Data Loading...

CLEANLINESS MANAGEMENT HOUSEKEEPING & PUBLIC AREA Flipbook PDF

Cleanliness Management Housekeeping & Public Area menurut editornya adalah buku yang akan menjadi oase bagi literasi


199 Views
58 Downloads
FLIP PDF 121.37MB

DOWNLOAD FLIP

REPORT DMCA

D avid Handriyanto

Cleanliness Management

Housekeeping & Public Area

2021 educleaning123.id

i

EDUCLEANING 123 Cleanliness Management Housekeeping & Public Area Penulis: David Handriyanto

ISBN 978-623-95730-0-3 Editor: Yulia Lintangkawuryan, S.ST.Par., M.Par. DR (cand) Periset: Felly Moerwito Wahyu Samodro Doni Kus Perancang Sampul & Tata Letak: Dito Sugito Penerbit:

Redaksi: www.ICETy.org

Cetakan Pertama, Februari 2021 xxiv + 280 hlm, 21.5 cm x 27.5 cm Hak Cipta dilindungi Undang-undang All Rights Reserved

Dilarang mengutip atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku tanpa izin tertulis dari penerbit

ii

Cleanliness Management

Sila download e-book dengan konsep Online Media Experience (OME)

Kunjungi alamat berikut

educleaning123.id

iii

iv

Cleanliness Management

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI DAFTAR ISI KATA PENGANTAR PRAKATA

v xiv xvi

PENDAHULUAN 1 Sejarah Perkembangan Kesehatan Masyarakat

5 Periode Sebelum Ilmu Pengetahuan (Prescientific Period) 5 Periode Ilmu Pengetahuan (Scientific Period) 8 BAB I PERSONAL HYGIENE GROOMING 15 1.1. Sejarah Personal Hygiene

21 1.1.1. Sejarah Mencuci Tangan: Ignaz Semmelweis 22 1.1.2. Air Minum Bersih: John Snow dan Broad Street Pump 23 1.1.3. The Modern Flush Toilet: Thomas Crapper 25 1.2. Personal Grooming dan Sejarahnya

27 educleaning123.id

v

1.2.1. Orang Mesir Kuno 29 1.2.2. Orang Romawi 30 1.2.3. Abad Pertengahan 31 1.2.4. Era Victoria 32 1.2.5. 1900 33 1.2.6. Era Milenium 34 1.3. Komponen Personal Hygiene

36 1.3.1.

1.3.2. 1.3.3. 1.3.4. 1.3.5. 1.3.6. 1.3.7. 1.3.8. 1.3.9. 1.3.10.

Body Hygiene (Perawatan Kulit) 36 1.3.1.1. Perawatan Harian 37 1.3.1.2. Peralatan yang Wajib Ada 37 Oral Hygiene (Perawatan Mulut) 38 Handwashing (Perawatan Tangan) 39 Perawatan Wajah 40 Kebersihan Kuku (Perawatan Kuku) 41 Kebersihan Telinga 41 Kebersihan Rambut (Perawatan Rambut) 42 Kebersihan Kaki (Perawatan Kaki) 44 Ketiak dan Kebersihan Area Genetikal 45 Kebersihan Pakaian 45 BAB II CHEMISTRY OF CLEANING 52 2.1. 5 Cleaning Factor

57 vi

Cleanliness Management

1. Procedure 59 2. Mechanical Action 60 3. Time 60 4. Temperature 60 5. Chemical Action 61 2.2. Air

63 2.2.1. 2.2.2. 2.2.3. 2.2.4.

Air dan Sifatnya 63 Kesadahan Air 63 Mengatasi Kesadahan Air 65 Skala pH atau Derajat Keasaman 67 2.3. Detergen dan Surfaktan

69 2.3.1. Sejarah Bahan Pembersih 69 2.3.2. Detergen 72 2.3.3. Builder 75 2.4. Surfactant (Surfaktan)

77 educleaning123.id

vii

2.5. Antiseptic dan Disinfectant

79 2.5.1.

Clean & Sanitation - perbedaan dan pengertian 87

BAB III BUILDING FACILITY & INFRASTRUCTURE 93 3.1 Public Area

96 3.2 Perawatan Lantai

97 3.2.1. Hard Floor: Resilient and Non Resilient Floor, Kayu Parket) 98 3.2.2. Siklus-Siklus Pemeliharaan 102

viii

Cleanliness Management

3.3.Lantai Kayu

105 3.3.1.

Perawatan Lantai Kayu 106 3.4. Soft Floor: Karpet

109 3.4.1.

Perawatan Karpet 112 3.5. Public Toilet

115 3.5.1. 3.5.2.

Kelengkapan Toilet 117 Perawatan Toilet 119

educleaning123.id

ix

3.6. Shower and Locker Facility

121 3.7. Lahan Parkir

124 3.8.Loading Dock Area

130 3.9. Fasilitas Penyimpanan dan Pengelolaan Sampah

135

x

Cleanliness Management

3.10. Kolam Renang

143 3.11. Resto & Food Service

154 3.11.1. Pengertian Restoran 154 3.11.2. Klasifikasi Restoran 155 3.11.3. Prosedur Standar Pengoperasian Restoran 158 3.11.4. Laik Sehat dan Standar Keamanan Rumah Makan dan Restoran 160 3.11.5. Sertifikasi Laik Sehat Rumah Makan dan Restoran 162 3.11.6. Persyaratan Ruang Restoran 165 3.11.7. Bahaya dari Penyakit yang Disebabkan Makanan 169 BAB IV CLEANING TOOLS AND EQUIPMENT 175 4.1. Pengertian Cleaning Supplies

180

educleaning123.id

xi

4.2. Kualitas Peralatan Kebersihan

182 4.3. Kode Warna

185 4.4. Unsur-Unsur Yang Mempengaruhi Kinerja Alat Kebersihan

188 4.5. Jenis dan Bahan Alat Kebersihan

190

xii

Cleanliness Management

BAB V CLEAN STEP 213

Pengertian Clean Step 217 Cleantools 222 Damp Mop 224 Dust Mop 226 Floor Finish 228 Floor Stripping 230 Wet Crystallization 232 Dry Crystallization 234 Spray Buffing 236 Upright Vacuum Cleaning 238 Trash Removal 240 Restroom Mirrors & Walls 242 Glass Cleaning 244 Dusting 246 Clean Sinks 248 Clean & Disinfect Toilets & Urinals 250 Backpack Vacuum Cleaning 252 Upright Vacuum Cleaning 254 Spot Clean Carpeting 256 Infectious Spills Clean Up 258 Deep Scrub = Automatic Scrubber 260 Deep Scrub = Conventional Equipment 262 Carpet Shampoo 264 Bonet Or Spin Cleaning 266 Automatic Scrubbing - Before Burnishing 268 DAFTAR PUSTAKA 272

educleaning123.id

xiii

oase literasi

D

I perpustakaan kampus, tersusun rapi buku-buku penelitian tentang kebersihan. Negara, rutin mengkampanyekan sanitasi dan kebersihan. Bahkan sampai ke pelosok desa. Akan tetapi, tak satupun yang khusus mengupas kebersihan dalam berbagai aspek seperti pada buku ini. Jujur, saya terkejut ketika disodori konsep buku yang secara khusus membahas sistem Cleanliness Management. Saya sudah merasa bahwa buku ini akan menjadi oase bagi literasi hospitality di Indonesia.  Buku ini dimulai dengan pendahuluan tentang sejarah kebersihan hingga pentingnya higienis dan sanitasi pada gaya hidup urban yang menuntut masyarakat untuk peduli pada kebersihan. Dari jenis kotoran sampai bagaimana mengatasinya. Dari jenis permukaan, lantai, batu, kayu, karpet hingga bagaimana teknis perawatan dan pembersihannya. Dari bahan kimia hingga faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi proses pembersihan dan kebersihan. Dari manual tools sampai elektrik hingga kode warna yang

xiv

Cleanliness Management

KATA PENGANTAR

... buku ini tidak hanya untuk kalangan pendidikan saja (seperti yang sudah-sudah). Buku ini bisa digunakan oleh siapa saja, terutama pelaku industri hospitality bahkan bisa menjadi handbook.

digunakan dalam setiap work area. Tidak sampai di situ, pada Bab IV pembelajar akan belajar teknis. Jika membaca dirasa kurang bisa memahami, pembelajar bisa memindai QR-Code dan langsung bisa menonton video step by step-nya. Sebagai pemerhati, pelaku dan pengajar, saya harus mengatakan bahwa buku ini tidak hanya untuk kalangan pendidikan saja (seperti yang sudah-sudah). Buku ini bisa digunakan oleh siapa saja, terutama pelaku industri hospitality bahkan bisa menjadi handbook. Selayaknya handbook, edisi pertama ini nantinya akan mengalami revisi, perbaikan dan siap menerima masukan dari manapun untuk kesempurnaan edisi-edisi berikutnya. Buku ini menjelaskan masalah kebersihan, bagaimana menanganinya dari sudut pandang operasional manajemen dan SOP yang ‘benar’. Tidak saja dirancang sebagai buku teks para pelajar, tapi juga menjadi buku pegangan praktis untuk digunakan di lingkungan kerja. Konten buku ini dirancang dan akan dikembangkan hingga bisa memenuhi persyaratan lanjut program sertifikat oleh lembaga terkait, bahkan saya membayangkan bahwa buku ini harus disempurnakan untuk memenuhi standar sertifikat internasional. Pak David Handriyanto, selamat dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya untuk berkontribusi dalam buku Cleanliness Management-Housekeeping & Public Area. Saya yakin buku ini akan menjadi pelepas dahaga literasi hospitality di Indonesia.   Salam

Yulia Lintangkawuryan, S.ST.Par., M.Par. DR (cand) Editor

educleaning123.id

xv

clean is a lifestyle

S

EBAGAI bagian dari perkembangan peradaban umat manusia, budaya hygiene dan sanitation telah menjadi perjalanan panjang kehidupan dan belakangan juga menjadi bisnis yang cukup besar. Pandemi Covid-19 yang melanda dunia saat ini semakin memicu tuntutan untuk memiliki pola hidup bersih dan pola hidup sehat yang tidak saja terbatas dalam kehidupan pribadi namun juga telah menjadi bagian dari protokol kesehatan wajib bagi: dunia usaha, industri, perkantoran dan semua public area. Lebih dari itu masalah lingkungan seperti sampah dan limbah juga menjadi permasalahan yang harus dihadapi dan di-manage untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang lebih bersih, sehat, nyaman dan berdampak positif pada kehidupan dan ekosistem makhluk hidup yang tinggal di bumi.  Berangkat dari pengalaman lebih dari 25 tahun di industri Cleaning & Sanitation, penulis ingin membangun visi dengan menginisiasi pembangunan

xvi

Cleanliness Management

PRAKATA PENULIS

sebuah platform pendidikan digital yang berisi keterampilan praktis, tips dan trik, informasi teknologi terkini serta aplikasinya, pengetahuan (knowledge), dan beragam informasi terkini yang dikumpulkan dari berbagai sumber informasi lintas bidang, lembaga dan organisasi. Dalam mewujudkan visi tersebut penulis berharap dukungan dari rekan-rekan praktisi, pengusaha, akademisi, brand, asosiasi dan lembaga pemerintah (kemendikbud, kemenparekraf dan kemenkes), untuk berkolaborasi dan berbagi informasi terkini, kebijakan, masukan, ide, dan saran. Penulis berharap visi ini akan memiliki network externalities, dimana setiap insan yang terkoneksi akan memiliki nilai tambah sehingga hospitality industry dan budaya kesehatan pada khususnya tumbuh dan berkembang seiring peradaban dan kehidupan di masa depan yang lebih bersih, sehat dan ramah lingkungan. Educleaning 123 adalah salah satu produk knowledge management dari ICETy (Institute of Cleanliness & Environmental Technology) dalam bentuk ebook dan hard copy yang diharapkan dapat menjadi wadah,  one stop of information & knowledge dan realisasi dari visi penulis di atas. Untuk seri perdana dari Educleaning 123 ini penulis dan team redaksi menghadirkan Educleaning 123 - Cleanliness Management yang ditujukan untuk para pemangku kepentingan yang berhubungan dengan pariwisata dan pelayanan masyarakat (public area) antara lain seperti : hotelier (seluruh staff & management di dunia perhotelan), sekolah-sekolah perhotelan, cleaning service industries, berbagai Asosiasi Perhotelan (PHRI, IHKA, APKLINDO, dll), building management, dll. Educleaning 123 seri ini menyajikan berbagai konten yang nantinya juga akan dikemas dengan konsep OME (Online Media Experience) dengan menggunakan berbagai media digital terkini seperti video clip, animasi, sound educleaning123.id xvii

effects yang semuanya terintegrasi dalam Digital Platform ICETy yang secara keseluruhan akan memberikan reading experience yang menarik, fun, entertaining dan lebih mudah dipahami.  ICETy telah membangun Digital Platform dan mengemas knowledge management menjadi 4 kelompok : 

1. Seri Educleaning 123 Ebook Dalam format OME (Online Media Experience). Setelah peluncuran seri Cleanliness Management ini, penulis dan tim telah menyiapkan seri selanjutnya seperti: Food Safety Management, Laundry Management, Pest Management, Waste management, dll. Tim penulis akan terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkaya konten dan menghadirkan new technology, new trend, new idea dan sharing experience dari berbagai pakar dan praktisi industri .

2. OCE (Online Course Experience). ICETy juga membangun modul-modul pelatihan (course) untuk solusi praktis dari berbagai skill & knowledge yang diperlukan dalam me-manage berbagai aspek yang berkaitan dengan cleaning, sanitation & environment di dunia usaha dan industri. Modul-modul OCE juga akan dibangun dengan menggunakan beragam media digital sehingga proses belajar akan lebih mudah dipahami, lebih fun, entertaining dan mudah diakses anytime anywhere. Modul-modul Educleaning OCE akan melibatkan berbagai pakar, praktisi industri, asosiasi profesi dan berbagai sumber informasi dan keilmuan sehingga Educleaning Content diharapkan bisa memberikan solusi praktis dalam menghadapi berbagai cleaning challenge di dunia industri. OCE juga membangun berbagai modul managerial, leadership & entrepreneurship di industri yang berkaitan dengan cleaning, sanitation & environment.

3. Cleanm@g. 

Cleanm@g adalah e-magazine yang menyuguhkan berbagai informasi yang berkaitan dengan new technology, berita & trend terkini dan juga diharapkan bisa menjadi sarana

xviii Cleanliness Management

promosi dari berbagai brand yang semuanya memberikan solusi praktis bagi Industri dalam meningkatkan aspek cleaning sanitation & environment management. Isi Cleanm@g juga akan dikemas dengan konsep OME (Online Media Experience) dengan berbagai media digital sehingga menghadirkan New Concept of e-magazine yang lebih interactive, entertaining, fun & play.

4. ICETy Store. Selain Product knowledge management ICETy , di dalam store juga bisa diperoleh berbagai referensi buku baik ebook atau hardcover, journal, podcast yang semuanya menjadi one stop source of information & knowledge. Akhir kata, penulis berharap buku Educleaning123 Cleanliness Management - Housekeeping Public Area edisi pertama ini dan seri-seri Educleaning 123 berikutnya dapat menjadi sumber informasi, solusi praktis bagi masyarakat luas, dunia industri, asosiasi profesi dan akademisi di berbagai sektor pendidikan antara lain institusi pendidikan pariwisata & lingkungan hidup. Penulis juga ingin mengucapkan terima kasih dan apresiasi terhadap tim riset & redaksi, brand partner serta berbagai pihak yang telah bekerjasama menyumbangkan tenaga, pikiran, fresh idea dalam membangun content Educleaning 123 - Cleanliness Management Housekeeping Public Area dan berbagai iCETy konten lainnya. Bagi para pembaca, penulis juga mengucapkan terima kasih atas waktu yang diluangkan dalam membaca buku dan ebook Educleaning 123 - Cleanliness Management Housekeeping Public Area, kiranya dapat bermanfaat dalam membangun perspektif dan memberi solusi praktis dalam me-manage cleaning sanitation challenge sehari-hari. Selamat membaca,

David Handriyanto

educleaning123.id

xix

Saya dedikasikan buku ini untuk para pekerja dan praktisi hospitality yang selalu bekerja dengan standar tinggi. Para trainer hospitality yang melatih pekerja dengan sangat baik walaupun kita semua tahu bahwa hospitality hampir tidak mungkin untuk diajarkan. Kita hanya bisa memotivasi, melatih, mempedulikan, memperhatikan, kemudian menjadikan mereka para pemenang di areanya masing-masing.

xx

Cleanliness Management

Terima kasih Denok Indiarti S.E., M.B.A., terima kasih telah memberikan banyak arti dalam hidupku. Juga kalian, Devi Natasia S.Sos, Dina Sagita S.I.Kom, Adi Trisatryo S.Sos & Alyana, Daniel Trisna Terima kasih telah mewarnai hidupku dengan tawa, cerita, dan kehangatan. Terima kasih juga buat adik-adikku: Dr. Eva Handriyantini, S.Kom., M.MT, yang telah mengembangkan inspirasi untuk membangun program edukasi. Victor Christianto, M.Th , yang memberi semangat untuk menuangkan ide dalam tulisan Sony Agustinus, yang telah meneladani sikap melayani sesama dengan tulus.

educleaning123.id

xxi

xxii

Cleanliness Management

The objective of cleaning is not just to clean, but to feel happiness living within that environment. Marie Kondo

educleaning123.id

xxiii

xxiv

Cleanliness Management

PE N DAHULUA N

CLEAN IS A LIFESTYLE Materi Bab Ini

SEJARAH PERKEMBANGAN KESEHATAN MASYARAKAT

Periode Sebelum Ilmu Pengetahuan



(Prescientific Period) Periode Ilmu Pengetahuan (Scientific Period)

AWARENESS DAN GAYA HIDUP BERSIH

educleaning123.id

1

2

Dewi Hygea, Dewi Yunani yang disembah untuk melindungi masyarakat Cleanliness Management agar tidak diserang penyakit

PE N DAHULUA N

S

EPULUH ribu tahun yang lalu, sejak manusia mulai meninggalkan gaya hidup nomaden, limbah telah menjadi masalah. Dari limbah, penyakit menular bermunculan dan mengakibatkan kematian massal. Saat kemampuan berpikir dan menganalisis berangsur tumbuh, mereka menemukan sumber-sumber penyakit yang harus dijauhi yaitu kotoran dan sampah. Babel Kuno misalnya, lewat ajaran ritualnya melarang masyarakat minum dari sumur yang digali di dekat pemakaman dan tempat pembuangan sampah. Mesir Kuno mengharuskan rakyatnya membedakan air untuk irigasi dan air untuk dikonsumsi. Sementara kata “hygiene” berasal dari nama Dewi Hygea, Dewi Yunani yang disembah untuk melindungi masyarakat agar tidak diserang penyakit. Di era Romawi, apa yang ditulis oleh orang Yunani –salah satunya Hippocrates- dan gagasangagasan kebersihan yang dikembangkan di Cina dan India Kuno direalisasikan secara sungguh-sungguh dalam kehidupan sehari-hari. Keseharian hidup bersih masyarakat Romawi tersebut masih bisa dilihat sampai hari ini, antara lain, distribusi air melalui pipa, petugas pembersihan jalan, bak mandi, dan bahkan toilet umum. Di Indonesia - dari yang tercatat- segala aktivitas kebersihan dilakukan di tempat-tempat dimana air selalu mengalir, misalnya sungai, pancuran (sendang) dan kolam-kolam kerajaan (Taman Sari). Kebersihan kala itu masih sangat dipengaruhi oleh kebutuhan keagamaan untuk menjadikan tubuh bersih dan suci baik sebelum berdoa atau sebelum melakukan ritual keagamaan. Kebiasaan tersebut sampai hari ini masih bisa kita lihat terutama menjelang bulan puasa seperti di Boyolali – Jawa tengah dengan tradisi Padusan.

educleaning123.id

3

Taman Sari Yogyakarta, puing Masjid Gumuling.

4

Budaya bersih modern di Indonesia dimulai di era kolonial perdagangan VOC hingga masa kekuasaan Kerajaan Belanda yang memperkenalkan klasifikasi ruang-ruang dalam rumah. Pada masa ini masyarakat perkotaan dan kelas menengah mulai menciptakan batas antara ruang publik dan privasi. Kemunculan ruang privasi tampak dengan diciptakannya pemisahan ruang berdasarkan fungsi: kamar mandi, kamar tidur, dapur dan desain interior yang semuanya tidak dapat dilihat oleh publik. Tujuannya bukan hanya untuk mengkreasikan rasa individualitas, tapi lebih pada higienitas dan ancaman dunia luar yang dianggap kotor. Namun, perkenalan terhadap yang privat dan yang mengandung teknologi (kran/valve; WC flush) bukannya tanpa masalah. Kees van Dijk dalam bukunya “Cleanliness & Culture Indonesian Histories” menuliskan bahwa awalnya

Cleanliness Management

PE N DAHULUA N

terjadi ketakutan pada teknologi toilet ketika pertama kali dikenalkan. Masyarakat belum bisa menerima logika bagaimana begitu banyak orang dapat buang air besar dalam satu lobang yang kecil dan gelap. Budaya ruang privasi, termasuk kamar mandi dan toilet kemudian menjadi budaya para priyayi (kata lain dari kaum bangsawan). Walaupun pada awalnya terjadi bias antara yang higienitas dengan yang borjuis, yang pasti peradaban kebersihan mulai terbangun.

SEJARAH PERKEMBANGAN KESEHATAN MASYARAKAT 1. Periode Sebelum Ilmu Pengetahuan (Prescientific Period) Kees van Dijk  dan Jean Gelman dalam bukunya “Cleanliness & Culture Indonesian Histories” menuliskan bahwa awalnya terjadi ketakutan pada teknologi toilet ketika pertama kali dikenalkan.

Sejarah kebudayaan peradaban masyarakat kuno berpusat di Babilonia, Mesir, Yunani dan Roma (The PreChristian Period). Pada saat itu pemerintah kota telah melakukan upaya-upaya pemberantasan penyakit. Sebagai bukti ditemukan dokumen-dokumen tentang peraturanperaturan tertulis yang mengatur tentang pembuangan air limbah (drainase), pengaturan air minum, pembuangan sampah, dan sebagainya. (Hanlon, 1964). Dari hasil penemuan arkeologi pada saat itu telah dibangun WC Umum (Public Latrine) dan sumber air minum sendiri namun untuk alasan ’estetika’, bukan untuk alasan kesehatan. Pada kerajaan Romawi Kuno, ada peraturan-peraturan yang dibuat berdasarkan alasan kesehatan. Dalam hal itu pegawai-pegawai kerajaan ditugaskan untuk melakukan supervisi ke lapangan, ke tempat minum-minum (Public Bar), warung makan, tempat-tempat prostitusi, dan sebagainya.

Toilet Romawi tidak memiliki manfaat kesehatan yang jelas, dan Romanisasi sebenarnya menyebarkan parasit

a. Abad I sampai Abad VII Pada masa ini berbagai penyakit menyerang penduduk. Di berbagai tempat terjadi endemik atau wabah. Begitu banyaknya penyakit menular sehingga kesehatan masyarakat

educleaning123.id

5

Wabah kolera dimulai di India, kemudian menyebar ke Eropa melalui jalur perdagangan, dan kota London di Inggris merasakan dampaknya mulai tahun 1832.

makin dirasakan pentingnya (Halon, 1964). Penyakit kolera menjalar dari Inggris ke Afrika, kemudian ke Asia (khususnya Asia Barat dan Asia Timur) dan akhirnya sampai ke Asia Selatan. Pada Abad ke-7 India menjadi pusat endemik kolera. Selain kolera penyakit lepra menyebar dari Mesir ke Asia Kecil dan Eropa melalui imigran. Upaya-upaya yang dilakukan adalah perbaikan lingkungan yaitu higienis dan sanitasi. Pengelolaan dan pengolahan air minum yang bersih, pembuangan sampah, ventilasi rumah telah menjadi bagian kehidupan masyarakat waktu itu (Notoatmodjo, 2005). 


6

Cleanliness Management

Sumber & Kredit Wikipedia. Gambar dalam domain publik.

PE N DAHULUA N

Triumph of Death adalah lukisan karya Pieter Bruegel the Elder, yang dilukis c. 1562 itu terinspirasi oleh gelombang Kematian Hitam yang mengganggu abad ke-14. Sumber & Kredit Wikipedia. Gambar dalam domain publik.

b. Abad ke-XIII sampai abad ke XVII Pada masa ini kejadian endemik pes yang paling dahsyat terjadi di China dan India. Diperkirakan 13 juta orang meninggal. Di India, Mesir dan Gaza tercatat 13.000 orang meninggal setiap harinya, atau selama wabah tersebut jumlah kematian mencapai 60 juta orang. Peristiwa itu dikenal dengan “The Black Death”. Di saat yang sama kolera juga menjadi masalah di beberapa tempat. Tahun 1603 satu di antara enam orang meninggal karena penyakit menular. Tahun 1665 meningkat menjadi satu di antara lima orang. Tahun 1759 tercatat penyakit-penyakit lain yang mewabah di antaranya difteri, tifus, dan disentri.

educleaning123.id

7

2. Periode Ilmu Pengetahuan (Scientific Period). Abad ke-XVIII sampai permulaan abad ke-XIX (Kebangkitan Ilmu Pengetahuan).

Louis Pasteur

Joseph Lister

William Marton

8

Cleanliness Management

Penyakit-penyakit yang muncul bukan saja dilihat sebagai fenomena biologis yang sempit, tetapi merupakan suatu masalah yang komplek. Pada masa ini juga ditemukan berbagai macam vaksin dan bahan disinfektan. Vaksin cacar oleh Louis Pasteur, asam carbolic untuk sterilisasi ruang operasi ditemukan oleh Joseph Lister, ether untuk anestesi oleh William Marton, dan sebagainya. Tahun 1832 di Inggris terjadi epidemi Kolera. Parlemen Inggris menugaskan Edwin Chadwick, seorang pakar sosial untuk memimpin penyelidikan atas wabah tersebut. Berdasarkan laporan Chadwick Parlemen Inggris mengeluarkan UU tentang upaya-upaya peningkatan kesehatan penduduk, termasuk sanitasi lingkungan dan tempat kerja, pabrik, dan sebagainya. John Simon diangkat oleh pemerintah Inggris untuk menangani masalah kesehatan. Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke20 mulai dikembangkan pendidikan tenaga kesehatan. Tahun 1883 Sekolah Tinggi Kedokteran didirikan oleh John Hopkins di Baltimore AS, dengan salah satu departemennya adalah Departemen Kesehatan Masyarakat. Tahun 1908 sekolah kedokteran mulai menyebar di Eropa, Kanada, dan negara lainnya. Dari segi

PE N DAHULUA N

John Hopkins

Rumah Sakit John Hopkins

pelayanan masyarakat, pada tahun 1855 untuk pertama kalinya pemerintah AS membentuk Departemen Kesehatan yang merupakan peningkatan dari Departemen Kesehatan Kota yang sudah terbentuk sebelumnya. Tahun 1972 dibentuk Asosiasi Kesehatan Masyarakat Amerika (American Public Health Association) .

educleaning123.id

9

Mencuci tangan telah menjadi topik utama kebersihan dan agama selama 3.000 tahun lebih.

History of Cleanliness

10

Awareness dan Gaya Hidup Bersih

Clean is a Lifestyle/ Gaya Hidup Bersih

Secara etimologis, kata higienis merupakan serapan dari kata hygiene (Yunani) yang didefinisikan sebagai ilmu untuk membentuk dan menjaga kesehatan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa higienis merupakan suatu kondisi atau upaya dalam menjaga kesehatan dan pencegahan terhadap penyebaran wabah penyakit. WHO juga menjelaskan bahwa higienitas kesehatan mencakup serangkaian tindakan yang berhubungan dengan upaya pencegahan di bidang kesehatan, contohnya pembersihan lingkungan; sterilisasi alat, kebersihan tangan, ketersediaan air bersih, juga sanitasi serta pembuangan limbah yang aman. Seiring dengan percepatan zaman dan informasi, kebutuhan higienitas tidak lagi menjadi kebutuhan pribadi dan kalangan atas. Menciptakan lingkungan yang bersih

Cleanliness Management

sudah menjadi kebutuhan dan tanggung jawab bersama. Apa yang dilakukan WHO dan lembaga-lembaga negara adalah salah satu perwujudannya. Dari sinilah kebutuhan akan segala sesuatu yang berstandar kebersihan tinggi diterapkan di berbagai bidang. Kini di era digital, pada masyarakat yang disebut urban, hidup bersih bukan lagi menjadi sekadar kebutuhan melainkan sudah menjadi gaya hidup. Bersih bukan lagi tubuh yang bersih, tapi semua hal termasuk udara yang dihirup. Tingkat konsumsi kaum urban yang tinggi menuntut pula tingginya perilaku higienis dari produsen. Maka para produsen pun berpacu dengan beragam teknologinya untuk meyakinkan konsumen bahwa apa yang diproduksi sudah mencapai standar tertinggi dengan ditempelkannya label-label dari lembaga-lembaga terjamin. Misalnya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), US Food and Drug Administration (USFDA), dan lain-lain. Media sosial yang muncul bersama percepatan era digital memaksa kaum urban lebih sering berkomunikasi di ruangruang maya. Ruang-ruang sosial tersebut penuh dengan unggahan tempat-tempat wisata dan beragam makanan dengan sajian cantik dan desain interior yang “Instagramable”. Juga tren coffee shop yang sedang mewabah saat ini, tempat dimana kaum urban bertemu dengan teman-temannya. Kaum urban memanfaatkan media sosial sebagai wadah mereka untuk memamerkan gaya hidupnya, dengan mengupdate aktivitas mereka, apa yang mereka lakukan dan dimana mereka berada. Kalau tempat tersebut terkesan jorok atau kotor niscaya mereka kehilangan pendapatan, karena pelanggan masa kini memiliki standar kebersihan sangat tinggi.

educleaning123.id

11

12

Cleanliness Management

Culture of cleanliness will influence the hygiene, health, asthetic and natural setting, which is a new age currency of a country Vishwas Chavan

educleaning123.id

13

14

Cleanliness Management

01

PERSONAL HYGIENE GROOMING Materi Bab Ini

SEJARAH PERSONAL HYGIENE SEJARAH PERSONAL GROOMING KOMPONEN PERSONAL HYGIENE ATURAN BERPAKAIAN

educleaning123.id

15

16

Cleanliness Management

BAB I PE R SON AL HYGIE N E & GROOM ING

K

EBERSIHAN dimulai dari diri sendiri. Pernyataan ini sama sekali bukan hal klise. Namun karena sering dikatakan tanpa keteladanan, kalimat tersebut seperti tak bermakna. Orang cenderung melihat kebersihan sebagai suatu keadaan. Keadaan atau situasi yang begitu saja diterima atau bahkan dianggap harus ada. Kebersihan adalah barang jadi yang disuguhkan di depan mata. Sejatinya kebersihan merupakan sebuah inisiatif. Kebersihan adalah keputusan. Karenanya, pernyataan kebersihan dimulai dari diri sendiri sangatlah tepat dan memiliki makna yang dalam. Bisa dibayangkan kalau lebih dari 7,6 miliar penduduk dunia memegang prinsip ini dan konsisten menjalankannya, bumi niscaya menjadi tempat yang paling indah dan nyaman di seluruh jagat raya Karena kebersihan dimulai dari diri sendiri, maka hal yang secara personal terkait dengan kebersihan dan kesehatan menjadi amat penting. Setiap orang yang berinisiatif untuk ini akan menjadi kontributor yang amat berpengaruh bagi terwujudnya lingkungan yang bersih, sehat dan nyaman. Dalam pengertian ilmiah, personal hygiene atau kebersihan pribadi adalah konsep yang lazim digunakan dalam praktik medis dan kesehatan masyarakat. Ini juga banyak dipraktikkan di tingkat individu dan di rumah. Kegiatan ini meliputi menjaga kebersihan tubuh dan pakaian kita. Kebersihan pribadi adalah hal yang sangat personal, seperti namanya. Dalam hal ini, kebersihan pribadi didefinisikan sebagai suatu kondisi yang mempromosikan praktik sanitasi untuk diri sendiri. Setiap orang memiliki kebiasaan dan standar mereka sendiri yang telah diajarkan kepada mereka atau yang telah mereka pelajari dari orang lain. Secara umum, praktik kebersihan pribadi digunakan untuk mencegah atau meminimalkan kejadian dan penyebaran penyakit menular. Di industri hospitality, menjaga kebersihan, kesehatan dan penampilan pribadi sangatlah penting. Dalam bisnis yang mengedepankan layanan jasa keramahan dan melibatkan

educleaning123.id

17

Di industri hospitality, menjaga kebersihan, kesehatan dan penampilan pribadi sangatlah penting.

18

sentuhan personal, higienitas serta penampilan seseorang amatlah vital. Sekadar murah senyum, penuh perhatian dan responsif menanggapi permintaan pelanggan tidaklah memadai tanpa didukung oleh penampilan dan kebersihan personal yang prima. Salah satu aspek penting dalam kebersihan, kesehatan dan kaitannya dengan hal personal adalah perspektif dari diri sendiri mengenai apa itu bersih dan higienis serta apa gunanya bagi seseorang secara pribadi. Dengan kata lain, kebersihan dan higienitas ideal akan tercipta bila itu diupayakan dengan mengambil manfaat bagi diri sendiri. Kualitas kebersihan akan tercermin dari bagaimana seorang memandang kebersihan dan kesehatan sebagai sesuatu yang bermanfaat. Seseorang housekeeper membersihkan kamar hotel dengan sempurna karena ia tahu bahwa apabila ia menjadi tamu di sana, ia pun akan merasa nyaman. Sayangnya di Indonesia dan banyak negara berkembang standar mengenai kebersihan dalam hidup sehari-hari secara pribadi sangat berbeda antara satu orang dengan yang lain. Ada orang yang tumbuh dan besar di keluarga yang sangat menghargai kebersihan dan higienitas, banyak pula yang sebaliknya. Kesadaran dan pemahaman masyarakat akan kebersihan terpaut jurang yang dalam antar kelompok budaya dan strata sosial. Untuk itulah dalam industri hospitality dibuat standar yang ketat mengenai personal hygiene dan grooming. Citra bersih dari hotel, restoran, kafe atau layanan hospitality lainnya tercermin dari kebersihan dan penampilan pribadi yang terlibat di bisnis tersebut. Karenanya bisa dibayangkan bila tak ada standardisasi, upaya menyuguhkan layanan yang bersih dan higienis akan gagal hanya karena sumber daya manusia yang melakukannya lalai terhadap kebersihan dan berpenampilan jorok. Segala upaya untuk menyamakan persepsi kebersihan, kesehatan dan penampilan pribadi sebenarnya merupakan usaha yang berkelanjutan (sustainable) dan dijalankan dalam satu timeline (berkesinambungan). Berkelanjutan artinya setiap orang lama kelamaan akan melihat pentingnya

Cleanliness Management

BAB I PE R SON AL HYGIE N E & GROOM ING

What Was Hygiene Like In The Victorian Era?

personal hygiene and grooming bukan semata tuntutan profesi. Seperti orang yang belajar ilmu beladiri (martial art), jurus-jurus yang dipelajari akan mandarah daging dan menyatu dengan dirinya. Sehingga, saat diharuskan bertanding atau berada dalam bahaya, orang tersebut tak lagi berpikir akan menggunakan jurus yang mana. Saat harus fight semua yang dipelajari akan spontan dikeluarkan demi kemenangan. Demikian juga dengan personal hygiene, setiap individu tak lagi perlu recalling memori mereka mengenai bagaimana seharusnya bertindak dan bekerja bersih dan sehat. Semuanya dilakukan dengan spontan demi satu tujuan, kepuasan semua orang atas layanan yang bersih dan sehat. Sementara itu yang dimaksud dengan berkesinambungan (satu timeline) adalah kesadaran berperilaku bersih secara individu atau personal yang terus menerus dilakukan. Dilakukan di dalam atau bahkan di luar jam kerja, perilaku bersih secara pribadi menjadi keharusan. Di industri

educleaning123.id

19

hospitality, seorang waiter misalnya, kemungkinan akan bertemu dengan pelanggannya di luar jam kerja. Semisal saat pergantian shift atau pada saat off duty. Kemampuan berperilaku sehat dan bersih secara terus menerus akan berpengaruh pada citra diri, juga image tempat dimana ia bekerja. Walaupun memuat makna “bersih” istilah hygiene dan cleanliness merupakan dua hal yang berbeda. Membersihkan

Di industri hospitality, seorang waiter misalnya, kemungkinan akan bertemu dengan pelanggannya di luar jam kerja. Kemampuan berperilaku sehat dan bersih secara terus menerus akan berpengaruh pada citra diri, juga image tempat dimana ia bekerja.

20

dalam cleanliness berarti menghilangkan kotoran, limbah atau hal-hal yang tidak diinginkan dari permukaan benda menggunakan detergen dan peralatan yang diperlukan. Sementara praktik kebersihan dalam “hygiene” berfokus pada pencegahan penyakit. Misalnya, petugas kebersihan membersihkan lantai rumah sakit menggunakan detergen, kain pel dan sapu. Proses ini hanya akan mengilangkan kotoran yang tampak dipermukaan tapi tidak “hygiene”. Namun jika proses pembersihan menggunakan QUAT Based Sanitizers, maka proses pembersihan akan menurunkan jumlah mikroorganisme pada level aman.

Cleanliness Management

Ignaz Semmelweis washing his hands in chlorinated lime water before operating. Bettmann/Corbis National Public Radio

Ignaz Semmelweis The Persecuted Medical Pioneer

1.1. Sejarah Personal Hygiene Personal hygiene atau kebersihan secara pribadi dan mandiri tidak terlepas dari tiga kegiatan pokok, yakni mencuci tangan, minum air bersih dan menyiram bekas buang air besar. Ketiga kegiatan ini tampaknya sederhana di zaman sekarang, tapi tidak demikian di masa lalu. Bahkan saat ini masih ditemui kelompok masyarakat yang tidak mengenal tradisi mencuci tangan sebelum makan, buang air besar di kebun dan biasa meminum air yang tidak bersih. Meski demikian sebagian besar masyarakat sudah memiliki kesadaran kesehatan individu dengan melakukan tiga kebiasaan tadi.

educleaning123.id

21

1.1.1. Sejarah Mencuci Tangan: Ignaz Semmelweis

Ignaz Philipp Semmelweis

22

Bayangkan seperti apa jadinya kalau para dokter bedah tidak diwajibkan mencuci tangan dan menggunakan sarung tangan medis? Cukup menakutkan, bukan? Di negara-negara maju, mencuci tangan sangat dipromosikan untuk orang-orang dari segala usia dan kalangan, tetapi hanya sedikit orang yang tahu sejarah permulaannya. Pada tahun 1847, dokter kelahiran Hongaria, Ignaz Semmelweis melakukan pengamatan khusus pada praktik mencuci tangan di klinik medis. Saat bekerja di klinik kebidanan di Wina, Dr. Semmelweis merasa terganggu oleh fakta bahwa demam nifas (atau nifas) yang fatal terjadi secara signifikan lebih sering terjadi pada wanita yang dibantu oleh mahasiswa kedokteran,

Cleanliness Management

BAB I PE R SON AL HYGIE N E & GROOM ING

dibandingkan dengan mereka yang dibantu oleh bidan. Melalui pemeriksaan praktik klinis yang teliti, ia menemukan bahwa mahasiswa kedokteran yang membantu persalinan sering melakukannya setelah melakukan otopsi pada pasien yang meninggal karena sepsis (yang berasal dari bakteri). Setelah mewajibkan kebijakan cuci tangan yang ketat dengan larutan antiseptik yang diklorinasi, tingkat kematian turun 10 hingga 20 kali lipat dalam 3 bulan, menunjukkan bahwa pemindahan penyakit dapat dikurangi secara signifikan dengan praktik higienis sederhana ini. Sayangnya Dr. Semmelweis tidak bisa meyakinkan rekan-rekannya tentang pentingnya penemuannya. Dia dianggap sudah gila dan meninggal di sebuah rumah sakit akibat sepsis dari cedera yang diterimanya di sana, seperti banyak wanita yang dia coba lindungi.

1.1.2. Air Minum Bersih: John Snow dan Broad Street Pump Andaikan seperti apa hidup jika satu-satunya sumber air minum yang ada di sekitar kita terkontaminasi diare dari orang yang meninggal karena kolera? Pada pertengahan abad ke-19 di Inggris, wabah kolera (yang berasal dari bakteri) menyebabkan epidemi yang sangat besar, menyebabkan puluhan ribu orang meninggal dan ratusan ribu lainnya sakit. Pada saat itu, orang hanya tahu sedikit tentang asal mikroba atau penyebaran penyakit menular. Sebaliknya, mereka diyakinkan bahwa penyakit kolera disebabkan oleh gas beracun dari selokan, kuburan terbuka, dan tempat pembusukan lainnya. John Snow adalah seorang dokter medis yang mengamati bahwa kolera tampaknya menyebar bukan melalui gas beracun, tetapi dari air yang terkontaminasi limbah. Dia memperhatikan bahwa sebagian besar kematian terkait kolera terjadi di dekat sebuah pompa di Broad Street, dimana penduduk daerah itu sering

educleaning123.id

23

berhenti untuk minum air. Snow kemudian mengambil tindakan nekat. Ia melepaskan pegangan pompa sehingga orang tak lagi bisa minum dari sana dan hampir seketika, penyebaran penyakit itu berhenti. Meskipun butuh beberapa waktu bagi pemerintah setempat untuk memercayai pernyataannya dan mengambil tindakan, teori dan temuan Dr. Snow berkontribusi besar baik dalam memahami asal-usul penyakit menular maupun dalam penggunaan air minum bersih yang disebarkan.

John Snow

The cholera outbreak on 1854

Broad Street Pump

24

Cleanliness Management

BAB I PE R SON AL HYGIE N E & GROOM ING

1.1.3. The Modern Flush Toilet: Thomas Crapper

Thomas Crapper. Di Kota Chelsea, Thomas Crapper membuka showroom kamar mandi pertama di dunia.

Masih ingat cerita orang-orang tua zaman dulu tentang kakus di kampung? Ya, banyak rumah di zaman mereka tidak memiliki WC di dalam. Kalau ingin buang air besar, mereka pergi ke kebun, menggali lubang dan melepas hajatnya di sana. Beberapa bahkan merasa tak perlu menggali lubang karena kebun yang luas menyediakan tempat leluasa untuk buang air besar di mana-mana. Thomas Crapper, lahir pada tahun 1836 di Yorkshire, Inggris, diklaim sebagai penemu toilet flush. Sebenarnya, ia tidak sungguh-sungguh menemukan toilet siram tetapi diyakini telah membuat kontribusi besar terhadap pengembangan dan distribusinya dalam masyarakat modern. Dengan menerapkan sistem septik modern yang memompa air kotor keluar dari kota, penduduk relatif bebas dari penyakit yang bersumber dari mikroba dalam kotoran manusia.

educleaning123.id

25

Dengan upaya Thomas Crapper ini orang mulai mengembangkan toilet bersih. Toilet flush merupakan lompatan besar menuju peningkatan kesehatan masyarakat. Ketiga hal di atas menjadi langkah penting bagi kesehatan individu. Pada zaman tersebut belum ditemukan antibiotik. Bahkan orang-orang sama sekali belum paham dan mengerti bahwa penyakit kebanyakan disebabkan oleh mikroba yang masuk ke tubuh manusia karena perilaku yang tidak bersih. Ketiga tokoh di atas melawan persebaran penyakit melalui perubahan gaya hidup. Lama kelamaan orang atau pribadi yang ingin dianggap sebagai anggota komunitas yang bersih dan sehat mengadopsi kebiasaan cuci tangan, minum air bersih dan buang air di toilet berbilas secara sukarela. Sejarah mencatat, perubahan gaya hidup mendukung terwujudnya masyarakat yang bersih dan sehat.

Thomas Crapper waste preventer No. 814.

26

Cleanliness Management

BAB I PE R SON AL HYGIE N E & GROOM ING

Peralatan Barbershop.

1.2. Personal Grooming dan Sejarahnya

Health and Safety Personal Hygiene & Grooming Training

Mengapa koki harus berbaju putih? Kenapa waiter di kapal pesiar tidak boleh punya tattoo yang kelihatan dan dilarang menindik hidung atau alis? Apakah petugas front office di hotel boleh berambut gondrong dan berewokan? Semua aturan grooming atau cara berdandan dengan rapih dan bersih dibuat karena memang ada alasan kuat untuk itu. Jaket koki langsung dapat dikenali - itu salah satu hal paling penting yang bisa dimiliki seorang koki. Setiap aspek dari jaket koki telah dipikirkan dengan matang. Bahan katun yang tebal membantu melindungi koki dari panas dapur yang intens sambil tetap bernapas, dan juga menyerap cairan yang tumpah. Lengan panjang membantu melindungi lengan dari luka bakar. Kancing jaket yang besar berfungsi untuk melepas jaket dengan cepat jika terjadi keadaan darurat, seperti kena tumpahan minyak panas. Jaket juga memiliki double-breasted, jika terkena noda, juru masak dapat membaliknya. Kenapa putih? Selain berkonotasi bersih, kain berwarna putih juga mudah dibersihkan.

educleaning123.id

27

Tattoo dan tindik merepresentasikan masyarakat tribal. Tindik hidung dan tattoo mengasosiasikan seseorang dengan anggota gerombolan tak beradab dan tak kenal sopan santun. Keberadaan orang semacam ini sebagai housekeeper (misalnya di kamar hotel sedang bed-making dan cleaning) akan dirasa menjadi ancaman bagi tamu. Demikian halnya dengan jenggot dan kumis yang tumbuh tak beraturan. Front office adalah lini terdepan industri hospitality. Industri yang menjual keramah-tamahan, rasa aman dan nyaman, sehingga tidak mungkin mempekerjakan orang yang berpenampilan awut-awutan. Grooming sebenarnya sangat berkonotasi maskulin. Mengapa? Sejak zaman dahulu lelaki tidak dikenal sebagai tukang dandan. Beda dengan perempuan. Kaum pria dianggap lebih memperhatikan kinerja ketimbang penampilan. Di era revolusi industri, para lelaki pekerja

28

Cleanliness Management

BAB I PE R SON AL HYGIE N E & GROOM ING

digambarkan sebagai kelompok yang berbadan kekar, menggunakan bretel, celana berbahan kasar dan bulu dibiarkan tumbuh tak beraturan di wajah mereka. Karenanya di era dimana industri hospitality berkembang dan SDM lakilaki banyak dibutuhkan, aturan grooming menjadi penting.

1.2.1. Orang Mesir Kuno

Lukisan dinding yang ditemukan di kuilkuil Mesir kuno yang menggambarkan kehidupan seharihari mengungkapkan pria sering memakai makeup. Bahkan, hampir mustahil untuk menemukan potret seorang Mesir kuno yang matanya tidak dihiasi.

Hubungan pria dengan dandan serta perawatan dapat ditelusuri kembali ke awal 10.000 SM. Bangsa Mesir Kuno sangat suka pada baluran lidah buaya, mandi susu, menuang minyak wangi dari rambut ke janggut, dan pakai “kohl” (maskara tradisional). Di gurun Mesir yang kering dan panas, kemewahan ini memiliki banyak tujuan. Misalnya, kohl (ramuan bubuk yang terbuat dari batuan antimon yang dihancurkan, almond yang dibakar, timbal, tembaga teroksidasi, oker, abu, perunggu dan chrysocolla/

educleaning123.id

29

batuan silikat) adalah salah satu contoh paling awal dari eye-liner. Itu diterapkan sedemikian rupa sehingga membantu mengurangi cahaya matahari - seperti garis hitam yang dipakai para pemain rugby ke wajah mereka di zaman sekarang. Mereka menghindari efek buruk matahari seperti kulit terbakar dan bau badan dengan berbagai upaya. Orang Mesir membekap diri mereka dalam minyak yang sangat wangi untuk menutupi bau badan. Aroma dan bahan-bahan populer dalam minyak ini termasuk: mur, thyme, marjoram, chamomile, lavender, lily, peppermint, rosemary, cedar, rose, gaharu, bahkan minyak zaitun.

1.2.2. Orang Romawi Tidak seperti orang Mesir Kuno - yang waktu dan upayanya sebagian besar ditujukan untuk mengurus aroma tubuh mereka - orang-orang Romawi

Selama pemerintahan Ratu Elizabeth I, makeup sangat populer di kalangan pria, yang menghargai kulit berwarna putih.

30

Cleanliness Management

BAB I PE R SON AL HYGIE N E & GROOM ING

membangun pemandian pribadi dan bersama para kerabatnya mendorong kebersihan secara keseluruhan. Pemandian umum yang mereka dirikan juga menjadi hot spot terkenal bagi para lelaki untuk berbagi rahasia perawatan mereka. Bersusah payah menyiapkan air hangat dan uap, orang Romawi percaya mandi bersama mampu menghilangkan kotoran dari bawah kulit. Mereka mengambil inspirasi dari orang Mesir yang datang sebelum mereka, menggunakan parfum berbasis minyak dan melarutkannya di air pemandian. Ketika jerawat muncul, mereka menggunakan tepung dan mentega untuk membuat masker yang mereka yakini mampu menghilangkannya. Orang-orang Kekaisaran Romawi juga termasuk pionir dalam bereksperimen dengan pewarna rambut. Pirang adalah warna favorit yang dipercaya membuat mereka terlihat lebih muda. Namun sekitar satu abad sebelum masehi tren ini memakan banyak korban, karena pewarna yang mereka coba-coba seringkali sangat korosif sehingga sebagian besar lelaki yang suka berdandan itu kehilangan rambut mereka sepenuhnya.

1.2.3. Abad Pertengahan Di Abad pertengahan, ketika dominasi Gereja begitu kuat, berdandan hanya milik eksklusif para bangsawan dan pejabat gereja. Rakyat biasa yang berdandan akan disebut “antek iblis”. Grooming menjadi penanda status sosial. Para lelaki bangsawan yang merangkap jabatan sebagai hakim, perwira tentara, pegawai pamong praja bahkan berdandan begitu elok layaknya perempuan. Mereka menggunakan bedak, rambut palsu bahkan mewarnai bibir mereka. Di zaman Elizabeth I, berbarengan dengan populernya cermin perak, berdandan menjadi kegemaran semua kalangan. Mereka menganggap

educleaning123.id

31

berdandan yang rapi adalah bentuk perhatian dan penghargaan bagi komunitas sosial yang mereka ikuti. Di era ini kecenderungan bereksperimen dengan berbagai bahan berujung tragedi. Bahan-bahan mengandung arsenik dan timah hitam digunakan dan menyebabkan kematian.

1.2.4. Era Victoria Di zaman ini sabun mulai diproduksi massal. Mandi sebagai ritual awal perawatan pribadi menjadi lengkap dengan adanya sabun. Di era yang sama produkproduk anti penuaan mulai bermunculan. Hanya saja lebih banyak produk baik perempuan ketimbang lelaki yang diproduksi. Di era ini perawatan diri dan urusan berdandan mulai intens dan jadi kesadaran bagi lelaki maupun

Kemasan sabun era Victoria

32

Cleanliness Management

BAB I PE R SON AL HYGIE N E & GROOM ING

perempuan di semua strata sosial. Tahun 1898 bahkan muncul produk perawatan diri yang diperuntukkan bagi para budak keturunan Afrika. Mulai muncul kesadaran dari kaum majikan untuk membiasakan para budak melakukan perawatan diri. Era ini mungkin menjadi awal dari kesadaran grooming sebagai bagian dari hospitality, sekalipun masih terbatas pada determinasi budak dan majikan.

1.2.5. 1900-an Dengan kelahiran Hollywood, masuklah ikon-ikon selebriti dengan rambut belakang yang disisir rapi, gigi putih mutiara, dan wajah yang dicukur bersih di ruang publik lewat layar lebar. Ikon-ikon ini meningkatkan penampilan lelaki ke level yang sama sekali baru. Mereka mulai tertarik pada penampilannya dan industri wewangian mulai hidup, dengan Prancis bertindak sebagai pusat utamanya. Para lelaki juga diperkenalkan dengan pisau cukur aman yang pertama, membuat bercukur di rumah menjadi pengalaman yang menyenangkan. Pisau cukur praktis tahun 1900-an ini memang masih sederhana namun memiliki bentuk dan

Kedatangan pembuatan film modern di Amerika Serikat, rambut dan makeup untuk pria muncul kembali. Penampilan Clark Gable yang dipoles mungkin adalah contoh pertama dari kecantikan “metroseksual”.

educleaning123.id

33

keandalan yang masih diakui secara universal hingga saat ini. Arus baru perawatan pribadi ini juga dipicu oleh perusahaan-perusahaan yang memproduksi “krim ajaib”, produk perawatan yang menjamin pemakainya bakal mirip bintang idola. Di zaman ini majalah gaya hidup untuk kaum lelaki juga mulai menjamur dan memberi afirmasi bahwa berdandan yang rapi dan klimis adalah cermin pribadi modern.

1.2.6. Era Milenium

Memelihara bulu rambut dengan gaya the 5 o’clock shadow tidak disarankan karena tampak kotor. Lebih baik dibersihkan atau dirapikan.

34

Teknologi, sains, dan mode telah menciptakan perpaduan unik bagi tren perawatan pria sejak pergantian milenium. Munculnya pria metroseksual (pesolek) telah meningkatkan profil perawatan pria, yang memungkinkan pria untuk menikmati seluruh rutinitas perawatan yang sebelumnya lebih banyak dilakukan wanita. Pelembab sekarang sangat bisa diterima, seperti halnya mencukur dada, punggung,

Cleanliness Management

BAB I PE R SON AL HYGIE N E & GROOM ING

Mencukur setiap hari. Jika perlu pagi dan dan sore.

alis, dan bahkan area yang lebih pribadi. Revolusi ini juga memungkinkan pria untuk berhenti memakai produk bagi para wanita dalam kehidupan mereka dan mulai dengan bangga menampilkan merek mereka sendiri. Karena itu, pria sekarang memiliki akses luas ke berbagai produk: minyak sebelum cukur, krim cukur, krim anti komedo, krim anti-penuaan, salep anti-jerawat, rol mata, pomades, dan gel, sampo, kondisioner, lulur wajah. Perawatan pribadi menjadi syarat mutlak bagi banyak profesi. Mulai dari salesman, motivator, pengacara, hingga pialang saham amat peduli dengan penampilan diri. Terlebih di industri hospitality, grooming menjadi keharusan demi menaikkan citra perusahaan atau merek, namun terutama demi kepuasan pelanggan dan customer experience yang membuat mereka akan kembali lagi pada suatu hari. Di era teknologi informasi yang seolah-olah membuat dunia borderless, aspek grooming menjadi hal penting dalam banyak review online

educleaning123.id

35

industry. hospitality (hotel, restoran, maskapai penerbangan, shuttle service) . Ungkapan “friendly staff”, “excellence service”, “great moment with the crew”, dan “recommended” tentu tak bisa lepas dari aspek grooming para personel yang terlibat di dalamnya. Ada benarnya ungkapan: kesan pertama amat menentukan. Kesan pertama ini sebagian besar dibangun oleh kesigapan para pekerja hospitality dan tentu saja penampilan mereka.

1.3. Komponen Personal Hygiene 1.3.1. Body Hygiene (Perawatan Kulit) Tubuh memiliki hampir dua juta kelenjar keringat. Keringat basah dan kering serta sel kulit mati akan membuat kotoran yang menempel pada kulit dan permukaan pakaian dalam. Aksi bakteri mengurai keringat, sehingga menimbulkan bau tak sedap dan mengiritasi kulit. Ini terutama terlihat pada selangkangan, ketiak dan kaki, dan pada pakaian yang menyerap keringat. Infeksi kulit seperti kudis, jerawat dan kurap adalah hasil dari hygiene tubuh yang buruk

Mandi, untuk menjaga penampilan agar tampak segar.

36

Cleanliness Management

Berpenampilan baik (well groomed) tidak diperuntukkan bagi orang kaya atau bergaya. Siapa pun dapat grooming dengan baik jika mau meluangkan sedikit waktu untuk melihat bagian itu. Percaya diri dan grooming berjalan beriringan. Berpenampilan terawat akan membuat hidup lebih bermanfaat. Mandi menggunakan sabun setidaknya sekali sehari sangat penting untuk memastikan tubuh kita tetap bersih. Mandi juga wajib dilakukan setelah beraktivitas, berkeringat atau tubuh menjadi kotor. Alat kelamin dan daerah anal perlu dibersihkan dengan baik karena ada sekresi alami dari daerah ini. Keringkan tubuh dengan handuk bersih setelah dibilas. Ganti dengan pakaian dalam yang bersih

BAB I PE R SON AL HYGIE N E & GROOM ING

setelah mandi. Membersihkan telinga setiap habis mandi juga diperlukan. Hindari berbagi sabun dan handuk karena bahaya infeksi silang.

Menjaga bau tubuh dengan memakai deodorant atau perfume.

Jenis-jenis sisir, digunakan sesuai jenis rambut.

1.3.1.1. Perawatan Harian Mandi setiap hari. Persyaratan untuk penampilan yang terawat adalah kebersihan. Mulailah setiap hari dengan mandi dan sabun pilihan Anda. Lakukan ini kecuali ditentukan lain oleh profesional medis. Gunakan deodoran. Setelah membersihkan tubuh, pastikan aroma Anda tetap segar. Oleskan deodoran setelah mandi. Pilih varietas yang sensitif atau bebas aluminium jika menderita alergi. Luangkan waktu untuk menemukan aroma yang tepat untuk Anda Sikat gigi. Menyikat dua kali sehari adalah ketentuan minimal. Sikat sekali di pagi hari dan sekali di malam hari. Penggunaan dental floss (benang gigi) akan mengurangi bau mulut karena bakteri. Cukur atau rawat rambut Anda. Tidak semua orang sempat untuk mencukur bulu di wajah, kaki, atau bagian tubuh lainnya setiap hari. Hilangkan bulu di wajah, kaki, dan ketiak hanya jika Anda yakin ini perlu. Pria bisa terlihat terawat dengan rambut wajah (berewok), tetapi itu perlu dikontrol dan dirawat. Untuk wanita biasanya dipandang perlu untuk mencukur bulu kaki dan ketiak agar terlihat rapi. Jika Anda memiliki kulit sensitif, pertimbangkan untuk tidak terlalu sering bercukur dan temukan krim cukur yang dibuat untuk kulit sensitif. 1.3.1.2. Peralatan yang Wajib Ada Bawalah selalu “grooming survival kit” kemanapun Anda pergi. Anda dapat menggunakan tas mungil untuk menampung barang-barang yang bisa mengatasi kulit kering, kuku yang patah, atau rambut yang berantakan.

educleaning123.id

37

Beberapa barang berikut wajib ada di grooming survival kit: Lotion atau vaseline Sisir mini Permen penyegar nafas Cermin mini pin Pita rambut Parfum atau cologne Handuk padat jarum dan benang

1.3.2. Oral Hygiene (Perawatan Mulut)

Menjaga kelembaban bibir dengan menggunakan lipgloss.

38

Cleanliness Management

Mulut adalah area tubuh yang paling rentan mengumpulkan bakteri berbahaya dan menghasilkan infeksi. Mulut kita secara mekanis memecah makanan menjadi beberapa bagian. Proses ini meninggalkan partikel makanan (sisasisa makanan) yang menempel di permukaan gusi dan gigi kita. Rongga mulut kita penuh dengan bakteri dan merupakan lingkungan yang baik untuk pertumbuhan bakteri. Proses pembusukan yang terjadi pada permukaan gigi akhirnya menghasilkan penumpukan yang disebut plak (deposit lengket tempat bakteri tumbuh) yang kemudian diubah menjadi karang gigi (deposit keras, kekuningan, terkalsifikasi pada gigi, terdiri dari bahan organik). Hasilnya adalah kerusakan gigi. Selain itu, bau mulut yang tidak sedap (halitosis atau bau busuk), infeksi gigi dan gusi dapat disebabkan oleh hygiene mulut yang buruk. Saran untuk menjaga kebersihan mulut adalah: Berkumur setelah makan. Sikat gigi dengan pasta gigi yang mengandung fluoride dua kali sehari-sebelum sarapan dan sebelum tidur.

BAB I PE R SON AL HYGIE N E & GROOM ING

Pada siang hari, sesudah makan, kumur atau gosok gigi untuk menghilangkan apa pun yang menempel di gigi. Pastikan tidak ada sisa makanan yang menempel dengan bercermin. Selain menyikat gigi secara teratur, disarankan untuk membersihkan gigi dengan dental floss atau benang gigi setidaknya satu kali sehari. Menjaga kesegaran mulut dengan menggosok gigi sehari 2 kali.

Mencuci tangan dengan benar.

Memotong daging atau memasak dengan tangan yang higienis, akan meminimalkan kontaminasi silang.

1.3.3. Handwashing (Perawatan Tangan) Kebersihan tangan sangat penting. Ada banyak situasi dimana mikroorganisme cenderung menempel pada tangan kita bersama dengan kotoran atau debu. Banyak penyakit menular yang mengikuti rute penularan fecal–oral route (dari tinja ke mulut) dengan perantaraan tangan. Kebersihan tangan memainkan peran yang sangat penting dalam mencegah penularan ini. Cuci tangan secara higienis mampu mengangkat mikroorganisme secara mekanis dari permukaan tangan yang terkontaminasi menggunakan sabun atau detergen. Mencuci tangan diupayakan dilakukan di air yang mengalir (bukan dalam wadah atau kobokan). Teknik mencuci tangan yang baik dan benar tidak membutuhkan waktu lama. Teknik mencuci tangan. Pertama basahi tangan dengan air bersih dan lumuri dengan sabun. Selanjutnya gosok kedua tangan dengan kuat dan gosok semua permukaan hingga pergelangan tangan. Bersihkan bagian bawah kuku. Lanjutkan menggosok selama 15–30 detik. Bilas tangan dengan air mengalir yang bersih (tuangkan dari kendi atau keran). Keringkan tangan di udara untuk menghindari kontaminasi ulang pada handuk kotor

educleaning123.id

39



jangan menyentuh apa pun sampai tangan kering. Bila ada towel paper gunakan yang baru.

Kapan harus mencuci tangan? Setelah menggunakan toilet (atau membuang kotoran manusia atau hewan) Setelah mengganti popok bayi atau popok sekali pakai dan membuangnya. Segera setelah menyentuh makanan mentah saat menyiapkan makanan (misalnya ayam atau daging lainnya). Sebelum menyiapkan dan menangani makanan yang dimasak/siap makan. Sebelum makan makanan atau memberi makan anak-anak. Setelah kontak dengan permukaan yang terkontaminasi (misalnya, tempat sampah, kain pembersih, permukaan yang terkontaminasi makanan). Setelah menangani hewan peliharaan. Setelah menyeka atau meniup hidung atau bersin ke tangan (kebersihan pernafasan). Sebelum dan sesudah kontak dengan luka yang terinfeksi. Setelah kontak dengan darah atau cairan tubuh (misalnya, muntah). Sebelum memberikan perawatan kepada orang yang ‘berisiko’ (misalnya menghadiri persalinan, merawat bayi). Setelah memberikan perawatan kepada orang yang terinfeksi.

Merawat kulit wajah agar wajah tampak cerah dan bersih. Rajin cuci muka untuk menjaga penampilan wajah agar tampak segar dan tidak kusam berminyak.



1.3.4. Perawatan Wajah Wajah mencerminkan personal hygiene. Artinya, wajah menunjukkan secara langsung bagaimana kualitas kesehatan seseorang. Kebersihan wajah meliputi semua bagian wajah. Area yang paling

40

Cleanliness Management

BAB I PE R SON AL HYGIE N E & GROOM ING

penting untuk tetap bersih adalah mata. Mata mengeluarkan cairan pelindung yang bisa mengering dan menumpuk di sekitar mata. Zat organik dari kotoran mata ini dapat menarik lalat dan ini berbahaya karena lalat adalah pembawa (vektor) trachoma dan konjungtivitis. Kita harus mencuci muka untuk menghilangkan semua kotoran yang bersentuhan selama beraktivitas. Ini akan membuat wajah senantiasa bersih sepanjang hari. Jangan pernah berbagi handuk wajah Anda dengan orang lain.

1.3.5. Kebersihan Kuku (Perawatan Kuku) Menjaga kebersihan kuku, memotong, dan merapikan kuku (perempuan) agar tangan terlihat lebih rapi.

Menjaga kebersihan telinga.

Kuku adalah jaringan keras yang terus tumbuh. Kuku panjang cenderung menumpuk atau menjebak kotoran di bagian bawah. Kotoran bisa jadi akibat membilas saat buang air besar atau menyentuh permukaan yang terinfeksi dan terkontaminasi. Menjaga kuku tetap terpotong dan dalam kondisi prima setiap minggu adalah penting dalam menjaga kesehatan. Guntinglah kuku pendek sepanjang bentuknya tetapi jangan memotongnya begitu dekat sehingga merusak kulit.

1.3.6. Kebersihan Telinga Kotoran telinga menumpuk di saluran telinga yang mengarah dari telinga luar ke gendang telinga. Saat sekresi keluar dari telinga, ia mengumpulkan partikel-partikel debu dari udara. Mencuci setiap hari dengan sabun dan air sudah cukup untuk menjaga telinga luar tetap bersih. Jangan menjangkau lebih jauh dari yang bisa dijangkau dengan jari kelingking di telinga Anda. Memasukkan jepit rambut, peniti, atau benda-benda bermata tumpul untuk tujuan pembersihan dapat membahayakan telinga. Bersihkan telinga dengan pembersih telinga yang

educleaning123.id

41

direkomendasi. Jika merasa kotoran menumpuk dan menyumbat telinga serta mengganggu pendengaran, berkonsultasilah dengan dokter.

1.3.7. Kebersihan Rambut (Perawatan Rambut)

Keramas, menjaga kebersihan rambut agar rambut tidak berminyak, lepek, tidak bau dan terhindar dari penampilan yang kusut.

Kutu rambut (pediculus humanus capitis).

42

Cleanliness Management

Folikel tempat rambut tumbuh menghasilkan minyak dari kelenjar sebaceous yang menjaga rambut tetap halus. Kulit kepala (kulit yang menutupi kepala) juga memiliki banyak kelenjar keringat dan merupakan permukaan untuk penumpukan sel kulit mati. Minyak, keringat, dan sel-sel mati semuanya bergabung dan dapat membuat rambut berminyak dan terlihat kotor kecuali jika Anda mencucinya secara teratur. Hygiene rambut yang buruk dapat menyebabkan ketombe dan infeksi kulit seperti Tinea capitis. Ketombe adalah kulit mati di kulit kepala yang keluar serpih kecil ketika kelenjar sebaceous menghasilkan terlalu banyak minyak dan menumpuk di kulit kepala. Rambut juga tempat yang baik untuk kutu rambut (Pediculus humanus capitis) dan telur kutu. Kutu kepala adalah serangga kecil yang hidup dengan mengisap darah. Anak-anak sangat rentan terhadap serangan kutu. Kutu menyebar dari satu kepala ke kepala lainnya ketika ada kontak dekat seperti di lingkungan sekolah. Mereka membuat kulit kepala gatal dan menyebabkan gangguan, iritasi, dan rasa malu. Mencukur rambut kepala dimungkinkan dalam kasus serangan kutu berat. Berbagi sisir dengan orang lain harus dihindari. Membersihkan rambut penting untuk memastikan rambut tetap bersih, sehat dan kuat. Prosedur yang disarankan untuk membersihkan rambut adalah: Gunakan air bersih untuk mencuci rambut

BAB I PE R SON AL HYGIE N E & GROOM ING







Pomade dapat digunakan secara efektif untuk tampilan lebih rapi.

secara teratur (setidaknya dua kali seminggu, lebih disukai sekali setiap hari) dengan shampoo. Pijat kulit kepala untuk menghilangkan sel kulit mati, minyak berlebih dan kotoran. Bilas dengan air jernih. Kondisioner sangat membantu jika Anda memiliki rambut yang lebih panjang karena membuat rambut lebih halus dan lebih mudah disisir. Gunakan sisir bergigi lebar untuk rambut basah karena lebih mudah untuk ditarik. Keringkan rambut dan kepala dengan handuk bersih. Jangan pernah berbagi handuk dengan orang lain. Sisirlah rambut agar selalu terlihat rapi.

Gaya rambut untuk pria. Anda dapat melakukan segala jenis potongan rambut dengan teknik penataan rambut yang tepat. Berikut beberapa produk untuk membantu para pria makin bergaya: Pomade dapat digunakan secara efektif untuk tampilan ramping pada rambut pendek dan bertekstur. Wax sangat bagus untuk menambahkan kilau dan mengontrol rambut pendek Anda. Spray rambut membantu dengan tampilan acak-acakan untuk rambut panjang pertengahan. Krim dapat mengontrol rambut kusut dan lepek untuk rambut lebih panjang. Gel dapat digunakan untuk tampilan yang kuat dan basah. Gaya rambut untuk perempuan: Sebelum menata rambut, Anda harus memahami jenis rambut apa yang Anda miliki. Anda dapat menentukan ketebalan rambut dengan

educleaning123.id

43

berapa kali Anda perlu mengikatnya menjadi ekor kuda. Satu ikat berarti rambut Anda tebal, 2-3 ikat sedang, dan yang lainnya rambut halus. Gunakan blow dryer berkekuatan tinggi (di atas 1800 watt) untuk mencegah rambut kusut dan membuat hasil akhir yang mengkilap dan halus. Jika Anda berencana mengeriting rambut, oleskan mousse ringan saat rambut basah. Kemudian gunakan alat pengeriting keramik setelah dikeringkan. Jaga ikal sepanjang hari dengan menggunakan semprotan rambut. Kalau suka rambut lurus, pilih pelurus rambut dengan piring keramik dan siapkan rambut Anda sebelum meluruskan. Gunakan sampo dan kondisioner yang mampu menghaluskan. Tambahkan kesan rambut tebal dengan menambahkan gel volumizing saat rambut basah (keramas). Lakukan ini di malam hari dan buat rambut Anda disanggul sebelum tertidur. Lalu turunkan rambut Anda keesokan harinya untuk mendapatkan pantulan yang sehat.

Jenis rambut.

Memijat adalah salah satu cara merawat kaki.

1.3.8. Kebersihan Kaki (Perawatan Kaki) Kaki kita berkeringat saat kita berjalan siang hingga malam dan keringat menumpuk di semua permukaan kaki hingga di antara jari-jari kaki. Keringat bisa menodai sepatu dan menghasilkan bau yang tidak sedap. Keringat mendorong pertumbuhan jamur di antara jari-jari kaki. Ini disebut athlete’s foot. Gejala-gejala dari kaki atlet adalah kulit bersisik dan luka atau lecet, yang mulai di antara jari-jari kaki tetapi sering dapat menyebar ke telapak kaki. Ini adalah iritasi ringan dan sering menghilang dengan sendirinya tetapi kadang-kadang retakan dan luka ini menjadi tempat infeksi lainnya. Kaki harus dicuci setiap hari.

44

Cleanliness Management

BAB I PE R SON AL HYGIE N E & GROOM ING

Kuku jari kaki tidak memiliki banyak peran dalam penularan penyakit. Namun, kuku ini dapat menumpuk kotoran dan ini dapat meningkatkan potensi pengembangbiakan bakteri dan jamur.

1.3.9. Ketiak dan Kebersihan Bagian Bawah Ini adalah bagian tubuh yang mudah berkeringat dan ventilasinya sangat buruk. Setelah pubertas, keringat kita mendapatkan bau yang spesifik dan tidak menyenangkan yang mungkin menyinggung orang lain. Ketiak dan bagian bawah harus dicuci setiap hari. Anal cleansing adalah praktik higienis membersihkan anus setelah buang air besar. Anus dan bokong dapat dibersihkan dengan kertas toilet bersih atau produk kertas serupa. Air bisa digunakan. Tangan harus dicuci dengan sabun sesudahnya. Merawat dan menjaga aroma tubuh agar tidak mengganggu tamu dan orang disekitarnya. Merawat pakaian tidak sulit, label pada pakaian biasanya menyertakan cara merawat pakaian agar bersih dan awet.

1.3.10. Kebersihan Pakaian Kita biasanya memiliki dua lapis pakaian. Lapisan dalam adalah pakaian dalam dan lapisan luar seperti celana, rompi dan T-shirt. Pakaian ini menempel di kulit dan mengumpulkan keringat serta sel-sel kulit mati yang dapat menodai kain. Celana dalam harus dicuci lebih sering daripada lapisan luar pakaian. Kebersihan pakaian adalah aspek penting dari martabat seseorang. Disarankan untuk mengganti pakaian bekas dengan yang bersih setiap hari. Mencuci pakaian kotor membutuhkan air bersih yang cukup, detergen dan fasilitas cuci lainnya. Setelah dicuci bersih, pakaian harus disetrika agar rapi dan hygienist. Jika dirasa pakaian terkontaminasi/berbahaya maka untuk menjaga agar tidak terjadi cross contamination harus dicuci dengan menggunakan air panas atau disinfektan.

educleaning123.id

45

Aturan berpakaian 1. Pakailah pakaian bersih. Pastikan tidak ada untaian longgar, kancingnya utuh, dan keliman bersih.

Gunakan rol serat pada pakaian Anda jika perlu.

2. Hilangkan pilling. Pilling adalah penumpukan serat dan benang yang membuat bola-bola kecil di pakaian. Tidak perlu peralatan khusus untuk menghilangkan pilling. Pertama bersihkan pakaian, kemudian jika ada pilling “cukurlah”. Ambil pisau cukur untuk mencukur pilling. Gunakan rol serabut sesudahnya untuk hasil yang bersih. Salah satu cara menghilangkan pilling adalah dengan menggunakan pisau cukur.

3. Kenakan pakaian yang Anda sukai. Ketika Anda menikmati pakaian yang Anda miliki, Anda cenderung lebih memperhatikan kondisinya. Mengenakan pakaian favorit Anda akan membuat

Hindari mengenakan pakaian yang terlalu ketat atau terlalu longgar agar penampilan rapi dan tidak berlebihan.

Anda tampak hebat dan meningkatkan percaya diri. Bila harus menggunakan seragam, jahitlah seragam sesuai dengan bentuk tubuh dan kenyamanan Anda. Jangan paksakan mengunakan seragam all size atau jahitan buatan pabrik yang tidak sesuai dengan ukuran tubuh, menimbulkan kesan kedodoran atau kekecilan sehingga mengurangi penampilan. 4. Berbusanalah dengan gaya. Perhatikan tren di sekitar dengan mengamati apa yang dikenakan seseorang yang menurut Anda best groomed. Busana gaya tak perlu mahal. Kesederhanaan desain dan kemampuan padu padan akan membuat busana yang tidak mahal menjadi menarik. Pastikan pakaian Anda pas untuk Anda. Jangan memakai apa pun yang terlalu longgar atau ketat.

46

Cleanliness Management

BAB I PE R SON AL HYGIE N E & GROOM ING

Selalu mencoba pakaian sebelum Anda membeli dan minta orang lain memberikan pendapatnya. 5. Pakailah sepatu yang bersih dan dipoles. Jangan biarkan sepatu kotor tampak lusuh dan kumal. 6. Kenakan parfum dengan aroma yang layak. Tuntaskan pilihan pakaian Anda dengan aroma wewangian yang ringan. Pilih jenis parfum atau cologne yang mild. Ketahuilah bahwa beberapa orang sangat alergi terhadap aroma tertentu. Apabila ragu dengan pilihan aroma, pilihlah wangi yang berbahan dasar minyak esensial. Menggunakan minyak esensial bahkan dapat membantu meningkatkan suasana hati, mengurangi stres dan wanginya terasa alami. Menyemir, merawat sepatu agar rapi dan bersih.

educleaning123.id

47

Tes Pengetahuan dan pemahaman 48

BAB I

Personal Hygiene

1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pernyataan: “Kebersihan dimulai dari diri sendiri”. 2. Apakah yang dimaksud dengan personal hygiene atau praktik kebersihan pribadi? 3. Mengapa personal hygiene dalam industri hospitality memegang peranan sangat penting? 4. Apa yang dimaksud dengan pernyataan: Kebersihan pribadi adalah hal yang berkelanjutan dan satu timeline? 5. Sebutkan tiga kegiatan yang menjadi lompatan besar di sejarah kebersihan pribadi. 6. Mengapa “grooming” lebih bertendensi pada pengertian “pria yang berdandan”? 7. Sebutkan dan jelaskan 11 komponen personal hygiene? 8. Sebutkan perawatan harian dalam personal grooming? 9. Sebutkan dan jelaskan 3 dari 7 aturan berpakaian yang stylish? 10. Mengapa grooming itu penting? Sebutkan 3 alasannya.

Cleanliness Management

Catatan ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ...........................................................................

educleaning123.id educleaning123.id

49

50

Cleanliness Management

In every aspect of life, purity and holiness, exalt the human condition. Even in the physical realm, cleanliness will conduce to spirituality Abdu’l -Baha

educleaning123.id

51

52

Cleanliness Management

02

CHEMISTRY OF CLEANING Materi Bab Ini

CLEANING FACTORS AIR SKALA PH ATAU DERAJAT KEASAMAN DETERGEN DAN SURFAKTAN ANTISEPTIC & DISINFECTANT

educleaning123.id

53

54

Cleanliness Management

I only feel angry when I see waste. When I see people throwing away things we could use. Mother Teresa

educleaning123.id

55

56

Cleanliness Management

B

BAB I I CHE M IST RY OF CLE AN ING

AB ini akan dimulai dengan pertanyaan sederhana, apa yang terjadi saat proses membersihkan kotoran? Kenapa dibutuhkan cairan pembersih? Apakah harus menggunakan zat kimia? Bagaimana proses terjadinya noda atau kerak pada di lantai dan keramik toilet? Jawaban untuk pertanyaan tersebut ada pada uraian bab ini. Tetapi sebelum kita memahami dan mengenalnya, kita pelajari dulu apa yang disebut 5 Cleaning Factors.

2.1. 5 Cleaning Factors Cleaning/membersihkan adalah sebuah proses menghilangkan objek yang menempel pada permukaan dalam hal ini disebut kotoran. Ini dilakukan dengan menggunakan alat secara manual, dengan mesin, dengan bantuan air atau bahan kimia. Membersihkan yang baik juga harus bisa mengurangi dan menghalangi berkembangnya mikroorganisme. Upaya menurunkan populasi mikroorganisme pada tingkat yang aman disebut sanitasi. Jadi, sebuah kegiatan disinfeksi organik dan anorganik harus diawali oleh proses membersihkan. Membersihkan dengan sempurna dilakukan dengan merujuk pada 5 Cleaning Factors. 5 Cleaning Factors adalah lima hal penting yang harus diperhatikan dalam proses pembersihan, terdiri dari: 1. Temperature/Suhu: suhu yang diperlukan untuk meningkatkan daya kerja bahan pembersih sehingga memudahkan proses pembersihan. educleaning123.id

57

2. Mechanical Action/Aksi mekanis: daya gosok/gesek dalam melepaskan kotoran. 3. Chemical Action /Reaksi kimia: reaksi bahan kimia terhadap molekul kotoran untuk melepaskan/ mengangkat kotoran. 4. Time /Waktu: waktu yang dibutuhkan oleh bahan kimia untuk bereaksi dengan molekul kotoran dalam mengurangi daya rekat kotoran pada permukaan benda yang akan dibersihkan. 5. Procedure/Prosedur: langkah-langkah yang perlu diikuti dalam proses pembersihan untuk mencapai hasil yang optimal. Kesemua faktor tersebut tidak ada yang paling utama. Semua harus dilakukan dan dikerjakan. Pembersihan tidak bisa dilakukan dengan sempurna jika salah satunya diabaikan. Tidak ada alasan apapun untuk tidak melakukan 5 Cleaning Factors. Lihat gambar di bawah ini. Pada kondisi ideal masingmasing bagian mempunyai peran yang sama. Namun seringkali kondisi di lapangan tidak selalu ideal, sehingga perlu penyesuaian dari faktor-faktor yang lain. Misal: jika waktu berkurang maka bagian chemical akan menambal kekurangannya sehingga cleaning process tetap efektif dan mencapai hasil yang optimal.

58

Cleanliness Management

BAB I I CHE M IST RY OF CLE AN ING

1. Procedure Prosedur atau langkah-langkah dalam cleaning process mempengaruhi efektivitas untuk pencapaian hasil. Sangat penting untuk melakukan prosedur yang tepat dan benar untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. Secara umum dalam surface cleaning process (proses membersihkan area permukaan) meliputi 6 langkah: 1. Spray : tuangkan/semprotkan larutan berisi bahan pembersih pada permukaan benda yang akan dibersihkan. 2. Spread : ratakan larutan bahan pembersih ke seluruh permukaan benda yang akan dibersihkan. 3. Stay : diamkan selama 2-5 menit untuk memberi waktu bagi bahan pembersih untuk bekerja (contact time). 4. Scrub : gosok permukaan (mechanical action) hingga bersih. 5. Rinse : bilas dengan air bersih. 6. Dry : Keringkan permukaan yang telah dibersihkan agar tidak lembab sehingga menimbulkan jamur.

educleaning123.id

59

2. Mechanical Action Kerja mekanis adalah cleaning process yang menggunakan mesin untuk mengelap, menyikat, atau menggosok permukaan yang dibersihkan. Bekerja secara manual dengan tangan, menggosok atau menggunakan scrubbing machine, carpet extractor, dikategorikan juga sebagai kerja mekanis.

3. Time Waktu kontak (contact time) adalah waktu yang dibutuhkan bahan kimia pembersih untuk melunakkan daya kotoran sehingga lebih mudah dibersihkan. Contact time bukan total waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan membersihkan. Larutan kimia juga membutuhkan contact time sekitar 2-5 menit untuk melunakkan kotoran sebelum digosok, disikat dan kemudian dibersihkan.

4. Temperature Beberapa jenis kotoran, terutama kotoran yang mengandung minyak dan protein akan lebih mudah dibersihkan dengan menggunakan panas. Temperature atau panas juga dibutuhkan untuk meningkatkan daya zat kimia pembersih dalam melunakkan dan mengangkat kotoran. Tinggi rendahnya panas yang dibutuhkan sangat tergantung pada jenis kotoran yang akan dibersihkan. Contoh: Kotoran pada peralatan dapur yang banyak mengandung minyak atau sisa penggorengan lebih mudah dicuci/ dibersihkan pada suhu 50°-60°. Sementara itu cairan pembersih yang bersifat degreaser juga bekerja lebih efektif pada temperature tersebut.

60

Cleanliness Management

BAB I I CHE M IST RY OF CLE AN ING

5. Chemical Action Dalam penggunaannya, bahan kimia pembersih yang digunakan harus sesuai dengan jenis, takaran dan konsentrasi. Menambah lagi cairan pembersih dengan asumsi akan membuat permukaan lebih bersih adalah sebuah pemikiran yang salah. Terlalu banyak cairan pembersih seringkali membuat proses pembilasan semakin sulit, memerlukan lebih banyak air (boros air), dan berpotensi meninggalkan residu. Penggunaan bahan pembersih kurang dari takaran yang direkomendasikan akan mengurangi efektifitas dalam mengangkat kotoran.

Time: waktu yang dibutuhkan bahan kimia pembersih untuk melunakkan kotoran (menaikkan suhu permukaan) sehingga lebih mudah dibersihkan.

educleaning123.id

61

62

Cleanliness Management

BAB I I CHE M IST RY OF CLE AN ING

2.2. Air 2.2.1. Air dan Sifatnya Air adalah sumber kehidupan. Tidak ada air, tidak ada kehidupan. Tidak ada kehidupan yang terjadi tanpa peran air. Air sebagai kebutuhan utama kehidupan tak bisa lagi diperdebatkan. Secara ilmiah air dapat diartikan sebagai senyawa kimia yang terdiri dari dua unsur, yaitu unsur H2 (hidrogen), yang berikatan dengan unsur O2 (oksigen). Ikatan dua unsur tersebut menghasilkan senyawa air (H2O). Air berlaku sebagai pelarut dirinya sendiri dan pembawa berbagai bahan dalam senyawa pembersih. Pemahaman atas sifat alami dan karakteristik air tak ternilai harganya dalam mengoptimal proses pembersihan dan proses sanitasi. Air adalah zat kimia yang merupakan pelarut, yang memiliki kemampuan untuk melarutkan banyak zat kimia lainnya, seperti garam, gula, asam, beberapa jenis gas dan banyak macam molekul lainnya. Sumber air yang kita gunakan berasal dari air hujan yang meresap ke dalam tanah (air tanah), sungai, dan yang ada di bak penampungan air hujan. Ketika air mengalir dari tanah, atau langsung ditampung di penampungan air, beberapa zat dan mineral (pada tingkat tertentu ) akan terikat dan menyatu dengan air. Beberapa zat dan mineral tersebut bisa mempengaruhi proses pembersihan. Zat dan mineral tersebut antara lain: Kalsium, Magnesium, Ferro, Klorida, dan Karbondioksida. Adanya kandungan berbagai zat tersebut menghadirkan istilah seperti kesadahan air atau kekerasan air.

2.2.2. Kesadahan Air Kesadahan air ditentukan oleh kandungan mineralmineral tertentu di dalam air, umumnya ion Kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg) dalam bentuk Garam Karbonat. Air sadah atau air keras adalah air yang memiliki kadar mineral yang tinggi. Semakin tinggi konsentrasi mineral-mineral tersebut, akan semakin ‘keras’ air tersebut. Sementara air lunak adalah air dengan kadar mineral yang rendah. Selain ion kalsium dan educleaning123.id

63

magnesium, penyebab kesadahan juga bisa merupakan ion logam lain maupun garam-garam Bikarbonat dan Sulfat. Kombinasi dari seluruh elemen zat dan mineral yang terlarut dalam air disebut sebagai Total Zat Padat Terlarut (Total Dissolved Solids). Bila Total Zat Padat Terlarut bertambah maka kesadahan akan naik pula. Tingkat kekerasan diukur dalam bagian per juta/parts per million (ppm) atau butir per galon/grains per gallon (gpg). Air sadah tidak begitu berbahaya untuk diminum, namun dapat menyebabkan beberapa masalah. Air sadah dapat menimbulkan kotoran dan menyebabkan pengendapan mineral (kerak). . Dampak dari penggunaan air keras dalam proses pembersihan adalah terbentuknya material bersisik tajam yang disebut sebagai pelat logam (metallic plate). Sisik ini terbentuk dari Kalsium dan Magnesium dan mineral-mineral lain, yang ketika air menguap, meninggalkan materialmaterial tersebut pada permukaan.

Explore More: Water Quality | Full Program

Pada gambar di atas dapat dibaca bahwa semakin tinggi kandungan kalsium dan magnesium yang diukur dengan satuan ppm, mengindikasikan kekerasan air yang tinggi atau air semakin keras. Semakin keras air, maka semakin banyak kerak yang dihasilkan. Sebaliknya, Pada kondisi kesadahan yang ringan (berkisar antara 0-68 ppm), potensi endapan zat

64

Cleanliness Management

BAB I I CHE M IST RY OF CLE AN ING

dan mineral (magnesium dan kalsium) akan lebih rendah. Jika tingkat kesadahan air rendah maka proses pembersihan pun akan lebih mudah dilakukan.

Kerak yang diakibatkan oleh air sadah

2.2.3 Mengatasi Kesadahan Air Air sadah memang tidak begitu berpengaruh pada kesehatan. Bahkan, air dengan kesadahan yang tinggi bisa berkontribusi, meski hanya kecil, dalam pemenuhan kebutuhan kalsium dan magnesium. Tetapi air sadah bisa menjadi masalah bagi industri hospitality (restoran, hotel, dll). Air sadah dapat menimbulkan lapisan-lapisan tipis pada kaca yang menjadi bahan dalam peralatan-peralatan di kamar mandi, juga dapat membuat deposit pada pipa dan shower atau kerak pada keramik dan alat memasak. Keran dan peralatan-peralatan lain dapat mengalami deposit yang sifatnya permanen sehingga membuat lapisan krom hancur.

educleaning123.id

65

Hardwater Stain Remover: Cream yang akan menghilangkan kerak air (air sadah) dan membuat peralatan alumunium berkilau kembali.

Hard & Soft Water

66

Berikut saran dalam mengatasi kesadahan air. 1. Kenalilah kondisi kesadahan air dengan uji laboratorium. Mengetahui kesadahan air lebih awal akan mempermudah menyusun strategi dalam proses pembersihan (cleaning). 2. Apabila sumber air memiliki kesadahan air yang cukup tinggi, disarankan untuk mengolah air sebelum digunakan. Beberapa cara pengolahan air sadah antara lain, memasang filter (menggunakan teknologi membrane) atau menambahkan bahan kimia ( proses pengendapan). Pengolahan air yang memiliki kesadahan tinggi akan berdampak secara signifikan pada hasil dan biaya kebersihan. 3. Penggunaan air panas pada kondisi kesadahan air yang tinggi justru mempercepat proses pengerakan/ penumpukan air sehingga akan meningkatkan tantangan dalam membersihkan.

Cleanliness Management

BAB I I CHE M IST RY OF CLE AN ING

Contoh: Shower-head/keran yang dialiri air panas, keraknya lebih banyak jika dibandingkan dengan keran air dingin/biasa. 4. Menggunakan bahan pembersih atau chemical yang didesain khusus untuk kesadahan air yang tinggi akan membantu proses pembersihan.

2.2.4. Skala pH atau Derajat Keasaman Derajat keasaman (pH) merupakan salah satu identitas pengenal sifat larutan untuk untuk menyatakan intensitas keadaan asam atau basa pada suatu larutan. Ia juga merupakan satu cara untuk menyatakan konsentrasi ion H+. Derajat keasaman (pH) digunakan untuk menentukan sifat asam atau basa dari setiap benda yang mengandung air. Nilai pH bisa ditentukan dengan menggunakan alat yang disebut pH meter, kertas pH ataupun dengan menggunakan perhitungan. Pada skala pH, nilai 7.0, yang berada di tengah antara 0 dan 14 mewakili nilai netral; yang tidak asam juga tidak alkalin. Air suling atau air tanpa adanya pencemaran memiliki pH 7. Nilai di bawah 7 menunjukkan peningkatan keasaman dengan secara teoritis dengan maksimum kegiatan pengasaman pada pH 0. Nilai di atas 7.0 menunjukkan peningkatan alkalinitas dengan maksimum kegiatan alkalin

educleaning123.id

67

pada pH 14.0. Pembersih asam sangat efektif pada berbagai endapan mineral atau kerak air yang diakibatkan oleh sadah. Sementara itu pembersih alkalin efektif pada saat digunakan untuk membersihkan kotoran-kotoran seperti tanah, minyak dan lemak.

What is pH.

Perubahan 1° pH pada skala pH menunjukkan 10 kali lipat perubahan derajat keasamannya. Sehingga setiap kenaikan atau penurunan menunjukkan terjadinya meningkatkan 10 kali lipat daya bersih larutan pembersih.

pH test kit.

68

Cleanliness Management

BAB I I CHE M IST RY OF CLE AN ING

Leblanc cylinder furnace.

2.3. Detergen dan  Surfaktan 2.3.1. Sejarah Bahan Pembersih Bahan pembersih telah dikenal sejak awal peradaban manusia. Manusia purba memiliki ide membersihkan dengan menggunakan air sebagai alat pencuci utama. Salah satu artefak awal tentang keberadaan bahan pembersih ditemukan pada artefak zaman Babilonia. Pada masa itu, bahan pembersih menggunakan lemak yang dipanaskan dengan abu. Serupa dengan masyarakat Babilonia, orangorang Mesir kuno membuat bahan pembersih dengan mencampurkan minyak hewani dan minyak nabati yang dicampur dengan garam. Pecahan Guci/artefak Babilonia yang berisi bahan pembersih.

educleaning123.id

69

Ernest Solvay (1838– 1922) dan sabun kuno temuannya.

70

Seiring perkembangannya, masyarakat Romawi Kuno lah yang kerap dirujuk sebagai penemu sabun atau bahan kimia pembersih. Mereka memiliki legenda tentang kaum perempuan Romawi kala itu yang mendapatkan bahan pembersih saat mencuci pakaian di aliran Sungai Tiber. Di ujung Gunung Sapo, masyarakat Romawi kerap melakukan upacara korban. Abu kayu dan sisa hewan korban dibuang ke Sungai Tiber. Tanpa sengaja, campuran tersebut digunakan untuk mencuci dan ternyata pakaian yang dicuci menjadi bersih. Dari kata Gunung Sapo inilah istilah soap berasal. Kemudian campuran minyak hewan dan abu tidak hanya digunakan untuk pakaian tapi juga dipakai untuk membersihkan badan. Setelah kejatuhan Romawi, kebiasaan mandi dan membersihkan diri menyebar ke benua Eropa. Hingga akhir abad ke-18, sabun termasuk barang yang mahal dan dikenai pajak tinggi. Barulah di awal abad ke19, pajak atas sabun dicabut sehingga masyarakat awam dapat membeli produk kebersihan ini. Produksi sabun dalam skala besar, cikal bakalnya baru dimulai pada tahun 1791 saat Nicholas Leblanc membuat abu soda atau sodium karbonat dari garam biasa. Metode Leblanc ini menghasilkan abu

Cleanliness Management

BAB I I CHE M IST RY OF CLE AN ING

Fritz Gunther, ilmuwan Jerman yang sering disebut sebagai penemu surfaktan sintetis.

soda yang relatif murah. Penemuan kedua yang terbukti membantu produksi sabun secara massal adalah penemuan ahli kimia Michel Eugene Chevreul yang meneliti hubungan antara lemak, gliserine dan asam lemak. Penemuannya ini menjadi dasar formulasi kimia sabun. Penemuan selanjutnya dilakukan oleh Ernst Solvay yang berhasil membuat abu soda dengan menggunakan amonia. Metode ini menghasilkan abu soda yang lebih efektif. Penemuan-penemuan inilah yang menjadi tulang punggung teknologi industri pembuatan sabun modern yang kita kenal sekarang. Perkembangan signifikan terjadi tahun 1916 saat detergen sintetis ditemukan di Jerman oleh Fritz Gunther akibat minimnya bahan produksi pembuat sabun saat itu. Fritz Gunther adalah ilmuwan Jerman yang sering disebut sebagai penemu surfaktan sintetis. Namun, baru tahun 1933 detergen untuk rumah tangga diluncurkan pertama kali di Amerika Serikat. Kelebihan detergen adalah kemampuannya membersihkan kotoran lebih efektif meskipun air mengandung mineral. Namun surfaktan sintetis juga memiliki masalah. Sebelum tahun 1965, detergen menghasilkan limbah busa di sungai dan danau. Ini karena umumnya detergen mengandung Alkylbenzene Sulphonate yang sulit terurai. Setelah 10 tahun dilakukan penelitian (1965), ditemukan Linear Alkylbenzene Sulphonate (LAS) yang lebih ramah lingkungan. Bakteri yang terdapat di dalam air dapat cepat menguraikan molekul LAS, sehingga tidak meninggalkan limbah busa. Sepanjang sejarah banyak usaha dilakukan untuk membantu kita melakukan pekerjaan mencuci. Air, bahkan dengan penggosokan atau putaran mesin sekeras apapun, hanya mampu menghilangkan sebagian bercak, kotoran dan partikel-partikel tanah. Air saja tidak dapat menghilangkan debu yang tak larut dalam air. Air juga tak mampu menahan debu yang telah lepas dari kain agar tetap tersuspensi (tetap berada di air, jadi tidak kembali menempel ke kain). Maka diperlukan bahan yang dapat membantu mengangkat kotoran dari air dan kemudian menahan agar kotoran yang telah terangkat tadi, tetap tersuspensi.

educleaning123.id

71

2.3.2. Detergen Secara umum detergen dapat diartikan sebagai campuran berbagai bahan, yang digunakan untuk membantu membersihkan kotoran, terutama noda dan kotoran dari bahan-bahan turunan minyak bumi. Seiring dengan meningkatnya popularitas detergen, kini orang mulai meninggalkan sabun untuk mencuci. Salah satu detergen yang pertama dibuat adalah Garam Natrium dari Lauryl Hydrogen Sulphate. Cara kerja detergen dipengaruhi oleh dua hal, jenis kotoran yang akan dihilangkan dan air yang digunakan. Detergen, khususnya surfaktan, memiliki kemampuan yang unik untuk mengangkat kotoran. Detergen

72

Cleanliness Management

BAB I I CHE M IST RY OF CLE AN ING

membersihkan kotoran dengan bertindak sebagai emulsi. Emulsi adalah campuran dari dua cairan yang biasanya tidak bergabung, seperti minyak dan air. Zat tertentu, dalam hal ini detergen, bertindak sebagai pengemulsi, yang berarti membantu dua cairan yang tidak bisa bergabung itu berkumpul dan menjadi satu kesatuan. Karena sifatnya tersebut, detergen membuat minyak dan air bercampur sehingga kotoran berminyak dapat dilepaskan selama proses pembersihan. Semua detergen memiliki fungsi dasar untuk wetting, penetrasi, emulsifikasi, disperse, dan suspense. Masing-masing detergen menunjukkan tingkatan karakteristik yang berbeda. Masing-masing karakteristik menentukan efektivitas detergen yang digunakan.

a. Wetting Unsur wetting menjadikan proses pembersihan untuk permukaan yang lebih luas dapat dilakukan dalam satu waktu yang bersamaan. Molekul-molekul air pada permukaan memiliki kecenderungan untuk melekat satu sama lain dan mengisi ruang terkecil yang tersedia. Efek ini dinamakan tekanan permukaan. Ketika unsur wetting dimasukkan ke dalam air, hal tersebut akan membuat molekul-molekul air ‘mengendur’, mengakibatkan air mampu memasuki permukaan yang lebih luas.

Sticky Water & Soapy Water Surface Tention.

Memasukkan unsur wetting ke dalam tabung reaksi yang berisi air.

educleaning123.id

73

b. Penetrasi Karena efek wetting maka surfaktan dapat menerobos ke celah-celah permukaan/ pori-pori atau serat kain. Daya terobos ini disebut fungsi penetrasi.

The Surface Tention of Water

c. Emulsifikasi Pengemulsi merupakan zat detergen aditif yang menguraikan lemak seperti minyak dan oli serta mengubah kotoran tersebut menjadi larutan. Karena itulah mereka dapat dengan mudah dihilangkan pada saat pembersihan.

74

Cleanliness Management

2.3.3. Builder

BAB I I CHE M IST RY OF CLE AN ING

d. Disperse dan Suspense Bersamaan dengan unsur wetting yang menjadikan penetrasi air lebih luas pada permukaan, detergen memecah molekul kotoran dan mengangkat kotoran lalu menahan mereka dalam suspensi sehingga kotoran bisa dengan mudah dihilangkan. Hal ini dapat mencegah kotoran mengendap kembali pada permukaan yang telah dibersihkan mengubah kotoran tersebut menjadi larutan. Karena itulah mereka dapat dengan mudah dihilangkan pada saat pembersihan.

2.3.3. Builder Detergency adalah proses detergen mengangkat kotoran. Proses detergen mengangkat kotoran dipengaruhi oleh 3 faktor utama, yaitu: molekul detergennya yang disebut surfaktan, jenis kotoran yang akan dihilangkan, serta kualitas air yang digunakan. Surfaktan merupakan komponen penting dari detergen. surfaktan adalah untuk meningkatkan daya pembasahan air pada kotoran sehingga kotoran yang berlemak dapat dibasahi, melunakkan dan mengangkat kotoran dari kain dan

educleaning123.id

75

How Detergents Works: Surfactants

mensuspensikan kotoran yang telah terlepas. Penjelasan lebih detail tentang surfaktan akan menjadi bahasan selanjutnya. Selain surfaktan, kandungan lain yang juga penting dalam detergen adalah penguat (builder), yang akan meningkatkan efisiensi surfaktan. Builder digunakan untuk melunakkan air yang memiliki kandungan mineral tinggi dengan cara mengikat mineral-mineral yang terlarut. Selain itu, builder juga membantu menciptakan kondisi keasaman yang tepat agar proses pembersihan dapat berlangsung dengan baik. serta membantu mendispersikan dan mensuspensikan kotoran yang telah lepas. Fosfat, Natrium Sitrat, Natrium Karbonat, Natrium Silikat atau Zeolit merupakan senyawa yang sering digunakan sebagai builder. Pemikiran tentang detergen yang baik adalah yang mengandung banyak busa adalah pemikiran yang salah kaprah, sayangnya masih dianut oleh banyak orang. Banyaknya busa tidak berkaitan dengan daya bersih detergen.

76

Cleanliness Management

BAB I I CHE M IST RY OF CLE AN ING

Surfaktan.

2.4. Surfactant (Surfaktan) Surfaktan merupakan komponen utama dari seluruh bahan pembersih. Surfaktan merupakan substansi yang dapat merendahkan tekanan permukaan cairan. Mengapa istilah ini penting dalam membersihkan permukaan keras? Air yang mengandung surfaktan dapat mengalir secara lebih baik pada permukaan dan memiliki tingkat penetrasi dalam pori-pori yang lebih baik dibandingkan dengan air murni (air tanpa kandungan surfaktan). Sebagai hasilnya, kotoran yang mengendap di dalam pori-pori dapat dihilangkan dengan lebih baik. Surfaktan dapat digolongkan menjadi dua golongan besar, yaitu surfaktan yang larut dalam minyak dan surfaktan yang larut dalam air. 1. Surfaktan yang larut dalam minyak Ada tiga yang termasuk dalam golongan ini, yaitu senyawa polar berantai panjang, senyawa Fluorokarbon, dan senyawa Silikon. 2. Surfaktan yang larut dalam air Golongan ini banyak digunakan sebagai zat pembasah, zat pembusa, zat pengemulsi, zat anti busa, detergen, zat flotasi, pencegah korosi, dan lain-lain. Ada empat yang termasuk dalam golongan ini, yaitu Surfaktan Anion yang bermuatan negatif, surfaktan yang bermuatan positif, Surfaktan Nonion yang tak terionisasi dalam larutan, dan Surfaktan Amfoter yang bermuatan negatif dan positif bergantung pada pH-nya.

educleaning123.id

77

Berdasarkan pada muatannya itulah surfaktan terbagi menjadi 4 kategori utama.

Surfaktan Anionik

Surfaktan Anionik yaitu surfaktan yang bagian alkilnya terikat pada suatu anion. Surfaktan Anionik bermuatan negatif. Biasanya digunakan pada produk pembersih kain. Surfaktan Anionik mampu membersihkan tanah, tanah liat dan minyak ringan dengan baik.

Surfaktan Nonionik

Surfaktan Nonionik yaitu surfaktan yang bagian alkilnya tidak memiliki muatan. Surfaktan Nonionik biasanya digunakan sebagai bahan pembersih untuk permukaan yang keras. Surfaktan Nonionik mampu membersihkan dengan baik kotoran berupa tanah, tanah liat, minyak dan grease (pelumas). Jika dicampurkan dengan air sadah, Surfaktan Nonionik bisa membersihkan lebih baik.

Surfaktan Kationik

Surfaktan kationik yaitu surfaktan yang bagian alkilnya terikat pada suatu kation. Surfaktan kationik bermuatan positif. Biasanya digunakan sebagai disinfektan pada bahan yang lembut. Contoh penggunaan pelembut kain dan sanitizer.

Surfactant amphoteric powder.

Surfaktan Amfoter

78

Cleanliness Management

Surfaktan Amfoter yaitu surfaktan yang bagian alkilnya mempunyai muatan positif dan negatif. Amfoterik dapat membantu meningkatkan busa bahkan bisa mengurangi iritasi. Amfoterik digunakan untuk produk pembersih yang memerlukan kelembutan digunakan juga pada kosmetik dan produk bayi.

BAB I I CHE M IST RY OF CLE AN ING

2.5 Antiseptic dan Disinfectant

Joseph Lister penemu Antiseptik tahun 1867

Antiseptik dan disinfektan adalah bahan kimia yang digunakan untuk menonaktifkan/membunuh mikroorganisme patogen yang dapat menginfeksi makhluk hidup. Keduanya telah digunakan secara luas baik di rumah sakit maupun di sarana kesehatan lainnya dengan tujuan penggunaan secara topikal atau untuk aplikasi pada permukaan. Antiseptik pertama kali dikenalkan oleh Joseph Lister pada tahun 1867. Ia adalah profesor di University of Glasgow and Edinburgh yang tertarik pada pencegahan sepsis pasca operasi. Berbekal teori mikroba patogen Pasteur - dengan asumsi sepsis muncul karena pertumbuhan mikroba, ia menggunakan asam karbon (Fenol) sebagai semprotan pada luka selama operasi. Percobaannya berhasil dan mampu menyelamatkan jutaan jiwa dari kematian akibat luka infeksi.

Basic Food Safety: Chapter 5 “Cleaning and Sanitizing”

Coliform bacteria yang biasa terdapat di air sumur/tanah.

educleaning123.id

79

Bahan antiseptik dan disinfektan, harus memiliki sifat-sifat berikut: 1. Stabilitas kimia 2. Ekonomis 3. Tidak berwarna, atau dengan warna dan bau yang dapat diterima. 4. Bakterisida, tidak hanya statis tetapi mampu menghancurkan spora Seiring perkembangan zaman, bahan-bahan antiseptik ini telah diintegrasikan dalam berbagai produk rumah tangga seperti sabun mandi, detergen, cairan pencuci piring dan cairan pembersih. Sehingga dikenal istilah antiseptik konsumer (Consumer Antiseptic) yang merujuk kepada kelompok produk dengan obat/bahan antimikroba yang dipasarkan atau ditujukan untuk penggunaan secara umum dengan tujuan tertentu. Merujuk pada tujuan penggunaannya, antiseptik dan disinfektan memiliki tujuan yang sama yaitu untuk membunuh atau mencegah pertumbuhan mikroorganisme. Penggunaan antiseptik ditujukan untuk aplikasi pada kulit atau jaringan hidup,

80

Cleanliness Management

BAB I I CHE M IST RY OF CLE AN ING

sementara disinfektan ditujukan untuk aplikasi pada permukaan/objek yang tidak hidup. Secara garis besar, disinfektan di dalamnya juga termasuk bakterisida, fungisida, virusida, mikro bakterisida, mycobacterium tuberculosis, sporisida, sterilants atau kombinasinya. Bakteri berkembang biak dengan cara membelah diri secara langsung (cara aseksual) atau disebut juga dengan vegetatif (tak kawin). Untuk membelah diri bakteri memerlukan kondisi yang tepat yaitu sumber makanan, kelembaban, suhu yang pas, pH dan waktu yang tepat. Dalam kondisi yang tepat bakteri dapat membelah dan berkembang biak setiap lima belas menit. Satu menjadi dua, dua menjadi empat, empat menjadi delapan, dan seterusnya. Hanya dalam waktu 5 jam, satu bakteri bisa menjadi lebih dari satu juta. Pembersihan dan desinfektan adalah satu-satunya cara untuk mengendalikan bakteri. Terdapat beberapa syarat bahan disinfektan atau antiseptik yang baik. Di antaranya adalah • Bekerja dengan baik dalam waktu singkat • Berspektrum luas atau dapat digunakan untuk semua jenis mikroorganisme • Ditoleransi dengan baik oleh kulit (tidak mengiritasi kulit) • Tidak menebarkan bau mengganggu atau menusuk hidung.

Pembersih dengan bahan dasar Quarternary Ammonium merupakan detergen/ disinfektan yang sangat efektif.

Kerja dari bahan disinfektan atau antiseptik dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti konsentrasi, waktu kontak, pH, jenis mikroorganisme, luas area terkontaminasi, bahan organik, dan formulasi. Berikut adalah contoh dari bahan yang sering digunakan sebagai desinfektan dalam industri hospitality:

1. QU (Quarternary Ammonium Compound)

Pembersih dengan bahan dasar Quarternary Ammonium merupakan detergen/disinfektan yang

educleaning123.id

81

sangat efektif. Kuartener diformulasikan dengan detergen Nonion dan tidak bisa dicampur dengan detergen Anion. Mereka bekerja sangat baik pada pH alkali 9-10. Kuarterner memiliki tingkat toksin dan iritasi yang rendah serta memberikan tingkat kemampuan disinfektan yang bagus terhadap bakteri, jamur, dan virus. Disinfektan ini tidak bernoda dan tidak korosif.

Perhatikan selalu prosedur yang tepat dalam penggunaan produk disinfektan ini dan selalu gunakan peralatan yang tepat saat menggunakan disinfektan.

2. Phenolic Compound

Fenol adalah disinfektan yang berfungsi sangat baik pada pH 6-7. Phenolics tidak bisa digunakan bersama dengan detergen Nonion dan Kation. Rasio detergen yang dicampurkan dengan Fenol harus tetap sedikit dikarenakan efektivitas terhadap mikroorganisme akan banyak berkurang jika rasio detergen terlalu tinggi. Phenol memiliki efektivitas melawan mikroba Tuberkulosis, tapi juga memiliki dampak negatif pada kulit. Phenol memiliki aroma yang kuat dan dapat merusak permukaan benda yang dibersihkan sehingga tidak direkomendasi dalam proses sanitasi.

3. Iodophors

Iodophors

82

Cleanliness Management

Iodophors adalah golongan disinfektan dengan Iodine sebagai bahan dasarnya. Sangat efektif dalam menghilangkan spektrum yang luas dari mikroorganisme. Iodophor sering digunakan untuk mendisinfektan botol atau banyak digunakan dalam dunia medis karena ketika digunakan dalam proporsi yang tepat, tidak perlu dibilas. Iodophors memiliki

BAB I I CHE M IST RY OF CLE AN ING

zat warna yang kuat sehingga akan meninggalkan noda oranye-coklat pada permukaan yang lunak (menyerap) dan peralatan plastik .

Iodophors, yodium atau iodine biasanya digunakan dalam larutan beralkohol (disebut yodium tincture) untuk sterilisasi kulit sebelum dan sesudah tindakan medis. Larutan ini tidak lagi direkomendasikan untuk mendisinfeksi luka ringan karena mendorong pembentukan jaringan parut dan memperpanjang waktu penyembuhan. Generasi baru yang disebut iodine povidone (iodophore), sebuah polimer larut air yang mengandung sekitar 10% yodium aktif, jauh lebih ditoleransi kulit, tidak memperlambat penyembuhan luka, dan meninggalkan deposit yodium aktif yang dapat menciptakan efek berkelanjutan.



Keuntungan antiseptik berbasis yodium adalah cakupan luas aktivitas antimikrobanya. Yodium menewaskan semua patogen utama berikut sporasporanya, yang sulit di atasi oleh disinfektan dan antiseptik lain. Beberapa orang alergi terhadap yodium. Tanda alergi yodium adalah ruam kulit kemerahan, panas, bengkak dan terasa gatal.

4. Halogen

Senyawa Halogen

Disinfektan berbahan Halogen adalah disinfektan yang sering ditemukan untuk pemakaian rumahan, seperti pemutih Klorin. Iodin yang diformulasikan menjadi Iodophors juga merupakan Halogen. Halogen harus digunakan dengan permukaan yang bersih, karena menjadi tidak aktif oleh kotoran yang berasal dari protein. Sifatnya korosif terhadap metal dan selalu gunakan bersama air dingin untuk menjaga karakter disinfektannya. Setiap penggunaan harus menggunakan larutan yang baru.

educleaning123.id

83

5. Etakridin Laktat (rivanol) Etakridin laktat adalah senyawa organik berkristal kuning oranye yang berbau menyengat. Penggunaannya sebagai antiseptik dalam larutan 0,1% lebih dikenal dengan merk dagang rivanol. Tindakan bakteriostatik rivanol dilakukan dengan mengganggu proses vital pada asam nukleat sel mikroba. Efektivitas rivanol cenderung lebih kuat pada bakteri gram positif daripada gram negatif. Meskipun fungsi antiseptiknya tidak sekuat jenis lain, rivanol memiliki keunggulan tidak mengiritasi jaringan, sehingga banyak digunakan untuk mengompres luka, bisul, atau borok bernanah. Bila Anda memiliki bisul di pantat, duduk berendam dalam larutan rivanol dapat membantu mempercepat penyembuhannya. Untuk luka kotor yang berpotensi infeksi lebih besar, penerapan jenis antiseptik lain yang lebih kuat disarankan setelah luka dibersihkan.

6. Alkohol

Di dalam hand sanitizer terdapat Ethyl Alcohol 70% sebagai antiseptic yang kuat.

Alkohol adalah antiseptik yang kuat. Alkohol membunuh kuman dengan cara menggumpalkan protein dalam selnya. Kuman dari jenis bakteri, jamur, protozoa dan virus dapat terbunuh oleh alkohol. Alkohol (yang biasanya dicampur yodium) sangat umum digunakan oleh dokter untuk mensterilkan kulit sebelum dan sesudah pemberian suntikan dan tindakan medis lain. Alkohol kurang cocok untuk diterapkan pada luka terbuka karena menimbulkan rasa terbakar. Jenis alkohol yang digunakan sebagai antiseptik adalah etanol (60-90%), propanol (60-70%) dan isopropanol (70-80%) atau campuran dari ketiganya. Metil alkohol (metanol) tidak boleh digunakan sebagai antiseptik karena dalam kadar rendah pun

84

Cleanliness Management

dapat menyebabkan gangguan saraf dan masalah penglihatan. Metanol banyak digunakan untuk keperluan industri.

7. Hidrogen Peroksida

Hidrogen peroksida

Larutan hidrogen peroksida 6% digunakan untuk membersihkan luka dan borok. Larutan 3% lebih umum digunakan untuk pertolongan pertama luka gores atau iris ringan di rumah. Hidrogen peroksida sangat efektif memberantas jenis kuman anaerob yang tidak membutuhkan oksigen. Namun, oksidasi kuat yang ditimbulkannya merangsang pembentukan parut dan menambah waktu penyembuhan. Untuk mengurangi efek sampingnya, hidrogen peroksida sebaiknya digunakan dengan air mengalir dan sabun sehingga paparannya terbatas. Jika menggunakan hidrogen peroksida sebagai obat kumur untuk melawan infeksi, pastikan Anda mengeluarkannya kembali setelah berkumur. Jangan menelannya. Selain keempat bahan di atas, di masa lalu ada juga antiseptik berbasis merkuri yang dikenal dengan namamerkurokrom atau obat merah. Obat merah kini tidak dianjurkan, bahkan dilarang di banyak negara maju, karena kandungan merkurinya dapat berbahaya bagi tubuh. Beberapa zat alami seperti madu, lidah buaya dan bawang putih juga bisa digunakan sebagai antiseptik.

8. Klorin

Klor banyak digunakan untuk sterilisasi air minum. Persenyawaan klor dengan kapur atau dengan natrium merupakan disinfektan yang banyak dipakai untuk mencuci alat-alat makan dan minum.

Chlorine compounds

educleaning123.id

85

10. Fenol dan Senyawa-Senyawa Lain, yang sejenis larutan fenol 2 – 4% berguna sebagai disinfektan. Kresol atau kreolin lebih baik khasiatnya daripada fenol. Lisol ialah disinfektan yang berupa campuran sabun dengan kresol. Lisol lebih banyak digunakan daripada disinfektan-disinfektan lain. Karbol ialah nama lain untuk fenol. Seringkali orang mencampurkan bau-bauan yang sedap, sehingga disinfektan menjadi menarik

Karbol ialah nama lain untuk fenol

Deodorizer produk pembersih yang mengandung disinfektan dengan aroma pohon pinus.

86

Cleanliness Management

BAB I I CHE M IST RY OF CLE AN ING

2.5.1. Clean & Sanitation - Perbedaan dan Pengertian Pembersihan diartikan sebagai kegiatan untuk menghilangkan kotoran dengan menggunakan detergen kimia agar sesuai standar bersih yang telah ditentukan. Pembersihan juga berarti suatu proses untuk menciptakan kondisi bersih, bebas dari yang mengotori secara fisik serta enak dipandang. Membersihkan adalah menghilangkan kotoran dari permukaan peralatan misalnya permukaan talenan, alat, lantai, meja kerja. Sedangkan sanitasi diartikan sebagai upaya yang dilakukan agar lingkungan kerja bebas dari penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme dan bahan pencemar lainnya. Sanitasi adalah usaha untuk mengurangi bakteri di permukaan dan peralatan pengolah makanan agar jumlah mikroorganisme dan patogen mencapai level aman sehingga bisa menghambat perkembangbiakannya. Penting bagi pekerja di bagian pembersihan untuk memiliki pengetahuan tentang jenis-jenis kotoran dan jenis bahan kimia pembersihnya. Begitu juga dengan metode pembersihan, bahan saniter, dan proses sanitasi serta alat-alat pembersihnya.

What is the difference between cleaning, disinfecting and sterilising?

educleaning123.id

87

Tes Pengetahuan dan pemahaman

BAB II

Chemistry of Clean

1. Apakah yang dimaksud dengan “Five Cleaning Factors”? 2. Jelaskan hubungan antara Cleaning Factors dengan penggunaan Cleaning Agents? 3. Sebutkan dan jelaskan secara singkat Five Cleaning Factors tersebut? 4. Mengapa detergen dan surfaktan menjadi bahan-bahan yang penting dalam kegiatan pembersihan? 5. Sebutkan dan jelaskan tiga aspek penting yang perlu diperhatikan dalam penggunaan detergen? 6. Apa perbedaan antara surfaktan anionik dan kationik? Bagaimana aplikasinya dalam proses pembersihan? 7. Mengapa air jadi bahan yang sangat penting dalam proses pembersihan? Sebutkan beberapa jenis kegiatan pembersihan yang tidak membutuhkan air? 8. Bagaimana derajat keasaman air berpengaruh dalam proses pembersihan? 9. Jelaskan perbedaan antara “clean” dan “sanitation”. 10. Apa perbedaan antara antiseptik dan disinfektan?

88

Cleanliness Management

Catatan ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ...........................................................................

educleaning123.id educleaning123.id

89

90

Cleanliness Management

Don’t just learn from the rich and successful, also learn from cleanliness and how to clean, because behind the dirt there is a secret to success.” David Handriyanto

educleaning123.id

91

92

Cleanliness Management

03

BUILDING FACILITY & INFRASTRUCTURE Materi Bab Ini

PUBLIC AREA PERAWATAN LANTAI PUBLIC TOILET TEMPAT PARKIR LOADING DOCK KOLAM RENANG RESTORAN

educleaning123.id

93

94

Cleanliness Management

P

BAB I I I BUILDIN G FACILIT Y & IN F R AST R UCT URE

ADA bab ini akan dijelaskan tentang penanganan kebersihan pada beberapa ruang publik seperti restoran, kamar mandi umum, fasilitas loker, tempat parkir kendaraan hingga kolam renang beserta kualifikasinya. Seperti layanan umum lainnya, tempattempat tersebut selalu dikunjungi banyak orang dengan berbagai kepentingan. Lalu lalang orang membawa dampak yaitu debu, kotoran bahkan bakteri. Karena itu pada ruang publik menuntut adanya sebuah proses pengelolaan kebersihan yang tertata dengan baik dan terstruktur. Proses membersihkan ruang publik tergantung pada peruntukan dan fungsinya. Ruang publik seperti restoran (baik itu restoran formal, informal maupun restoran yang memiliki kekhasan tertentu) terbagi dalam dua ruang kebersihan yakni ruang depan (front area/Guest Area) dan ruang belakang (back area = Locker, Dapur, Receiving Area dan lain-lain). Proses membersihkan ruang dan proses membersihkan peralatan yang digunakan pada front area dan back area sangat berbeda, bahan kimia pembersih yang digunakannya pun berbeda. Sementara ruang publik lain seperti lahan parkir, loading dock area, dan kolam renang dan tempat ibadah juga memiliki karakteristik kebersihan yang berbeda. Proses pembersihan pada restoran tidak bisa digunakan untuk proses pembersihan rumah sakit. Pada bab ini kita akan mempelajari perawatan kebersihan ruang publik berdasarkan sifat-sifat dasar materialnya. Setiap bidang tempat/ruang, dimana ada orang-orang yang berlalu lalang di atasnya, merupakan area yang perlu mendapat perhatian khusus. Setiap materi lantai memiliki material dan fungsi yang berbeda, setiap materi lantai memiliki karakter sendiri-sendiri oleh karena itu perlakuan pembersihan masingmasing lantai juga berbeda. Mengenal ruang publik, fungsi dan karakter materi yang digunakan dalam ruangan tersebut secara baik merupakan syarat penting pertama sebelum melakukan perencanaan dan pengelolaan kebersihan yang efektif.

educleaning123.id

95

Salah satu contoh public areas- Lobby hotel.

3.1 Public Area Public area adalah area dan fasilitas untuk umum yang ada didalam sebuah gedung baik hotel, apartemen, perkantoran, dan lainnya dimana lebih mengedepankan hospitality aspect antara lain pelayanan, kenyamanan, keindahan dan kebersihan. Public area seringkali dibuat sedemikian menarik sehingga menambah nilai plus customer experience yang berkunjung di gedung tersebut. Aspek kebersihan menjadi sangat penting dalam perawatan public area mengikuti gaya hidup bersih zaman modern saat ini. Salah satu tantangan kebersihan yang utama dalam menjaga kebersihan public area adalah perawatan lantai atau floor care dalam bab ini akan dibahas berbagai jenis flooring /lantai dan cara perawatannya.

96

Cleanliness Management

BAB I I I BUILDIN G FACILIT Y & IN F R AST R UCT URE

Jenis-jenis lantai vinyl.

3.2. Perawatan Lantai Sangatlah penting bagi petugas perawatan gedung untuk memahami sifat-sifat dari lantai yang dibersihkan atau dirawat. Terdapat beberapa tipe lantai yang berbeda, dan setiap jenis tersebut memiliki karakteristik dan fitur yang berbeda-beda. Menggunakan komponen perawatan yang tidak sesuai atau teknik membersihkan yang tidak sesuai dapat menyebabkan kerusakan pada lantai. Alasan-alasan untuk program perawatan lantai antara lain: 1. Perlindungan yang akan membuat permukaan lantai menjadi tahan lama. 2. Estetika. Karena lantai merupakan area dimana impresi pertama terjadi. Estetika yang terjaga dengan baik akan meningkatkan brand image dari property/gedung tersebut. 3. Memudahkan proses pembersihan. 4. Meningkatkan aspek keamanan dan kenyamanan.

educleaning123.id

97

Lingkungan gedung yang bersih akan meningkatkan perasaan yang nyaman dan akan meningkatkan brand image gedung. Dan pengelola gedung yang profesional punya kesadaran untuk menambah nilai ekonomis bangunannya. Lantai gedung yang terjaga dengan baik dan bersih akan menimbulkan perasaan senang dan nyaman bagi siapa saja yang datang. Baik bekerja, yang berkunjung atau tinggal dalam gedung tersebut. Sebagai tambahan, akan memberikan nilai lebih pada nilai ekonomis bangunan. Tujuan-tujuan seperti ini secara umum telah disadari pentingnya ketika perawatan lantai yang bagus disediakan dalam sebuah sistem perawatan gedung.

3.2.1 Hard Floor: Resilient and Non Resilient Floor, Kayu (Parket)

Ubin vinil/komposit vinil.

Lantai sintetis.

98

Cleanliness Management

1. Resilient Jenis-jenis Resilient a. Lantai Vinyl dan Lantai Komposit Vinyl Lantai berbahan vinyl atau komposit vinyl merupakan jenis lantai sintetis yang meniru jenis lantai lainnya dalam hal motif. Misalnya meniru motif kayu, bebatuan, marmer, dan motif lain. Lantai ini terbuat dari bahan Polyvinyl Chloride (PVC) dan campuran batuan yang memiliki tekstur yang sangat halus, agak keras dan elastis. Perawatan mudah, cukup menggunakan Daily/ Routine Maintenance (lihat Bab V). Contohnya: Vinyl Plank, Vinyl Tile dan Vinyl Roll.

b. Lantai Konduktif/Lantai Anti Statis Lantai konduktif umumnya digunakan di area yang memiliki resiko kebocoran listrik statis ke tanah dan yang memantulkan radiasi elektromagnetik. Lantai jenis ini banyak digunakan di gedung perkantoran kelas atas, ruang distribusi daya, ruang komputer/server, stasiun bumi satelit dan pusat peluncuran wahana ruang angkasa,

BAB I I I BUILDIN G FACILIT Y & IN F R AST R UCT URE

Industrial Floor Coatings.

ruang kontrol radio dan televisi, stasiun komunikasi, bengkel elektronik dan kelistrikan, pabrik perakitan alat elektronik, pabrik manufaktur dan peralatan micro optik, serta ruang lainnya yang mensyaratkan anti-statis pada lokasi kerja.

Lantai sintetis/karet.

Lantai teraso.

c. Lantai Sintesis/karet Lantai sintetis terbuat dari bahan polimer dan karet (karet alam maupun karet buatan). Jenis lantai ini bisanya digunakan pada banyak gymnasium, arena es, pusat rekreasi, trek lari, lapangan tenis atau lapangan futsal. Membersihkan lantai jenis ini harus mematuhi petunjuk pembersihan lantai yang dikeluarkan oleh masing-masing produsen. 2. Non-Resilient Jenis-jenis batu a. Teraso Teraso adalah lantai yang terbuat dari campuran serpihan marmer, potongan batu, kuarsa, granit, kaca, semen dan pasir. Lantai teraso mempunyai dua variasi permukaan, halus

educleaning123.id

99

mengkilap dan kasar. Permukaan halus digunakan untuk lantai di dalam ruangan sedangkan permukaan kasar dipakai untuk di luar ruangan. Cara merawat dan membersihkan lantai teraso relative mudah. Lakukan saja pembersihan secara daily routine dan berkala (Lihat Clean Step Bab V.)



Ubin Keramik.

Batu Marmer.

100

Cleanliness Management

b. Ubin Keramik Tipe keramik jenis ini dibuat dari campuran tanah liat dengan air dan dibakar dalam tungku pembakaran tanah liat. Ada jenis yang dilapis kilap (glasir) ada yang dibiarkan apa adanya. Lantai yang tidak diglasir memiliki permukaan yang mirip dengan keseluruhan badan keramik. Lantai yang diglasir memiliki lapisan kilap yang lekat pada permukaannya dan berbeda dari keseluruhan badan keramik. c. Batu Marmer Marmer merupakan lantai dari batu alam yang berasal dari kalsium karbonat atau batu kapur. Batu marmer biasanya batu yang cukup lunak dan rentan terhadap goresan. Pada umumnya batu marmer tidak langsung mengkilap setelah pemasangan. Namun setelah melalui proses pemolesan dan pelapisan dengan menggunakan cairan dan peralatan yang khusus, batu marmer akan tampak mengkilat/glossy. Akan tetapi ada juga yang ingin batu marmer tampak natural atau doff. Membersihkan dan merawat lantai marmer dilakukan dengan cara pencegahan (floor mat) pemeliharaan rutin dan berkala. Penting juga untuk merawat tumpahan segera setelah terjadi sehingga air atau cairan tidak meninggalkan bekas dan membuat noda pada lantai marmer. Hindari penggunaan produk dengan kandungan zat asam karena akan merusak lantai marmer kecuali pada proses vitrifikasi atau rekristalisasi, yang memang

BAB I I I BUILDIN G FACILIT Y & IN F R AST R UCT URE

menggunakan produk berbahan asam sebagai tambahan. Batu marmer adalah batu alam yang disebut batuan metamorf karena berasal dari rekristalisasi batu kapur. Corak dari batu marmer yang asli tidak dapat diseragamkan karenanya secara alami memiliki alur dan corak yang berbeda-beda. Kadar batu kapur yang tinggi pada batu marmer membuat batu marmer memiliki tingkat kekerasan yang cukup rendah, lebih berpori karena itu sensitif terhadap zat asam.

Batu Granit.

d. Batu Granit Batu granit adalah salah satu jenis batuan beku yang memiliki warna cerah, tersusun dari mineral kuarsa dan feldspar. Granit berasal dari kata Bahasa Latin granum yang mempunyai arti butiran padi. Batu granit memiliki beberapa warna diantaranya merah, abu- abu, putih dan merah muda, dengan butiran warna gelap seperti hijau tua, coklat tua dan hitam. Warna tersebut diperoleh dari komposisi mineral yang terkandung dalam batuan granit. Karakteristik lain dari batuan granit yaitu padat dan keras sehingga tahan terhadap pelapukan batuan. Jika dibandingkan dengan batu marmer, batu granit relatif lebih mahal. Selain karena kekuatannya, batu granit tahan terhadap cuaca dan kotoran sehingga aspek perawatannya lebih mudah.

educleaning123.id

101

3.2.2. Siklus-Siklus Pemeliharaan Pada setiap sistem perawatan dan pemeliharaan lantai apapun jenis lantainya, harus memiliki program yang berkesinambungan. Jenis lantai menentukan jenis peralatan dan program pemeliharaan yang akan dilakukan. Secara garis besar jika program routine/ harian dilakukan dengan baik dan benar maka program berikutnya seperti interim, restorasi dan complete restoration akan berjalan sesuai rencana. Jika program sesuai rencana maka biaya yang dibutuhkan untuk merawat dan memelihara menjadi efisien dan sesuai budget. Namun jika program rutin tidak dilakukan dengan baik maka program pembersihan berikutnya tidak akan berjalan dengan baik. Hal tersebut akan membuat waktu pembersihan dan perawatan menjadi lebih cepat dari yang sudah dijadwalkan. Akibatnya, terjadi ketidakefisienan waktu dan biaya.

1. Pemeliharaan Rutin atau Harian/ Routine Tujuan

102

Cleanliness Management

: Mencegah dan melepaskan tanah yang menempel pada permukaan lantai.

BAB I I I BUILDIN G FACILIT Y & IN F R AST R UCT URE

Frekuensi

:

Setiap hari atau lebih sering tergantung pada tingkat lalu- lalang dan tingkatan tanah di luar gedung.

a. Floor mat dan Menyapu Debu Kerikil, khususnya pasir dan butiran kecil kotoran bisa menggerus dan menggores setiap lapisan lantai paling atas. Menempelkan atau memasang floor mat di depan pintu merupakan kunci utama sistem pemeliharaan rutin untuk mengurangi atau mencegah masuknya kerikil dan pasir ke dalam gedung. Selanjutnya, aktivitas rutin (Dust Mopping dan Damp Mopping) penting dilakukan untuk mengangkat debu, kerikil dan kotoran yang terbawa masuk ke dalam gedung. Standar membersihkan debu dengan menggunakan sapu dan dustpan.

Cut Pile.

Loop Pile.

b. Pengepelan Basah (Wet Mopping) Membersihkan kotoran harus dilakukan sesegera mungkin khususnya pada kotoran yang tertumpah. Pengepelan basah harus secepat mungkin dilakukan agar kotoran/ tumpahan tidak membekas dan menjadi noda permanen. Penggunaan alat yang direferensikan menjadikan pekerjaan efektif dan efisien.

educleaning123.id

103

2. Pemeliharaan Berkala/Interim Tujuan

: Untuk menghilangkan cacat- cacat permukaan atau kotoran yang terlewatkan pada saat pemeliharaan rutin. Frekuensi : Dilakukan harian,mingguan, bulanan, atau ketika pemeliharaan rutin tidak memberikan tingkat kebersihan yang diinginkan pada lantai. tanah di luar gedung. Teknik : Tergantung pada peralatan anda, satu atau dua dari berikut ini harus dilakukan. A. Buffing dengan floor machine berkecepatan rendah. B. Buffing dengan floor machine berkecepatan tinggi C. Burnishing dengan floor machine berkecepatan sangat tinggi

3. Proses Pemulihan/ Restorative Tujuan

: Untuk mengembalikan tampilan lantai seperti sediakala dengan cara melapisi ulang menggunakan floor finish (jika dilakukan pada lantai marmer dilakukansproses kristalisasi) dan dry buffing/ burnishing. Frekuensi: : Dalam 1 tahun dilakukan 2-4 bulan sekali tergantung tingkat kekotoran atau kerusakan pada permukaan lantai. Teknik : 1. Striping 2. Mopping 3. Restoration • Floor Finish dilakukan pada Kayu, Finyl, Terakota dan Teraso

104

Cleanliness Management





BAB I I I BUILDIN G FACILIT Y & IN F R AST R UCT URE

• Crystallization dilakukan pada marmer dan homogeneous tile 4. Dry Buffing/burnishing * (lihat Bab V Clean Step)

Membersihkan lantai keras atau pengamplasan parket menggunakan mesin scrubber.

3.3. Lantai Kayu Jenis-jenis Parquets

a. Lantai kayu solid Terbuat dari kayu asli. Dulu orang mengenal bentuk lantai kayu solid berupa potongan kayu utuh yang dipasang untuk menutup permukaan lantai. Sekarang, lantai kayu solid sudah menyerupai lantai kayu yang berbentuk lembaran panel-panel dan memiliki celah yang memudahkan pemasangannya. Anda sendiri bisa langsung memasangnya tanpa harus meminta tolong tenaga tukang.

educleaning123.id

105

b.

Lantai Kayu Engineered (Lantai Kayu Multileyer) Jenis ini hampir mirip dengan kayu solid. Hanya saja proses pembuatannya berbeda. Kayu solid sebagai bahan baku dipotong dengan ketebalan tertentu dan ditumpuk secara bersilangan (horizontal dan vertikal). Setelah itu tumpukan tersebut ditekan supaya padat. Dibagian permukaan diberi lapisan pelindung sehingga tampilannya halus dan kotoran atau debu tidak mudah masuk kedalam pori kayu.

c.

Lantai Kayu Laminated (Lantai Kayu Laminasi) atau High Density Fiber (HDF) Bahan dasar utama jenis lantai kayu ini dibuat dari serbuk kayu yang dipadatkan dengan suhu tinggi. Serbuk kayu yang dipadatkan inilah yang disebut HDF. Seperti halnya lantai kayu engineered, di atas permukaan HDF juga diberi lapisan pelindung yang fungsinya untuk mencegah goresan. Lapisan pelindung sendiri sebenarnya ada tingkatannya tergantung dari ketebalan atau kekerasan lapisan pelindung. Semakin tinggi tingkatannya maka semakin tinggi lantai kayu bisa menahan goresan. Lantai kayu HDF dengan ketebalan lapisan pelindung yang tinggi cocok digunakan untuk ruangan yang high traffic area

3.3.1. Perawatan Lantai Kayu Lantai kayu dibagi menjadi dua jenis, yaitu kayu keras (hardwood) atau kayu lunak (softwood). Kayu keras biasanya berasal dari pohon-pohon yang memiliki daun-daun yang lebar. Pohon dengan jenis kayu keras yang digunakan pada lantai memiliki serat lebar dan terbuka, karenanya memiliki daya serap air yang tinggi. Pohon dengan jenis kayu lunak

106

Cleanliness Management

BAB I I I BUILDIN G FACILIT Y & IN F R AST R UCT URE

Merawat lantai kayu dengan mesin scrubber dryer, lantai kayu kering  dan tidak lembab.

berasal dari pepohonan yang daunnya berbentuk jarum. Pohon pinus merupakan kayu lunak yang paling banyak digunakan. Aturan pertama dari perawatan adalah jangan pernah menggunakan air atau produk berbahandasar air pada lantai kayu. Air dalam bentuk apapun memiliki efek merusak pada permukaan kayu. Serat kayu yang berukuran kecil dan hampir tidak terlihat yang terdapat pada permukaan kayu akan menjadi lebih terlihat setelah kayu diberi pelapis, dan ketika menyerap air kedalam kayu maka

educleaning123.id

107

Jangan pernah menggunakan air atau produk berbahan-dasar air pada lantai kayu, Air dalam bentuk apapun memiliki efek merusak lantai kayu.

FOX High Gloss Spray Buffing Floor Di desain untuk proses pembersihan khusus dan mengandung solvent untuk menghilangkan goresan, lecet di lantai & bekas hak sepatu. Lantai akan mengkilap kembali seperti warna aslinya.

108

Cleanliness Management

air tersebut kemudian bercampur dengan asam tannic yang berada dalam kayu dan membuat warna kayu menjadi hitam. Air juga menyebabkan kayu menjadi memuai, setelah kering, maka kayu akan menyusut lalu akan terjadi celah pada lantai kayu (cracking/splinter). 1. Perawatan Harian Jaga permukaan lantai kayu agar bersih dari debu, kerikil, pasir, dan partikel-partikel abrasive lainnya dengan dust mopping lantai setiap hari dengan sapu yang kering atau bristle brush gunakan vacuum dengan daya hisap yang tinggi untuk menyedot kerikil atau pasir yang susah dijangkau oleh sapu. Sangat direkomendasikan untuk menggunakan dan meletakkan floor mat (track mats) sebelum lantai kayu untuk menahan perpindahan partikel-partikel abrasive. Apabila terjadi tumpahan cairan pada permukaan maka harus segera dikeringkan secepat mungkin agar tidak diserap oleh pori-pori kayu sehingga mengakibatkan noda pada kayu. Jika tumpahan terserap akibatnya noda pada kayu akan sulit dihilangkan dan akan menjadi noda permanen. 2. Perawatan Berkala Perawatan berkala disarankan untuk menggunakan teknik Spray Buffing yaitu penyemprotan dengan bahan pembersih yang berbasis polimer/solvent. Tujuannya, untuk memulihkan goresan-goresan tipis pada permukaan lantai kayu. Contoh produk Fox. Teknik buffing dapat menggunakan pad warna putih. (Lebih lanjut lihat Bab V Clean Step)

BAB I I I BUILDIN G FACILIT Y & IN F R AST R UCT URE

3.4. Soft Floor: Karpet

1. Jenis karpet berdasarkan bentuknya a. Karpet Tile, karpet ini dibentuk menyerupai ubin atau keramik dengan garis-garis dan warna yang berkesinambungan dari satu tile ke tile yang lainnya sehingga terkesan sederhana tetapi elegan. Karpet jenis ini biasa terdapat di ruangan-ruangan yang cukup luas seperti ruangan meeting atau ball room di gedung perkantoran. b. Karpet Permadani, karpet jenis ini biasa ditemukan di ruangan-ruangan santai seperti ruang keluarga dan kamar tidur, selain berguna untuk mempercantik ruangan atau alas furniture permadani juga sering digunakan sebagai alas duduk dan bersantai di ruang keluarga agar suasana lebih hangat.

The Basic of Carpet.

Beberapa jenis karpet

c. Karpet meteran, sesuai dengan namanya karpet ini dijual meteran dan berbentuk persegi panjang dengan ukuran-ukuran yang disesuaikan dengan pesanan. Karpet ini biasa kita temukan di tempattempat ibadah seperti untuk sajadah di mushola dan juga untuk acara-acara tertentu.

educleaning123.id

109



2. Jenis karpet berdasarkan segi konstruksinya a. Cut Pile/Tufted (Berumbai), karpet jenis ini biasanya dibuat oleh mesin dan memiliki bulu seperti rambut atau tidak dianyam.



b. Loop Pile (dianyam), berbeda dengan cut pile, karpet ini memiliki bulu yang menyambung atau dianyam, dibuat menggunakan mesin modern dan ada juga yang menggunakan sulaman tangan.

Karpet Cut Pile.

Karpet Loop Pile.



3. Jenis karpet berdasarkan motifnya a. Motif klasik, karpet ini memiliki motif yang kental dengan unsur seni serta banyak dibubuhi hiasan-hiasan di bagian pinggirnya, contohnya karpet permadani persia.

b. Motif Modern, berbeda dengan karpet motif klasik, motif pada karpet ini terlihat sederhana, tetapi yang membuatnya tampak elegan ialah perpaduan antara garis dan warna yang disesuaikan dengan desain interior ruangannya sehingga menciptakan tema tersendiri dan dan menyatu dengan fungsi dari ruangan itu sendiri.

110

Cleanliness Management

BAB I I I BUILDIN G FACILIT Y & IN F R AST R UCT URE





b. Karpet Nilon Karpet nilon sangat mudah untuk dirawat dan mudah diganti per bagian apabila memang ada kerusakan. Karpet jenis ini banyak digunakan untuk perkantoran karena biayanya yang murah, mudah ditemukan di toko, dan cara perawatannya yang mudah. Apabila akan berpindah lokasi, karpet nilon juga mudah untuk dipindahkan. Nilon sendiri terbuat dari bahan plastik sehingga dapat dicuci dengan air.



c. Karpet Sisal Karpet sisal mempunyai bahan yang terbuat dari tumbuhan sehingga lebih aman digunakan. Karpet sisal tidak dapat dicuci menggunakan air karena memiliki struktur yang kasar dan mudah mengembang apabila terkena air. Untuk membersihkannya cukup dengan menggunakan penyedot debu. Karpet sisal biasanya digunakan untuk melapisi seluruh lantai dalam satu ruangan ataupun tangga rumah agar tidak licin.

Karpet Polypropylene.

Karpet Nilon.

4. Jenis karpet berdasarkan bahannya a. Karpet Polypropylene Karpet lantai jenis ini terbuat dari bahan sintetis dengan tekstur yang halus. Karpet ini juga dapat dibersihkan dengan air.



Karpet Sisal

d. Karpet Sutra Dengan menggunakan karpet sutra, kemewahan dan kenyamanan dalam rumah akan seketika didapatkan. Karpet lantai sutra dapat memberikan kenyamanan yang tinggi dengan kehalusan yang dimilikinya, serta dari keindahan warnanya. Karpet sutra sangat

educleaning123.id

111

cocok untuk kamu yang memiliki selera tinggi dan ingin memberikan estetika terbaik untuk ruangan.

Karpet Sutra.

e. Karpet Wol Bahan wol merupakan bahan favorit yang paling banyak dijadikan pilihan karpet. Beberapa kelebihan dari karpet bahan wol adalah ketebalannya yang menjadikan karpet berbahan wol lebih awet dan bisa tahan lama. Karpet wol juga sangat cocok ditempatkan di ruang keluarga dan dapat memberikan kesan hangat serta elegan. Perawatan dari karpet wol bisa menggunakan vacuum cleaner ataupun jasa cuci dry clean.

3.4.1. PERAWATAN KARPET Karpet Wol.

Membersihkan karpet dengan menggunakan upright carpet cleaner. Metode ekstraksi semprot dengan sikat berputar dan daya hisap tinggi memastikan pembersihan menyeluruh dalam sekali jalan dan membantu karpet mengering dengan cepat.

112

Cleanliness Management

BAB I I I BUILDIN G FACILIT Y & IN F R AST R UCT URE



Komponen-komponen Pembersihan Performa perawatan karpet ditentukan oleh beberapa faktor, diantaranya langkah, karakteristik dari bahan kimia pembersih, waktu, suhu, sifat kotoran, dan material karpet yang akan dibersihkan. Untuk itu pada perawatan karpet sangat penting mengaplikasikan 5 cleaning factor.

Siklus pemeliharaan Terdapat tiga tingkat pemeliharaan pada sistem pemeliharaan karpet yang terencana dan sistem perawatan lantai dengan permukaan keras:

1. PEMELIHARAAN RUTIN Pemeliharaan rutin bertujuan untuk mengangkat kotoran pasir/debu yang bisa diangkat dengan tanpa menggunakan zat kimia tertentu.

a. Proses Vakum Proses vakum secara teratur bertujuan untuk mengangkat kotoran kering dan mengurangi tingkat abrasi pada karpet. Langkah pertama adalah mengklasifikasi ruang. Beberapa klasifikasi tersebut yaitu: area dengan tingkat lalu-lalang tinggi, sedang dan rendah. Setelah diklasifikasi dibuatlah jadwal proses vakum untuk mengefisiensikan biaya dan waktu kerja.

educleaning123.id

113

b. Menghilangkan Noda (spoting) Jenis kotoran yang mengandung cairan akan berpotensi menimbulkan noda pada serat-serat karpet yang disebabkan oleh zat warna cairan. Beberapa noda mudah dihilangkan namun ada juga noda yang sulit dihilangkan. Jenis noda yang umumnya terdapat pada karpet antara lain: • Noda makanan & minuman • Noda yang mengandung korosi/karat • Noda yang mengandung minyak • Noda darah • Noda dari zat kimia dan obat-obatan farmasi Cara efektif dalam menghilangkan noda adalah dengan menggunakan teknik spotting (Lihat Bab V Clean Step - Spot Clean Carpeting)

2. Pemeliharaan Berkala/Interim Prosedur perawatan berkala dibutuhkan ketika area yang sering dilalui terlihat sedikit kotor atau berubah warna karena menempelnya kotoran berminyak di lapisan paling atas permukaan karpet. Prosedur perawatan berkala dibuat untuk membersihkan kotoran di lapisan paling atas. Ada beberapa rekomendasi perawatan berkala, antara lain: 1. Menggunakan Bonnet Buffing (paling direkomendasikan). (Lihat Bab V Clean Step) 2. Dry foam (busa kering). 3. Mist atau dry extraction.

3. Pemeliharaan yang Bersifat Restoratif Setelah kurun waktu tertentu banyak kotoran yang akan menempel pada bagian dasar karpet, bagian yang sangat sulit dibersihkan dengan process vacuum. Prosedur restorative diperlukan untuk membersihkan seluruh serat

114

Cleanliness Management

BAB I I I BUILDIN G FACILIT Y & IN F R AST R UCT URE

karpet, dari atas hingga dasar karpet, bahkan hingga alas karpet. Teknik untuk membersihkan karpet bagian bawah ini menggunakan teknik extraction dimana teknik tersebut menggunakan mesin khusus yaitu carpet extraction serta menggunakan cairan khusus pembersih karpet. (Lihat Bab V Clean Step)

Public Toilet Modern di San Fransisco, Amerika Serikat.

3.5. Public Toilet Berbagai permasalahan global dunia yang berkaitan dengan masalah kebersihan, kesehatan dan lingkungan hidup pada akhirnya memaksa masyarakat berbagai negara untuk berkumpul mengadakan World Toilet Summit yang menghasilkan pembentukan World Toilet Organization (WTO) pada tanggal 21 November 2001 yang bertempat di Singapura dimana Indonesia melalui Naning Adiwoso dari Inias Resource Center termasuk dalam salah satu penandatangan pembentukan WTO.

educleaning123.id

115

World Toilet Organization merupakan Organisasi Internasional yang diikuti oleh berbagai negara dan Indonesia turut berkepentingan untuk menjadi bagian dari World Toilet Organization. Dengan berbagai permasalahan kesehatan, kebersihan dan lingkungan hidup yang terjadi di Indonesia begitu memprihatinkan, sehingga keberadaan WTO sangat dirasakan. Setelah terbentuknya World Toilet Organization, Indonesia diminta untuk membentuk sebuah organisasi yang nantinya secara resmi, organisasi ini akan menjadi anggota dari World Toilet Organization. Maka berdirilah Asosiasi Toilet Indonesia, organisasi yang dibentuk dalam skala nasional dengan tujuan menggalang kepedulian berbagai pihak untuk bersama-sama menciptakan Indonesia yang bersih, sehat dan ramah lingkungan. Sebenarnya, tanpa kita sadari, toilet bisa menjadi duta kebersihan suatu tempat. Bagaimana tidak, toilet bersih adalah cerminan dari budaya masyarakat yang bersih, pula. Bersih toiletnya berarti masyarakatnya juga peduli terhadap kebersihan lingkungan. Dengan toilet yang bersih, bahkan bisa membantu meningkatkan devisa negara melalui sektor pariwisatanya. Membangun toilet umum tidaklah sulit, yang tersulit adalah memelihara toilet umum. Demi kebaikan bersama alangkah baiknya kita sebagai pengguna juga peduli terhadap keberadaan toilet umum. Kebersihan toilet umum bukan tanggung jawab petugas kebersihan semata , tapi pengguna toilet umum juga mempunyai andil besar dalam kelangsungan kebersihan toilet umum seperti: 1. Sehabis cuci tangan langsung keringkan tangan dengan handuk/tisu/hand dry agar tidak ada ceceran air di lantai. 2. Langsung flushing toilet sehabis menggunakan (toilet duduk) atau langsung siram hingga bersih toilet sehabis digunakan (toilet jongkok). 3. Pembalut/tisu langsung di buang ke tempat sampah yang sudah disediakan.

116

Cleanliness Management

BAB I I I BUILDIN G FACILIT Y & IN F R AST R UCT URE

4. Wastafel/hand washing hanya digunakan untuk mencuci tangan semata, tidak untuk cebok bagi anak-anak. 5. Gunakan tisu toilet seperlunya saja. 6. Penggunaan toilet duduk adalah dengan duduk, jangan jongkok di atas toilet duduk. 7. Jangan merokok di dalam toilet, selain menjadikan lantai toilet kotor, masih banyak orang yang mengantri.

Kriteria inspeksi toilet a. Setiap kantor harus memiliki toilet dengan jumlah wastafel, jamban dan urinoar (peturasan) minimal seperti pada tabel berikut ini: JUMLAH KARYAWAN

JUMLAH WASTAFEL

1 - 15 16 - 30 31 - 45 46 - 60 61 - 80 81 - 100

1 2 3 4 5 6

JUMLAH JAMBAN 1 2 3 4 5 6

JUMLAH PETERUSAN 1 2 3 4 5 6

Setiap jumlah penambahan 100 karyawan harus ditambah 1 wastafel, jamban dan peturasan

b. Toilet untuk karyawan wanita terpisah dengan toilet untuk karyawan pria.

3.5.1. Kelengkapan Toilet Simbol toilet. Toilet Sign harus dapat terbaca dan terlihat dengan jelas supaya orang tidak salah masuk 2. Ruang untuk buang air besar. Didalam ruang buang air besar harus ada kloset duduk/jongkok, air dan perlengkapannya (tempat air/gayung,kran, dll), tempat sampah, dan tempat sampah khusus pembalut 3. Ruang untuk buang air kecil. Didalam ruang buang air kecil harus ada urinal, air dan perlengkapannya 1.

educleaning123.id

117

Sensor air hangat dan dingin.

4. Ruang untuk cuci tangan dan muka, harus ada wastafel, cermin, air, kran, sabun cuci tangan, tisu/ hand dryer, tempat sampah. Selain kelengkapan yang telah disebutkan, agar diperhatikan untuk menambah beberapa item pelengkap lainnya serta fasilitas-fasilitas pendukung lainya seperti: 1. Pengharum ruangan agar toilet tetap wangi dan terhindar dari bau yang tidak sedap. 2. Gantungan baju. 3. Penerangan di dalam toilet minimum 300 lux. 4. Tersedia tempat untuk yang mempunyai keterbatasan. 5. Kenyamanan interior dengan memperhatikan dekorasi, gambar penghias, dan lain-lain. 6. Penyekat urinioar. 7. Poster-poster edukasi. 8. Sensor air hangat dan dingin’ 9. Nursery.

Aplikasi Pencari Toilet merupakan aplikasi yang dikembangkan untuk mencari lokasi toilet umum di berbagai belahan bumi yang tidak hanya terdekat tapi juga bersih. Gagasan dalam membuat aplikasi ini mungkin terdengar konyol namun, menjadi sangat bermanfaat ketika Anda ingin buang air dan di kamar kecil tersebut antriannya sangat Panjang. Atau ketika Anda bepergian ke luar kota, tidak bisa berbicara dalam bahasa lokal, dan ketika menemukan toilet umum toiletnya sangat kotor. Dengan menggunakan aplikasi ini, paling tidak Anda sudah merasa aman untuk menemukan toilet yang layak. Berikut beberapa aplikasi yang tersedia di Google Play dan Apple Store: SitOrSquat; Where to Wee; Flush; Bathroom Scout; Fake Shower; Toilet Rate (buatan anak Indonesia).

118

Cleanliness Management

BAB I I I BUILDIN G FACILIT Y & IN F R AST R UCT URE

3.5.2 Perawatan Toilet Perkembangan budaya yang sangat pesat berdampak pada mobilisasi manusia yang sangat tinggi, baik dari segi jarak tempuh yang semakin beragam, juga frekuensi bepergian yang semakin tinggi. Hal ini menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan sarana umum di luar tempat tinggal, dan toilet termasuk salah satu yang terpenting. Kata toilet berasal dari kata Prancis toile, yang berarti “kain” (toilette -kain kecil). Toilet merupakan tempat yang potensial sebagai sarana penyebaran penyakit bila sanitasi dan higienis-nya tidak dipelihara dengan baik. Sedangkan definisi umumnya adalah sebuah fasilitas sanitasi penting bagi perilaku manusia untuk membuang kotoran dan membersihkan diri.

educleaning123.id

119

Kualitas ketersediaan dan pengelolaan toilet tergantung oleh faktor internal yaitu sistem pengelolaan (pemilik/ pengelola) dan faktor eksternal yaitu pengguna toilet (pemilik/masyarakat). Toilet kini bukan saja menjadi tempat yang cukup untuk diperhatikan kebersihan dan kenyamanannya saja tetapi sudah menjadi tempat untuk menilai profesionalitas pengelola/pemilik gedung. Tak jarang untuk menambah penilaian interior toilet (pribadi/ umum) pun dirancang seartistik mungkin. Kebersihan toilet mencerminkan perilaku penghuni dan pengelolanya. Pilih jenis bahan pembersih yang tidak merusak peralatan serta finishing toilet dan juga tidak membunuh bakteribakteri pembusuk dalam septic tank. Toilet memiliki standar maksimal yang harus dipenuhi, standar maksimal kebersihan toilet yang harus diperhatikan antara lain : Bebas banjir (becek) dalam arti kering. Bebas bau (tidak menimbulkan bau yang tidak sedap). Tidak berkerak atau plak pada accessories yang berada di dalam toilet. Tidak ada sampah baik sampah Organic atau In organic. Accessories toilet berfungsi dengan baik (tidak ada kerusakan). Agar tercipta toilet yang bersih perawatan secara berkala perlu dilakukan. Sebenarnya, perawatan toilet tergolong pekerjaan/proses yang sederhana, jika berjalan normal dan tidak ada kerusakan pada peralatan maka cukup untuk selalu menjaga ketersediaan peralatan pelengkap seperti tisu/lap dan sabun cuci tangan. Untuk pembersihan lantai lakukan pembersihan lantai pada 90 cm dari dinding di bawah urinal terlebih dahulu hingga bersih, kemudian didalam daerah partisi closet lakukan hal yang sama, baru lakukan pembersihan lantai lainnya.

120

Cleanliness Management

BAB I I I BUILDIN G FACILIT Y & IN F R AST R UCT URE

Melengkapi keberadaan supplies Kamar Mandi seperti tissue dan handsoap pada setiap tempatnya. Jika pembersihan dilakukan di kamar hotel maka sesuaikan dengan guest supplies. Secara detail, seperti peralatan apa saja, dan bagaimana prosedur pembersihannya akan dijelaskan pada Bab V Clean Step.

Shower dan locker facility.

3.6. Shower and locker facility Fasilitas shower dan locker biasanya terdapat di klubklub kebugaran (gym), griya pijat dan spa serta stadion olah raga. Fasilitas ini menjadi penentu bagi para pengguna klub– para pelanggan, untuk memutuskan apakah mereka akan datang lagi ke tempat itu. Mengapa demikian? Shower and locker facility atau kamar ganti adalah tempat pertama dan terakhir yang didatangi para pengguna klub, spa, gym dan stadion. Jadi kebersihan dan hygiene excellence menjadi

educleaning123.id

121

Disinfektan kamar mandi dan ruang ganti umum harus sering dilakukan untuk menghilangkan bau. Kamar mandi yang sangat bersih tidak akan tampak bersih jika berbau tidak enak.

122

penentu dari citra keseluruhan tempat. Dengan kamar mandi dan fasilitas loker yang bersih dan sehat, pengelola tempat punya peluang besar untuk mendapatkan customer loyalty. Mempertahankan ruang ganti yang bersih dan sehat membutuhkan sedikit perencanaan. Namun, tidak peduli seberapa besar atau kecil anggaran kamar ganti Anda, akan bermanfaat untuk mempertimbangkan pengharum ruang, toiletries, handuk atau kimono yang bersih dan perawatan kulit yang dianggap cocok bagi banyak orang. Bahkan dengan anggaran yang ketat, tersedianya pembersih yang sehat, aman, dan efektif harus menjadi prioritas Berikut adalah poin-poin penting yang harus diperhatikan dalam merawat ruang ganti. Mendisinfeksi dan Menghilangkan Bau Ruang Ganti. Karena ruang ganti digunakan oleh banyak orang, di sana terkumpul banyak kuman, bakteri, dan bau. Di mana ada kuman, ada peningkatan risiko untuk penyakit dan infeksi. Dari infeksi berbahaya yang disebabkan oleh mickoorganisme seperti flu, jamur, dan lain-lain. Diperlukan langkah cermat dan teliti untuk membuat kamar ganti netral dari bakteri yang membahayakan agar tetap bersih segar. Berikut langkahnya: Bersihkan area mandi Anda dengan cairan pembersih secara teratur dan terutama setelah digunakan oleh banyak orang (peak hours) Semprotkan pembersih serbaguna tanpa bilas di dalam dan luar loker kemudian usap dengan lap kering. Gunakan cairan disinfektan untuk membersihkan toilet, wastafel, gagang pintu, dan kenop pintu Semprotkan cairan pembersih tanpa bilas ke semua permukaan horizontal seperti bangku, kursi dan area tempat duduk lainnya Prosedur pembersihan ruang ganti sebenarnya relatif sama dengan toilet umum, karena di dalamnya

Cleanliness Management

BAB I I I BUILDIN G FACILIT Y & IN F R AST R UCT URE

Toilet bergaya modern di Paris, Perancis

juga terdapat toilet dan tempat bilas. Hanya saja, ruang ganti memiliki potensi untuk sering basah dan lembab karena lalu lalang orang dari shower ke lemari penitipan dan aktivitas di depan wastafel untuk mencuci muka atau menyikat gigi. Selain itu ada tumpukan handuk dan kimono yang habis dipakai dan membuat kelembaban ruangan semakin tinggi. Ruang tertutup dan kelembaban tinggi ini amat potensial bagi tumbuhnya mold. Mold adalah jamur yang tumbuh subur dalam kondisi tertentu - yaitu hangat dan lembab - dan tumbuh di daerah yang menawarkan lingkungan yang cenderung basah dengan humidity tinggi. Spora jamur dapat menyebar di dalam bangunan lewat hembusan angin atau jejak sepatu, pakaian atau cara lainnya. Jamur ini mampu mengikis ubin dan nat, menyebabkan penyakit dan bahkan merusak tampilan dinding ruangan. Di area kamar ganti yang perawatannya kurang, jamur ini bisa dengan cepat menyebar. Sepintas mold tidak membahayakan, hanya mengganggu pemandangan karena menimbulkan bercak di dinding dan partisi shower. Namun bila dibiarkan jamur menjadi habitat subur bagi mikroba berbahaya. Selain itu jamur juga memproduksi mikotoksin, zat berbahaya yang dapat mengganggu saluran pernapasan.. Shower dan locker facility adalah fasilitas umum, biasanya berada di tempat-tempat olah raga bersama, yang memiliki beberapa persyaratan sebagai berikut: 1. Lokasi yang mudah diakses, 2. Berada satu lantai dengan gimnasium, kolam renang, lapangan olahraga, dan lain-lain 3. Pencahayaan yang cukup. 4. Sirkulasi udara lancar.

educleaning123.id

123

5. 6. 7. 8. 9.

Untuk aplikasi pembersihan ruang yang luas misal: pabrik, gudang, industri dan area parkir, sebaiknya menggunakan kendaran scrubber drier karena akan menghemat waktu, tenaga dan biaya.

Kantor pengawas. Ruang yang cukup luas. Air hangat dan dingin. Ruang tunggu atau antri. Tempat sampah.

3.7. Lahan parkir Lahan parkir atau parking lot adalah kesan pertama (first impression) yang diperoleh tamu atau pelanggan ketika masuk ke sebuah gedung. Seringkali daya tarik sebuah tempat menjadi sirna ketika tempat tersebut tidak menyediakan lahan parkir yang memadai.

124

Cleanliness Management

BAB I I I BUILDIN G FACILIT Y & IN F R AST R UCT URE

Ketersediaan lahan parkir harus berbanding lurus dengan kebersihannya. Lahan parkir yang luas tak menjamin kenyamanan dan keamanan penggunanya bila dibiarkan kotor berantakan. Sebaliknya lahan parkir yang terbatas namun bila dijaga kebersihan dan keasriannya akan memberikan kesan yang menyenangkan. 1. Kriteria lahan parkir: a. Tempat parkir diusahakan di permukaan yang datar agar kendaraan tidak menggelinding. Jika tanah miring lakukan grading dengan sistem cut and fill. b. Jarak tempat parkir dengan bangunan (tempat kegiatan) diusahakan tak jauh. Jika cukup jauh, buat sirkulasi yang jelas dan terarah menuju area parkir. 2. Ditinjau dari penggunaannya, tempat parkir terbagi atas : a. Parkir kendaraan roda lebih dari 4, misalnya bus (lebar 3 m, panjang 8 m), bus kecil (lebar 2,4 m, panjang 6 m) dan truk. b. Parkir kendaraan roda 4, misalnya sedan besar (lebar 1,765 m, panjang 4,82 m), sedan sedang (lebar 1,4 m, panjang 3,8 m), sedan kecil (lebar 1,4 m, panjang 2,9 m), MPV (lebar 1,6 m, panjang 4,8 m), jeep (lebar 1,6 m, panjang 4 m) dan minibus (lebar 1,5 m, panjang 5 m). c. Parkir kendaraan roda 2, misalnya sepeda (lebar 45 cm, panjang 1,5 m dan sepeda motor (lebar 90 cm, panjang 2 m), motor besar (lebar 1,05 m, panjang 2,5 m). 3. Dari sudut desain, kriteria dan prinsip tempat parkir secara garis besar harus memperhatikan ; a. Waktu penggunaan dan pemanfaatan tempat parkir. Untuk kegiatan yang berlangsung sepanjang waktu, tempat parkir harus dilengkapi penerangan. b. Berapa jumlah kendaraan yang akan ditampung sehingga diketahui perkiraan luas yang dibutuhkan. c. Ukuran dan jenis kendaraan yang akan ditampung. Perhatikan standarnya. d. Aman dan terlindung dari panas matahari. Berikan

educleaning123.id

125

Aman dan terlindung dari panas matahari.

126

tanaman peneduh di antara pembatas parkir. Pilih tanaman berbentuk pohon atau perdu, cukup kuat, tidak mudah patah, tidak mengeluarkan getah yang merusak cat kendaraan, tidak berbuah besar yang berisiko jatuh menimpa kendaraan, mempunyai tajuk yang cukup padat dan lebar, mempunyai sistem perakaran yang tidak merusak perkerasan (pelataran parkir) dan tidak menggugurkan dahan dan ranting. Contoh: biola cantik (Ficus Benjamina) dan Kiara payung atau ketapang (Filicium desifiens). e. Tersedia sarana penunjang parkir, misalnya tempat tunggu sopir dan tempat sampah. Pada tempat tertentu dilengkapi pengeras suara untuk memanggil sopir. Karena merupakan area umum, tempat parkir perlu gardu jaga untuk petugas keamanan.

Cleanliness Management

BAB I I I BUILDIN G FACILIT Y & IN F R AST R UCT URE

4. Dari segi perkerasan, konstruksi tempat parkir terbagi ; a. Perkerasan kedap air. Menggunakan aspal kedap air. b. Perkerasan menyerap air. Penggunaan material paving dapat menyerap air permukaan, seperti air hujan. Meski demikian, masih diperlukan sistem drainase di sekitar tempat parkir.

Membersihkan Lahan Parkir Tempat sampah.

Lahan parkir yang terawat bersih dan mengkilat.

Membersihkan lahan parkir butuh ketelitian dengan mempertimbangkan aspek bahan (material) yang digunakan untuk perkerasan tanah, fasilitas pendukung lain seperti ruang tunggu sopir serta metode pembersihan yang tepat dan cepat. Karena berada di luar (exterior) lahan parkir sangat rentan debu, becek pada musim hujan dan ditumbuhi lumut. Materal aspal pada lahan parkir sangat menguntungkan dari segi perawatan. Aspal cenderung bersih, rata dan tidak ditumbuhi lumut. Meski demikian aspal tidak ramah lingkungan. Permukaan aspal tidak menyerap air saat hujan sehingga limpasan air harus dialirkan ke selokan. Tanah yang permukaannya tertutup aspal tidak mampu menyimpan air tanah.

educleaning123.id

127

Ride on sweeper, kendaraan penyapu yang digunakan untuk area terbatas dan padat di ruang terbuka seperti tempat parkir, lobby, taman kecil, tapi bisa juga digunakan untuk ruang tertutup.

128

Lahan parkir yang dibangun dengan perkerasan aspal biasanya cukup dicuci dengan semprotan air bertekanan tinggi. Hanya saja kualitas aspal yang buruk akan terkorosi oleh cara pembersihan dengan metode ini. Untuk itu langkah-langkah berikut perlu diperhatikan: Sapu bersih area parkir setiap hari. Agar upaya membersihkan lebih efisien, tanggalkan daun-daun menjelang kering atau gugur dari pohon peneduh agar tidak perlu berkali-kali dust mopping. Selagi menyapu tandai bagian aspal yang retak atau rusak. Segera hubungi bagian pemeliharaan untuk memperbaikinya.

Cleanliness Management

BAB I I I BUILDIN G FACILIT Y & IN F R AST R UCT URE

Gunakan kekuatan sedang ketika menyemprot dengan alat semprot bertekanan tinggi. Setel pengaturan katup ke mode shower, bukan jet, untuk menyemprot seluruh permukaan agar debu dan sisa tanah hanyut terbawa air. Biasanya noda minyak atau oli akan tersamar dengan bahan aspal/tir ketika terkena sinar matahari yang panas sepanjang hari. Namun bila noda minyak membandel, gunakan bahan pembersih yang dibuat khusus untuk menghilangkan kotoran berminyak. Contoh: Force max. Dewasa ini lahan parkir banyak menggunakan material paving block. Tujuannya agar permukaan lahan parkir masih mampu menyerap air dan meningkatkan estetika. Di banyak tempat bahkan digunakan variasi paving yang memungkinkan rumput hias dapat tumbuh di antaranya. Hal ini tentu selain ramah lingkungan memberikan kesan asri. Hanya saja membersihkan permukaan jenis ini relatif rumit. Penggunaan semprotan bertekanan tinggi akan membuat top soil tempat tumbuh rumput ikut terangkat dan hanyut. Selain itu, penggunaan bahan kimia pembersih dikhawatirkan akan mengganggu pertumbuhan rumput hias. Berikut adalah langkah membersihkan lahan parkir dengan permukaan paving block: Semprot area yang akan dibersihkan dengan air. Gunakan pembersih yang mengandung larutan anti lumut atau herbisida. Pastikan lahan parkir ini bukan terbuat dari paving yang berlubang dan bisa ditumbuhi rumput. Gunakan pembersih dengan kandungan detergen ringan seperti sabun pencuci piring agar tidak merusak komposisi air tanah. Noda minyak atau oli di paving block bisa dihilangkan dengan bahan khusus penghilang noda minyak. Contoh Force max. educleaning123.id

129

Membersihkan loading dock sebaiknya menggunakan mesin pembersih sekaligus pengering. Ruang yang lembab memungkinkan terjadinya kontaminasi silang antar barang yang lewat loading dock.

130

3.8. Loading dock area Bahasan mengenai area bongkar muat sebenarnya lebih banyak menyinggung aspek keselamatan ketimbang unsur kebersihannya. Area bongkar muat biasanya berdekatan dengan gudang dan bukan menjadi area yang didatangi tamu atau pelanggan. Walau area bongkar muat tidak pernah kedatangan tamu, bukan berarti tempat ini luput dari kegiatan membersihkan. Terlebih untuk area bongkar muat hotel, restoran dan kafe. Area ini adalah tempat pertemuan antara “dunia luar” yang rentan bakteri serta penyakit dengan area dalam yang harus dijaga kebersihan dan sanitasinya. Di loading dock masuk barang-barang dari berbagai tempat yang mungkin terkontaminasi bakteri atau penyakit. Mulai dari ayam potong, sayuran, telur (beberapa mungkin rusak

Cleanliness Management

BAB I I I BUILDIN G FACILIT Y & IN F R AST R UCT URE

dan dibuang di tempat sampah area ini) berbagai bahan kimia untuk persediaan staff cleaning hingga pupuk dan humus yang diorder oleh bagian pemeliharaan taman dan sebagainya. Bakteri pembusuk hingga residu pestisida dari sayuran segar yang dikirim supplier tertinggal di area ini. Karena fasilitas ini juga merupakan gerbang utama keluar masuknya barang maka selain kebersihan dan sanitasi, perawatan peralatan dan keamanan menjadi bagian penting untuk memperlancar jalannya bongkar muat barang dengan cepat, efektif, dan efisien. Selain jadwal keluarmasuknya barang, fasilitas ini juga harus dilengkapi dengan daftar dan jadwal pemeliharaan, keamanan dan kebersihan. Tanpa jadwal yang efektif dan pengawasan berkala maka berpotensi terjadi kecelakaan kerja, kerusakan alat angkut dan kontaminasi silang ketika area tidak bersih. Jika hal tersebut terjadi maka alur dan jadwal bongkar muat barang tidak lancar. Jika di satu area tidak lancar maka seluruh proses yang terjadwal juga akan terhambat dan terganggu.

Keamanan di Loading Dock Keamanan di area bongkar muat umumnya terkait dengan hilir mudik kendaraan yang menikturunkan muatan, bahaya tertimpa barang yang sedang dimuat atau diturunkan dan kemungkinan menghirup zat beracun dari asap kendaraan (truk). Selain itu licinnya dock akan menimbulkan risiko terpeleset atau terjatuh dan tertimpa barang atau terlindas kendaraan. Berikut adalah petunjuk keamanan di area bongkar muat: Hindari berada tanpa kepentingan di area bongkar muat Area bongkar muat senantiasa dalam keadaan kosong dan bersih jika sedang tidak digunakan. Gunakan sepatu anti selip selama berada di area bongkar muat. Untuk menangani bahan kimia selalu gunakan sarung tangan, celemek kulit, kacamata pelindung dan masker.

educleaning123.id

131

Kendaraan yang akan maju selalu membunyikan klakson satu kali. Kendaraan yang akan mundur membunyikan klakson dua kali. Tidak membuang sisa bahan yang mudah terbakar di tempat sampah yang ada di area bongkar muat Apabila area bongkar muat jauh dari gudang harus ada jalur khusus untuk forklift. Sedapat mungkin bahan kimia yang mudah terbakar tidak dibiarkan terlalu lama di area bongkar muat. Harus segera dipindahkan ke tempat penyimpanan. Menuntaskan semua pekerjaan bongkar muat dalam satu rangkaian kerja. Tidak meninggalkan benda yang berbahaya apabila jatuh, misalnya pipa besi yang disandarkan secara vertikal di dinding, atau menumpuk barang melebihi batas aman untuk ambruk. Membuat tanda atau rambu yang jelas sehubungan dengan tempat menurunkan atau menaikkan barang, lajur kendaraan masuk dan keluar serta tempat berdiam yang aman bagi porter atau pengangkut.

Kebersihan di Loading Dock

Apabila area bongkar muat jauh dari gudang harus ada jalur khusus untuk forklift.

132

Kebersihan di loading dock sangat penting karena arena bongkar muat merupakan tempat awal masuknya barang-barang dari luar ke dalam gedung atau gudang penyimpanan. Area ini juga bisa menjadi tempat yang sangat kotor, tergantung pada jenis barang yang dibongkar-muat. Misalnya bongkar muat truk di tempat pelelangan ikan akan menyisakan ceceran air dari es balok yang digunakan sebagai pengawet. Air itu bercampur dengan cairan dari ikan dan bila dibiarkan akan menjadi tempat tumbuhnya bakteri. Demikian halnya bongkar muat sayur-mayur di hotel atau restoran. Berbagai jenis barang sering dikemas dalam wadah atau tempat yang kurang layak, misalnya karung tanpa pelapis

Cleanliness Management

BAB I I I BUILDIN G FACILIT Y & IN F R AST R UCT URE

plastik. Barang dalam bentuk serbuk seperti tepung, kapur atau bahkan bahan kimia bisa tercecer dan mengotori area bongkar muat. Pun sayur-mayur yang tercecer di lantai atau dock akan menyisakan noda membandel apabila tidak segera dibersihkan. Beberapa hal di bawah ini perlu diperhatikan dalam menjaga kebersihan area bongkar muat. Buatlah jadwal kedatangan barang yang teratur dan terencana agar memudahkan proses pembersihan dan menghindari penumpukan bahan yang berbahaya apabila dicampur bersamaan. Misalnya bahan makanan dengan obat pembasmi serangga atau racun untuk pest control. Buatlah sudut khusus untuk barang-barang yang rentan terkontaminasi, semisal bahan makanan segar. Pisahkan timbangan untuk bahan makanan dengan timbangan lain untuk menghindari kontaminasi zat yang berbahaya. Timbangan sayur harus senantiasa bersih dan dibersihkan setiap selesai digunakan. Bersihkan lantai atau dock dengan detergen yang mengandung bahan sanitasi untuk menjaga kebersihan dan mengurangi berkembangnya mikroba seperti jamur dan bakteri yang bisa menimbulkan bau. Apabila berada di ruang semi tertutup, sirkulasi udara antara area bongkar muat dengan gudang harus terpisah. Kipas pada duct atau jalur sirkulasi harus dibersihkan dua minggu sekali. Apabila ada bagian dari area bongkar muat yang terbuat dari kayu harus dilapisi woodstain agar tidak menyerap air yang berpotensi menjadi tempat hidup bakteri. Penyemprotan dengan alat bertekanan tinggi diperlukan apabila ada sedimentasi dari sisa-sisa barang yang dibongkar-muat, semisal tumpahan tepung, getah dan sebagainya.

educleaning123.id

133

Dianjurkan pembersihan loading dock  dengan steam air panas untuk menghilangkan lemak dan kotoran berminyak.

Pencucian dengan steam air panas dianjurkan untuk menghilangkan grease atau lemak. Dinding area bongkar muat dibersihkan dengan semprotan bertekanan tinggi tanpa tambahan cairan pembersih. Pada area bongkar muat yang sangat besar semisal terminal kontainer harus dijadwalkan pembersihan rutin di sela-sela jam sibuk untuk memastikan area tetap bersih dan kinerja terminal tidak terganggu. Kontainer yang kosong dicuci terlebih dahulu sebelum disimpan.

Loading Dock Cleaning Area.

134

Cleanliness Management

BAB I I I BUILDIN G FACILIT Y & IN F R AST R UCT URE

Fasilitas atau pusat pengelolaan sampah.

3.9. Fasilitas Penyimpanan dan Pengelolaan Sampah Upaya membersihkan ruang penyimpanan sampah (bak sementara sebelum dibuang) dan pengelolaan sampah merupakan bagian tak terpisahkan dari waste management. Karenanya, sekalipun bahasan disini dibatasi pada upaya membersihkan “ruang atau bak sampah” pemahaman mengenai manajemen limbah penting untuk diketahui. Manajemen limbah adalah sebuah sistem yang dibuat untuk menangani atau mengelola limbah sebagai sisa produksi. Bisa dikatakan setiap kegiatan manusia adalah kegiatan produktif, atau menghasilkan sesuatu. “Hasil” ini sebagian besar digunakan atau diserap sebagai sesuatu

educleaning123.id

135

yang bermanfaat, sebagian lagi dibuang. Sisa atau bagian yang dibuang ini disebut limbah. Mulai dari kegiatan manusia yang sederhana, semisal makan, hingga kegiatan manusia di industri (pabrik mobil, sebagai contoh) menghasilkan limbah. Tanpa manajemen yang baik, limbah akan jadi persoalan yang serius. Sisa produksi ini makin lama makin menumpuk, karena tidak memiliki nilai ekonomis dan banyak jenis yang sulit terurai oleh alam. Penumpukan limbah akan mengancam tersedianya tempat hidup bagi manusia dan bahaya bagi kesehatan. Dewasa ini dunia sedang digerakkan oleh kesadaran untuk menangani limbah dan sampah yang menjadi sumber pencemaran lingkungan. Jargon yang paling sering terdengar adalah 3R: Reduce, Reuse, Recycle. Tiga hal ini bukan sekadar slogan. Mengurangi sampah (reduce), menggunakannya kembali (reuse) dan mendaur-ulangnya (recycle) adalah kegiatan simultan yang dipercaya mampu mengurangi dampak buruk sampah secara signifikan. Bahasan mengenai waste management di buku ini dimaksudkan agar semua orang yang terlibat dalam kegiatan kebersihan, terutama urusan sampah, dapat mendorong rekan kerja atau atasan maupun bawahannya untuk mengedepankan aspek 3R ini dalam setiap kegiatan. Apabila semua upaya kebersihan dapat diletakkan dalam bingkai “mengurangi”, “menggunakan kembali”, dan “mendaur ulang” bukan hanya lingkungan yang diuntungkan. Perusahaan yang menerapkannya juga dipercaya mampu melakukan penghematan atau menambah keuntungan dari limbah yang dianggap tak berguna ini. Aspek 3R dalam upaya menciptakan kebersihan di tempat penyimpanan sampah akan membuat banyak pekerjaan menjadi lebih mudah dan cepat. Hanya saja, implementasi prinsip 3R butuh andil dari seluruh elemen, lintas bagian dan lintas departemen. Ini bukanlah hal yang mudah. Di bisnis hospitality seperti hotel, restoran, rumah sakit dan tempat hiburan orang yang terlibat amatlah banyak. Bukan hanya pengelola, pengunjung pun harus digugah

136

Cleanliness Management

BAB I I I BUILDIN G FACILIT Y & IN F R AST R UCT URE

3R: Reduce, Reuse, Recycle.

kesadarannya. Salah satu contoh kecil adalah disediakannya tiga jenis tong sampah untuk sampah basah, kering dan sampah berbahaya. Belum banyak orang sadar akan hal ini.Kalaupun pengunjung sadar, apakah pihak pengumpul sampah atau petugas kebersihan sudah sadar? Seringkali terjadi, ketiga jenis sampah itu dicampur jadi satu di truk sampah. Sia-sialah upaya pemisahan sampah. Bahasan di bagian ini mengandaikan kondisi ideal sudah terjadi. Sampah, sejak dari keranjang sampah sudah dipilah menjadi tiga jenis. Dengan demikian tempat penyimpanannya pun dipisah di tiga tempat berbeda.

educleaning123.id

137

Untuk sampah basah penyimpanan dilakukan dalam plastik tertutup dan disimpan di ruangan yang berventilasi baik atau berpendingin udara.

138

Sampah ditempatkan dalam plastik sampah dan diberi tanda. Sampah plastik penyimpanannya bisa relatif lebih lama. Ini karena sampah plastik cenderung tidak mengandung bakteri pembusuk dan tidak menimbulkan bau. Penyimpanan yang lama ini juga berguna bagi proses daur ulang atau pengiriman ke pengepul limbah plastik. Akan lebih efisien apabila daur ulang atau pengiriman ke pengepul dilakukan setelah sampah plastik terkumpul banyak. Sampah bahan berbahaya dimasukkan dalam plastik dan disimpan di TPS atau tempat penyimpanan sementara yang letaknya terpisah dari gedung utama. Rumah sakit biasanya memiliki TPS untuk limbah medis yang cukup besar, karena sifat kegiatannya. Sedangkan industri hotel, restoran dan pengolah pangan relatif memiliki sampah berbahaya yang lebih sedikit. Untuk sampah basah penyimpanan dilakukan dalam plastik tertutup dan disimpan di ruangan yang berventilasi baik atau berpendingin udara. Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup, Indonesia menimbun sekitar 80 juta ton setahun atau lebih dari 200 ribu ton per hari. Sampah tersebut sebagian besar berasal dari rumah tangga (48%) dan pasar tradisional (14%). Jadi jelas, bijak dalam mengelola sampah rumah tangga berarti telah membantu menyelesaikan hampir separo persoalan sampah. Sampah rumah tangga dan sampah hotel memiliki jenis atau kandungan yang kurang lebih sama. Kegiatan penghuni hotel hampir sama dengan kegiatan rumah tangga. Berikut adalah jenis sampah yang biasa ditemui di hotel: Perlengkapan mandi. Sampah makanan. Sisa air minum (kopi, susu, juice). Kemasan dari produk pembersih. Handuk dan sprei yang rusak atau usang. Limbah Peralatan Listrik dan Elektronik (WEEE) Sampah kebun. Kaca. Karton. Kertas.

Cleanliness Management

BAB I I I BUILDIN G FACILIT Y & IN F R AST R UCT URE

Membersihkan Ruang Penyimpanan Sampah Persoalan utama dalam merawat ruang penyimpanan sampah adalah berkembangnya bakteri pembusuk. Bakteri ini selain berbahaya bagi kesehatan juga menimbulkan bau yang tidak sedap. Menyimpan sampah basah dalam plastik tertutup tidak menyelesaikan masalah. Selain bau yang tetap tercium, biogas yang dihasilkan saat kotoran terurai dapat menimbulkan ledakan. Karenanya, penanganan bakteri dan bau busuk menjadi hal utama dalam perawatan tempat penyimpanan sampah. Bau sampah yang merupakan hasil dari pembusukan limbah bisa bertahan sangat lama. Bakteri patogen dan gas metana yang berbau tajam itu bisa menempel di sela dinding, lantai dan langit-langit. Bahkan jika sampah sudah dikosongkan secara teratur, bau itu masih tetap tinggal. Selain itu, bau tak sedap juga bisa berasal dari penanganan limbah cair yang tidak tepat. Air sampah busuk (lindi) yang menetes dari plastik yang bocor atau pecah tidak ditangani dengan baik. Air itu hanya disiram dan mengalir ke selokan atau parit pembuangan. Karena mengandung banyak bakteri, mereka berkembang biak di saluran air dan menyebarkan bau lebih luas lagi. Di bak sampah yang terbuka, kondisinya lebih parah lagi. Sampah yang sudah dimasukkan dalam plastik sering dibongkar kucing liar atau pemulung yang mencari sisa-sisa barang yang mungkin masih bisa digunakan. Dengan kondisi terbuka dan basah oleh air hujan, bau busuk menjalar ke mana-mana. Membersihkan ruang penyimpanan sampah mengemban tugas yang berat, yakni mematikan bakteri dan menghilangkan bau. Karenanya ruangan penyimpanan sampah yang tertutup dan berpendingin udara merupakan solusi yang tepat. Mesin penyedot cairan (vakum) juga dibutuhkan untuk membersihkan cairan yang bocor dan mengalirkannya langsung ke pembuangan luar (tidak melalui sirkulasi dalam gedung). Selain itu harus dipastikan bahwa

educleaning123.id

139

sampah basah dibuang ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) setiap hari agar bakteri tidak berkembang makin banyak. Berikut adalah langkah membersihkan tempat atau ruang penyimpanan sampah (garbage room).

Bak Sampah Penggunaan bak sampah terbuka amat tidak dianjurkan untuk tempat seperti hotel maupun restoran. Walaupun dengan penutup, bak sampah tidak mampu meredam bau dan penyebaran bakteri. Apalagi jika sampah tidak diambil secara rutin dan bertumpuk hingga ke luar bak. Namun bila tidak memungkinkan membangun ruang penyimpanan sampah tertutup bak sampah bisa digunakan dengan perawatan sebagai berikut: 1. Pastikan bak sampah memiliki luas dan tinggi yang memadai untuk menampung sampah sehari-hari. Di bagian bawah bak dibuat tempat pembuangan air atau lindi yang terhubung langsung dengan pembuangan luar gedung. Saluran pembuangan dari pipa PVC dan diberi jaring kawat agar tikus tidak masuk. 2. Cuci bak sampah segera setelah sampah diambil oleh petugas kebersihan. Semprot seluruh dinding, lantai dan penutup kemudian sikat dengan detergen pembersih yang mengandung anti bakteri. Siram dengan larutan disinfektan setelah langkah pembersihan selesai. 3. Pastikan saluran pembuangan tidak tersumbat dan jaring kawat dalam keadaan baik. Semprot mulut saluran pembuangan agar sisa lindi terdorong hingga ke muara pembuangan. 4. Tutup rapat bak sampah kembali.

Ruang Penyimpanan Sampah Penggunaan bak sampah terbuka amat tidak dianjurkan untuk tempat seperti hotel maupun restoran.

140

Untuk hotel, apartemen dan kondominium ruang penyimpanan sampah adalah kebutuhan yang tak bisa ditawar. Luas ruang penyimpanan sampah minimal empat

Cleanliness Management

BAB I I I BUILDIN G FACILIT Y & IN F R AST R UCT URE

Kamikatsu Japan zero waste town

kali luas bak sampah di ruangan. Tinggi ruangan minimum 2,5 kali tinggi bak sampah. Jangan terlalu tinggi. Lebih baik menambah luas bak daripada membuat bak lebih tinggi. Meski memiliki ruang penyimpanan sampah (misal di basement), tanpa pengaturan suhu udara atau hanya mengandalkan ventilasi, bau dari ruang sampah dapat menjalar dari area penampungan melalui poros lift atau masuk ke sistem HVAC. Pendingin udara biasa sebagai pengatur suhu di ruang penyimpanan sampah sesungguhnya belum memadai. Dibutuhkan pengatur suhu khusus yang dilengkapi dengan kontrol oksidasi yang secara otomatis menyesuaikan jumlah oksidasi dengan menghancurkan kontaminan biokimia lewat pelepasan ozon. Dengan demikian tumpukan sampah di ruangan tidak menimbulkan bau. Ruangan penyimpan sampah dibersihkan dengan cara berikut: 1. Bersihkan seluruh ruang, pel lantai dan semprot dengan larutan disinfektan. 2. Lap dengan teliti karet pintu, pegangan dan bagian yang memiliki pojok/siku untuk menghilangkan bakteri yang tertinggal. 3. Bersihkan mesin pengatur suhu dan mesin pemurni udara (alat ozonisasi/oksidasi) sesuai buku petunjuk, terutama di bagian filter sirkulasi. 4. Lap bersih kaca pelindung lampu UVV agar proses ozon berlangsung dengan baik. 5. Cermati panel petunjuk konsentrasi ozon, pastikan maksimal di level 0,025 atau sesuai dengan petunjuk pemakaian dari pabriknya.

How This Town Produces No Trash

educleaning123.id

141

142

Cleanliness Management

BAB I I I BUILDIN G FACILIT Y & IN F R AST R UCT URE

3.10. Kolam Renang

Great Bath, situs arkeologi peninggalan peradaban Indus di Mohenjo-daro, Pakistan.  Kolam renang besar ini berasal dari milenium ke-3 SM.

Diketahui “bak mandi besar” telah ada sejak sekitar 5.000 tahun yang lalu di pemukiman Mohenjo-daro, Pakistan. Dahulu bak raksasa diperuntukan bagi kepentingan keagamaan, tujuannya memurnikan dan menyucikan jiwa. Bisa dikatakan sejarah kolam yang paling menonjol berasal dari Yunani dan Romawi kuno. Kolam renang tidak hanya sebagai estetika dan meningkatkan keindahan properti, namun digunakan juga untuk mandi, merawat kesehatan, upacara keagamaan dan sebagainya. Pada awal 1800-an kolam renang mulai digunakan sebagai sarana kompetisi di Inggris. Kolam renang jadi bagian dari resor pada tahun 1920an di Amerika Serikat dengan nama “Deep Eddy” dan menjadi landmark. Kolam renang mulai mainstream setelah Perang Dunia II dan menjadi simbol status. Kolam renang hadir dalam berbagai bentuk dan ukuran. Tapi hampir semuanya, dari kolam renang pribadi sampai taman bermain air, dalam proses pembersihan dan pemeliharaan bekerja dengan cara yang sama. Kolam renang menggunakan kombinasi penyaringan dan perawatan kimia.

educleaning123.id

143

Deep Eddy Pool, kolam renang tertua dan bersejarah di Austin, Texas. Kolam renang dimulai dari genangan air besar di Sungai Colorado, kemudian menjadi resor pada tahun 1920-an.

Kolam renang hadir dalam berbagai bentuk dan ukuran. Tapi hampir semuanya, dari kolam renang pribadi sampai taman bermain air, dalam proses pembersihan dan pemeliharaan bekerja dengan cara yang sama. Kolam renang menggunakan kombinasi penyaringan dan perawatan kimia. Biasanya kolam renang membutuhkan komponen utama:

Ceruk atau lubang untuk wadah air Pompa air bermotor Filter air Return Inlet Skimmer Main drain Test Kit

Kolam renang juga terdiri dari berbagai jenis, ukuran dan bentuk sesuai dengan keperluan. Anggaran serta ketersediaan bahan juga menjadi faktor berbagai jenis kolam. Berikut beberapa jenis dan bentuk kolam renang berdasarkan bahan konstruksinya:

Kolam renang di atas tanah Pilihan kolam renang jenis ini diuntungkan dengan konstruksi yang murah dan paling mudah dibangun, sehingga sangat mudah juga untuk dibongkar dan memindahkan ke lokasi yang baru. Sebagian besar kolam jenis ini dibuat dari

144

Cleanliness Management

BAB I I I BUILDIN G FACILIT Y & IN F R AST R UCT URE

bahan prefabrikasi (rakitan). Kelemahan jenis kolam yang satu ini adalah tidak permanen dikarenakan sifatnya yang tidak tahan lama.

Kolam fiberglass Kolam ini terbuat dari plastik fiberglass yang telah dibentuk menjadi cekungan. Untuk membuat kolam ini harus digali lubang sesuai ukuran yang tepat, memasang pipa air yang diperlukan, menambahkan adonan semen ke dalam cerukan kemudian memasang struktur kolam yang sudah jadi. Kemudian beri level pada kolam renang, dan menghubungkan semua pipa saluran air. Biasanya kolam dikelilingi oleh struktur dak beton

Kolam renang berlapis vinyl

Vinyl Liner Pools

Kolam renang jenis ini sangat mirip seperti kolam renang di atas tanah, secara struktural, namun terlihat lebih mirip desain konvensional berbentuk cerukan di dalam tanah. Pertama gali tanah untuk membuat cerukan. Rakit bahan dinding seperti pada kolam di atas tanah. Bahan bisa dari logam, plastik, atau kayu. Kemudian masukkan adonan semen ke dalam bagian bawah lubang untuk mengamankan lapisan vinyl. Kolam ini lebih murah daripada desain konvensional lainnya, namun tidak tahan lama.

educleaning123.id

145

Kolam renang gunite

Pembuatan kolam renang gunite lebih rumit namun kolam renang akan lebih terkesan alami.

146

Kolam renang jenis ini adalah kolam renang paling populer, karena tahan lama dan bisa dibuat dengan bentuk apapun. Untuk membangun kolam ini pertama gali lubang lalu pasang rebar (besi cor). Setelah itu pasang pipa saluran. Setelah terpasang semua dan dirasa kuat langsung aplikasikan adonan semen dan pasir keseluruh bagian kolam. Setelah itu plester dengan adonan semen halus dengan campuran pasir marmer. Untuk finishing bisa menggunakan ubin, atau pun fiberglass.

Cleanliness Management

BAB I I I BUILDIN G FACILIT Y & IN F R AST R UCT URE

Perawatan kolam renang

Kolam renang harus dibersihkan dengan baik dan perlu dilakukan secara teratur.

Perawatan yang bertujuan untuk mencegah kerusakan atau memperpanjang usia pakai kolam renang amatlah penting. Selain menghemat biaya ketimbang memperbaiki atau membuat baru, perawatan yang rutin akan membuat pengguna merasa nyaman berlama-lama berenang di dalamnya. Berikut adalah beberapa langkah membersihkan kolam renang: Periksa kondisi kimiawi (pH) air. Kolam harus dicek kondisi kimiawi airnya sekali atau dua kali seminggu selama musim panas dan satu atau dua minggu sekali di musim dingin. Di negara yang beriklim tropis seperti Indonesia, pengecekan perlu dilakukan lebih sering.

educleaning123.id

147

Matahari yang bersinar sepanjang tahun dan air hujan yang PH-nya cenderung asam oleh karena itu PH harus dijaga di sekitar angka 7. Semakin rendah pH pada skala ini semakin sedikit klorin yang dibutuhkan untuk kolam. Berikut adalah petunjuk penggunaan test kit untuk mengukur kadar pH kolam renang: Ambil wadah (bisa botol bersih atau cawan) dan masukan ke dalam kolam renang yang dalamnya kira-kira sebatas lengan anda (80100 cm) Isi kedua tabung test dengan air kolam sebatas garis yang tertulis pada tabung. Kemudian teteskan cairan oto/phenol red yang berwarna merah untuk tabung pH sedangkan yang berwarna kuning untuk tabung Klorin. Tutup kedua tabung tersebut Lalu kocok hingga homogen dan lihat perubahan warna yang terjadi pada keduanya Sesuaikan warna air dengan tabel yang sudah tertera pada kotak petunjuk Jika pH lebih dari pH air normal maka tambahkan kaporit Untuk Klorin normal berada pada 1.0 – 1.5 ppm jika kurang dari batas normal maka tambahkan Klorin Jika sudah selesai tabung test kit dapat dicuci dan dikeringkan sehingga dapat digunakan kembali

1. Bersihkan Skimmer Basket

Pemberian chemical ke kolam renang.

148

Skimmer dipasang di sisi kolam, fungsinya “memotong” permukaan kolam sebelum puing-puing dan kontaminan menjadi jenuh dan mengendap ke dasar kolam. Dengan aktivitas berenang, semua bentuk kotoran naik ke permukaan air. Semakin efektif skimmer, semakin banyak kotoran yang

Cleanliness Management

BAB I I I BUILDIN G FACILIT Y & IN F R AST R UCT URE

bisa keluar dari kolam. Ada panel akses bundar di dek Anda; buka dan buang isi keranjang sesuai kebutuhan. Tetap bersihkan setiap saat.

2. Bersihkan Lint Pot (saringan) di Bagian Depan Pompa Anda harus melakukan ini setiap beberapa minggu atau sesuai kebutuhan. Matikan pompa untuk melakukan ini dan lepaskan tekanan pada sistem. Untuk pompa kolam yang memliki beberapa filter, letak saringan ini ada di depan kaca bening yang biasa dipakai untuk mengontrol tekanan.

Membersihkan filter atau pencucian filter adalah salah satu hal penting dalam perawatan kolam renang.

3. Cek Ketinggian Air Apakah terlalu tinggi atau terlalu rendah? Batas air harus tepat di tengah skimmer kolam atau batas ubin kolam untuk hasil dan kinerja yang optimal. Jika rendah, pompa bisa kering dan terbakar, atau jika terlalu tinggi, pintu skimmer tidak akan berfungsi dengan baik. Pintu itu menyimpan puing-puing di skimmer. Untuk kolam yang memiliki sistem katup bolak-balik dengan satu pompa, batas air cukup dicek di tangki atau bak kontrol. Upayakan bak kontrol mudah dibuka dan ada penerangan cukup untuk melihat persediaan air.

educleaning123.id

149

4. Gunakan Klorin Tablet Klorin tablet yang dicemplungkan ke bak kontrol akan melepas unsur penetral pH secara perlahan. Ini cocok digunakan untuk kolam yang sering digunakan atau pada cuaca ekstrem agar tidak terlalu sering menaburkan klorin langsung ke kolam renang. Ada baiknya menggunakan alat chlorinator di bak kontrol agar kaporit bisa dipantau kepekatannya.

Klorin tablet.

5. Bersihkan Tepi Kolam Membersihkan tepi kolam sering ditunda, karena itu adalah tugas yang memakan waktu. Bersihkan tepi kolam hingga batas air secara berkala untuk menghindari penumpukan kerak pada garis air. Semakin lama ini ditunda, semakin sulit untuk menghapus garis kapur atau karat air. Bersihkan dengan sikat kolam dengan gerakan memutar atau gunakan sikat kawat untuk karat yang membandel.

Bersihkan tepi kolam hingga batas air secara berkala untuk menghindari penumpukan kerak pada garis air.

150

6. Menambahkan Flokulan Jika air yang sama digunakan dalam jangka waktu lama, sejumlah konsentrasi dapat meningkat. Kalsium, besi, tembaga bisa menjadi masalah dan bahkan menyebabkan

Cleanliness Management

BAB I I I BUILDIN G FACILIT Y & IN F R AST R UCT URE

Flocculant powder.

noda cokelat di kolam. Untuk menghindari hal ini, gunakan flokulan. Flokulan ada yang berbentuk cairan atau tablet. Fungsinya mengendapkan semua partikel kotoran tadi, sehingga dapat dengan mudah dikeluarkan dengan selang vakum. Yang perlu dilakukan adalah menempatkan kantongkantong flocculant di skimmers atau menuangkan cairan di sana. Flokulan juga membuat air menjadi lebih jernih.

7. Vakum Kolam Vakum kolam lazimnya berupa sikat kasar dengan penghisap di balik bulu sikat yang terhubung dengan selang fleksibel. Di kolam yang menggunakan katup arus bolak-balik, selang ini dapat langsung dihubungkan dengan lubang arus. Hanya saja perlu mengubah setelan katup, dari mode semprot (whirl) ke mode sedot. Tekan gagang sikat ke permukaan ubin kolam, terutama di bagian nat yang cenderung berwarna gelap karena adanya sedimen kotoran. Lakukan langkah maju mundur hingga seluruh permukaan ubin selesai divakum.

Vacuum kolam renang. Untuk mengangkat kotoran  di dasar kolam renang.

8. Membersihkan Daun Daun berpengaruh buruk terhadap kualitas air karena menyerap banyak klorin. Itu sebabnya daun harus dibersihkan sesering mungkin dengan menggunakan jaring daun. Bersihkan daun yang terperangkap pada jaring skimmer juga.

educleaning123.id

151

9. Bersihkan Penutup Bak Kontrol Biasanya penutup bak kontrol terbuat dari bahan yang sama dengan dek kolam. Bersihkan dengan sikat untuk menghilangkan jamur dan lumut yang menempel.

10. Lakukan “Backwash” Area sekeliling kolam renang juga harus dibersihkan terutama di area yang sulit dijangkau. Begitu pula area yang selalu basah, harus dikeringkan secara berkala.

152

Ada fasilitas backwash otomatis di filter kolam. Tanpa backwash, filter akan mampet oleh kotoran. Dalam kondisi ekstrem, melalaikan backwash akan membuat filter rusak, bahkan meledak. Lakukan backwash seminggu sekali atau setelah melakukan vakum kolam.

Cleanliness Management

BAB I I I BUILDIN G FACILIT Y & IN F R AST R UCT URE

11. Menyegarkan Kondisi Air Walaupun air kolam secara periodik berganti (misal saat melakukan backwash atau vakum, air yang terbuang akan diganti oleh air di bak kontrol) perlu menambah 3 – 5% air bersih secara khusus. Caranya, hidupkan mode backwash atau vakum kemudian matikan akses air masuk dari bak kontrol. Ketika ketinggian air berkurang (maksimal 5%), ubah mode sedot di katup menjadi normal (whirl) dan buka kembali akses air dari bak kontrol. Semua kegiatan membersihkan sebaiknya tidak dilakukan pada siang hari atau saat matahari bersinar terik. Efek biru dan kilau kolam dapat mengganggu penglihatan dan bidang kotor tidak dapat terlihat dengan jelas.

educleaning123.id

153

Debu dan kotoran di area restoran harus dibersihkan sebelum buka dan sebelum restoran tutup. Sudut sempit dan sulit dijangkau harus dibersihkan dengan menggunakan penyedot debu.

154

3.11. Resto & Food Service 3.11.1. Pengertian Restoran

Seturut Keputusan Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi No.KN.73/PVVI05/MPPT-85 tentang Peraturan Usaha Rumah Makan, restoran adalah tempat yang dikelola oleh pengusaha Jasa Pangan, atau tepatnya “Suatu usaha yang menyediakan jasa pelayanan makanan dan minuman yang dikelola secara komersial”. Sedangkan menurut peraturan Menteri Kesehatan RI No. 304/Menkes/ Per/89 tentang persyaratan rumah makan, yang dimaksud dengan rumah makan adalah “satu jenis usaha jasa pangan yang bertempat di sebagian atau seluruh bangunan yang permanen dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan

Cleanliness Management

BAB I I I BUILDIN G FACILIT Y & IN F R AST R UCT URE

untuk proses pembuatan, penyimpanan dan penjualan makanan dan minuman bagi umum di tempat usahanya”. Secara umum, restoran merupakan tempat yang dikunjungi orang untuk mencari berbagai macam makanan dan minuman.

3.11.2. Klasifikasi restoran

Continental restaurant

Resto atau restoran diklasifikasikan menjadi beberapa jenis sesuai kegiatan dan makanan atau minuman yang disajikannya : • A’la carte restaurant merupakan restoran yang menyediakan menu lengkap dan merupakan restoran tanpa aturan mengikat atau bebas. • Coffee shop merupakan tempat makan dan minum yang menyuguhkan suasana santai tanpa aturan yang mengikat dan biasanya menyuguhkan racikan kopi sebagai menu special di luar makanan-makanan kecil atau makanan siap saji. • Cafetaria merupakan tempat makan dan minum yang terbatas menyajikan roti atau sandwich serta minumanminuman ringan yang tidak beralkohol, biasanya erat hubungannya dengan kantor. • Kantin merupakan tempat makan dan minum yang menyajikan berbagai makanan-makanan instan dengan harga yang terjangkau. • Continental restaurant adalah restoran yang memberikan kebebasan bagi pengunjungnya untuk memilih bahkan meracik makanan yang dipesannya sendiri. • Carvery merupakan restoran yang biasanya terdapat di motel kecil dan menyajikan makanan dan minuman sederhana. • Discotheque merupakan tempat makan dan minum yang menyuguhkan suasana hingar bingar musik sebagai daya tariknya. Biasanya menyuguhkan makanan dan minuman cepat saji.

educleaning123.id

155

• • • Grill room.

156

Grill room merupakan restoran dengan menu masakan panggang atau barbekyu sebagai menu andalan. Pizzeria merupakan restoran dengan menu pizza dan pasta sebagai menu utama. Pub merupakan restoran yang menjual minuman beralkohol.

Cleanliness Management

BAB I I I BUILDIN G FACILIT Y & IN F R AST R UCT URE





• Terrace restaurant.





Café merupakan tempat untuk makan dan minum dengan sajian cepat saji dan menyuguhkan suasana yang santai atau tidak resmi. Specialty restaurant merupakan tempat untuk makan dan minum yang memiliki tema khusus atau kekhususan menu masakan yang akan disajikan dan biasanya memiliki citarasa yang berbeda dengan restoran lain. Terrace restaurant merupakan tempat makan dan minum yang umumnya terletak di luar ruangan, biasanya berdekatan dengan taman atau ruang terbuka. Di Negara-negara barat ,terrace restaurant biasanya hanya buka saat musim panas saja. Gourmet restaurant merupakan tempat untuk makan dan minum yang biasanya diperuntukan bagi orangorang yang sangat mengerti akan citarasa sehingga banyak menyediakan makanan-makanan dengan bahan yang berkualitas tinggi, menu spesifik dan unik serta penyajian yang artisan. Family restaurant merupakan restoran sederhana untuk makan dan minum keluarga, ramah anak, dengan harga yang relatif terjangkau serta menyuguhkan suasana nyaman dan santai untuk keluarga.

Family restaurant

educleaning123.id

157

3.11.3. Prosedur Standar Pengoperasian Restoran

Persiapkan segala sesuatu yang menyangkut persiapan fisik restoran.

158

Prosedur standar pengoperasian restoran dibuat untuk mengatur tim kerja dalam aktivitasnya memberikan pelayanan pada pelanggan, agar dapat dimengerti, dipahami serta dilaksanakan dengan sebaik-baiknya oleh seluruh staf restoran yang ada. Pedoman kerja tersebut dimulai dari persiapan restoran dibuka sampai restoran ditutup. Berikut pedoman kerjanya: 1. Sebelum restoran dibuka Sebelum jam buka restoran tim kerja mempersiapkan segala sesuatu yang menyangkut persiapan fisik restoran meliputi, kebersihan lingkungan restoran, kelengkapan peralatan penyajian, bahan makanan dan minuman yang bersih dan higienis, bahkan memeriksa kondisi udara di sekitar lingkungan restoran. Tidak hanya kesiapan fisik restoran saja, kesiapan fisik dan psikis tim kerja juga harus diperhatikan, mulai dari kebersihan badan, kerapihan seragam kerja, serta kelengkapan kerja yang lain. Briefing menjadi hal wajib untuk dilakukan demi kesiapan para tim kerja.

Cleanliness Management

BAB I I I BUILDIN G FACILIT Y & IN F R AST R UCT URE

2. Selama restoran dibuka Restoran dibuka sesuai jam yang telah ditentukan, setelah semua kondisi baik fisik restoran maupun psikis tim kerja benar-benar siap. Di sini kepekaan, kejelian, ketelitian, kecekatan, serta ketepatan sumber tenaga yang profesional menjadi kunci utama kelancaran kegiatan. Seluruh tahapan pelayanan dipastikan dapat memenuhi keinginan pelanggan, mulai dari pelanggan memasuki pintu sampai meninggalkan restoran. Kepekaan, kejelian, ketelitian, kecekatan, serta ketepatan sumber tenaga yang profesional menjadi kunci utama kelancaran kegiatan.

Semua peralatan penyajian dibersihkan dan dirapikan, lalu diletakkan di tempat yang bersih dan higienis.

3. Restoran ditutup Restoran tutup pada jam yang telah ditentukan atau tepat setelah pelanggan terakhir (last order) meninggalkan restoran. Dilanjutkan dengan membersihkan dan merapikan semua lingkungan restoran, mulai dari ruang makan sampai dapur. Semua peralatan penyajian dibersihkan dan dirapikan, lalu diletakkan di tempat yang bersih dan higienis.

educleaning123.id

159

3.11.4. Laik Sehat dan Standar Keamanan Rumah Makan dan Restoran Dewasa ini masalah keamanan pangan sudah merupakan masalah global, sehingga mendapat perhatian utama dalam penetapan kebijakan kesehatan masyarakat. Letusan penyakit akibat pangan (foodborne disease) dan kejadian-kejadian pencemaran pangan terjadi tidak hanya di berbagai negara berkembang dimana kondisi sanitasi dan higienis umumnya buruk, tetapi juga di negara-negara maju. Diperkirakan satu dari tiga orang penduduk di negara maju mengalami keracunan pangan setiap tahunnya. Bahkan di Eropa, keracunan pangan merupakan penyebab kematian kedua terbesar setelah Infeksi Saluran Pernafasan Atas atau ISPA. Hal inilah yang menarik perhatian dunia internasional. World Health Organization (WHO) mendefinisikan Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan pangan atau dikenal dengan istilah foodborne disease outbreak.

160

Cleanliness Management

BAB I I I BUILDIN G FACILIT Y & IN F R AST R UCT URE

World Health Organization (WHO) mendefinisikan Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan pangan atau dikenal dengan istilah foodborne disease outbreak sebagai suatu kejadian dimana terdapat dua orang atau lebih yang menderita sakit setelah mengonsumsi pangan yang secara epidemiologis terbukti sebagai sumber penularan. Kejadian Luar Biasa (KLB) di Indonesia mempunyai makna sosial dan politik tersendiri karena peristiwanya sering sangat mendadak, mengena banyak orang dan dapat menimbulkan kematian. Dalam penyediaan makanan untuk umum, rumah makan/restoran dituntut untuk memperhatikan aspekaspek kualitas makanan, kompetitif tidak hanya dalam harga melainkan juga keamanan makanan. Keamanan makanan merupakan kebutuhan masyarakat, karena makanan yang aman akan melindungi dan mencegah terjadinya penyakit atau gangguan kesehatan lainnya. Keamanan makanan saat ini menjadi isu utama bagi upaya membangun citra rumah makan/restoran, oleh sebab itu harus diperhatikan agar tidak menimbulkan keracunan dan penyakit bawaan makanan. Di Amerika Serikat penyakit yang diakibatkan oleh makanan yang telah terkontaminasi oleh mikroorganisme patogen, 77 persennya dipersiapkan oleh usaha jasa boga, sebesar 20% kasus diakibatkan oleh makanan yang dimasak di rumah dan hanya 3% kasus yang disebabkan oleh makanan yang diproduksi oleh industri rumah tangga. Hal senada diungkapkan oleh Gravani (1997) yaitu sekitar 6 sampai dengan 33 jiwa per tahun masyarakat menderita foodborne diseases (Bryan, 1990). Sementara penelitian sejenis lain menyebutkan, dari 1000 outbreaks keracunan makanan, sebagian besar kasus terjadi pada makanan yang dimasak di rumah tangga yaitu sebesar 19,7%, di restoran sebesar 17,1% serta yang terjadi pada saat acara pesta makan yaitu sebesar 12,2%. Sedangkan di Polandia pada tahun 1990 sampai dengan tahun 1992, outbreaks kasus penyakit yang ditularkan oleh makanan melalui media penularan seperti restoran, bar dan kafe sebesar 8,2% (WHO, 2000).

educleaning123.id

161

Di Indonesia, ditinjau dari sumber pangannya, penyebab keracunan pangan adalah makanan yang berasal dari masakan rumah tangga 47,1%, industri jasa boga 22,2%, makanan olahan 15,0%, makanan jajanan 14,4% dan 1,3% tidak dilaporkan sumber penyebabnya. Berdasarkan data tersebut sumber pangan penyebab keracunan pangan terbesar yaitu masakan rumah tangga. Berdasarkan data tersebut terlihat bahwa kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan higienis pengolahan makanan dalam rumah tangga masih cukup rendah.

3.11.5. Sertifikasi Laik Sehat Rumah Makan dan Restoran Untuk meningkatkan higenitas pada industri jasa boga perlu pengawasan dari pihak-pihak terkait seperti Dinas Kesehatan dan masyarakat atas penerapan syarat-syarat kesehatan di rumah makan/restoran. Pengawasan yang teliti secara periodik dengan sanksi hukum adalah cara yang baik agar para pengelola restoran dan rumah makan dapat mematuhi peraturan-peraturan kesehatan, seperti yang tercantum dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 1098/MENKES/SK/VII/200z3. Salah satu

162

Cleanliness Management

BAB I I I BUILDIN G FACILIT Y & IN F R AST R UCT URE

upaya pengawasan dilakukan dengan mengeluarkan sertifikat laik sehat untuk rumah makan/ restoran yang bersangkutan. Sebagaimana kita ketahui, higienis dan sanitasi makanan adalah upaya untuk mengendalikan faktor makanan, orang, tempat dan perlengkapannya dapat menimbulkan penyakit atau gangguan kesehatan. Usaha peningkatan higienis dan sanitasi ini penting dilaksanakan untuk menjamin bahwa tidak terjadi masalah kesehatan masyarakat terkait usaha rumah makan dan restoran. Pengawasan sanitasi restoran/rumah makan dilaksanakan setiap enam bulan sekali dengan menerbitkan grading restoran dan rumah makan. Grading adalah semua kegiatan yang berkaitan dengan pengkelasan/penggolongan restoran/rumah makan menurut segi higienis sanitasinya dan diberikan tanda plakat sebagai tanda bukti telah memenuhi standar persyaratan yang telah ditentukan. Grading dimaksudkan untuk memberikan penilaian ke arah tingkat kondisi higienis sanitasi yang lebih tinggi guna memberikan perlindungan kesehatan masyarakat khususnya dari bahaya penyakit-penyakit menular yang bersumber dari restoran/ rumah makan.

educleaning123.id

163

Restoran/rumah makan yang memenuhi standar persyaratan selain mempunyai dampak bagi kesehatan juga mempunyai dampak ekonomi baik bagi pengusaha sendiri maupun pemerintah. Restoran/rumah makan harus memenuhi persyaratan higienis sanitasi yang merupakan ketentuan-ketentuan teknis yang ditetapkan terhadap produk restoran/rumah makan, personal dan perlengkapannya yang meliputi persyaratan bakteriologis, kimia dan fisika. Restoran/rumah makan memegang peran yang sangat penting sebagai penyebab terjadinya penyakit akibat makanan (foodborne diseases).

Dapur/area persiapan pangan Area persiapan makanan atau dapur merupakan lingkungan yang ideal bagi perkembangbiakan bakteri dan penyebarannya jika standar kebersihan tidak dilakukan dengan baik. Dapur juga merupakan area dimana pemakaian dan penggunaan air cukup tinggi, ditambah lagi dengan jumlah kotoran dan minyak, maka lantai di dalam dapur bisa saja menjadi sangat licin, berminyak dan lembab. Jika ini terjadi, maka siapa saja yang di area dapur tersebut rentan mengalami kecelakaan seperti tergelincir dan terjatuh. Lindungi orang-orang yang terlibat dengan meletakkan floor mat anti selip di beberapa titik strategis di dalam dapur dan lakukan pembersihan dengan menggunakan peralatan yang benar dan cairan pembersih yang tepat.

Hot kitchen. Dapur harus selalu dibersihkan dan disinfektan karena dapur merupakan lingkungan yang ideal bagi perkembangan bakteri.

164

Cleanliness Management

BAB I I I BUILDIN G FACILIT Y & IN F R AST R UCT URE

3.11.6. Persyaratan Ruang Restoran Menurut Soekresno, ruang atau area restoran dipilah menjadi dua bagian yang memiliki fungsi dan peruntukan yang berbeda, yaitu:

1. Ruangan Depan (Front Area)



Sirkulasi udara memadai dan tersedia pengatur suhu udara.

Ruangan depan yang dimaksud disini adalah ruangruang yang diperuntukkan bagi pelanggan restoran. Ruangan ini berfungsi sebagai sebagai daerah pelayanan. Persyaratan ruang restoran: • Luas area memenuhi standar. • Sekat antara restoran dan dapur harus tahan terhadap api. • Selalu terpasang alat deteksi dan pemadam kebakaran. • Sirkulasi udara memadai dan tersedia pengatur suhu udara. • Bersih, rapi dan tersanitasi (memenuhi syarat kesehatan). • Mudah untuk dibersihkan dan dirawat.

educleaning123.id

165

2. Ruangan Belakang (Back Area) Terpasang alat penghisap dan saluran pembuangan asap dapur.

Cukup penerangan di dapur.

166



Yang dimaksud dengan ruang belakang adalah ruang-ruang yang mempunyai fungsi dan kegunaan sebagai area penyimpanan, penyiapan, dan pengolahan produk makanan/minuman. Ruangan ini menjadi tempat bekerja karyawan restoran dan terlarang bagi para pelanggan atau pihak lain yang tidak berkepentingan. Ruangan dalam termasuk dapur, gudang, tempat penumpukan sampah, steward area dan tempat mencuci piring dan area menyiapkan makanan untuk dihidangkan. Syarat-syarat back area: • Cukup penerangan • Gudang penyimpan bahan makanan terpisah sesuai jenisnya • Lantai tidak licin dan memiliki saluran pembuangan air yang memadai dan lancar • Terpasang alat penghisap dan saluran pembuangan asap dapur • Saluran air bersih lancar dan mencukupi • Dan lain-lain seperti yang terdapat dalam persyaratan restoran

Cleanliness Management

BAB I I I BUILDIN G FACILIT Y & IN F R AST R UCT URE

Mencegah Mencegah penyakit akibat makanan membutuhkan pendekatan yang komprehensif. Hal ini termasuk membangun program keamanan makanan dan pelatihan karyawan yang tepat untuk mengolah makanan secara aman. Dalam hal ini termasuk juga mengenali makanan yang mempunyai kecenderungan untuk mudah tercemar dan yang mengandung potensi berbahaya yang bisa mengkontaminasi makanan tersebut. Pada akhirnya, penyakit akibat makanan dapat dicegah ketika semua, masyarakat, pengusaha dan karyawan peduli dengan resiko tinggi sehingga menjadi awas akan resiko saat membuat, menangani atau mengkonsumsi makanan pada sebuah resto.

Kebersihan tangan

Membangun program keamanan makanan dan pelatihan karyawan yang tepat untuk mengolah makanan secara aman.

Tangan yang terkontaminasi merupakan faktor utama pembawa penyakit ke dalam makanan. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) memperkirakan bahwa 40% kasus penyakit kemungkinan besar terkait dengan kebersihan tangan yang buruk. Tangan dapat membawa dan menularkan patogen berbahaya seperti norovirus dan salmonella (dari usus setelah menggunakan toilet). Pada saat mempersiapan makanan, tangan menyentuh berbagai makanan dan peralatan, yang mungkin terkontaminasi dan ini dapat menjadi faktor utama dalam kontaminasi silang yang mengakibatkan kontaminasi pada makanan.

educleaning123.id

167

Untuk menanggulanginya, seluruh karyawan harus mengetahui prosedur mencuci tangan yang baik dan benar, serta diwajibkan untuk menggunakan sarung tangan agar penyebaran kuman dari tangan ke makanan yang sedang diolah bisa diminimalkan. Menyediakan fasilitas mencuci tangan dan pengeringan tangan yang memadai di berbagai titik untuk meminimalkan risiko kontaminasi silang. Menyediakan sanitiser tangan di area penerimaan tamu, di luar kamar kecil atau pintu masuk dapur untuk kebersihan tangan yang optimal..

Potensi Bahaya Pada Makanan

Bahaya biologis.

Makanan yang tidak aman biasanya hasil dari kontaminasi – adanya substansi bahaya dalam makanan. Beberapa bahaya keamanan makanan berasal dari manusia atau dari lingkungan, bahaya lainnya timbul secara alamiah. Bahaya-bahaya ini terbagi dalam tiga kategori: bahaya biologis, bahaya kimiawi, dan bahaya fisik. Bahaya biologis termasuk bakteri, virus, parasit, dan jamur, serta tumbuhan, jamur, dan makanan laut tertentu yang membawa racun mematikan. Bahaya kimiawi termasuk pestisida, zat tambahan makanan, pengawet, bahan-bahan pembersih, serta logam beracun yang luluh dari peralatan dan perlengkapan memasak.

Bahaya kimiawi.

Bahaya fisik terdiri dari benda-benda asing yang tidak sengaja masuk ke dalam makanan, seperti rambut, debu, staples logam, dan pecahan gelas. Hal ini termasuk juga benda yang muncul secara alamiah, seperti tulang dalam filet.

Bahaya fisik.

168

Sejauh ini, bahaya biologis mempunyai bahaya yang paling besar terhadap keamanan makanan. Mikroorganisme penyebab penyakit bertanggung jawab bagi sebagian besar wabah penyakit.

Cleanliness Management

BAB I I I BUILDIN G FACILIT Y & IN F R AST R UCT URE

3.11.7. Bahaya Dari Penyakit Yang Disebabkan Makanan Penyakit akibat makanan merupakan penyakit yang dibawa atau disebarkan kepada orang melalui makanan. Pusat Pengontrolan dan Pencegahan Penyakit mendefinisikan bahwa gejala penyakit akibat makanan sebagai sebuah kejadian dimana dua atau lebih orang mengalami penyakit yang sama setelah memakan makanan yang sama. Penyakit akibat makanan dikonfirmasi ketika analisa laboratorium menunjukkan bahwa makanan tertentu merupakan sumber dari penyakit tersebut. Setiap tahun, berjuta-juta orang terinfeksi oleh penyakit akibat makanan, walaupun mayoritas dari kasus tersebut tidak dilaporkan dan tidak muncul dalam restoran atau usaha layanan makanan. Bagaimanapun juga, kasus-kasus yang dilaporkan dan diinvestigasi membantu industri untuk lebih mengerti beberapa penyebab dari penyakit tersebut. Mereka juga meningkatkan kesadaran mengenai apa yang dapat dilakukan untuk mengontrol penyebab tersebut. Untungnya, setiap tempat usaha, tidak peduli apakah usaha kecil ataupun usaha besar, dapat mengambil langkah-langkah untuk memastikan keamanan dari makanan yang dipersiapkan dan diberikan pada pelanggan mereka. Diperkirakan bahwa infeksi Bakteri E. Coli yang mencemari makanan akan menyebabkan penyakit sehingga berdampak pada kematian.

Sakit yang disebabkan oleh makanan menyebabkan banyak negara kehilangan miliaran rupiah setiap tahunnya

educleaning123.id

169

Tes Pengetahuan dan pemahaman 170

BAB III 1.

Building Facility & Infrastructure

Jelaskan pentingnya perawatan lantai dan hubungannya dengan siklus perawatan?

2. Sebutkan jenis-jenis lantai dan bagaimana perawatannya? 3. Mengapa public toilet itu penting dan sebutkan bagaimana perawatannya? 4. Apa saja kriteria lahan parkir dan bagaimana proses pembersihannya? 5. Mengapa loading dock area adalah daerah vital yang harus dijaga kebersihan dan higienitasnya? 6. Apa yang kamu ketahui tentang waste area, bagaimana mengelolanya? 7.

Sebutkan jenis-jenis kolam renang dan fungsinya, serta bagaimana merawatnya?

8. Sebutkan definisi dan klasifikasi restoran? 9. Apa yang disebut laik sehat? 10. Sebutkan potensi bahaya pada makanan yang membahayakan konsumen?

Cleanliness Management

Catatan ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ...........................................................................

educleaning123.id educleaning123.id

171

172

Cleanliness Management

Yes, engineering can be one of the change driver toward technology for better future Mateus Bernath Managing Director, Karcher Indonesia

educleaning123.id

173

174

Cleanliness Management

04 04

CLEANING TOOLS AND EQUIPMENT Materi Bab Ini

PENGERTIAN CLEANING SUPPLIES KEUNTUNGAN MENGGUNAKAN PERALATAN KEBERSIHAN KODE WARNA UNSUR-UNSUR YANG MEMPENGARUHI KINERJA ALAT KEBERSIHAN

educleaning123.id

175

176

Cleanliness Management

Neatness and cleanliness is not a function of how rich or poor you are but that of mentality and principle. IKECHUKWU IZUAKOR

educleaning123.id

177

178

Cleanliness Management

D

BAB I V CLE AN IN G TOOLS & E QUIPM E NT

ALAM setiap proses pekerjaan apapun alat dan peralatan memegang peranan yang sangat penting. Begitu juga dalam proses pekerjaan membersihkan dan kebersihan. Memiliki dan menggunakan alat dan peralatan yang baik dan benar akan menghasilkan pekerjaan yang sempurna, tepat waktu dan bernilai ekonomis. Kita sedikit mengulas kembali apa yang telah kita pelajari pada bab-bab sebelumnya tentang membersihkan. Apa yang dimaksud dengan membersihkan? Pembersihan itu meliputi pekerjaanpekerjaan sebagai berikut: penyapuan lantai; membersihkan perabot; furniture serta permukaan lainnya; mengepel atau mencuci lantai; memoles permukaan barang dan aksesori; menggosok ubin, wastafel, toilet, saluran desinfektan; menata ulang area yang dibersihkan dan meletakkan barang-barang di tempat yang sesuai dengan penggunaannya. Atau dengan kata lain, membersihkan adalah proses menghilangkan debu, kotoran atau bahan lain yang tidak diinginkan seperti noda, bintik-bintik, isi asbak, dll. Apa yang kamu mengerti dengan debu dan kotoran? ‘Debu’ secara kolektif mengacu pada partikel lepas, yang sangat mudah dipindahkan melalui udara dan menetap di permukaan apa pun. Debu mudah dilepaskan dengan bantuan kain kering. ‘Kotoran’ mengacu pada debu yang menempel pada permukaan apa pun dengan bantuan uap air atau minyak. Menghilangkan kotoran lebih sulit dibandingkan dibandingkan dengan menghilangkan debu. Kotoran harus dihapus baik dengan bahan pembersih atau agen pembersih lainnya.

educleaning123.id

179

Jenis sikat berdasarkan pengkodean warna dan untuk penggunaan ruang yang berbedabeda.

4.1. Pengertian Cleaning Supplies Cleaning supplies adalah peralatan yang digunakan untuk membersihkan ruangan di dalam gedung maupun area diluar gedung. Cleaning supplies juga bagian yang paling penting yang harus diketahui, dipelajari dan dimengerti oleh siapa saja dalam lingkaran industri kebersihan. Pada bab ini kita akan mempelajari itu, termasuk mengapa harga peralatan kebersihan harus memenuhi standar kebersihan yang telah disahkan bahkan tersertifikasi oleh Lembagalembaga terjamin seperti Cleaning Industry Management Standard (CIMS ISSA), British Institute of Cleaning Science (BICS), dan lain-lain. Dalam dunia kebersihan peralatan dan bahan pendukung program kebersihan harus melalui proses produksi yang baik dan memenuhi persyaratan keamanan, mutu, dan manfaat sesuai dengan tujuan pembuatannya. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah mengaturnya dalam Peraturan

180

Cleanliness Management

BAB I V CLE AN IN G TOOLS & E QUIPM E NT

Kesan pertama sangat berarti bagi banyak tamu hotel. Ketika bertemu dengan petugas housekeeping mereka bisa langsung merasakan standar sebuah hotel.

Menteri Kesehatan nomor 20 tahun 2017 tentang Cara Pembuatan Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga Yang Baik. Peraturan tersebut digunakan sebagai pedoman bagi industri yang memproduksi untuk menjamin agar alat kebersihan yang diproduksi memenuhi persyaratan yang ditetapkan sesuai dengan tujuan penggunaannya. Meskipun demikian untuk memilih peralatan kebersihan perlu mempertimbangkan beberapa hal, antara lain: kualitas, Standar Industri (nasional atau international guide), fungsi dan manfaat, serta tipe dan ukuran peralatan yang disesuaikan dengan spesifikasi area/ruang dan permukaan yang akan dibersihkan. Jika pemilihan peralatan kebersihan itu tepat maka banyak keuntungan yang akan diperoleh: Waktu pembersihan yang efektif, keamanan dan tujuan kebersihan akan tercapai. Sebaliknya, pemilihan cleaning supply yang asal-asalan, yang tidak mempertimbangkan kualitas dan kesesuaian peruntukannya akan berakibat pada: biaya kebersihan jangka panjang (biaya tinggi), merusak area dan permukaaan yang dibersihkan dan menghambat produktifitas.

educleaning123.id

181

Sebuah bengkel dan pusat pengembangan peralatan/industri kebersihan.

4.2. Kualitas Peralatan Kebersihan Diteliti dan Dirancang Pada umumnya peralatan kebersihan telah dirancang sedemikian rupa sehingga ketika digunakan dalam proses membersihkan menghasilkan kinerja yang efektif. Peralatan pembersih, seperti Warehouse Sweeper, akan membersihkan beberapa meter persegi area hanya dalam sekali jalan, mesin tersebut meningkatkan efisiensi dan produktivitas hampir 100 kali bila dibandingkan dengan teknik pembersihan manual.

182

Cleanliness Management

BAB I V CLE AN IN G TOOLS & E QUIPM E NT

Ramah lingkungan Produsen peralatan/alat pembersih selalu masa kini memperhatikan dampak lingkungan. Dari sisi bahan, produsen harus menerapkan sistem 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle). Reuse berarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya. Reduce berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah. Dan Recycle berarti mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat.

Mop wringer.

Perawatan murah dan mudah dioperasikan Karena peralatan kebersihan ini dirancang untuk membersihkan kotoran maka peralatan harus mudah dibersihkan dan mudah dioperasikan (user friendly). Produsen mesin pembersih juga harus memiliki layanan purna jual yang mudah dijangkau dan mudah dihubungi. Selain mudah digunakan, peralatan kebersihan harus memiliki biaya pemeliharaan yang efisien. Sebagai peralatan yang masuk dalam kategori investasi, maka produsen alat kebersihan harus menjamin bahwa peralatan bisa digunakan dalam jangka waktu tertentu, sehingga biaya ekonomisnya bisa terhitung saat dalam perencanaan.

educleaning123.id

183

Showroom peralatan dan mesin kebersihan bertenaga listrik.

Usia pakai barang Seperti yang telah diuraikan sebelumnya, bahwa dalam menggunakan cleaning supplies harus diketahui cara penggunaan peralatan tersebut dan kapan bahan tersebut habis masa pakainya. Beberapa bahan didesain untuk tahan lama tetapi jika peralatan tersebut digunakan tidak pada tempat dan fungsinya maka cleaning supplies tersebut akan cepat rusak dan hasil yang dikerjakan pun tidak maksimal dan objek yang dibersihkan tidak mencapai hasil yang diharapkan. Namun sebaliknya jika cleaning supplies tersebut digunakan dengan benar dan digunakan pada objek yang benar maka cleaning supplies tersebut akan berada pada masa pakai yang seharusnya.

Ketersediaan Memilih peralatan kebersihan juga harus mempertimbangkan ketersediaan barang, termasuk ketersediaan spare part atau perangkat pendukungnya. Menjalin kerjasama dengan produsen adalah salah satu cara terbaik untuk mendapatkan jaminan ketersediaan barang yang dibutuhkan.

184

Cleanliness Management

BAB I V CLE AN IN G TOOLS & E QUIPM E NT

Ultra microfibre mop refill, dengan kode warna untuk menghindari kontaminasi silang antar ruangan.

4.3. Kode Warna Peralatan kebersihan dan pembersihan memiliki pengkodean warna. Hal tersebut untuk menghindarkan terjadinya kontaminasi silang. Kontaminasi silang merupakan salah satu risiko tertinggi dalam penyebaran infeksi. Untuk mengurangi resiko tersebut maka lembaga seperti British Institute of Cleaning Science telah mewajibkan semua pelaku industri kebersihan untuk mengikuti panduan dan prosedur yang telah ditetapkan dan telah disepakati secara internasional. British Institute of Cleaning Science telah menggariskan bahwa warna-warna khusus ditujukan untuk area pembersihan dimana telah diidentifikasi risiko tertentu

educleaning123.id

185

Rencana denah ruang berdasarkan kode warnanya.

186

pada area tersebut. Warna-warna ini kemudian dapat ditransfer sebagai kode warna pada peralatan dan produk pembersih yang hanya digunakan di area tersebut. Prosedur ini membantu memisahkan barang-barang pembersih dan yang sudah dibersihkan sehingga transfer bakteri melalui kontaminasi silang ke area lain dapat dicegah. Kode warna sangat penting tidak hanya untuk rumah sakit, tetapi juga berlaku di area-area yang rentan terhadap kontaminasi silang. Prosedur pengkodean warna ini juga harus dilakukan di area yang tidak rentan karena dengan demikian standar kebersihan di lingkungan atau area tersebut akan mendapat kategori sangat baik. Warna adalah bahasa universal yang diakui oleh siapa pun - terlepas dari perbedaan bahasa ibu seseorang.

Cleanliness Management

BAB I V CLE AN IN G TOOLS & E QUIPM E NT

Dengan menerapkan warna pada program pembersihan, segala hambatan bahasa akan hilang. Kendala bahasa dan komunikasi sering terjadi dalam dunia kerja, dengan menerapkan pengkodean warna maka akan menghasilkan pembersihan yang konsisten dari seluruh staf. Menerapkan program pembersihan dengan menggunakan kode warna handuk dan kain yang berbeda untuk mewakili setiap tugas, pekerjaan akan membantu menghilangkan kebingungan di antara para pekerja. Selain itu, memiliki poster yang dilengkapi dengan ilustrasi yang mewakili program kode warna juga sangat membantu melatih karyawan serta memastikan konsistensi program kebersihan yang direncanakan.

Merah: Toilet, Urinal

Hijau: Food Area (Kitchen, Dining, etc)

Biru : General (Ruang kantor, Lobby)

Kuning: High risk area (Laboratorium, Ruang Operasi)

Empat Warna Ada empat warna dalam skema warna International Colour Code: merah, biru, kuning dan hijau. Merah: Digunakan untuk membersihkan benda dan permukaan di kamar dan area berisiko rendah dari toilet termasuk wastafel

educleaning123.id

187

Biru: Digunakan di area berisiko rendah seperti area umum dan untuk pembersihan permukaan umum seperti kaca dan cermin. Hijau: Digunakan di area dimana makanan dimasak dan disiapkan. Kuning: Digunakan di daerah dengan risiko kontaminasi silang yang lebih tinggi dan penyebaran infeksi - paling umum untuk membersihkan area toilet termasuk toilet dan saluran kencing

4.4. Unsur-Unsur yang Mempengaruhi Kinerja Alat Kebersihan Ergonomi Ergonomi adalah ilmu yang mempelajari tentang hubungan antara manusia dengan pekerjaan yang menggunakan teori, prinsip data dan metode untuk menciptakan sistem yang optimal. Peralatan yang ergonomis adalah peralatan yang direncanakan berdasar pada interaksi yang terjalin antara alat, fasilitas dan di lingkungan tempat kerja. Peralatan yang ergonomis harus meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja. Salah satu contohnya adalah: mengutamakan keselamatan kerja, mengurangi rasa lelah dan lain-lain. Inovasi terus dilakukan oleh produsen peralatan mesin pembersih besar untuk karpet dan lantai yang semakin

188

Cleanliness Management

BAB I V CLE AN IN G TOOLS & E QUIPM E NT

menekankan pada nilai-nilai ergonomic. Begitu juga alat pembersih manual kecil, juga telah dipengaruhi oleh desain ergonomis. Barang-barang seperti sikat, pembersih debu, pegangan pel yang ulirnya berstandar internasional sehingga mudah dipadukan dengan kepala yang berbeda produk, pegangan aluminium yang ringan dengan pegangan tangan yang nyaman.

Efisiensi Pada sebuah proses pembersihan sering ditemukan beberapa operator kebersihan yang menggunakan dua ember. Satu ember untuk mendisinfektan dan ember satunya untuk membilas. Saat ini, ada produk yang memungkinkan operator untuk menggunakan satu ember. Satu untuk sisi desinfektan dan yang sisi lainnya untuk membilas. Perubahan pada peralatan ini menghasilkan efisiensi, menghemat tenaga dan waktu. Yang tadinya dua ember sekarang satu ember. Contoh lainnya adalah kain pel. Kain pel dulu terbuat dari katun atau sumbu, tetapi kini telah ditemukan serat yang lebih kuat dan lebih ringan yaitu serat fiber optik. Begitu juga dengan kepala pel yang berubah menjadi datar dan memiliki pergelangan yang mudah digerakkan sehingga sesuai dengan gerak pergelangan tangan operator. Dengan jenis pel ini maka membersihkan area lantai yang luas akan dapat dilakukan dengan sedikit tenaga dan tidak melelahkan.

Mop squeezer

educleaning123.id

189

4.5 Jenis dan Bahan Alat Kebersihan Manual Ketika mengatur program pembersihan menggunakan kode warna Anda, ada beberapa pilihan peralatan yang bisa disesuaikan berdasarkan jenis dan bahannya. Pilihan-pilihan tersebut selanjutnya dapat membantu membedakan apa yang harus digunakan untuk tugas tertentu.

Lobby duster, berfungsi untuk mengangkat debu yang menempel pada lantai.

Kain pel dan kain pembersih Kain pel saat ini terbuat dari campuran serat sintetis, dengan ujung melingkar agar kokoh dan memiliki masa pakai yang lebih panjang. Dengan bahan material yang baru, kain pel atau kain pembersih akan mengikat kotoran dan baru melepaskannya setelah dibilas dengan air. Sekarang ini, bahan kain yang digunakan pada kain pel dan kain pembersih umumnya terbuat dari microfiber. Microfiber adalah bahan sintetis bebas serat yang telah ada selama hampir satu dekade dan telah menjadi salah satu bahan pembersih yang paling diminati dalam industri pembersihan profesional. Microfibre terbuat dari 80% serat poliester/nilon dan 20% serat polyamide dengan kepadatan

190

Cleanliness Management

BAB I V CLE AN IN G TOOLS & E QUIPM E NT

yang setara dengan 1/16 ketebalan rambut manusia sehingga bisa mengikat, menyerap, dan menghilangkan kotoran, debu, minyak dan bakteri dari permukaan. Kepadatannya memungkinkan untuk menahan enam kali beratnya dalam air, sehingga membuatnya lebih menyerap daripada kain pel atau kain pembersih konvensional yang terbuat dari kapas atau cotton. Microfiber juga populer karena fleksibilitas dan kemampuannya untuk membersihkan berbagai jenis kotoran, sehingga secara ekonomis akan lebih murah karena mengurangi pemakaian alat yang sekali pakai.

Spons Spons merupakan alat pembersih tradisional yang sampai hari ini masih ada. Hanya saja saat ini spons pembersih saat memiliki beberapa tingkat kekasaran dan tentu saja warna yang beragam. Ada juga spons yang memiliki dua sisi, sisi yang sebaliknya adalah pads gosok yang terbuat dari bahan sintetis. Kombinasi ini memfasilitasi penggunaan pembersihan permukaan yang lembut dan jika terdapat kotoran yang membandel, sisi yang lebih keras digunakan untuk menghilangkan.

Spons, membersihkan permukaan yang rentan gores.

educleaning123.id

191

Cleaning Pads

Bermacam-macam cleaning pads. Fungsi dan kegunaan tiap warna berbeda.

192

Saat ini teknologi pembuatan cleaning pads yang digunakan pada buffer dan mesin polisher sudah menggunakan bahan yang disebut “non woven” serta teknik semprot dan impregnasi terbaik untuk mengoptimal kerapatan butiran abrasif ke seluruh Cleaning Pads. Aturan umumnya, Cleaning Pads memiliki beberapa warna, semakin terang warnanya daya gosok atau daya abrasifnya semakin kecil. Sebaliknya, semakin gelap warnanya semakin kuat daya abrasifnya. Oleh sebab itu pemilihan jenis Pads harus disesuaikan dengan tujuan pembersihan yang akan dicapai (aktivitas polishing berbeda dengan aktifitas scrubbing), jenis permukaan yang akan dibersihkan, equipment yang akan digunakan.

Cleanliness Management

BAB I V CLE AN IN G TOOLS & E QUIPM E NT

Glass wiper.

Sikat.

Alat pembersih kaca Alat ini banyak jenisnya, kebanyakan terbuat dari bahan yang ringan dan tahan air. Pada ujungnya terdapat karet pembersih. Beberapa produsen sekarang menawarkan pembersih jendela yang dilengkapi kepala putar, yang membuatnya mudah untuk digunakan pada di tempattempat yang sempit.

Sikat Sikat gosok banyak macamnya, tergantung dari bahan dan kegunaannya. Ada yang terbuat dari bahan alami atau terbuat dari serat sintetis. Salah satu syarat utamanya adalah ringan dan fleksibel untuk digunakan membersihkan di area yang sulit dijangkau. Sikat yang digunakan di tempat-tempat khusus seperti sikat untuk membersihkan peralatan dapur dari bahan yang tahan karat. Begitu juga dengan sikat yang digunakan

educleaning123.id

193

ditempat-tempat yang rentan bahaya kontaminasi silang. Sementara itu, jenis sikat untuk membersihkan debu memiliki rambut sikat yang ujungnya lebih halus.

Penjepit dan Pengki (dust pan) Alat-alat ini bermanfaat bagi petugas kebersihan yang harus mengangkat atau mengambil potongan-potongan sampah, puntung rokok, plastik, atau kemasan bekas makanan dan minuman. Salah satu keunggulan jenis alat ini adalah tangan mekanis ringan yang memungkinkan petugas kebersihan mengambil barang dari lantai tanpa membungkuk. Pengki (dust pan) ujungnya harus terbuat dari karet (sintetis) dan berbentuk seperti mata pisau. Fungsinya adalah untuk menjaga agar kotoran yang diangkat tidak lolos melalui celahnya. Harus memiliki penutup yang fleksibel dan dapat diaktifkan oleh operator. Dengan demikian, setiap butiran pasir atau puing-puing dapat disapu ke pengki dan butiran pasir/debu tidak akan terbang bila tertiup angin karena ada penutupnya.

Dustpan.

194

Cleanliness Management

BAB I V CLE AN IN G TOOLS & E QUIPM E NT

Ceiling broom.

Pembersih debu (dusters) Saat ini, banyak dusters dengan fitur tiang ekstensi teleskopik ringan, dan beberapa dengan kepala melengkung agar bisa menjangkau tempat-tempat yang sulit. Dusters yang baik tentu saja terbuat dari bahan microfiber atau pembersih debu yang bulu-bulunya dialiri muatan listrik statis untuk manarik debu dan kotoran. Beberapa pembersih debu yang terbuat dari bulu-bulu alami, antara lain: bulu burung unta dan bulu domba-wol. Selain itu ada sarung tangan debu yang dibuat khusus untuk membersihkan permukaan datar seperti dinding, atau langit-langit. Sarung tangan ini juga bisa dipasang pada batang pembersih atau kepala pel.

Peralatan Manual Peralatan pembersih manual (Manual Equipments) adalah peralatan pembersih yang digerakkan dengan menggunakan tenaga manusia atau tanpa menggunakan mesin yang digerakkan oleh sumber tenaga listrik. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan saat mempertimbangkan alat kerja manual yang akan digunakan mengingat banyaknya merek peralatan yang tersedia di pasaran. Pada dasarnya, peralatan pembersihan manual dapat dibagi dalam beberapa kategori:

educleaning123.id

195

• • • • • •

Category Mop - Natural Wet Mop (Cotton) - Synthetic Wet Mop (Microfiber) Category Dust Mop - Natural Dust Mop (Cotton) - Synthetic Dust Mop (Microfiber) Category Brush Category Broom & Dust Pan - Naural Broom (Arenga Pinnata Fiber & Grass) - Coco Stick Broom - Synthetic Broom Category Floor Wiper - Natural Floor Wiper - Synthetic Floor Wiper Category Miscellaneous

Kelompok sapu dan sikat (broom and brush) ALAT PEMBERSIH

KEGUNAAN

Ceiling Broom Sapu Langit-Langit

Membersihkan sawang di langit-langit ruangan

Floor Broom Sapu Lantai

Membersihkan lantai dari debu, kotoran dan sampah

Carpet Broom Sapu Karpet

Membersihkan permukaan benda yang terbuat dari karpet

196

Cleanliness Management

GAMBAR

BAB I V CLE AN IN G TOOLS & E QUIPM E NT

Kelompok sapu dan sikat (broom and brush) ALAT PEMBERSIH

KEGUNAAN

Toilet Bowl Brush Sikat Jamban

Membersihkan toilet bowl

Hand Brush Sikat Tangan

Membersihkan kotoran atau noda yang melekat pada linen atau lantai

Shoe Brush Sikat Sepatu

Membersihkan dan mengkilapkan sepatu yang terbuat dari kulit.

Cloth Brush Sikat Pakaian

Membersihkan debu atau noda yang tidak melekat yang menempel pada pakaian.

Cushion Brush Sikat Bantal

Membersihkan bantalan sofa, kasur dan permukaan kursi yang terbuat dari linen.

Steel Brush Sikat Baja

Untuk menghilangkan noda keras dan sulit.

educleaning123.id

GAMBAR

197

Kelompok alat penampung (Container) ALAT PEMBERSIH

KEGUNAAN

Public Area Trolley Kereta Peralatan Pembersih Area Umum

Untuk menampung peralatan yang akan digunakan pada saat membersihkan area.

Caddy Carry Box Ember Alat Pembersih

Untuk menampung peralatan pembersih yang bentuknya kecil yang akan digunakan pada saat proses pembersihan

Bucket Ember Penampung Air Campuran Bahan Pembersih

Untuk menampung air atau cairan pembersih dalam proses pembersihan suatu objek.

Pump Up Sprayer Penyemprot Bahan Pembersih

Alat penyemprot yang digunakan untuk menampung cairan pembersih.

Double Bucket Ember Pel Ganda

Untuk menampung cairan pembersih lantai dan air.

Dustpan Pengki

Untuk menampung sampah atau kotoran sementara.

Container Bin Waste Bin Tempat Sampah

Untuk menampung sampah sementara sebelum di bawa ke tempat pembuangan.

198

Cleanliness Management

GAMBAR

BAB I V CLE AN IN G TOOLS & E QUIPM E NT

Kelompok Linen ALAT PEMBERSIH

KEGUNAAN

Dust Cloth Lap Debu

Untuk membersihkan perabot yang terbuat dari kayu, bambu, formika, marmer dan rotan.

Cotton Cloth Lap Katun

Untuk membersihkan perabot.

Glass Cloth Lap Kaca/Glass

Membersihkan perabot yang terbuat dari kaca (gelas, piring)

Chamois Lap Resap

Kain lap yang terbuat dari bulu hewan yang lembut yang digunakan untuk mengeringkan permukaan benda.

educleaning123.id

GAMBAR

199

ALAT PEMBERSIH

KEGUNAAN

Mop Kain Pel

Terbuat dari bahan ultra microfibre dengan perbandingan serat Polyester 80% dan Polyamide 20%, digunakan untuk membersihkan permukaan lantai dari noda/kotoran yang sudah melekat.

Lobby Duster Kain Pembersih Debu

Membersihkan debu yang melekat di lantai di area yang mudah kotor.

Picker Penjepit

Terbuat dari aluminium yang dilapisi eva sponge pada bagian pegangan dan pada bagian penjepit.

Professional Plunger Penyedot Sumbatan

Plunger terbuat dari bahan karet pilihan dengan tongkat dari bahan aluminium.

200

Cleanliness Management

GAMBAR

BAB I V CLE AN IN G TOOLS & E QUIPM E NT

Peralatan Pendukung Kerja ALAT PEMBERSIH

KEGUNAAN

Rubber Scrubber Karet Pengering

Alat pengering air yang menggenang di lantai terbuat dari karet

Sponge Busa Gosok

Busa untuk membantu membersihkan permukaan barang ataupun kaca

Scrubber Sponge Busa dan Tapas Gosok

Tapas penggosok

Glass Wiper Karet Penyeka Kaca

Alat untuk membersihkan kaca

Window Squeegee Pengelap dan Pengering Kaca

Alat untuk membersihkan kaca jendela

educleaning123.id

GAMBAR

201

ALAT PEMBERSIH

KEGUNAAN

Telescopic Stick Tongkat Penyambung

Untuk menyambung alat pembersih pada area yang tidak terjangkau.

Window Scraper, Putty Knife Alat Pengikis Kotoran

Menghilangkan kotoran yang melekat pada kaca.

Ladder Tangga

Sebagai alat bantu untuk menjangkau area yang tinggi.

Floor Squeezer Karet Penarik Air

Untuk mengeringkan atau menarik air yang menggenang di permukaan lantai.

202

Cleanliness Management

GAMBAR

BAB I V CLE AN IN G TOOLS & E QUIPM E NT

Pelindung Kerja ALAT PEMBERSIH

KEGUNAAN

Hand Glove Sarung Tangan

Melindungi tangan dari bahan kimia cair, padat atau bubuk.

Face Mask Pelindung Mulut dan Hidung

Untuk melindungi dan menutup hidung dan mulut dari uap yang berasal dari bahan kimia

Helmet Helm

Untuk melindungi dan menutup kepala saat membersihkan langitlangit ruangan, balkon dan dinding.

Boot Sepatu

Digunakan saat membersihkan permukaan lantai yang basah, licin atau terdapat cairan panas yang tertumpah.

Google Kacamata Debu

Melindungi mata dari asap/debu.

Floor Sign Tanda Lantai

Memberi tanda agar berhati-hati ketika melewati lantai yang licin.

educleaning123.id

GAMBAR

203

Peralatan Pembersih Tenaga Listrik (Elektrik) ALAT PEMBERSIH

KEGUNAAN

Vakum Kering

Penyedot debu yang sangat efisien dan tenang dengan saklar/ tombol kaki untuk kemudahan operasi.

Vakum Basah & Kering

Penyedot debu basah dan kering dengan daya isap sangat kuat dan tangki debu 40 liter untuk pengoperasian yang lama

Polisher Machine Kecepatan Rendah

Penggosok yang sangat kuat untuk berbagai aplikasi pembersihan lantai. Cocok untuk lantai keras, penutup tekstil, serta untuk pengamplasan lantai parket usang.

Polisher Machine Kecepatan Tinggi

Alat pemoles berkecepatan sangat tinggi untuk lantai halus mengkilap.

Pembersih Uap

Pembersih uap untuk hasil pembersihan yang sempurna tanpa menggunakan bahan kimia.

204

Cleanliness Management

GAMBAR

BAB I V CLE AN IN G TOOLS & E QUIPM E NT

ALAT PEMBERSIH

KEGUNAAN

Vakum Kering Karpet

Mesin vakum kering untuk karpet yang simpel dan nyaman untuk digunakan dengan hasil maksimal.

Spotting Karpet

Mesin semprotekstraksi dan hanya meninggalkan 9% sisa kelembaban untuk pembersihan karpet efektif dan efisien

Ekstraktor Karpet

Ekstraktor karpet dengan semprotan yang cepat dan ekonomis untuk area kecil dan menengah (200m2-800m2)

Air Blower

Pengering Bertekanan Angin

educleaning123.id

GAMBAR

205

Peralatan Pembersih Tenaga Listrik (Elektrik) ALAT PEMBERSIH

KEGUNAAN

Sweeper

Mesin penyapu dorong untuk penggunaan dalam dan luar ruangan

Electric Broom

Sapu elektrik berdaya baterai dengan roller penyapu dan wadah kotoran dalam satu mesin untuk pembersihan lantai dan karpet.

Walk-behind Scrubber

Penyikat sekaligus pengering yang ringkas dan bertenaga baterai dengan kinerja area hingga 2000 m/ jam.

Scrubber Roller

Penggosok dan penyedot debu yang ekonomis, ringkas, dan serbaguna.

High Pressure Cleaner

Pembersih bertekanan tinggi untuk pembersihan AC dan memfasilitasi kerja yang efektif

206

Cleanliness Management

GAMBAR

BAB I V CLE AN IN G TOOLS & E QUIPM E NT

ALAT PEMBERSIH

KEGUNAAN

GAMBAR

Ride-on Scrubber

Ride-on Scrubber

Ride-on Sweeper

Kendaraan penyikat sekaligus pengering bertenaga baterai dengan sikat cakram

Ride-on sweeper bertenaga baterai, sangat cocok untuk area terbatas dan padat.

educleaning123.id

207

Tes Pengetahuan dan pemahaman 208

BAB IV 1.

Cleaning Tools and Equipment

Jelaskan kenapa Cleaning Supplies itu penting?

2. Jelaskan kenapa kualitas bahan Cleaning Supplies itu berpengaruh pada cost of clean? 3. Apa yang dimaksud dengan “kode Warna”? 4. Sebutkan 4 kode warna dan peruntukannya? 5. Apa yang terjadi jika mengabaikan kode warna? Jelaskan! 6. Ada berapa unsur yang mempengaruhi kinerja Cleaning Supplies? 7.

Apakah kode warna pada Cleaning Tools sama dengan kode warna pad?

8. Jika sudah menggunakan alat manual apakah bisa mengatasi semua tantangan kebersihan? Bagaimana jika sebaliknya?

Cleanliness Management

Catatan ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ...........................................................................

educleaning123.id educleaning123.id

209

210

Cleanliness Management

Indonesia Salam Clean Bersih pangkal sehat mutlak dan tidak terpungkiri, aneh bila tidak ada yang menghendaki kebersihan, tidak benar bila ada yang tidak suka kesehatan. Bersih adalah sebagian daripada iman, bersih adalah ibadah. Bersih itu mudah tetapi perlu persiapan dan perencanaan. Kerja kebersihan itu pasarnya luas, lebar dan dalam. Diseluruh belahan dunia ini tidak ada rumah dan bangunan yang tidak perlu dibersihkan. Revolusi mental, berlanjut ke revolusi industri 4.0 sangat berhubungan dengan kebersihan yang efektif dan efisien. 1 – 2 – 3 Seperti ada pada judul buku ini membuat kita mudah dalam usaha kebersihan, sangat gamblang dan jelas dari semua kegiatan dan keperluan kebersihan, selamat Pak David Handriyanto, anda bukan saja pengusaha di bidang industri kebersihan tetapi anda mencintai kebersihan dengan segenap hati dan jiwa. Indonesia bersih. Indonesia Maju. Proudly Made in Indonesia. Agus Ariandy Sijoatmodjo, S.H., M.M. CMO Clean-Matic

educleaning123.id

211

212

Cleanliness Management

05

CLEAN STEP Materi Bab Ini

CLEANTOOLS DAMP MOP DUST MOP FLOOR FINISH FLOOR STRIPPING WET CRYSTALLIZATION DRY CRYSTALLIZATION SPRAY BUFFING UPRIGHT VACUUM CLEANING TRASH REMOVAL RESTROOM MIRRORS & WALLS GLASS CLEANING DUSTING CLEAN SINKS CLEAN & DISINFECT TOILETS & URINALS BACKPACK VACUUM CLEANING UPRIGHT VACUUM CLEANING SPOT CLEAN CARPETING INFECTIOUS SPILLS CLEAN UP DEEP SCRUB = AUTOMATIC SCRUBBER DEEP SCRUB = CONVENTIONAL EQUIPMENT CARPET SHAMPOO BONET OR SPIN CLEANING AUTOMATIC SCRUBBING BEFORE BURNISHING educleaning123.id

213

214

Cleanliness Management

Why must be clean, because life is clean and clean is life Agus Ariandy Sijoatmodjo, S.H., M.M. CMO Clean-Matic

educleaning123.id

215

216

Cleanliness Management



BAB V CLE AN STEP

Memelihara kebersihan seringkali dianggap sebelah mata karena dianggap pekerjaan yang mudah dan sepele atau kurang penting dari segi prioritas apalagi dalam konteks bisnis. Namun berbeda halnya pada industri hospitality seperti Hotel Restauran Rumah Sakit, Shopping Mall, dimana aspek kebersihan sangat mempengaruhi nilai jual atau image dari sebuah perusahaan”

Trend masyarakat pun begitu, terutama di kalangan menengah ke atas yang mulai serius dalam berbicara mengenai cleanliness. Sebuah properti baik itu untuk hunian ataupun usaha akan terkesan kurang baik bila terlihat kotor, berdebu, bau,dan lain­-lain. Sebaliknya tempat yang bersih, teratur dan segar memberikan image yang baik dan nyaman bahkan dapat menambah motivasi kerja pegawainya. Apalagi jika kebersihan itu menyangkut pelayanan publik, pengunjung harus merasa lebih nyaman dan memiliki pengalaman dan kesan yang baik selama berada di tempat tersebut. Masalahnya, menjaga kebersihan bukanlah sesuatu hal yang mudah dilakukan. Diperlukan pengetahuan dan keterampilan khusus untuk menjaga dan memelihara properti agar tetap bersih dan terawat dengan baik. Sebuah proses kebersihan yang baik harus memiliki perencanaan yang baik pula. Di awali dengan sebuah Cleaning Program. Cleaning Program harus direncanakan dengan detail, rinci dan berurutan. Secara garis besar harus meliputi: 1. What to be cleaned, apa yang harus dibersihkan. 2. How to clean, bagaimana membersihkannya. 3. Who responsible, siapa yang bertanggung jawab dan melaksanakan.

educleaning123.id

217

4. When, kapan dan seberapa sering melakukannya. Tanpa perencanaan yang baik, sebuah proses pembersihan akan banyak mengalami hambatan, khususnya pada tingkat pelaksanaan. Clean Step adalah program kebersihan yang didesain untuk memudahkan dan membangun standarisasi proses kebersihan yang sesuai fungsi dan tujuan dengan memperhatikan aspek efektifitas, efisiensi dan produktivitas. Kata STEP adalah singkatan dari Safety, Tools, Execution, Product, dan satisfaction.

Saat membersihkan di area berbahaya, peralatan keselamatan harus sesuai K3.

Safety Dalam bekerja, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) harus diutamakan. Definisi K3 adalah semua kondisi dan faktor yang dapat berdampak pada keselamatan dan kesehatan kerja bagi tenaga kerja maupun orang lain di tempat kerja. Di Indonesia K3 diatur dalam Undang-Undang No. 1/1970 tentang keselamatan kerja yang mendefinisikan tempat kerja sebagai ruangan atau lapangan, tertutup atau terbuka, bergerak atau tetap dimana tenaga kerja bekerja. Keselamatan di tempat kerja penting bagi karyawan di industri yang bergerak di bidang apa saja, bahkan pekerja rumah tangga sekalipun. Setiap orang yang meninggalkan rumah untuk bekerja di pagi hari, malamnya harus

218

Cleanliness Management

BAB V CLE AN STEP

pulang ke rumah dalam kondisi sehat. Pernahkah Anda membayangkan bahwa orang yang Anda cintai tidak akan pernah kembali ke rumah? Atau Anda mendapat telepon bahwa suami/istri/pasangan Anda berada di rumah sakit karena mengalami kecelakaan? Memikirkannya saja pasti membuat Anda merinding dan ngeri. Inilah mengapa menciptakan lingkungan kerja yang aman itu penting. Inilah alasan menempatkan safety sebagai langkah awal proses membersihkan.

Tools Dusters, wipes, mops dan lain-lainnya adalah kategori alat-alat yang digunakan dalam proses pembersihan. Pemilihan dan penggunaan alat yang tepat bertujuan untuk mengefisiensikan pekerjaan agar mendapatkan hasil yang optimal atau sesuai dengan standar kebersihan.

educleaning123.id

219

Peralatan memainkan peran penting dalam pembersihan awal dan selama pembersihan pemeliharaan. Peralatan yang ada pada bab ini merupakan peralatan ideal untuk membersihkan area yang luas serta untuk tugas-tugas khusus seperti memoles atau menghilangkan pelapis lantai. Tetapi pemeliharaan area yang lebih kecil atau area yang ditutupi dengan banyak furnitur membutuhkan sistem pembersihan manual dan peralatan penunjangnya. Peralatan dan sistem pembersihan manual dan otomatis tidak saling meniadakan satu dan yang lainnya tetapi saling melengkapi. Operator kebersihan harus menganalisa ruang dan membuat jadwal serta menghitung biaya kebersihan untuk setiap ruang dan menyiapkan daftar peralatan yang akan digunakan. Seperti yang dijelaskan pada bab sebelumnya, ada banyak hal dasar yang harus menjadi bahan pertimbangan penyusunan jadwal pembersihan dan peralatan yang akan digunakan. Seperti: ruang terbuka, jenis lantai dan toleransinya terhadap kotoran/kuman, waktu pembersihan, personel yang terlibat, penyimpanan dan biaya yang tak terlibat.

Execution Proses eksekusi dalam Clean STEPS bermakna melaksanakan prosedur pekerjaan berdasarkan standar. Secara umum, prosedur yang telah distandarkan/ditentukan bertujuan agar pekerjaan yang dilakukan mendapatkan hasil sempurna. Dengan demikian, pelaksanaan pekerjaan yang berdasarkan pada prosedur standar adalah pengerjaan dengan tingkat efektivitas dan produktivitas yang tinggi.

Product Setiap tempat memiliki keunikannya masing-masing. Oleh karenanya selain ketepatan pemilihan peralatan, pemilihan bahan pembersih juga sangat menentukan tingkat kualitas dan efektivitas kebersihan. Pemilihan produk

220

Cleanliness Management

BAB V CLE AN STEP

pembersih harus mempertimbangkan beberapa hal. 1. Jenis kotoran. 2. Tingkat kekotoran. 3. Uses cost (biaya pemakaian). 4. Safety.

Satisfaction Tahap ini bisa dijelaskan sebagai tingkat kepuasan atas hasil kerja pembersihan. Bisa juga dijadikan sebagai bentuk keterukuran keberhasilan kerja. Rangkaian tahapan Clean STEPS merupakan rangkaian yang utuh dan tidak mungkin ditukar-tukarkan urutan kerjanya. Diawali dengan persiapan keselamatan kerja dan diakhiri dengan evaluasi atas tingkat kepuasan. Dengan melalui sistem dan metode kerja yang tepat, maka hasil yang optimal pasti tercapai. Tingkat kepuasan pembersihan menjadi salah satu ukuran keberhasilan kerja.

Cara Membaca Clean Step Untuk memudahkan dalam mempelajari Bab IV ini, pada halaman-halaman selanjutnya terdapat gambar-gambar Clean STEPS. Pada halaman sebelah kanan adalah grafik panduan untuk setiap tugas/pekerjaan. Sedangkan halaman sebelah kiri disediakan QR code yang berisi tautan video Clean STEPS

educleaning123.id

221

HOUSEKEEPING 01 Cleantools

CLEAN STEPS CLEAN TOOLS - Versi Indonesia

CLEAN STEPS CLEAN TOOLS - Versi Indonesia

222

Cleanliness Management

Clean

CLEANTOOLS

Complete Step to clean your place

Cleantools Salah satu hal penting dalam Cleanliness Management adalah Cleantools (peralatan/perlengkapan kebersihan). Dalam pemilihan Cleantools yang tepat sudah dijelaskan dibab sebelumnya. Dari pengalaman dan pengamatan penulis selama ini seringkali proses/aktivitas pembersihan mengalami hambatan sehingga tidak efektif dan efisien dikarenakan faktor kelengkapan dari berbagai peralatan penunjang kebersihan yang tidak memadai. Beberapa tantangan yang dihadapi dari aspek Cleantools (peralatan & perlengkapan) kebersihan : 1. Quantity. Sering kali jumlah & jenis Cleantools yang tidak sesuai dengan load pekerjaan: jumlah barang atau area yang yang menjadi obyek yang harus dibersihkan. Selain itu sering juga jumlah peralatan sangat minim dengan jumlah tenaga kerja yang melaksanakan Cleaning task (tugas kebersihan) sehingga menyebabkan saling tunggu, boros waktu & productivity. 2. Quality. Kualitas dari Cleantools yang digunakan akan sangat mempengaruhi productivity dan efficiency. Sering kali keputusan pembelian Cleantools yang hanya karena alasan murah dari sisi harga ternyata rendah

durability-nya (daya tahan) akan menyebabkan Cleantools cepat rusak tidak tahan lama sehingga use cost (biaya penggunaannya) jangka panjang akan tinggi karena harus seringkali penggantian. Sangat disarankan untuk berinvestasi pada kualitas Cleantools yang memang di-design sesuai industrial spec (spesifikasi industri) bukan household product yang di-design hanya untuk kebutuhan rumah tangga. 3. Right use. Cleantool untuk industrial spec di-design untuk specific aplikasi contoh color coding di microfiber

cloth bertujuan untuk membedakan aplikasinya : ada yang khusus dipakai untuk membersihkan kaca & cermin, ada yang khusus untuk membersihkan toilet bowl, ada yang khusus untuk berbagai sanitair bathroom, ada yang khusus untuk wiping (pengelapan) dll. Contoh lain adalah pad yang dipakai floor machine memiliki color

code dengan daya mechanical action yang berbeda (lihat halaman 192) penggunaan yang salah dapat mengakibatkan proses cleaning tidak optimal atau juga merusak permukaan karena terlalu abrasive . Contoh lain lagi: upright carpet vacuum memiliki brush (sikat) pada ujung vacuum dengan tujuan untuk menyisir bulu bulu karpet sehingga mampu untuk menghisap debu & kotoran yang terjebak pada bulu bulu karpet. Apabila proses carpet vacuuming dikerjakan menggunakan tipe vacuum untuk lantai maka proses pengangkatan debu & kotoran tidak akan optimal sehingga effort/tenaga & waktu yang dikeluarkan tidak effective & efficient dan hasil tidak optimal. Contoh lain lagi: membersihkan kaca/cermin menggunakan kain bahan handuk (towel) sering tidak optimal karena lint (bulu-bulu bahan handuk) lepas dan menempel dikaca. Selain itu towel dicuci menggunakan salah satu cleaning chemical yang disebut softener (pelembut) dimana residu softener pada

towel seringkali menyebabkan striking & cloudy (efek tidak bersih & kabut) 4. Selain perlengkapan & peralatan pembersih juga diperlukan safety tools (perlengkapan pelindung/pengaman kerja) seperti hand gloves, safety shoes (sepatu pelindung kerja), google (kaca mata kerja). Lebih detail silahkan di lihat di hal 203. 5. Cleantools storage area. Perlu tempat khusus untuk menyimpan berbagai perlengkapan & peralatan kebersihan termasuk mesin mesin kebersihan. Bersihkan berbagai Cleantools sebelum disimpan kembali setelah digunakan. Di link video clip disamping dijelaskan detail fungsi & aplikasi dari masing-masing Cleantools .

educleaning123.id

223 www.iclean.co.id

HOUSEKEEPING 02 DAMP MOP (DAILY)

Damp Mop

CLEAN STEPS DAMP MOP - Versi Indonesia

224

Cleanliness Management

Clean

DAMP MOPPING

Complete Step to clean your place

Safety

Tools

1. Kacamata pelindung.

2. Sarung Tangan.

3. Masker Anti Debu.

3. Rambu Kerja.

1. Kain Pel dan Alat Pel.

2. Ember dan Wringer.

3. Alat Pencungkil (Scraper).

4. Pembersih Lantai.

Execution

1. Letakkan rambu kerja di tempat yang terlihat.

2. Bersihkan sampah.,keset dan apapun yang ada di lantai.

Product

3. Campurkan pembersih lantai ke dalam ember berisi air dingin setengah penuh.

4. Masukan kain pel dalam larutan pembersih dan peras sesuai kebutuhan.

5. Bagi area besar dalam 10 x 10 area kecil dengan kain pel.

FLOOR STRIP

ALL PURPOSE CLEANER

Satisfaction 6. Lakukan pengepelan dengan pola angka 8 dan lakukan berulang kali.

7. Putar kain pel setiap 4-5 baris. Bersihkan bila kedua sisi telah kotor. Jangan ada percikan.

8. Pel lagi jika masih ada percikan air. Ganti pembersih dengan yang baru bila sudah kotor.

9. Pel ke arah belakang untuk menutupi jejak Anda. kerjakan dari kiri ke kanan menuju pintu ke luar.

4. Biarkan lantai kering dulu sebelum memindahkan rambu kerja. 1. Tidak ada noda dan goresan di lantai.

2. Tidak ada percikan di pinggiran lantai.

Memeriksa : Ganti kain pel yang usang, koyak atau kotor. Pastikan wringer dapat digunakan. Menyiapkan : Isi ember untuk mengepel setengah penuh dengan air dingin.

Tambahkan pembersih lantai sesuai label instruksi.

Membersihkan : Cuci dan rapikan kain pel.

Jemur sampai kering.



Cuci ember dan wringer.

educleaning123.id

2. Bersihkan dan simpan peralatan.

225 www.iclean.co.id

HOUSEKEEPING 03 DUST MOP (DAILY)

DUST Mop (D)

CLEAN STEPS DUST MOP - Indonesia

226

Cleanliness Management

Clean

DUST MOPPING

Complete Step to clean your place

Safety

1. Kacamata pelindung.

Tools

2. Rambu Kerja. 1. Kain dan Alat Sapu.

2. Sikat Lantai.

3. Serok.

4. Alat Pencungkil (Scraper).

5. Cairan Pembersih Debu.

3. Masker Anti Debu.

Execution

Product NO NEED CLEANING PRODUCT

1. Letakkan rambu kerja di tempat yang terlihat.

2. Buanglah sampah dari lantai.

3. Pindahkan alas kaki atau keset.

4. Gunakan alat pencungkil untuk mengangkat sampah yang menempel di lantai.

5. Sapu debu keluar ruangan.

Satisfaction 6. Lakukan penyapuan searah dengan tembok.

7. Lakukan dengan pola huruf “S”.

8. Dapat juga dengan pola zig-zag.

9. Gunakan sikat dan serok untuk membersihkan debu.

10. Vacuum dan ganti keset dengan yang bersih. 1. Tidak ada debu dan kotoran tertinggal.

2. Daerah pojok dan pinggiran lantai bersih.

Memeriksa : Bersihkan dan periksa alat sapu yang akan digunakan Menyiapkan : Pasang kain sapu ke alat sapu yang akan digunakan Membersihkan : Bersihkan kain sapu di atas tong sampah.

Cuci kain sapu yang sudah kotor seperlunya.



Ganti kain pel yang telah kotor dengan yang baru atau bersih,

3. Bersihkan dan simpan peralatan.

kain pel perlu diperiksa juga sebelum membersihkan

educleaning123.id

227 www.iclean.co.id

HOUSEKEEPING 04 FLOOR FINISH (ROUTINE)

Floor Finish (Routine)

228

Cleanliness Management

Clean

FLOOR FINISH

Complete Step to clean your place

Safety

Tools

1. Kacamata pelindung.

2. SarungTangan.

3. Sepatu Kerja.

4. Rambu Kerja.

1. Ember Pel.

2. Floor Finish Mop Sintetis atau Campuran.

3. Kantung Sampah.

Execution

1. Letakkan rambu kerja di tempat yang terlihat.

2. Lantai harus di Stripping (lihat clean stepsstripping).

Product

3. Masukan larutan kedalam ember.

4. Rendam kain pel dengan larutan Lookz.

LOOKZ Produk dengan formulasi khusus untuk melindungi permukaan yang berpori. Untuk keterangan lebih lanjut lihat brosur.

5. Ratakan Lookz pada lantai yang akan di coating.

Satisfaction 6. Pel dalam gerakan “bentuk 8”.

7. Rendam kain pel lagi bila sudah kering.

8. Biarkan 30-45 menit.

9. lakukan sebanyak 2-3 kali.

10. Buang sampah sisa Lookz. Jangan campur sisa larutan dengan yang baru.

Memeriksa

: Lantai bersih dari debu dan tanah, kain pel rayon bersih dan bebas debu.

Menyiapkan

: Lapisi ember dengan plastik khusus sampah.

Membersihkan :

Buang sisa larutan penutup dengan ember sampah.



Bersihkan kain pel, sisir dan keringkan.

educleaning123.id

1. Mengkilap tanpa goresan.

2. Daerah pojok dan pinggiran lantai bersih.

229 www.iclean.co.id

HOUSEKEEPING 05 FLOOR STRIPPING (ROUTINE)

Floor Stripping (Routine)

CLEAN STEPS FLOOR STRIPPING - English Version

230

Cleanliness Management

Clean

FLOOR STRIPPING

Complete Step to clean your place

Safety

Tools

1. Kacamata pelindung

2. Sarung Tangan

1. Wet dan Dry Vacuum.

2. Alat Sapu.

3. Sepatu Kerja

4. Rambu Kerja

5. Floor Machine.

6. Pembersih Lantai

3. Dua buah alat pel dan ember.

7. Black Stripping Pad atau Stripping Brush.

Execution

1. Sapu lantai.

2. Letakan rambu kerja di tempat yang terlihat.

4. Alat Pencungkil dan Sikat Lantai.

Product

3. Campurkan Floorstrip ke dalam ember berisi air dingin setengah penuh.

4. Ratakan larutan Floorstrip pada permukaan lantai.

FLOORSTRIP Pembersih khusus untuk noda-noda yang membanel di lantai. untuk keterangan lebih lanjut lihat brosur.

5. Biarkan selama 10 menit. JANGAN BIARKAN SAMPAI KERING.

Satisfaction 6. Pasang Black Stripping Pad atau Stripping Brush pada mesin pembersih lantai dan lakukan stripping.

7. Keringkan larutan pembersih dengan Wet & Dry Vacuum ke permukaan lantai basah.

8. Pel kembali lantai dengan air, kain pel dan ember yang bersih.

9. Ulangi sekali lagi.

1. Tidak ada jejak kaki di lantai.

2. Tidak ada sisa larutan pembersih di lantai.

Memeriksa

: Ganti kain pel yang koyak dan usang. Periksa pegangan/penyangganya.

Menyiapkan

: Isi ember dengan air setengah penuh. Isi dengan pembersih lantai sesuai dengan label instruksi.

Membersihkan : Cuci kain pel, bantalan dan penyangga, lalu simpan.

educleaning123.id

231 www.iclean.co.id

HOUSEKEEPING 06 WET CRYSTALLIZATION (ROUTINE)

Wet Crystallization (Routine)

CLEAN STEPS WET CRYSTALLIZATION - Versi Indonesia

232

Cleanliness Management

Clean

WET CRYSTALLIZATION

Complete Step to clean your place

Safety

1. Sarung Tangan.

Tools

2. Sepatu Kerja.

3. Rambu Kerja.

.

1. Microfiber Wet Mop .

2. Floor Polisher.

3. Wet & Dry Vacuum.

4. Floor Squeegee

5. Double Bucket.

6. Red Pad.

Execution

1. Lindungi permukaan dinding dan saluran listrik dari percikan air dan chemical dengan plastik.

2. Campurkan Floorstrip ke dalam bucket berisi air 1: 3-5 dan tuang ke permukaan lantai.

Product

3. Masukkan wet mop ke dalam larutan Floorstrip.

4. Ratakan Floorstrip pada permukaan lantai, selama 3-5 menit. Jangan biarkan mengering.

5. Gunakan Red Pad pada Floor Machine dan lakukan proses stripping.

FLOORSTRIP

REVITALIZER POWDER

Satisfaction 6. Gunakan Wet and Dry Vacuum untuk mengeringkan lantai, pel kembali dengan air bersih. Ulangi pengepelan hingga residu floorstrip terangkat bersih.

7. Basahi lantai dan taburkan REVITALIZER POWDER hingga merata ke permukaan air.

8. Buffing lantai secara merata dengan Red Pad menggunakan Floor Polisher.

9. Kumpulkan residu REVITALIZER POWDER menggunakan Floor Squeegee.

10. Bersihkan permukaan lantai dari residu REVITALIZER POWDER menggunakan Wet and Dry Vacuum. Kemudian ulangi dengan pel bersih untuk pembersihan terakhir.

Mengembalikan dan mempertahankan kilau pada permukaan lantai.

Memeriksa : Lantai bersih dari debu & kotoran Menyiapkan : Melapisi ember dengan plastik khusus untuk menampung larutan residu Membersihkan : Pastikan menggunakan kain pel yang bersih

Buang sisa larutan residu dengan ember sampah

educleaning123.id

233 www.iclean.co.id

HOUSEKEEPING 07 DRY CRYSTALLIZATION (ROUTINE)

DRY Crystallization (Routine))

CLEAN STEPS DRY CRYSTALLIZATION - Versi Indonesia

234

Cleanliness Management

Clean

DRY CRYSTALLIZATION

Complete Step to clean your place

.

Safety

1. Sarung Tangan.

Tools

2. Sepatu Kerja.

3. Rambu Kerja.

1. Wet Microfiber Clothes

2. Floor Polisher/ Hand Polisher

3. Wet Mop.

4. White Pad.

Execution

1. Kristalisasi kering tanpa proses stripping.

Product

2. Tuangkan 3. Lakukan dan ratakan proses buffing REVITALIZER DRY secara merata BLACK untuk lantai menggunakan berwarna hitam dan Floor/Hand NEUTRAL untuk Polisher dengan lantai selain hitam menggunakan pada permukaan White Pad. White Pad.

4. Bersihkan residu dengan micro fiber clothes basah untuk area kecil dan Wet Mop basah untuk area lantai yang luas.

5. Tanpa air, tanpa banyak alat, proses sederhana dan menghemat waktu, untuk men-treatment spot area yang bermasalah.

REVITALIZER DRY NEUTRAL REVITALIZER DRY BLACK

Memeriksa : Lantai bersih dari debu & kotoran Menyiapkan : Wep Mop basah untuk membersihkan residu Membersihkan : Pastikan menggunakan Microfiber Clothes basah yang bersih

Satisfaction

Mengembalikan dan mempertankan kilau pada permukaan lantai.

educleaning123.id

235 www.iclean.co.id

HOUSEKEEPING 08 SPRAY BUFFING (ROUTINE)

Spray Buffing (Routine)

CLEAN STEPS SPRAY BUFFING - VERSI INDONESIA

236

Cleanliness Management

Clean

SPRAY BUFFING

Complete Step to clean your place

Safety

1. Sarung Tangan.

Tools

2. Sepatu Kerja.

1. Bottle Spray.

2. Polisher Machine (Low Speed 150rpm)

3. White Pad.

3. Rambu Kerja.

Execution

1. Letakkan rambu kerja ditempat yang terlihat.

2. Gunakan alat pelindung diri, Hand Gloves dan Safety Shoes.

Product

3. Gunakan cairan FOX murni pada proses Spray Buffing.

FOX

Satisfaction 4. Sebelum melakukan Spray Buffing, pastikan lantai dalam keadaan bersih dari debu dan kotoran.

5. Pengaturan Kepala Spray dengan posisi Mist Spray. Semprotkan secara merata cairan FOX ke permukaan lantai yang akan di-buffing.

6. Gunakan Polisher Machine dengan White Pad pada proses Spray Buffing sampai lantai kering.

1. Membersihkan dan mengkilapkan permukaan lantai.

2. Menghilangkan goresan, bekas hak sepatu, dan kotoran.bekas roda (tire mark).

Memeriksa : Lantai bersih dari debu & kotoran Menyiapkan : Botol spray bersih Membersihkan : Pastikan menggunakan White Pad untuk pengerjaan rutin

educleaning123.id

237 www.iclean.co.id

HOUSEKEEPING 09 UPRIGHT VACUUM CLEANING (INTERIM)

238

Cleanliness Management

Clean

UPRIGHT VACUUM CLEANING

Complete Step to clean your place

Safety

1. Jangan ada kabel terkelupas

Tools

2. Jangan menarik bagian kabel 1. Vacuum Cleaner.

2. Alat Tambahan.

3. Kabel Penyambung.

4. Kantung Vacuum Pengganti.

5. Tempat Sampah Berplastik.

3. Jangan menyentuh bagian kabel

Execution

Product NO NEED CLEANING PRODUCT

1. Buang sampah dari lantai.

5. Jangan sampai menabrak kaki - kaki meja dan pojok - pojok ruangan.

Memeriksa

2. Colokkan steker vacuum cleaner, lalu nyalakan.

6. Gunakan alat tambahan untuk pojokan, tepian lantai dan perabotan berlapis kain.

3. Jalankan vacuum perlahan arah belakang ke depan, dengan gerakan zigzag.

4. Pindahkan dan vacuum dalam gerakan yang berlawanan.

7. Vacuum seluruh area yang sering dilewati setiap hari.

8. Catat bila ada noda atau kotoran yang sulit dibersihkan dan laporkan ke supervisor.

Satisfaction

1. Tidak ada tanah yang terlihat.

2. Tinggi semua permukaan lantai sama.

3. Pojok dan pinggiran lantai bersih.

: Periksa gangguan, tingkat kebisingan, steker, dan kabel vacuum untuk keamanan

Periksa pipa karet jangan sampai retak atau bocor. Menyiapkan

: Kosongkan atau ganti kantong yang sudah penuh.

Membersihkan : Simpan peralatan dengan baik.

Jangan meninggalkan peralatan vacuum di tempat yang tidak aman

untuk menghindarkan dari pencurian atau kecelakaan.

Jangan pernah menyimpan vacuum di bawah tangga atau di depan pintu darurat.

educleaning123.id

239 www.iclean.co.id

HOUSEKEEPING 10 TRASH REMOVAL (DAILY)

240

Cleanliness Management

Clean

TRASH REMOVAL

Complete Step to clean your place

Safety

Tools

1. Kacamata pelindung.

4. Identify Biohazards.

2. Sarung Tangan.

3. Jangan Sentuh Sampah.

5. Ambil Sampah bertumpu kaki.

2. Tarik sisi-sisi kantong sampah, lalu ikat.

2. Kantong Sampah dan Pengikatnya.

3. Kain lap

4. Larutan Pembersih dan Desinfektan

Product

Execution

1. Jangan angkat kontainernya, ganti saja plastiknya.

1. Tempat Sampah Bertroli.

3. Jauhkan kantong sampah dari tubuh.

ALL IN ONE Produk pembersih serbaguna untuk guest room dan bathroom area. Untuk keterangan lebih lanjut lihat brosur

4. Simpan kantong sampah yang penuh di troli atau di tempat khusus.

Satisfaction 5. Bersihkan tempat sampah bila perlu dengan chemical pembersih yang mengandung desinfektan.

Memeriksa

6. Pasang kantong sampah baru dan kembalikan troli ke tempat semula.

7. Jangan campur sampah dengan barang yang bisa didaur ulang.

8. Jika sampah tidak di dalam tempat sampah, jangan dibuang.

1. Tempat sampah kosong.

2. Tempat sampah. bersih dan tidak berbau busuk.

3. Simpan tempat sampah di tempat yang tepat.

: Pisahkan barang yang bisa didaur ulang.

Menyiapkan : Naikkan sampah ke troli, bersihkan dan ikat. Membersihkan :

Bersihkan sampah yang ada di troli.

Pindahkan sampah di troli Ganti dengan tempat sampah baru. Simpan peralatan dan sisa kantong yang masih tersisa.

educleaning123.id

241 www.iclean.co.id

HOUSEKEEPING 11 RESTROOM MIRRORS & WALLS (DAILY)

Restroom Mirrors & Walls (Daily)

BATHKLIN (VERSI INDONESIA)

242

Cleanliness Management

Clean

RESTROOM MIRRORS & WALLS

Complete Step to clean your place

Safety

1. Kacamata pelindung.

Tools

3. Jangan berdiri di atas perabotan kayu jika bersih- bersih di tempat yang tinggi.

1. Pembersih Kaca

2. Pembersih Kamar Mandi

3. Penghilang Noda

4. Kain Lap tidak berserat

5. Spons

2. Sarung Tangan Karet.

Execution

Product Untuk kaca:

1. Semprot kaca dengan pembersih kaca, jangan berlebihan.

2. Lap dari kiri kekanan, dari atas ke bawah. Gosok kotoran yang masih menempel.

3. Gosok kotoran dan debu yang menempel.

4. Lipat kain lap seperlunya untuk membersihkan permukaan yang kering..

Memeriksa

6. Gunakan pembersih dengan desinfektan pada tembok, sekat toilet, kenop pintu dan lain-lain.

7. Bersihkan kotoran disaklar.

CREAM POLIZ

Satisfaction

Untuk tembok,dispenser dan saklar:

5. Bersihkan noda pada bingkai dengan kain lap.

BATHKLIN

8. Periksa dan bersihkan noda, laporkan bila ada area yang perlu dicat ulang atau renovasi.

1. Tidak ada kotoran yang menempel di kaca.

2. Tidak ada noda 3. Bersihkan dan atau tanah di saklar. simpan peralatan.

: Pastikan kain lap dan spons bersih.

Squeeze tidak memiliki cacat yang dapat meninggalkan bekas. Menyiapkan

: Isi botol semprot dengan larutan pembersih yang telah disiapkan

sesuai dengan instruksi label. Membersihkan : Cuci atau buang kain lap bila sudah tidak terpakai.

Isi ulang botol semprot.



Simpan pembersih yang masih tersisa dan peralatan pada tempatnya.

educleaning123.id

243 www.iclean.co.id

HOUSEKEEPING 12 GLASS CLEANING (DAILY)

Glass Cleaning (Daily)

MIRROR, GLASS & EXTERIOR CLEANING (VERSI INDONESIA)

244

Cleanliness Management

Clean

GLASS CLEANING

Complete Step to clean your place

Safety

1. Kacamata pelindung.

Tools

2. Sarung Tangan Karet.

3. Jangan berdiri di atas perabotan kayu jika bersih bersih di tempat yang tinggi.

1. Kain Lap.

2. Pembersih Kaca.

3. Squeegee dan ember.

4. Rambu Kerja.

GLASS CLEANER pembersih kaca dengan konsentrasi tinggi, untuk keterangan lebih lanjut lihat brosur.

4. Spons.

Execution

1. Bersihkan dari atas lalu ke bawah. Tuangkan larutan ke spons.

Product

Satisfaction

2. Gosok kotoran dan debu yang menempel.

3. Bersihkan dari atas ke bawah, dari kiri ke kanan dengan squeegee.

4. Kumpulkan sisa-sisa larutan pembersih di bagian bawah dengan spons atau kain lap.

5. Bersihkan noda pada bingkai dengan kain lap.

1. Tidak ada kotoran di kaca.

2. Tidak ada kotoran yang menempel di bingkai.

Bersihkan dengan semprotan (untuk pekerjaan kecil)

3. Bersihkan dan Simpan peralatan.

6. Semprotkan lap dengan pembersih kaca. Jangan semprot berlebihan.

Memeriksa

7. Lap dari kiri ke kanan, dari atas ke bawah.

8. Gosok kotoran dan debu yang menempel.

9. Lipat kain lap untuk membersihkan permukaan yang kering.

10. Bersihkan noda pada bingkai dengan kain lap.

: Pastikan kain lap bersih.

Squeegee tidak memiliki cacat yang dapat meninggalkan bekas. Menyiapkan

: Isi botol semprot dengan larutan pembersih yang telah disiapkan.

Membersihkan : Cuci atau buang kain lap bila sudah tidak terpakai.

Isi ulang botol semprot.



Cuci ember dan gantungkan alat pembersih karet supaya kering.

educleaning123.id

245 www.iclean.co.id

HOUSEKEEPING 13 DUSTING (DAILY)

246

Cleanliness Management

Clean

DUSTING

Complete Step to clean your place

Safety

Tools

1. Kacamata Pelindung.

2. Sarung Tangan Karet.

3. Masker Anti Debu.

3. Rambu Kerja

Execution

1. Semprotkan cairan ke kain atau lap. Jangan semprot pada permukaan kaca.

1. Kemoceng.

2. Kain Lap.

3. Cairan Pembersih.

Product

2. Mulai lap pada bagian atas lalu ke bawah.

3. Bersihkan ruangan dari kiri ke kanan.

4. Gunakan kemoceng untuk bagian yang tinggi.

ALL PURPOSE CLEANER

ALL IN ONE

Satisfaction

5. Gunakan lap untuk membersihkan bagian permukaan.

6. Jangan gunakan kain lap untuk membersihkan kaca.

7. Ambil debunya dengan lap, jangan digosokgosok.

8. Ganti kain lap yang sudah kotor.

Memeriksa

: Bersihkan kemoceng dan lap bersih.

Menyiapkan

: Isikan cairan pembersih, lalu semprotkan.

1. Tes dengan sarung tangan putih.

2. Permukaan bebas debu.

3. Bersihkan dan simpan peralatan.

Membersihkan : Cuci atau buang kain lap yang sudah tidak bisa dipakai.

Goyangkan tempat sampah yang sudah penuh supaya terlihat bersih.

educleaning123.id

247 www.iclean.co.id

HOUSEKEEPING 14 CLEAN SINKS (DAILY)

Clean Sinks (Daily)

BATHKLIN (VERSI INDONESIA)

248

Cleanliness Management

Clean

CLEAN SINKS

Complete Step to clean your place

Safety

Tools

1. Kacamata Pelindung

2. Sarung Tangan Karet

3. Jangan mencampur bahan kimia

Execution

1. Ambil sampah yang masih terdapat di wastafel.

5. Bilas dan lap sampai kering, gosok kran dan pipa penyalur yang belapis krom.

2. Gunakan pembersih saluran pipa pada hari yang sama setiap minggunya. Berikan waktu agar bekerja. Lalu bilas.

6. Lap wastafel sampai bersih dengan menggunakan kain lap yang kering dan bersih.

1. Spons Penggosok atau NonAbrasive Pad.

2. Chemical Pembersih.

3. Kain Lap.

Product

3. Semprot pembersih dIsinfektan diseluruh permukaan wastafel dan kran. Biarkan 3-5 menit.

4. Gunakan spons penggosok untuk mengurangi buih sabun, kotoran dan noda.

ALL IN ONE

CREAM POLIZ

BATHKLIN

Satisfaction

7. Semprot dan lap pipa krom yang berada di bawah wastafel.

8. Laporankan peralatan yang sudah bocor.

1. Tidak ada sisa kotoran pada porselen atau pipa.

2. Tidak ada kotoran pada kran-kran.

3. Bersihkan dan simpan peralatan.

Memeriksa

: Pastikan cleaning rugs/lap bersih cukup banyak.

Menyiapkan

: Isi botol yang berlabel dengan pembersih kaca, desinfektan, asam dan pembersih khusus pipa.

Membersihkan : Kembalikan peralatan dan pembersih ke tempatnya.

educleaning123.id

249 www.iclean.co.id

HOUSEKEEPING 15 CLEAN & DISINFECTANT TOILETS & URINALS (DAILY)

Clean & Disinfectant Toilets & Urinals (Daily)

BATHKLIN (VERSI INDONESIA)

250

Cleanliness Management

Clean

CLEAN & DISINFECTANT TOILETS & URINALS Complete Step to clean your place

Safety

Tools Product

1. Kacamata pelindung.

1. Sikat toilet.

2. Sarung Tangan Karet.

3. Simpan sikat dan kain lap yang sudah kotor.

3. Kain Lap.

4. Jangan mencampur bahan kimia.

2. Penjepit.

4. Botol spray untuk bahan pembersih dan desinfektan.

Execution

1. Siram seluruh area toilet dan urin.

2. Gunakan pembersih di dalam toilet bowl, khususnya dibawah pinggiran.

BATKHLIN Pembersih dan disinfektan khusus untuk kamar mandi, toilet bowls dan urinals. Untuk keterangan lebih lanjut lihat brosur.

Satisfaction

3. Ratakan chemical pembersih pada seluruh permukaan.

4. Berikan waktu 3-5 untuk pembersih bekerja. Selesaikan pekerjaan kamar mandi yang lain.

5. Gosok dan bersihkan dengan sikat dan siram dengan air.

1. Tidak terdapat karat atau bercak air toilet.

2. Engsel, dasar toilet dan pinggiran toilet bersih.

3. Tidak ada kotoran tertinggal.

6. Semprot permukaan luar, dudukan dan dasar toilet dengan desinfektan. Biarkan beberapa saat.

Memeriksa Menyiapkan

7. Keringkan dengan lap bersih.

8. Laporkan perlengkapan yang rusak.

9. Lengkapi daftar cek listnya.

: Hindari kain pembersih yang kasar yang dapat menyebabkan goresan seperti Scoth Brite. Hindari aroma pem,bersih kimia yang menusuk hidung yang menyebabkan bau. : Periksa peralatan yang diperlukan.

Membersihkan : Simpan sikat dan kain lap yang sudah kotor.

Kembalikan peralatan dan persediaan ke tempat asalnya.

educleaning123.id

251 www.iclean.co.id

HOUSEKEEPING 16 BACKPACK VACUUM CLEANING (D)

252

Cleanliness Management

Clean

BACKPACK VACUUM CLEANING

Complete Step to clean your place

Safety

1. Jangan ada kabel terkelupas.

Tools

1. Backpack Vacuum dan Peralatan Tambahan.

2. Jangan menarik bagian kabel.

2. Kabel Penyambung. (extension cable).

Execution

3. Kantong Vacuum Pengganti.

4. Tempat Sampah Pengganti.

Product No need Cleaning Product

1. Buanglah sampai dari lantai.

5. Jangan sampai menabrak kaki-kaki meja dan pojok ruangan.

2. Colokkan steker Vacuum, pada stop kontak lalu nyalakan.

3. Jalankan Vacuum perlahan dari arah depan ke belakang, dengan gerakan zigzag.

4. Pindahkan dan Vacuum dengan sudut 90 dalam gerakan berlawanan.

6. Gunakan alat tambahan untuk pojokan dan tepian lantai.

7. Vacuum seluruh area yang sering dilewati setiap hari.

8. Catat bila ada noda atau kotoran yang sulit dibersihkan dan laporkan ke supervisor.

Satisfaction

1. Tidak ada tanah terlihat.

2. Tinggi semua permukaan lantai sama. Pojokan dan pinggiran lantai sama bersih.

3. Bersihkan dan simpan peralatan.

Memeriksa : Periksa steker dan kabel vacuum untuk keamanan. Periksa pipa karet jagan sampai retak atau bocor. Menyiapkan : Kosongkan atau ganti kantong yang sudah jenuh. Membersihkan : Simpan peralatan dengan baik. Jangan meninggalkan peralatan vacuum di tempat yang tidak aman untuk menghindarkan dari pencurian atau kecelakaan . Jangan pernah menyimpan vacuum di bawah tangga atau di pintu keluar darurat.

educleaning123.id

253 www.iclean.co.id

HOUSEKEEPING 17 UPRIGHT VACUUM CLEANING (DAILY)

254

Cleanliness Management

Clean

UPRIGHT VACUUM CLEANING

Complete Step to clean your place

Safety

1. Jangan ada kabel terkelupas.

Tools

2. Jangan menarik bagian kabel. 1. Vacuum.

2. Alat Tambahan.

3. Kabel Penyambung (attention cable).

4. Kantong Vacuum Pengganti.

5. Tempat Sampah Berplastik.

3. Jangan menyentuh kabel.

Execution

Product No need Cleaning Product

1. Buang sampah dari lantai.

5. Jangan sampai menabrak kaki-kaki meja dan pojok ruangan.

Memeriksa Menyiapkan

2. Colokkan steker Vacuum lalu nyalakan.

6. Gunakan alat tambahan untuk pojokan, tepian lantai dan perabotan berlapis kain.

3. Jalankan Vacuum perlahan arah belakang ke depan dengan zig-zag.

4. Pindahkan dan Vacuum dalam gerakan yang berlawanan.

7. Vacuum seluruh area yang sering dilewati setiap hari.

8. Catat bila ada noda dan kotoran yang sulit dibersihkan dan laporkan ke supervisor.

Satisfaction

1. Tidak ada tanah terlihat.

2. Tinggi semua permukaan lantai sama. Pojokan dan pinggiran lantai sama bersih.

3. Bersihkan dan simpan peralatan.

: Periksa gangguan, tingkat kebisingan steker dan kabel vacuum untuk keamanan. Periksa pipa karet jangan sampai retak atau bocor. : Kosongkan atau ganti kantong yang sudah penuh. Isi dengan pembersih lantai sesuai dengan label intruksi.

Membersihkan : Simpan peralatan dengan baik.

Jangan meninggalkan peralatan vacuum ditempat yang tidak aman untuk menghindarkan dari pencurian



atau kecelakaan.



Jangan pernah menyimpan vacuum di bawah tangga atau di pintu keluar darurat.

educleaning123.id

255 www.iclean.co.id

HOUSEKEEPING 18 SPOT CLEAN CARPETING (INTERIM)

256

Cleanliness Management

Clean

SPOT CLEAN CARPETING

Complete Step to clean your place

Safety

Tools

1. Kacamata Pelindung.

2. Sarung Tangan. 1. Alat Pencungkil.

2. Pembersih noda dalam botol penyempot.

3. Handuk putih dengan daya serap tinggi.

4. Carpet Extractor atau Wet Vacuum.

3. Rambu Kerja.

Execution

1. Letakkan rambu kerja di tempat yang terlihat.

5. Keringkan atau bersihkan, kerjakan bagian tepi ke arah tengah.

2. Cungkil tanah yang masih melekat dengan alat pencungkil.

6. Ulangi semprotan dengan larutan pembersih noda kedua bila direkomendasikan.

Product

3. Kenali noda dan pilih larutan pembersih noda yang tepat.

4. Semprot noda dengan larutan pembersih noda. Gunakan alat pencukil untuk membersihkan noda.

7. Ulangi pengeringan sampai noda hilang.

8. Cuci dengan air bersih dan dingin kemudian keringkan.

Memeriksa

: Periksa persediaan larutan pembersih noda.

Menyiapkan

: Lihat kembali petunjuk larutan pembersih soda.



CARPET CARE Larutan netral untuk mencuci karpet dan bahan pelarut kotoran lainnya. Untuk keterangan lebih lanjut lihat brosur.

Satisfaction

Karpet bersih, kering tidak ada noda.

Lipat handuk putih.

Membersihkan : Simpan larutan pembersih ketempatnya.

Cuci atau buang handuk.



Bersihkan dan simpan peralatan.

educleaning123.id

257 www.iclean.co.id

HOUSEKEEPING 19 INFECTIOUS SPILLS CLEAN UP (DAILY)

258

Cleanliness Management

Clean

INFECTIOUS SPILLS CLEANUP

Complete Step to clean your place

Safety

Tools

1. Kacamata pelindung.

2. Sarung Tangan.

1. Ember dan kain pel.

2. Handuk putih dengan daya serap tinggi.

3. Masker Anti Debu.

4. Rambu Kerja.

4. Biohazard Waste Container.

5. Serok dan Alat Pencungkil.

Execution

1. Taburkan secara hati-hati bubuk yang cukup supaya menyerap semua cairan dan gas.

2. Gunakan serok dan pencungkil untuk menyerap bubuk yang terkontaminasi dan buang.

3. Pembersih desinfektan yang sesuai.

6. Bubuk Penyerap.

Product

3. Desinfektan area dengan kain pel dan detergen pembunuh kuman.

4. Buang air pel kedalam bak air kotor, lalu gunakan detergen untuk membersihkan alat.

Q-SAN

ALL IN ONE

Satisfaction 5. Semprotkan area dengan detergen dari botol penyemprot.

6. Lap area dengan kain pembersih yang dapat dibuang.

7. Kumpulkan kain lap dan kotoran lalu buang dalam kontainer pembersih biohazard.

8. Semprotkan kembali dengan biarkan kering sendiri.

Memeriksa

: Periksa persediaan kain lap dan desinfektan.

Menyiapkan

: Letakkan peralatan di tempat khusus.



1. Tidak ada noda.

2. Buang sampah yang terkontaminasi dengan tepat.

Kumpulkan desinfektan dan handuk putih.

Membersihkan : Buang kain lap dan PPE.

Simpan peralatan.

educleaning123.id

259 www.iclean.co.id

HOUSEKEEPING 20 DEEP SCRUB = AUTOMATIC SCRUBBER (RESTORATIVE)

260

Cleanliness Management

Clean

DEEP SCRUB : AUTOMATIC SCRUBBER

Complete Step to clean your place

Safety

Tools

1. Kacamata pelindung.

2. Sarung Tangan.

1. Pembersih Lantai.

2. Alat Sapu.

3. Sepatu Kerja.

4. Rambu Kerja.

4. Alat Pencungkil dan Sikat Lantai.

5. Scrubbing Pad atau Scrubbing Brush.

Execution

1. Letakkan rambu kerja di tempat yang terlihat.

2. Sapu lantai.

3. Kain Pel dan Ember.

6. Automatic Floor Scrubber.

Product

3. Masukkan pembersih lantai pada alat Automatic Scrubber dan ember yang berisi air dingin.

FLOORSTRIP Pembersih khusus noda-noda bandel di lantai. Untuk keterangan lebih lanjut lihat brosur.

4. Pasang Scrubber Pad atau Brush.

Satisfaction 5. Pel lantai, lalu gosok dengan Automatic Floor Scrubber.

Memeriksa

6. Gosok pojok dan pinggiran lantai secara manual dengan sikat lantai.

7. Pel pojokan dan tepian ruangan secara manual untuk mengangkat kotoran dan sisa larutan.Bersihkan larutan pembersih yang berlebih.

1. Tidak ada goresan atau debu.

2. Pojokan dan pinggiran lantai bersih.

: Ganti pel yang koyak atau usang. Periksa pegangan/penyangganya.

Periksa pegangan/penyangga dan scrubbernya. Menyiapkan

: Masukkan pembersih sesuai takaran kedalam ember berisi air setengah penuh.

Membersihkan : Cuci dan rapikan kain pel.

Jemur hingga kering.



Bersihkan dan simpan peralatan.

educleaning123.id

261 www.iclean.co.id

HOUSEKEEPING 21 DEEP SCRUB = CONVENTIONAL EQUIPMENT (RESTORATIVE)

Deep Scrub = Conventional Equipment (Restorative)

CLEAN STEPS FLOOR STRIPPING - English Version

262

Cleanliness Management

Clean

DEEP SCRUB : CONVENTIONAL EQUIPMENT

Complete Step to clean your place

Safety

Tools

1. Kacamata pelindung

2. Sarung Tangan

3. Sepatu Kerja

4. Rambu Kerja

1. Alat Pencungkil dan Sikat Lantai.

2. Pembersih Lantai.

6. Wet and Dry Vacuum

7. Dua buah Alat Pel dan Ember

3. Alat Pel.

Execution

1. Letakkan rambu kerja di tempat yang terlihat.

2. Sapu lantai.

4. Scrubbing Pad.

5. Rotary Floor Machine.

Product

3. Campurkan pembersih lantai kedalam ember berisi air dingin setengah penuh.

4. Pel lantai dengan larutan pembersih.

FLOORSTRIP Pembersih khusus noda-noda bandel di lantai. Untuk keterangan lebih lanjut lihat brosur.

5. Pasang Stripping Pad pada Scrubber Machine lalu lakukanlah Stripping. Bagi dalam ukuran 10 x 10 .

Satisfaction 6. Gosok pojokan dan pinggiran lantai.

Memeriksa Menyiapkan

7. Keringkan air bekas pel dengan Wet Vacuum

8. Pel kembali lantai dengan air dan kain pel yang bersih.

9. Pel ke arah belakang untuk menutupi jejak kaki. Lakukanlah ke arah luar.

1. Tidak ada goresan atau debu.

2. Pojokan dan pinggiran lantai bersih.

: Ganti pel yang koyak atau usang. Periksa pegangan/penyangganya. Periksa Floor Machine dan Vacuum Cleaner bekerja dengan baik. : Isi ember dengan air setengah penuh. Isi dengan pembersih lantai sesuai dengan label instruksi.

Membersihkan : Cuci kain pel, bantalan dan penyangga, lalu simpan.

educleaning123.id

263 www.iclean.co.id

HOUSEKEEPING 22 CARPET SHAMPOO (INTERIM)

264

Cleanliness Management

Clean

CARPET SHAMPOO

Complete Step to clean your place

Safety

1. Kacamata pelindung

Tools

2. Sarung Tangan 1. Upright Vacuum Cleaner.

3. Sepatu Kerja

2. Mesin Carpet Shampoo.

3. Pump Up Sprayer.

5. Carpet Shampoo Pads.

4. Rambu Kerja

Execution

1. Letakkan rambu kerja di tempat yang terlihat.

4. Shampoo Pembersih Lantai.

2. Pindahkan perabotan dari area yang akan dibersihkan, bila mungkin.

Product

3. Ambil sampah yang tertinggal di lantai.

4. Ukur dan isi peralatan dengan shampo konsentrat.

CARPET CARE Larutan netral untuk mencuci karpet dan bahan pelarut kotoran lainnya. Untuk keterangan lebih lanjut lihat brosur.

5. Semprot ulang area yang sering dilalui.

Satisfaction 6. Tekan pegangan dan dorong alat melintasi karpet. Ulangi sekali lagi.

Memeriksa

7. Vacuum karpet 2 kali.

1. Karpet bersih dan kering.

2. Tidak ada busa pada lantai atau perabotan.

: Cek Vacuum dan Carpet Care Machine bekerja normal.

Periksa untuk kabel dan steker untuk keamanan. Menyiapkan

: Isi peralatan shampoo dengan bahan pembersih kimia yang tepat dan dicampur dengan air.

Membersihkan : Setelah dipakai bersihkan sesuai peralatan.

educleaning123.id

265 www.iclean.co.id

HOUSEKEEPING 23 BONET OR SPIN CLEANING (INTERIM)

266

Cleanliness Management

Clean

BONNET OR SPIN CLEANING

Complete Step to clean your place

Safety

1. Kacamata pelindung

Tools

2. Sarung Tangan 1. Upright Vacuum Cleaner.

3. Sepatu Kerja

2. Rotary Floor Machine dengan Pad.

4. Botol semprot.

5. Pembersih karpet.

4. Rambu Kerja

Execution

1. Letakkan rambu kerja di tempat yang terlihat.

3. Bonnet pad pembersih karpet.

2. Pindahkan perabotan dari area yang dibersihkan, bila mungkin.

Product

3. Ambil sampah dengan tangan bila terlalu besar untuk vacuum.

4. Bersihkan dengan vacuum.

CARPET CARE Larutan netral untuk mencuci karpet dan bahan pelarut kotoran lainnya. Untuk keterangan lebih lanjut lihat brosur.

5. Campurkan pembersih karpet kedalam penyemprot.

Satisfaction 6. Semprot pembersih karpet ukuran 10x10 kaki di area karpet.

7. Bersihkan karpet dengan gerakan zigzag memutar.

8. Balikkan pad bila kotor. Cuci atau ganti bila sudah sangat kotor.

9. Vacuum karpet bila sudah kering. Pindahkan perabotan. 1. Karpet kering dan tidak terdapat bintik noda ataupun kotoran.

Memeriksa

2. Tidak ada sisa larutan pada tembok ataupun pinggiran lantai.

: Cek Vacuum dan Carpet Care Machine bekerja normal.

Periksa untuk kabel dan steker untuk keamanan. Menyiapkan

: Isi peralatan shampoo dengan bahan pembersih kimia yang tepat dan dicampur dengan air.

Membersihkan : Setelah dipakai bersihkan sesuai peralatan.

educleaning123.id

267 www.iclean.co.id

HOUSEKEEPING 24 AUTOMATIC SCRUBBING - BEFORE BURNISHING (RESTORATIVE)

268

Cleanliness Management

Clean

AUTOMATIC SCRUBBING BEFORE BURNISHING

Complete Step to clean your place

Safety

1. Kacamata pelindung

Tools

2. Sarung Tangan 1. Automatic Scrubber

3. Sepatu Kerja

2. Red Spray Pads atau Polishing Pads

3. Alat Pel dan Ember

5. Pembersih Lantai

4. Rambu Kerja

Execution

1. Letakkan rambu kerja di tempat yang terlihat.

4. Alat Pencungkil dan Sikat Lantai

2. Sapu debu.

Product

3. Tuangkan pembersih lantai pada Automatic Scrubber sesuai instruksi.

4. Pasang Red Spray Pad atau White Polishing pada Automatic Scrubber.

FLOORSTRIP Pembersih khusus noda-noda bandel di lantai. Untuk keterangan lebih lanjut lihat brosur.

5. Gunakan pembersih, gosok dan angkat dalam sekali pengerjaan.

Satisfaction 6. Pel ujung dan tepi lantai secara manual. Pel lagi bila larutan berlebihan.

Memeriksa

7. Cuci semua peralatan yang sudah dipakai.

8. Gunakan larutan akhir sesuai label instruksi. 1. Lantai bersih.

2. Tidak ada cairan yang tertinggal di lantai

: Ganti pel yang koyak atau usang. Periksa pegangan/penyangganya.

Pastikan mesin pembersih lantai bekerja dengan baik. Menyiapkan

: Tuang pembersih lantai ke dalam automatic scrubber sesuai label intruksi.

Isi dengan air dingin. Membersihkan : Cuci semua peralatan.

educleaning123.id

269 www.iclean.co.id

Tes Pengetahuan dan pemahaman 270

BAB V

Clean Steps

1. Jelaskan secara singkat proses Dust Mopping? 2. Jelaskan secara singkat proses Damp Mopping? 3. Jelaskan secara singkat proses Upright Vacuum Cleaning? 4. Jelaskan secara singkat proses Automatic Scrubbing before Burnishing? 5. Jelaskan secara singkat proses Floor Finishing? 6. Jelaskan secara singkat proses Floor Stripping? 7. Jelaskan secara singkat proses Clean and disinfect Toilet & Urinoir? 8. Jelaskan secara singkat proses Clean Sinks? 9. Jelaskan secara singkat proses Restroom Mirrors and Walls? 10. Jelaskan secara singkat proses Backpack Vacuum Cleaning?

Cleanliness Management

Catatan ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ...........................................................................

educleaning123.id educleaning123.id

271

272

Cleanliness Management

DAF TAR PUSTAK A

Azwar, A.( 2007). Menjaga Mutu pelayanan Kesehatan. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Andrews, Sudhir. (2008). Textbook of Hotel Housekeeping Management & Operations. Asosiasi Toilet Indonesia (ATI). Retrieved Understanding Of Public Toilet (Toilet Cleaning). From: www.asosiasitoiletindonesia.org Bagyono. (2008). Housekeeping Hotel Problem Solving & Terminologi. Bandung: Alfabeta. Bagyono. 2006. Manajemen Housekeeping Hotel. Bandung: Alfabeta. Baig, Taf. (2011). Carpet Cleaning Technican’s Manual: Advanced Kindle Edition. Magic Wand Company Bird, T. (1993), Kimia Fisika Untuk Universitas, Cetakan Ke -2, Jakarta: Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama. Campbell, Helen Stuart. (1903). The Easiest Way in Housekeeping and Cooking. Boston: Little, Brown, and Company. Carpet & Rug Institute. (2012). Carpet Maintenance Guidelines for Commercial Appliations. Dalton, GA: CRI. Chandra, Budiman. (2007). Pengantar Kesehatan Lingkungan. Jakarta :Penerbit Buku Kedokteran. Corbin, A. (1986). The Foul and the Fragnant: Odor and the French Social Imagination. Harvard University Press Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2004). Higiene Sanitasi Makanan dan Minuman. Jakarta: Depkes RI. Elias, N. (1969). The civilizing process, vol. I. The history of manners. Findlay, Alexander., (1960), Practical Physical Chemistry, London: Eight Edition, William Clowes and Sons Limited.

educleaning123.id

273

International Edition. New Delhi: Tata McGraw-Hill Publishing Company Limited. Association for the Healthcare Environment. (2012). Practice Guidance for Healthcare Environmental Cleaning. Chicago, IL: Association for the Healthcare Environment (AHE) Irawan, Handi. (2008). Sepuluh Prinsip Kepuasan Pelanggan. Jakarta: Penerbit Elex media Komputindo Kelompok Gramedia. ISSA. (2009, October). ISSA. Retrieved November 8, 2012, from www.issa.com/standard Jones, Thomas J.A. (2005). Professional Management of Housekeeping Operations. Fourth Edition. Nevada, Las Vegas: John Wiley & Sons, Inc. . J.L. Jouve.: Food Safety Management Tools, ILSI Europe Report Series, (1998), International Life Science Institute, Brussels Knowles, T. (1998). Hospitality Management an Introduction, second edition. London: Pitman Publising Kusnoputrando. (2005). Kesehatan Lingkungan. Jakarta : Departemen Kesehatan. Lyons, M. (2011). Books: a living history. Los Angeles: J. Paul Getty Museum. Morton, E., Winters, J., & Smith, L. (2010). An Analysis of Antiseptic and Antibiotic Properties of Variously Treated Mosses and Lichen. National Restaurant Association Educational Foundation. (2004). ServSafe. Third Edition. USA Rejeki Sri. (2015). Sanitasi, Hygiene, dan Kesehatan & Keselamatan Kerja(K3). Bandung: Rekayasa Sains.

274

Cleanliness Management

DAF TAR PUSTAK A

Sastrohamidjojo, H. (2005), Kimia Organik, Yogyakarta : Gadjah Mada University Press Smith, V. (2007). Clean: a History of Personal Hygiene and Purity. Oxford University Press. Smith, A. C. (2008). The Case for Daytime Cleaning. W. H. Sperber (1998); The role of prerequisite programs in managing a HACCP system, in Dairy, Food and Environmental Sanitation. Wisnu. HS. (2006). Housekeeping Department Floor and Public Area. Edisi I. Bandung: Alfabeta Wright, J.N. (1999) Management of Services Operation. London, Cassell Publishers Zimmerer, Thomas W. and Norman M. Scarborough. (1993). Effective Small Business Management. Fourth Edition. New York: McMillan Publishing Company. Al-Mutaz, Ibrahim. S. 2004. Silica Removal During Lime Softening in Water Treatment Plant. Riyadh: King Saud Unniversity Beardsley, Scott S., et.al. 1995. Membran Softening: An Emerging Technology Helping Florida Communities Meet the Increased Regulations for Quality Potable Water. The Dow Chemical Company Brastad, Kristen S. 2012. Water Softening Using Microbial Desalination Cell Technology. SciVerse Science Direct Brown, Caitlin., et.al. Treatment Techology Validation for Water Softening Technology (2012). Montana Tech Calgary, Alberta, A New Ion Exchange Process For Softening High TDS Produced Water, SPE/Petroleum Society of CIM/CHOA Paper Number 78941 Dey, D.; Herzog, A.; Srinivasan, A. 2007. Chemical Precipitation : Water Softening. Michigan State University educleaning123.id

275

Gede H. Cahyana, Variasi Teknologi Pengurangan Kesadahan dalam Pengolahan Air Minum Heidekamp, Annelies J., dan Ann T. Lemley, Hard Water, dalam Water Bulletin, Water Quality Program, College of Human Ecology, Cornell University Izadpanah, A.A.; Javidnia, A. 2012. The Ability of a Nanofiltration Membrane to Remove Hardness and Ions from Diluted Seawater. Water Journal (mdpi.com) Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492/MENKES/ PER/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum Rohm and Haas, Ion Exchange for Dummies, An Introduction Skipton, Sharon, et.al. 2008. Drinking Water Treatment: Water Softening (Ion Exchange). Lincoln: University of Nebraska Wahyu Widayat, Teknologi Pengolahan Air Sadah Wenten, I.G.; Khoiruddin; Aryanti, P.T.P.; Hakim A.N. 2010. Pengantar Teknologi Membran. Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung Mahari, E.T dan Wikamastri, H. 2009. Analisis Kadar Detergent Anionik Pada Sediaan Pasta Gigi Anak-anak. Tersedia online di http://jurnal.unimus.ac.id (diakses pada 26 Juni 2018). Porter, M.R. 1991. Handbook of Surfactant. New York : Chapman & Hall.

276

Cleanliness Management

DAF TAR PUSTAK A

Reningtyas, R dan Mahreni. 2015. Biosurfaktan. Eksergi. Vol XII, No,2. ISSN : 1410-394X. Salager, J.L. 2002. Surfactans Type and Uses. Venezuela : De Los Andes University. Sekhon, Bhupinder Singh. 2013. Surfactants: Pharmaceutical and Medicinal Aspects. Journal of Pharmaceutical Technology, Research and Management, 1: 11-36.

educleaning123.id

277

278

Cleanliness Management

TENTANG PENULIS

D

AVID HANDRIYANTO, lahir dan besar di Malang. Setelah tamat SMA di SMAK St. Albertus (Dempo), David pindah ke Bali melanjutkan pendidikan di BPLP Bali yang sekarang menjadi Poltekpar Bali dan mengambil MBA dari West Coast Institute Management & Technology Perth - Australia. Memulai karirnya di Industri Pariwisata di Bali sebagai Bartender, Bar Manager hingga Restaurant Manager di berbagai tempat. Setelah itu meniti karir di dunia korporasi dengan bergabung di perusahaan multinasional PT Ecolab Indonesia pada tahun 1994 sebagai Area Sales Manager Bali - Indonesia Timur, kemudian menduduki posisi sebagai Institutional Divisional Manager Indonesia hingga posisi Strategic Marketing & Training Manager South East Asia. Di tahun 2007 David memulai perjalanannya sebagai entepreneur dengan mendirikan iClean group tahun 2007 yang memproduksi dan mengembangkan berbagai brand nasional produk kimia pembersih untuk berbagai segmen Industri antara lain perhotelan, restoran, catering, laundry, rumah sakit, engineering & maintenance, industri makanan minuman, personal hygiene, dll. Saat ini iClean group telah berkembang memiliki jaringan sales & distribusi di 29 kota di Indonesia dengan lebih dari 150 produk dengan berbagai brand portfolio-nya. Pergulatan pengalaman 25 tahun di industri Cleaning & Sanitation, membangkitkan passion untuk membuat sosiopreneur dengan menginisiasi pembangunan sebuah digital platform icety.org yang berisi kolaborasi berbagai sumber akan ilmu pengetahuan, ketrampilan praktis, tips dan trick, informasi-informasi terkini dari perkembangan trend & teknologi industri hospitality khususnya dari aspect CHSE (Cleanliness Health Safety Environment). Visinya adalah memberikan kontribusi & berperan aktif dalam bentuk content edukasi untuk meningkatkan budaya bersih & sehat masyarakat & dunia Industri ( khususnya industri yang berkaitan dengan Hospitality sektor ) di Indonesia agar mampu bersaing di tingkat internasional.

educleaning123.id

279

TERIMA KASIH Telah berbagi gagasan, isi dan pengetahuan.

280

Cleanliness Management