Data Loading...

Menjaga Kesehatan Anak Usia Dini Flipbook PDF

Menjaga_Kesehatan_AUD


128 Views
80 Downloads
FLIP PDF 12.85MB

DOWNLOAD FLIP

REPORT DMCA

MENJAGA KESEHATAN ANAK USIA DINI

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini 2020

MENJAGA KESEHATAN ANAK USIA DINI

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini 2020

Judul Seri Pendidikan Orang Tua: Menjaga Kesehatan Anak Usia Dini Cetakan Pertama 2020 CATATAN: Buku ini merupakan buku untuk pegangan orang tua yang dipersiapkan Pemerintah dalam upaya meningkatkan partisipasi pendidikan anak, baik di satuan pendidikan maupun di rumah. Buku ini disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Buku ini merupakan “dokumen hidup” yang senantiasa diperbaiki, diperbarui, dan dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perubahan zaman. Dalam rangka meningkatkan mutu buku, masyarakat sebagai pengguna buku diharapkan dapat memberikan masukan kepada alamat penulis dan/atau penerbit dan laman http://buku.kemdikbud. go.id atau melalui post-el [email protected]. Diterbitkan oleh:

Pengarah: Hamid Muhammad Penanggungjawab: Muhammad Hasbi Penyusun: Muhammad Hasbi, Maryana, Muhammad Ngasmawi, Maria Lubis, Aria Ahmad Mangunwibawa, Jakino Penelaah: Nanik Suwaryani, Nur Ainy Fardana N, Nindia Nurmayasari Mohamad Roland Zakaria, Atikah Solihah Penyunting: Nanik Suwaryani, Nur Ainy Fardana N Ilustrator: Nurmalita Zahra Penata letak: Dhoni Nurcahyo Sekretariat: Beryana Evridawati, Dian Septiany Subagio, Samijah, Amalia Khairati, Robbayanti Ratna Ningrum, Ina Nurohmah, Mira Kumala Sari

Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Jumlah Halaman: 48 hlm + ilustrasi Ukuran Buku: 210mm x 148 mm

@2020 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hak Cipta dilindungi undang-undang. Diperbolehkan mengutip atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku dengan izin tertulis dari penerbit.

ii

iii

Sambutan Direktur Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ayah dan Bunda yang baik, Orang tua adalah pendidik yang pertama dan utama bagi anak. Sayangnya, menjadi orang tua adalah profesi yang sangat tidak tersiapkan. Akibatnya, masa emas tumbuh kembang anak seringkali tidak bisa dimanfaatkan secara optimal. Untuk meningkatkan kapasitas orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak dan menyiapkan mereka untuk belajar di sekolah dasar, pada tahun anggaran 2020 Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini menyusun sejumlah sumber belajar untuk orang tua dengan beragam tema. Penyusunan sumber belajar ini juga sebagai respons atas

iv

tuntutan keterampilan abad 21 yang meliputi kualitas karakter yang bagus, literasi dasar, dan kompetensi 4K (kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, berkolaborasi, dan kreatif). Semoga sumber belajar ini bermanfaat bagi orang tua dalam mengasuh dan mendidik anak usia dini, terutama di masa anak belajar dari rumah (BDR) dan masa kebiasaan baru (new normal) sebagai akibat dari pandemi Covid-19. Terakhir, saya ucapkan terima kasih kepada tim penyusun, tim penelaah, ilustrator, dan pihak-pihak lain yang telah memungkinkan terbitnya sumber belajar ini. Semoga proses penyusunan sumber belajar ini menjadi proses yang memberikan berkah dan banyak pelajaran baru bagi kita semua.

Muhammad Hasbi

v

Daftar Isi

vi

Ciri-Ciri Anak Usia Dini Yang Sehat

2

Apa yang Orang Tua Lakukan Untuk Menjaga Kesehatan Anak

8

Kebersihan adalah hal yang sangat penting bagi kesehatan

18

Manfaat Aktif Bergerak

24

Mematuhi Jadwal Imunisasi

29

vii

Ayah Bunda yang baik, Lima tahun pertama adalah masa yang sangat penting bagi pertumbuhan anak. Pada masa ini, anak biasanya sangat aktif mengeksplorasi banyak hal. Keaktifan anak-anak usia dini akan membantu perkembangan kognitif, motorik, mental, dan sosial. Tentu saja, agar anak-anak tetap aktif, kesehatan mereka sangat perlu diperhatikan.

1

CIRI-CIRI ANAK USIA DINI YANG SEHAT

1

Tumbuhkembang anak sesuai dengan usia.

2

2

Postur tubuh tegak dan padat.

3

Rambut, kulit, dan kuku bersih dan sehat.

4

Nafsu makan baik dan buang air besar (BAB ) teratur.

5

Bergerak dan bereaksi aktif, berbicara lancar sesuai dengan usia.

6

Tidur nyenyak dalam waktu cukup.

3

1

Tumbuh-kembang anak sesuai dengan usia

Ada sebuah alat ukur yang akurat dan mudah dipahami orang tua, yaitu Kartu Menuju Sehat (KMS). Kartu ini adalah catatan grafik perkembangan anak yang diukur berdasarkan umur, berat badan, dan jenis kelamin. Panduan ini dikeluarkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) berdasarkan panduan WHO.

Selain bisa didapatkan di pusat-pusat kesehatan seperti puskesmas, klinik, atau rumah sakit, KMS juga bisa diunduh di toko aplikasi (play store) dan diisi secara digital.

4

2

Postur tubuh tegak dan padat

Tubuh yang tegak dan padat disebabkan oleh pertumbuhan tulang dan otot yang maksimal. Agar memiliki postur seperti ini, asupan nutrisi anak harus seimbang. 5

3

Rambut, kulit, dan kuku bersih dan sehat

Kulit anak yang sehat akan terlihat lembap, tidak kering dan bersisik. Rambutnya pun tampak berkilau dan kuat, tidak mudah rontok. Kuku berwarna merah muda dan tidak rapuh. Warna merah muda pada kuku ini menunjukkan bahwa anak tidak menderita anemia atau kekurangan darah.

4

Nafsu makan baik dan BAB teratur

Nafsu makan yang baik memastikan anak mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang. Makan lahap menunjukkan bahwa tidak ada gangguan mengunyah atau menelan pada anak. 6

5

Bergerak dan bereaksi aktif, berbicara lancar sesuai dengan usia

Bermain dan bergerak lincah adalah ciri khas anak-anak. Keaktifan ini merupakan pertanda bahwa anak-anak

6

Tidur nyenyak dalam waktu cukup

sehat. Kemampuan untuk merespons dengan berceloteh riang dan melakukan

Nutrisi yang cukup menjamin sel-

kontak mata juga menunjukkan bahwa

sel tubuh tumbuh dengan baik dan

anak itu sehat.

metabolisme tubuh berjalan lancar. Jika semua ini tercukupi, anak akan tidur dengan nyenyak. Inilah saat ideal ilustrasi anak berlari

bertumbuhnya sel-sel tubuh dan otak anak. 7

Setelah mengetahui ciri-ciri anak sehat, apa yang bisa orang tua lakukan untuk menjaga kesehatan anak? Berikut adalah cara-cara yang bisa dilakukan orang

1

2

tua untuk menjaga kesehatan anak.

Memenuhi asupan nutrisi anak 8

Menjaga kebersihan anak

3

Mengajak anak aktif bergerak

4

Mematuhi jadwal imunisasi anak 9

1

Memenuhi Asupan Nutrisi Anak

Gemuk = Sehat? Banyak orang tua yang salah dalam menganggap bahwa anak gemuk itu sehat. Padahal, belum tentu anak gemuk tercukupi kebutuhan nutrisinya secara seimbang. Mungkin saja anak gemuk mendapatkan asupan lemak berlebihan, sementara nutrisi lain yang sangat dibutuhkan untuk perkembangannya tidak tercukupi.

10

ASI yang Terbaik ASI adalah sumber nutrisi terbaik bagi bayi. Di dalamnya terkandung protein, lemak, vitamin, karbohidrat, kalsium, dan zat besi yang lebih mudah diserap bayi. WHO merekomendasikan pemberian ASI eksklusif pada bayi selama 6 bulan. Artinya, selama 6 bulan pertama, bayi tidak perlu mendapatkan asupan selain ASI. Setelah itu, pemberian ASI dilanjutkan hingga anak berusia 2 tahun. Saat bayi baru lahir, ibu memproduksi sedikit cairan pertama yang disebut sebagai kolostrum. Meskipun sedikit,

kaya faktor akan pelindung kekebalan

kolostrum merupakan sumber nutrisi yang

tubuh dan faktor pertumbuhan. 11

Susu formula bisa diberikan dalam kondisi tertentu dan setelah

Makanan Pendamping ASI (MPASI)

berkonsultasi dengan dokter. Biasanya, bayi prematur diberi tambahan

WHO merekomendasikan agar bayi

susu formula untuk mempercepat

mulai diberi makan pada usia 6 bulan.

pertumbuhan. Selain itu, ada beberapa

Pada umumnya, tubuh bayi berusia 6

kelainan metabolisme langka yang

bulan sudah siap menerima makanan,

membuat bayi tidak dapat mencerna

dengan ciri-ciri berikut.

ASI.



Kondisi ibu pun bisa menghalangi

tegak dan mengangkat kepala tanpa

pemberian ASI. Ibu yang menderita beberapa penyakit berat, seperti HIV

dibantu •

Kemampuan motorik sudah baik, bisa

atau Tuberkulosis tidak disarankan

meraih dan menggenggam makanan

untuk memberikan ASI, juga ibu yang

dan memasukkannya ke mulut

menderita kanker dan sedang menjalani kemoterapi. 12

Bayi sudah dapat duduk dengan leher



Bayi terlihat lapar dan tertarik pada makanan

Pemberian MPASI dini tidak dianjurkan, karena usus bayi belum mampu mencerna makanan selain ASI dan susu formula. Bayi dapat mengalami kembung, diare, sembelit,

alergi makanan, yang dapat berakibat pada kematian bayi. Ada beberapa perkecualian bagi bayi dengan kondisi khusus, seperti bayi kurang gizi atau kurang berat badan. Namun, pemberian MPASI sebelum waktunya harus dilakukan setelah berkonsultasi dengan dokter anak. Pemberian MPASI bisa mengikuti pedoman gizi seimbang yang akan dijelaskan berikutnya.

13

Pedoman Gizi Seimbang Saat ini, sebagai pengganti pedoman 4 sehat 5 sempurna, pemerintah mencanangkan Pedoman Gizi Seimbang.  

14

Lakukan aktivitas fisik yang cukup dan pertahanankan berat padan ideal

Batasi konsumsi makanan manis, asin, dan berlemak

Biasakan mengonsumsi aneka ragam makanan pokok

Biasakan sarapan pagi

Biasakan mengonsumsi lauk pauk yang mengandung protein tinggi

Ada Sepuluh Pedoman Gizi Seimbang yang dicanangkan oleh pemerintah yaitu:

Biasakan minum air putih yang cukup dan aman

Banyak makan buah dan sayur

Cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir

Syukuri dan nikmati aneka ragam makanan

Biasakan membaca label pada kemasan pangan

15

Pedoman Gizi Seimbang kemudian disederhanakan oleh beberapa pakar gizi dan penulis kesehatan di Indonesia menjadi Tumpeng Gizi Seimbang (TGS). TGS dirancang untuk membantu setiap orang memilih makanan dengan jenis dan jumlah yang tepat sesuai usia, kebutuhan, dan keadaan kesehatan. Ada beberapa potongan tumpeng di dalam TGS: satu potongan besar, dua potongan 16

sedang, dua potongan kecil, dan satu

makanan dan minuman agar anak-anak

potongan terkecil di puncak. Luas TGS

mengonsumsinya dengan lahap. Misalnya,

menunjukan porsi makanan yang harus

jika anak tidak menyukai sayur, orang tua

dikonsumsi setiap orang per hari. Di bagian

bisa mengolahnya menjadi makanan yang

dasar terdapat air putih dalam jumlah

menarik seperti gambar ini.

banyak. Artinya, air putih merupakan bagian terbesar yang harus dikonsumsi agar bisa hidup sehat dan aktif. Anak-anak membutuhkan berbagai nutrisi yang terkandung dalam berbagai jenis makanan. Sayang, tidak semua anak menyukai beragam jenis makanan.

Bakso Sayur

  Jadi, dibutuhkan kreativitas orang tua dalam menghidangkan

Bolu Pisang

17

2

Menjaga Kebersihan Anak

Kebersihan adalah hal yang sangat penting bagi kesehatan.   Anak-anak usia dini biasanya menyentuh apa saja yang dilihat dan ditemukan. Padahal, beberapa sumber penyakit dapat muncul dari kotoran yang menempel di tubuh anak. Di usia tersebut,

18

anak-anak pada usia ini juga sudah bisa

 

mencontoh orang lain. Sehingga, orang

Selain kebersihan lingkungan,

tua bisa mengajarkan dan mencontohkan

kebersihan diri penting untuk diajarkan

kebiasaan hidup bersih.

pada anak-anak.

Kebersihan mulut Anak-anak perlu diajarkan untuk menggosok gigi secara teratur dan membersihkan pangkal lidah. Kunjungan ke dokter gigi pun diperlukan untuk memeriksa gigi dan membersihkan karang gigi.

Kebersihan kuku Kuku anak sebaiknya dipotong pendek, karena kuku yang panjang lebih mudah menjadi sarang kuman, dari kotoran yang terselip di kuku. Anak-anak pun harus diawasi agar tidak memotong kuku sendiri. Anak usia dini belum bisa mengontrol gerakan mereka sehingga dikhawatirkan akan melukai diri sendiri. 19

Kebersihan tubuh Orang tua harus mengawasi dan membantu anak membersihkan bagianbagian yang sering terlewat seperti belakang telinga dan sela-sela jemari meskipun anak sudah mulai belajar mandi sendiri. Kebanyakan anak senang bermain air,

20

Kebersihan tangan Saat bereksplorasi, anak-anak biasanya memegang banyak benda.

jadi mengajarkan

Bakteri dan kuman di kotoran yang

kebersihan

menempel di tangan bisa berpindah

tubuh pada

dengan sangat mudah ke makanan yang

anak ketika

dipegang anak.

mandi bisa

Jadi, selalu ingatkan anak untuk

dilakukan

mencuci tangan setelah bermain, setelah

sambil

buang air, memegang hewan peliharaan,

bermain.

dan sebelum makan.

Kebersihan kaki Kaki yang tidak sehat ditandai dengan

Meskipun kebersihan kaki harus selalu dijaga, ternyata ada manfaat bertelanjang

bau. Bau ini bisa disebabkan oleh kutu

kaki:

air, jamur kulit, atau infeksi lain. Jadi,



dasar

anak-anak harus dibiasakan mencuci kaki beberapa kali sehari, terutama setelah



Membantu perkembangan otot dan ligamen anak

bermain. Setelah dicuci, kaki harus dikeringkan. Jamur yang memicu gatal

Meningkatkan keterampilan motorik



Membuat keseimbangan menjadi lebih baik

bisa tumbuh di sela-sela jari kaki. •

Membuat kaki terasa segar



Meningkatkan sirkulasi darah



Mengurangi risiko cedera



Meningkatkan sensitivitas anak terhadap lingkungan. Tentu saja, setelah bertelanjang kaki,

anak-anak harus dibiasakan mencuci kaki. 21

Menjaga kebersihan setelah menggunakan toilet Anak-anak usia dini bisa mulai diajari untuk membersihkan diri setelah buang air kecil dan buang air besar, sesuai perkembangan usia mereka. Tentu saja, jangan lupa setelahnya untuk mencuci

Menjaga kebersihan saat batuk dan bersin Penularan penyakit lewat batuk dan

tangan

bersin sangat besar kemungkinannya.

agar sisa

Anak-anak perlu diajari cara menutup

kotoran tidak

mulut dengan saputangan atau tisu saat

menempel.

batuk dan bersin, atau dengan lengan jika tidak ada. Setelahnya, anak-anak tetap harus mencuci tangan.

22

Kebersihan dalam rumah Rumah yang bersih tentu saja mendukung kesehatan anak. Orang tua bisa mengajari anak untuk membuang sampah ke tempatnya, membereskan mainan,

Kebersihan makanan dan minuman Pada umumnya, anak-anak senang

memasukkan baju

jajan. Namun, tidak semua jajanan bersih.

kotor ke keranjang

Orang tua harus mengawasi anak-anak

cucian, juga menjaga

agar tidak jajan di sembarang tempat.

kebersihan saat

Jenis jajanan pun harus diperhatikan,

dekat dengan hewan

misalnya yang mengandung bahan

peliharaan.

pengawet, pewarna dari bahan kimia berbahaya, dan zat-zat berbahaya lainnya. 23

3

Mengajak Anak Aktif Bergerak

kegiatan-kegiatan yang tidak memerlukan banyak bergerak. Terutama pada anakanak yang telah mengenal gawai.

Pada umumnya, anak-anak memiliki energi yang besar. Orang tua pasti akan dibuat lelah, tetapi ada nilai plusnya: anak dan orang tua akan semakin sehat karena aktif bergerak. Meskipun begitu, ada sebagian anak yang lebih pasif. Mereka menyukai

24

Manfaat Aktif Bergerak 1. Metabolisme tubuh akan lebih baik Tubuh lebih lancar menyerap

3. Nafsu makan anak meningkat Energi yang keluar harus digantikan dengan asupan

nutrisi hingga otot dan tulang

energi juga. Anak-

kuat, pencernaan lebih lancar

anak akan lebih

hingga anak tidak sembelit.  

lahap makan karena membutuhkan asupan energi.

2. Tidur malam yang lelap Anak-anak yang aktif bergerak pada pagi hingga sore hari akan tidur lelap. Hormon pertumbuhan yang aktif pada saat seperti ini akan lebih lancar terbentuk.

25

4. Daya tahan tubuh

5. Melatih kemampuan

lebih kuat Otot dan tulang anak akan berkembang lebih kuat saat anak aktif bergerak. Apalagi jika anak bergerak aktif ketika pagi hari, karena bisa mendapatkan asupan vitamin D dari sinar matahari.  

26

bersosialisasi anak

Manfaat Aktif Bergerak

Anak-anak yang terbiasa bergerak aktif di luar ruangan akan bertemu dengan banyak orang. Anak-anak bisa belajar bersosialisasi dengan segala kalangan, mulai dari teman sebaya hingga orang dewasa.

Beberapa kiat untuk mengajak anak aktif bergerak: 1. Cari aktivitas fisik favorit anak.

membuat anak malas bergerak.

Orang tua bisa mendampingi anak melakukan kegiatan-kegiatan favoritnya

4. Kadang ada kondisi yang membatasi

seperti berenang, main bola, memanjat.

aktivitas fisik keluarga.

 

Contohnya wabah penyakit yang

2. Jadilah contoh bagi anak.

membatasi orang untuk keluar rumah,

Orang tua yang aktif akan menjadi teladan

atau sempitnya waktu orang tua.

bagi anak-anak, berbeda dengan orang

 

tua yang tidak banyak bergerak.

Karena itu, orang tua harus kreatif

 

dalam mencari alternatif. Hal sederhana

3. Batasi televisi dan gawai

seperti mengerjakan tugas rumah tangga

Idealnya, waktu untuk menggunakan

sudah bisa membuat fisik anak bergerak,

televisi dan gawai dibatasi paling lama

seperti menyiram tanaman, menjemur

dua jam setiap hari. Televisi dan gawai

pakaian, atau menyapu dan mengepel. 27

28

4

Mematuhi Jadwal Imunisasi

Bayi yang baru lahir memiliki kekebalan pasif, yaitu antibodi yang didapat dari ibu saat bayi masih dalam kandungan. Namun, kekebalan ini hanya bertahan beberapa minggu atau bulan saja. Setelah itu, bayi akan menjadi rentan terhadap berbagai jenis penyakit. Karena itu, imunisasi diberikan sejak bayi. Imunisasi ini bertujuan untuk membangun kekebalan tubuh seseorang terhadap suatu penyakit, dengan membentuk antibodi dalam kadar tertentu. Selain tujuan itu, imunisasi pun bertujuan mencegah terjadinya penularan penyakit sehingga lingkungan terlindungi dari wabah. 29

Imunisasi rutin lengkap dibagi menjadi imunisasi dasar dan lanjutan. Untuk memudahkan, orang tua bisa mendapatkan jadwal di pusat-pusat kesehatan yang menyediakan layanan imunisasi, seperti rumah sakit, klinik, atau puskesmas.

30

Jadwal imunisasi ini pun bisa diunduh di toko aplikasi telepon pintar. Aplikasi ini tentu saja membantu orang tua untuk mengingat jadwal karena ada fasilitas pengingat.

Aplikasi GO-IMM

Aplikasi Primaku 31

Mengapa anak tetap bisa sakit meskipun sudah diberi imunisasi? Imunisasi memang tidak memberikan perlindungan 100 persen, hanya 80– 95%. Bisa saja, setelah diimunisasi, anak terserang suatu penyakit. Namun, kemungkinan ini jauh lebih kecil, yaitu 5–15%. Jadi, bukan berarti imunisasi tersebut gagal.

32

Efek Samping Imunisasi Imunisasi bisa disertai efek samping, biasa disebut Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Efek samping ini antara lain demam ringan sampai tinggi, atau nyeri dan bengkak di area bekas suntikan, yang membuat anak rewel. Namun, reaksi

 

ini akan mereda dalam 3–4 hari.

Namun, ada juga yang mengalami

Orang tua bisa menangani sendiri

reaksi alergi parah hingga kejang. Jika

dengan memberi anak kompres hangat

itu terjadi, segera bawa anak ke dokter

dan obat penurun panas setiap 4 jam.

atau rumah sakit. Efek samping seperti ini

Biasanya, dokter atau petugas yang

tergolong jarang. Informasi tentang reaksi

mengimunisasi anak menjelaskan tata

seperti ini pun harus disampaikan pada

caranya, serta dosis obat yang tepat bagi

dokter atau petugas jika akan melakukan

anak sesuai usianya.

imunisasi lagi. 33

Polio Polio merupakan penyakit menular yang disebabkan virus. Dalam kasus yang parah, polio bisa menyebabkan sesak napas, kelumpuhan, hingga kematian.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan beberapa vaksin dalam program imunisasi:  

Hepatitis B

34

DPT Ini adalah jenis vaksin gabungan untuk mencegah penyakit difteri, pertusis, dan tetanus. Difteri adalah penyakit yang menyebabkan sesak napas, paru-paru basah, dan gangguan

Vaksin ini diberikan dalam waktu 12 jam

jantung. Pertusis atau batuk rejan yang bisa

setelah bayi lahir, didahului suntik vitamin

memicu gangguan pernapasan, paru-paru

K minimal 30 menit sebelumnya. Vaksin

basah, bronkitis, dan kerusakan otak. Tetanus

ini berguna untuk mencegah infeksi hati

bisa menyebabkan kejang dan kaku otot. Tiga

serius yang disebabkan virus Hepatitis B.

penyakit ini bisa menyebabkan kematian.

BCG

minggu setelah imunisasi. Setelahnya,

Vaksin ini mencegah perkembangan

bisul akan pecah dan meninggalkan

tuberkulosis (TB), infeksi serius yang

jaringan parut.

umumnya menyerang paru-paru. Vaksin ini tidak melindungi dari infeksi TB, tetapi

Hib

bisa mencegah infeksi TB berkembang

Vaksin ini diberikan untuk mencegah

ke kondisi penyakit yang serius seperti

infeksi bakteri Haemophilus influenza tipe

meningitis TB.

B. Infeksi bakteri ini bisa menyebabkan

Vaksin BCG hanya diberikan sekali,

meningitis, paru-paru basah, radang sendi,

pada bayi baru lahir hingga usia 2 bulan.

dan radang lapisan pelindung jantung.

Jika sampai usia 3 bulan vaksin ini belum

 

diberikan, dokter akan melakukan uji

Campak

tuberculin dulu, untuk mengetahui bayi

Campak adalah infeksi virus pada anak

sudah terinfeksi TB atau belum.

dengan gejala seperti demam, pilek,

Vaksin ini akan menimbulkan bisul di bekas suntikan dan muncul pada 2 – 6

batuk kering, ruam, dan radang mata. Jika anak sudah mendapatkan vaksin MMR, 35

pengulangan vaksin campak kedua tidak diperlukan.  

MMR Ini adalah vaksin kombinasi untuk mencegah campak, gondongan, dan rubella. Ketiganya merupakan infeksi serius yang bisa menyebabkan komplikasi berbahaya seperti meningitis, pembengkakan otak, hingga tuli. Menjaga kesehatan akan jauh lebih mudah daripada mengobati anak yang telanjur terkena penyakit. Biayanya pun jauh lebih murah daripada biaya pengobatan.

36

Ternyata, banyak faktor yang perlu diperhatikan dalam menjaga kesehatan anak.   Namun, mencegah penyakit lebih baik daripada mengobati.  

Daftar Pustaka https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public/ healthy-parenting https://www.savethechildren.net/support-parenting-during-coronavirus https://www.unicef.org/parenting/coronavirus-covid-19-guide-parents https://www.strong4life.com/en/news/how-to-talk-to-your-child-about-covid-19 https://kidshealth.org/en/parents/coronavirus-teachers.html

37

Catatan

38

Catatan

39

Narahubung: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini Komplek Kemendikbud Jalan Jenderal Sudirman, Gedung E lt. 7 Senayan Jakarta 10270 Surel: [email protected] Telp: (021) 572-5495

paudpedia

40

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini 2020