Data Loading...
SEA Report Indonesian Flipbook PDF
SEA Report Indonesian
187 Views
27 Downloads
FLIP PDF 6.31MB
Peta Jalan Menuju Era Ekonomi Digital
Phase
Phase
Phase
Phase
Phase
Phase
Penilaian Efisiensi Perdagangan Indonesia
Phase
Hidup kita secara langsung, terhubung tak terpisahkan dengan pengiriman: makanan yang kita makan, pakaian di toko, bahan yang digunakan untuk membangun kota kita – semua dampak alam dan kualitas hidup kita.
Hak cipta © 2017 oleh Global Coalition for Efficient Logistics. Semua hak dilindungi undang-undang. Publikasi ini atau bagian apa pun daripadanya tidak boleh direproduksi atau digunakan dengan cara apa pun tanpa izin tertulis dari pemegang hak cipta.
Menghubungkan Kekuatan Komunitas Dunia, Menciptakan kesejahteraan seluruh umat manusia
2
daftar isi Copyright © GCEL 2018
Indonesia SEA - Daftar Isi
Daftar Isi Kata Pengantar
5
Ucapan Terima Kasih
9
Ringkasan Eksekutif
11
Fondasi SEA
21
Temuan dan Rekomendasi Pengantar Integrasi Proses E-Dokumentasi Pelacakan dan Visibilitas Kompetensi Keamanan Kargo
27 28 40 50 58 68 74
Komitmen Bersama Kami
82
Tentang GCEL
84
Daftar Istilah
87
3
Copyright © GCEL 2018
Volume Perdagangan Dunia, 1948 - 2016
1966 Terciptanya Kontainer Laut sebagai Standar Global
1956, Pendirian Kontainer Laut
$ Milyar
45000 40000 35000 30000 25000
Perdangangan Dunia
20000 15000 10000 5000 0
Tahun 1948
1955
1962
1969
1976
1983
1990
1997
2004
2011
Sumber: Bank Dunia. Ekspor dan Impor seri waktu Barang dan Jasa. http://data.worldbank.org/topic/trade. Perdagangan Dunia Total adalah jumlah total impor dan ekspor untuk Perdagangan Barang dan Jasa Dunia.
4
Copyright © GCEL 2018
2014 2015 2016
Indonesia SEA - Kata Pengantar
Kata Pengantar Ketua Gabungan Para pemimpin dunia mengerahkan keahlian utama saat menavigasi gelombang pasang surut yang merupakan batasbatas yurisdiksi di arena ekonomi global yang saling bergantung, sambil mempertahankan komitmen pada warganya untuk menyampaikan solusi ekonomi global yang nyata. Meskipun demikian, memudarnya kepercayaan yang dialami antara pemimpin politik dunia dan rakyat yang diwakilinya semakin melebar. Menurut pakar global, kelompok Negara G20 harus terus berupaya keras untuk memenuhi aspirasi perekenomian dunia. Dalam kaitan tersebut, kita harus merubah surutnya kepercayaan dengan bekerja sama dalam mempergunakan kesempatan yang ada pada setiap sektor yang dapat diandalkan sesuai dengan kemampuan dan batas yurisdiksi masing-masing. Hal ini merupakan dasar Formula Kebijakan Pelaksanaan (IPF) berikutnya, dan menjadi asas pelaksanaan Kajian Kasus Negara anggota G20 yang dilancarkan oleh GCEL pada Pertemuan Satuan Tugas Bersama Kedua B20 2015, di Markas Besar OECD Paris, Juni 2015: I. Denominator Umum antara Kebijakan Denominator ini adalah yang paling lazim dan yang paling lengkap dari seluruh kebijakan yang terukur dan wujud yang memiliki dampak positif langsung yang cepat dan tepat terhadap ekonomi riil. B20/G20 Turki 2015: G20 menyetujui Ekonomi Digital sebagai prakarsa kebijakan setelah terkena dampak 17 dari 25 kunci rekomendasi Satuan Tugas B20 Turki 2015. B20/G20 Tiongkok 2016: G20 mengesahkan rekomendasi B20 Tiongkok 2016 untuk Platform Perdagangan Dunia elektronik (eWTP), sebagai pelopor untuk Platform Ekonomi Digital yang lebih sempurna. B20 Jerman 2017: Terbentuk untuk pertama kalinya sebagai “Satuan Tugas Digilitasi” untuk fokus pada pelaksanaan Ekonomi Digital.
Hari ini, pemimpin dunia telah menerima Ekonomi Digital sebagai denominator yang lengkap dan lazim untuk pelaksanaan kebijakan. II. Pengesahan Dari Peringkat Dasar Hal ini sangat penting bahwa pemanfaatan kebijakan disahkan dengan mendengarkan pendapat peserta ekonomi riil yang dipengaruhi oleh kebijakan ini pada peringkat lantai dasar. Hal ini menjadi landasan Kajian Kasus Negara G20 untuk mengetahui pendapat penduduk Negara anggota G20 pada peringkat lantai dasar melalui standar penilaian tertinggi di dunia dengan melibatkan lebih dari 70 kementerian, Lembaga Swadaya Masyarakat/Organisasi Antar Pemerintah, dan akademisi dari anggota kelompok negara G20. Kajian Kasus ini diharapkan dapat memperoleh bentuk Ekonomi Digital yang pas untuk melaksanakan rekomendasi-rekomendasi pembuat kebijakan. Hingga tanggal laporan ini, hasil kajian global mengagetkan: 90.4% tidak memiliki sistem integrasi dan hampir 95% umumnya sepakat penggunaan alat digital untuk kinerja yang lebih baik. III. Komitmen dan Kemampuan Industri Begitu manfaat kebijakan divalidasi di peringkat dasar, kita harus memperoleh sumber industri terkait untuk pelaksanaan secepatnya. Kita perlu memperoleh komitmen dari perusahaan dunia yang unggul dalam teknologi -- melayani lebih dari 60 persen Produk Domestik Bruto (GDP) dunia dengan lebih dari 2,4 juta pakar bersepakat untuk menghasilkan atas rekomendasi pembuat kebijakan untuk memenuhi kebutuhan peserta ekonomi riil, tanpa bayaran kepada pengguna akhir. Perlu diketahui bahwa tujuan utama penciptaan Ekonomi Digital bukan semata-mata untuk kepentingannya itu sendiri, namun lebih kepada restorasi kesehatan perekonomian Copyright © GCEL 2018
5
6
Kita harus melihat melampaui solusi konvensional, belajar dari sejarah, dan memanfaatkan alat-alat Abad 21 yang memungkinkan perdagangan untuk mencapai potensi penuh – dan menciptakan fondasi untuk era kemakmuran baru – GCEL Copyright © GCEL 2018
Indonesia SEA - Kata Pengantar
global. Oleh sebab itu, pertanyaannya tetap sama,”Darimana kita memulainya?”. Para pakar seluruh dunia sependapat bahwa induk dari seluruh indusri adalah lapangan pasar bisnis ke bisnis (B2B), yang volumenya berdasarkan Laporan Indeks Pengeluaran Konsumsi Komersil Visa; dengan perdagangan sebagai intinya. telah mencapai 140 trilion Dolar AS pada tahun 2015. Perdagangan dibangun atas 4 pilar yang saling tergantung, yaitu: Perdagangan, Keuangan, Asuransi dan Logistik. Industri yang paling lemah dari semua pilar tersebut adalah logistik, disebabkan industri tersebut berfragmentasi dan tidak efisien. Namun demikian industri logistik bagaikan pasak as pada roda yang menghubungkan dunia kita. Untuk itu, kita perlu memperkuat industri logistik global melalui platform digital yang kokoh, yang akan menghasilkan penggerak atau bahan bakar nilai tertinggi untuk memberi kuasa kepada lapangan pasar B2B ke penghasilan maksimum. Bahan bakar tersebut berbentuk informasi yang diciptakan dari data berkualitas tinggi, Kualitas Data Ultimate (UDQ), yang dinamis, dan terus divalidasi oleh banyak pihak pada rangkaian nilai global. UDQ memiliki kebenaran peringkat tinggi dan dapat diandalkan oleh peserta B2B global untuk membantu membuat jaringan yang tepat. UDQ juga bermanfaat bagi penyedia layanan jasa seperti bank dan perusahaan asuransi disebabkan oleh dampak pengurangan risiko terhasil dari luasnya transparansi dalam rangkaian pasokan global, dan menyediakan fondasi yang kuat dalam pengambilan keputusan strategis oleh Pejabat Eksekutif Tertinggi/CEO, dalam memilih untuk melaksanakan sentrallisasi atau desentralisasi, atau penciptaan operasi baru untuk memaksimumkan imbal hasil dari laba bersih terhadap ekuitas (Return on Equity - ROE). Laporan ini menemukan beberapa langkah penting dan alat teknologi yang tersedia untuk memperbaiki peringkat kinerja industri logistik, dengan ini memenuhi aspirasi efisiensi perdagangan global. Ini adalah semangat inovasi yang dunia perlukan, sama seperti semangat yang memungkinkan kotak baja sederhana, yaitu wardah kargo laut, menghasilkan kelancaran kadar efisiensi yang tak terhingga, serta puluhan tahun pertumbuhan perekonomian global. Kita memiliki kesempatan yang luas didepan mata kita. Secara global, alat
ekonomi digital baru dapat dipergunakan untuk mengurangi biaya perdagangan tahunan sebesar 3,7 triliun Dolar AS, dan peningkatan perdagangan 7,7 triliun Dolar AS, serta meningkatkan Produk Domestik Bruto (GDP) sebesar 17%, selain menciptakan hampir 300 juta lapangan pekerjaan pada tahun 2030. Di Indonesia saja, penghematan biaya perdagangan internasional dan domestik setiap tahun akan mencapai 104 miliar Dolar AS, peningkatan perdagangan 159 miliar Dolar AS, dan lebih dari 10.6 juta lapangan pekerjaan dapat tercipta melalui kegiatan perdagangan digitalisasi. Lebih lanjut, alat digital diciptakan untuk kinerja yang lebih baik pada peringkat dasar, yang secara umum telah dijabarkan dalam laporan ini oleh 88,83% komunitas perdagangan Indonesia, yang juga akan membantu Indonesia mencapai tujuan utama rencana strategisnya, antara lain: i. mempercepat rencana Indonesia dalam pengalihan produksi dari nilai rendah ke nilai menengah, dan tinggi, ii. mengurangi ketergantungan Indonesia pada negara berpendapatan tinggi dengan membangun atau meningkatkatkan daya beli negara berpendapatan rendah dan menengah, dan iii. memperbaiki kemudahan berbisnis di Indonesia. Sebagai penutup, disampaikan bahwa dokumen ini adalah langkah konkrit pertama kearah mewujudkan Ekonomi Digital dan memperbaharui kemakmuran diseluruh dunia, tanpa dibebankan biaya pada pengguna akhir. Laporan ini menunjukan dimana dan kearah mana tujuan kita; yang terbaik dari semuanya, dan bagaimana untuk mencapai tujuan kita. Dengan mengenali dan bertindak atas tantangan efisiensi perdaganan Indonesia yang disampaikan dalam laporan ini, kita akan dapat menciptakan fondasi yang kuat untuk pertumbuhan perekonomian yang berkelanjutan, sehingga memungkinkan Indonesia bertindak untuk dijadikan sebagai patokan menuju kemakmuran era baru di wilayah Asia dan dunia. Kapten Samuel Salloum Ketua Bersama Gabungan — Koalisi Global untuk Logistik Efisien (GCEL), Desember 2017 7
Copyright © GCEL 2018
8
Ucapan Terima kasih Copyright © GCEL 2018
Indonesia SEA - Ucapan Terima Kasih
Koalisi Global untuk Logistik Efisien (Global Coalition for Efficient Logistics/GCEL) menyampaikan terima kasih kepada organisasi-organisasi berikut atas partisipasi mereka dalam pelaksanaan Analisis Efisiensi Pengiriman (Shipment Efficiency Analysis/SEA) Indonesia:
KEMENTERIAN PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA
Mengulas metodologi survei, analisis proses survei dan laporan akhir.
KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN REPUBLIK INDONESIA
Mengulas metodologi survei, analisis proses survei dan laporan akhir.
KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA
Mengulas metodologi survei, analisis proses survei dan laporan akhir.
KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA
Mengulas metodologi survei, analisis proses survei dan laporan akhir.
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG (ITB)
Institut untuk kajian dan layanan masyarakat Pusat Logistik dan Rantaian Pasokan, yang telah mengulas proses survei, analisis dan temuan laporan akhir.
KAMAR DAGANG DAN INDUSTRI INDONESIA (KADIN)
Bertanggung-jawab atas identifikasi zonasi ekonomi serta mengulas analisis survei dan laporan akhir.
FROST & SULLIVAN
Bertanggung-jawab atas identifikasi zonasi ekonomi, melakukan wawancara survei serta mengulas analisis survei dan laporan akhir.
Kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak, perusahaan dan lembaga yang telah berpartisipasi dengan baik dalam SEA Indonesia yang telah menyediakan waktu, perhatian dan tanggapan mendalam. Copyright © GCEL 2018
9
10
RINGKASAN EKSEKUTIF Copyright © GCEL 2018
Indonesia SEA - Ringkasan Eksekutif
Ringkasan Eksekutif
P
emerintah dan organisasi-organisasi internasional terkemuka telah mengakui pentingnya efisiensi perdagangan sebagai kunci bagi kemakmuran rakyat, bangsa, dan dunia secara keseluruhan. Inefisiensi perdagangan menyebabkan peningkatan biaya makanan, pakaian, dan bahan-bahan yang kita gunakan untuk membangun kota-kota kita, yang pada akhirnya mengorbankan kesejahteraan manusia di seluruh dunia. Di sisi lain, keuntungan dalam efisiensi perdagangan dan keamanan akan bermanfaat bagi kita semua. Perdagangan dibangun di atas empat pilar yang saling bergantung: Perdagangan, keuangan, asuransi dan logistik. Link paling lemah di antara semua empat industri adalah logistik. Pada saat yang sama, logistik merupakan denominator yang umum dari dunia kita. Memaksimalkan efisiensi logistik global merupakan dasar yang kokoh yang diperlukan untuk memberdayakan tiga industri lainnya, menghadirkan era baru efisiensi perdagangan kepada dunia. Dengan membangun sebuah program logistik digital terbuka, kita akan meningkatkan perdagangan digital, keuangan digital dan asuransi digital, akhirnya memberdayakan Ekonomi Digital. Bahkan, ketika kontainer laut membuat logistik lebih efisien dan aman, ia dapat mengurangi biaya perdagangan secara eksponensial, termasuk pemotongan biaya pemuatan dari 5,86 Dolar AS menjadi 0,16 Dolar AS per ton. Sekarang ini, dengan teknologi digital, kita bisa melakukannya lagi, penghematan sebanyak 104 milyar Dolar AS dalam biaya perdagangan internasional dan domestik tahunan, menetapkan landasan untuk peningkatan perdagangan dan pembukaan lapangan kerja. Langkah pertama menuju efisiensi adalah mengetahui di mana Indonesia berdiri dalam pemanfaatan teknologi digital untuk memaksimalkan efisiensi perdagangan. Ketika menilai tingkat penggunaan teknologi digital modern, pengukuran efisiensi tidak boleh hanya didasarkan pada praktik terbaik saat ini tetapi juga pada standar baru untuk memenuhi
persyaratan efisiensi perdagangan abad ke-21.dicapai. Standar ini didasarkan pada apa yang dimungkinkan oleh teknologi saat ini ketika diterapkan ke enam bidang utama berikut: Integrasi, Proses, E-Dokumentasi, Pelacakan dan Visibilitas, Kompetensi dan Keamanan Kargo. Area-area tersebut telah diakui secara terpisah oleh organisasi-organisasi internasional terkenal, termasuk Bank Dunia, UNCTAD dan APEC sebagai hal yang penting untuk efisiensi perdagangan. Di atas merupakan fondasi utama dari standar baru efisiensi abad ke-21, 6 Indikator Elemen Efisiensi Perdagangan Abad 21 (Six Element Trade Efficiency Indicators / 21-6-ETEI). SEA Indonesia dimulai dengan mengakui bahwa perdagangan merupakan sebuah proses horisontal, dan bahwa efisiensinya didefinisikan oleh pergerakan pengiriman melalui setiap segmen jalur perdagangan. Dengan demikian, informasi dikumpulkan sepanjang jalur pipa ini, mengambil sampel peserta dari bisnis dari semua ukuran dan di semua zona perdagangan. Dengan meliputi seluruh aliran pengiriman, SEA mampu untuk menyoroti kekuatan dan kelemahan masing-masing daerah dan kelompok. Sejak awal, SEA dirancang untuk mengembangkan standar dunia baru dalam analisis perdagangan efisiensi berdasarkan: SKALA/CAKUPAN - SEA berusaha untuk memberikan tingkat kelengkapan tertinggi. RENTANG DARI SAMPEL - Studi menargetkan peserta industri sepanjang keseluruhan pipa logistik. CAKUPAN GEOGRAFIS - Responden disurvei di semua zona perdagangan utama negara itu. UKURAN SAMPEL - Survei meliputi kira-kira sepuluh kali lebih banyak responden, dari seluruh negara, dari standar yang lazim di dunia. SAMPLING LANGSUNG - Penilaian dilakukan oleh para penguji yang sangat terlatih atas dasar perorangan, sebagai lawan melalui sarana elektronik atau otomatis.
Copyright © GCEL 2018
11
METODOLOGI SURVEI - Pertanyaan dianimasikan dalam rangka untuk memvisualisasikan subjek penyelidikan, sehingga menjamin kemudahan pemahaman sampai memaksimalkan keakuratan tanggapan. JAMINAN MUTU - Survei mendapatkan pengawasan kelas dunia dan kualitas kontrol pemeriksaan yang luas untuk memastikan keakuratan data. Kita perlu mengakui peranan penting Bea Cukai Indonesia dalam mengendalikan efisiensi perdagangan dengan mendirikan wadah / portal Palayanan Satu Pintu Nasional Indonesia (Indonesia National Single Window/INSW), mempercepat kemampuan perdagangan digital Indonesia, dan memberikan benchmark atau patokan untuk semua 18 kelompok lainnya di Indonesia dalam mengikuti pentingnya teknologi untuk efisiensi perdagangan. Selain itu, perlu dicatat bahwa Indonesia telah mengambil langkah besar dalam meningkatkan kemampuan Ekonomi Digital dengan penyampaian oleh Presiden Indonesia Roadmap E-Niaga untuk Tahun 2017-2019 melalui Perpres Nomor 74 tahun 2017. Roadmap tersebut menetapkan 26 program utama di 8 bidang termasuk penyederhanaan perpajakan, perlindungan pelanggan, logistik, pembiayaan UKM, dan keamanan maya untuk dikoordinasikan oleh komite pengarah nasional yang terdiri dari 12 kementerian dan institusi yang terlibat dalam pelaksanaan roadmap tersebut.
12
Namun demikian, hambatan utama yang dihadapi oleh seluruh 19 kelompok disebabkan sekitar 93,7% usaha bisnis yang disurvei di Indonesia tidak memiliki sistem vertikal terintegrasi (integrated vertical system), dan bergantung kepada pihak ketiga. Tambahan lagi, sekitar 95,74% dari seluruh pengiriman data antar perusahaan menggunakan metode manual seperti faks dan email. Banyaknya jumlah perusahan yang tidak memiliki sistem vertikal dan hanya mengandalkan pengiriman data secara manual dengan sesama perusahaan memperlambat sistem integrasi, baik di Indonesia maupun dengan mitra usaha asing. Kondisi tersebut akan mengekang Indonesia dari mencapai efisiensi perdagangan yang diperlukan, dalam upaya memaksimalkan seluruh potensi yang ada serta mewujudkan cita-cita perekonomian pebisnis Indonesia. Berdasarkan hasil survei, tabel terlampir menggambarkan di mana Indonesia berdiri hari ini dalam kaitannya dengan 21-6-
Copyright © GCEL 2018
5.00
Integrasi
4.50 4.00 3.50 3.00
Keamanan Kargo
E-Dokumentasi
2.50 2.00 1.50
1.85
1.00
0.97 1.52
0.50
1.21
2.11 1.51
Proses
Kompetensi
Indikator Efisiensi Perdagangan Indonesia Persyaratan Efisiensi Perdagangan Abad ke-21
Pelacakan/Visibilitas
ETEI. Supaya perdagangan mencapai potensi tertinggi, semua enam area harus tampil pada efisiensi puncak. Sebagaimana ditunjukkan Grafik 21-6-ETEI, ada peluang untuk optimasi di setiap dari enam area di mana Indonesia terlibat. Nilai-nilai yang diungkapkan untuk masing-masing area disajikan pada skala 0 sampai 5, dengan 5 mewakili kinerja puncak dalam sebuah lingkungan yang optimal. Efisiensi saluran perdagangan tidak akan lebih dari peserta perusahaan yang terlemah. Jadi, dengan mengamalkan sistem vertikal setempat, tanpa sistem integrasi horisontal antara seluruh peserta jalur perdagangan, skor maksimum yang diperbolehkan dari salah satu 6 elemen efisiensi hanyalah 2,5. Oleh sebab itu, skor integrasi yang mengukur hubungan horisontal dengan seluruh kelompok terkait logistik, adalah kunci penentu untuk 5 skor efisiensi yang lain. Kinerja puncak bersangkut paut pada area individu akan dijelaskan secara detil bersama rangka analisa ini. Hasil survei jelas menunjukkan kerja keras Indonesia untuk menciptakan lingkungan perdagangan yang baik dengan menyebarluaskan Kebijakan Paket Ekonomi XIV pada bulan November 2016 yang meminta entitas publik dan swasta untuk berkolaborasi dalam mengantarkan era Ekonomi Digital yang baru. Bagaimanapun, peluang besar ada untuk mencapai potensi negara sepenuhnya:
Indonesia SEA - Ringkasan Eksekutif
Nilai Integrasi (integration) saat ini berada pada 0,97, menunjukkan bahwa Integrasi yang diperlukan belum tercapai. Tantangan utama yang dihadapi adalah: kurangnya integrasi dan ketergantungan yang tinggi pada prosedur manual telah mengakibatkan Indonesia menjadi salah satu negara di ASEAN yang membayar tagihan tertinggi untuk logistik. Akibatnya, daya saing produk dalam negara tidak mencapai potensi tertinggi. Nilai Proses (Process) berada pada level 2,11, menunjukkan bahwa proses yang efisien belum diimplementasikan pada seluruh jalur pengiriman/distribusi di Indonesia. Di antara tantangan lainnya: Proses manual yang banyak digunakan di Indonesia berkontribusi pada pengiriman yang tidak efisien antara pelaku perdagangan. Hal tersebut menyebabkan terjadinya penundaan tak diingini dan peningkatan waktu tunggu pada pintu masuk, yang berkontribusi besar terhadap tingginya biaya pengiriman. E-Dokumentasi (E-Documentation) berada pada level 1,52, menunjukkan bahwa adanya kemampuan yang terbatas dalam mentransfer data elektronik pengiriman antara pelaku perdagangan. Di antara tantangan lainnya: Saat ini di Indonesia, dokumentasi pengiriman dilakukan secara manual pada sebagian besar pelaku perdagangan. Lebih dari 50% dari data pengiriman harus dimasukkan kembalii, dan sekitar 90% dari dokumen dipertukarkan melalui telepon, faks atau email. Hal ini menyebabkan kesalahan meningkat atau dokumen hilang yang mengakibatkan biaya logistik meningkat dan terjadinya penundaan yang tidak direncanakan. Nilai Pelacakan & Visibilitas (Tracking & Visibility) berada pada level 1,51, menunjukkan kesenjangan yang signifikan dalam ketersediaan informasi waktu-riil tentang status pengiriman. Di antara tantangan lain: Visibilitas yang rendah menghasilkan perencanaan yang buruk, inefisiensi dalam transportasi, biaya produk yang lebih tinggi, peningkatan risiko, premi asuransi yang lebih tinggi dan tertunda atau mengurangi akses keuangan untuk berdagang. Nilai Kompetensi (Competence) berada pada level 1,21, menunjukkan bahwa terdapat banyak kelebihan yang boleh
dicapai dengan peningkatan kinerja peserta individu. Di antara tantangan lain: sistem logistik yang efisien dan terintegrasi membutuhkan ketersediaan sumber daya manusia yang terampil. Bahkan, pertumbuhan bisnis logistik Indonesia tidak didukung oleh pertumbuhan sumber daya manusia yang profesional. Ada kesenjangan antara ketersediaan tenaga kerja yang terdidik dan terlatih dan tuntutan kebutuhan di sektor logistik. Nilai Keamanan Kargo (Cargo Security) berada pada level 1,85, menunjukkan risiko yang inheren dalam lingkungan perdagangan saat ini. Di antara tantangan lain: perdagangan Indonesia dan perjanjian perdagangan bebas rentan terhadap tindakan teroris. Sementara terdapat variasi signifikan di wilayah tertentu, secara keseluruhan biaya perdagangan domestik dan internasional Indonesia adalah tinggi dan sekarang ini diperkirakan hampir 24% dari Produk Domestik Bruto Indonesia; hal ini jauh lebih tinggi dari batas kelayakan biaya logistik yaitu 6% dari PDBnya, ketika inovasi layak diajukan. Biaya logistik yang tinggi di Indonesia disebabkan oleh sifat persektoran yang terpecah-pecah. Pengiriman barang sekitar Indonesia melibatkan tangan asing, BUMN, dan pebisnis swasta domestik. Ketika peningkatan efisiensi dapat dicapai di setiap tempat dan wilayah, dan skor numerik ditingkatkan dalam jangkauan 4,5 ke 5,0, maka akan terjadi kesesuaian penghematan biaya perdagangan domestik dan internasional. Tahap kinerja yang membaik akan menghasilkan penghematan biaya perdagangan domestik dan internasional hampir 104 miliar Dolar AS setiap tahunnya, menyediakan alat untuk perluasan perdagangan Indonesia sebesar 159 miliar Dolar AS setiap tahunnya dan penciptaan 10,6 juta lapangan pekerjaan di Indonesia. Pada saat yang sama menyediakan dasbor perdagangan nasional waktu-riil yang akan membantu untuk mengamankan dan memprioritaskan investasi infrastruktur fisik nasional dan internasional. Penerapan Ekonomi Digital akan berkontribusi secara signifikan untuk mencapai tujuan Indonesia menciptakan 1,000 pengusaha digital dengan pangsa pasar gabungan lebih dari 10 miliar Dolar AS dan mengembangkan e-Commerce dari 19 miliar Dolar AS sampai 130 miliar Dolar AS pada tahun 2020. Seperti halnya Indonesia telah memainkan peran inovasinya dalam meningkatkan efisiensi perdagangan dengan pelaksanaan Copyright © GCEL 2018
13
beberapa sistem vertikal, demikian juga dengan komunitas perdagangan Indonesia telah mengemukakan minat yang mendalam untuk merintis inisiatif baru Ekonomi Digital dan memanfaatkannya untuk memadukan Usaha Kecil Menengah Indonesia, baik di wilayah Indonesia maupun dunia. Fakta menunjukkan bahwa sekitar 88,83% masyarakat dagang Indonesia secara kolektif sepakat atas pentingnya Ekonomi Digital, dan telah menggambarkan seperti apa seharusnya lingkungan Ekonomi Digital Abad ke-21 itu dalam rangka membantu bisnis mereka untuk tumbuh. Indonesia menginginkan sebuah program atau portal Ekonomi Digital yang memungkinkan perusahaan untuk: Mempromosikan layanan dan produk mereka secara nasional dan internasional; Langsung menargetkan pembeli yang memenuhi syarat yang memerlukan jasa dan produk mereka; Mempermudah pengambilan keputusan untuk pembeli potensial dan mempercepat siklus penjualan; Mempermudah dan mempercepat proses pembiayaan perdagangan; Mengurangkan premi asuransi perdagangan sekaligus meningkatkan cakupan; Memudahkan integrasi ke dalam jalur perdagangan global; Mempublikasikan produk dan layanan mereka dalam bahasa pilihan pelanggan potensial.
EKONOMI DIGITAL DI INDONESIA Kami telah menjelaskan secara singkat penilaian kinerja Indonesia mengenai enam area utama perdagangan dalam kaitannya dengan standar 21-6-ETEI, yang akan dieksplorasi lebih mendalam nanti dalam dokumen ini. Namun, akhir permainan adalah pemberdayaan dari empat pilar perdagangan untuk mendirikan Ekonomi Digital yang terpadu: Sebuah lingkungan perdagangan digital sepenuhnya yang terdiri dari pelaksanaan-optimal industri E-Commerce, E-Keuangan, E-Asuransi dan E-Logistik. Seperti digambarkan dalam grafik di bawah, enam elemen kunci dari efisiensi perdagangan --Integrasi, Proses, E-Dokumentasi, Pelacakan dan Visibilitas, Kompetensi, dan Keamanan Cargo-- adalah elemen yang diperlukan untuk platform E-Logistik yang terintegrasi, dengan tiga pilar ekonomi lainnya. Kinerja yang optimal dalam semua enam area utama adalah perlu untuk memberdayakan keempat pilar tersebut, yang memungkinkan mereka untuk memberikan efisiensi dan pengurangan biaya yang diperlukan untuk mendorong peningkatan perdagangan,
Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
Peningkatan Perdagangan Dunia
Keinginan UKM Indonesia untuk lingkungan E-Commerce yang dibutuhkan ini adalah sesuai dengan keinginan counterpart mereka di seluruh dunia.
e mp si ten
AL
I DIGIT
OM EKON
an an am go Ke Kar
Ko
EI
Proses
- ET
n caka Pela ilitas ib & Vis
-6
E-Dokumentasi
21
rasi
Copyright © GCEL 2018
EAS
Integ
14
Asosiasi Lembaga-lembaga Pembiayaan Pembangunan di Asia dan Pasifik (The Association of Development Financing Institutions in Asia and the Pacific/ADFIAP) dan Sekretariat Federasi Dunia Lembaga Pembiayaan Pembangunan (The World Federation of Development Financing Institutions/WFDFI), yang anggotanya melayani kebutuhan keuangan lebih dari 60% dari UKM di dunia, juga telah menegaskan keinginan lingkungan E-Commerce yang berdasarkan interaksi rutin mereka sehari-hari.
gan E-Perdagan an g n a u e E-K ansi r u s A E istik E-Log
MDD
Indonesia SEA - Ringkasan Eksekutif
dan dengan demikian mendorong pertumbuhan ekonomi untuk generasi mendatang.
maksimum dari melihat produk dan layanan jasa yang diinginkan kepada akuisisi.
Berikut ini adalah deskripsi singkat posisi atau peringkat Indonesia dalam kaitannya dengan Standar Abad ke-21 terkait dengan empat pilar dimaksud.
Walaupun saat ini, lingkungan E-Commerce yang ideal yang berusaha dicapai Indonesia dan dunia belum terwujud. Namun demikian, sebagaimana dinyatakan sebelumnya, 88,83% bisnis di Indonesia telah menuntut lingkungan E-Commerce sebagaimana dijelaskan di atas.
Lingkungan Ekonomi Digital Abad ke-21 Lingkungan Ekonomi Digital Abad ke-21 adalah sebuah ekosistem yang memungkinkan integrasi global penawaran produk dan layanan dengan kemampuan intelijen untuk mencocokkan penjual kepada pembeli yang ditargetkan. Lingkungan ini didasarkan pada informasi waktu-riil yang dinamis, divalidasi yang terakumulasi dan terus diperbarui melalui kegiatan perdagangan normal di seluruh dunia, dibandingkan daripada ulasan yang tak beralasan yang saat ini digunakan. Berikut ini adalah deskripsi singkat tentang standar patokan untuk masing-masing pilar, diikuti dengan penjelasan kondisi saat ini. Masa Depan E-Commerce di Indonesia Manfaat utama dari ekosistem yang dijelaskan di atas adalah bahwa hal itu memungkinkan penciptaan matrik E-Commerce pintar yang akan memberikan tingkat skor dinamis yang diperlukan untuk: Memastikan kualitas layanan dan produk berdasarkan kegiatan global penjual Memfasilitasi dan mempercepat Pembiayaan produk dan jasa Meminimalkan premi asuransi dan mengoptimalkan cakupan Memastikan kecepatan integrasi penjual dalam rantai pasokan pembeli Memastikan keandalan dan ketergantungan saluran industri logistik dari penjual ke pembeli Berdasarkan pada Kualitas Data Ultimate (UDQ), sistem skor tersebut disajikan kapan saja pembeli memutuskan untuk evaluasi produk penjual atau jasa, biar lokal, di wilayah, atau global. Sistem seperti ini menghasilkan nisbah pertukaran
Masa Depan E-Keuangan di Indonesia Manfaat utama dari ekosistem yang dijelaskan di atas adalah bahwa hal itu memungkinkan penciptaan matrik E-Keuangan pintar yang akan memberikan tingkat skor dinamis yang diperlukan untuk: Peringanan Risiko Keuangan Perdagangan - Meminimalkan risiko penanggung berdasarkan kegiatan terdahulu dan masa depan keuangan perdagangan global peminjam. Meminimalkan Risiko Transaksi - Memaksimalkan kemampuan pemberi pinjaman untuk membayar pinjaman langsung secara elektronik kepada penjual produk dan jasa peminjam yang telah dipersetujui. Risiko Pemulihan Aset - Memastikan kemampuan untuk menyita aset dalam jalur perdagangan untuk perutean kembali atau likuidasi untuk meminimalkan kerugian penurunan nilai aset. Semua hal di atas akan mempercepat keuangan perdagangan, mempromosikan peningkatan perdagangan sehingga memungkinkan ekspansi pasar global baru untuk perusahaan besar, serta untuk UKM di dunia yang merupakan salah satu pilar utama dari pertumbuhan ekonomi global. Saat ini, E-Keuangan untuk perdagangan di Indonesia terbatas karena kurangnya akses terhadap informasi yang dijelaskan di atas. Meskipun lembaga keuangan telah menciptakan sistem vertikal dalaman (in-house) yang efisien, bank tidak memiliki akses kepada informasi pengiriman ecara waktu-riil, dan akses terbatas kepada data bila diperlukan mengenai pembeli, penjual dan pergerakan barang. Skor 21-6-ETEI untuk Bank tetap pada tingkat terendah di antara semua kelompok yang disurvei di Indonesia. Copyright © GCEL 2018
15
Masa Depan E-Asuransi di Indonesia Manfaat utama dari ekosistem yang dijelaskan di atas adalah bahwa hal itu memungkinkan penciptaan matrik E-Asuransi pintar yang akan memberikan tingkat skor dinamis yang diperlukan untuk: Peringanan Risiko Asuransi Perdagangan - Meminimalkan risiko penanggung berdasarkan kinerja masa lampau semua peserta jalur perdagangan serta rute dan tujuan jalur perdagangan khusus, dengan demikian mempercepat perlindungan asuransi. Memaksimalkan Cakupan Global - Menyediakan kemampuan untuk integrasi mulus perusahaan ke pasar asuransi perdagangan global, yang memungkinkan mereka untuk menyediakan cakupan pintu-ke-pintu dengan risiko terbatas. Mempercepat Proses Klaim - Akses terhadap informasi terkini dan historis yang terkumpul dari seluruh jalur perdagangan menyediakan perusahaan dengan data yang diperlukan untuk proses klaim dengan cepat dan akurat. Di Indonesia saat ini, E-Asuransi untuk perdagangan tetap ambigu dan mahal. Kurangnya integrasi perdagangan dan visibilitas kepada keadaan pengiriman dalam jalur perdagangan, serta ketergantungan terus pada dokumentasi kertas, membuat skor industri asuransi berada di bawah tingkat optimal 21-6-ETEI.
16
Masa Depan E-Logistik di Indonesia Manfaat utama dari ekosistem yang dijelaskan di atas adalah bahwa hal itu memungkinkan penciptaan lingkungan E-Logistik pintar yang akan memberikan kemampuan untuk: Meminimalkan persyaratan standardisasi. Menciptakan lingkungan integrasi berskala global. Transformasi kewajiban kontraktual Penyedia Pelayanan Logistik (Logistics Service Provider /LSP) kepada metrik elektronik, yang memungkinkan pemantauan waktu-riil kinerja berdasarkan kontrak vs perkiraan vs aktual. Menciptakan lingkungan E-Dokumentasi optimal yang dapat meminimalkan keystrokes dan kesalahan, serta validasi data dari berbagai sumber dalam jalur yang sama. Menyediakan alat-alat yang diperlukan untuk merencanakan dan mengelola jalur perdagangan global Copyright © GCEL 2018
dari rak ke rak tanpa biaya kepada pengguna akhir. Pengisian data otomatis informasi yang diperlukan secara dinamis pada formulir memungkinkan memenuhi syarat yang berubah-ubah pihak Pembeli, Penjual, Negara, Industri, serta perusahaan Keuangan dan Asuransi (BSCIFI) Meskipun efisiensi vertikal dicapai oleh beberapa LSP, industri logistik Indonesia menderita masalah yang sama yang dihadapi industri di seluruh dunia. la tetap terfragmentasi dan tidak semestinya mahal, dan kurangnya sistem dan proses yang dioptimalkan menggunakan teknologi telah mencegahnya dari mencapai skor 21-6-ETEI tertinggi. POTENSI MASA DEPAN PERDAGANGAN INDONESIA Saat ini, ekspor Indonesia ke Negara Berpendapatan Tinggi (HIC) berjumlah kira-kira 89 miliar Dolar AS. Ekonomi negara berpendapatan tinggi saat ini tidak bergerak disebabkan menurunnya permintaan, beban hutang tinggi, dan populasi manula. Kami menyambut baik usaha Indonesia untuk mengurangi ketergantungannya kepada HIC atas kesadaran bahwa mereka menghadapi tantangan yang tidak terkendalikan. Hampir 25 tahun yang lalu, negara berpendapatan tinggi HIC pernah mencapai 22% dari jumlah populasi dunia. Akibat tingkat kelahiran rendah dan berpopulasi manula, negara berpendapatan tinggi HIC sekarang menunjukkan 15% dari populasi dunia, dan dengan gaya yang sama peringkat ini diperkirakan akan mencapai 11% pada tahun 2040. Berdasarkan menurunnya populasi, para pakar memperkirakan bahwa potensi kerugian perdagangan Indonesia dengan HIC boleh menjadi lebih besar. Oleh karena itu, adalah bijaksana bagi Indonesia untuk meminimalkan ketergantungan perdagangannya pada HIC dengan berinvestasi di ekonomi negara-negara berpenghasilan menengah (MIC) dan negara-negara berpenghasilan rendah (LIC) untuk membangun daya beli mereka sehingga Indonesia dapat meningkatkan ekspornya ke negara-negara tersebut dalam waktu dekat. Untuk setiap kenaikan daya beli MIC / LIC 1%, kenaikan perdagangan untuk Indonesia akan meningkat 3,4 miliar Dolar AS.
Indonesia SEA
Tantangan utamanya adalah melakukan pengawalan risiko (de-risk) perdagangan antar negara yang dimungkinkan melalui penerapan Platform Ekonomi Digital yang akan menghasilkan peningkatan efisiensi dan transparansi serta membantu mencapai keunggulan bisnis dalam waktu yang relatif singkat. Kampanye ini telah dilakukan oleh Union for the Mediterranean, Liga Negara-negara Arab, Organisasi Kerjasama Islam, Uni Afrika dan Organisasi Negara-Negara Amerika yang telah menandatangani kesepakatan strategis untuk menerapkan Platform Ekonomi Digital. Dengan demikian, Indonesia tidak akan sendirian dalam usaha ini. Dengan menggunakan alat Platform Perekonomian Digital, peserta perdagangan MIC dan LIC akan melakukan operasi berisiko minimal dengan mitra dagang mereka, sehingga menarik investasi langsung asing, memudahkan akses terhadap pembiayaan perdagangan, dan meningkatkan jangkauan mereka ke pasar global, yang semuanya memberikan kontribusi terhadap membangun daya beli mereka.
RINGKASAN SEA Indonesia bertujuan untuk memberikan petunjuk mengenai kekuatan saat ini dan peluang dari lingkungan perdagangan Indonesia. Keberadaannya merupakan bukti dedikasi Indonesia untuk mencapai keunggulan perdagangan melalui pengesahan Peta Jalan E-Commerce 2017-2019 melalui Perpres nomor 74 tahun 2017 dan komitmen GCEL untuk memberikan dukungan bagi Indonesia untuk meningkatkan posisi kepemimpinannya yang sah di dalam Asia dan seluruh dunia.
Selain itu, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, melalui aktivitas digitalisasi perdagangan,, Indonesia dapat memuwujudkan penghematan biaya perdagangan internasional dan domestik tahunannya sebesar 104 miliar Dolar AS dan akan tercipta lebih dari 10,6 juta lapangan pekerjaan.
Setelah ditindaklanjuti, tubuh pengetahuan yang diwakili oleh survei ini akan meletakkan dasar untuk revitalisasi perdagangan dan untuk manfaat ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi seluruh umat manusia. Bahasan lainnya dari dokumen ini memberikan eksplorasi mendalam tentang lingkungan perdagangan Indonesia, serta rekomendasi yang akan memungkinkan Indonesia untuk mengambil peran utama dalam Ekonomi Digital Abad ke-21.
Secara ringkas, alat digital untuk melakukan tugas yang lebih baik pada peringkat bawah, seperti yang dijabarkan secara umum dalam laporan ini oleh 88,83% dari komunitas perdagangan Indonesia, dapat membantu Indonesia mencapai tujuan strategis nasional, antara lain:
GCEL telah menunjukkan komitmennya untuk mempromosikan kemakmuran melalui efisiensi perdagangan lewat hasil penelitiannya dan inisiatif untuk berbagi pengetahuan. Kami akan terus mendukung usaha Indonesia untuk mencapai peringkat kinerja 21-6-ETEI dengan mengikutsertakan pemerintah Indonesia dan pebisnis ketika kami menyebarkan Platform Ekonomi Digital. Ini adalah fondasi utama GCEL untuk membentuk keseimbangan geopolitik, monopoly, dan kekhawatiran privasi data terkait Platform Ekonomi Digital, sementara ia dapat digunakan tanpa bayaran oleh setiap bisnis di seluruh dunia.
i. Mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap HIC dengan membangun daya beli MIC/LIC ii. Meningkatkan proporsi ekspor barang bernilai tinggi Indonesia iii. Memperbaiki kemudahan berbisnis di Indonesia
17
Copyright © GCEL 2018
18
Karena ekonomi saat ini yang tidak sehat, dan ketidakpastian masa depan, kita tidak bisa puas dengan setengah cangkir penuh; kita harus selalu berjuang demi terwujudnya hasil maksimal untuk mengatasi tantangan hari ini dan membangun fondasi ekonomi yang solid untuk generasi mendatang GCEL.
Copyright © GCEL 2018
Indonesia SEA
19
Copyright © GCEL 2018
20
fondasi sea Copyright © GCEL 2018
Indonesia SEA - Fondasi SEA
Sebuah titik awal yang penting dalam menciptakan kemakmuran ekonomi esok hari terletak pada pemahaman tingkat efisiensi perdagangan hari ini
D
unia ini sekarang berada pada titik kritis menuju era digital baru. Bahkan sementara negara-negara berjuang untuk pulih dari krisis keuangan global, kemajuan teknologi telah mulai untuk mengubah secara mendasar cara untuk berbisnis. Sementara para pemimpin mencari solusi digital global untuk masalah materi dari ekonomi global yang tercedera, kesempatan telah muncul untuk meningkatkan perekonomian dunia melalui transformasi mendasar terhadap perdagangan global, yang dicapai dengan memanfaatkan teknologi untuk menciptakan paradigma baru efisiensi perdagangan. Analisis Efisiensi Pengiriman (Shipment Efficiency Analysis/ SEA) Indonesia adalah salah satu dari serangkaian penelitian yang sedang dilakukan di negara-negara di seluruh empat wilayah dunia -- Asia, Timur Tengah dan Afrika, Eropa, dan Amerika. Fokus Analisis ini adalah pada pengiriman itu sendiri: bahwa pengiriman itu lebih dari sekadar produk yang dibeli dan dipindahkan. Siklus hidup dari pengiriman dimulai dengan pembuatan kebijakan untuk menghasilkannya dan perjanjian perdagangan bebas untuk menjualnya; investasi infrastruktur untuk memproduksinya, infrastruktur logistik untuk memindahkannya; dan industri jasa untuk melayaninya. Singkatnya, pengiriman adalah denominator umum (common denominator) yang menyatukan dunia ini di dalam ekonomi dan ketika dunia berdagang. Kita harus menganalisis efisiensi pengiriman, sepanjang perjalanannya dari produksi sampai mencapai pengguna akhir. Hidup kita terhubung secara langsung dengan -- dan tak terpisahkan dari inti ekonomi global -- pengiriman. Pada tingkat makro adalah makanan yang kita makan, pakaian di toko kita, dan bahan yang digunakan untuk membangun kota-kota kita, yang semuanya berdampak pada sifat dan kualitas hidup kita. Hal yang mendukung ini adalah empat industri yang berfungsi sebagai pilar perdagangan global: Perdagangan, Keuangan, Asuransi dan Logistik. Industri-industri ini diwakili melalui sembilan belas kelompok,
kategori perusahaan yang terlibat langsung dalam gerakan pengiriman dari rak-ke-rak. Pada tingkat mikro, pengiriman itu sendiri adalah denominasi umum antara kelompok, industri pilar dan kehidupan kita. Oleh karena itu, membuat pengiriman lebih efisien dan kurang biayanya memiliki potensi untuk secara langsung mempengaruhi setiap rumah tangga di seluruh dunia, dan berdampak positif pada kehidupan setiap manusia. Untuk benar-benar menilai efisiensi pengiriman, kita harus menganalisa informasi penting yang berkaitan dengan masing-masing dari sembilan belas kelompok dan bagaimana mereka menangani pengiriman bila berada dalam yurisdiksi mereka melalui perjalanannya dari rak-ke-rak. Penekanan harus pada kegiatan pengiriman horisontal daripada operasi vertikal. Saat ini, E-Perdagangan, E-Keuangan, E-Asuransi dan E-Logistik, telah wujud meskipun mengikut keterbatasan masing-masing; sistem dan praktek digital telah dilaksanakan untuk berbagai tingkat dalam masing-masing industri vertikal tersebut. Bagaimanapun, aliran perdagangan secara definisi merupakan sebuah proses horisontal. Efisiensi ditentukan oleh karakteristik gerakan pengiriman melalui seluruh panjang jalur-pipa perdagangan. Sementara beberapa perusahaan perdagangan, perbankan, asuransi dan logistik telah mencapai keuntungan efisiensi meraih manfaat, efisiensi sistem secara keseluruhan tidak akan dapat melebihi dari peserta berkinerja terendah: Logistik. Logistik secara historis menjadi link terlemah dalam rantai ini, meskipun menjadi industri yang memungkinkan perdagangan dan yang menghubungkan dunia kita; fragmentasinya telah mencegah E-Perdagangan, E-Keuangan dan E-Asuransi dari mencapai potensi penuh mereka. Dalam mengatasi tantangan efisiensi yang dihadapi oleh industri logistik melalui platform logistik yang diperlukan, kami menyajikan dasar yang diperlukan untuk memaksimalkan kemampuan Copyright © GCEL 2018
21
dari tiga pilar lainnya, yang memungkinkan mereka untuk mencapai potensi penuh mereka, sekaligus mengumumkan terbentuknya Platform Ekonomi Digital (Digital Economy Platform/DEP) Abad 21.
pemerintah daerah untuk bersama-sama merencanakan langkah-langkah menuju penyebaran BTL di kawasan ini. Selesai
SEA dan Program Humawealth di Asia
Misi bersama menuju kualifikasi mitra negara BTL . – Selesai
SEA merupakan titik awal dari Fase 6 dari 7 fase total dalam melaksanakan Program HumaWealth, sehingga menyebarkan Platform Ekonomi Digital Abad 21 di masing-masing tempat dari empat wilayah dunia. Fase tersebut adalah sebagai berikut:
5. Upacara Peluncuran BTL
1. Kemitraan Strategis Regional Pelaksanaan perjanjian kemitraan resmi antara GCEL dengan organisasi-organisasi pan-regional dalam suatu wilayah tertentu untuk mencapai hal-hal berikut: a) Pengakuan resmi tentang pentingnya DEP untuk perekonomian daerah; Bergabung untuk mengatur Acara HumaWeatlh Awareness dengan GCEL, di seluruh wilayah, memberikan kesempatan kepada perusahaan Perdagangan, Keuangan, Asuransi dan Teknologi (CFIT) menyertai dalam tim penyebaran c) Publikasi bersama menyajikan peta jalan ekonomi yang memanfaatkan DEP untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan perdagangan di seluruh wilayah; d) Identifikasi negara yang tepat di kawasan untuk berpartisipasi dalam Benchmark Trade Lane (BTL); Penyelenggaraan bersama Acara HumaWealth Genesis memicu pemilihan jaringan penyebaran global pertama untuk memulai DEP seluruh dunia. – Selesai 2. Acara HumaWealth Awareness Melaksanakan rangkaian acara bekerjasama dengan pemerintah di seluruh wilayah yang mengumumkan kepada perusahaan-perusahaan lokal Keuangan, Asuransi dan Teknologi tentang kesempatan untuk berpartisipasi. Program HumaWealth Genesis Event in merupakan titik pemicu untuk proses seleksi kesempatan yang sama bagi membentuk Jaringan Penyebaran Global pertama untuk meluncurkan DEP seluruh dunia. - Selesai 22
3. Sesi Think Tank Sebuah sesi strategi dengan para pejabat utama dari Copyright © GCEL 2018
4. Misi Bersama
Upacara diselenggarakan secara bersama oleh GCEL, organisasi-organisasi pan-regional, dan dua pejabat negara BTL yang memulai kegiatan BTL regional, digerakkan oleh penandatanganan MOU antara GCEL dan pejabat negara terkait. – Selesai 6. Jalur Perdagangan Patokan (BTL) Fase ini meliputi langkah-langkah berikut: a) Analisis Efisiensi Pengiriman - Penilaian efisiensi perdagangan yang memeriksa informasi penting berkaitan dengan peserta pengiriman saat menangani pengiriman dari rakke-rak; b) Pendidikan – Berbagi temuan dari SEA dengan para perwakilan industri negara yang dipilih, menguraikan bidang-bidang perbaikan, dan mempersembahkan DEP sebagai alat untuk mencapai keunggulan bisnis; c) Seleksi Peserta BTL - Melibatkan pemilihan pihak-pihak dalam proses pengiriman rak-ke-rak dalam jalur perdagangan yang ada antara negara-negara terpilih sebelumnya; d) Program The Genesis Event - Diselenggarakan bersama LSM-LSM internasional dan organisasi-organisasi global panregional untuk memicu pemilihan putaran pertama dari Jaringan Penyebaran Global; e) Seleksi Jaringan Penyebaran Global - Pemilihan Gerbang FIT, dilakukan melalui proses kesempatan yang transparan, yang sama rata; f) Penyebaran BTL - Pelaksanaan Program Ekonomi Digital Abad ke-21 di atas jalur perdagangan terpilih; g) Pameran BTL – Acara di mana GCEL dan Gerbang FIT akan mengundang para pelanggan Gerbang dan perwakilan industri yang terpilih untuk menyaksikan manfaat secara langsung, yang sekaligus akan memicu Penyebaran Global DEP.
Indonesia SEA -Fondasi SEA
FASE 6a - SEA: Standar Baru dalam Analisis Efisiensi Perdagangan Analisis GCEL dirancang untuk rentang arus seluruh pengiriman; dan hasilnya, temuan menyediakan peta jalan yang jelas untuk mengatasi kelemahan, mengurangi pengeluaran waktu dan modal, memperluas perdagangan, dan akhirnya memberikan dasar bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Analisis ini memiliki tiga karakteristik utama: 1. SEA dibangun berdasarkan standar global. Indeks Kinerja Logistik (Logistik Performance Index/LPI) Bank Dunia adalah salah satu “standar global” terkini dari analisis efisiensi logistik. LPI mengumpulkan data online terbatas dari 1,051 responden pilih-sendiri dan sukarela dari 132 negara (rata-rata 8 responden dari setiap negara), dengan lebih pertambahan informasi terkumpul secara progresif dari negara berpendapatan menengah dan tinggi1,2,3 Analisis GCEL mempertingkat standar global dalam enam cara penting untuk memastikan temuan yang akurat bagi menunjukkan jalan ke era baru efisiensi: RENTANG SAMPEL.Survei GCEL menargetkan peserta industri utama di seluruh rentang kesemua pipa perdagangan. Analisis GCEL mencapai representasi peserta optimal dengan sampling semua peserta dalam rantai perdagangan horisontal, di semua ukuran bisnis, dan dibagi menjadi zona ekonomi yang sesuai secara geografis dalam negara tertentu. Desain sampel GCEL ini menargetkan semua 19 kelompok dalam pipa perdagangan, termasuk pembeli/penjual, penyedia jasa logistik (LSP), keuangan dan lembaga asuransi, dan lembaga pemerintah seperti lembaga bea cukai. Setiap kelompok kemudian dibagi mengikut kategori untuk perusahaan kecil, menengah, dan besar (Small, Medium, Large/SML) berdasarkan pendapatan dan karyawan. CAKUPAN GEOGRAFIS. Tingkat efisiensi tidak sama di setiap wilayah suatu negara. Oleh karena itu, dalam masing-masing negara, survei GCEL menargetkan zona ekonomi utama, dengan tujuan sampling semua 19 kelompok dibagi berdasarkan kategori SML di setiap zona.
UKURAN SAMPEL. Survei GCEL mencakup lebih dari 350 responden per negara. SAMPEL LANGSUNG. Survei dilakukan melalui kontak pribadi langsung oleh perusahaan survei yang diakui secara global yang didukung oleh GCEL, asosiasi terpilih dalam negara dan pejabat pemerintah. Hal ini perlu untuk memastikan respon yang menyeluruh dan lengkap dari masing-masing responden. METODOLOGI SURVEI. Pertanyaan digambarkan dalam rangka untuk memvisualkan subjek penyelidikan, sehingga menjamin kemudahan pemahaman sampai memaksimalkan keakuratan tanggapan. JAMINAN KUALITAS. Tim GCEL memastikan kompilasi hasil survei yang akurat dan mengkoordinasikan semua tindak lanjut yang diperlukan untuk memperbaiki kesenjangan. Tim GCEL melakukan peninjauan jaminan kualitas 50% untuk memastikan keakuratan data. Selanjutnya, gelombang kedua jaminan kualitas dilakukan selama proses analisis data dalam rangka untuk menilai secara teliti hasil analisis efisiensi. 2. 6 Elemen Indikator Efisiensi Perdagangan Abad ke 21 (216-ETEI) Standar Survei SEA berdasarkan pada perwujudan potensi luas teknologi abad 21 yang diterapkan pada enam elemen efisiensi yang diakui internasional, disebut 6 Elemen Indikator Efisiensi Perdagangan Abad ke 21 (21-6-ETEI). Efisiensi terhasil dari melakukan hal-hal dengan betul dan tepat waktu. Dalam kasus efisiensi perdagangan, pertanyaan yang jelas adalah: apa yang harus dilakukan dengan betul dan tepat waktu? Banyak organisasi internasional, seperti Bank Dunia, APEC, UNCTAD dan lain-lain telah mempelajari cara-cara untuk mengurangi biaya mendarat ekspor-impor --melibatkan ukuran dari semua biaya dari rak ke rak, selain biaya dari produk itu sendiri. Analisis GCEL didasarkan pada pendekatan “terbaik di kelasnya” yang komprehensif untuk efisiensi pengiriman. 216-ETEI GCEL tertuju pada susunan komprehensif dari elemen efisiensi utama, yang masing-masing disorot secara terpisah oleh organisasi global yang diakui. Copyright © GCEL 2018
23
21-6-ETEI adalah: 1. Integrasi 2. Proses 3. E-Dokumentasi
4. Pelacakan dan Visibilitas 5. Kompetensi 6. Keamanan Kargo
Secara historis, organisasi-organisasi telah menilai indikatorindikator tersebut secara terpisah. 21-6-ETEI GCEL memandang indikator-indikator itu sebagai saling terkait, dengan mempertimbangkan bahwa kinerja dalam satu area tertentu mempengaruhi kinerja di daerah lain untuk lebih baik atau lebih buruk. Tujuan inti dari Analisis adalah untuk mendiagnosa secara tepat akar penyebab inefisiensi sehingga “obat” yang tepat dapat diresepkan. Supaya resep ini mujarab, survei yang mendasar harus komprehensif, mengevaluasi semua segmen pipa logistik sesuai dengan kriteria 21-6-ETEI. Dengan demikian, analisis ini tepat tertuju pada semua enam elemen secara holistik, yang memungkinkan kita untuk menawarkan solusi yang terukur dan tepat. 3. SEA dilakukan sesuai dengan standar kelas dunia Pada setiap langkah dalam proses survei --dari perumusan strategi survei awal melalui analisis akhir dan kualitas kontrol yang ketat-- survei SEA Indonesia telah dilakukan sesuai dengan standar yang diakui, yang dibangun untuk akurasi dan integritas data. Mitra kami meliputi perusahaanperusahaan global terkemuka dengan keahlian yang telah terbukti dalam disiplin ilmu masing-masing dan pengetahuan lengkap tentang perdagangan, pengiriman, dan arenaarena keamanan. Frost & Sullivan, Institut Teknologi Bandung (ITB), KADIN, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, dan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia telah memainkan peranan dalam proses penilaian dan temuan laporan. Masing-masing telah melakukan perannya untuk memastikan bahwa SEA Indonesia telah dilakukan tidak hanya sesuai dengan standar 24
Copyright © GCEL 2018
internasional yang tertinggi, tetapi juga bahwa informasi yang terkandung dalam laporan tersebut adalah tepat waktu, relevan, dan cocok untuk memberikan jalan yang jelas menuju pembentukan tingkat kinerja yang tertinggi mungkin dalam praktek perdagangan. Di masa depan, Survei dan laporan SEA harus dilakukan dengan standar yang sama tinggi, dan akan menggunakan jasa dari perusahaan dan lembaga terkemuka. 7. Penyebaran Global Platform Ekonomi Digital dan Dasbor Perdagangan Nasional (NTD) NTD adalah dasbor monitor-diri untuk membantu pemerintah memprioritaskan dan menarik investasi infrastruktur fisik, sekaligus mengenali perusahaan yang telah mencapai kinerja bisnes yang unggul. Kriteria ini menjadi dasar untuk mengemudikan peningkatan perdagangan, keuangan, dan investasi. Adalah penting untuk diketahui bahwa Jalur Perdagangan Patokan (BTL) di Asia tidak memiliki persyaratan teknologi selain akses Internet serta integrasi dengan perusahaan yang terpilih; keterbatasan akses teknologi bukan halangan bagi pengguna, dan dalam beberapa hal mungkin ada manfaatnya. Contohnya, Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang mula menggunakan infrastruktur digital lunak untuk telekomunkasi, telah dengan cepatnya menyebarkan jaringan seluler yang memicu adopsi telekomunikasi digital dengan pesat. Kenyataannya, tingkat adopsi Indonesia mengatasi Amerika Serikat, dimana alat saklar analog dan kawat tembaga merupakan infrastruktur fisik yang masih digunakan sebagai warisan investasi, yang sebetulnya menghambat peralihan ke telekomunikasi digital. Hal yang sama, negara lain di seluruh dunia juga akan mempunyai kesempatan untuk segera menggunakan infrastruktur lunak yang diperlukan untuk platfrom digital abad ke 21 yang hebat untuk perdagangan.
Indonesia SEA - Fondasi SEA
Hasil Survey SEA Indonesia telah disusun dan dianalisa oleh panel ahli. Panel ini termasuk pejabat pemerintah, ahli akademik terkemuka dalam bidang logistik, sebuah perusahaan konsultasi kelas- dunia, dan ahli global dari industri itu sendiri. Panel menyiapkan laporan komprehensif yang merangkum temuan-temuan utama mengenai tingkat efisiensi saat ini dan yang menyediakan peta jalan untuk meningkatkan efisiensi perdagangan. Laporan ini akan disampaikan kepada para pemimpin publik dan swasta di seluruh negara, yang menyediakan basis penting dari pengetahuan yang dibagi di antara peserta perdagangan. Peta jalan ini memberikan fondasi untuk investasi informasi dan keputusan kebijakan, pengaturan negara dan prioritas perusahaan, dan berfungsi sebagai langkah awal kritis terhadap penggunaan peralatan yang diperlukan untuk memperluas perdagangan, mendukung pekerjaan baru, dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi.
untuk dituju dan manfaat terukur yang akan terhasil. Laporan SEA Indonesia mewakili fondasi ini, dan ini merupakan langkah pertama menuju pewujudan Ekonomi Digital Abad ke-21.
Kesimpulan Seperti dinyatakan sebelumnya, keuntungan dalam efisiensi perdagangan yang dicapai oleh kontainer kargo menghasilkan tidak hanya transformasi industri, tetapi untuk peningkatan kemakmuran global selama beberapa dekade. Bahkan, efisiensi perdagangan adalah kunci untuk kemakmuran global; memang benar-benar penting bahwa kita mendiagnosa kinerja efisiensi perdagangan dengan tepat, dan menerapkan solusi yang sesuai yang dapat memaksimalkan efisiensi dalam semua 19 kelompok peserta, yang mendukung empat pilar perdagangan. Dengan demikian, kita berdiri untuk membimbing dunia melewati periode kesulitan ekonominya yang sekarang, meletakkan dasar untuk inovasi yang dunia sedang menyeru. Namun, inovasi pun harus didasarkan atas pemahaman menyeluruh tentang kondisi saat ini, bagi menunjukkan jalan yang jelas
25
Copyright © GCEL 2018
26
TEMUAN & REKOMENDASI Copyright © GCEL 2018
Indonesia SEA - TEMUAN & REKOMENDASI
Pengantar: Praktik Perdagangan Indonesia terhadap Standar Milenium Baru untuk Pertumbuhan
K
ami telah mengevaluasi efisiensi perdagangan Indonesia saat ini dalam kaitannya dengan standar 216-ETEI mengenai penyelenggaraan optimal lingkungan perdagangan yang dibangun dengan mewujudkan potensi penuh dari apa yang dapat disediakan teknologi hari ini. Pada halaman-halaman berikut, kami akan membahas pentingnya setiap elemen, serta kinerjanya dalam kaitannya dengan standar baru ini. Kami akan menyajikan hasil berdasarkan kinerja negara secara keseluruhan, zona ekonomi, kelompok dan individu, disertai dengan rekomendasi dari langkahlangkah penting yang harus diambil untuk mencapai kinerja puncak dalam setiap elemen.
Grafik di bawah ini menggambarkan kinerja dari setiap elemen dalam kaitannya dengan standar 21-6-ETEI. Ini juga menggambarkan keuntungan cukup besar yang akan dicapai Indonesia begitu rekomendasi laporan ini ditindaklanjuti. Melalui rekomendasi ini, Indonesia dapat mencapai kinerja puncak di masing-masing dari enam elemen, menghasilkan penghematan biaya perdagangan domestik dan internasional tahunan sebesar 104 miliar Dolar AS, yang menempatkan Indonesia di garis depan era baru efisiensi perdagangan. Tingkat efisiensi yang baru ini akan berfungsi sebagai landasan yang kokoh bagi peningkatan perdagangan dan penciptaan lapangan kerja, memenuhi ambisi ekonomi Indonesia.
Efisiensi Perdagangan Indonesia Berdasarkan Indikator 21-6-ETEI Integrasi
5.00
Kami telah memilih untuk menyajikan hasil-hasil SEA Indonesia berdasarkan standar 21-6-ETEI, yang menggambarkan praktik perdagangan Indonesia saat ini sebagai berikut.
4.50 4.00 3.50 3.00
Keamanan Kargo
E-Dokumentasi
2.50 2.00 1.50
1.85
1.00
0.97 1.52
0.50
1.21
2.11 1.51
Proses
Kompetensi
I. UNSUR/ELEMEN Apa arti dari elemen? Kapan elemen digunakan? Mengapa elemen itu penting? Siapa yang memvalidasi pentingnya elemen ini? Di mana elemen berlaku untuk sektor publik dan swasta? II. TEMUAN - DATA III. TEMUAN - DAMPAK IV. REKOMENDASI
Pelacakan/Visibilitas
Indikator Efisiensi Perdagangan Indonesia
27
Persyaratan Efisiensi Perdagangan Abad 21
Copyright © GCEL 2018
28
Integrasi Copyright © GCEL 2018
Indonesia SEA - Integrasi
Integrasi
K
eadaan efisiensi perdagangan dalam suatu jalur perdagangan, domestik atau wilayah ditentukan dalam ukuran besar dengan tingkat integrasi yang telah dicapai antara 19 kelompok. Tujuan dari bagian ini adalah untuk memberi definisi integrasi dan untuk mengeksplorasi peran pentingnya dalam mendukung efisiensi --dan dengan perpanjangan - kesejahteraan ekonomi suatu negara. Apa Arti Integrasi? Intergrasi didefinisikan sebagai kemampuan untuk menghubungkan semua peserta yang terlibat dalam arus pengiriman dalam sebuah lingkungan untuk berbagi informasi secara mulus dan dinamis. Informasi yang disediakan oleh peserta perdagangan dalam lingkungan ini, selanjutnya tersedia informasi yang sesuai dengan kebutuhan dan pas bagi peserta lain dalam jalur perdagangan. Saat ini, metode utama dari integrasi yang dipraktekkan didasarkan pada integrasi titik-ke-titik (point-to-point integration); standar efisiensi perdagangan abad ke-21 didasarkan pada integrasi titik-ke-dunia (point-to-world integration). Kapan dan Bagaimana Integrasi Digunakan? Ketika integrasi dicapai baik melalui metode titik-ke-titik maupun dengan metode titik-ke-dunia, informasi yang dibagi (sharing), secara umum dapat dikategorikan sebagai Peserta terkait atau Pengirim terkait. Informasi terkait Peserta terdiri dari data mengenai peserta jalur perdagangan tertentu. Informasi ini biasanya secara tipikal dimasukkan sekali dan terus diperbarui secara berkala sesuai dengan kebutuhan. Hal ini akan meliputi: Nama organisasi Lokasi fasilitas Rincian kontak Produk atau jasa Informasi keuangan Informasi Pengesahan Pengantar, peralatan, dll.
Informasi terkait Pengiriman terdiri dari data mengenai pengiriman yang spesifik, seperti yang dihasilkan secara waktu-riil pada berbagai langkah dalam proses pengiriman. Ini adalah informasi denominator umum (common denominator) yang dibagikan kepada semua peserta yang terlibat pada jalur perdagangan dan mencakup: Informasi pembelian dan penjualan Informasi pengiriman dan penerimaan Informasi asuransi Informasi keuangan Informasi kepatuhan peraturan Mengapa Integrasi Penting? Ada tiga alasan utama mengapa integrasi merupakan elemen penting dari efisiensi perdagangan: I. Untuk Mengaktifkan Lingkungan Data Dinamis Waktu-Riil (Real time) II. Untuk Memberikan Konsistensi dan Validitas Data III. Demi tersedianya riwayat data yang dinamis dan Tervalidasi. I. Lingkungan Data Dinamis Waktu-Riil: Arti dari lingkungan ini adalah kemampuan untuk membuat suatu tindakan di satu bagian dunia terlihat secara bersamaan ke seluruh dunia. Manfaat utama dari lingkungan seperti itu adalah bahwa hal itu memungkinkan kita untuk memiliki visibilitas komprehensif waktu-riil, yang memfasilitasi keputusan untuk tindakan cepat. Ini merupakan dasar untuk manfaat tambahan yang akan dicapai dari lingkungan integrasi titik-ke-dunia. II. Konsistensi dan Validitas Data: Konsistensi dan Validitas Data dapat diperoleh apabila lingkungan mampu menyediakan informasi dari berbagai sumber untuk mengumpulkan informasi tentang pengiriman yang sama, mulai dari perjanjian jual/beli sampai ke tujuan akhir pengiriman. Validitas dapat diperoleh ketika semua jalur pengiriman dapat mengkonfirmasi data yang dimasukkan pada tahap sebelumnya selama proses pengiriman. Konfirmasi dari berbagai sumber data ini terjadi pada setiap perusahaan Copyright © GCEL 2018
29
secara domestik, antar Negara dan antar benua, sehingga kemungkinan datanya terganggu tidak mungkin. Manfaat utama dari Konsistensi dan Validitas Data dapat digambarkan sebagai berikut: a) Mengurangi redundasi data b) Meminimalkan ketik-kunci, dan dengan demikian mengurangi kemungkinan kesalahan manusia. c) Memudahkan isian data tervalidasi E-Dokumentasi d) Mengurangi komunikasi manual melalui faks, email, pos dan telepon. Hal ini sangat penting bagi instansi pemerintah terkait dengan barang asal, keamanan kargo, atau kepatuhan terhadap peraturan nasional dan internasional. Ia uga berharga bagi perusahaan kewangan dan ansuransi, juga untuk mitra dagang. Sejarah Data Dinamis yang Divalidasi: Kerana data dikumpulkan secara dinamis dan divalidasi melalui proses waktu-riil, sejarah informasi perdagangan akan terus terkumpul dan diperbaharui sepanjang aktivitas perdagangan normal. Hal ini dicapai secara horisontal untuk semua sembilan belas kelompok seluruh dunia yang menghasilkan nilai kualitas yang belum pernah terjadi sebelumnya dibandingkan dengan ulasan tunggal yang tidak berdasar.
30
Manfaat utama dari sejarah data yang divalidasi adalah bahwa hal itu akan memungkinkan kita untuk membuat metrik didasarkan pada standar global, sehingga memaksimalkan rasio konversi pada tahap perdagangan dari melihat produk yang diinginkan untuk akuisisi. Hal ini juga mempercepat pembiayaan perdagangan, menyediakan visibilitas aktivitas perdagangan bersejarah dan terencana, meminimalkan risiko penjamin dan isu-isu berkaitan dengan keuangan lainnya. Selain itu, kualitas informasi akan memberikan data yang dibutuhkan untuk mengurangi premi asuransi, dan memungkinkan kita untuk membuat keputusan terbaik dalam memilih jalur pelayanan logistik yang handal dan dapat diandalkan, sehingga mencapai logistik “tepat waktu” dalam biaya seminimum mungkin. Di atas adalah representasi singkat tentang manfaat yang belum pernah terjadi sebelumnya yang dapat dicapai dari sejarah data dinamis yang divalidasi. Copyright © GCEL 2018
Siapa yang Telah Memvalidasi Pentingnya Integrasi? Pentingnya integrasi telah dikonfirmasi oleh banyak organisasi internasional yang terkenal, namun integrasi global belum pernah dihitung; alat integrasi juga belum tersedia untuk kelompok sembilan belas di seluruh dunia tanpa biaya sampai hari ini. Pentingnya integrasi dapat dikonfirmasi oleh pernyataan-pernyataan berikut yang diringkas dari organisasiorganisasi internasional terkemuka: United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UNESCAP): “Pentingnya integrasi untuk pengembangan “transportasi berkelanjutan” dan pentingnya mekanisme pengembangan untuk membantu para pembuat kebijakan, manajer sistem transportasi unimodal dan operator transportasi terpadu dalam memastikan operasi yang efisien dari infrastruktur dan jasa transportasi.”1 Bank Dunia: “Globalisasi telah membuat permintaan untuk jasa logistik yang lebih canggih, mendorong integrasi dan diversifikasi layanan untuk membantu mengoperasikan rantai pasokan tak terganggu.”2 Bank Pembangunan Asia (BPA): “Kebutuhan untuk mengurangi biaya transportasi dan logistik, dengan menghubungkan kelompok produksi di negara-negara yang berbeda dan menghubungkan kelompok-kelompok ini dengan pasar, akan menjadi tantangan besar dalam beberapa dekade mendatang.”3 Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (KEAP): “Menyampaikan pertumbuhan bisnis yang lebih kuat memerlukan fokus baru pada menghilangkan hambatan kepada integrasi yang lebih dalam.”4 Di mana Penerapan Integrasi dalam Sektor Publik dan Swasta? Integrasi adalah penting untuk berbagai bisnis dan entitas pemerintah, karena memberikan sejarah data dinamis yang divalidasi untuk perencanaan yang efektif. Sementara itu, juga menyediakan lingkungan data dinamis waktu-riil yang konsisten dan divalidasi, yang memungkinkan operasi optimal dan dengan demikian mencapai keunggulan bisnis pada standar tertinggi. Dalam rangka menyajikan gambaran singkat tentang manfaat integrasi, kami telah membagi kelompok sembilan belas ke dalam tiga kategori berikut:
Indonesia SEA - Integrasi
Pembeli, Penjual dan Penyedia Layanan Logistik Memberikan visibilitas optimal untuk kebutuhan pasar dan ekspansi Memungkinkan untuk melakukan pemantauan kinerja wakturiil mitra usaha berdasarkan kewajiban kontraktual Memungkinkan perencanaan yang efektif ketika jasa atau barang dilakukan secara outsourcing Mengintegrasikan tingkat KANBAN dengan logistik “Tepat pada Waktunya”, yang menghasilkan biaya optimal serta memenuhi kebutuhan pasar Meningkatkan keandalan dan ketergantungan dari jalur rantai pasokan, yang memberikan dasar yang kuat untuk ekspansi pasar Memaksimalkan utilisasi kapasitas infrastruktur dengan visibilitas yang lebih baik, yang memungkinkan untuk perencanaan yang optimal Memungkinkan pengambilan keputusan terbaik dalam waktu yang tepat Perusahaan Keuangan dan Asuransi Bank dapat memvalidasi sejarah perdagangan, kinerja kegiatan saat ini dan masa depan, meminimalkan risiko penanggung. Selanjutnya, integrasi akan memastikan bahwa dana yang diberikan dihabiskan di tempat yang tepat dan pada waktu yang tepat. Hal ini juga memungkinkan bahan-bahan yang dibiayai dalam jalur menjadi aset yang dijamin benar. Semua hal di atas akan memberikan kontribusi untuk meminimalkan risiko bank dan meredakan akses keuangan perdagangan Bank-bank Pembangunan dapat memaksimalkan pengembalian investasi melalui peningkatan kinerja dari kelompok yang terlibat. Transparansi produktivitas akan menarik investasi infrastruktur fisik lokal dan internasional yang besar Perusahaan asuransi dapat memaksimalkan keakuratan penilaian risiko, yang akan meningkatkan daya saing dan pangsa pasar underwriter, baik nasional maupun internasional. Ini juga akan meningkatkan dan mempercepat penyelidikan klaim.
Pemerintah Perizinan Kargo Memberikan informasi akurat tentang sumber asal produk dan semua data pengiriman lain yang terkait, menghasilkan profil yang lebih baik, memungkinkan pengiriman barang-barang lebih cepat dan meningkatkan efisiensi perdagangan. Keamanan Kargo Mengoptimalkan langkah-langkah keamanan kargo dengan meminimalkan titik tunggal kegagalan, menyediakan beberapa lapisan pertahanan keamanan kargo mulai dari intelijen, penjaga pantai, penyeberangan perbatasan, lapisan dalam negeri, sementara meminimalkan biaya pemenuhan keamanan kargo secara nasional dan internasional. Keselamatan Makanan Penahanan cepat dan respon lebih baik terhadap wabah penyakit pangan dengan membangun sistem pengawasan kesehatan agrikultural global untuk mengekang wabah penyakit secara proaktif sekaligus mengurangi biaya kepatuhan terhadap peraturan. Kesiapan Dampak Bencana Kemampuan untuk mengintegrasikan ke dalam jalur perdagangan global dan domestik, sehingga mengalihkan bahan yang dibutuhkan untuk situasi darurat dengan tingkat efisiensi tertinggi dengan memobilisasi LSP dengan cepat untuk memberikan bantuan yang diperlukan dengan biaya minimal. Kemampuan untuk menerapkan Sistem Manajemen Aliran Transportasi Darurat untuk mengarahkan dan mengalihkan lalu lintas, memastikan aliran perdagangan tak terganggu. Tapak Karbon Mengurangi konsumsi bahan bakar dengan meningkatkan kapasitas pemanfaatan pengantar logistik di seluruh jalur logistik, terutama dengan meningkatkan penghasilan di pelabuhan dan penyeberangan perbatasan. 31
Copyright © GCEL 2018
Temuan - Data Skala Efisiensi Integrasi secara singkat: Tingkat 1 = Tidak ada sistem integrasi yang efektif, penggunaan telepon/faks/surat yang ekstensif untuk komunikasi, dan tingkat pengulangan data yang tinggi. Efisiensi saluran perdagangan tidak dapat mengatasi peserta terlemahnya. Oleh sebab itu, dengan menggunakan sistem vertikal setempat, tanpa integrasi horisontal dengan seluruh perserta jalur perdagangan, peserta hanya dapat mencapai skor 2,5. Tingkat 5 = Adanya sistem integrasi dan komunikasi yang efektif, rendahnya tingkat pengulangan data. Skor Integrasi Keseluruhan Indonesia Ini merupakan data agregat pada tingkat nasional dari semua kelompok sembilan belas yang disurvei di Indonesia. Secara kolektif tercatat skor sebesar 0,97 dari nilai skor tertinggi 5. Skor 5 merepresentasikan penggunaan teknologi secara optimal dalam bidang integrasi.
0.97 0.0
0.5
1.0
1.5
2.0
2.5
3.0
3.5
4.0
4.5
5.0
Integrasi pada Zona Ekonomi Cetak-biru Logistik Nasional Indonesia berfokus pada membangun Indonesia sebagai pemain penting dalam perdagangan dan pasar internasional. Bahkan, logistik Indonesia akan secara lokal & global terhubung secara efektif dan efisien, untuk daya saing nasional pada tahun 2025. Namun, di Indonesia, 93,7% dari bisnis dioperasikan secara manual tanpa sistem vertikal. Tingginya jumlah perusahaan tanpa sistem vertikal ini kemudian berkontribusi pada kurangnya integrasi di Indonesia dan mitra dagang mereka. Justru menghambat Indonesia dari mencapai efisiensi perdagangan yang diperlukan untuk memaksimalkan potensi Indonesia dan mewujudkan ambisi ekonomi warganya. Perbedaan antara nilai tertinggi (1,14) dan nilai terendah (0,73) adalah minimal yang berarti bahwa ketika inovasi yang tepat diperkenalkan ke negara ini, maka ia akan cepat dan merata dapat diadopsi di semua zona.
32
Copyright © GCEL 2018
Kepulauan Maluku Sulawesi Kalimantan
0.73 0.91 1.07
Bali - Nusa Tenggara
1.14
Jawa
1.05
Sumatera 0.0
0.73 1.0
2.0
3.0
4.0
5.0
Indonesia SEA - Integrasi
Integrasi oleh 19 Kelompok Bea Cukai memiliki skor integrasi tertinggi dengan 1,93 yang menunjukkan beberapa tingkat integrasi dengan mitra dagang. Ini telah dicapai dengan Portal / Program Satu Pintu Nasional Indonesia Terpadu (Indonesia National Single Window /INSW). INSW adalah sistem pelayanan publik terpadu yang menyediakan layanan untuk mengirimkan dan memproses data kepabeanan secara elektronik. Lebih dari 90% dari bukan angkutan jalan di Indonesia dilakukan oleh operator moda transportasi laut (operator samudera). Operator-operator ini telah mengembangkan portal mereka sendiri yang memungkinkan untuk transfer elektronik sekitar 25% data pengiriman dengan kelompok lain. Tingkat sederhana integrasi ini tercermin dalam skor Operator Samudra tercatat hanya 1,56. Kebanyakan bisnis di Indonesia tidak memiliki sistem dan menjalankan bisnis mereka secara manual. Kurangnya integrasi ditunjukkan oleh rendahnya skor di antara kelompok 19 yang dikaji. Kurangnya integrasi dan ketergantungan yang tinggi pada prosedur manual telah mengakibatkan Indonesia menjadi salah satu negara di ASEAN yang membayar tagihan tertinggi untuk logistik. Akibatnya, daya saing produk domestik dan internasional tidak mencapai potensi tertinggi. 5.0 4.5 4.0 3.5 3.0 2.5 1.93
2.0 1.51
0.84
0.86
0.69
Pembeli & Penjual
Pelabuhan Laut
Pelabuhan Udara
Pelabuhan Darat
Makelar Bea Cukai
Inspektur/Surveyor
Buruh Pelabuhan
Ekspeditur Kargo
3PL
Angkutan Darat
Angkutan Kereta Api
Angkutan Laut
0.76
0.74
0.55
Angkutan Udara
0.0
Pengirim Berbadan Hukum
0.5
1.14
1.04 0.70
Pengirim Individual
0.76
1.14
1.40 1.23
Penyedia Layanan Logistik
33 Pemerintah
Copyright © GCEL 2018
Asuransi
1.0
1.39
Bank
1.48
Pos Pemeriksaan
1.56
Bea Cukai
1.40
Stasiun Kereta Api
1.5
Perusahaan Keuangan/Asuransi
Metode Komunikasi Dominan oleh Kelompok 19 4,26% dari responden yang disurvei di Indonesia berkomunikasi dalam jalur dagang mereka sendiri menggunakan File Transfer Protocol (FTP) dan Electronic Data Interchange (EDI). 95,74% sisanya berkomunikasi dalam saluran melalui telepon, faks dan email. Selain itu, 6,3% dari usaha di Indonesia memiliki beberapa jenis sistem vertikal sedangkan sisanya 93,7% tidak memiliki sistem dan tergantung pada pihak ketiga. Indikator integrasi tambahan disediakan dalam tabel berikut.
34
Copyright © GCEL 2018
Kelompok 19
Metode Komunikasi Rata-rata
Pengirim Berbadan Hukum
Faksimili
Pengirim Individual
Faksimili
Angkutan Udara
Faksimili
Angkutan Laut
Telepon
Angkutan Darat
Faksimili
Angkutan Kereta Api
Telepon
3PL
Telepon
Ekspeditur Kargo
Telepon
Buruh Pelabuhan
Faksimili
Inspektur/Surveyor
Faksimili
Makelar Bea Cukai
Telepon
Pelabuhan Udara
Telepon
Pelabuhan Laut
Telepon
Stasiun Kereta Api
Telepon
Pelabuhan Darat
Telepon
Bea Cukai
Telepon / EDI
Pos Pemeriksaan
Faksimili
Bank
Faksimili
Asuransi
Faksimili
Indonesia SEA - Integrasi
Indikator Integrasi Tabel berikut menyediakan ringkasan tanggapan dominan oleh kelas organisasi tertentu terhadap pertanyaan terkait integrasi yang diajukan selama survei berlangsung. 1
Bagaimana Informasi Bertukar? 2 Protokol Komunikasi 3 Redundansi Data 4 Frekuensi Mengirim & Menerima Pemutakhiran Pengiriman 5 Validasi Data Mitra Dagang 6
Pembeli/Penjual
LSPs
Keuangan/Asuransi
Pemerintah
Di Seluruh Negeri
Surat Pos/Faksimili
Telepon
Surat Pos/Faksimili
Telepon
Surat Pos/Faksimili
Tidak ada Protokol Komunikasi Elektronik Digunakan
Tidak ada Protokol Komunikasi Digunakan
Tidak ada Protokol Komunikasi Digunakan
File Datar
Tidak ada Protokol Komunikasi Digunakan
Informasi Sama 51-70%
Informasi Sama 51-70%
Informasi Sama 71-90%
Informasi Sama 71-90%
Informasi Sama 51-70%
>Sehari
>Sehari
>Sehari
>Sehari
>Sehari
Sangat Terbatas
Terbatas
Sangat Terbatas
Terbatas
Sangat Terbatas
Waktu Integrasi Mitra Baru 7
>30 Hari
>30 Hari
15-30 Hari
15-30 Hari
>30 Hari
Kos Integrasi Mitra Baru 8
Mahal
Mahal
Mahal
Mahal
Mahal
OBSERVASI: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.
Nilai mencerminkan respon rata-rata dari jawaban yang diterima. Pertimbangkan Metode Komunikasi Utama pada carta Peserta Dagang di halaman 32. Karena kurangnya integrasi, tak ada protokol komunikasi yang digunakan. Hal ini mengacu pada persentase data berlebihan yang dimasukkan berulang-ulang dalam berbagai bentuk. Ini menunjukkan seberapa sering update pengiriman diterima. Karena integrasi sistem minimal, frekuensi update pengiriman lebih dari satu hari. Ini menunjukkan berapa banyak mitra dan LSP perdagangan dalam saluran perdagangan yang sama memvalidasi kembali data pengiriman yang sama. Hal ini mengacu pada waktu yang diperlukan untuk mitra dan LSP perdagangan baru untuk berintegrasi dalam saluran perdagangan. Dalam kasus ini, karena integrasi sistem minimal, tidak ada sistem untuk diintegrasikan dan integrasi mengacu di sini pada penggunaan dominan faks dan telepon. Perihal ini merujuk kepada kos yang dibutuhkan untuk mitra dagang baru atau LSP diintegrasi ke dalam saluran perdagangan setelah terjadi finalisasi kesepakatan beli/jual untuk produk dan jasa pelayanan.
35
Copyright © GCEL 2018
Dampak Temuan Survei menunjukkan bahwa sebagian besar dari 19 kelompok berkomunikasi dengan telepon, faks, atau email. Karena tidak adanya integrasi, tidak ada protokol komunikasi yang digunakan. Mayoritas kelompok mencatatkan 51-70% pengulangan data dan mengambil waktu berhari-hari untuk mengirim dan menerima pembaharuan data pengiriman dengan validasi sangat terbatas. Selain itu, mengintegrasikan mitra dagang baru dapat mengambil waktu 30 hari atau lebih dengan itu mengurangi daya saing, keterbasan perluasan pangsa pasar, dan peningkatan biaya. Temuan berikut terkait dengan integrasi perdagangan Indonesia tidak mengurangi pencapaian signifikannya sebagai salah satu negara perdagangan utama dunia dan salah satu negara berkembang terbesar di dunia. Sebaliknya, temuan ini menunjukkan komitmen Indonesia sebagai negara terkemuka dalam memanfaatkan teknologi hingga potensi penuhnya untuk mencapai standar efisiensi perdagangan abad ke-21 untuk integrasi. Berdasarkan hal tersebut di atas, maka perlu diketahui posisi Indonesia saat ini. Oleh karena itu, tujuan kami adalah bukan untuk menempatkan Indonesia dengan standar “Praktik Terbaik” dibandingkan dengan negara-negara lain, tetapi untuk sebuah standar baru berdasarkan kinerja puncak yang dapat dicapai ketika memaksimalkan pada potensi penuh dari teknologi abad ke-21. Peringkat integrasi Indonesia adalah 0,97 pada skala 1-5 Hal ini menunjukkan bahwa langkah-langkah signifikan harus diambil untuk mencapai kinerja puncak dan menyadari manfaat integrasi point-to-world. Tingkat integrasi Indonesia 0,97 diterjemahkan sebagai berikut:
36
Lingkungan Data Saat Ini - Pasif Lingkungan data pasif adalah kebalikan dari lingkungan data dinamis waktu-riil. Ini berarti bahwa informasi bisa dibagi secara sporadis dengan visibilitas dan jangkauan yang terbatas sepanjang jalur rantai pasokan. Masalah utama yang disebabkan oleh lingkungan semacam itu adalah bahwa tindakan dapat dilakukan berdasarkan informasi yang tidak lengkap atau usang, yang menyebabkan kesalahan, dan menyebabkan biaya kelebihan. Copyright © GCEL 2018
Lingkungan Data Indonesia Saat ini - Inkonsistensi dan Kurang Validasi Kurangnya informasi pengiriman hujung-ke-hujung waktu-riil menyebabkan data yang tidak konsisten dan tidak divalidasi dengan tepat. Hal ini sangat membatasi verifikasi data atau perbandingan dinamis dokumen atau tindakan para peserta jalur perdagangan, dan karena itu mencegah identifikasi instan dari anomali data atau kesalahan. Masalah utama yang disebabkan oleh lingkungan seperti itu adalah: a) redundansi data sangat meningkat; b) Jumlah ketikan-kunci (keystrokes) berlipat-ganda, sehingga meningkatkan probabilitas kesalahan data; c) kemampuan terbatas untuk mengisi E-Dokumentasi dengan data akurat, yang sudah diverifikasi; d) peningkatan signifikan kebutuhan atas keterlibatan sistem manual seperti telepon, faks, dan email. LIngkungan Data Indonesia Saat ini - Tidak ada Data Sejarah Dinamis yang Divalidasi Kurangnya data yang dikumpulkan, divalidasi, dikategorikan, dan disimpan secara efektif membatasi ketersediaan dan aksesibilitas informasi mengenai aktivitas dan kinerja para peserta perdagangan sehingga sulit untuk mencapai tujuan utama secara efektif termasuk: a) Menarik dan mengevaluasi mitra dagang baru atau penyedia layanan logistik b) Menembus pasar nasional dan internasional. Informasi yang tersedia, seperti penelitian statistik dan ulasan online yang tidak berdasar, terbatas dan pasif; Hal ini dapat menghambat trade finance dan meningkatkan biaya asuransi. Karakteristik yang disebutkan di atas dari lingkungan data saat ini membatasi kemampuan masyarakat bisnis atau pemerintah Indonesia untuk mencapai kemampuan penuhnya dalam efisiensi perdagangan dan pertumbuhan ekonomi. Sebagai contoh, diakui secara global bahwa UKM adalah jentera penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi. Sebagai gantinya, UKM membutuhkan pembiayaan usaha dan perdagangan agar bisa tumbuh; Meskipun demikian, mereka terus menghadapi hambatan dalam mendapatkan dana yang dibutuhkan.
Indonesia SEA - Integrasi
Hal ini terutama karena lembaga keuangan mengkategorikan UKM sebagai risiko tinggi. Pada waktu bersamaan, akibat tekanan yang mereka hadapi, lembaga keuangan juga tidak dapat disalahkan sebagai penyebab penghambat pertumbuhan. Kesulitan-kesulitan itu dapat diringkas sebagai berikut:
untuk membatasi risiko. Integrasi akan memberikan visibilitas terkini terhadap barang dalam perjalanan. Dikombinasikan dengan otoritas untuk menguasai aset jika diperlukan, ini akan memberikan bank dengan tambahan keyakinan bagi mereka untuk memberikan dan mempercepat peluncuran dana.
Strategi bisnis lembaga keuangan dapat dicirikan sebagai bersifat menghindari risiko, karena sebagian besar dana yang tersedia adalah uang orang lain. Pembatasan lebih lanjut pada lembaga-lembaga keuangan contohnya Basel III ( (Set reformasi tahun 2009, direvisi pada tahun 2013, dirancang untuk memperbaiki peraturan, pengawasan, dan manajemen risiko di sektor keuangan). Tekanan ditempatkan pada lembaga keuangan dari para pemimpin ekonomi di seluruh dunia untuk memberikan kredit lebih lanjut, dan terutama pembiayaan perdagangan untuk UKM, dalam rangka menggerakkan jentera perdagangan lagi.
Perusahaan asuransi Indonesia memperoleh skor integrasi sebesar 0,86. Hal ini menyulitkan mereka secara dinamis mengevaluasi peserta perdagangan yang memiliki jumlah klaim asuransi lebih tinggi atau melaporkan tingkat kerusakan yang tinggi. Akibatnya, premi asuransi menjadi mahal, dan dalam beberapa kasus, cakupan penuh selalu ditunda-tunda. Penggunaan Portal aman online Jendela Tunggal Nasional Indonesia (Indonesia National Single Window), menyediakan akses mudah ke seluruh sistem fasilitasi perdagangan dan kebanyakan peserta perdagangan mendapatkan data perizinan dari Bea Cukai melalui portal atau EDI. Namun, seperti yang diterangkan sebelumnya, sistem ini tergantung pada sumber data tunggal domestik yang berlaku seperti dalam lingkungan sekarang, yang membatasi aktiviti dibawah secara global termasuk:
Lembaga keuangan tidak memiliki keterpaduan yang diperlukan dengan perdagangan global yang akan memberi mereka visibilitas waktu-riil, validasi, dan konsisten mengenai calon klien. Kenyataannya adalah bahwa lembaga keuangan Indonesia hanya memiliki skor sebesar 0,76 pada skala 1-5 dari 21-6 ETEI; Ini berarti bahwa mereka tidak memiliki transparansi dan visibilitas baik dalam jalur perdagangan atau kegiatan usaha yang mereka biayai. Dalam rangka mengurangi risiko, bank memerlukan informasi yang dinamis dan dapat diandalkan mengenai perusahaan-perusahaan dan praktik mereka - bukan hanya tahap aplikasi pinjaman, tapi juga saat dana dicairkan. Sebagai contoh: Berapa lama perusahaan berkecimpung dalam bisnis? Pernahkah ada keterlibatan penipuan keuangan? Berapa volume produknya dan siapa pembelinya? Berapa lama perusahaan telah menghasilkan produk tertentu? Apakah pembeli produk mempunyai posisi keuangan yang stabil? Apakah tingkat kesuksesan bisnis perusahaan? Apakah bahan itu berasal dari sumber yang andal? Apakah sejarah ketepatan waktu transaksi pembayaran? Ketika dana disediakan, lembaga keuangan secara dinamis perlu memastikan bahwa dana digunakan sesuai dengan tujuan yang dinyatakan. Selain itu, kredit yang diberikan perlu ada jaminan
Pengesahan data yang disampaikan ke Bea Cukai Transparansi yang diperlukan untuk visibilitas pengiriman nasional dan internasional Terpenuhinya peraturan keselamatan kargo Validasi negara asal muatan Rekomendasi Para pemimpin ekonomi dunia telah lama mengakui pentingnya Integrasi sebagai landasan untuk menopang pertumbuhan ekonomi. Hal ini penting ketika menyeimbangkan kembali perekonomian dunia dan memfasilitasi integrasi ekonomi antara negara-negara maju, sedang berkembang dan berkembang. Negara-negara ASEAN telah terus mengakui peran penting integrasi untuk meningkatkan perdagangan antara para anggotanya dari sekitar 50 sampai 75%, sama dengan tingkat perdagangan antara negara-negara Eropa. Hal ini juga diakui di Indonesia bahwa integrasi akan memperkuat ekonomi dan membuat negara lebih kompetitif di panggung ekonomi global. Namun, integrasi tak pernah didefinisikan dengan baik, atau diterapkan di mana seharusnya, juga biayanya, atau dari mana untuk dimulai. Apakah integrasi saja cukup? Semua pertanyaan Copyright © GCEL 2018
37
38
Keperluan untuk mengurangi biaya transportasi dan logistik, dengan menghubungkan kelompok-kelompok produksi di negara-negara yang berbeda dan menghubungkan kelompok-kelompok ini dengan pasar, akan menjadi tantangan utama dalam beberapa dekade mendatang – Bank Pembangunan Asia (ADB). Copyright © GCEL 2018
Indonesia SEA - Integrasi
ini dijawab dalam bagian ini. Bahkan, Integrasi saja tidak akan melakukan pekerjaan; jika tidak, internet saja sudah cukup, karena ia menyediakan bentuk integrasi titik-ke-dunia. Internet telah mengubah wajah komunikasi dan perdagangan ritel, tetapi ia tidak mencapai potensinya sendiri atau menciptakan lingkungan perdagangan terpadu yang diperlukan dunia. Sampai saat ini belum ada yang memberikan rencana komprehensif untuk realisasinya, atau mengenali semua faktor yang dibutuhkan untuk integrasi bagi mencapai hasil yang diinginkan.
a) Tentukan apa yang bisa menjadi masalah, tanganinya satu per satu. Namun, karena tidak ada yang bisa memprediksi apa yang bisa menjadi masalah, kita harus memaksimalkan pada rencana b. b) Hanya ada dua cara yang bisa memastikan bahwa kita mampu untuk menangani apa yang tak diketahui: 1. Teknologi tanpa kendala investasi atau 2. Perusahaanperusahaan teknologi terbaik di dunia, duduk semeja untuk menyelesaikan apa pun masalah yang timbul.
Integrasi adalah unsur pertama dari enam lingkungan penting (216-ETEI) yang perlu ditingkatkan agar dapat memberikan manfaat ekonomi yang sangat diperlukan dunia. Sebuah solusi integrasi perdagangan yang tepat harus memiliki empat landasan berikut:
4. Solusi integrasi harus mengimbangi kekhawatiran geopolitik dan monopoli. Supaya solusi dipertahankan itu harus disampaikan oleh jaringan perusahaan teknologi terkemuka swasta yang telah mendapatkan kepercayaan dunia melalui bukti-bukti kemampuan mereka. Perusahaan-perusahaan ini harus bekerja bersama-sama meskipun kecenderungan alami mereka untuk bersaing; dunia hanya akan tidak menerima solusi yang disediakan oleh satu perusahaan atau satu wilayah. Ini harus dikerahkan berdasarkan kesempatan yang sama untuk semua organisasi yang mampu yang bisa melaksanakan pekerjaan yang ditetapkan, sambil dimonitor dalam lingkungan sangat-terstruktur oleh sektor publik dan swasta.
1. Solusi integrasi harus disediakan bebas biaya untuk pengguna-akhir. Dalam rangka untuk solusi integrasi global, regional, atau nasional menjadi cepat diadopsi ketika melibatkan banyak pihak dalam jalur yang sama, ia harus “BEBAS BIAYA.” Sebuah model bisnis baru adalah suatu keharusan dalam rangka mencapai di atas dan memastikan keberlanjutan solusi sambil memastikan penyebaran global yang cepat. 2. Solusi integrasi harus menjadi tak mengganggu. Ini hanya mungkin dalam dua cara: Solusinya harus menyediakan portal akses kepada kelompok sembilan belas, sekaligus menyediakan akses langsung ke pasar dunia dan jasa. Lingkungan seperti itu akan memungkinkan adopsi cepat oleh UKM dan LSP, yang memungkinkan mereka untuk menampilkan potensi penuh mereka. Solusi harus menyediakan sumbatan akses untuk perusahaan-perusahaan besar, yang memungkinkan integrasi dengan sistem dalaman vertikal mereka. Hal ini harus dilakukan melalui penyedia teknologi mereka sendiri yang terpercaya. 3. Saat mengadopsi solusi integrasi, pastikan tidak ada apaapa masalah. Kata “tidak ada apa-apa” tidak terdefinisi dan tidak pasti; Terlepas dari kenyataan ini, terkadang ia diperlukan saat mengajukan inovasi. Pada kenyataannya, ada dua cara untuk memenuhi pertanyaan ini:
Memenuhi tantangan integrasi juga mengharuskan kita meningkatkan standar. Hal ini tidak cukup untuk mengandalkan standar tradisional “Terbaik di Kelas” berdasarkan contoh kinerja terbaik saat ini. Standar “Terbaik di Kelas” hari ini telah membatasi perdagangan dan logistik, menguncinya dalam kotak justru membuat dunia mengakui bahwa perdagangan tetap terfragmentasi dan tidak efisien. Ukuran kita harus didasarkan pada optimalisasi teknologi dan manfaat yang dapat diberikannya saat beroperasi pada tingkat puncak; kita harus menerapkan solusi integrasi yang memenuhi standar yang baru dan lebih tinggi ini. Dengan demikian, kita akan memungkinkan Indonesia menjadi siap untuk efisiensi perdagangan abad ke-21 dan mengambil posisi terdepan dalam perdagangan global yang layak untuknya. 1. UN ESCAP, Toward an Asian Integrated Transport Network, p. 9, 2007. 2. World Bank, Connecting to Compete 2010, Trade Logistics in the Global Economy, The Logistics Performance Index and Its Indicators, p. 3, 2010. 3. Asian Development Bank, Institutions for Regional Integration: Toward an Asian Economic Community, p. 56, 2010. 4. APEC Business Advisory Council, Report to APEC Economic Leaders, Working Towards Sustainable Growth For All, Yokohama, Japan, p. 50, 2010. Copyright © GCEL 2018
39
40
Proses Copyright © GCEL 2018
Indonesia SEA - Proses
Proses
P
roses perdagangan yang efisien didefinisikan sebagai kemampuan untuk secara sistematis melakukan tugas-tugas rutin dalam lingkungan yang berubah dan bergerak cepat. Dengan kata lain, proses yang berbeda namun saling terkait dilakukan dengan baik oleh berbagai kelompok 19 dalam jalur perdagangan yang menentukan efisiensi pengiriman saat menyeberang dari rak-ke-rak.
Apa Arti Proses? Pada umumnya proses itu didefinisikan sebagai cetak-biru untuk bagaimana memaksimalkan penggunaan alat-alat dan tenaga kerja yang tersedia untuk mencapai hasil yang diinginkan dalam lingkungan vertikal tertentu. Standar Efisiensi Perdagangan Abad ke-21 memerlukan proses horisontal yang efisien dalam rangka untuk memaksimalkan efisiensi jalur perdagangan horisontal. Kapan dan Bagaimana Proses Vertikal dan Horizontal Digunakan? Proses Vertikal - Saat ini, dan dari masing-masing 19 kelompok dalam jalur perdagangan diperkirakan akan memiliki proses internal mereka sendiri untuk mencapai keperluan bisnis mereka. Beberapa perusahaan tersebut menggunakan sistem yang canggih, dan yang lainnya menggunakan sistem yang dasar. Tingkat kecanggihan proses yang diadopsi oleh masing-masing kelompok 19 adalah subjektif dan ditentukan oleh kebutuhan bisnis masing-masing. Persyaratan ini memperhitungkan pertimbangan kebutuhan pelanggan, persyaratan negara, budaya lokal, tenaga kerja yang tersedia, dan faktor-faktor lain yang bervariasi dari satu kelompok ke kelompok yang lain. Sekali lagi, proses mereka dibentuk untuk mengoptimalkan kinerja bisnis vertikal dalam usaha mereka untuk memaksimalkan keuntungan mereka. Proses Horisontal - Karena perdagangan adalah proses horisontal, Standar Efisiensi Horisontal Abad ke-21 adalah suatu keharusan dalam rangka mencapai efisiensi pengiriman ketika melintasi yurisdiksi 19 kelompok. Standar ini membutuhkan kerjasama dan kompatibilitas di antara semua peserta yang terlibat dalam aliran pengiriman horisontal.
Mengapa Proses Vertikal dan Horizontal Penting? Seperti yang disampaikan sebelumnya, proses vertikal penting dalam mengoptimalkan kinerja bisnis dalam kelompok itu sendiri. Proses horizontal pula perlu untuk memaksimalkan efisiensi dalam jalur perdagangan saat melintasi 19 kelompok. Proses vertikal saja tidak akan memenuhi persyaratan efisiensi horizontal; mereka harus bekerja sama dalam cara yang saling tak terganggu. Berikut ini merupakan tiga faktor utama, yang menghambat kita dari mencapai efisensi horisontal dari sebuah proses horisontal: 1. Strategi Investasi Yang Tidak Sesuai - Fragmentasi yang kita hadapi dalam perdagangan global saat ini terutama disebabkan oleh investasi ke dalam sistem dalaman vertikal tetapi dengan harapan untuk memaksimalkan efisiensi horisontal. Seperti grafik di bawah ini, investasi awal dalam sistem vertikal (berwarna kuning) menujukkan pengembalian yang tinggi dalam hal efisiensi secara vertikal. Namun, pengembalian investasi mulai berkurang semakin perusahaan lebih berinvestasi secara vertikal untuk menciptakan efisiensi horisontal (seperti warna hitam) pada tabel dibawah ini. % Keuntungan
Keuntungan-2
Keuntungan Besar-1
41 Investasi- 1
Copyright © GCEL 2018
Investasi- 2
Simulasi
II. Ketidaksetaraan Tingkat Efisiensi Vertikal Di Sepanjang Jalur Efisiensi horizontal adalah setara dengan peserta berkinerja terendah di antara 19 kelompok dalam jalur perdagangan. Lebihan efisiensi dalam setiap vertikal tunggal harus diimbangi oleh peserta lain agar menjadi efektif secara horizontal. Proses yang diadopsi harus dikoordinasikan untuk semua peserta dari rak-ke-rak untuk mencapai hasil optimal dalam jalur perdagangan. III. Proses Lepas-Tangan yang Tak Efisien - Bahkan jika semua 19 kelompok memiliki tingkat standar yang setara, proses lepas-tangan tetap menjadi elemen kritis terhadap pemaksimalan efisiensi dalam jalur perdagangan. Sebagai kesimpulan, umumnya dipercayai bahwa untuk memaksimalkan efisiensi proses horizontal, maka perlu bagi semua pihak untuk mengadopsi proses standar yang sama. Kenyataannya hari ini adalah bahwa bahasa dan proses yang distandarkan bukanlah jawaban. Mari kita periksa industri penerbangan dan bagaimana ia telah berhasil dalam memaksimalkan efisiensi proses horizontalnya sementara setiap kelompok telap mempertahankan proses vertikalnya sendiri. Saat penumpang menyeberang dari titik keberangkatan ke tujuan akhir, mereka melintasi beberapa kelompok (sistem penerbangan, bandara, dll.). Setiap kelompok menggunakan sistem dan prosesnya sendiri, dan berfokus pada denominator umum untuk pertukaran data - penumpang. Dengan bertukar data minimum, yang disebut sebagai Universal Data Elements (UDE) - perlu untuk penumpang menyeberang secara horisontal dengan cara yang efisien, perusahaan-perusahaan di industri penerbangan telah mampu memindahkan penumpang secara efisien melalui semua vertikal tanpa memerlukan standarisasi oleh kelompok yang terlibat.
42
Untuk perdagangan, denominator umum antara semua 19 kelompok adalah pengiriman. Pengiriman juga memerlukan tingkat minimum dari elemen data untuk melewati secara efisien dan aman dari rak-ke-rak melintasi yurisdiksi semua 19 kelompok. Telah terbukti bahwa 75-80% dari data yang dipertukarkan antara 19 kelompok adalah berulang-ulang. Copyright © GCEL 2018
Jumlah 75-80% ini merupakan Elemen Data Universal yang dibutuhkan untuk memaksimalkan efisiensi pengiriman horizontal, juga tanpa standardisasi apa pun yang diperlukan oleh kelompok yang terlibat. Misalnya, di antara 20 operator laut terkemuka di dunia, yang sama-sama mewakili 84% dari volume global, hanya ada 20% varian dalam tagihan data muatan mereka. Siapa Telah Memvalidasi Pentingnya Proses? Organisasi dari seluruh dunia telah mengakui manfaat dari harmonisasi atau standarisasi. Objektif utama mereka adalah bukan standarisasi sepenuhnya itu sendiri, melainkan manfaat yang dapat dicapai melaluinya. Inisiatif UDE akan meminimalkan persyaratan standarisasi sekaligus menghasilkan manfaat kepada dunia yang telah lama ditunggu. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB): “Perkataan ‘memfasilitasi’ berarti membuat mudah atau lebih mudah, dan ini justru tujuan fasilitasi perdagangan - untuk membuat proses dan prosedur perdagangan internasional sesederhana dan seefisien mungkin bagi para pedagang, otoritas publik yang bersangkutan dan pemerintah. Kebutuhan untuk penyederhanaan dan harmonisasi sangat jelas dalam penyusunan dan penyampaian berbagai pilihan informasi dan dokumen yang dibutuhkan oleh otoritas pemerintah untuk mematuhi impor, ekspor dan peraturan terkait dengan transit. Persyaratan ini menempatkan beban berat pada sumber daya perusahaan dan dapat merupakan hambatan serius bagi pengembangan dan efisiensi perdagangan internasional, terutama bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) “.5 Divisi Penelitian Ekonomi dan Statistik, Organisasi Perdagangan Dunia: “Studi terhadap standar dan perdagangan yang fokus pada sektor-sektor di mana rantai pasokan dan barang menengah adalah penting, menemukan bahwa standardisasi sahaja akan mempromosikan perdagangan, atau bahwa standar-standar internasional adalah lebih mempromosikan perdagangan dibandingkan dengan standar nasional.” ….. “Standar yang diharmonisasi dapat mempromosi perdagangan, dan juga membuat rantai pasokan lebih efisien “2
Indonesia SEA - Proses
Bank Pembangunan Asia: “Negara-negara harus mengharmonisasikan prosedur, data, dan persyaratan dokumenter mereka dengan konvensi, standar dan instrumen internasional lain yang relevan untuk meningkatkan transparansi dan prediktabilitas.” 1 Dewan Penasehat Bisnis APEC (APEC Business Advisory Council/ABAC): “Menyadari sifat global rantai pasokan modern, ABAC mendesak harmonisasi peraturan transportasi tingkat internasional untuk mencapai keamanan dan fasilitasi perdagangan. Standar dalam perekonomian masingmasing harus sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh organisasi-organisasi internasional yang relevan, dan di mana standar internasional belum ada, pengenalan kerangka kerja internasional yang sesuai untuk membangun peraturan yang diharmonisasi secara global harus didorong. Ekonomi APEC harus mempromosikan kegiatan peningkatan kapasitas untuk memastikan keselamatan transportasi dengan mendorong kepatuhan terhadap peraturan yang ada di kalangan operator rantai pasokan yang relevan.” 3 International Civil Aviation Organization (ICAO): “Solusinya jelas –keamanan optimal rantai pasokan global melalui penerapan kawalan yang relevan dan efektif secara konsisten, dari awal sampai akhir selama proses pengiriman”.4 Di Mana Proses Diterapkan dan Seberapa Penting Proses bagi Sektor Publik dan Swasta? Proses adalah dasar yang diperlukan untuk mencapai kinerja optimal untuk sektor publik dan swasta, sehingga mengoptimalkan efisiensi keseluruhan jalur perdagangan. Beberapa contoh termasuk Penjual/ Pembeli dan Penyedia Pelayanan Logistik Mengurangi biaya ekpor impor Memaksimalkan pemanfaatan kapasitas infrastruktur fisik Mengoptimalkan biaya outsourcing dan kualitas Memungkinkan perluasan pasar Memaksimalkan keuntungan
Keuangan & Asuransi Memaksimalkan efisiensi validasi dokumen, tanggungan dan prosedur proses klaim Meningkatkan layanan pelanggan dan kecepatan respon Mengurangi biaya administrasi Pemerintah Meningkatkan kecepatan pelintasan perbatasan dan izin Bea Cukai Meningkatkan kecepatan dan ketepatan langkah-langkah keamanan Mengurangi biaya yang terkait dengan pelaksanaan, validasi dokumen dan masa lintas-lewat Data Temuan Skala Efisiensi Proses secara ringkas: Tingkat 1 = Absen atau proses tidak lengkap dalam jalur perdagangan. Penggunaan sistem Perencanaan Sumberdaya Perusahaan (ERP) dapat membantu proses otomatis antara rangkaian mitra perusahaan yang memasok. Namun, disebabkan investasi menggunakan sistem vertikal tanpa pembinaan hubungan otomatis sistem horisontal dengan peserta di kelompok yang lain dalam saluran perdagangan, skor maksimum yang boleh dicapai sebuah organisaasi hanya 2,5. Tingkat 5 = Proses optimum dan lengkap dalam jalur perdagangan. Skor Proses Indonesia Keseluruhan Ini merupakan skor proses nasional secara keseluruhan yang menilai penanganan pengiriman dalam jalur perdagangan. Secara kolektif peserta perdagangan telah mencapai skor 2,11 dari kemungkinan 5. Skor tertinggi 5 merupakan kinerja yang optimal dan proses lengkap di seluruh jalur perdagangan.
2.11 43
0.0
0.5
1.0
Copyright © GCEL 2018
1.5
2.0
2.5
3.0
3.5
4.0
4.5
5.0
Proses oleh Zona Ekonomi Ketika kita melihat skor Proses oleh Zona Ekonomi, semua enam zona telah membentuk proses untuk lepas-tangan pengiriman antara peserta perdagangan. Namun, proses ini membutuhkan integrasi lebih lanjut agar menjadi efisien secara optimal. Distribusi yang setara menunjukkan tingkat konsistensi nasional yang menyediakan titik awal yang ideal untuk optimasi proses horisontal. Skor tinggi dari 2,21 di Jawa adalah karena kehadiran perusahaan internasional terkemuka yang didirikan di zona itu. Zona ini juga terdapat pelabuhan utama, bandara, dan operator kereta api di Indonesia, yang mana masing-masing telah memiliki beberapa tingkat proses vertikal. 1.98
5.0
2.21
4.5
1.91
3.5 2.89
3.0 2.5
Copyright © GCEL 2018
2.76
2.63
2.51 2.28
2.27 2.17
1.94
1.91
1.88
2.24
2.23
1.91
1.92
2.21 1.93
1.66
1.5 1.0
Pembeli & Penjual
Penyedia Layanan Logistik
Pemerintah
Bank
Asuransi
Pos Pemeriksaan
0.0
Bea Cukai
0.5
Pengirim Individual
Bea Cukai menerima skor tertinggi 2,89. Skor ini terutama disebabkan oleh INSW. INSW menyediakan sebuah portal nasional yang berfungsi sebagai “hub pesan” untuk importir, makelar Bea Cukai, dan lembaga pemerintah. Pelabuhan Laut Indonesia menangani lebih pada 90% dari keseluruhan lalu lintas bukanangkutan jalan sebesar 942m ton pada 2012. Proses internal dan metode eskalasi internal yang diperlukan untuk menangani jumlah kargo per tahun ini tercermin dalam skor Pelabuhan Kering dan skor Angkutan Laut masing-masing pada 2,76 dan 2,75.
2.0
Pengirim Berbadan Hukum
Skor di sebelah menggambarkan kekuatan komparatif antara 19 kelompok berkaitan adopsi sistem saat menangani proses pengiriman dari rak ke rak. Skor dari 0-2,5 menunjukkan efisiensi sistem vertikal diadopsi ketika menangani proses horisontal, sedangkan skor antara 2,5 dan 5 menunjukkan adopsi proses vertikal dan horisontal yang efisien untuk menangani proses horisontal.
44
2.75 2.54
Angkutan Udara
Proses oleh 19 Kelompok
Pelabuhan Laut
5.0
Stasiun Kereta Api
4.0
Pelabuhan Darat
3.0
Pelabuhan Udara
2.0
Inspektur/Surveyor
1.0
4.0
Makelar Bea Cukai
Jawa Sumatera
Buruh Pelabuhan
2.04
3PL
Bali - Nusa Tenggara
Ekspeditur Kargo
2.15
Angkutan Darat
2.17
Kalimantan
Angkutan Laut
Sulawesi
Angkutan Kereta Api
Kepulauan Maluku
0.0
Lepas-tangan pengiriman antara pemain di dalam perdagangan tetap menjadi tantangan di Indonesia. Waktu tunggu di pelabuhan terus meningkat dengan rata-rata 6,7 hari pada tahun 2012 dibandingkan dengan rata-rata dunia hanya 1 hari. Saat ini 93,7% dari bisnis di Indonesia menggunakan proses manual yang berkontribusi terhadap keterlambatan. Misalnya, sebuah truk melakukan perjalanan di Indonesia menghabiskan sampai 75% dari waktu parkir karena keterlambatan gudang dan proses Bea Cukai tidak termasuk fakta di mana 60% dari truk kargo hanya mengangkut barang sekali jalan, tanpa membawa muatan dalam perjalanan kembali. Kesemua inefisiensi ini berkontribusi pada tingginya biaya logistik.
Perusahaan Keuangan/ Asuransi
Indonesia SEA - Proses
Indikator Proses Tabel berikut menunjukkan proses-proses dominan mengikut kelas organisasi tertentu, berdasarkan tanggapan atas beberapa pertanyaan yang diajukan selama survei.
Sistem Perangkat Lunak in-house Vertikal yang Digunakan Seberapa cepat Anda sadar akan perubahan domestik atau global yang mempengaruhi proses mutakhir Anda? Waktu yang diperlukan untuk menerapkan perubahan eksternal, domestik atau global, yang mempengaruhi hasil proses Anda Seberapa sering Anda mengetik ulang data karena proses yang diadopsi?
Pembeli/Penjual
LSPs
Keuangan/Asuransi
Tidak ada Sistem
Tidak ada Sistem
Dari Rak yang disesuaikan (Off the shelf customized)
Dari Rak yang disesuaikan (Off the shelf customized)
Tidak ada Sistem
>30 Hari
8-30 Hari
8-30 Hari
2-7 Hari
8-30 Hari
2-4 Minggu
2-4 Minggu
2-7 Hari
2-7 Hari
2-4 Minggu
41 - 60%
41 - 60%
41 - 60%
41 - 60%
Pemerintah
Di Seluruh Negeri
41 - 60%
Seberapa cepat proses Anda untuk mengidentifikasi kesalahan jika itu terjadi di mana saja di dalam jalur?
Dalam 2-7 hari untuk beberapa pengiriman saya
Dalam 2-7 hari untuk beberapa pengiriman saya
Dalam 2-7 hari untuk beberapa pengiriman saya
Dalam 2-7 hari untuk beberapa pengiriman saya
Dalam 2-7 hari untuk beberapa pengiriman saya
Proses manajemen yang diadopsi untuk memastikan kebutuhan bisnis internal yang optimal terpenuhi
Tiada Sistem
Tiada Sistem
Sistem otomatis sebagian tanpa proses eskalasi
Sistem otomatis sebagian tanpa proses eskalasi
Tiada Sistem
Proses manajemen yang diadopsi untuk memastikan obligasi kontraktual terpenuhi terhadap 19 kelompok
Tiada Sistem
Tiada Sistem
Tiada Sistem
Tiada Sistem
Tiada Sistem
2-7 Hari
2-7 Hari
2-7 Hari
Waktu yang diperlukan untuk mengidentifikasi penyebab kerusakan proses, baik domestik atau global Waktu yang diperlukan untuk menyampaikan pesan penyebab kerusakan proses, baik domestik atau global
2-7 Hari 2-4 Minggu
Dampak Temuan Survei menunjukkan bahwa sebagian besar dari 19 kelompok tidak tahu tentang perubahan yang terjadi di dalam jalur perdagangan mereka hingga 30 hari. Implementasi dari perubahan tersebut dalam proses internal mereka dapat mengambil 2-4 minggu tambahan. Demikian pula, para peserta melaporkan memerlukan hingga empat minggu untuk menanggapi perubahan yang terjadi baik secara vertikal (internal) maupun horisontal (eksternal) dalam jalur pengiriman. 2-4 minggu juga diperlukan untuk mengatasi kerusakan domestik atau internasional dalam jalur perdagangan.
2-7 Hari 2-4 Minggu
2-4 Minggu
2-7 Hari
2-4 Minggu
Selain itu, sebagian besar responden menunjukkan bahwa mereka harus secara manual mengulang masuk hingga 60% data pengiriman. Mereka juga menunjukkan bahwa mereka secara manual memantau penyelesaian kebutuhan bisnis (internal dan eksternal). Secara bersama-sama, faktor-faktor ini menunjukkan potensi biaya besar terkait waktu, uang, dan kualitas. Faktor-faktor ini memiliki beberapa efek yang cukup besar baik pada kinerja proses perdagangan negara saat ini dan prospek masa depan. Beberapa efek pilihan untuk hal ini tersenarai di bawah: Copyright © GCEL 2018
45
Pembeli dan Penjual
Keuangan & Asuransi
Tidak ada kemungkinan optimasi rak-ke-rak. Hal ini membutuhkan sistem otomatis untuk pengawasan penyelesaian aktivitas, dan komunikasi otomatis antara peserta perdagangan. Ketiadaan proses membatasi fasilitas sekarang seluruhnya, dan akan memerlukan ekspansi terlebih dahulu untuk mengakomodasi pertumbuhan. Aliran pengiriman yang tak terprediksi. Komunikasi manual secara inheren tidak konsisten; penundaan memiliki efek riak seluruh jalur. Ketiadaan proses mengarah pada biaya tambahan tak bernilai yang berlebihan seperti biaya penyimpanan dan penanganan, serta sumber daya yang salah penempatan karena inkonsistensi dalam penjadwalan kegiatan berikutnya dalam gerakan kargo. Potensi pertumbuhan terbatas. Kurangnya proses yang efisien membuatnya sulit untuk merespon tuntutan ekonomi baru dan peluang pasar. Dukungan manual dari mitra rantai pasokan saat ini adalah padat karya, justru meninggalkan sedikit sumber daya untuk memperluas hubungan pasangan baru.
Proses manual yang diadopsi juga akan membatasi kemampuan lembaga keuangan untuk mengintegrasikan dalam jalur perdagangan sebagai prasyarat untuk memberikan pelayanan konsolidasi tagihan, yang merupakan sebuah pasar utama yang dicari semua lembaga keuangan di seluruh dunia. Pemerintah Proses yang diadopsi memadai dapat mengakibatkan pada kurangnya visibilitas di seluruh rantai pasokan, yang bisa meningkatkan risiko keamanan kargo dan mengurangi kemampuan untuk mencegat barang-barang palsu, di samping meminimalkan kemampuan untuk mengumpulkan tuntutan Bea Cukai yang tepat. Rekomendasi
LSPs Kehilangan peluang pendapatan. Persyaratan pelanggan membutuhkan waktu dan diproses secara manual, yang demikian berisiko kehilangan bisnis kepada pesaing yang lebih otomatis. Mengurangi margin. Kurangnya proses otomatis mencegah perbandingan layanan/harga/ waktu transit secara dinamis. Harga dan perutean yang statis tidak mengizinkan penyesuaian harga berdasarkan kebutuhan peralatan yang diperkirakan, pemesanan pelanggan, atau ruang yang tersedia. Hasilnya margin penjualan dan pulangan dari aset yang lebih rendah.
46
Proses otomatis sebagian yang diadopsi di seluruh jalur perdagangan Indonesia membatasi visibilitas untuk penjamin keuangan dan asuransi, yang meningkatkan risiko mereka dan justru meningkatkan premi dan biaya keuangan.
Proses lepas-tangan sangat tidak efisien sebagai hasil dari otomatisasi proses manajemen yang terbatas, kemampuan teknologi yang berbeda antar pemain, dan kurangnya integrasi seperti yang ditunjukkan oleh tingginya tingkat ulangan memasukkan data yang sama.
Copyright © GCEL 2018
Dibandingkan dengan apa yang teknologi abad ke-21 dapat memungkinkan, Indonesia memiliki kesempatan untuk mengubah apa yang bisa dianggap sebagai suatu proses evaluasi yang tak mendorong menjadi sebuah keunggulan kompetitif utama dengan membentuk patokan baru untuk keunggulan proses. Indonesia adalah masyarakat yang didorong untuk berhasil, dan yang telah membuktikan kemampuannya untuk menjadi seperti itu. Apa yang kurang adalah alat yang tepat untuk memungkinkan pedagang Indonesia untuk mencapai potensi penuh mereka. Keuntungannya adalah bahwa saat ini, tidak terdapat banyak sistem atau proses yang telah diadopsi yang akan menghambat usaha pengdigitalisasi; negara boleh berusaha untuk menetapkan standar yang dapat dicapai oleh semua orang yang berkomitmen untuk keunggulan bisnis, dan yang boleh memenuhi objektif bisnis vertikal sambil memberikan manfaat perdagangan horisontal.
Indonesia SEA - Proses
Adalah tidak cukup bahwa peserta perdagangan menjadi efisien dalam sistem vertikal mereka sendiri. Untuk tampil pada efisiensi yang optimal, lingkungan perdagangan abad ke-21 menuntut bahwa setiap peserta dalam jalur perdagangan memiliki kemampuan untuk bisa segera menyadari masalah, perubahan, atau kejadian tak terduga yang mempengaruhi jalur di mana mereka terlibat, baik secara nasional maupun global. Sebuah proses yang memungkinkan efisiensi horisontal yang diperlukan dijelaskan di awal bagian ini, ditambah dengan integrasi waktu-riil, akan memberikan kelebihan yang tinggi untuk perdagangan terkait industri di Indonesia, serta meningkatkan posisinya sebagai pemimpin perdagangan regional.
Peta jalan Indonesia untuk sukses jelas. Indonesia adalah salah satu pedagang terkemuka di dunia; sekarang Indonesia perlu membuka potensi maksimumnya melalui penggunaan alatalat yang tepat. Integrasi merupakan titik awal: Ini sejalan dengan proses tangkas Abad ke-21 untuk memanfaatkan kekuatannya baik secara vertikal dan horisontal, dan meraih keuntungan dari efisiensi perdagangan Abad ke-21.
Sebuah proses tangkas yang meningkatkan efisiensi vertikal dan horizontal akan membatasi redundansi data sambil memberikan validasi data penuh, sehingga meminimalkan kesalahan manusia. Dalam hal kesalahan atau anomali, proses terdorong teknologi tangkas memungkinkan respon yang cepat terhadap perubahan atau kejadian tak terduga yang terjadi di mana saja di jalur perdagangan. Terakhir, namun tidak kalah pentingnya, proses semacam itu memungkinkan pengawasan para peserta perdagangan untuk memastikan bahwa kinerjanya sesuai dengan kewajiban bisnis mereka.
1. Asian Development Bank: Designing and Implementing Trade Facilitation in Asia and the Pacific, p.48, 2009. 2. World Trade Organization Economic Research and Statistics Division: Using Supply Chain Analysis to Examine the Costs of Non-Tariff Measures (NTMs) and the Benefits of Trade Facilitation Staff Working Paper ERSD- 2012-03, h. 20-21, pp. 27-28, 15 February 2012. 3. APEC Business Advisory Council (ABAC): Working Towards Sustainable Growth for All, p. 11, 2011. 4. Address by the Secretary General of ICAO Mr. Raymond Benjamin to the World Customs Organization (WCO) Council, Brussels, 24 June 2011. 5. The United Nations Centre for Trade Facilitation and Electronic Business (UN/CEFACT): Simple, Transparent and Effective Processes for Global Commerce, New York and Geneva, p. 4, 2005. Copyright © GCEL 2018
47
48
Tidak cukup lagi bahwa peserta perdagangan menjadi efisien dalam sistem vertikal mereka sendiri. Untuk tampil pada efisiensi yang optimal, lingkungan perdagangan Abad 21 menuntut bahwa setiap peserta dalam jalur perdagangan memiliki kemampuan untuk segera menyadari adanya masalah, perubahan atau kejadian tak terduga yang mempengaruhi jalur horisontal di mana mereka terlibat. – GCEL Copyright © GCEL 2018
Indonesia SEA
49
Copyright © GCEL 2018
50
E-Dokumentasi Copyright © GCEL 2018
Indonesia SEA - E-Dokumentasi
E-Dokumentasi
E
-Dokumentasi adalah serangkaian dokumen elektronik yang dibentuk untuk mempercepat aliran pengiriman dari rak-kerak dengan memenuhi persyaratan dokumentasi Pembeli/ Penjual, Negara, Industri, Keuangan dan Asuransi (BSCIFI). Apa Arti E-Dokumentasi? E-Dokumentasi, atau dokumentasi elektronik, merupakan salah satu aspek yang membedakan sistem perdagangan dari sistem yang bergantung pada metode yang kurang efisien. E-Dokumentasi didefinisikan sebagai penciptaan, penyimpanan, dan pengiriman data yang diperlukan terkait dengan pengiriman atau peserta perdagangan sepenuhnya dalam bentuk elektronik. Saat ini, E-dokumentasi tidak digunakan pada potensi sepenuhnya. Hal ini terbatas pada lingkungan titik-ke-titik di mana informasi dibagi hanya dari satu penyedia data kepada satu penerima data pada suatu waktu. Standar E-Dokumentasi Abad ke-21 didasarkan pada maksimalisasi pada integrasi titik-ke-dunia, yang mencapai lingkungan E-Dokumentasi yang akurat, tervalidasi dan efisien di antara transaksi perdagangan semua 19 kelompok . Hal ini menghasilkan efisiensi perdagangan maksimal, sehingga mempercepat arus pengiriman dan mengurangi biaya. Kapan dan Bagaimana E-Dokumentasi Digunakan? E-Dokumentasi biasanya disampaikan melalui sebuah portal berbasis web atau melalui EDI, tergantung pada sistem yang tersedia di negara atau organisasi tertentu. Dokumendokumen ini berisi informasi dibagi antara 19 kelompok dalam jalur, termasuk namun tidak terbatas pada: Dokumen Hasil Proses Ekspor Formulir pengiriman dan dokumen Sertifikat asal Sertifikat asuransi Daftar bungkusan Dokumen ekspor Faktur komersial
Daftar bungkusan ekspor Faktur pro forma Dokumen transportasi Tagihan pemuatan untuk udara, samudera, atau truk Deklarasi Ekspor Pengirim (Shippers Export Declarations/SED) Dokumen pemenuhan ekspor Lisensi ekspor Pernyataan kontrol tujuan Sertifikat lain untuk pengiriman barang-barang spesial Sertifikat Analisis Sertifikan untuk Bebas Jual Sertifikat barang-barang berbahaya Sertifikat Pengasapan Sertifikat kesehatan Sertifikat bahan Sertifikat inspeksi Sertifikat Inspeksi Pra-Pengiriman Sertifikat asuransi Sertifikat bobot Dokumen ekspor lain yang terkait Faktur Konsular Dok Penerimaan dan Penerimaan Gudang Penilaian ISPM 15 (Pengemasan Kayu) Surat Instruksi Pengirim Dokumen pengiriman sementara Dokumen Hasil Proses Impor Sertifikat Kuasa Jaksa Pemberitahuan kedatangan Tagihan Masuk Lisensi Impor Obligasi Bea Cukai Dokumen Terkait Keamanan Kargo Pengajuan keamanan Importir Daftar muatan kargo pra-pengiriman Pengajuan keamanan kargo udara Copyright © GCEL 2018
51
Dokumen Terkait Asuransi dan Keuangan Perdagangan Surat kredit Dokumen transfer Dokumen asuransi Dokumen komersial Asuransi klaim dan resolusi Dokumen jaminan Order pembelian Permintaan untuk kutipan Permintaan dan konfirmasi pemesanan pengangkutan Faktur dan bukti pengiriman untuk penjualan barang Transportasi Penyimpanan, penahanan dan biaya kelebihan waktu berlabuh Nilai tambah jasa Saat ini, dokumen perdagangan sebagian besar ditangani dengan metode tradisional seperti cetak, faks dan surat pos dalam lingkungan titik-ke-titik. Lingkungan ini tidak memungkinkan data akan divalidasi. Menurut penelitian APEC, 70% dari data yang diberikan oleh satu kelompok kepada yang berikutnya adalah ulangan. Proses manual berarti bahwa 100% dari data harus diketik-ulang setiap waktu, yang meningkatkan kesempatan untuk kesalahan data.
52
Mengapa E-Dokumentasi Penting? E-Dokumentasi sangat penting; banyak penelitian telah dilakukan yang memvalidasi efisiensi perdagangan dan penghematan biaya ketika E-Dokumentasi sepenuhnya dimanfaatkan. Namun, E-Dokumentasi belum mencapai potensinya yang penuh karena peserta 19 kelompok terutamanya masih mengandalkan telepon, faks, kertas, dan email untuk pertukaran informasi antara mitra perdagangan langsung mereka. Untuk mencapai efisiensi maksimum dan manfaatnya; Objektif E-Dokumentasi harus diperluaskan dari yang dimaksudkan awalnya; Pertukaran dokumentasi harus berlaku antara kesemua 19 kelompok di dalam jalur perdagangan. Lingkungan E-Dokumentasi yang optimal akan memungkinkan suatu keunggulan bisnis di seluruh jalur perdagangan, termasuk memenuhi persyaratan BSCIFI.
Copyright © GCEL 2018
Persyaratan efisiensi perdagangan Abad ke-21 memerlukan dua dimensi E-Dokumentasi: a) E-Dokumentasi yang berkaitan dengan persyaratan BSCIFI; b) Pertukaran E-Dokumentasi terkait dengan transaksi bisnis dalam jalur perdagangan. Setelah yang di atas itu tercapai, kita akan memiliki tiga fondasi berikut untuk optimasi data dalam kedua kategori: I. Data - Akurasi dan Keabsahan II. Data - Efisiensi III. Respon Keperluan Baru yang cepat I. Akurasi dan Keabsahan Data Data terus-menerus dipra-populasikan, meminimalkan ketikan, sehingga mengurangi kemungkinan kesalahan manusia dan memaksimalkan kemampuan untuk mengesan anomali data. Selanjutnya, data terus divalidasi dari berbagai sumber (19 kelompok) dalam jalur perdagangan yang sama selama perjalanan interaksi mereka dengan pengiriman. Karena informasi diperiksa silang pada data historis serta data aktivitas saat ini, yang dibagi bersama seluruh jalur, kesalahan atau anomali akan cepat diidentifikasi dan ditangani. II. Efisiensi Data Data yang akurat dan divalidasi secara efisien dirakit dari kelompok yang berbeda selama proses pengiriman dan tersedia pada waktu-riil di seluruh jalur. Hal ini akan membantu untuk meningkatkan kecepatan gerakan pengiriman untuk memenuhi persyaratan lingkungan waktu riil. III. Respon Keperluan Baru yang Cepat Lingkungan titik-ke-dunia akan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk menerbitkan dan perlaksanaan persyaratan baru BSCIFI. Banyaknya data yang dinamis, dan tervalidasi yang tersedia di lingkungan titik-ke-dunia dapat memenuhi sebagian besar persyaratan BSCIFI baru, secara otomatis mengisi elemen data baru yang dibutuhkan. Jika elemen data baru tidak ada dalam lingkungan titik-kedunia, pengguna akhir akan diminta secara proaktif untuk memberikan informasi yang tiada selama melakukan bisnis secara waktu riil.
Indonesia SEA - E-Dokumentasi
Siapa yang telah memvalidasi Pentingnya E-Dokumentasi? Manfaat E-Dokumentasi untuk efisiensi perdagangan telah secara luas diakui oleh organisasi-organisasi di seluruh dunia sebagai cara untuk mengurangi biaya, mendorong peningkatan efisiensi perdagangan, yang memacu pertumbuhan ekonomi. Berikut ini hanya mewakili sekilas tentang manfaat E-Dokumentasi: Konferensi PBB mengenai Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD): “Fasilitasi perdagangan dapat menghasilkan penghematan kepada pedagang dan konsumen dari 2 sampai 3% dari nilai barang yang diperdagangkan.”1 APEC: “Ketika teknologi perdagangan tanpa kertas sepenuhnya diperluas ke semua perdagangan barang intraAPEC, penghematan biaya berkemungkinan substansial. Misalnya, penurunan tiga persen rata-rata biaya barang impor (yang tampaknya menjadi perkiraan konservatif) untuk perdagangan intra-APEC akan melibatkan penghematan bruto lebih dari 60 miliar Dolar AS ketika diperluas kepada total perdagangan barang intra-APEC.”2 United Nations Economic Commission for Europe (UNECE): “Informasi sangat penting untuk efisiensi dan keamanan rantai pasokan... Efisiensi dokumen dan prosedur terkait memiliki dampak utama pada biaya transaksi, waktu dan risiko ... Setiap hari penghematan dalam waktu pengiriman bernilai 1% , ad valorem, dari barang-barang manufaktur ... Pengeluar mobil yang sama membawa 7 hari inventaris di Italia, berbanding di Maroko 37 hari.”3 APEC: “Biaya penyediaan dokumen berbasis kertas untuk perdagangan lintas-batas merupakan biaya besar untuk pedagang. Dokumentasi yang kompleks juga bisa menakutkan dan menghambat banyak perusahaan kecil untuk berpartisipasi dalam perdagangan lintas-batas. Menghapus kebutuhan untuk menghasilkan dokumen berbasis kertas untuk perdagangan di wilayah APEC diharapkan dapat mengarah pada penghematan ekonomi secara meluas, penghematan
langsung kepada pedagang dalam bentuk biaya kepatuhan yang lebih rendah dan berbagai penghematan tak langsung dan lain-lain penghematan yang sukar didefinisikan, seperti kemampuan untuk memindahkan barang lebih cepat, kesempatan untuk berpartisipasi dalam jaringan produksi tangkas dan biaya inventaris yang lebih rendah.”4 Di mana E-Dokumentasi Diterapkan dan Seberapa Penting bagi Sektor Publik dan Swasta? E-Dokumentasi sangat penting untuk memenuhi persyaratan dari badan BSCIFI. Dalam rangka menyajikan secara singkat betapa pentingnya E-Dokumentasi dalam memenuhi kebutuhan mereka, kami telah membagi BSCIFI ke dalam dua kelompok berikut: Pihak Swasta, LSP, dan Keuangan/Asuransi Kualifikasi - Visibilitas dinamis, sertifikasi dan dokumentasi transaksi bisnis dapat mempercepat kualifikasi penyedia produk dan layanan oleh pembeli berpotensial serta lembaga keuangan dan asuransi. Kewajiban Kontraktual - Kemampuan untuk mengubah kewajiban kontraktual ke E-Dokumentasi dan kemudian ke metrik elektronik, memungkinkan pengaturan dasar untuk memantau kinerja berdasarkan kewajiban kontraktual penyedia produk dan layanan. Selain itu, ini memastikan selama tahap pra-perencanaan, pergerakan pengiriman memenuhi persyaratan keuangan dan asuransi. Transaksi Bisnis - Kemampuan untuk mencipta, memvalidasi, dan membuat dokumen tersedia secara waktu riil akan memungkinkan tindakan yang cepat dan tepat dalam jalur perdagangan. Transaksi Pembayaran - Kemampuan untuk mengakses semua dokumen terkait dan melakukan periksa -silang secara dinamis melalui berbagai sumber akan mempercepat pembayaran dan memastikan akurasi transaksi. Audit - Penyimpanan dokumentasi transaksi bisnis yang komprehensif dalam bentuk elektronik dengan kemudahan akses dan penyortiran fleksibel, memfasilitasi proses audit yang akurat dan cepat. Copyright © GCEL 2018
53
Umum - Bea Cukai dan Badan Perlindungan Perbatasan Kepatuhan - Mengisi data yang akurat dan tervalidasi secara dinamis mengoptimalkan proses memenuhi persyaratan kepatuhan. Cepat Memenuhi Persyaratan Baru - Lingkungan titik-kedunia akan memungkinkan distribusi persyaratan baru secara waktu riil, sehingga memudahkan kepatuhan yang cepat. Ketersediaan data komprehensif dan tervalidasi saat ini dan historis terkait 19 kelompok dan aliran pengiriman dari rak-ke-rak memungkinkan populasi data persyaratan baru secara dinamis. Jika data yang belum tersedia dalam lingkungan, pengirim akan diminta untuk memenuhi kebutuhan data yang sesuai. Standar E-Dokumentasi Abad ke-21 akan memiliki dampak positif yang signifikan pada sejumlah daerah di jalur perdagangan, termasuk berikut ini: Mengurangi biaya tenaga kerja Mengurangi keterlambatan pengiriman Mengurangi persediaan dan biaya membawa Mengurangi penundaan lintas perbatasan Mengurangi jejak karbon Mengurangi biaya masuk impor / ekspor Meningkatkan kecepatan proses keuangan dan asuransi Meningkatkan kecepatan izin Bea Cukai Meningkatkan intersepsi produk palsu Meningkatkan pungutan Bea Cukai Memaksimalkan pemanfaatan kapasitas infrastruktur logistik tersedia
54
Data Temuan Ringkasan skala efisiensi E-Dokumentasi: Tingkat 1 = Dokumentasi berbasis kertas, tingkat pengetikan ulang data dan potensi kesalahan yang tinggi, validasi minimal menghasilkan efisiensi yang rendah. Skor E-Dokumentasi mengukur pengunaan pertukaran informasi otomatis antara peserta pada semua kelompok industri dalam jalur perdagangan. Halnya, peserta yang menginvestasi dalam sistem vertikalnya sendiri dan tidak membentuk sistem horisontal untuk menukar dokumen secara Copyright © GCEL 2018
eletronik hanya bisa mencapai skor maksimum 2,5. Tingkat 5 = Dokumentasi berbasis elektronik, ketik kunci dan kesalahan minimal, validasi maksimum menghasilkan efisiensi yang optimal. Skor Keseluruhan E-Dokumentasi Indonesia E-Dokumentasi tingkat nasional secara keseluruhan merupakan data kisaran yang dikumpulkan dari tanggapan yang diberikan oleh 19 kelompok. Mengingat bahwa skor 5 menunjukkan efisiensi yang optimal, skor 1,52 menunjukkan bahwa Indonesia menggunakan terutamanya sistem berbasis kertas. Pelaksanaan Jendela Tunggal Nasional (INSW) oleh Pemerintah Indonesia merupakan satu langkah kearah dokumentasi elektronik. 1.52 0.0
0.5
1.0
1.5
2.0
2.5
3.0
3.5
4.0
4.5
5.0
E-Dokumentasi pada Zona Ekonomi Skor E-Dokumentasi cukup konsisten di zona ekonomi. Ini berarti bahwa ketika kemampuan E-Dokumentasi disajikan kepada negara, ia akan dapat dilaksanakan dengan cepat dan merata. Kehadiran industri energi, seperti minyak dan gas di Sulawesi dan Kalimantan, berkontribusi pada skor yang sedikit lebih tinggi di zona ini karena kebutuhan industri. Kepulauan Maluku
1.47
Sulawesi
1.74
Kalimantan
1.57
Bali - Nusa Tenggara
1.55
Jawa
1.53
Sumatera
1.27 0.0
1.0
2.0
3.0
4.0
5.0
Indonesia SEA - E-Dokumentasi
E-Dokumentasi pada 19 Kelompok Skor di bawah ini menggambarkan adopsi dokumentasi elektronik oleh 19 kelompok, menggantikan metode manual/kertas. Penting untuk disebutkan bahwa kisaran 0 sampai 2,5 merupakan penggunaan dokumentasi tulisan tangan; kisaran 2,5 sampai 5 mewakili penggunaan sarana elektronik untuk pembuatan, produksi, dan penyerahan dokumen di antara semua peserta dalam jalur perdagangan. Pihak Bea Cukai mendapat skor tertinggi yaitu 2,58. Hal ini disebabkan penggunaan portal Jendelal Tunggal Nasional Indonesia (INSW). Sementara Pelabuhan Udara/Bandara (1,92) dan Angkutan laut (1,97) memperoleh skor terendah karena persyaratan industri. Perusahaan asuransi dan perbankan memperoleh skor amat rendah, menunjukan tidak ada kapasitas E-Dokumentasi terkait pengiriman antara bisnis mereka dan pengiriman di dalam jalur perdagangan. Saat ini di Indonesia, dokumentasi pengiriman disiapkan secara manual oleh hampir seluruh peserta perdagangan. Sekitar 41-60% data perkapalan di Indonesia harus di input ulang, sementara 95.7% dari seluruh dokumen dikomunikasikan melalui telepon, faks atau email, 17% biaya perusahaan dikeluarkan untuk logistisk dibandingkan 14% di negara berkembang lainnya. Tambahan, metode manual untuk mempersiapkan, pengisian data, dan pengiriman dokumen, meningkatkan kesalahan, penundaan pengiriman, dan menambah waktu tunggu di pelabuhan masuk. Misalnya, waktu tunggu di pelabuhan Jakarta meningkat dari rata-rata 4,9 hari pada tahun 2010 menjadi 6,7 hari pada tahun 2012, kemudian menurun menjadi 4,3 hari pada tahun 2016. Hal ini masih lebih lama dibanding waktu tunggu di pelabuhan wilayah ini seperti Malaysia, Singapura, Tiongkok, Korea Selatan, dan Jepang. 5.0 4.5 4.0 3.5 3.0 2.58
2.5 1.97
2.0
1.92 1.84
1.72
1.5
1.72 1.35
1.43
1.72
1.32
1.23
1.85 1.71
1.62 1.28
1.29 1.16
0.96
1.03
1.0
Pembeli & Penjual
Penyedia Layanan Logistik
Copyright © GCEL 2018
Pemerintah
Asuransi
Bank
Pos Pemeriksaan
Bea Cukai
Stasiun Kereta Api
Pelabuhan Laut
Pelabuhan Udara
Pelabuhan Darat
Makelar Bea Cukai
Inspektur/Surveyor
Buruh Pelabuhan
Ekspeditur Kargo
3PL
Angkutan Darat
Angkutan Laut
Angkutan Kereta Api
Angkutan Udara
Pengirim Individual
0.0
Pengirim Berbadan Hukum
0.5
55 Perusahaan Keuangan/Asuransi
Indikator E-Dokumentasi Tabel berikut memberikan indikator tingkat E-Dokumentasi berdasarkan respon rata-rata untuk beberapa pertanyaan yang diajukan selama survei. Pembeli/Penjual
LSPs
Keuangan/Asuransi
Pemerintah
Di Seluruh Negara
Diketik secara Manual
Diketik secara Manual
Diketik secara Manual
Dipopulasikan secara otomatis dari sistem internal dengan 75% Intervensi Manusia
Diketik secara Manual
16-30 Menit
31-120 Menit
16-30 Menit
31-120 Menit
31-120 Menit
2-4 Jam
2-4 Jam
2-4 Jam
31-120 Menit
2-4 Jam
5%
5%
5%
5%
5%
>20%
10%
>20%
>20%
>20%
5%
5%
10%
5%
5%
>20%
10%
>20%
10%
>20%
61-80%
41-60%
61-80%
41-60%
61-80%
Metode distribusi dokumen pengiriman domestik
Surat Pos/Faks
Surat Pos/Faks
Surat Pos/Faks
Aplikasi Portal Online
Surat Pos/Faks
Metode distribusi dokumen pengiriman internasional
Surat Pos/Faks
Surat Pos/Faks
Surat Pos/Faks
Aplikasi Portal Online
Surat Pos/Faks
tidak ada Validasi
Validasi sesekali
Validasi sesekali
Validasi sesekali
Validasi sesekali