Data Loading...

24 April Flipbook PDF

24 April


129 Views
50 Downloads
FLIP PDF 17.12MB

DOWNLOAD FLIP

REPORT DMCA

Tgl. Tgl. 01 01 02 02 03 03 04 04 05 05 06 06 07 07 08 08 09 09 10 10 11 11 12 12 13 13 14 14 15 15 16 16 17 17 18 18 19 19 20 20 21 21 22 22 23 23 24 24 25 25 26 26 27 27 28 28 29 29 30 30

Hari Hari Jum’at Jum’at Sabtu Sabtu Ahad Ahad Senin Senin Selasa Selasa Rabu Rabu Kamis Kamis Jum’at Jum’at Sabtu Sabtu Ahad Ahad Senin Senin Selasa Selasa Rabu Rabu Kamis Kamis Jum’at Jum’at Sabtu Sabtu Ahad Ahad Senin Senin Selasa Selasa Rabu Rabu Kamis Kamis Jum’at Jum’at Sabtu Sabtu Ahad Ahad Senin Senin Selasa Selasa Rabu Rabu Kamis Kamis Jum’at Jum’at Sabtu Sabtu

Masehi Masehi 24 April 24 April 25 April 25 April 26 April 26 April 27 April 27 April 28 April 28 April 29 April 29 April 30 April 30 April 1 Mei 1 Mei 2 Mei 2 Mei 3 Mei 3 Mei 4 Mei 4 Mei 5 Mei 5 Mei 6 Mei 6 Mei 7 Mei 7 Mei 8 Mei 8 Mei 9 Mei 9 Mei 10 Mei 10 Mei 11 Mei 11 Mei 12 Mei 12 Mei 13 Mei 13 Mei 14 Mei 14 Mei 15 Mei 15 Mei 16 Mei 16 Mei 17 Mei 17 Mei 18 Mei 18 Mei 19 Mei 19 Mei 20 Mei 20 Mei 21 Mei 21 Mei 22 Mei 22 Mei 23 Mei 23 Mei

Imsak Imsak 04:10 04:10 04:10 04:10 04:10 04:10 04:09 04:09 04:09 04:09 04:09 04:09 04:09 04:09 04:08 04:08 04:08 04:08 04:08 04:08 04:08 04:08 04:07 04:07 04:07 04:07 04:07 04:07 04:07 04:07 04:07 04:07 04:07 04:07 04:06 04:06 04:06 04:06 04:06 04:06 04:06 04:06 04:06 04:06 04:06 04:06 04:06 04:06 04:06 04:06 04:05 04:05 04:05 04:05 04:05 04:05 04:05 04:05 04:05 04:05

Shubuh Shubuh 04:20 04:20 04:20 04:20 04:20 04:20 04:19 04:19 04:19 04:19 04:19 04:19 04:19 04:19 04:18 04:18 04:18 04:18 04:18 04:18 04:18 04:18 04:17 04:17 04:17 04:17 04:17 04:17 04:17 04:17 04:17 04:17 04:17 04:17 04:16 04:16 04:16 04:16 04:16 04:16 04:16 04:16 04:16 04:16 04:16 04:16 04:16 04:16 04:16 04:16 04:15 04:15 04:15 04:15 04:15 04:15 04:15 04:15 04:15 04:15

Zhuhur Zhuhur 11:44 11:44 11:44 11:44 11:44 11:44 11:44 11:44 11:44 11:44 11:44 11:44 11:43 11:43 11:43 11:43 11:43 11:43 11:43 11:43 11:43 11:43 11:43 11:43 11:43 11:43 11:43 11:43 11:43 11:43 11:43 11:43 11:43 11:43 11:43 11:43 11:43 11:43 11:43 11:43 11:43 11:43 11:43 11:43 11:43 11:43 11:43 11:43 11:43 11:43 11:43 11:43 11:43 11:43 11:43 11:43 11:43 11:43 11:43 11:43

‘Ashr ‘Ashr 15:01 15:01 15:01 15:01 15:01 15:01 15:01 15:01 15:02 15:02 15:02 15:02 15:02 15:02 15:02 15:02 15:02 15:02 15:02 15:02 15:02 15:02 15:02 15:02 15:03 15:03 15:03 15:03 15:03 15:03 15:03 15:03 15:03 15:03 15:03 15:03 15:03 15:03 15:04 15:04 15:04 15:04 15:04 15:04 15:04 15:04 15:04 15:04 15:04 15:04 15:05 15:05 15:05 15:05 15:05 15:05 15:05 15:05 15:05 15:05

Maghrib Maghrib 17:46 17:46 17:46 17:46 17:46 17:46 17:45 17:45 17:45 17:45 17:45 17:45 17:45 17:45 17:45 17:45 17:45 17:45 17:45 17:45 17:45 17:45 17:44 17:44 17:44 17:44 17:44 17:44 17:44 17:44 17:44 17:44 17:44 17:44 17:44 17:44 17:44 17:44 17:44 17:44 17:44 17:44 17:44 17:44 17:44 17:44 17:44 17:44 17:44 17:44 17:44 17:44 17:44 17:44 17:44 17:44 17:45 17:45 17:45 17:45

‘Isya’ ‘Isya’ 18:56 18:56 18:56 18:56 18:56 18:56 18:56 18:56 18:56 18:56 18:56 18:56 18:56 18:56 18:56 18:56 18:56 18:56 18:56 18:56 18:56 18:56 18:56 18:56 18:56 18:56 18:56 18:56 18:56 18:56 18:56 18:56 18:56 18:56 18:56 18:56 18:56 18:56 18:57 18:57 18:57 18:57 18:57 18:57 18:57 18:57 18:57 18:57 18:57 18:57 18:57 18:57 18:58 18:58 18:58 18:58 18:58 18:58 18:58 18:58

www.suarapemredkalbar.com

Sport

4 JUMAT, 24 APRIL 2020

BEDABOL Live Event Honda Kalbar Selalu Dinantikan Netizen ISTIMEWA

KESELAMATAN - Komunitas perempuan Motor Honda, akan rolling cityi mengkampanyekan keselamatan berkendara.

PT Astra International TbkHonda (Astra Motor), kembali sukses menyelenggarakan Bersama Dalam Obrolan Online (BEDABOL). Live

event dari Instagram @ Honda_Kalbar, yang sudah dua kali diselenggarakah di tengah wabah virus corona. Seri ke-2 Bedabol,

membahas tentang wanita. Menghadirikan guest star, @ memedaengg, BEDABOL seri II, membahas Wanita Harus Aman saat berkendara. Live

event ini akan berlangsung pada Rabu (22/4) mulai pukul 16.00 WIB. Live di IG  @Honda_Kalbar, dengan #cari_aman, #hondakalbar, #bedabol, #dirumahaja, #bersamaHonda. “Seri II semakin seru. Bersama guest star, @ memedaengg, dan dipandu oleh Marketing Promotion Astra Motor Pontianak, Prastya Agusta, banyak kalangan hawa yang mengikuti live event ini,” ujar Instruktur Safety Riding Astra Motor Pontianak, Febri. Febri mengajak pelanggan dan konsumen Honda Kalbar, para pengguna motor Honda, dan kaum hawa yang suka jalan pakai

motor, untuk terus aktif dab bergabung bersama IG @ Honda_Kalbar. “Mari bersama kami, mengisi waktu di rumah saja. Ada berbagai hadiah menarik, dan tentu saja pengetahuan tentang wanita yang suka berkendara sepeda motor,” tuturnya. S e b e l u m n y a , Honda Kalbar, sukses menyelenggarakan Bedabol @Honda_Kalbar. Live event tersebut, membahas tip merawat riding gear. BEDABOL edisi pertama, disiarkan live melalui akun Instagram @Honda_Kalbar,  Sabtu (11/4). Live event ini, bersama dua selebgram kenamaan

Kalbar, @pontigile (mak @kamilonte mon) dan (sukep).“Inti dari kegiatan tersebut, adalah membahas tentang berbagai kiat dan tips dalam membersihkan riding gear,” papar Febri. Adapun tips membersihkan enam riding gear, agar agar tetap aman terhindar dari bakteri maupun virus, terutama dalam pandemi wabah virus corona (Covid-19) adalah dengan menjaga kebersihan dan kualitas udara pada barang-barang tersebut. Honda Kalbar, sukses menggelar live event melalui Instagram. Bertajuk Bedabol atau Bersama Dalam Obrolan Online, yang disiarkan live

melalui akun Instagram @ Honda_Kalbar,  Sabtu (11/4). Live event ini, dua selebgram kenamaan Kalbar, @pontigile (mak mon) dan @kamilonte (sukep). “Inti dari kegiatan tersebut, adalah membahas tentang berbagai kiat dan tips dalam membersihkan riding gear,” kata Febri. Adapun tips membersihkan enam riding gear, agar agar tetap aman terhindar dari bakteri maupun virus, terutama dalam pandemi wabah virus corona (Covid-19) adalah dengan menjaga kebersihan dan kualitas udara pada barang-barang tersebut. (mul)

PON Ditunda Hingga Oktober 2021

M

ENTERI Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali membeberkan alasan pemilihan Oktober 2021 sebagai jadwal baru Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 Papua. Tentunya, salah satu alasan adalah adanya wabah virus corona (Covid-19). PON Papua sejatinya akan bergulir 20 Oktober-2 November 2020. Namun, muncul masukan dan saran dari sejumlah elemen stakeholder olahraga untuk menunda perhelatan tersebut. Hal itu tidak lepas dari wabah virus corona yang kian meluas di Indonesia. Pandemi COVID-19 ini pun ikut mempengaruhi persiapan PON 2020. Merespons hal itu, Presiden RI Joko Widodo bersama Menpora Zainudin Amali memutuskan untuk menunda PON 2020 ke Oktober tahun depan. Alasan bulan itu dipilih karena belum ada agenda olahraga yang akan digelar. "Bisa kita lihat kegiatan yang akan dilakukan pada tahun 2021, cukup banyak. Mulai April kita sudah ada kegiatan, Mei-Juni ada Piala Dunia U-20, Juli ada Asian School Games, kemudian ada Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo yang tadinya 2020 jadi Juli-Agustus 2021," kata Menpora. "Lalu ada Islamic Solidarity Games, ada Hari Olahraga Nasional, kemudian World Beach Games walau belum ada keputusan, ada Popnas dan Peparnas. Dengan demikian, waktu yang ada adalah Oktober, maka kami usulkan untuk pelaksanaan PON dan Peparnas di bulan itu," paparnya. Selain itu, ada Asian Youth Games, ada MotoGP Mandalika setelah SEA Games juga ada Asian Para Games. Jadi, kata Amali, waktu yang tepat adalah bulan Oktober 2021. Menpora sekaligus menjelaskan bahwa pemilihan Oktober 2021 ini juga merupakan masukan dari KONI Daerah melalui KONI Pusat, serta hampir

Disporapar Kalbar Kembangkan

seluruh Cabang Olahraga (Cabor). Gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 Papua dipastikan batal digelar sesuai jadwal. PON 2020 resmi ditunda jadi tahun depan. Awalnya, PON 2020 dijadwalkan berlangsung 20 Oktober-2 November mendatang. Tapi rencana itu harus buyar akibat pandemi virus Corona. "PON 2020 ditunda ke Oktober tahun depan. Baru saja diputuskan oleh Bapak Presiden di Ratas tentang PON," kata Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto Gatto menyatakan, akan memberikan keterangan lebih lanjut secara terperinci mengenai penundaan tersebut. PON 2020 Papua rencananya bakal mempertandingkan 37 cabang olahraga pada 20 Oktober-2 November mendatang. Persiapannnya pun sempat masih jalan terus di awal masa pandemi. Sementara itum Kemenpora segera menyiapkan rancangan anggaran olahraga pada 2021. Langkah ini guna mengantisipasi melonjaknya budget Cabor-Cabor. Tahun depan bakal menjadi tahun tersibuk buat olahraga. Itu setelah banyak event internasional yang ditunda, sementara sudah ada agenda tahun depan yang juga telah terjadwal. Tercatat ada 10 multievent olahraga internasional yang akan diikuti kontingen Merah Putih. Antara lain Olimpiade 2020 Tokyo dan Paralimpiade, Asian Indoor Martial Art Games (AIMAG) 2021, Asian Winter Games (AWG), Asian Youth Games (AYG), Islamic Solidarity Games (ISG), SEA Games (SG), ASEAN Para Games (APG), Asian School Games (ASG), dan World Beach Games (WBG). Jumlah itu belum termasuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20, dan Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua andai Presiden Joko Widodo memutuskan untuk menundanya hingga tahun depan. (cnn/ant)

Agrowisata

PONTIANAK, SP - Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Kalbar, Natalia Karyawati menyatakan, terus mengembangkan dan siap mempromosikan Agrowisata. Bidang ini, menurut Natalia, mempunyai proyeksi yang sangat bagus. “Bidang Agrowisata, tentunya sangat prospek. Kalbar, secara umum kaya akan berbagai potensi pertanian, yang bisa dikembangkan bersamasama menjadi wisata pertanian,” paparnya. Salah satu yang sangat menarik adalah Wisata Balik Kampoeng Petik Jeruk di Kalimas, Kubu Raya. Natalia menyatakan, Wisata Balek Kampoeng sebagai destinasi wisata baru di Kubu Raya dan khususnya Desa Kalimas

ini akan terus kami promosikan, baik di dalam maupun di luar daerah. “Bila terus dikembangkan, pastinya Desa Kalimas bisa menjadi daerah wisata tujuan unggulan di Kubu Raya maupun Kalbar nantinya,” kata Natalia. Natalia juga akan terus menggaungkan Wisata Balek Kampoeng kepada para kolega maupun kenalannya. Ia memang sempat pesimis dan tidak tertarik untuk datang. Tapi karena sangat menantang, ia melihat ada potensi baru dan ternyata di lapangan patut diapresiasi. “Makanya nanti saya akan mengajak kawan-kawan untuk berkunjung ke sini lagi, memetik jeruk

dan nikmati suasana alam,” papar dia. Mempromosikan destinasi wisata apalagi yang masih baru menurutnya sabagai satu cara mendorong tempat wisata tersebut berkembang. Terlebih di era media sosial, memberikan kemudahan akses pada masyarakat luar melihat tempat wisata dengan cepat. Mendorong desa menjadi desa mandiri satu di antaranya menggali potensi desa. Kemudian dikembangkan ke sektor pariwisata merupakan program dari pemerintah, satu desa satu objek wisata. “Saya sangat mengapresiasi pihak pengelola Pang 5 Group, jeli melihat potensi Desa Kalimas dengan mengembangkan agrowisata sebagai wisata unggulan di sini,” tambahnya.

Tak lupa ia berpesan agar adanya tempat wisata di Desa Kalimas dapat memberikan dampak besar bagi masyarakat. “Semoga tempat ini bisa memberikan hal baik bagi masyarakat seperti peningkatan perekonomian warga,” pesannya. Gaungkan promosi wisata Kalbar, Natalia menyatakan, bahwa Kalbar, miliki “Rimba dan Budaya”. Dan ia mengajak untuk secara bersamasama mempromosikan pariwisata Kalbar. “pemerintah ke depannya akan mempromosikan Kalbar melalui keunikan budaya yang ada dan melalui pesona alam yang mengagumkan di Kalbar dengan “Kalbar Rimba dan Budaya,” pungkasnya. (mul)

ISTIMEWA

WISATA ALAM - Wisata Balik Kampoeng Petik Jeruk di Kalimas, Kubu Raya, yang bisa menjadi destinaasi baru wisata alam di Kalbar.

Bepe Lelang Sepatu Bersejarah

Bambang Pamungkas

LEGENDA Sepakbola Indonesia, yang juga manajer Persija Jakarta, Bambang Pamungkas, melelang salah satu sepatu bersejarahnya pada program “Lelang Satu Hati Lawan Corona”, menyusul delapan pemain yang sudah melakukan hal yang sama. Sepatu yang dilelang pria yang akrab dipanggil Bepe berdasarkan data yang dilansir Persija Jakarta yang dipantau di Jakarta, Senin, adalah yang ia pakai pada pertandingan final Liga Indonesia 2001 melawan PSM Makassar. Pada pertandingan yang akhirnya membawa tim yang berjuluk Macan Kemayoran

itu juara kompetisi tertinggi di Tanah Air tersebut, Bepe mampu menyumbang dua gol dan pertandingan tersebut berakhir dengan skor 3-2. Selain itu, Bepe juga memakai sepatu tersebut pada musim 2007. Saat itu ia yang tengah kesulitan mencetak gol dapat memecahkan kebuntuan saat melawan Sriwijaya FC. “Sepatu ini terakhir saya gunakan pada 2007 saat menang melawan Sriwijaya FC 4-2 di Stadion Lebak Bulus. Sepatu ini spesial, karena saat saya buntu mencetak gol, saya gunakan sepatu ini dan setelah itu pasti berbuah gol,” Bepe.

Lelang sepatu Bepe tersebut dibuka pada harga Rp2.000.000. Kegiatan lelang diselenggarakan di Instagram Persija (@persijajkt) mulai Minggu (19/4) pukul 20.00 WIB hingga Senin pukul 19.00 WIB. Sebelum Bepe, lelang donasi juga dilakukan oleh pemain senior Ismed Sofyan. Pemain asal Aceh ini juga melelang jersey atau kostum bersejarah saat membela tim asal ibukota itu. Pemilik akun instagram @iwong83 berhak mendapatkan barang klasik tersebut milik Ismed Sofyan. Pemenang mengajukan penawaran sebesar Rp16

juta dan menjadi yang paling tinggi di sesi kali ini. Ismed Sofyan menyatakan sangat bangga sekaligus senang lelang jerseynya dapat menembus angka Rp16 juta. Ia berharap dengan nominal tersebut dapat membantu Jakarta yang tengah melawan pandemi COVID-19. “Alhamdulillah jersey saya terlelang 16 juta rupiah. Saya berharap dengan nominal tersebut dapat membantu Jakarta melawan COVID-19. Harapan saya kita semua tertib dan menaati peraturan pemerintah untuk memutus rantai penyebaran corona,” ujar Ismed Sofyan. (ant)

Landak Bengkayang

www.suarapemredkalbar.com

5 JUMAT, 24 APRIL 2020

Pemkab Minta Perusahaan Wajib Lapor Pekerja yang di-PHK BENGKAYANG, SP – Pemkab Bengkayang Bengkayang meminta seluruh perusahaan melaporkan data pemutusan hubungan kerja (PHK) dan karyawan yang dirumahkan karena dampak wabah virus corona (Covid-19). Data ini wajib dilaporkan agar para karyawan tetap memperoleh hak mereka, terutama bagi perusahaan yang merumahkan pekerja tanpa kejelasan. Pelaksanaan tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi UMKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bengkayang, Heru Pujiono mengatakan perusahaan boleh melaporkan data melalui setiap gugus tugas Covid-19 di tingkat kecamatan. “Kita sudah buat surat edaran ke perusahaan

supaya jika mereka mau mengambil tindakan atau kebijakan tertentu wajib koordinasi dengan gugus tugas di setiap kecamatan. Ketika ada kebijakan akan tetap mendapatkan akses, sehingga stakeholder bisa berperan,” ucapnya. Heru menambahkan, laporan data sangat penting agar para buruh atau karyawan yang terdampak tetap mendapatkan perhatian pemerintah, terlebih jika perusahaan lari dari tanggung jawab. Meski dalam kondisi seperti saat ini, tegasnya bukan berarti perusahaan mengabaikan kewajiban para pekerjanya. “Untuk memutuskan rantai penyebaran virus corona, bisa diputuskan saat ini wajib mengikuti protokol kesehatan,” tutupnya. (nar/jee)

Cornelis Minta Pemerintah Perhatikan Masyarakat Perbatasan LANDAK, SP – Anggota Komisi II DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Kalimantan Barat, Cornelis yang juga sebagai Tim Badan Pengawasan Perbatasan mengatakan perlu perhatian khusus dari pemerintah terkait masyarakat Indonesia yang tinggal di perbatasan antara Indonesia dan Malaysia yang terdapak virus corona (Covid-19) “Malaysia sudah lockdown, sehingga masyarakat yang tinggal di perbatasan yang berdekatan dengan Malaysia merasakan dampaknya, karenanya perlu diperhatikan pemerintah, terutama mengenai kebutuhan pangan dan pekerjaan,” katanya di Ngabang, Kabupaten Landak, Rabu (22/4). Penutupan perbatasan oleh Indonesia dan Malaysia berdampak terhadap masyarakat yang tinggal di perbatasan. Pemerintah juga diminta legislator Partai Demokrasi Indonesia Pe r j u a n g a n (PDIP) selalu

memantau aktifitas dan keadaan masyarakat di sana agar masyarakat tetap merasa aman. “Setelah pemantauan keadaan masyarakat Indonesia di sekitar perbatasan, saya berharap pemerintah langsung melaporkan hal ini ke presiden, agar masyarakat di perbatasan juga merasa terlindungi,” harap Cornelis. Cornelis juga menekankan selaku anggota Badan Anggaran di DPR RI, ia tidak ada keberatan terkait anggaran yang dipotong atau dialihkan untuk membantu penanganan wabah Covid-19. “Mari kita bersama-sama mematuhi dan mendukung pemerintah mengatasi bencana Covid-19 agar tidak banyak memakan korban,” tegas Cornelis. Cornelis juga mengingatkan tenaga medis sebagai garis terdepan penanganan Covid-19 untuk selalu berhati-hati dalam menjalankan tugasnya. “Jika ada pasien di rumah sakit, tanyakan detail penyebab pasien itu sakit, apakah pernah berpergian ke luar kota atau ke daerah zona merah, agar kalian tim medis tidak menjadi korban atau menjadi orang yang terjangkit,” tutup Cornelis. (ril/jee)

Anggota Komisi II DPR RI dari Dapil Kalbar, Cornelis

IST

WAWANCARA – Bupati Landak, Karolin Margret Natasa memberikan penjelasan saat diwawancara awak media. Selama bulan Ramadan, Pemkab Landak akan membantu memfasilitasi Tausiyah dan Tadarus Alquran secara online. Upaya ini juga didukung oleh Kemenang Kabupaten Landak.

Pemkab Fasilitasi Tausiah dan Tadarus Alquran Online Umat Islam Diimbau Ikut Anjuran Pemerintah Karolin Margret Natasa Bupati Landak

Kami akan tayangkan secara online, mungkin untuk tausiahnya, kemudian juga untuk tadarusnya, serta untuk hal lain yang mendukung ibadah, akan kami upayakan agar bisa diakses online masyarakat melalui Youtube kami dan media sosial yang lain

LANDAK, SP - Bupati Landak, Karolin Margret Natasa berkoordinasi dengan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Landak dan Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) dan Forum Komunikasi Pendidikan Agama Islam (FK PAI) terkait pelaksanaan ibadah bulan suci Ramadan di Landak. “Kami berkoordinasi dengan berbagai pihak mengenai ibadah saudara-saudara kita umat muslim. Sesuai anjuran pemerintah, umat muslim diminta beribadah di ru-

mah, sehingga tarawih dan lain-lain dilakukan di rumah,” ungkap Karolin, Rabu (22/4). Karolin mengatakan akan membantu kemudahan untuk umat Islam melaksanakan ibadah sesuai aturan pemerintah. Pemkab Landak kata dia akan memberikan Tausyiah dan Tadarus Alquran melalui media sosial milik Pemkab Landak. “Kami akan tayangkan secara online, mungkin untuk tausiahnya, kemudian juga untuk tadarusnya, serta

untuk hal lain yang mendukung ibadah, akan kami upayakan agar bisa diakses online masyarakat melalui Youtube kami dan media sosial yang lain,” terang Karolin. Karolin juga berkoordinasi dengan Satgas Pangan untuk persiapan pelaksanaan puasa Ramadan dan Idulfitri agar tidak terjadi kelangkaan bahan pokok, serta selalu mengontrol harga dan ketersedian bahan pokok. “Kami juga berkoordinasi dengan Satgas Pangan agar tidak terjadi kelangkaan bahan pokok dan mengontrol harga serta ketersedian bahan pokok,” jelas Karolin. Menurut Karolin, yang masih menjadi tantangan pihaknya saat ini mengenai ketersediaan pasokan bahan pangan di Landak karena beberapa komoditas diimpor dari provinsi luar, dan terkadang pasokannya me-

mang tidak tersedia di pasar. “Salah satunya gula dan bawang bombai. Kami berupaya maksimal untuk menstabilkan harga, sudah ada informasi dari pemerintah pusat, gula impor sudah mulai masuk, kita harap dalam waktu dekat harga gula yang hari ini mencapai Rp21 ribu bisa turun. Semoga ini bisa terkendali di bulan puasa hingga Idulfitri,” harap Karolin. Sementara itu Kepala Kemenag Kabupaten Landak, Muhlis menyebutkan Pemkab Landak telah berkomitmen untuk mendukung ibadah umat Islam sesuai anjuran pemerintah. “Ibu Bupati Landak menganjurkan kita umat Islam menggunakan media sosial atau radio di Pemkab Landak untuk menyiarkan tausiah jelang berbuka puasa. Kemudian kita live streaming tadarus Alquran setelah melaksanakan Salat

Tarawih di rumah masing-masing. Ini sangat membahagiakan bagi kita, Bupati Landak sangat mendukung kegiatan ibadah umat Islam, terutama pada Bulan Ramadan,” ucap Muhlis. Muhlis juga mengimbau umat Islam di Kabupaten Landak agar beribadah di rumah sesuai anjuran pemerintah yang tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 6 Tahun 2020 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idulfitri 1 Syawal 1441 Hijriah di Tengah Pandemi Wabah Covid-19. “Sesuai surat edaran itu kegiatan buka puasa, tarawih, tadarus, atau sahur dilaksanakan di rumah bersama keluarga. Intinya kita melaksanakan sunnah-sunnah amaliayah ramadan dengan keluarga inti di rumah agar mata rantai penyebaran Covid-19 bisa diputus,” pungkas Muhlis. (ril/jee)

Distribusikan Bantuan Makanan, APD dan Masker

Karolin Gandeng Pemuda Katolik dan GP Ansor Pemerintah Kabupaten Landak terus mendapat dukungan bantuan dari perusahaan hingga organisasi masyarakat untuk penanganan dan pencegahan virus corona (Covid-19).

K

ali ini bantuan diberikan oleh sejumlah organisasi, yakni Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Landak, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Disdikbud Landak, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah Sekolah Menengah Pertama (MKKS SMP) Landak, Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Barat, serta Tim Indonesia Peduli dan Bersatu melalui Keuskupan Pontianak. Semua bantuan diterima langsung oleh Bupati Landak, Karolin

Margret Natasa. Karolin mengatakan, semua bantuan akan didistribusikan ke masyarakat, terutama untuk mereka yang kehilangan pekerjaan akibat social distancing akibat Pandemi Covid-19. Pendistribusi bantuan salah satunya diberikan ke Pemuda Katolik Kabupaten Landak, Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Landak dan Desa Amboyo Inti. “Terima kasih kepada pihak yang telah memberikan

sumbangan, semua bantuan ini langsung kita distribusi ke masyarakat yang tidak mampu dan terdampak Covid-19. Untuk masker dan APD kita serahkan ke pelayanan kesehatan dan posko Covid-19 tingkat desa maupun kecamatan,” terang Karolin saat menyerahkan bantuan ke penerima bantuan di Posko Covid-19 Kabupaten Landak. Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Landak, Deni Supri-

anto mengatakan bantuan yang diberikan akan langsung didistribusikan ke pondok pesantren bekerja sama dengan Nahdlatul Ulama (NU) serta Fatayat dan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU). “Kita akan kerja sama dengan NU serta Fatayat dan Muslimat NU untuk membagikan bantuan dari Bupati Landak. Bantuan sembako kita akan distribusikan ke Ponpes Nurul Islam sebanyak 85 paket sembako,” ungkap Deni. Sementara itu Kepala

Desa Amboyo Inti, Sugito mengungkapkan akan segera mendistribusikan bantuan dari Bupati Landak ke masyarakat desa. Ia juga menegaskan penerima bantuan tidak dipungut biaya. “Saya mewakili masyarakat Desa Amboyo Inti berterimakasih kepada Bupati Landak yang sudah meyalurkan bantuan 304 paket sembako. Bantuan ini kita berikan sesuai arahan Bupati Landak tidak dipungut biaya atau gratis,” jelas Sugito. (ril/jee)

IST

DISTRIBUSI BANTUAN – Bupati Landak, Karolin Margret Natasa bersama pengurus GP Ansor saat menyerahkan bantuan makanan untuk didistribusikan ke masyarakat yang tidak mampu dan terdampak Covid-19.

Kubu Raya Mempawah

www.suarapemredkalbar.com

6 JUMAT, 24 APRIL 2020

Muda Ajak Perusahaan Salurkan CSR Khusus Covid-19

KUBU RAYA, SP – Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, mengajak berbagai perusahaan di Kabupaten Kubu Raya ikut berperan aktif dalam pencegahan dan penanganan virus corona (covid-19). Hal ini mengingat cukup banyak perusahaan dari berbagai bidang yang beroperasi di wilayah Kubu Raya. Menurut Muda, keterlibatan tersebut dapat dilakukan melalui penyaluran bantuan lewat program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) khusus covid-19. “Kami sudah membuat surat edaran sekaligus imbauan agar perusahaan mengeluarkan CSR-nya, khusus untuk covid-19 ini,” kata Muda di Kantor Bupati, belum lama ini. Terkait hal itu, Muda juga

meminta data dari dinas terkait tentang perusahaan-perusahaan yang berada di wilayah Kubu Raya dan sudah menyalurkan bantuan CSR khusus covid-19. Khususnya, bantuan terhadap warga di sekitar lokasi perusahaan. “Seperti pemberian sembako, disinfektan, APD, dan lain sebagainya terutama untuk warga di lingkungan perusahaan. Jadi, kita tunggu laporanlaporannya,” ujarnya. Muda menyatakan pemberian bantuan melalui program CSR adalah sebuah keharusan. Sebagai satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan di wilayah kerjanya. Terlebih menjelang tibanya bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri, yang kali ini terasa berat karena adanya wabah covid-19.

“Ya sejatinya wajib, nama CSR itu, cuma cara penyalurannya berbeda-beda. Apakah berupa sembako atau bentuk lainnya. Ini nanti akan kami minta laporan dan bukti-bukti penyalurannya,” tegasnya. Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Kubu Raya, Elfizar Edrus mengatakan, saat ini terdapat 28 perusahaan perkebunan di Kabupaten Kubu Raya. Secara umum perusahaan-perusahaan tersebut telah melaksanakan program CSR. “Namun untuk CSR khusus covid-19 ini, perusahaan mempunyai jadwal masing-masing. Ada yang sudah melaksanakannya dan ada yang masih belum,” ungkap Elfizar. Ia menambahkan, hingga kini ada belasan perusahaan perkebunan yang sudah melaksanakan CSR khusus covid.

Perusahaan-perusahaan tersebut tersebar di sejumlah kecamatan di Kubu Raya. Namun ada pula perusahaan yang pelaksanaan CSR-nya akan menyusul karena menyesuaikan dengan agenda yang telah disusun perusahaan. “CSR khusus covid-19 ini bermacam-macam kegiatanya. Ada pembagian sembako, tong air, alat- alat disinfektan, dan sebagainya. Penyaluran CRS ini akan terus berlangsung,” ucapnya. Elfizar mengatakan pihaknya terus mengingatkan perusahaan agar ikut andil dalam pencegahan dan penanganan covid-19 di Kabupaten Kubu Raya. Selain menyampaikan surat edaran bupati, juga berkomunikasi langsung dengan pihak perusahaan. “Edaran Bupati terus kita jalankan. Terutama menyosialisasikan dan terus mengingatkan pihak perusahaan untuk ikut melakukan pencegahan,” ujarnya. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kubu Raya, Norasari Arani, mengapresiasi sejumlah perusahaan yang telah menitipkan bantuan untuk masyarakat kepada dinasnya. Nora mengatakan, bantuan akan langsung diteruskan kepada warga yang terdampak pandemi covid-19. "Dalam hal ini mewakili Bapak Bupati Muda Mahendrawan, kami sangat mengapresiasi setinggi-tingginya dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas

bantuan yang telah diberikan," kata Norasari seusai penyerahan bantuan beras dari grup PT Sumatera Unggul Makmur, PT Graha Agro Nusantara, dan PT Putra Lirik Donas di kantor Dinas Koperasi Kubu Raya. Ia menjelaskan, bantuan

akan didistribukan sesuai data penduduk yang dimiliki pemerintah kabupaten. Dirinya mengungkapkan pemerintah kabupaten telah melakukan pendataan di berbagai klaster. Salah satu contohnya, UMKM yang terdampak.

“Datanya sudah masuk ke kita. Kami akan salurkan sesuai data tersebut," katanya. Ia melanjutkan, bantuan juga disalurkan kepada masyarakat secara individu dan lembaga-lembaga seperti panti asuhan. (sul/rio/lha)

C M Y K

KORAN II SUARA PEMRED

Pontianak 9

JUMAT, 24 APRIL 2020

Polresta Pontianak Buka Pengaduan 24 Jam BAGI masyarakat Pontianak yang mengetahui, melihat atau bahkan menjadi korban kejahatan jalanan, kini bisa langsung melapor ke call center Polresta Pontianak. Dengan

trobosan baru ini, laporan itu dibuka 24 jam dan langsung diterima oleh anggota Jatanras Sat Reskrim Polresta Pontianak.

• Baca Halaman 15

Warga Jangan Anggap Enteng Covid-19

Tiga Lembaga Negara di Kalbar Lakukan Aksi Lawan Covid-19 KOMISI Informasi Provinsi Kalimantan Barat (KI Kalbar), Komisi Penyiaran Daerah Indonesia (KPID) Kalbar, dan Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar, yang merupakan tiga

IST

Kombes Pol Komarudin Kapolresta Pontianak

BAGI MASKER - Tiga lembaga negara di Kalbar, melaksanakan aksi nyata dalam melawan Covuid-19, yaitu dengan berbagi masker kepada masyarakat di empat titik.

• Baca Halaman 15

Tak Kenakan Masker Dilarang Masuk Pasar

p r P 1 J P

ISTIMEWA

TANPA MASKER - Suasana di Pasar Flamboyan Pontianak jelang bulan Ramadan, Kamis (23/4). Masih banyak pedagang dan pengunjung pasar yang tidak menggunakan masker.

PONTIANAK, SP - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak mewajibkan para pedagang dan pengunjumg pasar tradisional mengenakan masker dan menjaga jarak saat melakukan transaksi jual beli. Kewajiban mengenakan masker ini se-

bagai antisipasi penularan Covid-19. “Kita minta mulai besok, baik para pedagang maupun pengunjung pasar tradisional wajib menggunakan masker,” tegas Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono saat melakukan

Edi Rusdi Kamtono Wali Kota Pontianak

“Kondisi ini patut diwaspadai dan masyarakat tidak menganggap enteng pandemi virus Corona. Sebab, dikhawatirkan kalau sudah menjangkiti orang tua atau orang yang lanjut usia, bisa menyebabkan angka kematian akibat Covid-19 kian bertambah”

• Baca Halaman 15

a l m y b p s

Pasar Juadah Online PEMERINTAH Kota Pontianak melarang pasar juadah beroperasi selama bulan puasa. Pedagang diminta berjualan takjil atau makanan berbuka puasa

menggunakan sistem online atau layanan pesan antar dan take away. Terkait hal ini, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kota

k m g

b p y m j a i l e p R t

• Baca Halaman 15

TP PKK Kalbar Serahkan 1.400 Paket Sembako untuk Warga Kurang Mampu ISTIMEWA

SERAHKAN - Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Barat, Ny. Hj. Lismaryani Sutarmidji, menyerahkan 1.400 paket bantuan sembako melalui TP PKK kabupaten/kota untuk didistribusikan kepada masyarakat yang terdampak akibat penyebaran wabah virus Corona (Covid-19), Rabu (11/4).

PONTIANAK, SP - Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Barat, Ny. Hj. Lismaryani Sutarmidji, menyerahkan 1.400 paket bantuan sembako melalui TP PKK kabupaten/kota untuk didistribusikan kepada masyarakat

yang terdampak akibat penyebaran wabah virus Corona (Covid-19). Penyerahan bantuan sembako tersebut diserahkan langsung oleh Ketua TPP PKK Provinsi Kalbar kepada perwakilan TP PKK

kabupaten/kota di Sekretariat TP PKK Provins Kalbar. “Total paket yang diberikan yakni masing-masing kabupaten/kota itu 100 paket. Di Kalbar terdapat 14 kabupeten/kota, jadi total semuanya 1.400 paket,”

l i e

ISTIMEWA

• Baca Halaman 15

UNGKAP - Reserse Mobile (Resmob) Direktorat Reskrimum Polda Kalbar mengungkap jaringan penjualan sepeda motor curian beserta penadahnya melalui media sosial.

Lapas Kelas II A Pontianak Bagikan Masker Buatan Napi

Jual Motor Curian di FB Lima Penadah Diringkus

Cegah Penyebaran Virus Corona

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Pontianak mengajak warga binaan memroduksi masker non-medis. Langkah ini merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pencegahan sebaran virus Corona (Covid-19).

S

ETIDAKNYA ada 500 masker hasil buatan warga binaan Lapas Kelas II A Pontianak yang dibagikan secara gratis ke setiap

pengendara yang melintas di Bundaran Digulis Untan Pontianak, Kamis (23/4). Kepala Lapas Kelas II A Pontianak, Farhan Hidayat mengatakan, pembagian

masker ini dilakukan secara bertahap. Untuk Kamis (23/4), sejak pukul 09.00 WIB hingga 11.30 WIB. Selain bentuk pencegahan dan penanggulangan pandemi Covid-19 di wilayah Pontianak, kegiatan ini juga dalam rangka peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan Lapas kelas IIA Pontianak yang ke-56.

• Baca Halaman 15

SUARA PEMRED/SURIA MAMANSYAH

BAGI MASKER - Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Pontianak membagikan masker hasil buatan warga binaan ke setiap pengendara yang melintas di Bundaran Digulis Untan Pontianak, Kamis (23/4).

PONTIANAK, SP Jual sepeda motor hasil curian di media sosial Facebook, lima penadah barang curian diringkus oleh jajaran Reserse Mobile (Resmob) Direktorat Reskrimum Polda Kalbar, Kamis (23/4). Tak hanya penadah, bahkan pelaku

pencuriannya pun juga berhasil ditangkap. Pengungkapan ini berawal adanya informasi dari masyarakat tentang seseorang yang menjual sepeda motor melalui sosial media Facebook, yang mana diketahui motor tersebut merupakan

• Baca Halaman 15

C

M

Y

K

www.suarapemredkalbar.com

Layanan

10 JUMAT, 24 APRIL 2020

Pembuatan Peta & Maket Infografis Bangunan Bersejarah Istana Kadariah Pontianak, Kalimantan Barat PPM Jurusan Teknik Arsitektur Politeknik Negeri Pontianak 2019

Kota Pontianak merupakan salah satu kota bersejarah di Indonesia, mempunyai potensi sumber daya alam, sosial maupun budayanya dapat dijadikan objek pariwisata.

S

ALAH satu objek yang dikembangkan untuk menjadi andalan pariwisata di kota Pontianak adalah Istana Kadariah Pontianak. Bangunan bersejarah Istana Kadariah Pontianak merupakan sebuah bangunan peninggalan warisan budaya lokal yang memiliki nilai sejarah budaya yang tinggi dan menjadi pusat kegiatan Agama Islam dan budaya Melayu di kota Pontianak. Bangunan bersejarah Istana Kadariah Pontianak merupakan bagian peninggalan dari Kesultanan Pontianak. Perlu diketahui bahwa banyaknya obyek wisata bangunan bersejarah di Kota Pontianak, yang tidak memberikan kemudahan dalam mendapatkan informasi yang lengkap kepada masyarakat pada saat berkunjung ke obyek bangunan bersejarah. Sebagai contoh adalah Istana Kadariah Pontianak yang merupakan obyek wisata sejarah karena potensi dimiliki selama ini dirasa belum secara keseluruhan digali, dimanfaatkan dan dikemas secara baik untuk menarik wisatawan, sehingga dirasa perlu untuk mengoptimalkannya untuk dapat melestarikan peninggalan hasil sejarah dan

budaya Kota Pontianak. Berdasarkan uraian pendahuluan di atas, maka permasalahan yang dihadapi oleh pihak pengelola Istana Kadariah Pontianak maupun pihak-pihak terkait yang terlibat dalam penanganan masalah di bangunan bersejarah tersebut adalah: 1. Tidak tersedianya elemen pendukung berupa Peta dan Maket Infografis untuk dapat dipergunakan sebagai media informasi kepada masyarakat (pengunjung) yang bersifat aktual, akurat, dan mudah dipahami guna menambah wawasan tentang obyek wisata sejarah Istana Kadariah Pontianak. 2. Keterbatasan daya dukung SDM dari pihak pengelola Istana Kadariah Pontianak dalam menyediakan sebuah media informasi secara visual ilustrasi maupun visual fotografi berupa peta dan maket infografis yang bersifat yang bersifat aktual, akurat, dan mudah dipahami. Untuk mengatasi masalah diatas, maka Jurusan Teknik Arsitektur Polnep melaksanakan kegiatan berupa Program Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) Pembuatan Peta dan Maket Infografis Bangunan Bersejarah Istana Kadariah Ponti-

anak. Program Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) yang dilaksanakan oleh Jurusan Teknik Arsitektur Polnep adalah sebagai suatu kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam penerapan dan pengembangan hasilhasil riset perguruan tinggi dan merupakan salah satu bentuk kontribusi lembaga pendidikan tinggi dalam hal ini Politeknik Negeri Pontianak melalui Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UP2KM) dalam rangka turut membantu terkait dengan penyediaan Peta dan Maket Infografis untuk dapat digunakan sebagai media informasi kepada masyarakat (pengunjung) untuk menambah wawasan tentang obyek wisata sejarah Istana Kadariah di Pontianak serta membantu stakeholder (Pemda Kota Pontianak dan Pengelola Istana Kadariah) dalam upaya pengembangan dan pelestarian terhadap Istana Kadariah Pontianak sebagai obyek wisata sejarah (bangunan bersejarah. Kegiatan PPM (Pengabdian Pada Masyarakat) di Istana Kadriah Pontianak, di-

lakukan oleh para Dosen dan mahasiswa di lingkungan Jurusan Teknik Arsitektur, Politeknik Negeri Pontianak. Para Dosen ini diketuai oleh Wahyudin Ciptadi.,ST.,M.Sc., beranggotakan Erwin Rizal, ST.,MT.; Chandra Bayu, ST. MT.; R Puspito Harimurti,ST.,M.Sc.; Muhammad Radhi,ST.,M.Sc dan dibantu oleh 7 orang mahasiswa DIII Arsitektur, Polnep. Tujuan dari kegiatan Program Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) yang dilaksanakan oleh Jurusan Teknik Arsitektur Polnep ini adalah: 1. Menyediakan Peta dan Maket Infografis yang bersifat akurat yang dapat digunakan dalam menunjang sebagai media informasi kepada masyarakat (pengunjung) untuk menambah wawasan tentang obyek wisata sejarah Istana Kadariah di Pontianak. 2. Mengenalkan kepada SDM pengelola Istana Kadariah Pontianak mengenai media informasi secara visual ilustrasi maupun visual fotografi berupa Peta dan Maket Infografis agar bisa menjelaskan kepada masyarakat

yang datag berkunjung ke Istana Kadariah Pontianak. 3. Membantu stakeholder (Pemda Kota Pontianak) melengkapi sarana media informasi dalam rangka upaya pengembangan dan pelestarian terhadap Istana Kadariah Pontianak sebagai obyek wisata sejarah (bangunan bersejarah). Manfaat dari kegiatan Program Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) ini adalah memiliki keterkaitan antara lembaga Politeknik Negeri Pontianak selaku pihak yang melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan pihak pengelola Istana Kadariah Pontianak selaku penerima manfaat dari dilaksanakannya kegiatan pengabdian pada masyarakat ini serta membantu stakeholder (Pemda Kota Pontianak) dalam upaya pengembangan dan pelestarian terhadap Istana Kadariah Pontianak sebagai obyek wisata sejarah

(bangunan bersejarah). Luaran yang lain dihasilkan juga oleh lembaga Politkenik Negeri Pontianak antara lain: terselenggaranya kegiatan tri dharma perguruan tinggi khususnya oleh para staf pengajar di Jurusan Teknik Arsitektur. Dan bukti kepedulian sosial lembaga Politeknik Negeri Pontianak terhadap permasalahan di bangunan bersejarah Istana Kadariah Pontianak.mengenai sejarah dan informasi mendalam mengenai bangunan yang mereka kelola. Sedangkan Khalayak sasaran kegiatan Program Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) ini adalah: 1. Pemandu wisata dan pengelola Istana Kadariah Pontianak yang menjadi pihak yang langsung berhubungan dengan para stake holder dalam penanganan masalah penyediaan media informasi secara visual ilustrasi maupun visual fotografi

berupa Peta dan Maket Infografis agar bisa menjelaskan kepada masyarakat yang datang berkunjung ke Istana Kadariah Pontianak. 2. Masyarakat yang datang berkunjung ke bangunan bersejarah Istana Kadariah Pontianak yang secara langsung akan mendapatkan manfaat maupun dampak positif dalam pananganan masalah penyediaan Peta dan Maket Infografis untuk dapat digunakan sebagai media informasi yang bersifat aktual, akurat, dan mudah dipahami. 3. Melalui kegiatan PPM ini diharapkan pula di masa yang akan datang, seluruh Istana Kesultanan yang ada di Kalimantan Barat dapat mengadopsi pendekatan pembuatan maket dan peta infografis di Istana Kadriah ini sebagai model bagi pendekatan dalam penyediaan media informasi secara visual ilustrasi maupun visual fotografi secara akurat.

Menilai Transparansi Pemerintah Dalam Penanganan Wabah Covid-19 Tari Mardiana Asisten Ombudsman RI Perwakilan Kalbar

Masyarakat Indonesia dibuat gempar oleh Pemerintah yang menyampaikan temuan kasus pertama positif Corona Virus Disease 2019 (covid-19) di Indonesia saat temu media tanggal 02 Maret 2020 lalu. Selang sehari, pemerintah di desak publik untuk mengumumkan data korban, termasuk riwayat perjalanan/kegiatan dan wilayah mana saja yang sudah terdampak.

P

EMERINTAH sepertinya masih enggan bersuara. Dinilai tak kooperatif, publik beserta media malah mencari sendiri infomasi pasien positif tersebut. Dan terbukti hanya 2 hari berselang, data pasien sudah tersebar luas dijagat maya, mulai dari alamat tempat tinggal, anggota keluarga, rekam jejak penularan hingga aktivitas sehai-hari bertahun-tahun lalu yang tidak ada sangkut pautnya dengan penyakit covid yang diderita. Apakah dalam hal ini Pemerintah sedang berusaha melindungi data pribadi pasien dengan tidak membeberkannya ke publik ? Apakah pemerintah bisa dikategorikan tidak transparan terhadap warganya dalam keadaan wabah yang menakutkan ini ? Jawabannya bisa iya, bisa tidak. Iya mungkin Pemerintah sedang mencoba bertindak profesional dengan menahan identitas agar publik tidak brutal mengidentifikasi dan mengekspose data pasien covid. Pasien kemudian hanya diberikan kode bernomor kasus 01, kasus 02 dan seterusnya. Tapi kenyataannya, Pemerintah juga tidak konsisten. Tiba-tiba pasien covid-19 yang dinyatakan sembuh diajak melakukan temu media, tepatnya 16 Maret 2020. 3 orang wanita penyitas covid-19 dipertontonkan untuk pertama kali di depan publik. Apa yang saat itu ada dipikiran Pemerintah? Positif

thingking-nya agar masyarakat percaya dan melihat bagaimana Pemerintah bekerja mengayomi rakyatnya yang sakit hingga sembuh. Human Right Watch Group (HRWG), sebuah organisasi non-pemerintah yang berbasis di Amerika Serikat yang melakukan penelitian dan pembelaan dalam masalahpelanggaran HAMdalam tulisannya sempat mengkritisi transparansi Pemerintah Indonesia, salah satunya mengenai pemberian infomasi dan kewajiban Pemerintahan untuk memberikan perlindungan terhadap data pibadi pasien. Tujuannya tidak lain tidak bukan yaitu untuk mengindari diskriminasi masyarakat di lingkungan sekitar terhadap pasien itu sendiri maupun keluarganya. Hal ini juga didasarkan pada beberapa kasus penolakan pemakaman jenazah covid-19 yang meninggal dunia di sejumlah daerah. Covid-19 sendiri telah ditetapkan WHO sebagai pandemic global sejak tanggal 11 Maret 2020. Dalam artikel opini pada laman Bloomberg yang berjudul “Skip The Coronavirus Denial And Stop The Dying” tanggal 12 Maret 2020 salah satunya membedah faktor-faktor penyebab lambannya penanganan dan pencegahan covid-19 di sejumlah negara. Pertama adalah penolakan Internal. Dalam hal ini Pemerintah tidak percaya bahwa negaranya bisa terpapar

wabah covid-19. Contohnya sejumlah pejabat tinggi di Indonesia memberikan statement yang boleh dikatakan cukup percaya diri bahwa covid-19 tidak akan mampu menyebar di Indonesia, beberapa bahkan boleh dibilang nyeleneh. Padahal, pemberitaan mengenai covid-19 di Indonesia sudah mulai marak sejak akhir Januari 2020. Bahkan pada pertengahan Februari 2020, Amerika Serikat sudah mulai mengingatkan Indonesia agar waspada terhadap wabah yang mungkin sudah masuk dan menyebar di sejumlah wilayah. Sampai akhirnya WHO memberikan statement pada temu media di Markas Besar WHO di Jenewa, Swiss pada 28 Februari 2020 agar tidak ada negara yang boleh meng-klaim dirinya bebas dari covid-19. Kedua yaitu penolak eksternal. Dalam hal ini masyarakat melakukan penyerangan terhadap orang-orang yang memberikan pandangan negatif terhadap penyebaran wabah di negaranya. Para akademisi, praktisi dan ahli dianggap memperkeruh suasana. Selama Pemerintah belum bertindak, negara masih dianggap aman. Ketiga yaitu adanya tindakan/reaksi yang berlebihan. Hampir seluruh masyarakat menjadi resah karena wabah ini, wilayah mana saja yang terpapar, sudah berapa banyak, bagaimana biar tidak tertular dan lain sebagainya. Dampaknya, panic buying tak terhindarkan. Pemberitaan yang menakutkan sejak Desember di Wuhan, tempat yang diduga pertama kali penyebaran covid-19 dimulai, hingga negara tetangga seperti Singapura, Thailand dan Malaysia memberlakukan berbagai kebijakan penanganan, membuat banyak masyarakat kita malah jadi latah untuk menumpuk kebutuhan “penyelamat” sehari-hari. Masker, hand sanitizer, alkohol hingga alat-alat pendukung tenaga kesehatan bahkan menjadi barang yang amat langka dalam kurun waktu 1 minggu sejak kasus

positif covid-19 pertama di Indonesia diketahui masyarakat. Antisipasi terhadap wabah corona ini sendiri telah digaungkan oleh Ombudsman RI di Jakarta melalui Siaran Pers Peringatan Dini Ombudsman pada hari Minggu (26/01/2020) terkait wabah virus Corona yang tengah marak. Terdapat beberapa poin penting yang disampaikan dalam rilis tersebut, antara lain bahwa Ombudsman memandang perlu agar Pemerintah menyiapkan pusat komunikasi krisis agar masyarakat mengetahui kemana mereka harus berhubungan segera jika wabah mulai meluas dan bagaimana mengurangi resiko terjangkit virus corona serta melakukan pemutakhiran berkala dan mempublikasikan perkembangan keadaan berdasarkan tingkat kedaruratan, terutama di area-area rawan, agar bisa memberikan kewaspadaan dan ketenangan bagi publik. Pada awal tugasnya, Pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang khusus menyampaikan data perkembangan covid-19 masih dianggap terbatas dan menutup-nutupi data jumlah pasien terjangkit sebenarnya. Penambahan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) per hari tidak meningkat signifikan, paling banyak hanya 100 pada 30 hari pertama. Kenyataan atau data yang ditutuptutupi ke publik sebenarnya rentan menjadi sumber masalah baru, yaitu masyarakat mengira bahwa penyebarannya covid-19 sudah berkurang dan mulai tidak takut untuk beraktifitas diluar. Edukasi Pemerintah kepada masyarakat belum bisa dikatakan optimal. Pemerintah belum mampu mengajak masyarakat secara menyeluruh untuk mendukung program pemerintah yaitu “Dirumah saja”. Penyepelean dampak covid-19 oleh sebagian orang bukan tak beralasan. Simpang siur informasi (disinformasi) dan berita hoaks menambah deretan

ketakutan dan ketidakpercayaan publik bahwa Pemerintah bisa menangani covid-19 dengan cepat. Bahkan berdasarkan rilis oleh Direktorat Jenderal Aplikasi Infomatika Kementerian Komunikasi dan Informasi , sejak 23 Januari 2020 hingga 13 Maret 2020 ditemukan sebanyak 204 isu hoaks corona virus, baik melalui pemberitaan media online maupun pesan Whatsapp Grup (WAG). Data yang tidak sinkron antara pusat dan daerah juga menjadi celah yang menimbulkan kebingungan di masyarakat. Salah satunya temuan dari Ombudsman RI Perwakilan Banten yang mempertanyakan adanya perbedaan jumlah pasien meninggal yang dipublikasikan oleh Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Pola koordinasi dinilai masih perlu diperbaiki agar tidak ada kekeliruan antara data yang dikoodinasikan oleh Pemerintah Daerah dengan Gugus Tugas di pusat. Perlu diingat bahwa pemerintah telah membuat 7 Rekomendasi Strategi Penanganan Covid-19 di Indonesia, yang dituangkan dalam surat Sekretariat Kabinet Republik Indonesia pada Senin (16/3/2020), dengan poin utama sebagai berikut : 1. Memperkuat koordinasi dan komunikasi antar Pemerintah dan masyarakat. 2. Memastikan akses informasi dan data sebagai dasar pengambilan keputusan. 3. Memastikan tersedianya dukungan teknis pelaksanaan penanganan covid-19. 4. Memastikan tersedianya layanan kesehatan yang optimal dan aman. 5. Memastikan pengendalian kasus covid-19 melalui skrining massif, pembatasan sosial dan karantina diri. 6. Pembatasan sosial berupa lock down dengan modifikasi atau aturan yang diperjelas dan tegas di daerah prioritas seperti DKI Jakarta saat ini. 7. Memastikan upaya mitigasi dampak dan penggunaan teknologi dalam pena-

nganan covid-19. Dari 7 rekomendasi tersebut, titik berat terkait informasi adalah bagaimana penanganan dan penyampaian informasi terkait Covid-19, sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang transparan jelas, dan menyeluruh terkait kondisi terkini wabah covid-19 di Indonesia. Presiden dan Satgas covid-19 memiliki tugas untuk memastikan keterbukaan informasi dalam waktu sesingkatsingkatnya terkait penemuan kasus, ODP, dan PDP serta pemetaan (cluster) sehingga para tenaga medis dan orang sekeliling pasien dapat segera dihimbau untuk mengedepankan keselamatan diri maupun orang-orang yang memiliki riwayat kontak dan risiko tinggi terpapar. Data penyebaran covid-19 Nasional secara update bisa diakses publik melalui laman http://covid19. bnpb.go.id/. Per tanggal 21 April 2020, Indonesia sudah memasuki hari ke-51 sejak pemberitaan pasien positif pertama, dengan jumlah kasus kumulatif yaitu 7.135 orang, dengan jumlah PDP sebanyak 5.677 orang, jumlah sembuh 842 orang dan jumlah meninggal sebanyak 616 orang. Pemerintah pusat hingga pemerintah daerah sudah bahu membahu dalam penanganan covid-19, termasuk memberlakukan langkah-langkah antisipasi dan pencegahan penyebaran covid-19 tersebut. Apresiasi patutlah kita haturkan atas langkah dan upaya Pemerintah dalam penanganan covid-19 ini, termasuk tenaga medis yang berada pada garda penanganan pasien paling depan. Masih ada beberapa harapan Penulis yang kiranya bisa menjadi perhatian Pemerintah saat ini, antara lain : 1. Penyediaan informasi secara luas dan tak terbatas terkait lokasi pemeriksaan kesehatan termasuk pembiayaannya jika ada, yang disediakan Pemerintah Daerah melalui Rumah Sakit Rujukan maupun Rumah Sakit

Swasta. 2. Sosialisasi masif melalui media cetak, elektronik dan media sosial terkait tata cara penanganan jenazah pasien covid-19, mulai dari pengemasan hingga pemakaman untuk meminimalisir ketakutan masyarakat atas penularan covid-19 melalui jenazah yang sudah dikubur dan penolakan-penolakan oleh segelintir orang yang belum paham Ombudsman RI sendiri telah menyampaikan saran kepada Pemerintah pada tanggal01 April 2020 yang meminta agar Pemerintah melalui Menteri Perhubungan segera mengambil langkah tegas pelarangan mudik dengan membuat mekanisme mulai dari skema pelarangan mudik hingga kemungkinan reward dan punishment kepada masyarakat. Presiden RI telah tegas menyampaikan larangan mudik yang akan diberlakukan mulai tanggal 24 April 2020 bagiwarga yang berasal dari daerah yang menerapakan PSBB serta daerah zona merah covid-19, sedangkan sanksi akan diberlakukan mulai 07 Mei 2020 bagi warga yang bersikeras untuk mudik. Pun memang kita tidak bisa menjatuhkan semua tanggung jawab kepada Pemerintah. Namun tidak semua masyarakat juga bisa dipaksa mengerti dan paham atas wabah yang sedang melanda saat ini. Transparansi juga harus didukung oleh manajemen komunikasi yang handal, baik yang disiapkan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Hal ini dalam rangka agar informasiinformasi yang disampaikan tidak menimbulkan konflik atau masalah baru. Pemberitaan yang positif dari Pemerintah diharapkan dapat menaikan kepercayaan publik dan menimbulkan semangat pada semua lini masyarakat untuk segera terbebas dari wabah covid-19 ini. Mari kita doakan bersama agar Indonesia kita segera pulih dan sehat kembali. (*)

Ketapang Kayong Utara

www.suarapemredkalbar.com

11 JUMAT, 24 APRIL 2020

Pemkab Ketapang Bantu APD RS Fatima

Prioritaskan Puskesmas Perbatasan H Farhan

Sekda Ketapang

Untuk puskesmas, Dinkes yang membagikan APD. Ada puskesmas yang prioritas, misalnya yang berada di kecamatan kawasan perbatasan KETAPANG, SP – Tidak hanya fasilitas kesehatan milik pemerintah, bantuan Alat Pelindung Diri (APD) juga diberikan kepada Rumas Sakit (RS) Fatima, Kamis (23/4). Bantuan tersebut sebagai upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang mendukung tenaga medis menangani pandemi Virus Corona atau Coronavirus Disease (Covid-19). Bantuan APD diserahkan Sekretaris Daerah (Sekda) Ketapang, H Farhan kepada Direktur RS Fatima, dr Margaret Indah, terdiri dari 50 pieces (pcs) coverall jumpsuit (baju pelindung), 50 pcs masker dan 100 pcs hand gloves (sarung tangan). “Jika APD pesanan sudah datang, maka bisa kita salurkan kembali bantuan,” ucap Farhan.

Pemkab akan terus memperhatikan para tenaga medis dan perawat di tengah pandemi Covid-19. Termasuk, kata Farhan, kebutuhan APD yang selama memang menjadi bagian penting dalam penanganan Covid-19. “APD yang dipesan dan APD dari bantuan program Corporate Social Responbility (CSR) perusahaan ke Pemkab, semuanya akan dibagikan,” terangnya. Farhan memastikan, penyaluran APD hingga ke seluruh puskesmas yang ada di Ketapang, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Ketapang. “Untuk puskesmas, Dinkes yang membagikan APD. Ada puskesmas yang prioritas, misalnya yang berada di kecamatan kawasan perbatasan,” akunya. (teo/ pk/yun)

ISTIMEWA

BANTUAN - Sekda Ketapang, Farhan didampingi Asisten III Setda Ketapang, Heronimus Tanam menyerahkan bantuan alat pelindung diri (APD) untuk Rumah Sakit (RS) Fatima Ketapang, Kamis (23/4).

Penyemangat Lawan Corona DIREKTUR RS Fatima, dr Margareta Indah berterimakasih atas bantuan yang diberikan Pemkab Ketapang. Bantuan ini merupakan support

(dukungan) terhadap RS Fatima. “Bantuan ini menjadi penyemangat bagi kami, meski fasilitas kesehatan swasta, tapi pemerintah

tetap memberikan perhatian. Ini menjadi semangat buat kami,” ucapnya. Indah mengungkapkan, ketersediaan APD di RS Fatima dinilai cukup

sampai dua bulan kedepan. Namun sebagai upaya persiapan, APD tetap harus disiagakan. “Berdasarkan perhitungan data logistik terakhir,

dalam waktu dua bulan kami rasa masih cukup. Tapi tetap harus mensiagakan, sebab kita tidak tahu pandemi ini berlangsung berapa lama,” ujarnya.(teo/yun)

Desa Mata-Mata Bentuk Posko Covid-19

IST

RESMIKAN - Posko Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19 di Desa Mata-Mata, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara diresmikan Wakil Bupati Kayong Utara, Effendi Ahmad, Rabu (22/4).

SUKADANA, SP – Desa Mata-Mata, Kecamatan Simpang Hilir merupakan salah satu jalur lintas masuk orang ke Kabupaten Kayong Utara. Makanya, pembentukan Posko Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Virus Corona atau Coronavirus Disease (Covid-19) sangat diperlukan. Diprakarsai DPD Partai Golkar Kayong Utara, Posko

Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19 diresmikan Wakil Bupati Kayong Utara, Effendi Ahmad, Rabu (22/4). Ketua DPD Partai Golkar Kayong Utara, Abdul Zamad mengatakan, pendirian Posko Covid-19 merupakan wujud partisipasi Partai Golkar terhadap penanganan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kayong Utara.

Peresmian Posko Covid-19, juga dimanfaatkan untuk menyerahkan bantuan 2 bilik desinfektan, masker, alat pengukur suhu, hand sanitizer, sabun dan tempat cuci tangan. “Menangani penyebaran Covid-19, khususnya di Kecamatan Simpang Hilir, kami mendirikan posko, mengingat Desa Mata-Mata merupakan salah satu jalur

lintas masuknya orang ke Kabupaten Kayong Utara,” terang Zamad. Ucapan terima kasih disampaikan Zamad kepada Wakil Bupati Effendi Ahmad, anggota DPRD dari Partai Hanura Muhamad Abbas, Dedy Efendy, dan H Sholeh yang hadir dalam acara peresmian tersebut. Peresmian posko diharapkan dapat dimanfaat-

kan oleh petugas Gugus Tugas dalam mencegah dan mengantisipasi penyebaran Covid-19. “Mudah-mudahan posko ini bisa membantu para petugas dalam rangka memantau arus hilir mudik masyarakat, guna melakukan penanganan dan pencegahan Covid-19, khususnya di Desa Mata-Mata,” kata Zamad. (arf/yun)

Ibadah Ramadan di Tengah Pandemi Covid-19

MUI Ketapang Serukan Salat Tarawih di Rumah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ketapang menyampaikan enam seruan, khususnya bagi umat muslim Kabupaten Ketapang. Seruan ini berkenaan dengan penyelenggaraan ibadah selama bulan suci Ramadan 1441 Hijriah di tengah pandemi Virus Corona atau Coronavirus Disease (Covid-19).

K

etua MUI Kabupaten Ketapang, KH Moh Faisol Maksum membeberkan enam seruan MUI Ketapang. Pertama, menyerukan masyarakat Ketapang, khususnya umat muslim untuk senantiasa menjaga kondusivitas, kenyamanan dan kesucian bulan suci Ramadan dengan memperbanyak amaliah dan mendekatkan diri kepada Allah, serta memanjatkan doa agar pandemi Covid-19 segera berlalu. “Seruan kedua, agar melaksanakan amaliah sunnah ramadhan berupa salat Tarawih dan tadarus di rumah masing-masing, sesuai dengan surat edaran Menteri Agama,”

katanya, Rabu (22/4). Kemudian, mempertegas dan menguatkan kembali imbauan MUI Ketapang yang telah dikeluarkan terkait pandemi Covid-19. Keempat, tidak melaksanakan salat Jumat di masjid, tetapi menggantinya dengan salat Zuhur di rumah untuk sementara waktu sampai pemerintah mengumumkan kondisi normal. Seruan kelima, tidak menyelenggarakan jamaah salat rawatib atau salat lima waktu, namun azan tetap dikumandangkan sebagai tanda masuknya waktu salat. Keenam, MUI Ketapang meminta aparat kepolisian menindak tegas warga yang

melanggar instruksi Bupati dan seruan MUI, sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku. “Demikian surat seruan dikeluarkan, agar semua pihak dapat memaklumi dan dilaksanakan sebaik-baiknya,” harapnya. Dia menegaskan, seruan yang disampaikan MUI Ketapang memperhatikan bahwa Gubernur Kalbar telah menetapkan Kalimantan Barat sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) Covid-19, berdasarkan Surat Edaran Gubernur Kalimantan Barat tanggal 17 Maret 2020. Kemudian, memperhatikan instruksi Bupati Ketapang

tentang Kewaspadaan Penularan dan Penyebaran Covid-19 tertanggal 23 Maret 2020. Selain itu, memperhatikan fatwa MUI tentang Penyelenggaraan Ibadah Dalam Situasi Terjadi Wabah Covid-19 tertanggal 16 Maret 2020, dan Surat Edaran Menteri Agama tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idulfitri di Tengah Pandemi Wabah Covid-19, serta informasi dari Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 bahwa Ketapang sudah terdapat 5 orang positif Covid-19 hingga Rabu (22/4). “Serta hasil rapat Pengurus Dewan Pimpinan MUI Ketapang dengan satuan kerja pemerintah daerah, Kepa-

la Dinas Kesehatan, Kepala Kantor Kementrian Agama Ketapang dan Ketua Pengurus Masjid Ketapang pada 20 April 2020, serta dilanjutkan dengan rapat pimpinan harian MUI Ketapang tanggal 21 April 2020,” terangnya. Dia menambahkan, terkait masih adanya masyarakat yang melaksanakan kegiatan melibatkan banyak orang dalam kegiatan keagamaan, dia menegaskan, hal tersebut sudah menjadi kewenangan aparat terkait untuk menyikapinya. “Menyikapi kondisi ini perlu kerja sama semua pihak, MUI dalam hal ini cukup menyampaikan seruan dan imbauan ini,” tegasnya.(teo/yun)

SERUAN - Didampingi Juru Bicara Posko Covid-19 Ketapang Rustami, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ketapang, KH Moh. Faisol Maksum menyampaikan keterangan terkait seruan MUI Ketapang mengenai ibadah saat pandemi Covid-19, Rabu (22/4).

www.suarapemredkalbar.com

Sambungan 15 JUMAT, 24 APRIL 2020

Satpol PP Amankan 17 Dus Minuman Beralkohol di Warkop PONTIANAK, SP - Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Pontianak mengamankan sebanyak 17 dus minuman beralkohol dari sebuah warung kopi (warkop). Minuman beralkohol tersebut didapatkan saat petugas melakukan patroli rutin pencegahan penyebaran pandemi Covid-19. Kasatpol PP Kota Pontianak Syarifah Adriana mengatakan, dalam giat patroli pencegahan penyebaran pandemi Covid-19, pihaknya memantau warung kopi dan rumah makan tempat orang masih berkumpul. “Kebetulan yang kita dapat warung kopi ini kelihatannya tertutup, tapi di dalam banyak orang dan kami menemukan minuman beralkohol. Dari 17 dus minuman, ada 11 jenis minuman beralkohol yang diamankan,” ucap Syarifah Adriana, Kamis (23/4). “Mereka menyimpan minuman beralkohol tersebut di lantai dua, kami dapat

Hal 9

karena kami melihat orangorang bersembunyi di atas, lalu ketemu,” imbuhnya. Menurut Adriana, pedagang tersebut melakukan penjualan alkohol bukan pada tempatnya. Serta tidak mentaati surat edaran Gubernur Kalbar terkait larangan orang berkumpul. Hal ini merupakan pelanggaran peraturan daerah. Sehingga akan dilakukan penindakan lebih lanjut dan pendalaman. Segala yang menyangkut perizinan akan dilakukan pengecekan. “Penjualan minuman beralkohol tidak dibolehkan untuk warung kopi, yang di-

bolehkan hanya untuk hotel berbintang. Ini pelanggaran perda dan kita lihat bisa kita angkat lebih dalam,” ungkapnya. Dia mengimbau seluruh warung kopi untuk mentaati edaran Gubernur Kalbar dan Perda tentang Minuman Beralkohol yang tidak boleh diperjualbelikan secara bebas. Ia juga meminta kerjasama semua pihak dalam pencegahan penyebaran Covid-19. “Kita minta masyarakat agar tidak berkerumun dan bisa memutuskan mata rantai penyebaran pandemi Covid-19,” pungkasnya. (din)

menjelang bulan suci Ramadan. Untuk harga kebutuhan pokok, dari hasil peninjauan tadi relatif stabil dan ketersediaan kebutuhan bahan pokok juga mencukupi,” tuturnya. Ia menyayangkan masih banyak masyarakat menganggap kondisi penyebaran Covid-19 di Pontianak relatif aman. Padahal saat ini tidak sedikit jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yang hasil rapid testnya reaktif mengarah ke positif. “Kondisi ini patut diwaspadai dan masyarakat tidak menganggap enteng pandemi virus Corona. Sebab, dikhawatirkan kalau sudah menjangkiti orang tua atau orang yang lanjut usia, bisa menyebabkan angka kematian akibat Covid-19 kian bertambah,” ujarnya. Saat ini, lanjut Edi, pola social distancing dan physical distancing masih tetap diterapkan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Kita harapkan dengan kita memutus mata rantai ini, penyebaran virus Corona di Kota Pontianak tidak

meningkat,” pungkasnya. Kapolresta Pontianak Kota, Kombes Pol Komarudin juga menyayangkan rendahnya kepedulian dan kesadaran masyarakat terhadap bahaya pandemi Covid-19. Menurutnya, masih banyak pedagang dan pembeli yang tidak menggunakan masker. Hal ini tentu sangat berpotensi dan sangat rentan terhadap penyebaran Covid-19. “Hari ini ada pemandangan yang sangat memprihatikan dalam pengecekan di Pasar Flamboyan. Kita meminta masyarakat untuk mematuhi imbauan pemerintah dan pemuka agama demi keselamatan bersama,” katanya. “Mencari nafkah itu wajib, tapi ada hal wajib lainnya yakni menjaga keselamatan diri dan orang lain,” imbuhnya. Dirinya menyebutkan, penggunaan masker bukan hanya untuk menjaga keselamatan diri sendiri. Akan tetapi juga agar tidak menularkan virus kepada orang lain. Maka dari itu kepedulian terhadap situasi saat ini

menjadi penting. Jika masyarakat masih tidak peduli terhadap penyebaran pandemi Covid-19. Maka akan sulit dalam waktu cepat Kota Pontianak memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid-19. Sehingga dibutuhkan kerjasama seluruh lapisan masyarakat. “Garda terdepan itu adalah masyarakat, jika masyarakat tertib bisa kita selesaikan virus Corona,” ujarnya. Meski sampai saat ini situasi Kamtibmas masih kondusif. Berdasarkan hasil analisisa dan evaluasi untuk gangguan Kamtibmas atau angka kriminalitas di Kota Pontianak menurun. Masyarakat juga diminta untuk bisa menjaga kondusifitas menjelang Ramadan. “Jika dibandingkan pada bulan Februari dan Maret ada penurunan sekitar 19 persen. Di tengah situasi sekarang, dibutuhkan kerjasama seluruh lapisan masyarakat untuk betul-betul menyikapi fenomena yang terjadi,” tukasnya. (din/ien)

gojek, bujang dare, dan aplikasi lainnya,” katanya. Dikatakannya penjual pasar juadah sudah jelas setiap tahunnya seperti yang di halaman Mesjid Raya Mujahidin serta lokasi lainnya. Hampir seluruh kecamatan di Kota Pontianak ada pasar juadah. Jika di totalkan jumlahnya lebih dari 1.000 pedagang. “Bagi yang tidak belum terdata akan dilakukan sosialisasi dan tindakan persuasif,” pungkasnya. Sebelumnya, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan dalam menyambut bulan puasa Ramadan, Pemkot Pontianak berharap tidak ada pengumpulan massa, termasuk kepada para pedagang juadah. Ia berharapkan para pembeli di pasar juadah tidak bergerombol. Masyarakat juga diharapkan untuk tetap antri dan menjaga ja-

rak. Kemudian tetap diminta untuk menggunakan masker dan mencuci tangan. “Pedagang kalau bisa menggunakan sistem online yang bisa diantar, sehingga tidak mengumpul di satu tempat dan terjadi kerumunan,” ucap Edi Rusdi Kamtono. Ia menambahkan, kerumunan massa pada satu tempat bisa beresiko ketertularan baik dari manusia atau bendabenda yang tersentuh. Para pedagang juadah diharapkan bisa menggunakan sistem take away. Dikatakannya untuk lapak-lapak pedagang juadah yang digelar masyarakat akan dilakukan pemantauan. Hal yang terpenting tidak diperbolehkan ada gerombolan. Petugas juga akan melakukan patroli untuk membubarkan gerombolan tersebut. “Kita akan patroli dan petugas akan membubarkan

yang bergerombol,” katanya Edi menjelaskan, kebijakan tersebut termasuk juga akan diterapkan kepada para pedagang sotong pangkong yang biasa memenuhi sepanjang Jalan Merdeka Pontianak. Sehingga diharapkan para pedagang tersebut untuk tidak berjualan. “Iya diharapkan tidak ada, ramadan ini sudah dihimbau untuk kegiatan yang berkumpul harus dihindari,” jelasnya. Dia juga mengimbau masjid untuk tidak melaksanakan solat tarawih berjamaah. Penerapan pola pembatasan fisik dan sosial harus terus dilaksanakan demi memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid-19 di Kota Pontianak. “Saat ini banyak orang yang tanpa gejala, ini yang mesti diwaspadai jadi jangan menganggap enteng virus Corona ini,” pungkasnya. (din/ien)

mengamankan seorang laki laki berinsial S. Kata Veris, pelaku tersebut diamankan di wilayah Pontianak Timur dan sedang mengendarai sepeda motor hasil curian itu. “Dari hasil intrograsi tersangka mengakui motor tersebut dibelinya dari seseorang berinisial B dengan harga Rp5,3 juta,” kata Veris. Dengan informasi itu, petugas kemudian melakukan pemburuan terhadap B. Pada Rabu 22 April kemarin,

pelaku berhasil diamankan. “Dari hasil intrograsi tersebut ia (B) mendapatkan motor dari pelaku lain dengan inisial F,” tambahnya. Penyelidikan berlanjut dengan memburu asal muasal sepeda motor tersebut. Hasilnya didapati kembali dua tersangka lain, yakni berinisial R dan K. Kata Veris, pelaku yang berinisal K meruapakan seorang wanita yang merupakan tangan pertama memiliki barang curian dari

pelaku utama yang sekarang sedang diburu. Veris mengatakan, keempat tersangka penadah ini saling jual untuk mendapatkan keuntungan. Satu di antaranya akan dikenakan pasal ikut serta, sisanya akan dijerat pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. “Sementara untuk tersangka utama pencurian saat ini sudah dikantongi identitas. Dan sekarang sedang diburu” tegas Veris. (sms)

jual motor

hasil tindakan pencurian. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar Kombes Pol Veris Septiansyah mengatakan akun Facebook itu bernama Yolanda Yolanda. Dalam postingannya, ciri-ciri sepeda motor yang akan dijual sama dengan laporan kehilangan yang di laporkan kepada Polresta Pontianak Kota. Selanjutnya, petugas kemudian menelusuri akun tersebut. Dari hasil pengembangan, petugas berhasil

runtukkan bagi masyarakat kurang mampu sedangkan Dekranasda lebih khusus untuk pengrajin,” kata Lismaryani Sutarmidji. Lismaryani mengajak agar Dekranasda kabupaten/kota juga ikut berkontribusi untuk membantu pengrajin yang ada di wilayahnya masing-masing. Ketua Dekranasda Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie mengatakan bahwa bantuan ini akan disalurkan kepada pengrajin yang belum menerima bantuan. Pasalnya, beberapa hari yang lalu, Dekranasda Kota Pontianak juga telah menyalurkan 100 paket sembako yang diperuntukkan bagi pengrajin yang terkena dampak pandemi Covid-19, namun baru sebagian saja yang menerimanya. “Terus terang yang dibagikan kemarin belum mencukupi untuk seluruh pengrajin binaan Dekranasda Kota Pontianak, sehingga bagi yang kemarin belum menerima bantuan akan langsung kita salurkan hari ini, “ ucap Yanieta. Dengan disalurkannya

Hal 9

pasar juadah

Pontianak, Haryadi S Triwibowo mengatakan, saat ini pihaknya telah membuka pendaftaran untuk pasar juadah online. Para pedagang bisa mendaftar ke Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak “Kita telah melakukan kerjasama dengan aplikasi online seperti gojek dan yang lainnya. Pedagang diminta untuk memanfaatkan aplikasi online seperti gojek dan para pembeli tidak perlu lagi turun ke pasar-pasar,” ucap Haryadi S Triwibowo. Dia menyebutkan para pedagang juadah yang masih berjualan akan dilakukan pembatasan dan dijaga. Saat ini Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak telah melakukan pendataan terhadap pedagang yang setiap tahun berjualan. “Data tersebut kita koneksikan dengan aplikasi seperti

Hal 9

AMANKAN Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Pontianak mengamankan sebanyak 17 dus minuman beralkohol dari sebuah warung kopi, Kamis (23/4).

PONTIANAK, SP - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Pontianak kembali menyalurkan 100 paket bantuan sembako ke pengrajin binaan Dekranasda Kota Pontianak. Penyerahan bantuan itu dilakukan secara simbolis di gedung UMKM Center oleh ketua Dekranasda Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie, Kamis (23/4). Ketua Dekranasda Provinsi Kalimantan Barat, Lismaryani Sutarmidji mengatakan bahwa Dekranasda Provinsi Kalbar telah menyiapkan 1.000 paket yang akan dibagikan melalui Dekranasda kabupaten/Kota untuk disalurkan kepada pengrajin yang terkena dampak Covid-19. Ia menambahkan untuk jumlah bantuan memang bervariasi. Beberapa ada yang 100, 50 dan 25 jadi tidak rata. Hal ter berbeda dengan PKK ada 100 paket untuk masing-masing kabupaten/kota. “PKK telah menyiapkan 1.400 paket untuk 14 kabupaten/kota yang dipe-

tak kenakan

peninjauan bersama Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Komarudin dan Dandim 1207/BS, Kolonel Arm Stefie Jantje di Pasar Flamboyan Pontianak, Kamis (23/4). Untuk itu, pihaknya akan menempatkan sejumlah petugas di setiap pintu masuk pasar. Para petugas yang menjaga pintu masuk bertugas memastikan setiap pedagang dan pengunjung sudah mengenakan masker. “Kalau tidak mengenakan masker, tidak boleh masuk ke dalam pasar,” tegasnya. Ia menyayangkan masih banyak pedagang maupun pembeli di pasar tradisional yang tidak mengenakan masker serta tidak menjaga jarak, meski di tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini. Hal itu disaksikannya langsung saat meninjau ketersediaan bahan kebutuhan pokok menjelang bulan suci Ramadan di pasar rakyat tersebut. “Peninjauan yang dilakukan di pasar tradisional ini untuk memastikan ketersediaan kebutuhan pokok

Hal 9

ISTIMEWA

Pengrajin Apresiasi Bantuan Sembako Dekranasda

Kita juga meminta PKK kabupaten/kota foto bukti penyerahan sembako tersebut apakah benar diserahkan atau tidak ke warganya yang kurang mampu,” tegas Lismaryani. Dipaparkannya, adapun donatur yang memberikan bantuan ini adalah pengurus TP PKK, sebagian dana PKK dan juga dana pribadi. Oleh sebab itu, Lismaryani menyatakan jumlah paket di masing-masing Kabupaten/ Kota hanya mendapat 100 paket karena keterbatasan dana. “Adapun donatur yang memberikan bantuan ini yakni pengurus PKK, dana pribadi, dan sebagian dana

PKK. Sembako ini memang benar-benar untuk diberikan kepada warga yang tidak mampu. Karena keterbatasan dana juga, per Kabupaten/Kota hanya menerima 100 paket,” jelasnya. Istri orang nomor satu di Kalbar ini mengimbau Tim Penggerak PKK, baik di Kabupaten/Kota dan juga Kecamatan untuk menjauhi keramaian di masa-masa pandemik seperti saat ini. “Mudah-mudahan dan apabila COVID-19 ini tidak berlanjut, dan kalaupun (masih) berlanjut, kita akan memberikan bantuan untuk semua masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya. (*)

Terdapat dua nomor yang menjadi layanan aduan atau laporan itu. Di antaranya dengan nomor telepon 08115674141 atau 081254902859. Kapolresta mengimau kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap kejahatan jalanan, apalagi pada kondisi saat ini menjelang bulan Ramadan. Dia juga menegaskan, pihaknya tidak akan

mentoleransi pelaku kejahatan yang beraksi di wilayah hukum Polresta Pontianak. “Saya tegaskan jangan coba-coba melakukan aksi (kejahatan) di wilayah hukum Polresta Pontianak, karena tidak ada toleransi dan akan ditindak secara hukum. Jadi jangan berani melakukan aksi kejahatan apabila tidak ingin berhadapan dengan anggota Jatanras,” tutupnya. (sms)

berian paket sembako ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian pihaknya terhadap warga binaan yang berada di wilayah Kubu Raya dan Pontianak. “Pemberian paket sembako ini bentuk perhatian dan kepedulian kita (Lapas Kelas II A Pontianak) kepada warga binaan selama masa pendemi Covid-19, sehingga bisa membantu menjalani asimilasi di rumah,”

kata Farhan. Setiap satu paket sembako, warga binaan mendapat lima kilogram beras, satu liter minyak goreng, gula pasir satu kilogram dan satu dos mie instan. Pembagian ini sebagian dilaksanakan di halaman Lapas Pontianak dan sebagian dibagikan langsung ke kediaman warga binaan tersebut. (sms)

wujud kepedulian dari ketiga lembaga dan upaya menyemangati masyarakat untuk tetap waspada dan senantiasa melindungi diri dalam menghadapi situasi wabah Covid-19,” paparnya. Selain itu, lanjut Bu Vici, panggilannya, juga sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah dalam upaya mencegah serta memutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Selain masker, dibagikan juga leaflet kampanye tentang pencegahan Covid-19. Kemudian, ada pula jadwal puasa Ramadan 1441 H, sebagai bagian dari informasi publik bagi masyarakat,” tutur Bu Vici. Kegiatan tersebut dipusatkan di empat titik yaitu, Bundaran Untan, Simpang Kantor Pajak, jalan Ahmad

Yani I. Kemudian di sekitar pertigaan Jalan DiponegoroTanjungpura-Pasar Tengah, dan Pondok Pesantren Wali Songo, Ampera, “Bagi-bagi masker ini, dilaksanakan sesuai dengan Protap yang dianjurkan pemerintah, yaitu menggunakan masker, sarung tangan, dan jaga jarak 1-2 meter setiap orang,” katanya. Kegiatan pembagian 1.000 masker hari ini merupakan program tahap pertama yang nanti akan dilanjutkan dengan tahap kedua berupa pembagian sembako untuk masyarakat terdampak yang sangat membutuhkan, dimana data-datanya saat ini sedang dikumpulkan agar penerimanya benar-benar tepat sasaran. (mul/*)

lapas kelas

“Kami terus meningkatkan dan memproduksi masker maupun APD lainnya di Lapas Kelas IIA Pontianak,” jelas Farhan. Tak sampai di situ, peringatan Hari Bhakti ini juga diisi dengan membagikan sembako terhadap 37 dari 63 warga binaan Lapas Kelas II A Pontianak yang bebas melalui program asimilasi di rumah. Menurut Farhan, pem-

Hal 9

Ia menuturkan hadirnya bantuan ditengah kesulitan yang dihadapinya sangat membantu. Dirinya mengapresiasi dan mengucapkan syukur atas bantuan yang diterimanya dan berharap musibah ini bisa segera berakhir sehingga semua bisa kembali normal dan usahanya kembali lancar. “Saya mewakili pengrajin kampung tenun mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada Dekranasda yang telah memberikan bantuan, adanya bantuan ini bisa mengurangi beban kami di tengah kondisi yang sulit ini, “ pungkasnya. (din)

polresta pontianak

Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Komarudin mengatakan, program ini untuk memudahkan masyarakat Kota Pontianak mendapat kenyamanan dan keamanan. “Jadi bagi masyarakat silahkan hubungi nomor yang tersedia pada layanan center itu. Nanti akan ditangani oleh anggota dari Jantaras Sat Reskrim,” ujar Kombes Pol Komarudin, Kamis (23/4).

Hal 9

bantuan ini, Yanieta berharap bisa bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan pengrajin kota Pontianak yang saat ini terkena dampak Covid-19. Sementara itu, Kurniati, salah di antara pengrajin yang menerima bantuan dari Kampung Tenun Gang Sambas Pontianak mengatakan bahwa saat ini penjualan produknya menurun drastis meskipun bahan baku masih tersedia. “Penjualan sama sekali tidak ada, kita nak jual pun susah kalau tidak ada yang pesan, semuanya serba susah sekarang nih, “ keluh Kurniati.

tp pkk

ujarnya di Pontianak, Rabu (11/04/2020). Lismaryani meminta TP PKK Kabupaten/Kota memberikan bantuan ini tepat sasaran kepada masyarakat yang kurang mampu akibat penyebaran wabah virus Corona yang tersebar di masing-masing wilayah. Bahkan dia menegaskan agar saat pemberian bantuan disertakan bukti foto untuk meyakinkan para donatur bahwa bantuan tersebut sampai ke sasaran yang berhak. “Saya berharap paket ini dibagikan ke kabupaten/ kota masing-masing kepada warga yang benar-benar kurang mampu dan harus transparan memberikannya.

Hal 9

ISTIMEWA

SALURKAN - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Pontianak kembali menyalurkan 100 paket bantuan sembako ke pengrajin binaan pada Kamis (23/4).

tiga lembaga

Lembaga Negara di Kalbar, bersatu melakukan aksi nyata melawan wabah virus corona. Program bersama berupa aksi nyata dengan bertajuk “3 Lembaga Lawan Covid-19”, tersebut, diwujudkan dengan aksi bagi-bagi masker. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (22/4). Menurut Komisioner KI Provinsi Kalbar, Rospita Vici Paulyn, ST, yang menjadi koordinator kegiatan aksi bagi-bagi 1.000 masker tersebut menyampaikan, bahwa yang menjadi sasaran dalam kegiatan ini adalah masyarakat pengguna jalan, pedagang kaki lima, dn masyarakat kecil yang belum menggunakan masker ataupun penutup mulut dan hidung. “Kegiatan ini merupakan

www.suarapemredkalbar.com

Sintang

16 JUMAT, 24 APRIL 2020

PROKOPIM PEMKAB SINTANG

FOTO BERSAMA - Ketua Dekranasda Kabupaten Sintang, Rosinta Askiman, secara simbolis menyerahkan bantuan Alat pelindung Diri (APD) dan masker kepada Rumah Sakit Adhe M. Jhon Sintang. Penyerahan dilakukan di Rumah Dinas Jabatan Wakil Bupati Sintang, Kamis (23/4).

Dekranasda Beri Bantuan APD dan Masker

Bergerak Bersama Memutus Mata Rantai Corona Rosinta Askiman Ketua Dekranasda Kabupaten Sintang

Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi tenanga medis dan dapat menunjang kinerja tenaga medis di Kabupaten Sintang, sehingga kita mampu mengatasi wabah virus corona ini.

SINTANG, SP - Ketua Dekranasda Kabupaten Sintang, Rosinta Askiman, secara simbolis menyerahkan bantuan Alat pelindung Diri (APD) dan masker kepada Rumah Sakit Adhe M. Jhon Sintang, di Rumah

Dinas Jabatan Wakil Bupati Sintang, Kamis (23/4). Turut hadir pada

penyerahan tersebut Wakil Bupati Sintang Askiman, Kepala BPBD Kabupaten

Sintang Bernahd Saragih, Kepala Dinas Desperindagkop dan UKM, dan tim

WAKIL Bupati, Askiman mengatakan bahwa Sintang sekarang perlu diantisipasi dengan ketat. “Indeks kerawanannya tidak hanya di perkotaan saja, bahkan sudah masuk ke pedesaan bahkan transmigrasi yang ada di Kabupaten Sintang ini,” ungkap Askiman. Askiman berpesan, bila perlu direkrut tenaga relawan yang siap membantu dalam menangani wabah virus corona. Akan tetapi, harus mengikuti Standar

Operasioan Prosedur (SOP) yang benar. Kepada Tim Gugus Tugas Pemantau Covid-19, dalam hal ini BPBD Kabupaten Sintang ia berpesan untuk sampaikan kepada setiap orang dan masyarakat dengan baik serta informasi yang benar dalam pencegahan dan penenganannya. Juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk mengikuti imbauan pemerintah daerah dengan benar. “Jangan sampai membuat

informasi tidak benar, sehingga dapat memicu konplik di tengah-tengah masyarakat,” katanya. “Buka media selebar-lebarnya dengan baik untuk memberikan informasi yang benar, demi menghindari persoalan serta konflik yang bisa memicu ke arah yang lebih luas lagi, seperti yang dapat memecah belah persaudaraan kita, baik suku dan agama kita di Kabupaten Sintang,” pungkasnya. (hms/ lha)

Ikuti Imbauan Pemerintah

pengerak PKK Kabupaten Sintang. Rosinta selaku Ketua Dekranasda juga Ketua Tim Pengerak PKK Kabupaten Sintang mengatakan, di tengah merebaknya wabah virus corona ini, Dekransda Kabupaten Sintang tergerak untuk memberikan bantuan APD serta masker kepada Rumah Sakit Adhe M Jhon Sintang. Menurut Rosinta, bantuan ini merupakan kepedulian tim pengerak PKK kepada tenaga medis yang bertugas menangani pasien yang terpapar covid-19, di Kabupaten Sintang. “Kita harus tergerak dan bergerak bersama-sama untuk melawan dan memutus mata rantai virus corona ini,” tuturnya. Bantuan APD dari Dekranasda Kabupaten Sintang ini, kata dia, memang tidak seberapa banyak, namun pihaknya bersama-sama Dekranasda Provinsi Kalimantan Barat menyalurkan bantuan APD di seluruh kabupaten/kota yang ada di Kalbar secara merata dan serempak. Ia mengatakan, dari 25 APD yang diserahkan tersebut, merupakan bantuan dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Kalimantan Barat. 100 masker kain merupakan bantuan dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kabupaten Sintang di bawah naungan Dinas Desperindagkop dan UKM Kabupaten Sintang. “Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi tenanga medis dan dapat menunjang kinerja tenaga medis di Kabupaten Sintang, sehingga kita mampu mengatasi wabah virus corona ini,” harapnya. (hms/lha)