Data Loading...
E-Book PTS 1 PJOK -1 Flipbook PDF
E-Book PTS 1 PJOK -1
121 Views
67 Downloads
FLIP PDF 2.05MB
Keselamatan di jalan raya lompat jauh dan lari estafet Jounix Luv Treka Maliangkay 8.3 Sekolah citra berkat citra raya Tangerang
E-Book ini berisi tentang materi materi yang sudah saya pelajari, semoga kalian yang membaca E-Book ini bisa mendapatkan ilmu ilmu pengetahuan yang baru di bidang olahraga SELAMAT MEMBACA SEMANGAT!!!
Daftar isi 1.Materi lompat jauh gaya jongkok 2.Materi keselamatan di jalan raya 3.Materi lari estafet
Lompat jauh gaya jongkok
Definisi Lompat jauh gaya jongkok merupakan salah satu nomor perlombaan dalam atletik. Sasaran dan tujuan utama lompat jauh adalah memperoleh jarak lompat sejauh mungkin ke dalam petak pendaratan yang berisi pasir atau bahan lain yang sejenis. Sedangkan jarak lompatan diukur dari petak pendaratan yang dihasilkan bekas bagian tubuh yang terdekat dengan sisi bagian dalam dari balok tumpuan. Jadi tujuan lompat jauh adalah mencapai suatu lompatan atau jarak lompatan yang sejauh-jauhnya
Faktor yang mempengaruhi prestasi lompat jauh a. Kecepatan (speed) adalah kemampuan untuk memindahkan sebagian tubuh atau seluruhnya dari awalan sampai dengan pendaratan. Atau bertumpu pada papan/balok sewaktu melakukan lompatan, kecepatan banyak ditentukan kekuatan dan fleksibilitas. b. Kekuatan (Strength) adalah jumlah tenaga yang dapat dihasilkan oleh kelompok otot pada kontraksi maksimal pada saat melakukan pekerjaan atau latihan dalam melakukan lompatan. c. Daya ledak adalah kemampuan otot dalam melakukan tolakan tubuh melayang di udara saat lepas dari balok tumpu.
Faktor yang mempengaruhi prestasi lompat jauh d. Keseimbangan adalah kemampuan untuk mempertahankan suatu sikap tubuh tertentu secara benar dari awal melakukan lompatan sampai selesai melakukan lompatan. e. Keterampilan adalah kemampuan untuk melakukan suatu gerakan motorik secara benar. f. Koordinasi adalah hal yang harus dimiliki oleh seorang atlet untuk dapat mengkoordinasikan gerakan maju dengan kebutuhan naik.
Teknik dasar a. Awalan Hal yang amat penting yang merupakan salah satu teknik dasar lompat jauh yang perlu diketahui adalah teknik awalan. Awalan adalah gerakan permulaan dalam usaha untuk mendapatkan kesempatan pada waktu akan melakukan tolakan. Teknik awalan dilakukan dengan lari di mana frekuensi dan panjang langkah harus konstan atau ajeg, agar kaki tumpu dapat tepat menumpu pada tumpuan, tanpa mengurangi dan merubah langkahnya. Adapun pelaksanaanya adalah sebagai berikut: jarak awalan tergantung pada tiap-tiap pelari (sekitar 30 sampai 40 meter). Jarak awalan harus cukup jauh dan lari cepat untuk mendapatkan momentum yang paling besar. Kecepatan awalan dan irama langkah harus tetap. Pada saat melangkah, konsentrasi tertuju pada lompatan yang setinggi tingginya. Langkah terakhir agak diperpendek, supaya dapat menolak ke atas dengan lebih sempurna. Sikap lari seperti pada lari jarak pendek.
Teknik dasar b. Tolakan/Tumpuan Tolakan adalah perubahan atau perpindahan gerakan dari gerakan horizontal ke arah vertikal yang dilakukan secara cepat. Adapun pelaksanaannya adalah sebagai berikut: pada saat menumpu, badan sudah agak condong ke depan. Titik berat badan terletak di depan kaki tumpu. Letak titik berat badan ditentukan oleh panjangnya langkah terakhir sebelum melompat. Kaki yang digunakan untuk menolak adalah kaki yang terkuat. Usahakan melompat ke depan tinggi atas.
Teknik dasar c.Saat Melayang atau Sikap Badan di Udara Sikap badan di udara juga harus diperhatikan karena sikap ini berkaitan dengan angin ketika badan berada di udara dan hal ini dapat mempengaruhi kecepatan dan jarak yang ditempuh. Adapun pelaksanaannya adalah sebagai berikut: sesaat setelah menumpu, kaki tumpu segera diluruskan. Mengangkat pinggul ke depan atas. Usahakan selama mungkin di udara dengan cara menjaga keseimbangan dan persiapan untuk mendarat. Pada saat melayang di udara, kedua kaki sedikit ditekuk sehingga posisi badan berada dalam sikap jongkok. Waktu badan melayang di udara sebisa mungkin posisi badan diusahakan untuk melayang selama mungkin dan harus bisa mempertahankan keseimbangan badan.
Teknik dasar d. Pendaratan atau Sikap Badan Waktu Mendarat Sikap badan ketika mendarat juga perlu diperhatikan karena gerakan ini merupakan gerakan inti, jangan sampai karena gerakan kurang tepat dapat berakibat jarak tempuh tidak maksimal. Adapun pelaksanaannya adalah sebagai berikut: pada waktu akan mendarat kedua kaki dibawa ke depan lurus dengan cara mengangkat paha ke atas, badan dibungkukkan ke depan, kedua tangan diayun ke depan. Kedua tungkai bawah diluruskan ke depan. Kemudian mendarat pada kedua tumit terlebih dahulu dan mengeper, dengan cara kedua lutut dibengkokkan (ditekuk), berat badan dibawa ke depan supaya tidak jatuh ke belakang, kepala ditundukkan, dan kedua tangan ke depan.
Gambar lompat jauh gaya jongkok
Keselamatan di jalan raya
Definisi
Suatu upaya mengurangi kecelakaan dengan memperhatikan faktor-faktor penyebab kecelakaan, seperti prasarana, faktor sekeliling, sarana, manusia, dan rambu atau peraturan.
Klasifikasi jalan raya Berdasarkan Undang-undang No. 38 jalan dapat diklasifikasikan menjadi 2, yaitu jalan menurut fungsi, terdiri dari : 1. Jalan Arteri 2. Jalan Kolektor 3. Jalan Lokal 4. Jalan Lingkungan
Jenis aktivitas di jalan raya 1. Aktivitas Pejalan Kaki 2. Aktivitas Bersepeda 3. Aktivitas Berkendaraan Menggunakan Bus 4. Aktivitas Berkendaraan Menggunakan Sepeda Motor 5. Aktivitas Berkendaraan Menggunakan Mobil
Pengertian rambu lalu lintas
Rambu lalu lintas adalah bagian dari perlengkapan jalan yang memuat lambang, huruf, angka, kalimat dan/atau perpaduan di antaranya, yang digunakan untuk memberikan peringatan, larangan, perintah dan petunjuk bagi pemakai jalan.
Rambu lalu lintas dapat dikelompokkan menjadi sebagai berikut: 1. Rambu peringatan
2. Rambu petunjuk
3. Rambu larangan.
4. Rambu Perintah.
Macam-Macam Pelanggaran Lalu Lintas 1. Menerobos lampu merah 2. Tidak menggunakan helm 3. Tidak menyalakan lampu kendaraan 4. Tidak membawa surat kelengkapan berkendara 5. Melawan arus (Contra Flow) 6. Melanggar rambu-rambu lalu lintas 7. Menerobos jalur busway 8. Tidak menggunakan spion 9. Berkendara melewati trotoar 10. Mengemudi tidak konsentrasi (pakai HP)
Lari estafet
Definisi Lari estafet atau lari sambung adalah salah satu cabang olahraga lari dalam perlombaan atletik yang dilakukan beregu dan tiap pelari di regu tersebut harus menempuh jarak tertentu sebelum memberikan tongkat penyambung lomba ke teman satu tim yang ada di depannya. Proses ini akan diulang beberapa kali hingga pelari terakhir di dalam tim tersebut mencapai garis finish.Tongkat penyambung lomba yang digunakan dalam olahraga ini disebut sebagai tongkat estafet atau baton. Perlombaan lari estafet biasanya dilangsungkan dalam dua nomor lomba, yaitu 4 x 100 m dan 4 x 400 m.Namun selain lari jarak pendek, olahraga ini juga bisa diperlombakan dalam jarak menengah dan jauh, tergantung dari penyelenggara lomba. Jarak menengah untuk estafet adalah 4x800 m dan 4x1500 m. Sementara dalam jarak jauh, lari estafet maraton diperlombakan pada jarak 42.195 km dengan jumlah peserta 6 pelari setiap regu.
Sejarah Lari estafet diduga pertama kali dilakukan oleh suku Aztek, Inka, dan Maya di area yang kini disebut sebagai Meksiko. Lari sambung ini mereka lakukan dengan tujuan untuk meneruskan berita dari satu tempat ke tempat lain.Selanjutnya, sejarah lari estafet juga mencatat bangsa Yunani melakukan hal yang sama, tapi untuk tujuan lain, yaitu sebagai bentuk pemujaan leluhur dan untuk meneruskan api keramat ke tempat-tempat jajahan baru. Dari cerita inilah tradisi estafet api atau obor Olimpiade berasal.Perlombaan lari estafet modern, pertama kali diselenggarakan tahun 1912 saat Olimpiade musim panas di Stockholm, Swedia.Pada masa itu, nomor lari sambung yang dipertandingkan adalah 4 x 100 m dan 4 x 400 m putra. Lalu pada tahun 1928, nomor 4x100 m untuk putri pertama kali dipertandingkan, sedangkan 4x400 m untuk putri pertama kali dilombakan pada tahun 1972.
Teknik 1. Teknik perpindahan tongkat estafet 2. Posisi pelari estafet
1. Teknik perpindahan tongkat estafet Berikut ini teknik penerimaan dan pemberian tongkat yang dikenal dalam lari estafet: • Teknik perpindahan tongkat estafet dengan cara melihat (visual) Pelari yang menerima tongkat melakukannya dengan berlari kecil sambil menolehkan kepala untuk melihat tongkat yang diberikan oleh pelari sebelumnya.Penerimaan tongkat dengan cara ini biasanya dilakukan pada nomor 4 x 400 meter. • Teknik perpindahan tongkat dengan cara tidak melihat (non visual) Pelari yang menerima tongkat melakukannya dengan berlari tanpa melihat tongkat yang akan diterimanya. Cara penerimaan tongkat tanpa melihat biasanya digunakan dalam lari estafet 4 x 100 meter. Selain itu, pemberian dan penerimaan tongkat estafet juga bisa dibagi dari arah pemberiannya, seperti berikut ini:
1. Teknik perpindahan tongkat estafet Teknik pemberian dan penerimaan tongkat dari bawah Teknik ini biasanya dilakukan jika pelari membawa tongkat dengan tangan kiri. Penerima akan bersiap-siap dengan menerima tongkat dengan telapak tangan menghadap ke bawah. Menjelang pemberian tongkat, pelari yang membawa tongkat akan mengayunkan nya dari belakang ke depan dan memberikannya dari bawah, sesuai arah hadap telapak tangan penerima. • Teknik pemberian dan penerimaan tongkat dari atas Pada teknik ini, telapak tangan penerima akan menghadap atas dan pemberi tongkat meletakkan tongkat estafet sesuai arah hadap dari telapak tangan penerima. Pada lari estafet, tongkat yang dibawa dengan tangan kiri juga akan diterima dengan tangan kiri, begitupun sebaliknya
.
Posisi pelari estafet Setelah mengetahui teknik dasar pergantian tongkat dalam lari estafet, kini Anda perlu juga memahami tentang posisi para pelari selama pertandingan berlangsung.Karena lintasan lari pada pertandingan resmi umumnya berbentuk oval atau persegi panjang dengan ujung tumpul, maka keempat pelari akan berada dalam posisi seperti berikut ini. ●
Pelari ke-1 di daerah start pertama dengan lintasan di tikungan
●
Pelari ke-2 di daerah start kedua dengan lintasan lurus
●
Pelari ke-3 di daerah start ketiga dengan lintasan di tikungan
●
Pelari ke-4 di daerah start keempat dengan lintasan lurus dan berakhir di garis finish.
Posisi pelari estafet Masing-masing pelari akan menempuh jarak yang sama. Sementara pada lomba lari estafet yang dilakukan di jalan raya alias lari estafet maraton, setiap pelari menempuh jarak yang berbeda, yaitu: ●
Pelari pertama: 5 km
●
Pelari kedua: 10 km
●
Pelari ketiga: 5 km
●
Pelari keempat: 10 km
●
Pelari kelima: 5 km
●
Pelari keenam: 7,195 km
Peraturan lari estafet • Peraturan pergantian tongkat Pergantian tongkat harus dilakukan di zona pergantian yang sudah disediakan. Panjang zona tersebut adalah 20 meter dengan lebar 1,20 meter. Jika yang sedang berlangsung adalah nomor lari estafet 4x100 m, maka zona pergantian tongkatnya lebih panjang, karena ada tambahan 10 meter pra-zona.Pra-zona adalah suatu daerah bagi pelari untuk menambah kecepatan sambil menunggu pelari di belakang memberikan tongkat.
• Posisi pelari Selama pertandingan, setiap pelari tidak boleh keluar jalur lintasan masing-masing meskipun sudah selesai memberikan baton ke pelari berikutnya. Apabila saat proses mengoper, tongkat tersebut jatuh, maka pelari yang menjatuhkan harus mengambilnya.Dalam lari estafet, pelari pertama harus berlari di lintasannya masing-masing sampai tikungan pertama. Sementara itu pelari kedua boleh masuk ke lintasan dalam, lalu pelari ketiga dan keempat menunggu di daerah pergantian secara berurutan sesuai dengan kedatangan pelari satu timnya.
Diskualifikasi pada perlombaan lari estafet Dalam perlombaan lari estafet, ada beberapa hal yang bisa membuat seorang pemain mengalami diskualifikasi, seperti: ●
Baton atau tongkat estafet hilang
●
Memberikan dan menerima baton tidak sesuai peraturan
●
Melakukan kesalahan start lebih dari satu kali
●
Menyingkirkan lawan dengan cara yang tidak sportif
●
Menghalangi lawan untuk mendahului saat berlari
●
Tidak mengikuti peraturan pertandingan dengan baik secara keseluruhan
Sarana dan prasarana lari estafet Untuk melakukan lari estafet, sarana dan prasarana yang diperlukan sebenarnya sederhana. Berikut yang perlu disiapkan. • Sepatu lari dan baju lari • Lintasan atau trek lari • Baton alias tongkat estafet dengan ciri dan ukuran sebagai berikut: ●
Tongkat dibuat dari kayu atau logam
●
Berbentuk silinder
●
Panjangnya 28-30 cm
●
Keliling silinder 12-30 cm
●
Berat tidak lebih dari 50 gram
Cabang lari estafet adalah olahraga yang tidak hanya memerlukan kecepatan, tapi juga ketepatan saat proses pergantian tongkat. Selain melatih fisik, lari sambung juga mampu melatih kerjasama antar anggota tim.
Sumber belajar 1.Materi lompat jauh gaya jongkok =http://repository.unpkediri.ac.id/1945/4/RAMA_85201_14101090098_071301880 4_0718019003_02.pdf
2.Materi keselamatan di jalan raya=http://repository.unpkediri.ac.id/1945/4/RAMA_85201_14101090098_0713018804_ 0718019003_02.pdf
Sumber belajar 3.Materi lari estafet=https://www.sehatq.com/artikel/teknik-dasar-lari-e stafet-cabang-olahraga-lari-dalam-atletik
Jounix Luv Treka Maliangkay 8.3 Sekolah citra berkat citra raya Tangerang