalaman perjalanan dan berinteraksi dengan orang-orang baru lebih berharga daripada objek wisata yang dituju. Its not about the destination, its about the journey. Pengalaman jalan-jalannya ini pun ia tuangkan dalam blog kawanjelajah.wordpress.com, instagram, dan twitter @kawanjelajah.
Redaksi menerima kiriman artikel dan foto untuk diterbitkan di majalah ini. Anda dapat mengirimkannya melalui email ke [email protected]
CALENDAR
F oto: www. lenteratimur .com
FESTIVAL AND ART
Festival Layang-layang Bali Festival laying-layang internasional ini merupakan agenda wisata yang dilangsungkan setiap pertengahan tahun. Peserta festival tidak hanya dari domestik, namun juga dari mancanegara. Festival akan berlangsung di Pantai Sanur. Lokasi: Padang Galak, Pantai Sanur, Bali Tanggal: 18-20 Juli 2015
F oto: www.tumblr .com
Potong Rambut Gimbal Dieng Festival yang juga menampilkan ritual adat potong rambut gimbal ini semakin menarik minat wisatawan dan sudah terkenal hingga ke mancanegara. Selain ritual potong rambut, festival juga diisi dengan pertunjukan seni tradisional, napak tilas keliling dataran tinggi Dieng, dan ritual budaya di kawasan Candi Arjuna. Lokasi: Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah Tanggal: 31 Juli – 2 Agustus 2015 Festival BIAK MUNARA WAMPASI Lokasi: Pulau Biak, Papua Tanggal: 1-4 Juli 2015 Gebyar Gajah Mungkur Lokasi: Waduk Gajah Mungkur, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Tanggal: 17-25 Juli 2015
12
EDISI 53/JULI 2015
EDISI 53/JULI 2015
13
INSIDE SRIWIJAYA
NAM Air Terbang Perdana Jakarta – Lubuklinggau
Tanggal 30 Mei 2015, NAM Air resmi menerbangi rute barunya, Lubuklinggau-Jakarta PP. Rute ini dipilih arena potensi pertumbuhan penumpang dari/ke Lubuklinggau sangat bagus. Kehadiran NAM Air pun menjadi satu-satunya akses transportasi udara bagi masyarakat setempat menuju Jakarta secara langsung, tanpa terlebih dahulu melalui Palembang, Bengkulu atau Jambi. Rangkaian kegiatan peresmian penerbangan perdana NAM Air Lubuklinggau-Jakarta PP, diawali dengan syukuran sederhana di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta. Dalam kegiatan itu, Presiden Direktur Sriwijaya Air, Chandra Lie, merasa sangat bangga karena NAM Air dapat membuka rute Lubuklinggau-Jakarta. Rute ini antara lain terwujud berkat kerjasama NAM Air dengan Pemerintah Daerah Kotamadya Lubuklinggau, terlebih Dinas Perhubungan Lubuklinggau. Diharapkan dari penerbangan perdana ini akan terjalin kerjasama yang baik antara kedua belah pihak. Di Lubuklinggau, crew penerbangan perdana NAM Air disambut langsung oleh Walikota Lubuklinggau, H. SN. Prana Putra Sohe dan perwakilan masyarakat di Bandar Udara Silampari. “Dengan NAM Air melakukan penerbangan Jakarta-Lubuklinggau PP yang terbang setiap hari, diharapkan menjadi transportasi udara yang dapat menerbangkan masyarakat Lubuklinggau dan sekitarnya untuk langsung ke Jakarta. Dan mempercepat waktu perjalanan yang sebelumnya harus melalui Palembang dulu,” ungkap Prana Putra. Lebih lanjut Prana Putra berharap penerbangan NAM Air ke Lubuklinggau dapat mendatangkan wisatawan domestik dan mancanegara. Lubuklinggau memiliki potensi pariwisata lokal dan memiliki sumber daya alam melimpah. Beberapa potensi wisata itu antara lain berupa air terjun cantik di Lubuklinggau. Dalam sambutannya, Direktur Komersil Sriwijaya Air Group, Toto Nursatyo, mengungkapkan rasa senang dan bangga dapat mengisi penerbangan Jakarta-Lubuklinggau
14
EDISI 53/JULI 2015
PP. Ia mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Daerah dan Dinas Perhubungan Lubuklinggau yang membantu proses penerbangan perdana NAM Air Lubuklinggau- Jakarta PP. “Saya melihat potensi besar untuk penerbangan NAM Air Lubuklinggau-Jakarta, serta atas dukungan Pemda, Dinas Perhubungan Lubuklinggau dan masyarakat atas terbangnya NAM Air hingga berjalan lancar,” ungkap Toto NAM Air telah terbang ke berbagai wilayah di Indonesia, dan menyediakan transportasi udara untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Sejak beroperasi pada 11 Desember 2013, NAM Air menjadi feeder bagi Sriwijaya Air. Kedua airline ini bersinergi dan penumpang hanya membutuhkan satu tiket untuk menggunakan kedua airline tersebut. Penerbangan rute Jakarta-Lubuklinggau PP berangkat dari Jakarta pukul 09.20 WIB dan tiba pukul 10.30. Sedangkan rute sebaliknya pukul 11.00 dari Lubuklingga menuju Jakarta dan tiba pukul 12.10 WIB. Atas-bawah: Chandra Lie memberi sambutan disaksikan anggota Komisi V DPR RI, Fauzih H. Amro, M.Si di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta. Team NAM Air beserta cockpit crew usai mendarat di Lubuklinggau. Toto Nursatyo berjabat tangan dengan Prana Putra Sohe.
HANDICRAFT
BATIK KERIS Wilayah Nusantara yang terdiri dari bermacam-macam suku bangsa, adat-istiadat, dan seni budaya daerah merupakan kekayaan budaya serta kebanggaan bangsa. Berbagai daerah atau suku di Indonesia banyak menghasilkan karya seni/handicraft yang masingmasing memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri. Karya seni tersebut pada umumnya dikerjakan secara tradisional di daerah-daerah, sehingga tidak banyak yang terkenal. Nilai artistik handicraft daerah Nusantara terletak pada motif hias atau ragam hias, teknik pengerjaan yang rumit dan unik, kemudian bentuk serta keindahannya yang mengagumkan. Batik Keris dalam hal ini menuangkan serta menampilkan handicraft secara menarik, kreatif, dan berseni.
EDISI 53/JULI 2015
15
PUTRI INDONESIA KUNJUNGI TAMAN SAFARI Beberapa hari lalu Putri Indonesia 2015, Anindiya Kusuma Putri (23 tahun ) mengunjungi Taman Safari Indonesia Cisarua - Bogor bersama beberapa rekannya, Cyintia Fabiola dan Gresya Amanda.
bulan). Bayi orang utan Kalimantan nampak nyaman dalam pelukan sang Putri. Tidak itu saja. Putri Indonesia pun diberi kesempatan untuk memberi pakan berupa ikan terhadap pinguin-pinguin yang ada di kolam pinguin Taman Safari. Pada kesempatan yang sama, Anindya mengelilingi lokasi satwa untuk melihat dari dekat kehidupan satwasatwa liar yang dilepas seperti di habitat aslinya. Mereka bercengkrama dari dalam mobil sekaligus memberikan pakan berupa wortel kepada satwa-satwa herbivora yang mendekatinya.
Di Taman Safari Indonesia, Putri Indonesia berparas cantik perwakilan Jawa Tengah ini diberi kesempatan untuk menyambangi rumah sakit satwa sekaligus singgah di nursery room untuk melihat bayi-bayi satwa yang tidak dirawat oleh induknya. Pada kesempatan tersebut, Anindya yang didampingi oleh beberapa orang staff dan pimpinan Taman Safari Indonesia Frans Manansang menggendong bayi chimpanse, bayi orang utan dan beberapa bayi-bayi satwa lainnya. Salah satu satwa yang paling disukai adalah bayi orang utan berkelamin jantan bernama Mahesa (berusia 3
16
E D I S52 I 5/ 3juni / J U L2015 I 2015 EDISI
Usai mengelilingi lokasi satwa. Mereka pun berkesempatan mengunjungi Baby Zoo, menyaksikan pertunjukan Cowboy, lorong reptil, kolam lumba-lumba, dan beberapa tempat lainnya. Perjalanan yang melelahkan berakhir pada pukul 16.30 WIB, namun kelelahan ini sudah terbayar dengan keceriaan selama di Taman Safari Indonesia.
Taman Safari Indonesia Cisarua Jalan Raya Puncak 601 Cisarua Bogor 16750 Indonesia. Tel: (+62251) 8250000 Fax: (+62251) 8250555 www.tamansafari.com
EDISI 53/JULI 2015
17
INSIDE SRIWIJAYA
Sriwijaya Air Datangkan 20 Unit Boeing 737 Max 8 dan 2 Unit Boeing 737-900 ER PT Sriwijaya Air mendapatkan keistimewaaan di Paris Air Show 2015 dengan menandatangani Perjanjian Pembelian 20 unit pesawat Boeing 737 MAX 8 dan dua unit pesawat Boeing 737-900 ER. Penandatanganan Perjanjian yang dilakukan pada 16 Juni 2015 di ajang Paris Air Show 2015 tersebut, dilakukan oleh Chandra Lie, President Director Sriwijaya Air dengan pabrikan pesawat komersil Boeing Company, diwakili oleh John Wojick, Executive Vice President Global Sales.
Dengan adanya penambahan pesawat tersebut, hal ini merupakan tindak lanjut dari satu-satunya maskapai di Indonesia yang berpelayanan medium service, dalam hal peremajaan armada dan sebagai upaya ekspansi. “Pembelian Boeing 737 MAX 8 dan Boeing 737-900 ER ini tidak hanya untuk memperluas jaringan penerbangan di domestik maupun internasional, tetapi juga untuk menambah frekuensi penerbangan, mengingat jumlah penumpang udara yang bertambah setiap tahunnya,” tutur Agus. Pembelian Boeing 737 MAX 8 dan Boeing 737-900 ER ini merupakan yang pertama dilakukan oleh Sriwijaya Air. Dan, dengan penambahan armada tersebut semakin menunjukkan eksistensi Sriwijaya Air sebagai salah satu maskapai swasta nasional yang terus bertumbuh seiring dengan pertumbuhan penumpang udara. Apalagi akan datangnya Asean Open Sky 2015, sehingga diharapkan Sriwijaya Air tetap bias eksis menghadapi persaingan di dunia penerbangan.
FOTO: DOK. SRIWIJAYA AIR
Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air Agus Soedjono menerangkan bahwa pengiriman 20 pesawat Boeing 737 MAX 8 dan dua unit pesawat Boeing 737-900 ER oleh Sriwijaya Air akan mulai didatangkan pada tahun ini. “Karena pengiriman ini telah menjadi bagian dari the definitive purchase agreement atau perjanjian pembelian definitive, dua unit pesawat Boeing 737-900 ER tersebut akan hadir di Indonesia pada Juli dan Agustus 2015,” ucap Agus. “Sedangkan untuk 20 pesawat
Boeing 737 MAX 8 rencananya akan didatangkan tahun 2016,” tambah Agus.
18
EDISI 53/JULI 2015
EDISI 53/JULI 2015
19
20
EDISI 53/JULI 2015
EDISI 53/JULI 2015
21
csr
Sriwijaya Air Berdoa & Berbagi Di Yayasan Panti Asuhan T e k s : A di W i l l i H a n ha r i H a l oho | FO TO : D ok . SRI W I JAYA A IR
Memasuki pertengahan tahun, Sriwijaya Air masih terus aktif mengadakan rangkaian program CSR (Corporate Social Responsibility) dengan tema Berdoa dan Berbagi Setiap Hari. Pada periode satu bulan lalu, rangkaian kegiatan sosial ini secara bergilir dilaksanakan di TTO BSD, TTO Harmoni, Distrik Banjarmasin, Distrik Waingapu, Distrik Luwuk serta Distrik Gorontalo. Berikut foto liputan kegiatan Berdoa dan Berbagi Sriwijaya Air periode Juni 2015.
1
2
3
5
4
22
6
EDISI 53/JULI 2015
1. Sriwijaya Air TTO BSD, Jakarta. 2. Sriwijaya Air Distrik Banjarmasin. 3. Sriwijaya Air Distrik Gorontalo. 4. Sriwijaya Air Distrik Luwuk. 5. Sriwijaya Air TTO Harmoni, Jakarta. 6. Sriwijaya Air Distrik Waingapu.
EDISI 53/JULI 2015
23
24
EDISI 53/JULI 2015
EDISI 53/JULI 2015
25
archipelago
Maha Vihara Maitreya, Medan
26
EDISI 53/JULI 2015
Setelah melihat mirisnya kondisi Istana Maimoon, saya pergi ke Maha Vihara Maitreya, sebuah tempat sembahyang saudara-saudara kita umat Buddha. Katanya, viraha ini salah satu yang terbesar DI Asia Tenggara.
EDISI 53/JULI 2015
27
archipelago
Maha Vihara Maitreya baru selesai dibangun tahun 2008. Vihara ini lebih dikenal dengan sebutan Cemara Asri. Disebut demikian mungkin karena memang terletak di komplek perumahan Cemara Asri. Walau sebagai tempat ibadah, Vihara Maitreya juga dapat dikunjungi masyarakat umum. Pada beberapa bagian memang ditutup karena di sana menjadi tempat ibadah. Dengan demikian, umat masih bisa beribadah, dan masyarakat umum juga masih dapat mengunjungi sekitar vihara. Ketika sampai di Vihara, saya berinisiatif mendatangi kantor informasi di sisi kiri bangunan. Pasalnya ketika itu saya mendapat vihara ini dalam konsidi tutup karena sudah memasuki jam istirahat. Di kantor itu saya bertemu dengan dua cici-cici mungil dan unyu. Kepada mereka saya pun mengutarakan niat dan berharap agar diperbolehkan masuk ke dalam vihara. Kami pun diperbolehkan masuk. Dan yang menyenangkan, kami juga di-guide oleh seorang petugas. Dalam perjalanan, Budi, petugas itu, dengan senang hati menceritakan sejarah berdirinya vihara, kegiatan-kegiatan pernah diadakan, dan dengan senang hati pula ia menjawab semua pertanyaan kami.
d’primahotel Medan Jalan Stasiun No.1 Medan Emerald Garden Hotel Jalan Kolonel Laut Yos Sudarso No.1, Medan Hermes Palace Hotel Jalan Pemuda No 22, Medan
Masuk di bagian belakang yang persis di belakang altar penyembahan, ada banyak lukisan yang menceritakan tentang hewan dan perasaannya. Dari kisah-kisah di sana, rupanya hewan juga takut akan kematian dan tidak mau mati dibilah pisau manusia. Analoginya mungkin seperti ini, ketika kita mengganggu anak ayam, bebek, angsa, atau mungkin anak anjing, induknya akan marah dan bisa jadi mengejar kita. Nah, begitulah perasaan para hewan itu. Dari cerita-cerita itu, kita diajarkan untuk hidup harmonis dengan alam dan segala isinya. Berikut cuplikan bait pada Hymne Inla yang ada di sana tentang hidup harmonis dengan alam: “Bersama mari membangun Keluarga yang harmonis dengan alam Masyarakat yang harmonis dengan alam Bangsa yang harmonis dengan alam Dunia manusia alam berpadu menuju damai” Di zaman sekarang, bisakah kita hidup harmonis? (Bobby Ertanto)
F O T O: B obby E rtanto
Menelusuri bangunan vihara, di sisi kanan gedung, terlihat patung Dewi Kwan-Im dan ada playground untuk area bermain anak-anak. O ya, di depan Vihara Maitreya ini kini sedang dibangun sekolah dari tingkat playgroup hingga SMU. Sekolah ini nantinya dibuka untuk semua kalangan tanpa membedakan suku, ras, dan agama. Jadi selama proses pembangunan sekolah tersebut, banyak ruang-ruang yang berada di gedung sebelah kiri dan kanan vihara digunakan sebagai ruang kelas. Jadi playground tersebut hanya sementara saja.
Hotel
28
EDISI 53/JULI 2015
ADveRtoRIAL
“Pulo Dua” EksotismE BAhAri Luwuk BAnggAi YAng mEmPEsonA Pulo Dua berada di semenanjung Sulawesi, tepatnya di Kecamatan Balantak Utara, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Pulau yang menjadi ikon wisata Banggai ini menawarkan dua sensasi keindahan bawah lautnya dengan gugusan karang dan berbagai jenis ikan, sekaligus sensasi mendaki bukit untuk melihat pemandangan yang luar biasa. Bagi wisatawan domestik maupun turis mancanegara yang berencana menginap di Pulo Dua, dapat bermalam di cottage, home stay ataupun tempat penginapan lain yang dikelola oleh penduduk setempat. Akses transport Untuk mencapai lokasi ini, dibutuhkan perjalanan darat kurang lebih 135 Kilometer dari Kota Luwuk menuju Desa Kampangar, setelah itu menyeberang menggunakan perahu milik Dinas Pariwisata dengan tarif
Rp 300 ribu untuk pergi pulang, hanya butuh waktu kurang lebih 15 menit kita dapat menikmati keindahan Pulo Dua. Fasilitas Pulau Dua Bagi anda yang ingin melihat keindahan bawah laut Pulo Dua telah disiapkan fasilitas untuk kegiatan snorkeling, diving, surfing, atau sekedar berenang. Ada banyak spesies ikan laut yang hidup di laut Pulo Dua Sulawesi, tercatat lebih dari 1/4 ikan laut yang hidup di perairan Indonesia terdapat pula di perairan Sulawesi.
E D I S I 5 3 / /J UjLuI l 2i 021051 5
2929
advertorial
Dari kiri ke kanan: Muhammad Ramdan (Cianjur, Jabar), Syeh Nur Maulana (Depok, Jabar), Imammudin (Karumbu,NTB) penerima manfaat SMART Ekselensia Indonesia Dompet Dhuafa.
Ambil Berkahnya Oleh : H. Ahmad Shonhaji
Direktur Korp Dakwah Dompet Dhuafa
Berkah dalam bahasa Arab maknanya adalah bertambahnya kasih sayang dan kebaikan Allah SWT. Seseorang seringkali mengucapkan kata berkah ketika kebaikan yang tidak pernah dibayangkan secara logika menimpa dirinya. Seorang pengusaha yang setiap akhir tahun melihat neraca keuangannya mendapatkan surplus dan profit yang terus meningkat, spontan berucap syukur dengan berkata, “Alhamdulillah berkah”. Ketika tukang parkir di pinggir jalan mampu menyekolahkan pendidikan anaknya sampai perguruan tinggi dengan recehan yang ia kumpulkan sesungguhnya itulah keberkahan. Sehingga tidak sedikit orang yang dapat mengambil hikmah dari setiap rotasi kehidupan menangis merasakan nikmatnya kasih sayang dan kebaikan Allah SWT. Keberkahan merupakan efek dan dampak dari setiap kebaikan dan amal sholeh yang kita kerjakan. Perilaku yang sholeh akan tampak keberkahan hidupnya dengan sikapnya yang tenang dan kemudahan segala urusannya. Rumah tangga yang disinari dengan cahaya iman akan memancarkan sinar keberkahan dengan keturunan yang sholeh. Pebisnis yang jujur akan merasakan keberkahannya dengan banyaknya kepercayaan mitra bisnis dan surplus perusahaan yang besar dan terus meningkat. Orang kaya 3030
E DE IDS I S 5I 35/ 3J /UjLuI l2i 021 0 5 15
yang selalu mensucikan hartanya dengan ber-ZAKAT akan terjaga kebersihan dan kehalalan serta bertambah keberkahan hartanya. Demikian pula pemimpin yang jujur dan amanah akan merasakan kecintaan rakyatnya dan keberkahan negeri yang melimpah. Marhaban ya Ramadhan, bulan suci yang penuh dengan keberkahan. Upgrading iman yang dilakukan secara massif dan kolektif untuk meraih derajat ketaqwaan. Bulan pendidikan yang sarat dengan mata kuliah yang mengajarkan perubahan sikap dan kepribadian menarik serta perbaikan diri. Kesabaran, kejujuran, kedisiplinan, empati, amanah merupakan mata kuliah inti yang akan menghantarkan seseorang meraih keberkahan dan prestasi mulia dengan predikat muttaqin. Sungguh kebaikan dan keberkahan Ramadhan akan dapat kita sempurnakan dengan melaksanakan kewajiban mulia didalamnya. Melaksanakan ibadah puasa karena iman dan ikhlas, menegakkan sholat, dan menunaikan kewajiban berZAKAT. Saatnya kita Ambil Berkahnya dan Raih Pahalanya, aamiin. Wallahu a’lam bis showab.
EDISI 53/JULI 2015
31
archipelago
Grojogan Sewu, Tawangmangu
Lereng Gunung Lawu di kawasan Tawangmangu menyimpan sebuah pesona air terjun yang sangat menarik. Tawangmangu terletak di dataran tinggi sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut. Salah satu obyek wisata yang terkenal adalah air terjun Grojogan Sewu. Nama Grojogan Sewu jika diterjemahkan dari bahasa Jawa memiliki arti seribu aliran. Walau pada dasarnya hanya ada satu aliran air terjun saja yang bisa kita lihat di tempat ini. Pada ketinggian sekitar 1.000 meter, kita bisa merasakan udara dingin dan sejuk pegunungan. Udara dingin dan cipratan air terjun yang menerpa badan dapat membuat badan menggigil. Cipratan air yang menerpa wajah sangat terasa, terlebih lagi saat saya berada di tengah jembatan yang berhadapan persis dengan jatuhnya air dari ketinggian sekitar 81 meter. Berdiri di tengah-tengah jembatan yang terbentang di atas aliran sungai ini cukup memacu adrenalin, namun sepadan dengan sensasinya. Selain sensasi pemacu adrenalin dengan berdiri di atas aliran sungai yang cukup deras, jumlah anak tangga yang mencapai lebih dari 600 buah juga cukup membuat kita sedikit berolahraga. Perbedaan siginifikan saya rasakan antara udara dingin yang menerpa wajah dengan panas tubuh yang dihasilkan dari gerakan badan kala menapaki anak tangga. Cukup banyak pemandangan dapat dinikmati ketika berada di Grojogan Sewu. Selain menikmati keindahan alam sekitar, ketika meniti tangga menuju air terjun, beberapa gerombol kera yang mendiami area ini sebagai habitat mereka, dapat kita saksikan. Fasilitas lain yang juga bisa dinikmati adalah kolam renang dan flying fox. Namun lagi-lagi perlu keberanian lebih untuk dapat menceburkan diri di dalam air kolam yang sangat dingin. Apalagi jika Anda cukup berani untuk mencelupkan kaki di aliran sungai di bawah air terjun, namun saya ingatkan untuk selalu berhati-hati jika ingin melakukan hal ini. Bebatuan yang licin bisa membahayakan diri. (ayu) Hotel Merdeka Jalan Pahlawan No. 42, Madiun The Sun Hotel Jalan Letjen S. Parman No.8, Madiun
Hotel
Aston Madiun Hotel and Conference Center Jalan Mayjen Sungkono No.41, Madiun Hotel Amaris Madiun Jalan Kalimantan No.30, Madiun
32
EDISI 53/JULI 2015
EDISI 53/JULI 2015
33
advertorial
Top Ten JLC Member Gathering JNE sebagai perusahaan pengiriman ekspres dan logistik terdepan memberikan apresiasi kepada para pelanggan setianya di Indonesia, salah satunya melalui JNE Loyalty Card.
JLC (JNE Loyalty Card) diluncurkan pada pertengahan tahun 2014 sebagai pembaharuan dari JNE Card yang ada sejak tahun 2009 dan merupakan kartu member bagi pelanggan setia JNE. Dengan JLC, pelanggan yang melakukan pengiriman melalui gerai JNE bertanda khusus di seluruh Indonesia akan mendapatkan benefit berupa poin yang dapat ditukarkan dengan berbagai macam hadiah menarik dan grand prize sebagai hadiah utama. Bagi para pelanggan setia yang telah menjadi member JLC, JNE mengadakan program acara Top Ten JLC Member Gathering yang dilaksanakan pertengahan hingga akhir Mei 2015 di 6 kota besar, yaitu Bandung, Yogyakarta, Semarang, Palembang, Batam, dan Pekanbaru. Acara ini merupakan bentuk apresiasi JNE kepada 10 member JLC terbaik di masing-masing kota dari berbagai kalangan yang mayoritas adalah entrepreneur. Top Ten JLC Member Gathering tidak hanya menjadi kesempatan para pelanggan bersilaturahmi dengan manajemen yang diwakili oleh Kepala Cabang JNE di tiaptiap kota tapi juga menjadi ajang diskusi untuk bersamasama meningkatkan kualitas pelayanan JNE. 34
E D I S II 55 33 //JjUuLlIi 22001155
Fanny Sahbandar selaku Section Head of Loyalty Program JNE mengungkapkan, “Kegiatan seperti ini sangat penting bagi JNE karena dengan acara ini kami dapat mendengarkan aspirasi dari para pelanggan setia secara langsung dan JNE menjadi salah satu solusi bagi bisnis yang dijalani oleh masing-masing member JLC”. Jangan ragu untuk daftar menjadi member JLC di www.jne-jlc.com dimana setiap pengiriman yang dilakukan akan mendapatkan poin-poin berhadiah.
EDISI 53/JULI 2015
35
destination
Luhak Nan Tuo T e k s & Foto : Fa n n y Gu m ay
Kabupaten Tanah Datar disebut juga sebagai Luhak Nan Tuo karena diyakini sebagai daerah asal masyarakat Minangkabau. Kabupaten ini mempunyai banyak atraksi yang merupakan tradisi turun temurun anak Nagari.
Bawah: Sapi Pacu Jawi lari menyusuri pematang sawah.
Perjalanan dinas saya di Sumatera mengharuskan saya mengunjungi banyak kota dan kabupaten di sana. Salah satu yang sempat saya singgahi adalah Batusangkar, ibukota Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Kota ini terletak 97 km atau sekitar 3 jam perjalanan dari Padang melalui Padang Panjang ataupun Bukittinggi. Sedangkan kalau dari Pekanbaru dapat dicapai melalui Payakumbuh dengan waktu tempuh sekitar 6 jam. Semua jalur perjalanan ini sempat saya lalui. Hutan, gunung, sawah dan perbukitan, sungai, air terjun, dan danau adalah suguhan sepanjang perjalanan menuju Batusangkar. Pemandangan yang tidak terlupakan dan menenangkan hati. Dalam perjalanan ke Batusangkar, terkadang saya sengaja menghentikan mobil di pinggir jalan hanya untuk menikmati hamparan sawah yang menghijau atau tengah menguning menanti saat panen. Sambil menerawang bentang alam itu, saya pun teringat lagu-lagu nasional yang menggambarkan keindahan alam Indonesia yang menggambarkan sawah membentang, gunung menjulang, dan sungai mengalir. Mungkin lagulagu itu terinspirasi dari keindahan alam Sumatera Barat, salah satunya Kabupaten Tanah Datar ini.
36
EDISI 53/JULI 2015
Kabupaten Tanah Datar sendiri terkenal dengan sebutan Luhak Nan Tuo karena diyakini sebagai daerah asal masyarakat Minangkabau. Kabupaten ini mempunyai banyak atraksi budaya yang merupakan tradisi turun temurun anak Nagari. Selain itu banyak juga ditemukan peninggalan bersejarah di kabupaten Tanah Datar. Ketika hendak meninggalkan Batusangkar menuju kota tujuan perjalanan dinas selanjutnya, perjalanan saya sempat tertunda karena keberadaan sebuah benteng penginggalan Belanda. Benteng itu bernama Fort Van Der Capellen yang merupakan nama lama dari Batusangkar. Nama benteng ini diambil dari nama Gubernur Jenderal Belanda berkuasa saat itu (tahun 1824), Godert Alexander Gerard Philip Baron Van Der Capellen. Saat ini benteng Fort Van Der Capellen berfungsi sebagai museum dan kantor dinas pariwisata Kabupaten Tanah Datar. Banyak informasi yang saya dapatkan di benteng ini. Dari sejarah pembangunan, bangunan peninggalan Belanda lainnya serta tradisi masyarakat, serta objek wisata di Tanah Datar. Foto-foto hitam putih tentang pejuangan dan adat tradisi mengisi salah satu ruangnya. Sedangkan foto-foto mengenai objek wisata terpampang besar di pintu masuk benteng. Salah satu foto yang menarik perhatian saya adalah foto seseorang yang sedang mengendalikan sapi dengan cipratan lumpur di sekitarnya. Atraksi dalam foto itu dikenal dengan nama Pacu Jawi. Sebelumnya saya pernah menyaksikan liputan mengenai Pacu Jawi di salah satu acara jalan-jalan di televisi dan juga melihat foto-foto seperti itu. Saya cukup beruntung karena sore itu ditemani oleh Pak Efrison, salah seorang pegawai dinas pariwisata yang memberi banyak
Kabupaten ini mempunyai banyak atraksi Atas: Buaian Kaliang, bianglala tradisional Tanah Datar.
budaya yang merupakan tradisi turun temurun anak Nagari. Selain itu banyak juga ditemukan peninggalan bersejarah di kabupaten Tanah Datar.
EDISI 53/JULI 2015
37
destination
informasi tentang pariwisata di Tanah Datar. Dan lebih beruntung lagi, besok hari Pacu Jawi akan dilaksanakan di dekat Batusangkar. Rencana perjalanan ke kota selanjutnya pun berubah. Saya harus menonton Pacu Jawi. 360° Kabupaten Tanah Datar Pacu Jawi baru dilaksanakan esok hari. Saya pun memutuskan bermalam di Batusangkar. Rekomendasi yang saya dapatkan dari Pak Efrison adalah menginap di-Puncak-nya Kabupaten Tanah Datar, yaitu puncak Indo Jelito, puncak bukik (bukit) Shaduali. Nama Indo Jelito diambil dari nama kediaman resmi Bupati Tanah Datar yang dulunya merupakan kediaman resmi residen Belanda. Bukit Shaduali terletak 5 km atau 10 menit bermobil dari pusat kota Batusangkar ke arah Solok, tepatnya di Jorong Panti, Nagari Rambatan, Kecamatan Rambatan. Jalan menuju puncak masih dalam pengembangan, hanya ada satu jalur jalan beton dengan tanjakan yang menantang. Tiba saat malam, saya tidak bisa melihat kondisi alam di sekitar Bukit Shaduali. Udara sejuk dan kegelapan menyambut saat pintu mobil terbuka. Malam ini saya menginap di Pesona Shaduali, satusatunya penginapan yang tersedia di atas bukit. Dengan fasilitas yang masih terbatas, harus siap berdingin-dingin saat mandi dengan air yang tersedia. Saya pun segera tertidur pulas karena lelah. Pukul 8 pagi kondisi sekitar bukit masih berkabut. Saya berjalan menuju Puncak Indo Jelita yang terletak tepat di atas penginapan. Sungguh sajian pemandangan 360° yang memanjakan mata. Berputar puncak menyaksikan hamparan sawah, pemandangan kota Batusangkar, dan sebagian suasana
38
EDISI 53/JULI 2015
Pacu Jawi bukan merupakan lomba layaknya Karapan Sapi. Pada Pacu Jawi tidak ada pasangan lawan yang akan berpacu bersama di lintasan.
Atas: Joki berpegangan hanya pada ekor sapi.
Tanah Datar yang berbatas perbukitan. Kantor DPRD Tanah Datar dan Istana Basa Pagaruyung menyembul di antara kehijauan. Secangkir teh manis panas menjadi teman menikmati keindahan pesona Bukit Shaduali. Pukul 9 tepat saya turun dari Bukit Shaduali menuju tempat pelaksanaan Pacu Jawi. Pagi ini Pacu Jawi dilaksanakan di Koto Iliang (Kota Hilang), Kecamatan Sungai Tarab, 15 menit sebelum masuk Batusangkar dari arah Bukittinggi atau Payakumbuh. Jalan beraspal yang hanya cukup dilewati satu mobil membelah persawahan. Beberapa perkampungan pun terlewati. Ternyata sawah yang digunakan sebagai tempat berpacu terletak di perbukitan di belakang perumahan. Beberapa penduduk sudah menyiapkan halaman rumahnya untuk dijadikan tempat parkir bagi pengunjung yang ingin menyaksikan Pacu Jawi. Anak-anak ramai berkumpul dan beberapa warung dadakan menjual berbagai makanan dan minuman terlihat di depan beberapa rumah. Sayang cuaca sedikit mendung. Awan gelap menggantung menandakan hujan bisa saja tiba-tiba turun pagi. Tapi semangat untuk menyaksikan Pacu Jawi tidak surut. Bersama pengunjung lainnya, saya berjalan kurang lebih 15 menit menyusuri pematang sawah menuju area pacu Jawi. Pengunjung dan peserta tidak hanya berdatangan dari Kecamatan Sungai Tarab, tetapi juga dari seluruh kecamatan yang ada di Tanah Datar. Sampai di arena, masyarakat sudah ramai berkumpul. Peserta tampak sedang mempersiapkan sapi-sapinya, sementara sebagian pengunjung sudah berdiri di pinggir sawah tempat lintasan. Sebagian pengunjung juga terlihat mengisi perut di warung-warung makan dadakan. Layaknya pasar malam, segala jenis barang dan permainan tradisional juga dapat ditemui. Kabarnya pada saat pelaksanaan Pacu Jawi, juga diadakan lomba layang-layang. Namun karena hari ini mendung, jadi lomba layang-layang ditiadakan. Gigiak ikua Jawi Pacu Jawi atau Pacu Sapi merupakan kegiatan tradisional akbar yang dinanti oleh masyarakat Tanah Datar. Kegiatan budaya ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu dan menjadi hiburan bagi masyarakat setempat. Biasanya Pacu Jawi digelar setelah panen padi, sambil mengisi waktu luang menunggu musim tanam berikutnya. Pacuan tradisional ini dilangsungkan di sawah yang masih berair. Selain untuk hiburan, kegiatan ini sekaligus bertujuan mengolah lahan sebelum ditanami kembali. Dalam setahun, Pacu Jawi diadakan tiga kali. Tempat pelaksanaannya berpindah-pindah,
bergantian antara Kecamatan Sungai Tarab, Kecamatan Rambatan, Kecamatan Limo Kaum, dan Kecamatan Pariangan. Meskipun sama-sama memacu sapi, Pacu Jawi berbeda dengan Karapan Sapi di Madura. Karapan Sapi Madura mengambil tempat di lapangan kering seperti lapangan sepak bola, sedangkan Pacu Jawi dilakukan di sawah yang masih berair dan berlumpur. Selain itu, Pacu Jawi bukan merupakan lomba layaknya Karapan Sapi. Pada Pacu Jawi tidak ada pasangan lawan yang akan berpacu bersama di lintasan. Penilaiannya bukan dari kecepatan waktu tetapi menilai sapi yang bisa berjalan lurus dalam lintasan, sapi tersebut akan menjadi yang terbaik. Gengsi pemiliknya naik, begitu pula harga sapi. Percayalah bahwa tidak semua sapi akan berjalan lurus, bahkan ada pasangan sapi yang berpindah ke sawah sebelah lintasan. Tidak ada yang formal pada pelaksanaan Pacu Jawi. Tidak ada nomor urut, garis mulai atau pun pencatat waktu, semuanya serba spontan. Jadi siapa yang sudah siap bisa membawa sapinya ke lintasan. Dua ekor sapi akan dikalungi alat membajak sawah yang terbuat dari bambu. Joki akan berdiri di masing-masing mata bajak di belakang kedua sapi. Yang menyatukan kedua sapi hanyalah ikatan tali yang longgar. Jadi joki harus bisa mengendalikan sapi agar dapat berlari lurus, searah dan sama cepat, karena tempat berpijaknya bergantung dari semua itu. Ini beda dengan Karapan Sapi Madura yang menggunakan keleles, kayu tempat joki berdiri dan mengikat kedua ekor sapi. Pada Karapan Sapi Madura, joki hanya berdiri di satu titian, bukan dua bajak yang terpisah seperti halnya pada Pacu Jawi. Serunya tidak semua sapi mau dibawa ke lintasan di tengah sawah. Tak jarang, pemilik yang bisa terdiri sampai lima orang dan joki harus merayu sapi untuk masuk ke lintasan. Saat berpacu pun, joki harus siap mengendalikan sapi. Para penonton yang berdiri sepanjang lintasan juga harus siap lari jika sapi memilih kabur ke arah penonton. Risiko lainnya menonton di barisan paling depan adalah terciprat lumpur saat sapi melintas. Yang unik dari Pacu Jawi karena ada spesialis joki. Jadi joki belum tentu pemilik sapi. Seperti joki 3 in 1 di Jakarta, joki cukup berdiri di garis start menunggu ditunjuk atau menawarkan diri. Joki-joki ini sudah terbiasa mengendalikan sapi pacuan. Memang tidak sembarangan orang yang bisa menjadi joki. Seorang joki bisa berkali-kali tampil mengendalikan sapi. Ia harus sigap dan tahan banting. Biasanya, setelah joki lompat ke atas bajak, sapi langsung lari
EDISI 53/JULI 2015
39
destination kencang. Agar tetap berdiri, joki harus menjaga keseimbangan dan mengatur arah lari sapi dengan hanya berpegang pada ekor sapi. Joki juga harus siap terpental dan jatuh ke lumpur sawah jika sapi berulah. Keunikan lainnya adalah cara mengendalikan arah dan mempercepat kecepatan lari sapi. Cara yang umum adalah Gigiak ikua Jawi alias menggigit ekor sapi. Karena tidak ada setir atau alat bantu lainnya, sapi dikendalikan dengan menarik dan menggigit ekor. Dalam satu kali perhelatan Pacu Jawi, ratusan pasang sapi ikut serta. Acara bisa berlangsung dari pagi hingga sore hari. Sayangnya hari ini tidak terlalu cerah, jadi saya bersama pengunjung lainnya, sesekali harus berlari mencari tempat berteduh saat hujan tiba-tiba turun. Dan mencari tempat berteduh di tengah persawahan itu tidak lah mudah. Untungnya ada beberapa tenda penjual makanan dadakan yang terpasang, sehingga saya bisa aman dari guyuran hujan. Sejenak beristirahat dan menikmati makanan dan minuman tradisional yang dijajakan.
Aia Kawa, Seduhan Daun Kopi Ala Sumatera Barat Acara besar seperti Pacu Jawi juga tidak lepas dari sajian makanan dan minuman tradisional. Pak Efrison yang kembali menemani siang ini mewajibkan saya untuk mencoba Aia Kawa atau Aia Kawa Daun yang merupakan minuman dari seduhan daun kopi. Minuman ini punya hikayat yang menyesakkan dada. Pada masa penjajahan, masyarakat di Sumatera Barat diwajibkan menanam kopi, tetapi mereka dilarang menikmati hasil panen buah kopinya. Tak ada rotan, akar pun jadi, tidak ada buah, daun pun dinikmati sebagai pengganti. Sejak saat itu seduhan daun kopi menjadi minuman yang disukai oleh masyarakat umum dan terus dipertahankan sampai sekarang. Proses pembuatan Kawa Daun tidak berbeda dengan pembuatan teh. Daun kopi dikeringkan atau disangrai di atas perapian selama 12 jam. Setelah kering, dicampur dengan air dingin dan direbus sampai mendidih. Kemudian airnya disaring dan ditambah gula putih, gula merah, atau susu kental, sesuai selera. Aia Kawa Daun tidak disajikan dalam gelas atau cangkir. Secara tradisional, Aia Kawa Daun disajikan dalam tempurung kelapa yang dibelah dua dan diberi tatakan bambu agar tidak goyang. Ditemani gorengan panas, seperti pisang, tahu, tempe, atau kue tradisional seperti bika, minuman ini memang sangat cocok dengan cuaca Batusangkar yang sejuk. Rasanya? Seperti teh dengan aroma kopi. Unik dan nikmat. Sebagai orang yang tidak terlalu menikmati kopi, minuman ini jadi favorit baru buat saya. Sebungkus daun kopi kering pun akhirnya saya bawa pulang untuk diseduh di rumah.
40
EDISI 53/JULI 2015
Atas : Aia Kawa Acara Pacu Jawi sendiri seperti pasar malam. Ia juga menjadi ajang hiburan bagi masyarakat luas, bukan saja warga Tanah Datar, namun juga dari luar daerah. Mereka tidak hanya menonton sapi berpacu, menikmati makanan dan minuman tradisional, juga memainkan permainan tradisional, salah satunya adalah Buaian Kaliang. Buaian Kaliang atau ayunan hitam adalah versi sangat tradisional dari wahana Bianglala di Dunia Fantasi, Ancol, Jakarta. Buaian Kaliang terbuat dari kayu. Tingginya hanya sekitar 4 -5 meter, dan dibuat dengan sistem bongkar pasang. Kapsul untuk penikmatnya hanya ada empat disetiap jarijarinya. Tanpa atap, tanpa pintu, tanpa pengaman. Bentuknya seperti meja terbalik yang digantung dan dapat ditumpangi oleh 4 - 5 orang. Kursi pun tidak ada, jadi silahkan duduk menghampar di kayu dan siap berpegangan saat kincir diputar. Tenaga putarnya pun bukan mesin, tetapi tenaga manusia. Oleh karena itu kecepatannya pun tergantung dari tenaga yang memutarnya. Jika sudah lelah, putarannya pun akan semakin pelan, tetapi jika baru mulai, siap-siap untuk berpegangan kuat agar tidak terlempar.
EDISI 53/JULI 2015
41
inspiring people Harpist Pria Pertama Indonesia T e k s: Ka r i na Ay u Bu di a n i | FOTO : D ok . Pr i ba di
Sejak mengenal harpa, Rama tak bisa lepas darinya. Ia pun semakin lengket dan bertekad mengenalkan harpa di Indonesia. Kita mungkin telah terlebih dahulu mengenal Maya Hasan yang biasa memainkan alunan petikan harpa yang sering menghiasi layar kaca atau mengisi pagelaran musik di beberapa orchestra ternama. Dari kemunculan Maya Hasan di layar televisilah sebetulnya Rama Widi pertama kali tahu tentang harpa. Dari sanalah, Rama Widi menekuni harpa dan menjadi musisi harpa pria pertama di Indonesia. Harpa sendiri dikenal sebagai salah satu alat musik klasik. Harpa atau harp dalam bahasa Inggris adalah alat musik petik. Seringkali alat musik ini diilustrasikan bersama dengan kehadiran para malaikat. Alat ini biasanya berbentuk dasar segitiga dan tinggi. Umumnya berwarna emas, dan memiliki senar sebagai alat utamanya. Harpa seringkali dihadirkan dalam sebuah orkestra simfoni. Bisa juga dimainkan solo atau bersama alat musik lain seperti flute, bass, dan drum. Sebuah harpa dapat dimainkan baik dengan tangan, ataupun dengan tangan dan kaki jika harpa itu berupa pedal harp. Rama sendiri sebetulnya tidak terlalu asing dengan kehadiran alat musik klasik dan musik klasik. Rama akarab dan senang dengan musik klasik karena sering menonton film kartun Tom and Jerry.
Atas: Rama Widi memainkan harpa dalam sebuah konser.
42
EDISI 53/JULI 2015
Di film itu, musik klasik sering menjadi latar audio. Rama sendiri baru menekuni alat musik sejak umur 6 tahun karena melihat orangtuanya bermain orgen. Pada usia itu Rama tidak pernah menyangka dirinya akan terlibat jauh di dalam dunia musik. Saat SMP ia banyak berteman dengan musisi dan mulai serius belajar biola dan piano. Kegemarannya akan dua alat musik itulah yang memantapkan Rama berangkat ke Wina, Austria untuk belajar menjadi konduktor orkestra. Niatnya ini sempat ditolak oleh orangtua, meski akhirnya ia berhasil meyakinkan mereka. Sayangnya, tekad kuat Rama untuk lulus ujian masuk jurusan conducting gagal di tahap kedua. Ia pun sempat putus asa dan ingin kembali ke tanah air, namun orangtuanya justru menyarankan agar tetap di sana dan mencari jurusan lain yang ingin digeluti. Ia pun sempat mempertimbangkan mengambil bidang alat musik oboe atau harpa. Walau akhirnya pun Rama lebih memilih harpa dan menekuninya. Terlebih jumlah harpist di Indonesia masih sangat sedikit. Tanpa disangka meski belum pernah bermain harpa sebelumnya, Rama berhasil diterima menjadi mahasiswa di bidang alat musik harpa. Tampil di Vienna Jazz Festival Meski ia sempat meragukan dirinya di tahun pertama akan serius menjadi harpist professional, kerja keras dan tekad kuat Rama mengantarkan dirinya lulus tepat waktu dan mendapat predikat cum
EDISI 53/JULI 2015
43
inspiring people laude. Keseriusannya menekuni harpa justru muncul setelah ia memenangkan kompetisi harpa di Munchen. Sejak itu ia yakin harpist adalah jalan hidupnya. Tidak hanya kompetisi, debut konser solonya juga membanggakan dan bahkan mengharumkan nama Indonesia. Tahun 2007, Rama menjadi orang Indonesia pertama yang tampil di Vienna Jazz Festival. Prestasi ini tentunya layak mendapat acungan jempol. Selama di Wina, Rama juga mempelajari Music Education. Ilmunya ini rupanya sangat berguna ketika ia mendapat kesempatan mengajar di Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Ketika masih mengajar di IKJ jurusan biola, Rama mencoba kesempatan lain untuk mengajar di Mahidol University, Thailand. Kesempatan ini awalnya ia dapatkan hanya karena iseng. Namun justru CV dan pertanyaan yang ia kirimkan lewat email kepada pihak universitas membuat pengelola universitas mewawancarainya. Setelah melalui proses wawancara yang cukup sulit, ia akhirnya diterima sebagai pengajar harpa dan chamber music di Mahidol University, Thailand. Perbedaan atmosfer musisi di Indonesia dan Thailand dirasakannya paling signifikan dalam hal kesempatan. “Bakat anakanak Indonesia dan Thailand di bidang musik sama hebatnya. Namun Thailand memiliki kesempatan lebih banyak dibandingkan anak-anak di Indonesia” jelas pria asal Toraja ini. Tahun 2015 bisa dibilang tahun kembalinya Rama di dunia musik. Beberapa waktu lalu ia baru saja menyelesaikan konser kolaborasi angklung di Aula Simfonia, Jakarta. Pertunjukkan angklung ini bukan pertama kalinya ia lakukan. Sebelumnya ia pernah mengajar angklung di KBRI Bratislava dan mengadakan penampilan kolaborasi angklung dan harpa di sana.
44
EDISI 53/JULI 2015
Kolaborasi musik tradisional lain juga akan dipersembahkannya bulan Agustus mendatang. Ia akan menggandeng Twilite Orchestra --yang sering ia tonton waktu kecil-- untuk bermain bersama dengan menggabungkan harpa dan gamelan. Tahun ini pula ia akan meluncurkan album pertama. Namun, dari sekian banyak rencana, ia tetap menyimpan ambisi pribadi untuk
mendirikan Harpa Centre bagi anakanak Indonesia. “Saya ingin memfasilitasi orang-orang yang ingin belajar harpa tanpa harus punya harpa dengan mendirikan Harpa Centre sehingga harpa akan lebih dikenal di Indonesia dan melahirkan pemain-pemain harpa hebat,” pungkasnya.
EDISI 53/JULI 2015
45
REVIEW HOTEL Mewah dan Elegan T e k s : Di a n T r i a sa r i | Fo to : A s ton J e m be r Ho t e l & COn f e r e nc e C e n t e r
Dekat dengan pusat keramaian Jember dan Alun-alun, Aston Jember Hotel & Conference Center hadir di Kota Tembakau menjadi pilihan akomodasi penginapan bagi para wisatawan dan pebisnis. Aston Jember Hotel & Conference Center mengaplikasikan warnawarna hangat pada desain arsitektur dan interiornya. Kehadiran warna hangat itu diharapkan dapat membuat para tamu hotel merasa nyaman ketika menginap. Suasana hangat itu pun sudah bisa dirasakan ketika tamu pertama kali memasuki lobi hotel. Keberadaan sebuah patung boneka berkostum Jember Fashion Carnaval yang spektakuler juga tampak menyambut tamu. Jember Fashion Carnaval sendiri kini telah menjadi ikon wisata Jember. Kehadiran arsitektur dan interior memang menjadi hal menarik baik secara visual maupun fungsional. Di sepanjang koridor menuju kamar hotel, kita akan menjumpai figura dengan desain menarik yang berisi daun tembakau. Ya tembakau memang merupakan produk pertanian unggulan Kabupaten Jember., dan Aston mencoba mengangkatnya sebagai aksesori pada interior hotel. Ruangan kamar sendiri memadukan warna cokelat dan krem dengan lantai berlapis kayu yang menambah kesan mewah. Memiliki total 152 kamar dan suite, Aston Jember Hotel & Conference Center menawarkan kelengkapan fasilitas dan sarana menginap dengan layanan yang profesional serta konsisten. Serta berbagai kelengkapan kebutuhan, sehingga segala keperluan diakomodir oleh pengelola hotel demi kenyamanan menginap para tamunya. Tidak hanya mengusung modernisasi, sebagai hotel bintang empat di Jember, Aston Jember Hotel & Conference Center juga menghadirkan petualangan kuliner. Kuliner nikmat khas Jember dapat ditemukan di Lekker Restaurant. Sedangkan jika ingin merasakan suasana berbeda, Lavender Pool & Bar yang bernuansa Back to Nature bisa memberi rasa
46
EDISI 53/JULI 2015
Atas-bawah: Deluxe Room (King) dan Governor Room yang tampak mewah.
tenang kala sedang menikmati hidangan. Di bar tepi kolam itu, tamu dapat duduk pada furnitur kayu atau bambu yang dijajar tak jauh dari kolam renang. Suasana ini diciptakan agar bar dapat juga menjadi tempat tepat menikmati suasana hotel bersama kolega atau keluarga.
EDISI 53/JULI 2015
47
advertorial
Waterbom Jakarta
Desain Minimalis untuk Keceriaan Maksimal Terdorong oleh kesuksesan Waterbom yang pertama kali dibuka di Bali tahun 1993, Waterbom Jakarta mempertahan komitmen untuk terus menyediakan tempat rekreasi terbaik bagi keluarga. Di Waterbom Jakarta, pengunjung berkesempatan untuk memperoleh pengalaman seru melalui berbagai wana berstandar internasional, seperti Twizted Zone, The Hairpin, Speed Slide dan masih banyak lagi. Khusus untuk anakanak, tersedia arena khusus yang meliputi Bomblazter, Kiddy Slides, dan Kiddy Pool. Untuk beristirahat setelah berbasahbasah di berbagai wahana, terdapat Internasional Food Court yang menyajikan berbagai menu makanan dan Fun Shop bagi pengunjung yang ingin membeli oleh-oleh. Keragaman fasilitas, pelayanan, wahana dan estetika desain bertaraf internasional menjadi aspek-aspek penting yang ditonjolkan. Mengusung tema “The Urban Cool”, desain minimalis berwawasan lingkungan yang menjadi karakteristik 4848
E DE IDS I S 5I 35/ 3J /UjLuI l2i 021 0 5 15
utama taman hiburan didukung juga oleh suasana yang bersih dan arsitektur modern. Selain sistem keamanan terpadu di seluruh areal taman, pengunjung juga dapat beraktivitas tanpa rasa waswas karena petugas lifeguard dan dokter siap siaga selama jam operasional. Sebagai pusat hiburan keluarga yang popular, Waterbom Jakarta memiliki kapasitas hingga 5.000 orang, dengan area parkir yang mencukupi untuk 1.000 unit mobil. Dengan kapasitas yang sedemikian, Waterbom Jakarta juga menjadi pilihan yang tepat sebagai lokasi company outing, family gathering atau fun team building. Untuk keperluan tersebut, fasilitas seperti sound system, dokumentasi, makanan hingga landasan helikopter juga menjadi bagian dari paket yang disediakan.
EDISI 53/JULI 2015
49
REVIEW FOOD
Kuliner Khas Batam di Casaluna
Atas-bawah: Modern dan nyaman di Casaluna; Menu lengkap Rawon Setan andalan Casaluna.
T e k s : Ka r i na Ay u Bu di a n i | FOto : D ok . R e s tor a n Ca sa lu na
Sop ikan telah lama menjadi menu kuliner unggulan di Batam. Menu ini digemari tidak hanya oleh warga lokal, namun juga warga negeri jiran, terlebih wisatawan dari Singapura dan Malaysia. Sop ikan khas Batam dengan citarasa lokal ini berbahan dasar ikan kakap segar. Di Batam, kita dapat menikmati sop ikan antara lain di Resto Casaluna di hotel Mercure Batam. Hotel berstandar internasional ini menyediakan menu sop ikan dalam daftar menu mereka berdampingan dengan menu-menu internasional. Sop ikan di Casaluna merupakan salah satu yang terkenal dan ternikmat di Batam. Citarasanya nikmat, gurih, dan asam-pedas. Rasa yang khas ini muncul dari berbagai bahan baku bumbu dan rempah-rempahnya, antara lain berupa bawang merah dan putih, merica, garam, dan air jeruk untuk menghasilkan rasa asam. Selain sop ikan, restoran Casaluna juga menyediakan hidangan berbahan dasar seafood lainnya. Salah satu yang juga terkenal adalah gonggong. Gonggong adalah sejenis kerang khas yang banyak ditemukan di Batam dan Tanjungpinang. Gonggong merupakan hewan laut bercangkang keras seperti siput. Keberadaannya mudah ditemukan ketika air laut surut. Jenis seafood ini memiliki kandungan protein yang sangat tinggi dan menjadikan makanan ini sangat istimewa.
50
EDISI 53/JULI 2015
Selain olahan seafood, Casaluna juga menyediakan hidangan berbahan dasar daging sapi. Yang antara lain menjadi unggulan adalah Rawon Setan. Menu rawon sendiri sebetulnya merupakan masakan dari Jawa Timur. Rasa rawon di Casaluna cukup pedas, walau sebetulnya bisa disesuaikan dengan pesanan. Namun memang sesuai dengan namanya, sambal yang menyertai menu ini memiliki rasa ‘juara’ pedasnya. Casaluna memang memperkuat citarasa makanan lokal meski tersedia
pula beberapa menu internasional. Tamu hotel dan restoran yang beberapa diantaranya adalah turis asal Malaysia dan Singapura justru menyukai hidangan lokal dibandingkan hidangan western. Casaluna memiliki kapasitas 180 orang dan berdekatan dengan area ruang meeting. Desain modern yang menghiasi Casaluna pun pasti akan membuat tamu semakin nyaman menikmati menu khas Casaluna.
EDISI 53/JULI 2015
51
REVIEW FOOD
Tabouleh dan Babapanous T e k s & Foto : Di a n T r i a sa r i
Bandung terkenal dengan aneka kuliner lezat dan unik. Purnawarman Restaurant menyajikan Tabouleh dan BABAPANOUS asal Timur Tengah.
Berbagai kuliner ketika berada di Bandung, Jawa Barat, sepertinya tidak bisa dilewatkan begitu saja. Nah, jika berada di kota ini, sempatkan mampir ke Hotel Hilton Bandung dan menikmati menu masakan Timur Tengah di Purnawarman Restaurant. Saat bulan Ramadhan, selama sebulan penuh Purnawarman Restaurant menghadirkan ragam kuliner Timur Tengah. Pilihan buffet menu all you can eat pada menu Timur Tengah yaitu Shawarma, Lontong Kari Sapi atau Ayam, Tabouleh, Babapanous, serta Um Ali dapat dinikmati di sana. Menu-menu yang disajikan dapat dinikmati satu bulan penuh, terlebih untuk buka puasa. Sebagai menu awal, kita bisa menikmati Um Ali, dessert yang terbuat dari campuran susu segar putih, puff pastry, yang disajikan seperti potongan roti tawar dalam satu mangkok. Setelah dibubuhi krim di bagian atasnya, sajian ini kemudian dibakar menggunakan burner khusus dan ditaburi potongan kacang almond. Rasa manis dan gurih dari Um Ali akan membuat kita ketagihan. Menu berikutnya adalah lontong kari sapi atau ayam, yang cocok untuk mengobati rasa lapar sehabis puasa. Kelezatan kari ini tercipta dari bumbu rempah-rempah yang kuat sehingga ciri khas racikan Timur Tengah begitu terasa. Setelah menghabiskan semangkuk lontong kari, menu selanjutnya Tabouleh dan Babapanous, yaitu salad versi Timur Tengah yang yang memadukan potongan piterseli, bawang bombay, chouchous atau sejenis sereal, terong ungu dan tahini atau tumbukan biji wijen. Lalu semuanya dicincang kecil-kecil kemudian dimasak sesuai kebutuhan hingga siap disajikan untuk disantap Suasana Purnawarman Restaurant yang berdesain kontemporer tradisional dijamin akan membuat kita senang berlama-lama di sini untuk menghabisi hidangan yang telah hadir di atas meja. Satu lagi menu penutup sajian Timur Tengah, yakni Sawarma, berupa gorengan yang berisi irisan bawang bombay, daging ayam, timun dan saos garlic mayo sebagai pelengkap. Purnawarman Restaurant sendiri merupakan restoran dimana para tamu Hotel Hinton Bandung biasanya bersantap sarapan, makan siang atau malam dengan menu buffet. Selain masakan Timur Tengah, di sini kita juga dapat merasakan ragam makanan bercita rasa Nusantara dan Asia yang dapat kita nikmati di dalam ruangan restoran atau di bagian luar restoran.
Atas-bawah: Semangkuk Lontong Kari yang lezat; Salad khas Timur Tengah “Tabouleh dan Babapanous”.
52
EDISI 53/JULI 2015
EDISI 53/JULI 2015
53
REVIEW BOOKS
Seranggapedia
Penulis: Darlyne Murawski, Nancy Honovich Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia
Ini mungkin merupakan buku terlengkap yang membahas semua hal tentang serangga. Sebagai rangkaian dari seri National Geographic Kids, buku ini tampil warna-warni dan lengkap dengan gambar dan ilustrasi untuk menjelaskan pada pembaca bagaimana rupa serangga bahkan hingga yang berukuran sangat kecil. Pengenalan soal serangga di awal buku termasuk siklus hidup, habitat, indera dan lain sebagainya. Pada bagian buku ini juga dijelaskan klasifikasi golongan serangga dan dilengkapi dengan data detail. Buku ini pun seakan mengajak pembaca untuk turut menjaga kelestarian alam supaya populasi serangga bisa berkembang dengan baik. (ayu)
The Power of Habit
Penulis: Charles Duhigg Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia
Keberhasilan dapat diraih dengan kebiasaan. Itulah yang dibahas secara mendalam di buku The Power of Habit. Dalam buku ini, penulis menggambarkan bagaimana membangun kebiasaan yang diidamkan. Dengan memberi ganjaran (reward) pada setiap rutinitasnya, seseorang dapat memperoleh apa yang diharapkan. Beberapa kisah dan cerita beberapa tokoh dituturkan dalam buku ini untuk memberikan ilustrasi dari setiap teori yang dipaparkan. Penulis menutup tulisannya dengan memaparkan pandangan untuk mencapai gagasan-gagasan yang telah dijelaskan sebelumnya. (ayu)
54
EDISI 53/JULI 2015
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436H
14 - 20 Juli 2015
Whiz Hotel Cikini Whiz Hotel Semarang Whiz Hotel Yogyakarta Whiz Prime Balikpapan Whiz Prime Kelapa Gading Whiz Prime Cifest Cikarang Grand Whiz Kelapa Gading Grand Whiz Hotel Nusa Dua Grand Trawas Hotel Swift Inn Aeropolis Cengkareng
EDISI 53/JULI 2015
55
REVIEW MUSIC
Kelly Clarkson
Album: Piece By Piece
F OTO : www. A ll C D C overs .com
Heartbeat Song yang menjadi single pertama album terbaru Kelly Clarkson sukses menjadi lagu pengantar dalam album Piece By Piece ini. Kekuatan suara dan ciri khas Kelly Clarkson sangat dominan. Lagu Piece By Piece yang dijadikan judul album ini tampaknya layak dijagokan. Lagu ini memiliki lirik cinta menyentuh. Lagu yang bertema sama dalam album ini antara lain Someone, Take You High, dan In The Blue. Kejutan justru didapat dari kolaborasi dengan John Legend dalam lagu Run Run Run. Selain tema cinta, seperti biasa Kelly memasukkan lagu yang bertema persahabatan dan semangat dalam lagu War Paint, Bad Reputation, Let Your Tears Fall dan I Had A Dream. (ayu)
Selena Gomez sukses bertransformasi menjadi wanita yang lebih dewasa di dalam album For You (The Best). Lagu-lagu dalam album ini lebih mengekspresikan dirinya sebagai wanita yang lebih matang. Meski beberapa lagu masih dibalut nada-nada pop seperti dalam lagu Who Says dan Round and Round, beberapa lagu lain justru tepat menjadi lagu nuansa dance seperti lagu Slow Down, Forget Forever dan Naturally. Lagu The Heart Wants What It Wants dan Love You Like A Love Song memberi aura berbeda lagi dan menonjolkan lirik cinta dengan medium beat. (ayu)
56
EDISI 53/JULI 2015
F OTO : www. A ll C D C overs .com
Selena Gomez
Album: For You (The Best)
REVIEW FILM
Ant Man
Pemeran: Paul Rudd, Evangeline Lily, Hayley Atwell
F OTO : www. screenrant.com
Ant Man, pahlawan super karya Marvel, dibuat versi filmnya. Ant Man adalah pahlawan super dengan baju super yang mampu mengecilkan ukuran tubuhnya dan melipatgandakan kekuatannya dalam bentuk mini itu. Dalam film, Ant Man yang bernama Scott Lang itu dihadapkan pada kenyataan bahwa ia harus menyelamatkan mentornya, Dr. Hank Pym. Ia juga harus menyelamatkan dunia dan menjaga teknologi canggih agar tidak jatuh ke tangan yang salah. Dalam film ini Ant Man berhadapan dengan musuh yang memiliki sebutan Yellowjacket. (ayu)
Minions
F OTO : www. impawards .com
Pemeran: Sandra Bullock, Chris Renaud, Pierre Coffin Film ini mengisahkan permulaan tiga minions: Stuart, Kevin dan Bob sebelum bertemu dengan Gru. Mereka hanya memiliki satu tujuan yakni melayani seorang penjahat untuk menguasai dunia. Namun mereka kerap kehilangan bos mereka karena berbagai tingkah laku konyol mereka. Akhirnya mereka direkrut oleh seorang penjahat bernama Scarlet Overkill. Wanita jahat ini memiliki niat jahat menguasai dunia. Dibantu Stuart, Kevin, Bob dan Herb suaminya sekaligus ilmuwan, Scarlet berusaha menaklukkan dunia. Film animasi ini disulihsuara oleh artis terkenal, antara lain Sandra Bullock yang menyulih suara Scarlet Overkill. (ayu)
EDISI 53/JULI 2015
57
MOST MOST WANTED WANTED Cookware 10 Set
F o t o: D o k . C O N S I N A
Berkegiatan di luar ruang kerap menuntut perlengkapan extra, termasuk peralatan memasak. Consina menghadirkan Cookware Set praktis yang terdiri dari 10 bagian. Peralatan memasak ini lengkap dengan kompor berbahan bakar spiritus. Di dalamnya antara lain terdapat kettle dan wadah untuk merebus, memasak air, dan menggoreng. Berbahan alumunium anodize, kekuatan bahan dan kemudahan pemeliharaan peralatan dapat selalu terjaga. Harga IDR 550.000.
Backpack Matrix
Backpack laptop dari Consina ini, dapat memenuhi kebutuhan harian anda. Backpack ini memiliki beberapa partisi terpisah. Ada partisi untuk laptop sampai 14 inchi, ada untuk gadget, dan ada tempat peralatan tambahan. Semuanya dalam satu backpack. Feature yang ada dalam backpack ini antara lain large front pocket, side mesh pocket, sternum strap, compression strap, hipbelt, dan air circulation back system. Harga IDR 295.000.
58
EDISI 53/JULI 2015
Trango Shoes
Memanfaatkan teknologi event untuk dinding sepatu dan vibram untuk sole sepatu, Consina memadukan kenyamanan dan durabilitas dalam seri trekking shoes Trango. Teknologi event memastikan kaki dapat ‘bernafas’ meski dalam suhu tubuh tinggi. Sedangkan vibram memadukan kelenturan dan durabilitas, untuk kondisi luar ruang kering ataupun basah. Harga IDR 1.300.000.
Yosemite Sandal
Dengan design original Consina yang dikembangkan dari masukan penggiat alam bebas, sandal Yosemite mengakomodasi lekuk kaki pengguna agar nyaman dipakai berjam jam, dan pattern sole yang dapat diandalkan untuk kondisi permukaan kering ataupun licin. Hadir dalam warna Hijau – Abu dan Merah – Abu. Harga IDR 175.000.
EDISI 53/JULI 2015
59
PHOTOS
1
Lebaran SEBENTAR LAGI T e k s : G oe na di H a rya n to
Suara bedug bersahutan di senja hari, salah satu pertanda Bulan Suci Ramadan telah tiba. Foto: julius kajo Berpuasa adalah rukun Islam yang sakral dan sangat pribadi sifatnya. Apa yang dipikirkan dan ucapkan serta kita lakukan, selama bulan puasa hanyalah kita dan Allah saja yang tahu. Karena itu tidaklah berlebihan, jika di penghujung ibadah puasa, Idul Fitri tiba sebagai Hari Kemenangan. Sungguh patut dan selayaknya dirayakan, serta diucapkan selamat, setelah satu bulan lamanya dalam ibadah yang khusuk, sambil menahan keinginan duniawi, kita merenungkan hubungan dengan Sang Maha Pencipta dan sesama kita. Kemudian, seolah dilahirkan kembali, kita menjalankan kehidupan ke masa yang akan datang dalam perspektif yang labih baik dari sebelumnya.
1. Dalam perjalanan. 2. Sejenak sebelum mencapai daratan.
Persiapan untuk melaksanakan ibadah kita tentu tidak lepas dari ritual-ritual keagamaan, sosial dan melengkapi segala kebutuhan untuk merayakan saat-saat istimewa, yang berlangsung sekali setahun itu. Selamat Idul Fitri, 1 Syawal 1436 H, Minal Aidin Walfaidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin. 2
60
EDISI 53/JULI 2015
1
2
Foto: Rudy Prasetyadi 1. Suasana tahunan di Pelabuhan Sunda Kelapa, 2. 3. 4. 5.
yang jadi incaran fotografer, baik dalam negri, maupun luar negri. Disela - sela Sholat Ied, Pelabuhan Sunda Kelapa, ada saja fotografer yang “nyelip” di antara umat. Tidak sempat naik ke darat, di perahupun ibadah Sholat Ied dapat dilaksanakan. Ikutan dengan ibunda. Buah Kurma, Wajib hukumnya tersedia pada waktu berbuka.
3
4
5
EDISI 53/JULI 2015
61
PHOTOS
1
Foto: Goenadi Haryanto 1. Belajar Al Quran bersama, Mesjid Nasional Al Akbar, Surabaya.
2. Penganan - penganan khas untuk berbuka puasa. 3.
2 62
Bazaar Ramadhan 2015, Pasar Bendungan Hilir, Jakarta. Usai Sholat Ied, di Mesjid 1000 Pintu, Jatiuwung, Tangerang 2014.
EDISI 53/JULI 2015
3
EDISI 53/JULI 2015
63
journey
64
EDISI 53/JULI 2015
EDISI 53/JULI 2015
65
journey
The Diver’s Heaven T e k s & Fo to : R . H e ru H e n da rto
“Brak…braak…braaak..!!!,” suara hantaman ombak mengangkat haluan speedboat menciutkan nyali. Mesin tunggal 60 PK meraung tak kalah kerasnya. Lifevest memang melekat di badan, namun mata saya masih melirik pada sebuah jerigen plastik kosong di depan kaki. Untuk survive di laut, mengapung adalah kemampuan mutlak ketimbang keahlian berenang.
66
EDISI 53/JULI 2015
Sepuluh menit berlalu, speedboat sudah mendekati bayang sebuah pulau kecil di depan. Ombak terpecah pulau, angin timur tak berdaya lagi. Hati kami pun tenang. Dengan raungan mesin yang lebih kalem, kami pun meluncur cepat di atas permukaan air laut yang sangat-sangat tenang. Serasa melayang di atas danau, nyaris tak berguncang sedikit pun. Setengah jam kemudian, boat dari bahan fiber ini pun menikung tajam, perlahan memasuki area jetty yang dikelilingi dengan rumah-rumah kayu di sekitarnya. Air saat itu sedang surut, saya terpaksa memanjat jembatan naik ke atas. Gemeretak kayu pun mengiringi langkah kaki. “Welcome to Derawan,” bisik saya dalam hati. Pagi itu langit tergantung kelabu, bukan mood yang pas tentunya. Setelah me-recharge badan dengan sepiring nasi kuning hangat plus lauk nan menggoda, saya melangkahkan kaki melintasi kampung. Katanya, pulau Derawan ini ditinggali berbagai suku bangsa. Sebut saja Bajo, Buton, Bugis, Jawa, dan bahkan konon penduduk dari kepulauan Filipina pun banyak yang datang dan menetap. Perbedaaan itu samar saja kelihatannya karena kebanyakan dari mereka menggunakan bahasa Indonesia dan rumah yang berjejer di kampung berarsitektur serupa. Pasir putih membelah rumahrumah panggung dari kayu. Sebagian wisatawan memilih berkeliling di atas sadel sepeda. Gradasi warna biru muda, biru tosca hingga biru tua membayang di sisi pantai. Mendung yang menggila tak menyurutkan pesona terumbu yang membayang di bawah air. Beberapa pengunjung sudah ada yang menjeburkan diri duluan, sementara yang lainnya bersiap-siap. Saya pun tak mau kalah. Hangatnya air laut membuat saya betah, apalagi di bawah saya bertaburan karang yang meliuk-liuk. Ikan beraneka macam dengan gemulai mengitari terumbu hidup. Sebagian bahkan tak peduli dengan kehadiran saya, terus mendekat dan merapat. Lokasi snorkeling di Derawan ini adalah lokasi terdekat yang saya tahu, hanya sekitar 3 menit berenang santai dari pantai. Bahkan, kita bisa memilih untuk terjun langsung melalui jembatan kayu yang sudah tersedia di kiri-kanan. Sisi luar lokasi snorkeling dibatasi dengan pelampung. Lewat dari itu, dasar laut biru kehitaman menunjam langsung ke bawah. Saya bergidik melihat laut tak berdasar terhampar di ujung kaki.
Searah jarum jam (dari kiri): Berhatihati mengarahkan gerak ubur-ubur; Tukik Sangalaki yang siap dilepas ke laut; Bawah laut Sangalaki.
Penangkaran tukik dan pari manta Derawan memang indah, namun tentu keindahannya tak menyurutkan langkah untuk mengeksplorasi pulau lainnya. Sejurus kemudian, saya kembali terjebak di dalam speedboat yang bergoyang kuat. Kali ini langit cerah membiru, secerah hati saya tentu. Sepanjang perjalanan, gradasi laut warna biru, hijau dan kombinasinya terus-menerus menemani. Laut mendangkal, terumbu kembali berhamparan di bawah. Saya mendarat di pasir putih Sangalaki. Walau memiliki keindahan dasar laut yang tak kalah mempesona, pulau kecil yang berjarak dua jam perjalanan dari Derawan ini lebih terkenal dengan habitat penyu hijau yang langka. Di sini, tersedia cottage bagi wisatawan yang ingin menginap. Berkeliling pulau dan menunggu mentari tenggelam memang menarik, namun tentu saja atraksi utama adalah melihat penyu bertelur. Jika beruntung, kita bisa menyaksikan makhluk langka itu kawin.
EDISI 53/JULI 2015
67
journey
68
EDISI 53/JULI 2015
Omong-omong, sebelumya saya pernah melihat ritual perkawinan sepasang penyu di alam saat berada di Raja Ampat. Mereka berpelukan bergulingan di air, cukup lama seolah-olah sedang menuntaskan serangkaian untaian tarian laut. Selanjutnya, setelah bertelur di tempat rahasia, tukik pun menetas. Ratusan anak penyu yang dilindungi ini pun dapat kita saksikan bergerak secara alamiah menuju laut, dan tentu saja jadi obyek belajar yang menarik. Bosan dengan keindahan pulaunya, kita dapat memilih untuk terjun menyelam. Tersedia selusin lokasi penyelaman tersohor dan jika beruntung kita bisa menyaksikan ikan pari manta, salah satu hewan yang menjadi kekhasan bawah laut Sangalaki. Ubur-ubur tak bersengat Tak lengkap rasanya bila tak merasakan atraksi menarik lainnya di kepulauan Derawan. Berenang bersama ubur-ubur di pulau Kakaban! Ubur-ubur di pulau ini telah berevolusi sehingga tidak beracun. Informasi menarik ini jelas membuat kami jadi tak sabaran tentunya, apalagi Kakaban berada hanya di sebelah Sangalaki. Begitu speedboat tiba di jetty, kami bergegas menaiki dan berjalan langsung menuju jantung danau air payau Kakaban. Namun tiba-tiba terdengar suara agak keras. “Stop Mas! Fin-nya ditinggal di sini saja,” pinta sang penjaga pulau. “Kesian nanti ubur-uburnya mati terhantam fin.” Memang, untuk menjaga kelestarian populasi ubur-ubur Kakaban, para pengunjung dilarang berenang menggunakan fin. Bahkan, kita tidak diperbolehkan melompat tiba-tiba ke tengah danau, apalagi mengangkat ubur-ubur ke atas permukaan air. Hantaman keras dan dehidrasi air pastinya akan membuat makhluk ringkih itu mati. Peduli dengan kelestarian makhluk langka ini, saya pun sangat berhatihati di dalam air. Selain menghindari gerakan tiba-tiba, saya pun tidak menyentuh langsung. Berenang sembari serasa terlempar ke alam mimpi. Sensasi di danau berair hijau, dikelilingi ribuan ubur-ubur melayang pelan memang unik. Benar kata orang, saya serasa berenang di lautan cendol!
Kiri: Snorkeling di Maratua
EDISI 53/JULI 2015
69
journey
Jantung surga bawah laut Terletak paling jauh, Pulau Maratua adalah pulau yang paling menarik. Berjarak tiga jam perjalanan speedboat dari Derawan, Paradise Island berbentuk U terbalik ini memiliki hampir sebagian besar pesona pulau-pulau lainnya. Titik penyelamannya luar biasa banyak, ada 21! Pari Manta-nya Sangalaki pun ada di sini. Bahkan, jalur pantai Maratua adalah lokasi bertelur penyu hijau yang paling besar di nusantara. Selama di Maratua, karena ingin merasakan sensasi kehidupan pedesaan pinggir laut, saya memilih tinggal di homestay Desa Payung-Payung. Pengunjung sudah tampak lengang, tak seperti Derawan yang hiruk-pikuk. Biarlah, bagi saya, makin sepi makin eksotis. Minim sarana transportasi, kami menuju sisi timur pulau dengan menyewa sepeda motor. Mesin 4 tak meraung-raung menahan bobot total 160 kg. Jalanan pun bervariasi, bukan aspal mulus tentu. Dari lintasan pasir hingga jalan berbatu kapur pun kami libas. Tiga puluh lima menit, waktu yang terasa lama walau sekadar menahan sakit di pantat, terbanting oleh kerasnya shockbreaker motor yang sudah mati. Parkir di bawah pohon kelapa, kami menuju lokasi snorkeling di pinggir pantai. Pengunjung amat jarang. Hari itu kami serasa memiliki pantai pribadi. Di pantai sepanjang 1 km itu hanya ada kami di situ. Air jernih dan koral membayang. Air laut sedang hangathangatnya. Sinar mentari kekuningan di ufuk barat membayang. Puas berenang di tengah, saya merapat ke sebuah cottage yang ‘mengawang’ di atas permukaan air. Bagian dasar pantai sekitar cottage ini berupa pasir dan sangat menarik. Tak berkoral, tak berwarna, dan airnya cenderung keruh.
70
EDISI 53/JULI 2015
Entah mengapa, ikan di sini luar biasa banyak. Bukan saja ikan mungil nan imut yang suka menyelinap di koral, ikanikan besar yang pantasnya terhidang di atas piring pun ribuan jumlahnya. Beberapa jenis ikan yang familiar antara lain jackfish atau ikan bubara, dan ikan tongkol yang berseliweran kesana kemari. Berbekal sobekan roti di tangan, puluhan ikan mengitari tangan saya. Tiga puluh detik, seluruh remah roti pun habis dilahap. Pengen rasanya saya
Atas: Ubur-ubur Kakaban yang tak beracun.
EDISI 53/JULI 2015
71
journey tangkap satu atau dua, sepertinya cocok sekali untuk lauk makan malam nanti. Sayang tangan saya tak segesit gerakan ikan-ikan di laut. Ratusan ekor penyu hijau Kami kembali ke desa PayungPayung saat langit sepenuhnya gelap. Malamnya angin menggila, dermaga tempat speedboat kami merapat pun bergoyang-goyang dihantam ombak. Kami pun memilih beristirahat di homestay, mengisi semua baterai hape dan kamera. Listrik di sini hanya menyala pada malam hari. Lewat sedikit dari pukul sepuluh malam, saya sudah terlelap. Subuh hari, mendung menggantung. Saya yang sudah mengambil kamera dan tripod kecewa, batal lah rencana hunting sunrise pagi itu. Satu-satunya yang membuat saya senang, pakaian basah di jemuran samping kering semuanya. Apalagi kalau bukan berkat angin kencang malamnya. Duduk di tepi jetty kayu, mata saya tertumbuk pada ratusan titik hitam bulat di bawah air. Sinar matahari belum mampu menembus awan kelabu, saya meneruskan duduk menikmati semilir angin pagi. Tiba-tiba, saya tersadar jika titik-titik hitam itu bukanlah batu. Walau lambat dan tertutup oleh riak air, ‘batu’ itu bergerak perlahan. Saya pun terkaget-kaget, itu rupanya kawanan penyu hijau! Jumlahnya ratusan. Memang saya pernah diberi tahu jika saat subuh, biasanya ratusan penyu hijau akan datang merapat ke pantai. Tapi saya tak pernah menyangka jika kejadian itu terjadi tepat di sekitar jetty depan homestay kami. Sulit dipercaya rasanya melihat kawanan penyu dalam jumlah banyak, tersebar di kanan-kiri kami. Saya pun berlari kembali ke dalam kamar, mengambil masker dan underwater housing kamera. Dua penyu paling pinggir saya incar dan saya ikuti.
72
EDISI 53/JULI 2015
Begitu tinggal berjarak 6 meter, saya pun terjun ke air. Saya berenang mendekat, menghampiri hati-hati. Tinggal sedikit lagi sejangkauan tangan, senter saya hidupkan. Mereka langsung berhamburan, kabur. Sekali mengibaskan sirip, penyu bisa melesat tiga meteran. Saya tak mampu mengejar. Kali pertama terjun ke dalam air itu posisi terdekat saya dengan mereka. Pada puluhan kesempatan lain, jangankan mendekat atau menghidupkan senter, baru terjun ke air pun mereka sudah parno dan berenang menghindar. Mungkin karena sinar mentari sudah membias ke dalam air, sehingga kehadiran saya begitu jelas dan mengganggu kenyamanan mereka. Mungkin pula mereka pernah mempunyai pengalaman buruk dengan manusia, ah entahlah. Yang jelas, menyaksikan konvoi ratusan penyu di dasar air dangkal adalah pengalaman mengunjungi kepulauan Derawan yang paling berkesan bagi saya.
Bawah: Snorkeling di Maratua.
Tips Kepulauan Derawan dapat ditempuh dengan mengambil perjalanan udara ke Tanjung Redeb atau Tarakan. Jika melewati Tanjung Redeb, perjalanan dilanjutkan dengan berkendara mobil selama dua jam menuju Tanjung Batu. Pulau Derawan hanya seperempat jam perjalanan speedboat dari situ. Jika memilih jalur Tarakan, perjalanan langsung disambung dengan speedboat selama 4 - 5 jam. Tidak memerlukan peralatan khusus untuk dibawa, snorkel set dapat disewa di tempat. Namun lokasi penyewaan yang ada hanya tersedia di Derawan, menjadikan pulau dengan fasilitas terlengkap ini adalah pulau wajib pertama yang harus dikunjungi sebelum melakukan island hopping. Jangan lupa bawa makanan ringan karena tidak banyak penjual makanan di sini. Lotion sunblock wajib digunakan untuk menahan panasnya matahari Kalimantan. Tentu saja kamera underwater juga disarankan dibawa untuk mengabadikan keindahan bawah lautnya.
NAM AIR Edisi 19/ Tahun II/ Juli 2015
ART & CULTURE
Sinden, Antara Tradisi dan Modernisasi
SNAPSHOT
Ciletuh Geopark
EDISI 53/JULI 2015
73
SNAPSHOT
Ciletuh Geopark
Atas-bawah: Lebih dari 9 air terjun yang ditemukan dan mudah diakses ada di kawasan tersebut. Dalam bahasa lokal curug berarti air terjun. Tiga buah curug berada dalam aliran sungai Ciletuh yaitu Curug Awang yang terkenal, Curug Tengah dan Curug Puncak Manik. Masingmasing memiliki karakter dan pemandangan tersendiri; Ciletuh, 120 juta tahun lalu berasal dari jalur gunung berapi bawah laut yang naik ke permukaan karena pergerakan lempeng bumi dan kemudian mengalami reruntuhan tektonik sehingga membentuk sebuah kawasan.
Meskipun termasuk daerah yang susah diakses karena infrastukturnya belum memadai, Ciletuh Geopark memiliki magnet tersendiri bagi mereka yang menyukai perjalanan penuh tantangan. Kawasan Ciletuh memang tepat disebut sebagai taman bumi (geopark), baik dari sejarahnya maupun kenyataan saat ini. Ciletuh berada dalam sebuah kawasan yang pada dasarnya memadukan tiga keragaman alam, yaitu dari sisi geologi, nilai ilmiah, serta konservasi. Tidak semua objek wisata di kawasan Ciletuh berada di daratan. Gugusan pulau-pulau kecil dan deretan bebatuan volkanik bawah laut yang terangkat ke permukaan di sepanjang teluk Pelabuhan Ratu adalah tambahan bonus sehingga perjalanan menjadi komplit. Ketika berdiri di sebuah dermaga, saya bahkan tidak menyadari bahwa dermaga itu dulunya adalah disebuah palung sedalam 7.000 meter. (T e k s & Fo to : F r a nsisk a K e n)
74
EDISI 53/JULI 2015
ART & culture
Sinden, Antara Tradisi dan Modernisasi T e k s : Di a n T r i a sa r i | Fo to : W i tja k W i di Cahya
Dalam sebuah pentas wayang sinden dan dalang sudah satu paket, karena keduanya saling mengisi selama pertunjukkan wayang berlangsung. Dalang memainkan wayang, sementara sinden melantunkan lagu-lagu Jawa seiring dengan gamelan yang menjadi musik utama. Sinden memiliki peran penting dalam suatu pagelaran wayang kulit atau wayang orang dalam budaya masyarakat Jawa. Sinden adalah seorang penyanyi perempuan dengan suara merdu yang melantunkan lagu-lagu Jawa dengan kostum baju kebaya dan biasanya duduk dekat dalang atau pemain musik gamelan. Menjadi seorang sinden tidaklah mudah, walaupun untuk seorang penyanyi profesional sekalipun. Diperlukan teknik khusus dan olah pernapasan yang baik agar seorang sinden dapat melantunkan lagu dengan nada-nada tinggi sesuai kebutuhan. Di beberapa daerah bahkan mensyaratkan beberapa hal sebelum seorang perempuan bisa menjadi sinden. Seperti pada budaya Sunda, Jawa Barat, seorang sinden tidak hanya harus bersuara merdu dan cantik, tetapi harus memiliki dua aspek yaitu aspek dasar dan penunjang. Untuk aspek penunjang sering kali dikaitkan dengan
Atas: Tokoh sinden sedang berlakon.
EDISI 53/JULI 2015
75
ART & culture
penggunaan kekuatan supranatural. Hal ini masih dipercaya oleh beberapa masyarakat yang memegang teguh adat istiadat lokal. Tidak hanya di Tanah Sunda, di Sendang Made Kemacatan Kudu, Jombang, Jawa Timur, memiliki tradisi Kumkum atau wisuda sinden, yang dijadikan ritual tahunan dengan tujuan meningkatkan kualitas para sinden dan menjadi daya tarik pariwisata lokal. Ritual Kumkum Sinden, merupakan salah satu budaya khas Jombang yang telah berlangsung sejak 2008 yang menelurkan penerus sinden-sinden muda yang beberapa masih dibangku SD dan SMP, yang dilanjutkan doa sedekah desa.
76
EDISI 53/JULI 2015
Di zaman modernisasi sekarang, agak lebih mudah bagi seseorang untuk dapat menjadi pesinden. Tidak perlu harus berpuasa, atau melakukan ritual kumkum, bahkan hingga ke paranormal. Pesinden sekarang lebih dituntut memiliki talenta dan berusaha keras untuk mempelajari seluk beluk menjadi pesinden. Bahkan kini menjadi profesi sinden dapat ditekuni oleh siapapun hanya dengan mempelajarinya secara formal atau informal. Pementasan Sinden Republik Pertunjukkan kesenian tradisional termasuk menjadi seorang sinden sekarang bisa dijadikan sebuah pekerjaan tetap yang cukup menghasilkan. Terlebih kini
Ritual Kumkum Sinden, merupakan salah satu budaya khas Jombang yang telah berlangsung sejak 2008 yang menelurkan penerus sinden-sinden muda
jumlah sinden semakin menyusut. Melihat semakin tergerusnya budaya lokal oleh maraknya pengaruh modernisasi, sekelompok seniman didukung Djarum Apresiasi Bangsa menggelar pementasan Sinden Republik di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Program ini digelar agar akar budaya nusantara tetap terjaga dan digemari
oleh berbagai kalangan terlebih generasi muda Indonesia. Pementasan Sinden Republik menghadirkan para penyanyi perempuan berbasis tradisi yang memainkan suatu lakon dengan gaya musikal masing-masing. Serta pemain lainnya dari kalangan seniman Indonesia yang menampilkan kemampuannya berakting di atas panggung dan memainkan drama kesenian Jawa yang dikemas khusus. Sinden Republik mengisahkan obsesi Sinden Sepuh yang ingin menemukan seorang sinden yang konon kabarnya memiliki rajah dipunggungnya. Pagelaran ini disutradarai oleh Sujiwo
Kiri-kanan: Pementasan sinden republik yang disutradarai Sujiwo Tejo; Pemeran sinden muda yang pintar menyinden dan berakting.
Tejo, seniman senior di Indonesia. Menurutnya, Sinden Sepuh tidak hanya merefleksikan persoalan dunia sinden, tetapi juga merefleksikan bermacam persoalan hari ini. Rajah dipunggung sinden itulah, kunci yang harus ditafsirkan, dibedah dan dimaknai kembali, agar relevan dengan kondisi sosial politik yang sedang berlangsung, yaitu merupakan jejak sejarah yang ditorehkan para pemimpin bangsa. Saat mencari sinden itulah, perlahan-lahan banyak hal terungkap dan terbuka, menyangkut sejarah yang selama ini ditutup-tutupi. Perjalanan mencari sinden itu menjadi perjalanan menelusuri sejarah para tokohnya, yang kemudian mengetahui masa lalunya. Dalam lakon ini, Sujiwo Tejo yang juga dalang ini membuat pagelaran menjadi menarik dari ide-ide uniknya yang berani melawan pakem atau hal-hal yan selama ini dianggap sebagai kebenaran umum. Dengan kata lain, ia selalu mencoba keluar dari apa yang dianggap lumrah, dan melihat segala hal tidak sekedar hitam putih, tapi membuka pemikiran penonton untuk out of the box. Inilah yang menjadi daya pikat utama, dimana dirinya mencoba merefleksikan persoalan aktual dalam bentuk pertunjukan bergaya musikal.
EDISI 53/JULI 2015
77
SOUVENIR
Mainan Kampung Zaman Dulu T e k s & Fo to : Di a n T r i a sa r i
Di tengah zaman modern ini, sejumlah mainan tradisional zaman dulu pun masih dapat ditemukan. Beberapa mainan tradisional ini antara lain bisa ditemukan di Kampung Betawi Setu Babakan di Jagakarsa, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Di Kampung Betawi Setu Babakan kita dapat menemukan kehidupan kelompok masyarakat Betawi yang terpinggirkan dan tergusur akibat pembangunan kota. Mereka hingga kini masih mempertahankan budaya asli Betawi. Berbagai pertunjukkan kesenian lokal dan produk kerajinan yang dikerjakan sendiri oleh warga setempat juga dihadirkan dalam komplek Kampung Betawi Setu Babakan. Berbagai mainan sederhana zaman dulu pun masih bisa ditemukan di perkampungan ini. Keberadaan mainan-mainan itu, bagi sejumlah orang tua bisa menjadi barang nostalgia untuk mengenang
masa lalu. Di sana antara lain dapat ditemui mainan perahu kecil klotok yang terbuat dari seng tipis bekas pakai. Perahu tersebut berjalan di atas air memakai tenaga api dari sumbu yang dicelupkan ke dalam minyak goreng. Lalu ada mainan lainnya yang terbuat dari sendal jepit bekas atau karet gabus yang diwarnai ulang dan dibentuk menjadi kereta-keretaan. Ada pula topeng berbentuk wajah singa atau harimau yang terbuat dari kertas karton tebal juga dapat menjadi hiasan dinding yang unik, terlebih rupanya yang akan disenangi oleh anak-anak. Satu lagi bagi orang tua, bisa membeli kain batik khas Betawi dengan motif Ondel-ondel atau motif lainnya. Semua benda yang dijual di Kampung Betawi terlihat sangat sederhana. Keberadaannya memiliki sejarah panjang. Semua produk kerajinan yang dijual terbilang murah karena produknya dibuat sendiri oleh si penjual. Keramaian Kampung Betawi Setu Babakan terlihat ketika akhir pekan tiba, yaitu hari Sabtu dan Minggu. Selain ada aneka produk sunevir, kita pun bisa berjalan-jalan mengeksplor sudutsudut kampung dengan berjalan kaki. Kita jug bisa mencoba beberapa atraksi wisata yang ditawarkan hinga mencicipi ragam kuliner lezat seperti Soto Betawi, Rujak Bebek, Es Goyang, Bir Pletok, Dodol Betawi, Arum Manis, Kerak Telor hingga Gulali.
Searah jarum jam dari kiri: Mainan perahu sederhana yang dapat berjalan dalam air; Topeng mainan anak-anak yang sudah langka; Mainan dari bahan dasar karet gabus yang dibuat menarik; Pengrajin mainan anak yang langsung berjualan di Kampung Betawi Setu Babakan.
78
EDISI 53/JULI 2015
EDISI 53/JULI 2015
79
HISTORIA
80
EDISI 53/JULI 2015
EDISI 53/JULI 2015
81
HISTORIA
82
EDISI 53/JULI 2015
EDISI 53/JULI 2015
83
History of NAM AIR NAM Air resmi diperkenalkan kepada publik pada 26 September 2013. Maskapai ini merupakan bagian dari Sriwijaya Air Group. Pada prinsipnya tidak banyak perbedaan antara Sriwijaya Air dan NAM Air. Dari segi penggunaan warna atau color identity, NAM Air masih menggunakan kombinasi warna yang serupa dengan Sriwijaya Air. Diilhami oleh color identity Sriwijaya Air, NAM Air menggunakan warna yang sama yaitu merah, putih dan biru. Maknanya adalah menandakan keberanian, kejujuran dan simbolisasi keberadaan NAM Air yang selalu mengudara di angkasa. NAM Air mengusung visi menjadi airlines pilihan utama pelanggan. Visi ini merupakan tantangan dari seluruh manajemen dan karyawan NAM Air untuk memberikan pelayanan yang terbaik, sehingga dapat mencuri perhatian masyarakat dan pelanggan untuk selalu ingat dan memilih NAM Air sebagai satu-satunya maskapai yang dapat dipercaya dan diminati pelayanannya. Sementara itu, dua misi yang diembannya adalah Merajut Negara Kepulauan, serta Melayani, Mengabdi dan Berbagi. Misi pertama tentu menjadi kebanggaan NAM Air bila suatu saat nanti, keberadaannya dapat melayani pelanggannya di seluruh kepulauan ini. Jangkauan antar pulau ditempuh dengan mudah dan singkat. Sedangkan melayani adalah prinsip
kerja yang dimiliki untuk memberikan pelayanan terbaiknya, dimulai dari antar karyawan hingga kepada pelanggannya. Makna mengabdi pun demikian sifatnya, yaitu pengabdian kepada perusahaan secara khusus, dan negara pada umumnya. Dan Berbagi menjadi kunci terakhir untuk selalu ingat berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan. Terbang Perdana pada 10 11 12 13 NAM Air memulai penerbangan perdana atau Inaugural Flight dari Jakarta menuju Pangkalpinang dengan menggunakan pesawat Boeing 737500, pada pukul 10.00 WIB, tanggal 11 Desember 2013 (10 11 12 13). Penerbangan perdana ini sekaligus memperkenalkan NAM Air kepada para pengguna jasa penerbangan Indonesia, baik yang ada di Pangkalpinang dan di seluruh wilayah Indonesia. Hadirnya NAM Air, akan menjadi pilihan lain bagi pengguna jasa penerbangan yang akan bepergian ke wilayah Indonesia yang diterbangi oleh NAM Air. “NAM Air hadir untuk menjadi feeder atau pengumpan bagi Sriwijaya Air, yang saat ini telah melayani penerbangan dari Sabang hingga Merauke. Bila rute penerbangan Sriwijaya Air melayani antar ibukota propinsi di seluruh Indonesia maka NAM Air akan melayani rute lanjutan menuju ke wilayah di tingkat kotamadya atau kabupaten,” ujar Direktur Utama NAM Air Jefferson Jauwena. NAM Air memulai penerbangan reguler pertama pada 19 Desember 2013
Boeing 737-500 NAM Air di bandara Depati Amir, Pangkalpinang.
84
EDISI 53/JULI 2015
dengan menggunakan dua pesawat B737-500. Adapun rute pertama yang diterbangi yakni dari Jakarta – Pontianak PP, Jogjakarta – Pontianak PP. Pesawat kedua direncanakan untuk menerbangi rute Palu – Luwuk PP, Surabaya – Palu PP, Surabaya – Pangkalanbun PP dan Semarang – Pangkalanbun PP. Maskapai yang merupakan sister company Sriwijaya Air ini menerima Sertifikat Operator Penerbangan atau Air Operator Certificate (AOC) 121-058 tertanggal 29 November 2013 dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Dalam kategori bisnisnya, NAM Air berada pada kategori Medium Service, sama halnya posisi yang diterapkan oleh Sriwijaya Air. Kesamaan kategori pelayanan inilah menjadi aset yang kuat untuk memberikan pelayanan kepada pelanggan, baik pelanggan Sriwijaya Air maupun NAM Air tanpa perbedaan hitungan harga tiket dan pelayanannya. Dengan kesamaan posisi ini maka segala bentuk pelayanan pelanggan sama persis antara Sriwijaya Air dengan NAM Air.
EDISI 53/JULI 2015
85
LUBUKLINGGAU
FLEET
Boeing 737-500
OFFICE
Jl. Gunung Sahari Raya No. 13 Blok B8 10, Jakarta Utara, 14420 Telp: +62 6471 7999
Seluruh kantor Sriwijaya Air juga merupakan kantor perwakilan NAM Air
86
EDISI 53/JULI 2015
EDISI 53/JULI 2015
87
TRAVELER STORY
Terpikat Pesona Papandayan T e k s & Fo to : Ph i l c o A . A r i tona ng
TRAVELER STORY Sinar matahari pagi mengiringi kami menuju gunung di Tenggara Bandung ini. Teriknya tidak menyurutkan semangat saya dan teman-teman menuju puncaknya yang memiliki ketinggian sekitar 2.665mdpl. “Sabaraha pangaosna?” ujar salah satu teman saya, Hidayat. Ia merupakan ‘senjata’ kami untuk tawar menawar saat belanja perbekalan di pasar tradisional di Cisurupan, desa terakhir sebelum menuju ke Gunung Papandayan. Selepas berbelanja kami melanjutkan perjalanan dan menyempatkan berhenti untuk sarapan bubur yang cukup sedap di pinggiran jalan. Saya juga menyempatkan untuk mengabadikan lanskap sekitar yang asri, hijau dan segar di pelupuk mata. Sesampainya di kaki Gunung Papandayan, saya dan teman-teman menurunkan perlengkapan camping dan perbekalan dari kendaraan. Ya, hari itu kami ingin mendaki dan menginap semalam di Papandayan. Mengawali pendakian, langkah kaki kami masih bergerak lincah dan teratur. Tak terasa, langkah pun membawa kami ke dekat kawah yang selalu menyeburkan asap belerang nan pekat. Asap berbau menyengat dan membuat mata pedih. Saya pun segera memakai balaclava yang memang sudah saya siapkan sebelumnya. Selepas menerjang pinggiran kawah, kami memutuskan beristirahat di area pepohonan. Dari sana, kami melihat dan mengamati jalur perjalanan yang tersisa menuju area camping di Pondok Saladah. Jalurnya masih menanjak. Sederetan pendaki yang sudah terlebih dahulu terlihat berjalan beriringan di jalur itu. Kami pun segera melanjutkan perjalanan. Sengaja kami berjalan tak terlalu cepat. Jalur pendakian berikutnya dinaungi dan dipagari pepohonan. Terik matahari pun tak
90
EDISI 53/JULI 2015
menyangat langsung ke kulit. Trek yang kami lewati berupa tanah basah dan terkadang licin. Di ujung turunan terdapat sungai kecil yang harus kami lewati. Kami berhenti sejenak sembari meneguk air mineral untuk melepaskan dahaga kami.Selanjutnya, kami pun melanjutkan perjalanan dan kembali mendaki tanjakan yang rada terjal. Sempat terpish dengan teman karena mengambil jalur yang berbeda, akhirnya kami pun sampai di Blok Pondok Saladah. Waktu menunjukkan pukul 14.00, dan kami segera membangun tenda untuk istirahat, kemudian membuat santapan makan siang. “Wah, panorama depan kita oke banget, bro!” ucap Hidayat. Kendati letih, saya dan teman-teman lain puas dengan pemandangan yang tersedia langsung di depan tenda kami, seperti Gunung Cikuray yang diselimuti kabut tipis, serta kawah-kawah belerang yang sempat menyambut kami dengan asap pekatnya. Semakin ramai Matahari sudah mulai terbenam, saya dan Hidayat menjelajahi sekitar Pondok Saladah sembari mencari persediaan kayu bakar untuk api unggun di malam hari. Di beberapa titik pencarian kami, kami menemukan banyak jejak babi hutan. Dari jejak yang ditinggalkan, sepertinya babi hutan di sini berukuran jumbo. Untungnya, hingga pagi berikutnya, kami tak bertemu dengan mereka. Malam menjelang, Hidayat mulai menyalakan api unggun untuk menghangatkan suasana sekitar
Kaki Gunung Papandayan yang terik.
tenda. Sambil menyeruput kopi panas, saya tidak lupa untuk mengambil foto pemandangan malam hari Papandayan. Suasana malam di Pondok Saladah mendadak ramai karena banyak pendaki baru sampai puncak sekitar jam 11 malam. “Wah, kita bangun tenda di sini saja, aku capek sekali nih, lagian viewnya oke,” kata salah satu anggota dari grup terdekat dari tenda kami yang baru pertama kalinya mendaki gunung. Kami pun kemudian saling berbagi cerita dan pengalaman, hingga akhirnya masingmasing dari kami mengantuk dan berpamitan untuk istirahat. Tak terasa, pagi mulai memanggil. Saya dan Hidayat menyiapkan tripod serta
kamera kami untuk menangkap keindahan sunrise di Pondok Saladah. Di tengah keramaian Pondok Saladah kami berusaha mencari spot terbaik untuk pengambilan gambar. Saat matahari menyingsing, awan tipis terlihat eloknya melapisi Gunung Cikuray di sisi tenggara kami. Kawah Papandayan juga masih setia mengebulkan asapnya.
Malam hari di Pondok Saladah.
Ketika matahari mulai meninggi, kami pun bergegas membuat sarapan. Sambil menyantap nasi, telor dadar, sup, dan mie, berbagi tawa dan canda. Ketika hari mulai semakin siang, kamipun memutuskan turun gunung. Tiada kata yang terucap selain bersyukur karena kami semua diberi kesempatan untuk menikmati alam pegunungan, dan pulang dengan selamat tanpa kekurangan suatu apapun. Gunung dan kawah Papandayan memang eksotis. Keberadaannya sudah pasti harus dijaga dan dilestarikan. Till we meet again, Mount Papandayan!
EDISI 53/JULI 2015
91
FOOTNOTE
Memulihkan Rasa Kecewa
Sebagai manusia wajar bila kita berharap akan sesuatu dalam kehidupan. Harapan akan cinta, pekerjaan atau hal-hal konkrit lain seperti tempat tinggal, kendaraan, gadget dan lain sebagainya. Permasalahannya adalah ketika harapan yang sudah hampir didapat itu lepas dari genggaman. Kondisinya akan menyakitkan jika kita berharap banyak namun justru hasilnya berlawanan. Permasalahan dalam kehidupan bisa jadi terkait harapan yang tidak tercapai. Misalnya dalam hal mencari pekerjaan. Kita mungkin berharap dapat bekerja di perusahaan ternama. Ketika berhasil melewati beberapa tahap uji penerimaan karyawan, tentu harapan dapat lolos pada tahap akhir uji penerimaan karyawan juga semakin besar. Dan mungkin, sangatlah besar. Permasalahan mungkin akan timbul ketika kenyataan berkata lain. Jika ini terjadi, kita tentu akan merasa sangat kecewa. Rasa ini pun akan mengurangi energi (chi), sehingga keseimbangan energi pada tubuh kita akan terganggu. Bagaimana solusinya?
Akan berbeda cerita jika harapan yang pupus itu menyangkut seseorang. Hubungan antarmanusia bisa terjalin baik apabila kita saling menerima satu sama lain. Wajar adanya jika kita berharap lebih dari orang lain. Hanya saja kita dihadapkan pada fakta bahwa tidak mungkin mengubah seseorang sepenuhnya. Harapan kita untuk mengubah orang lain tidak semudah mengubah diri sendiri. Satu hal yang bisa kita lakukan adalah mengubah diri kita untuk bisa menerima kondisi orang lain tersebut. Kondisi seperti itu bisa terjadi dalam keluarga, baik itu antara pasangan, saudara atau orang tua dan anak. Dalam hubungan pekerjaan juga kerap muncul harapan yang berhubungan dengan individu. Kerap muncul harapan anak buah kepada pimpinannya atau sebaliknya. Selama hasil kerja berjalan dengan baik maka tidak jadi masalah jika harapan tersebut tidak tercapai. Hasil terburuk adalah jika terjadi pemutusan hubungan kerja apabila harapan dalam hubungan kerja itu tidak tercapai. Nah, bagaimanapun situasinya, kegagalan memperoleh hal yang kita harapkan atau sangat kita harapkan adalah wajar dalam kehidupan ini. Langkah terbaik untuk menyikapinya adalah ciptakan chi dan suasana yang dapat mengeliminasi kekecewaan itu. Dalam hubungan personal, ciptakan komunikasi dua arah dan utarakan hal-hal yang kita harapkan untuk menghindari kemungkinan terburuk. Ciptakan kondisi yang dapat memulihkan kecewa. Tabunglah chi positif agar lekas pulih dari rasa kecewa.
Semua kembali kepada diri kita agar dapat menjaga kesinambungan hidup. Dalam kasus di atas, sebaiknya jangan menaruh harapan terlalu besar. Dalam hal mencari pekerjaan, kita bisa saja melakukan beberapa hal lain saat menunggu hasilnya. Buat diri kita terus berkarya dan karyakan di hal yang sama sekali berbeda. Misalnya, jika Anda adalah seorang teknisi, Anda bisa mengambil kursus memasak. Berkarya dalam hal yang baru, akan membuat kita lebih fokus. Ini adalah sesuatu hal yang berbeda dan positif. Saat kita mengerjakan hal baru tersebut maka akan timbul chi positif. Dengan kita menabung chi positif tersebut, saat harapan tidak sesuai kenyataan, kita dapat menerimanya dengan lebih ikhlas. Kemampuan menerima kenyataan yang berbeda dari harapan akan berbeda-beda bagi setiap individu. Kemampuan ini juga tak lepas dari kasus yang dihadapi. Orang akan lebih mudah menerima kenyataan jika dihadapkan pada fakta negatif yang menyangkut kebendaan atau materi. Kecuali hal-hal eksternal terjadi yang di luar kuasa kita.
92
EDISI 53/JULI 2015
Erwin Yap Edukator & Konsultan Metafisika Tiongkok, Traveler, Pemerhati Seni dan Budaya Hp: 08999099889, Twitter: @erwinyap123 www.erwinyap.com
EDISI 53/JULI 2015
93
BUSINESS
Menjaga Semangat Ramadhan
Bulan Ramadhan, atau sering kita sebut bulan puasa adalah bulan yang menyenangkan, sangat membahagiakan dan menurut saya sangat sakral. Bagaimana tidak hanya di bulan ini saya menemui orang saling bersalaman, saling hormatmenghormati, dan saat pulang tarawih sangat ceria. Saya juga merasakan kehangatan hubungan keluarga, anak, istri, mertua jadi tiba-tiba harmonis karena bulan suci yang sangat spiritual ini. Acara televisi juga berbeda selama bulan puasa, lebih banyak acara yang mendidik. Puasa, saling memaafkan, menjaga hati, membersihkan diri dari kelalaian, berkumpul dengan keluarga, ibadah bersama, menjaga ucapan adalah hal yang biasa terjadi saat bulan Ramadhan. Coba kalau setiap bulan adalah bulan yang suci, penuh hormat, dan setiap orang berusaha menjaga perilaku. Betapa indahnya dunia ini jika semua itu terjadi. Berikut ada beberapa tips dari saya agar kita semua dapat meraih lebih banyak kebahagiaan dan menjaga spirit atau semangat Ramadhan sepanjang tahun setelah bulan Ramadhan berlalu. 1. Rutinlah Berpuasa Ini adalah tiga hal yang saya tahu tentang manfaat berpuasa. Jantung lebih sehat ketika puasa. Menurut ilmu kedokteran, puasa memiliki dampak sangat baik bagi jantung. Ketika berpuasa, tubuh mengalami peningkatan HDL dan penurunan LDL yang menurut penelitian
94
EDISI 53/JULI 2015
chronobiological merupakan hal yang sehat bagi jantung dan pembuluh darah. Artinya, puasa juga mengurangi risiko penyakit jantung. Berpuasa juga membuat hati lebih bahagia. Konon selain menahan lapar dan haus, puasa juga mengharuskan kita menahan emosi seperti marah, kesal, pikiran negatif, dan sebagainya. Efeknya adalah pikiran lebih tenang, adrenalin juga tidak terpacu karena marah. Hal ini rupanya bisa mencegah penyakit pembuluh darah. 2. Saling Memaafkan Psikolog umumnya mendefinisikan ‘maaf’ sebagai tindakan sadar. Ini adalah sebuah keputusan yang disengaja untuk menghilangkan perasaan dendam dan marah terhadap seseorang. Kondisi memaafkan ini sifatnya ikhlas, tanpa ada harapan imbalan tertentu. Ketika kita memiliki sifat mudah memaafkan, kita akan merasa lebih bahagia. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang bahagia cenderung lebih mudah memaafkan. Dan sejalan dengan ini, orang yang mampu memaafkan cenderung lebih bahagia, terutama ketika mereka memaafkan seseorang yang dekat dengan mereka. Selain bahagia, orang yang memaafkan lebih bagus tekanan darah dan denyut jantungnya. Sebaliknya, jika kita merasa marah, dendam atau kesal, terjadi kondisi sebaliknya. Ketika kita mengampuni, tingkat stres akan turun. Penelitian juga menunjukkan
bahwa menyimpan dendam mungkin membahayakan sistem kekebalan tubuh, membuat kita lebih tahan terhadap penyakit. 3. Jagalah Hati Seperti syair sebuah lagu : Jagalah hati jangan kau kotori; Jagalah hati lentera hidup ini; Jagalah hati jangan kau nodai; Jagalah hati cahaya Illahi. Bila hati kian bersih; Pikiranpun akan jernih; Semangat hidup nan gigih; Prestasi mudah diraih. Jadi mari kita menjaga hati, agar lebih berprestasi, meraih cita-cita yang lebih tinggi di tengah situasi saat ini. Menjaga hati akan meningkatkan kualitas iman dan spiritualitas. Ketika macet jangan pasang musik, tapi pasang CD yang menguatkan iman Anda, audiobook yang memotivasi, dan bisa jadi lagu-lagu rohani yang menyejukkan hati. Menjaga hati bisa juga lebih lebih banyak bersedekah, yang dapat dilakukan dengan berbagai cara, bahkan yang sangat sederhana adalah tersenyum. Di tengah kesibukkan kita, sempatkan juga untuk memberikan donasi kepada panti asuhan, organisasi sosial atau urun tangan dalam kegiatan sukarela. Semoga hari bahagia terus mampir dalam kehidupan kita jauh setelah Ramadhan usai.
Tom MC Ifle Founder Top Coach Indonesia www.topcoachindonesia.com
advertorial
Belanja di Tokopedia Pakai JNE Pembeli dan Penjual Dapat Cashback Ongkos Kirim Tokopedia, sebuah online marketplace dengan pertumbuhan yang sangat pesat bergerak mengimbangi dinamika industri e-commerce di Indonesia dengan melakukan serangkaian inovasi di berbagai aspek, termasuk di sisi logistik.
“Tokopedia telah bekerjasama dengan delapan logistik besar di Indonesia, dan melihat tren yang terjadi dalam kurun waktu satu tahun terakhir, JNE cukup mendominasi sebagai logistik pilihan para penjual dan pembeli di Tokopedia. Berdasarkan fakta inilah, kami memutuskan untuk menyematkan title ‘Preferred Logistic Partner’ kepada JNE,” ujar CEO Tokopedia, William Tanuwijaya. Sebagai wujud apresiasi terhadap preferred logistic partner terpilih dan juga kepada penjual dan pembeli setianya, Tokopedia akan memberikan cashback kepada penjual dan pembeli yang memilih pengiriman menggunakan preferred logistic partner sebesar dua persen dari total ongkos kirim yang dikeluarkan oleh masing-masing pembeli dan penjual setiap bulannya di Tokopedia. “Ketentuannya juga sangat mudah. Cashback ongkir ini hanya akan diberikan kepada pembeli dan penjual yang transaksinya sudah berhasil dan nomor resi yang mereka cantumkan sudah terbukti valid. Dalam hal ini, pembeli
sudah menerima pesanan dengan baik dan tidak melakukan komplain terhadap pesanan yang dikirim oleh penjual, serta adanya update bahwa pesanan berstatus delivered oleh sistem JNE dan Tokopedia,” jelas William Tanuwijaya. Terhitung mulai tanggal 21 Juni 2015 ini, semua penjual dan pembeli di Tokopedia yang menggunakan jasa pengiriman JNE sudah dapat menikmati cashback dari transaksi selama periode bulan sebelumnya (1-31 Mei 2015). Program ini berlaku pula untuk periode selanjutnya. Abdul Rahim Tahir selaku Chief Executive Director JNE ikut menyampaikan, “Kualitas layanan terbaik selalu menjadi prioritas kami di JNE. Jadi kami sangat apresiasi atas terpilihnya JNE menjadi Preferred Logistic Partner Tokopedia. Kami akan terus berkomitmen untuk mempermudah proses transaksi konsumen di Tokopedia dan memberikan rasa aman serta nyaman bagi masyarakat dalam melakukan jual-beli online berkat kualitas layanan yang maksimal dari JNE.”
EEDDI ISSI I 5533//jJuU lL iI 22 0 1 5
95
EVENTS
Grand Opening Aston Semarang Setelah soft opening pada bulan September 2014, Aston Semarang Hotel & Convention Center resmi melakukan grand opening pada tanggal 12 Juni 2015. Hotel baru dari grup Aston ini memiliki 157 kamar yang terbagi dalam lima tipe, yaitu Superior, Deluxe, Junior Suite, Executive Suite, dan Penthouse. Aston Semarang Hotel & Convention Center juga didukung fasilitas lengkap seperti 9 ruang rapat dan ballroom berkapasitas 900 orang, Jade Café & Resto, Mezzanine Lounge & Bar, kolam renang, fitness center, dan spa.
Grand Opening Zest Hotel Surabaya Di Surabaya, Swiss-Belhotel International meresmikan hotel barunya Zest Hotel pada 6 Juni 2015. Budget hotel baru ini berlokasi di Jemursari di Surabaya. Terletak di lokasi strategis di Jl Raya Prapen, hotel bintang dua bertaraf international ini menyediakan 130 Zestroom dan Suites. Zest Hotel Jemursari merupakan properti Zest kedua setelah pembukaan hotel Zest pertama di Bogor pada Maret 2015 lalu. Zest Hotel Jemursari memiliki suasana kontemporer dan trendi yang berpadu dengan filosofi Swiss-Belhotel, passion and professionalism. Hotel ini memiliki fasilitas diantaranya Citrus Café, tiga ruang pertemuan dan akses WiFi Internet di dalam kamar dan area umum.
96
EDISI 53/JULI 2015
FJGS 2015 Hadirkan UKM Berkualitas Asosiasi Pengelola Pusat Belanja (APPBI) DPD DKI Jakarta beserta berbagai asosiasi terkait kembali menggelar program tahunan Festival Jakarta Great Sale (FJGS). Digelar selama 1,5 bulan mulai 6 Juni – 12 Juli 2015, FJGS tahun ini mengambil tema Jakarta Smart City, Smart Shopping. FJGS digelar setiap tahun sekaligus untuk memeriahkan HUT DKI Jakarta. ”Kesuksesan FJGS tidak terlepas dari berbagai rangkaian program acara yang terangkum di dalamnya. Setiap tahun, kami berusaha untuk menghadirkan highlight yang berbeda dalam setiap FJGS untuk mencapai tujuan menjadikan Jakarta sebagai kota belanja dan menjadi Shopping Icon. FJGS 2015 tahun ini hadir dengan menghadirkan Usaha Kecil Menengah (UKM) berkualitas disamping berbagai program belanja menarik serta deretan pesta diskon di pusat belanja yang berpartisipasi,” jelas Ellen Hidayat, Ketua APPBI DPD DKI Jakarta sekaligus Ketua Pelaksana FJGS 2015. Opening Ceremony FJGS 2015 diselenggarakan pada 6 Juni 2015 di Baywalk Mal Pluit dan dibuka langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Tahun ini, penyelenggaraan FJGS turut dimeriahkan dengan beragam kegiatan seperti pesta diskon hingga 70%, undian berhadiah FJGS Shopper Card, Midnight Shopping, program sosial Donor Darah, serta program olahraga bertemakan fashion dan belanja yaitu Fashion Festival Run. Fashion Festival Run diikuti oleh 3.000 pelari dengan titik start dan finish di Senayan City.
Dok. Istimewa
Masih dalam rangkaian grand opening, Aston Hotel & Convention Center Semarang menyelenggarakan Astonetworking Fun Bike Rally 2015 pada Minggu, 14 Juni 2015. Acara ini digelar selain untuk memperkenalkan Aston Semarang sebagai brand hotel bintang empat pertama di Semarang yang dioperasikan oleh Archipelago International, juga ingin mengajak relasi dan para komunitas sepeda ikut memeriahkan Car Free Day yang menjadi kegiatan rutin warga Semarang.
Swiss-Belhotel Executive Card Hotel Ciputra Cibubur menggelar acara corporate gathering sekaligus peluncuran kartu keaggotaan Swiss-Belhotel Executive Card. Acara ini diselenggarakan pada 3 Juni 2015 di Victory Ballroom Hotel Ciputra Cibubur. Corporate Gathering dan Swiss-Belhotel Executive Card Launching dihadiri oleh klien – klien yang sudah menjalin kerja sama dengan Hotel Ciputra Cibubur. Swiss-Belhotel Execuitve Card merupakan salah satu program loyalitas yang dimiliki Swiss-Belhotel International. Program ini memberikan sejumlah benefit bagi para anggotanya, antara lain anggota baru akan langsung mendapatkan dua voucher menginap termasuk sarapan untuk 2 orang yang bisa digunakan langsung di Hotel Ciputra Cibubur atau di properti SwissBelhotel International lainnya.
Dok. Istimewa
Menu Baru Golden Lotus Antara 1 Juni - 31 Agustus 2015, Golden Lotus Chinese Restaurant mempersembahkan promosi makanan baru. Hidangan seafood dan daging lainnya dengan saus khas Mongolia, atau Xia He Rou Lei Cao Meng Gu Jiang dalam bahasa Mandarin. Menu ini menyajikan sayur-sayuran dengan tumisan udang, daging ayam, daging sapi, maupun daging babi, dengan saus gurih khas Mongolia. Walaupun bahan dasar dan metode masaknya bukan asli dari Mongolia, hidangan semacam ini sudah menjadi hidangan yang mendunia khususnya bagi pecinta masakan Chinese dan bisa digolongkan juga ke dalam jenis makanan eksotik.
EDISI 53/JULI 2015
97
Texan Train di Jungleland Sentul Menyambut liburan sekolah dan lebaran, Jungleland Adventure Theme Park Sentul menghadirkan wahana baru yaitu Texan Train. Wahana yang terdiri dari tiga gerbong yang bisa menampung hingga 60 orang anak-anak dan dewasa ini beroperasi mulai 12 Juni 2015. Kehadiran wahana Texan Train ini menjadi daya tarik baru bagi setiap pengunjung JungleLand Adventure Theme Park Sentul. JungleLand Adventure Theme Park sendiri menempati lahan seluas 35 hektar. Dengan hadirnya Texan Train, kini Jungleland memiliki 33 wahana seru untuk segala usia. Beberapa diantaranya merupakan wahana baru dan pertama kalinya ada di Indonesia, antara lain Boat Blaster, Air Race dan Disk’O yang merupakan wahana pemicu adrenalin.
Peresmian Amaris Hotel Tangerang Per 25 Mei 2015 Amaris Hotel Tangerang, hasil kerjasama Santika Indonesia Hotels & Resorts dan PT. Pancakarya Griyatama resmi beroperasi. Acara peresmian Amaris Hotel Tangerang dihadiri Direksi PT. Pancakarya Griyatama, Direksi PT. Grahawita Santika, Hotel Manager Amaris Hotel Tangerang, serta para tamu undangan. Peresmian Amaris Hotel Tangerang ditandai dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan Robert Yapari, Presiden Direktur PT. Pancakarya Griyatama. Tumpeng kemudian diserahkan kepada Johanes Widjaja dan diserahkan kepada Hotel Manager, Janto Prawira.
JAKARNAVAL 2015
Jakarnaval 2015 adalah kegiatan rutin setiap tahun yang sudah berlangsung ke-19 kali. Even Jakarnaval juga sebagai salah satu agenda daya tarik wisata di Jakarta. Pada puncak Jakarnaval 2015 digelar Pawai Akbar Kendaraan Hias dan atraksi dari berbagai Komunitas Seni Budaya dan Hobi. Tahun ini, Parade Jakarnaval akan mengambil rute dari Plaza Monas sisi Timur – Silang Monas Timur Laut – Jl. Medan Merdeka Utara – Jl. Medan Merdeka Barat – finish di Silang Monas Jl. Medan Merdeka Barat.
98
EDISI 53/JULI 2015
Dok. Istimewa
Jakarnaval 2015 berlangsung di Jakarta untuk merayakan HUT Jakarta ke-488. Acara ini digelar oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta pada hari Minggu, 7 Juni 2015. Kata Kepala Bidang Pengelolaan Daya Tarik Destinasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Cucu Ahmad Kurnia, Jakarnaval 2015 mengambil tema Gempita Jakarta. Tema ini merupakan bentuk apresiasi terhadap kreatifitas dari berbagai komunitas di Ibukota.
EDISI 53/JULI 2015
99
Gourmet Week di Lotte Avenue
Indonesian Inspiring Women Day 2015
Demi memenuhi keinginan para pecinta kuliner Indonesia, Lotte Shopping Avenue Jakarta menghadirkan Gourmet Week yang mengusung tema kuliner Korea. Aneka kuliner Korea ini kini mulai digemari oleh masyarakat Indonesia. Selain menyajikan ragam kuliner ringan hingga berat khas Korea, program Gourmet Week juga menghadirkan dua unit food truck dan beberapa masakan Nusantara. Kegiatan ini diharapkan dapat berlangsung setiap bulan sebagai salah satu alternatif tujuan wisata kuliner bagi warga Jakarta. (dian)
Mengangkat tema Delivering Indonesian Premium Textile For Everyone, Indonesia Inspiring Women Day 2015 terselenggara atas inisiatif untuk mempromosikan produk kain tradisional Nusantara, terutama dari wilayah Timur Indonesia. Kegiatan ini dipelopori oleh beberapa tokoh muda perempuan yang peduli terhadap pelestarian kain tradisional, khususnya kain tenun. Selain pameran kain, pada Indonesian Inspiring Women Day 2015 diadakan juga talkshow, demo padu-padan kain tradisional, demo makeup, hingga pertunjukkan hiburan. (dian)
Harris Hotel & Conventions Hadir di Bekasi
Festival Sriwijaya ke-23 Pesta Budaya Rakyat Sumatera Selatan
Tauzia Hotel Management bersama PT Summarecon Hotelindo meluncurkan Harris Hotel & Conventions Bekasi. Hotel baru ini berada menyatu dengan Mal Summarecon Bekasi. Berlokasi di are New Modern City Summarecon Bekasi yang sekaligus menjadi destinasi wisata di Bekasi, Harris Hotel & Conventions Bekasi menempati 17 lantai dan satu lantai basement. Diharapkan hotel ini dapat menjadi pilihan utama akomodasi para wisatawan dan pebisnis di Bekasi. (dian)
Memasuki tahun ke-23, Festival Sriwijaya kembali diadakan dengan mengangkat tema Nature dan Culture Tingkatkan Daya Saing Pariwisata. Dalam Pesta Rakyat Sumatera Selatan ini ditampilkan aneka kesenian budaya tradisional kuda lumping, wayang kulit Palembang, serta beberapa permainan tradisional seperti terompah panjang, gasing, panjat pinang, dan beberapa lainnya. Sajian ragam kuliner, tarian adat, hingga pawai budaya turut mengisi Festival Sriwijaya. (dian)
100
EDISI 53/JULI 2015
Dok. Istimewa
EVENTS
EDISI 53/JULI 2015
101
EVENTS
Jakarta Fashion & Food Festival 2015 Berlangsung ke-12 kalinya, Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) 2015 kembali berlangsung sukses. JFFF merupakan hasil kerjasama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta dengan Summarecon. Festival kali ini mengusung tema Transforming Indonesia into Global Taste sebagai bagian dari program Enjoy Jakarta. Tagline Discover Indonesia Through, JFFF memiliki tiga rangkaian acara, yaitu Fashion Festival, Food Festival bertemakan Pelabuhan Sunda Kelapa, dan Gading Nite Carnival yang berlangsung 13 Mei – 7 Juni 2015. JFFF sendiri membawa misi mengangkat citra, harkat dan martabat bangsa Indonesia melalui industri berbasis budaya. JFFF tidak hanya menjadi sarana memelihara kekayaan budaya Indonesia, tapi juga sebagai wadah untuk mempromosikan produk mode dan kuliner Nusantara ke dunia internasional. Event JFFF diakhiri oleh pemberian penghargaan kepada seluruh peserta melalui JFFF Awards, serta penganugerahan Fashion Icon Awards 2015. (dian)
Ramadhan Adventure Grand Galaxy Park Jakarta Mengisi waktu liburan selama bulan Ramadhan dan menyambut datangnya Hari Raya Lebaran, Grand Galaxy Park Jakarta menyajikan program acara menarik untuk para pengunjungnya berupa ‘Ramadan Adventure’. Kegiatan tersebut menghadirkan hiburan bagi anak-anak sebagai salah satu tujuan wisata yang ada di Jakarta, seperti menampilkan Real Dino (Robopark), yaitu beberapa dinosaurus buatan yang dijadikan mainan anak yang dapat dikendarai. Serta menggelar sajian hidangan lezat untuk berbuka puasa sebagai menu santap malam.
JanSport Bonfire merupakan event road show tahunan JanSport USA di beberapa negara Asia. Pada Bonfire Indonesia hadir duta-duta JanSport dari kalangan JanSport Campus Ambassador. Ditampilkan pula pentas seni yang menghadirkan beberapa produk sportif JanSport. Kegiatan ini diharapkan menjadi program tahunan yang diselenggarakan di Indonesia, sekaligus mempromosikan budaya Indonesia ke dunia internasional. (dian)
102
EDISI 53/JULI 2015
Dok. Istimewa
Indonesia JanSport Bonfire
EDISI 53/JULI 2015
103
\
OUR CUSTOMERS
Halo Sriwijaya, Terima kasih telah membuka rute Lubuklinggau – Jakarta. Sungguh ini rute bermanfaat buat saya dan keluarga. Penerbangan yang cuma sekitar satu jam itu membuat perjalanan kami dari atau ke Jakarta jauh lebih cepat. Semoga penerbangannya sukses ya. O iya, saya juga mau promosi nih tentang Lubuklinggau. Daerah saya ni nggak besar-besar amat. Masih asri lah gitu. Ada obyek wisata menarik juga. Yang terkenal antara lain Bukit Sulap, beberapa air terjun seperti air terjun Watervang, Temam, Pelegan, Curug Layang, dan Ta’li. Bagus-bagus lah obyeknya. Jadi ayo ke sini, jalan-jalan, dan liputlah daerah wisata ni untuk majalah Sriwijaya. Sip ya. Ditunggu kedatangannya. Rifky Muhammad Jalan Sejahtera Lubuklinggau Penumpang SJ9019 Lubuklinggau - Jakarta
Redaksi Sriwijaya Inflight Magazine menerima berbagai saran dan masukan. Silakan kirim surat ke alamat redaksi atau email ke: [email protected]. Jangan lupa, sertakan nama, alamat, nomor kontak, serta nomor dan tanggal penerbangan Anda.
104
EDISI 53/JULI 2015
EDISI 53/JULI 2015
105
DESTINATION CITY
AMBON [AMQ]
BALIKPAPAN [BPN]
BANDUNG [BDO] BANJARMASIN [BDJ] BATAM [BTH] BENGKULU [BKS] BERAU [BEJ] BIAK [BIK]
Pattimura
Ambon – Makassar: 1 kali / hari Ambon – Ternate: 1 kali / hari*
Sepinggan
Balikpapan – Jakarta: 3 kali / hari Balikpapan – Surabaya: 2 kali / hari Balikpapan – Palu: 1 kali / hari Balikpapan – Berau: 2 kali / hari Balikpapan – Tarakan: 3 kali / hari Balikpapan – Banjarmasin: 1 kali / hari Balikpapan – Makassar: 1 kali / hari Balikpapan – Yogyakarta: 1 kali / hari
Husein Sastranegara
Syamsudin Noor
Banjarmasin – Balikpapan: 1 kali / hari Banjarmasin – Makassar: 1 kali / hari
Hang Nadim
Batam – Jakarta: 2 kali / hari Batam – Medan: 1 kali / hari Batam – Jambi: 1 kali / hari
Fatmawati Soekarno
Bengkulu – Jakarta: 2 kali / hari
Kalimarau
Berau – Balikpapan: 2 kali / hari
Frans Kaisepo
Biak – Makassar: 1 kali / hari Biak – Jayapura: 1 kali / hari
Hangzhou – Denpasar: 1 kali / hari Ningbo – Denpasar: 1 kali / hari Nanking – Denpasar: 1 kali / hari Chengdu – Denpasar: 1 kali / hari
CINA
DENPASAR [DPS]
Ngurah Rai
Denpasar – Jakarta: 2 kali / hari Denpasar – Dili: 1 kali / hari Denpasar – Hangzhou (Cina): 1 kali / hari Denpasar – Ningbo (Cina): 1 kali / hari Denpasar – Nanking (Cina): 1 kali / hari Denpasar – Chengdu (Cina): 1 kali / hari
DILI [DIL] GORONTALO [GTO]
JAKARTA [CGK]
Presidente Nicolau Lobato
Dili – Denpasar: 1 kali / hari
Jalaluddin
Gorontalo – Manado: 1 kali / hari* Gorontalo – Makassar: 1 kali / hari
Soekarno-Hatta / Cengkareng
Jakarta – Medan: 3 kali / hari Jakarta – Batam : 2 kali / hari Jakarta – Padang: 2 kali / hari Jakarta – Jambi: 2 kali / hari Jakarta – Bengkulu: 2 kali / hari Jakarta – Palembang: 3 kali / hari Jakarta – Pangkal Pinang: 6 kali / hari Jakarta – Tanjung Karang: 6 kali / hari Jakarta – Tanjung Pandan: 4 kali / hari Jakarta – Tanjung Pinang: 1 kali / hari Jakarta – Pontianak: 5 kali / hari Jakarta – Balikpapan: 3 kali / hari Jakarta – Surabaya: 5 kali / hari Jakarta – Semarang: 3 kali / hari Jakarta – Solo: 3 kali / hari Jakarta – Yogyakarta: 2 kali / hari Jakarta – Malang: 3 kali / hari Jakarta – Denpasar: 2 kali / hari Jakarta – Makassar: 4 kali / hari Jakarta – Ternate: 1 kali / hari Jakarta – Ambon: 2 kali / hari
Sultan Thaha Syaifuddin
Jambi – Jakarta: 2 kali / hari Jambi – Batam: 1 kali / hari
Sentani
Jayapura – Biak: 1 kali / hari Jayapura – Makassar: 1 kali / hari Jayapura – Merauke: 1 kali / hari Jayapura – Timika: 1 kali / hari Jayapura – Manokwari: 1 kali / hari
KENDARI [KDI]
Haluoleo Kendari
Kendari – Makassar: 2 kali / hari
KUPANG [KOE]
El Tari
Kupang – Surabaya: 1 kali / hari
Radin Inten II
Lampung – Jakarta: 6 kali / hari
Syukuran Aminnudin
Luwuk – Makassar: 2 kali / hari*
JAMBI [DJB] JAYAPURA [DJJ]
LAMPUNG [TKG] LUWUK [LUW]
DESTINATION CITY
Sultan Hasanuddin
Makassar - Banjarmasin : 1 kali / hari Makassar – Jakarta : 4 kali / hari Makassar – Surabaya: 4 kali /hari Makassar – Palu: 1 kali / hari Makassar – Gorontalo: 1 kali / hari Makassar – Ternate: 1 kali / hari Makassar – Sorong: 2 kali / hari Makassar – Kendari: 1 kali / hari Makassar – Ambon: 1 kali / hari Makassar – Biak: 3 kali / minggu Makassar – Jayapura: 2 kali / hari Makassar – Luwuk: 2 kali / hari* Makassar – Balikpapan: 2 kali / hari Makassar – Manokwari: 1 kali / hari & 4 kali / minggu Makassar – Timika: 1 kali / hari
MALANG [MLG]
Abdul Rachman Saleh
Malang – Jakarta: 3 kali / hari
MANADO [MDC]
Sam Ratulangi
Manado – Gorontalo: 1 kali / hari* Manado – Surabaya: 1 kali / hari Manado – Ternate: 1 kali / hari
Rendani
Manokwari – Sorong: 1 kali / hari Manokwari – Makassar: 2 kali / hari Manokwari – Jayapura: 2 kali / hari
Kuala Namu
Medan – Jakarta: 3 kali / hari Medan – Padang: 1 kali / hari Medan – Batam : 1 kali / hari Medan – Penang: 1 kali / hari Medan – Ipoh: 1 kali / hari Medan – Terengganu: 1 kali / hari
Mopah
Merauke – Jayapura: 1 kali / hari Merauke – Makassar: 1 kali / hari (direct flight)
Minangkabau
Padang – Jakarta: 2 kali / hari Padang – Medan : 1 kali / hari
Sultan Mahmud Badaruddin II
Palembang – Jakarta: 3 kali / hari Palembang – Pangkal Pinang: 2 kali / hari
Mutiara
Palu – Balikpapan: 1 kali / hari Palu – Makassar: 1 kali / hari
Depati Amir
Pangkal Pinang – Jakarta: 6 kali / hari Pangkal Pinang – Palembang: 2 kali / hari Pangkal Pinang – Tanjung Pandan: 1 kali / hari
MAKASSAR [UPG]
MANOKWARI [MKW] MEDAN [KNO] MERAUKE [MKQ] PADANG [PDG] PALEMBANG [PLM] PALU [PLW] PANGKALPINANG [PGK]
Penang – Medan: 1 kali / hari Ipoh – Medan: 1 kali / hari Terengganu – Medan: 1 kali / hari
MALAYSIA PONTIANAK [PNK]
Supadio
Pontianak – Jakarta: 5 kali / hari
SEMARANG [SRG]
Ahmad Yani
Semarang – Jakarta: 3 kali / hari Semarang – Surabaya: 1 kali / hari
Domine Eduard Osok
Sorong – Makassar: 2 kali / hari Sorong – Manokwari: 1 kali / hari Sorong – Timika: 1 kali / hari
Adisumarmo
Solo – Jakarta: 3 kali / hari
Juanda
Surabaya – Jakarta: 5 kali / hari Surabaya – Yogyakarta: 1 kali / hari Surabaya – Manado: 1 kali / hari Surabaya – Makassar: 4 kali / hari Surabaya – Kupang: 1 kali / hari Surabaya – Semarang: 1 kali / hari Surabaya – Balikpapan: 2 kali / hari
TANJUNGPANDAN [TJQ]
HAS Hananjoedin
Tanjung Pandan – Jakarta: 4 kali / hari Tanjung Pandan – Pangkalpinang: 1 kali / hari
TANJUNGPINANG [TNJ]
Raja Haji Fisabilillah
Tanjung Pinang – Jakarta: 1 kali / hari
Juwata
Tarakan – Balikpapan: 2 kali / hari
Mozes Kilangin
Timika – Jayapura: 1 kali / hari Timika – Makassar: 1 kali / hari Timika – Sorong: 1 kali / hari
Sultan Babullah
Ternate – Ambon: 1 kali / hari* Ternate – Makassar: 1 kali / hari Ternate – Manado: 1 kali / hari Ternate – Jakarta: 1 kali / hari
Adisutjipto
Yogyakarta – Jakarta: 2 kali / hari Yogyakarta – Surabaya: 1 kali / hari Yogyakarta – Balikpapan: 1 kali / hari
SORONG [SOQ] SOLO [SOC]
SURABAYA [SUB]
TARAKAN [TRK] TIMIKA [TIM]
TERNATE [TTE]
YOGYAKARTA [JOG]
SAFETY & INVOCATIONS TENTANG BARANG TERLARANG Kepada seluruh penumpang Sriwijaya Air yang terhormat... Demi keamanan, keselamatan, dan kenyamanan Anda, perhatikanlah hal-hal berikut:
TENTANG BAGASI: • Mohon tidak memasukkan uang, perhiasan dan dokumen berharga, ataupun sejenisnya kedalam bagasi Anda. Kami tidak
ISLAM “Dengan nama Allah (semoga) menyertai perjalanan dan mendaratnya (pesawat ini). Sungguh, Tuhanku, benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (Q.S. Hud: 41) Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Maha Suci Allah yang menganugerahi kami kemampuan yang memanfaatkan (pesawat) ini, sedang kami sendiri (tanpa pertolongan-Nya) tidak mampu menguasainya. Sesungguhnya hanya kepada Tuhan kita, kita pasti kembali. Ya Allah, mudahkanlah perjalanan ini bagi kami dan perpendekanlah jaraknya. Ya Allah, Engkaulah teman dalam perjalanan, dan Engkau pula pelindung bagi keluarga. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesulitan perjalanan, kesuraman pandangan, serta bencana menyangkut harta dan keluarga. (Do’a Nabi Muhammad)
KATOLIK-CATHOLIC
KATEGORI BARANG-BARANG BERBAHAYA:
Dalam (demi) nama Bapa, Putera dan Roh Kudus, amin. Ya Tuhan, dahulu kala Engkau pernah menyelamatkan anak-anak Israel yang menyeberangi laut dengan kaki kering. Tiga raja budiman dari sebelah timur telah engkau tunjukkan jalan kepada-Mu dengan bimbingan bintang yang ajaib. Kami mohon kepada-Mu: Karuniakanlah kami sebuah perjalanan yang aman, dengan cuaca yang baik dan menyenangkan. Berikanlah kami bimbingan malaikatmalaikat-Mu yang kudus, termasuk kepada awak pesawat yang terbang ini, agar mereka dapat mengantarkan kami untuk mencapai tempat tujuan dengan selamat. Kami mohon juga agar keluarga yang kami tinggalkan Engkau hibur dalam rasa damai, sampai kami akhirnya boleh mendarat di tempat tujuan dengan selamat. Terpujilah nama-Mu, sekarang dan selamanya. Dalam (demi) nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus. Amin.
• Tas kantor dan sejenisnya yang menggunakan perangkat
PROTESTAN-PROTESTANT
bertanggungjawab atas kehilangan atau kerusakan terhadap barang berharga tersebut. • Mohon tidak membawa bagasi ke atas kabin lebih dari satu buah. Dimensi maksimum bagasi yang diperkenankan adalah 23 x 33 x 56 cm, berat maksimum adalah 5 kg. • Kami berhak menolak pengangkutan bagasi yang tidak sesuai dengan ketentuan diatas.
alarm di dalamnya. • Barang yang mengandung gas, baik yang mudah terbakar maupun tidak, atau beracun, seperti butana, oksigen, propana, dan aqualung. • Barang yang mengandung bahan perusak seperti asam (acid), basa (alkaline), dan baterai telepon selular yang basah. • Barang yang dapat dikategorikan sebagai perantara bakteri atau virus. • Bahan peledak, perlengkapan perang, petasan dan sejenisnya. • Cairan atau benda padat yang mudah terbakar seperti geretan, korek api, alat pemanas, dan bahan yang mudah menyalakan api. • Bahan-bahan yang mudah teroksidasi seperti bubuk pencuci dan peroksida. • Racun seperti arsenik, sianida, dan insektisida. • Barang-barang yang mengandung merkuri, magnet, dan berpotensi dapat melukai pihak lain. • Obat-obatan dan peralatan kecantikan dalam jumlah banyak seperti hair spray, parfum, dan obat-obatan yang mengandung alkohol.
Bapa Surgawi, kami mengucap syukur dan terima kasih atas rahmat dan kasih sayang-Mu yang tidak berkeputusan di dalam hidup kami. Saat ini kami panggil nama-Mu yang kudus untuk menyertai perjalanan kami. Kiranya Tuhan melindungi dengan kuasa Roh Kudus-Mu, pesawat yang kami tumpangi ini agar terhindar dari gangguan dan marabahaya. Demikian juga dengan para awak pesawat, kiranya Tuhan juga yang memimpin serta memberi kemampuan bagi mereka untuk melaksanakan tugas mereka masing-masing dengan baik, sehingga kami bisa tiba di tujuan tepat waktu dengan selamat dan dalam sukacita. Terima Kasih atas pertolongan serta kasih-Mu yang tidak berubah dari sejak dulu, sekarang, sampai selama-lamanya. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, kami naikkan doa dan permohonan kami ini. Amin.
HINDU-HINDUISM Om Shangyang Widhi Wasa yang Maha Jaya yang mengatasi segala kematian, kami memujamu. Lindungilah kami dari marabahaya. Om Shangyang Widhi Wasa, semua keuntungan, kekayaan, kepandaian adalah atas yadnya suci-Mu. Semoga tingkah laku dan pikiran kami menjadi bersih dan mencapai kebahagiaan lahir-bathin.
BUDDHA-BUDHISM Terpujilah Sang Bhagava, Yang Maha Suci, yang telah mencapai penerangan sempurna (3x). Semoga semua makhluk hidup berbahagia. Demikianlah hendaknya. (Paritta Suci)
KHONGHUCU-CONFUCIAN Kehadirat TIAN, Tuhan Yang Maha Esa, di tempat Yang Maha Tinggi. Dengan bimbingan Nabi Kong Zi, dipermuliakanlah Shang Di, Tuhan Yang Maha Kuasa. Berikanlah bimbingan kepada seluruh awak pesawat, agar mereka dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Berikanlah karunia yang terbaik, agar kami semua dapat selamat sampai tujuan dan berkumpul kembali dengan keluarga tercinta.
OUR STORY
SEJARAH
SRIWIJAYA AIR Sriwijaya Air berdiri tepat pada Hari Pahlawan, yaitu 10 November tahun 2003. Dengan bermodalkan satu armada pesawat Boeing 737-200, Sriwijaya memulai penerbangan perdananya dengan menerbangi rute Jakarta-Pangkalpinang PP, Jakarta-Palembang PP, Jakarta-Jambi PP, dan Jakarta-Pontianak PP. Para pendiri Sriwijaya Air adalah Hendry Lie, Chandra Lie, Johannes Bundjamin, dan Andy Halim. Beberapa tenaga ahli yang turut membidani kelahiran Sriwijaya Air adalah Supardi Syahrial, Capt. Kusnadi Yusuf, Capt. Adil W., Capt. Harwick L., Gabriella Sonia, Suwarsono, dan Joko Widodo. Dengan visi, kapasitas bisnis dan minat masyarakat yang semakin meningkat terhadap jasa penerbangan Sriwijaya Air, penambahan jumlah armada dan rute menjadi sebuah keniscayaan. Hingga saat ini, Sriwijaya Air mengoperasikan 38 armada pesawat untuk menerbangi 43 kota domestik maupun regional, dan ratusan pilihan jam keberangkatan. Untuk regenerasi armada pesawat dan mengantisipasi penambahan rute, Sriwijaya Air telah mendatangkan Boeing 737-800 NG. Dengan menambah rute domestik secara lebih intens, pelayanan pada rute domestik akan lebih maksimal. Keselamatan (Safety), keamanan (Security), dan pelayanan (Service) merupakan pedoman utama pelayanan Sriwijaya Air bagi seluruh penumpangnya. Sehubungan dengan itu, dalam hal perawatan dan pemeliharaan armada, Sriwijaya Air bekerjasama dengan ST Aerospace Singapore, Malaysia Airlines Systems (MAS), Garuda Maintenance Facility (GMF) dan PT. Aero Nusantara Indonesia (ANI). Kerjasama ini dimaksudkan agar para pelanggan Sriwijaya Air mendapatkan rasa aman dan kenyamanan optimal saat menggunakan jasa Sriwijaya Air. Selain itu, tenaga kerja yang dimiliki Sriwijaya Air merupakan sumber daya manusia pilihan yang terampil, ramah dan
112
EDISI 53/JULI 2015
terpercaya. Sesuai dengan moto Sriwijaya Air yaitu “Your Flying Partner”, kini Anda dapat melakukan reservasi tiket secara lebih nyaman dan mudah selama 24 jam, cukup dengan menghubungi nomor hotline 021 292 79 777 atau 0804 1 777 777. ARTI LOGO DAN WARNA Logo Sriwijaya Air: Dibaca RU-YI (Bahasa Cina), yang artinya: apa yang kita inginkan atau usahakan harus yakin bisa tercapai. Warna Putih: Seluruh karyawan Sriwijaya Air harus memiliki hati yang bersih, sebersih warna dasar armada Sriwijaya Air. Warna Biru: Sriwijaya Air berkeinginan untuk melanglang buana ke seluruh pelosok Nusantara tercinta. Warna Merah: Para pimpinan dan karyawan Sriwijaya Air harus berani dan bijak dalam menyelesaikan masalah atau mengambil keputusan. Tulisan Sriwijaya Air: Sriwijaya Air harus menjadi perusahaan yang besar dan terkenal, seperti kerajaan Sriwijaya yang namanya terukir dalam sejarah nasional dan regional. Lekukan hati di atap pesawat: Para pimpinan dan karyawan harus mempunyai rasa memiliki (sense of belonging) dan rasa cinta terhadap perusahaan.
OUR FLEET
Boeing 737-800 NG
Boeing 737-400
Boeing 737-300
Boeing 737-500 W
EDISI 53/JULI 2015
113
OFFICES HEAD OFFICE: Jl. Marsekal Suryadarma no. 1, Kawasan M1 Bandara Soekarno-Hatta, 15127 Tangerang. Telp: +62 21 559 17 777 GUNUNG SAHARI Jl. Gunung Sahari Raya, No. 13 Blok B8 - 10 Telp: +62 21 6471 7999
DISTRICT CENGKARENG:
BANDARA SOEKARNO HATTA Terminal 1B Telp: +62 21 550 7902
DISTRICT JAKARTA:
Jl. Melawai Raya No. 193, Blok M Jakarta Selatan Telp: +62 21 739 7779
BRANCH OFFICES JABODETABEK: MELAWAI Jl. Melawai Raya No. 193, Blok M Jakarta Selatan Telp: +62 21 739 777 HARMONI Jl. Suryopranoto No. 9E, Jakarta Pusat Telp: +62 21 351 9977 KELAPA GADING Jl. Boulevard Raya Blok TN 2 No.33 Kelapa Gading , Jakarta Utara Telp: +62 21 450 0097 SUNTER Kompleks Ruko Taman Nyiur Jl. Danau Sunter Utara Blok M No. 11 Telp: +62 21 650 5689 TEBET Jl. Dr. Saharjo No. 317F, Jakarta Selatan Telp: +62 21 8378 6688 TANJUNG DUREN Jl. Tanjung Duren Raya No. 1 C, Jakarta Barat Telp: +62 21 5694 3999 RAWA BOKOR CENGKARENG Ruko Taman Mahkota Mutiara Jl. Husen Sastranegara Blok A-2 No. 26 Telp: +62 21 5437 0877 UJUNG MENTENG Kompleks Rukan Ujung Menteng Jl. Raya Bekasi KM 25 Blok B No. 21 Jakarta Timur Telp: +62 21 4680 2201 BEKASI Jl. Achmad Yani Ruko Sentra Niaga Blok A6 No. 6 Telp: +62 21 8843553 CIKARANG Ruko Kuning Sentra Cikarang (CTC) Blok C No.23 Jl. Raya Cikarang, Cibarusah Telp: +62 21 8911 7537 DEPOK Jl. Margonda Raya No. 304D Telp: +62 21 777 3131 BOGOR Jl. Pajajaran No. 60D Telp: +62 251 8393 777 BSD (Serpong - Tangerang) Jl. Kompleks Ruko Villa Melati Mas Fista Blok A -1 No. 12, Serpong - Tangerang Telp: +62 21 5315 3377 DISTRICT OFFICES
SUMATERA:
BANDAR LAMPUNG Jl. Jend. Sudirman No. 5A, Tanjung Karang Telp: +62 721 268 218 BATAM Jl. Komp. Batama Blok C No. 4, Nagoya Telp: +62 778 430 077 BENGKULU Jl.R.Suprapto No.3 Telp: +62 736 341 889
114
EDISI 53/JULI 2015
JAMBI Jl. Hayam Wuruk No. 37, Jelutung Telp: +62 741 755 0138
TERNATE Jl. Pahlawan Revolusi No. 14 Telp: +62 921 31 222 99
MEDAN Jl. Gajah Mada No. 3 C-D Telp: +62 61 455 2111 PADANG Jl. Juanda No. 24 Telp: +62 751 448 8777 PALEMBANG Jl. Jend. Sudirman No. 18 A-B Telp: +62 7113 88888 Jl. Radial No. 2886 Telp: +62 711 379 888 PANGKAL PINANG Jl. Soekarno Hatta No. 227D Telp: +62 717 425 6688
KALIMANTAN:
SUNGAI LIAT Jl. Muhidin No. 143B, Bangka Telp: +62 717 92 947 KOBA Jl. By Pass No. 1, Bangka Tengah Telp: +62 718 61 716 TANJUNG PANDAN Jl. Jend. Sudirman No. 28, Pangkal Lalang Telp: +62 719 21 677 TANJUNG PINANG Jl. D.I. Panjaitan KM.9 komplek Plaza Bintan Centre Blok Mayang No.12 Telp: +62 771 442 888
JAWA: BANDUNG Ruko Gatsu Imperial Kav.6 Jln. Gatot Subroto No.230 Telp: +62 22 731 3999 MALANG Jl. Letjen S. Parman No. 59B Telp: +62 341 471 777 SEMARANG Kompleks Ruko Peterongan Plaza A-6 Jl. MT Haryono No. 719 Telp: +62 24 841 3777 SOLO Gedung Center Point Blok A-10 Jl. Slamet Riyadi No 371 Purwosari Solo Telp: +62 271 723 777 SURABAYA Jl. Kombes Polisi M. Duriyat No. 41 Kav. 8, Kedung Sari Telp: +62 31 549 1777 YOGYAKARTA Jalan Sultan Agung 54 Wirogunan Mergangsan Telp: +62 274 414 777
BALI/NUSA TENGGARA: DENPASAR Jl. Sunsetroad No. 101 Blok B, Kuta, Kab. Badung Telp: +62 361 849 6 777 KUPANG Jl. Palapa No. 19F, Oebobo Telp: +62 380 831 666 MAUMERE Bandar Udara Frans seda Telp: +62 382 242 5500 / +62 382 242 5552 WAINGAPU Bandara UMBU MEHANG KUNDA Jl. Adi Sucipto No.1 Waingapu Telp: +62387 2564 375
MALUKU: AMBON Jl. AM Sangaji No. 79 Telp: +62 911 354 498
BALIKPAPAN Jl. Marsma Iswahyudi No. 121C, RT 53 Gunung Bakaran, Kalimantan Timur Telp: +62 542 749 777 SAMARINDA Jl. Juanda No. 22 Telp: +62 541 777 9866 TARAKAN Jl. Jend. Sudirman No. 21 Telp: +62 551 337 77 BERAU Jl. Pemuda No. 50, Kalimantan Timur Telp: +62 554 202 8777 BANJARMASIN Jl. Jend. Ahmad Yani KM 3,5 No. 210C Telp: +62 511 327 2377 PONTIANAK Jl. Imam Bonjol No. 26A Telp: +62 561 768 777 SINGKAWANG Jalan Ahmad Yani No.1 Telp: +62 562 633 030
SULAWESI: GORONTALO Jl HB Jassin No 77 Kota Gorontalo Telp: +62 435 827 878 KENDARI Jl. A.Yani No.171 Wua-Wua Kendari Telp: +62 401 319 4900 LUWUK Jl.Moh hatta Ruko Permai No.10 Maahas Luwuk-Banggai +62 461 21 999 MAKASSAR Jl. Boulevard Raya No. 6-7 Panakukang Mas Telp: +62 411 424 700 MANADO Jl. Woltermonginsidi Komplek bahu mall No Blok S-18 Telp: +62 431 837 688 PALU Jl. Walter Mongonsidi No. 37 Telp: +62 451 428 777
PAPUA: BIAK Jl. Moh. Yamin no. 1 Telp: +62 981 265 77 JAYAPURA Komplek Ruko Pasifik Permai Blok A No. 2 Telp: +62 967 524 588 MANOKWARI Jl. Kota Baru No. 37 Telp: +62 986 211 777 SORONG Jl. Sam Ratulangi No. 5 Kampung Baru Telp: +62 951 322 177 TIMIKA Jl. Cendrawasih, Ruko No.6, Hotel Komoro Tame- 99910 Telp : +62 901 324 277 MERAUKE Bandara Mopah Telp: +62 971 324 477
REGIONAL:
PENANG Penang International Airport, Malaysia Telp: +604 64466384 DILI Timor Plaza Unit #210 Rua Presidente Nicolau Lobato Comoro Telp: + 670 3311 355
Edisi 53 / Juli 2015
DESTINATION Tanah Datar INSPIRING PEOPLE Rama Widi INSIDE SRIWIJAYA Sriwijaya Air Tandatangani Kerjasama Pembelian Boeing 737-900 ER
Edisi 53 / Juli 2015
J OUR N E Y
MARATUA