Data Loading...
Photographi - THE PASSIONATE PHOTOGRAPHER Flipbook PDF
Photographi - THE PASSIONATE PHOTOGRAPHER
180 Views
9 Downloads
FLIP PDF 20.5MB
Jika Anda punya cinta dan hasrat tentang fotografi, sudah menguasai peralatan dan setting kamera, tapi foto-foto Anda masih biasa-biasa saja—The Passionate Photographer akan membantu Anda mengatasi gap kekecewaan dan frustasi antara gambar ideal yang ada di benak Anda dengan kualitas gambar yang Anda hasilkan. Buku ini membantu Anda menyatakan apa yang ingin Anda sampaikan dengan fotografi, kemudian menerjemahkan semua pemikiran dan perasaan tersebut ke dalam gambar yang kuat. Buku ini membahas baik sumber inspirasi dan panduan praktis, sebagai seorang fotografer, Steve Simon sudah menjalaninya selama 30 tahun, tetap saja masih memiliki obsesi yang dituangkan dalam 10 langkah penting yang dibutuhkan oleh setiap fotografer untuk jadi yang terbaik pada hasratnya. Tip-tip praktis Simon dan nasihatnya semua bisa langsung diterapkan—didesain supaya
.c om
Anda dengan mudah bisa mengakselerasi kemajuan Anda, karena Anda tahu Anda akan
Kekuatan bekerja pada proyek pribadi untuk menggairahkan hasrat dan visi Anda.
•
Memotretlah dalam jumlah banyak, di mana hal ini akan meningkatkan kemampuan
lo gs p
•
ot
menjadi fotografer yang baik. Konsep-konsep inti tersebut mencakup:
Belajarlah untuk berkonsentrasi dan fokus ketika Anda memotret, keluarlah dari zona steve simon sangat berhasrat mendokumentasikan drama aman Anda, perangi rasa takut Anda untuk mendapatkan gambar bagus. cantik pada kehidupan seseorang • Strategi bagaimana mendekati orang asing untuk menghasilkan portrait yang sukses. sepanjang karier fotografinya. Hasil karyanya pernah dipamerkan di • Bagaimana mengedit hasil karya Anda dan mencari opini kedua untuk Visa Pour L’Image Photojournalism mengindentifikasi kekuatan dan kelemahannya, menawarkan kesempatan untuk Festival, Perpignan, Perancis, berkembang dan meningkat dengan tujuan mampu men-sharing-kan hasil karya dan juga melakukan pameran Anda ke seluruh dunia. tunggal di New York, Buenos Aires, Toronto, dan Montreal. Ia juga • Penting untuk mampu mengikuti, melihat, dan menangkap cahaya di sekitar Anda. menerima banyak penghargaan Sepanjang buku ini Simon menawarkan “Lesson Learned” yang berasal dari pengalaman dan pengakuan termasuk pribadinya, archive of photojournalism dan projek pribadi, termasuk di dalamnya gambar dari Canadian Newspaper dan cerita bagaimana mendapatkan foto tersebut. Jika Anda sudah merasa terinspirasi Photographer of the Year. Ia dan tertantang untuk menghasilkan fotografi Anda sendiri ke level berikutnya, The mengajar di ICP dan SVA, di kota Passionate Photographer menawarkan ide-ide dan solusi kreatif mentransform hasrat tempat ia tinggal, New York City. tersebut ke dalam gambar yang mampu menyampaikan visi unik milik Anda sendiri.
.b
teknik Anda dan memicu kreativitas Anda.
pu
st ak
ain
do
•
10 LANGKAH MENJADI FOTOGRAFER YANG HEBAT
FOTOGRAFI ISBN 978-602-02-1482-5
PT ELEX MEDIA KOMPUTINDO Kompas Gramedia Building Jl. Palmerah Barat 29-37, Jakarta 10270 Telp. (021) 53650110-53650111, Ext 3214 Webpage: http://elexmedia.co.id 122131187
Cover.indd1 1 Untitled-3
16/07/2013 7:13:24 10:27:58 7/18/2013 PM
The Passionate Photographer
ain
do
.b
lo gs p
ot
.c om
sepuluh langkah menjadi fotografer yang hebat
pu
st ak
Steve Simon
8252_Passionate_(i-viii).indd 1
5/07/2013 1:22:17 PM
THE PASSIONATE PHOTOGRAPHER: TEN STEPS TOWARD BECOMING GREAT By Steve Simon Published by Pearson Education, Inc, publishing as New Riders, Copyright © 2011 by Steve Simon except where noted All photography © Steve Simon except where noted New Riders 1249 Eighth Street Berkeley, CA 94710 510/524-2178 510/524-2221 Find us on the Web at www.newriders.com New Riders is an imprint of Peachpit, a division of Pearson Education
ot
.c om
All right reserved. No part of this book may be reproduced or transmitted in any forms or by any means, electronic or mechanical, including photocopying, recording or by any information storage retrieval system, without permission from Pearson Education, Inc. Bahasa Indonesia language edition published by PT ELEX MEDIA KOMPUTINDO, copyright © 2013.
lo gs p
THE PASSIONATE PHOTOGRAPHER: SEPULUH LANGKAH MENJADI FOTOGRAFER YANG HEBAT
.b
Oleh Steve Simon
ain
do
122131187 ISBN: 978-602-02-1482-5
pu
st ak
© 2013 PT ELEX MEDIA KOMPUTINDO, Jakarta Hak cipta dilindungi undang-undang Diterbitkan pertama kali oleh penerbit PT ELEX MEDIA KOMPUTINDO Kelompok Gramedia, Anggota IKAPI, Jakarta 2013 Dilarang keras menerjemahkan, memfotokopi, atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dari penerbit. Dicetak oleh percetakan PT Gramedia, Jakarta Isi di luar tanggung jawab percetakan
8252_Passionate_(i-viii).indd 2
5/07/2013 1:22:17 PM
Untuk istriku,Tanja,Inspirasi terbesarku …Dan untuk fotografer yang bergairah di manapun anda berada.
8252_Passionate_(i-viii).indd 3
5/07/2013 1:22:17 PM
daftar isi Perkenalan
vii
Langkah satu
GAIRAH: SEINCI LEBARNYA, SEMIL DALAMNYA
Inspirasiku Inspirasimu Menemukan Gairahmu Jumlah Buku yang bagus Howard Chapnicks tentang Foto Esai Pribadi Pelajaran yang Dipelajari-Kekuatan Fotografi… Ide Adalah Segalanya Gerakan Tantangan Pribadi Pertemuan Ceritamu Komponen Tertulis Sebuah Kerangka Kerja Langkah Pertama-Aksi: Gairah: Sebuah latihan curah pendapat untuk cerita/ide proyek
2
4 11 11 12 13 14 15 18 21 22 23 23 25 27 28
29
Langkah dua
VOLUME, VOLUME, VOLUME: 10.000 JAM: LATIHAN DAN KETEKUNAN
Buru-Buru dan Menunggu Tutup Celahnya Potretlah Gaya dan Teknik Kuasai Peralatanmu dan Kreativitasmu Akan Membumbung Tinggi Sederhanakan Peralatan dan Keahlian Teknis Bagaimana Cara Kerja Saya: Prioritas Apertur Mengapa Saya Memilih Prioritas Apertur ISO dan Auto ISO Shutter Speed yang Menentukan Perdebatan untuk JPEG vs RAW Perdebatan untuk RAW vs JPEG Teman Baikmu: Histogram
8252_Passionate_(i-viii).indd 4
31
34 35 36 37 40 43 46 46 48 50 52 55 55 57
Memandang Hadiah 61 Langkah Dua-Aksi: Volume, Volume, Volume: Potretlah Saja 61
Langkah tiga
BERUSAHALAH: JANGAN MENYERAH PADA KEAJAIBAN
Beberapa Panduan Dasar Momen Mengerjakan Pemandangannya Gantilah Sudut Pandang Masalah dengan Zoom Pilihan dan Keterbatasan Lebih tentang Dekonstruksi Musuh Kesabaran dalam Komposisi dan Kehidupan Tips Autofokus Desain dan Tradisi di Komposisi Keseimbangan dan Ritme Aturan Sepertiga (Rule of Thirds) Garis Penuntun Bingkai di dalam Bingkai Skala Latar depan yang tidak fokus Horizon Pelajaran yang Dipelajari-Jangan Menyerah pada Keajaiban Langkah Ketiga-Aksi: Kerjakanlah
63
66 69 70 70 72 74 75 77 80 81 84 85 85 87 87 87 87 87 92 95
Langkah empat
PETUALANGAN YANG KESEPIAN: KONSENTRASI DAN JANGAN MENETAP DI ZONA NYAMAN ANDA
Belajar Berkonsentrasi Insting dan Intuisi Di dalam Momen Melawan Rintangan Fotografer Pelajaran yang Dipelajari-Insting, Intuisi, dan Konsentrasi Mencari Arah Image Review The Fixer Membayar untuk Foto
97 98 102 104 105 106 109 112 113 113
5/07/2013 1:22:17 PM
Pemanasan Langkah Keempat-Aksi: Petualang yang Kesepian: Menjadi Pemilih
114 Editor Terbaik dan Terburukmu 168 Kesan Pertama 171 Pelajaran yang Dipelajari-Menghapus atau Tidak Menghapus 174 Backup Sesegera Mungkin 176 Apakah Saya Mengatakan “Kejam”? 176 Menjadikannya Lebih Baik 177 Editing dengan Tujuan 180 182 Cari Pendapat Orang Lain Rangkaian dan Susunan 183 Paska Inspirasi 185 Langkah Ketujuh-Aksi: Seni Mengedit: Kedua Kalinya 186
117
Langkah lima
st ak
145
pu
Langkah enam
IKUTILAH CAHAYA DAN BELAJARLAH UNTUK MENGUASAINYA
Mengikuti Cahaya Warna Pelajaran yang Dipelajari-Cari Cahaya dan Melekatlah Padanya Sebuah Catatan tentang Post Processing Temperatur Warna dan White Balance Hitam Putih Langkah Keenam-Aksi: Ikuti Cahaya
147
151 152 154 156 157 162 164
Langkah tujuh
SENI MENGEDIT: PILIH DENGAN BAIK DAN JADILAH YANG TERBAIK
8252_Passionate_(i-viii).indd 5
.c om
Langkah delapan
166
ot
MENILAI KEKUATAN DAN KELEMAHAN: JANGAN PERNAH BERHENTI BELAJAR DAN BERKEMBANG
lo gs p
.b
120 121 121 122 126 130 132 132 132 134 136 138 140 140 141
ain
Portrait yang Melampaui Permukaan Portrait Candid Akses adalah Segalanya Berbicara dengan Orang Asing Tolong, Jangan Ada “Cheese” Senyuman Menyeringai yang Disengaja Formalitas Kontak Mata atau Tidak Bersiaplah untuk Spontanitas Berusahalah dengan Saya, Sayang Pelajaran yang Dipelajari-Kepala Suku Penugasan Portrait Pencahayaan Semakin Besar, Semakin Lembut Sederhanakanlah Langkah kelima-Aksi: Portrait yang Menggugah: Impian dan Rasa Takut
119
do
PORTRAIT YANG MENGGUGAH: MEMOTRET ORANG MENJADI LEBIH MUDAH
189
Kecelakaan Beruntung dan Belajar dari Kesalahan Amati dengan Teliti Berpikir Kritis Pelajaran yang Dipelajari-Menjadi Terbuka Potretlah Langkah Kedelapan-Aksi: Kekuatan dan Kelemahan: Potretlah
192 196 198 200 203 204
Langkah sembilan
RENCANA KEGIATAN: MENETAPKAN SASARAN DAN MEMBUAT STRATEGI
207
Sasaran Nomor Satu Tandai Mereka Sasaran Proyek Sasaran Artistik Sasaran: Ikutilah Lokakarya (Workshop) Sasaran: Cari Kritik Pelajaran yang Dipelajari-Jika Anda Ingin Mengetahui Sesuatu dengan Baik, Ajarkanlah Sasaran Teknis dan Memotret Lebih Banyak Sasaran Bisnis Sasaran Peralatan
209 210 211 213 213 213
214 216 216 216
5/07/2013 1:22:17 PM
Langkah Kesembilan-Aksi: Sasaran dan Strategi
218
Langkah sepuluh
MENINDAKLANJUTI: BAGIKAN VISIMU DENGAN DUNIA Jaringan Sosial Sekilas tentang Twitter Facebook LinkedIn Pengalamanku Bisnis Situs dan Blog Buku yang Bagus Pertemuan Personal Pelajaran yang Dipelajari-Menjaga Keyakinan: Proyek Empty Sky Langkah Kesepuluh-Tindakan: Meninjau dan Menindaklanjuti Langkah 1: Gairah: Seinci Lebarnya, Semil Dalamnya
221 223 223 224 225 226 226 228 229 232 236 244 244
Langkah 2: Volume, Volume, Volume: 10.000 Jam: Latihan dan Ketekunan Langkah 3: Bekerjalah: Jangan Menyerah pada Keajaiban Langkah 4: Petualang yang Kesepian: Konsentrasi dan Jangan Pernah Menetap di Zona Nyaman Anda Langkah 5: Portrait yang Menggugah: Memotret Orang Menjadi Lebih Mudah Langkah 6: Ikutilah Cahaya… dan Belajar untuk Menguasainya Langkah 7: Seni Mengedit: Pilihlah dengan Baik dan Jadilah yang Terbaik yang Anda Bisa Langkah 8: Meninjau Kekuatan dan Kelemahan: Jangan Berhenti Belajar dan Bertumbuh Langkah 9: Rencana Aksi: Menentukan Sasaran dan Membuat Strategi Langkah 10: Menindaklanjuti: Bagikan Visimu ke Dunia UCAPAN TERIMA KASIH
244 245
245 245 245
246
246 246 247 248
8252_Passionate_(i-viii).indd 6
5/07/2013 1:22:17 PM
perkenalan Ketika saya memikirkan kembali semangat awal yang membangkitkan gairah fotografi saya, pikiran tersebut membawa saya ke masa kanak-kanak. Secara spesifik saat saya berusia sebelas tahun. Di luar gedung apartemen saya di pinggiran kota Montreal, dua teman terbaik saya, Andre dan Roger, sedang melahap katalog toko dengan penuh semangat. Saya dengan cepat bergabung dengan keantusiasan mereka. Halaman demi halaman berisi gambar kamera yang keren didekorasi dengan tombol-tombol dan kenop-kenop. Saya harus mengakui bahwa bukan fotografi sebagai alat perubahan sosial yang saya pikirkan. Saya terpikat dengan kamera sebagai objek keren yang saya ingin saya miliki. Objek yang saya dambakan? Dewi Rusia bernama “Zenit E.” yang menggambarkan keindahan dari alat yang rumit dengan semua kenop-kenop gaibnya, ditambah dengan fakta, 79 Dolar, merupakan harga yang terjangkau bagi keuangan untuk kalangan seorang loper koran. Dengan minat di jurnalisme, saya menghabiskan tabungan pertama musim panas saya di sebuah mesin ketik manual dan akan menghabiskan tabungan hidupku untuk sebuah alat yang akan menyelamatkan saya dari mengetik seribu kata setiap kali saya menekan tombol jepret. Itu berubah menjadi investasi terbesarku. Antusiasme saya terhadap proses tidak tertahankan ketika saya akhirnya membeli kamera pertama saya, sebuah Yashica TL Electro X (yang saya pilih daripada Zenit). Setiap hari, saya memanjat gedung di jalan Ward di kota Montreal untuk memotret pemandangan matahari terbenam yang indah dan kapal terbang yang mendekati bandara Pierre Elliott Trudeau International (yang dahulunya bernama Dorval). Saya tidak ingat secara sadar pernah berpikir tentang suatu saat nanti saya akan berada di atas pesawat yang saya potret dan melihat dunia dengan kamera saya, tapi itulah yang terjadi. Jika diingat kembali, itu yang saya impikan. Saya berpikir tentang orang-orang yang berada di pesawat jet dan berspekulasi tentang siapa mereka dan darimana mereka berasal. Kamera adalah tiket saya
8252_Passionate_(i-viii).indd 7
Matahari terbenam, dari atap apartemenku di Jalan Ward di kota Montreal. Ditangkap di film GAF ASA 500. © Steve Simon
utuk mencapai mimpi berkelana dan mempunyai pengalaman dengan orang-orang dan budaya yang baru, dan pengalaman ini mengubah pandangan saya terhadap dunia di sekitar saya. Tentu mata saya selalu terbuka, namun dengan kamera, saya merasa seperti melihat untuk pertama kalinya. Karunia fotografi ada di luar sana, di mana-mana, tidak terbatas dan gratis untuk diambil. Saya juga mengetahui saya menemukan sesuatu yang tidak akan membuat saya merasa bosan. Fotografi tidak hanya menyenangkan dan bermanfaat tapi juga salah satu cara bagi seorang anak pemalu untuk berkomunikasi dan membagikan visi dan gairahnya ke dunia. Hal tersebut adalah masa lampau, dan banyak yang telah berubah. Tapi antusiasme saya terhadap fotografi meningkat lebih kuat. Ini juga adalah hadiah dari fotografi, sebuah cinta seumur hidup. Jika anda membaca ini, saya kira Anda tahu maksud saya. Saya pernah memiliki banyak kamera sepanjang beberapa tahun dan telah mengalami perubahan cara pikir dari analog ke digital. Meski dengan perubahan yang dramatis ini, konsep penting fotografi tetap sama. Isi foto yang terpenting. Sebuah foto memiliki kekuatan untuk menggerakkan manusia, mencerahkan, memberitahukan, menghibur dan
5/07/2013 1:22:18 PM
dunia dengan cara unik yang kita semua miliki tapi tidak selalu memiliki kepercayaan diri untuk mengembangkannya. Tidak pernah ada waktu terbaik untuk meneruskan perjalanan fotografi. Kita semua berada di era keemasan yang baru. Gairah saya disulut, sama seperti saat teman-teman dan saya terpikat dengan katalog kamera, bermimpi mengikuti kamera dalam petualangan bersamanya. Jika Anda membaca buku ini dan berusaha secara serius dalam sepuluh langkah ini, saya berjanji Anda akan menjadi fotografer yang lebih baik dan api gairah Anda untuk fotografi akan tersulut dan menyala selalu.
pu
st ak
ain
do
.b
lo gs p
ot
.c om
mengubah cahaya dan waktu menjadi sesuatu yang berwujud. Foto bisa mengubah dunia. Ini semua ada dalam The Passionate Photographer: sepuluh langkah menjadi hebat. Jika Anda pernah merasa kecewa atas perbedaan di antara foto yang Anda bayangkan dengan hasil yang Anda dapatkan, buku ini akan mendekatkannya untuk Anda. Melihat kembali tigapuluh tahun di fotografi, saya telah menyisihkan pengalaman saya tentang cara terbaik untuk membantu Anda menjadi fotografer yang lebih baik. Saya telah menyaring proses ini ke dalam sepuluh langkah. Buku ini mengemukakan ide dan solusi kreatif untuk menarik visi pribadi setiap pembaca, memberi semangat untuk melihat
8252_Passionate_(i-viii).indd 8
5/07/2013 1:22:18 PM
Bayangan dari pesawat terbangku dalam perjalanan ke Nairobi; Nikonku dan saya, memulai petualangan yang baru. © Steve Simon
8252_Passionate_(001-029).indd 1
5/07/2013 1:04:30 PM
Langkah Pertama GAIRAH: SEINCI LEBARNYA, SEMIL DALAMNYA “Gairah ada di dalam semua pencarian yang hebat dan dibutuhkan untuk semua usaha kreatif.” —W. Eugene Smith
Semua yang saya inginkan adalah memotret. Saya berumur 16 tahun, dan saat itu adalah impian musim panas. Sebuah kamera Nikon FM dengan lensa 35mm f/2.8 bergantung di leher saat saya mengendarai motor Honda 70cc, sekitar pinggiran kota Montreal, mendokumentasikan kehidupan komunitas untuk sebuah koran mingguan yang sudah tidak terbit lagi. Dan saya dibayar untuk pekerjaan itu! Tahun-tahun berikutnya, saya tamat dari universitas dengan gelar di jurnalistik, dan saya tidak bisa menahan antusiasme saya untuk memulai karir foto jurnalistik. Saya muda dan idealistik saat hari pertama saya di koran The Edmonton Journal, dan tidak bisa menunggu untuk membidik kamera saya pada isu dan cerita yang menurut saya penting.
8252_Passionate_(001-029).indd 2
5/07/2013 1:04:35 PM
1.1 Dua anak laki-laki. Sulit membuat foto yang buruk dari kedua anak laki-laki ini. Saya hanya membingkai dan menjepret, tapi tidak hanya sekali. Ada yang terjadi di antara mereka, maka itu saya terus menjepret dan mendapatkan seri dari ekspresi yang menarik. Foto ini adalah favorit saya. © Steve Simon
8252_Passionate_(001-029).indd 3
5/07/2013 1:04:36 PM
4
The Passionate Photographer
Percepat satu dekade. Setelah 10 tahun yang gemilang, terkadang frustasi namun membangkitkan semangat sebagai fotografer berita, saya selalu merasa sulit untuk tetap merasa segar dan tertantang. Tugas harian menjadikan saya seorang fotografer yang terampil dan cepat dalam pekerjaan, mampu mengatasi berbagai variasi situasi dan bekerja untuk membuat foto yang terkuat dalam setiap penugasan. Tapi saya menjadi kurang sabar, sering mundur ke zona nyaman saya, merasa terpaksa bekerja dengan formula yang pasti karena keterbatasan waktu. Saya siap untuk mengadakan perubahan dalam fotografi, sebuah jalan untuk memperlambat dan mencari jalan
kembali ke visi murni yang dulu saya punya sebagai fotografer muda, mencari kesukacitaan yang hilang dan menghidupkan kembali gairah saya(1.2). Dalam berevolusi sebagai seorang fotografer, untuk menapaki langkah selanjutnya, Anda harus membebaskan diri Anda dari rutinitas fotografi. Fotografi adalah pencarian kreatif, dan setiap fotografer memiliki visi yang unik tentang dunia. Untuk mencapai inti dari jiwa fotografi kita adalah jujur kepada diri sendiri dan bertanya “Apa yang saya coba untuk ungkapkan melalui fotografi?” Masukilah gairah untuk mengerjakan proyek pribadi (1.3). Jika ada satu konsep yang saya ingin Anda ambil dari buku ini yaitu, hal yang paling memuaskan dari proses fotografi adalah saat Anda menemukan sebuah proyek atau tema yang menggairahkan Anda. Jangan salah sangka; saya tidak menganjurkan Anda untuk keluar dan mengubah dunia dengan kameramu (Yang saya percayai bisa terjadi). Tapi dengan menemukan arti dan tujuan dari proses pembuatan foto, Anda akan belajar tentang diri sendiri dan dalam waktu yang bersamaan, meningkatkan visi fotografi pribadi Anda.
INSPIRASIKU
1.2 Bertahun-tahun saya sebagai fotografer surat kabar adalah pengalaman fotografi dan hidup yang keras, tapi saya siap untuk melambatkan diri dan mengambil proyek pribadi jangka panjang. ©Steve Simon
8252_Passionate_(001-029).indd 4
Di musim panas tahun 1996, dengan uang yang saya tabung dan cuti dari pekerjaan koran, saya berangkat menuju perjalanan fantastis dengan mobil Ford Topaz tahun 1990 untuk berkelana ke negara bagian yang membatasi Canada, dari Maine ke Alaska. Ini adalah cara saya untuk membangkitkan cinta saya dengan fotografi; perjalanan adalah tujuan saya, memberikan saya pengalaman yang dapat saya pelajari dan membuat saya bertumbuh. (1.4). Saya akan berbicara lebih banyak tentang mencari inspirasi di bab ini kemudian, tapi bagi saya, inspirasi pernah datang dari sebuah artikel di koran di mana seorang penulis Canada Margaret Atwood mengatakan bahwa Kanada semakin lama semakin menyerupai Amerika Serikat, baik atau buruknya. (1.5). Ini adalah sebuah cetusan yang memicu ide saya. Saya bertanyatanya: Jika Canada menjadi menyerupai Amerika Serikat, apakah kita akan terlihat lebih mirip seperti Amerika Serikat? Bagaimana itu akan terlihat? Saya memutuskan untuk melakukan perjalanan darat untuk mengamati kehidupan dan mencari
5/07/2013 1:04:47 PM
5
pu
st ak
ain
do
.b
lo gs p
ot
.c om
langkah 1: gairah seinci lebarnya, semil dalamnya
1.3 Paman Sam sedang diwawancarai di kota New York, dari proyek “America at the Edge”. ©Steve Simon
8252_Passionate_(001-029).indd 5
5/07/2013 1:04:48 PM
6
The Passionate Photographer
1.4 Sebuah teater drive-in di Twin Falls, Idaho. Dari proyek “America at the Edge”. ©Steve Simon
8252_Passionate_(001-029).indd 6
5/07/2013 1:04:53 PM
pu
st ak
ot lo gs p
ain
do
.b
jawabannya, dan saya akan melakukan itu hanya di daerah perbatasan yang membatasi kedua negara. Saya berpikir, dengan fotografi saya dapat menjelaskan bagaimana kehidupan di sisi utara Amerika Serikat, dan memberikan warga Kanada cuplikan masa depan kita sendiri. “America at the Edge” menjadi judul untuk proyek pribadi saya. Proyek ini cocok untuk saya. Sebagai anak yang besar di Montreal, saya sering berjalan-jalan bersama keluarga untuk berlibur di daerah perbatasan, dan saya ingat betapa berbeda dan menarik hati kehidupan di tempat yang baru dan aneh ini. Saya juga ingin proyek yang tidak terlalu spesifik sehingga memberikan saya ruang yang cukup untuk bereksperimen di sepanjang lanskap geografis luas yang akan saya liput. Saya mengambil beberapa variasi kamera untuk mendorong saya keluar dari pembatas yang saya buat sendiri dan seringkali tanpa sadar selama bertahun-tahun. Saya ingin merasa berbeda ketika saya memotret pekerjaan ini, sebuah alasan yang bagus untuk mencoba variasi kamera dan format. Tapi saya juga ingin proses pembuatan gambar menjadi kebiasan - teratur dan cepat - merasakan dan bereaksi dengan insting. Hampir setiap foto saya buat dengan lensa lebar, untuk menampilkan perasaan intim/ dekat yang saya harap dapat tersampaikan. Saat itu adalah era sebelum digital, dan saya dilengkapi oleh kamera SLR Nikon, sebuah kamera Leica M6 dan sebuah kamera Pentax 645 dengan sebuah alat perekam untuk mewawancarai orang di sepanjang jalan. Saya pikir bijak untuk menjaga kebiasaan menyimpan catatan dan informasi dengan cermat, yang akan berguna jika Anda ingin menulis buku atau menyelenggarakan pameran. Mengumpulkan artefak yang relevan adalah ide yang bagus, juga memikirkan komponen multimedia seperti audio dan video. Anda juga ingin proyek Anda memiliki opsi sebanyak yang Anda bisa, karena mustahil menebak bagaimana proyek ini akan menjadi seperti apa. Tidak selalu mudah menemukan kondisi fotografi Zen yang saya cari, terutama ketika saya berjuang dengan peralatan baru dan tidak terbiasa. Jika ditinjau kembali, penyerderhanaan proses akan membuatnya lebih masuk akal - satu kamera dan lensa-lensa. Tapi itu kesimpulan yang perlu dikerjakan nanti. Perjalanan tersebut adalah perjalanan yang menakjubkan, perjalanan yang mengajarkan saya kerangka sepuluh langkah yang saya sampaikan ke Anda.
7
.c om
langkah 1: gairah seinci lebarnya, semil dalamnya
8252_Passionate_(001-029).indd 7
1.5 Artikel oleh Margaret Atwood.
Saya menyadari bahwa, bagi seorang fotografer, hari tidak pernah berakhir. Hidup adalah 24 jam/7 hari dan begitu juga kesempatan untuk memotret. Penampilan, perasaan, cahaya dan irama sebuah tempat berubah secara terus menerus dan berpotensi menjadi menarik di waktu yang berbeda. Saya hanya perlu memilih situasi, kapan dan di mana untuk memotret. Saya perlu menggunakan potensi visual sebagai kriteria saya, dan belajar untuk memperlambat diri dan sabar. (1.6-1.9)
5/07/2013 1:04:54 PM
8
The Passionate Photographer
1.6-1.9 Empat foto dari proyek “America at the Edge” ©Steve Simon
8252_Passionate_(001-029).indd 8
5/07/2013 1:04:58 PM
8252_Passionate_(001-029).indd 9
langkah 1: gairah seinci lebarnya, semil dalamnya
9
5/07/2013 1:05:05 PM
1.10 Penahanan di Spokane, Washington. Dari proyek “America at the Edge”. ©Steve Simon
Proyek ini mengajarkan saya pahala yang saya terima karena meninggalkan zona nyaman dan mengatasi ketakutan saya. Seorang pemalu yang bekerja di sebuah proyek yang membutuhkan Anda untuk berhubungan dengan orang asing yang tentunya mengharuskan saya meninggalkan zona nyaman dan mengatasi ketakutan saya; Saya menguraikan strategi untuk memotret orang di langkah Langkah 5. Saya belajar untuk mempercayai insting dan intuisi saya ketika saya memotret bangsa Aryan, dan saya mempelajari bahwa kesabaran dan ketekunan akan sering kali berbuah foto-foto yang hebat. Saya mendengar tentang seorang warga Kanada, Ronald Smith, terancam hukuman mati di Montana. Karena saya mencari isu seperti hukuman mati di kedua belah pihak antara Kanada dan Amerika Serikat, saya ingin mewawancarai dan memotret dia. Birokrasi itu panjang, tapi setahun setelah saya menulis surat ke penjara, ke pengacara Ronald Smith dan ke Ronald Smith sendiri, akhirnya saya diberi
8252_Passionate_(001-029).indd 10
izin. Beberapa cerita sepertinya mustahil diakses, tapi Anda akan terkejut dengan jumlah izin yang diberikan kepada fotografer untuk hal-hal yang sepertinya mustahil; hal ini selalu patut untuk dicoba. Saya menyadari di setiap situasi adalah sebuah proses, dan dengan melakukan tarian komposisi dan bergerak mengelilingi subjek - mata ke jendela bidik saya akan melihat subjek saya dari semua sudut, yang akan membawa saya ke foto hebat yang tidak akan saya dapatkan jika saya tidak melakukannya (1.10). Cara untuk bergerak mengelilingi subjek Anda, seperti diuraikan di langkah ketiga, meningkatkan waktu untuk editing karena membuat pilihan menjadi sulit karena saya memiliki banyak foto yang saya sukai. Saya belajar untuk mengedit foto secara menyeluruh (Langkah ke-7) dan mencari opini pihak kedua yang bisa dipercayai yang memberikan wawasan yang saya butuhkan karena saya terlalu dekat dengan materi fotonya untuk bisa melihat secara objektif. Bagian proses editing ini membantu
5/07/2013 1:05:08 PM
saya belajar, tumbuh dan meningkat. Dengan melihat contact sheet dan melihat kapan saya bekerja tidak cukup keras, saya belajar dari kesalahan dan, ketika memungkinkan, saya selalu kembali dan memperbaikinya - Hal itu adalah suatu cara yang baik untuk menguatkan kelemahan fotografi (Langkah ke-8). Saya menemukan bahwa ketika perhatianku terbagi, saya tidak akan melakukan pekerjaan yang terbaik. Saya perlu mendisiplinkan diri sendiri, untuk berkonsentrasi untuk mencapai zona fotografi, yang saya bahas di Langkah ke-4. Saya belajar untuk mengikuti cahaya untuk meningkatkan kesempatan saya untuk mendapatkan foto yang bagus (Langkah ke-6), dan waspada dan bekerja dengan cepat ketika cahaya sedang bagus karena cahaya bergerak sangat cepat. Saya menentukan sasaran yang dapat ditindaklanjuti untuk proyek saya dan melekat padanya (Langkah ke-9), memberikan ruang untuk spontanitas dan, ketika perasaan menuntun saya ke sana, keluar melewati batas. Ketika saya selesai saya tidak malu untuk mencari kesempatan yang membantu saya untuk mendapatkan visiku ke dunia (Langkah ke-10). Begitu banyak perkembangan - dan semua berasal dari satu proyek. Semua proyek pribadi saya telah sangat bermanfaat. Banyak hal yang baik terjadi tanpa saya sangka - sepanjang perjalanan dan sepanjang karya. Saya menjadi lebih antusias daripada sebelumnya. Saya telah menemukan kembali kesukacitaan terhadap fotografi. Saya merasa seperti anak muda, mengendarai motor melalui pinggiran kota Montreal, mencari foto selanjutnya.
INSPIRASIMU Tapi bagaimana Anda bisa mengetahui visi pribadi, dan bagaimana Anda memelihara dan mengembangkannyanya? “Berpikir besar” adalah apa yang direkomendasi oleh editor foto Kathy Ryan, dan itu adalah nasihat yang bagus. Tentu, semua ide besar dimulai dengan langkah kecil, dan mendapatkan idemu adalah apa yang harus dilakukan terlebih dahulu. Anda tidak akan tahu dengan pasti bahwa idemu bisa dilaksanakan sampai Anda memulai proses pemotretan.
8252_Passionate_(001-029).indd 11
langkah 1: gairah seinci lebarnya, semil dalamnya
11
Bertahun-tahun yang lalu, ketika saya menabrak dinding kreatifku sebagai fotografer koran, saya kebanyakan terinspirasi dengan karya dokumenter yang hebat yang saya lihat di buku-buku, majalahmajalah dan di Web. Saya melihat karya dari orangorang yang tercerahkan menampilkan karya yang inovatif dan dalam. Karya tersebut sering dibuat di waktu luang mereka. Saya mengikuti lokakarya dengan fotografer dokumenter Eugene Richards, yang karyanya menghentikan saya di jalur yang saya ambil dan memotivasi saya untuk pergi ribuan mil untuk mengikuti lokakarya selama seminggu untuk melihat bagaimana dia melakukannya. Bagaimana dia bisa begitu dekat secara fisik dan emosi dengan subjek-subjeknya? Richards perlu cukup dekat dengan subjeknya untuk menyentuh mereka, dan sebuah lensa Olympus 21mm adalah alat yang digunakannya saat itu. Tapi masalah teknis adalah yang termudah; saya ingin mengetahui bagaimana dia bisa begitu dekat dengan subjek-subjeknya dan menangkap emosi yang begitu intim. Saya belajar bahwa konsentrasi, kesabaran, gairah dan empati untuk subjek-subjeknya adalah sebagian dari jawabannya. Lokakarya dia membuat saya menyadari bahwa saya tidak melakukan pekerjaan yang saya ingin lakukan. Saya menyadari bahwa saya perlu mencari cara baru untuk mengupas bawang dan pergi lebih mendalam lagi dengan kameraku. Menemukan proyek pribadi adalah cara saya untuk bebas dari belenggu kerjaan sehari-hari. Saya perlu mengejar cerita yang membuat saya bergairah; saya perlu mengikuti cerita secara mendalam dan dengan batasan yang hanya ditentukan oleh saya. Saya belajar untuk memperlambat diri dan meluangkan waktu untuk mendapatkan apa yang saya inginkan. Saya juga belajar meninggalkan beberapa proses yang menjadi rumusan yang menghambat saya untuk bergerak melebihi zona nyaman dan masuk ke tempat kreatif yang baru dan menarik. Saya ingin menjadi orisinal, otentik dan jujur sebagai pribadi dan fotografer.
MENEMUKAN GAIRAHMU Mengarahkan energi fotografi dan gairah ke dalam suatu cerita atau tema adalah sesuatu yang saya
5/07/2013 1:05:08 PM
12
The Passionate Photographer
percaya akan menuntun Anda melalui sepuluh langkah menjadi seorang fotografer yang hebat. Gairah yang akan membawamu ke sana... jika Anda mengizinkannya. Tapi Anda harus mencari cerita dan tema yang menginspirasimu untuk berkomitmen dan mendorongmu untuk bekerja keras, menggerakkan dirimu melewati masa frustrasi dan rintangan, mendorong Anda menuju kompentensi dan kesukacitaan fotografi yang Anda bahkan tidak bisa bayangkan saat Anda membaca ini. Di langkah aksi di akhir bab ini, Anda akan mendapatkan rangkaian pertanyaan untuk menolong Anda mencari gairahmu, ceritamu. Mari lihat proses dan proyek yang dapat menginspirasi ceritamu.
JUMLAH Chuck Close adalah seorang seniman yang dengan visinya yang unik, artistik dan konsisten telah membuat dia menjadi salah seorang seniman kontemporer yang paling penting saat ini. Tekniknya sangat mirip dengan fotografi digital, meskipun dia telah berkarya jauh sebelum kamera digital ada. Close sering bekerja dari foto yang dia buat, dan gambarnya berisi lukisan kecil, piksel individual seperti lukisan, yang jika dipandang dari kejauhan memiliki makna baru yang sama sekali berbeda.
Jumlah dari kotak “piksel” menceritakan hal yang sangat berbeda daripada setiap piksel yang unik. (1.11-1.13). Ini adalah proses yang membuat pekerjaan Close sejalan dengan maksudku untuk menjalankan sebuah proyek atau tema. Ketika Anda menjalani sebuah proyek, Anda berjuang untuk membuat setiap foto sebagus-bagusnya. Tantangan dalam membuat kumpulan foto adalah membuat setiap foto kuat dengan sendirinya, tapi ketika digabungkan dengan yang lain secara cermat, pesan yang dikomunikasikan biasanya akan lebih besar dan rumit daripada yang dapat dikomunikasikan oleh tiap bagian individu sendiri-sendiri. Jumlahnya lebih besar daripada bagian-bagiannya. Ide cerita bisa didapatkan dari mana saja. Saya cenderung membaca sebanyak yang saya bisa, membaca blog, majalah dan koran, dan pekerjaan fotografer lainnya. Tapi banyak ide terbaik datang dari kehidupan pribadi. Pengalaman pribadi dan menjelajahi hubungan pribadi sering menghasilkan cerita terbaik dan bermanfaat. Dorongan saya untuk Anda adalah untuk memburu sebuah proyek atau tema yang berasal dari pengalaman pribadi. Seperti yang akan Anda temukan di Langkah ke-2, bukan sebuah misteri ketika Anda melalui sejumlah pekerjaan, Anda akan belajar dari pengalaman dan
detail
detail
1.11-1.13 Ketika Anda mempelajari lukisan Chuck Close dari dekat, Anda melihat piksel individual yang, jika dilihat dari jauh, terlihat sangat berbeda. Jumlahnya lebih banyak daripada bagian-bagiannya. ©Chuck Close, atas kebaikan The Pace Gallery
8252_Passionate_(001-029).indd 12
5/07/2013 1:05:16 PM
Anda akan menjadi lebih baik. Semakin lengkap, liputan Anda akan menghasilkan hasil kerja yang lebih kuat, dalam, dan menarik. Sebagai contoh, jika cerita Anda melibatkan orang, seiring berjalannya waktu, mereka akan merasa lebih nyaman denganmu, mereka lebih santai dan menunjukkan pribadi mereka untuk ditangkap oleh Anda. Semakin banyak memotret membantu meningkatkan keterampilan dan membuat Anda fotografer yang lebih baik. Ini memungkinkan Anda untuk mengomunikasikan visimu ke dunia.
BUKU YANG BAGUS Ketika saya mencari ide dan inspirasi, saya suka pergi ke perpustakaan, mengambil sebuah buku, dan menemukan inspirasi di antara sampul buku. Tidak ada yang dicolok atau dicharge, aroma manis dari tinta di kertas, itu adalah pengalaman intim yang membuat saya masuk ke dalam kepala fotografer yang membuatnya. Ketika Anda melihat sebuah buku foto, sebagian besar hal yang Anda lihat adalah kulminasi dari proyek pribadi yang disusun dengan cara tertentu yang dimaksudkan oleh fotografer untuk dilihat Anda. Buku foto merepresentasikan proses yang lama dan sulit, dan banyak yang bisa dipelajari dari pekerjaan, pengeditan, urut-urutan, format dan kata-katanya. Itu adalah pintu masuk yang langka ke pikiran, hati dan jiwa. Kita melihat seketika apa standar yang ditetapkan. Saya menghabiskan waktu menganalisa pekerjaan yang terbaik dan kemudian melihat karyaku secara kritis, menanyakan kepada diri sendiri apakah kualitas yang menginspirasi saya atau yang saya tanggapi bisa dimasukkan ke dalam fotografi saya. Dan lalu ada inspirasi dari ide-ide yang bisa dipicu dari melihat. Untuk memberikan Anda petunjuk tentang buku foto yang mana untuk dijelajahi, tiga dari referensi yang terbaik adalah buku tentang: The Photobook: A History, volumes 1 dan 2, oleh Martin Parr and Gerry Badger (Phaidon Press) dan Andrew Roth’s The Book of 101 Books: Seminal Photographic Books of the Twentieth Century (PPP Editions). Jilid referensi ini tidak hanya akan menunjukkan Anda isi buku bagus yang sulit dicari, tapi Anda akan juga melihat fotografi dan fotografer yang membuat buku ini hebat.
8252_Passionate_(001-029).indd 13
langkah 1: gairah seinci lebarnya, semil dalamnya
13
Para skeptis berkata, “Itu semua telah pernah dilakukan.” Tapi itu tidak masalah. Setiap dari kita membawakan visi unik milik sendiri ke sebuah tugas atau proyek, dan saya telah melihat berulang kali sepanjang tahun sebagai guru: dua fotografer di tempat yang sama dan waktu yang sama dengan hasil yang sepenuhnya berbeda dan sama-sama cemerlang. Ketika saya keluar memotret bersama istri saya, Tanja, yang menggunakan kamera saku yang kecil, saya diingatkan bahwa detail berwarna dan tekstur grafis yang dia lihat, lolos dari perhatian saya, dan kenyataan itu menginspirasi saya untuk melihat dengan cara baru. Ketika saya pertama kali pindah ke New York, saya menghabiskan sore hari di Coney Island, di mana saya telah membuat beberapa foto yang saya pikir bagus. Ketika saya melakukan pendekatan ke sebuah majalah untuk mempublikasikan foto saya, mereka mengatakan bahwa mereka dilarang untuk melihat foto dari Coney Island karena banyak fotografer memotret di sana dan mereka telah mempublikasikan beberapa karyanya. Tapi fotografer ke sana untuk sebuah alasan: Di sana merupakan tempat yang bagus untuk memotret! Hanya karena seseorang telah melakukan sebuah proyek tidak mengecualikan Anda untuk melakukan hal yang sama. Punyamu akan berbeda. Tentu saja adalah sesuatu yang bagus jika memiliki ide yang asli dan hebat, tapi jangan mengganggap ide tersebut ide yang buruk hanya karena hal itu telah pernah dilakukan sebelumnya; lakukan dengan lebih baik dan lakukan dengan caramu sendiri. Saya yakin Brassai bukan fotografer pertama yang memotret kota di malam hari. Tapi lihatlah foto yang cantik dan mewah di Paris by Night (Bulfinch), karya Brassai. Brassai akan menyusuri jalan-jalan kota Paris di malam hari dengan kamera Voiglander 6x9 dan lensa 105mm f/4.5 di tripod kayu, menangkap keindahan, suasana, dan misteri dari kota di plat negatif berbasis kaca. Itu adalah tahun 1930-an, ketika proses sangat tidak praktis dan sulit. Dia sering membutuhkan eksposur yang lambat, yang mana dia ukur dengan menyalakan rokok, menggunakan rokok murah dan cepat terbakar, Gauloise untuk eksposur singkat, dan rokok yang lebih tebal dan lambat terbakar, Boyard untuk eksposur lambat. Dia sering menggunakan teknologi flash bulb, yang merupakan teknologi baru pada saat tersebut dan lebih tidak berbahaya
5/07/2013 1:05:16 PM
14
The Passionate Photographer
Howard Chapnicks tentang foto esai Mungkin deskripsi terbaik yang pernah saya baca tentang bagaimana foto esai seharusnya diutarakan oleh Almarhum Howard Chapnick, pendiri agensi Black Star dan seorang figur legendaris di foto jurnalistik, menggambarkan di awal tahun 1990 apa yang dia pikir penting untuk sebuah foto esai di bukunya Truth Needs No Ally. Kita telah melihat perubahan paradigma ke digital sejak bukunya diterbitkan, tapi Chapnick mengingatkan kita bahwa pada akhirnya, foto merupakan yang paling penting, tidak peduli bagaimana itu diambil. Isi adalah yang terpenting, dan meskipun ditulis untuk komunitas dokumenter, kata-katanya benar, berlaku di apapun proyek pribadi yang Anda lakukan. Berikut ini adalah kutipan-kutipan dari bukunya: 1. Fotografer harus memulai dengan ide yang meyakinkan, ringkas, bisa diwujudkan secara jurnalistik, dan bisa diterjemahkan secara visual. 2. Subjek harus memiliki kedalaman dan keanekaragaman situasi, dan visual yang berulang-ulang harus dihindari. Setiap foto harus menambahkan dimensi baru untuk menambah pemahaman tentang subjek yang difoto. 3. Foto esai perlu waktu-waktu yang mengizinkan penjelajahan setiap nuansa dari subjek, waktu yang memungkinkan elemen konflik di dalam cerita untuk muncul dengan sendirinya, waktu bagi fotografer untuk terbenam ke subjek dan tumbuh memahaminya. 4. Foto esai membutuhkan kerjasama. Subjek dari cerita-cerita tersebut harus diberitahu di awal proyek bahwa tuntutan kepada mereka akan tinggi, yang mana fotografer mungkin akan masuk ke privasi individu untuk mendapatkan liputan yang lebih mendalam. 5. Jika cerita berdasarkan kepribadian individu,
itu harus menyingkapkan esensi dari individu, hal-hal kecil dan semuanya, dan tidak berisi iklan atau promosi menggantikan kejujuran dan realitas. 6. Foto esai yang hebat tergantung dari katakata untuk memperkuat foto-foto, untuk menginterpretasi ambigu di fotografi, untuk membentuk jurnalistik secara keseluruhan, di mana kata-kata dan gambar dicocokkan secara sempurna. 7. Di foto esai, prekonsepsi dan ilusi dihilangkan. Foto esai bisa menjadi perjalanan untuk penemuan di mana evolusi subjek adalah antitesis dari konsepsi orisinil. Seperti perjalanan Gene Smith ke kehidupan dari Dr. Albert Schweitzer di Lambarene. Pada awalnya, Smith diharapkan untuk mencari kesucian yang muncul di pikirannya, tapi setelah berbulan-bulan memotret Schweitzer, Smith menemukan dia adalah seorang yang otokratik lengkap dengan kelemahan-kelemahannya. 8. Sukses dari foto esai tergantung dari perhatian ke detail. Fotografer harus memiliki struktur di pikirannya, secara tertulis atau tidak, seiring dengan perkembangan esainya. Sepanjang perjalanannya, fotografer harus memiliki mental atau daftar tertulis terhadap foto-foto yang telah dibuat. Jadi, ketika karya tersebut selesai tidak ada celah yang tidak terisi di dalam cerita. 9. Merangkai fotografi esai bersifat pribadi. Hal itu tidak bisa dilakukan oleh komite. Itu adalah pernyataan individual, sedemikian kuat idenya sehingga biasanya hanya fotografer yang mampu merangkainya dengan cara yang bisa dipahami. Itu tidak berarti bahwa art director tidak bisa memberikan kontribusi dengan cara yang berarti untuk menata foto di halaman atau tidak bisa menambahkan gagasan ke struktur esai. Akan tetapi pada akhirnya, fotografer harus menentukan apa yang ingin diceritakan dan bagaimana menceritakannya. n
Kutipan dicetak ulang dari Truth Needs No Ally, oleh Howard Chapnick, dengan izin dari University of Missouri Press. Copyright ©1994 oleh kurator dari Universitas Missouri.
8252_Passionate_(001-029).indd 14
5/07/2013 1:05:16 PM
dibandingkan dengan bubuk flash (terutama saat menggunakan rokok sebagai pengukur waktu). Karya Brassai menginspirasi dari sisi keindahan dan komposisi, dan itu bertahan sampai sekarang. Seperti apa blok, lingkungan atau kota Anda terlihat sewaktu matahari terbenam? Fotografi malam hari sangat menuntut, menantang, tidak dapat diprediksi, dan merupakan jenis fotografi yang memberikan kepuasan, dan ini sejenis proyek yang tersedia bagi semua untuk dijelajahi dan membawa visi masing-masing. Fotografer yang sangat berpengaruh di bidang dokumentasi, Diane Arbus pernah berkata tentang hal ini: “Semakin pribadi Anda membuatnya, semakin universal jadinya.” Secara pribadi, saya tidak tertarik dengan selebriti, dan lebih tertarik memotret kondisi kehidupan manusia, kehidupan manusia yang nyata - jantung dari foto jurnalisme (fotografi dokumentasi). Seperti musik, fotografi adalah bahasa universal yang kita semua pahami. Ada sejarah panjang di fotografi di mana fotografer mendokumentasikan keluarganya sendiri, menggunakan bakat mereka untuk membuat album keluarga untuk dibagikan kepada dunia. Foto keluarga ikonis seperti foto “A Walk to Paradise Garden,” karya W. Eugene Smith yang merupakan karya terakhir di pameran terkenal Edward Steichen, Family of Man, adalah foto dari anaknya sendiri. Tentu saja cinta, gairah dan bakat dapat bersinar ketika Anda memotret kehidupan dan keluarga sendiri. Dengan membuat pernyataan dalam buku yang bagus The World from My Front Porch, Larry Towel yang puitis dan penuh gairah mengombinasikan puisi dan prosa, artefak, dan gambar arsip dan cetakan dari album keluarganya yang dibuat lebih dari 20 tahun. Dia juga mengikutsertakan kliping dan observasi dari orang-orang yang digusur, orang yang difoto jauh dari beranda depannya tapi dekat dengan hatinya. Banyak dari karya Sally Mann fokus di lingkungan rumah dan pertumbuhan anak-anaknya. Kembali ke tahun 1992, The Houk Friedman Gallery di New York memesan lebih dari 300 cetakan, lebih dari 1/2 juta dolar dihasilkan oleh foto-foto yang misterius dan menggugah tentang anak-anaknya sendiri dan lingkungan rumahnya. Mantra “Foto apa yang Anda ketahui” tergambar di examination of Suburbia milik Bill Owen, judul dari proyek ini mendokumentasi gelombang migrasi
8252_Passionate_(001-029).indd 15
langkah 1: gairah seinci lebarnya, semil dalamnya
15
penduduk Amerika Serikat dan dirinya sendiri dari kota yang mulai berkembang di tahun 1960 (1.141.17). Ketika memilih cerita atau tema, Anda harus punya sudut pandang yang kuat dan mengenal kalau subjek tersebut memiliki potensi visual. Beberapa cerita sepertinya tidak berpotensi visual pada awalnya, tapi ketika kita bisa mendalaminya, banyak foto bagus bisa dibuat. Owens membidik teman-teman dan tetangganya di komunitas di mana dia hidup dan bekerja sebagai fotografer berita di Livermore, California dengan kamera medium format dengan film Tri-X 220. Hasilnya adalah karya yang sangat berpengaruh ke masa depan di mana foto-foto individual digabungkan dan menciptakan portrait kehidupan di pinggiran kota baru di Amerika Utara. Proyek Owen adalah proyek yang penuh pertimbangan. Dia akan memotret setiap Sabtu untuk setahun lamanya - membuat daftar foto yang harus diambil dan naskah untuk acara yang ingin dimuat seperti hari Natal, Thangksgiving, pesta Tupperware, dan ulang tahun – menggunakan kontak komunitas yang banyak didapatkannya dari pekerjaannya sebagai fotografer berita. Dia juga memasang iklan baris untuk mendapatkan subjek yang bersedia dan cocok, sebuah ide yang diperbarui oleh fotografer masa kini menggunakan layanan iklan gratis seperti Craiglist. Bill Owens memenuhi tantangan mencari yang luar biasa dari yang biasa. Ini semua tergantung dari sudut pandang masing-masing. Sulit untuk menyajikan foto yang kreatif, menggugah, dan menarik dari subjek yang tidak menarik, tapi jika Anda bisa memenuhi tantangan ini, maka ketika Anda mendapatkan subjek yang kuat, Anda akan membuat karya yang lebih baik lagi. Dalam menentukan apa dan siapa untuk dipotret, saya terus menerus melihat visual yang baik dan juga subjek yang lebih ramah. Orang yang ekspresif biasanya merupakan subjek yang bagus daripada orang yang menyimpan semuanya di dalam.
PRIBADI Saat mengobrak-abrik bagian fotografi di sebuah toko buku kecil di sebuah kota kecil, saya menemukan sebuah proyek personal bagus yang memberikan dampak besar bagi saya. Buku yang menginspirasi
5/07/2013 1:05:17 PM
1.14 - 1.17 Bill Owen menghabiskan waktu setahun setiap Sabtu untuk mendokumentasi fenomena pinggiran kota. ©Bill Owens
8252_Passionate_(001-029).indd 16
5/07/2013 1:05:23 PM
8252_Passionate_(001-029).indd 17
langkah 1: gairah seinci lebarnya, semil dalamnya
17
5/07/2013 1:05:31 PM
18
The Passionate Photographer
Pelajaran yang dipelajari KEKUATAN FOTOGRAFI…
Saya optimis terhadap masa depan fotografi di dunia yang penuh dengan hal-hal yang visual. Saya percaya akan kekuatan untuk membuat perubahan. Fotografi dapat mengubah cahaya dan waktu menjadi suatu bentuk fisik. Fotografi adalah bahasa universal yang kita semua bisa katakan, dan foto yang hebat mengomunikasikan banyak hal dalam sekejap, tanpa kata-kata dan suara. Kita berpikir di dalam foto; ingatan kita dibentuk olehnya. Foto dari sebuah kertas putih kosong dengan keterangan foto “Migrant Mother, Dorothea Lange, 1936” menyampaikan maksudku. (1.18). Tidak ada foto di sana, tapi jika Anda pernah melihat foto ikonik ini oleh Dorothea Lange, seorang ibu dengan dua anaknya, Anda bisa “melihat” fotonya sekarang. Anda bisa menghabiskan waktu yang lama dengan gambar yang kuat dan menemukan ses1.18 Dapatkah Anda melihat gambar uatu yang baru setiap saat Anda “Migrant Mother” oleh Dorothea Lange? melihatnya. Kepercayaan saya akan kekuatan fotografi untuk menggerakkan hati diyakinkan saat saya baru-baru ini menemui sebuah monumen peringatan di Kigali, Rwanda. Saya tergerak oleh pajangan kawat dan klip dari foto-foto korban pembantaian tahun 1994. (1.19 dan 1.20). Fotografi adalah salah satu cara untuk merekam kejadian penting hidup, sering kali diungkapkan pada saat-saat bahagia atau acaraacara besar. Ini adalah foto-foto yang dipajang - foto orang-orang yang semuanya dapat dihubungkan selama momen penting di dalam hidupnya. Untuk sebagian orang, foto adalah satu-satunya bukti kehadiran mereka. Sebuah pergerakan, tampilan yang kuat, dan sebagai fotografer, saya menghasilkan foto sebagai cara berbagi pengalaman dengan yang lain. Saya mempelajari bahwa rangkaian sesuatu peristiwa yang besar tidak selalu menceritakan cerita yang lebih besar. n
8252_Passionate_(001-029).indd 18
5/07/2013 1:05:33 PM
PELAJARAN YANG DIPELAJARI: KEKUATAN FOTOGRAFI…
19
1.19 dan 1.20 foto dari korban pembantaian. Pusat peringatan Kigali, Rwanda. ©Steve Simon
8252_Passionate_(001-029).indd 19
5/07/2013 1:05:38 PM
20
The Passionate Photographer
saya adalah The Day-to-Day Life of Albert Hastings (Princeton Architectural Press), oleh fotografer Amerika KayLynn Deveney. Dia sedang tinggal di Wales ketika dia bertemu Tuan Hastings, subjek dari ceritanya, yang berusia 85 tahun ketika mereka bertemu (dan kemudian meninggal di usia 91 tahun). Karya Deveney adalah sebuah pengingat bahwa ada cerita hebat dan subjek yang dekat dengan kita, dan bukan merupakan keharusan untuk berkelana jauh ke dunia untuk menemukan subjek foto yang menginspirasi. Dia harus meninggalkan zona nyamannya untuk memulai pertemuan yang menuntun dia ke proyek dan bukunya. Dia menulis di bukunya, “Saat pertama, saya merasa malu mengenalkan diriku ke Bert, tapi pada akhirnya saya menemuinya dan dia menyapa saya dengan ramah.” Apa yang dihasilkan adalah dokumentasi yang indah dari kehidupan seorang pria melalui fotofoto yang sederhana, lembut dan menggugah, dikombinasikan dengan karya seni Mr. Hastings dan keterangan foto (1.21-1.25). Melalui usaha kolaborasi mereka, kita memasuki dunia pribadi seorang pria tua yang hidupnya membuat kita berpikir tentang hidup kita dan orang-orang yang kita cintai. Selama 15 tahun di 2001-2002, Deveney
mengunjungi tetangganya selama tiga atau empat kali dalam seminggu, kadang memotret, kadang tidak. Kebanyakan dari fotonya merupakan foto detail: kaos kaki tuan Hastings tergantung di gantungan untuk dijemur; sebuah bunga Daffodil yang patah diselamatkan oleh karet gelang sehingga bunga itu dapat berdiri di mug kopi. “Sangat sulit untuk memotret di sebuah ruangan dalam waktu yang lama. Anda harus selalu menantang dirimu sendiri untuk melihat detail baru, memperhatikan nuansa cahaya dan kelakuan kecil dia. Sangat penting untuk tidak berhenti melihat,” kata Deveney. Saat Anda membalik setiap halaman, Anda akan mempelajari lebih banyak tentang rumah Hasting, kepribadian dan hidupnya. Di akhir buku, Anda akan merasa mengenal dia. Deveney menggunakan kameranya dengan perasaan sayang dan memahami cara untuk menyalakan lampu sorot ke pria yang biasa saja, dan menginspirasi pembaca untuk menghubungi orang seperti tuan Hastings yang kita kenal di kehidupan masing-masing. Jika Anda ingin melihat kekuatan kata-kata dan fotografi bekerja bersama, lihat karya Joel Sternfeld, On This Site (Chronicle Books). Sternfelds
1.21-1.25 Dari The Day-to-day Life of Albert Hastings, oleh KayLynn Deveney. “Sangat penting untuk tidak berhenti melihat,” katanya. ©Steve Simon
8252_Passionate_(001-029).indd 20
5/07/2013 1:05:46 PM
langkah 1: gairah seinci lebarnya, semil dalamnya
meleburkan foto jurnalisme dengan pemandangan dan fotografi adegan kriminal. Dia membuat karya ini saat pergi ke tempat terkenal di mana peristiwa tragis di Amerika terjadi dan memotret lagi tempat yang biasa saja. Hanya ketika Anda membaca kata-katanya dan menyadari apa yang terjadi di tempat tersebut, kekuatan dari proyek tersebut terasa. Tempat yang terlihat tidak berbahaya untuk membuat getaran yang kuat, memicu ingatan kita sendiri atas foto ikonik atau berita yang terpancar dari tempat itu. Sebuah ide proyek yang hebat, eksekusi yang bagus.
IDE ADALAH SEGALANYA Ketika saya menemukan kutipan dari Albert Einstein, Saya mengetahui kata-kata itu tergolong dalam bagian dari buku ini.
“Jika pada awalnya sebuah ide tidak terdengar konyol, maka tidak ada harapan untuk ide itu.” —Albert Einstein
21
jika Anda bisa melaksanakan ide-ide secara sukses, maka tidak ada ide yang buruk. Dengan beberapa proyek atau tema, Anda perlu melatih visi yang tunggal, mengikuti aturan dengan ketat terhadap sebuah ide bahwa setiap foto harus mengkontribusikan suatu ke cerita atau tema tersebut atau foto itu dikeluarkan, tidak peduli betapa bagusnya foto tersebut. Tucker Shaw memiliki ide bahwa dia akan memotret apapun yang dia makan selama setahun. Hasilnya? Sebuah buku berjudul Everything I Ate: A Year in the Life of my Mouth (Chronicle Books). Dia menggunakan kamera saku untuk memotret setiap makanan sebelum dia memakannya. Idenya sepertinya tidak biasa, dan memang tidak biasa. Namun hasilnya karya yang merangsang perenungan. Ketika Anda menelusuri katalog makanan Shaw, pertama kali Anda melihat, kemudian memroses, dan Anda mempribadikan dan membayangkan melihat katalog yang sama tentang apa yang Anda konsumsi di rentang waktu setahun. Lantas pikiran itu membuat Anda takut, dan Anda meletakkan buku tersebut. “Tentu, itu hanya sekumpulan foto makanan,
Pendapat saya tentang kutipan Einstein adalah,
8252_Passionate_(001-029).indd 21
5/07/2013 1:05:50 PM
22
The Passionate Photographer
tidak semuanya bagus, tapi itu hal yang paling jujur yang pernah saya lakukan. Tidak ada rahasia di foto-foto ini. Tidak ada yang hilang,” kata Shaw. Dia menggunakan fotografi dengan cara yang pintar dan sederhana sebagai alat arsip, dan keseluruhannya tentunya lebih besar daripada bagian-bagiannya. Saya memiliki beberapa ide lain yang sepertinya konyol bersemarak di rak bukuku. John Glassie membuat sebuah buku yang dinamakan Bicycles Locked to poles (McSweeney’s). Di sana, Anda menemukan gambar yang Anda pikirkan, sepeda terkunci di tiang. Seperti karya Shaw, katalog tersebut cukup polos, penggambaran secara langsung mulai mendapatkan momentum seiring Anda memandang sepeda demi sepeda, diabaikan dan sedih, dengan bagian yang hilang, menunjukkan apa yang diinginkan fotografernya untuk ditunjukkan kepada Anda. Itulah apa yang kita lakukan sebagai fotografer. Saya mengatakan kepada pemirsa, “Lihat ke sini. Ini lucu, sedih, memalukan, cantik.” Ini sepeda terkunci ke tiang. Andrew Danson adalah fotografer Kanada yang memutuskan dia akan memotret politikus Kanada sendirian di kantor mereka, dengan sebuah pelintiran. Di bukunya Unofficial Portraits (Doubleday of Canada), Danson sendiri tidak mengambil satu fotopun. Melainkan, dia membingkai foto dengan subjek di lokasi,mengatur lampu, mengatur eksposur, dan kemudian meninggalkan ruangan, di ruangan yang senyap dengan sebuah kabel pelepas rana (yang Anda bisa lihat di foto), dan akan mengambil 12 foto portrait diri sendiri. Ketika selesai, subjeknya akan datang dan menemuinya. “Beberapa politikus melihat ada humor di usaha pemotretan seperti itu sedangkan yang lain terlihat sangat serius. Karya ini mengenai kekuatan, citra diri, imajinasi dan tentang dialektika fotografi,” kata Danson. Hasilnya luar biasa. Beberapa dari subjeknya akan bergaya, mencoba memproyeksikan tampang percaya diri dan gagah-gagahan. Tapi kamera tidak bisa dibohongi, dan foto-foto tersebut sering malah terlihat lucu. Inspirasi dari proyek ini datang ketika bekerja jauh di luar dunia politik Kanada, ketika dia mendokumentasikan kemiskinan di Jamaika. Dia mengatakan kadang-kadang inspirasi datang ketika anda jauh dari rutinitas dan lingkungan.
8252_Passionate_(001-029).indd 22
GERAKAN Dan ada gairah untuk sebuah penyebab. Bisa didebatkan bahwa tidak ada yang lebih bergairah daripada cerita-cerita yang dikerjakan oleh si hebat W. Eugene Smith. Smith mengerjakan foto esai yang paling terkenal untuk majalah Life: Dokter desa, Suster Bidan, dan Desa Spanyol. Di kemudian hari di dalam karirnya, bersama dengan istrinya Aileen, Smith pindah ke Jepang bagian selatan ke desa Minamata untuk mendokumentasikan pembunuhan besar-besaran akibat suplai air yang tercemar air raksa yang disebabkan oleh pembuangan limbah industri perusahaan Chisso ke teluk. Selama tiga tahun, mereka mendokumentasikan Minamata untuk buku mereka dengan nama yang sama. Foto-foto dan katakata Smith membuat ceritanya bersifat pribadi dan memberikan laporan yang rinci tentang akibat dari rantai makanan yang tercemar ke masyarakat di sana, termasuk masalah kesehatan serius dan cacat lahir. Dalam buku ini terdapat salah satu dari foto Eugene Smith yang paling bagus, “Tomoko Uemura in Her Bath.” Dokumentarian seperti Donna Ferrato, yang memproduksi liputan fotografi komprehensif tentang kekerasan rumah tangga di bukunya Living with the Enemy (Aperture), dibuat dalam delapan tahun, atau Eugene Richards, yang meliput rumah sakit di Denver di The Knife and Gn Club: Scenes from an Emergency Room (Atlantic Monthly Press), adalah dua contoh dari fotografer yang mengindentifikasi sebuah gerakan atau subjek yang dekat dengan hati mereka dan berusaha sampai mereka siap untuk berbagi hasil akhir yang cemerlang ke dunia. Fotografer alam James Balog adalah contoh yang bagus dari seseorang yang berpikir besar dan di luar kebiasaan, yang tidak puas jika mengambil pendekatan yang mudah dan tradisional untuk membuat karyanya. Di bukunya Tree: A New Vision of the American Forest (Sterling), dia mengambil ratusan foto - banyak ketika bergelantungan dari pohonpohon di sekitarnya - dan menggabungkannya secara digital untuk menangkap kemegahan dari subjeknya. Di proyek “Extreme Ice Survey”, dia menggunakan teknik time-lapse, foto dan video untuk merekam melelehnya es glasial yang disebabkan oleh pemanasan global.
5/07/2013 1:05:50 PM
Di bukunya yang luar biasa Survivors: A New Vision of Endangered Wildlife (Abrams), Balog tidak tertarik tentang foto yang romantis dari satwa liar di lingkungan yang sangat indah dan cahaya emas yang mengatakan semuanya bagus untuk dunia binatang. Sebaliknya, visi Balog untuk proyeknya baru dan orisinil. Dia mengajukan untuk membawa hewanhewan ini ke studio, di luar habitat mereka, dan memotret mereka dengan lampu studio yang rumit yang biasanya disiapkan untuk fotografi fashion dan iklan. Pada awalnya, dia mendapatkan kesulitan mendapatkan dukungan untuk proyeknya sampai dia membuat beberapa foto supaya orang-orang bisa memahami idenya.
TANTANGAN PRIBADI Beberapa proyek berisi tentang fotografer yang menantang dirinya sendiri. Sejumlah besar blog satu foto per hari tumbuh menjamur di Web dan, seperti Anda lihat di langkah ke-2, membuat sejumlah besar karya itu wajib untuk meningkatkan karya Anda ke langkah berikutnya. Fotografer alam Jim Brandernburg mengambil ide foto per hari secara ekstriem. Sebagai fotografer National Geographic yang tenar, dia sering mengambil ribuan foto dalam tugas yang kemudian akan disisihkan hingga tinggal beberapa foto yang paling bagus. Karena merasa frustasi akan pekerjaannya dan adanya keinginan untuk menyalakan kembali gairahnya untuk fotografi, dia memberikan dirinya sendiri tugas yang luar biasa yaitu memotret satu foto per hari selama 90 hari, dari hari pertama di musim gugur sampai hari pertama di musim dingin (1.26). Brandenburg sangat bersungguh-sungguh; dia hanya akan mengambil satu foto per hari, tidak ada kesempatan kedua. Dia mendeskripsikan perjalanan untuk proyek tersebut sebagai sesuatu yang sangat pribadi, tapi pekerjaan itu akhirnya menjadi sampul cerita majalah National Geographic di bulan November 1997 - dengan foto terbanyak yang pernah diterbitkan oleh majalah di dalam satu fitur (dengan penggunaan film yang paling sedikit) - sebuah buku, dan video yang memenangkan penghargaan Emmy yang dinamakan “Chased by the Light.” Untuk Brandenburg, tantangan untuk mengambil foto apa untuk difoto setiap hari hampir sama dengan
8252_Passionate_(001-029).indd 23
langkah 1: gairah seinci lebarnya, semil dalamnya
23
apa yang tidak difoto. Bayangkan disiplin yang dibutuhkan untuk proyek seperti ini, untuk melewati kesempatan foto yang bagus dan menyimpannya untuk sesuatu yang lebih baik yang bisa jadi tidak terwujud. “Hari gelap dan suram; perasaanku dicerminkan oleh cuaca. Saya menyusuri hutan yang penuh tetesan air sepanjang hari. Lelah, lapar dan basah, saya hampir menangis. Secara mental saya memukul diriku sendiri karena telah melewatkan beberapa potret rusa dan kesempatan untuk memotret berang-berang yang suka bermain. Tidak ada dari adegan-adegan tersebut berbicara kepada saya waktu itu. Tapi mungkin karena saya sabar, dan mungkin karena sebagai seorang pribumi yang melakukan pencarian visi, saya telah mencapai keterbatasan fisik saya, saya menjadi terbuka kepada kemungkinan yang terungkap oleh sebuah daun maple merah yang terapung di kolam yang berwarna hitam (1.27). Semangat saya meningkat sesaat saya melihatnya, dan meskipun hari telah larut dan cahaya makin menghilang dengan cepat, saya mempelajari pemandangan tersebut dari berbagai sudut. Akhirnya, meskipun tidak yakin dengan pilihanku, saya tetap memotret juga, dengan perasaan berterima kasih bahwa setidaknya hari yang panjang telah berakhir. Sekali lagi saya terkejut dengan hasilnya. Foto tersebut sepertinya memiliki kualitas yang penuh perasaan, dengan ritme di rumput yang panjang. Langit yang mendung tercermin di permukaan air. Meskipun pada awalnya saya cukup kecewa saat membingkainya di jendela bidik, di film, itu memberikan kejutan yang menyenangkan. Saya mengetahui apa yang saya lihat tidak seperti apa yang Anda lihat - Bagi saya, foto ini adalah pelajaran dari ketekunan dan kesabaran. Hal ini juga mengungkapkan ke saya tentang intimasi, mengingatkan saya untuk melihat dengan dekat ke alam. Seperti di kehidupan, Anda tidak pernah tahu apa yang Anda dapatkan nantinya.”
PERTEMUAN Ketika saya pertama kali bertemu dengan foto Paul Shambroom, saat itu adalah sebuah kebetulan. Saat itu musim gugur tahun 2002, dan saya sedang berputar-putar di beberapa galeri di kota New York dekat tempat tinggal saya. Sebagai fotografer koran yang cukup lama, saya sering dikirim untuk meliput pertemuan. Ini mungkin
5/07/2013 1:05:50 PM
1.26 90 Foto yang luar biasa dari Jim Brandenburg proyek satu foto sehari “Chased by the Light” (Dikejar cahaya) ©Jim Brandenburg (www.jimbrandenburg.com)
8252_Passionate_(001-029).indd 24
5/07/2013 1:05:55 PM
langkah 1: gairah seinci lebarnya, semil dalamnya
25
1.27 Daun maple hari ke-23 ©Jim Brandenburg(www.jimbrandenburg.com)
merupakan salah satu tugas yang paling tidak menarik yang bisa saya pikirkan. Kemudian saya menemui Paul Shambroom “Meetings” di galeri Julie Saul. Saya harus mengakui, saya terpesona. Shambroom telah mengubah mimpi buruk fotografi yang paling membosankan menjadi badan karya menakjubkan yang memutarbalikkan ide bahwa pertemuan bukan sesuatu yang menarik secara visual. Seperti proyek yang paling penting, sejumlah karya telah dibuat untuk menghasilkan fotografi yang paling luar biasa. Di antara tahun 1999 dan 2003, Shambroom menghadiri ratusan pertemuan di kota-kota kecil di Amerika Serikat, di mana dia memotretnya dengan sangat serius, menggunakan 6x12 roll back di 4x5 field camera untuk menangkap potret hebat dari praktik demokrasi (1.28).
8252_Passionate_(001-029).indd 25
Tiap-tiap foto diambil dengan cahaya lingkungan/ambient dan diamati dengan teliti, dan kemudian dikoreksi secara digital. Foto tersebut lalu diperbesar lebih besar dari kenyataannya ke kanvas, di mana foto-foto yang seperti lukisan membuat dampak yang besar ke saya. Foto pertemuan ini diinspirasi dan menginspirasi. Ketika saya kembali dari pameran, saya meyakini kembali bahwa di seni fotografi, semuanya mungkin.
CERITAMU Jika Anda mendapatkan kesulitan untuk memutuskan proyek pribadi, pikirlah tentang mengambil proyek yang kecil untuk permulaan. Foto esai yang singkat bisa berupa profil visual dari sebuah
5/07/2013 1:05:59 PM
26
The Passionate Photographer
1.28 “Yamhill, Oregon (population 790) City Council, April 9, 2003.” © Paul Shambroom
ide, seseorang, sebuah acara, atau sebuah bisnis; “sehari di dalam kehidupan” dari seniman, musisi, pemimpin komunitas, atau pahlawan; atau seri portrait dari kelompok manusia tertentu. Itu bisa still life, pemandangan, atau kelompok foto lainnya yang memiliki benang merah yang mengaitkan mereka bersama. Anda menentukan sudut pandang yang jelas atau ide untuk mendokumentasi subjek dengan memfokuskan ke satu aspek atau satu orang, yang biasanya menuntun ke liputan yang lebih jelas tentang isu tersebut. Buatlah tetap sederhana; kurang berarti lebih. Hal ini bisa dipresentasikan secara kronologi atau secara tema, tapi foto-foto perlu bekerja sama. Carilah subjek dan lingkungan yang Anda nikmati dan menyenangkan. Akses adalah segalanya, dan hal itu membantu memaksimalkan kesempatan memotret dan
8252_Passionate_(001-029).indd 26
menguatkan karya. Merupakan hal terbaik untuk memilih subjek yang mengizinkan akses yang bebas. Mungkin 24 jam Laundromat atau rumah makan, sudut jalan, konservatori alam, sebuah bus atau jalur kereta api dapat menjadi pilihan. Jika ada acara yang muncul, Anda bisa menargetkan hal tersebut untuk foto esaimu. Saat malam pemilihan umum di Amerika Serikat, saya pergi ke Harlem untuk esai pendek tentang wajahwajah kerumumunan di malam bersejarah (hal. 124-125). Cerita yang memiliki resolusi/hasil akhir yang Anda bisa dokumentasikan - kehamilan, cerita olahraga, pemilihan umum, acara yang dimulai dari permulaan dan akhir - memungkinkan Anda untuk mengonsentrasikan waktu dan energi. Tidak ada aturan main. Saya pernah melihat esai-esai yang hebat di mana semua foto diambil di jendela yang
5/07/2013 1:06:02 PM
sama, dengan fotografer di dalam bus sepanjang hari. Semuanya tergantung pada diri Anda. Pertimbangkan juga untuk mengambil proyek kecil di antara proyek yang lebih komprehensif. Ketika saya memulai sebuah proyek, saya sering mendapatkan banyak foto - meskipun semuanya cukup berbeda – yang berakhir dengan mengomunikasikan ide yang sama dan tidak memajukan karya. Ini bukan berarti setiap foto perlu berbeda dari satu dengan yang lain; sebenarnya, beberapa proyek melakukan pengulangan sebagai cara untuk membangun momentum. Menemukan cara untuk mengilustrasikan atau mendokumentasikan ide Anda menjadi suatu cerita adalah salah satu dari banyak tantangan yang Anda akan hadapi dan akan membantu Anda menerobos ke tingkat selanjutnya.
KOMPONEN TERTULIS “Jika saya bisa menceritakan sebuah cerita dengan katakata, saya tidak perlu membawa kamera.” - Lewis Wickes Hine Saya memiliki dua pemikiran mengenai pernyataan seniman. Ada alasan mengapa orangorang mengatakan sebuah foto mengandung ribuan kata; Itu karena foto yang bagus memang demikian. Foto-foto yang kuat mengomunikasikan banyak hal, dalam satu kesatuan waktu. Jika fotografer lebih baik berkomunikasi dengan kata-kata, saya yakin banyak dari kita mungkin akan menjadi penulis daripada fotografer. Akan tetapi, menjelaskan sebuah proyek dengan teratur dan masuk akal dapat membantu menjelaskan dan memfokuskan visi untuk sudut pandang yang konsisten di karya Anda, juga sebagai bantuan untuk membentuk kerangka pemotretan di masa depan. Sebuah proyek tertulis juga merupakan prasyarat untuk mengajukan hibah, memasuki beberapa lomba, atau mencari dukungan untuk proyek Anda. Foto-foto akan berkata dengan lantang, tapi mengetahui bagaimana mendeskripsikan proyek Anda akan membantu ketika editing. Menentukan sebuah paragraf atau judul utama dapat membantu Anda menjaga benang yang ketat melalui cerita atau tema, memastikan semua foto merefleksikan judul utama dan memungkinkan Anda tetap mengikuti maksud tujuannya.
8252_Passionate_(001-029).indd 27
langkah 1: gairah seinci lebarnya, semil dalamnya
27
Memiliki misi atau pernyataan seni dari karya membantu Anda mempertahankan sudut pandang dengan konsisten. Ini merupakan sesuatu yang patut diperjuangkan. Banyak fotografer dokumenter terbaik yang berpraktik saat ini berada dalam naungan koperasi Magnum, yang anggota orisinilnya - Robert Capa, Henri Cartier-Bresson, George Rodger, dan David “Chim” Seymour - memulai koperasi untuk mencatat rentetan kejadian dunia: isu penting, acaraacara dan orang. Banyak dari fotografer Magnum telah menyerderhanakan visinya ke dalam kata-kata. Berikut ini beberapa kutipan: “Jika ada satu tema yang menghubungkan semua karyaku, saya pikir hal itu adalah tentang masyarakat yang tidak memiliki tanah, bagaimana tanah membuat orang-orang menjadi mereka dan apa yang terjadi ketika mereka kehilangan itu dan kehilangan identitas.” —Larry Towell “Maksimum dari saya dan maksimum dari mereka.” —Josef Koudelka “Saya lebih tertarik di fotografi yang ‘belum selesai’ sebuah fotografi yang bersifat menimbulkan pemikiran dan bisa memicu pembicaraan atau dialog. Ada banyak foto yang sudah tertutup, selesai, di mana tidak ada cara untuk masuk.” —Paolo Pellegrin “Saya selamanya mengejar cahaya. Cahaya membuat yang biasa menjadi ajaib.” —Trent Park “Bagi saya, fotografi telah menjadi cara untuk berusaha membuat dunia di sekitar saya yang aneh di mata saya menjadi masuk akal. Saya tidak pernah mengharapkan untuk mencapai pemahaman tersebut, tapi kenyataannya bahwa saya mencoba membuat saya nyaman.” —Mikhael Subotzky Jika Anda belum memiliki pernyataan seni, luangkan waktu dan cari tempat yang tenang untuk melakukan sesi curah pendapat dengan diri Anda sendiri. Catatlah kata sifat umum yang mendeskripsikan apa yang suka Anda potret dan alasannya. Kata-kata ini akan memberikan
5/07/2013 1:06:02 PM
28
The Passionate Photographer
Anda kerangka dari pernyataan seni yang akan berevolusi dari waktu ke waktu.
SEBUAH KERANGKA KERJA Seperti kata-kata bijak dan penting Chapnick, kita bisa belajar dari foto esais klasik dari zaman dulu. Banyak dari foto cerita di majalah LIFE mengikuti pendekatan formulais. Di hari-hari awal majalah, cerita sering kali diceritakan secara kronologis, tertulis di naskah dan papan cerita. Fotografer diberikan formula dan daftar foto untuk dipotret. Cetak biru dari cerita majalah LIFE biasanya membutuhkan delapan jenis foto untuk memastikan fotografer kembali dengan foto yang bervariasi. Dari overall shot, ke medium view, close-up, portrait, uruturutan, foto aksi, penutup atau akhir, dan tentunya yang paling penting sebuah foto signature. Bahkan sampai hari ini, jika foto cerita Anda memiliki foto yang kuat dari kategori-kategori ini, kemungkinan besar foto cerita itu akan sukses. Dengan menerapkan kerangka sederhana ke sebuah foto esai, Anda memberikan arah dan struktur yang dibutuhkan untuk temamu. Bergerak melalui langkah ke depan di The Passionate Photographer, Anda akan belajar membuat adegan dan memberikan Anda opsi-opsi dari elemen-elemen berikut ini, ringkasan dari struktur foto esai klasik majalah LIFE. Gambar signature: Ini seringkali adalah foto terkuat, dengan dampak visual yang menceritakan ceritanya sendiri dan mengundang pemirsa untuk masuk ke dalam cerita untuk diinvestigasi lebih lanjut. Ini merupakan sampul buku, tampilan di jendela toko, iklan dan situs halaman web yang menarik perhatian. Kita mencoba membuat semua foto sebuah foto signature, tapi pada akhirnya, foto ini akan naik ke atas mengikuti kemungkinankemungkinan komponen visual yang membangun esaimu.
8252_Passionate_(001-029).indd 28
Portrait: Foto dari seorang pemain kunci di dalam cerita yang Anda potret. Pastikan menggunakan latar belakang dan/atau elemen latar depan untuk meningkatkan naratif. Environmental portraits, di mana subjek ditangkap di momen yang nyata, bisa jadi sangat menarik, tapi seri pose potret juga bisa menarik. Keseluruhan atau sudut pandang lebar: Foto ini memberikan kesan tempat atau bagian dari tempat di mana cerita Anda terjadi. Catat juga bahwa kesan tempat bisa dikomunikasikan dengan seri foto detail. Detail: Cari sebuah foto yang mempertimbangkan detail daripada foto yang lebih besar. Foto ini seringkali berbentuk abstrak dan menarik pandangan mata, sebuah nuansa. Detail juga dapat mengungkapkan ke pemirsa sesuatu yang mungkin terlewatkan di foto dengan sudut lebar. Seri detail kecil bisa digunakan sebagai mosaik dalam satu foto. Aksi: Tunjukkan apa yang akan terjadi di dalam cerita. Carilah foto dramatis dan menyentuh yang menangkap orang-orang berinteraksi dengan satu sama lain, momen dan sikap tubuh yang meningkatkan dan memperkuat komunikasi visual dengan cara-cara tertentu. Panduan di atas dimaksudkan untuk menjadi titik tolak jika Anda membutuhkannya. Selalu ada cara baru, inovatif dan kreatif untuk mempresentasikan ceritamu. Proyek jangka pendek bisa menjadi titik tolak yang kuat untuk karya yang lebih komprehensif, memungkinkan Anda untuk menyelam lebih dalam, menunjukkan sisi yang baru dan berbeda dari sebuah isu atau tema. Semakin banyak Anda memotret, Anda akan menjadi semakin baik, tapi paradoksnya adalah jika Anda tidak terinspirasi, Anda mungkin tidak akan banyak memotret. Anda perlu mencari inspirasi, kemudian biarkan gairah untuk proyek memotivasi Anda untuk bekerja dan berimprovisasi.
5/07/2013 1:06:02 PM
langkah 1: gairah seinci lebarnya, semil dalamnya
Langkah Pertama
Aksi: Gairah: Sebuah latihan curah pendapat untuk cerita/ide proyek
“Pilih sebuah tema dan gali sampai selesai… subjek harus merupakan sesuatu yang benar-benar Anda cintai atau benci.” —Dorothea Lange
1. Apa yang sangat ingin Anda foto? Apa persamaan atau benang merah di antara foto-foto yang Anda pernah buat sampai saat ini? Pikirkan tentang pertanyaan ini dan catatlah ide yang timbul di pikiran Anda. 2. Buatlah daftar dari pengalaman foto terbaik. Dan kemudian carilah hubungan antara foto-foto tersebut yang mungkin menuntun Anda ke pengalaman fotografi hebat untuk dicapai di masa depan. 3. Apakah Anda memiliki akses spesial di tempat yang bagus, orang, atau cerita melalui koneksi pribadi atau pekerjaan, kerabat atau teman? Apakah ada ide cerita di sana? 4. Buatlah daftar tempat dekat tempat tinggal Anda yang ingin dikunjungi. Apakah tempat-tempat tersebut memiliki kesempatan untuk proyek foto? Bagaimana mereka berubah ketika difoto dari berbagai waktu yang berbeda di hari yang sama? Apakah Anda secara rutin melewati tempat yang membuat Anda tertarik mengetahui apa yang ada di dalamnya? 5. Buatlah daftar fotografer yang karyanya Anda kagumi dan periksalah apakah ada kemungkinan bahwa cerita yang dibuat mereka menjadi sebuah tujuan yang ingin
8252_Passionate_(001-029).indd 29
29
Anda ambil. Cari cerita kecil di koran dan majalah untuk dikembangkan menjadi sebuah proyek. 6. Munculkan beberapa ide pemotretan yang Anda pikir akan menyenangkan. Itu bisa apa saja, di mana saja; uang bukan masalah - bebaskanlah diri Anda, jangan terlalu banyak berpikir, catatlah ide-ide tersebut. Munculkan daftar subjek foto yang menginspirasi Anda. Itu bisa apa saja, di mana saja, tidak ada batasan. 7. Adakah sekelompok orang atau seseorang yang Anda kagumi yang mungkin berpotensi untuk dibuat rangkaian foto bagus mengenai kehidupan dalam satu hari? Apakah ada isu yang menggairahkan di mana Anda bisa memotret untuk mengomunikasikan dan mendorong kesadaran tentang isu tersebut? 8. Buatlah daftar pekerjaan impian di masa depan. Pekerjaan itu tidak harus berkaitan dengan fotografi. Menjadi host talk-show, penguji cokelat, apa saja. Apakah ada ide cerita di sana? 9. Pergilah ke sebuah tempat yang memiliki koran dan majalah dari seluruh dunia dan cari ide untuk dikejar dari cerita yang Anda temukan. Jika cerita tersebut bukan cerita spesifik dari tempat tersebut, mungkin Anda bisa menemukan cara untuk mencari cerita yang sama di daerah setempat. 10.Pergilah ke toko buku besar dengan bagian buku fotografi yang banyak dan habiskan waktu di sana selama beberapa jam sambil mencatat di buku catatanmu atau iPad (Lihat Langkah ke-9).
5/07/2013 1:06:02 PM
2.1 Bukan hanya media; sepertinya semua orang di konvensi partai Republik di kota New York, 2004, mengambil foto. Satu dari 1.728 orang foto yang saya ambilpartai di bulan 2.1 Bukan hanya media; sepertinya semua di konvensi Agustus 29,di 2004. Simon2004, mengambil foto. Satu dari 1.728 foto Republik kota©Steve New York,
yang saya ambil di bulan Agustus 29, 2004. ©Steve Simon
8252_Passionate_(030-061).indd 30
5/07/2013 1:24:54 PM
Langkah Kedua VOLUME, VOLUME, VOLUME: 10,000 JAM: LATIHAN DAN KETEKUNAN “10.000 foto pertamamu adalah yang terburuk.” - Henri Cartier-Bresson Bukan sebuah misteri besar: mungkin cara terbaik untuk belajar adalah melakukannya. Semakin banyak Anda memotret, semakin baik jadinya, titik. Semakin banyak Anda memotret, semakin cepat Anda bereaksi, semakin banyak pengalaman akan mengajari Anda apa yang baik dan mana yang tidak. Semakin banyak Anda memotret, semakin sering mata Anda berada di jendela bidik. Anda akan mendapati bahwa Anda di tempat yang tepat di waktu yang tepat dengan pencahayaan yang tepat tanpa harus secara sadar berpikir mengenai hal itu. Tapi untuk melakukan langkah ini secara tepat berarti anda harus menghabiskan waktu dan latihan. Pengulangan menjadi guru Anda. Pengalaman akan tetap bersama Anda dan menunggu, memberikan akses kepada Anda saat dibutuhkan. Ketika Anda mencapai tembok keraguan yang tak terhindarkan, Anda akan memiliki keyakinan karena Anda telah melewatinya dan akan melewatinya lagi. Kepercayaan diri semakin terakumulasi. Ketika Anda membuat sejumlah besar karya, Anda akan sampai ke sisi lain dari foto-foto yang hebat (2.1).
8252_Passionate_(030-061).indd 31
5/07/2013 1:24:54 PM
32
The Passionate Photographer
Saya selalu cenderung memotret sedikit lebih banyak, meskipun menggunakan film. Ketika saya bekerja sebagai fotografer koran, saya akan sering memotret lebih banyak dari staf yang lain. Sampai batas tertentu, hal itu mungkin disebabkan perasaan tidak aman - tidak ingin kehilangan momen - tapi sebagian besar adalah sebuah pendekatan yang memungkinkan saya untuk memicu insting, yang penting ketika Anda berusaha untuk menangkap momen di kehidupan yang tidak bisa diulang atau diprediksi. Fotografi sedikit mirip dengan mencoba melihat ke masa depan. Untuk memicu shutter sebelum momen puncak. Melakukan ini bukan berarti menebak dengan benar hampir semua waktu, tapi etik memotret yang bebas ini akan berharga ketika berhasil. Ini merupakan formula untuk memastikan (atau mencoba) untuk mendapatkan foto terbaik dari setiap tugas (2.2). Cartier-Bresson dikenal sebagai fotografer produktif di kehidupan fotografinya yang panjang, tapi memotret dengan kamera film Leica, seperti yang dilakukannya, adalah proses yang sifatnya lebih lambat dari DSLR sekarang yang mempunyai kecepatan foto berturut-turut yang cepat. Mungkin kita harus memperbarui kutipan “100.000 foto pertamamu adalah yang terburuk.”
Maksud yang saya ingin jelaskan adalah membuat sejumlah besar karya tidak berarti memencet tombol shutter terus menerus dan memotret hanya untuk sekedar memotret. Cartier-Bresson juga mengatakan Anda jangan memotret terlalu banyak, yang dia bandingkan dengan terlalu banyak makan. Di fotografi ketika sepersekian detik bisa membuat perubahan antara yang bagus dan yang hebat, foto terbaik bisa hilang di antara foto-foto tersebut. Saya berbicara tentang usaha yang terencana untuk keluar dan memotret lebih banyak, mengerjakan situasi (seperti yang Anda akan pelajari di langkah ke-3) dan mempelajari hasilnya untuk belajar dari kesalahan dan memperbaikinya sebelum Anda melakukan hal yang sama lagi di masa depan. Pertumbuhan bolak balik ini menjadi pokok di sepanjang sepuluh langkah. Ketika Anda berpikir tentang hal itu, tidak ada pengganti untuk menuju ke sana, terutama di jenis foto lanskap atau dokumenter. Dan peluang untuk berada di suatu tempat di mana cahaya sesuai, dengan kombinasi kamera dan lensa yang tepat ditujukan ke arah terbaik dari tempat yang tepat, membingkai dengan cara yang paling dinamis dan memicu shutter di momen yang menentukan - Nah, kemungkinannya kecil. Maka itu, banyak sekali
2.2 Meskipun di situasi yang bergerak lamban, saya mengetahui bagaimana pentingnya sikap tubuh dan tampang yang sekejap bisa menentukan kesuksesan sebuah foto sehingga saya cenderung untuk bereaksi cepat dan sering menangkap momen yang sempurna. Euphrasie Nakabonye, 83, dan cucunya Vanessa Umuhoza di Kigali, Rwanda. ©Steve Simon
8252_Passionate_(030-061).indd 32
5/07/2013 1:24:55 PM
LANGKAH 2: VOLUME, VOLUME, VOLUME: 10,000 JAM: LATIHAN DAN KETEKUNAN
kemungkinan posisi kamera dan momen yang tepat untuk memicu shutter, mungkin peluang mendapatkan foto yang bagus tidak terlalu jelek. Saya telah membuat buku ini dan menyaring semua hal yang saya pelajari selama 35 tahun sebagai fotografer, dan langkah ke-2 adalah sebuah langkah yang mungkin memakan waktu terlama, karena tidak ada jalan pintasnya. Perubahan paradigma dari film ke digital dengan akses langsung ke apa yang Anda potret - mungkin adalah hal terdekat ke jalan pintas Anda untuk menjadi fotografer yang hebat. Tidak ada keraguan bahwa digital telah mempercepat pembelajaran fotografi, dan beberapa inovasi teknis yang kita amati terakhir ini telah meningkatkan gerakan ini. Tapi Anda bisa mempercepat perkembangan hanya dengan
8252_Passionate_(030-061).indd 33
33
memotret lebih banyak. Kelak di bab ini, saya akan membicarakan tentang pentingnya menguasai aspek teknis untuk meningkatkan kreativitas, tapi pertamatama, mari fokus ke ide untuk mengerjakan lebih banyak karya. Pemikiran bahwa inspirasi menyambar seperti kilatan petir hanya merupakan sebuah fantasi belaka - dan dari pengalaman dan risetku, karya besar datang dari etos kerja yang sungguh-sungguh/ sepenuh hati. tapi kita, fotografer yang bergairah, memotret karena keharusan, dan jarang sekali terasa seperti bekerja. Kenyataannya adalah, ketika kita melihat ke seniman master, seringkali orang-orang ini memiliki kemewahan untuk bekerja dan berpikir tentang kerajinan tangannya 24/7. Maka ketika inspirasi datang, seringkali karena hasil dari penggabungan
5/07/2013 1:24:58 PM
34
The Passionate Photographer
Richards, mengatakan kepadaku sebagai fotografer muda, “Diperlukan sepuluh tahun untuk menjadi fotografer yang bagus.” dan setelah waktu berlalu, saya setuju dengannya. Tidak hanya Anda perlu berlatih dan belajar dari kesalahan-kesalahan, tapi Anda juga perlu mengakumulasi pengalaman hidup, yang bisa dimasukkan ke dalam visi, dikomunikasikan melalui apa yang dibidik kamera dan bagaimana Anda memilih untuk menangkapnya.
BURU-BURU DAN MENUNGGU
2.3 Yousuf Karsh menghabiskan seumur hidupnya menyempurnakan teknik pencahayaan portraitnya. Inilah Yousuf dan saya, Hari wisuda, Dawson Institute of Photography, Montreal, 1979, di awal dari ratusan dan ribuan foto yang saya ambil, sejak foto ini difoto oleh ayahku.
beberapa hal, dipicu oleh apa saja yang menyalakan neuron tertentu di dalam otak. Jika Anda seperti kebanyakan fotografer amatir yang bergairah, Anda perlu bekerja membuat foto dan hal-hal bagus di fotografi akan terjadi. Chuck Close berbicara tentang proses. “Nasihat yang saya ingin berikan kepada seniman muda, atau siapa saja, adalah tidak menunggu inspirasi. Inspirasi adalah untuk amatir; orang-orang seperti kita hanya hadir dan bekerja. Jika Anda menanti awan untuk buyar dan sebuah kilatan petir menyambar otak Anda, Anda tidak akan membuat banyak karya. Semua ide terbaik muncul dari proses; mereka muncul dari pekerjaan itu sendiri. Banyak hal terjadi pada Anda. Jika Anda duduk memimpikan ide seni yang hebat, Anda boleh duduk di sana untuk waktu yang lama sebelum ada yang terjadi.” -Chuck Close, dari Wisdom: The Greatest Gift One Generation Can Give to Another oleh Andrew Zuckerman. Salah satu mentorku, dokumentarian Eugene
8252_Passionate_(030-061).indd 34
Lalu apa arti sejumlah karya dan bagaimana Anda mendefinisikannya? Untuk seorang fotografer dengan kamera format besar (large-format) ide ini mungkin akan sangat berbeda dengan fotografer olahraga profesional. Apa yang saya bicarakan di sini bukan tentang jumlah foto tapi lebih kepada waktu yang dihabiskan di lapangan untuk memotret. Buku Malcolm Gladwell berjudul Outliers mengutip aturan 10.000 jam berdasarkan studi Anders Ericsson, yang pada dasarnya mengatakan bahwa jika Anda melakukan apa saja untuk 10.000 jam Anda akan menjadi ahli dalam bidang tersebut. Dia memberi contoh keahlian yang muncul karena berlatih dalam waktu yang lama, seperti The Beatles, yang bermain musik live kira-kira 1.200 kali dari 1960 sampai kedatangannya di New York di Februari 1964. Mereka tiba sebagai ahli musik/penghibur dengan jam terbang lebih dari 10.000 jam. Anda telah sering mendengarnya: Cara terbaik untuk meningkatkan karyamu atau menjadi lebih baik di bidang apa saja adalah praktik/latihan (2.3). Saya selalu mempertahankan bahwa di fotografi, semakin banyak Anda memotret, Anda akan menjadi lebih baik. Bahkan jika Anda tidak mencoba untuk berkembang, Anda akan berkembang. Lebih jauh lagi, dengan seringnya menempatkan mata di jendela bidik dan jari di tombol shutter, Anda akan meningkatkan peruntungan memotret lebih banyak dan mendapatkan foto yang lebih bagus (2.4). Semakin banyak Anda memotret, semakin beruntung Anda. Seperti yang dikatakan Jimmy Dean, “Anda harus mencoba keberuntungan Anda setidaknya sekali sehari karena Anda akan beruntung sepanjang hari tanpa Anda ketahui.”
5/07/2013 1:25:00 PM
LANGKAH 2: VOLUME, VOLUME, VOLUME: 10,000 JAM: LATIHAN DAN KETEKUNAN
35
saya akan mendeskripsikan analogi nonvisual yang mengilustrasikan point/maksud saya untuk memotret dalam jumlah yang banyak. Ira Glass telah memiliki karir yang panjang dan luar biasa di radio publik. Pembawa acara This American Life saat ini, yang menjangkau 1,7 juta pendengar setiap minggu, telah mengasah keterampilannya lebih dari 30 tahun. Di serial video Youtube, dia mengungkapkan lamanya waktu yang dia butuhkan untuk pekerjaan yang dia cita-citakan. Dia menunjukkan sebuah karya yang dibuatnya setelah delapan tahun bekerja penuh waktu di radio yang dia deskripsikan sebagai “mengerikan,” dan mengatakan bahwa merupakan hal yang normal untuk membuat karya yang tidak sebagus potensi yang Anda ketahui. Dibutuhkan waktu untuk menjadi lebih baik, Anda hanya perlu berjuang melewatinya.
2.4 Apakah itu 10.000 jam atau 10.000 foto, tidak ada keraguan bahwa Jay Maisel telah menghabiskan waktu untuk menguasai mediumnya. Fotografer Chris Callis memotret Jay berenang dalam slide yang ditolak untuk sampul majalah American Photographer di 1982. ©Chris Callis
TUTUP CELAHNYA Dari pengalaman saya sebagai guru fotografi, saya telah sering melihat dan mendengar skenario yang sama - ketika fotografer mendeskripsikan semangat mereka saat pemotretan dan kenyataan yang mengecewakan yang mereka dapatkan. Perbedaan mengenai foto yang Anda pikir Anda dapatkan dengan yang Anda lihat di layar komputer adalah sebuah celah yang akan menutup ketika Anda membuat karya dengan target, bekerja untuk setiap skenario. Saya akan menjelaskan secara detail strategi untuk melalui volume ini. Tapi pertama-tama
8252_Passionate_(030-061).indd 35
“Anda harus membuang banyak karya yang jelek sebelum Anda mendapatkan sesuatu yang spesial. Anda tidak mau membuat karya yang biasa-biasa saja. Ada celah dalam beberapa tahun pertama ketika Anda berkarya. Apa yang Anda buat tidak begitu bagus. Tapi seleramu, sesuatu yang melibatkan Anda ke dalam permainan, cukup bagus sehingga Anda bisa mengatakan bahwa apa yang Anda kerjakan adalah sebuah kekecewaan. Banyak orang berhenti pada saat itu. Apa yang saya ingin katakan kepadamu dengan sepenuh hatiku adalah hampir semua orang yang saya kenal yang membuat karya yang menarik, kreatif, melewati tahapan di mana mereka memiliki selera yang bagus, yang bisa dikatakan bahwa apa yang mereka buat tidak sebagus apa yang mereka mau. Mereka tahu itu kurang baik. Setiap orang melaluinya. Jika Anda melalui hal tersebut saat ini, atau Anda baru saja memulai dan memasuki tahapan tersebut, Anda harus tahu bahwa merupakan hal yang sepenuhnya normal dan hal terpenting yang Anda bisa lakukan adalah berkaryalah lebih banyak. Membuat sejumlah besar karya berarti Anda sebenarnya mengejar ketinggalan dan menutup celah tersebut.” - Ira Glass Ada banyak contoh inspirasi yang berbicara tentang teori mendapatkan sejumlah besar karya untuk memproduksi sesuatu yang beharga dan memuaskan. Keseluruhan ide untuk menemukan sebuah tema telah dibahas di langkah pertama,
5/07/2013 1:25:02 PM
36
The Passionate Photographer
dan fotografer Robert Frank, bisa dibilang salah satu fotografer yang paling berpengaruh di zaman kita, mencurahkan dua tahun perjalanan darat di tahun 1955 dan 1956 melintasi Amerika Serikat untuk membuat isi dari karya yang berpengaruh, The Americans. Dia memotret lebih dari 27.000 foto dengan sebuah kamera rangefinder Leica, dan akhirnya disaring menjadi 83 foto untuk bukunya.
POTRETLAH Mungkin seseorang yang merepresentasi sebagai fotografer yang memotret dengan jumlah banyak adalah fotografer jalanan Garry Winogrand (2.5). Ketika dia meninggal akibat penyakit kanker di usianya yang hanya 56 tahun di tahun 1984, dia meninggalkan 2.500 rol foto yang belum dicuci dari 36 foto film dari kamera 35mm (sebagian besar TriX). 6.500 rol foto yang telah dicuci tapi bukan dari film contact print, dan 3,000 contact sheet yang belum disentuh dan diedit. Itu adalah jumlah foto yang mengejutkan. Kolega-kolega, murid-murid, dan teman-teman mengatakan tentang dia sebagai mesin pengambil foto yang obsesif. Seperti di fotografi olahraga di mana ada 8.000 momen di dalam satu detik, foto dalam jumlah besar/banyak penting di dunia fotografer jalanan yang serampangan, bergerak secara konstan, dan tidak bisa dikendalikan. Untuk memotret
2.5 Garry Winogrand. ©Mason Resnick
8252_Passionate_(030-061).indd 36
kekacauan dengan cara yang koheren, Winogrand menggabungkan intuisi dan kesempatan dengan pengalaman untuk menangkap kejadian yang terjadi secara kebetulan dalam suatu keteraturan. Fotofotonya menyandingkan elemen visual yang berbeda dengan cara yang terorganisir, terhubung dan tidak bisa diatur. Foto-fotonya sering menyampaikan kejadian yang rumit dengan cara yang sederhana, dan mudah ditafsirkan. Untuk melakukan pekerjaan jenis ini, memotret dengan jumlah banyak dibutuhkan karena hampir di sebagian besar waktu Anda memencet tombol shutter, hal tersebut tidak cukup berhasil. “Proses alami dari fotografi - adalah tentang kegagalan. Sebagian besar hal yang saya lakukan tidak berhasil. Kegagalan bisa berarti kepintaran; tidak ada risiko, tidak ada hasil. Mudah-mudahan Anda mengambil risiko gagal setiap kali Anda membuat sebuah foto. Saya belajar dalam jangka waktu yang lama untuk mempercayai instingku. Jika saya ada di jendela bidik dan saya mengenal foto itu, untuk apa foto itu diambil? Saya akan melakukan sesuatu untuk mengubahnya, yang mana sering merupakan alasan mengapa saya akan memutar kamera atau melakukan hal yang aneh-aneh dengan berbagai variasi cara. Anda tidak bisa belajar sesuatu dari mengulang apa yang Anda ketahui, maka itu saya terus mencoba untuk membuat prosesnya tidak terduga.” - Garry Winogrand, dari sebuah wawancara dengan Bill Moyers Fotografer Mason Resnick masih muda ketika menjadi murid Winogrand tahun 1976. Dia mendeskripsikan teknik fotografer yang mengambil foto dalam jumlah besar: “Dia berjalan dengan lambat atau berdiri di tengah lalu lintas pejalan kaki seiring orang-orang melewatinya. Dia memotret dalam jumlah yang sangat banyak. Saya menonton dia berjalan di sebuah blok pendek dan memotret keseluruhan rol tanpa melangkah. Dia secara konstan melihat sekeliling, dan sering akan melihat situasi di sisi lain dari persimpangan yang sibuk. Mengabaikan lalu lintas, dia akan lari ke jalan untuk mendapatkan fotonya. Luar biasanya, orang-orang tidak bereaksi ketika dia memotret mereka.” Dengan 10.000 jam muncullah penguasaan teknis. Winogrand memotret hampir setiap hari dan tidak harus berpikir tentang setting untuk
5/07/2013 1:25:03 PM
2.6 Kameraku terpasang di tripod ketika saya mengambil prosesi lilin di Lac Ste. Anne, di mana air dikatakan memiliki khasiat penyembuhan. Kejutannya adalah perekaman orang-orang di luar antrean di sebelah kanan, yang terlihat seperti tasbih rosario dan sebuah salib. Saya menunjukkannya kepada pendeta yang menempelnya di papan buletin dan kemudian menemukan ada seseorang yang mengaku telah disembuhkan oleh fotonya. Kekuatan dari fotografi. © Steve Simons
Leicanya yang tidak memiliki sistem metering; dia mengetahuinya secara insting dan mengubah pengaturan eksposur seiring cahaya berubah secara terus menerus. Dia berdiri di depan subjek-subjeknya, terkadang menghalangi jalan mereka, memotret, mengangguk dan sembari berkomunikasi dengan orang-orang, dan sedikit yang memperhatikannya. Tidak ada yang terlihat terganggu. Resnick melanjutkan: “Saya mencoba untuk meniru teknik memotret Winogrand. Saya mendekati orang-orang, memotret, tersenyum, mengangguk, seperti guru. Tidak ada yang keberatan; beberapa tersenyum balik! Saya mencoba memotret tanpa melihat jendela bidik, tapi ketika Winogrand melihat hal ini, dia secara tegas mengatakan kepadaku untuk jangan pernah memotret tanpa melihat. “Anda akan kehilangan kendali atas penyusunan komposisimu,”
8252_Passionate_(030-061).indd 37
dia memperingatkan. Saya tidak bisa percaya dia punya waktu untuk melihat ke jendela bidiknya, dan memantau dia secara dekat. Memang, Winogrand selalu melihat di jendela bidik ketika dia memotret. Hanya untuk sepersekian detik, tapi saya bisa melihat dia mengatur posisi kamera sedikit dan fokus sebelum dia memencet tombol shutter. Dia sangat akurat, cepat, dan dalam kendali.”
GAYA DAN TEKNIK Apapun subjek foto yang Anda sukai, benang merah yang menghubungkan fotografer yang hebat menjadi satu adalah kemampuannya untuk mengomunikasikan visi pribadinya yang unik kepada pemirsa foto mereka (2.6).
5/07/2013 1:25:04 PM
38
The Passionate Photographer
Dalam peranku sebagai guru fotografi, saya sering disuguhkan kejutan visual ketika murid-murid mengaplikasikan visi pribadi yang unik pada subjek yang sama. Ini sering mengejutkan saya atas betapa berbedanya pandangan mereka satu sama lain dan dari diriku. Obsesi untuk membangun sebuah gaya adalah sesuatu yang tidak perlu menjadi sumber permasalahan karena gaya biasanya akan muncul ketika sejumlah besar karya telah dibuat (2.7). Dan jangan mencampuradukkan gaya dengan teknik, meskipun keduanya kadang-kadang hubungannya tak terelakkan. Teknik Richard Avedon adalah memotret subjek dengan kamera format besar di latar belakang putih. Dia bukan yang pertama melakukan hal tersebut, tapi Avedon mengetahui apa yang dia inginkan saat subjek berada di depan kameranya, dan dia tidak pernah mengakhiri sesi sebelum dia mendapatkannya. Tekniknya mungkin sama dengan apa yang dilakukan orang-orang sebelumnya, tapi gayanya yang terefleksikan di foto yang ditangkapnya adalah unik. Setiap orang memiliki garis waktu yang berbeda-beda, dan semua pengalaman hidupmu bisa ditanamkan pada visi pribadimu jika Anda mengizinkannya. Tapi Anda harus bersabar dan tekun. Setelah melewati sejumlah besar hasil karya, Anda akan menemukan diri Anda di sebuah tempat di mana Anda lebih gembira dan puas dengan pekerjaan yang Anda hasilkan. Ini sedikit ajaib. Jadi triknya adalah belajar apa yang Anda bisa, mencari kritik yang membangun, kemudian foto, foto, dan foto, lalu Anda akan menemukan diri di tempat fotografi yang bagus. Misteri dan obsesi untuk memanfaatkan gaya fotografi tidaklah begitu misterius, seperti yang dideskripsikan oleh fotografer satwa liar dan burung Scott Bourne. “Apa itu gaya fotografi? Untuk saya, itu hanya cara yang konsisten untuk melihat hal yang menjelaskan secara langsung ke siapa saya, apa yang saya suka, dan apa yang saya ingin ekspresikan dan perasaan saya. Tidak hanya memotret suatu subjek terus menerus tapi 2.7 Gaya pribadimu, cara unik Anda melihat sesuatu tidak bisa dipaksa tapi akan muncul dengan sendirinya setelah ribuan foto dibuat. Diambil dari buku Empty Sky: Pilgrimage to Ground Zero. © Steve Simon
8252_Passionate_(030-061).indd 38
5/07/2013 1:25:09 PM
8252_Passionate_(030-061).indd 39
step 2: VOLUME, VOLUME, VOLUME: 10.000 HOURS: PRACTICE AND PERSISTENCE
39
5/07/2013 1:25:09 PM
40
The Passionate Photographer
bagaimana Anda memotret subjeknya dan mendefinisikan gaya. Gayamu harus sesuai dengan kepribadianmu. Saya memiliki kepribadian yang besar. Karenanya, saya cenderung mencari foto yang besar, tegas, dengan banyak letupan dan antusiasme.” - Scott Bourne Gaya pribadi berarti mendefinisikan caramu sendiri dalam memotret. Gaya tersebut merupakan sebuah kombinasi tentang apa yang Anda fokuskan dan teknik yang Anda lakukan - dari peralatan ke lensa ke jarak subjek. Kita semua belajar dari fotografer yang kita kagumi, tapi setelah sejumlah besar karya, kita bisa meninggalkan jalan mereka dan mengukir jalan baru kita sendiri. Ketika Anda melihat sejumlah kelompok fotografer yang semuanya memotret dari sudut pandang yang sama, potretlah dengan cepat dan kemudian larilah ke jalan lain dan temukan posisi kameramu sendiri. Di langkah pertama Anda menanyakan kepada diri sendiri apa yang harus Anda potret, dan Anda berharap telah menemukan sebuah proyek atau tema yang Anda bisa kerjakan, yang akan melewati jalan yang panjang untuk membangun dan menampilkan sebuah gaya milikmu sendiri. Biarkan orang lain membicarakan gayamu; Anda hanya terus memotret. Gregory Heisler adalah salah satu fotografer yang paling pandai berbicara yang pernah saya temui. DIa juga seorang ahli di bidang portrait dan pencahayaan.
seperti Winogrand dengan master lain yang diakui adalah penguasaan teknis. Mereka mungkin tidak tahu segalanya tentang fotografi, tapi mereka mengetahui apa yang perlu diketahui untuk mendapatkan foto yang mereka bayangkan. Melalui sejumlah karya akan memungkinkan Anda mengetahui peralatan Anda dengan sangat baik sehingga prosesnya menjadi kebiasaan dan kreativitasmu membumbung tinggi, menutup celah antara harapan dan realitas. Sebuah nasihat kecil yang diberikan Gregory Heisler untuk saya adalah sesuatu yang saya sering ulangi. Dia mengungkapkan frustasi yang banyak dialami fotografer, khususnya di awal obsesi mereka tentang fotografi. Dia mengatakan otak kiri, sisi logis, sibuk mengkhawatirkan pengaturan kamera - white balance, f-stops, shutter speed, histogram, titik fokus, sementara otak kanan menyuruh, “Diam!” Saya sedang mencoba membuat foto!” (2.8). Fotografi adalah tentang membuat keputusan, dari kapan dan di mana Anda memicu shuttter sampai kepada apa yang dimasukkan atau dihilangkan dari foto. Kemudian ada pilihan-pilihan di mana lensa atau jarak fokus zoom yang digunakan, dan semua
“Saya bisa memiliki aspirasi atau ambisi atau ide atau sasaran untuk karyaku, tapi dalam beberapa hal, satusatunya tujuan agar sasaran-sasaran tersebut berguna adalah untuk membuat saya memotret dan hanya melalui pengambilan foto ini, saya akan menemukan siapa diriku atau bagimana fotoku terlihat. Pada akhirnya, seringkali foto-foto yang saya pikir saya akan ambil bukan foto yang saya ambil dan arah yang saya tuju bukan arah yang saya pikir saya tuju.” -Gregory Heisler.
KUASAI PERALATANMU DAN KREATIVITASMU AKAN MEMBUMBUNG TINGGI Untuk fotografer yang hebat, keunggulan teknis adalah suatu bakat. Persamaan antara fotografer
8252_Passionate_(030-061).indd 40
2.8 Dilema otak kiri dan kanan. Otak kiri diasosiasikan dengan logika, detail, dan perencanan. Otak kanan adalah lebih tentang gambar, emosi, dan kreativitas. Apakah pertarungan otak kiri/kanan terdengar lazim?
5/07/2013 1:25:10 PM
LANGKAH 2: VOLUME, VOLUME, VOLUME: 10,000 JAM: LATIHAN DAN KETEKUNAN
41
2.9 Mengatasi cahaya yang gelap membutuhkan Anda bermain teknis untuk memaksimalkan situasi cahaya gelap yang sulit. Pemuda di bar hotel di Mabote, Mozambique, dekat perbatasan Afrika Selatan. ©Steve Simon
tentang eksposur dan kontrol teknis menjadi obsesi otak kirimu. Tidak heran saya sering melihat fotografer berjuang dengan detail teknis bahkan sebelum mereka memulai untuk memahami semua variabel lain untuk membuat foto yang hebat (2.9). Sebelum otak kirimu bisa dibebaskan dari rantai pembatas teknis, sebelum teknik menghilang secara perlahan ke alam bawah sadar dan menjadi intuitif seiring Anda menjelajahi subjek tanpa mengabaikan warna, tonal, dan pencahayaan - Anda harus membayar dengan memotret dengan jumlah banyak dan belajar dari pengalaman.
8252_Passionate_(030-061).indd 41
Kemampuanmu untuk menguasai proses digital dan dasar fotografi sangat dibutuhkan, dan akan terjadi sewaktu Anda memotret dalam jumlah banyak. Dibutuhkan waktu bagi kemampuan teknismu untuk mengejar keinginan menangkap foto yang hebat yang Anda rasa Anda mampu, jadi jangan bersedih, dan jangan patah semangat; karya yang lebih baik ada di depan, dan saya selalu memiliki cara untuk menyerderhanakan dan mempercepat proses teknis ini. Meskipun ini bukan buku tentang teknis, saya telah mengikutsertakan beberapa konsep teknis umum yang ditaburkan ke dalam sepuluh langkah.
5/07/2013 1:25:12 PM
2.10 Upacara pembukaan biasanya gelap dan tamaram, yang berarti harus menaikkan ISO ke 3200 dan membuka aperture lebar-lebar. Foto ini diambil dengan Aperture Priority dan kompensasi eksposur di - 2 stop. © Steve Simon
2.11 Pemenang medali emas Dansa Es mendapat cahaya yang bagi saya cukup untuk memotret pada ISO 2000 dan bisa mendapatkan shutter speed relatif cepat di 1/1250 detik. Karena es yang berwarna putih dan pencahayaan di arena, saya memilih mematikan Aperture Priority dan berganti ke manual untuk mendapatkan eksposur yang konsisten saat saya mengikuti pedansa.
8252_Passionate_(030-061).indd 42
5/07/2013 1:25:17 PM
LANGKAH 2: VOLUME, VOLUME, VOLUME: 10,000 JAM: LATIHAN DAN KETEKUNAN
Berikutnya adalah beberapa cara saya memotret, yang membantu saya bekerja lebih cepat dan lebih pintar. Saya tahu ada ide di sini yang dapat membantu Anda juga. Saya telah melakukan hal ini untuk jangka waktu yang lama dan bertahun-tahun saya telah membuat banyak kesalahan teknis. Melalui sejumlah karya yang banyak berarti membuat kesalahan, bisa menjadi guru yang terbaik, seperti yang Anda akan temukan di langkah ke-8. Menguasai teknik dan proses merupakan hal yang penting, tapi hanya sebuah awalan. Hal ini adalah titik awal untuk menjadi fotografer yang hebat. “Saya banyak mengambil foto operasi yang sukses namun pasiennya meninggal..... Saya dapat mengambil foto yang sangat membosankan itu dengan sempurna. Saya bahkan melihat kejadian tersebut seperti sebuah kecelakaan kereta api dan tidak ada yang bisa saya lakukan.” - Gregory Heisler
SEDERHANAKAN Selama bertahun-tahun, saya dengan sukses menghindari banyak opsi yang tersedia melalui sistem menu kamera. Saya memiliki cara saya sendiri dalam memotret dan bekerja dengan baik. Tapi ketika saya mulai mengganti beberapa pengaturan kunci di kamera saya, saya belajar bahwa kamera saya menjadi begitu cepat dan intuitif dan ini membantu saya bebas untuk kreatif. Tidak ada penugasaan belakangan ini yang menantang kemampuan teknis saya lebih daripada Olimpiade musim dingin dan paralympic di Vancouver. Saya bukan seorang fotografer olahraga secara khusus, dan memotret Olympiade adalah ujian stamina dan memecahkan masalah, memotret di situasi yang bervariasi dan bergerak cepat ketika cahaya seringkali minim dan selalu berubah. Karena saya telah melewati sejumlah pekerjaan sebelum penugasan ini, saya telah siap (2.10 dan 2.11). Sebagai fotografer, kita adalah pemecah masalah. Ketika kita masuk ke dalam suatu skenario foto, banyak pilihan untuk dibuat. Semakin mudah dan semakin biasa kemampuanmu untuk membuat keputusan-keputusan ini, akan semakin bagus karya Anda - dan jumlah foto yang akan mengantarmu ke sana. Bagi saya, mantra “lebih sedikit adalah lebih
8252_Passionate_(030-061).indd 43
43
banyak” ada benarnya di banyak area di fotografi, khususnya jika menyangkut masalah teknis. Saya ingin bisa bereaksi dengan cepat sehingga tidak kehilangan momen penting. Sebagai fotografer profesional, ini hal yang penting. Dengan menyederhanakannya, saya bisa menghabiskan lebih sedikit energi ke hal teknis dan lebih ke sisi kreatif. Aturan penyederhanaan mulai dari apa yang saya ambil. Untuk tetap gesit dan cepat untuk bereaksi, saya tidak mau diberatkan dengan perlengkapan yang terlalu banyak. “Hal yang menghalangi untuk membuat foto yang sangat bagus, adalah kamera.” - Norman Parkinson Tapi, sebagai fotografer baru, saya terbebani. Saya akan membawa terlalu banyak peralatan untuk setiap sesi pemotretan karena keinginan untuk siap untuk segala skenario - ide yang bagus secara teori, tapi tidak di praktik. Membawa terlalu banyak peralatan mengorbankan fisik dan sebenarnya menghalangi proses pembuatan foto. Seiring saya mendapatkan pengalaman, saya menyadari bahwa saya tidak harus membawa apa saja tapi melainkan membuat yang terbaik dari peralatan yang saya pilih untuk dibawa. Triknya adalah mengetahui apa yang diharapkan dari setiap penugasan dan membuat tebakan yang terbaik untuk apa yang mungkin Anda butuhkan. Kamera terbaik adalah kamera yang bersama Anda, dan fotografer berbakat bisa membuat foto yang bagus dari peralatan yang paling sederhana (2.12 dan 2.13). Jika Anda salah menebak dan foto yang anda inginkan di luar jangkauan lensa yang Anda punya, majulah atau lanjutkanlah, dan dapatkan foto yang hebat yang bisa terjangkau olehmu. Foto yang hebat adalah foto yang hebat. Tidak masalah apakah diambil oleh iPhone, kamera digital medium format, sebuah DSLR, atau kamera lubang jarum. Seperti yang dikeluhkan Gregory Heisler, Bukan tentang bagaimana atau dengan apa sebuah foto dibuat, ini tentang apa yang dikomunikasikan dan menggugah pemirsa. Ada gerakan lahir kembali dari pengguna kamera film yang minimalis, seperti juga gerakan Lomografi, yang memiliki banyak pengikut fotografer yang memilih tampilan mentah
5/07/2013 1:25:17 PM
44
The Passionate Photographer
2.12 dan 2.13 Tidak ada dua fotografer yang akan bereaksi dengan cara yang sama ke sebuah subjek, dan pemirsa yang berbeda biasanya akan merespon secara berbeda untuk foto yang sama. Setiap orang membawa pandangannya masing-masing terhadap suatu gambar - suka, tidak suka, pengalaman hidup. Beberapa orang mungkin akan melihat yang jelas, yang lainnya memahami detail yang halus dan simbol yang terdapat di dalam foto. Teman saya Ben Long dan Janine Lessing masing-masing membawa perspektif mereka sendiri pada pemandangan yang sama: Ben dengan pandangan yang langsung ke hutan dengan Canon 5D (kiri); Janine dengan foto yang dibuat dengan kamera lubang jarum buatan sendiri. Ben mengatakan kepada saya bahwa dia kecewa karena, meskipun memiliki kamera yang fantastis, dia lebih menyukai foto Janine. © Ben Long dan Janine Lessing
8252_Passionate_(030-061).indd 44
5/07/2013 1:25:19 PM
LANGKAH 2: VOLUME, VOLUME, VOLUME: 10,000 JAM: LATIHAN DAN KETEKUNAN
dan yang tidak bisa dipediksi yang dibuat oleh kamera film plastik yang murah ini. Saya selalu membawa sebuah kamera denganku, meskipun itu adalah iPhone, dan saya suka menantang diriku dan bekerja di dalam keterbatasan kamera - meskipun demikian, saya bisa mendapatkan hasil yang cantik dan, herannya, bisa membuat perbesaran yang terlihat seperti yang dibuat oleh kamera dengan sensor yang lebih besar (2.14-2.17). Saya sering mengambil keuntungan dari kelemahan kamera dengan memanfaatkan mereka untuk menangkap suasana hati dan lingkungan. Ada kalanya kita tiba di suatu titik, ketika peralatan penting, ketika keterbatasan teknis
45
muncul ke permukaan dan tuntutan pekerjaan melebihi apa yang Anda bisa lakukan dengan peralatan. Anda akan mengetahui ketika peralatan mulai penting bagimu. Misalnya, jika Anda terus menerus membutuhkan ISO tinggi, situasi yang gelap, dan tidak senang dengan hasil foto yang memiliki banyak noise, mungkin waktunya untuk mempertimbangkan kamera baru dengan kemampuan ISO tinggi yang lebih baik. Atau mungkin Anda suka olahraga atau satwa liar dan memperhatikan bahwa fotomu tidak terlalu dekat, namun, Anda juga tidak bisa mendekat secara fisik. Mungkin waktunya untuk berinvestasi di lensa yang lebih panjang.
2.14-2.17 Foto-foto ini semuanya diambil dengan iPhone 3GS dan sensor kecil 2.7 megapiksel. Kamera Nikonku memiliki sensor dengan ukuran jauh lebih besar dan lebih banyak megapiksel. Masalahnya tidak selalu tentang kamera tapi lebih mengenai penggunaan fitur kamera secara maksimal untuk kemungkinan foto yang terbaik. © Steve Simon
8252_Passionate_(030-061).indd 45
5/07/2013 1:25:28 PM
46
The Passionate Photographer
PERALATAN DAN KEAHLIAN TEKNIS Saya adalah pemakai Nikon dari dulu, tapi konsep dan kontrol berikut ini lazim ditemukan di sebagian besar kamera yang lain. Galilah buku manual kamera untuk memastikan perinciannya. Pertama-tama: Hanya karena kamera Anda memiliki seribu item menu yang berbeda dan cara untuk mengautomatisasi eksposur, tidak berarti Anda harus menggunakan semua itu. Bagi seorang yang minimalis seperti saya, saya ingin memiliki kendali penuh terhadap cara yang paling cepat dan praktis - Itu adalah filosofi saya saat mengatur pengaturan kamera dan mengendalikan kamera. Sebelum saya masuk secara spesifik dalam membahas pendekatan teknis, di bawah ini adalah beberapa poin penting. Meskipun cara memegang kamera terlihat sederhana, tapi penting untuk memastikan ketajaman foto dan harus ditinjau. Kebiasaan memotret yang buruk dapat menghapuskan kelebihan dari lensa berkualitas tinggi, maka itu Anda harus bisa memegang kamera dengan nyaman dan stabil, sehingga kamera tidak goyang yang pada akhirnya menurunkan kualitas foto. Melihat diri sendiri ketika memotret bisa membantu, maka itu cobalah melihat postur Anda di cermin atau rekamlah saat Anda memotret. Saya mengakui bahwa saya tidak selalu mengikuti saran saya sendiri, tapi saya berusaha untuk mengingatkan diri saya karena saya mengetahui hal itu penting. Saya ingin membuat kamera saya mantap di setiap nilai shutter speed, terutama yang lambat. Berdiri tegak, lutut dibengkokkan sedikit, siku menempel ke badan dengan tangan kiri memegang kamera dari bawah - Ini adalah postur dasar saya saat memotret. Pastikan Anda menempatkan kamera ke mata daripada memajukan kepala Anda. Dengan tidak membungkuk, Anda mencegah sakit leher dan menjaga stamina memotret. Ketika memotret dengan orientasi vertikal, putar kamera dan jangan memutar badan Anda. Dan selalu menahan tombol shutter daripada menekannya dengan cepat dan tiba-tiba. Rekomendasi lain adalah periksalah dengan segera pengaturan diopter. Pastikan pengaturannya tepat untuk memastikan gambar yang terlihat di jendela bidik merupakan yang tertajam. Hal ini akan
8252_Passionate_(030-061).indd 46
berpengaruh sekali di kala Anda fokus secara manual, meskipun pengaturan ini tidak akan mempengaruhi autofokus. Jika diopter tidak disesuaikan dengan mata Anda, Anda mungkin akan kesulitan dalam mencari fokus. Banyak kamera memiliki pengaturan diopter. Tinggal bidik kamera ke dinding yang berwarna terang, dan putarlah kenop diopter sampai garisgaris di jendela bidik terlihat paling tajam, kemudian kuncilah posisi tersebut. Anda bahkan bisa melakukan ini tanpa memasang lensa di kamera, bidiklah kamera ke sebuah jendela atau cahaya yang terang.
BAGAIMANA CARA KERJA SAYA: PRIOTAS APERTUR Murid-murid saya kadang-kadang terkejut mendengar saya memotret dengan mode prioritas aperture. Dahulu saat saya memakai kamera film, saya akan menggunakan mode manual karena tidak mau memberikan kendali kepada pilihan otomatis kamera. Dengan berkembangnya sistem metering kamera, Saya menyadari bahwa tidak ada keuntungan praktis untuk tetap menggunakan mode manual eksposur; Sebenarnya hal itu melambatkan saya dan saya kehilangan beberapa momen karenanya. Tidak masalah mode eksposur yang Anda pilih. Tidak ada aturan atau pilihan ekposur yang paling bagus. Semua mode menggunakan sistem pengukuran cahaya untuk menuntun Anda ke eksposur yang benar. Foto dengan mode manual tidak menawarkan kemungkinan kreatif yang baru dibandingkan dengan mode prioritas apertur (atau prioritas rana, atau mode program). Berbagai mode hanya salah satu cara untuk mendapatkan eksposur yang tepat, dan hanya ada satu eksposur yang tepat untuk sebuah pemandangan. Tapi mengetahui kombinasi eksposur yaitu shutter speed (kecepatan rana)/aperture (bukaan/ diafragma)/ISO akan merealisasikan visi Anda sesuai keinginan, dan mengatur kombinasi nilai eksposur untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan sangatlah penting.
5/07/2013 1:25:30 PM
LANGKAH 2: VOLUME, VOLUME, VOLUME: 10,000 JAM: LATIHAN DAN KETEKUNAN
47
2.18 Di mayoritas pemotretan, saya memakai mode prioritas apertur dan menggunakan kenop kompensasi eksposur untuk mengoreksi ketika perhitungan cahaya kamera meleset. Upacara pembukaan Olimpiade musim dingin di Vancouver. ©Steve Simon
Sistem matrix/evaluative metering sekarang terus menerus berkembang dan lebih pintar dari saya. Sistem Matrix metering Nikon misalnya, membagi bingkai foto ke kotak-kotak kecil dan dapat menilai dan membandingkan warna, kecerahan, dan kontras di pemandangan dengan 30.000 foto sampel yang difoto oleh insinyur-insinyur dan ditanam ke dalam chip memori. Dia tahu apa yang saya fokuskan dan dalam waktu yang sangat cepat akan menentukan eksposur yang terbaik - meskipun dalam keadaan sulit seperti cahaya dari belakang, gelap, atau terang.
8252_Passionate_(030-061).indd 47
Saya bahkan tidak ingin mencoba menandingi sistem tersebut. Pada akhirnya, kamera saya di mode Prioritas aperture dengan Matrix Metering memberikan hasil eksposur maksimal hampir 85% dari situasi pemotretan, dan saya tahu bagaimana memperbaiki 15% lainnya (2.18).Maka dari itu, saya tidak menggunakan mode otomatis secara buta. Di setiap situasi pemotretan saya akan memperhitungkan strategi ekposur saya dan menentukan apakah saya perlu untuk menyimpang dari hasil pengukuran
5/07/2013 1:25:31 PM
48
The Passionate Photographer
kamera. Saya belajar dari pengalaman kapan untuk tidak mengindahkan pilihan kamera dengan mengendalikan kompensasi eksposur. Atau kadangkadang saya menggunakan eksposur manual. Karena saya sering melakukannya, hal ini menjadi kebiasaan, dan saya sering membuat perubahan sebelum yakin dengan hasil pengukuran kamera. Pengalaman akan membantu Anda bekerja dengan cepat dan akurat. “Kadang-kadang, kita bekerja terlalu cepat sehingga kita tidak memahami apa yang terjadi di depan kamera. Kita mendapatkan kesan bahwa “Oh Tuhan, ini penting!’ dan memotret secara impulsif sambil mencoba mendapat eksposur yang tepat. Eksposur memenuhi pikiran saya dan intuisi membingkai foto.” - Minor White Pengukuran kamera diprogram untuk melihat dunia sebagai abu-abu, yang akurat untuk sebagian besar pemotretan. Tapi kadang-kadang hal itu tidak akurat. Untuk pemandangan yang sebagian besar berisi cahaya yang terang - katakanlah langit, pasir atau salju - pengukuran kamera melihat sebagian daerah yang terang tersebut sebagai abu-abu, dan akhirnya foto yang dibuat menjadi agak gelap dari kondisi sebenarnya (underexposure). Sebaliknya, jika pemandangan sebagian besar berisi cahaya yang gelap, kamera akan membuat bagian yang gelap tersebut menjadi abu-abu dan lebih terang dari seharusnya (overexposure). Saya mengubah nilai eksposur menggunakan kenop kompensasi eksposur, yang saya sebut kenop pengubah foto menjadi lebih terang atau gelap. saya bisa membuat foto lebih terang dengan memindahkan nilai kompensasi eksposur ke plus (+), biasanya dari sepertiga sampai dua stop penuh, tergantung dari pemandangannya; atau saya bisa menggelapkan eksposur dengan tingkat yang sama dengan memindahkan nilai ke minus (-). Eksposur sangat penting - Semakin dekat Anda mendapatkan eksposur terbaik, semakin fleksibel Anda dalam pengolahan foto selanjutnya. Maka itu mempertahankan praktik terbaik dengan teknik eksposur kamera akan terbayar saat pengolahan foto dan pada akhirnya di dinding atau di situs web. Karena layar LCD kamera (meskipun terlihat jelas dan cantik) bisa menipu saya karena seakan-akan mendapatkan eksposur yang sempurna, tergantung
8252_Passionate_(030-061).indd 48
dari kondisi pencahayaan di saat itu. Saya malahan mempercayai histogram untuk mendapatkan informasi eksposur, dan pada saat yang bersamaan, saya menggunakan layar LCD untuk memeriksa komposisi dan fokus. (Anda akan belajar tentang histogram selanjutnya di bab ini).
MENGAPA SAYA MEMILIH PRIORITAS APERTUR Sedikit tidak tepat jika berpikir Prioritas Apertur hanya tentang apertur/bukaan. Di mode ini - seperti mode otomatis lainnya - ketika Anda mengubah salah satu setting, kamera akan mengubah setting lain yang menurutnya akan membuat eksposur yang sempurna secara otomatis. Maka itu Anda bisa memilih apertur untuk mengendalikan ruang tajam (depth of field) dan kamera memilih nilai shutter speed untuk bukaan lensa tersebut. Tapi meskipun ketika memakai mode prioritas apertur, Anda bisa memilih shutter speed dengan memutar kenop apertur sampai mendapatkan nilai shutter speed yang dikehendaki. (2.19 dan 2.20). Ini adalah tentang memiliki strategi eksposur, yang penting dan merupakan hal pertama yang saya pikirkan ketika berada di situasi pemotretan yang baru. Apakah saya membutuhkan ruang tajam yang luas atau shutter speed yang cepat? Jika saya membutuhkan ruang tajam yang luas, apa nilai shutter speed yang dipilih kamera? Tidak cukup cepat? Mungkin saya perlu menggunakan tripod. Tidak ada tripod? Maka saya harus menaikkan ISO untuk mendapatkan shutter speed yang cukup cepat untuk menghasilkan foto yang tajam. Saya bisa menyusun strategi dan membuat solusi untuk sebagian besar situasi pemotretan dengan mode prioritas apertur. Begitulah cara saya bekerja. Saya menemukan bahwa cara ini tercepat dan lebih intuitif dalam bekerja dengan hanya menggunakan satu mode. Saya bisa mengendalikan secara penuh kedua nilai apertur dan shutter speed, dan tergantung apa yang penting dalam potret di depan saya. Di mode prioritas shutter speed, terdapat hubungan yang sama: Anda bisa memilih bukaan lensa dengan mengganti nilai shutter speed dan melihat di jendela bidik nilai
5/07/2013 1:25:31 PM
LANGKAH 2: VOLUME, VOLUME, VOLUME: 10,000 JAM: LATIHAN DAN KETEKUNAN
49
2.19 dan 2.20 Kita memiliki banyak pilihan teknis; dengan pengalaman, pilihan ini menjadi suatu hal yang biasa dan seketika itu juga. Di Prioritas Apertur, Saya memilih f-stop untuk memilih fokus di bukaan yang besar atau ruang tajam yang besar dengan bukaan yang kecil. Tapi saya juga bisa mengubah pemikiran saya dan mengatur bukaan sampai saya mendapatkan shutter speed yang saya inginkan - seperti shutter speed cepat (atas) atau pelan (bawah) Keduanya difoto menggunakan mode Prioritas Apertur. ©Steve Simon
8252_Passionate_(030-061).indd 49
5/07/2013 1:25:36 PM
50
The Passionate Photographer
bukaan yang Anda inginkan. Tapi saya sering bekerja di kondisi cahaya yang kurang baik, maka saya lebih suka prioritas apertur, di mana saya bisa mengubah nilai bukaan terbesar, melihat pilihan shutter speed yang dibuat kamera, dan memotret atau menaikkan ISO jika cahaya lingkungan terlalu gelap untuk mendapatkan nilai shutter speed yang cepat untuk membekukan aksi.
ISO DAN AUTO ISO
pu
st ak
ain
do
.b
lo gs p
ot
.c om
Berbicara tentang ISO, ini adalah salah satu variabel inti di dalam segitiga eksposur. Kelebihan utama dari digital daripada film adalah kemampuan untuk mengubah nilai ISO, meningkatkan sensitivitas sensor kamera terhadap cahaya dari satu foto ke foto lainnya. Seperti layaknya menaikkan volume di stereo untuk membesarkan suara, Anda bisa menaikkan sensitivitas sensor di situasi yang kurang cahaya. Tapi dengan membesarkan ISO, muncul masalah “noise (bintik-bintik pada foto),” yang menurunkan kualitas foto. Dahulu biasanya Anda tidak ingin menggunakan ISO di atas 400 di setiap kamera digital karena takut masalah warna dan noise. Tapi kamera era sekarang menghasilkan hasil yang menakjubkan meskipun ISO dinaikkan sampai 1600, 3200, dan bahkan lebih dari itu. (2.21 dan 2.22). Perkembangan ini mengantarkan ke era baru fotografi yang memberikan kita kebebasan lebih untuk bisa menangkap
2.21 Foto ini dibuat dalam keadaan yang sangat gelap di ISO 12800 dengan Nikon D3s. ©Steve Simon
8252_Passionate_(030-061).indd 50
5/07/2013 1:25:40 PM
LANGKAH 2: VOLUME, VOLUME, VOLUME: 10,000 JAM: LATIHAN DAN KETEKUNAN
51
2.22 Saat sekarang adalah waktu yang baik untuk menjadi seorang fotografer. Sensitivitas cahaya di sensor kamera DSLR sangat menakjubkan. Foto ini dibuat dengan Nikon D300 di ISO 3200. ©Steve Simon
8252_Passionate_(030-061).indd 51
5/07/2013 1:25:41 PM
52
The Passionate Photographer
apa yang bisa kita lihat (dan bahkan hal yang tidak bisa kita lihat), dari cahaya yang terang sampai hampir tidak ada cahaya. Merupakan filosofi terbaik saya untuk memotret di nilai ISO terendah yang saya bisa, tapi saya semakin menyadari bahwa memotret dengan ISO tinggi memberikan fleksibilitas tanpa mengompromikan kualitas foto. Meskipun menggunakan flash, saya kadang-kadang memotret dengan ISO 800 di kondisi cahaya gelap ketika saya ingin menyeimbangkan cahaya lingkungan yang gelap dengan cahaya dari lampu kilat, sambil mempertahankan shutter speed yang cukup cepat supaya foto tetap tajam. Di dunia yang sempurna, saya akan meluangkan waktu untuk memeriksa pemandangan dan menentukan sudut dan lensa apa untuk digunakan, kombinasi shutter speed dan apertur yang terbaik, dan kemudian memilih ISO terendah yang menghasilkan foto dengan kualitas maksimum. Di dunia nyata, saya tidak selalu memiliki waktu. Dengan pengalaman, saya membuat keputusankeputusan dengan cepat, terkadang hampir secara tidak sadar. Tapi betapa berpengalamannya seorang fotografer, sering tidak bisa menandingi kecepatan pengambilan keputusan komputer kamera. Contoh kasus: Apakah Anda pernah menggunakan kamera di kondisi hari yang cerah. Saat memulai pemotretan Anda menyadari bahwa beberapa foto dibuat dengan setting ISO 3200 dari pemotretan konser kemarin malam? Banyak dari kita melakukan hal tersebut, tapi ada fitur yang tersedia di hampir setiap kamera yang saya pikir bisa digunakan untuk mencegah kesalahan ini. Fitur itu disebut Auto ISO, sebuah pilihan yang memberi izin kamera untuk meningkatkan sensitivitas ISO di keadaan cahaya yang gelap supaya Anda bisa mendapatkan shutter speed yang cukup cepat untuk memperoleh foto yang tajam. Anda biasanya bisa mengendalikan beberapa parameter, dan fitur ini bisa menyelamatkan foto-foto Anda ketika intensitas cahaya meredup dengan cepat tak terduga di keadaan yang berubah-ubah. Saya sering menggunakan Auto ISO di keadaan yang tidak bisa diprediksi, berubah dengan cepat, cahaya selalu berubah dan biasanya cukup gelap, seperti saat saya meliput Olimpiade musim dingin di Vancouver. Karena cahaya berubah-ubah dan saya perlu mempertahankan shutter speed yang cepat, saya akan
8252_Passionate_(030-061).indd 52
2.23 Shutter speed lambat 1/20 detik membuat atlet ski ini menjadi blur. ©Steve Simon
mengeset Auto ISO minimum shutter speed ke 1/500 detik, dan kamera akan otomatis menaikkan ISO untuk mendapatkan shutter speed minimum untuk mendapatkan eksposur yang akurat, menyesuaikan dengan cahaya yang berubah-ubah. Dengan Auto ISO, Anda juga perlu menentukan nilai maksimum ISO, sehingga Anda bisa mengendalikan tingkat noise ke tingkat yang bisa ditoleransi. Fotografer pernikahan biasanya mempertahankan shutter speed minimum yang aman bagi mereka, seperti 1/250 detik di dalam gereja yang diterangi cahaya lingkungan saja. Ketika fotografer keluar dari gereja untuk mengejar pasangan pengantin keluar dari pintu gereja di bawah sinar matahari yang terang, nilai ISO akan turun otomatis ke setting minimum (seperti 200) dan pilihan shutter speed minimum 1/250 detik (kemungkinan lebih cepat) biasanya akan tercapai. Ketika Anda memiliki waktu untuk mengatur keputusan exposure, maka Anda bisa melakukannya secara manual, seperti untuk fotografi pemandangan atau portrait. Tapi ketika Anda tidak memiliki waktu, maka Auto ISO adalah salah satu cara untuk mengistirahatkan otak kiri sehingga Anda bisa mengkonsentrasi dalam membuat foto - lebih sedikit untuk mengurus aspek teknis.
SHUTTER SPEED YANG MENENTUKAN Merupakan pengalaman saya bahwa masalah nomor satu di fotografi - penyebab utama
5/07/2013 1:25:43 PM
LANGKAH 2: VOLUME, VOLUME, VOLUME: 10,000 JAM: LATIHAN DAN KETEKUNAN
53
2.24 Shutter speed yang cepat 1/320 detik membekukan balon yang jatuh ke John McCain dan Sarah Palin. ©Steve Simon
ketidaksenangan - adalah foto yang tidak tajam/ blur. Bukan berarti foto yang bagus harus tajam; foto yang bagus tidak perlu tajam. Tapi jika foto yang blur/kabur tersebut tidak membantu foto tersebut dengan membuat ilusi pergerakan atau atmosfer lembut seperti di dunia mimpi, blur tersebut akan merusak foto. Ketika fotografer mengeluhkan ketidaktajaman hasil karya mereka, mereka sering tidak menyadari bukan masalah lensa atau kamera, tapi lebih kepada mereka sendiri. Tiga faktor penyebab foto yang tidak tajam adalah subjek bergerak, kamera bergerak, tidak fokus, atau kombinasi dari ketiganya - semuanya bisa dikoreksi. Cara terbaik untuk membekukan gerakan cepat subjek foto adalah dengan shutter speed yang cepat. Semakin cepat gerakan subjek foto, semakin
8252_Passionate_(030-061).indd 53
cepat pula shutter speed dibutuhkan untuk menghentikannya. Menentukan shutter speed yang pas adalah sesuatu yang subjektif. Tapi menurut saya, 1/250 detik cukup cepat untuk fotografi secara umum, tapi jika Anda ingin memastikan untuk menghentikan gerak, 1/1000 detik atau lebih tinggi akan hampir selalu melakukannya dengan baik. (2.23 dan 2.24). Goyangan kamera akan semakin parah akibat teknik memegang kamera yang buruk dan/atau penggunaan lensa panjang/tele, yang keduanya memperbesar efek goyangan. Sebagai panduan umum, cobalah ini: Kali jarak fokus (focal length) lensa dengan angka 2, Anda akan mendapatkan shutter speed yang cukup untuk mengantisipasi kamera goyang yang mengakibatkan blur. (Sebagai contoh, sebuah lensa 200mm berarti shutter speed 1/400 detik.)
5/07/2013 1:25:47 PM
54
The Passionate Photographer
Seperti apa yang Anda lihat sebelumnya, salah satu cara terbaik untuk mencegah shutter speed lambat yang menyebabkan kegagalan fotografimu adalah mempertimbangkan untuk menggunakan kecepatan minimum shutter speed ketika menggunakan Auto ISO. Dengan lensa modern (dan beberapa kamera) yang memiliki fitur anti getar (image stabilization), rumus lama di atas tidak selalu berlaku. Teknologi Vibration reduction (VR)/Image Stabilization (IS) telah merevolusi kemampuan tangan menstabilkan kamera, membuat foto yang tajam dengan shutter speed yang sangat lambat yang sebelumnya hampir mustahil digunakan tanpa menghasilkan foto yang kabur karena gerakan kamera. Teknologi ini terus menerus diperbarui, ditingkatkan, dan dimasukkan dalam desain lensa yang baru. Perwujudan yang terakhir mengklaim Anda bisa membuat foto yang tajam sampai dengan empat stop lebih lambat daripada tanpa teknologi tersebut. Itu berarti, jika shutter speed 1/125 detik cukup untuk mengeliminasi blur akibat dari gerakan kamera ketika menggunakan lensa tanpa teknologi ini, Anda sekarang bisa memotret dengan shutter speed 1/8 detik dan foto tetap tajam (berlaku jika subjek tidak bergerak) (2.25 dan 2.26). Menakjubkan! Tapi ingatlah, teknologi ini tidak akan menstabilkan gerakan subjek foto; karena itulah, shutter speed yang cepat belum dapat tergantikan sepenuhnya.
Tetapi seperti teknologi dan peralatan lainnya, Anda perlu mencoba untuk menemukan jenis fotografi yang Anda lakukan. Ingatlah untuk mematikan fitur ini ketika kamera dipasang di tripod, karena mekanisme ini dapat membuat menjadi blur jika kamera tidak bergerak. Saya juga tidak akan mengaktifkannya saat menggunakan shutter speed 1/500 detik atau lebih cepat, tapi saya harus ingat untuk mengaktifkannya kembali saat dibutuhan. Sangat baik untuk memiliki fitur ini sebagai pilihan. Meskipun fitur ini masih jauh sebagai pengganti tripod, tapi banyak fotografer berpengalaman dan guru fotografer akan mengatakan bahwa Anda tidak mengandalkannya karena Anda tidak bisa yakin atas hasilnya. Mengambil kesempatan dengan fitur ini bukan ide yang buruk, dan VR/IS mendorong Anda untuk mengambil risiko ini. Dan meskipun sebagian besar sensor digital memberikan foto dengan noise yang sedikit di ISO tinggi, merupakan hal yang bijak untuk menggunakan ISO yang rendah untuk kualitas maksimum. Teknologi anti getar VR akan membantu dalam hal ini. Vibration Reduction adalah suatu alat yang membantu Anda menurunkan ISO dan meningkatkan kualitas, juga menstabilkan subjek foto di jendela bidik, membuat Anda lebih mudah mengikuti subjek foto bergerak, mengunci fokus, dan mengomposisikan foto.
2.25 dan 2.26 Kedua foto ini diambil dengan shutter speed 1/8 detik dengan bukaan terbesar dari lensa Nikon 70-200mm f/2.8 VR II. Foto di sebelah kanan menggunakan fitur stabilisasi (VR, yang singkatannya “Vibration Reduction”). Ini benar-benar berfungsi dengan baik. © Steve Simon
8252_Passionate_(030-061).indd 54
5/07/2013 1:25:54 PM
LANGKAH 2: VOLUME, VOLUME, VOLUME: 10,000 JAM: LATIHAN DAN KETEKUNAN
Maka dari itu, cara yang paling bisa diandalkan untuk mengeliminasi blur pada foto adalah menggunakan shutter speed yang cepat atau menempatkan kamera di tripod yang kokoh. Meskipun menggunakan shutter speed yang relatif cepat, ketika kita dengan kritis membandingkan dua foto - satu dengan tripod dan satu dengan tangan Anda akan melihat perbedaannya. Tapi tripod juga bisa membuatmu menjadi lambat, hal ini bisa menjadi berkah tapi lebih sering sebagai kutukan, tergantung dari bagaimana dan apa yang Anda pilih untuk difoto. Memperlambat diri adalah apa yang mungkin Anda butuhkan, membuat Anda berpikir dan menyesuaikan komposisi Anda dengan rinci. Memperlambat diri juga membuat Anda memaksimalkan kualitas dengan foto di ISO yang rendah dan mencoba beberapa setting apertur/f-stop tanpa batasan, karena getaran kamera bukan menjadi masalah berapapun shutter speednya, meskipun di eksposur yang lambat (Namun apa saja yang bergerak akan terlihat kabur). Menurut pengalaman saya berurusan dengan ribuan murid sepanjang bertahun-tahun, seringkali saya melihat tripod membatasi eksplorasi visual dan jumlah foto. Seringkali mereka menempatkan tripod dan membiarkannya di tempat tersebut. Dengan alasan ini, saya tidak selalu menganjurkan penggunaan tripod, meskipun saya juga menganjurkan tripod dengan sistem mekanik cepat supaya mudah dipasang dan disimpan. Secara pribadi, saya lebih memilih kebebasan dan kecepatan menggunakan tangan dan mengejar komposisi yang menarik dan menakjubkan daripada foto yang secara teknis sempurna, tapi membosankan. Saya menggunakan tripod ketika dibutuhkan, dan “kebutuhan” ini tergantung masing-masing fotografer. Ketika saya memilih menggunakannya, saya selalu mensurvei pemandangan menggunakan jendela bidik, memegang kamera dengan tangan, sebelum memilih lokasi penempatan tripod. Kemudian saya menggeser kameranya secara perlahan, memotret sambil membuat perubahan-perubahan kecil.
PERDEBATAN UNTUK JPEG VS RAW File JPG berukuran kecil, sehingga dapat menyimpan lebih banyak foto dalam satu kartu dan mereka menghabiskan tempat lebih sedikit di hard drive.
8252_Passionate_(030-061).indd 55
55
Juga lebih cepat untuk diunduh, di e-mail, posting di web, cetak, dan editing. Dengan JPEG, Anda bisa mendapatkan keuntungan kontrol dari produsen kamera seperti memanfaatkan picture control Nikon, dan picture style Canon, untuk membuat foto sesuai keinginan Anda (hanya jika Anda membuat foto dengan exposur yang tepat). Tapi perubahanperubahan ini diterapkan di file tersebut, dan Anda tidak bisa mengubahnya sefleksibel file RAW. JPEG adalah format file foto universal yang didukung oleh sebagian besar software pengolah foto dan laboratorium foto. Fotografer yang membuat foto dengan volume banyak seperti fotografer editorial, olahraga, berita dan pernikahan bisa mendapatkan hasil foto dengan kualitas seperti foto RAW hanya jika eksposur dan white balance-nya tepat. Dengan file JPG, Anda bisa menghemat waktu untuk mengolah foto, yang merupakan hal penting ketika berhadapan dengan tenggat waktu yang ketat atau jika foto yang diurus berjumlah banyak di mana waktu sangat berharga.
PERDEBATAN UNTUK RAW VS JPEG Saya menyarankan fotografer yang antusias untuk memotret dengan format RAW karena berbagai alasan. File RAW menghabiskan banyak tempat dan hampir selalu membutuhkan pengolahan, tapi keuntungannya banyak. Mirip seperti “negatif digital,” foto RAW tidak dikompres atau diproses dan file tersebut menyimpan data maksimum/ lengkap. Foto berformat RAW memberikan keleluasan yang terbesar, memungkinkan Anda untuk menyelamatkan kesalahan foto akibat eksposur dan white balance (2.27 dan 2.28). Mereka juga mendukung bit-depth yang lebih tinggi dan color space yang berbeda-beda, artinya Anda bisa menyimpan lebih banyak warna yang bisa ditangkap kamera. Dan karena Anda mengendalikan semua proses pengolahan foto, Anda bisa membuat keputusan yang lebih baik daripada yang langsung diterapkan ke file JPEG. Anda bisa memproses foto format RAW data yang sama dengan cara yang berbeda, memungkinkan untuk membuat banyak opsi dari foto yang sama. Pilihanmu akan bertambah seiiring dengan perkembangan peralatan imaji, memberikan hidup baru ke foto RAW yang lama. Dan Anda selalu bisa
5/07/2013 1:25:54 PM
56
The Passionate Photographer
2.27 dan 2.28 Anda bisa lihat bahwa saya membuat kesalahan eksposur di file RAW yang belum diproses. Tapi sebuah file RAW memberikan ruang gerak maksimum untuk membetulkan kesalahan yang Anda buat di eksposur dan white balance, sehingga tidak ada seorangpun perlu mengetahuinya. Dengan file JPEG, pilihan Anda lebih terbatas saat terjadi hal yang salah. ©Steve Simon
8252_Passionate_(030-061).indd 56
5/07/2013 1:25:59 PM
LANGKAH 2: VOLUME, VOLUME, VOLUME: 10,000 JAM: LATIHAN DAN KETEKUNAN
mengubah file RAW ke format lainnya termasuk JPEG - tapi Anda tidak bisa mengubah JPEG menjadi RAW. Jika Anda mendapati diri mengambil pekerjaan yang menuntut jumlah foto yang besar di masa depan, Anda bisa mempertimbangkan memotret RAW+JPEG, di mana Anda mendapatkan jaring pengaman dari file RAW jika file JPG tidak seperti yang diharapkan, terutama di kondisi pencahayaan yang sulit. Untuk fotografer serius, kelebihan RAW sangat meyakinkan. Banyak program pengolah RAW seperti Aperture dan Lightroom memproses file ini dengan cepat dan sangat fleksibel, juga kemampuan mengubah RAW menjadi JPEG atau format lainnya tanpa menyentuh atau mengubah file RAW sebagai digital negatif yang bersifat permanen.
57
Histogram sempurna
2.29 Tidak ada yang dinamakan histogram yang sempurna. Tapi asal semua informasi ditangkap oleh sensor kamera, Anda tidak memiliki “gunung data” yang keluar dari grafik.
TEMAN BAIKMU: HISTOGRAM Bagaimana Anda yakin kapan saatnya mengesampingkan pengukuran kamera? Saya pernah mengatakan bahwa pengalaman memberi saya kemampuan untuk menilai situasi secara cepat dan tahu saatnya strategi eksposur membuat deviasi dari hasil Aperture Priority Matrix Metering yang disarankan oleh kamera. Menafsirkan histogram selalu merupakan indikator eksposur terbaik - jauh lebih baik daripada foto di layar LCD, yang lebih baik digunakan untuk mengevaluasi komposisi dan fokus tapi kurang akurat untuk menentukan eksposur. Sebuah histogram adalah grafik yang merepresentasikan piksel aktual yang membuat foto:Bayangan dan yang gelap berada di sebelah kiri; bagian yang sedang (mid tone) terang gelapnya ada di bagian tengah; dan yang terang terdapat di sebelah kanan. Melihat data histogram untuk memeriksa kualitas eksposur selalu lebih akurat daripada memeriksa foto dengan cermat melalui layar LCD, yang mana, jika Anda memotret dengan format RAW, gambar yang ditampilkan di layar LCD sebenarnya adalah format JPEG yang biasanya diolah sedikit supaya terlihat lebih baik di belakang kamera. Dan kecerahan layar LCD akan terlihat berbeda tergantung dari cahaya lingkungan. Selama data histogram berada di antara tepi kanan dan kiri, ekposur Anda baik, tanpa
8252_Passionate_(030-061).indd 57
2.30 dan 2.31 Asalkan data masuk di antara garis, Anda menangkap semua data dari pemandangan foto. Tapi ketika histogram menabrak ke kiri, Anda kehilangan detail bayangan/bagian yang gelap; Menabrak ke kanan berarti Anda bisa hilang detail di bagian highlights/bagian yang terang.
5/07/2013 1:26:00 PM
58
The Passionate Photographer
mempedulikan bentuk “gunung histogram” (2.29). Tidak ada bentuk ideal dari histogram; jika terdapat lebih banyak cahaya yang gelap, Anda akan melihat gunungnya condong ke kiri,sedangkan semakin banyak middle tone (cahaya sedang) berarti lebih banyak dari gunung yang akan berada di tengah. Apa yang perlu diawasi adalah cahaya yang terlalu terang (overexposure), yang berarti Anda
perlu menurunkan eksposur dengan mengeset kompensasi eksposur (di mode Prioritas Apertur atau di mode eksposur otomatis lainnya) ke arah negatif (-). Sebaliknya, untuk bayangan yang terlalu gelap (underexpose) yang melewati batas kiri, Anda perlu meningkatkan kompensasi eksposur ke arah plus
2.32 dan 2.33 Tidak masalah jika tidak memiliki detail di daerah yang gelap. Di dalam teori, histogram tidak akan ideal, tapi di dalam praktiknya. Hal ini sempurna karena kegelapanlah yang saya inginkan di dalam foto ini.
2.34-2.35 Di foto yang memiiki banyak tonal terang, Anda akan melihat data yang ditampilkan di histogram sebagian besar akan berada di sebelah kanan. Ada daerah kecil yang melewati garis batas kanan, di mana tidak ada detail yaitu refleksi di es di atas kepala pemain skate.
2.36-2.39 Anda bisa melihat bagaimana histogram terpengaruh saat foto berubah. Foto awan dan sayap pesawat yang datar memiliki tonal yang sangat sedikit, semuanya abu-abu di tengah histogram (2.37). Ketika awan-awan buyar (2.38), masih ada detail lebih dan rentang tonal yang lebih lebar direfleksikan di histogram (2.39).
8252_Passionate_(030-061).indd 58
5/07/2013 1:26:07 PM
LANGKAH 2: VOLUME, VOLUME, VOLUME: 10,000 JAM: LATIHAN DAN KETEKUNAN
59
2.40 dan 2.41 Foto ini merupakan contoh yang bagus dari histogram yang terlihat jelek. Tapi di foto, demikian inilah yang saya suka. Ada data yang tidak terekam karena melewati batas kanan, di mana cahaya matahari dari belakang dan melewati batas kiri, karena di dalam foto ini ada siluet. Di dalam teori, ini adalah histogram yang buruk. Tapi belajar menafsirkan histogram untuk situasi yang berbeda-beda adalah penting dan akan dapat dikuasai seiring dengan banyaknya praktik dan karya. ©Steve Simon
(+) (2.30 dan 2.31). Dengan meninjau histogram, Anda bisa memastikan eksposur berada pada tempat yang benar dan tidak melewati batas grafik baik kiri maupun kanan. Kadang-kadang, tidak masalah jika gunung histogram melewati bagian kanan dan kiri histogram saat difoto karena dalam foto terdapat langit yang terang atau pantulan cahaya yang tidak memiliki detail (seperti pantulan cahaya dari bemper mobil). Hal yang sama berlaku untuk bagian bayangan yang gelap di pemandangan dengan kontras yang tinggi. Bayangan yang hitam tanpa detail biasanya bagus untuk foto tersebut. Fotografi seringkali merupakan sebuah kompromi, dan untuk itulah teknik HDR (High Dynamic
8252_Passionate_(030-061).indd 59
Range) itu ada - teknik ini memungkinkan Anda mengombinasikan beberapa foto dengan terang gelap/ eksposur yang berbeda-beda untuk mendapatkan detail secara maksimum di bagian bayangan dan yang terang (highlight) - di banyak situasi, Anda harus memilih salah satu, antara menyimpan detail di bagian yang terang atau gelap. Ini seringkali merupakan keputusan praktis dan artistik yang tidak dapat dibuat oleh kamera yang paling pintar sekalipun. Ketika fotografi digital pertama kali diperkenalkan, fotografer yang pindah dari film menyadari bahwa memperlakukan file digital seperti film adalah cara terbaik untuk memastikan eksposur yang akurat: gelapkanlah sedikit, dan Anda akan menyimpan semua detail yang ditangkap oleh sensor
5/07/2013 1:26:08 PM
60
The Passionate Photographer
dan membuat warna lebih pekat. Tapi kini kita mengetahui hal yang berbeda. Kemudian kita terangi. Ide untuk menggeser ekposur foto ke bagian kanan histogram - atau membuat foto menjadi sedikit lebih terang (overexposing) - Sebuah fakta kebenaran bahwa ketika kita memotret foto dengan format RAW, ada lebih banyak informasi yang ditangkap di daerah yang terang (highlight) dari foto tersebut, bisa dikatakan sangat banyak. Jika Anda menangkap informasi paling banyak dan menyimpannya ke file digital, Anda akan memiliki fleksibilitas maksimum saat melakukan olah foto. Juga merupakan kebenaran bahwa terdapat lebih banyak informasi di bagian terang di file RAW daripada yang dimiliki histogram yang berdasarkan format file JPG, dan di olah foto, Anda bisa mendapatkan detail itu kembali. Ini karena histogram yang Anda lihat merepresentasikan file 8-bit JPEG, bukan 12 atau 14-bit data di file RAW yang ditangkap sensor kamera. Semakin tinggi rentang bit-nya berarti semakin banyak informasi yang ditangkap ke dalam file RAW daripada JPEG. Saya pernah mengatakan sebelumnya bahwa apa yang dilihat Anda di layar LCD adalah konversi file JPG, meskipun jika Anda memotret RAW. Hal yang sama juga berlaku di histogram; Itu merepresentasikan pratinjau JPEG, bukan file RAWnya itu sendiri, di mana file tersebut menyimpan lebih banyak data yang bisa diselamatkan di olah digital. Ketika Anda menggelapkan eksposur dan membetulkan foto tersebut di olah digital, Anda akan mendapatkan lebih banyak noise di bagian yang gelap, sesuatu yang sebagian besar dari kita ingin hindari. Ingat juga bahwa sensor yang berbeda-beda memiliki tingkat kemampuan yang berbeda-beda saat pemulihan. Jadi, Anda perlu tahu apa yang terbaik yang akan dilakukan kameramu. Sebagian besar kamera memungkinkan Anda untuk menyesuaikan apa yang muncul di layar pratinjau. Saya mengeset kamera saya sehingga histogram bisa terlihat. Saya melihat sekilas untuk memastikan eksposur sesuai dengan apa yang saya inginkan, mengaturnya jika dibutuhkan dengan memutar kenop kompensasi eksposur, dan kemudian melanjutkan pekerjaan. Ada cara lain untuk memastikan supaya Anda sadar bahwa Anda telah kehilangan detail di bagian terang foto. Sebagian besar kamera memungkinkan
8252_Passionate_(030-061).indd 60
Anda untuk menampilkan bagian yang terlalu terang di foto untuk ditampilkan di layar LCD (highlight preview) (2.42). Ketika Anda mengaktifkan highlight preview dari menu, bagian yang terang di foto akan berkedapkedip, yang biasanya disebut “blinkies.” Itu adalah peringatan bahwa bagian yang terang pada foto terlalu terang, dan akan ditegaskan lagi di histogram. Jadi, jika Anda tidak mau kehilangan detail di bagian terang, Anda perlu mengompensasikan hal ini dengan mengurangi setting eksposur atau mengatur kompensasi eksposur ke bagian minus sampai blinkies tersebut hilang. Ingatlah bahwa bagian yang kedap-kedip tersebut merepresentasikan versi JPEG dari foto, meskipun Anda memotret RAW, maka Anda akan bisa menyelamatkan detail yang hilang ke foto meskipun daerah tersebut sudah kedap-kedip. Memiliki pengalaman menangkap detail highlight sangat berguna. Tapi ini adalah keseimbangan yang tipis; daerah yang terang dan berkedapkedip dikombinasikan dengan pengalaman akan mengajarkan Anda seberapa jauh Anda boleh lakukan. Saya sering menyarankan fotografer baru untuk mengaktifkan fitur blinkies ini sebagai peringatan, tapi pada akhirnya, ketika Anda sudah terbiasa menafsirkan histogram, maka Anda akan
2.42 Menyalakan peringatan highlight (bagian terang), dikenal dengan sebutan “blinkies,” memberitahu Anda ketika eksposur terlalu terang, sehingga Anda bisa mengubah setting untuk mencegah kehilangan detail. Alhasil, Anda akan sering memeriksa histogram dan memilih untuk menonaktifkannya seperti yang saya lakukan. Saya mendapati kedap-kedip tersebut mengganggu!
5/07/2013 1:26:08 PM
LANGKAH 2: VOLUME, VOLUME, VOLUME: 10,000 JAM: LATIHAN DAN KETEKUNAN
menemukan bahwa lampu kedap kedip tersebut lebih menjadi pengganggu daripada peringatan, dan Anda akan menonaktifkannya seperti yang saya lakukan.
MEMANDANG HADIAH Ketika Anda melihat melalui jendela bidik di sebagian besar kamera DSLR saat ini, Anda akan menemukan semua informasi yang anda butuhkan ada di sana, sehingga mata Anda bisa tetap melihat melalui jendela bidik. Insinyur kamera tahu bahwa semakin lama mata Anda melihat melalui jendela bidik, kesempatan mendapatkan foto yang Anda inginkan semakin tinggi. Ini alasan mengapa saya mematikan fungsi image review (menampilkan foto sesaat setelah memotret). Ketika foto muncul setiap pemotretan, saya merasa ini mengganggu, dan saya mendesak Anda untuk mematikan fungsi otomatis image review ini. Anda selalu bisa meninjau foto Anda, dengan menekan tombol image review/playback ketika Anda perlu memeriksa fokus, komposisi dan histogram untuk eksposur. Bagian dari penggunaan kamera secara alami berarti menempatkan mata Anda ke jendela bidik dan mengubah komposisi dan kombinasi eksposur (shutter speed/apertur) untuk membuat foto sesuai dengan
61
keinginanmu. Proses pemotretan Anda akan lebih cepat dan lebih alami seiring dengan jumlah foto yang dibuat, namun menetapkan mata Anda di jendela bidik berarti lebih banyak foto dan karya yang lebih baik. Terakhir, di akhir setiap pemotretan, saya terbiasa untuk me-reset kamera untuk memulai awal yang baik untuk keesokan hari. Saya menyimpan filter UV atau filter netral berkualitas tinggi, tapi tanpa penutup lensa, sehingga saya selalu siap untuk mengeluarkan kamera dari dalam tas dan langsung memotret saat itu juga (dan menghindari rasa malu saat membidikkan kamera ke subjek dengan tutup lensa terpasang). Sebelum saya meletakkan kamera, saya memastikan pengaturan kamera berupa: Aperture Priority, ISO 400 yang serba guna, atau Auto ISO dan lensa dibukaan terbesar, sebuah pengaturan awal yang bagus. (Saya menyukai depth of field minimum, yang menekankan subjek yang saya fokus dan shutter speed yang maksimal.) Kompensasi eksposur saya set ke nol. Saya juga memeriksa perubahan yang dibuat pada pemotretan sebelumnya, dari menonaktifkan auto bracketing ke setting autofokus aneh yang mungkin saya coba. Saya ingin bisa mengeluarkan kamera dari tas, bidik, jepret, dan mendapatkan foto yang bagus, tajam, serta terang gelapnya yang pas terhadap apapun yang saya bidik. Dari sana, saya mengubah setting jika dibutuhkan.
Langkah Dua
AKSI: Volume, Volume, Volume: Potretlah saja
Memotret dengan jumlah foto yang banyak akan membuat Anda menjadi fotografer yang lebih baik. Berikan tenggat waktu kepada diri sendiri untuk memotret langsung pada saat ini juga. Buat blog satu foto per hari. Jadwalkan dua jam per minggu untuk keluar dan memotret. Bekerjalah untuk proyekmu. Jika Anda tidak memiliki proyek, motretlah di jalanan. Latihan: Pilih satu subjek dan tantanglah diri Anda untuk membuat 40 foto dengan komposisi yang berbeda-beda dari subjek yang sama atau pemandangan. Tetaplah di sebuah lokasi dan mainkan jarak lensa ke subjek dan komposisi. Latihan ini akan merenggangkan otot-otot visual dan membuat lebih mudah untuk mencoba sudut pandang lain di pemotretan berikutnya. Latihan ini akan membuat Anda memotret dan bergerak lebih banyak, dan akan membantu Anda untuk mencapai langkah selanjutnya untuk menjadi fotografer yang hebat. Potretlah saja!
8252_Passionate_(030-061).indd 61
5/07/2013 1:26:08 PM
3.1 Sapi terbesar di dunia, Salem Sue, New Salem, North Dakota. ©Steve Simon
8252_Passionate_(062-095).indd 62
5/07/2013 1:35:47 PM
Langkah ketiga BERUSAHALAH: JANGAN MENYERAH PADA KEAJAIBAN
“Saya bekerja dari kecanggungan. Oleh karena itu, saya tidak suka mengatur sesuatu. Jika saya berdiri di depan sesuatu, daripada mengaturnya, saya mengatur diriku sendiri.” – Diane Arbus Jika Anda telah membaca langkah ke-2, di mana saya mendeskripsikan apa yang dibutuhkan untuk membuat sejumlah besar karya dan mengapa itu penting, Anda tahu bahwa menyelesaikan sepuluh langkah dan menjadi fotografer yang hebat membutuhkan waktu yang lebih panjang daripada yang Anda pertama kali pikirkan. Seperti banyak hal lain di dalam kehidupan, jalan pintas dapat membawamu ke sana lebih cepat, tapi seringkali perjalanan adalah tujuan - Jika demikian, jalan yang pelan akan memberikan keuntungan maksimal. Bab ini akan memberikan contoh komposisi untuk membantu Anda menentukan posisi kamera terbaik dengan strategi yang beragam untuk membangun proses komposisi untuk mencapai sejumlah besar karya yang didiskusikan di langkah ke-2.
8252_Passionate_(062-095).indd 63
5/07/2013 1:35:48 PM
3.2 “Pengerjaan” sapi besar dari sudut yang berbeda-beda. ©Steve Simons
8252_Passionate_(062-095).indd 64
5/07/2013 1:36:38 PM
8252_Passionate_(062-095).indd 65
5/07/2013 1:37:38 PM
66
The Passionate Photographer
BEBERAPA PANDUAN DASAR Apa yang saya sebut “pengerjaan foto” dapat membantu Anda untuk memperoleh sejumlah karya dengan cara yang jitu dan efektif. Ketika Anda tekun melakukan hal ini, saya jamin Anda akan mencapai kecakapan fotografi dan kepuasan yang Anda tidak bisa bayangkan saat ini (3.2). Sebelum saya melanjutkan, sangat bermanfaat untuk mengatakan bahwa saya tidak pernah menjadi orang yang mendekonstruksi (memecah) bagian komponen dari foto, mencecerkannya ke lantai dan menganalisanya secara ilmiah. Panduan untuk komposisi bagus ada karena satu alasan: Panduan tersebut sering kali berhasil. Tapi untuk fotografer baru, panduan-panduan ini kadang mengakibatkan dilema bagi otak kiri, menuntun kita untuk berpikir terlalu banyak aturan yang boleh dan tidak boleh diikuti yang akhirnya menghambat proses melihat, merasakan sampai proses komposisi gambar. Ada misteri dan kegaiban dalam dalam proses kreatif yang tidak bisa selalu diungkapkan. Kadang-kadang sebuah foto mengikuti semua aturan dan panduan menjadi foto yang sempurna tapi membosankan. Mengambil tindakan untuk menentukan apa yang ditempatkan di dalam bingkai foto dan apa yang tertinggal - organisasi ruang - adalah hal terpenting untuk membuat foto. Komposisi sedikit banyak seperti menari. Kita bergerak ke sekitar subjek untuk mencoba sudut baru dan melihat bagaimana mereka
terlihat sehingga kita bisa menempatkan diri di tempat terbaik untuk memotret. Karena istilah komposisi cukup dipahami di dalam bahasa fotografi, saya akan menggunakannya di bab ini, tapi supaya lebih akurat, kata framing (pembingkaian) akan merupakan pilihan yang lebih baik karena komposisi berarti proses ini dalam kendali kita, tapi di sebagian besar jenis fotografi adalah memilih memasukkan atau tidak memasukkan elemen di dalam bingkai jendela bidik. Ketika saya menyebutkan tentang komposisi dan pengendalian proses pemotretan, yang saya maksud adalah menjelajahi berbagai variasi pilihan. Tidak hanya untuk Anda, fotografernya, bergerak dan mengubah komposisi. Di dunia yang selalu bergerak dan berubah, momen spesifik yang ditangkap fotografer juga memberikan dampak yang besar terhadap hasil akhir foto. Sikap atau rupa bisa berubah dari foto ke foto, dan sedikit perubahan bisa mengakibatkan dampak yang dramatis terhadap kesuksesan sebuah foto. Tekuk lututmu dan ubahlah sudut pandangmu. Ubah penjajaran antara subjek di depan dengan latar belakang dan garis horizon. Semuanya adalah tentang perbedaan yang sangat sedikit. Tarian komposisi ini adalah permainan dalam ukuran inci. Saya tegaskan kalau Anda harus melihat melalui jendela bidik untuk melihat bagaimana sedikit pergerakan dapat secara dramatis mempengaruhi hasil
3.3-3.5 Tarian komposisi membuat Anda pergi ke tempat yang Anda tidak biasanya pergi, memberikan Anda foto yang lebih kuat. Cahaya merambat ke dalam dari sebuah jendela di rumah duka di Lesotho. ©Steve Simon
8252_Passionate_(062-095).indd 66
5/07/2013 1:37:42 PM
8252_Passionate_(062-095).indd 67
5/07/2013 1:37:43 PM
68
The Passionate Photographer
akhir komposisi. Ini hal yang penting untuk diketahui karena sedikit pergeseran kamera akan membuat perbedaan yang besar (3.3-3.5). Di tingkat teratas, proses fotografi sama dengan pemusik yang mengatur not-not yang menggugah emosi atau seorang desainer yang merangsang indramu. Secara pribadi, jika saya harus mengungkapkan apa yang saya lakukan saat saya menari di seputar bingkai foto, saya akan katakan saya berusaha membingkai foto saya dengan mengatur elemen visual untuk dampak dan hubungan yang maksimal. Kita tidak harus selalu melakukan hal tersebut secara sadar, tapi dengan pengalaman kita belajar untuk mengamati jendela bidik, melihat penempatan garis dan bentuk, keseimbangan, dan hubungan antara bagian depan dan elemen latar belakang dan skala antara mereka. Hal-hal yang sukar diprediksikan dari susunan elemen-elemen foto sering terdapat di banyak foto yang hebat dan sebagian besar di luar kendalimu, tapi banyak hal yang bisa dilakukan untuk memaksimalkan kesempatan untuk berada di cahaya yang bagus dan di posisi kamera terbaik dengan eksposur yang sudah diatur, dan memiliki lensa terbaik yang siap untuk memicu tombol shutter di momen yang tepat. Dengan memotret sejumlah besar foto akan membantu penguasaan sisi teknis,
sehingga Anda bisa berkonsentrasi ke bagian penting dari proses fotografi: Melihat dan menangkap foto yang menarik, foto yang berarti, foto pribadi yang mengomunikasikan kepada orang lain bahwa apa yang Anda pikir cantik, penting, lucu, sedih atau yang biasa-biasa saja layak untuk direkam. Perburuan kreatif fotografi membutuhkan peleburan antara aksi fisik memotret, dan proses otak dalam melihat dan menentukan apa, kapan dan bagaimana untuk memotret. “Pengerjaan foto” membantu kita untuk melihat dunia dengan cara baru, sembari memaksa kita untuk keluar dari zona nyaman yang biasanya kita tempati. Henri Cartier-Bresson yang luar biasa mengungkapkan ide “pengerjaan foto” ketika dia mengutarakan proses dia dalam membingkai dan memotret sebuah foto. “Perbedaan antara foto yang bagus dan foto yang biasa saja hanya masalah milimeter. Perbedaan ini sangat, sangat kecil tapi penting. Jika saya membuat foto dari sini, akan ada susunan lain di sana, sana, sana. Saya melakukan pergerakan kecil. Saya tidak melompat ke atas dan ke bawah. Ini adalah hubungan antara hidungmu, matamu, di belakang jendela bidik, dan itu adalah kesenangan saya untuk membangun hubungan tersebut. Kadang-kadang tidak ada gambar yang diambil. Benarkah? Di sana tidak ada gambar.” - Henri Cartier-Bresson
3.6 Beberapa momen terjadi sangat cepat dan tidak berulang. Kejarlah jika kau bisa. ©Steve Simons
8252_Passionate_(062-095).indd 68
5/07/2013 1:37:45 PM
LANGKAH 3 : BERUSAHALAH JANGAN MENYERAH PADA KEAJAIBAN 69
Tarian komposisi juga sebuah perubahan kecil dalam teknik. Perbedaan sedikit di ruang tajam dari satu stop ke stop selanjutnya dapat menyempurnakan dan menajamkan visimu untuk foto akhir, seperti blur yang sengaja diikutsertakan atau penghentian waktu akibat perubahan setting shutter speed.
MOMEN Konsep waktu penting di fotografi bukan hanya waktu yang Anda investasikan dalam memotret, tapi juga durasi dari shutter. Shutter speed yang cepat dapat menghentikan waktu, sedangkan shutter speed yang lambat dapat mengirimkan kesan adanya ilusi gerakan kepada pemirsa. Foto-foto sering kali lebih menarik dengan berlalunya waktu. Petunjuk kapan sebuah foto diambil terungkap lewat mobil, fashion, potongan rambut, atau peralatan elektronik pada saat itu (atau ketiadaannya). Seiring menuanya foto, mereka bisa menjadi catatan sejarah. Ketika saya berpergian ke Amerika Serikat beberapa tahun yang lalu, saya tertarik dengan banyak tempat yang saya temui yang memiliki suasana seperti terperangkap waktu, yang mana menjadi bagian dari subjek yang saya coba tangkap. Berlawanan dengan foto yang tidak memiliki batas waktu adalah momen sekejap yang tertangkap
oleh shutter speed kamera yang cepat. Tidak ada kesempatan untuk mengulang foto-foto seperti ini; mereka tidak pernah diulang (3.6). Kemampuan fotografer untuk menangkap momen yang tepat ketika semua elemen di dalam bingkai menyatu dan beku oleh tekanan tombol shutter adalah sebuah bakat, juga sebuah keterampilan yang bisa dikembangkan. Adalah Henri Cartier-Bresson yang menciptakan istilah the decisive moment (momen yang menentukan), mendeskripsikan momen puncak yang sempurna, beku selamanya dalam sebuah foto. Shutter speed secara khusus membantu membedakan fotografi dengan media visual yang lain. Kita tidak bisa melihat momen yang beku di kehidupan nyata dengan mata kita, tapi kita bisa melihatnya di foto. Coba lihat karya perintis Dr. Harold Edgerton, inventor dari flash modern (3.7 dan 3.8). Edgerton melakukan apa yang dilakukan fotografer besar dan seniman setiap hari: Mereka menunjukkan dunia yang lazim dengan cara yang baru. Apakah itu kecantikan “mahkota” yang terbentuk ketika sebuah tetesan jatuh ke kolam susu atau kekuatan peluru yang mengagumkan yang meledak menembus apel, Edgerton dapat menunjukkan kepada kita kecantikan terpendam dari dunia stop-motion (penghentian gerak) yang kita tidak pernah lihat sebelumnya, dengan durasi flash 1/10.000 detik atau kurang. Semangat melihat dengan cara baru adalah kunci
3.7 and 3.8 Milkdrop Coronet, 1957; Bullet Through Apple, 1964. © Dr. Harold Edgerton
8252_Passionate_(062-095).indd 69
5/07/2013 1:37:48 PM
70
The Passionate Photographer
untuk berkarya yang membalikkan pandangan tradisional kita terhadap dunia. Memeluk cara baru untuk melihat subjek yang familiar adalah hasil akhir untuk bekerja dengan komposisi. Namun, seni komposisi bukanlah ilmu pasti. Fotografi itu bersifat pribadi. Butuh waktu yang lama bagi fotografer untuk belajar mempercayai intuisinya, terutama ketika proses kreatif bisa terasa sangat teknis ketika menggunakan alat seperti sebuah kamera.
MENGERJAKAN PEMANDANGANNYA Segera sesudah foto ditemukan, mengerjakan pemandangan dapat berarti proses pengurangan seiring Anda mengeliminasi hal-hal yang mengacaukan, membersihkan, dan mengatur elemen gambar untuk memusatkan perhatian ke hal yang Anda anggap penting. Amati bagian tepi bingkai untuk memastikan bahwa Anda tidak kehilangan apa-apa, dan perhatikan detail yang dapat meningkatkan foto dengan memotong atau mengikutsertakan mereka di dalam frame (3.9-3.14). Kadang-kadang ada energi dan pergerakan yang tercipta di komposisi yang kuat, ketika garis dan kurva elemen foto menjaga mata pemirsa untuk tetap di dalam bingkai. Dan kemudian ada isi foto itu sendiri, yang berisi maksud dan bagaimana hal itu akan diinterpretasikan oleh pemirsa.
GANTILAH SUDUT PANDANG Seiring kita mengembara melalui kehidupan, kita sering melihat dunia dari sudut pandang yang paling umum yaitu: berdiri, sejajar mata, dan jarak antara kita dan subjek sesuai dengan zona nyaman kita - tidak terlalu dekat, tidak terlalu jauh. Di dalam tarian komposisi, ini hanya titik awal fotografi. Saya menganjurkan Anda mempertimbangkan untuk memotret sedikit lebih banyak daripada yang biasa Anda lakukan, yang akan membuat langkah ke-7, “Seni mengedit,” sedikit lebih menantang. Tapi memiliki pilihan editing yang sulit merupakan hal yang bagus. Itu berarti Anda memiliki banyak foto yang bagus. Mengisi bingkai foto merupakan ide yang bagus dan dapat menjelaskan titik fokal dari foto atau point of interest yang membuat fotomu unik.
8252_Passionate_(062-095).indd 70
5/07/2013 1:37:53 PM
3.9-3.14 Bekerja dengan pemandangan. Foto pertama adalah titik awal saya, tapi seiring Suzane Nyirabukara berjalan menjauhi saya menuju rumahnya di Kigali, Rwanda, saya pikir lebih menarik jika saya memotretnya dari belakang. Saya mengikuti dia, memotret dan merapikan isi foto seiring seperti saat saya berjalan. ©Steve Simon
8252_Passionate_(062-095).indd 71
5/07/2013 1:37:54 PM
72
The Passionate Photographer
Teman fotografer saya, Bill Durrence memiliki sebuah mantra yang juga saya bagikan karena membantu banyak fotografer menemukan fokus estetika: Mengambil foto, kemudian maju tiga langkah lebih dekat. Ambillah lagi, dan kemudian maju tiga langkah lebih dekat. Ulangi (3.15-3.17). Kita butuh keluar dari zona nyaman dan melihat bagaimana sesuatu terlihat dari berbagai sudut dan perspektif kadang-kadang kurang nyaman karena berada dalam posisi sangat dekat dengan subjek. Tunjukkan kepada pemirsa sudut yang baru dari sebuah pemandangan yang umum. Jelajahi beberapa sudut pandang dengan turun, naik, mendekat, atau posisi kamera yang tidak biasa. Saat ini tariannya yang mengendalikan dirimu. Anda tidak boleh malu-malu saat menentukan posisi kamera. Carilah tempat terbaik untuk memotret dengan menjelajahi pemandangan. Fotografer National Geographic Sam Abell berbicara tentang bagaimana proses fotografi sering merupakan bentuk yang kacau dengan banyak di antaranya tidak bisa dikendalikan olehmu. Apa yang Anda bisa kontrol adalah membingkai foto. Ketika dipilih, jika ada jiwa masuk ke dalam bingkai foto, dengan keberuntungan dan ketepatan waktu,semua elemen bergabung bersama membuat foto yang hebat. Tapi sebagian besar tidak bisa dikendalikan olehmu.
8252_Passionate_(062-095).indd 72
“Membuat sebuah foto yang benar membutuhkan waktu, meskipun ketika subjek yang Anda foto tidak bergerak. Malah, Anda melakukan gerak - mendekati, tidak terlalu dekat - mengganti lensa, menggunakan tripod, melakukan komposisi detail, mundur, mempertimbangkan kembali, merekomposisi, ulangi, Dan ketika foto itu terlihat benar, itu juga terasa benar - begitulah.” - Sam Abell, dari The Life of a Photograph
MASALAH DENGAN ZOOM Sebagian besar dari kita sekarang ini menggunakan lensa zoom, dan dengan alasan yang bagus. Kualitas lensa zoom sekarang sangat bagus, sehingga bisa menyamai kualitas lensa fix/prima, yang secara tradisional memiliki kualitas optik yang unggul. Dulunya, kamera SLR dipasangkan dengan lensa 50mm “normal”, tapi sekarang ini hampir semua kamera DSLR dipasang dengan lensa zoom. Untuk fotografer baru pada khususnya, lensa zoom memberikan banyak pilihan, menambahkan ke banyak keputusan-keputusan yang harus dibuat. Saya menganjurkan menggunakan lensa fix ketika Anda turun ke lantai dansa komposisi, atau potretlah dengan lensa zoom yang di putar ke paling ujung dan
5/07/2013 1:37:56 PM
LANGKAH 3 : BERUSAHALAH JANGAN MENYERAH PADA KEAJAIBAN
73
3.15-3.17 Dengan bergerak tiga langkah lebih dekat, dan kemudian tiga langkah lebih dekat lagi, saya menghasilkan foto yang lebih kuat daripada foto pertama yang saya mulai. ©Steve Simons
zoomlah dengan kakimu, seperti yang disarankan Diane Arbus (3.18 dan 3.19). Dengan pengalaman, Anda akan belajar kapan untuk menghaluskan komposisimu dengan sedikit penyesuaian dari jarak fokus zoom. Sementara itu, ada banyak pilihan. Keputusan tentang sudut kamera, shutter speed, diafragma, jarak, cahaya, dan waktu foto diambil semuanya memiliki pengaruh besar tentang apa yang akan ditonjolkan dan komunikasikan di hasil akhir foto. Dengan bekerja di berbagai skenario, Anda kemudian bisa menentukan apa yang paling bagus menyerupai visi dari pemandangan tersebut. Berikan dirimu sendiri pilihan. Cobalah semua dan belajarlah. Bekerja dengan berbagai skenario memungkinkan Anda membuat foto-foto yang lebih kuat dengan perbedaan yang
8252_Passionate_(062-095).indd 73
hampir tidak kentara. Dan dengan pengalaman, Anda bisa memiliki ide yang lebih jelas tentang pendekatan teknis yang cocok untuk digunakan. Kita memiliki beberapa kendali dengan memilih bagaimana kita bekerja. Lensa-lensa yang berbeda, dari lebar ke telefoto, mengubah dan menukar bentuk dan hubungan antara latar depan dan objek latar belakang. Lensa panjang memberikan perspektif yang lebih datar dan terkompresi/padat, sedangkan lensa lebar mengomunikasikan sudut pandang yang lebih intim, yang akan “terbaca” dan tersampaikan pada hasil akhir foto. Ketika waktu memungkinkan, merupakan ide yang bagus untuk berhenti, berpikir, dan mengatur strategi karena banyak keputusan untuk dibuat. Memilih fokus yang selektif untuk ruang tajam
5/07/2013 1:37:58 PM
3.18 dan 3.19 Anda bisa melihat kompresi dan ruang tajam yang terbatas di foto anak kecil di Kenya, diambil dengan lensa 85mm (kanan) dan portrait memakan pai blueberry diambil dengan lensa 24mm di jarak yang dekat. Ada rasa intim yang diberikan lensa lebar yang dapat Anda gunakan untuk keuntunganmu. Mmmm.. pai... © Steve Simons
maksimum, mengaburkan melalui eksposur yang lambat atau membekukan gerakan seluruhnya; menentukan ketajaman dan kejelasan - tiap-tiap keputusan memberikan cerita yang berbeda. Kita memutuskan cerita apa untuk diceritakan. Seringkali Anda butuh untuk bekerja di skenario teknis untuk menentukan apa yang terbaik dan menyerupai visimu terhadap skenario tersebut. Saya cenderung paling sering menggunakan lensa lebar, untuk menggambarkan subjek secara lebih intim dan pemandangan yang saya suka untuk pekerjaanku (3.20). Berhati-hatilah saat Anda menggunakannya. Jika memungkinkan, tempatkan lensa sejajar dengan subjek untuk meminimalisir distorsi. Saya juga berhati-hati ketika menggunakan lensa yang sangat lebar. Saya tidak ingin hal pertama yang dikatakan pemirsa dari foto saya adalah, “Wow, lensa lebarlah yang membuat fotonya tampak seperti itu.” Saya ingin pemirsa melihat isinya. Ini mengapa sudut pandang lebar harus digunakan secara hati-hati. Untuk bermain dengan sudut pandang baru dan posisi kamera, Anda mungkin mau mencoba fitur Live View kamera, yang bisa sangat membantu jika Anda ingin mengambil sudut yang sangat rendah atau memegang kamera di atas kepala untuk sudut pandang dari atas. Teknik yang saya sering sebut “Foto untung-untungan” saat memotret dengan kamera
8252_Passionate_(062-095).indd 74
film, saya bisa memegang kamera DSLR dengan mengaktifkan live view dan melihat dan membingkai foto dengan tangan yang saya angkat tinggi.
PILIHAN DAN KETERBATASAN Tarian komposisi adalah tentang bagaimana perpindahanmu dan kameramu, yang lalu memindahkan detail yang sekecil-kecilnya di dalam jendela bidik untuk mendapatkan pengaruh visual yang maksimal. Anda dapat menggunakan semua teknik fotografi untuk membuat suasana atau emosi yang Anda rasakan dan ingin disampaikan. Ini adalah tentang mengenal dan memahami apa yang menarikmu ke subjek pertama kali, dan kemudian menentukan melalui konsentrasi dan insting - bagaimana cara yang terbaik untuk mengomunikasikan perasaan-perasaan tersebut melalui fotografi. Kadang-kadang Anda perlu berhenti dan berpikir tentang apa yang Anda lakukan, memastikan Anda menuju arah yang benar dengan memperhatikan pendekatanmu ke subjek. Memiliki visi dan ide yang jelas mengenai cara Anda memperlihatkan subjek merupakan setengah pertempuran. Hal itu memberikan Anda petunjuk dan membantu
5/07/2013 1:38:00 PM
3.20 Jangan takut untuk bergerak mendekat untuk membingkai subjekmu dengan lensa lebar untuk sudut pandang yang lebih intim, seperti foto seornag pria menghadiri parade veteran di kota New York. ©Steve Simon
memandu Anda untuk mendapatkan apa yang Anda butuhkan untuk tugas atau proyek tertentu. Bukan masalah menangkap apa yang nyata yang berada didepanmu, tapi lebih baik membuat foto yang memancing reaksi emosional dari penikmat - mungkin reaksinya sama seperti apa yang Anda rasakan ketika memutuskan untuk membuat foto pertama kalinya. Bahkan untuk fotografer yang berpengalaman, bekerja untuk membuat foto merupakan hal yang penting. Kadang-kadang di lapangan saya pikir di suatu situasi atau sebuah foto merupakan “terbaik,” tapi itu bukan. Bahkan setelah sepanjang umur terobsesi dengan fotografi, saya tidak pernah benarbenar yakin foto mana yang akan menjadi yang terbaik. Kadang-kadang itu adalah foto yang tidak saya ingat kapan saya memotretnya: Sebuah rupa, sikap, momen spontan yang ditangkap dengan impuls yang sangat cepat dan tidak terlihat secara sadar.
8252_Passionate_(062-095).indd 75
Adalah salah satu kegembiraan saya di dalam fotografi - kejutan yang tak terduga yang keluar di komputerku. Lalu, saya menganjurkan Anda untuk tetap memotret sambil menari dengan kameramu - Sambil merasakan suasana dan memotret dengan dorongan batin dan mengambil kesempatan (3.21 dan 3.22). Mediummu adalah digital; Anda selalu bisa menghapusnya nanti, jadi potretlah dengan bebas.
LEBIH TENTANG DEKONSTRUKSI Baiklah, mari kita berbicara sedikit tentang teori komposisi. Untuk membantu Anda mengerjakan komposisi sepenuhnya, mari kita bahas elemen visual yang membantu kesuksesan sebuah foto, kemudian pengaturan elemen di dalam bingkai foto. Pilihan-pilihan ini seringkali intuitif, tapi hal tersebut datang dari pengalaman. Dengan meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kita
5/07/2013 1:38:03 PM
76
The Passionate Photographer
3.21 dan 3.22 Wanita ini di dalam sebuah gereja di Lesotho sangat emosional dan ekspresif, sehingga saya melanjutkan memotret dengan memvariasikan jarakku bergerak lebih dekat, kemudian menjauh - dan memilih foto yang terbaik setelahnya saat editing. Anda ingin memberikan keputusan yang sulit kepada dirimu sendiri ketika editing dengan melakukan pekerjaan yang bagus dan komplit di lapangan. ©Steve Simon
lebih mudah mengungkapkan perasaan kita tentang foto. Dan semakin banyak kita mempelajari apa yang dianggap foto yang bagus, kita akan melihat persamaan antara foto yang kuat – persamaan sifat, juga komponen foto yang membuat foto bercerita dengan sangat kuat. Mari kita membongkar elemen foto yang bisa memberikan manfaat bagi Anda seiring Anda bekerja untuk membingkai foto secara paling efektif untuk subjek foto tertentu. Secara estetika, elemen-elemen visual termasuk bentuk, garis luar sebuah objek dua dimensi, permukaan bentuk yang mungkin atau tidak mungkin terlihat tergantung dari bagaimana cahaya menyinari permukaannya; Rupa, aspek tiga dimensi dari sebuah objek; warna atau tonal (hitam dan putih); dan, tentu, cahaya, yang akan berdampak besar atas bagaimana elemen-elemen itu dipandang.
8252_Passionate_(062-095).indd 76
Warna dapat mendominasi sebuah foto dan memberikan arti ke sebuah foto. Mantan editor foto National Geographic dan ahli multimedia Washington Post mengatakan bahwa warna yang bagus “memperkuat isi” dari foto. Tapi warna juga bisa mengganggu. Ketika memotret dengan warna, penting untuk menemukan warna yang mengganggu dan cari cara membingkai foto untuk meminimalisir gangguan tersebut. Oleh karena itu, foto monokrom bisa menjadi sangat efektif, dan alasan golden hour adalah waktu di mana banyak fotografer memilih untuk memotret, agar foto bermandikan cahaya hangat, sehingga cenderung untuk meminimalisir gangguan warna yang bermacam-macam. Bonusnya adalah matahari terletak rendah di langit, dan hal itu menambahkan tampilan tiga dimensi pada pemandangan sebagai subjek utama atau sebagai latar depan/belakang (3.23).
5/07/2013 1:38:09 PM
MUSUH Apakah autofokus musuh dari komposisi yang bagus? Beberapa mungkin memperdebatkan iya, dengan titik fokus di banyak kamera yang ditempatkan di tengah jendela bidik, maka secara alami insting fotografer adalah membidik subjek di tengah dan memotret. Tapi sebagian besar kamera memungkinkan Anda untuk memindahkan titik fokus di dalam bingkai foto, sehingga tidak perlu untuk menjadi budak komposisi bagi titik fokus di jendela bidik, terutama ketika melakukan tarian komposisi (3.24). Malahan, kunci fokus dan rekomposisi. Tergantung berapa lama Anda telah mengenal fotografi, Anda mungkin ingat hari-hari ketika manual fokus merupakan pilihan satu-satunya. Merupakan sebuah keterampilan di mana banyak fotografer hebat menghabiskan waktu bertahuntahun untuk mengembangkannya. Seringkali,
8252_Passionate_(062-095).indd 77
fotografer olahraga yang terbaik seperti atlet-atlet yang mereka liput, menguasai koordinasi mata dan tangan yang dibutuhkan untuk mengunci fokus ke subjek yang bergerak cepat dan dalam waktu bersamaan memicu shutter di momen yang menentukan. Saya ingat ketika pertama kali mata saya mulai melemah dan saya tidak bisa mengandalkan penilaian fokus saya saat mengatur fokus secara manual. Untunglah bagi saya, hal ini terjadi saat teknologi autofokus mulai berkembang. Tapi jangan berpikir bahwa autofokus melakukan semua pekerjaan untukmu. Keterampilan, konsentrasi dan kelincahan yang sama diperlukan dengan autofokus seperti saat fokus secara manual, tapi jika digunakan secara benar, persentase foto yang tajam akan meningkat. Meskipun dengan kemampuan autofokus yang menakjubkan dari kamera DSLR saat ini, sering manual fokus lebih baik saat mengomposisi
5/07/2013 1:38:10 PM
78
The Passionate Photographer
3.2.3 Cahaya emas ini terjadi pada saat pagi hari, saat yang bagus untuk memotret, ketika cahaya rendah dan merata, membuat bayangan yang kuat dan menonjolkan detail di tekstur, juga memberikan kehangatan cahaya yang mengurangi warna yang mengganggu. Mapuste Moriti mengaduk periuk pagi-pagi di Lesotho. © Steve Simon
gambarmu, terutama saat situasi cahaya lingkungan yang gelap dengan lensa yang cepat untuk fokus selektif. Tentu, Anda bisa menempatkan titik fokus di beberapa bagian di bingkai, tapi Anda hanya bisa melakukannya di posisi-posisi tertentu yang tetap. Dengan manual fokus, Anda bisa mengomposisikan pemandangan, mengunci fokus di, katakanlah, wajah di bagian kiri, meski posisi subjek mengikuti titik fokus atau tidak. Jika orang tersebut bergerak, Anda bisa mengubah fokus dengan cepat, sambil menunggu momen terbaik untuk menekan tombol shutter. Fotografer jalanan sudah lama menggunakan teknik yang disebut “jarak hiperfokal,” yang mengandalkan ruang tajam untuk mendapatkan foto yang tajam lebih cepat daripada kamera autofokus tanpa harus memutar cincin fokus. Master Henri Cartier-Bresson menggunakan sebuah Leica, dan fotografer Leica mengetahui manual fokus rangefinder dengan sangat baik sehingga mereka sering mengatur fokus secara manual tanpa melihat, dan/atau menggunakan jarak hiperfokal (3.25). Lensa lama memungkinkan Anda untuk mengatur jarak hiperfokal dengan membaca
8252_Passionate_(062-095).indd 78
tanda di lensa yang menampilkan ruang tajam maksimum untuk f-stop tertentu. Maka itu, jika seorang fotografer menggunakan lensa 28mm, mereka tahu rentang fokus yang diinginkan yaitu tiga kaki sampai tak terhingga di f/16, jika mereka mengatur lensa ke jarak hiperfokal 5 1/2 kaki yang diindikasikan di lensanya. Jadi mereka mengomposisikan fotonya dengan memposisikan subjek dan elemen foto yang perlu cukup tajam dalam rentang jarak tersebut. Tidak perlu memfokus. Jadi kamera Leica rangefinder menjadi mesin berkecepaan tinggi yang bahkan tidak bisa dilawan oleh autofokus yang tercepat, dan masih dipraktikkan oleh beberapa pemotret rangefinder saat ini (Teori ini benar untuk kamera yang memungkinkan Anda untuk mengendalikan apertur). Inilah alasan fotografer jalanan yang hebat bisa bergerak begitu cepat. Benar, kadang-kadang fokus tidak begitu tajam, dan jika Anda pernah melihat beberapa karya besar dari jarak dekat, Anda mungkin akan mengomentari tentang fotonya agak lembut /tidak terlalu tajam. Ini menekankan bahwa untuk foto-foto yang hebat, isi, suasana, dan
5/07/2013 1:38:13 PM
LANGKAH 3 : BERUSAHALAH JANGAN MENYERAH PADA KEAJAIBAN 79
3.24 Pindahkan titik autofokus untuk mengendalikan komposisi, menempatkan subjek utama pada tempat yang ingin Anda tekankan di bingkai. ©Steve Simons
3.25 Seorang fotografer menggunakan sebuah kamera Leica rangefinder utuk memotret pemandangan kota Istanbul. Fotografer rangefinder sudah dari sejak lama menggunakan teknik fokus jarak hiperfokal untuk bekerja dengan cepat tanpa harus menggerakkan fokus di lensa. © Steve Simon
komposisi akan menutupi kelemahan secara teknis. Tentu, Anda ingin mendapatkan itu semua, tapi sedikit kelemahan di teknik bukan masalah yang penting. DSLR seringkali menyediakan pilihan autofokus mutakhir yang luar biasa efektif tapi bisa sulit dimengerti secara sepenuhnya, dan tiap manufaktur kamera memiliki sistem yang mirip tapi spesifik. Karena fokus sangat penting untuk pendekatan komposisional yang saya anjurkan, saya akan memberikan beberapa saran, tapi mengetahui apa yang bekerja dengan baik untuk dirimu sendiri adalah kuncinya, Jadi pastikan Anda memeriksa manual kamera untuk melihat apa yang tersedia untukmu dan mencobanya. Faktor yang paling utama bagi saya adalah dapat mengendalikan di mana kamera akan mengunci fokus. Setiap pembuat kamera memiliki sistemnya sendiri-sendiri, tapi sebagian besar memiliki setidaknya dua mode autofokus utama: Single dan Continuous Servo. Di mode single, autofokus kamera mengikuti subjek dan menguncinya ke fokus yang tajam. Mode ini digunakan untuk memotret subjek yang
tidak bergerak. Penekanan tombol shutter yang ringan (menekan setengah) akan mengunci fokus, tekanan yang lebih kuat akan memicu shutter untuk mengambil foto. Sekali fokus dikunci dengan menekan setengah, Anda bisa memilih untuk merekomposisi dan menembak (3.26). Ini bisa bekerja dengan baik bila subjek tidak bergerak di mana jarak kamera ke subjek tetap konstan. Mode Continuous Servo mengikuti jejak subjek bergerak ketika Anda menekan setengah tombol shutter. Saat subjek bergerak, fokus kamera bisa mengikutinya dan di beberapa kasus (seperti di mode dinamis), memprediksikan di mana subjek bergerak dan menjaganya agar tetap fokus. Jadi, jika sesuatu bergerak menuju arahmu, dan kemudian berhenti, dan kemudian bergerak lagi, itu tidak masalah. Kamera terus menerus mengawasi subjek tersebut (selama titik fokus berada di subjek) sampai Anda menggangkat jari dari tombol shutter atau mengambil foto (3.27). Sejumlah pilihan autofokus yang canggih tersedia dan disusun berdasarkan kedua mode autofokus tersebut. Tapi autofokus tidak sempurna, sering kali tidak akurat di kondisi cahaya yang kurang baik,
8252_Passionate_(062-095).indd 79
5/07/2013 1:38:18 PM
80
The Passionate Photographer
dan bisa tertipu oleh pagar, permukaan yang sangat memantulkan cahaya, salju yang jatuh, atau hujan deras, kaca, dan halangan lain yang transparan. Anda perlu berhati-hati dan mengenali ketika manual fokus akan memastikan fokus yang tajam untuk elemen yang benar di dalam foto. Jangan terbuai dengan perasaan aman yang salah dengan autofokus. Saya pernah berada di situasi di mana saya mendapatkan foto yang fokusnya di belakang (back-focus) karena saya tidak memperhatikan dengan seksama. Periksalah manual kamera dan bacalah bagian autofokus secara seksama. Beberapa titik fokus - biasanya terletak di tengah - lebih sensitif dan akurat daripada yang lain. Sistem Nikon, sebagai contoh, memiliki sistem 51 titik fokus, 15 di antaranya dinamakan cross type sensors. Sensor ini fokus di kedua bidang, horizontal dan vertikal dan lebih akurat, terutama di kondisi yang gelap dan dengan lensa yang cepat (berbukaan besar). Sistem area dinamis memungkinkan Anda memilih titik fokus prioritas untuk mengunci subjek. Jika subjekmu menyimpang dari titik tersebut, sistem autofokus akan mengaktifkan titik fokus pembantu yang mengikuti subjek dan mempertahankan fokus.
3.26 Untuk komposisi yang lebih dinamis, penting untuk fokus dan merekomposisi - atau mengubah titik fokus ke elemen yang ingin Anda tajamkan - untuk memindahkan penekanan dari tengah foto. ©Steve Simons
8252_Passionate_(062-095).indd 80
KESABARAN DALAM KOMPOSISI DAN KEHIDUPAN Belajar dan bertumbuh sebagai seorang fotografer adalah proses seumur hidup. Semua yang Anda alami di hidupmu bisa di masukkan ke dalam karya yang Anda buat. Kesabaran bukan hanya sesuatu kebajikan dalam hidup, tapi merupakan aset yang bagus untuk meningkatkan karyamu. Hidup jarang memberikan Anda foto yang sempurna untuk dibingkai. Tidak semudah itu. Mungkin setiap foto yang Anda pernah ambil bisa ditingkatkan. Jika ini benar untuk kebanyakan foto-fotomu, maka Anda akan setuju bahwa memotret lebih banyak adalah ide yang bagus. Benar bahwa semua subjek tidak sama, dan mungkin ada banyak keterbatasan dalam tugastugas yang spesifik atau situasi pemotretan tertentu (3.28 dan 3.29). Jadi menemukan situasi dengan potensi visual adalah kuncinya, dan saya akan mendiskusikannya lebih detail di langkah ke-4. Tapi banyak karunia fotografi di setiap sudut dan situasi yang tidak terbatas dengan kemungkinan visual yang menunggu untuk dikenali. Confucius berkata, “Segala sesuatunya memiliki kecantikan tersendiri, tapi tidak semua orang melihatnya.”
3.27 Di mode continuous servo, Anda bisa mengikuti subjek yang bergerak, meningkatkan kesempatanmu untuk mendapatkan foto yang tajam. ©Steve Simon
5/07/2013 1:38:22 PM
LANGKAH 3 : BERUSAHALAH JANGAN MENYERAH PADA KEAJAIBAN 81
TIPS AUTOFOKUS Saya dulunya mengatur kamera di single frame shooting, menengahkan lingkaran fokus pada subjek yang saya inginkan untuk tajam, kemudian merekomposisi dan memicu shutter. Saya menebak bahwa ini teknik yang sering digunakan oleh mayoritas dari pemotret dengan DSLR. Tidak heran jika banyak komposisi yang kurang hidup - Orangorang lupa “merekomposisi” dan berakhir dengan komposisi yang statis dan subjek yang berada di tengah-tengah. Saya pikir ada cara yang lebih baik untuk menggunakan autofokus. Kebanyakan kamera DSLR memungkinkan Anda untuk melepaskan fungsi autofokus terpisah dari tombol shutter dan memindahkannya ke tombol kecil di balik kamera, di sebelah kanan jendela bidik, sering diberi label AF atau AF-ON. Ini adalah teknik yang saya pilih dan keefektifannya tersingkap ketika memotret subjek yang bergerak, sedangkan untuk subjek tidak bergerak dan pemandangan, teknik ini juga bekerja dengan baik. Teknik autofokus ini memberikan yang terbaik dari kedua mode Single dan Continuous Servo tracking. Untuk menggunakannya, Anda perlu mengatur autofokus ke tombol AF-ON saja, yang mana memisahkan autofokus dari tombol shutter. Jadi tombol shutter tetap akan mengaktifkan perhitungan cahaya (metering) dan fitur anti getar jika lensamu memiliki fitur tersebut, tapi tidak akan lagi mengaktifkan autofokus. Anda kemudian harus mengeset kamera ke mode continuous servo, biasanya dengan sebuah tuas di depan kamera (tapi periksalah kameramu untuk instruksi yang spesifik). Sekali saya mengatur setting ini, saya hanya menekan tombol AF-ON untuk fokus, dan
8252_Passionate_(062-095).indd 81
merekomposisi dan memotret. Ini sama cepatnya dengan memicu melalui tombol shutter untuk autofokus di mode Single servo. Akan tetapi, pada situasi di mana saya bergerak atau subjek bergerak, karena kamera diatur ke mode continuous servo tracking, saya bisa mempertahankan tombol AF ditekan dan sistem autofokus kamera yang menakjubkan akan mengikuti jejak subjek, sementara saya memicu shutter berulangkali. Ini memungkinkan saya untuk mendapatkan lebih banyak foto yang tajam di situasi yang bergerak cepat. Dengan cara lama, menghadapi perubahan dari subjek tidak bergerak ke bergerak, saya harus mereset kamera dari mode single continuous servo tracking dan kembali – hal ini merepotkan dan menghabiskan waktu dan sering menyebabkan kehilangan momen ketika membuat penyesuaian-penyesuaian ini. Membutuhkan waktu untuk terbiasa dengan sistem baru, dan jika Anda lupa memencet tombol fokus, autofokus tidak akan terjadi. Tapi mayoritas fotografer yang pindah ke metode ini menyukai hal ini dan terus menggunakannya. Setelah beberapa saat cara baru untuk fokus ini menjadi kebiasaan. Saya menyukainya karena saya merasa lebih dalam kendali, seperti dulu saat mataku lebih tajam dan saya fokus secara manual. Berhati-hatilah ketika Anda mengunci fokus dan merekomposisi. Jangan mengubah sudut kamera terlalu banyak sehingga Anda kehilangan fokus. Ini sangat penting ketika memotret dengan setting bukaan terbesar dan dengan lensa berbukaan besar, dan ruang tajam yang sangat tipis di mana sedikit pengubahan komposisi (rekomposisi) dapat membuat fokus yang Anda inginkan menjadi tidak fokus. Di situasi seperti ini, Anda bisa meminimalkan rekomposisi dengan mengubah titik fokus di sekeliling jendela bidik.
5/07/2013 1:38:22 PM
82
The Passionate Photographer
3.28 Ronald Smith - Baris kematian. Antreannya panjang, tapi setelah setahun menulis surat ke penjara, pengacara Ronald Smith dan Ronald Smith sendiri, akhirnya saya diberikan izin. Beberapa cerita sepertinya mustahil didapatkan, tapi Anda akan terkejut betapa sering izin yang kelihatannya tidak mungkin, diberikan untuk fotografer. Hampir selalu patut dicoba, dengan ketekunan biasanya akan mendapatkan pahala. ©Steve Simon
Kesabaran dan intuisi penting untuk proses pengambilan gambar, seperti yang dideskripsikan Henri Cartier-Bresson. “Terkadang, momen terjadi ketika Anda diam, menunda, menunggu sesuatu untuk terjadi. Kadangkadang Anda memiliki perasaan bahwa di sini adalah semuanya yang dibutuhkan untuk sebuah gambar, kecuali hanya satu hal yang kelihatannya seperti hilang. Tapi apakah hal tersebut? Mungkin seseorang yang tibatiba berjalan ke dalam pandanganmu. Anda mengikuti perkembangannya melalui jendela bidik. Anda menunggu dan menunggu, dan kemudian akhirnya Anda menekan tombol - dan Anda meninggalkan tempat dengan perasaan (meskipun Anda tidak tahu kenapa) bahwa Anda benarbenar mendapatkan sesuatu.” - Henri Cartier Bresson, dari The Decisive Moment
8252_Passionate_(062-095).indd 82
5/07/2013 1:38:29 PM
3.29 Saya menunggu sepanjang malam untuk mendapatkan foto ini. Mengetahui balon-balon akan dilepas dari langit-langit Madison Square Garden ketika George Bush dan keluarga berjalan ke tengah panggung, saya memotret dan menunggu dan memotret, akhirnya mendapatkan foto ini yang menunjukkan Mr. Bush sangat menonjol di foto, meskipun figur dia kecil di dalam foto yang kompleks. Ketika Anda siap melihatnya, mendapatkan foto ini membutuhkan persiapan, mata di jendela bidik, bergerak sedikit dan menunggu momen yang tepat. Ini juga membutukan kesabaran. ©Steve Simon
8252_Passionate_(062-095).indd 83
5/07/2013 1:38:29 PM
84
The Passionate Photographer
3.30 Bersiaplah untuk mengantisipasi momen yang potensial sebelum itu terjadi. Miriam Mamotete bereaksi ke komentar lucu oleh salah satu pasien di rumah sakit Teyateyaneng di Lesotho. © Steve Simon
Dalam the Life of a Photograph, Sam Abell menyatakan sentimen yang sama: “Untuk saya, setting seringkali adalah subjek pertama dari sebuah foto. Saya diajari untuk melihat setting oleh ayahku saat keluar memotret bersama. Dia adalah seorang amatir sehingga tidak memiliki tekanan untuk menghasilkan foto. Saya tidak pernah melihatnya memaksa untuk memotret. Melainkan saya mengamatinya menimbang-nimbang situasi, dan kemudian menunggu. Saya pergi bekerja, menunggu.” Tidak ada yang dapat menggantikan waktu yang dihabiskan. Semakin banyak waktu Anda habiskan di situasi foto tertentu berarti Anda dapat melihat pemandangan tersebut berkembang (3.30) dan menangkapnya saat subjek dan cahayanya berubah. Semakin banyak Anda mengerjakannya, semakin banyak pilihan yang Anda peroleh untuk editing yang cermat nantinya. Ketika saya bekerja penuh waktu sebagai fotojurnalis, kami memiliki mantra “Pergilah awal dan tinggallah sampai larut.” Karena sering kali pertama-tama, foto yang nyata terjadi setelah atau sebelum acara yang dijadwalkan.
8252_Passionate_(062-095).indd 84
Potretlah tapi bersiaplah untuk mengambil yang lain. Semakin Anda tenang dan siap, dengan mata pada jendela bidik, menunggu adegan tersingkap, semakin mungkin Anda akan dapat menangkap sesuatu yang spesial, sesuatu yang otentik. Beberapa foto terbaik saya terjadi setelah foto diambil, ketika orang-orang bersantai. Ini waktunya untuk tetap jeli dan terus memotret dan bersiap-siap untuk hal-hal yang tidak terduga.
DESAIN DAN TRADISI DI KOMPOSISI Desain di komposisimu bukan hanya untuk tujuan estetika. Desain yang bagus berarti menyusun elemen di dalam foto untuk tujuan mengirimkan pesan dengan cara paling efektif. Tapi apa yang membuat sebuah foto “bagus” bersifat subjektif dan rumit. Sebuah foto tidak akan mulai “bagus” sampai diterima oleh pemirsa. Maka itu mengapa sebuah foto sering kali sulit dideskripsikan dengan jumlah kata, baik itu seribu kata atau lebih. Di dalam foto yang kuat terdapat campuran perasaan, informasi, warna, dan cahaya yang membuat sebuah atmosfer yang bercerita atau menimbulkan respon emosional.
5/07/2013 1:38:35 PM
LANGKAH 3 : BERUSAHALAH JANGAN MENYERAH PADA KEAJAIBAN 85
Kita menggunakan desain untuk mengorganisasikan elemen visual untuk mengomunikasikan apa yang ingin disampaikan tentang subjek foto. Ada prinsip-prinsip desain dan panduan komposisi yang digunakan seniman sejak dahulu untuk keuntungan mereka, yang cenderung membuat visual yang lebih kuat. Pengetahuan dari prinsip-prinsip ini akan membantu Anda berkembang di karyamu, dan menggunakan atau tidak akan menjadi kebiasaan seiring Anda mengerjakan foto-fotomu tanpa sadar. Seperti yang dikatakan Edward Weston, “Berkonsultasilah dengan aturan komposisi sebelum membuat foto adalah seperti berkonsultasi dengan hukum gravitasi sebelum pergi berjalan-jalan.”
Keseimbangan dan Ritme Ada simetri dan ada keseimbangan, dan keduanya tidak selalu sama di dalam fotografi. Ini lebih tergantung ke bobot visual dari elemen-elemen yang membentuk sebuah foto. Dan meskipun sulit untuk mengungkapkan bobot visual, Anda akan mengetahuinya saat Anda melihatnya. Semakin besar bobot visualnya, semakin mata Anda tertarik ke daerah tersebut di dalam foto. Daerah yang besar dan terang dapat diseimbangkan dengan sesuatu yang kecil, gelap yang memiliki bobot visual yang tinggi.
Demikian sebaliknya. Warna yang berbeda memiliki bobot visual yang berbeda. Warna yang terang lebih menarik mata, juga gambar dengan sedikit percikan warna; ada banyak bobot visual di dalam warna minoritas. Elemen dalam foto dengan bobot yang lebih membutuhkan lebih banyak perhatian pemirsa. Dan tidak hanya tentang bentuk, garis, tonal dan warna. Isi dari foto mungkin yang paling penting yang mana merupakan alasan mengapa foto yang komposisinya tidak sempurna dengan isi yang kuat seperti foto berita yang kabur tapi menarik dapat mengungguli foto dengan pengaturan yang rapi dan komposisi yang kuat tapi isinya lemah. Ritme, atau pola yang berulang-ulang, dapat menjadi sangat dinamis dan menuntun mata Anda melalui foto (3.31).
Aturan sepertiga (Rule of Thirds) Aturan sepertiga menyatakan Anda harus membagi bingkai foto menjadi sepertiga secara horizontal dan vertikal, kemudian tempatkanlah subjek utama atau elemen di/atau dekat persimpangan dari garisgaris (3.32). Salah satu alasan yang pernah saya dengar tentang aturan sepertiga mungkin dapat terlihat bagus karena mencerminkan komposisi wajah manusia – mata di posisi sepertiga atas, mulut di bagian sepertiga bawah.
3.31 Ada ritme di dalam repetisi garis juga di t-shirt para gadis.©Steve Simon
8252_Passionate_(062-095).indd 85
5/07/2013 1:38:39 PM
3.32 Bayangan dari seorang pemuda diproyeksikan di sebuah dinding di Minneapolis, Minnesota. ©Steve Simon
8252_Passionate_(062-095).indd 86
5/07/2013 1:38:43 PM
LANGKAH 3 : BERUSAHALAH JANGAN MENYERAH PADA KEAJAIBAN 87
Garis penuntun (Leading Line) Sudut pandang yang lebih tinggi kadang-kadang dapat mengurangi kekacauan dari sudut pandang sejajar dengan mata, memberikan Anda simetri dan pergerakan di dalam foto (3.3). Periksalah daerah yang mengizinkan Anda untuk mengambil foto dari atas, seperti gunung, atap, di mana saja yang memungkinkan Anda untuk melihat ke bawah pemandangan. Kadang-kadang Anda harus bertanya, dan jika berada di sebuah tempat untuk berberapa hari, semakin cepat Anda memulai proses, semakin baik.
Bingkai di dalam bingkai Ketika Anda pergi ke sebuah galeri dan melihat seni visual berjenis apa saja, seringkali dipasang di sebuah bingkai. Bingkai muncul secara alami di dunia ini, dan merupakan alat yang bagus untuk digunakan dalam foto-foto Anda ketika kesempatan tiba (3.31).
Skala Memasukkan elemen-elemen di pemandangan yang memberikan rasa skala dapat mengubah apa yang dikomunikasikan oleh foto dan membuatnya lebih kuat (3.35).
Latar depan yang tidak fokus Gunakan latar depan dengan menempatkan sesuatu di sana. Sebuah latar depan yang tidak fokus tetap dapat “dibaca” oleh pemirsa secara cepat dan sering tidak hanya menambahkan suasana dan informasi yang disampaikan, tapi juga kontras yang indah dan penekanan ke daerah yang tajam (3.36).
Horizon Penempatan garis horizon (cakrawala) juga penting dan harus menjadi faktor pertimbangan ketika Anda mengomposisikan foto. Aturan sepertiga juga berlaku di sini; meletakkan garis cakrawala di mana saja kecuali di tengah (membagi foto menjadi dua bagian) sering dianjurkan – meskipun memotong foto menjadi dua dengan garis horizon juga bisa bagus (3.37-3.40).
8252_Passionate_(062-095).indd 87
5/07/2013 1:38:44 PM
88
The Passionate Photographer
3.33 Antrean anak-anak yang menunggu untuk bermain ayunan adalah garis penuntun yang membawa mata ke anak di ayunan. ©Steve Simon
3.34 Seorang perawat menelepon di Lesotho. Foto ini diframing dengan bingkai jendela. ©Steve Simon
3.35 Para pelajar perempuan ini memberikan kesan skala untuk lansekapnya. ©Steve Simon
8252_Passionate_(062-095).indd 88
5/07/2013 1:38:49 PM
LANGKAH 3 : BERUSAHALAH JANGAN MENYERAH PADA KEAJAIBAN
89
3.36 Seorang wanita di latar depan sangat jelas difoto tapi fokus yang tertajam ada pada anak. ©Steve Simon
8252_Passionate_(062-095).indd 89
5/07/2013 1:38:50 PM
90
The Passionate Photographer
Beberapa fotografer secara spesifik menjaga garis horizon lurus, sedangkan fotografer lain menyukai ketidakseimbangan dan perasaan membingungkan dan horizon yang bengkok yang dapat digunakan untuk menimbulkan efek yang bagus jika subjeknya sesuai. Tarian komposisi meliputi etos kerja bahwa
3.37 dan 3.38 Foto ini (bawah) menggunakan jejak dari pesawat jet lain untuk memotong foto menjadi dua, sesuatu yang biasanya tidak direkomendasikan, tapi foto ini tetap baik. Tidak ada aturan yang baku, hanya panduan-panduan komposisi yang bagus. Sebuah komposisi terbilang sukses saat cocok dengan pemandanganya. Foto di bagian atas mengikuti konsep aturan sepertiga bagian.
8252_Passionate_(062-095).indd 90
5/07/2013 1:38:55 PM
3.39 dan 3.40 Tekuk lututmu dan lihatlah bagaimana subjek berubah posisi relatif terhadap elemen lain di dalam foto. Saya sering menurunkan kamera, sehingga subjek berada di atas garis horizon untuk komposisi yang lebih dramatis dan efektif. Seorang wanita melihat keluar di Lac Ste. Anne di Alberta, Kanada, sebuah danau yang dikatakan memiliki kekuatan penyembuhan
8252_Passionate_(062-095).indd 91
5/07/2013 1:38:58 PM
92 The Passionate Photographer
Pelajaran yang dipelajari JANGAN MENYERAH PADA KEAJAIBAN “Para fotografer berhenti memotret sebuah subjek terlalu dini sebelum mereka menghabiskan tenaga untuk kemungkinankemungkinan yang ada.” – Dorothea Lange Anda mencoba kemungkinan foto terbaik di setiap situasi pemotretan. Selalu bekerja dengan rajin dan lama di setiap tugas atau kesempatan fotografi. (Jika Anda membaca buku ini, Anda tahu ini benarbenar tentang kecintaan atas pekerjaan yang terbayarkan dengan menghasilkan foto yang hebat – membuat usaha Anda tidak sia-sia). Foto yang ditampilkan di 3.41 mengajari saya pelajaran berharga mengenai mengenal situasi yang lebih baik dari yang biasanya, dan berusaha mengambil adegan sampai kejadiannya hilang. Saya ingat mengikuti dua orang laki-laki yang masing-masing membawa sebuah lukisan, dan ayahnya tertinggal di belakang dan berada di luar dari bingkai foto. Saya bukannya tidak senang dengan hasil fotonya, tapi pengalaman ini memberi saya pelajaran. Ketika anak-anak yang bergerak cepat ini membelok di sudut, saya berhenti memotret dan pindah ke jalan lain. Mengapa saya berhenti? Saya sungguh tidak tahu. Saya pikir saya telah memiliki foto yang cukup bagus. Kenyataan bahwa saya tidak mengikuti dan memotret mengganggu saya dan mengingatkan saya untuk tidak menyia-nyiakan sesuatu. Saya berjanji dari hari ini, untuk ke depannya, saya tidak akan menyerah di suatu momen, yang mungkin merupakan foto yang bagus, jika saya tidak harus – meskipun saya pikir saya telah mendapatkan foto yang bagus. Saya tidak harus berhenti ketika anak-anak tersebut membelok di sudut jalan. Dan meskipun saya telah membuat foto yang saya suka, jika ada foto yang lebih baik untuk didapatkan, saya tidak akan pernah tahu. Kini, saya selalu mengikuti keajaiban sampai dia hilang, cahaya meredup, subjek telah lelah atau momennya telah tiada. Fotografi adalah sebuah gairah dan menyenangkan, tapi penting untuk mendorong keterbatasan, bekerja lebih keras, dan perhatikan kemana hal itu akan membawamu. Ini merupakan bagian dari tarian komposisi juga. 3.41 Jangan menyerah pada keajaiban. © Steve Simon
8252_Passionate_(062-095).indd 92
5/07/2013 1:38:59 PM
8252_Passionate_(062-095).indd 93
Pelajaran yang dipelajari : JANGAN MENYERAH PADA KEAJAIBAN
93
5/07/2013 1:38:59 PM
94 The Passionate Photographer
3.42 Sebuah komposisi yang bagus akan menuntun matamu di sekeliling foto, menjagamu tetap di dalam bingkai foto, seperti foto yang diambil di Coney Island, New York. ©Steve Simon
Saya selalu mengingat apa yang dikatakan oleh fotografer Melissa Farlow saat zaman film. Dia mengatakan bahwa sering kali di akhir pemotretan, ketika hari sudah larut, dan dia sudah lelah, dia berpikir sudah mendapat gambarnya, dia akan memasang satu rol film lagi ke dalam kamera. Kadang-kadang rol terakhir mendorongnya ke sebuah tempat yang tidak diantisipasi atau diprediksi, dan foto-foto terakhir tersebut lebih bagus dari foto-foto yang diambil sebelumnya. Ini semua tentang menggunakan peluang, melampaui keterbatasan dan mengambil kesempatan (3.42)
8252_Passionate_(062-095).indd 94
5/07/2013 1:39:01 PM
LANGKAH 3 : BERUSAHALAH JANGAN MENYERAH PADA KEAJAIBAN 95
Langkah ketiga Aksi: Kerjakanlah
Ketika Anda melihat serial foto Salem Sue saya, sapi besar di North Dakota (hal 64-65), Anda bisa melihat bahwa satu elemen yang sama di setiap foto adalah sapi tersebut. Sangat menyenangkan bagi saya untuk menghabiskan waktu di sana dan membuat foto-foto tersebut. Tapi itu juga mengajari saya sebuah pelajaran tentang meluangkan waktu dan menantang diriku untuk muncul dengan komposisi baru dan visual dari satu subjek utama. Pilihlah sebuah landmark (tempat yang menonjol) atau ikon dan lihatlah apa yang Anda bisa munculkan. Jika Anda mengambil pendekatan yang sama, Anda tidak harus membatasi diri dalam satu hari. Ini bisa menjadi proyek yang lebih panjang. Saya tahu fotografer yang memotret gedung Empire State dari berbagai sudut pandang di kota New York selama bertahun-tahun.
8252_Passionate_(062-095).indd 95
5/07/2013 1:39:01 PM
4.1. Anda perlu pergi sendiri dan menemukan cara untuk mencapai konsentrasi zona fotografi untuk membuat karya terbaikmu. Di situasi yang sangat menuntut, saya melakukan apa saja untuk tetap fokus, berkonsentrasi untuk tetap tenang dan meyakinkan bahwa saya melakukan hal yang benar untuk mendapatkan fotonya. Adrenalinku terpompa tapi saya berusaha untuk tetap tenang. ©Steve Simon
8252_Passionate_(096-117).indd 96
5/07/2013 1:44:47 PM
Langkah keempat PETUALANG YANG KESEPIAN: KONSENTRASI DAN JANGAN MENETAP DI ZONA NYAMAN ANDA “Kadang-kadang saya telah memotret dan merasa sangat gembira sampai saya hampir tidak bisa memegang kamera dengan mantap, tapi fotonya membosankan.” —Robert Rauschenberg
Tidak diragukan lagi bahwa fotografi bisa menyenangkan dan sering merupakan pengalaman yang bagus untuk menghabiskan waktu sehari memotret bersama fotografer lainnya.Tapi saya tegaskan bahwa untuk membuat karya terbaik Anda perlu memiliki fokus seperti sinar laser dan pergi sendirian
8252_Passionate_(096-117).indd 97
5/07/2013 1:44:47 PM
98
The Passionate Photographer
Memotret pada tingkat tertinggi mewajibkan Anda untuk mengarahkan semua perhatian ke subjek sebelum Anda masuk ke “zona fotografi.” Sebuah tempat dengan konsentrasi tinggi (4.2). Anda mungkin mengalami perasaan tersebut ketika Anda benar-benar berkonsentrasi mengerjakan tugas dan gangguan menghilang. Ketika Anda berada di zona fotografi, Anda hadir di momen tersebut. Waktu akan terasa melambat atau menjadi tidak relevan seiring Anda memfokuskan usaha dan kamera pada subjek. Kemampuan mengabaikan gangguan meningkat. Jika Anda dapat menemukan jalan ke sana, Anda akan diganjar dengan foto-foto yang bagus. Tapi untuk mencapainya membutuhkan pelaksanaan di langkah-langkah sebelumnya, membiarkan aspek teknis dari kamera menghilang dan bergabung dengan proses di latar belakang. Di zona fotografi, Anda memindahkan mata ke sekeliling jendela bidik – secara terus menerus menjelajah, kadang-kadang berpikir, kadang-kadang memakai perasaan. Dan, seiring Anda mempelajari langkah terakhir, zona nyaman hanya merupakan titik awal untuk dikerjakan lebih keras, menggali lebih dalam secara visual.
4.2 Konsentrasi adalah kunci untuk menemukan “zona fotogafi” di mana Anda akan melakukan pekerjaan terbaik. Seorang koboi muda dari Raymond, Alberta, berkonsentrasi secara mendalam. © Steve Simon
8252_Passionate_(096-117).indd 98
BELAJAR BERKONSENTRASI Pengalaman memotret terbaik menyatu dengan fisik – aksi memotret - dengan mental dan emosi (yang akan menjadi kebiasaan dengan pengalaman) untuk mencapai sebuah tempat di mana saya berada di zona tersebut (4.3). Ini membutuhkan kepala dingin yang datang melalui praktik dan disiplin. Kita terus menerus bekerja seperti menulis cepat; kedua mata kita terbuka, tapi kita mungkin tidak melihat. Jika Anda pernah mengemudikan sebuah mobil dan berpikir secara mendalam atau berbicara di speaker phone, Anda dalam posisi mode auto-pilot. Di saat tersebut Anda sering memiliki sedikit atau tidak ingat apa yang Anda lihat saat Anda menyetir. Sedikit menyeramkan sebenarnya. Kita bisa berfungsi di kedua kegiatan karena kita bisa melihat dengan mata dan otak kita secara bersamaan.Kita tidak berkonsentrasi ke apa yang ditunjukkan ke mata kita. Kita melihat jalan, lampu-lampu dan mobilmobil lain, cukup untuk kita sampai secara selamat tiba di tempat tujuan, tapi kita tidak melihat dengan cara yang diperlukan fotografer untuk melakukan pekerjaan yang bagus. Seperti dikatakan Albert Einsten, “Lelaki mana saja yang berhasil mengemudi dengan aman sambil mencium seorang gadis cantik sebenarnya tidak memberikan perhatian yang layak kepada ciuman tersebut.” Menemukan jalanmu ke zona fotografi meliputi pemikiran sebelum memotret dan selalu dalam keadaan sadar. Henri Cartier-Bresson bicara tentang betapa sulit baginya untuk bersemangat memotret di lingkungan rumahnya, di mana “Anda tahu terlalu banyak, tapi tidak cukup banyak.” Benar adanya bahwa mengunjungi tempattempat baru dan budaya-budaya baru dapat menginspirasimu. Di teori, Anda harus bisa membuat foto yang lebih baik, menarik, dan merangsang secara visual daripada saat Anda memotret di tempat yang tua dan dikenal dengan baik. Saya tahu betapa sulitnya kadang-kadang untuk memotivasi diri sendiri di belakang kebun saya. Namun ketika saya bepergian dan melihat dengan mata-mata yang segar, semuanya baru dan saya terinspirasi (4.4). Sebagai fotografer, jika Anda bisa belajar untuk membuat hal biasa menjadi luar biasa, bayangkan bagaimana foto Anda jika cukup beruntung untuk berada di lingkungan yang luar biasa?
5/07/2013 1:44:51 PM
langkah 4: PETUALANG YANG KESEPIAN: KONSENTRASI DAN JANGAN MENETAP DI ZONA NYAMAN ANDA 99
4.3 Ketika anda berada di zona tersebut, semua gangguan menghilang dan Anda bisa fokus ke subjek. Hari Kanada, pesta blok di Raymond, Alberta. © Steve Simon
8252_Passionate_(096-117).indd 99
5/07/2013 1:44:52 PM
4.4 Kadang-kadang ekstra sulit untuk bisa terinspirasi di teritori yang familiar. Namun seiring Anda berangkat ke tempat baru yang menginspirasi, orang lain mungkin mendarat di belakang rumahmu dan merasakan kegembiraan yang sama seperti yang Anda rasakan terhadap tujuanmu. Jika Anda bisa mencari jalan untuk menghasilkan karya bagus di rumah, tidak ada batasan tentang apa saja yang Anda bisa lakukan ketika Anda pergi ke suatu tempat yang merangsang indramu. Eksposur dua detik dari pesawat yang berputar untuk mendarat di bandara JFK, kota New York. © Steve Simon
Namun dari pengalamanku, lingkungan yang menggairahkan tidak selalu berakhir dengan foto yang bagus. Ketika Anda berkelana ke sebuah lokasi yang eksotik, tidak hanya Anda berada dalam tingkat kewaspadaan yang tinggi, tapi otakmu bekerja dengan kecepatan tinggi dan semua indramu terstimulasi ketika Anda berkelana. Kemampuan mempertahankan ketenangan dan konsentrasimu dari kekacauan lokasi baru yang penuh energi dan antusiasme adalah kunci untuk mendapatkan foto-foto yang kuat, dan itu juga sesuatu yang sangat menantang. Ketika Anda kembali dari tempat baru yang menarik, Anda ingin foto-foto tersebut menceritakan segala hal yang anda alami di lapangan tanpa bantuan penglihatan, suara,
8252_Passionate_(096-117).indd 100
dan bau untuk menyampaikan pesan. Lalu di lingkungan yang secara visual merangsang, standar foto yang bagus telah dinaikkan. Jika Anda tidak berkonsentrasi, Anda mungkin hanya bergerak sambil memotret dan itu tidak membuat fotomu bagus. Beginilah cara saya bekerja untuk memfokuskan peningkatan kesadaran indra saya dan mempertahankan konsentrasi di situasi pemotretan yang sangat menuntut. Ketika saya pergi ke sebuah tempat dan budaya yang baru, saya memberikan waktu bagi diri sendiri untuk melihat ke sekeliling dan menyerap semuanya. Saya telah melakukan riset secara umum, saya tahu di mana dan ke mana saya akan pergi, meskipun saya selalu menginginkan hal-hal yang
5/07/2013 1:44:57 PM
langkah 4: PETUALANG YANG KESEPIAN: KONSENTRASI DAN JANGAN MENETAP DI ZONA NYAMAN ANDA 101
tak terduga membawa saya ke arah yang baru jika ada foto bagus di sekitar sudut itu. Saya berhenti sejenak dan mengambil napas panjang. Saya memastikan kamera saya diset untuk kondisi pemotretan dan saya pergi bekerja (4.5). Saya sabar. Waktuku biasanya terbatas. Jadi, jika memungkinkan, saya ingin melihat ke sekeliling di mana saya memotret, mencatat daerah yang memiliki potensi visual. Saya mencoba menahan diri dan mengamati sebelum memotret karena saya ingin menginvestasikan waktu yang terbatas di tempattempat yang menurut pengalaman saya akan memaksimalkan hasilku. Saya mengetahui semua subjek tidak diciptakan sama. Jadi saya berharap yang terbaik dengan memilih subjek dengan kekayaan visualnya dan berpotensi untuk menghasilkan foto yang terkuat, dan menghabiskan waktu di sana. Seperti yang telah Anda pelajari di langkah ke-3 merupakan hal terbaik untuk menghabiskan lebih banyak waktu memotret lebih sedikit pemandangan berbeda dan mendalami karyamu untuk memaksimalkan kesempatan fotografimu. Ini benar, terutama ketika ada isi yang hebat untuk ditangkap. Dorong diri Anda keluar dari zona aman dengan memotret pemandangan di depan mata terlebih dulu - sebagai titik awal dan kemudian masuk ke dalam proses tarian komposisi. Mungkin merupakan hal tersulit bagiku ketika mengurusi tempat yang sensitif atau baru, dan tempat dan situasi yang tidak saya kenali. (4.6) Ini di mana insting dan intuisi saya berperan. Sebanyak saya menganjurkan Anda keluar dari zona nyaman, penting untuk merasa nyaman saat memotret. Sulit membuat karya terbaik ketika Anda tidak merasa nyaman secara fisik dan batin di sebuah tempat, jadi berpakaianlah sesuai dengan cuaca dan berkemaslah ringan, bekerjalah dalam lingkup keterbatasan kamera. Ingat, Anda hanya bisa menggunakan satu kamera dan lensa dalam sekali waktu. Kemudian, ketika Anda rileks dan memiliki izin dari subjek atau penguasa setempat, Anda bisa memotret dengan leluasa dengan pikiran yang tidak kacau dan berkonsentrasi ke pemotretan.
8252_Passionate_(096-117).indd 101
4.5 Semakin banyak hal yang terjadi di lingkunganmu, semakin penting untuk mengambil napas dalam-dalam dan berkonsentrasi. Sebuah pasar yang sibuk dekat Kigali di Rwanda. © Steve Simon
4.6 Sebuah peringatan korban pembantaian Rwanda dekat Kigali. © Steve Simon
5/07/2013 1:45:03 PM
102 The Passionate Photographer
INSTING DAN INTUISI Belajar mempercayai intuisimu membutuhkan waktu, dan jika Anda telah melangkah melewati langkah ke-2 dan 3, Anda berada di jalan yang benar. Tapi untuk dapat mempercayai intuisimu dan menjadi fotografer yang hebat, pertama-tama Anda perlu menguasai keterampilan teknis. Saya ingin membedakan antara insting dan intuisi. Keduanya adalah kecenderungan alami yang kita tarik keluar setiap hari. Untuk saya insting lebih berperan untuk bertahan hidup daripada fotografi. Ketika saya berkelana dengan kamera, saya mencoba lebih selaras dengan instingku untuk membuat saya aman dan jauh dari masalah. Saya pernah memotret di daerah-daerah yang berbahaya, dan saya mempercayai indra keenamku - instingku untuk memandu keluar dari situasi-situasi tersebut (4.7). Kamera bisa berperan sebagai sebuah perisai, memisahkan Anda dari kenyataan yang ada. Saya pernah mengalami rasa aman yang salah dengan melihat pemandangan melalui jendela bidik daripada mataku sendiri. Banyak tempat dan situasi yang pernah kualami dengan kameraku, yang tidak akan saya alami tanpanya. Kameraku telah menjadi tiket ke tempat yang menakjubkan dan sebuah alasan untuk memulai percakapan dengan orang-orang yang menggagumkan. Saya bersyukur untuk itu. Tapi kadang-kadang insting mengatakan kepada saya “Oke Steve, itu cukup, kita harus pergi dari sini.” Di waktu lainnya, insting mencegah saya untuk memotret karena mempertimbangkan keamananku. Saya selalu mendengarkan suara dari dalam yang memperingatkan saya akan potensi situasi yang berbahaya dan memberitahukan kepada saya apa yang harus dilakukan. Saya mencoba tidak memberikan terlalu banyak informasi ke orang-orang asing; Jika saya berjalan sendiri, saya tidak pernah membocorkan fakta tersebut. Ada batasan tipis di antara mengatakan tidak ke kesempatan fotografi yang menakjubkan. Jadi biarkanlah akal sehat menjadi pemandumu. Tidak ada foto yang sebanding dengan ancaman serius atas keamananmu. Ketika banyak hal terjadi, Anda ditantang untuk tetap tenang, sadar dan dalam waktu yang sama mempertahankan konsentrasimu. Di tahun 2007, saya mendapatkan kehormatan untuk pergi ke Somalia, Rwanda dan Republik Kongo dengan mantan kepala Medecins Sans Frontieres (Para Dokter Tanpa Batas Negara) Dr. Orbinski. Di tahun 1999, Dr. Orbinski mendapat penghargaan Nobel perdamaian untuk organisasinya dan saya sedang bekerja sebagai fotografer di Triage, sebuah film dokumenter berdasarkan pengalamannya (4.8).
4.7 Menurut pengalamanku, sebuah kamera dapat berperan sebagai perisai, memisahkan Anda dari kenyataan sebuah momen. Biarkan insting memandumu dan mengamankanmu. Kongres dunia bangsa Aryan. Pertama kali diterbitkan majalah Life 1998. © Steve Simon
8252_Passionate_(096-117).indd 102
5/07/2013 1:45:07 PM
8252_Passionate_(096-117).indd 103
5/07/2013 1:45:08 PM
104 The Passionate Photographer
4.8 Dr. James Orbinski di peringatan korban pembantaian massal di Murambi, Rwanda. © Steve Simon
Dr. Orbinski harus mengurusi kejadian kemanusiaan yang paling mengerikan, dari pembantaian di Rwanda sampai bencana kelaparan di Somalia dan bencana kemanusiaan yang lain. Dia adalah seorang yang menginspirasi, selalu memimpin dengan contoh dan melakukan hal yang benar. Di Rwanda saat pembantaian, dia dan timnya bekerja dengan rutin selama 18 jam per hari, mengurus luka-luka berat dalam situasi lingkungan yang berbahaya. Cara satu-satunya untuk selamat katanya, adalah berada dalam momen, berkonsentrasi di tugas yang ada. Jika dia membiarkan dirinya keluar dari konsentrasinya dan mulai berpikir tentang realitas mengenai apa yang terjadi disekitarnya, itu akan membuatnya tidak mungkin melakukan tugasnya dengan baik.
DI DALAM MOMEN Bukan untuk membandingkan apa yang dialami oleh Dr. Orbinski dengan kebanyakan fotografer dalam keadaan yang berbahaya, tapi ide berada di dalam momen adalah salah satu yang beresonansi dengan fotografer karena merupakan kondisi konsentrasi total di mana kita melakukan tugas
8252_Passionate_(096-117).indd 104
terbaik. Ini penting, khususnya ketika Anda berada di situasi yang bebannya berat dan menantang. Di situasi yang sulit secara fisik atau emosional, Anda harus mempertahankan tujuan yang jelas. Orang-orang kadang-kadang bertanya bagaimana saya bisa membuat foto yang bersifat privat, pribadi, seringkali sedih dan situasi yang sulit, seperti di pemakaman. Saya bukan seorang yang suka melihat orang lain menderita di situasi seperti ini; Saya ada di sana atas izin keluarga, organisasi atau bisnis. Mereka tahu alasan saya berada di sana: untuk memotret. Mereka tahu alasan pengambilan foto dan di mana mereka mungkin diterbitkan. Mereka juga telah setuju untuk berpartisipasi dan membiarkan saya untuk masuk dalam kehidupan mereka karena mereka dengan tulus percaya, seperti saya, bahwa foto dapat membuat perubahan. Fotografi dapat membantu meningkatkan kesadaran dan perubahan positif. Kondisi seperti ini menginspirasi dan memotivasi saya melakukan kerja yang terbaik, dan berharap bahwa kehendak saya yang baik bertemu dengan tindakan yang positif pula (4.9). Sebagai fotografer dokumenter, untuk melakukan pekerjaan yang terbaik dan bercerita, Anda tidak bisa menahan diri. Bukan waktunya untuk malu-malu. Anda perlu berkonsentrasi dan membuat foto yang terbaik dengan berani mengambil posisi foto yang terbaik, tetap rendah hati, dan bekerja dengan cepat dan tenang. Intuisi bagi saya adalah lebih untuk perasaan di fotografi. Intuisi memandu kamera saya ke tempat yang benar, melewati rintangan, dan arah yang baru dan menarik. Selain membiarkan intuisi saya memandu tarian komposisi ketika memotret, ada beberapa pelajaran penting yang saya pelajari ketika berhubungan dengan intuisi. Pertama, merupakan pengalaman saya ketika mendapatkan perasaan di mana saya belum mendapatkannya - jika ada keraguan tidak mendapatkan foto yang saya harapkan - saya terus bekerja lebih keras. Di waktu-waktu itu ketika saya tidak mendengar suara hati yang memberitahu saya untuk terus, saya hampir selalu kecewa dengan hasilnya. Pelajaran ini berlangsung di era film, ketika Anda tidak memiliki akses langsung ke foto yang baru dibuat, tapi Anda terus memotret. Sebuah etos kerja yang dianut oleh fotografer film. Mungkin saja ketika
5/07/2013 1:45:12 PM
4.9 Ada momen antara saya dan subjek yang disampaikan dengan baik ke pemirsa. Dibuat dengan lensa lebar di posisi yang dekat. Ada rasa intim dan Anda bisa merasakan ketegangan, dengan orang di sebelah kiri yang menambahkan kesegeraan di momen tersebut. Di foto di luar bar hotel Sekekete, Maputsoe, Lesotho. © Steve Simon
Anda memotret dengan sebuah DSLR, kaca di dalam kamera naik secara langsung, sehingga Anda tidak melihat saat eksposur. Jika Anda “melihatnya”, Anda tidak cukup memahaminya. Di saat lain saya membutuhkan pikiran yang terbuka tentang pengalaman memotret. Ada saat di lapangan di mana saya telah bekerja dengan keras, memotret dan mengerjakan adegannya, dengan sebuah ide - bahkan sebelum melihat foto-fotonya – sebagai yang menjadi foto pilihan saya. Tapi saya terbukti salah beberapa kali. Karena foto yang bagus bisa didapat tanpa berpikir, di dalam sepersekian detik - Saya bahkan tidak ingat membuat beberapa foto, tapi mereka menjadi pilihan saya. Ada sedikit rasa bersalah ketika saya merasa saya tidak berhak “memperoleh” foto tersebut, karena saya
8252_Passionate_(096-117).indd 105
memicu kamera berdasarkan impuls atau insting, bahkan tidak pernah percaya telah melakukannya. Tentunya melakukan hal ini merupakan bagian dari proses fotografi; tingkat kesulitan seringkali tidak relevan - Semuanya tentang apa yang dikomunikasikan foto.
MELAWAN RINTANGAN FOTOGRAFER Saya bertemu dengan lelaki bijaksana di Jepang lebih dari 20 tahun lalu yang mendeskripsikan prosesnya dalam memecahkan masalah. Katanya ketika Anda mencoba mencari solusi dari sebuah masalah dan Anda telah mengobrak-abrik otakmu dan memikirkan semua kemungkinan tapi tetap kosong, hentikanlah.
5/07/2013 1:45:12 PM
106
The Passionate Photographer
Pelajaran yang dipelajari INSTING, INTUISI DAN KONSENTRASI “Ketika saya memiliki sebuah kamera ditanganku, saya tidak mengenal rasa takut.” —Alfred Eisenstaedt Tidak ada keraguan di pikiran saya: konsentrasi adalah faktor utama yang menutup celah antara foto yang Anda harap dapatkan, dengan hasil foto yang diperoleh. Tidak masalah jika hal tersebut merupakan episode yang sangat menuntut atau yang membosankan; Ketika saya membiarkan konsentrasi saya buyar, seringkali saya kecewa. Foto ini (4.10) sudah dibuat lama sekali, tapi saya ingat hari itu sangat baik. Hari itu adalah tanggal 31 Juli 1987. saya adalah fotografer baru di jurnal Edmonton, ketika saya memulai karir fotojurnalisme setahun sebelumnya. Saya sedang bekerja di shift sore dan baru saja selesai mengisi bensin mobil saya ketika laporan awan berbentuk corong terdengar di sistem radio kantor surat kabar. Sesaat setelahnya, saya melihat ke atas dan melihat awan tersebut; kenyataannya, awan itu berubah menjadi sebuah angin topan beberapa detik setelah saya melihatnya. Masalahnya adalah, dari lokasi industri di timur kota, ada banyak halangan dan saya tidak memiliki pandangan yang jelas. Saya dengan gugup tertarik dan memotret dengan cepat dengan kamera film Nikon F3 saya, dan menginjak pedal gas untuk mencari tempat yg lebih baik untuk melihat tornado. Tidak banyak mobil di jalan saat jam tiga sore. Di bagian kota ini saya bisa mengendarai dengan cepat. Sebelah mata tertuju ke jalan, yang lainnya tertuju pada fenomena cuaca yang menakjubkan di langit. Saya mengendarai mobil sekitar kurang dari satu menit untuk mendapatkan ruang kosong di mana saya membuat foto ini. Meskipun saya masih muda, saya telah memotret sejak berumur 11 tahun. Saya tahu apa yang harus dilakukan. Cahaya berkurang cepat pada jam 3 sore di pertengahan musim panas di Edmonton. Saya ingat eksposurnya karena saya harus mendorong ISO 400 film negatif ke dua stop untuk mendapatkan shutter speed yang cepat 1/250 detik, bukaan lebar f/2.8 dengan lensa Nikkor 180mm f/2.8 saya.
4.10 Angin topan di Edmonton, 31 Juli 1987. © Steve Simon
8252_Passionate_(096-117).indd 106
5/07/2013 1:45:14 PM
8252_Passionate_(096-117).indd 107
pelajaran yang dipelajari: INSTING, INTUISI DAN KONSENTRASI
107
5/07/2013 1:45:14 PM
108
The Passionate Photographer
Saya sedang menonton tornado besar ini, yang mungkin berjarak satu mil, bergerak relatif lambat di hadapan saya. Saya memiliki waktu untuk mengabadikan banyak foto, secepat yang diizinkan oleh motor drive saya. Kekuatan besar tornado ini sangat kontras dengan keadaan di mana saya berdiri merekamnya. Saat itu hujan rintik-rintik dan cukup tenang. Saya mengubah ke lensa 35mm f/2 saya dan kemudian mengambil beberapa foto lebar dengan lebih banyak pemandangan di sekitarnya. Karena tornado bergerak di hadapan saya dan bukan ke arah saya, saya tidak merasa terancam, tapi ketika saya mulai melihat debu berputar-putar di ujung angin topan, instingku mengatakan ini saat untuk meninggalkan tempat tersebut. Saya mungkin memotret selama 30 detik, kemudian melompat ke dalam mobil dan mengendarainya menjauhi angin topan, menuju kantor di mana film diproses dan foto masuk ke halaman depan di koran seluruh Amerika Serikat dan dunia. Kerusakannya luas, dan 27 orang tewas dan ratusan terluka. Angin Topan itu diberi nilai F5 saat puncaknya, dengan kecepatan angin di atas 250 mil/jam. Saya sangat beruntung bisa berkonsentrasi memotret dari posisi yang relatif aman. Pengalaman saya saat itu memungkinkan saya memfokuskan pikiran dan kamera saya secara tajam ke tornado, memastikan saya mendapatkan foto tersebut. Tetap tenang dan konsentrasi penting untuk kerja yang bagus, dan itu keterampilan yang akan berkembang seiring waktu ketika Anda berkonsentrasi. n
8252_Passionate_(096-117).indd 108
5/07/2013 1:45:14 PM
langkah 4: PETUALANG YANG KESEPIAN: KONSENTRASI DAN JANGAN MENETAP DI ZONA NYAMAN ANDA 109
Kembalilah ke awal dan cobalah rute yang berbeda di antara masalah tersebut, mungkin rute yang berlawanan, atau pendekatan yang berbeda yang pertama kali muncul di kepalamu. Dengan kata lain, ulangi dari awal dan cobalah sesuatu yang benarbenar berbeda dan baru. Kata-katanya selalu terngiang dan saya telah menerapkan anjurannya secara sukses untuk melawan rintangan kreatif. Ketika saya bekerja di sebuah situasi dan tidak berkembang, saya berhenti dan mencoba pendekatan fotografi yang sangat berbeda. Di sesi portrait, saya mungkin mengganti lokasi dari dalam ruangan ke luar ruangan atau sebaliknya. Jika saya memotret dalam jangka waktu lama, saya mungkin akan mencoba sudut lebar. Ini mengenai mengubah situasi dan tidak terlalu banyak berpikir. Ini mengenai mengambil kesempatan. Albert Einstein mengatakan merupakan hal yang baik untuk menjadi gila. Dan ketika Anda mencoba hal-hal baru dan bekerja dengan baik, sukses-sukses ini akan teranyam dan tersisip ke dalam otak ke dalam proses untuk situasi foto di masa depan. Kemungkinankemungkinan palet fotografi menjadi lebih luas. Anda menjadi fotografer yang lebih baik. Setiap kali Anda meregangkan tubuh dan mencoba sesuatu yang baru, terutama ketika foto itu sukses.
MENCARI ARAH Ketika saya meliput Konvensi Partai Republik di kota New York tahun 2004, jumlah fotografernya paling banyak dibandingkan dengan tugas lain yang saya pernah ingat. Di tanggal 11 September 2001, dunia melihat gambar yang menyeramkan - ditangkap dari berbagai sudut dari serangan teroris ke menara kembar di kota New York. Tapi waktu itu, meskipun banyak foto yang dihasilkan dari peristwa tragis itu, kamera yang ada jauh lebih sedikit dibandingkan dengan tiga tahun kemudian. Di tahun 2001, telepon genggam dengan fitur kamera pertama kali diperkenalkan, namun di tahun 2004 hampir setiap orang di jalan menggunakan telepon genggamnya untuk mengambil gambar; era/zaman masyarakat jurnalis telah lahir dan saat itu saya memotret secara digital untuk pertama kalinya. Saat saya memotret protes tahun 2004 di Konvensi Partai Republik, penonton dan pemrotes
8252_Passionate_(096-117).indd 109
melakukan hal yang sama. Saya mengamati polisi yang mengaktifkan video dan kameranya pada kerumunan di area yang mereka amankan. Kemudian ada ribuan wartawan dan fotojurnalis yang meliput peristiwa itu, merekam semua hal yang berhubungan dengan konvensi. Dengan begitu banyak yang terjadi, sulit untuk mengetahui harus memulai dari mana. Daripada keluyuran sambil memotret, saya mencari cara untuk memfokuskan perhatian untuk mencari arah liputan saya. Inilah kecenderungan cara bekerja saya. Seperti yang didiskusikan di langkah pertama, ketika Anda tahu apa yang Anda cari, kemungkinan Anda akan lebih sering menemukannya. Lalu ketika saya mulai curah pendapat dan benarbenar berpikir tentang bagaimana untuk meliput acara yang rumit secara visual, saya melakukan pendekatan dengan tiga jalan utama untuk memfokuskan usaha saya dan bercerita: • Konvensi itu sendiri, dan 5.000 delegasi partai yang berkumpul di Madison Square Garden yang diamankan secara ketat untuk menominasikan George W. Bush untuk maju sebagai calon di masa kedua jabatan (4.11-4.14). • Pemrotes yang diperkirakan sekitar 400.000 orang, yang berbaris di luar, di bawah pengawasan polisi. • Media: 15.000 wartawan yang disana meliput acara dan menceritakan konvensi ini ke dunia. Saya ingin menyingkap tirai dan memperlihatkan adegan di balik layar yang merupakan bagian dari acara politik modern ini. Segera sesudah saya memiliki arah tujuan pemotretan, saya dapat keluar dengan tujuan mencari foto-foto yang saya tahu akan memberikan cerita yang saya pikirkan. Mengetahui apa yang saya cari mengizinkan saya untuk berkonsentrasi mendapatkan foto-foto tersebut. Saya juga mengetahui ketika saya berada di situasi yang melenceng dari mandat tugas fotografi yang saya tentukan sendiri, dan saya mengetahui kapan untuk terus berjalan. Anda bisa melakukan hal yang sama ketika Anda bisa menemukan sudut pandang untuk tema yang akan diliput. Apa yang membuatmu tertarik untuk memotret subjek ini? Apa sudut yang berbeda dan ‘alur’ cerita yang dapat diambil? Ketika saya menemukan arah untuk sebuah proyek, itu tidak mencegah saya untuk terbuka ke hal-hal yang
5/07/2013 1:45:14 PM
110 The Passionate Photographer
4.11 Seorang wanita berpose untuk media di dalam Madison Square Garden di konvensi republik di kota New York City. © Steve Simon
4.12 Sebuah keluarga menonton pidato-pidato di Madison Square Garden. © Steve Simon
4.13 Almarhum Jerry Falwell di sela istirahat pada pidato-pidato di Madison Square Garden.© Steve Simon
8252_Passionate_(096-117).indd 110
5/07/2013 1:45:26 PM
langkah 4: PETUALANG YANG KESEPIAN: KONSENTRASI DAN JANGAN MENETAP DI ZONA NYAMAN ANDA 111
4.14 Seorang pria membaca koran New York Times di dalam Madison Square Garden. © Steve Simon
8252_Passionate_(096-117).indd 111
5/07/2013 1:45:28 PM
112 The Passionate Photographer
4.15 Saya mencoba membatasi kebiasaan mengintip layar LCD kamera sesaat setelah memotret karena itu mengalihkan saya dari tugas memotret. Ketika anakanak mengetahui tentang gambar yang secara ajaib muncul di layar, hal itu bisa menjadi sebuah berkah atau kutukan seiring Anda meneruskan pemotretan, maka itu berhati-hatilah. © George Barya
tidak saya perkirakan sebelumnya. Ketika tikungan di jalan membawa saya ke jalan yang baru, saya mengikutinya. Akan tetapi, memiliki sebuah rencana dan arah di pekerjaan membuat saya fokus ketika situasi menjadi tak terkendali.
IMAGE REVIEW Layar image review/layar tinjauan adalah sebuah berkah bagi fotografer digital dan dapat meningkatkan kecepatan belajar dan perkembangan si fotografer. Tapi itu juga bisa melukaimu. Saya menggunakan layar tinjauan pada awalnya dalam beberapa kesempatan yang langka di mana saya merasa akan membantu menunjukkan sebuah subjek yang saya potret di belakang kamera. Tapi hampir setiap saat saya dengan egois menjaganya. Sesuatu bisa menjadi buruk. Saat saya memotret anak-anak di sebuah desa di Kigali, ketika rahasia tersebar bahwa gambar tersebut segera muncul di belakang kamera setelah tombol shutter dipencet, saat itu berakhirlah sesi pemotretan. Anak-anak
8252_Passionate_(096-117).indd 112
mengerumuni saya untuk meliat foto yang baru diambil. Merupakan hal yang menyenangkan tapi tidak membuahkan sesuatu dari segi fotografi (4.15). Ada bahayanya menunjukkan gambar kepada subjekmu dan mereka bereaksi buruk atas apa yang mereka lihat, mengganggu sesi foto, sehingga Anda tidak bisa memulihkannya . Masalah utama saya dengan layar tinjauan seperti yang disinggung di langkah ke-2 – dan alasan saya menonaktifkannya - adalah karena hal itu memecah konsentrasiku. Saya ingin memberikan konsentrasi penuh pada hal yang terjadi di depan saya. Saya selalu dapat menekan tombol gambar untuk meninjau foto, tapi seringkali saya mengabaikannya. Membutuhkan pengalaman untuk membangun kepercayaan diri untuk mencapai keadaan di mana Anda “butuh” untuk lebih jarang melihat. Ketika saya di lapangan dan saya tahu apa yang saya cari, saya memotret, memotret, dan memotret. Kadang-kadang memeriksa histogram untuk memeriksa eksposur, saya tidak menghabiskan waktu untuk melihat apa yang baru saya foto. Saya cenderung berpihak kepada fotografer wildlife, Thomas Mangelsen. “Saya bersama dengan teman baik di Pantanal, Brazil musim panas ini dan saya selalu menggoda dia tentang meninjau layar LCD karena kita sedang mengamati Jaguar, mereka langka, dilindungi, lincah dan waktu kita terbatas. Jaguar akan bergerak sepanjang sungai, dan saya akan mengamati, mengamati, mengamati. Ketika saya melihat sekilas ke teman saya, dia sedang meninjau foto dari balik layar LCD. Saya hampir saja berteriak padanya beberapa kali. “Anda tahu Jaguar itu sedang di sana, teruslah memotret!” Tapi dia terlalu asyik melihat apa yang dia dapatkan dan pikiran dia adalah mencari kesalahan, mungkin dia perlu memperbaiki eksposur... cukup wajar. Dia meninjau layar LCD dan mengedit di balik kameranya, menghapus, menghapus, menghapus, dan saya tidak bisa menjelaskan. Saya bisa mendapat ide secara umum tentang apa yang saya potret di balik kamera saya, tapi saya tidak begitu yakin ada foto yang mau saya mau buang. Saya menghabiskan waktu untuk melihat hal-hal yang bagus daripada menghapus yang jelek. Saya tidak peduli dengan yang jelek.” —Tom Mangelsen
5/07/2013 1:45:29 PM
4.16 Saya selalu mencoba untuk mendapatkan dukungan lokal di lapangan saat saya berkelana di tujuan yang baru. Memberikan perbedaan yang besar dalam mempercepat proses mendapatkan foto yang bagus yang lebih intim dan alami dengan orang-orang, dan penduduk lokal sering memberitahukan kepada saya lokasi terbaik untuk memotret. Rita Hoza, 59, telah kehilangan anak-anaknya akibat HIV/AIDS. Di luar rumah, cucu berusia 6 tahun, Azile, keluar untuk bermain dengan teman-temannya sementara Rita menerima telepon dari telepon genggamnya. © Steve Simon
THE FIXER Saya mempertahankan pendapat di sepanjang bab ini bahwa bepergian sendiri adalah yang terbaik. Tapi kadang-kadang, terutama ketika berkelana di tempat baru dan budaya asing, Anda akan menemukan bahwa sedikit bantuan akan sangat berguna. Jika Anda serius dengan fotografi, saya sangat menganjurkan untuk merekrut seorang pemandu fotografer - di lingkaran jurnalisme, dikenal dengan sebutan “fixer” - yang dapat membantu Anda menavigasi teritori baru yang tidak dikenal. Pastinya Anda bisa menghemat waktu dan uang, dan mendapatkan foto yang Anda tidak akan dapatkan tanpa bantuan dari seseorang yang mengenal dekat tempat yang Anda jalani terutama di tempat di mana Anda tidak bisa berbicara bahasa lokal. Semua pengetahuan dan riset di dunia tidak bisa mempercepat/memperlancar kesuksesan penugasan tanpa bantuan dari anggota komunitas terpercaya di mana Anda berada. (4.16).
8252_Passionate_(096-117).indd 113
Sebagian besar dari perjalanan fotografi saya dibantu oleh penduduk setempat, dan banyak yang membukakan pintu untuk saya dan menjadi teman ketika saya kembali mengunjungi untuk kedua atau ketiga kalinya. Sekali pintu-pintu telah terbuka, seorang fixer yang bagus berdiri di belakang dan saya bekerja sendirian, tapi melewati pintu yang terbuka itu adalah saat bantuan diperlukan. Komunitas fotografi dan situs perjalanan mungkin memiliki rekomendasi untuk perekrutan, seperti situs fotojurnalistik seperti www.lightstalkers. org. Sumber yang lain meliputi Universitas dan kampus, juga klub kamera lokal.
MEMBAYAR UNTUK FOTO Datang dari latar belakang jurnalistik dan dokumenter, saya diajari tidak pernah membayar untuk izin membuat foto seseorang. Dari konteks jurnalistik, hal itu mengubah hubungan fotografer/
5/07/2013 1:45:30 PM
114 The Passionate Photographer
subjek ke fotografer/model, dan realitas dari foto yang dibuat akan ditantang karena subjek tersebut secara teknik, meski sebentar, dibayar untuk bekerja oleh fotografer. Maka itu, saya sering membeli barang dari pedagang yang saya potret, atau menyumbang ke keluarga yang memperbolehkan saya memotret pemakaman seseorang yang meninggal karena AIDS untuk cerita tentang subjek tersebut (4.17). Kontribusi ini biasanya bagian dari tradisi setempat. Saya selalu sadar pada kenyataan bahwa orang dari negara miskin yang saya kunjungi melihat saya sebagai orang yang sangat kaya. Dan sebagai perbandingan ke pekerja yang mendapatkan beberapa dolar per hari, saya memang kaya. Body kamera saya berharga lebih mahal dari mereka yang telah saya foto yang dibuat selama setahun dengan kerja keras. Biasanya, saat saya dimintai uang adalah di daerah yang penuh dengan turis, dan memotret satu dua foto dari seseorang yang memakai pakaian tradisional biasanya bukan hal yang saya cari – tapi tidak ada salahnya. Tapi kenapa Anda tidak memberi keuntungan juga dengan transaksi ini, khususnya jika Anda berencana menampilkan foto-foto tersebut ke publik atau untuk mendapatkan keuntungan dari foto-fotonya? (Masih banyak sisi bisnis fotografi di langkah ke-10.) Dalam perjalanan baru-baru ini ke Mesir sebelum revolusi, di mana turisme yang menjadi faktor pendorong ekonomi, adalah hal yang langka ketika saya tidak dimintai sumbangan dari subjek yang potensial, terutama di daerah turis yang ikonik. Ketika Anda berkelana jauh, mengapa tidak mengambil foto-foto tersebut untuk menjalin relasi yang nyata dengan subjek untuk momen yang lebih kuat dan alami? Pastikan Anda membawa uang kecil sehingga Anda tidak harus menunjukkan uang besar di pasar yang ramai atau di rumah seseorang. Sekali lagi, memiliki pemandu adalah investasi yang bagus dan bisa membantumu menghemat waktu untuk mendapatkan apa yang Anda cari secara fotografi. Daripada diminta uang, saya sering ditanyai apakah saya bisa mengambil foto seseorang, dan saya biasanya selalu mengabulkan permintaan tersebut. Jika orang tersebut memiliki alamat e-mail, saya akan dengan senang hati mengirim foto mereka melalui e-mail - Meskipun saya mencoba dengan
8252_Passionate_(096-117).indd 114
keras untuk tidak menjanjikan mengirim foto yang dicetak (karena takut saya lupa memenuhi janji). Akan tetapi, Fuji dan Polaroid memiliki kamera instan yang tersedia saat saya menulis buku ini, dan sebuah hadiah foto akan sangat berguna untuk membangun hubungan baik dengan subjekmu dan dapat menjadi kenang-kenangan yang bermakna untuk apresiasimu saat mereka berinvestasi denganmu. Sebagai pengganti foto instan, ada printer kecil menggunakan baterai yang dapat mencetak foto digital dalam hitungan detik.
PEMANASAN Apakah Anda pergi memotret dan merasakan kurang inspirasi? Saya curiga Anda belum tentu selalu merasa Anda berada di puncak aksi pemotretan. Ada ide yang sepertinya bekerja untukku: pemanasan. Atlet dan penari merenggangkan dan melenturkan otot; musisi menyetel alat musiknya dan berlatih sebelum tampil secara langsung; mengapa fotografer tidak? Ide latihan mental atau pemanasan sebelum memotret mungkin bukan bagian dari prosesmu, tapi ketika menemukan cara mendapatkan konsentrasi, Anda akan menemukan hal ini membantu (4.18). Saya mendengar sebuah podcast (siaran radio di internet) dengan fotografer pernikahan bernama Joe Buissink. Dia menyebutkan sebuah teknik yang dia lakukan untuk melatih dirinya untuk menjadi fotografer yang lebih baik. Pada dasarnya, ketika dia melihat sesuatu yang mungkin bisa menjadi foto yang bagus tapi dia tidak membawa kameranya (tidak semua orang selalu mau membawa kamera dengannya), dia akan mengatakan kata “klik” dengan keras, atau menjentikkan jari-jarinya. Tindakan fisik ini, katanya, membantu untuk melatih dia menangkap momen ketika dia bekerja, membuat dia lebih tajam, menjadi fotografer yang lebih baik. Menarik. Saya telah mengatakan sebelumnya bahwa ketika saya masuk ke tempat pemotretan baru, sebelum saya mulai memotret, saya suka untuk berkeliling mengamati daerah tersebut dan memilih tempattempat di mana saya ingin memusatkan waktu. Namun, ada beberapa waktu lain, ketika pemanasan membantu mengatasi kekakuan dan membuat energi kreatif fotografi saya mengalir.
5/07/2013 1:45:32 PM
langkah 4: PETUALANG YANG KESEPIAN: KONSENTRASI DAN JANGAN MENETAP DI ZONA NYAMAN ANDA 115
4.17 Merupakan hal yang lazim untuk yang hadir di acara pemakaman di Lusaka, Zambia, untuk memberikan kontribusi membantu keluarga yang ditinggalkan. Karena krisis AIDS, ada banyak sekali kematian, sehingga keluarga-keluarga mengantre untuk mengambil jenazah. © Steve Simon
8252_Passionate_(096-117).indd 115
5/07/2013 1:45:32 PM
116 The Passionate Photographer
Pemanasan berarti mengangkat kamera saya dan memotret sesegera mungkin - memotret sesuatu, atau apa saja yang dapat memecahkan kekakuan, tidak menunggu foto yang sempurna tapi bekerja mendapatkannya dengan melenturkan otot-otot fotografi. Pengalaman pemotretan terbaik menyatu dengan tindakan fisik memotret (yang akan menjadi kebiasaan seiring dengan pengalaman) dengan mental dan emosional untuk mencapai zona fotografi. Saya tidak bisa menyalakannya dalam
seketika; saya perlu pemanasan untuk menjangkau tempat itu. Menempati posisi menjadi seorang fotografer koran selama bertahun-tahun, saya sering harus keluar mencari gambar, baik saat terinspirasi atau tidak. Saat-saat ketika saya menantikan sesuatu yang lebih baik daripada berhenti dan menjelajahi kesempatan foto yang sempit seringkali menuntun ke penyesalan, karena kesempatan yang hilang seringkali lebih baik daripada yang akhirnya saya dapatkan.
4.18 Pemanasan sebelum sebuah kelas tari di Studio tari Merce Cunningham di kota New York. © Steve Simon
8252_Passionate_(096-117).indd 116
5/07/2013 1:45:36 PM
langkah 4: PETUALANG YANG KESEPIAN: KONSENTRASI DAN JANGAN MENETAP DI ZONA NYAMAN ANDA 117
Fotografer dan penulis Ben Long (www. completedigitalphotography.com) menggunakan teknik pemanasan yang dia pelajari di kelas improvisasi. Ben terinspirasi oleh penyair dan penulis skenario Al Young, yang berbicara di sebuah lokakarya yang dia hadiri hampir 20 tahun yang lalu. Mr. Young tidak mengerti mengapa setiap orang tidak melakukan pemanasan sebelum menulis atau melakukan kegiatan batin lainnya. “Dia mengatakan kepada kita dia akan menulis sesuatu,
yang lain dengan yang sedang dia kerjakan, sebagai pemanasan,” kata Ben., “untuk masuk ke ruang menulis.” Ben, yang juga melakukan beberapa akting, mengatakan bahwa dalam improvisasi Anda tidak bisa naik ke tingkat kreativitas yang lebih tinggi tanpa pemanasan. “Pemanasan membantu Anda untuk bereaksi dalam sekejap, hadir secara fisik dan menyesuaikan diri dengan lingkunganmu secara mendalam.”
Langkah keempat
AKSI: Petualang yang kesepian : Menjadi pemilih Pergilah ke tempat yang banyak aktivitasnya di ruang yang sempit. Bisa jadi sebuah pasar, sebuah pertunjukan tradisional, pertunjukan mobil; Anda paham gagasannya. Kemudian berjalanlah ke sekeliling tempat tersebut, catatlah daerah yang paling menarik bagi Anda secara fotografi dan memiliki potensi visual terbanyak. Lalu mulailah memotret di pilihan pertamamu dan habiskan setidaknya 15 menit di setiap pilihan utamamu, bekerjalah, dan jelajahilah tempat tersebut. Habiskan lebih banyak waktu di daerah dengan potensi visual memungkinkan Anda untuk mengupas bawang selapis demi selapis untuk sampai di bawah permukaan supaya bisa mendapatkan foto-foto yang lebih menarik yang mungkin belum pernah dilihat sebelumnya. Ini menjadi sebuah cara yang bagus untuk menghabiskan waktu bersama dan mendapatkan cara ke zona fotografi yang dibutuhkan untuk mengerjakan karya terbaik.
8252_Passionate_(096-117).indd 117
5/07/2013 1:45:37 PM
5.1 Seorang wanita duduk di teras di sore hari saat musim panas. Dari proyek “America at the Edge.” © Steve Simon
8252_Passionate_(118-145).indd 118
5/07/2013 1:53:58 PM
Langkah kelima PORTRAIT YANG MENGGUGAH: MEMOTRET ORANG MENJADI LEBIH MUDAH
“Topeng yang kita pasang untuk orang lain, dan sering juga untuk diri kita sendiri, barangkali hanya terangkat hanya untuk satu detik - untuk memperlihatkan kekuatan pada sikap tubuh yang tanpa sadar, alis yang terangkat, tanggapan yang terkejut, saat rileks. Inilah momen untuk direkam.” —Yousuf Karsh
Foto manusia adalah jenis fotografi yang paling universal (5.1). Wajah orang dengan segera dikenali dan bercerita. Portrait yang kuat bertahan, dan menghentikan waktu, saat itu, selamanya.
8252_Passionate_(118-145).indd 119
5/07/2013 1:53:58 PM
120 The Passionate Photographer
Ketika saya pertama kali memotret, saya dengan segera tertarik untuk memotret orang di jalan-jalan di daerah asal saya di Montreal. Merupakan sebuah tantangan dan kegembiraan. Foto-foto jalanan pertama saya dilakukan secara rahasia. Saya akan mengendap-ngendap di jalanjalan, menangkap momen tanpa menarik perhatian atau menemui orang. Sebagai anak yang pemalu, berbicara dengan orang asing tidak mudah bagi saya. Tapi kamera sanggup mengatasi ketakutan saya. Kamera adalah sebuah alasan untuk bertemu dan memotret orang-orang yang berbeda dan menarik. Pertemuan-pertemuan ini telah menjadi saat-saat yang paling bermanfaat dan telah memperkaya saya. Maka dari itu, mendekati seseorang untuk menghasilkan portrait mereka tidak mudah, tapi penting. Saya menganalogikannya dengan melompat ke danau yang airnya dingin: Hal tersebut tidak menyenangkan pada awalnya, tapi ketika Anda terbiasa dengan suhu airnya, Anda merasa enak. Salah satu manfaat besar dari sepuluh langkah besar adalah selalu keluar dari zona nyaman, apakah itu bergerak ke sekitar secara fisik atau mencoba mencari cara baru yang menakutkan Anda. Untuk banyak orang, termasuk saya - mengatasi orang asing, terutama di budaya orang asing, merupakan bagian yang menyeramkan. Anda tidak harus melakukannya, tapi ketika Anda melakukannya, imbalannya besar. Selanjutnya, saya merekomendasikan strategi yang memudahkan Anda untuk mendekati orang dan mendapatkan foto orang yang Anda inginkan.
PORTRAIT YANG MELAMPAUI PERMUKAAN Bukan berarti pasfotomu di SIM atau passport tidak bagus. Foto itu merupakan penggambaran dirimu yang bisa dikenali, namun biasanya pasfoto tidak memiliki kualitas portrait yang bagus – yang mengungkapkan sesuatu tentang karakter dan kepribadianmu. Fokus saya di bagian ini bukan mengenai portrait komersial. Hal itu adalah bidang keahlian yang lain. Foto orang yang saya katakan bukan untuk membuat seseorang terlihat cantik atau ganteng, meskipun saya berharap subjek saya menyukai foto yang kita buat bersama. Maksud saya adalah menangkap momen yang menggugah, mengungkapkan
8252_Passionate_(118-145).indd 120
kebenaran dan interpretasi yang akurat tentang orang tersebut dari sudut pandang yang sangat pribadi. Tidak ada portrait yang akan benar-benar menangkap dan merepresentasikan orang yang kompleks, tapi penggambaran Anda tentang mereka akan mengungkapkan visi mereka hari itu, yang menceritakan sesuatu tentang mereka. Seperti kata Richard Avedon, “Semua fotografi akurat. Tidak ada dari mereka yang merupakan kebenaran.” Sebagai fotografer, kita memiliki kekuatan yang besar untuk menentukan bagaimana foto kita akan terlihat. Kita bisa menekankan dan menyembunyikan sifat fisik melalui pilihan lampu, sudut, jarak fokus dan bahkan momen saat kita memotret - yang akan memberikan interpretasi yang bervariasi dari orang yang sama, tidak ada dua foto yang sama. Sebuah portrait komersial mungkin akan memilih cahaya yang paling lembut dan memuluskan kulit di olah foto, tapi seorang fotojurnalis akan melakukan hal yang berlawanan, dengan cahaya yang langsung, keras dan tidak diolah. Cartier-Bresson mengatakan bagaimana seorang wanita yang dipotretnya kuatir terhadap keriput-keriputnya: “Itu adalah kehidupan; itu tanda kehidupan, tergantung dari bagaimana orang tersebut hidup. Hal itu tertulis di wajah mereka. Setelah umur tertentu, Anda mendapat wajah yang sesuai, pikir saya.” Ketika Anda melihat beberapa dari fotografer portrait yang paling sukses di masa lampau dan sekarang, kemampuan mereka untuk mempersembahkan karya orisinil sangat konsisten. Mereka memiliki sudut pandang yang kuat, dan visi yang mereka tetapkan termasuk pengungkapan aspek kepribadian dari orang tersebutlah yang menarik pemirsa. Mungkin tidak ada teknik portrait yang lebih sederhana daripada tekniknya Richard Avedon, dengan latar belakang putih dan tidak sempurna – menunjukkan foto berformat besar yang dipamerkan secara besar, portrait kuat yang menerangkan visinya. Avedon menguasai tekniknya (yang tidak mudah) dan memiliki gaya dan rupa yang langsung bisa dikenali. Foto-fotonya menarik dengan kesederhanaannya. Ketika Anda mendengar bagaimana dia menggambarkan intensitas dari sesi portrait dan konsentrasinya, Anda mengerti bahwa dia mencari sesuatu - sebuah wajah, sebuah momen
5/07/2013 1:53:58 PM
langkah ke 5: PORTRAIT YANG MENGGUGAH: MEMOTRET ORANG MENJADI LEBIH MUDAH 121
di sesi tersebut yang mengekspresikan kebenaran terhadap subjek fotonya. “Saya sering merasa orang mendatangi saya untuk difoto seperti mereka pergi ke dokter atau peramal - untuk mencari bagaimana mereka. Maka itu mereka tergantung kepada saya, Saya harus melibatkan mereka. Kalau tidak, tidak ada yang bisa dipotret. Konsentrasi harus datang dari saya dan mereka. Kadang-kadang usaha itu berkembang sangat kuat sampai suara-suara di studio tidak terdengar. Waktu berhenti. Kami berbagi kedekatan yang singkat dan intens. Tapi hal tersebut tidak selayaknya diperoleh. Tidak memiliki masa lalu... masa depan. Dan ketika pemotretan selesai – ketika foto selesai – tidak ada yang tertinggal kecuali foto itu... Sebuah foto dan terasa memalukan. Mereka pergi...dan saya tidak tahu mereka. Saya hampir tidak mendengar apa yang mereka katakan. Jika saya menemui mereka seminggu kemudian di sebuah ruang di suatu tempat, saya menduga mereka tidak mengenal saya. Karena saya tidak merasa saya benar-benar di sana. Setidaknya bagian dari saya yang kini di dalam foto. Dan di foto mendapatkan realitas untuk saya yang tidak dimiliki orang-orang. Dari foto, saya mengenal mereka.” -Richard Avedon
Mungkin Anda tidak ingin menjadi Avedon yang berikutnya, tapi Anda pasti ingin meningkatkan fotografi portrait. Melakukan hal itu membutuhkan perpaduan berbagai macam keterampilan. Subjek fotomu dapat merasa tidak nyaman di depan kamera. Merupakan pekerjaanmu untuk membuat mereka merasa menjadi bagian dari proses setiap saat jika memungkinkan. Memotret orang menguji semua jurus fotografimu; berita bagusnya adalah, Anda bisa melakukannya - dan saya ada beberapa strategi untuk menunjukkan kepada Anda bagaimana caranya.
PORTRAIT CANDID Pendekatan saya saat berurusan dengan orang adalah tidak berurusan dengan mereka sama sekali untuk awalnya. Jika saya melihat sesuatu terjadi di depan kameraku, saya dengan berani maju ke sana, membingkai dan memotret (5.2). Saya tidak selalu tampil seberani ini, tapi saya belajar dari
8252_Passionate_(118-145).indd 121
pengalaman bahwa jika Anda ragu, Anda sering melewatkan kesempatan fotonya. Karena saya cenderung memotret dengan sudut lebar untuk mayoritas dari karya saya, ketika saya bergerak mendekati, saya akan diperhatikan. Ketika ada orang yang melihat saya, kata-kata pembelaan diri saya adalah mengatakan, “Tidak apa-apa, tetap lakukan apa yang Anda lakukan dan abaikan saya,” atau kata-kata lain yang sama. Kadang-kadang hal itu cukup; saya pernah diberikan izin dan dapat bekerja di lokasi. Di saat lain, mereka ingin lebih banyak informasi, di saat itu, saya menjelaskan bahwa saya adalah fotografer jalanan dan saya hanya sedang mengambil beberapa foto. Jika itu tidak cukup, saya akan menjelaskan alasan saya memotret. Sering kali momen tersebut terlewatkan dan tidak apaapa. Kadang-kadang malah lebih bagus. Tapi sampai sekarang saya tetap aman dan tidak mendapat masalah. Beberapa orang mengatakan bahwa lebih baik meminta maaf daripada meminta izin. Fotografer Magnum Bruce Gilden berkeluyuran di jalan-jalan, kamera dan lampu kilat di setiap tangannya, dan dengan cepat berpindah dari wajah-wajah pejalan kaki, memencet tombol jepret dan lampu kilat menyala pada saat bersamaan - biasanya sebelum subjeknya atau apa yang baru saja mengenai mereka. Ini adalah teknik yang efektif dan karya Bruce sangat luar biasa, tapi untuk sebagian besar orang merasa cara dia bekerja terlalu mengganggu. Pada akhirnya, zona nyaman setiap orang tidak sama, tapi untuk mendapatkan foto yang Anda inginkan, Anda perlu untuk keluar darinya.
AKSES ADALAH SEGALANYA Sebagai fotografer, kita butuh keberanian untuk mendapatkan tempat terbaik dan sudut yang tepat untuk memotret. Mendapatkan kepercayaan dan akses sangat penting, karena saat Anda mendapat izin untuk memotret secara bebas, Anda dapat melakukannya dan bekerja di situasi tersebut seperti detail di langkah ketiga. Akses dan izin tidak harus secara formal. Ketika saya memotret orang-orang di malam pemilihan umum di Harlem yang berkumpul menyaksikan hasil di sebuah layar besar, saya akan berdiri di depan mereka, kamera tergantung di leher atau
5/07/2013 1:53:58 PM
122 The Passionate Photographer
5.2 Pasangan ini tidak pernah melihat saya, meskipun saya hanya berada beberapa kaki dari mereka dengan lensa lebar. Kadang-kadang orang-orang mengetahui kehadiran saya; di lain kesempatan mereka tidak mengetahui. Saya memiliki strategi untuk semua kasus. © Steve Simon
di tanganku. Dengan sebuah anggukan atau ekspresi, berkomunikasi tanpa kata-kata, saya akan mendapatkan lampu hijau untuk memotret, dan mereka akan lanjut menonton hasil pemilihan atau mengabaikan saya sehingga saya dapat menangkap momen yang nyata (5.3). Ini teknik yang saya lakukan untuk mendekati orang dengan lensa lebar atau normal. Meskipun ketika Anda di lingkungan yang asing dan tidak berbicara dengan bahasa lokal, Anda bisa menggunakan ekspresi dan gerak isyarat untuk “berbicara” dengan orang yang Anda temui (5.4). Akan tetapi, seberapa sukanya mendekati subjek, Anda perlu berusaha untuk itu. Kebanyakan orang
8252_Passionate_(118-145).indd 122
tidak menyukai lensa yang ditodong di depan wajah mereka. Bangunlah hubungan dan peringatkan orang tersebut Anda mungkin akan mendekati mereka, sangat dekat. Jika mereka siap untuk itu, mereka tidak akan bereaksi secara negatif dan Anda bisa mendapatkan foto yang Anda inginkan.
BERBICARA DENGAN ORANG ASING Tergantung dari tingkat keseganan Anda, diperlukan sejumlah praktik yang berbeda untuk menemukan strategimu sendiri dalam mendekati
5/07/2013 1:54:03 PM
orang asing untuk mendapatkan foto yang Anda inginkan. Jika saya melihat orang yang ingin saya foto, saya tidak menanyakan apakah saya boleh mengambil foto mereka. Saya akan bertanya apakah saya bisa berbicara dengan mereka sesaat, karena meskipun mereka setuju saya boleh memotret, dugaan mereka mungkin hanya satu dua foto. Tapi saya tidak ingin memotret hanya satu atau dua foto saja. Saya ingin mengambil beberapa foto karena saya tahu foto yang bagus biasanya muncul saat pemotretan berkembang, dan saat subjek dan saya lebih nyaman bersama
8252_Passionate_(118-145).indd 123
5.3 (Halaman berikutnya) Ada rasa intim yang dikomunikasikan dengan bergerak mendekat dengan lensa lebar ketika memotret orang. Di malam pemilu di Harlem, saya memotret orang-orang menonton hasil pemilu di layar besar. Sebagian besar orang tidak suka ditodong lensa besar di depan wajah mereka, jadi Anda perlu berusaha. Anda sering bisa meminta izin tanpa berkata-kata, dengan anggukan atau pandangan. Segera setelah Anda mendapatkan izin, Anda bisa memotret. Jagalah kamera tegak lurus dengan tanah untuk meminimalisir distorsi. © Steve Simon
5/07/2013 1:54:05 PM
8252_Passionate_(118-145).indd 124
5/07/2013 1:54:10 PM
8252_Passionate_(118-145).indd 125
5/07/2013 1:54:16 PM
126 The Passionate Photographer
5.4 Memotret Konvensi Partai Republik di kota New York. Saya menemui orang yang meniru Lincoln. Saya berdiri tepat di depan dia dengan lensa lebar, dan dia melihat ke arah saya. Anda selalu bisa meminta izin tanpa kata-kata - dengan anggukan dan pandangan sekilas - dan momennya tetap murni. © Steve Simon
– akan ada banyak foto yang dihasilkan dalam jalan fotografi. Jika mereka setuju untuk berbicara, sebuah percakapan dimulai dan kemungkinan untuk mendapatkan izin dari mereka meningkat. Di dalam pengalaman saya, kebanyakan orang ramah dan setuju untuk dipotret setelah penjelasan dari niat saya (5.5). Beberapa akan menanyakan alasannya, dan jawaban saya berkisar antara hobi, dan filosofi mendokumentasi kehidupan dengan kamera untuk menjelaskan proyek atau tugas spesifik yang sedang saya kerjakan. Saya sudah siap dengan penjelasan singkat yang jujur dan tulus. Banyak orang tidak mengerti mengapa Anda ingin memotret mereka karena mereka tidak terkenal dan tidak ada hubungannya dengan dirimu. Mengapa Anda mau membuat foto dari seseorang yang Anda tidak kenal? Di pengalaman saya, sebuah kata “tidak” yang sopan dapat berubah menjadi “ya” melalui ketulusan dan antusiasme fotografer. Kebanyakan orang akan merasa tersanjung. Sering kali, percakapan dengan orang asing memunculkan ide visual baru dan ketertarikan awal kepada mereka sebagai subjek mendalam ke sebuah hal yang lebih kuat dan berarti seiring dengan percakapan kita (5.6). Proses ini sangat berbeda untuk setiap fotografer. Anda perlu menemukan pendekatan terbaik dan biarkanlah instingmu menjadi panduan. Akan membutuhkan latihan dan Anda akan ditolak berkali-kali (Anda tidak boleh tersinggung; mereka tidak mengenal Anda), tapi Anda juga tidak boleh menyerah. Jika Anda teruskan, Anda akan mendapatkan foto yang bagus, kepercayaan dirimu akan terbangun, dan keberhasilan Anda untuk mengatasi ketakutan dengan meninggalkan zona aman akan terasa hebat dan menular ke daerah lain dalam kehidupanmu ke arah yang positif. Jangan malu mendekati orang asing. Jika Anda ingin berbicara dengan seseorang dan tidak melakukannya, selanjutnya, saat Anda ingin mendekati seseorang, hal itu akan menjadi lebih sulit.
TOLONG, JANGAN ADA “CHEESE” Sebuah senyum adalah hal yang sangat bagus, tapi senyum tidak mengandung misteri ketika kita membahas portraiture. Jangan salah paham; beberapa foto orang terbaik adalah foto orang yang sedang tersenyum dan saya tidak ingin mengurangi semangat Anda untuk memotret hal tersebut. Orang-orang akan tersenyum untuk Anda; mereka dikondisikan untuk tersenyum setiap kali kamera dibidik ke
8252_Passionate_(118-145).indd 126
5/07/2013 1:54:19 PM
8252_Passionate_(118-145).indd 127
langkah ke 5: PORTRAIT YANG MENGGUGAH: MEMOTRET ORANG MENJADI LEBIH MUDAH 127
5/07/2013 1:54:21 PM
5.5 Saya berjalan masuk ke rumah makan di Bethlehem, Pennsylvania, dan menemukan tamu-tamu ini. Saya menjelaskan saya ingin memotret, dan setelah beberapa saat, mereka lupa segalanya tentang saya dan saya dapat menangkap momen yang otentik. Orang-orang sering tidak memahami mengapa Anda ingin mengambil foto mereka karena mereka tidak tahu Anda dan mereka hidup normal jauh dari sorotan masyarakat. Tapi ketika mereka menyadari niat Anda, mereka sering kali mengizinkan Anda untuk melanjutkan sesi pemotretan dan mengambil foto mereka. © Steve Simon
8252_Passionate_(118-145).indd 128
5/07/2013 1:54:25 PM
5.6 Sesi portrait ini dimulai di luar rumah wanita ini ketika saya menemukannya sedang mengobrol dengan saudara perempuannya. Seiring dengan percakapan kita berlanjut, saya memberitahunya tentang proyek “America at the Edge” saya. Percakapan kita berubah menjadi topik patriotisme dan dia mengatakan bahwa dia memiliki bendera-bendera Amerika Serikat di atas tempat tidurnya selama bertahun-tahun. Seringkali, percakapan dengan orang asing menyebabkan foto yang lebih baik dan menarik. © Steve Simon
8252_Passionate_(118-145).indd 129
5/07/2013 1:54:29 PM
130 The Passionate Photographer
arah mereka. Dan mengapa tidak? Kita terlihat lebih baik ketika kita gembira dan tersenyum (5.7). Namun, di langkah ke-5, kita tidak keluar memotret untuk mendapatkan persetujuan seseorang. Betapa bagus hasilnya, foto orang yang sedang tersenyum seringkali tidak mencerminkan diri seseorang. Sebuah senyum menunjukkan segalanya. Hal itu jelas, dengan tidak ada ruang bagi pemirsa untuk menginterpretasikan dan kadang-kadang tidak memiliki kualitas abadi sebuah portrait orang yang sedang termenung. Ketika saya berbicara tentang orang yang tersenyum, yang saya maksud senyum yang penuh dengan gigi-gigi yang terlihat jelas, dan bukan senyum yang lebih tertahan dan menggugah seperti “senyum Mona Lisa.”
SENYUMAN MENYERINGAI YANG DISENGAJA Saya sangat berhati-hati untuk menghindari portrait orang yang sadar akan difoto. Orang yang akan dipotret, seringkali bereaksi dengan malumalu ke pemotretan itu sendiri, merasa aneh dan
5.7 Tidak diragukan bahwa sebuah senyum merupakan sesuatu yang luar biasa di dalam portrait, seperti foto seorang wanita tertawa, di sebuah pasar di Lesotho. © Steve Simon
8252_Passionate_(118-145).indd 130
tidak nyaman dipotret. Wajah subjek yang sadar dipotret jarang berhasil, dan foto dari orang yang ekspresinya berdasarkan reaksi dari sesi portrait biasanya terlihat dibuat-buat dan tidak alami. Penting untuk memperhatikan hal tersebut dan usahakanlah mendapat tampang yang lebih berarti dan alami. Kadang-kadang orang-orang tidak menyadari sedang menyeringai. Saya memberitahu subjek saya tahu apa yang saya lihat dan meminta mereka untuk rileks dan terbenam dalam pikirannya, tapi jangan tersenyum atau menyeringai. Saya tidak akan pernah meminta subjek saya untuk berakting gembira atau sedih. Jika saya merasa seseorang terlalu banyak senyum, saya akan meminta mereka untuk memberikan tampang yang lebih serius dan punya determinasi. Semakin banyak yang saya tahu tentang orang tersebut, semakin mudah bagi saya untuk menyarankan hal-hal yang spesifik tentang mereka untuk dipikirkan, sesuatu yang pribadi dan relevan yang mungkin dapat memberikan pandangan yang lebih kuat dan bijaksana. Saya pernah melihat foto yang menawan di mana terlihat subjek berpikir tentang sesuatu yang berat, hanya mengetahui kemudian bahwa mereka memikirkan tentang hidangan untuk makan siang dan beberapa pemikiran yang tidak penting. Apa yang paling penting bukan apa yang mereka pikirkan tapi apa yang disampaikan portrait tersebut. Fotografer besar National Geographic Sam Abell pernah mengatakan tentang kekuatan portrait menangkap orang “di dalam dirinya sendiri” foto dari orang di dalam suasana hati yang termenung, di mana Anda tidak bisa menunjukkan atau mengingat emosi dari wajah mereka. Foto yang misterius seperti itu menarik karena mereka memaksa pemirsa untuk menginterpretasi orang tersebut dan suasananya. Foto President Obama oleh Mannie Garcia saat konferensi pers adalah salah satu contoh portrait yang menggugah. Foto yang bagus dengan ekspresi yang bagus, dan saya berpendapat kalau Obama tersenyum di foto - atau dalam penafsiran Shepard Fairey,- tidak akan membuat foto tersebut menjadi ikon. Ekspresi Obama yang sedang berpikir (Dibuat saat konferensi pers untuk mendukung Darfur) menjadi menarik secara universal. Seberapa lapar kita untuk sesuatu yang lebih baik dari yang biasa-biasa saja? Amatilah fotojurnalis yang berpengalaman meliput Gedung Putih dan
5/07/2013 1:54:33 PM
langkah ke 5: PORTRAIT YANG MENGGUGAH: MEMOTRET ORANG MENJADI LEBIH MUDAH 131
5.8 -5.10 Memotret Beene Jempe di Zambia berarti menghabiskan waktu dan merekam variasi ekspresi yang berbeda-beda. Namun foto 5.9 adalah yang saya cari - tampang yang lebih menggugah dari wanita muda yang cantik ini.© Steve Simon
8252_Passionate_(118-145).indd 131
5/07/2013 1:54:35 PM
132 The Passionate Photographer
FORMALITAS Wajah manusia adalah element yang paling penting untuk portrait. Ada variasi ekspresi yang tidak terbatas, tiap-tiap portrait akan mengungkapkan dan mengomunikasikan sesuatu yang berbeda. Ketika Anda melihat portrait yang bagus, Anda tidak hanya melihat, Anda merasakan. William Albert Allard mengatakan dia mencoba untuk membuat portrait yang membuat Anda berpikir. Anda tahu sedikit tentang orang tersebut: Apa yang dia lakukan, Apa yang dia mungkin suka, dan seperti apa kehidupannya, dan bahkan musik apa yang dia dengarkan. Dan sering, semuanya adalah tentang mata. Di era film, tidak mungkin saya bisa mengedit portrait dari negatif karena mata sangat penting untuk kesuksesan sebuah foto, dan sedikit perubahan akan sering membuat foto tersebut bagus atau merusak foto tersebut. Telah menjadi klise untuk mengatakan bahwa mata berbicara banyak dan mengomunikasikan apa yang tidak bisa diutarakan.
Kontak Mata, atau Tidak 5.11 Winston Churchill oleh Yousuf Karsh, 1941. ©The Estate of Yousuf Karsh
perhatikan jumlah bunyi shutter yang bersuara saat Presiden melakukan sesuatu, apa saja, seperti gerak yang sederhana seperti menaikkan tangan atau menunjukkan jari. Kita, fotografer adalah orang yang sangat optimistik, selalu mengharapkan sesuatu yang bagus, sesuatu yang lebih baik. Kita berusaha sampai maksimal. Jika sesuatu tidak berjalan sebagaimana mestinya, cobalah cara yang berbeda. Pindah sesi keluar ruangan atau ke lingkungan yang baru. Ganti lensa atau beristirahat terlebih dulu untuk menyusun kembali dan bertukar pendapat dengan subjekmu. Ketika Yousuf Karsh mengambil cerutu dari Winston Churchill yang terkejut saat sesi pemotretan di tahun 1941, di dalam portrait Churchill yang kesal tertangkap keberanian dan determinasinya dan mungkin merupakan karya Karsh yang paling terkenal (5.11)
8252_Passionate_(118-145).indd 132
Ketika subjekmu membuat kontak mata langsung dengan kamera, mereka memiliki koneksi yang kuat dengan pengamat foto seperti yang dia miliki dengan fotografer. Maka dari itu, jika subjek foto bersedia mengungkapkan sesuatu ke permukaan, komunikasi yang dalam akan tercermin di portraitmu. Pandangan langsung dapat menjadi sangat kuat, tapi bisa juga pandangan di luar kamera. Saya sering becanda dengan subjek foto, mengatakan kepada mereka untuk tidak melihat kamera saya tapi melewati itu, ke masa depan. Jenis portrait ini biasanya memiliki pandangan yang lebih alami dan terlihat spontan/candid. Ada perdebatan tentang apakah mereka menyampaikan kejujuran yang sama dengan melihat kamera secara langsung, ke mata dan pemirsa portrait. Adalah ide yang bagus untuk mencoba beberapa cara dan mencari tahu yang mana yang lebih bagus saat mengedit.
Bersiaplah Untuk Spontanitas Setelah bertahun-tahun sebagai fotografer, saya sering terkejut sendiri atas hasil pemotretan. Sebuah foto yang saya pikir “terbaik” di lapangan akhirnya tidak sesuai dengan apa yang saya harapkan. Di lain pihak,
5/07/2013 1:54:36 PM
5.12 Di seri foto di festival kembar di Cleveland, saya memilih beberapa foto di mana subjek yang melihat secara langsung ke pengamat dan beberapa di mana mereka melihat ke arah lain. Ketika mereka memiliki waktu untuk sesi portrait, saya selalu mencoba melakukan keduanya. © Steve Simon
foto yang terlupakan akhirnya masuk ke seleksi akhir. Salah satu alasan untuk ini adalah sebuah tampang atau sikap tubuh; sebuah kejadian spontan yang Anda rekam secara impuls adalah sepintas lalu dan mungkin tidak secara sadar terlihat. Kejutan fotografik ini adalah salah satu kegembiraan saya yang terbesar. Anda perlu siap dengan refleks seperti fotografer olahraga untuk menangkap momen ini, dan adalah hal bagus untuk mendorong spontanitas melalui interaksi dengan subjekmu (5.13). Ada elemen kecil dan halus yang dapat meningkatkan portrait yang bagus untuk menjadi portrait yang hebat; untuk mencapainya, Anda perlu berusaha keras dengan subjek dan situasinya, sementara mengharapkan dan mendorong spontanitas. Saya mengerti dari pengalaman bahwa momen terbaik terjadi setelah foto dibuat, ketika orang-orang rileks. Ini saat untuk tetap peka dan terus memotret (5.14
8252_Passionate_(118-145).indd 133
dan 5.15). Anda perlu bersiap untuk hal yang tak terduga. Sangat baik untuk menghabiskan banyak waktu dengan seseorang untuk mendapatkan momen yang alami dan nyata, tapi waktu yang dibutuhkan tidak selalu tersedia. Sering kali di portrait yang paling kuat, orang yang difoto terlihat nyaman dengan kehadiran fotografer. Membuat subjek nyaman dan ikut serta dalam proses harus menjadi prioritas, karena setiap sesi portrait adalah sebuah kolaborasi, sebuah usaha kelompok. Kadang-kadang itu berarti mengorbankan kemungkinan pencahayaan terbaik atau sudut pengambilan. Isi dan ekspresi biasanya mengalahkan kesempurnaan teknik. Untuk membuat subjek merasa nyaman sering membutuhkan fotografer untuk mengambil kendali. Anda harus percaya diri dalam sikap dan kemampuan teknis. Jika Anda bekerja di proyek portrait jangka
5/07/2013 1:54:38 PM
5.13 Kaki gadis kecil yang ditekuk ini merupakan elemen yang kecil di foto ini, namun sikap itu yang mengungkapkan sifatnya. © Steve Simon
panjang, habiskan waktu di lingkungan di mana Anda bekerja, dan bersabarlah. Akan makan waktu sebelum orang-orang rileks, menerima Anda menjadi bagian dan komunitas. Hadapilah: sebagian besar subjek foto bukan model dan tidak biasa difoto. Pikirkanlah pengalamanmu sendiri di depan kamera. Kebanyakan fotografer yang saya temui merasa panik difoto dan merasa lebih nyaman di depan kamera. Bukan hal yang mudah menjadi subjek, jadi apapun yang Anda lakukan untuk membuat pengalaman yang positif akan meraih kepercayaan subjek. Dengan subjek yang tidak tahu apa yang harus dilakukan dan mengharapkan panduanmu, akan
8252_Passionate_(118-145).indd 134
membantu untuk membuat mereka rileks dengan memberikan pengarahan yang percaya diri. Meskipun Anda tidak merasa sangat percaya diri, aturan “purapuralah sampai Anda berhasil” berlaku. Anda perlu mengendalikan sesi tapi juga berjalan seimbang, tahu saat menarik diri dan membiarkan subjek tersebut. Kadang-kadang keheningan yang kaku dapat mengeluarkan gambaran yang nyata dan sebenarnya tentang subjekmu.
BERUSAHALAH DENGAN SAYA, SAYANG Anda mungkin perlu menghentikan subjek berbicara, dan keheningan itu baik untuk menghindari bentuk
5/07/2013 1:54:41 PM
langkah ke 5: PORTRAIT YANG MENGGUGAH: MEMOTRET ORANG MENJADI LEBIH MUDAH 135
5.14 dan 5.15 Anda perlu bersiap. Hampir semua hal-hal yang baik terjadi setelah sesi potret yang formal berakhir, karena saat itu orang-orang sering menunjukkan perasaan dan pikiran yang tanpa ditutup-tutupi dan portrait terbaik terjadi. © Steve Simon
wajah yang beku saat orang tersebut berbicara - tidak seperti yang Anda harapkan. Jika memungkinkan, pastikan gangguan sesedikit mungkin, termasuk orang-orang yang mungkin membuat subjekmu lebih sadar diri. Kadang-kadang perlu waktu bagi seseorang untuk rileks dan menjadi dirinya sendiri, tapi kepercayaan dirimu dapat membantu proses ini dengan memberikan dorongan yang halus seiring dengan perkembangan pemotretan. Jika Anda mengalami kesulitan secara teknis atau hal lain, subjek akan merasakan hal tersebut, dan mungkin menyalahkan diri sendiri jika ada yang tidak berlangsung dengan mulus. Sulit untuk pulih ketika sebuah pemotretan memburuk.
8252_Passionate_(118-145).indd 135
Seperti yang Anda ketahui, saya tidak gemar membagikan foto yang baru saya ambil di belakang kamera saya. Hal tersebut bisa mengurangi momentum yang berkembang di sesi pemotretan. Sudah beberapa kali ketika orang tersebut melihat dirinya sendiri dan benci bagaimana mereka terlihat, sulit untuk memulihkan situasinya. Maka dari itu, kolega saya fotografer Joe Holmes, mengatakan dia kadang-kadang menggunakan layar tinjauan kamera sebagai cara untuk mengurangi ketegangan. Ketika dia sedang memotret di jalan dan seseorang memperhatikan dia memotret dan menimbulkan konfrontasi, Joe menemui mereka dan berkata, “Hei, saya baru saja memotret fotomu yang bagus, coba lihat...”
5/07/2013 1:54:45 PM
136
The Passionate Photographer
Pelajaran yang dipelajari KEPALA SUKU Untuk portrait seorang kepala suku berumur 95 tahun Alina Seqhibolla, pencahayaan di luar terlalu terang dan keras. Ketika saya meminta lewat seorang penerjemah jika kita bisa memotret di dalam, dia setuju. Namun saat di dalam, saya menyadari kondisi pencahayaan begitu gelap. Cahaya satu-satunya yang memasuki rumah satu ruangan tersebut datang dari pintu dan ada jendela kecil dekat tempat tidurnya. Saya tidak memiliki waktu untuk mempersiapkan peralatan flash dan saya tahu dengan D2X saat itu, saya tidak ingin meningkatkan ISO lebih jauh; Saya ingin mempertahankan ISO agar tetap rendah untuk kualitas maksimum. Lalu dengan kamera dan lensa 17-55mm f/2.8 dan setting bukaan lensa terlebar f/2.8, saya menahan tubuh saya supaya tidak bergerak dan memotret beberapa foto berurutan di 1/8 dan 1/5 detik (5.16-5.21). Saya tahu banyak foto akan blur karena kombinasi dari gerakan kamera dan subjek, maka itu saya memotret berturut-turut dengan cepat, mengetahui dari pengalaman bahwa beberapa hasilnya akan tajam. Masalah lain yang saya punya adalah ekspresi wajah Alina sering berubah bentuk, dan saya perlu mengambil lebih banyak foto daripada yang harus saya lakukan untuk mendapatkan satu foto yang menggambarkan apa yang saya ambil: seorang bangsawan, tetua dan kepala desa yang dihormati di desanya. Di luar 100 foto yang diambil di ruangan itu hanya dalam beberapa menit, ini adalah satu foto yang saya ingin dapatkan (5.21). Berusahalah dan sedikit keberuntungan akan membantu mewujudkannya untukmu. n
5.16-5.21 Seri foto saya yang hampir gagal. Semua foto dibuat dengan shutter speed lambat, menuntun ke foto akhir yang sukses. © Steve Simon
8252_Passionate_(118-145).indd 136
5/07/2013 1:54:50 PM
8252_Passionate_(118-145).indd 137
pelajaran yang dipelajari: KEPALA SUKU
137
5/07/2013 1:54:56 PM
138 The Passionate Photographer
PENUGASAN PORTRAIT Sepanjang karirku, penugasan foto portrait telah terbukti menjadi cara yang bagus untuk berhubungan dengan orang baru, dan kadang-kadang menuntun ke pekerjaan dan teman baru. Yang paling penting, mereka telah memberikan kesempatan untuk mengasah hubungan dengan subjekku dan memungkinkan saya menjadi lebih nyaman saat memotret orang. Ketika penugasan tiba, saya dengan cepat melakukan riset. Meskipun orang tersebut tidak terkenal, sering ada foto yang tersedia di Google Images, yang membantu saya mempersiapkan dan melakukan previsualisasi, sambil melihat bagaimana fotografer lainnya menginterpretasikan mereka di sesi pemotretan portrait sebelumnya. Foto editor yang menugaskan biasanya memberitahukan saya harapan mereka untuk portrait tersebut dan bagaimana foto itu akan dipakai. Jika membutuhkan cerita khusus, kadangkadang versi konsep dari cerita yang tersedia dapat merangsang ide untuk pemotretan. Sangat baik jika editor memberikan kebebasan untuk memiliki ide sendiri untuk portrait. Setelah riset, saya biasanya memiliki ide sebagai titik awal, meskipun saya mungkin tidak ada gambaran seperti apa tempat pertemuan kita. Oleh
5.22 Kekuatan tangan nenek bercerita tanpa memasukkan wajahnya ke portrait. © Steve Simon
8252_Passionate_(118-145).indd 138
sebab itu, saya mencoba tidak akan terikat dengan prekonsepsi karena kesempatan baru yang lebih bagus sering kali muncul dengan sendirinya, dan saya ingin lebih terbuka padanya. Ketika saya tiba di sesi pemotretan, yang pertama saya lakukan adalah memeriksa lokasi. Saya juga melihat cahaya lingkungan yang ada, dan juga latar belakang yang relevan dan bagus secara estetika. Waktu biasanya singkat, maka pilihan latar belakang pertama mungkin adalah satu-satunya kesempatan yang Anda dapatkan (5.23). “Sampai sekarang mempelajari bahwa hal terpenting yang perlu dilakukan saat memotret seseorang di dalam atau di luar ruangan adalah tidak melihat subjek, tapi ke latar belakang.” - Alfred Eisenstaedt Lingkungan tempat Anda menempatkan subjek akan berkata banyak dan dapat meningkatkan estetika portrait, memberikan penekanan komposisi ke subjek. Cari simbol, ikon yang bisa dimasukkan ke dalam bingkai. Latar belakang tidak harus jelas atau literal, dan mungkin Anda akan bisa memutuskan untuk memotret dengan fokus yang selektif untuk membuat latar belakang dan latar depan tidak fokus untuk menambahkan tekanan ke subjek utama. Sangat luar biasa bagaimana latar belakang yang tidak tajam masih bisa terbaca dengan baik ketika Anda melakukan penekanan terhadap subjek Anda sebagai titik fokus utama. Biasanya, semakin banyak waktu yang Anda punya, lebih baik, tapi Anda tidak mau terlalu lama. Usahakan untuk menghabiskan waktu yang Anda butuhkan, tapi rasakan ketika subjek merasa lelah. Adalah ide bagus untuk mencoba beberapa rancangan yang berbeda, variasikan ruang tajam dan mengambil sudut pandang yang berbeda. Belajar dari eksperimen. Close-up untuk wajah, mundur untuk menunjukkan lingkungan, dan mundur lebih jauh lagi, akan memberikan pilihan-pilihan, jadi kerjakanlah dan edit kemudian. Seringkali dalam pengalaman saya, komposisi yang sederhana adalah yang paling efektif; berlaku aturan “lebih sedikit lebih baik”. Saya sangat senang ketika bisa menemui subjek sebelum pemotretan, berbicara tentang sesi portrait dan mendengarkan rekomendasi sambil memberitahu apa yang saya rencanakan. Ini usaha kolaboratif. Saya biasanya mengatakan kepada orang
5/07/2013 1:54:59 PM
langkah ke 5: PORTRAIT YANG MENGGUGAH: MEMOTRET ORANG MENJADI LEBIH MUDAH 139
5.23 Segera setelah saya menemukan latar belakang yang bagus, saya bisa bekerja berkonsentrasi ke momen dan ekspresi. © Steve Simon
8252_Passionate_(118-145).indd 139
5/07/2013 1:55:00 PM
140 The Passionate Photographer
5.24 Pemenang Academy Award penulis Budd Schulberg atas karyanya On the Waterfront. Saya punya waktu untuk menemui Tuan Chulberg, melakukan kolaborasi dengannya di sesi portrait dan lokasi mana yang paling bagus. © Steve Simon
tentang apa yang mereka lakukan tanpa manipulasi. Setelah pembicaraan pertama, saya berusaha tidak berbicara terlalu banyak selama sesi pemotretan, hanya sedikit panduan dan pengarahan yang ramah dan memberi semangat. Saya perlu untuk berada di dalam zona, berkonsentrasi, memberi perhatian penuh pada hadiahnya: Sebuah portrait yang kuat dan menggugah.
PENCAHAYAAN Banyak elemen penting untuk membuat portrait yang bagus, dan Anda tidak boleh meremehkan kualitas cahaya. Pencahayaan yang bagus akan membantu bercerita tentang orang yang Anda potret. Kita perlu mengendalikannya, membatasinya, membuatnya, dan menyiasatinya untuk menghasilkan karya terbaik. Tidak perlu rumit, tapi pencahayaan untuk subjek portrait harus konsisten dan sesuai. Di langkah ke-6 Anda belajar tentang bagaimana mengikuti cahaya. Cahaya selalu berubah, dan cahaya yang tepat tidak selalu ada seperti yang Anda butuhkan. Kebutuhan mengendalikan cahaya dan bayangan di portrait kita adalah hal yang paling sulit dan penuh tantangan. Saya akan mendiskusikan beberapa cara mudah untuk membuat cahaya lingkungan bekerja untuk Anda
8252_Passionate_(118-145).indd 140
dan meningkatkannya dengan beberapa teknik yang sederhana. Kemudian, ada kualitas cahaya. Langit yang tidak berawan dengan lingkaran kecil matahari membuat cahaya yang keras dengan bayangan yang dalam, seperti lampu kilat yang berada pada kamera. Ketika memotret manusia, Anda biasanya mencari cahaya yang lembut.
Semakin besar, semakin lembut. Semakin besar sumber cahaya, semakin lembut cahayanya, dan semakin dekat sumber cahaya, semakin lembut cahayanya. Sifat cahaya termasuk warna, kualitas, dan arah; dan prinsip yang sama berlaku, apakah cahaya tersebut dari matahari atau flash. Saat matahari di belakang awan, matahari menerangi daerah awan yang luas yang menjadi sumber cahaya, menyelimuti bumi dengan cahaya yang lembut, kontras rendah dan cahaya yang hampir tidak berbayangan. Cahaya lembut dan menyebar yang disukai untuk foto portrait dapat ditiru dengan memantulkan lampu kilat ke dinding atau langit-langit. Daerah luas di dinding atau langit-langit menjadi sumber cahaya yang besar dan lembut. Penting untuk diketahui bahwa nasihat terbaik yang saya bisa berikan kepadamu tentang lampu kilat adalah lepaskan lampu kilat dari
5/07/2013 1:55:01 PM
langkah ke 5: PORTRAIT YANG MENGGUGAH: MEMOTRET ORANG MENJADI LEBIH MUDAH 141
5.25 Sebuah softbox, atau diffuser cahaya yang dipasang di lampu kilat, digunakan di sini dan menghasilkan cahaya yang lembut bagus. © Steve Simon
kamera, secara fisik atau dengan memantulkan cahaya dari lampu kilat ke dinding dan langit-langit (5.25). Arah cahaya juga penting karena arah cahaya menentukan ke mana bayangan jatuh, dan cahaya dan bayangan yang saling mempengaruhi akan membuat ilusi tiga dimensi di foto yang dua dimensi. Karena cahaya sangat penting untuk portrait, salah satu hal pertama yang saya lakukan adalah memeriksa cahaya alami dan mempertimbangkan bagaimana saya bisa membuatnya lebih baik dengan sebuah reflektor atau lampu kilat. Bisakah saya memindahkan subjek ke daerah di mana cahayanya paling baik untuk portrait? Saya mencari daerah yang tertutup bayangan, atau saya mungkin ingin membuat foto dengan cahaya dari belakang dengan menempatkan punggung ke arah matahari dan menambahkan beberapa stop cahaya, yang membuat foto lebih terang untuk cahaya lembut di subjek dan latar belakang yang sangat terang dan dramatis di latar belakang. Jika saya memastikan bahwa cahaya lingkungan tidak sempurna, saya ingin menggunakan lampu kilat dengan cara tertentu supaya terlihat alami. Meniru siraman cahaya lembut dari jendela dengan teknik pantulan sederhana ke dinding dapat membuat hasil yang spektakuler.
8252_Passionate_(118-145).indd 141
Sederhanakanlah Salah satu salah kaprah di fotografi dengan menggunakan lampu kilat adalah saat cahaya kurang. Saya sebenarnya suka meningkatkan ISO dan melihat apa yang bisa diberikan oleh cahaya lingkungan, karena jika cahaya merata, dalam situasi remang seringkali lebih baik membiarkan cahaya lingkungan menerangi tempat itu daripada sebuah flash mengambil alih suasana pencahayaan. Di dalam kondisi cahaya yang sangat terang, lampu kilat bisa menjadi keuntungan yang sangat besar, mengisi bayangan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Seperti yang sudah Anda pelajari, saya selalu menganjurkan masalah teknis sederhana, supaya Anda bisa menghabiskan waktu untuk mengurusi subjek, momen dan komposisi. Untuk alasan ini, saya akan berbicara tentang apa yang Anda bisa lakukan dengan hanya satu lampu atau reflektor, dan Anda dapat melakukan banyak hal. Tidak sulit untuk menempatkan lampu tambahan untuk “rambut” dan lampu ketiga untuk mengisi cahaya untuk pekerjaan editorial perusahaan yang lebih tradisional. Tapi untuk sekarang, kita akan menjaganya supaya tetap sederhana. Ketika memilih lokasi, Anda perlu benar-benar melihat cahaya. Jika cahayanya lembut dan merata, Anda mungkin tidak perlu menambah cahaya apapun.
5/07/2013 1:55:01 PM
142 The Passionate Photographer
Seperti yang disebutkan sebelumnya - tapi perlu diulang - sensor kamera digital sekarang memberikan hasil yang bagus ketika cahaya gelap, bahkan tanpa bantuan flash. Tapi sebagai profesional yang menemui banyak situasi fotografi yang berbeda-beda, Anda harus bisa membuat foto yang bagus meskipun pencahayaan sedang tidak begitu merata atau bagus. Saya biasanya menggunakan reflektor berbentuk bulat yang permukaannya berwarna putih, perak, dan emas. Reflektor ini bekerja dengan baik terutama ketika sumber cahaya berada di belakang subjek; Anda menggunakan reflektor untuk memantulkan cahaya kembali, memandikan subjekmu dengan cahaya putih yang lembut, atau Anda bisa membuat cahaya yang lebih keras tapi tetap netral dengan reflektor perak (5.26), atau menghangatkan cahaya dengan reflektor emas. Saya menemukan reflektor emas terlalu berlebihan untuk selera saya dan saya lebih memilih cahaya yang netral, yang saya bisa hangatkan saat mengolah foto jika saya menginginkannya. Jika saya bekerja tanpa dibantu asisten, Saya mungkin akan meminta tolong orang yang lewat untuk membantu saya memegang reflektor. Kadang-kadang saya berkelana dengan sebuah light stand dan klem di mana saya bisa
menempatkan lampu kilat dan reflektor di sana. Akan membutuhkan banyak latihan, tapi, untuk menentukan sudut yang bagus dengan reflektor dan di cahaya yang terang, Anda harus berhati-hati untuk tidak membuat subjekmu silau. Mulailah dengan menempatkan reflektor di bawah kaki dan secara perlahan menggerakkannya untuk “menemukan” cahaya pantulan ke subjek. Dengan satu kamera dan satu lampu kilat, terdapat dunia pencahayaan yang Anda bisa manfaatkan untuk menceritakan subjek dengan cara terbaik, dan itu tidak sulit untuk dicapai. Setiap foto dengan lampu kilat sebenarnya adalah dua foto digabungkan jadi satu: pencahayaan ambient yang dikendalikan oleh lamanya shutter speed terbuka, dan pencahayaan lampu kilat yang ditentukan oleh kekuatan flash dan pengaturan apertur. Dengan mengatur kedua “eksposur” itu, Anda bisa memilih apakah lampu kilat yang mendominasi eksposur atau membuat cahaya lingkungan/ambient mendominasi, atau Anda bisa menyeimbangkan keduanya, semua dengan mengatur shutter speed, apertur dan juga ISO. Biasanya saya memiliki ide atas apa yang saya ingin lakukan ke subjek saya, dan mulai dengan eksposur cahaya lingkungan untuk melihat bagaimana pemandangan terlihat dan bagaimana saya ingin
5.26 Cahaya dipantulkan kembali ke wajah keluarga ini dengan reflektor perak, yang dapat membuat perbedaan besar di kondisi cahaya yang keras dan tidak bagus. © Steve Simon
8252_Passionate_(118-145).indd 142
5/07/2013 1:55:11 PM
5.27 Fill flash menambahkan pantulan di mata (catchlight) koboi ini, di sebuah rodeo di Raymond, Alberta. © Steve Simon
menggunakan flash untuk bercerita tentang orang tersebut. Sering kali, cahaya lingkungan yang menceritakan lingkungan dan saya bisa meningkatkan suasananya dengan mempertahankan kecerahannya atau meredupkannya dengan membuatnya lebih gelap. Kita semua ingin memegang kendali untuk membuat jenis portrait yang kita inginkan. Jadi, mempelajari flash dengan memilih menggunakan setting manual adalah ide bagus karena Anda selalu mendapatkan hasil yang bisa diprediksi dan konsisten, dan banyak lampu kilat sekarang memberikan fleksibilitas dalam memotret dari tenaga penuh (full power) sampai 1/128 kekuatan intensitas lampu kilat, rentang tujuh stop cahaya. Kemudian, ini masalah coba-coba untuk mencari eksposur yang tepat dan menyeimbangkan lampu kilat dengan cahaya lingkungan.
8252_Passionate_(118-145).indd 143
Maka dari itu, saat ini lampu kilat through the lens (TTL) mengurusi semua masalah terka-menerka untuk Anda. Lampu kilat TTL memberikan eksposur yang sempurna hampir setiap waktu dan dalam saat yang bersamaan mengizinkan Anda untuk memilih shutter speed untuk mengendalikan cahaya lingkungan, dan ini merupakan sesuatu yang saya pelajari untuk dipercaya. (5.27) Saya juga menyukai hasil high-speed sync yang ada saat ini, memungkinkan Anda memotret dengan sistem Nikon atau Canon, misalnya, menggunakan lampu kilat di shutter speed hampir ke 1/8000 detik. Anda sekarang bisa membiarkan lampu kilat mendominasi pemandangan dan bekerja dengan apertur lebar untuk mendapatkan ruang tajam yang sempit, menekankan pada mata subjek. Tapi high speed sync menghabiskan banyak kekuatan baterai,
5/07/2013 1:55:17 PM
144 The Passionate Photographer
5.28 Dengan high speed sync, saya dapat memotret wanita ini di kondisi cahaya siang hari yang terang dengan sebuah lampu kilat SB-900 dengan sudut 45˚ ke subjek di f/1.4 untuk pencahayaan seperti di studio dan ruang tajam yang tipis untuk menonjolkan subjek. © Steve Simon
5.29 Sebuah lampu kilat diposisikan ke sudut 45˚ dan tinggi membantu memisahkan pemusik Dennis Lehane dari latar belakang. © Steve Simon
8252_Passionate_(118-145).indd 144
dan jika Anda menggunakan fitur ini secara teratur, merupakan ide yang bagus untuk mencari sistem baterai tambahan. Kebanyakan sistem kamera memungkinkan Anda menempatkan lampu kilat di mana saja untuk dipicu tanpa kabel. Lampu kilat yang dilepas dari kamera (off-camera flash), yang ditempatkan 45 derajat di atas adalah awal yang baik untuk dicoba. Saya kadang-kadang menggunakan lampu kilat dengan kabel TTL, yang memungkinkan saya untuk memegang flash dengan satu tangan di atas dan memotret dengan tangan yang lain. Proses sederhana melepaskan lampu kilat dari dudukannya di kamera dan menggunakannya dengan cara ini memungkinkan saya memberikan cahaya yang tiga dimensi dan alami ke subjek foto saya (5.28 dan 5.29). Saya suka menggunakan kabel di beberapa situasi, karena ketika saya menggunakan sistem nirkabel (wireless) - terutama ketika tidak menggunakan radio slave - lampu kilat tidak akan menyala jika Anda memblok jendela infrared. Karena sensor kamera yang bagus di ISO tinggi sekarang sudah banyak di kamera digital, saya mencoba lebih banyak dengan sumber cahaya yang menyala terus-menerus (continuous light). Banyak variasi lampu LED yang memiliki warna cahaya siang hari (daylight) di pasaran yang memungkinkan Anda menambahkan sedikit cahaya untuk menerangi subjek secara halus dari lingkungan yang mengelilingi mereka. Dengan continuous light, Anda tidak akan mendapatkan intensitas atau durasi singkat dari lampu kilat, tapi Anda bisa melihat bahwa sepanjang pemotretan, hal ini mempercepat proses di situasi yang membutuhkan waktu cepat, terutama ketika Anda bisa memiliki light stand dua kaki (asisten manusia) yang bisa bergerak di antara Anda dan subjekmu, dan membidik cahaya di tempat yang membutuhkan. Anda akan cepat mempelajari praktik yang terbaik dengan cahaya campuran yang akan ditemui oleh fotografer manusia. Dengan pengalaman dan praktik, Anda belajar dengan cepat untuk mengetahui cara memperbaiki pencahayaan terbaik untuk situasi yang sulit, sehingga Anda bisa mencapai hal-hal yang penting, seperti mengurusi subjek dan menangkap momen yang kuat dan dinamis dengan cahaya yang bagus.
5/07/2013 1:55:18 PM
langkah ke 5: PORTRAIT YANG MENGGUGAH: MEMOTRET ORANG MENJADI LEBIH MUDAH 145
Langkah kelima
Aksi: Portrait yang menggugah: Impian dan Rasa takut Memotret orang menjadi lebih mudah, dan bisa berhubungan dengan cepat dan penuh makna adalah sebuah keterampilan yang akan meningkat dengan praktik. Saya mengetahui bahwa banyak dari kalian, memotret orang dan menemui orang asing merupakan satu-dua pukulan di luar zona nyaman. Semuanya adalah alasan untuk mengambil tantangan langkah ke-5. Di tempat umum yang ramai, temuilah tiga orang yang Anda tidak kenal, kamera dikalungkan, dan mulailah mengobrol. Katakanlah siapa Anda, dan apa yang Anda lakukan. Anda bisa menggunakan tantangan ini sebagai alasan untuk memulai pembicaraan. Lihatlah apakah Anda bisa meyakinkan subjek untuk memberitahu Anda ketakutan terbesar mereka. Bisa saja ketakutan untuk bicara di depan umum, takut mati, takut terbang, atau apa saja. Anda mungkin ingin menuntun ke arah sana - Jangan langsung berbicara tentang topik ini saat memulai pembicaraan, atau Anda bisa memilih menanyakan mereka apa yang mereka impikan. Apa yang mereka akan lakukan jika harapannya terkabul. Atau bisa juga sebuah mimpi ketika mereka masih anak-anak,
8252_Passionate_(118-145).indd 145
sesuatu yang belum menjadi kenyataan. Jika Anda bisa memberi semangat kepada orang tersebut untuk terbuka kepadamu, Anda mungkin ingin mencatat jawabannya dan kemudian memotret mereka. Anda mau subjek Anda memiliki cukup waktu, sehingga Anda bisa melakukan sesi ini dan mencoba beberapa hal yang berbeda. Portrait harus merefleksikan impian atau ketakutan. Anda bisa menanyakan kepada mereka untuk memikirkan hal tersebut saat memotret - jika pantas dilakukan. Ambil beberapa foto di mana mereka melihat langsung ke kamera dan sebagian yang tidak. Awasi keseluruhan bingkai dan pantau cahayanya, mungkin mengubah lokasi untuk latar belakang dan pencahayaan yang lebih bagus. Fotolah close up, atau dari jauh, atau siluet. Apapun yang baik. Pikirkan suasana hati. Berusahalah kreatif. Semakin banyak Anda mendekati orang asing dengan ramah, semakin mudah jadinya dan Anda akan menjadi semakin percaya diri. Langkah ini bisa menjadi sangat menantang, dan tidak semua subjek memiliki waktu dan kecenderungan untuk melakukannya. Jangan patah semangat jika orang-orang menolak; tekunlah dan Anda akan mendapatkan imbalannya.
5/07/2013 1:55:18 PM
6.1 Cahaya alami selalu berubah tapi jarang berubah secepat ini, seiring penyemprot api menyemburkan api dan cahaya saat parade Saint Jean Baptiste. © Steve Simon
8252_Passionate_(146-165).indd 146
5/07/2013 1:58:55 PM
Langkah keenam IKUTILAH CAHAYA DAN BELAJARLAH UNTUK MENGUASAINYA
“Cahaya membuat fotogafi. Peluklah cahaya. Kagumlah padanya. Cintailah dia. Tapi di atas segalanya, kenali cahaya. Kenali dia untuk sepenuh jiwa, dan Anda akan tahu kunci fotografi.” - George Eastman Di dalam badai elemen gambar penyusun sebuah foto yang hebat, keberuntungan tidak di pihak kita. Menemukan cahaya yang bagus dan isi yang kuat, lalu menemukan sudut pandang kamera yang terbaik dan komposisi, menangkap momen yang menentukan dengan lensa yang tepat, dengan fokus terkunci, dan dengan kombinasi shutter speed/apertur yang terbaik dan benar untuk foto tersebut bukan sesuatu yang mudah, khususnya ketika banyak hal tersebut di luar kendali fotografer. Anda tidak membutuhkan itu semua untuk menyatu dalam setiap foto untuk bisa berhasil, tapi mengapa penting? Buat sasaran yang tinggi. Ketika planet-planet sejajar, saat itu adalah foto langka yang bagus yang selalu kita cari.
8252_Passionate_(146-165).indd 147
5/07/2013 1:58:55 PM
148
The Passionate Photographer Sebuah cara meningkatkan peluang untuk mendapatkan foto bagus adalah mencari dan mengikuti cahaya, karena di mana ada cahaya yang bagus, ada foto yang bagus untuk dibuat. Cahaya membantu menceritakan foto; cahaya menentukan suasana. Cahaya yang tepat akan mengubah pemandangan yang biasa menjadi sesuatu yang luar biasa. Karena cahaya merupakan hal yang sangat penting untuk kesuksesan fotografi, masuk akal untuk mencari cahaya yang bagus dan menarik, dan potretlah di mana dia jatuh dan ikutilah ke mana dia bergerak. Atau bersabarlah dan menunggu cahaya untuk datang padamu saat Anda memotret pemandangan yang megah, mempelajari cahaya saat dia berubah dan memotret saat itu, sehingga Anda siap saat cahaya berada dalam keadaan paling bagus.
Selama karirku, saya selalu memiliki kesempatan yang besar untuk mengamati dan merekam cahaya di waktu, musim dan tempat yang berbeda di seluruh dunia. Saya menyadari bagaimana cepat cahaya bergerak dan berubah. Fotografer pemandangan tahu pemandangan matahari terbit atau tenggelam membutuhkan refleks seorang fotografer olahraga ketika matahari turun di bawah cakrawala dan awan putih berubah menjadi merah muda, tetapi hanya untuk waktu singkat (6.2). Tidak ada cahaya yang jelek, tapi mungkin ada cahaya yang kurang cocok tergantung dari subjek foto. Ada cahaya yang keras di siang hari menyinari kehidupan jalan dengan grafis yang kuat, yang bisa membuat foto yang bagus (6.3). Cahaya yang kuat dan keras mungkin tidak akan bagus untuk portrait tapi ideal untuk detail arsitektur. Pemandanganpemandangan ini sering kali memiliki kontras yang
6.2 Cahaya selalu berubah, sehingga mengapa Anda kadang-kadang membutuhkan refleks dari seorang fotografer olahraga untuk menangkapnya sebelum lenyap. ©Steve Simon
8252_Passionate_(146-165).indd 148
5/07/2013 1:58:58 PM
Langkah keenam: IKUTILAH CAHAYA DAN BELAJARLAH UNTUK MENGUASAINYA
tinggi - Kadang-kadang di atas kemampuan sensor digital - memaksa keputusan untuk memilih apa yang paling penting, detail bayangan atau bagian yang terang. Semakin lebar sumber cahaya, semakin lembut cahayanya. Pada hari mendung ketika lingkaran kecil matahari menyinari awan besar yang menyelimuti langit, matahari menjadi sumber cahaya raksasa lembut dengan kontras rendah dan bayangan yang samar-samar. Warna yang tidak terlalu tajam dan saturasinya lebih tinggi. Ketika cahaya bercampur dengan asbut, kabut, hujan atau salju, hasilnya bisa luar biasa. Waktu yang bagus untuk memotret adalah saat matahari tenggelam bersama cahaya lingkungan yang bergabung dengan cahaya alami, diikuti cahaya malam yang sering sangat kontras dengan peluang fotografi yang unik dan tantangan-tantangannya.
149
Seiring kita mengikuti cahaya, perhatikan kualitas dari cahaya yang redup karena kemampuan ISO tinggi di banyak kamera DSLR – kita sekarang bisa merekam lebih baik dari sebelumnya. Kita telah menjadi pionir dari era baru fotografi dengan cahaya yang tersedia; Jika Anda bisa melihatnya, kemungkinan sensor digital Anda bisa menangkap dengan kualitas yang sebelumnya tidak mungkin. Keberhasilan bukan lagi tergantung kuantitas cahaya, tapi kualitas cahaya, meskipun cahaya sedikit di tempat yang gelap. Pasang tripod dalam kombinasi ini dan tidak ada lagi pembatasan eksposur. Lihatlah bagaimana eksposur yang panjang mempengaruhi cahaya untuk foto yang sangat halus dari awan dan air yang direkam dari waktu ke waktu. Saya lebih menyukai suasana dan nuansa yang dibuat oleh cahaya yang tersedia (6.4). Saya cenderung berpikir flash, reflektor dan cahaya
6.3 Semua jenis cahaya bisa cocok – tergantung dari subjek dan cahaya yang dapat menambahkan narasi tentang apa yang dikemukakan foto, seperti foto seorang pria muda yang melihat ke Ground Zero di kota New York ini. © Steve Simon
8252_Passionate_(146-165).indd 149
5/07/2013 1:59:00 PM
6.4 Kadang-kadang saya membiarkan cahaya alami. Di dalam pengalaman saya, kuantitas cahaya bukanlah soal, terutama dengan kemampuan ISO tinggi dari kamera digital zaman sekarang. Ini mengenai kualitas. Keluarga Mate di rumahnya di Mabote, Mozambique. © Steve Simon
tambahan adalah cara untuk meningkatkan dan memperbaiki cahaya lingkungan ketika dibutuhkan. Untuk selera saya, cahaya yang minim - khususnya ketika cahaya itu merata, - biasanya menghasilkan hasil yang lebih bagus daripada apa yang saya bisa buat dengan lampu kilat, kecuali untuk sedikit cahaya tambahan. Bukan sesuatu yang mengejutkan, karena sering kali tujuan dari fotografer yang ahli tentang flash adalah untuk meniru cahaya alami. Jika diberikan kesempatan, saya ingin memotret sebuah pemandangan dengan kedua cara tersebut dan belajar dari hasilnya. Lalu dengan adanya cahaya yang sangat bagus ini, kapan fotografer yang bergairah harus beristirahat? Kami menyukai apa yang kami lakukan, dan merupakan hal yang bagus untuk mengetahui bahwa tidak ada waktu yang jelek untuk
8252_Passionate_(146-165).indd 150
memotret; Ada foto bagus yang bisa dibuat setiap menit setiap hari (6.5). Seiring Anda mulai melihat dan mengikuti cahaya, mata Anda terbuka pada kemungkinan fotografi yang mungkin tidak pernah Anda perhatikan sebelumnya, yang dapat membantu melihat dunia melalui jendela bidik lebih jelas, meningkatkan kepercayaan diri dalam fotografi. Perhatikan bagaimana cahaya berubah relatif terhadap posisi kamera ketika Anda melakukan tarian komposisi untuk menemukan sudut baru, dan juga lihatlah arah cahaya mempengaruhi subjekmu. Arah cahaya adalah pertimbangan yang penting dan bisa digunakan untuk keuntunganmu. Cahaya dari samping dan dari belakang adalah dua cara yang manjur dalam menggunakan cahaya, dan mereka ditentukan dari posisi kamera relatif terhadap sumber cahaya (6.6 dan 6.7). Fotografer
5/07/2013 1:59:02 PM
langkah keenam: IKUTILAH CAHAYA DAN BELAJARLAH UNTUK MENGUASAINYA
151
6.5 Tidak ada waktu yang jelek untuk memotret ketika berbicara tentang cahaya. Cahaya lampu mobil dipantulkan ke pagar besi di Kigali, Rwanda. © Steve Simon
portrait mengetahui bahwa ketika Anda memotret orang dengan punggungnya menghadap matahari, cahaya keras jatuh ke punggung mereka dan cahaya lembut menyinari wajah. Tapi cahaya dari belakang cukup sulit; Anda harus mencari eksposur yang benar, biasanya membuat latar belakang lebih terang secara dramatis dan kadang-kadang menghasilkan pantulan lensa (flare) yang bisa meningkatkan kualitas foto (tapi kadang tidak). Pantulan lensa akibat cahaya dari belakang bisa jadi bagus, tapi tidak bisa diprediksi, dan setiap lensa berbeda-beda sudut pantulnya. Anda harus memiliki pengalaman untuk memanfaatkan pantulan lensa akibat cahaya dari belakang secara konsisten. Terkadang, saya menyukai foto yang diterangi dari belakang atau siluet, tapi untuk efek yang paling bagus, bentuk siluet harus bisa dikenali. Menangkap siluet dengan cara ini membutuhkan keterampilan, kesabaran dan waktu yang tepat
8252_Passionate_(146-165).indd 151
untuk menghindari penggumpalan warna hitam. Saya mencoba memposisikan diri saya, sehingga saya bisa menangkap profil sempurna dari seseorang, sebagai contoh, dan ikutilah saat figur siluet itu bergerak.
MENGIKUTI CAHAYA Setiap situasi pemotretan membutuhkan strategi fotografi. Bagaimana saya memotret ini? Lensa apa, kombinasi shutter speed/apertur apa? Apa yang harus saya ketahui secara teknis untuk mencapai tujuan saya untuk membuat foto yang bercerita yang ingin saya komunikasikan mengenai tempat, acara, atau orang ini? Ambil strategi yang sama untuk mengikuti cahaya. Ketika Anda keluar, perhatikan cahayanya. Di mana matahari? Saat Anda melihat ke sekitar, perhatikan
5/07/2013 1:59:04 PM
The Passionate Photographer
152
daerah yang disinari mahatari dan daerah bayangan (6.8). Untuk memulai, pergilah ke arah di mana cahaya matahari memandikan pemandangan. Jika cahaya itu terlalu keras untuk subjek yang Anda lihat, biasanya ada lokasi di bawah bayangan sebagai alternatif. Ada juga cahaya tidak langsung yang dipantulkan, yang mungkin lembut dan cantik. Saya suka mencatat pengamatan yang saya buat tentang cahaya, termasuk waktu dan tempat ketika saya memperhatikan cahaya yang cukup menarik, tapi saya tidak memiliki waktu menunggu untuk memotret.
WARNA Sebelum saya berbicara tentang menggunakan warna untuk keuntungan Anda - dan cara mendapatkan warna untuk pemandangan yang akurat lewat pengaturan white balance – berikut ini penjelasan singkat tentang warna. Tidak mudah membuat foto berwarna yang bagus karena warna juga bisa mengganggu, sehingga membawa mata Anda keluar dari titik fokus foto. Seperti mata yang tertarik di bagian yang terang di dalam foto, warna-warna tertentu yang kuat juga memiliki efek yang sama. Cahaya yang keras dapat
8252_Passionate_(146-165).indd 152
6.6 dan 6.7 Cahaya dari samping merupakan cahaya yang bagus untuk foto orang; lembut tapi menyingkapkan tekstur, yang menunjukkan bentuk dan dimensi kedalaman. ©Steve Simon
5/07/2013 1:59:11 PM
langkah keenam: IKUTILAH CAHAYA DAN BELAJARLAH UNTUK MENGUASAINYA
153
6.8 Ketika mengamati cahaya, perhatikan seberapa banyak cahaya bisa berubah, dan betapa cepat. © Steve Simon
8252_Passionate_(146-165).indd 153
5/07/2013 1:59:16 PM
The Passionate Photographer
Pelajaran yang dipelajari
154
CARI CAHAYA DAN MELEKATLAH PADANYA Saya selalu fokus terhadap isi terlebih dulu dan lainnya adalah yang kedua. Saya mempelajari bahwa terobsesi dengan isi kadang-kadang
membuat saya tidak memperhatikan cahaya, dan karya saya menjadi buruk. Seperti foto berita yang bagus, isi bisa berada di atas semua elemen lain untuk foto yang menarik, yang menantang secara teknis. Saya perlu sedikit waktu untuk memahami bahwa mengkombinasikan isi yang bagus dengan cahaya merupakan titik awal yang terbaik untuk saya dan kamera. Pengalaman telah mengajari saya untuk mengandalkan insting memilih orang dan tempat yang memiliki potensi visual, dan kemudian bersabarlah. Kadang-kadang, Anda bisa mendapatkan semuanya - pemandangan, peralatan, eksposur - Anda hanya perlu kesabaran dan menunggu cahaya untuk datang. Sering kali, cahaya adalah elemen foto transformatif yang patut untuk ditunggu. Bagusnya bekerja di sebuah proyek atau tema adalah memungkinkan Anda mengunjungi sebuah tempat lebih dari sekali dan menyaksikannya di pencahayaan yang berbeda. Jika Anda tidak membuatnya benar pertama kali, mungkin pencahayaannya akan lebih bagus saat keempat atau kedelapan kalinya. Ketika saya menunggu taksi di Maseru, Lesotho, saya melihat cahaya dan mulai memotret di daerah itu. Saya tinggal di suatu tempat di mana cahaya sangat bagus, memotret orang-orang yang lewat, sampai hangatnya sinar matahari yang terbenam menghilang. Sangat sedikit olah digital yang dibutuhkan untuk meningkatkan apa yang telah dilakukan matahari. (6.9-6.14). Saya pikir salah satu yang hebat tentang cahaya alami adalah Anda tidak bisa memprediksinya. Anda hanya bisa berharap yang terbaik, dan kadang-kadang melebihi harapan, tapi Anda tidak bisa yakin sampai Anda mengalaminya. Tidak ada matahari terbenam yang sama, dan bagian kegembiraan dari fotografi adalah cahaya yang tidak terduga. Kita mengikuti cahaya untuk menempatkan keberuntungan di pihak kita, yang berarti merencanakan pemotretan ketika cahaya pada kondisi terbaik - dan itu sering di saat matahari terbit dan matahari terbenam di sore hari. Matahari terbit dan tenggelam telah lama menjadi waktu favorit saya untuk mendapatkan kualitas foto tiga dimensi dari bidang foto dua dimensi. 6.9-6.14 Cahaya keemasan dari terbenamnya matahari memandikan pemandangan dalam cahaya hangat, yang membantu meminimaliskan warna-warna yang mengganggu. © Steve Simon
8252_Passionate_(146-165).indd 154
5/07/2013 1:59:21 PM
Pelajaran yang dipelajari: CARI CAHAYA DAN MELEKATLAH PADANYA
8252_Passionate_(146-165).indd 155
155
5/07/2013 1:59:34 PM
The Passionate Photographer
156
6.15 Anak-anak dipotret di jam emas (saat matahari terbit/tenggelam). Manica Province, Mozambique. © Steve Simon
SEBUAH CATATAN TENTANG POST PROCESSING Buku ini bicara tentang mengendalikan proses fotografi. Ingatlah kita tidak selesai mengurusi cahaya di foto sampai kita menafsirkan fotonya di olah digital. Olah digital member kesempatan pada Anda untuk menerangi, menggelapkan, menambah dan mengurangi saturasi warna di daerah yang spesifik di foto untuk meningkatkan penekanan dan menuntun mata pemirsa di dalam bingkai foto. Menggelapkan dengan halus dan kecil akan membuat perbedaan yang besar di hasil akhir. Kita bisa menyempurnakan foto dengan presisi yang menakjubkan, dan inilah kesempatan kedua ketika berurusan dengan warna. Warna yang mengganggu bisa dikurangi saturasinya, sedangkan warna yang lain bisa dibuat lebih intens dan pengukuran yang presisi.
8252_Passionate_(146-165).indd 156
mengeluarkan kontras antar warna, kadang-kadang menghilangkannya ketika mereka berkompetisi untuk mendominasi di komposisi Anda. Tapi warna juga bisa lembut dan mengundang (6.15). Inilah alasan mengapa saat golden hour (waktu keemasan), di mana cahaya yang biasanya dimanfaatkan untuk iklan kopi di saat matahari terbit dan sekali lagi saat matahari terbenam, adalah waktu yang dipilih kebanyakan fotografer untuk memotret. Di saat itu, ketika matahari rendah di langit, tidak hanya bayangan dan tekstur sangat terlihat, memberikan kesan tiga dimensi untuk pemandangan, tapi cahayanya seringkali berwarna keemasan, merendam pemandangan dengan warna hangat dan merata. Cahaya ini memberikan efek mengurangi tonal warna yang berpotensi mengganggu dengan memandikan semua warna di sinar yang hangat. Banyak orang menikmati pemotretan matahari terbenam yang cantik, tapi ketika matahari turun di bawah garis horizon, mereka menyimpan kameranya ke tas dan melanjutkan malamnya. Tapi jangan meninggalkan tempat dulu, karena ketika matahari di bawah garis horizon atau sebelum terbit, ada waktu di mana langit berwarna biru tua. Saat itu dinamakan “blue hour,” (waktu biru) sebuah frasa yang aslinya dideskripsikan di tulisan entomologis terkenal Jean Henri Fabre, yang mendeskripsikannya sebagai momen transformasi saat fajar, fasa transisi ketika serangga malam tenang dan serangga siang hari bangun, sebelum burung-burung mulai bernyanyi (6.16). Dari perspektif fotografer, blue hour mengacu kepada cahaya senja atau fajar yang berada di antara gelap total dan cahaya matahari yang semakin menghilang. Saat itu saat yang tepat untuk merekam pemandangan kota, ketika dengan manis, cahaya buatan yang hangat berkomplemen dengan warna biru. Saya selalu mengetahui bahwa beberapa foto senja terbaik dapat dipotret ketika langit belum berwarna hitam total, di mana ada cukup cahaya lingkungan yang bertindak sebagai sebuah reflektor dan mengisi daerah gelap di pemandangan sehingga yang tidak mempunyai detail bisa terekam di sensor. Bahkan ada aplikasi iPhone/iPad yang memprediksi kapan blue hour terjadi di lokasi geografis Anda
5/07/2013 1:59:37 PM
6.16 Eksposur dua detik saat blue hour. © Steve Simon
TEMPERATUR WARNA DAN WHITE BALANCE Semua sumber cahaya memancarkan cahaya dengan warna tertentu. Dari merah dan kuning yang hangat saat matahari terbit, tenggelam, dan lampu bohlam (temperatur warna rendah diukur di derajat Kelvin,
8252_Passionate_(146-165).indd 157
atau K) ke biru yang dingin di bawah bayangan dan twilight (dengan temperatur yang tinggi), mata kita secara otomatis dan alami membuat penyesuaian sehingga warna terlihat benar di berbagai temperatur warna. Tapi kamera digital membutuhkan penyesuaian untuk menghilangkan salah satu warna yang berlebihan dan biasanya tidak diinginkan,
5/07/2013 1:59:37 PM
158
The Passionate Photographer terutama ketika ada warna kulit yang terlibat. Pengaturan White Balance di kamera member kesempatan Anda untuk menghilangkan warna yang tidak alami, sehingga warna yang Anda lihat direkam secara akurat. Pengaturan Auto White Balance di kamera digital bekerja dengan baik di bawah banyak kondisi cahaya matahari, tapi biasanya gagal di bawah cahaya fluorescent, lampu pijar, dan cahaya campuran (6.17). Maka dari itu, kamera digital memberikan Anda variasi pilihan fluorescent (karena warna lampu fluorescent cukup bervariasi); Mendung; di bawah bayangan; dan kemampuan untuk memilih temperatur cahaya yang spesifik dan memilih setting custom white balance, yang memungkinkan Anda menghitung temperatur cahaya di kondisi pencahayaan tempat Anda memotret dan mendapatkan koreksi spesifik untuk warna yang sangat akurat. Ada banyak alasan mengapa fotografer serius memotret RAW, seperti yang dijelaskan di Langkah kedua. Salah satunya adalah mengendalikan white balance setelah foto diambil. Dengan kata lain, tidak masalah pengaturan white balance yang Anda pakai ketika Anda memotret; dengan file RAW yang menangkap informasi digital yang lengkap, Anda
bisa mengubah pengaturan white balance tanpa mengurangi kualitas foto. Jika Anda memotret di daylight white balance di bawah penerangan lampu pijar, anda bisa membetulkannya dengan hanya menggeser slider white balance di software pengolah foto yang Anda inginkan tanpa konsekuensi negatif. White balance juga bisa digunakan secara kreatif untuk mempengaruhi warna dan suasana foto-foto Anda, dan hal ini bisa menjadi sesuatu yang menarik untuk dicoba, terutama dengan foto pemandangan dan pemandangan kota di mana warna yang sebenarnya dapat ditafsirkan (6.18-6.23). Tapi ketika membahas tentang warna kulit, Anda biasanya ingin mereka akurat dan enak dilihat. Salah satu cara terbaik untuk mendapatkan warna kulit yang alami adalah melakukan custom white balance, yang menghitung temperatur warna dari pemandangan dan mengeset white balance sesuai keadaan tersebut (6.24). Sebagian besar kamera memiliki fitur ini, dan ini mudah untuk dilakukan. Di kamera Nikon misalnya, aturlah white balance ke Pre (custom pre-set) dan biarkan subjekmu memegang kertas putih - atau kartu abu-abu/putih (Gray card) yang dijual secara komersial - mengisi bingkai foto dengan putih dan abu-abu; Anda bahkan tidak perlu fokus ke kamera.
6.17 Auto white balance telah meningkat akurasinya di setiap generasi baru kamera. Di sini, kamera menyetel white balance dengan tepat meskipun ada campuran cahaya matahari yang dingin dan matahari yang lebih hangat menyinari didalam ruangan. © Steve Simon
8252_Passionate_(146-165).indd 158
5/07/2013 1:59:38 PM
langkah keenam: IKUTILAH CAHAYA DAN BELAJARLAH UNTUK MENGUASAINYA
Incandescent
Daylight
Flash
Cloudy
Shade
Fluorescent
159
6.18-6.23 Anda dapat menggunakan white balance sebagai cara kreatif untuk menambahkan warna ke foto. Ini pemandangan yang sama dengan berbagai pengaturan white balance. Catat bahwa perbedaannya sedikit di antara beberapa foto di atas. Beberapa fotografer memilih efek yang lebih hangat dari pengaturan Cloudy untuk semua pemotretan di bawah cahaya matahari. © Steve Simon
8252_Passionate_(146-165).indd 159
5/07/2013 1:59:56 PM
The Passionate Photographer
160
6.24 Jika Anda memiliki waktu untuk menggunakan custom white balance, hal ini bisa membuat warna kulit lebih benar dan mudah diolah secara digital, bilamana Anda memotret dengan RAW. © Steve Simon
Potretlah sebuah foto. Anda akan mendengar suara klik shutter bersamaan dengan kamera membaca white balance. Jika eksposur Anda bagus, Anda akan melihat tanda kedap kedip “Good” muncul di layar LCD di atas kamera. Itu saja. Anda telah mengeset custom white balance; selanjutnya saat memotret, Anda akan menggunakan custom white balance preset yang Anda baru buat. Beberapa kamera memungkinkan Anda menyimpan dan menamakan custom white balance setting yang sering digunakan untuk digunakan di kemudian hari.
8252_Passionate_(146-165).indd 160
Kadang-kadang Anda tidak bisa mendekati subjek untuk melakukan custom white balance - seperti saat Anda berada di acara olahraga atau teater. Cara lain untuk mengambil custom white balance yaitu memegang material putih yang tembus cahaya di depan lensa dan membidik lensa ke sumber cahaya. Produk seperti Expo Disc didesain secara spesifik untuk tujuan ini, tapi saya pernah mendengar dari fotografer-fotografer lain menggunakan apa saja dari filter kopi sampai penutup plastik putih dari sebuah kaleng kacang dengan hasil yang bagus.
5/07/2013 1:59:58 PM
Prosesnya sama, tapi daripada membidik kamera ke kertas putih atau gray card, peganglah disc di depan lensa dan bidiklah lensa ke sumber cahaya yang menyinari pemandangan. Setelah Anda diberi simbol “Good”, Anda bisa mulai memotret (6.25). Suatu kebenaran jika memotret RAW memungkinkan Anda memperbaiki white balance setelah pemotretan, tapi bahkan di RAW kadangkadang saya mengalami kesulitan untuk menemukan warna kulit yang benar dengan white balance ketika warna cahaya bervariasi dan aneh. Custom preset akan membuat saya lebih mendekati setting yang benar, dan filosofi praktik terbaik adalah menggunakan custom white balance yang bisa menghemat waktu dan membuat alur kerja lebih efisien. Ketika Anda ingin white balance senetral mungkin, penggunaan custom white balance akan membawa Anda ke sana. Banyak kamera dengan fitur Live View akan membiarkan Anda melakukan “custom white balance” hanya dengan mengganti setting white balance dan mengubah temperatur warna (Di kamera Nikon, menggunakan kenop perintah sub) sampai warna terlihat alami di mata Anda. Ini akan memberikan hasil hampir seperti apa yang diberikan custom white balance. Cara yang bagus untuk memonitor white balance dan warna kulit secara khusus - terseda di tampilan histogram RGB yang tersedia di sebagian besar kamera. Di langkah ke-2, saya mendiskusikan histogram sebagai cara terbaik untuk mengevaluasi eksposur, tapi tampilan histogram RGB bisa memberi peringatan tentang masalah keseimbangan warna dan mengindikasikan ketika warna kulit terancam terlalu terang atau gelap. Suatu hal penting untuk menyadari bahwa histogram secara keseluruhan dapat terlihat bagus, tapi bisa saja salah satu warna histogram bisa terlalu terang/gelap, membuat Anda kehilangan detail di warna tersebut. Fotografer pernikahan dan portrait telah lama tahu bahwa warna kulit sebagian besar di representasikan di warna merah. Itu karena kecerahan standar histogram yang ditampilkan di kamera di mode playback adalah rata-rata dari ketiga warna histogram. Jadi, merah mungkin terlalu terang, dan sementara biru dan hijau jauh dari terang. Dengan merata-ratakan ketiga warna tersebut, Anda akan mendapat info yang kurang tepat.
8252_Passionate_(146-165).indd 161
161
langkah keenam: IKUTILAH CAHAYA DAN BELAJARLAH UNTUK MENGUASAINYA
6.25 Cuaca buruk bisa menjadi salah satu cahaya terbaik untuk fotografi. © Steve Simon
Banyak kamera memiliki opsi “highlight” di kamera di mana daerah yang terlalu terang akan berkedap-kedip di layar LCD, sebuah peringatan bahwa di bagian yang terang tidak ada detail yang terekam (6.26). Anda bisa memindahkan highlight ke luminance (kecerahan) ke salah satu warna. Jika Anda memotret orang seperti yang saya lakukan, masuk akal untuk mengaktifkan warna merah histogram sebagai standar, jadi jika Anda mengaktifkan peringatan highlight di tampilan LCD, kamera akan memberi peringatan dengan berkedapkedip jika warna merah terlalu terang. Ketika histogram telah menabrak sisi kanan dan peringatan highlight mengatakan pada Anda tentang hal tersebut, cara untuk memperbaikinya adalah menurunkan eksposur/menggelapkan foto. Jika Anda memotret di mode otomatis seperti prioritas apertur, kurangi eksposur dengan kenop kompensasi eksposur. Kadang-kadang koreksi ini membuat Anda mendapatkan foto yang agak gelap, tapi kemungkinan komprominya adalah menambahkan sedikit cahaya pengisi ke pemandangan.
5/07/2013 2:00:01 PM
The Passionate Photographer
162
6.26 Kadang-kadang tidak masalah jika ada bagian yang terlalu terang, seperti saat situasi cahaya dari arah belakang, seperti foto presiden Bill Clinton di konvensi partai demokrat di Denver 2008. Jika tidak ada detail di bagian yang terang, atau di langit putih tanpa awan, maka terlalu terang tidak apa-apa. Dengan jumlah karya yang banyak, Anda akan belajar menafsirkan cahaya yang direpresentasikan di histogram. © Steve Simon
Dengan histogram RGB, secara umum ketiga warna harus sama dalam bentuk dan pencatatan. Tapi jika ada salah satu warna keluar dari grafik, itu merujuk ke foto yang didominasi oleh warna tersebut, atau sebuah penyimpangan dari warna tersebut. Jadi jika warna merah sangat berbeda dengan biru dan hijau, hal itu memberi peringatan kepada Anda bahwa foto Anda akan kemerah-merahan, atau banyak warna merah di dalam foto. Identifikasikan warna yang tidak sama dengan yang lain dan turunkan warna tersebut untuk white balance yang tepat. Anda mungkin tidak tahu bahwa semua histogram di kamera merepresentasikan file JPEG - meskipun ketika Anda memotret RAW. Hal ini karena setiap foto JPEG akan terbentuk untuk setiap foto RAW. Jadi, ketika Anda melihat daerah yang terang berkedap-kedip dan histogram melewati sisi kanan, ingatlah bahwa itu mewakili versi JPG dari foto tersebut, jadi masih ada detail di file RAW yang dapat dipulihkan dan dikembalikan nanti di olah foto digital. Highlight yang terlalu terang tidak bisa ditolong dengan JPEG, tapi meskipun histogram mengatakan bahwa tidak ada detail yang tersisa, di
8252_Passionate_(146-165).indd 162
file RAW Anda mungkin masih ada detail yang dapat dipulihkan. Anda akan belajar dari pengalaman memotret RAW mengenai seberapa banyak detail tambahan tersedia yang melampaui histogram JPEG.
HITAM PUTIH Bagaimana Anda tahu kapan untuk memilih hitam putih dibanding warna? Itu murni tergantung pilihan masing-masing orang, tapi ada beberapa alasan yang bagus untuk mengubahnya. Warna kadang kala dapat menjadi pengganggu, sementara hitam putih adalah suatu cara untuk langsung melihat ke isi. Ada kesan keabadian di foto hitam putih yang berakar dari sejarah fotografi, sementara warna relatif baru. Walker Evans, dikabarkan, akan menunggu berharihari untuk menangkap cahaya yang tepat untuk foto hitam putih dokumenternya yang sederhana, cermat, dan berpengaruh selamanya. Ketika saya memulai liputan konvensi partai Republik di tahun 2004, saya tahu bahwa warna akan membajak arti dari foto, sehingga saya menghilangkan warna, terutama warna merah yang
5/07/2013 2:00:02 PM
Langkah keenam: IKUTILAH CAHAYA DAN BELAJARLAH UNTUK MENGUASAINYA
163
berlebihan yang mendominasi banyak foto saya. Penggambaran hitam dan putih adalah yang paling mirip dengan apa yang ingin saya katakan dengan karya itu (6.27 dan 6.28). Kadang-kadang, pilihan tersebut pragmatis, seperti saat Anda mengurus masalah teknis seperti noise warna atau white balance yang aneh dan warna kulit. Di era film, Anda harus berkomitmen untuk memotret di hitam putih ketika melihat dunia yang berwarna melalui jendela bidikmu. Tapi hitam putih adalah pemikiran visual dan Anda butuh untuk berpikir bagaimana perubahan warna ke tonal abuabu akan diterjemahkan ke foto akhir. Sebagian besar software pengolah foto memberikan Anda preset filter yang merupakan titik mula yang baik untuk mengonversi foto menjadi hitam putih. Untuk foto pemandangan, saya biasanya memulai dengan filter merah dan orange, mencerahkan atau menggelapkan tonal hijau dengan slider hijau. Filter kuning dan orange untuk konversi warna kulit mencerahkan kulit. Apapun titik mulanya, Anda memiliki fleksibilitas penuh untuk mengeluarkan jiwa Ansel Adams-mu dan menafsirkan, menyempurnakan, serta mengubah dunia warna menjadi hitam putih.
6.27 dan 6.28 Kadang-kadang pilihan hitam putih adalah jalan pintas untuk secara langsung menuju isi foto ketika warna mengganggu pemirsa untuk memperhatikan isi foto. Seorang wanita mengangkat dompetnya di konvensi nasional Partai Republik di Madison square Garden di New York. ©Steve Simon
8252_Passionate_(146-165).indd 163
5/07/2013 2:00:10 PM
164
The Passionate Photographer
Langkah enam AKSI: Ikuti cahaya
Latihan mengikuti cahaya akan membantu Anda melihat dan mempelajari efeknya. Bagaimana cahaya mempengaruhi hal yang dia terangi di pandangan Anda? Anda akan lebih menyesuaikan diri ke cahaya dan proses melihat di mana cahaya jatuh dan apa yang dihasilkannya, pada akhirnya akan tertanam dalam proses pemotretan. Sama seperti aspek teknis yang menghilang secara perlahan ke latar belakang karena banyaknya pekerjaan dan pengalaman yang sudah Anda dapatkan, begitu juga
kemampuan melihat dan mengambil keuntungan cahaya di foto Anda. Anda akan mulai menyadari begitu cepatnya cahaya bergerak, dan bagaimana semua hal di dunia berubah secara terus menerus. Sebagai fotografer kita memiliki kekuatan besar untuk mengabadikan momen untuk selamanya. Kesadaraan barumu terhadap cahaya yang baru ini ditafsirkan ke semua area di kehidupanmu, membantumu menghargai estetika lingkunganmu. Tugas ini akan memintamu untuk melakukan apa yang dikatakan judul ini. Paling baik jika
6.29-6.40 Mengikuti cahaya dengan berjalan-jalan di luar rumahku di kota New York. Dengan mengikuti cahaya, Anda akan menemukan tempat-tempat di mana estetika yang ditimbulkan cahaya akan menginspirasimu untuk melihat dan menangkap lebih banyak foto yang bagus. © Steve Simon
8252_Passionate_(146-165).indd 164
5/07/2013 2:00:17 PM
Langkah keenam: IKUTILAH CAHAYA DAN BELAJARLAH UNTUK MENGUASAINYA
Anda memilih hari yang cerah untuk tugas ini, ketika cahaya yang kuat dari matahari dan tingkat kontras di daerah yang meliputi cahaya dan bayangan akan lebih jelas. Ketika Anda keluar dari pintu rumah atau ketika Anda ke tengah kota tempat Anda memotret, lihatlah ke langit untuk mencari matahari. Cari daerah yang diterangi oleh cahaya matahari secara langsung, dan pindahlah ke daerah tersebut dan mulailah memotret. Ketika cahaya matahari turun ke bumi, cahayanya akan lebih menarik mungkin keras - tapi seiring dengan Anda
8252_Passionate_(146-165).indd 165
165
berpindah tempat dan melihat bagaimana cahaya menyinari subjek berubah, Anda mulai belajar bagaimana bereaksi terhadap cahaya dengan sendirinya, kemudian dengan cepat menempatkan diri Anda ke posisi yang benar.
Saya mengikuti cahaya di luar apartemenku di New York City, dari foto pertama di luar pintu rumahku, ke kereta bawah tanah dan akhirnya keluar dari bawah tanah dekat stasiun Grand Central untuk melanjutkan latihan (6.29-6.40).
5/07/2013 2:00:22 PM
Langkah ketujuh SENI MENGEDIT: PILIH DENGAN BAIK DAN JADILAH YANG TERBAIK “Fotografer seperti ikan kod, yang bertelur jutaan telur untuk sebutir telur yang mungkin ditetaskan.” —George Bernard Shaw
Seni editing adalah tugas penting dan penuh tantangan untuk semua fotografer, hampir sama penting dengan pemotretan itu sendiri. Jika kita memilih foto yang salah, tidak ada yang melihat sebagus apa kita sebenarnya. Jika Anda menganut konsep dan ide di buku ini, Anda akan mendapatkan jumlah karya yang lebih besar untuk dilalui. Kesepuluh langkah dirancang untuk menuntun Anda ke tujuan fotografimu, tapi mungkin akan membuat pekerjaan editing menjadi sesuatu yang berat, yang merupakan hal yang bagus. Semakin banyak pekerjaan bagus yang Anda buat, semakin berat editing, dan Anda ingin membuat keputusan yang sulit sewaktu Anda memilih banyak dari foto yang sangat bagus. Editing yang bagus berarti memilih foto-foto terbaik dari setiap pemotretan.
8252_Passionate_(166-187).indd 166
5/07/2013 2:04:47 PM
7.1 Di dalam hujan besar, saya melihat anak-anak ini pulang ke rumah dari sekolah. Tapi foto akhir ini bukan foto yang muncul begitu saja ke saya; dibutuhkan editing yang berhati-hati untuk mengeluarkan foto ini dari foto aslinya (Lihat 7.19 di halaman 179). © Steve Simon
8252_Passionate_(166-187).indd 167
5/07/2013 2:04:47 PM
168 The Passionate Photographer
Untuk jelasnya, saya tidak berbicara dengan pengolahan foto, meskipun keduanya sejalan. Saya memilih Aperture sebagai alat pengolahan foto dan pembuatan katalog, tapi program seperti Lightroom juga sangat baik. Merupakan hal yang perlu dipertimbangkan bahwa Anda perlu kuat dalam keterampilan pengolahan foto, yang akan lebih baik melalui pelatihan dan praktik. Tapi Langkah ke-7 tidak berbicara banyak tentang software - bab ini berurusan dengan memilih karya terbaik - dan untuk melakukan hal tersebut, Anda perlu tahu tahap akhir proses fotomu. Editing untuk sebuah buku tidak sama dengan editing untuk pameran atau karya untuk koran/ majalah. Dan itu berbeda dengan seni memilih foto terbaik dari sebuah seri untuk dicetak dan digantung di dindingmu.
EDITOR TERBAIK DAN TERBURUKMU
kesulitan untuk mengetahui apakah saya benar-benar membuat langkah yang benar untuk memilih seleksi akhirku. Merupakan hal yang sulit untuk mengedit karyamu sendiri secara objektif karena Anda sangat dekat dengannya. Dikatakan bahwa Anda juga merupakan editor terbaik untuk karyamu sendiri. Jadi, bagaimana Anda dapat menjadi keduanya? Saya akan jelaskan. Almarhum Garry Winogrand adalah seorang fotografer jalanan yang produktif. Seperti yang telah Anda baca di Langkah ke-2, dia meninggal akibat kanker pada usia 56, meninggalkan banyak pekerjaan yang belum selesai. Ada 2.500 dari 36 rol yang kebanyakan difoto dengan film Tri-X, 6,500 rol foto yang telah dicuci tapi bukan contact printed film, dan 3,000 contact sheet yang belum disentuh dan diedit. Ribuan foto yang belum diedit. Jika Anda melewati proses di Langkah ke-2, Anda mungkin menyetujui bahwa dengan memotret lebih banyak, karya Anda akan semakin baik.
Editing adalah keterampilan yang dipelajari dan berkembang seiring waktu, tapi ada batasannya. Setelah mengedit lebih dari 30 tahun, saya sering kali menjadi editor yang payah untuk pekerjaan saya sendiri. Ini bukan soal saya membedakan foto yang kuat dari yang lemah; hanya saja saya menemukan
Kita hanya bisa membayangkan bagaimana seorang pemotret yang kuat seperti Winogrand akan menggunakan peralatan digital hari ini. Akan tetapi, semua film yang belum diedit adalah sebagian dari hasil kematiannya yang terlalu awal, Windogrand hampir tidak pernah melihat filmnya
7.2 Sebagian besar dari kita tidak memiliki waktu untuk membiarkan foto kita “menjadi tua” sebelum editing. Kita perlu memastikan pengeditan kita cermat dan percaya bahwa kita telah memilih foto yang paling kuat di setiap pemotretan. © Steve Simon
8252_Passionate_(166-187).indd 168
5/07/2013 2:04:49 PM
langkah ke 7: seni mengedit: pilih dengan baik dan jadilah yang terbaik 169
dengan segera. Dia tidak terburu-buru mengedit dan dengan bebas menunggu satu atau dua tahun untuk menghilangkan kenangan sewaktu mengambilnya (7.2). Garry Winogrand, dalam kata-katanya di kolom yang ditulis Frank Van Riper dalam bagian “Camera Works” di washingtonpost.com: “Jika saya berada di suasana hati yang baik saat saya foto hari itu, saya akan mencuci film itu langsung,” katanya pada sebuah kelas, “Saya akan memilih sebuah foto karena saya teringat betapa senangnya perasaan saya ketika saya memotret. Lebih baik untuk membiarkan film menjadi ‘tua,’ lebih baik untuk menilai slides atau contact sheet secara objektif.” —Garry Winogrand
Master fotografer satwa liar Tom Mangelsen menyadari bahwa dia sering menunggu sebentar sebelum dia melihat karya-karyanya. Mangelsen mungkin lebih banyak memotret daripada Winogrand. “Beberapa dari kolega saya; setiap foto mereka lihat di belakang kamera untuk tahu apakah mereka berhasil memotretnya. Sering kali, saya tidak melihatnya sampai berhari - hari, atau berbulan-bulan berikutnya. Sungguh, saya memiliki sekitar 15,000 rol film yang saya tidak pernah lihat. Itu di film. Masih ada seperempat juta foto digital yang belum saya lihat. Saya kira ini mungkin sedikit mirip Winogrand. Saya merasa menghilangkan pengalaman pribadi pada karya adalah hal yang “sehat” ketika Anda melihat foto-foto dan melakukan editing. Tujuannya bagi saya adalah lebih untuk pengalaman memotret, berada di sana, dan proses tersebut sering melebihi keinginan untuk mengedit atau melihat foto tersebut. Saya kerap berpikir akan ada hari hujan, atau kaki saya patah, atau halangan kesehatan yang akan mengubah segala sesuatu dan saya akan memiliki waktu untuk membaca semua buku di rak dan melakukan editingku.” —Tom Mangelsen
Saya berbicara tentang konsentrasi dan menutup celah antara foto yang Anda bayangkan dengan yang Anda dapatkan di langkah ke-4. Juga ada ide bahwa foto yang anda suka belum tentu mengirimkan sinyal cinta yang sama ke pemirsa.
8252_Passionate_(166-187).indd 169
7.3 Contoh jenis foto yang diminta dari saya ketika berita sedang lesu. Saya belajar untuk tidak pernah membicarakannya sebelum saya membuktikan bahwa saya mendapatkan apa yang saya pikir saya dapatkan. Digital kini memberikan Anda kepercayaan diri tersebut. © Steve Simon
Apakah Ada pernah merasa tertarik terhadap sebuah foto tapi mendapat respon yang kurang antusias ketika Anda menunjukkannya ke orangorang sekitar? Bertahun-tahun yang lalu saya berlari masuk ke kantor koran di mana saya bekerja dan berteriak, “Hentikan percetakan!” tentang sebuah foto yang saya baru buat. Baiklah, setelah mencuci dan editing (Ini masih era film), Saya menyadari saya tidak mendapat apa yang saya harapkan. Ups, lupakanlah. Kadang-kadang, cukup normal untuk melakukannya, kita secara tidak sadar melekat pada pengalaman membuat foto daripada foto itu sendiri (7.3). Ketika menghilangkan pandangan, suara dan ingatan tentang momen tersebut, foto mungkin tidak memiliki kekuatan komunikatif yang terhubung dengan kita. Pemirsa hanya mendapatkan foto dua dimensi, dan jika suara, bau, dan ketertarikan terhadap momen tersebut tidak dikomunikasikan oleh foto, pemirsa mungkin tidak akan menghargai foto itu seperti Anda menghargainya. Salah satu kefrustrasian saya di hari-hari saat saya bekerja di koran adalah contact sheets-nya jarang
5/07/2013 2:04:49 PM
7.4 Untuk mengedit secara baik, Anda perlu mencari detail halus yang dapat meningkatkan foto. Burung di sebelah kanan menyeimbangkan rambut gadis yang terangkat oleh angin dan membuat foto yang baik menjadi lebih bagus. © Steve Simon
tersedia untuk kami, dan meskipun mereka ada, tindakan menentukan foto melalui sebuah kaca atau lup plastik di contact sheets yang kecil sulit untuk dilakukan dengan baik. Akan lebih sulit lagi dengan film negatif, harus melihat dan membayangkan foto negatif sebagai cetak positif ketika editing. Foto yang sangat baik mudah dipilih, tapi sering kali ketika memilih foto portrait, sulit menebak ekspresi dari seseorang, terutama yang penting yaitu pandangan dari mata, dan perbedaan yang sangat tipis akan memberikan dampak besar terhadap kesuksesan foto tersebut. Beberapa fotografer mengklaim bahwa mereka bisa melihat perubahan yang tipis dari foto ke foto, tapi saya tidak pernah percaya. Untuk sebagian dari kita yang memiliki kesempatan memotret dengan film sebelum digital, kami tahu bahwa alat digital sekarang
8252_Passionate_(166-187).indd 170
memungkinkan kita untuk melihat setiap foto dan detail di dalam foto dengan kejelasan, piksel demi piksel, melihat setiap perubahan di setiap foto, dan secara khusus, apa yang dikomunikasikan oleh mata (7.4). Tidak ada alasan untuk mencari foto terbaik dari setiap pemotretan. Foto-foto yang mungkin gagal ketika memeriksa contact sheet dengan kaca pembesar, seharusnya jangan diabaikan untuk dilihat di layar komputer. Editing secara digital adalah hal yang sangat bagus. Tapi tidak ada yang sempurna. Ketika mengedit karya, Anda pasti akan membuat kesalahan - yang merupakan alasan untuk berhati-hati membuang foto-foto Anda. Saya tidak percaya menghapus foto di lapangan; dengan banyaknya kartu memori yang murah dan berkapasitas besar, tidak ada alasan yang
5/07/2013 2:04:51 PM
langkaH ke 7: seni mengedit: pilih dengan baik dan jadilah yang terbaik 171
bagus untuk melakukannya. Saya bahkan tidak suka melihat layar LCD saat memotret, apalagi menghapus. Saya memilih untuk berkonsentrasi kepada pemandangan di depan saya. Ketika Tom Mangelsen atau Garry Winogrand membiarkan film “menjadi tua” sebelum mereka mengedit, waktu yang lewat memungkinkan penglihatan yang lebih objektif terhadap karya dikurangi dengan ingatan-ingatan yang melekat. Tapi hadapilah, sebagian besar dari kita tidak bisa bekerja seperti ini, begitu pula dengan kita. Tapi satu hal yang bisa kita lakukan adalah kembali ke karyakarya kita sebelumya dari waktu ke waktu dengan mata yang segar, mata yang selalu lebih dewasa. Proses ini dapat menghasilkan beberapa permata yang terabaikan, yang gagal Anda pilih pada editan sebelumnya tanpa tahu alasannya. Salah satu cara meniru pengalaman editing Mangelsen/Winogrand adalah mengunjungi karyakarya lama. Anda akan memunculkan pengalaman editing. Seiring Anda tumbuh, berkembang dan dewasa sebagai seseorang dan fotografer, juga “mata editor, “ Fotografer Andy Freeberg (andyfreeberg.com) mengerjakan kembali arsipnya dengan seseorang yang memiliki bakat editing yang dia percayai dan menghasilkan portofolio karya yang benar-benar baru. Semuanya sudah ada di sana; dia hanya tidak melihatnya di saat pertama. Seberapa pun bagusnya Anda bereksperimen dengan editing dalam waktu yang lama setelah waktu pemotretan, ini bukan sistem editing yang bagus untuk sebagian besar dari kita. Berita bagusnya adalah, di dalam pengalaman saya, sering kali kesan pertama ketika insting berkata padamu tentang foto yang Anda pilih - itu keputusan yang terbaik.
saya lakukan, atau lebih baik, sesuaikanlah ke cara editingmu. Saya memperlakukan editing dengan sangat serius dan saya mengaplikasikan konsep inti yang saya cakup di langkah-langkah sebelumnya untuk editing. Insting yang sama yang mendesak saya untuk memicu shutter ketika menangkap momen yang cepat juga berlaku di proses editing. Bagi saya, editing pertama sama dengan melihat proses memotret itu sendiri. Saya tidak mau terlalu banyak berpikir di sini; Saya mau bereaksi. Saya melakukan pendekatan kesan pertama dengan rasa hormat karena itu hanya berlangsung sekali, dan saya ingin memastikan saya memiliki waktu yang cukup banyak tanpa diganggu saat saya mengedit. Saya suka melihat kembali semua foto saya di saat yang sama jika memungkinkan. Apa yang menjadi sangat penting dalam alur kerja saya adalah kepercayaan diri bahwa setiap sesi editing lengkap dan menyeluruh. Seiring dengan jumlah foto saya meningkat, saya tidak mau kembali ke pemotretan sebelumnya dengan perasaan tidak nyaman bahwa saya tidak mengedit semuanya dengan seksama, dan mungkin ada foto yang bagus terlewatkan. Saya tidak memiliki waktu untuk mengedit kembali, jadi saya melakukannya secara baik pertama kali, dan setiap
KESAN PERTAMA Dengan peralatan editing yang kita miliki dan gunakan, sulit untuk melewatkan foto yang bagus. Bukan berarti hal itu tidak akan terjadi, tapi di Aperture, contohnya, Anda bisa melihat keseluruhan foto, dan kemudian membesarkannya dan melihat semua detail secara rinci (7.5). Cukup luar biasa melihat bagaimana Anda bisa mengedit dengan sangat akurat. Ini filosofi gambaran besar saya saat editing foto digital, dan hal ini bekerja di software pengolah foto apapun yang Anda pilih: Lakukan apa yang
8252_Passionate_(166-187).indd 171
7.5 Alat mengedit seperti Apple Aperture memungkinkan Anda memperbesar sampai ke setiap detail, piksel demi pixel, jadi tidak ada alasan untuk melewatkan foto yang benar. © Steve Simon
5/07/2013 2:04:52 PM
172 The Passionate Photographer
waktu, sehingga saya tahu bahwa foto terbaikku terpilih dan tidak ada berlian yang tersembunyi di antara fotofoto lainnya. Saya mungkin memilih mengunjungi lagi karya-karya lama saya di masa depan, tapi saya butuh mengetahui bahwa saya telah melakukan pekerjaan editing terbaik di setiap pemotretan. Jika Anda cukup pintar untuk menentukan sebuah sistem mana yang dipertahankan, mana yang ditinggal. Saya pikir Anda tidak akan memiliki banyak penyesalan di masa depan fotografi dan Anda bisa terus dalam kendali dan selalu membangun arsip. Ketika saya berada di lapangan, saya mungkin akan menggunakan laptop untuk mengedit, tapi rumah kantor saya memiliki monitor besar dengan warna yang netral dan ruangan dengan pencahayaan yang sesuai untuk menampilkan setiap foto sebagus-bagusnya. Saya melihat, melewati foto demi foto menggunakan tombol panah dan menandai foto yang saya pikir patut disimpan, tanpa terlalu banyak berpikir, dengan memberi tanda satu bintang di semua foto yang layak disimpan.
Seperti kebanyakan fotografer, saya punya harapan yang tinggi. Standar saya tinggi dan saya berharap untuk mendapatkan foto yang sangat bagus, tapi saya tahu dari pengalaman bahwa tidak semua foto menghasilkan karya yang layak untuk portofolio. Saya mengerti akan hal itu. Lalu apa yang coba saya lakukan adalah memilih foto yang paling bagus dari setiap pemotretan. Satu bintang diberikan kepada foto yang saya pikir layak disimpan, meskipun itu berarti foto tersebut fokus, bisa diterbitkan, atau untuk ditampilkan secara profesional di sebuah publikasi, slideshow atau untuk web. Seiring saya memeriksa karya-karyaku, foto demi foto, saya menghadapi pertanyaan sederhana, ya atau tidak. Setelah pemeriksaan pertama, saya beristirahat (jika waktu mengizinkan) dan kemudian kembali untuk melihat kedua dan ketiga kalinya. Saya akan memberikan tanda dua bintang di kali kedua ke foto yang menurut saya di atas rata-rata. Ronde ketiga adalah ketika saya mulai bekerja,
7.6 Pengeditan biasanya termasuk memberikan satu, dua, dan tiga bintang. Foto yang akan menuai pujian dan sangat didambakan yaitu rating empat akan diberikan dengan hati-hati, tapi banyak dari foto empat bintang menjadi foto portolio lima bintang jika saya bekerja keras dan beruntung. © Steve Simon
8252_Passionate_(166-187).indd 172
5/07/2013 2:04:56 PM
langkaH ke 7: seni mengedit: pilih dengan baik dan jadilah yang terbaik 173
membandingkan foto-foto yang mirip dan memeriksa ketajaman. Kali ini saya memilih ke kelompok pilihan utama yang mungkin bukan bintang empat dan lima, tapi adalah terbaik dari pemotretan. Saya hanya melihat foto dua bintang di sini. Di ronde ini, saya akan membiarkan foto-foto di bintang dua, meningkatkan ke bintang tiga, atau jika ada foto yang merupakan calon foto yang bisa masuk ke portfolio, saya akan memberikan empat bintang. Foto yang bertanda empat bintang adalah berlian dan
permata yang kadang-kadang muncul tapi tidak pernah cukup. Mereka adalah foto yang Anda ingat dari pemotretan dan yang tidak sabar untuk di diunduh dan dilihat di layar besar. Bintang lima yang didambakan adalah untuk foto-foto yang patut untuk portfolio (7.6 dan 7.7). Waktu yang dibutuhkan untuk menyempurnakan pengeditan tergantung dari jumlah foto dan tenggat waktu. Jika saya membutuhkan foto tersebut buru-buru,
7.7 Yang terpilih. Saya mengambil banyak foto, dan dengan editing hati-hati, saya memilih satu foto yang menangkap Flory Kolobe dan beberapa dari 80 anak yatim piatu yang dia jaga di pusat komunitasnya di Lesotho. Bukan foto sempurna – Beberapa mata anak-anak tertutup – tapi saya mencoba untuk mendapatkan foto yang terkuat dan yang terbaik ketika saya mengedit. © Steve Simon
8252_Passionate_(166-187).indd 173
5/07/2013 2:04:56 PM
174
The Passionate Photographer
Pelajaran yang Dipelajari
MENGHAPUS ATAU TIDAK MENGHAPUS
Dengan peralatan editing digital saat ini, menghapus foto-foto yang tidak terpakai untuk memperluas ruang penyimpanan tidaklah salah. Tapi ingatlah, seperti anggur yang bagus atau scotch, foto tua dapat menjadi lebih bagus dengan berlalunya waktu. Bahkan foto yang biasa saja bisa penting secara sejarah. Jadi, pikirlah dalam jangka waktu yang sangat panjang sebelum Anda menghapus. Banyak fotografer yang saya tahu kembali dari sebuah pemotretan dan dengan segera menduplikat file RAW ke hard drive cadangan, menjaga integritas dari pemotretannya secara lengkap. Saya pikir, secara umum hal ini adalah sebuah ide yang bagus. Sebuah kasus meyakinkan Anda untuk tidak menghapus apapun ketika Anda mendengar cerita Dirck Halstead yang kembali ke arsipnya dan menemukan foto yang sangat bagus berisi Presiden Clinton dan Lewinsky bersama-sama, saat skandal Monica Lewinsky pecah di tahun 1997 (7.8). “Saya memiliki teori bahwa setiap shutter menangkap sebuah foto, foto itu direkam, di alam bawah sadar, di dalam otak fotografer,” kata Halstead. “Saya telah mendengar hal ini berulang-ulang kali dari fotografer di seluruh dunia. Tidak masalah jika fotografer melihat foto yang telah diproses atau tidak. Sepersekian detik, saat cermin kembali, telah direkam sebagai ‘kilas fotografis’ di dalam otak fotografer. Ketika foto Monica Lewinsky muncul, dia mengetahui pernah melihat wajah itu bersama presiden. Saya tidak tahu kapan dan di mana. Semua organisasi mulai mencari filenya dan tidak menemukan apa-apa. Saya merekrut periset, dan dia mulai memeriksa tumpukan slide di kamar terang. Setelah empat hari, dan lebih dari 5.000 slide, dia menemukan satu foto, dari sebuah acara penggalangan dana di tahun 1996.” Itu tahun 1996. Foto Dirck Halstead dipasang di sampul majalah Time dan memenangkan penghargaan Eisenstaedt untuk fotografi majalah tahun itu. Ada setidaknya dua fotojurnalis lain yang memotret di sebelah Dirck malam itu. Mereka adalah pemotret digital baru, dan untuk menghemat tempat, mereka menghapus foto yang menurut mereka tidak cocok untuk berita saat itu. Satu-satunya fotografer lain dengan foto yang mirip dibuat oleh fotografer amatir di mana foto tersebut muncul di sampul majalah Newsweek.
8252_Passionate_(166-187).indd 174
5/07/2013 2:04:56 PM
pelajaran yang dipelajari: MENGHAPUS ATAU TIDAK MENGHAPUS 175
7.8 President Bill Clinton memeluk staf Gedung Putih, Monica Lewinsky, di kampanye penggalangan dana beberapa hari sebelum pemilu presiden tahun 1996. © Dirck Halstead
Dari perspektif digital, tahun 1996 merupakan waktu yang lama sekali. Apa yang kita bisa pelajari dari cerita ini? Salah satunya, mungkin bukan ide bagus untuk menghapus foto bagus yang mungkin memiliki nilai di masa depan. Sebagai tambahan, dengan meluangkan waktu untuk menulis keterangan dan kata kunci, Anda bisa menemukan jarum dalam tumpukan jerami seiring dengan berkembangnya arsipmu. Jadi, simpanlah “Faktor Monica” di dalam pikiran ketika Anda mempertimbangkan untuk menghapus foto. Jika Anda mengedit foto berbintang satu seperti saya, Anda mungkin menghapus foto-foto yang tidak ditandai dengan sedikit lebih percaya diri. Tapi meskipun fotonya “tertantang secara teknis” – sedikit kurang fokus, sebagai contohnya – Anda mungkin lebih baik menyimpannya. n
8252_Passionate_(166-187).indd 175
5/07/2013 2:04:57 PM
176 The Passionate Photographer
yang mana sering terjadi, saya akan melakukan editing secara cepat dan kemudian akan kembali untuk editing yang lebih menyeluruh. Beberapa foto bisa menghabiskan waktu yang lebih lama daripada yang diperlukan untuk memotret foto tersebut di lapangan.
BACKUP SESEGERA MUNGKIN Gaya memotret sepuluh langkah yang dianjurkan buku ini berarti memotret lebih banyak, yang memakan tempat hard drive. Satu hal yang saya tahu pastinya ada pepatah “Ada dua jenis fotografer digital: yang telah kehilangan file foto, dan yang akan kehilangan file foto suatu hari nanti.” Ketika saya kesulitan untuk mencari kemungkinan drive terbaik untuk menyimpan karya yang berharga dan tidak dapat tergantikan, seorang teman menenangkan saya. “Semua mekanisme bisa gagal,” Dia mengingatkan saya, meskipun itu yang terbaik dan paling mahal – Jadi bukan tentang merek tapi lebih tentang backup di banyak tempat. Saya pikir lebih baik memiliki tiga duplikat arsip di hard drive yang lebih murah daripada dua yang lebih mahal. Saya beruntung memiliki semua pilihan RAW dari konvensi partai Republik tahun 2004, tapi saya kehilangan ratusan lainnya. Sampai hari ini, saya tidak yakin bagaimana saya kehilangan mereka. Sekarang, saya melakukan apa saja sepenuh kekuatan untuk mencegah hal yang sama terjadi kembali. Anda harus setidaknya memiliki dua backup dari arsip dan sepertiga dari itu di luar tempat tinggal atau kantormu. Saya menyukai ide memiliki backup ekstra untuk pilihan foto empat dan lima bintang, yang sayang sekali tidak memakan banyak tempat karena tidak pernah cukup untuk mereka. Jika Anda kehilangan foto-foto ini, dampaknya akan paling menghancurkan. Foto-foto bisa diunggah ke server awan (cloud server) dan dibackup ke DVD dan hard drive sebagai pengaman tambahan.
APAKAH SAYA MENGATAKAN “KEJAM” ? Anda perlu menjadi “kejam” sebagai seorang editor. Kejam seperti yang ditunjukkan oleh Ira Glass, kadang-kadang mengeluarkan foto dari proses edit adalah bagian yang tersulit.
8252_Passionate_(166-187).indd 176
“Ketika Anda melihat cuplikannya (video), Anda tahu ada perasaan yang Anda miliki terhadapnya, yang tidak ada di cuplikan tersebut. Kemudian, adalah waktunya untuk menjadi ambisius, menjadi orang yang super sukses dalam pencapaian dan melenyapkan cuplikan tersebut. Saat yang tepat untuk melenyapkan dan menikmatinya karena dengan melenyapkannya akan membuat bagian yang lain lebih bagus. Anda harus seperti pembunuh untuk membuang bagian yang membosankan dan pergi ke bagian-bagian yang menarik hati. Anda harus kejam jika ingin segalanya menjadi baik. Sesuatu yang memang bagus itu bagus karena orang menjadi benar-benar tangguh. Saya pikir tidak banyak yang membicarakan tentang mengabaikan hal yang jelek.” —Ira Glass
Anda menyetel tingkat standar sangat tinggi, dan antara semuanya ada di dalam foto atau tidak. Ini yang seharusnya memandu keputusan editingmu. Anda perlu realistik dalam memilih pilihanmu. Tentunya, jenis pekerjaan yang Anda lakukan akan menjadi faktor yang menentukan. Tidak selalu foto yang tajam, sempurna yang berakhir di paling atas. Kesempurnaan teknis bisa dinilai terlalu berlebihan ketika dibandingkan dengan suasana dan atmosfer yang dikomunikasikan sebuah foto. Anda perlu tahu apa yang perlu dicari dan cukup terbuka untuk mengenal kebetulan yang beruntung saat mereka muncul. Saya kadang-kadang menemukan bahwa kekecewaan ketika menemukan ketidaksempurnaan teknis di sebuah foto berkontribusi atas keputusan saya melenyapkannya terlalu cepat. Di banyak kasus, isi yang kuat seharusnya melebihi kelemahan teknis (7.9). Saya pernah melihat foto yang ikonik dari fotografer hebat yang terkenal yang terlihat sedikit lembut/tidak fokus, tapi tidak masalah, selama ketidaksempurnaan tidak mengganggu apa yang dikomunikasikan. Hal ini tidak untuk membuat alasan untuk teknik yang lemah, tapi lebih untuk menggarisbawahi apa yang penting. Sebuah foto untuk katalog lebih baik memiliki label produk yang sangat tajam, tapi foto untuk proyek pribadi mungkin lebih tentang kelembutan, pemandangan seperti mimpi atau gerakan yang digambarkan
5/07/2013 2:05:00 PM
7.9 Tidak selalu mengenai kesempurnaan teknis. Ketika seorang wanita pemrotes di konvensi partai republik di kota New York diamankan oleh satuan pengamanan. Efek gerakan di foto menambahkan unsur suasana yang mendesak. © Steve Simon
dengan merekam gerakan subjek yang dipotret. Sulit untuk menggeneralisir, tapi merupakan keseimbangan antara menjadi editor yang kejam dan menjaga pikiran yang terbuka ketika saatnya untuk memilih.
MENJADIKANNYA LEBIH BAIK Proses editing dapat mengajarkan Anda lebih banyak tentang bagaimana Anda memotret dan menganjurkan bagaimana membuat hal menjadi lebih baik. Paska edit, saya membuat catatan mental jika saya kecewa atau jika saya memperhatikan sesuatu yang tidak saya hiraukan. Dalam kata lain, saya mencoba belajar dari setiap pengalaman memotret.
8252_Passionate_(166-187).indd 177
Apa yang saya lewatkan? Apakah saya melaksanakan tugas kesepuluh langkah saya dengan kemampuan terbaik saya dengan cukup bergerak, cukup memotret, dan memvariasikan sudut-sudut pandang dengan jarak ke subjek? Banyak jawaban penting untuk pertanyaan tentang cara memotret yang bisa di-“petik” ketika editing (7.10-7.18). Dan saat memungkinkan, merupakan pengalaman saya bahwa kembali sejenak, atau bahkan pemotretan ketiga dapat mengajarimu banyak hal dan menghasilkan foto yang spektakuler. Anda bisa bergerak melewati kekesalan dengan belajar dari kesalahan-kesalahanmu dan memperbaiki mereka. Tidak usah malu dengan
5/07/2013 2:05:01 PM
178 The Passionate Photographer
frame 1
frame 15
frame 22
frame 45
frame 66
frame 91
frame 112
frame 124
7.10-7.18 Editing adalah tempat yang bagus untuk menjaga prosesmu. Di situasi ini, saya memotret sedikit lebih banyak daripada yang saya lakukan biasanya, terutama karena cahaya rendah dan banyak yang terjadi di luar kendaliku. Saya sering menggunakan contact sheet digital sebagai cara untuk memastikan bahwa saya menggunakan nasihatku sendiri dari langkah ke-3 – bergerak ke sekeliling dan mencoba hal baru. Foto terakhir yang ditunjukkan di sini adalah pilihan terakhir. Ketika sikap tubuh menyentuh membuat foto ini lebih kuat daripada yang lain. Butuh banyak foto untuk mendapatkannya. Memello Mokholokoe menjalankan Phelisanong, proyek berbasis komunitas untuk merehabilitasi, mendidik dan melatih anak-anak dan remaja yang cacat (www. phelisanong.com). © Steve Simon
8252_Passionate_(166-187).indd 178
frame 139
5/07/2013 2:05:08 PM
langkah ke 7: seni mengedit: pilih dengan baik dan jadilah yang terbaik 179
mengakui standarmu dinaikkan sangat tinggi. Biarkan subjekmu tahu apa yang Anda cari atau apa yang kembali ingin Anda coba. Mereka akan menghargai (tapi tidak selalu memahami) usaha luar biasa yang Anda lakukan untuk mendapatkan kemungkinan foto yang terbaik. Setelah pengeditan yang komplit, dan setelah pilihan dibuat, saya kemudian menentukan apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan mereka supaya lebih baik lagi, membuat yang terbaik dari setiap foto di post processing. Proses editing sudah berlangsung. Sejak kita keluar dengan kamera, proses itu dimulai. Anda mencari sesuatu yang menarik secara visual, menghilangkan hal-hal yang tidak diinginkan dalam foto. Di beberapa aspek, aksi memotret paling memperhatikan aspek editing pada apa yang tidak kita inginkan di dalam foto. Saya mengetahui banyak fotografer alam yang mulai dengan subjek yang menarik bagi mereka, dan kemudian bergerak masuk dan mengelilinginya – memantau keseluruhan bingkai, dengan perlahan mengurangi elemen-elemen yang mengganggu sampai mencapai komposisi akhir. Mengkroping adalah kesempatan kedua untuk membuat hal-hal menjadi tepat (7.19 dan 7.20). Secara umum, saya suka mengomposisi dan mengkrop di kamera. Saya suka tantangan hidup di dalam bingkai foto. Tergantung dari tujuan akhir dari foto-foto itu. Jika saya mengkrop, saya memilih untuk mempertahankan aspek rasio, sehingga bentuk dan dimensi foto tetap sama, khususnya ketika menggantung sebuah seri foto di dinding, atau ketika menampilkan sebuah badan karya di situs webku atau di sebuah buku. Tapi itulah saya, dan merupakan pilihan pribadi untuk semua fotografer. Pasca pengolahan dapat berdampak besar di komposisi dan bagaimana foto diterima oleh pemirsa. Meningkatkan foto dengan mencerahkan, menggelapkan, dan mengoreksi warna memungkinkan saya untuk mengurangi gangguan-gangguan dan menuntun mata pemirsa untuk elemen yang penting di dalam bingkai foto. Langkah-langkah ini akan mengeluarkan yang terbaik dari karya Anda. Saya cenderung minimalis dalam hal memperindah foto-fotoku. Saya suka membuat kemungkinan rekaman yang terbaik untuk file RAW dan kemudian proses
8252_Passionate_(166-187).indd 179
foto-fotoku untuk dampak visual yang maksimum tanpa melakukan hal-hal yang berlebihan. Saya lebih suka keluar memotret daripada berada di depan komputer. Saya tidak pernah membolehkan sebuah foto keluar ke dunia kecuali saya telah mengeluarkan yang terbaik darinya melalui pascapengolahan.
7.19-7.20 Saya tidak memiliki waktu untuk mendapatkan dan menggunakan lensa yang saya inginkan, tapi karena saya memotret di ISO rendah, 200, saya dapat mengkrop foto ini dengan mempertahankan aspek rasio awal untuk menarik keluar salah satu foto favoritku dari bingkai foto. Saya pikir yang orisinil terlalu berat di tengah, jadi saya mengkrop untuk memindahkan wanita-wanita ke kanan dari bingkai, membuat mereka lebih dekat dan mempertahankan aspek rasio dari foto aslinya. Saya kesal karena kehilangan langit disebelah atas, tapi itu merupakan kompromi yang saya buat untuk mempertahankan bentuk foto konsisten dengan semua karya-karyaku. © Steve Simon
5/07/2013 2:05:09 PM
180 The Passionate Photographer
7.21-7.22 Pengalaman memotret di Lac Ste. Anne sangat bagus. Orang-orang menyambut saya dan kamera saya ke dalam momen pribadi dalam keyakinan mereka. Meski setelah proyek ini diterbitkan, saya masih terus menerus kembali © Steve Simon
EDITING DENGAN TUJUAN Bagaimana Anda mengedit juga tergantung tujuan dan hasil akhir yang Anda inginkan. Anda akan memilih dengan cara yang berbeda, tergantung dari bagaimana foto-foto itu akan dipakai – Apakah itu untuk buku, slideshow, pameran, kurasi museum, atau untuk ibumu. Saya tidak ingat di mana saya mendengar ide bahwa proyek tidak pernah berakhir; mereka hanya diabaikan. Hal ini benar untuk taraf tertentu. Jika Anda bergairah untuk mengejar sebuah subjek, Anda akan mencapai hasil akhir di mana Anda memamerkan dan menerbitkan karya, tapi tidak berarti Anda berhenti memotret subjek tersebut. Saya bekerja untuk sebuah proyek yang dinamakan “Healing waters: The pilgrimage to Lac Ste. Anne,” di mana untuk satu minggu dalam setahun, orangorang mengunjungi Alberta, Kanada, dan berkumpul di danau kecil yang dikatakan memiliki kekuatan menyembuhkan. Saya memotret acara ini dan terinspirasi untuk kembali. Saya mengedit karya ini dan pada akhirnya memutuskan untuk membuat sebuah buku. Jadi, saya terus kembali untuk memotret lebih banyak lagi (7.21 dan 7.22). Sekali buku tersebut diterbitkan, saya terus memotret, setahun demi setahun, dan siapa tahu? Mungkin suatu hari nanti saya akan membuat sekuel dari bukunya.
8252_Passionate_(166-187).indd 180
Bagi saya, mengikuti sepuluh langkah berarti mengerjakan setiap foto, setiap sesi dan kemudian secara kejam mengedit sampai tersisa yang terbaik. Kemudian saya melihat pilihan-pilihan dari satu pemotretan dan menambahkan mereka ke pilihan utama saya untuk keseluruhan proyek. Saat bekerja di sebuah proyek, proses editing memberitahu apa yang Anda miliki, tapi lebih pentingnya, dia memberitahu apa yang tidak Anda miliki. Di tingkat ini di mana “lubang” atau kelemahan menjadi bukti dan, saat terindentifikasi, Anda dapat mengisi mereka dan memperkuat keseluruhan badan karya. Jika Anda bekerja untuk proyek pribadi, ada baiknya memiliki tenggat waktu atau sasaran sementara, tapi proses editing akan memberitahu ketika Anda memiliki cukup karya untuk merasa komplit dan siap diterbitkan. Saya memiliki kesempatan untuk membuat buku foto dari karya yang saya lakukan tentang pandemi HIV/AIDS di beberapa negara di sub-Sahara yang pernah saya kunjungi. Itu merupakan kesempatan yang bagus. Jadi, saya mengumpulkan apa yang telah saya selesaikan sampai titik itu, dan melibatkan mata editor yang kritis untuk mengkaji karyaku secara keseluruhan untuk menentukan bagaimana menyusunnya sebagai sebuah buku.
5/07/2013 2:05:17 PM
Saya memiliki sasaran yang berbeda untuk proyek itu. Saya ingin menunjukkan efek negatif kuat yang ditimbulkan oleh bencana AIDS terhadap orangorang yang saya temui dan kehidupan yang saya amati melalui fotoku. Saya juga ingin menunjukkan bahwa meskipun ada kehancuran ini, kehidupan tetap berjalan dan orang-orang yang saya temui biasanya tabah dan menginspirasi. Proyek ini merupakan pesanan yang besar untuk dipenuhi, tapi mengetahui apa yang saya butuhkan membuat saya sadar bahwa saya tidak memiliki cukup foto untuk bercerita. Saya mengidentifikasi daerah dari proyek yang butuh dikerjakan untuk mencapai sasaran-sasaran saya, membuat daftar seperti daftar cucian untuk memberikan saya arah yang dibutuhkan ketika saya kembali untuk melengkapi proyek (7.23 dan 7.24). Ini juga termasuk bagian editing. Proyek “America at the edge” –ku tidak memiliki tenggat waktu, jadi saya terus memotret dan suatu hari saya berharap akan diterbitkan menjadi buku.
8252_Passionate_(166-187).indd 181
7.23-7.34 Editing memberitahuku tidak hanya tentang apa yang saya miliki, tapi lebih penting apa yang perlu saya dapatkan. Saya kembali ke Afrika untuk berkerja di proyekku dengan sebuah misi yang didapatkan melalui editing yang sangat berhati-hati. Saya perlu mengilustrasikan fakta bahwa begitu banyak orang meninggal karena wabah HIV/ AIDS tanpa menggunakan gambar yang terlalu dramatis seperti yang saya lakukan pada kerjaan yang lain. Jadi saya nongkrong di sekitar kuburan. ©Steve Simon
5/07/2013 2:05:18 PM
182 The Passionate Photographer
Sementara waktu, saya akan terus menambahkan ke karyaku dan itu salah satu dari beberapa proyek yang selalu saya jalankan di setiap waktu. 7.23-7.34 Editing memberitahuku tidak hanya tentang apa yang saya miliki, tapi lebih penting apa yang perlu saya dapatkan. Saya kembali ke Afrika untuk berkerja di proyekku dengan sebuah misi yang didapatkan melalui editing yang sangat berhati-hati. Saya perlu mengilustrasikan fakta bahwa begitu banyak orang meninggal karena wabah HIV/AIDS tanpa menggunakan gambar yang terlalu dramatis seperti yang saya lakukan pada kerjaan yang lain. Jadi saya nongkrong di sekitar kuburan. Ketika Anda mengedit proyek foto, kadang-kadang membantu apabila memiliki pemahaman yang jelas tentang sasaran Anda untuk karya tersebut
(Saya akan berbicara mengenai ini di langkah ke-9). Dengan hanya memiliki judul yang bagus untuk sebuah proyek dapat membantu memfokuskan usaha editing, mempermudah mengeluarkan foto yang tidak memperkuat judulnya. Jika proyeknya dinamakan anjing dan Anda memiliki foto kucing, maka simpanlah itu untuk proyek kucing, contoh sederhana, tapi Anda paham.
CARI PENDAPAT ORANG LAIN Mendapatkan umpan balik positif untuk karyamu sangat penting tapi tidak mudah dilakukan. Menemukan orang yang dapat mengungkapkan kritik mereka atas fotomu dengan cara yang dapat dipahami dan dipakai untuk belajar, berkembang dan meningkatkan karyamu penting untuk perkembanganmu sebagai seorang fotografer (7.25).
7.25 Pendapat kedua biasanya merupakan ide bagus. Saya mencari umpan balik yang konstruktif dari semua sumber dan telah membuat pengaruh positif untuk pertumbuhanku sebagai fotografer. Sebuah mobil jenazah diparkir di gang mobil di Detroit Timur dari seri “American at the Edge.” © Steve Simon
8252_Passionate_(166-187).indd 182
5/07/2013 2:05:20 PM
langka ke 7: seni mengedit: pilih dengan baik dan jadilah yang terbaik 183
Carilah pendapat yang kredibel untuk belajar bagaimana untuk membuat foto menjadi lebih baik. Saya akan berbicara tentang berbagai sumber seperti situs online dan klub kamera di langkah ke-10. Tapi secara umum, telah menjadi pengalaman bahwa menunjukkan karyamu ke sekeliling dan bertanya akan membantu. Kita semua ingin mendengar hal yang bagus dalam tanggapan ke karya kita, tapi betapa bagus rasanya umpan balik yang kita terima, saya lebih memilih kritik membangun yang saya bisa pelajari, yang membantu saya menjadi fotografer yang lebih baik.
RANGKAIAN DAN SUSUNAN Hal pertama yang selalu dipertimbangkan ketika editing adalah memastikan bahwa foto-foto terbaik ditemukan dan ditandai. Tapi seleksi akhir tergantung dari bagaimana foto tersebut digunakan untuk proyek jangka panjang. Anda seringkali perlu menggunakan lebih dari satu foto. Pilihan fotomu akan mempengaruhi seleksi foto selanjutnya. Ketika memilih beberapa foto, Anda biasanya ingin setiap foto mengungkapkan hal baru tentang cerita atau pesan yang Anda coba komunikasikan – kecuali repetisi dilakukan sebagai alat visual untuk membuat pendapat. Kadang, foto-foto cocok bersama secara intelektual, tapi tidak cocok secara visual. Rangkaian foto bisa saja rumit atau sederhana, tapi harus efektif. Urutan kronologis adalah awal yang bagus, tapi sering kali sebuah cerita bisa mendapat atau kehilangan momentum dengan rangkaiannya. Jadi, menghabiskan waktu dan berpikir tentang urut-urutan seperti editing bisa membangun atau menghancurkan proyekmu (7.26 dan 7.27) Jika Anda bisa membiarkan karya Anda untuk sementara waktu dan membiarkannya meresap, kemudian kembali dengan mata yang lebih segar, itu akan mengonfirmasikan keputusan awalmu atau mungkin menyingkapkan pengurangan yang terlewatkan pertama kalinya. Robert Frank menghabiskan setahun “mempertimbangkan” rangkaian foto untuk “The Americans.” Tidak ada bab yang spesifik, tapi keempat bagian mengevaluasi aspek dari budaya Amerika dengan bendera Amerika di permulaan setiap bagian. Dia mengatakan kepada murid-muridnya
8252_Passionate_(166-187).indd 183
bahwa tantangan terbesarnya adalah memilih dan menyingkirkan cetakan foto. Untuk mengurangi sampai 83 foto di dalam buku, dia membuat 1.000 cetakan yang akan dia pilah berdasarkan kategori: Ras, agama, politik, media, dan lain-lain. Lalu dia menstaples hasil cetak ke dinding atau menyebarkannya di lantai apartemennya, secara berangsur, menghilangkan foto yang lemah atau yang terlalu jelas, atau yang tidak cocok ke tema dan cerita. Rangkaian foto di “The Americans” sangat berhati-hati; ketika Anda memulai dari 25.000 foto, Anda mengerti bagaimana pentingnya editing dan merangkai foto yang berdampak ke hasil akhir. Banyak buku yang berbeda bisa dibuat, tapi karena dia menghabiskan waktu mengedit dan hidup dengan karyanya, proyek tersebut muncul dengan sendirinya ke Frank di dalam bentuk 83 foto tersebut. Proses editing sungguh membutuhkan waktu yang sama dengan proses pemotretan itu sendiri, dan seringkali lebih lama untuk melakukannya secara benar. Anda membutuhkan waktu untuk hidup
77.26 dan 7.27 Merangkai foto adalah seni tersendiri dan harus cukup diperhatikan dan dipertimbangkan karena kumpulan foto-fotomu memiliki efek yang kuat mengenai hal yang dikomunikasikan. Akan membantu untuk memiliki sepasang mata yang bisa diandalkan untuk membantu Anda dan memberi waktu untuk meresapi pikiranmu sebelum menguncinya dalam sebuah urutan. © Steve Simon
5/07/2013 2:05:22 PM
8252_Passionate_(166-187).indd 184
5/07/2013 2:05:26 PM
langka ke 7: seni mengedit: pilih dengan baik dan jadilah yang terbaik 185
dengan karyamu untuk sementara waktu, seperti yang dilakukan Frank, dan di dalam pengalaman saya, akan sangat membantu bila ada pendapat dari orang lain. Tapi pada akhirnya, Anda yang harus bertanggung jawab untuk hasil akhir, dan Anda perlu merasa puas karena telah melakukan yang terbaik. Kadang-kadang, elemen visual digunakan untuk menghubungkan foto yang satu ke yang lainnya; sering kali merupakan isinya sendiri. Tujuan akhir ceritamu juga akan menentukan isi dan rangkaian fotomu. Foto di sebuah halaman akan berbeda dengan sebuah esai untuk dipamerkan di sebuah galeri atau sebagai bagian dari presentasi multimedia. Di sebuah cerita majalah atau koran, ukuran fotofoto harus dipikirkan. Beberapa foto bekerja dengan baik besar maupun kecil; yang lain perlu dicetak dengan ukuran tertentu untuk mengomunikasikan sesuatu yang kecil tapi detailnya penting. Komposisi yang rapat dan sederhana sering kali terlihat bagus dalam ukuran kecil, tapi mereka juga berpengaruh ketika dicetak besar. Sulit untuk mendapatkan ukuran yang benar setiap waktu karena pilihan dapat dibuat menjadi tidak terhingga. Kemungkinan memasukkan atau menghilangkan elemen dari sebuah pemandangan pada hakekatnya tidak terhingga, baik pada saat di kamera maupun tingkat paska pengolahan. Akan membantu untuk melihat karyamu secara kritis dan berpikir bagaimana cara untuk membuatnya lebih baik. Memiliki sepasang mata kedua yang bisa
mengungkapkan dan memberikan kritik untuk mengembangkan foto dapat membuat perbedaan yang besar. Di dalam proses pengambilan foto kreatif, pilihan yang Anda buat biasanya adalah intuitif, tapi hal itu datang dari pengalaman. Seiring kita membangun keterampilan berpikir kritis, menjadi lebih mudah untuk mengungkapkan perasaan kita tentang foto dan memahami apa yang dibicarakan orang-orang tentang karya kita. Itu membantu kita untuk menanyakan pertanyaan-pertanyaan untuk pemahaman yang lebih jelas tentang bagaimana kita bisa berkembang.
PASKA INSPIRASI Saya memberitakan hal-hal yang bagus atas program seperti Aperture dan Lightroom, yang mempercepat alur kerjamu dan kecepatan belajar, memberikan waktu lebih untuk memotret. Mereka mengorganisasikan kehidupan fotografimu, menghilangkan duplikat dan kekacauan digital secara umum sambil membantu Anda mengenali koneksi dan pola di karyamu, menyingkapkan tema untuk diperluas dan proyek baru untuk dibuat (7.28-7.31). Saya dapat menggunakan software untuk bermain dengan bentuk dan urutan seiring saya mencari sebuah narasi, atau saya dapat mencetaknya sebagai sebuah esai. Ketika saya siap, saya dapat membuat laman web dan meng-email mentor yang dipercaya untuk nasihat, atau bahkan menyusun buku untuk
7.28-7.31 Pasangan yang sedang berciuman semuanya diambil di waktu yang berbeda, ketika memotret subjek yang tidak berkaitan. Tapi kini saya dapat membuat album “Ciuman” dan mengangkut semua foto yang sama ke dalamnya. Saya bisa bermain dengannya, memindahkan mereka, melihat bagaimana mereka bekerja bersama, dan memantau proyeknya berkembang, menginspirasi dan membantu saya “melihat” lebih banyak foto-foto ini ketika saya keluar ke dunia itu. © Steve Simon
8252_Passionate_(166-187).indd 185
5/07/2013 2:05:27 PM
186 The Passionate Photographer
membawanya ke mana-mana untuk ditunjukkan ke orang-orang. Saya telah memotret untuk jangka waktu yang lama, sehingga saya mulai melihat persamaan di foto yang saya ambil, meskipun mereka terpisah benua atau dekade. Mungkin ada persamaan dalam komposisi, atau cahaya, atau sikap tubuh. Atau mungkin subjeknya sama – bentuk, wajah, atau emosi yang menggugah. Meskipun demikian, saya kadang-kadang penasaran bagaimana foto-foto bermain bersama, dan dari sana, ide dan badan karya yang baru terlahir. Karena program ini membuat pratinjau daripada keseluruhan duplikat digital ketika Anda
Langkah ketujuh
Aksi: Seni mengedit : Kedua kalinya Keseluruhan ide mengenai kemurnian visi adalah sesuatu yang saya perjuangkan ketika saya memotret, dan hal itu termasuk melupakan pola-pola formulais yang saya ulangi saat memotret secara rutin. Menarik untuk melihat kembali beberapa pekerjaan awalmu, yang mungkin tidak merepresentasikan kompetensi teknis yang Anda punya sebagai seorang fotografer sekarang – tapi melihat apa yang membuatmu tertarik dan pendekatan fotografimu ketika Anda baru memulai. Ini adalah latihan editing yang dirancang untuk memeriksa, di mana posisi Anda berada sekarang di pengalaman fotografimu, dan bergerak ke depan, lebih cepat, dengan percaya diri dan terarah. Kita telah berbicara tentang bagaimana pengalaman hidup dapat mempengaruhi visi fotografi dan ide yang terekspresikan melalui karyamu. Kembalilah dan lakukan pengeditan yang baru, segar dan organisasikanlah arsipmu. Saya menyadari bagi beberapa orang, ini merupakan permintaan yang berlebihan. Tapi sesegera mungkin Anda memulai dan menjadwalkan sebuah sesi waktu setiap
8252_Passionate_(166-187).indd 186
menduplikasi mereka, ratusan ribu atau bahkan ribuan versi dapat dicoba, menambahkan hanya sepersekian dari tempat yang akan dipenuhi oleh file baru yang dibuat photoshop. Saya bisa bereksperimen dengan ide yang tidak ada akhirnya, mengelompokkan foto ke dalam album, yang berkembang menjadi proyek yang penuh. Ketika saya keluar dari pemotretan dan melihat foto bagus yang berkaitan dengan penugasan saat itu, saya memotretnya, dan ketika ada ruang untuknya, atau saya membuat tempat baru; itu tidak langsung diisi dan dilupakan, dan ini telah menjadi penerangan bagi saya bahwa hal tersebut telah membuat saya menjadi fotografer yang lebih baik.
minggu untuk mencurahkan ke langkah aksi ini, semakin cepat hal itu akan selesai. Tidak ada tenggat waktunya, asal Anda bekerja untuk itu secara konsisten; Anda akan selesai ketika Anda selesai. Jika Anda sampai langkah ke-7. Ada kemungkinan perubahan cara melihat fotografimu, dan sekarang adalah waktu yang sempurna untuk melihat kembali semua foto yang tertinggal dan mengedit kembali. Mungkin Anda akan menemukan seri pemenang penghargaan di dalam hard drivemu. Langkah ke-8 adalah waktu yang tepat untuk mengorganisasikan arsipmu. Jadi, teruslah melangkah. Anda tahu di mana Anda berdiri. Anda mungkin terinspirasi dengan menemukan permata yang hilang atau dengan menghidupkan kembali proyek dan tema terabaikan atau bahkan tidak pernah diperhatikan. Carilah pola-pola dalam karyamu dan foto yang terhubung secara estetika atau tema, dan membuat album baru untuk mereka. Proses ini pada akhirnya akan membebaskan pikiranmu dari kekacauan dan menghidupkan kembali dengan memiliki badan karya yang teroganisasi, tidak ketinggalan zaman, dan badan karya yang ter-backup.
5/07/2013 2:05:27 PM
8252_Passionate_(166-187).indd 187
5/07/2013 2:05:27 PM
8.1 Polisi melakukan penahanan di Detroit © Steve Simon
8252_Passionate_(188-205).indd 188
5/07/2013 2:10:58 PM
Langkah kedelapan Menilai kekuatan dan kelemahan: Jangan pernah berhenti belajar dan berkembang. “Jangan terlalu rendah hati, Anda tidak begitu hebat.” – Golden Meir Selama bertahun-tahun bekerja sebagai fotojurnalis, saya membangun kebiasaan untuk menghabiskan waktu di akhir tahun untuk melihat kembali dan menarik karya terbaikku untuk mengikuti bermacammacam lomba. Saya agak terkejut dan sedikit kecewa setelah menyelesaikan ritual tahunan ini karena yang terbaik dari tahun ini – yang benar-benar spesial, momen yang ajaib ketika sesuatu yang tidak biasa terjadi di depan kamera tidak terlalu banyak, atau setidaknya tidak lebih banyak dari yang saya harapkan. Saya harus bertanya kepada diriku sendiri, “Apa yang salah?” Realisasinya adalah mendapatkan foto yang hebat – saat harapan cocok dengan foto aktualnya. Saya perlu menerapkan strategi untuk meningkatkan kualitas karyaku.
8252_Passionate_(188-205).indd 189
5/07/2013 2:10:58 PM
190 The Passionate Photographer
8.2 Terdapat banyak kebijaksanaan untuk didapatkan dengan menilai kekuatan dan kelemahanmu. Sebuah tanda menunjukkan jalan ke Wisdom, Montana. ©Steve Simon
8252_Passionate_(188-205).indd 190
5/07/2013 2:11:09 PM
Langkah kedelapan: Menilai kekuatan dan kelemahan: Jangan pernah berhenti belajar dan berkembang. 191
Sebuah saran untuk langkah pertama yang saya punya untuk semua fotografer adalah berhenti dan lihatlah secara kritis ke arsipmu. Jika Anda tidak melakukannya, Anda mungkin akan membuat foto yang sama terus menerus. Tidak masalah jika Anda telah mencapai kompetensi tertentu dan nyaman dengan karya yang Anda buat. Tapi berdasarkan pengalamanku, belajar dan bertumbuh selalu menginspirasi. Untuk bertumbuh, kita harus belajar dari kesalahan-kesalahan kita (8.2). Saya terinspirasi saat melihat beberapa pahlawan fotografiku seperti Eugene Richards, Josel Kuldeha, dan Jay Maisel melakukan karya terbaik mereka di usia enampuluhan, tujuh puluh dan delapan puluhan. Masa depan itu cerah, kata Jay Saudek. “Saya percaya semua seniman, jika mereka tidak berbohong ke mereka sendiri, mereka harus percaya bahwa bagian terbaik dari karya mereka, atau bahkan kehidupan mereka, berada di depan mereka. Jika hanya melihat ke masa lalu, dan berkata ‘tahun-tahun itu adalah yang terbaik, ketika saya muda’ sama saja dengan mengatakan bahwa masa depan tidak ada apa-apa lagi.” – Jan Saudek
Dengan mencari tahu di mana letak kelemahanmu, kita bisa mengambil langkah-langkah untuk melenyapkan mereka. Kenyataan bahwa sekarang saya adalah seorang fotografer lepas dan fotografer dokumenter, saya sebenarnya sekarang lebih jarang memotret, karena begitu banyak obligasi di kehidupan fotografi, dari pemasaran dan menemukan pekerjaan baru sampai pekerjaan bisnis sehari-hari yang memakan waktu memotret saya. Tapi saya terus-menerus menilai karya saya dan melihat secara kritis kembali di tahun itu. Hal tersebut menjadi peta jalan fotografi. Dari sana, saya dapat memperbarui portofolio saya, mengukur kemajuan dan menemukan kelemahankelemahan yang bisa saya rencanakan dengan merancang strategi memotret baru dan membuat perubahan dalam pendekatanku (8.3). Di sisi baiknya, saya melihat apa yang berjalan bagus dengan foto-foto terakhir saya dan menyempurnakan kekuatan-kekuatan yang saya miliki sebagai fotografer. Saya melihat karya saya dan menanyakan kepada diri sendiri. Apakah saya
8252_Passionate_(188-205).indd 191
cukup bekerja untuk fotonya? Apakah saya cukup memvariasikan liputan saya? Atau apakah saya memotret dari sudut yang sama? Bagaimana tentang jarak lensa ke subjek? Pada akhirnya, pertanyaan besarnya adalah apakah saya membuatnya menjadi lebih baik? Biasanya ada beberapa cara untuk membuat karya kita lebih kuat ketika kita mengenal kelemahan-kelemahannya. Jika langkah-langkah sebelumnya beresonansi denganmu, maka Anda akan berada dalam jalanmu menuju etos kerja fotografi yg baru yang akan menghasilkan imbalan. Tapi di langkah ini saya meminta Anda untuk melihat karyamu dalam pandangan gambaran besar. Lihatlah elemen-elemen yang bisa ditingkatkan, tidak hanya foto-fotonya saja tapi juga pilihan subjek dan proses memotret. Apakah kelemahan fotografimu? Saat saya menulis buku ini, saya lanjut mengajar ke seluruh dunia, dan saya mendengar evaluasi diri sendiri yang sama dari Dallas ke Dubai. Di workshop baru-baru ini, kita menutup pintu dan menanyakan pertanyaan tersebut. “Saya tidak cukup memotret,” kata salah satu partisipan. “Saya juga,” kata saya. “Saya tidak menggunakan lampu kilat dengan
8.3 Melihat ke belakang dapat membantu menunjukkan proyek di masa depan dan kesempatan seperti peta jalan fotografi. © Steve Simon
5/07/2013 2:11:09 PM
192 The Passionate Photographer
baik.” Saya sedikit gugup ketika menemui orangorang, tapi saya ingin memotret foto manusia.” “Saya menghabiskan waktu terlalu panjang untuk memotret, saya tidak cukup cepat.” Ini merupakan latihan yang sangat efektif untuk membicarakan dengan terus terang tentang apa yang diketahui orang-orang mengenai teknik memotret tapi belum menemukan cara untuk memperbaikinya. Segera setelah Anda mengidentifikasi dan membuat daftar ruang untuk perbaikan, Anda bisa merencanakan perbaikan atas apa yang menyusahkan pemotretanmu. Bukan proses yang misterius. Ketika berhadapan dengan masalah teknis, jawaban-jawaban dapat di-Google dengan beberapa pencetan di papan tuts; Anda akan menemukan banyak situs web yang gratis dan komprehensif tercurah ke area khusus fotografi. Tapi itu hanya sebagian dari jawabannya. Bagian utama jawabannya ada pada saat Anda di luar bersama kamera dan mengatasi kelemahankelemahan tersebut secara langsung. Hal itu membutuhkan praktik yang pintar dan benarbenar belajar dari kesalahanmu dengan keluar dan memperbaikinya. Ide langkah ke-2 saat memotret dalam jumlah besar berperan di sini. Hal ini membantu Anda ke sisi lain dalam membuat foto yang bagus. Dalam bukunya Being wrong: Adventures in the Margin of Error, Kathryn Schulz berbicara tentang bagaimana kesalahan merupakan bagian vital dari cara kita belajar dan mengubah pemahaman tentang diri sendiri dan dunia di sekitar kita. Sebagai fotografer, membuat kesalahan bisa menjadi hal yang baik. Saya telah membuat lebih banyak kesalahan daripada seharusnya, tapi saya belajar darinya. Saya cenderung tidak membuat kesalahan yang sama kedua kalinya. Sebagai fotografer muda, saya pernah hadir untuk penugasan tanpa peralatan saya (Saya pikir ada di bagasi mobil saya). Di zaman kamera film, saya memotret banyak foto sampai saya menyadari bahwa tuas pemutar tidak berputar (tidak ada film di kamera). Baru-baru ini, saya memotret sejumlah foto tanpa kartu memori (aturlah selalu kamera untuk mencegah Anda memotret tanpa kartu; waktu itu, kamera tersebut adalah kamera sewaan). Saya menjatuhkan kamera dan lensa, membuat kesalahan di kamar gelap, muncul di pesta kejutan di hari yang
8252_Passionate_(188-205).indd 192
salah. Tunggu dulu, hal-hal tersebut bukan berkaitan dengan fotografi - dan mungkin lebih banyak lagi yang terlalu menyakitkan untuk diingat. Kesimpulannya adalah saya mencoba belajar dari cara saya yang salah, sehingga tidak mengulanginya lagi, dan saya memadatkan pelajaran-pelajaran yang telah dipelajari dengan menambahkannya ke proses fotografi (8.4). Manfaat terbesardari kesalahankesalahan yang saya buat adalah obsesi untuk selalu memiliki rencana cadangan ketika sesuatu tidak berjalan sebagaimana mestinya. Untuk para profesional, tidak ada alasan.
KECELAKAAN BERUNTUNG DAN BELAJAR DARI KESALAHAN Dan ada juga kecelakaan yang beruntung. Salah satu kesalahan pertama saya adalah sebuah foto favorit yang saya ambil ketika saya berusia 14 tahun. Dengan kamera film Nikon FM dan lensa 50mm, saya membidik seorang perenang terjun dari papan lompat yang tinggi di kolam renang setempat. Sekarang saya tidak mengingat rincinya, tapi yang saya ingat adalah melihat negatif filmnya dan merasa sangat gembira ketika saya memproyeksikannya ke sebuah papan di kamar gelap. Ketika gambar seorang penyelam mulai terlihat di cahaya merah yang aman, saya terheranheran karena apa yang saya lihat di baki alat pencuci film tidak sama dengan apa yang saya imajinasikan saat saya menjepret shutter di musim kemarau yang panas (8.5). Saya telah membuat kesalahan yang menghasilkan foto yang lebih baik daripada apa yang saya pikir saya dapatkan, dan saya belajar tentang akibat cahaya dari belakang dan membuat bentuk siluet yang saya ingat dari hari itu dan memasukkannya ke pemotretan saya pada saat yang tepat. Mendapatkan foto seperti ini sangat menarik, dan saya ingin selalu mencoba menangkap perasaan ini kembali ketika saya mengeluarkan kamera dari tas. Saya ingat pelajaran lain yang saya pelajari dari kesalahan yang saya buat pada pekerjaan komersial pertama sebagai seorang fotografer remaja. Acara itu adalah pesta 50 tahun peringatan dari seorang keluarga yang terkemuka di komunitas, dan saya ingin melaksanakan pekerjaanku dengan baik – begitu kuatnya keinginan sampai saya memutuskan
5/07/2013 2:11:10 PM
Langkah kedelapan: Menilai kekuatan dan kelemahan: Jangan pernah berhenti belajar dan berkembang.
193
8.4 Saya mengkrop foto dari seorang pekerja pemilu seperti ini dengan sengaja, meskipun beberapa orang mungkin mempertimbangkan kroping mata sebuah kesalahan. Saya ingin membuat fotonya umum dan tidak spesifik. ©Steve Simon
format 35mm tidak akan cocok untuk acara sebesar ini. Jadi, saya menyewa kamera medium format Hasselblad sehari sebelum acara tersebut. Anda mungkin tahu ke mana cerita ini akan mengarah. Saya akan memendekkan cerita ini karena sedikit sakit untuk diingat kembali, tapi saya berakhir dengan masalah-masalah yang berbeda-beda dari fokus sampai ke eksposur. Saya tidak pernah menggunakan kamera medium format sebelumnya dan banyak dari prosesnya belum pernah saya jelajahi. Saya berhasil mendapatkan beberapa foto yang lumayan bagus dari acara sekali dalam seumur hidup ini, dan saya belajar beberapa pelajaran penting: Bersiaplah; ketahuilah peralatanmu sebelum Anda mengambil pekerjaan yang penting dengannya; jangan membeli peralatan baru untuk digunakan di pekerjaan yang penting sebelum mencobanya dan nyaman
8252_Passionate_(188-205).indd 193
menggunakannya; selalu atur kameramu ke nol sehari sebelumnya, sehingga Anda siap untuk pemotretan keesokan harinya. Ada banyak pelajaran yang diberikan oleh kesalahan ini. Maka itu, kesalahan, ketika tidak ada yang tersakiti, akan sangat membantu. Hargai dan belajarlah darinya (8.6 dan 8.7). “Coba lagi, gagal lagi, gagallah dengan lebih baik.” - Samuel Beckett
Kesalahan-kesalahan adalah hal yang tidak bisa terelakkan dalam proses belajar. Jangan memukul dirimu sendiri atas kesalahanmu; belajarlah dari mereka. Seperti yang saya katakan di langkah ke-7, Jika Anda memiliki kesempatan untuk kembali dan memotret kembali - sebuah “pengerjaan kembali” - ambillah kesempatan tersebut. Di pengalaman saya, memiliki kesempatan kedua memberi Anda
5/07/2013 2:11:11 PM
8.5 Ketika saya membuat foto seorang anak perempuan yang terjun di kolam berenang lokal ketika saya berusia 14 tahun, foto itu membantu saya menyadari bahwa fotografi bisa lebih dari sekedar merekam sebuah pemandangan apa-adanya. Ini menginspirasi saya untuk menjelajahi daerah baru dan mendorong kemajuan karyaku. ©Steve Simon
8252_Passionate_(188-205).indd 194
5/07/2013 2:11:14 PM
Langkah kedelapan: Menilai kekuatan dan kelemahan: Jangan pernah berhenti belajar dan berkembang. 195
8.6 Kesalahan telah menginspirasi saya untuk bereksperimen, seperti di foto ini. Cindy McCain meninggalkan panggung di konvensi partai Repulik di Minneapolis. Saya dengan sengaja memotret beberapa foto yang tidak fokus untuk melihat bagaimana mereka terlihat. Sungguh. ©Steve Simon
8.7 Kesalahan-kesalahan kadang-kadang tidak sejelek yang Anda pikirkan. Saya menunggu untuk mendapatkan akses ke klinik ini di Harare, Ethiopia, ketika saya mengubah file format kamera dari RAW ke JPEG Basic, yang paling rendah kualitas dan terkompresi untuk membuat beberapa catatan visual. Baiklah ... Coba tebak, saya lupa menyetel kamera kembali ke RAW. Saya terus memotret dan beberapa jam setelahnya saya menyadari saya berbuat kesalahan. Saya merasa hancur. Tapi kenyataannya, foto yang direproduksi ternyata bagus. Saya berhasil membuat hasil cetak foto yang besar meskipun memotret dengan JPG yang sangat dikompresi tidak direkomendasi. Saya menemukan kualitasnya sangat bagus. ©Steve Simon
8252_Passionate_(188-205).indd 195
5/07/2013 2:11:17 PM
196 The Passionate Photographer
kembali dengan pemikiran misi perbaikan dan Anda bisa memperbaiki kesalahan. Suatu penebusan fotografi, khususnya ketika hasil pemotretan kembali merupakan sesuatu yang benar-benar Anda sukai.
AMATI DENGAN TELITI Seperti yang kita bahas, fotografi adalah sebuah payung besar di mana ada ruang untuk karya yang secara menakjubkan berbeda-beda jenisnya. Beberapa fotografer “pengintip piksel,” berjuang untuk kualitas tertinggi di setiap foto - dan hal itu adalah usaha yang mulia. Tapi kesempurnaan secara teknis bukan selalu jawabannya. Ada sejumlah fotografer yang berkembang yang mengekspresikan dirinya melalui “kesalahan.” Ketidaksempurnaan dari foto muncul dari “gerakan Lomografi” - di mana orang-orang menggunakan kamera “mainan” plastik yang memiliki kebocoran cahaya, yang membuat suasana dan atmosfer untuk foto yang menggugah. Ada juga orang yang mengadakan percobaan dengan kamera lubang jarum yang membuat karya yang cantik, tergantung dari ketidakpastian dan ketidaksempurnaan dari kamera tersebut. Batasan teknis bisa menjadi keuntungan; pada akhirnya, satu-satunya yang penting adalah fotomu mengomunikasikan apa yang Anda tentukan untuk dikomunikasikan, tidak peduli berapa lama Anda mengambilnya. Keterbatasan ruang juga dapat memberi keuntungan ketika Anda dipaksa untuk memotret dari lokasi yang spesifik. Ketika Anda memotret acara-acara besar seperti konvensi politik, Anda biasanya tidak memiliki kemewahan untuk bergerak secara bebas. Ini memaksa Anda untuk bekerja di dalam keterbatasan tempat dan memaksimalkan kesempatan foto yang bisa dijangkau (8.8 dan 8.9). Ini membantu Anda untuk benar-benar melihat dan menemukan apa yang terlewat jika Anda memiliki kemampuan untuk bergerak ke sekeliling. Saya ingat sebuah penugasaan dari seorang fotografer alam Freeman Patterson. Dia menganjurkan fotografer untuk mengunci dirinya sendiri di kamar mandi dengan kameranya dan sebuah lensa makro dan tidak keluar sampai sebuah roll film dengan 36 eksposur habis dengan 36 foto yang berbeda. Ketika memotret
8252_Passionate_(188-205).indd 196
8.8 dan 8.9 Ketika meliput acara besar, saya sering diberikan akses yang terbatas - seperti di gambar fotojurnalis di Konvensi partai Demokrat tahun 2008 di Denver - yang memaksa saya untuk bekerja di luar batas saya dan membuat kesempatan foto saya sendiri. Di dalam pengalaman saya, untuk setiap posisi kamera ada foto yang kuat yang mengintai dalam jangkauan, menunggu untuk dilihat dan ditangkap. Joe Biden memeluk anaknya di Konvensi partai Demokrat di Denver. © Steve Simon
di bawah tekanan di situasi yang terbatas, sangat menakjubkan apa yang muncul dengan sendirinya ketika Anda berkonsentrasi dan melihat apa yang ada di sana. Satu hal dari lompatan besar di pembelajaran fotografi digital adalah kemampuan untuk melihat secara langsung apa yang salah atau apa yang benar dan mengubah sepatutnya. Kita bisa menghabiskan waktu dengan metadata dan mempelajari kamera setting kita untuk mencari pola-pola. Dengan software katalog dan postprocessing seperti Aperture dan Lightroom, Anda bisa mencari parameter yang sangat spesifik misalnya, semua foto yang dipotret dengan lensa 24mm atau setiap foto yang Anda ambil dengan bukaan besar atau di f/11 (8.10). Dalam sekejap, layar Anda terisi foto-foto yang bisa menjadi alat pembelajaran yang menakjubkan.
5/07/2013 2:11:22 PM
8.10 Mencari foto melalui data EXIF dapat mengajarimu banyak hal. Di sini saya telah mencari library Aperture untuk setiap foto yang dibuat dengan bukaan lebih dari f/4, jarak fokus lensa 24mm atau kurang, dan shutter speed 1/500 detik atau kurang. © Steve Simon
8252_Passionate_(188-205).indd 197
5/07/2013 2:11:23 PM
198 The Passionate Photographer
BERPIKIR KRITIS Seperti yang disebutkan di langkah ke-7, menemukan sepasang mata yang berbeda untuk menyampaikan alasan foto tertentu bagus atau tidak akan sangat bermanfaat. Teman dan kerabat sangat bagus, tapi tepukan di punggung tidak begitu berguna dibandingkan kritik membangun yang konstruktif. Untuk hasil paling efektif dalam memberikan kritik dan memahami sepenuhnya kritik membangun yang Anda terima, bagus untuk memiliki pemikiran yang kritis agar membantu Anda mengomunikasikan apa yang Anda ingin katakan tentang fotografi dan apa yang diberitahukan orang lain. Pemikiran kritis adalah memberikan penilaian yang bisa dikomunikasikan dan dibela. Kunci untuk membuat penilaian yang bagus adalah mengerti bagaimana bukti mendukung atau menentang sebuah gugatan. Tentunya, “bukti” – ketika kita berbicara tentang fotografi - akan bersifat subjektif. Proses pemikiran kritis membutuhkan Anda untuk melakukan beberapa pemikiran tentang subjek untuk menjadi sadar atas asumsi Anda sendiri terhadap fotografi, sehingga Anda bisa sadar ketika Anda mendengar komentar orang lain atas karyamu. Sebagai contoh, jika saya anggap fotografi dokumenter adalah sebagian besar tentang momen nyata yang ditangkap tanpa campur tangan dari fotografer, dan ketika seseorang berkata bahwa foto bisa diperbagus dengan memindahkan barang ke sekeliling (daripada Anda yang berpindah ke sekeliling), kita dapat merespon dan mengarahkan diskusi ke arah yang lebih relevan. Banyak variabel yang bisa mempengaruhi penafsiran Anda terhadap sebuah foto. Memotret manusia dari sudut atas dengan lensa medium telefoto bisa membuat subjek menjadi lebih bagus, begitu juga fotografi dari sudut rendah. Fotografer portrait Yousuf Karsh seringkali mengangkat subjeknya dengan melihat ke atas dan mengambil dari sudut rendah, yang beserta keahliannya dalam pencahayaan, akan cenderung mengagungkan subjeknya yang terkenal. Memotret dengan warna atau hitam putih dapat memberikan pengaruh yang besar di foto yang Anda buat. Hitam putih secara umum langsung menuju ke isi foto dan dapat memberikan penafsiran yang berkesan lebih abadi, tapi bisa mengurangi suasana
8252_Passionate_(188-205).indd 198
atau kelembutan yang diberikan foto berwarna dari subjek yang sama (8.11-8.12). Kontras dan pencahayaan juga akan sangat mempengaruhi terhadap bagaimana pemirsa menafsirkan foto. Cahaya yang kasar dan keras, serta kontras yang tinggi melawan pencahayaan lembut, kontras rendah, akan memberikan pemirsa perasaan yang berbeda dengan subjek yang sama . Berikut ini adalah beberapa variabel yang Anda dapat pertimbangkan ketika mengungkapkan perasaanmu terhadap sebuah foto: • Shutter speed: Membekukan gerakan atau menunjukkan blur dengan shutter speed lambat memiliki pengaruh yang besar terhadap apa dan bagaimana sebuah foto berkomunikasi. • Fokus: Menggunakan fokus yang selektif atau ruang tajam yang besar. • Pilihan lensa: Lensa telefoto mengisolasi, mengkrop dan meratakan, sementara sudut lebar memasukkan lebih banyak, dan bisa mendistorasi atau melebih-lebihkan untuk efek khusus, jika fotografer memilih melakukan hal tersebut. • Posisi kamera: Posisi Anda memotret adalah hal yang sangat penting untuk menentukan apa dan berapa banyak yang Anda ingin ikutsertakan dalam bingkai. Menggunakan lensa yang sama dengan posisi kamera yang berbeda menghasilkan foto yang sangat berbeda. Sudut kamera juga mengubah penekanan dan latar belakang di dalam bingkai untuk efek dramatis tentang apa yang dikomunikasikan. • Kroping: Kita melakukan kroping (memotong foto menjadi kecil), hampir setiap waktu, bahkan saat memotret. Dengan itu, kita memilih memasukkan atau mengeluarkannya dari bingkai. Kita bahkan memiliki kendali yang lebih terhadap apa yang akan dikomunikasikan dengan melakukan kroping di tingkat post-processing. Anda bisa menyimpan atau meningkatkan sebuah foto dengan mengkroping bagian-bagian yang mengganggu dengan komposisi. Anda juga bisa mengubah arti di foto dengan mengkroping elemen-elemen kunci. Ketika menentukan apa yang bagus dan mana yang tidak bagus, pastikan Anda mengerti apa yang dikatakan mengenai karyamu, dan bertanyalah untuk menjelaskan pemahamanmu. Semua orang, bahkan ahli fotografi yang hebat, memiliki bias,
5/07/2013 2:11:23 PM
Langkah kedelapan: Menilai kekuatan dan kelemahan: Jangan pernah berhenti belajar dan berkembang. 199
8.11 dan 8.12 Menentukan kapan memotret dengan warna atau hitam putih adalah pilihan pribadi. Ketika warna meningkatkan isi, saya memilihnya, jika dia mengganggu, saya mungkin akan memilih hitam putih. Foto dari Konvensi partai Demokrat di tahun 2008. Steve Simon
namun tidak semua orang bisa mengomunikasikan perasaannya tentang visual secara efektif. Selalu bagus untuk memperoleh beberapa masukan ketika kita mencari kritikan, dan penting untuk menyadari tujuan dari kritikan tersebut. Di sesi kritik pribadi, biarkan orang-orang berbicara dan cobalah untuk tidak memotong pembicaraan. Merupakan hal yang bagus jika Anda memiliki seseorang yang bersedia meluangkan waktu untuk mendiskusikan karyamu. Jadi, pastikan Anda mendengar secara baik dan bertanyalah jika perlu. Ketika saya melihat sebuah portfolio atau sebuah seri foto. Saya suka melihatnya semua sebelum saya membuka mulut - mungkin bahkan melihat kembali dan memproses pikiran saya sebelum saya berbicara - untuk memberikan kritik yang paling efektif yang saya mampu. Jika Anda menggunakan pendekatan ini, berarti Anda telah melihat semua foto dan sampai pada sejumlah kesimpulan mengenai kekuatan dan efektivitas sebagai badan karya. Pertanyaan ke salah satu foto yang mungkin muncul sering kali dijawab di foto lain di dalam seri foto tersebut. Ketika membuat poin tentang sebuah foto, menjawab pertanyaan “Mengapa?” seringkali paling berguna. Seperti daerah lain dari proses fotografi, semakin banyak Anda mengkritik, semakin Anda lebih baik di sana, dan semakin bagus pertanyaan yang Anda tanyakan ketika yang lain melihat karyamu.
8252_Passionate_(188-205).indd 199
Anda memiliki pertanyaan, belalang. Siapa memberikan jawaban paling bagus selain orang yang paling tahu: Anda. Sekali Anda mengidentifikasikan sebuah masalah, beberapa jawaban mungkin mengikutsertakan pencarian kelompok foto pendukung seperti sebuah klub atau kelompok Flickr dan mempraktikkan proses berpikir kritis. Mengikuti lokakarya atau kursus dengan guru yang benar akan mendapat pengaruh yang positif. Dan kemudian, tentu, ada praktiknya. Saya menyarankan membuat sebuah album foto yang bisa Anda pelajari – Foto-foto yang Anda ragukan, atau yang mengecewakan, juga yang menurut Anda foto yang sukses - tandailah mereka untuk dikritik. Jika ada sesuatu yang tidak Anda mengerti, Anda bisa mencari bantuan dari orang lain yang mungkin lebih mampu untuk mengungkapkan jawaban atas pertanyaanmu. Kadang-kadang tidak nyaman untuk mendapat kritik atas karya Anda, tapi hal itu begitu penting bagi perkembangan sebagai seorang fotografer. Terbukalah, dengarlah, dan putuskan jika apa yang dikatakan bisa Anda pakai. Cobalah tidak bersikap defensif. Rangkul bantuan itu dan jangan tersinggung terhadap kritik. Merupakan hal yang berani untuk menunjukkan karyamu, tapi penting untuk belajar dan maju.
5/07/2013 2:11:29 PM
200
The Passionate Photographer
Pelajaran yang dipelajari MENJADI TERBUKA
Kadang-kadang sulit mengenali momen kehidupan penting yang mengubah seseorang, dan jika fotografi adalah kehidupan (atau bagian yang penting dalam kehidupan kita) maka latihan ini merupakan semacam pencerahan bagi saya. Dalam lokakarya Eugene Richards di Maine, bertahun-tahun yang lalu, sekelompok murid berjumlah 14 orang mendaftar, tertarik dengan kekuatan dari karyanya yang menarik, yang sering menangani topik dokumenter nyata yang sulit. Buku-bukunya memiliki judul yang menggugah seperti Cocaine True, Cocaine Blue, The Knife dan Gun Club, dan Below The Line: Living Poor in America, yang berbicara banyak tentang isinya. Hal mengenai bagaimana dia bekerja adalah, jika dia tidak cukup dekat untuk menyentuh subjek-subjeknya secara fisik ketika melihat melalui lensa lebar, maka dia akan bergerak lebih dekat. Kedekatan itu dikomunikasikannya ke pemirsa. Lalu, di hari pertama lokakarya dia memberi setiap orang sebuah fotokopi berisi puisi “I Sing the Body Electric” oleh Walt Whitman, yang sedikit mengejutkan. Kejutan yang lebih besar ketika dia mengatakan, “Pilihlah seseorang di kelas dan tafsirkanlah puisi ini melalui fotografi telanjang.” Apa? Benarkah apa yang baru saja saya dengar? Mungkin salah satu peserta mengharapkan penugasan ini, yang sepertinya agak legendaris dan telah diberikan di lokakarya sebelumnya, tapi tentunya bukan saya. (8.13) Sebuah kelas yang terdiri dari tujuh wanita dan tujuh pria dari berbagai usia, bentuk, dan ukuran. Secara canggung, kita semua menemukan seorang pasangan untuk mengambil tantangan penugasan yang sangat besar (untuk saya setidaknya). Jika Anda kenal saya, Anda tahu saya bukan sejenis orang yang “ayo kerjakan saja”. Mengapa dia membuat kita melakukan hal ini? Bukankah kita seharusnya keluar ke bagian kota yang keras untuk mencari subjek yang tabah dan nyata untuk difokuskan? Saya bukan satu-satunya orang di dalam kelompok yang merasa segan dan tidak nyaman dengan penugasaan ini, tapi ketika menyadari bahwa hal ini adalah tantangan serius yang dibuat oleh fotografer ulung yang kami hormati, kita mengumpulkan keberanian dan semua orang pergi bekerja. 8.13 Kelas menggambar di kota New York. Steve Simon
8252_Passionate_(188-205).indd 200
5/07/2013 2:11:31 PM
8252_Passionate_(188-205).indd 201
Pelajaran yang dipelajari: MENJADI TERBUKA
201
5/07/2013 2:11:31 PM
202
The Passionate Photographer
Sebagai seorang fotografer, sekali saya mengatasi ketakutan dan menempatkan jendela bidik di mata, saya tidak memiliki kepuasan yang tertandingi oleh cahaya, bentuk, dan tekstur. Merupakan suatu tantangan yang besar untuk membingkai dan mengatakan sesuatu secara estetis tentang bentuk manusia. Tapi butuh waktu untuk mengerti mengapa seorang fotografer seperti Eugene Richards akan memberi tugas seperti itu, yang menghancurkan semua harapanku. Kemudian saya mengerti. Itu adalah latihan tentang kelemahan. Kita semua tertarik dalam menceritakan orang lain, terutama mereka yang terpinggirkan. Subjek kita biasanya lemah di depan kamera, khususnya ketika mereka memberikan kepercayaan kepada fotografer. Fotografer memiliki kekuatan. Bagaimana rasanya menjadi lemah di depan kamera? Terima kasih Eugene Richards, saya sekarang mengerti perasaan ini. Untuk telanjang di hadapan orang asing dan kameranya, saya belum pernah merasa begitu rapuh. Mengerjakan pekerjaan tersebut pastinya di luar zona nyaman saya, dan menyelesaikannya merupakan pencapaianku yang paling besar. Dalam pujiannya, pasangan fotografi saya sangat luar biasa dan membantu saya dari situasi yang canggung ke situasi yang tidak begitu canggung. Ketika kita telah mengatasi rasa takut dan berkonsentrasi pada tugas fotografi – melihat cahaya, mengomposisikan pada sisi estetika yang terkuat, mencoba membuat orang lain nyaman – merupakan suatu pelajaran yang manjur dan mengubah kehidupan. Di lain waktu, ketika kita kembali ke subjek fotografi yang lebih kita kenal di kota, bagi saya itu menjadi semacam kabut yang telah tersibak. Semuanya menjadi lebih terang, lebih tajam, lebih jelas bagi saya. Saya pergi bekerja dengan menghidupkan kembali pengertian yang lebih mendalam dan penghormatanku terhadap subjek yang saya foto dan proses yang saya gunakan untuk memotret mereka.
8252_Passionate_(188-205).indd 202
5/07/2013 2:11:34 PM
Langkah kedelapan: Menilai kekuatan dan kelemahan: Jangan pernah berhenti belajar dan berkembang. 203
POTRETLAH Semakin banyak yang Anda potret, semakin banyak foto bagus yang Anda dapatkan. Ini sesuatu yang saya tahu dengan baik, namun sebuah kelemahan yang saya punya adalah saya tidak memotret cukup banyak. Karena beban kebutuhan hidup, prioritas kegiatan
memotret tertinggal di belakang. Jawaban saya adalah mengalokasikan waktu dan menjadwalnya sehingga saya bisa keluar membawa kamera dan mengalami kesuka-citaan fotografi yang pada awalnya membuat saya terobsesi (8.14).
8.14 Seorang gadis kecil pembawa bunga di sebuah pernikahaan di Junea, Alaska. Steve Simon
8252_Passionate_(188-205).indd 203
5/07/2013 2:11:34 PM
204 The Passionate Photographer
Langkah kedelapan
Aksi: Kekuatan dan kelemahan: Potretlah Jika Anda melengkapi aksi langkah ke-7 dan mengorganisasikan arsipmu, saya berharap memiliki badan kerja yang terorganisasi, tidak berantakan, tidak ketinggalan zaman, dan terbackup, terasa sangat bagus. Langkah ke-8 adalah waktu yang bagus untuk masuk ke dalam untuk mengkajinya secara kritis. Saya harap Anda terinspirasi dengan menemukan permata yang hilang atau menyalakan proyek atau tema yang diabaikan terlalu awal (atau bahkan tidak pernah diperhatikan sebelumnya). Carilah pola-pola dalam pekerjaanmu dan foto yang terhubung secara estetika atau tema dan membuat album baru untuk mereka. Pikirkan tentang bagaimana yang Anda lakukan berhubungan dengan di mana Anda ingin berada. Apa yang bekerja dan apa yang tidak? Apa kelemahan-kelemahan yang Anda pikir perlu untuk ditangani? Apakah mereka masalah teknis? Apakah kesegananmu yang membuat Anda menahan diri atau - di sisi sebaliknya - Apakah Anda terlalu agresif? Berikan Anda tenggat waktu untuk memulai memotret secara langsung. Tulislah blog sehari sekali. Jadwalkan porsi dua
8252_Passionate_(188-205).indd 204
jam setiap minggu untuk keluar dan memotret. Jika Anda tidak memiliki proyek, fotolah di jalanan, potretlah saja. Atau mungkin Anda memotret hampir setiap waktu dan tanpa mengambil waktu untuk menganalisa dan mengedit hasilnya dan belajar dari mereka. Tulislah paragraf yang jujur dengan memperhitungkan ke mana Anda melihat diri sendiri sebagai fotografer di saat ini. Apa frustasimu yang paling besar? Di manakah kekuatanmu? Kelemahanmu? Kita sudah sampai sejauh ini dan kita menyelesaikan banyak hal. Kita berada di titik di mana melihat kembali, juga melihat ke depan, yang dapat membantu merancang rencana untuk maju ke depan waktu kita menuju ke dua langkah terakhir. Ketidaktahuan mungkin bisa menjadi hal yang bagus untuk beberapa situasi, tapi untuk perkembangan dan evolusi seorang fotografer, menyadari beberapa daerah untuk dikerjakan adalah salah satu langkah untuk memperkuat kelemahan dan menjadi seorang fotografer yang hebat. Anda akan mencapainya dengan ketekunan, rasa ingin tahu, dan kesediaan untuk belajar dari kesalahan-kesalahanmu.
5/07/2013 2:11:34 PM
8252_Passionate_(188-205).indd 205
5/07/2013 2:11:34 PM
9.1 Kejarlah! Seorang anak lelaki melompat ke lubang air di Kigali, Rwanda. © Steve Simon
8252_Passionate_(206-219).indd 206
5/07/2013 2:15:31 PM
Langkah kesembilan RENCANA KEGIATAN: MENETAPKAN SASARAN DAN MEMBUAT STRATEGI “Roh di kakimu berkata ‘pergi,’ dan saya pergi.” - Matthew Brady
Saatnya mengambil semua ide dan pengetahuan yang dipungut dari kedelapan langkah dan membuat rencana kegiatan untuk menuju kesuksesan. Kini saatnya membuat rencana kegiatan untuk meningkatkan karyamu ke tingkat yang lebih tinggi. Jika misimu adalah mencapai suatu tempat yang ingin Anda raih dengan fotografimu, Anda harus tahu di mana tempat itu berada. Langkah ke-9 adalah tentang mendefinisikan tujuan dan impian Anda sebagai fotografer. Sasaran-sasaran dan mimpi-mimpi ini akan memotivasi dan menginspirasi Anda. Majulah, visimu harus jelas dan jelas. Menetapkan sasaran dan membuat strategi untuk mencapai tujuan adalah kunci.
8252_Passionate_(206-219).indd 207
5/07/2013 2:15:32 PM
208 The Passionate Photographer
9.3 Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, tapi kita bisa membuat rencana untuk membuatnya menjadi kenyataan. Tanda berhenti, Johannesburg, Afrika Selatan. © Steve Simon
9.2 Ambillah waktu yang tenang untuk memikirkan rencana aksimu. Awan-awan di tengah perjalanan ke Buenos Aires. © Steve Simon
Rencana kegiatan setiap fotografer akan berbeda. Saya mendorong Anda untuk berpikir dan bermimpi besar, mulai dari sebuah daftar sasaran utama (9.2). Lalu Anda bisa menentukan “hirarki sasaran,” memecah mereka menjadi kecil, bagian-bagian yang bisa dicapai. Daftar sasaran utama boleh mengikutsertakan sasaran umum seperti “Saya ingin pindah dari kehidupan kerja ke karir di fotografi.” Atau mungkin Anda ingin membuat sebuah buku atau pameran di sebuah galeri atau museum. Sasaran yang umum adalah daftar impian fotografi, di mana impian tidak memiliki batas, membuat masa depanmu dari sekarang. Rancang daftar sasaran Anda dengan hati-hati. Jadilah pemilih dan realistik, tidak dalam tujuan menjadi hebat, tapi dengan seberapa besar Anda menginginkannya. Anda harus bertanya pada diri sendiri, “Apakah sasaran ini sesuatu yang benarbenar saya inginkan?” Jika jawabannya adalah iya
8252_Passionate_(206-219).indd 208
dan Anda terinspirasi - meskipun Anda tidak tahu bagaimana, Anda akan mendapatkan cara saat ini Dan kemudian pantas untuk mengambil waktu dan usaha untuk mencapai sasaran tersebut karena Anda terinspirasi, berpikiran jernih, fokus dan termotivasi. Saya teringat bacaan tentang seorang Michael Jackson muda, yang memberitahu seorang pewawancara bagaimana para reporter membantunya dengan menanyakan di mana dia melihat dirinya di masa depan. Itu memaksa dia untuk memikirkan tentang hidupnya: Di mana dia akan pergi dan apa rencana profesionalnya. Lihatlah kehidupan fotografi dengan memikirkan ke mana Anda sekarang dan ke mana Anda mau pergi (9.3). Menetapkan sasaran adalah cara yang baik untuk memulai jalan ke sukses di fotografi dan kegembiraan. Anda sendiri yang menentukan. Ambillah daftar sasaran dan pikirkan lebih jauh tiap sasaran dan pecahkan ke komponenkomponennya. Dari sana, Anda bisa spesifik,
5/07/2013 2:15:35 PM
langkah ke 9: rencana kegiatan: menetapkan sasaran dan membuat strategi 209
mengamati dan mengukur perkembanganmu, dan mengevaluasi hasil Anda. Tapi pertamanya adalah pikirkan terlebih dulu.
SASARAN NOMOR SATU Di dalam pengalaman saya, mengorganisasikan kehidupan fotografimu adalah sasaran pertama yang perlu ditetapkan. Menghilangkan kekacauan membebaskan pikiran Anda untuk kesempatan yang baru dan menarik, dan membuat Anda terbuka ke ide baru dan mencetuskan kreativitas dan inspirasi. Bagian yang penting saat menempatkan kehidupan fotografi Anda dalam keteraturan adalah
mengetahui semua pada tempatnya. Saya perlu waktu, tapi dengan menyediakan dan menjadwalkan waktu untuk mengorganisasi, akhirnya saya dapat mengkonsolidasikan dan mengorganisasikan banyak Aperture libraries di koleksi saya. Saya kemudian memastikan semuanya di-backup sekali di tempat kerja dan sekali di luar tempat kerja, dan seleksi lima bintangku juga di-backup ke server berbasis cloud dan DVD. Fotografi digital adalah sebuah keyakinan yang tidak bisa diandalkan. Jadi, membackup pekerjaan Anda sangat penting (9.4). Hard Drive mati; DVD rusak. Ironisnya mungkin bentuk paling cocok untuk
9.4 Fotografi digital merupakan perubahan keyakinan (dari film ke digital), namun organisasikan dan kendalikan arsipmu yang berkembang. Hari Kanada, Whitehorse, Yukon. © Steve Simon
8252_Passionate_(206-219).indd 209
5/07/2013 2:15:36 PM
210 The Passionate Photographer
mengarsip foto digital adalah dalam bentuk cetak. Saya ingin memiliki beberapa set foto yang dicetak atas seleksi lima bintangku sebagai backup tambahan. Jika Anda butuh mengkonsolidasikan arsipmu, saya menganjurkan software olah digital yang juga berfungsi sebagai sebuah katalog - seperti Aperture atau Lightroom - untuk membantu Anda mengikuti pertumbuhan “Giga” yang terus menerus yang berisi karya seumur hidup. Masukkan keterangan dan kata kunci foto dengan hati-hati di dalam alur kerja, yang akan membantu menemukan jarum di jerami dengan mudah seiring Anda menambahkan ribuan foto ke dalam arsipmu. Jika Anda masih memotret dengan film (atau pernah), pastikan juga, itu diorganisasikan dan disimpan dengan aman. Pertimbangkan untuk memindai karya foto hasil film dengan menambahkannya ke koleksi digital. Oke, semuanya telah terorganisasikan. Anda merasa senang bukan? Untuk membantu Anda mengkonfigurasikan rencana kegiatan, saya telah membuat sasaran fotografi yang saya rekomendasikan dan membagi mereka ke kategori berikut ini: Proyek, Artistik, Teknis, Bisnis, dan Peralatan. Jika Anda memiliki kategori spesifik di luar lima kategori ini dan diterapkan ke Anda dan karya Anda, tambahkan hal tersebut. Di sepanjang karirku, menetapkan sasaran dan membuat daftar adalah bagian penting dalam kesuksesanku. Untuk kesempatan terbaik untuk sukses, keluarkan daftar indukmu dan mulai fokus untuk sasaran inti agar membuatnya lebih spesifik dan terukur. Banyak informasi mengenai cara melakukan hal ini ada di bagian Aksi di akhir langkah ini.
TANDAI MEREKA Untuk saya, ide bagus seperti awan yang melintas di pikiran. Mereka muncul satu detik, dan hilang kemudian. Banyak dari ide-ide bagus dimasukkan dalam sasaran dan mempengaruhi proyek dengan kuat dan positif, maka jangan biarkan hal tersebut hilang. Jika saya tidak memiliki tempat untuk merekam mereka, mereka akan hilang... mungkin selamanya. Bebaskan pikiranmu dari kekacauan dengan mengkonsolidasikan semua pikiran-pikiran dan ide-ide di satu tempat. Alison Morley di The International Center of Photography memiliki
8252_Passionate_(206-219).indd 210
pelajar-pelajar yang membuat sebuah “UBook” sebagai catatan harian. Saya menganjurkan Anda membuat satu untuk mengisi semua sasaransasaranmu, catatan, sketsa, inspirasi, ide, coretcoretan, papan cerita, atau apa saja yang muncul di kepalamu yang bisa dipakai di kemudian hari. Sulit mengetahui kapan ide bagus akan muncul. Ketika muncul, catat idenya! Hal yang sama saat menemukan cahaya yang bagus atau lokasi yang bagus yang mungkin akan Anda kunjungi kembali. Catatlah semua itu dengan kategori masing-masing. Beberapa orang suka cara analog untuk merekam pikiran yang lewat; beberapa memilih menggunakan alat elektronik yang nyaman mereka gunakan, dari iPad sampai smartphone. Untuk beberapa alasan, iPad cepat berubah menjadi “Buku” yang penting bagi fotografer. Pertama, itu cara yang bagus untuk berbagi foto Anda dengan aplikasi portofolio yang menunjukkan karya Anda dengan cantik dan sempurna, untuk memamerkan fotografi dengan kualitas tinggi dan intuitif (akan saya bahas lebih di langkah 10) (9.5). Jika belum keluar, aplikasi iPad The Passionate Photographer Companion sedang dalam perkembangan, jadi nantikanlah. Kedua, sebagai alat konsumsi media dan alat belajar, iPad fantastis. Anda bisa mengemasnya di lipatan depan tas kamera dan ransel, dan memperkenankan Anda online untuk belajar, terinspirasi, dan terhubung dengan dunia. Seiring Anda mulai menuliskan rencana kegiatan, Anda menyadari bagaimana kekuatan alat tablet ini membuatmu tetap dalam jalur dan terhubung ke dunia fotografi. Dengan menuliskan segalanya (Bahkan ada sebuah aplikasi - Dragon Dictation yang memungkinkan Anda berbicara ke iPad/iPhone, mengubah kata-katamu menjadi tulisan langsung di notepad, yang kemudian bisa di email saat itu juga). Ketika Anda membersihkan pemikiran, dan ideide dengan mencatat mereka, pikiran Anda bebas untuk mengejar tantangan kreativitas baru. Semakin mudah dan semakin portabel alat yang Anda gunakan, semakin baik (buku catatan kecil yang murah juga bekerja dengan baik). Selain mencatat ide-ide, Anda juga bisa berhubungan dan menembakkan ide-ide ke Facebook dan pengikut Twitter untuk pembicaraan dua arah. Tapi tugas-tugas penting, seperti mengurus media sosial dan email, juga bisa menjadi kesempatan
5/07/2013 2:15:36 PM
langkah ke 9: rencana kegiatan: menetapkan sasaran dan membuat strategi 211
9.5 Ipad bisa menjadi teman yang sempurna dengan fotografer yang penuh hasrat karena sejumlah aplikasi yang membuat Anda terinspirasi dan teroganisasi. © Steve Simon
untuk menunda-nunda, maka itu berhati-hatilah. Bagi saya, penjadwalan sangat penting untuk tetap berada dalam jalur. Apa yang bagus dari iPad atau kalender elektronik komputer versus analog adalah Anda terus-menerus menjadwal rencana-rencana, sehingga mereka akan muncul di setiap frekuensi yang Anda rencanakan, tanpa harus menulisnya setiap kali. Lalu saya menjadwalkan tweeting saya (Lebih tentang hal ini ada di langkah ke-10) dan email untuk satu jam di pagi hari dan kemudian di tengah hari, memeriksa secara rutin dan mencari pesan-pesan mendesak, pesan penting. Tapi saya mencoba untuk tidak teralihkan. Saya mendapati bahwa dengan menjadwalkan tugas-tugas di kalendar, saya lebih sukses dalam menyelesaikan mereka. Jadwalkan “Sasaran Langkah 9 Passionate Photographer” enam kali setahun supaya mengingatkan Anda untuk memeriksa dan menaksir
8252_Passionate_(206-219).indd 211
perkembangan secara formal. Jika ada hal yang tidak sesuai dengan yang direncanakan, tentukan alasannya, dan buatlah penyesuaian. Ini adalah proses evaluasi, perubahan dan mengambil tindakan sampai sasaranmu tercapai. (9.6 dan 9.7). Untuk sasaran teknis yang mewajibkan Anda mempelajari teknik baru, ada buku, video, dan aplikasi yang tersedia untuk meningkatkan kecepatan belajar dan membuat sasaran Anda mudah dicapai.
SASARAN PROYEK Langkah pertama dimulai dengan “Gairah,” dan saya akan memulai anjuran saya untuk menetapkan sasaran dengan salah satu cara terbaik mencari gairah: mengambil proyek foto. Tidak masalah jika mengambil lebih dari satu proyek atau tema dalam waktu yang sama karena akan lebih baik untuk memiliki keseimbangan antara proyek yang “lebih
5/07/2013 2:15:37 PM
9.6 Sering kali ide terbaikku datang ketika saya duduk-duduk, memikirkan proyek berikutnya. Hari Kanada, Emerson, Manitoba. © Steve Simon
9.7 Pasangan yang duduk di teras di Spokane, Washington. © Steve Simon
8252_Passionate_(206-219).indd 212
5/07/2013 2:15:44 PM
langkah ke 9: rencana kegiatan: menetapkan sasaran dan membuat strategi 213
berat,” proyek yang lebih menguras emosi, dan yang ringan dan menyenangkan. Lihat balik ke Tindakan langkah pertama (halaman 29). Jika diperlukan, lakukan latihan curah pendapat lagi untuk menentukan sasaran proyekmu.
SASARAN ARTISTIK Sasaran artistik merenggangkan otot melebihi beberapa rekomendasi dari langkah-langkah sebelumnya. Pertimbangkan sasaran-sasaran berikut ini untuk mengembangkan keterampilanmu.
Sasaran: Ikutlah lokakarya (workshop) Secara pribadi, saya selalu mencari cara untuk berkembang dan melanjutkan proses seumur hidup meningkatkan kemampuan fotografi. Ini adalah hal yang kumulatif. Seiring dengan keterampilan dan pengalaman meningkat, akan lebih sulit mencari cara-cara baru. Tapi jika Anda mencarinya, Anda akan dapat mengidentifikasinya. Saya mendapatkan banyak pengalaman yang hebat di berbagai workshop yang saya hadiri selama karir saya. Kadangkadang, hanya satu bungkal ilmu yang kuat yang Anda masukkan ke dalam fotografimu sehingga membuat Anda maju ke depan. Seperti memotret sejumlah karya, semakin Anda membuka diri untuk kesempatan belajar, semakin besar kemungkinan untuk mengambil sesuatu yang bisa Anda pakai. Temukanlah workshop dari fotografer yang Anda kagumi dan lakukan riset. Bicaralah dengan mantan murid dan dapatkan inti dari apa yang diberikan workshop tersebut. Ada berbagai podcast fotografi gratis tersedia di iTunes, dan juga seminar web dan video di Web, yang merupakan awal bagus untuk menemukan informasi baru yang bisa Anda pakai dan masukkan ke dalam karyamu.
Sasaran: Cari kritik Di langkah ke-7, Saya menjelaskan bahwa Anda perlu bantuan mengedit karya. Jadikan itu sasaran untuk menunjukkan karya-karyamu ke orang yang dapat mengutarakan pendapat dan saran ke hasil karyamu. Bergabunglah dengan klub camera atau organisasi profesional, atau carilah seorang mentor. Ada banyak juga forum kritik di Web yang bisa membantu. Ada sekitar 2.500 situs kritik di Flickr sendiri.
8252_Passionate_(206-219).indd 213
9.8 Podcast adalah cara terbaik untuk belajar mengerjakan beberapa tugas sekaligus (multi-tasking), dan podcast banyak tersedia dan gratis. Saya menyukai “This Week in Photography.”
Sasaran: Kunjungi museum, galeri, blog dan website, dan baca buku. Karya yang hebat ada di luar sana dan Anda bisa belajar darinya dan terinspirasi olehnya, lalu mengapa tidak membuat sasaran untuk mencarinya? Mulailah mengumpulkan dan mengorganisasikan browser bookmarks (peramban) ke beberapa bagian yang masuk akal untukmu - fotografer, galeri, museum, Blog dan jadwalkan untuk menjelajahi mereka. Twittermu, Flickr dan umpan Facebook dapat menjadi cara yang bagus untuk mendapatkan pesan di luar sana (seperti yang Anda lihat di langkah ke-10), dan merupakan sumber yang sangat bagus untuk mengikuti dan mendengar tentang hal-hal baru dan inovatif tentang fotografi. Temukan 10 blog fotografi yang pintar, bookmark mereka, dan berlanggananlah ke umpan RSS mereka (9.8). Temukan 10 fotografer di twitter yang bisa menunjukkan foto yang menarik di sekitar Web. Carilah 10 situs fotografer yang Anda kagumi dan ingin menjadi seperti mereka. Anda mungkin
5/07/2013 2:15:45 PM
214
The Passionate Photographer
Pelajaran yang Dipelajari JIKA ANDA INGIN MENGETAHUI sesuatu DENGAN BAIK, AJARKANLAH
Kecintaan saya terhadap fotografi selalu berdampingan dengan gairah untuk membagikan pengetahuan kepada fotografer bergairah yang lain. Tapi motif saya bukan murni untuk kepentingan orang lain. Saya mulai belajar sebagai cara saya belajar, menulis kolom fotografi saat masih remaja, yang diterbitkan di koran-koran dan menolong saya membiayai pendidikan. Tapi yang paling penting, saya menyadari menulis tentang fotografi adalah sebuah cara yang bagus untuk belajar fotografi. Walaupun saya bukan seorang ahli, setelah saya selesai menulis sebuah artikel, saya memiliki pengetahuan menyeluruh tentang topik tersebut. Saya juga mengajar fotografi ke ribuan fotografer seluruh dunia di kampus-kampus dan lokakarya. Merupakan proses dua arah bagi saya, sering terinspirasi oleh murid-murid fotografi yang bergairah dan kolegakolega, beberapa di antaranya adalah fotografer terbaik yang bekerja saat ini. Jadi, jika salah satu sasaran-sasaranmu adalah meningkatkan pengetahuan di daerah tertentu, saya mendorong Anda untuk mengajar subjek tersebut, karena pengetahuan standar yang dibutuhkan untuk belajar sesuatu berarti Anda benar-benar tahu tentang subjek tersebut ketika Anda siap membagikan informasi ini dengan sekelompok orang (9.9). Kemudian Anda akan bekerja lebih banyak lagi. n
9.9 Jika Anda ingin belajar sesuatu, ajarkanlah. Dari buku Heroines dan Heroes, pelajar-pelajar SMA belajar tentang pencegahaan HIV. © Steve Simon
8252_Passionate_(206-219).indd 214
5/07/2013 2:15:48 PM
8252_Passionate_(206-219).indd 215
pelajaran yang dipelajari: JIKA ANDA INGIN MENGETAHUI sesuatu DENGAN BAIK, AJARKANLAH
215
5/07/2013 2:15:49 PM
216 The Passionate Photographer
juga mau memulai kliping, merobek foto-foto dari majalah dan mencetak foto yang Anda temukan online yang bisa Anda punya untuk menginspirasi Anda. Anda bahkan juga bisa menginspirasi diri sendiri dengan membuat sasaran untuk mencetak dan membingkai beberapa dari karya terbaikmu untuk menjadi pengingat di mana Anda menetapkan standar fotografimu.
SASARAN TEKNIS DAN MEMOTRET LEBIH BANYAK “Jadi, bukalah matamu, jika Anda melihat sesuatu, potretlah. Ingat – Anda hanya sebaik foto terakhirmu. Suatu hari Anda adalah seorang pahlawan, hari berikutnya Anda seorang yang tidak berguna...” —Weegee
Seperti yang saya ucapkan beberapa kali, kompetensi teknis wajib di dalam perjalananmu menjadi fotografer yang hebat. Bukanlah sebuah misteri. Jika Anda membuat sasaran teknis untuk dirimu sendiri, Anda bisa mendapatkan mereka dengan mengambil sebuah kelas atau belajar online, dan kemudian mempraktikkan apa yang Anda pelajari. Lanjutkan membuat sejumlah besar karya dengan menjadwalkan waktu pemotretan dan berpeganglah padanya. Tentukan sasaran paska pengolahan untuk dirimu sendiri. Anda perlu mengerti alat pengolah foto untuk memaksimalkan kualitas file digital. Mungkin Anda ingin mengetahui alur kerja yang lebih baik dan strategi backup. Mungkin Anda ingin memasang kata kunci dan mengorganisasikan arsip yang ada. Tentukan strategi yang bisa berjalan untuk menghabiskan sesedikit waktu per minggu untuk mencapai hal ini. Jadwalkan di kalendermu dan buatlah itu sebuah sasaran. Jika Anda tertarik dengan teknik fotografi baru, pilih salah satu dan buatlah itu menjadi prioritas. Hal itu bisa apa saja, dari fotografi rentang dinamis tinggi (High Dynamic Range - HDR) sampai mencetak karyamu sendiri, menjelajahi video dan membuat karya artistik multimedia yang menggabungkan elemen cerita yang Anda minati.
8252_Passionate_(206-219).indd 216
SASARAN BISNIS Merupakan kebenaran di bisnis fotografi bahwa Anda mendapatkan “apa yang Anda tunjukkan” ketika berbicara tentang portfoliomu. Orang-orang yang melihat karyamu dan memberimu pekerjaan sering meminta Anda untuk menerapkan visimu ketika melihat kerjaanmu untuk kebutuhan khusus mereka. Merupakan suatu bentuk pemilihan pemeran yang cocok, tapi ketika uang dan reputasi dipertaruhkan, hanya sedikit direktur seni dan editor siap mengambil risiko (9.10). Sasaranmu mungkin untuk membuat portfolio baru yang membawamu ke arah baru, portfolio yang merefleksikan jenis fotografi yang lebih ingin Anda kerjakan. Apapun sasaran bisnismu, dari menjual cetakan karyamu sampai mendapatkan penugasan, ke stock photography, atau bekerja untuk organisasi non-pemerintah (NGOs) di luar negeri, Anda perlu menandainya sebagai langkah pertama dan kemudian melakukan riset untuk membuatnya.
SASARAN PERALATAN The passionate photographer bukan tentang peralatan; kita tahu itu. Tapi selalu ada peralatan yang mungkin Anda pikir dibutuhkan - dan hal lain yang Anda inginkan. Saya suka ide melukis daftar impian, dan toko online seperti B&H Photo, Adorama, dan Amazon. Semuanya senang membantu dengan memungkinkan Anda untuk membuat “daftar impian” di situs mereka untuk tetap berada dalam jalur peralatan yang Anda inginkan. Memang bukan mengenai peralatan, tapi ada waktu di mana peralatan baru bisa mendorong Anda ke cara baru untuk melihat ke arah positif yang baru. Sebuah langkah pertama yang bagus mungkin memeriksa semua peralatanmu, dari lensa ke tutup lensa, dan cobalah kurangi dengan menjual yang Anda tidak pakai. Juallah mereka dan alokasikan uang untuk peralatan fotografi yang lebih relevan di daftar impian atau untuk mendanai proyek. Sebuah sasaran yang mulia.
5/07/2013 2:15:51 PM
langkah ke 9: rencana kegiatan: menetapkan sasaran dan membuat strategi 217
9.10 Percakapan di tengah kota Fredericton, New Brunswick. Satu lampu kilat, ditempatkan di kiri dan dilepas dari kamera. © Steve Simon
8252_Passionate_(206-219).indd 217
5/07/2013 2:15:51 PM
218 The Passionate Photographer
Langkah kesembilan AKSI: Sasaran dan strategi
Ketika membuat rencana aksi, ambillah waktu dan carilah tempat yang sunyi di sebuah perpustakaan, warung kopi, atau di mana saja yang Anda suka untuk menghabiskan waktu dan berpikirlah. Bawa sebuah pen dan buku atau iPad. Mulailah dengan membuat sebuah daftar induk, memetakan masa depan fotografi yang Anda bisa imajinasikan atau impikan. Kemudian cari jalan utama untuk membawamu ke sana. Jangan berpikir – Tandai saja. Pikirkan secara jangka panjang dan gambaran besarnya. Dari sana, Anda bisa mempersempit sasaran Anda. Anda boleh memisahkan mereka ke sasaran jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Ketika anda fokus ke sasaran utama, buatlah sasaran tersebut spesifik dan bisa diukur untuk kemungkinan terbaik agar sukses (9.11). Jadwalkan waktu di kalendermu untuk bekerja secara spesifik bagi setiap sasaran. Misalnya, daripada menulis “Saya ingin melakukan lebih banyak pemotretan di jalanan, “ cobalah “Saya merencanakan untuk menjadwalkan tiga jam setiap minggu untuk mengkonsentrasikan ke portfolio fotografi jalananku untuk membuat sebuah badan karya awal di dalam waktu
enam bulan, kemudian evaluasi dan putuskan bagaimana untuk menindaklanjuti proyek tersebut untuk dipublikasikan dan promosi.” Memang panjang, tapi sasaran ini spesifik dan bisa dijadwalkan dan diamati perkembangannya. Memecahkan semua sasaranmu dengan cara ini akan membuat langkah aksi lebih jelas dan bisa dicapai. Bagikan sasaran-sasaranmu dengan temantemanmu yang bisa dipercaya dan dapat meminta pertanggungjawabanmu untuk penyelesaian proyeknya. Cetaklah sasaransasaranmu dan pasang di mana Anda bisa melihatnya sebagai pengingat. Pikirkan tentang urutannya. Jika salah satu sasaran membutuhkan kompetensi teknis yang belum Anda miliki, kerjakanlah sasaran kompetensi teknis terlebih dulu. Anda memiliki sebuah daftar sasaran utama. Jadi, jangan menggigit lebih banyak daripada yang Anda bisa kunyah dalam sekali waktu. Jagalah jadwalmu secara realistik dan bekerjalah dengan semangat, tapi jagalah keseimbangan. Istriku mengatakan kepadaku ada kehidupan di luar selain fotografi. Dia selalu benar.
9.11 Salah satu sasaranku adalah meliput hari Kanada di semua 13 propinsi dan teritori selama 13 tahun. Misi telah selesai. © Steve Simon
8252_Passionate_(206-219).indd 218
5/07/2013 2:15:56 PM
8252_Passionate_(206-219).indd 219
5/07/2013 2:16:01 PM
10.1 Aktris Claire Danes difoto oleh para paparazzi di luar sebuah pesta privat di 5th Avenue, New York. © Steve Simon
8252_Passionate_(220-247).indd 220
5/07/2013 2:28:07 PM
Langkah kesepuluh MENINDAKLANJUTI: BAGIKAN VISIMU DENGAN DUNIA “Anda boleh memiliki karya terbaik di dunia, tapi jika Anda tidak meletakkannya ke depan orangorang, Anda tidak akan pernah mencapai sukses.” – Ted Grant Di sini, langkah terakhir untuk menjadi fotografer yang hebat adalah waktu untuk menyelesaikan apa yang Anda mulai dan membagikan visimu ke dunia. Karena banyak dari langkah topik ini terlalu besar untuk diisi di bab ini, pertimbangkan titik awal untuk investigasi lanjutan ke daerah yang paling penting untukmu. Saya pernah bercanda dengan mengatakan tidak hadir di pelajaran Nyonya Bores di kelas satu di sekolah Gardenview saat pelajaran tentang berbagi. Tapi hal bagusnya saya tidak absen karena sejak dulu saya belajar bahwa berbagi adalah cara yang bagus untuk belajar, dan semakin banyak saya berbagi, semakin banyak informasi berguna yang saya dapatkan dan semakin banyak kesempatan yang datang padaku(10.2 dan 10.3).
8252_Passionate_(220-247).indd 221
5/07/2013 2:28:07 PM
222 The Passionate Photographer
10.2 Situs online foto seperti Flickr dapat menjadi tempat bagus untuk mendapatkan umpan balik atas pekerjaan yang terbaru. © Steve Simon
10.3 Pengantin kembar Roselane Madubedube dan Rose Mabale Seghomoko (Kanan) berbagi perhatian di pernikahaan mereka di Maputsae Lesotho © Steve Simon
8252_Passionate_(220-247).indd 222
Manny Librodo adalah seorang mantan guru yang mengubah gairahnya untuk fotografi menjadi karir yang sukses, sebagian besar dengan berbagi. Dia yang pertama mengatakan padaku bahwa dia berhutang sebagian besar suksesnya pada Web, dengan bantuan dan dukungan yang datang dari komunitas fotografer online melalui Facebook dan galeri foto di Pbasenya. Menguntungkan bahwasanya Librodo adalah promotor yang hebat dan sangat berbakat atas karyanya. Pendekatannya ke fotografi sederhana. Dipenuhi gairah, dia memotret JPEG secara ekslusif (hanya karena dia selalu begitu) dan bekerja dengan cahaya alami dan reflektor untuk membuat fotofotonya yang spektakuler, yang dia haluskan di Photoshop untuk membuat hasil yang dia inginkan. Galerinya yang berisi 4.000 foto telah dilihat secara menakjubkan sebanyak 23 juta kali (www. pbase.com/manny_librodo) dan dia mempopulerkan diri dengan mengikuti lomba foto online (dan sering menang). Dia sekarang merupakan seorang fotografer profesional paruh waktu dan pengajar yang hidup di dalam impiannya dan mengajarkan tekniknya melalui workshop/lokakarya yang habis terjual di seluruh dunia. Inilah komentar dia atas bagaimana dia diuntungkan dengan membagi karyanya: “Saya pertama kali mulai membagikan foto perjalanan saya di www.trekearth.com. Komentar yang antusias sering dilontarkan di manamana. Saya belajar banyak dari mereka dan saya lulus dari kamera saku ke kamera DSLR karena dambaanku untuk memotret lebih baik. Karena kebutuhan untuk membagikan pengikut onlineku dengan foto perjalanan, saya lanjut memotret meskipun diluar pengalamanku. Saya mulai memotret murid-muridku dan mengikutsertakan foto yang saya ambil ke kompetisi online. Saya bergabung dengan lebih banyak komunitas, yang meningkatkan keterampilan di saat memotret dan mengolah foto. Saya biasanya memasuki lomba harian (www.digitalimagecafe.com), mingguan (www. dpchallenge.com), dan bulanan (www.betterphoto. com); yang beruntungnya membuat saya mendapat penghargaan dan membuat nama saya terkenal. Tapi di atas kemenangan yang saya capai, kritik-kritik yang saya dapat dari orang-orang di komunitas telah mengajari saya bagaimana menjadi fotografer yang lebih baik.”
5/07/2013 2:28:09 PM
Langkah kesepuluh: MENINDAKLANJUTI: BAGIKAN VISIMU DENGAN DUNIA 223
JARINGAN SOSIAL Banyak kehidupan fotografiku dan hubungan bisnis terjadi tanpa bertemu muka ke muka. Orang-orang dapat mengetahui tentang saya dari situs dan blogku dan dengan mengikuti saya melalui Twitter. Adalah sebuah kehadiran virtual, fisik tidak dibutuhkan. Karena itu, bisnis fotografiku telah berubah. Saya sering mendapatkan tugas melalui email, kemudian bertemu subjek, memotret dan memroses fotofotonya, email atau mengunggah foto mereka, dan menagih tanpa pernah menemui klien empat mata atau bahkan berbicara di telepon. Media sosial menawarkan kesempatan untuk membangun hubungan fotografi, personal dan bisnis dalam waktu bersamaan dan sangat cepat, di mana saja di dunia. Saya masuk ke Twitter, menyepak dan berteriak dengan lantang, dan kemudian menyukainya. Saya dengan cepat menyadari bahwa pengikut-pengikutku bukan daftar nama belaka tapi kerumunan keluarga yang bersemangat dan bergairah yang memiliki ketertarikan yang sama dan berbicara di bahasa fotografi yang mana saya fasih. Teman fotografer saya Ben Long menyamakan jaringan sosial dengan makanan cepat saji. Dia mengatakan jika Anda mengonsumsi terlalu banyak, Anda mungkin akan mulai merasa sakit. Benar bahwa media sosial dapat menarik Anda ke pusarannya dan menjadi mesin yang kuat untuk menunda-nunda. Tapi itu juga bisa menyediakan kesempatan yang luar biasa untuk membangun jaringan dan hubungan. Media sosial tidak akan menghabiskan biaya, tapi akan mengambil sesuatu yang berharga yaitu waktu yang dapat digunakan di berbagai aktivitas lain yang produktif. Lalu Anda dapat menggunakan media sosial secara bijak melalui rencana yang cerdas dan berprioritas. Dengan begitu banyak bisnis online, penting untuk membuat kesan virtual pertama yang bagus. Kapanpun Anda memiliki kehadiran di media sosial, akan memudahkan Anda untuk menemukan situs-situsmu yang lain. Ada banyak pilihan. Tapi bagi saya, saya mengonsentrasikan usaha saya di Twitter, Facebook, LinkedIn, dan blog passionate photographer. Saya baru mengais permukaan media sosial, tapi saya memahami kekuatannya dan ingin mengomunikasikan ke Anda tentang pentingnya masuk ke dalam komunitas, terutama bila Anda semakin serius dengan pekerjaan Anda dan ingin mempromosikannya.
8252_Passionate_(220-247).indd 223
Jadwalkan waktumu. Di langkah ke-9, Anda menetapkan satu set sasaran. Buatlah pelaksanaan sebuah prioritas, tapi realistislah tentang waktu yang dibutuhkan untuk mencapai cita-citamu. Jadwalkan tugas e-mail dan media sosial dan patuhilah, bercuap-cuap dari waktu ke waktu dengan tweet atau foto yang Anda bagikan. Beberapa aplikasi bagus yang tersedia memungkinkan Anda menghemat waktu dan menjadwalkan posting media sosial untuk waktu yang berbeda, sehingga Anda terus bisa terhubung di muka. Hootsuite, tweetdeck, seesmic dan cotweet adalah beberapa aplikasi yang berguna untuk dicoba. Tapi bagian yang organik dari media sosial adalah di kesegeraan. Jika Anda menulis postingan untuk diantarkan di masa depan, tulislah “sekarang” sehingga mereka tidak layu atau seperti spam (pesan yang tidak diharapkan, biasanya berisi promosi).
Sekilas tentang Twitter Saya pikir karena atensi yang pendek, saya menyukai Twitter. Dari semua aplikasi media sosial, Twitter yang paling menyenangkan. Dengan Twitter, Anda tidak hanya bisa dengan cepat dan singkat
10.4 Saya suka tweet, ikuti saya @Steve Simon
5/07/2013 2:28:09 PM
224 The Passionate Photographer
10.5 Fotografer pernikahaan sering kali menyukai hubungan yang lebih pribadi yang diberikan Facebook. © Steve Simon
- dalam 140 karakter atau kurang - melempar tips dan sepotong foto kepada pengikutmu dan dalam waktu yang bersamaan memberitahu mereka karya barumu, tapi Anda juga bisa mengikuti orang yang benar dan mendapatkan sedikit kata yang berharga untuk inspirasi bisnis dan pemotretan. Saya pernah bercanda ke teman-teman bahwa pengikut saya seperti anak-anakku sendiri; saya ingin memberikan mereka informasi yang benar dan ide untuk menginspirasi mereka dan meningkatkan karya mereka. Tapi saya juga belajar bahwa jika semua berhubungan dengan kerja dan tidak ada waktu bermain akan membuat Steve seorang pengetwit yang membosankan. Beberapa fotografer yang paling sukses dengan Twitter akan menunjukkan jiwanya tentang fotografi atau hal lain. Sebagian besar dari sukses mereka berasal dari kejujuran, yang direspon orang-orang. Betapa menakjubkan bagaimana hubungan pribadi yang Anda bisa rasakan dengan seseorang di bagian dunia lain yang tidak pernah Anda jumpai. Ingatkah, semakin pribadi proyek foto/ ide, akan semakin universal jadinya? Hal itu juga berlaku di media sosial. Sebagian dari fotografer paling terkenal yang saya ikuti sedikit berlebihan dan sentimental untuk selera saya, tapi saya mengikuti mereka karena
8252_Passionate_(220-247).indd 224
mereka memberikan tips dan tautan yang bagus. Sebagian tweet mereka adalah pesan yang inspiratif, beberapa lucu, lainnya tentang bisnis, dan sebagian besar adalah kombinasi dari kualitas-kualitas tersebut. Persamaannya: Mereka semua otentik dan menyediakan informasi yang menghibur dan berguna. Ketika Anda mengikuti mereka dalam jangka waktu tertentu, Anda merasa mengenal mereka secara pribadi. Pikirkan tentang bagaimana Anda ingin dihadapkan dengan orang lain. Apakah Anda ingin fokus di daerah yang spesifik? Sekarang waktunya untuk menemukan dan menemukan dirimu dan merekmu kembali, tapi utamakanlah kejujuran dan otensitas; Anda tidak bisa memalsukannya. Web dan media sosial dapat menjadi alat pemasaran yang kuat, menunjukkan ke orang-orang tempat di mana Anda memiliki hal-hal yang ingin dijual, tapi saya menganjurkan untuk tidak membuat penjualan sebagai fokus dari strategi media sosialmu. Bicarakan tentang produk-produkmu, tapi tunjukkan kepada pengikutmu ke fotografi dan orang-orang keren lainnya, cerita-cerita, videovideo dan tips. Mungkin satu dari 10 tweets bisa mengandung promosi, membicarakan tentang cetakan baru untuk dijual atau workshop/ lokakarya baru yang Anda tawarkan. Mayoritas dari komunikasimu harus mengenai membangun hubungan di dalam komunitas. Orang-orang mulai mengetahuimu dan mempercayai apa yang Anda bicarakan saat Anda membangun kepercayaan itu dengan informasi yang berkualitas. Ketika kepercayaan sudah ada, mereka akan menyebarkan kata-katamu ke jaringan-jaringan mereka dan jangkauanmu akan berkembang. Banyak yang mau mendukung usaha-usaha komersialmu, atau meneruskan penawaran-penawaranmu ke pengikutpengikut mereka.
Facebook Ide bahwa sesuatu itu terlalu besar untuk diabaikan berlaku untuk Facebook. Pergilah ke statistik halaman Facebook dan bacalah tentang lebih dari setengah milyar pengguna aktif menghabiskan lebih dari 700 milyar menit per bulan. Di situs tersebut, setiap pengguna memiliki rata-rata 113 teman. Itu adalah komunitas besar dengan potensi yang besar.
5/07/2013 2:28:10 PM
Langkah kesepuluh: MENINDAKLANJUTI: BAGIKAN VISIMU DENGAN DUNIA 225
Tidak seperti Twitter, masih banyak ruang untuk menggali lebih dalam di Facebook, tapi bagi banyak orang, Facebook adalah jalan utama untuk tetap berhubungan dengan teman dan keluarga. Bagi fotografer, itu bisa menjadi jalan yang kuat untuk mempromosikan pekerjaan dan bisnis. Seorang teman saya menggunakannya untuk mendapatkan berita, membantu menyebarkan berita, keluhan, keretakan hubungan, dan kadang-kadang melemparkan karya kreatif ke dunia. Dia menyimpan bentuk pemikiran yang lebih panjang untuk blognya. Secara teknis, Anda seharusnya tidak menggunakan profil Facebook standar untuk mengiklankan atau mempromosikan bisnis Anda secara profesional. Ada beberapa fotografer limbung yang dilenyapkan dari Facebook oleh moderator yang tidak terlihat. Tapi ada opsi gratis untuk bisnis, di mana Anda dapat membuat sebuah halaman fan page untuk promosi melebihi batas 5.000 teman dari profil regular Anda. Ketika anda memposting ke halaman fanpage, jika anda memiliki 2.000 fans, mereka akan
mendapatkan posting tersebut. Beberapa fotografer, terutama di jenis fotografi portrait, anak-anak, dan pernikahan, memiliki koneksi pribadi yang diperoleh dengan profil standar mereka (10.5). Apa yang bagus dari Facebook adalah Anda bisa memposting dan men-tag foto dan video yang menautkan postingmu tidak hanya ke halaman klien, tapi juga halaman teman-temannya, juga yang dapat menarik pengunjung kembali ke lamanmu.
LinkedIn LinkedIn adalah yang paling “dewasa” dari media sosial yang saya bahas di sini (10.6). Karena dirancang sebagai panggung jaringan bisnis, penampilan LinkedIn tidak begitu menarik secara visual, tapi ada ribuan fotografer yang mendaftar. Seperti Facebook, izin diperlukan untuk terhubung dengan kontak, tapi komunitas fotografer profesional bertumbuh dengan cepat, membuat LinkedIn menjadi salah satu bagian penting di komunitas media sosial.
10.6 Situs web Linkedin
8252_Passionate_(220-247).indd 225
5/07/2013 2:28:10 PM
226 The Passionate Photographer
PENGALAMANKU Karena banyak berkelana, saya sering menghubungi keluarga fotografi saya lewat komunitas online (10.7 dan 10.8). Ketika saya mencari informasi di tempat yang baru, saya bertanya kepada teman-temanku itu dan saya tidak pernah kecewa dengan jawaban mereka. Saya telah menjadi “teman” dengan begitu banyak fotografer yang bergairah, dari Afrika Selatan sampai South Carolina (negara bagian Amerika Serikat). Adalah hal yang indah dan kuat untuk memiliki akses ke komunitas fotografi yang murah hati untuk membantu dalam masalah atau pertanyaan fotografi, 24 jam/7 hari. Baik itu info teknis atau umpan balik ke foto di situs berbagi foto, kita mendapat akses cepat, ke kelompok pendukung kita. Jadi jika Anda belum melakukannya, bergabunglah. Bekerja keraslah untuk menginspirasi pengikutpengikutmu. Buatlah posting Anda menarik dan jangan terlalu berlebihan. Jika Anda tidak mood untuk twiting, jangan lakukan. Anda akan mempertahankan jumlah pengikut meskipun Anda jarang tweet; Tetaplah jujur dan jangan merasa tertekan jika tidak ada yang ingin Anda katakan.
10.7 Florence adalah tujuan jalan-jalan yang sangat bagus untuk fotografi. ©Steve Simon
8252_Passionate_(220-247).indd 226
Merupakan karma yang baik untuk menyampaikan sesuatu yang bagus dan menarik yang Anda temukan. Komunitas membantu satu sama lainnya, dan menyampaikan pesanmu ke orang lain akan kembali ke Anda dengan akibat yang positif. Karena Anda tidak pernah tahu siapa yang online - dan kapan - Anda mungkin mau menjadwal ulang posting yang pintar untuk menjangkau orang-orang yang ketinggalan posting yang pertama. Kekuatan media sosial menjadi jelas bagi saya dari penampilan reguler saya di podcast yang dinamakan This week in photography (TWIP). Di mana saja saya berkelana, saya menemukan fans dari podcast. Suatu ketika, seorang pehobi fotografi duduk di samping saya di pesawat terbang dan mengenali suara saya dari podcast. Saya selalu takjub akan efek positif yang diberikan media sosial untuk hidupku dan karir.
BISNIS Bukan sesuatu yang mengherankan jika fotografer ingin menghabiskan lebih banyak waktu untuk
10.8 Sebuah tanda di lapangan udara di Mozambique. © Steve Simon
5/07/2013 2:28:13 PM
Langkah kesepuluh: MENINDAKLANJUTI: BAGIKAN VISIMU DENGAN DUNIA 227
fotografi, maka itu ide menjadi seorang profesional sangat menggoda dan perlu dipertimbangkan secara serius. Media sosial dan blogmu akan berperan sangat penting untuk membantu menyuap tungku perapian dan membuat uang di jalur fotografi. Menjadi fotografer profesional dapat menjadi gaya hidup yang sangat bagus, tapi juga sangat menantang (10.9). Sebuah pepatah yang tidak jauh dari kenyataan mengatakan bahwa cara terbaik untuk membuat sejuta dollar di fotografi adalah memulai dengan dua juta Dollar. Menjadi hal yang semakin sulit untuk para profesional fotografer untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya, dan pekerjaan fotografi kadang-kadang disuramkan oleh banyaknya pekerjaan-pekerjaan di luar fotografi yang harus dilaksanakan untuk mempertahankan bisnisnya. Realitasnya adalah sebagai berikut: Berhatihatilah pada apa yang Anda harapkan karena rumput tetangga selalu lebih hijau daripada rumputmu Dalam arti bahwa orang-orang yang tidak tergantung dari fotografi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya mungkin akan mengalami pengalaman fotografi yang lebih menyenangkan untuk cinta dan gairahnya daripada yang mengejarnya secara profesional. Para amatir dapat mengejar gairahnya, sementara di lain pihak, profesional sering harus berkompromi dan mengambil pekerjaan-pekerjaan tertentu untuk uang. Maka dari itu, semua pekerjaan yang tidak dapat diprediksi dan pengalaman dapat menginspirasi seorang pro, mendorong dia ke subjek, proyek yang baru dan menarik. Semua di bisnis fotografi menganggap bahwa pekerjaannya akan bagus atau, hebat. Pekerjaanlah yang paling penting, maka usaha harus dibuat untuk meningkatkan kompetensi fotografi dan konsistensi ke tingkat yang membuat Anda memasuki kegiatan bisnis dengan percaya diri. Anda menginginkan untuk mengerjakan sepuluh langkah: belajar, bereksperimen, mengambil kesempatan, dan bergerak maju dengan visimu. Maka dari itu, mari lanjutkan. Ketika bicara soal pemasaran di fotografi, lanskapnya sudah pindah dan berubah. Dulu sifatnya lebih formulais: fotografer mengirimkan promosi, membeli tempat di katalog fotografi, dan mengikuti lomba foto di berbagai industri untuk memopulerkan nama dan menemukan pekerjaan. Sekarang ini adalah media sosial. Tapi sukses yang sebenarnya adalah membangun hubungan. Apakah itu editor,
8252_Passionate_(220-247).indd 227
10.9 Salah satu dari foto yang pertama diterbitkan. Seorang ibu dan anak di bis Toronto. © Steve Simon
5/07/2013 2:28:16 PM
228 The Passionate Photographer
10.10 Sebuah website adalah etalase dan menjadi portofolio cepat bagi fotografer untuk mendapatkan pekerjaan baru. Pastikan website itu menarik dan mudah diakses. © Steve Simon
pengarah artistik, atau klien, itu semua melalui mengenal orang di mana kepercayaan dibangun atau dihancurkan. Sebaliknya, pekerjaanmu adalah selalu menjadi batu loncatan ke hubungan yang baru. Sekarang ini, ada lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan komunitas jaringan sosial berbasis web. Ada karyamu, ada Anda, fotografer, dan Anda sebagai manusia, dan semuanya bergabung menjadi satu kesatuan yaitu merk yang Anda jual.
SITUS DAN BLOG Saya telah membuat dua toko penting secara bersamaan karena semakin banyak saya melihat fotografer menggabungkan keduanya. Situs web adalah portfolio digital fotografer; hal tersebut sering merepresentasikan hasil karya yang lengkap tapi cenderung statis kecuali Anda sering memperbaruinya (10.10). Dan tidak seperti blog, situs Web adalah pembicaraan satu arah.
8252_Passionate_(220-247).indd 228
Jika Anda belum membeli nama domain, lihatlah apakah hal tersebut tersedia. Situs seperti register.com dan godaddy.com memungkinkan Anda untuk memasang sebuah nama dan memeriksa apakah itu tersedia saat itu juga. saya menambahkan kata “photo” untuk situsku (stevesimonphoto.com). Karena nama saya tidak tersedia. Dot com (.com) adalah yang paling diinginkan, tapi jangan resah, bangunlah kehadiranmu di dunia maya dan tunjukkan karya-karyamu ke orang banyak. Dari sudut pandang bisnis, situs harus merefleksikan jenis pekerjaan yang Anda lakukan dan ingin lakukan lebih banyak lagi, dan juga harus merefleksikan kepribadianmu. Dengan jutaan situs di luar sana, merupakan ide bagus untuk memisahkan Anda dengan orang lain dan membangun hubungan dengan pemirsa secara langsung. Hal tersebut harus konsisten dengan merek yang Anda buat, baik secara visual dan isi. Pikirkan untuk membuat logo dan skema warna, yang dapat menjadi desain konsisten yang digunakan di semua materi promosi.
5/07/2013 2:28:17 PM
Langkah kesepuluh: MENINDAKLANJUTI: BAGIKAN VISIMU DENGAN DUNIA 229
Situs web akan dengan mudah menautkan ke karya-karyamu, dan Anda harus jelas dengan tujuan situsmu. Tentunya, situs itu akan memajang karyakaryamu, tapi jika Anda ingin menjual foto, atau buku, atau membangun bisnis workshop atau sebagai pembicara, hal ini harus terlihat. Untuk jelasnya, beberapa fotografer memisahkan beberapa jenis pekerjaannya dengan membangun beberapa situs yang berbeda. Saya pikir ada bagusnya dispesialisasi, dan jika Anda ingin membangun bisnis fotografi pernikahan, misalnya, sebuah situs yang khusus membuat calon klien percaya, mengindikasikan Anda adalah spesialis dan ahli di daerah tersebut. Permudah orang-orang untuk berhubungan dengan Anda dengan mengikutsertakan info kontak di setiap halaman. Dunia ini berisi orang-orang yang menyukai hal-hal yang instan karena kesabaran yang terbatas. Pastikan situsmu mudah dinavigasi, dimuat dengan cepat, dan diperbarui cukup sering, sehingga segar dan memikat orang untuk kembali. Saya baru saja mendirikan blog. Saya menginginkannya untuk waktu yang lama, tapi sampai saya mengambil nasihat saya sendiri di langkah ke-9 dan membuat hal tersebut menjadi sasaran dan prioritas, hal tersebut tidak pernah terjadi. Di masa sekarang, adalah blog - yang mendorong komunikasi dua arah - yang dapat mempertahankan fans dan pengikutmu untuk kembali lebih sering lagi. Anda bisa memposting ide yang panjang, foto-foto baru, dan video untuk membuat komunikasi tetap baru. Jika Anda memutuskan untuk melakukan demikian, Anda bisa mendapatkan sebuah toko untuk mengiklankan produk dan jasa yang Anda tawarkan. Sebuah blog adalah sebuah alat penyeimbang yang bagus. Seorang yang kecil dengan sebuah komputer dan ide bagus dapat bersaing dengan situs yang mapan jika memiliki isi yang berkualitas dan orisinil untuk ditawarkan ke komunitas. Dengan lebih dari 150 blog yang ada untuk umum, beberapa orang mungkin akan mengatakan pasar blog sudah terlalu ramai. Tapi jika Anda memiliki isi yang orisinil, memancing orang berpikir dan menarik secara visual, kabar tentang Anda akan beredar dengan cepat. Dengan banyaknya peluang-peluang media sosial, mana yang harus Anda miliki? Jika pemasaran adalah sasaranmu, mungkin sebaiknya Anda punya sebanyak-banyaknya. Tapi lakukan riset dan lihatlah
8252_Passionate_(220-247).indd 229
yang mana yang masuk akal bagimu. Jika tidak, gunakan panggung yang menurut Anda paling nyaman untuk dilakukan. Jika menulis bukan bakatmu, maka singkatnya sebuah twit atau foto dengan keterangan, atau bahkan video mungkin lebih masuk akal bagimu.
BUKU YANG BAGUS Seperti yang saya katakan di langkah pertama, Jika Anda ingin melihat bagaimana gairah itu terlihat, lihatlah ke sebuah buku foto. Untuk banyak fotografer, buku foto adalah sebuah sasaran penting. Buku bisa merupakan cara yang hebat untuk merangkum sebuah proyek, dan membuatnya sebuah karya portfolio yang bagus. Buku membuat Anda memegang kendali terhadap karyamu - Memilih foto yang ditampilkan dan di mana, berapa besar, bagaimana mereka bekerja bersama, dan tulisan yang mengikutinya memberitahukan pemirsa visimu atas sebuah proyek, tanpa ada kompromi. Membuat buku foto yang berkualitas kini telah terjangkau, tapi lebih banyak dari hal ini saya bahas kemudian. Ketika kita melihat di buku foto, kita sedang melihat visi terbaik fotografer di proyek saat dibuat. Sebuah pameran atau galeri web seringkali bersifat sementara; sebuah buku berada di suatu tempat, untuk selamanya. Menerbitkan sebuah buku dengan penerbit buku fotografi tradisional selalu sulit (10.11 dan 10.12). Bukannya karya yang ditolak tidak layak untuk dipublikasi; tapi merupakan bisnis yang sulit untuk mendapatkan uang. Percetakan offset membutuhkan jumlah buku minimum untuk memungkinkan secara ekonomi. Merupakan sebuah pasar yang spesifik dan sekarang ini, penerbit sangat konservatif atas kuantitas dengan sebagian besar dicetak antara 1.000 sampai 2.000 kopi, kadang-kadang lebih sedikit. Secara umum, buku foto bukan yang laris dijual, dan ketika penerbit setuju untuk mencetak sebuah buku, mereka perlu menghitung berapa kopi untuk dicetak. Sedikit buku terjual di cetakan pertamanya, dan proses itu bisa sangat mahal dan percuma karena banyak buku yang tidak terjual akan dikembalikan dan sering kali “tersisa” dibuang ke rak-rak diskon untuk dijual dengan harga yg sangat murah dibanding harga aslinya. Hal ini merupakan skenario yang bagus dan jelek untuk fotografer, karena
5/07/2013 2:28:17 PM
230 The Passionate Photographer
banyak buku bagus yang kita kenal tersisa, jadinya terjangkau untuk banyak orang penggemar fotografi. Karena membuat uang dari buku foto tidak mudah dilakukan, banyak penerbit besar membutuhkan fotografer atau galeri yang merepresentasikan fotografer untuk menggalang dana di muka untuk menutup biaya, meskipun dengan seniman yang sangat terkenal. Cara lain yaitu menerbitkan buku sendiri. Ini adalah alasan mengapa ada sejarah panjang tentang fotografer yang menerbitkan sendiri bukunya, dari Ralph Gibson dan Eugene Richards ke Lee Friedlander. Bahkan penulis literatur seperti Mark Twain, Ernest Hemingway dan Stephen King menerbitkan karyanya sendiri. Di model lama, jika Anda mampu membayar biaya produksi di muka, Anda akan mendapatkan sebagian besar keuntungannya, tapi Anda juga mengambil semua risikonya. Tapi ini cenderung lebih ke usaha kolaborasi, bekerja dengan tim desainer dan editor. Teorinya adalah banyak kepala lebih baik daripada satu, dan bukunya akan lebih baik karena usaha tim. Tapi ketika ini adalah bukumu dan Anda bekerja dengan sebuah tim, kadang-kadang terdapat konsesi dan kompromi, yang bisa mengalihkan Anda dari visi orisinalmu. Tidak perlu kompromi lagi. Teknologi print-on demand telah membuat mencetak dengan buku berkualitas cetak, dengan sampul lembut atau keras kini mudah dan ekonomis. Kini, semua orang bisa menjadi penerbit, dan kualitasnya sangat baik (dan selalu berkembang). Hanya ahli yang dapat memberitahukan bedanya antara percetakan offset tradisional dengan buku yang dicetak secara digital. Karena itulah, banyak penerbit fotografi tradisional berkecimpung dengan on-demand printing untuk proyek edisi terbatas. Anda membuat satu buku, dan beberapa perusahaan memungkinkan Anda menjual bukumu di situsnya, di mana pelanggan dapat membeli buku dan percetakan akan mengurus semuanya: membuat buku, mengirimnya, dan berbagi keuntungan denganmu.
10.11 and 10.12 University of Alberta Press menerbitkan buku pertamaku, Healing Waters: The Pilgrimage to Lac Ste. Anne, yang sekarang habis terjual. Halaman-halaman dimuat diatas palet sebelum dipotong dan dijilid. © Steve Simon
8252_Passionate_(220-247).indd 230
5/07/2013 2:28:18 PM
Langkah kesepuluh: MENINDAKLANJUTI: BAGIKAN VISIMU DENGAN DUNIA 231
Saya menggunakan software Aperture untuk membuat buku-bukuku yang memungkinkan saya bereksperimen dengan berbagai tata letak dan konfigurasi halaman (10.13). Ketika siap, saya bisa memilih menyimpannya sebagai sebuah file PDF, membuat buku untuk iPad, atau menggunakan layanan percetakan buku dari Apple, Blurb, Asuka, Shutterfly, Costco, Lulu, AdoramaPix, atau sebuah rak buku dari orang lain (banyak percetakan buku menawarkan plug-in untuk software Aperture dan Lightroom), atau gunakan software yang gratis sejenisnya. Anda tidak akan dapat menemukan perbedaan antara bukumu dengan buku yang diterbitkan secara komersial (Jika dilakukan dengan seksama). Ketika Anda menemukan proyekmu dan Anda bekerja melalui kesepuluh langkah, Anda akan berakhir dengan suatu badan karya yang bermanfaat untuk dibagikan. Saya menganjurkan Anda melalui proses pembuatan buku.
Teknologi ini tidak tersedia untuk kita dengan mudah beberapa waktu yang lalu. Di zaman dulu, ketika saya memiliki badan karya yang saya ingin kirim ke penerbit buku, saya akan membuat dumi (buku contoh) untuk menunjukkan visiku tentang bagaimana bukunya terlihat. Hal itu membutuhkan pencetakan, menyebarkan mereka ke seluruh rumah dan saya berjuang mengatasi kesulitan dengan menjodohkan, mengurutkan dan memilih sampul, dan kemudian membuat beberapa fotokopi untuk diserahkan ke beberapa penerbit, menjilid mereka dengan beberapa cara. Hal tersebut banyak menguras tenaga manual, dan meskipun kualitasnya cukup bagi penerbit-penerbit itu untuk melihat karyanya, tapi itu bukan sesuatu yang sangat bagus. Di tahun 2005 saya memiliki kesempatan untuk bekerja di liputan HIV/AIDS di Afrika untuk dipublikasikan sebagai sebuah buku. Daripada melakukannya dengan cara lama, yaitu secara
10.13 Ada banyak situs pembuat buku. Saya memilih Aperture untuk melakukan semua pengolahan fotoku, namun fungsi pembuat bukunya secara khusus sangat bagus. © Steve Simon
8252_Passionate_(220-247).indd 231
5/07/2013 2:28:19 PM
232 The Passionate Photographer
10.14-10.19 Tempat seperti FotoFest mengizinkan Anda membawa badan karyamu untuk ditunjukkan kepada variasi orang-orang berpengaruh di dunia fotografi. Ketika Anda memiliki badan karya yang lengkap, cara yang bagus untuk mendapatkan kesempatan adalah menunjukkannya. © Steve Simon
manual, saya menggunakan Aperture untuk secara elektronik membuat visiku untuk buku dan mencetaknya ke penerbit berdasarkan versi mereka. Printing on Demand memaksa Anda untuk melakukan yang terbaik karena Anda memiliki kemampuan untuk menambahkan teks dan memilih ukuran, tata letak dan desain. Jika Anda memanfaatkan waktu dengan baik dan tidak terburuburu dalam proses, Anda akan mendapatkan buku yang secara keseluruhannya lebih besar daripada foto-foto individual dan elemen yang membuatnya. Setelah dicetak, selesai, Anda komit. Dengan begitu, dengan printing on demand, Anda kemungkinan akan merevisi buku tersebut di edisi berikutnya. Dari sudut pandang pemasaran, buku dapat juga digunakan sebagai e-book, yang akan menghapuskan ongkos dan waktu untuk memberikan kepada orang yang Anda ingin tunjukkan dan menawarkan kesempatan baru - baik secara keuangan dan artistik - untuk mengedarkannya ke pembaca. Jika Anda ingin berbagi visi ke dunia, gunakan sebanyakbanyaknya panggung yang tersedia untukmu - dari web, ke multimedia, ke cetak. Meskipun demikian, yang terbaik untuk menunjukkan darah, keringat dan air mata ke banyak proyek jangka-panjang adalah buku foto. Jika masuk akal untuk karyamu, saya menganjurkan membuat buku untuk proyek yang berbeda dan untuk portofoliomu. Mereka relatif murah dan mudah dibagikan, dan mereka dapat membuat kesan yang bagus untuk peninjaumu.
8252_Passionate_(220-247).indd 232
PERTEMUAN PERSONAL Meskipun semua komunikasi online dapat dilakukan fotografer masa sekarang, ada titik di mana Anda harus keluar dari kenyamanan dan keamanan dari layar komputer dan keluar menghadapi manusia yang sebenarnya. Kritik yang konstruktif tidak pernah akan cukup, dan salah satu cara terbaik untuk mendapatkan banyak kritik adalah menghadiri tinjauan portfolio dan dapatkan kritik dari beberapa orang yang paling berwawasan dan pandai berbicara soal bisnis. Beberapa tahun sekali, beberapa dari agen, editor, dan pemilik galeri yang paling berpengaruh di seluruh dunia berkumpul di acara-acara seperti FotoFest (Houston dan Paris), Photolucida (Portland), Review Santa Fe, PhotoNOLA (New Orleans), dan Contact Photo di Toronto untuk menemui fotografer baru yang hadir. Ini adalah cara yang lama lawannya pertemuan virtual. Ini analog, nyata, dan dapat memberikan pengaruh yang besar ke karya dan karirmu (10.14-10.19). Acara-acara ini bukan untuk kumpulan karya yang belum lengkap, tapi untuk proyek yang telah dikerjakan dalam jangka waktu yang lama, siap untuk pameran dan publikasi. Anda membayar untuk menghadiri acara-acara ini, di mana Anda biasanya dijamin akan mendapatkan sejumlah pertemuan 20 menit per pertemuan dengan beberapa pemain yang paling berpengaruh (yang sulit untuk ditemui) di dunia seni rupa dan editorial.
5/07/2013 2:28:26 PM
8252_Passionate_(220-247).indd 233
5/07/2013 2:28:28 PM
234 The Passionate Photographer
Beginilah cara kerjanya. Anda menemukan siapa yang akan berada di sana, membaca deskripsi tentang siapa mereka, dan institusi yang mereka representasikan, dan membuat pilihan-pilihan tentang siapa yang Anda harus temui. Tentunya Anda ingin mencocokkan karyamu dengan karya yang mereka cari, yang biasanya tertera di katalog. Banyak alasan positif untuk berinvestasi di acara-acara seperti ini. Salah satunya, mereka memaksa untuk mengatur proyek Anda dengan konfigurasi terbaik, seperti membuat buku dan portfolio cetak, membuat keterangan proyek dan pernyataan seniman, dan secara umum memikirkan semuanya sehingga Anda bisa mengomunikasikan perasaan terhadap proyek tersebut. Proyekmu merepresentasikan kulminasi dari semua langkahlangkah yang telah diikutsertakan dalam karya/ proses berpikir fotografimu. Karena banyak dari yang hadir merepresentasikan museum dan galeri, foto yang dicetak masih merupakan yang paling banyak digemari, tapi buku-on demand juga bisa membuat kesan yang baik, menunjukkan karya dengan cara yang lebih komplit. Saya lebih memilih memiliki banyak pilihan, maka
10.20 Bahkan dalam dunia digital sekalipun, banyak galeri dan museum lebih memilih untuk melihat versi cetak karya Anda supaya tahu kualitas cetakannya © Steve Simon
8252_Passionate_(220-247).indd 234
untuk saya, masuk akal untuk memiliki karyaku tidak hanya dalam bentuk cetak tapi juga di iPad atau ponsel pintar, situs, dan bahkan mungkin CD slideshow dari JPG, bila sewaktu-waktu ada yang memintanya. Pemikiran yang sama dan kualitas yang digunakan di bukumu harus ditempatkan ke presentasimu, membuatnya sesempurna yang Anda bisa dan menunjukkan rasa hormat ke karya dan peninjaumu. Untuk portfolio yang dicetak, potongan foto harus bersih, tersusun rapi, dan dengan kualitas terbaik (10.20). Tidak ada kompromi. Mereka tidak harus dipasang di bingkai tapi harus dimasukkan ke kotak arsip yang bagus. Jika Anda menyelipkan foto cetak di dalam buku portfolio, pastikan halamanhalaman bersih dan mudah dibolak-balik. Saya suka mencetak foto vertikal di mode landskap, sehingga peninjau tidak perlu memutar kepalanya untuk melihat orientasi yang tepat. Menurut pengalamanku, sangat baik jika tidak mencoba menunjukkan terlalu banyak tapi berkonsentrasi ke badan kerja yang paling dikembangkan. Bukan ide buruk untuk mendapatkan karya lain denganmu; sering kali, pertemuan “tidak resmi” dibuat, yang memberikan Anda kesempatan untuk menemui orang setelah acara berakhir. Saat ini di mana memiliki karya di dalam iPad merupakan cara yang baik untuk menunjukkannya di restoran yang gelap atau bar jika hal-hal yang tidak terduga yang membawamu ke sana. Bawalah selalu kartu nama, dan tinggalkan kartu nama sendiri ataupun jika ada material yang perlu ditinggalkan, sertakanlah semacam kartu pos atau cetakan yang memiliki info kontak dan foto ikonikmu di dalamnya. Karyamu akan melakukan percakapan untukmu, tapi tentunya Anda ingin membuat kesan yang baik. Latihlah proses pertemuan dengan teman atau teman fotografer. Di dalam tinjauan, Anda kemungkinan akan mendapatkan pertanyaan, semakin Anda pandai mengungkapkan proyekmu baik secara lisan dan tulisan, semakin nyaman Anda berbicara tentangnya. Tentunya Anda mencari kesempatan yang bisa disediakan oleh peninjau-peninjau, tapi apa yang membuat tinjauan ini tak ternilai adalah wawasan ke dalam karyamu oleh orang-orang pintar di posisi tertinggi di profesinya. Saya mendapatkan
5/07/2013 2:28:29 PM
Langkah kesepuluh: MENINDAKLANJUTI: BAGIKAN VISIMU DENGAN DUNIA 235
wawasan yang sangat bagus di dalam percakapan yang mempengaruhi karya saya secara positif. Anda mungkin bisa mempertimbangkan untuk membawa perekam dengan Anda dan bertanya apakah boleh merekam sesi tersebut. (Mereka berbicara terlalu cepat, dan kadang Anda ketinggalan sesuatu). Bertanyalah. Pastikan Anda mengerti apa yang dibicarakan. Saya memiliki beberapa pengalaman yang sangat baik di Fotofest, bukan hanya dikelilingi oleh komunitas seniman berbakat yang saya belajar darinya, tapi dengan mencari karya baru yang menginspirasi dan menemui banyak orang hebat selama di sana. Ada euforia yang muncul dari mendapatkan tinjauan yang bagus, tapi kunci dari acara-acara ini adalah menindaklanjuti dan membangun hubungan yang Anda mulai. Kadang-kadang janji dibuat tapi tidak diteruskan. Jadi coba untuk mengekang kegiranganmu sampai apa yang Anda pikir terjadi, benar terjadi. Ketika Galeri Leica di New York menghubungi saya untuk mengatakan mereka tertarik mengadakan pameran untuk karyaku, sepertinya hal ini terjadi begitu saja. Tapi faktanya adalah, saya telah berhubungan dengan mereka bertahun-tahun dengan menginformasikan karya baruku. Itulah relasi yang saya bangun, demikian juga karyaku, yang menuntun pada pameran. Bill Hunt adalah seorang dealer fotografi yang sangat dihormati, juga sebagai kurator dan kolektor di New York. Dia tahu bagaimana memainkan sebuah permainan. “Jika Anda mengarahkan pikiranmu ke sana, Anda bisa menemui semua orang... sekali,” katanya. “Pertemuan yang kedua yang akan sulit.” Ketika Anda bertemu dengan orang tersebut, bersiaplah. Bill telah mengizinkan saya untuk mencetak ulang handout “SEPULUH TERBAIK”-nya mengenai subjek ini, yang saya pikir sangat tepat untuk membangun karir di seni murni fotografi. 1. Memiliki bakat 2. Berpikir cerdas. Berusahalah berpikir. Jangan jadi orang brengsek, jadi orang yang menyenangkan. Jika Anda memiliki cukup determinasi, Anda bisa menemui siapa saja setidaknya sekali. Ambillah kesempatan ini secara serius; jangan membuang kesempatan. Periksalah dirimu sendiri. Apakah karyamu telah selesai dan apakah Anda siap mendekati museum atau dealer/penjual?
8252_Passionate_(220-247).indd 235
3. Fokus. Bersikap tulus. Berambisi. Berpikirlah dalam jangka panjang dan seluruh perjalanan karirmu. 4. Harus jelas. Mampu untuk mengungkapkan apa yang Anda lakukan, tidak terlalu banyak tentang mengapa Anda melakukannya tapi ungkapkanlah secara harfiah. Latihlah apa yang Anda ingin katakan. Simpanlah catatan-catatan tentang karyamu dengan sempurna. 5. Bersiaplah, punya cetakan, punya disks, punya resume, punya kartu nama. Jangan katakan kepada saya mereka ada di rumah atau Anda masih mengerjakannya. Berikan sesuatu untuk saya ingat. Kirimkan catatan terima kasih. 6. Dapatkan hidup yang memuaskan. Mengajarlah: dapatkan komisi, pekerjaan komersial, stok, apa saja. Dapatkan uang, cinta, berbahagialah. Itu akan memberitahukan karyamu secara positif. 7. Aktiflah, Jadilah penjual karyamu yang utama. Ambil tanggung jawab untuk mengantarkan karyamu ke museum dan majalah. Dekatilah kolektor sendiri. Bangunlah daftar milis. Pasarkan dirimu sendiri. Kirim kartu pos. Sumbangkan cetakan ke lelang untuk amal. Pergi ke acara pembukaan. Bertemanlah dengan seniman sezaman. Gunakanlah mereka. Selalu meminta untuk direkomendasikan. Menerbitkan atau diterbitkan. Carilah langganan tetap, mentor atau penasihat. Gunakanlah mereka. 8. Jadilah orang yang mau menerima. Catatlah. Bawa sebuah pensil dan kertas untuk janji. Kerjakanlah pekerjaan rumahmu. Ketahuilah karya yang seperti apa yang dipamerkan di galeri sebelum Anda mendekati mereka. Pergi dan lihatlah. Sapalah, tapi pekalah terhadap waktu yang diinginkan dealer (kecuali Anda ingin membeli sesuatu). Rasakan apa yang terjadi di sana. 9. Jangan mengasihani dirimu sendiri. Edit, edit, edit. Edit, edit, edit. Hapuslah apa saja yang kurang bagus. Buatlah saya lapar untuk melihat karya-karyamu lebih banyak lagi. 10.Bersabarlah. Sudilah.
5/07/2013 2:28:29 PM
236
The Passionate Photographer
Pelajaran yang dipelajari MENJAGA KEYAKINAN: PROYEK EMPTY SKY Keyakinan adalah elemen dari fotografiku yang terus berlanjut sampai ke permukaan karyaku, tidak hanya di dalam cerita-cerita yang saya pilih untuk dikejar, tapi juga didalam filosofiku dan pendekatanku dalam memotret. Apa yang terjadi denganku dan proyekku “Empty Sky: The pilgrimage to Ground Zero” adalah sebuah latihan di dalam keyakinan dan kepercayaan di karyaku dan contoh yang hebat tentang apa yang dapat terjadi ketika Anda menempatkan karya di luar sana. Ceritanya kembali ke saat setelah 9/11. Saya memutuskan untuk membuat sekumpulan foto yang mendokumentasikan ziarah orang yang merasa terdorong untuk pergi ke Ground Zero, untuk melihat dengan mata kepala sendiri situs dengan kehancuran yang tidak dapat dipercayai. Saya ingin melakukan proyek ini, selain untuk mengekspresikan kesedihanku dan kekacauan setelah 9/11, juga karena reaksi yang saya saksikan, yang sangat kuat dan menceritakan cerita tentang kejadian itu yang berbeda dari foto yang dibuat di situs itu sendiri (10.21). Setelah memotret lebih dari 100 rol 35mm Tri-x film selama tiga bulan dari September akhir ke hari natal 2001, saya merasa memiliki serial foto yang akan berhasil sebagai sebuah buku. Saya membuat beberapa kopi dari dummy dan mencari penerbit buku fotografi untuk mengajukan karyaku. Meskipun proyekku diterima dengan baik - menilai dari komentarkomentar positif beberapa surat penolakan – semua itu tetaplah surat penolakan (10.22). Banyak surat penolakan. Fotografi adalah cara yang sangat bagus bagi kita untuk berkomunikasi tentang apa yang kita anggap penting atau cantik atau ketakutan dalam hidup, atau untuk menarik perhatian ke masalah yang perlu diperhatikan; dengan kata lain, hal itu adalah cara yang sangat pribadi untuk berkomunikasi. Maka ketika ditolak, Anda akan merasa sangat terpukul. Tapi penting untuk tidak tersinggung, dan belajarlah dari situ.
8252_Passionate_(220-247).indd 236
5/07/2013 2:28:32 PM
Pelajaran yang dipelajari: MENJAGA KEYAKINAN: PROYEK EMPTY SKY
237
10.21 Seorang pria melihat melalui teropong ke arah di mana menara kembar dulunya berada. Dari proyek “Empty Sky.”
8252_Passionate_(220-247).indd 237
5/07/2013 2:28:32 PM
238
The Passionate Photographer
10.22 Surat-surat penolakan
8252_Passionate_(220-247).indd 238
5/07/2013 2:28:36 PM
Pelajaran yang dipelajari: MENJAGA KEYAKINAN: PROYEK EMPTY SKY
Jika Anda merencanakan membuat sebuah buku, antisipasilah penolakan dan jagalah keyakinan. Gigihlah. Meskipun banyak surat penolakan, saya percaya dengan karya ini dan pantang menyerah mewujudkan mimpi untuk diterbitkan dalam bentuk buku. Saya belajar dari kritik konstruktif surat-surat penolakan dan sering merevisi dummy buku untuk menyempurnakannya. Setelah sejumlah surat penolakan, saya mencoba cara lain untuk mendekati masalah penerbitan ini. Almarhumah Susan Sontag tinggal di gedung saya. Dia terhubung ke dunia fotografi melalui buku On Photography. Dia juga seorang yang berpendirian keras dan warga New York yang terkenal. Saya pikir jika dia setuju untuk menulis kata pengantar untuk proyek ini, kemungkinan penerbit buku akan lebih memperhatikan karya ini. Lalu melalui penjaga pintu, Ralph Garcia, saya memberikan dummy buku kepadanya, dan disampaikannya (10.23). Di hari berikutnya, saya mendapat telepon dari asistennya yang mengatakan bahwa betapa sibuknya dia dan mungkin akan memakan waktu beberapa bulan untuknya bahkan untuk sekedar melihatnya. (Asisten tersebut mengatakan dia mendapatkan 150 permintaan yang sejenis setiap tahun). Saya mengatakan bahwa saya memiliki kopi ekstra dan tidak memiliki harapan apa-apa. Saya hanya ngin dia melihat karyaku, dan di akhir percakapan saya diyakinkan bahwa dia akan menjaga janjinya dan menunjukkan dummy buku tersebut. Itu saja. Berbulan-bulan kemudian, saya terus mencari perjanjian penerbitan tapi saya terus mendapatkan surat penolakan. Saya tidak pernah mendengar kembali dari Susan Sontag atau asistenya. Tapi suatu hari saya mendapatkan telepon dari seorang fotografer yang bernama Andy Levin, yang mengatakan bahwa dia melihat karyaku mengenai Ground Zero dan dia sangat menyukainya. Dia mengatakan kepadaku bahwa dia membeli buku dummy karyaku dari seorang pria yang menjual kepadanya di jalan 7th Avenue dengan harga empat dolar (10.24). “Apa? Siapa Anda?” saya bertanya. Dia mengatakan bahwa dia membeli bukunya dari orang yang memungut buku saya dari tong sampah Susan Sontag! “Hmmm,” saya pikir. Luar biasa perasaan yang harus saya terima. Tapi Andy Levin meneruskan percakapan kami dan bercerita mengenai
8252_Passionate_(220-247).indd 239
239
10.23 Ralph Garcia. ©Steve Simon
10.24 Dummy dari proyek “Empty Sky” © Steve Simon
5/07/2013 2:28:37 PM
240
The Passionate Photographer
10.25 The American Spirit.
8252_Passionate_(220-247).indd 240
temannya di majalah Life (Barbara Burrows) yang menerbitkan serangkaian foto pengenangan paska 9/11 yang akan diterbitkan pada peringatan setahun peristiwa itu dan bertanya apakah memungkinkan dia menunjukkan karya saya itu pada Barbara Burrows. Singkat cerita, buku Life, The American Spirit dengan kata pengantar oleh George W. Bush, menerbitkan delapan halaman karyaku dari ground Zero (10.25). Saya mendapatkan pembayaran yang terbesar sejak saya pindah ke New York tahun 2000 ($8,000), dan dengan kredibilitas dari buku Life, saya berhasil mendapatkan penerbit kecil di Montreal yang menerbitkan Empty sky: The Pilgrimage to Ground Zero (10.26). Saya kembali menemui Ralph dan mengatakan kepadanya tentang keberuntungan saya yang menakjubkan, dan dia berkata “Tentu, itulah Steve.” Steve adalah seorang pria yang berwirausaha yang mendapat keuntungan dari barang bagus yang dibuang oleh warga New York dan sering mendirikan tenda di jalan Seventh Avenue untuk menjual barang yang dibuang orang. (Saat ini, dia menggunakan Craigslist). Saya tidak tahu apakah Susan Sontag pernah benar-benar melihat dummy buku itu, tapi itu tidak jadi masalah. Dalam ungkapan terima kasih, saya berterima kasih kepada semua orang di dalam cerita ini, dari Ralph, Steve, Andy, sampai ke Susan Sontag. Saya melakukan semua hal yang benar untuk mencoba mencari penerbit, tapi dari tong sampah di gedung saya yang menuntun saya untuk mencapai kesuksesan terbesar saat itu (10.27). Untuk saya, moral dari cerita tersebut adalah jika Anda benar-benar percaya pada apa yang anda lakukan, maka Anda akan berhasil. Teruslah dan tekunlah. Anda tidak pernah tahu kapan sukses di masa depan akan datang, jadi jangan menyerah, sebarlah, dan jagalah keyakinan.
5/07/2013 2:28:38 PM
Pelajaran yang dipelajari: MENJAGA KEYAKINAN: PROYEK EMPTY SKY
241
10.26 Buku Empty Sky diterbitkan. © Steve Simon
10.27 Tong sampah Susan Sontag. ©Steve Simon
8252_Passionate_(220-247).indd 241
5/07/2013 2:28:39 PM
242
The Passionate Photographer
8252_Passionate_(220-247).indd 242
5/07/2013 2:28:46 PM
8252_Passionate_(220-247).indd 243
Pelajaran yang dipelajari: MENJAGA KEYAKINAN: PROYEK EMPTY SKY
243
5/07/2013 2:28:51 PM
244 The Passionate Photographer
Langkah kesepuluh Tindakan: Meninjau dan menindaklanjuti Kita telah meliput banyak hal di kesepuluh langkah, sehingga saya ingin memberikan rangkuman singkat dari beberapa konsep utama yang saya utarakan sebelum saya melepas Anda untuk latihan memotret dan menjadi seorang fotografer hebat. Saya tidak ragu dengan rencana tindakan, gairah, latihan dan ketekunan. Anda akan mencapai tujuan.
Langkah 1: Gairah: seinci lebarnya, satu mil dalamnya. Yang paling memuaskan dari proses fotografi sering muncul ketika Anda menemukan proyek atau tema yang membuat Anda semangat. Dengan menemukan arti dan tujuan dari proses pemotretan, Anda akan belajar tentang diri sendiri sambil meningkatkan visi fotografi pribadi Anda. Bebaskan diri Anda dari rutinitas fotografi. Tanyakan kepada diri sendiri, “Apa yang saya coba katakan dengan fotografiku?” Jadilah orang yang orisinil, otentik dan jujur tentang siapa Anda sebagai seseorang dan fotografer ketika mencari proyek fotografi. Berpikirlah besar, cari cerita atau tema yang menginspirasi Anda untuk tetap mengerjakannya dan membuatmu bekerja keras, menggerakkan Anda melewati frustasi masa lalu dan melalui rintangan-rintangan, mendorong Anda menuju kompetensi fotografi dan kegembiraan yang tidak bisa Anda bayangkan dari awal. Banyak dari ide yang bagus berasal dari kehidupan pribadi. Pengalaman pribadi dan menjelajahi koneksi pribadi sering menghasilkan beberapa cerita terbaik dan bermanfaat. Carilah buku fotografi untuk inspirasi. Semuanya sudah pernah dilakukan sebelumnya; lakukanlah lebih baik, lakukan dengan caramu sendiri. Seperti musik, fotografi adalah bahasa universal yang bisa dipahami semua orang. Semakin pribadi dibuat, semakin universal jadinya. Ketika bekerja di suatu cerita melewati waktu yang ditentukan, tantanglah dirimu untuk melihat detail baru,
8252_Passionate_(220-247).indd 244
perhatikan nuansa, jangan berhenti melihat. Ide adalah segalanya. Jika Anda tidak bisa memutuskan proyek yang besar, cobalah proyek jangka pendek terlebih dulu: seseorang, sebuah acara, sebuah bisnis, sehari dalam kehidupan, atau seri portrait. Hal itu bisa still life, pemandangan, atau kelompok gambar lain dengan benang merah yang sama, mengikat mereka semua bersama. Buatlah hal itu sederhana. Lebih sederhana, lebih baik. Sebuah proyek yang dapat direpresentasikan secara kronologi atau tema, tapi foto-foto perlu bekerja sama. Cari subjek dan lingkungan yang Anda akan suka dan menyenangkan. Akses adalah segalanya untuk memaksimalkan kesempatan memotret dan menguatkan karyamu. Pilih subjek yang memberikan akses tak terbatas. Memiliki misi atau pernyataan seni akan membantu memperjelas dan menajamkan fokus visimu untuk sudut pandang yang konsisten, dan juga sebagai kerangka untuk pemotretan di masa depan.
Langkah 2: Volume, volume, volume: 10.000 jam: Latihan dan ketekunan Semakin banyak Anda bereaksi, semakin banyak pengalaman mengajarkan Anda apa yang bekerja dan mana yang tidak. Semakin banyak Anda memotret, semakin sering mata di jendela bidik, semakin Anda menemukan diri di tempat yang benar dan pencahayaan yang benar tanpa harus berpikir tentangnya. Secara sadar, Anda perlu melalui sejumlah karya untuk mencapai sisi lain dari foto-foto yang hebat. Jika Anda memotret dalam jumlah besar, gaya unikmu akan terbuka dengan sendirinya; tidak perlu untuk memaksanya. Penguasaan peralatan dan kreativitas akan jauh meningkat, sementara teknik masuk ke bawah sadar dan menjadi intuitif seiring Anda menjelajahi subjek tanpa terganggu. Perbedaan antara apa yang Anda pikirkan dengan apa yang didapat di lapangan serta yang Anda dapatkan akan semakin sempit. Anda tidak perlu berpikir, hanya lakukan, potretlah saja.
5/07/2013 2:28:51 PM
Langkah kesepuluh: MENINDAKLANJUTI: BAGIKAN VISIMU DENGAN DUNIA 245
Langkah 3: Bekerjalah: jangan menyerah pada keajaiban Tarian komposisi: Bergeraklah sekeliling lantai, mata di jendela bidik, kadang berpikir, kadang merasakan, tapi terus menjelajahi, mencoba sudut baru untuk melihat bagaimana mereka terlihat untuk mendapatkan kemungkinan tempat yang terbaik untuk memotret. Potret pertama adalah titik awalmu. Beri dirimu variasi pilihan. Ini adalah permainan inci demi inci. Sedikit pergerakan akan menimbulkan efek dramatis di hasil akhir, mengubah letak subjek di depan dengan latar belakang dan garis horizon. Beranilah mencari posisi memotret terbaik, mempertahankan sikap rendah hati, selalu bergerak, mendekat, bekerja dengan cepat dan tidak bersuara. Langkah 4: Petualang yang kesepian: Konsentrasi dan jangan pernah menetap di zona nyaman Anda Untuk memotret ke tingkat tertinggimu, Anda perlu menyendiri dan mencari cara ke zona fotografi yang berkonsentrasi tinggi di mana Anda berada di dalam momen dan semua gangguan lenyap. Kemampuan untuk mempertahankan ketenangan, kekaleman, dan konsentrasi di antara pandangan dan suara dan bau dari lokasi yang baru dan meriah adalah kunci untuk mendapatkan foto yang kuat, tapi juga menantang, terutama di situasi yang sangat menekan dan sulit. Waktumu sering kali terbatas; ketika memungkinkan, jelajahilah semua jalan di daerah tempat Anda memotret, catat daerahdaerah yang berpotensi bagus secara visual untuk memaksimalkan hasil foto. Semakin banyak waktu dihabiskan di daerahdaerah ini, Anda akan seperti mengupas bawang, selapis demi selapis, menggali permukaan untuk foto-foto yang mungkin sebelumnya tidak terlihat. Percayalah pada instingmu untuk keselamatan dan intuisi untuk menuntun Anda ke tempat yang benar, melewati rintangan lama menuju tempat yang baru dan menarik. Bersabarlah, pertahankan konsentrasimu.
Langkah 5: Portrait yang menggugah: Memotret orang menjadi lebih mudah Tergantung dari tingkat kesegananmu, butuh berbagai praktik untuk mencari strategi Anda sendiri untuk mendekati orang asing agar mendapatkan foto yang Anda inginkan. Jangan meminta kesediaan mereka untuk dipotret; tanyakan apakah Anda bisa berbincang dengannya sebentar. Karena meskipun mereka setuju Anda memotretnya, harapan mereka cuma untuk satu dua foto saja. Anda ingin memotret lebih dari beberapa foto, karena Anda tahu foto yang bagus seringkali muncul ketika pemotretan berlangsung, seiring dengan Anda dan subjek merasa lebih nyaman bersama – akan lebih banyak foto yang dapat dibuat. Saat Anda mendapatkan persetujuan, Anda dapat menerapkan langkah kedua dan ketiga. Tidak selalu mudah untuk menarik perhatian subjek yang berpotensi, tapi pasti akan semakin mudah. Saya menemukan bahwa pengalamannya sangat memuaskan di berbagai tingkatan. Langkah 6: Ikutilah cahaya… dan belajar untuk menguasainya Mengikuti cahaya meningkatkan kesempatanmu untuk mendapatkan foto yang bagus karena di mana ada cahaya yang bagus, ada banyak foto yang bagus untuk dibuat. Cahaya akan membantu menceritakan sebuah foto. Cahaya terus-menerus berubah dan tidak ada waktu yang buruk untuk memotret. Cahaya bisa selalu menarik. Berjalanlah di sekitar tempat Anda memotret dan perhatikan bagaimana posisi kamera mempengaruhi cahaya. Cahaya dari samping dan belakang adalah dua cara yang kuat untuk menggunakan cahaya alami. Cuaca buruk sering kali sama dengan cahaya yang bagus dan cahaya yang bagus pantas untuk ditunggu. Seiring Anda mengikuti cahaya, perhatikan kualitas cahaya yang gelap dengan seksama. Dengan kamera yang menghasilkan foto yang sangat baik di ISO yang tinggi, sukses tidak lagi ditentukan oleh kuantitas tapi kualitas, meskipun di keadaan cahaya yang gelap. Setiap pemotretan membutuhkan strategi; strategi ke halaman berikutnya
8252_Passionate_(220-247).indd 245
5/07/2013 2:28:51 PM
246 The Passionate Photographer
lanjutan
mengikuti cahaya. Ke mana arah matahari? Di mana cahaya terlihat paling bagus? Carilah. Saat fajar atau senja, bayangan dan tekstur terlihat paling tiga dimensi dalam lanskap. Cahaya biasanya berwarna keemasan, memancarkan suasana yang hangat, bahkan sinar, meredupkan semua cahaya pengganggu dan memandikan semua cahaya tersebut dalam pancaran yang hangat. Gunakanlah white balance secara kreatif untuk menafsirkan warna dalam pemandangan dengan file RAW. Penggunaan custom white balance adalah ide yang bagus jika memotret orang, di bawah cahaya buatan atau campuran. Perhatikan juga histogram – terutama histrogram warna merah – untuk menemukan white balance yang paling sesuai/masalah warna kulit (skin tone) dan memperbaikinya. Buatlah catatan dalam “You Book” mu tentang cahaya yang bagus, tanggal dan waktu untuk referensi di masa mendatang.
Langkah 7: Seni mengedit : Pilihlah dengan baik dan jadilah yang terbaik yang Anda bisa. Editing penting untuk menaikkan karya terbaikmu naik ke bagian atas portfoliomu. Bila Anda menghadap saat yang berat saat editing; itu berarti Anda menghasilkan banyak karya bagus. Editing merupakan sebuah keterampilan yang berkembang seiring waktu berjalan, tapi ada keterbatasannya. Mencari pendapat kedua yang objektif dari orang yang dihormati juga penting karena kadang-kadang Anda terlalu dekat secara emosional dengan karyamu untuk bisa melihatnya secara jelas dan objektif. Mendapatkan umpan balik yang baik juga sangat penting tapi tidak selalu mudah ditemukan. Temukan orang yang bisa mengutarakan kritik dari foto-fotomu dengan cara yang dapat dimengerti oleh Anda dan pakailah untuk belajar, bertumbuh dan meningkatkan kualitas karyamu. Hal ini penting dalam perkembanganmu sebagai fotografer. Buatlah alur editing Anda komplit, sehingga bisa mempercayai pilihanmu tanpa harus mengedit
8252_Passionate_(220-247).indd 246
kembali. Editlah dengan insting. Ingatlah isi foto bisa lebih penting daripada teknis yang sempurna sebuah foto.
Langkah 8: Meninjau kekuatan dan kelemahan: Jangan berhenti belajar dan bertumbuh Periksalah karyamu dan lihatlah dengan kritis. Saya melihat karya saya dan menanyakan pertanyaan ini kepada diri sendiri. Apakah saya berusaha cukup keras untuk foto saya? Apakah cukup memvariasikan liputan saya atau apakah saya memotret dari sudut yang sama? Bagaimana hubungan jarak lensa ke subjek? Alhasil pertanyaan besarnya adalah “Bagaimana saya dapat membuat karya yang lebih baik?” di sisi baiknya, saya melihat apa yang berjalan bagus dengan foto-foto terakhir saya dan mengasah kekuatan yang saya punya sebagai fotografer. Segera setelah Anda mengidentifikasikan bagian yang perlu ditingkatkan, buatlah target untuk perbaikan. Hal itu bukan sesuatu yang misterius. Masalah teknis memiliki solusi yang bisa dicari lewat Google dengan beberapa pencetan tombol. Tapi itu hanya sebagian dari jawabannya. Keluarlah dengan kameramu dan atasi kelemahan secara langsung. Dibutuhkan praktik yang pintar dan benar-benar belajar dari kesalahanmu dengan meninjau kembali dan memperbaikinya. Kesalahan adalah bagian yang tidak dapat dihindari dari proses belajar. Jangan menyalahkan dirimu sendiri di atas kesalahankesalahanmu; belajar dari mereka. Potret lagi jika memungkinkan. Langkah 9: Rencana aksi: menentukan sasaran dan membuat strategi Menurut pengalaman saya, mengorganisasikan kehidupan fotografi adalah sasaran pertama yang bagus untuk ditetapkan. Tinjaulah kehidupan fotografimu dengan berpikir tentang di mana posisi Anda berada saat ini, dan di mana tujuan Anda. Menentukan sasaran-sasaran adalah cara bagus untuk memulai jalan ke sukses fotografi di masa depan yang didefinisikan olehmu.
5/07/2013 2:28:53 PM
Langkah kesepuluh : MENINDAKLANJUTI: BAGIKAN VISIMU DENGAN DUNIA 247
Bebaskan pikiranmu dari kekacauan dengan mengkonsolidasi pikiran-pikiran dan ide-idemu di suatu tempat. Buatlah “You Book” untuk mengisi semua sasaranmu, coret-coretan, papan cerita, dan apa saja yang keluar dari otakmu yang bisa digunakan di masa depan. Mulailah membuat daftar utama yang memetakan masa depan fotografi yang Anda imajinasikan atau impikan. Pikirlah secara jangka panjang dan gambaran besar. Kemudian, buat sasaran yang bersifat umum menjadi lebih spesifik dan yang
bisa diukur ketika ditinjau untuk mendapatkan kesempatan yang lebih baik untuk sukses. Jadwalkan waktu di kalendermu untuk mengerjakan tindakan spesifik untuk setiap sasaran.
Langkah 10: Menindaklanjuti: Bagikan visimu ke dunia Potretlah, bagikanlah, pelajari, dan potretlah lebih banyak lagi, ulangi, nikmati. Jadilah fotografer hebat dan bergairah yang Anda impikan.
© Steve Simon
8252_Passionate_(220-247).indd 247
5/07/2013 2:28:53 PM
248 The Passionate Photographer
UCAPAN TERIMA KASIH Saya sangat berterima kasih pada Tanja, istriku, dan kedua orangtuaku, Mac dan Frances, dan kakakku, Teresa untuk cinta dan dorongan dan memperbolehkan saya menjajah kamar mandi kedua di apartemen mungil kami di Montreal di mana aku mendevelop film dan membuat contact prints sementara anakanak yang lain bermain di luar. Aku yakin keluargaku menyukai bau cairan kimia pengembang sebagaimana aku. Sahabatku Roger Rossano, Andre Chitayat, Tom Mayenknecht, Marc Rochette, Ben Long dan Jules Richer, yang membantu mengobarkan semangat fotografi sampai sekarang. Saya juga berterima kasih pada semua orang yang saya temui dan telah saya potret selama bertahun-tahun, dan para pengikut passionate photographers yang telah saya pelajari secara personal dan telah menginspirasi saya lewat karya-karyanya. Untuk semua seniman yang luar biasa dan para fotografer yang dengan murah hati membagikan nasihatnya dan dikutip di sini, terima kasih. Gregory Heisler, Chuck Close, Sam Abell, Bill Frakes, W.M. Hunt, Dirck Brandenburg, Paul Shambroom, Eugene Richards, Janine Lessing, Larry Towell, Scott Bourne, James Balog, Thomas Mangelsen, Andy Freeberg, Ted Grant, Manuel Librodo, Kathy Ryan, Andrew Danson, Andy Levin, Freeman Patterson, Tucker Shaw, Albert Hastings, Jay Maisel, Chris Callis, Howard Chapnick, Mason Resnick, Ira Glass, Henri Cartier-Bresson. Untuk editor, yang paling bertalenta, yang sangat sabar, dan selalu profesional, Ted Waitt dan tim Passionate di New Riders: Charlene Charles-Will dan Kim Scott untuk visi desain mereka, Lisa Brazieal, dan Sara Todd. Untuk dukungan korporat yang telah saya nikmati, dalam bisnis fotografi, Anda selalu mengandalkan tangan-tangan penolong: Martin Gisborne dari Apple, Don Henderson, Kirk Paulsen, Joseph Schorr, Keith Rauenbuehler, Patrick Pendergast, dan seluruh tim Aperture dan Dewan Penasihat. Nikon telah menjadi rekanan saya sejak awal dan tak pernah saya lupakan. Andrew Rubenstein, Bill Pekala, Debbie McQuade, Melissa DiBartolo, Lindsay Silverman, Mark Suban, Michael Corrado, Kristine Bo-
8252_Passionate_(220-247).indd 248
sworth, Paul Lee, Steve Heiner, Paul Van Allen, Christopher Knapp, Nikon NPS Canada, Soichi Hayashi di Jepang dan MWW Group Althea Haigh, Geoff Coulter, Brittany Pass dan Carson Kressley, yang membuat saya terlihat modis di setiap episode web Nikon. Saya percaya penuh pada Tim SanDisk dan SanDisk Extreme, terutama Peter Liebmann. B&H dan David Brommer, Adorama dan Martino Corto, Anne Cahill, dan Bob Todrick di McBains’ yang semuanya telah menginspirasi saya dengan semangat mereka. Saya selalu menikmati bicara di PhotoPlus Expo di New York berkat Moneer Masih-Tehrani dan Lauren Wendle. Sesungguhnya, Anda belajar banyak lewat mengajar, dan saya telah mengajar di banyak tempat. Di School of Visual Arts (SVA) dan Digital Master’s Program di mana konsep buku ini dibuat; terima kasih untuk Katrin Eismann, Tom Ashe, dan Laura Sterling. Para para staf dan kolega di The International Center of Photography: Alison Morley, Suzanne Nicholas, Bob Sacha, Nina Berman, Coco Lee Thurman, Kathryn Kuczynski, Karen Furth, dan Donna Ruskin. Mentor Series Treks selalu luar biasa berkat Michelle Cast, Erica Johnson, dan rekan pengajar Bill Durrence, David Tejada, Mark Alberhasky, Layne Kennedy, Reed Hoffman, dan para partisipan. Anda tidak akan menemukan kelompok yang lebih bersemangat dibanding kelompok fotografer Gulf Photo Plus di Dubai. Anda harus coba. Mohamed Somji, Hala Salhi, Phillipa Johnson, Myraa Ahuja, Bobbi Lane, Joe McNally, Drew Gurian, David Hobby, Vince Laforet, Matt Kloskowski, Chase Jarvis, Melissa Rodwell, Claire Rosen, Robin Nichols, David Nightingale, Zack Arias, Dan Depew, Joey Lawrence, Farah Nosh, Chris Hurtt, Miriam Walsh. Saya selalu merasa senang dan belajar banyak hal di podcast “This Week in Photography”. Terima kasih Frederick Van Johnson, Ron Brinkmann, Aaron Mahler dan Alex Lindsay. Nikonian Mike Hagen dan J. Ramon Palacios. Penugasan Olimpiade: Rick Collins, Brian Howell, Julie Morgan, Ben Hulse, Greg Durell, Ali Gardiner, Keluarga Rohweder dan Cheryl Claibourne, yang memberi saya tumpangan untuk memotret yang begitu berharga.
5/07/2013 2:28:53 PM
Langkah kesepuluh: MENINDAKLANJUTI: BAGIKAN VISIMU DENGAN DUNIA 249
Dan tentu saja untuk para murid di mana saja saya pernah mengajar dan yang telah memberi umpan balik untuk saya. Dan jika ada yang terlewat – dan tentu saja – saya mohon maaf dan berjanji untuk memperbaiki kekeliruan di edisi kedua. Tak lupa pula saya sampaikan ucapan terima kasih untuk: Judy dan Larry Anderson, Richard Arless, Russell Armstrong, Mark Astmann, Margaret Atwood, Mitch dan Trina Baum, Spencer Baum, David Bergman, Shaun Best, Lisa Bettany, Karen Biever, Elizabeth Biondi, Sue Bird, Bernard Brault, Peter Bregg, Joel Breslof, Sue Brisk, Morgan Broman, Barbara Baker Burrows, Dave Buston, Shaughn Butts, Dominique Charlet, Jennifer Childs, Darren Ching, Ted Church, Tedd Church, Andy Clark, Jim Cochrane, Mike Colon, George Cree, Lindsay Crysler, Stewart Curry, Dennis Darling, Barbara Davidson, Jay Defoore, Bill Dekay, Jill Delaney, Antonio DeLuca, Don Denton, Jay dan Rose Deutsch, Nick Didlick, Chris Diemert, Yuri Dojc, Dennis Dubinsky, Ray Van Dusen, David duChemin, Bruce Edwards, Conrad Eek, Terrie Eiker, Ethan Eisenberg, Erin Elder, Jason Eskenazi, Mirjam Evers, Melissa Farlow, Laurel Fischtein, Sharon Fischtein, Larry Frank, David Friend, Rob Galbraith, Brian Gavriloff, Bernard Gladstone, Rachel Gorman, Patti Gower, The Grandmothers, Ted Grant, Ed Greenberg, Dan Habib, David Handschuh, Tom Hanson, Elda Harrington, V. Tony Hauser, Katja Heinemann, Eamon Hickey, Joe Holmes, Alicia Homer, John Hryniuk, Mike Jorgensen, Dan Jurak, Ed Kaiser, Yousuf Karsh, Ed Kashi, Thomas Kennedy, Barry Kirsh, Heidi Kirsh, Ted Kirsh, Ken Kobre, Charles Kolb, Flore Kolobe, Goldie Konopny, Chuck
8252_Passionate_(220-247).indd 249
Kuehn, James Lahti, Louise Lariviere, Rita Leistner, Mathabisang Leputla, Jean Francois Leroy, Jennifer Lewis, Stephen Lewis, Joseph Linaschke, Elaine Ling, Giuseppe Liverani, Dick Loek, Ao Loo, Avery Lozada, Larry Macdougal, Rick MacWilliam, Beau Madden, Frank Madden, John Mahoney, Steve Makris, Seema dan Dick Marcus, Dick Marjan, Randy Mark, Mary Ellen Mark, Jean Jacques Maudet, Peter McCabe, Kerry McCarthy, Paul McCarthy, Jerry Mcintosh, Susan Meiselas, Irv Mintz, Ben Mokholokoe, Mamello Mokholokoe, Lorraine Monk, Eva Moore, Jesse Moore, Alan Morantz, Amy Morse, Barb Musey, Prudent Nsengiyumva, Amy O’Hara, Mike O’Hara, Laura Oldanie, Jamis Orbinski, Ken Orr, Clive Oshry, Jean Margaritis Otto, Horacio Panone, Bruce Parker, John Peterson, Mirko Petricevic, Mike Petro, Leah Pilon, Mike Pinder, Violet Quigley, Roth dan Ramberg, Trey Ratcliff, Sue Rauenbuehler, Oscar Reed, Patrick Reed, Michael Regnier, Dan Rennick, Liz Roberts, Peter Robertson, Ben Rondel, Roger Rossano, Felix Rrusso, Liz Rubincam, Christine Ryan, Kathy Ryan, Marti Saltzman, Tina Scheinhorn, David Schloss, Budd Schulberg, Jean Eudes Schurr, Chris dan Lynn Schwarz, Ian Scott, Bree Seeley, Seraanye Selialia, Doug Shanks, Colin Neil Smalien, Dave Smith, Jeffrey Smith, Susan Sontag, Francesca Sorace, Greg Southam, Lesley Stawicki, JoAnne Stober, Derrick Story, Mike Sturk, Liz Sullivan, Mary Swanson, Gabor Szilasi, Sara Terry, Andrew Tolson, Juan Travnik, John Trotter, Van Tsicles, Anne Tucker, Pierre Vachon, Kevin Vanpassen, Ami Vitali, Don Walker, Jill Waterman, Rhona Waxman, Tammy Waxman, Don Weber, Bernie Weil, John Westheuser, Jamie White, Margaret Willimason, Larry Wong, Mr. Yashuda.
5/07/2013 2:28:53 PM
250 The Passionate Photographer
8252_Passionate_(220-247).indd 250
5/07/2013 2:28:53 PM
Jika Anda punya cinta dan hasrat tentang fotografi, sudah menguasai peralatan dan setting kamera, tapi foto-foto Anda masih biasa-biasa saja—The Passionate Photographer akan membantu Anda mengatasi gap kekecewaan dan frustasi antara gambar ideal yang ada di benak Anda dengan kualitas gambar yang Anda hasilkan. Buku ini membantu Anda menyatakan apa yang ingin Anda sampaikan dengan fotografi, kemudian menerjemahkan semua pemikiran dan perasaan tersebut ke dalam gambar yang kuat. Buku ini membahas baik sumber inspirasi dan panduan praktis, sebagai seorang fotografer, Steve Simon sudah menjalaninya selama 30 tahun, tetap saja masih memiliki obsesi yang dituangkan dalam 10 langkah penting yang dibutuhkan oleh setiap fotografer untuk jadi yang terbaik pada hasratnya. Tip-tip praktis Simon dan nasihatnya semua bisa langsung diterapkan—didesain supaya Anda dengan mudah bisa mengakselerasi kemajuan Anda, karena Anda tahu Anda akan menjadi fotografer yang baik. Konsep-konsep inti tersebut mencakup: •
Kekuatan bekerja pada proyek pribadi untuk menggairahkan hasrat dan visi Anda.
•
Memotretlah dalam jumlah banyak, di mana hal ini akan meningkatkan kemampuan teknik Anda dan memicu kreativitas Anda.
Belajarlah untuk berkonsentrasi dan fokus ketika Anda memotret, keluarlah dari zona steve simon sangat berhasrat mendokumentasikan drama aman Anda, perangi rasa takut Anda untuk mendapatkan gambar bagus. cantik pada kehidupan seseorang • Strategi bagaimana mendekati orang asing untuk menghasilkan portrait yang sukses. sepanjang karier fotografinya. Hasil karyanya pernah dipamerkan di • Bagaimana mengedit hasil karya Anda dan mencari opini kedua untuk Visa Pour L’Image Photojournalism mengindentifikasi kekuatan dan kelemahannya, menawarkan kesempatan untuk Festival, Perpignan, Perancis, berkembang dan meningkat dengan tujuan mampu men-sharing-kan hasil karya dan juga melakukan pameran Anda ke seluruh dunia. tunggal di New York, Buenos Aires, Toronto, dan Montreal. Ia juga • Penting untuk mampu mengikuti, melihat, dan menangkap cahaya di sekitar Anda. menerima banyak penghargaan Sepanjang buku ini Simon menawarkan “Lesson Learned” yang berasal dari pengalaman dan pengakuan termasuk pribadinya, archive of photojournalism dan projek pribadi, termasuk di dalamnya gambar dari Canadian Newspaper dan cerita bagaimana mendapatkan foto tersebut. Jika Anda sudah merasa terinspirasi Photographer of the Year. Ia dan tertantang untuk menghasilkan fotografi Anda sendiri ke level berikutnya, The mengajar di ICP dan SVA, di kota Passionate Photographer menawarkan ide-ide dan solusi kreatif mentransform hasrat tempat ia tinggal, New York City. tersebut ke dalam gambar yang mampu menyampaikan visi unik milik Anda sendiri. •
10 LANGKAH MENJADI FOTOGRAFER YANG HEBAT
FOTOGRAFI ISBN 978-602-02-1482-5
PT ELEX MEDIA KOMPUTINDO Kompas Gramedia Building Jl. Palmerah Barat 29-37, Jakarta 10270 Telp. (021) 53650110-53650111, Ext 3214 Webpage: http://elexmedia.co.id 122131187
Cover.indd1 1 Untitled-3
16/07/2013 7:13:24 10:27:58 7/18/2013 PM